Ustadz Ali Nur – Menuju Negeri Abadi

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

dan Radio Rodja Bandung menebar cahaya sunnah Para pendengar dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada [Musik] TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung Rodja TV saluran dan kajian Islam Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah wassalatu Wassalamualaikum Islam kaum muslimin dan muslimat para pemerhati roja yang semoga dirahmati dan dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dimanapun anda berada Alhamdulillah pada kesempatan Senin pagi hari ini kita masih diberikan nikmat sehat oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk kembali bersama-sama menyimak sebuah program kajian Islam ilmiah shalatta salam Semoga senantiasa tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Insya Allah pada kesempatan pagi hari ini kita masih melanjutkan pembahasan kita berkaitan dengan menuju negeri abadi Yang Insyaallah pada kesempatan pagi hari ini kita akan melanjutkan dengan tema terpisahnya orang mukmin dengan orang munafik yang Insyaallah akan disampaikan oleh guru kita Ustadz Ali Nur hafidho Allah ta’ala secara langsung dari Medan Sumatera Utara setelah pemanfaatan sangat bergabung bersama kami untuk bertanya seputar pembahasan pada kesempatan pagi hari ini melalui telepon di 021 8236543 atau melalui pesan Whatsapp di 081989 6543 hotel islam kaum muslimin dan muslimat marilah kita sama-sama simak pemaparan materi kepada Ustadz Ali Nur Hafiz Allah kami persilahkan validata fathol masyhur Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] [Musik] [Musik] kaum muslimin dan kaum muslimat para pemerhati Roja TV dan pendengar radio dimanapun anda berada Alhamdulillah kita kembali bertemu dalam kajian menuju negeri Abadi dimana kajian kita ini kita ambil dari kitab kiamat untuk pagi hari ini kita akan bahas yaitu Bagaimana terpisahnya orang mukmin dengan orang munafik dan kejadian ini sebelum [Musik] orang-orang Mukmin menuju Sirat di kajian lalu telah kita bahas bagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala menggiring semua orang-orang kafir langsung ke neraka mereka mengikuti Tuhan Tuhan mereka dan mereka mengira Tuhan mereka itu akan mengajak mereka ke surga tapi ternyata menggiring mereka masuk langsung ke dalam api neraka tidak ada Titian yang mereka lalui mereka langsung masuk ke neraka orang-orang kafir orang-orang musyrik dan lain-lainnya kita sudah membahas Bagaimana kondisi mereka di saat mereka itu di kiri seperti yang telah kita bahas bahwasanya mereka digiring berkelompok-kelompok digiring berkelompok-kelompok sesuai dengan Tuhan yang mereka sembah ada yang mengikuti viral ada yang mengikuti matahari ada yang mengikuti bulan ada mengikuti ya tuhan-tuhan yang tadinya mereka sembah semasa mereka di dunia kemudian mereka itu digiring dengan cara diseret yang mereka diseret mereka digiring dengan berjalan di atas wajah mereka kemudian ditambah lagi mereka itu digiring sekaligus dengan tuhan-tuhan yang mereka sembah semasa mereka di dunia mereka dalam kondisi digiring dalam kondisi yang sangat hina-dina tidak ada perasaan hina yang lebih Dina pada yang pernah dialami manusia melebihi perasaan orang-orang kafir pada waktu itu luar biasa kemudian kondisi mereka pada waktu itu yaitu ketika mereka sudah mendekat ke neraka neraka ini geram dan mereka suara geram yang sangat memekakkan telinga menunjukkan kemarahan api neraka terhadap orang-orang Durjana ini pada saat itu muncul rasa penyesalan yang sangat luar biasa penyesalan yang sangat luar biasa sehingga mereka berharap kalau seandainya mereka pada waktu itu dikembalikan ke dunia karena penyesalan yang sudah terlambat tentunya Apa kata mereka laitana wahai seandainya kami dikembalikan ke dunia dan kami pasti tidak akan mendustai ayat-ayat Tuhan kami lagi karena sebelumnya mereka mendustai sebelumnya mereka kafir terhadap ayat-ayat Allah Subhanahu Wa Ta’ala namun pada saat itu karena sudah melihat langsung Bagaimana geramnya neraka marahnya neraka terhadap mereka dan setiap untuk membakar habis mereka disitulah penyesalan yang sangat memuncah dada mereka bisa menghancurkan dada mereka penyesalan yang sangat luar biasa yaitu disaat itu juga mereka berharap bisa kembali ke dunia lain tanah wahai seandainya kami dikembalikan ke dunia dan kami pasti nggak akan mendustai ayat-ayat Allah lagi Kemudian walaupun menjadi orang-orang yang beriman penyesalan yang sudah terlambat Oleh karena itu kalau kita mau menyesal Sekarang saatnya kita menyesal para pemirsa yang mendengar suara kita ini kalau mau menyesal Sekaranglah menyesalnya Sekaranglah mohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sekarang ini waktunya belum terlambat belum terlambat jangan sampai Penyesalan akan memuncah di dada kita setelah kita melihat api neraka walau di samping neraka marah kepada mereka dan mereka juga mendapatkan kemarahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala semua pasti akan melewati neraka semua tanpa terkecuali makanya Allah Katakan tidak ada seorangpun Diantara Kalian illa Waduh pasti akan melewati neraka pasti akan melewati neraka imadia masuk neraka atau dia akan berhasil melewati neraka tidak ada satupun yang tidak melewati hanya ada yang masuk dan ada yang tidak masuk demikian namun tetap mereka akan meniti sirot yang ada di atas neraka jahanam Ibnu Katsir Ibnu Katsir menyebutkan anak agama seandainya ibuku tidak melahirkanku atas dia menangis begitu setiap hari setiap kali dia akan tidur dia menangis biasa Seandainya aku tidak dilahirkan oleh ibu itu kata beliau ditanyakan kepada beliau wahai Abu Maisaroh Apa yang membuatmu menangis dia ceritakan apa yang membuat dia menangis aku Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala namun Allah tidak menceritakan kepada kita bahwasanya kita bisa terbebas dan berhasil melewatinya pokoknya Abdullah berkata meriwayatkan dari Hasan al-bashri Dia berkata seorang laki-laki berkata kepada saudaranya Apakah ada berita bahwasanya bahwasanya kamu akan melewati neraka karena laki-laki itu ya terus Adakah berita bahwasanya kamu pasti akan melewati neraka tersebut tidak ada kalau emang seperti itulah ceritanya semua kita akan melintasi neraka namun tidak ada satupun dalil yang menyebutkan kita pasti kita-kitab pasti akan bisa terbebas dari api neraka tidak ada terus apa apa gunanya tertawa katanya Kok bisa masih kita ini mengapa kita ini masih bisa bicara masih bisa tertawa kholafah ikan itu tidak pernah lagi Dia terlihat tertawa Sejak saat itu tak pernah lagi dia tertawa hingga dia meninggal dunia sedang berbicara dengan dia Dia berkata sama anak wa anta ya adapun saya dan engkau wahai Abu Rasyid pasti akan melewati neraka Kita lihat nanti Apakah kita bisa terbebas berhasil melintasi neraka ataukah tidur ataukah kita malah masuk terhadap kerajaan itulah ikhwah bagaimana para Salafus Shaleh terdahulu yang menyikapi ayat-ayat seperti ini itu terkait dengan apa namanya orang kafir dan bagaimana dengan komentar para para tabiin ya komentar para kbin terhadap firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala orang-orang Mukmin tersisa orang-orang Mukmin seperti yang kita katakan tadi orang-orang kafir orang-orang musyrik yang mereka sudah digiring masuk ke dalam api neraka tersisalah orang-orang Mukmin di sana ada orang-orang munafik ini bagaimana dan ini kejadiannya masih sebelum sebelum meniti sirot sebelum meniti Titian siroto surat yang terbentangkan Allah di atas neraka jahanam pada saat itu ikhwah indrama yadha Al mulhidin Wal musyrina ketika orang-orang kafir para Pendusta Pendusta Allah orang-orang musyrik yang sesat itu sudah masuk ke dalam api neraka jahanam tempat yang paling buruk ia bakal tersisalah nanti di hari kiamat ya yang tinggal hanyalah orang-orang yang mengikuti para nabi orang-orang yang Wahid para muahidin orang-orang yang mentah itu Allah subhanahu wa ta’ala yang tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari orang-orang Mukmin ini ada orang-orang yang memang suka melakukan dosa tapi dia orang mukmin dia mengesahkan Allah dia mentokkan Allah dengan apapun tapi masih berdosa mungkin masih berjudi atau masih menzalimi orang lain atau masih berdusta tapi dia beriman kepada Allah tidak melakukan perbuatan syirik [Musik] diantara orang kumpulan orang-orang Mukmin inilah orang-orang munafik apa orang-orang munafik alaihim dan pada saat itu ya mereka akan mengalami suasana yang gelap gulita mereka ini semua akan mengalami suasana yang sangat gelap gulita jadi setelah orang-orang kafir semuanya orang kafir musik Semuanya masuk dalam api neraka tersisa orang-orang Mukmin orang-orang diantara mereka itu ada orang-orang ada orang-orang Durjana ada orang-orang yang pelaku dosa ya suka berbuat dosa dan juga ada orang-orang munafik di sana yaitu orang-orang yang mereka menyatakan dirinya beriman kepada Allah di hadapan orang mukmin Namun apabila namun sebenarnya mereka tidak beriman ini yang seperti bagaimana disebutkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala apabila bertemu dengan orang-orang Mukmin beriman ketika mereka bersama setan-setan mereka teman-teman mereka berkatakan kami ini bersama kalian innamana mustahil kami itu hanya mengolok-olok orang orang-orang munafik ternyata itu yang tersisa kemudian maka setelah itu ya datanglah kegelapan gelap gulita beruntung mereka meniti Titian yang dibentangkan Allah di atas neraka jahanam karena yang disebutkan oleh imam muslim dalam kitab shahihnya anak Aisyah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ditanya Di mana posisi manusia ketika sholawat pada hari kiamat kelak mereka itu berada di sebuah kegelapan di sebuah tempat yang sangat gelap gulita dan itu sebelum berkata pencerah kitab aqidah thahawiyah di tempat inilah yaftarin mukminin akan terpisahlah antara orang-orang mukmin dan orang-orang munafik mereka akan ketinggalan ya mereka ketinggalan jadi ini ikhwah walaupun tempat itu tempat yang gelap Tapi ini semua terus bergerak ya bergerak sehingga akhirnya orang-orang munafik ketinggalan Loh kenapa orang-orang munafik ketinggalan Bukankah mereka bersama orang-orang Mukmin pada waktu itu apa yang membuat mereka bisa ketinggalan ya mereka akan dilampahi orang-orang mukmin dan setelah terelimilir mereka setelah orang-orang Mukmin mendahului orang-orang munafik Tertinggal lah orang-orang munafik hasilnya Allah buat dinding yang tinggi pemisah antara orang munafik dan orang mukmin sekali lagi ini sebelum Titian diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dengan sanadnya dari masruk anak Abdillah dari Abdullah Kaulah Dia berkata Ya jamaah Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengumpulkan seluruh umat manusia di hari kiamat Ila engkaulah hingga Dia berkata pamithu mayura diantara mereka ada yang diberi diberi cahaya di hadapannya itu besarnya luar biasa bagaikan gunung pemimpin diantaranya ada yang lebih besar lagi bayangkan Ikhwan ada orang-orang mukmin itu Allah beri cahayanya itu lebih besar dari gunung bahkan sebesar gunung bahkan lebih besar dari gunung ikhwah kalau kita berjalan di tempat yang gelap tentu ini sangat tergantung dengan cahaya yang kita bawa penyinaran yang kita bawa kalau kita hanya bisa memakai lilin paling cahayanya hanya bisa meter atau 2 meter sehingga kalau kita tidak bisa berjalan cepat kalau kita berjalan cepat kita akan tersandung Kenapa karena karena kita baru bisa melihat setelah 2 meter atau 1 meter ketika kita bawa lampu setir misalnya atau ketika kita pakailah senter senter yang hanya dua baterai berarti berarti 3 3 volt misalnya ya paling hanya berapa oleh 10 meter bisalah kita berlari cepat tapi tentunya ikhwah semakin terang cahaya tersebut ya maka semakin mudah dia untuk menempuh jalan menuju surga ketika kita lihat stadion ya dikelilingi oleh dikelilingi oleh cahaya tentu tidak akan ada orang yang tersesat mereka tahu kemana arah jalan kemana mereka akan menempuhnya demikianlah jadi kecepatan jalannya orang-orang Mukmin pada waktu itu tergantung dengan cahaya yang Allah berikan kepada dia semakin cahaya semakin cepat dia lari ya semakin runtuh cahayanya semakin lambat dia berlari mungkin hanya berjalan bahkan ada yang kelap-kelip kelap kelip kelap kelip ketika bercahaya jalan dia ketika mati lampunya dia pun berhenti demikian Ikhwan Setapak demi Setapak Setapak demi Setapak di sinilah Ikhwan Allah akan membedakan mana orang yang benar-benar beriman orang-orang yang memang orang yang bertakwa yang Hakiki yang sekedar saja imannya atau yang imannya sangat tipis atau yang mungkin tak beriman sama sekali pura-pura Iman Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberi mereka cahaya sesuai dengan keimanan dan amalan mereka semasa di dunia ada yang diberi cahaya lebih besar dibandingkan dibandingkan gunung Pak Min home diantara mereka ada yang diberi cahaya Sebesar sebesar pohon kurma dan itu dilihat dari sebelah kanannya ya dari kanannya jadi cahaya ini menyinari dari sebelah kanan dari sebelah kanannya seperti sebesar pohon kurma dan itu juga sinarnya muncul dari sebelah kanannya sampai ada yang terakhir mereka yang diberi cahaya sebesar jempol kakinya terkadang muncul Terkadang hidup Terkadang mati tidak ada [Musik] mau apabila cahaya itu muncul dia pun melangkah apabila apabila dia mati lampunya maka dia pun berhenti ini seperti yang Allah sebutkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan setiap kali setiap kali cahayanya datang muncul maka Masya Allah mereka pun berhenti akan menentukan cepat dan tidaknya orang-orang Mukmin melangkah menuju surga kemudian lah orang-orang mukmin itu melintas di atas Sirat sementara Sirat ini tajamnya setajam pedang serta jampedang dan sangat Licin jadi Dalam Hadis disebutkan setajam pedang dan licin namun sayangnya tak disebutkan terkait dengan rambut dibelah tujuh ya sejak kecil dahulu kita pernah mendengar Siroj itu halusnya bagaikan rambut dibelah tujuh allahualam di sini nggak disebutkan adanya penyebutan tentang rambut dibelah tujuh Tapi hard to save yang setajam pedang dan sang dan licin itu ada seperti yang disebutkanlah kepada mereka Silakan lewat silahkan kalian lewat sesuai dengan cahaya kalian diantara mereka ada yang merintah seperti bintang yang dilempar mungkin kalau kita lihat bintang kita lihat menoleh ke langit ada yang cahaya yang seperti jatuh begitu seperti itu kecepatan bintang kalau kita katakan kecepatan apa meteor ya atau kecepatan bintang berekor di antara mereka ada yang kecepatannya itu bagaikan bintang yang yang jatuh diantaranya ada yang melintas bagaikan bagaikan cahaya bagaikan angin yang kencang tiupan angin ada yang melintas itu kecepatannya sekejap mata sudah sampai ke seberang ada yang melintas itu seperti seorang laki-laki dengan kecepatan seorang laris sekencang-kencangnya kalau kita lari sekencang-kencangnya paling 10 km/jam lebih kurang lah ya ada yang apa namanya berlari kecil berlari kecil ya ini semua sesuai dengan amalan yang pernah mereka lakukan semasa di dunia aslinya melintaslah orang yang tadi Allah beri cahayanya itu sebesar jempol kakinya yang sebelah kanan ya tangannya satu terlepas yang satu megang bayangkan Ikhwan berarti sudah tergelincir ini tapi masih nyantol masih tergantung-gantung tangan satu terlepas satu terlepas tangannya satu megang satu megang demikian Ikhwan kakinya ada yang sudah terjuntai-juntai tapi satu kaki masih tergantung demikian yang sangat tajam ya yang siap menyantolkan mereka yang mengkaitkan mereka untuk dicampakkan ke dalam api waktu si Ibu Jawa ini lebih benar gimana tubuh mereka sudah terbakar di bawah ini sedang ada apa yang membakar tubuh mereka sudah terbakar ini tapi belum masuk ya hingga akhirnya yang tadi sudah jatuh bangun meniti shirat begitu muncul lampunya cahaya dia pun berjalan ada yang sudah jatuh bangun ada yang tangannya satu sudah terlepas tapi satu masih memegang kuat ada yang kakinya satu sudah terlepas Yang satu masih nyantol tapi tak berusaha untuk Bagaimana caranya sekuat tenaganya untuk bisa bisa melintas di atas neraka jahanam ini agar sampai ke seberang dan mereka pun berupaya untuk menyebrang Apabila mereka selamat sampai ke seberang Lalu apa kata mereka Alhamdulillah puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari ente wahai api neraka setelah Allah memperlihatkan engkau kepada kami sungguh Allah telah memberikannya anugerah yang belum pernah diberikan yang tidak pernah yang tidak diberikan kepada siapa bayangkan Ikhwan ya seorang yang terakhir ya terakhir berhasil melintas diatas yang paling lambat seperti kita katakan tadi satu tangan lepas satu masih nyantol berupaya terus untuk untuk meniti kakinya satu terpeleset tapi satu masih nyantol demi terjatuh Namun kita lihat nikmatnya Luar biasa ini ingat ini masih terlepas dari azab neraka belum masuk surga baru saja terlepas dari ancaman neraka dan belum masuk surga apa katanya segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari dari kamu wahai neraka sungguh Allah telah menganugerahkan aku satu nikmat yang belum yang tidak diberikan kepada siapapun bayangkan Ikhwan dia merasa ini nikmatnya sangat luar biasa Padahal dia orang terakhir yang melintas dia katakan ini nikmat luar biasa yang belum pernah diberikan kepada siapapun hanya aku yang dapat ini itulah perasaannya itu menunjukkan Bagaimana apa namanya ya rasa takut yang tadi dia suka sangat luar biasa gimana tidak dia melihat langsung Bagaimana neraka jahanam yang menggertak yang yang marah ingin mengazab dia lihat teman-temannya sudah pada jatuh di azab diatur tapi Masya Allah takdir Allah menyatakan dia selamat dari api neraka dengan dengan berbagai macam Jatuh Bangun yang telah dia lakukan makanya ketika dia selamat syukur yang sangat luar biasa dia katakan Allah telah memberiku anugerah yang belum pernah diberikan kepada siapa ingat ini orang yang terakhir melintas dan belum lagi merasakan nikmat surga Ikhwan masih nikmatnya terlepas dari neraka belum merasakan nikmat surga dia sudah merasakan nikmat yang sudah luar biasa begitulah Coba kita lihat orang yang terlepas dari api neraka seperti itu dia merasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala terus Apa yang dirasakan oleh yang masuk neraka berarti sebaliknya penyesalan yang tiada kehinaan yang tidak terperi itu semua memenuhi dada mereka menyesatkan nafas mereka azab yang sangat luar biasa yang Allah siapkan menyelamatkan kita semua dari ancaman terhadap neraka demikian komentar daripada demikian ikhwah yang disebutkan oleh Imam thahawi selain menyebutkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dengan syarat dari masuk kemudian waqaf ada sanalah aku tabaraka Wa Ta’ala Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menceritakan kepada kami kepada kita situasi saat orang-orang Mukmin melintas di atas Siroj ini disebutkan dalam surat al-hadid ayat 12-15 apa kata Allah Subhanahu Wa Ta’ala [Musik] melihat disaat kamu melihat di hari kamu melihat orang-orang mukmin dan orang-orang mukmin gimana ya mereka berjalan dan cahaya mereka muncul cahaya dari hadapan mereka dan cahaya dari sebelah kanan mereka seperti yang kita katakan tadi yang kita sebutkan disebutkan dalam hadis sebelumnya cahaya dari depan bagaikan gunung bahkan lebih besar dibandingkan gunung ada cahaya dari sebelah kanan jadi dia berjalan ada diberi cahaya dari sebelah kanan sebesar kita sebutkan tadi setelah kita sebutkan pohon kurma selamat berbahagia untuk kalian hari ini dia diberi kabar gembira bergembiralah ini Kabar gembira untuk kalian untuk hari ini hari ini apa itu kalian diberi surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai dan kalian kekal kalian kekal dalamnya dan demikian merupakan kesuksesan yang sangat Agung sesukses suksesnya manusia di atas bumi sehebat-hebatnya manusia di atas bumi sungguh itu hanyalah sukses yang kecil Mungkin dia seorang yang berhasil memimpin sebuah perusahaan sehingga perusahaan memiliki cabang ratusan di seluruh Nusantara atau bahkan cabang yang sampai ke antero mancanegara dia dianggap seorang yang sukses atau dia dianggap sebagai orang yang terkaya di dunia tapi ingatlah Ikhwan itu belum sukses yang besar itu hanyalah kecil sukses yang kecil apa yang didapati itu masih sangat kecil ketahuilah sukses yang besar yang agung adalah disaat kita pertama sekali menginjakkan kaki kita di surganya Allah Subhanahu Wa Ta’ala itulah sukses kemenangan yang luar biasa yang tiadarat Coba bayangkan selamat dari api neraka saja gimana ketika kita masuk ke dalamnya surga itulah maka Allah katakan [Musik] itulah keberhasilan yang sangat Agung kita hanya satu Kapan itu ketika kita menginjakkan kaki kita dalam surganya Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian yaumi yaqulul munafiqunal di hari itu orang-orang munafik laki-laki munafik perempuan-perempuan munafik akan berkata kepada orang-orang yang beriman tadi telah kita sebutkan orang munafik di sini adalah orang munafik iktikaf di orang munafik ini itu orang-orang yang sebenarnya dia kafir tapi pura-pura masuk Islam para ulama kita membagi nifaq itu ada dua nifaq ya ini adalah orang yang zahirnya dia Islam sebenarnya hatinya masih kafir nggak percaya dengan Alquran nggak percaya dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tapi mungkin karena takut maka dia pura-pura atau dia punya misi tertentu untuk merusak kaum muslimin dari dalam maka dia maka dia pura-pura masuk islam itu nifaq Amali inilah yaitu sebuah amalan yang dilakukan oleh seorang mukmin seorang muslim tapi amalan ini banyak dilakukan oleh orang-orang munafik tapi dia orang mukmin kebiasaan orang munafik seperti Ikhwan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tanda-tanda orang munafik ada 3 Hadad apabila dia berbicara diadusta apabila dia diberi amanah dia akan berkhianat waidahu apabila dia berjanji dia akan pungkil janjinya dalam riwayat yang lain ada satu lagi sama Fajar apabila dia bertarung apabila dia bertengkar dia akan berbuat jahat dia akan menjahati lawan lawan tengkarnya itu ikhwah ya kalau saya katakan Dia memiliki empat ini empat sifat ini berarti dia memang betul-betul orang munafik tapi munafiknya masih nifaq Amali orangnya orang beriman hanya memang ada amalan-amalan yang biasa dilakukan orang munafik dia lakukan demikian makanya Rasulullah katakan Dia juga munafik tapi bukan munafik orang kafir dia mukmin dan orang ini tidak termasuk dalam cerita ini orang munafik nifaq Amali nggak termasuk dalam ini yang termasuk dalam inilah di orang yang dia pura-pura masuk Islam Padahal dia kasir ketika di hari orang-orang laki-laki dan perempuan munafik berkata kepada orang-orang yang beriman kalian tunggulah kami dan kalian tinggalkan kami tadikan telah kita katakan bahwasanya karena orang-orang Mukmin punya cahaya akhirnya mereka pergi bergegas karena mereka kepingin cepat segera masuk ke dalam surga mereka nggak nunggu siapa-siapa sehingga orang-orang munafik ini ketinggalan ya dengan apa namanya dengan sendirinya mereka tereliminasi terpisahlah antara orang-orang munafik dengan orang-orang Mukmin karena orang-orang Mukmin pasti dia akan lebih cepat berjalannya sementara orang munafik tidak bisa berjalan Kenapa mereka tidak punya cahaya makanya mereka berkata kepada orang-orang Mukmin juga kepingin menggunakan cahaya kalian Jadi mereka kepinginnya ketika orang-orang pemimpin berjalan atau berlari dengan menggunakan cahayanya mereka juga ingin pakai cahaya itu ini seperti ikhwah kalau sepeda motor kita lagi jalan malam kemudian lampu-lampu sepeda motor kita mati gitu kan sementara jalan gelap tempat gelap kan kita ngikutin mobil yang di depan ya ikuti mobil inilah kira-kira seperti orang munafik ini ya atau celup Bang tolong Bang ya mobilnya cepat-cepat kami biar bisa ada penerang ada ikan itulah kira-kira ya jadi di sini orang munafik berkata kepada orang-orang beriman tunggulah kami sebentar supaya kami bisa ikut dengan cahaya kalian kemudian hilarjit mereka silahkan kalian balik ke belakang Valentino silahkan kalian cari cahaya di sana ke depan orang munafik kepingin ikut tapi dikatakan ke belakang cari di sana cahaya kalian kemudian Allah setelah terpisah antara orang munafik dengan orang-orang Mukmin Allah buatkan Dinding Pemisah antara orang-orang munafik dengan orang-orang Mukmin dinding itu ada pintu orang mukmin ya itu pintu yang Rahmat adapun yang depannya depannya yaitu banyak azab yang luar biasa dan di bagian dalam itu adalah rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala kalau kita masuk ke dalam dari dalam pintu itu banyak rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena itu tempat orang-orang Mukmin Adapun sebelumnya kalau dilihat dari luar yaitu dari tempat orang munafik seolah-olah di pintu itu akan menunggu azab makanya orang munafik berani masuk ke pintu tersebut demikian informasi antara orang munafik dengan orang-orang Mukmin tapi ada pintunya orang munafik melihat Oh ini ya Ini pintu azab ini padahal kalau mereka masuk di situlah rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala tempat orang-orang Mukmin mereka berkata kepada orang-orang Mukmin alam tapi hanya saja kalian telah mendustakan kalian telah mencelakakan diri kalian menunggu dan kalian ragu berharap kumul Amani sehingga kalian tertipu dengan angan-angan kalian hingga datang ketetapan Allah yaitu kematian dan ternyata setan telah menipu kalian jadi orang-orang orang-orang apa namanya orang-orang munafik ini ada keinginan masuk Islam tapi Nantilah tunggulah segala macam itu Ikhwan mereka tidak masuk Islam telah mencelakakan diri kalian sendiri kemudian kalian menunggu kalian ragu kalian ditipu dengan angan-angan kalian Coba kita lihat orang-orang munafik pada zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Bukankah Mereka melihat Rasulullah Bukankah mereka mendengar ceramah-ceramah dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tapi mereka tidak beriman begitulah kerasnya hati mereka mereka menunggu mereka berangan-angan semoga begini semoga begitu akhirnya hingga matilah mereka datang kematian mereka seperti Abdullah dia bertemu dengan Rasulullah anaknya masuk Islam dan Islamnya baik Islam anak mungkin kalau kita apa namanya membaca sebuah sejarah ya sebuah sejarah kemudian kita sejarah Bagaimana perjuangan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersama para sahabatnya Bagaimana indahnya pada ukhuwah pada saat itu mungkin kita katakan kita terbetik dalam hati indah sekali Seandainya saya berada di zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam seperti itu karena apa Karena dengan keimanan seperti kita sekarang ini jangan-jangan kita yang kalau kita hidup pada zaman Rasulullah jangan-jangan kita tidak bersama Rasulullah jangan-jangan kita bersama kita bersama Abu Jahal kita sekarang jauh sangat ketinggalan dibandingkan keimanan pada saat terdahulu Jadi bagaimana zaman kita sekarang zaman hidup kita sekarang kita benahi cukup kita benahi ya kita jadikan kisah-kisah sejarah para sahabat dan dengan Rasulullah itu sebagai pemicu kita untuk terus melakukan kebaikan-kebaikan terus meningkatkan ketakwaan kita hingga kita bertemu dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala hari ini tidak akan ada sedikitpun kami menerima tidak akan ada sedikitpun diambil dari kalian Fidyah yaitu tebusan artinya kalian orang munafik kalau seandainya Kalian mau menebus diri kalian dengan api neraka agar tak masuk api neraka sebagaimana yang pernah kita bahas bahwasanya orang-orang kafir itu Seandainya seandainya ada anak keluarganya bisa dia Jadikan penebus agar dia tak masuk neraka dia tebus tidak peduli dia Seandainya dia punya harta sepenuh dunia ditambah satu kali lagi jadi dua kali lipat untuk menebus dirinya agar tidak diazab dia lakukan tapi itu terjadi pada waktu itu disaat kita hidup sekarang di dunia Allah tak minta semahal itu Allah tak minta sebanyak itu tidak Ikhwan seperti kita sekarang ini yang allah minta silakan kalian berkorban kalian yang sanggup silahkan berkorban Allah nggak minta banyak-banyak tidak minta semua harta kita Kalaupun kita beri sebenarnya itu juga keuntungan diri kita bukan keuntungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala jangan kita merasa apabila kita berinfak apabila kita berbuat taat maka itu merupakan keuntungan untuk Allah subhanahu wa ta’ala apa yang kita lakukan kebaikan yang kita lakukan ketaatan kesolehan ketakwaan yang kita lakukan waktu kita kepada orang tua kita yang kita santuni orang-orang sakit itu semua untungnya balik ke kita bukan mereka bahkan untuk pertama itu kita bukan orang fakir yang kita santuni bukan karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjanjikan surga Coba bayangkan tapi Allah ganti itu dengan surganya Allah Subhanahu Wa Ta’ala jangankan surga Selamat ya kita dari api neraka itu tak sebanding dengan apa yang bisa yang telah kita berikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tak minta banyak dari kita tidak minta seluruh harta kita tidak allah minta apa yang ada demikian tapi nanti manusia ketika dia melihat neraka jahanam ada di pelupuk matanya maka dia merasa seandainya aku punya uang sepenuh bumi dikali 2 maka akan kuberikan semua itu setelah tadi di neraka kemampuan sebentar lagi ada kurban ya Hari Raya Kurban salah satu syiar kaum muslimin yaitu berkurban gunakan harta Anda untuk berkorban Allah nggak minta banyak sedikit dari apa yang kita miliki semua itu semua untuk menyelamatkan kita dari ancaman api neraka hari ini tidak ada yang terima tidak ada tembusan yang diterima dari kalian walau apalagi orang-orang kafir tidak terima sama sekali makwaku benar tempat kalian dalam api neraka Ia mau laku itulah Tempat Terakhir kalian tapir dan ini merupakan seburuk-buruk tempat seburuk tempat seburuk-buruk tempat kembali seburuk-buruk tempat tujuan ya jadi di sinilah saat inilah terpisah antara orang-orang mukmin dan orang-orang munafik antara orang mukmin dan orang munafik Sepertinya kita tidak bisa lanjutkan lagi ya karena waktunya sudah sangat terbatas dan insya Allah akan kita lanjutkan baca kitab ini ya di kesempatan yang akan datang Saya kira itu saja Astaghfirullah muslimin [Musik] pada kesempatan pagi hari ini selanjutnya bagi Anda yang bertanya serta pembahasan pada kesempatan pagi hari ini anda dapat bertanya telepon di 021 8236543 atau mulai pesan singkat di 0819896543 pertanyaan pertama akan kita angkat terlebih dahulu dari Layanan Telepon halo halo Assalamualaikum Waalaikumsalam di Riau Ustad Silahkan tanya Bu Assalamualaikum saya izin bertanya jadi saya juga minta maaf kalau pertanyaan saya ini nyeleneh atau apa gitu Ustaz ya begini Ustadz seperti yang Kabarkan tadi kita merintah sirotol mustaqim Ustazah ada yang dikasih cahaya sebesar pohon kurma ada yang hingga sampai sebesar jempol kaki apakah di saat itu ingin apa kita sebagai hamba Allah berebut Ustadz untuk melangkah di serat itu saya saya pribadi membayangkan ataukah silat itu untuk masing-masing orang gitu Ustaz sesuai dengan nama ibadahnya begitu Ustaz Terima kasih penjelasannya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh tanya Ustad jadi Apakah kita nanti berebut ketika menyeberangi sirot Apakah masing-masing orang tersebut sudah memiliki sirotnya sendiri berdasarkan amalan mereka silahkan pada umur Dimas Riau ya pertanyaan cukup logika ya cukup logika yang sebenarnya juga saya terpikir seperti itu karena disebutkan dalam riwayat tadi bahwasanya Sirat itu tajam bagaikan pedang kemudian dia sangat menggelincirkan tajam di sini Apakah lantas tajam di sini jalannya cuman satu hanya satu dan tajam saja pedang begitu kalau begitu kalau hanya satu dan setajam pedang berarti kan yang melintas nggak bisa sekali doang Harus satu bagi yang tadinya Lambat jalannya sementara yang ini cepat yang ini berlari ini bagian itu gimana apa tuh betul mereka melompat atau gimana Ya allahualam bagaimana nantinya yang jelas begitulah yang disebutkan Rasulullah SAW kondisi Sirat karena bisa saja ada alternatif seperti jalannya Ya bisa saja lebar Bisa saja tapi banyak setajam pedang misalnya bisa aja ya jadi allahu alam bisa kita juga enggak bisa menceritakan Apakah seperti jembatan di sana lebar tapi ada pedang-pedang yang tajam di situ setajam pedang jalan itu ada pedang yang tajam gitu intinya allahu alam saya tidak bisa memberikan ilustrasi yang lebih daripada itu sebagaimana kaidah di awal telah kita Jelaskan bahwasanya ketika kita membahas masalah alam gaib maka tidak ada yang bisa kita ceritakan kecuali hanya dalil Adapun bagaimananya bagaimananya kita tak tahu allahualam ya kalau logikanya Betul apa yang dikatakan umur Dimas dari Riau tadi Kalau jalannya setajam pedang berarti sempit dong kalau begitu gimana kan seperti orang meniti tali begitu tapi talinya setajam pedang dan licin terus gimana kan ada yang lebih cepat Kalau sama-sama cepat mungkin Okelah ya jadi dia teratur kan ada yang lebih cepat ada yang lambat ada sampai tergantung-gantung kalau kita pikir yang tergantung-gantung itu pas tergantung dengan satu tangan kemudian ada yang lewat cepat atau kebijakannya jadi itu kan logikanya ya bisa logika seperti itu tapi Allah lebih short bagaimana nanti itu allahualam ya bagaimana nanti itu Allahu a’lam tidak bisa kita ilustrasikan dengan logika kita karena banyak hal dalam masalah gaib ini ya di luar Nalar kita tapi ingat di luar Nalar kita bukan berarti mustahil mustahil itu kan artinya tidak mungkin terjadi di luar Nalar kita itu memang kita tidak bisa mencernanya nanti sudah kejadian baru umum begini seperti yang pernah saya sampaikan mungkin berkali-kali saya sampaikan ketika seorang dicabut nyawanya nyawanya kan diangkat oleh Allah coba diangkat oleh malaikat maut ya ke langit kemudian dia nanti akan dikembalikan ke jasadnya di dalam kuburan dari alam barzah bayangkan dikembalikan ke jasad kalimat kembali itu kan berarti memang jasad sebulan kalau seandainya ada jasad yang lain kita nggak dikembalikan namanya dia diletakkan jasad yang lain tapi karena kembali berarti ke jasad yang pertama saya pergi dari rumah saya Saya pergi dari rumah kemudian saya kembali ke rumah berarti rumah saya rumah itu juga karena kalimatnya kembali balik kembali di alam barzah dikembalikan ke jasadnya berarti kan jasad itu datanglah malaikat banyak malaikat yang warnanya hitam kebiru-biruan warna dongker lah kita katakan kemudian dua malaikat ini menyuruh duduk si jasad yang sudah dikembalikan ruhnya Coba bayangkan itu gimana didudukkan tempatnya itu sangat sempit jasad yang dikembalikan nyawanya ya jasad itu Terus bagaimana allahualam begitulah Yang penting Allah menyatakan bahwasanya dia didudukkan dengan jasad yang mana allahualam Yang jelas kalimatnya dikembalikan ke jasadnya Ya seharusnya jasad itu Zahir hadis jasad yang sebelumnya terus apabila belum ada pula yang pengalaman yang sempat ditanya oleh malaikat berhasil dia nanya ditanya kemudian dia minta balik ngasih tahu keluarganya Bapak sudah bisa jawab loh nggak ada ceritakan nggak ada yang pernah menceritakan bagaimana kisahnya Oleh karena itu ikhwah sama dengan bagaimana allahualam ya Hanya itu yang bisa saya berikan demikian Allah atas Jawabannya semoga bermanfaat bagi penanya selanjutnya pertanyaan kedua akan kita bacakan dari pesan singkat bismillah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dari Ummu Sam di Bekasi dari yang Ustad sampaikan tadi bahwa orang kafir masuk neraka bersama tuhan-tuhan yang mereka sembah baik matahari bulan Firaun dan yang lainnya bagaimana dengan penyembah nabi Isa alaihissalam Ustadz Bagaimana memahami hal itu mohon pencerahannya ustad jazakumullah tuhan-tuhan yang mereka sembah dan yang akan menggiring mereka ke dalam api neraka yaitu kalau dia berupa manusia yaitu manusia manusia yang memang manusia-manusia yang memang rela untuk disembah Adapun nabi Isa alaihissalam atau Khidir orang-orang Soleh atau seperti patung-patung yang disembah oleh kaum Nabi Nuh Dan tua Yahudi adalah 5 orang sholeh Apakah mereka yang disembah ini adalah mereka yang mereka juga mereka tidak ikut kenapa mereka orang-orang yang tidak rela untuk disembah Jadi mereka tidak digiring ke dalam api neraka Siapa yang mengirim mereka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menggiring mereka Apakah nanti Allah Subhanahu Wa Ta’ala wujudkan Tuhan mereka itu seperti Tuhan yang mereka sebab pada sebenarnya tidak demikian Ikhwan seperti ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala apa namanya disaat semua orang-orang kafir sudah masuk neraka Allah Subhanahu Wa Ta’ala mendatangi orang mukmin kalian Nunggu apa kata Allah nunggu Tuhan kami aku ada Tuhan kalian tidak kata mereka karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala menunjukkan pada yang tidak dikenal oleh orang mukmin hingga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mewujudkan dirinya seperti yang dikenal oleh orang mukmin Engkau adalah tuhan kami ini kan Ikhwan jadi boleh jadi ya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mewujudkan untuk mereka seolah dia adalah nabi Isa alaihissalam Nabi Isa berlepas diri dari mereka ada yang menyembah malaikat malaikat melepas diri dari mereka menyembah orang sholeh orang wali-wali yang dianggap Wali Allah misalnya kalau dia orang Saleh mereka berlepas diri dari sembah-sebab mereka Jadi mereka sendiri yang masuk ke dalam api neraka sementara orang-orang yang sholeh tidak mereka tergabung dengan orang-orang Mukmin demikian para pekerja sekalian saya kira itu saja karena waktu kita sangat terbatas semoga sedikit yang kita sampaikan tadi menambah wawasan dan sekali lagi bahwasanya apa yang kita pelajari ini tujuannya adalah agar kita mempersiapkan diri kita dengan semaksimal mungkin di saat kita sebelum kita berada di saat-saat yang sangat mengerikan ini kondisi kita di sana tergantung dengan kita sekarang semakin kita taat kepada Allah berupaya mendekat diri pada Allah Insya Allah nanti di sana akan lebih mudah namun jika kita sekarang kondisi kita berleha-leha kita tak peduli dengan agama Allah kita berfoya-foya tidak peduli mana yang haram mana yang halal lahaula wala quwwata illa Billah Apakah kita nggak takut dengan kondisi nanti di hari akhir Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kita inayahnya pertolongan Taufik dan hidayahnya dan istiqomah di atas sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam hingga akhir hayat kita kelak sehingga kita semua Insya Allah bertemu di telaganya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan bersama masuk dalam surganya Allah Subhanahu Wa Ta’ala demikian mohon maaf atas segala kesalahan aku lupa lihat muslimin atas nasehat-nasehatnya yang diberikan pada kesempatan pagi hari ini semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan perlindungan dan kesehatan untuk Ustadz beserta keluarga dan kami ucapkan Syukron jazakumullah Khairan atas kebersamaan anda pada kesempatan pagi hari ini kami segenap guru yang bertugas mohon maaf apabila ada kesalahan kami undur diri Subhanallah menghentikan Asyhadu alla ilaha illa Anta Astaghfirullah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *