#11 Sifat Allah Al-Majii Wal Al-Ityaan (Datang) Bagi Allah – Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

  • wabarakatuh innalhamdalillah nahmaduhu waastain’inuhu wa nastagfiruh wa naudubillahi Min syururi anfusina Wamin sayiati amalinaahdihillahu Fala mudillalah wudlil Fala hadialah wa asadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhu wa rasuluh aahq ya A Nafsi Wahidah wq minaha wuma rijalan
  • wattalahzialun bihi W Arham akumumahuqan Allahumma Shi wasallim wabarik Al Nabina Muhammadin waa alihi wa illah maasyiral muslimin maasyiral ikhwah wal akhwat fiddin rahimakumullah jemaah Masjid Nurul Iman hafidakumullah Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala atas semua limpahan nikmat dan karuninya segala puji bagi Allah
  • subhanahu wa taala yang kembali pertemukan kita di malam hari ini dalam kebaikan dan suasana Iman Insyaallah dalam majelis ilmu yang mulia untuk mengkaji pembahasan tentang iman pembahasan tentang akidah yang sahihah mengkaji permasalahan yang paling penting dalam urusan agama kita bagaimana memahami akidah ahlusunah Wal Jama Jah dengan melanjutkan kajian kitab yang sangat bermanfaat kitab alqidatul wasitiah karya dari Al Imam syikhul Islam Abul Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala kita masih di pembahasan tentang perkara yang paling inti di
  • dalam masalah akidah dan tauhid kita yaitu bagaimana kita mengenal Allah bagaimana kita memahami sifat-sifat kesempurnaannya bagaimana kita memahami dan mentadaburi ayat-ayat al-qur’an yang menjelaskan tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wa taala yang Maha Tinggi yang dibawakan di dalam ayat-ayat yang dinukilkan dalam banyak ayat-ayat al-qur’an di awal-awal pembahasan kitab ini Barakallah fikum saat ini kita akan membahas kembali beberapa ayat al-qur’an yang menetapkan sifat Allah subhanahu wa taala yang menetapkan
  • perbuatannya yang kita ketahui bersama Allah subhanahu wa taala yang mensifati dirinya di dalam Alquran bahwa dia adalah faal maha berbuat apa saja yang dikehendakinya dan tidak ada yang bisa mencegahnya Karena Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu tib di antara perbuatan atau sifat yang Allah subhanahu wa taala Sebutkan bagi dirinya yang kita harus Imani dan menetapkannya kita harus memahaminya dengan benar karena ini merupakan bagian dari pengagungan dan pemuliaan terhadap Allah subhanahu wa taala adalah sifat almajiu Wal
  • Iyan sifat almaji Allah subhanahu wa taala akan datang pada hari kiamat ketika memutuskan urusan di antara hamba-hamb-nya memutuskan perkara di antara hamba-hambanya pada hari kiamat nanti ini adalah salah satu yang ditetapkan berdasarkan beberapa ayat al-qur’an dibawakan dalam pembahasan ini ada empat ayat ya dinukil oleh syyaekhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah taala empat ayat al-qur’an yang pertama firman Allah subhanahu wa taala di surah Albaqarah ayat 200 10 Albaqarah ayat 210 azubillahim minasyaitanirjim
  • haluruna Illa ayahumullahu fiulal tidak lain yang mereka nantikan kecuali datangnya Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat bersama dengan naungan awan putih dan juga datangnya para malaikat kemudian Allah subhanahu wa taala memutuskan urusan di antara hamba-hamb-nya ini bukanlah hal yang mengherankan karena kita tahu tadi Allah subhanahu wa taala Maha Kuasa atas segala sesuatu fa’alul lima yurid Maha berbuat apa yang dikehendakinya maka ketika Allah
  • subhanahu wa taala ingin melakukan hal ini sesuai yang diberitakannya di dalam ayat al-qur’an yang tentu kita ketahui al-qur’an diturunkan dengan bilisanin arabiin mubin dengan bahasa Arab yang jelas ya maka Allah subhanahu wa taala lakukan sesuai dengan kehendaknya dan kita tahu tentu ayat-ayat seperti ini adalah ayat-ayat yang menjelaskan dengan keadaan yang sebenarnya Allah subhanahu wa taala berfirman waman asdaqu minallahiila Siapakah yang lebih benar ucapannya dibandingkan Allah subhanahu wa taala ayat yang
  • kedua di surah al-an’am ayat 158 surah al-an’am ayat 158 Allah subhanahu wa taala berfirman haluruna illatiahumul malaikatu au yatiya rbuka au yatiya ba’du Ayati rbik tidak lain yang mereka nantikan kecuali kedatangan malaikat di sini adalah kedatangan malaikat maut untuk mencabut nyawa mereka orang-orang yang mendustakan hari kebangkitan naillahik atau kedatangan Allah subhanahu wa taala untuk memutuskan perkara di antara hamba-hambanya pada
  • hari kiamat atau datangnya sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah yaitu tanda-tanda hari kiamat ketika matahari terbit dari tempat nya sebagaimana ini yang ditafsirkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis yang sahih tentang ayat ini jadi ayat yang kedua ini juga menyebutkan Allah subhanahu wa taala akan datang pada hari kiamat ya Alian datang adalah sifat atau perbuatan yang Allah subhanahu wa taala lakukan sesuai dengan kehendaknya sebagaimana mana yang diberitakannya di dalam ayat [Musik]
  • ini berikutnya ayat yang ketiga firman Allah di surah alfajr ayat ke-21 dan ke-22 Kalla idza dukkatil ardu Dakka Dakka waaabuka Wal malakuofanofa Kalla sekali-sekali tidak ketika bumi diguncangkan dengan guncangan yang sebesar-besarnya dan ketika rabmu Allah subhanahu wa taala datang juga para malaikat datang dengan berbaris-baris para malaikat datang untuk sesuai dengan perintah Allah subhanahu wa taala ketika Allah
  • subhanahu wa taala memutuskan urusan di antara semua makhlukNya pada hari kiamat yang ketika itu malaikat mengelilingi semua makhluk Dan Allah subhanahu wa taala ketika itu datang untuk memutuskan urusan mereka Ya memang ini merupakan gambaran keadaan yang sangat dahsyat yang sangat menakutkan Oleh karena itu kita bersyukur ya sebagai orang-orang yang mengimani kebenaran firman Allah mengimani al-qur’an karena hal ini telah diberitakan kepada kita untuk kita mempersiapkan diri menghadapinya agar diselamatkan di hari yang kengeriannya
  • sangat dahsyat tersebut kemudian ayat yang keempat di surah al-furqan ayat ke-25 wauma tasyaqqaqu wauma tasyaqqaquus samau Bil gamami wauzzilal malaikatu tanzila dan pada hari kiamat nanti yang ketika itu langit akan terbuka dan keluar awan putih dan Malaikat akan turun dengan sebenar-benarnya di sini juga ada isyarat sebagaimana yang disebutkan di ayat-ayat sebelumnya Ketika datangnya Allah subhanahu wa taala memutuskan perkara di antara hamba-hambanya keadaannya seperti itu ya yaitu ketika itu malaikat turun ketika itu langit
  • terbuka dan keluar awan putih yang menggambarkan tentang dahsyatnya keadaan di hari itu tib inilah empat ayat yang dibawakan oleh syikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah taala untuk menetapkan sifat Allah subhanahu wa taala ini yang di dua ayat pertama disebutkan dengan lafaz Yati yakni Alian yang artinya datang di ayat yang ketiga disebutkan dengan wajaa rbuka almaji almajiu artinya juga datang ya sebagaimana di sifat-sifat yang lalu yang telah kita jelaskan tentang sifat-sifat Allah subhanahu wa taala di ayat-ayat yang
  • telah kita bahas di pertemuan-pertemuan yang lalu maka ayat-ayat ini wajib untuk kita tetapkan kita imani dan tidak ada masalah sebagaimana Allah subhanahu wa taala maha kuasa untuk turun se di setiap sepertiga malam yang terakhir ke langit dunia sebagaimana Allah subhanahu wa taala maha kuasa untuk beristiwa Maha tinggi di atas arsynya sebagaimana Allah subhanahu wa taala kuasa melakukan apa saja yang dikehendakinya maka seperti ayat ini juga kita imani sesuai dengan turunnya ya sebagaimana pernyataan para ulama Salaf
  • amiruha k jaat Pahamilah artikanlah ayat-ayat ini sesuai dengan turunnya sebagaimana dalam pemahaman yang kita pahami dari bahasa Arab Allah subhanahu wa taala datang sesuai dengan keagungan dan kebesarannya tidak seperti apa yang ada pada makhluk ya kita kembali kepada kaidah ahlusunah Wal Jamaah dalam memahami sifat-sifat allahun bililan biltil kita menetapkan sifat-sifat Allah tanpa menyerupakan dengan makhluk Dan kita mensucikan Allah dari sifat-sifat kekurangan tanpa menolak sifat-sifatnya inilah metode yang
  • selamat dalam memahami ayat-ayat seperti ini ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah kita tahu ayat-ayat seperti ini turun dan dibacakan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di hadapan para sahabat tidak ada seorang pun para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain yang dinukil dalam sebuah riwayat yang sahih yang kemudian mempertanyakan atau menolak mengikari ayat-ayat seperti ini atau mereka mentakwilkannya Oh itu yang datang bukan Allah tapi azab Allah itu yang datang perintah Allah sekarang Apa susahnya ketika Allah
  • subhanahu wa taala menginginkan yang datang perintahnya tinggal Allah sebutkan Ata Amrullah sebagaimana di ayat yang lain at Amrullah telah datang keputusan Allah perintah Allah maka janganlah kamuges gesa atau terburu-buru jadi tidak ada di antara para sahabat yang kemudian mempertanyakan atau mentakwilkan memalingkan dari makna ya sifat-sifat ini kepada makna yang lain sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki pemahaman yang menyeleweng dari akidah ahlusunah Wal Jamaah dalam memahami ayat-ayat seperti
  • ini oleh karena itu kita wajib menetapkan sifat-sifat ini dan seperti kaidah yang telah kita sering Ulangi Di kajian-kajian kita yang lalu kita menetapkannya karena ayat-ayat al-qur’an menetapkan dengan kita menafikan empat perkara sebagaimana yang diterangkan di awal-awal kitab ini tentang kaidah ini yaitu bila tamsil tanpa kita menyerupakan dengan sifat makhluk kita katakan Allah subhanahu wa taala datang sesuai dengan keagungan dan kebesarannya kemahati tinggiannya kemahaagungannya beda dengan sifat datang yang ada pada
  • makhluk bahkan diterangkan oleh para ulama di kalangan makhluk saja yang namanya kedatangan itu bisa berbeda-beda ya bisa berbeda-beda padahal di kalangan makhluk yakni coba Antum bayangkan ada orang yang datang misalnya ke tempat kita orang itu adalah orang yang semangat ya dengan tenaga yang yang kuat bagaimana dia berjalan datang menemui kita ya Dengan semangatnya dengan langkah-langkahnya ini tentang makhluk tentu saja Ya sekedar untuk mendekatkan pemahaman kita bahwa di kalangan makhluk bisa berbeda satu sifat meskipun sama
  • namanya dibandingkan dengan seseorang yang datang dalam keadaan Mungkin dia kakinya pincang atau orang yang lemah capek tentu dia datang dengan lemas mengangkat kakinya saja susah untuk berjalan kedatangan yang bisa berbeda padahal sama-sama namanya datang di kalangan makhluk ya sama dengan sifat-sifat yang lain yang sudah pernah kita Terangkan bahwa setiap sifat itu kita harus Artikan sesuai dengan kepada siapa dinisbatkan sifat tersebut Iya kan sesuai dengan kepada siapa dinisbatkan sifat tersebut kalau kita mengatakan
  • wajah beda wajah manusia dengan wajah hewan misalnya manusia saja wajahnya berbeda-beda ini di kalangan makhluk apalagi Allah subhanahu wa taala yang menyatakan dirinya laaisa kamitlihi saaiun wahua asamiul Bashir tidak ada satu makhluk pun yang serupa dengan Allah subhanahu wa taala dan dia maha mendengar lagi maha melihat jadi kita katakan sifat Allah sesuai dengan kemaha agungan dan kemaha besarannya tidak sama dengan apa yang ada pada makhluk karena sebagian orang-orang yang menolak sifat ini akan mengatakan kalau Allah datang berarti
  • Allah memiliki jisim memiliki tubuh karena tidak bisa dibayangkan sesuatu datang kecuali memiliki tubuh Siapa yang mengatakan demikian konsekuensi seperti ini kalau ada pada makhluk Maka jangan kita berlakukan pada Allah subhanahu wa taala yang menciptakan makhluk Allah menetapkan seperti ini kita berhenti sesuai dengan apa yang Allah tetapkan tidak boleh kita melampaui lebih daripada itu ya maka ini yang selalu ada dalam pikiran sebagian mereka apa yang berlaku pada makhluk diberlakukan pada Allah subhanahu wa
  • taala ya contoh seperti yang kemarin kita sebutkan Allah subhanahu wa taala yanzilubuna Ila samaid Dunya ka lailatin hina yabqilil akhir Allah subhanahu wa taala turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam yang terakhir ada yang mengingkari hadis ini Dengan mengatakan Bagaimana Allah turun sepertiga malam yang terakhir sementara setiap sepertiga malam di setiap negara itu berbeda beda-beda ya sepertiga malam yang ada di sini beda yang ada di Arab Saudi beda lagi yang ada di Eropa mungkin beda lagi
  • yang ada di Amerika Jadi kapan kita katakan ini kan waktu dan tempat itu makhluk bagaimana kita ingin menghukumi Allah subhanahu wa taala dengan makhluk yang diciptakannya Allah yang menciptakan waktu dan tempat tidak bisa kita menghukumi Allah subhanahu wa taala dengan makhluk ciptaanNya kita katakan dan kita imani ketika sepertiga malam yang terakhir di negeri kita Allah turun ke langit dunia sesuai dengan kemahabesaran dan kemahaagungannya tidak seperti makhluk ketika sepertiga malam di Arab Saudi misalnya Allah turun
  • ketika itu sesuai dengan keagungan dan kemahab besarannya dan terus seperti itu jadi jangan kita menerapkan kaidah yang ada dalam pikiran kita tentang makhluk kemudian kita terapkan pada sifat-sifat Allah Allah subhanahu wa taala berf Firman walam Yakun lahu kufuan ahad dan tidak ada satuun makhluk yang setara dengan Allah subhanahu wa taala Kemudian yang kedua wala takyif tidak boleh kita membagaimanakan ya kenapa Karena Allah subhanahu wa taala tidak menjelaskannya para sahabat Radiallahu taala anhum ain tidak menanyakannya
  • seandainya ini dibutuhkan dalam keimanan mereka yang pertama kali menanyakannya kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ketika ayat ini diturunkan ya takyif itu menanyakan bagaimana datangnya Allah subhanahu wa taala dalam ayat-ayat ini kita yakin ada hakikatnya ada keadaan yang sebenarnya Tapi cuma Allah subhanahu wa taala yang mengetahuinya ya maka tidak perlu kita membahasnya karena takyif atau membagaimanakan juga ini akan bisa mengantarkan kepada perbuatan menyerupakan Allah subhanahu wa taala dengan makhluk yang
  • ketiga wala tatil tidak boleh kita menolak sifat Allah kalau menolak dengan terang-terangan ini hukumnya kufur apalagi ayatnya bukan cuma satu ayat ada orang sebagian yang menolak dengan cara mentakwilkan kayak tadi Oh yang datang ini bukan Allah tapi perintah Allah Ya jelas ini merupakan pemahaman yang batil dan keliru secara bahasa kalau dikatakan datang ya yang datang adalah orangnya kalau Allah ingin mengatakan yang datang seperti di ayat disebutkan di sini yang datang sebagian tanda-tanda kekuasaannya maka Allah
  • mencantumkan atau yang datang adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah jadi tidak boleh kita menolak karena Allah yang maha mengetahui tentang sifat-sifat kesempurnaan yang pantas bagi dirinya yang sesuai dengan kemahaagungan dan kemahatinggiannya maka kita terima apa yang diberitakan di dalam ayat-ayat al-qur’an tentang sifat-sifatnya apalagi ya ini sudah kita Terangkan berkali-kali pembahasan masalah akidah mengenal Allah mengenal sifat-sifat keagungan dan kemahatinggiannya ini pembahasan yang bahkan sudah pernah kita Jelaskan
  • mayoritas isi al-qur’an adalah menjelaskan tentang ini berarti ini sangat dibutuhkan untuk keimanan menguatkan akidah kita kira-kira pembahasan yang sepenting ini akan disampaikan di dalam ayat-ayat Alquran dengan bahasa bahasa yang jelas atau bahasa-bahasa yang samar sehingga butuh pentakwilan pastinya dengan bahasa yang jelas Apa gunanya Alquran disebut sebagai Nurun waitab mubin cahaya dan Kitab yang memberikan penjelasan ternyata masalah akidah disampaikan dengan bahasa yang lafaznya seperti ini ternyata Maksudnya seperti ini berarti
  • tidak jelas berarti Allah subhanahu wa taala FirmanNya tidak memberikan petunjuk tapi malah bingungkan karena membutuhkan takwil tanpa dalil dipalingkan dari lafaz dan maknanya secara bahasa Arab jelas ini tidak mungkin ada pada al-qur’an kemudian yang keempat wala tahrif tidak boleh kita menyelewengkan kandungan maknanya kita memahaminya kita menetapkan artinya sesuai dengan al-qur’an yang diturunkan di dalam bahasa Arab in Sesungguhnya kami turunkan Alquran ini dengan bahasa Arab yang jelas agar kalian bisa memahaminya ayat-ayat Alquran adalah
  • petunjuk maka kita memahami sebagaimana yang Allah turunkan dengan bahasa Arab tetapi tadi pemahaman ini kita katakan sesuai dengan kebesaran dan keagungan Allah tidak seperti yang ada pada makhluk ya maka inilah akidah ahlus sunah Wal Jamaah dalam memahami sifat-sifat Allah subhanahu wa taala yang disebutkan di dalam ayat-ayat ini tib Barakallah fikum jemah sekalian rahimakumullah kalau kita perhatikan makna dari ayat-ayat ini secara lebih rinci Ya Allah subhanahu wa taala berfirman di ayat yang pertama pertama
  • haluruna Apakah mereka menantikan kecuali datangnya Allah subhanahu wa taala di sini ada istifham pertanyaan tapi disebutkan dengan istitna setelah itu maka ini berarti penafian tidak lain yang mereka nanti kan kecuali datangnya Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti bersamaan dengan gumpalan awan putih ya dan kemudian para malaikat yang kemudian setelah itu Allah subhanahu wa taala memutuskan urusan di antara hamba-hamb-nya tib diterangkan oleh para ulama makna dari Fi dulalim Minal gamami di dalam naungan gumpalan awan putih
  • ya disebutkan di sini diartikan dengan awan putih karena biasanya awan putih itu menjadikan suasana lebih dingin yang jelas ditafsirkan oleh para ulama ya alghamam di sini dengan asahabul abyad awan yang putih tentu saja keadaan ketika itu sangat mengerikan sangat dahsyat ya Yang ini menjadi sebab orang-orang yang beriman mempersiapkan diri untuk menghadapi hari tersebut sampai para malaikat turun diterangkan oleh para ulama semua malaikat turun ketika itu dan mengitari semua makhluk ketika Allah subhanahu wa taala
  • menjadikan ya keadaan permukaan bumi saat itu Allah subhanahu wa taala menjadikan gunung-gunung semua hancur kemudian permukaan bumi dijadikan rata sampai disebutkan dalam Alquran tidak akan melihat di permukaan bumi ini ada lembah yang dalam tidak ada juga dataran yang tinggi semuanya rata terbentang ya ketika itulah Allah subhanahu wa taala kemudian turun untuk menyelesaikan memutuskan perkara di antara hamba-hambanya maka ini tentu merupakan satu ya pemandangan yang sangat dahsyat yang ketika inilah hamba akan mengingat amal-amal kebaikan yang
  • dilakukannya dan ketika inilah orang-orang yang beriman akan diselamatkan oleh Allah subhanahu wa taala dari dahsyatnya kengerian Dan Azab yang ada pada hari kiamat Allah subhanahu wa taala berfirmanahuan maka Allah subhanahu wa taala akan menjaga orang-orang yang beriman dari keb atau kengerian azab pada hari kiamat serta Allah subhanahu wa taala menganugerahkan kepada mereka nadratanur kegembiraan di hati mereka dan keceriaan pada wajah mereka ini keadaan manusia ketika dibangkitkan pada hari kiamat nanti ya
  • makanya orang-orang yang beramal dengan kebaikan ketika di dunia akan mendapatkan balasan ketika Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam al-qur’an di surah Ali Imran di surah Ali Imran Yauma tabyadu wujuhu wataswaddu wujuh pada hari kiamat nanti ada wajah-wajah yang putih berseri-seri dan juga ada wajah-wajah yang hitam legam Ibnu Abbas radhiallahu taala anhuma disebutkan di dalam tafsir Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini mengatakan tabyadu wujuhu ahli sunahti Wal Jamaah wataswadu wujuhu ahlil bidati
  • Wal furqoh yang akan putih berseri-seri adalah wajah orang-orang yang mengikuti pemahaman ahlusunah Wal Jamaah karena inilah pemahaman yang benar orang yang berakidah dengan benar memahami keimanan dengan benar memahami al-quran dan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Dengan pemahaman para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain merekalah yang akan menjadi putih berseri wajah-wajah mereka mereka diselamatkan dari kengerian azab pada hari kiamat sementara orang-orang yang menyimpang Ahlul bidah dan orang-orang
  • yang menyelisihi pemahaman para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain merekalah orang-orang yang akan menghitam wajahnya naudubillahi minzalik karena akidah mereka menyimpang karena pemahaman mereka tidak sesuai dengan pemahaman yang direkomendasikan oleh Allah subhanahu wa taala dan para dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu pemahaman para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain makanya ini termasuk ya persiapan yang kita persiapkan saat ini kita memahami ayat-ayat tentang masalah akidah tentang masalah menetapkan
  • sifat-sifat Allah sesuai dengan sesuai dengan apa yang dipahami oleh para ulama ahlusunah Wal Jamaah tib kemudian berikutnya ayat yang kedua firman Allah subhanahu wa taala di surah al-an’am ayat 158 Allah subhanahu wa taala berfirman halzuruna illatiahumul malaikatu a yatiyabuka au Yati ba’du ayatibika
  • tidak lain yang mereka tunggu yakni orang-orang yang mendustakan hari kebangkitan orang-orang kafir naudubillah minzalik ya kecuali salah satu dari tiga keadaan yang disebutkan di ayat ini kedatangan malaikat yakni malaikat yang mencabut nyawa malakul maut ketika itu baru mereka yakin tentang adanya kematian kemudian adanya hari kebangkitan tapi tidak bermanfaat lagi keyakinan mereka naudubillahzalik atau kedatangan Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat ketika memutuskan keadaan hamba-hambanya ini jelas menetapkan sifat
  • Alian sifat datang bagi Allah subhanahu wa taala atau kedatangan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah ya disebutkan di dalam hadis riwayat Imam albukhari dan Muslim bahwasanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menafsirkan kedatangan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah ini adalah tanda hari kiamat tanda-tanda besar hari kiamat yaitu ketika matahari terbit dari tempat terbenamnya karena ketika itu tidak bermanfaat lagi keimanan seseorang ya ketika itu tobat pintunya telah ditutup oleh Allah subhanahu wa taala
  • Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda laanqtiutbatu Hatta tatlu asyamsu Min magribiha tidak akan tertutup pintu tobat sampai matahari terbit dari tempat terbenamnya makanya ini juga menjadi sebab kecelakaan bagi orang-orang yang mendustakan datang datangnya hari kiamat hari kebangkitan bahwa mereka akan mengalami perkara-perkara ini yang harusnya mereka mempersiapkan dirinya untuk menghadapi pertanggungjawaban di hadapan Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti Oleh karena itu tentu ini ayat-ayat ini merupakan peringatan
  • bagi orang-orang yang beriman kalau kita tahu hal ini pasti akan datang pasti kita akan mengalaminya maka hendaknya kita segera bertobat kepada Allah subhanahu wa taala dari dosa-dosa yang kita lakukan segera mempersiapkan diri untuk menghadapi hari perhitungan ini ya Allah subhanahu wa taala berfirman ala yunnu ulaika annahum mabutun liyauminim Yauma yaakumunasuirbil alamin Apakah manusia tidak yakin bahwa mereka akan berdiri ya di hadapan Allah subhanahu wa taala mereka akan dibangkitkan di hadapan Allah subhanahu wa taala untuk
  • menghadapi hari perhitungan yang besar yang ketika itu manusia akan berdiri di hadapan Allah subhanahu wa taala untuk mempertanggungjawabkan perbuatan-perbuatan mereka oleh karena itu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menggambarkan tentang keadaan hari ini di dalam sebuah hadis yang sahih hadis riwayat imam albukhari dan Muslim Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Innal insana yakluhahu Azza waalla fayanduru aimana minhu Fala Yar illa maqaddam waanduru Asama minhu Fala yaro illa Ma qaddam waanduru tilqa wajhi falar
  • ar arq wajhi sesungguhnya manusia nanti Allah subhanahu wa taala akan berbicara dengannya tanpa ada perantara Ya Allah akan berdua dengannya akan menanyakan tentang amal-amal perbuatannya ketika itu hamba ini manusia ini akan Melat ke sebelah kanannya maka dia kecuali amal-amal perbuatan yang dikerjakannya di dunia kemudian ketika dia melihat ke sebelah kirinya dia tidak melihat kecuali amal-amal yang pernah dilakukannya di dunia kemudian ketika dia melihat di hadapannya dia tidak melihat kecuali neraka yang ada di hadapannya setelah
  • menyampaikan ini Rasulullah Sallallahu alaii wasallam membimbing kita untuk beramal fattaqu W bis maka takutlah kalian kepada api neraka meskipun dengan bersedekah dengan sebiji atau sepong sepotong kurma ini anjuran untuk mengamalkan amal kebaikan dalam rangka menjaga kita dari dahsyatnya azab Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti baik barakallahu fikum Insyaallah kita akan lanjutkan pembahasan ini setelah selesai salat Isya karena waktu sudah tiba untuk dikumandangkan azan barakallahu fikum Sallallahu wasallam
  • wabarak Ala nabiina Muhammad illam wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillahi Al ih wasukahu taufi waadu Alla ilahaillallahu wahdahuarikahiman l waadu Anna muhammadan abduhuuiduaiiamdulillah maasir ikhwah Wal akhwat fidin rahimakumullah kita lanjutkan kembali membahas tentang ayat-ayat yang dibawakan oleh syekhul Islam Ibnu taimiyyah rahimahullah taala untuk menetapkan sifat almaji Wal Ian sifat datang bagi Allah subhanahu wa taala di ayat yang ketiga firman Allah di surat alfajr ayat ke-21 ke-22ubillahasyaitanirjim Kalla
  • dukatil arduak waabuka Wal malakuofofa sekali-sekali tidak ketika bumi diguncangkan dengan guncangan yang sangat besar dan ketika rabmu datang dan juga para malaikat datang dengan berbaris-baris ini penjelasan tentang terjadinya hari kiamat ya karena ketika itu Allah subhanahu wa taala menjadikan semua yang ada di permukaan bumi ini dihancurkan sehingga seperti yang kita jelaskan tadi Semua menjadi rata tidak ada lembah dan tidak ada dataran tinggi ya dan Mereka bertanya kepadamu wahai
  • Rasulullah tentang Gunung pada hari kiamat maka katakanlah Allah subhanahu wa taala akan menghancurkannya menjadikannya hancur dan akan menjadikannya rata datar dan rata sama sekali sekali lahawaj W amta Kamu tidak akan melihatnya ada Lembah cekungan dan juga tidak ada dataran yang tinggi inilah keadaan pada hari kiamat yang ketika itu kemudian Allah subhanahu wa taala turun untuk memutuskan perkara di antara hamba-hambanya dan juga Malaikat turun dan mereka berbaris-baris Sesuai dengan perintah Allah subhanahu
  • wa taala Nah maka jelas sekali di sini menyebutkan tentang penetapan sifat almaji datang bagi Allah subhanahu wa taala ayat yang terakhir di surat al-furqan ayat ke-25 wauma tasyaqqquusamau Bil gomami wauzzilal malaikatu tanzila dan pada hari kiamat nanti langit akan terbuka dan keluarlah awan putih dan Malaikat akan turun dengan sebenar-benarnya di sini tidak ada penyebutan tentang Allah subhanahu wa taala datang tapi di sini hanya ada isyarat ya kalau kita gandengkan dengan ayat ayat yang lalu bahwa keadaan dan
  • suasana seperti ini adalah ketika Allah subhanahu wa taala datang untuk memutuskan keadaan di antara hamba-hambanya ya Yang jelas jemaah sekalian rahimakumullah ayat-ayat ini sekali lagi menetapkan apa yang diyakini dalam akidah ahlusunah Wal Jamaah Bahwasanya Allah subhanahu wa taala memiliki sifat datang ya maha kuasa untuk melakukan perbuatan ini sesuai dengan kehendaknya bahwa dia akan datang pada hari kiamat untuk memutuskan perkara di antara hamba-hambanya yang tentu ini sesuai dengan kebesaran dan keagungan Allah subhanahu wa taala tidak
  • se seperti datang atau sifat yang ada pada makhluk tentu saja Seperti biasa orang-orang yang menolak sifat-sifat Allah atau ahlu tahrif yang menyelewengkan makna sifat-sifat Allah subhanahu wa taala menyelisihi ahlus sunah dalam hal ini Ya dengan takwil mereka bahwa Allah tidak mungkin datang mereka punya kaidah bahwa apa yang tidak ditunjukkan oleh akal maka harus ditolak atau ditakwilkan sekarang akalnya siapa yang akan menjadi jadi patokan kemudian akal apa yang menolak ketika Allah subhanahu wa taala ingin melakukan sesuatu sesuai
  • dengan kehendaknya Apakah ada yang bisa menghalangi Ya seperti yang mereka sebutkan tadi Kalau Allah datang berarti mengandung konsekuensi Allah itu punya tubuh berarti ini sama dengan menyerupakan dengan makhluk Subhanallah tidak ada yang mengatakan demikian dari para ulama ahlusunah Wal Jamaah makanya para ulama mengatakan orang-orang yang pemahamannya seperti ini sebenarnya mereka itu menyerupakan Allah dulu dengan makhluk baru menolak sifat-sifat Allah terjerumus dalam dua kesalahan sekaligus menyerupakan baru
  • menolak ya padahal kalau mereka mengikuti prinsip akidah ahlusunah Wal Jamaah dalam hal ini mereka akan selamat ayat-ayat seperti ini turunnya untuk apa kan untuk peringatan bagi kita untuk kita mengambil pelajaran mempersiapkan diri orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat seperti ini dalam pikirannya dalam hatinya akan merasa takut sehingga dia bersegera untuk bertobat bersegera Melakukan kebaikan seperti tadi hadis yang kita bacakan fattaqulaha wau bisiki tamr bertakwalah kepada Allah meskipun dengan bersedekah dengan sepotong kurma
  • yakni segera Melakukan kebaikan tapi mereka-mereka yang memiliki pemahaman selalu mentakwilkan menolak hanya berdasarkan pertimbangan akal ini pun akal menurut mereka ya menghadapi ayat-ayat seperti ini bukannya semakin tunduk semakin takut kepada Allah semakin merenungkan dahsyatnya hari kiamat apa yang kita persiapkan untuk selamat ketika menghadapinya tapi justru mereka malah direpotkan dengan pemahaman-pemahaman seperti ini pentakwilan-pentakwilan yang batil yang batil seperti ini kemudian mereka juga mengatakan
  • ya Semua yang disebutkan tentang kedatangan Allah kita harus takwilkan dengan datangnya perintah atau keputusan Allah karena Allah berfirman di surah annahl ayat yang pertama Ata amrullahi Fala tast’ajiluh telah datang keputusan Allah perintah Allah maka janganlah kalian bersegera atau tergesa-gesa mendahuluinya kita harus Artikan seperti ini maka dijawab oleh para ulama justru ayat ini merupakan dalil untuk membantah pemahaman mereka ini kenapa kalau Allah menghendaki untuk menyebutkan yang datang perintahnya maka Allah sebutkan perintah
  • Allah yang datang Ata Amrullah sama seperti ayat tadi datang para malaikat datang sebagian tanda-tanda kebesaran Allah ya Yang anehnya lagi untuk ayat yang kedua yang tadi kita baca halun ikatuuka atiik tidak lain yang mereka tunggu kecuali kedatangan malaikat maut atau kedatangan Allah atau kedatangan sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah mereka mengatakan Ini malaikat yang benar-benar datang yang terakhir benar-benar tanda kekuasaan Allah yang datang Lah kenapa yang dua diartikan sesuai dengan makna yang Hakiki Kenapa yang kedatangan Allah
  • ditakwilkan yang datang perintah Allah padahal Apa susahnya bagi Allah kalau ingin mengatakan yang datang itu adalah perintahnya atau keputusannya langsung saja Allah mengatakan yang datang adalah perintahnya sebagaimana di ayat di ayat ini ala kulial ini merupakan yakni takwil yang batil yang menyimpang dari akidah ahlusunah Wal Jamaah ya yang menjadikan mereka menggunakan akal untuk menolak sifat-sifat Allah atau mentakwilkannya yang tentu ini merupakan penyimpangan yang sangat besar naubillahalik karena ini menyangkut
  • Bagaimana seharusnya kita memuliakan Allah kita mengagungkan Allah dengan pengagungan yang sebenarnya Allah Subhanahu taala mencela perbuatan orang-orang yang seperti ini dalam Alquran qarullahqq Q mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benar pengagungan Oleh karena itu kita menetapkan sifat-sifat seperti ini Ya tentu saja kita mengambil faedah sebagaimana al-qur’an diturunkan untuk kita dapatkan faedah dalam menguatkan keimanan kita yaitu menjadikan kita takut ketika merenungkan keadaan yang sangat dahsyat ini bagaimana Allah
  • subhanahu wa taala datang untuk memutuskan urusan hamba-hambanya Bagaimana keselamatan diri kita apalagi di hadapan manusia saat itu ada neraka jahanam kemudian malaikat mengitari mereka maka setiap orang yang beriman tentu akan ya merenungkan hal ini menjadikan dia takut menjadikan dia bersegera untuk melakukan kebaikan-kebaikan selagi Allah subhanahu wa taala masih memberikan kesempatan pada dirinya masih memberikan waktu untuk memperbaiki dirinya sebelum kematian datang menjemputnya Ti Barakallah fikum itulah ayat-ayat yang
  • bisa kita kaji di kesempatan kajian kita di malam hari ini tentang sifat almaji Walan bagi Allah subhanahu wa taala sifat datang bagi Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti yang ini termasuk sifat f’liah ya sifat yang Allah subhanahu wa taala lakukan sesuai dengan kehendaknya yakni Allah tidak lakukan terusmen tapi ketika Allah menghendaki Allah lakukan yang ini diistilahkan oleh para ulama sebagai sifat fi’iah Allah melakukannya sesuai dengan kehendaknya dan Allah subhanahu wa taala Fa Maha berbuat apa yang
  • dikehendakinya Barakallah fikum Insyaallah Cukup sampai di sini kajian kita di malam hari ini semoga bermanfaat dan menjadi sebab kebaikan untuk dunia dan akhirat kita ya Sebelum kita akhiri kalau ada pertanyaan yang ingin sampaikan maka saya persilakan barakallahu fikum shallallallahu wasallam wabarak ala Nabina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahum bihsanin Ila yaumiddin walhamdulillahiabbil alamin iya silakan Pak Waalaikumsalam ya tiga-tiganya yang mereka nantikan salah satu di antaranya dan semuanya akan akan
  • datang Nah Barakallah fikum malaikat kan malaikat maut yni mencabut nyawa Mereka kemudian nanti Allah datang pada hari kiamat memutuskan urusan mereka ini kan semua mereka dustakan ketika di dunia Iya Ya silakan Iya doanya orang yang Saleh I Iya Barakallah Fik sebentar baik barakallahu fikum jadi
  • termasuk tawasul yang disyariatkan adalah bertawasul dengan doa orang yang Saleh yang yang masih hidup dan di hadapan kita yakni dia berdoa Kita mengaminkan begitu ini seperti yang dilakukan oleh para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain seperti ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam khutbah Jumat kemudian ada yang datang dan mengatakan Ya Rasulullah yakni ketika musim kemarau sampai kemudian Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berdoa di atas mimbar dan diaminkan oleh para sahabat ya ini termasuk disyariatkan di
  • dalam Islam kemudian di zamannya Umar IBN Khattab radhiallahu taala Anhu juga ketika terjadi musim kekeringan ini juga hadisnya sahih ya maka Umar IBN Khattab radhiallahua anu mengatakan allahum Ya Allah dulunya ketika mengalami kekeringan seperti ini kami bertawasul dengan doa nabimu maka sekarang kami bertawasul dengan doa Paman nabimu yakni alabbas radallahua anubas bin Abdul MB Paman nabiu wasam kata Umar AB berdirilah wahai Abbas berdoalah kepada Allah maka sahabat yang mulia ini Abbas Radiallahu taa anu berdiri kemudian
  • berdoa dan diaminkan oleh para sahabat yang lain kemudian Allah turunkan hujan sama kemudian juga dalam riwayat sahih yang lainnya di masa muawiyah radhiallahu taa Anhu dia juga meminta seorang tabiin yang mulia seorang tabiin yang ahli ibadah ketika itu yang bernama yaid IB Asad kemudian juga doa kepada Allah dan Allah turunkan hujan makanya disyariatkan ya Misalnya dalam kondisi kemarau seperti ini kita mengadakan salat Istisqa atau mungkin kita berdoa Khatib misalnya waktu salat jumat yang lain tentu saja mengaminkan doa ini ala
  • kulial itu disyariatkan di dalam Islam nah sekarang yang seperti ini termasuk tawasul yang disyariatkan kita meminta kepada orang yang tentu kita tidak pastikan dia orang yang Saleh cuman kita lihat dari seseorang yang mungkin dia kita anggap rajin beribadah dia punya ilmu dia termasuk orang yang berpegang teguh dengan Sunah seseorang yang misalnya kita ketahui dia punya hafalan al-qur’an kemudian dia secara Zahir tentu karena hakikat hatinya Allah yang Maha Mengetahui yang seperti ini kita minta dia berdoa kemudian kita aminkan itu
  • yang diperbolehkan dan disyariatkan di dalam hal ini ya kalau tidak ada orang yang seperti itu ya tidak mengapa siapa saja atau kita yang berdoa yang lain mengaminkannya misalnya itu diperbolehkan ya kita berharap di antara yang mengaminkan doa ini ada orang-orang yang Semoga Allah mengabulkan doanya yang menjadi sebab terkabulnya hajat Hajat yang bersifat umum tadi Nah Barakallah fikum ya ditutup dengan tiirrai iya iya maksudnya itu akan dialami semua tidak amalan setiap manusia Rasulullah wasam bersabda
  • itu hadis yang sahih riwayat Imam Muslim Tidak ada seorang pun di antara kamu Kecuali Allah akan mengajak bicara langsung berduaan ya dan tidak ada perantara tidak ada penerjemah antara dia dengan Allah subhanahu wa taala ya ini termasuk makna yang disebutkan dalam pertanyaan Antum tadi yaitu ketika berdoaan seperti ini ya kita mempertanggungjawabkan amal perbuatan kita Makanya kalau kita punya keimanan yang benar punya pemahaman yang yang benar tentang masalah agama kita termasuk dalam masalah memahami sifat-sifat Allah Allah akan tanyakan
  • Kenapa kamu mentakwilkan Kenapa kamu memahami seperti ini kenapa kamu tidak mengimani ayat-ayat al-qur’an yang aku turunkan ini semua akan dimintai pertanggungjawaban Oleh karena itu yang kita persiapkan untuk menghadapinya adalah membenarkan iman kita segera Melakukan amal-amal kebaikan bertobat dari perbuatan dosa dan salah karena kita tahu ketika Allah subhanahu wa taala menanyakan hal ini dan menghisab manusia kan ada orang-orang yang disebutkan di dalam alquranauu hisaban y ya mereka akan mendapatkan hisab yang
  • ringan hisab yang ringan ini maksudnya sekedar ditampakkan kesalahan-kesalahannya kemudian Allah mengampuninya sehingga hamba ini gembira ketika dia merasa dirinya sudah celaka karena diperlihatkan semua amalnya maka Allah subhanahu wa taala akan menjadikan pengampunan dan dihapuskan dosa-dosa hamba tersebut ini hisab yang ringan maka ini tentu akan Allah berikan keutamaan ini kepada orang-orang yang beriman yang selalu mengerjakan amal-amal kebaikan bertauhid dan selalu mengikuti sunah Rasulullah Sallallahu
  • Alaihi Wasallam Semoga Allah subhanahu wa taala memudahkan kita mendapatkan keutamaan tersebut pada hari kiamat nanti amin tib masih ada yang lain silakan ya kalau tidak ada lagi maka kita cukupkan sampai di sini kajian kita Semoga apa yang kita bahas dan kita kaji bermanfaat untuk kebaikan dunia dan akhirat kita dan semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa menetapkan kita di atas akidah yang benar keimanan yang benar sampai kita menghadapnya pada hari kiamat nanti Barakallah fikum mohon maaf atas segala yang salah dan kurang
  • Sallahu wasallam wabak Al Nabina Muhammad wa alihiillaham asuaahailla Anta asagfiraauu wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *