- asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdalillah nahmaduhu waastain’inuhu waastagfiruh wa naudzubillahi Min syururi anfusina Wamin sayiati Amalina mayahdihillahu Fala mudillalah W yudlil Fala hadialah wa asadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhu wasuluh ya ayyuhalladina amanutaqulahqantum [Musik] ya [Musik]
- A wqaha wuma rijan watlahzial BII W Arham in yuslihakumakumagfirakum dunubakum Wam yutiillaha wa rasulahu faqad fauzanima Allahumma shli wasallim wabarik ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasohbihi waman tabiahum biihsanin yaumiddin Amma Badu Alhamdulillah bapak-bapak ibu-ibu ikhwan dan akhwat jemaah sekalian rahimakumullah Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa
- taala atas semua limpahan nikmat dan karunianya kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala yang senantiasa melimpahkan Taufik kebaikan bagi kita semua yang mudahkan kita untuk terus mempelajari agamanya memahami dan berusaha mengamalkannya yang tentu ini merupakan sebab sebaik-baik sebab yang Allah subhanahu wa taala mudahkan bagi hambanya untuk Allah Jadikan Dia selalu istikamah di atas agamanya sampai dia menghadap Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam al-qur’an
- yutabbitullahadina amanu bilquabiti fil hayatid Dunya wail akhirah Allah akan meneguhkan menguatkan keimanan menguatkan hati orang-orang yang beriman di atas agamanya dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat nanti ketika menafsirkan ayat ini Imam qatadah Ibnu diama assadusi salah seorang ulama besar dari kalangan tabiin yang mulia berkata ammal hayatud Dunya fayutabituhumullahu bilhairi Wal amal shh adapun dalam kehidupan di dunia maka Allah akan meneguhkan hati orang yang beriman dengan dia selalu Melakukan
- kebaikan dan selalu mengerjakan amal-amalan Saleh Oleh karena itu jemaah sekalian rahimakumullah ya berpegang teguhlah dengan kebaikan senantiasa belajar agama kajilah ayat-ayat al-qur’an dan hadis-hadis yang sahih dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pahami dengan benar kemudian amalkan Apalagi kita menjelang datangnya bulan Ramadan bulan yang penuh dengan keberkahan kesempatan untuk kita beram amal untuk kita meraih karunia Allah subhanahu wa taala meraih keberkahan di bulan yang penuh berkah Ini kesempatan
- kita untuk mendapatkan janji keutamaan yang Allah subhanahu wa taala Sebutkan tentang bulan Ramadan ini sebagaimana yang diterangkan di dalam ayat-ayat al-qur’an dan hadis-hadis yang sahih dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa alihi wasallam Barakallah fikum jemah sekalian rahimakumullah termasuk kebaikan yang kita syukuri nikmat dari Allah subhanahu wa taala adalah nikmat menuntut ilmu apalagi bisa mempelajari ilmu yang merupakan prinsip dasar Islam yang paling utama yaitu masalah akidah dan keyakinan masalah tauhid ya sebagaimana yang kita kaji
- rutin di masjid yang mulia ini yang Mubarak yang penuh berkah ini di saat ini yaitu mengkaji kitab al-aqidatul wasitiyah tulisan dari syikhul Islam Abul Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala kitab yang sangat Agung yang memuat prinsip-prinsip dasar akidah penjelasan tauhid utamanya tauhid tentang nama n nama Allah subhanahu wa taala yang maha indah sifat-sifatnya yang Maha Tinggi dan Maha Agung berdasarkan akidah ahlusunah wal jamaah yang selalu menjadikan landasan dalil-dalil dari ayat-ayat al-qur’an dan hadis-hadis yang sahih
- dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang pastinya kita ketahui al-qur’an dan hadis-hadis yang sahih adalah sebaik-baik petunjuk sebaik-baik sumber rujukan dalam memahami permasalahan Islam secara keseluruhan apalagi yang berhubungan dengan masalah akidah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda faainna asdaqal had kitabullah wakhairul Hadi hadyu Muhammadin shallallallahu Alaihi Wa alihi wasallam sesungguhnya sebenar-benar ucapan adalah kitabullah al-qur’an dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wa alihi
- wasallam inilah yang selalu kita baca dari kajian-kajian kita yang lalu sewaktu kita menetapkan tentang sifat-sifat kesempurnaan Allah bagaimana akidah ahlusunah Wal Jamaah menjelaskan dengan dalil yang sangat kuat kemudian dengan pertimbangan yang sesuai dengan akal sehat manusia bahkan sesuai dengan fitrah semakin kita mengenal sifat-sifat kesempurnaan Allah semakin kita mengenal nama-namanya Yang Maha Indah semakin kita mengenal perbuatan-perbuatannya Yang Maha terpuji maka kita akan semakin mencintainya semakin selalu
- tunduk selalu hanya takut dan berharap kepadaNya selalu mengagungkan dan membesarkannya benarlah Imam Ibnu qayyim rahimahullah taala yang mengatakan Man arofallaha biasmaihi wasifatihi wa af’alii ahabbahu la mahalata Barang siapa yang mengenal Allah dengan nama-namanya yang maha indah sifat-sifatnya yang Maha Tinggi dan perbuatan-perbuatannya yang maha terpuji maka dia pasti akan mencintai Allah subhanahu wa taala jemaah sekalian rahimakumullah mempelajari tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah ini merupakan Sebab utama yang
- menumbuhkan nilai-nilai ibadah yang paling besar yang paling dasar yang paling prinsip dalam Islam cinta kepada Allah cinta kepada Allah ini sudah kita sebutkan gambarannya seperti yang diterangkan oleh Syekh Abdurrahman ass’di rahimahullahu taala cinta kepada Allah ini adalah Hiya Ruhul Iman wa hqikatut tauhid wa ainut taabbud wa asasut taqarub cinta kepada Allah adalah rohnya Iman yakni jiwa atau nyawa iman iman tidak akan hidup tanpanya sekaligus dia adalah hakikatnya tauhid hakikat peribadatan kepada Allah
- semata-mata ya Wa ainut taqarub inti pendekatan diri kepadanya wa asasut takqarub landasan pendekatan diri kepadanya wa ainut taabud dan inti peribadatan kepada Allah sekarang bagaimana kita akan bisa mencintai Allah dengan kecintaan yang sebenarnya yang ini merupakan Sebab utama hati kita menjadi tenang hati kita menjadi bahagia yang dengan tenangnya hati kita itulah kita akan bisa ikhlas bisa khusyuk dalam beribadah bagaimana kita akan mewujudkan cinta kepada Allah ini kalau kita tidak mengenal segi-segi kemahainahan kemahatinggian nama-nama
- dan sifat Allah sifat-sifat Allah dengan metode yang benar jemaah sekalian rahimakumullah kan kita tahu di dalam Islam itu kita wajib mencintai Allah ya lebih daripada kecintaan kita kepada apapun kalau kecintaan kita kepada Allah masih sama dengan kecintaan kepada makhluk kepada yang selainnya ini belum menyelamatkan kita dari perbuatan Syirik belum menjadikan iman kita benar Semoga Allah subhanahu wa taala memudahkan kita untuk selalu memperbaiki kekurangankekurangan dan kelemahan-kelemahan diri kita dengan rahmat dan
- karunianya Coba kita perhatikan firman Allah subhanahu wa taala di dalam al-qur’an di surat Albaqarah auzubillahim minasyaitanirrajim waminanasi May yabud waminanasi May yattakhidzu Min dunillahiada yuhibbunahum kahubbillah walladzina amanu asyaddu hubban lillah dan di antara manusia ada orang-orang yang menjadikan tandingan selain Allah sekutu selain Allah yang mereka mencintai tandingan-tandingan itu seperti mencintai Allah walladzina amanu sedangkan orang-orang yang beriman asyaddu hubban lillah sangat besar kecintaan mereka kepada Allah
- lebih kuat kecintaan mereka kepada Allah dibandingkan apapun perhatikan ayat ini Allah menjelaskan tentang orang-orang yang melakukan perbuatan Syirik di antara manusia ada orang-orang yang menjadikan tandingan-tandingan selain Allah jelas ini pelaku Syirik yang mereka itu mencintai berhala-berhala atau tandingan-tandingan selain Allah itu seperti mencintai Allah Imam Ibnu qayyim rahimahullah taala menjelaskan ayat ini beliau mengatakan berarti pelaku Syirik itu mencintai Allah jangan dikira pelaku Syirik tidak
- mencintai Allah fitrah manusia ya yang menetapkan Allah itu pencipta pengatur alam semesta pemberi rezeki tidak akan bisa mengingkari hal ini fitrah manusia maka dengan ini pasti mereka akan mencintai Allah karena Allah adalah pihak yang paling banyak berbuat baik dan melimpahkan kebaikan pada manusia dan ini Fitrah tetapi di ayat tadi disebutkan kecintaan mereka kepada berhala-berhala seperti kecintaan kepada Allah disamakan dan ini belum menyelamatkan mereka dari kesyirikan kemudian Allah tegaskan bagaimana orang
- yang beriman seharusnya walladzina amanu asyaddu hubban lillah dan orang-orang yang beriman lebih kuat kecintaan mereka kepada Allah dibandingkan kecintaan kepada apapun Ini baru namanya beriman jadi jemah sekalian rahimakumullah kita perhatikan kalau cintaan kita kepada Allah lemah bagaimana kita akan dikatakan sebagai orang yang beriman dengan iman yang benar seperti yang ditegaskan di ayat ini dan bagaimana mungkin akan tumbuh kecintaan yang benar kepada Allah di hati kita kalau kita tidak mengenal Sebab utama sebab yang paling Agung yang
- menumbuhkan kecintaan kita kepada Allah yaitu mengenal nama-namanya Yang Maha indah sifat-sifatnya yang Maha Tinggi yang ini merup merupakan ibadah yang paling Agung yang Allah perintahkan di dalam alquranillahil Asmaul husnauhaina yulidunai Fi as Maun dan Allah memiliki nama-nama Yang Maha indah nama-nama yang maha indah maka berdoalah kepada Allah beribadahlah kepada Allah dengan mah nama-namanya Yang Maha indah ini Serta Tinggalkanlah orang-orang yang yulhidun menyeleweng menyimpang dalam memahami nama-nama Allah yang Maha indah ini
- sungguh mereka akan mendapatkan balasan yang pedih dari apa yang mereka lakukan jadi sebab yang akan membenarkan iman kita itu adalah dengan mengenal Allah ya semakin kita mengenal Allah kecintaan kita kepada Allah semakin kuat ingat jemah sekalian rahimakumullah ciri-ciri Orang yang cinta kepada Allah subhanahu wa taala yang kecintaannya melebihi kecintaan kepada apapun pastinya dia akan selalu mendahulukan ibadah dibandingkan urusan-urusan yang lain dia akan selalu Rindu Untuk dekat kepada Allah dia akan selalu merindukan untuk
- melaksanakan salat orang yang beriman dengan iman yang benar kepada Allah bukanlah orang yang anti ibadah bukanlah orang-orang yang bermalas-malasan dalam menjalankan ibadah yang kita tahu ini adalah sifatnya orang orang munafik ini sifat orang munafik disebutkan di dalam surat Annisa Dan ketika mereka ini berdiri melaksanakan salat Mereka berdiri sambil malas-malasan tidak semangat karena tidak ada cinta di hatinya mereka berbuat RI memperlihatkan amalnya kepada manusia dan mereka tidak berzikir kepada Allah kecuali sangat
- sedikit bukti kecintaan pasti kita sering mengingat pihak yang kita cintai manusia kalau dia mencintai seseorang selalu dalam ingatannya selalu ingin dekat dengannya selalu menyebutnya ini ciri-ciri yang disepakati oleh semua manusia Bagaimana mungkin orang yang mengaku mencintai Allah apalagi kecintaannya kepada Allah melebihi yang lain kemudian dia bermalas-malasan melaksanakan salat padahal sudah pernah kita sebutkan Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam menggambarkan tentang salat dalam hadis yang sahih W dijadikan kesejukan hatiku penghibur
- bagi jiwaku ketika aku menunaikan salat Masyaallah inilah ciri orang yang beriman gembira ketika melakukan amal-amal kebaikan orang yang mencintai sesuatu pasti senang melakukan perbuatan yang mendekatkan dia kepada kekasihnya atau hal-hal yang disukai oleh kekasihnya Masa orang beriman malas beribadah malas berzikir malas membaca al-qur’an ada yang punya sifat seperti ini pasti ada masalah dalam imannya pasti kecintaannya kepada Allah tidak benar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis yang sahih bersabda Man saru hasanatuhu
- wasuu fahua mmin Barang siapa yang merasa gembira ketika melakukan kebaikan dan merasa sedih merasa sakit ketika melakukan keburukan berarti dia orang yang imannya benar jadi contoh-contoh ini jemaah sekalian rahimakumullah bisa kita jadikan patokan untuk menilai kualitas iman kita sehingga kita tahu dari mana kita harus mengadakan perbaikan karena cinta yang benar itu akan menjadikan kita merasakan nikmat ketika melakukan hal-hal yang mendukung kecintaan tersebut kan sudah pernah kita Jelaskan di surat al-hujurat Allah subhanahu wa
- taala ketika menjelaskan tentang para sahabat iman mereka yang sempurna kecintaan mereka yang kuat di hati kepada Allah sehingga iman itu benar-benar menjadi hiasan paling indah di hati mereka Allah subhanahu wa taala berfirman wakinnallaha habbaba ilaikumul imana wayyanahu Fi qulubikum waaraha ilaikumul kufro wal fusuqo wal isyan ulaika humur rasyidun fadlam minallahi waikmah wallahu Alimun Hakim akan tetapi Allah subhanahu wa taala menjadikan kalian cinta kepada keimanan dan menghiasinya menjadikannya seperti perhiasan yang indah di
- hatimu serta Allah subhanahu wa taala menjadikan kalian benci kepada kekufuran kefasikan dan perbuatan maksiat merekalah orang-orang yang selalu mendapatkan bimbingan menempuh jalan Allah yang lurus fadlam minallahi waikmah itu adalah karunia dan nikmat dari Allah wallahu Alimun Hakim Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Sempurna hukum dan hikmahnya inilah gambaran orang yang imannya benar kebaikan itu mereka cintai bahkan kebaikan itu mereka anggap seperti perhiasan terindah di dalam hati Maka otomatis mereka akan membenci
- perbuatan kufur perbuatan fasik perbuatan maksiat mereka-mereka ini tidak perlu disuruh melaksanakan ibadah mereka akan mencarinya tidak perlu dipaksa meninggalkan maksiat mereka akan meninggalkan karena mereka merasa muak merasa jijik dengan perbuatan maksiat yakni kalau kita lihat tubuh kita kalau normal visi kita sehat kan pasti yang namanya makanan enak kita akan konsumsi dengan nikmat tapi coba kalau tubuh kita sedang sakit maka tidak enak perasaan kita waktu makan makan yang enak mau muntah perut terasa penuh dan seterusnya ini
- ciri-ciri orang yang sakit nah gambaran tentang iman itu tentang indahnya cinta kepada Allah itu lebih daripada Gambaran nikmatnya makan yang enak atau minuman yang paling lezat yakni jemaah sekalian rahimakumullah kemuliaan seperti ini pastinya diinginkan oleh setiap orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir cuman ya seperti itu kita kurang bersabar kurang mau meluangkan waktu untuk mengenal Allah untuk mempelajari tentang kandungan nama-namanya yang maha indah sifat-sifatnya yang Maha Tinggi ya orang-orang lebih suka mempelajari
- hal-hal yang tidak berkaitan langsung dengan sebab-sebab yang menguatkan dan menumbuhkan keimanan kepada Allah subhanahu wa taala jemaah sekalian rahimakumullah agama ini indah dan keindahan yang paling besar di dalam agama ini adalah keindahan mengenal Allah sesu u yang paling dirindukan oleh oleh orang yang beriman adalah berjumpa dengan Allah makanya ibadah itu karena mendekatkan kita kepada Allah mereka sangat rindukan dan ini sudah cukup menjadi keutamaan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Man ahabba liq Allahi
- ahabballahuqahu Barang siapa yang mencintai perjumpaan dengan Allah maka Allah subhanahu wa taala mencintai perjumpaan dengannya kita ingat ketika Allah subhanahu wa taala berfirman memotivasi hamba-hamba yang beriman ya untuk taat beribadah kepada Allah selalu bertauhid menjauhi perbuatan Syirik di firman Allah di akhir surah alkahf alkahfi Allah subhanahu wa taala berfirman faman kanana yarju liqoa rbihi faly’mal amalan shihan wala yusyrik biibadati rbihi Ahada Barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah
- ini motivasi yang sangat istimewa bagi orang-orang yang beriman berjumpa kekasih yang paling dicintainya yang berjumpa dengannya adalah kenikmatan hati yang paling tinggi Barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah maka hendaknya dia mengamalkan amalan saleh dan janganlah dia menyekutukan Allah ketika beribadah kepadanya dengan sesuatu apapun jadi ini motivasi yang tinggi bagi orang-orang yang beriman dan kita sudah tahu menurut akidah ahlusunah Wal Jamaah berjumpa Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti semoga Allah
- subhanahu wa taala mudahkan karunia ini bagi kita semua dengan rahmat dan taufiknya ini adalah kenikmatan tertinggi yang bahkan melebihi semua kenikmatan di surga yakni surga ini kenikmatannya luar biasa kenikmatannya sangat tingg Semua yang pernah kita lihat kita dengar kita bayangkan di surga lebih tinggi Kita pernah dengar hadis qusi riwayat Imam Bukhari dan Muslim Allah subhanahu wa taala berfirmanibadiihin aku sediakan untuk hamba-hambaku yang Saleh Allah berfirman ya hadisdsi aku siapkan untuk hamba-hambaku yang Saleh
- W War aku siapkan untuk hamba-hambaku yang Saleh yang beriman kenikmatan di surga yang belum pernah dilihat oleh mata didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas di hati manusia sesuatu yang nikmat itu kan ada yang kita lihat kita saksikan di surga lebih daripada itu ada yang kita dengarkan belum pernah kita lihat ada yang menceritakan kepada kita di surga lebih daripada apa yang kita pernah dengar ada yang kita bayangkan seandainya begini kita bayangkan di hati kita seandainya begini se maka ini paling nikmat maka di surga lebih
- daripada itu sudah seperti ini nikmatnya surga ternyata penghuni surga ketika bertemu dan memandang wajah Allah subhanahu wa taala mereka merasakan kenikmatan itulah yang paling tinggi sampai menjadikan mereka lupa kepada kenikmatan di surga lainnya bayangkan di surga bertemu dengan Bidadari istana-istana emas makanan yang sangat nikmat ya ini kenikmatan yang Hakiki tapi ketika mereka bertemu dengan yang maha indah yang menciptakan semua kenikmatan tadi maka penghuni surga tidak merasakan satu pemberian yang lebih agung dan
- lebih tinggi daripada ketika berjumpa dan memandang wajah Allah subhanahu wa taala yang maha Mulia inilah dambaan orang yang beriman berjumpa dengan Allah ya pernah kita sebutkan hadis yang diriwayatkan dalam Sahih Muslim hadis sahih dari sahabat yang mulia Abu Yahya suuhaib Ibnu Sinan radhiallahu taala anhu Beliau berkata samiu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yaakul aku pernah mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda idza dakhala Ahlul jannatil jannata qallahu Azza waalla ketika penghuni
- surga telah masuk ke dalam surga qallahu Azza waalla Allah berfirman kepada mereka ya Subhanallah ini indahnya karunia Allah ketika penghuni surga telah masuk ke dalam surga yang mereka sudah rasakan kenikmatan yang demikian tinggi tapi masih ditawarkan kenikmatan yang lebih besar apa kata Allah kepada mereka hal turiduna saian azidukum apakah kalian menginginkan sesuatu untuk aku tambahkan kepadamu kepada kalian u penduduk surga menjawab Semoga Allah subhanahu wa taala mudahkan kita termasuk ke dalam golongan mereka yang disebutkan di hadis ini
- Amin mereka berkata alamuj alam jannun minar Ya Allah bukankah Engkau telah jadikan Puti berserih wajah-wajah kami bukankah Engkau telah masukkan kami ke dalam dalam surga dan selamatkan kami dari api neraka qa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasalam bersabda ketika itu fayaksifuil hijab maka Allah menyingkap hijab yang menutupi dirinya Yang Maha Mulia fama u saian ahabba ilaihim Minan nador Ila rbihim Azza wall maka penghuni surga tidak merasakan satu pemberian yang lebih mereka sukai yang lebih tinggi kenikmatannya
- mereka rasakan dibandingkan ketika mereka bertemu dan memandang wajah Allah subhanahu wa taala yang maha Mulia kemudian Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam membaca firman Allah lilladina Ahsanul Husna wadah bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di muka bumi ini mereka akan dapatkan balasan dan pahala yang terbaik yaitu surga dan tambahannya yaitu bertemu dan memandang wajah Allah subhanahu wa taala yang maha Mulia jemaah sekalian rahimakumullah ini kenikmatan tinggi yang kebanyakan manusia terhalang hatinya dari mengenal
- Hal ini karena fitnah dunia karena tipu daya setan bahkan naudubillah minzalik ya kenikmatan yang tinggi seperti ini masih saja ada orang-orang di dunia yang mengingkarinya yakni orang berlomba-lomba untuk dapatkan kenikmatan seperti ini ada hadis riwayat Imam albukhari dan Muslim Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda innakum satarbakum kamaaral qaro lailatal Badri Wiyati sesungguhnya kalian nanti akan melihat wajah Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat sebagaimana kalian melihat bulan di malam purnama dan
- kalian tidak akan berdesak-desakan dalam melihatnya bayangkan ada orang yang mengingkari hadis-hadis seperti ini ini hadis Bukhari Muslim yang tadi hadis riwayat Imam muslim ya ada orang-orang yang celaka sudah ini merupakan kenikmatan tertinggi di akhirat kenikmatan tertinggi di surga bahkan ada orang-orang yang mengingkari hadis-hadis yang seperti ini maka pertanyaannya kalau mengingkari saja orang yang beriman saja masih berusaha memperbaiki imannya untuk mendapatkan kenikmatan tersebut Nah sekarang orang
- yang mengingkari Bagaimana mungkin dia akan dapatkan kenikmatan tadi ini kan kita Ingatkan ya pentingnya kita belajar akidah pentingnya kita mengkaji dalil tentang keutamaan-keutamaan yang Allah siapkan di akhirat nanti bagi orang-orang yang beriman supaya kalau ada berita-berita seperti ini kita tunduk kita terima apalagi ayatnya jelas hadisnya hadis sahih bahkan hadis Bukhari dan Muslim sampai ada sebagian dari ulama Imam Ibnu Katsir rahimahullah taala menukil pernyataan dari ulama terdahulu tentang orang yang mengingkari kemuliaan
- yang Allah janjikan di akhirat apa kata ulama ini Man kaba bartin lam yanalha Barang siapa yang mengingkari satu kemuliaan yang Allah janjikan maka dia tidak akan pernah meraih kemuliaan tersebut yakni Bagaimana mungkin dia diberikan sementara dia menolak dengan mengingkarinya orang yang mengimani saja yakni masih berusaha tentu mohon pertolongan kepada Allah agar mendapatkan karunia tersebut ini dari asal pemahamannya sudah menyimpang naudubillahzalik kemarin waktu kita membahas tentang kesempurnaan sifat-sifat
- Allah kita menetapkan sifat-sifat Allah dengan kaidah ahlusunah Wal Jamaah sebagaimana yang Allah tetapkan bagi dirinya di dalam ayat-ayat al-qur’an di dalam hadis-hadis yang sahih dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kita ingat lagi kita harus menafikan empat perkara bila tamsil tidak boleh kita menyerupakan dengan makhluk karena sifat Allah subhanahu wa taala Maha Tinggi Maha Agung sesuai dengan kemaha agungan kemahab besaran dan kemahatinggian Allah sifat makhluk sesuai dengan kekurangannya ya makhluk hidup Allah
- subhanahu wa taala hayyun Maha hidup jelas berbeda karena hidupnya makhluk berpermulaan bisa berakhiran kemudian tidak sempurna karena makhluk bisa Capek butuh tidur mengantung dan seterusnya Adapun Allah subhanahu wa taala hidupnya maha sempurna dan semua sifat-sifat yang lain Allah subhanahu wa taala berfirmanisun wahu samul birir Allah subhanahu wa taala tidak ada satupun yang serupa dengannya dan dia maha mendengar lagi maha melihat Kemudian yang kedua takyif tidak boleh kita membagaimanakan karena Allah tidak
- pernah menjelaskannya yang jelas kita imani Allah subhanahu wa taala dialah yang Maha Mengetahui tentang kaifiah bagaimana keadaan yang sebenarnya dari sifat-sifatnya para sahabat juga tidak pernah menanyakannya menunjukkan mereka mengimani ini ya tanpa menanyakan hal-hal tersebut yang ketiga w tatil tidak boleh kita menolak sifat Allah dan yang keempat wala tahrif tidak boleh kita menyelewengkan kandungan maknanya mentakwilkannya dengan makna yang jauh dari makna yang ditunjukkan dalam bahasa Arab yang dipahami oleh
- para ulama ahlusunah Wal Jamaah bar barakallahu fikum karena sudah waktu salat isya kita teruskan Insyaallah setelah salat Isya Sallallahu wasallam wabarak ala Nabina Muhammad wa al wasalamualaikum warahmullah wabarakatuh asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah Alhamdulillahi Al Ihan allu wahdahuarikahiman Lis wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu addi Ila ridwaniih shallallallahu Alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwanih Amma ba’du Alhamdulillah jemaah sekalian
- rahimakumullah kita lanjutkan sedikit pembahasan Yang tadi kita sampaikan kan sehubungan dengan masalah mengenal Allah subhanahu wa taala keutamaan dan kemuliaan mengenal nama-nama Allah subhanahu wa taala yang maha indah dan sifat-sifatnya yang Maha Tinggi Yang Maha Agung bahwa inilah kemuliaan dan Kebahagiaan yang sejati yang didambahkan oleh setiap hati manusia dan inilah sebenarnya hakikat yang dicari oleh setiap orang cuman karena memang Allah subhanahu wa taala tidak membukakan pintu taufiknya kecuali hanya
- kepada hamba-hamba yang dipilihnya jemaah sekalian rahimakumullah para ulama kita menegaskan bahwa hanya dengan ketika kita mengenal Allah mencintai Allah menjadikan Allah sebagai tujuan puncak dari hidup kita ketika itulah baru kita bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya ketenangan dan Kedamaian Hati yang sejati tanpa menempuh jalur ini tidak akan mungkin seseorang itu bisa merasakan kebaikan bahkan tidak ada Kebaikan tidak akan mungkin dia bisa merasakan kebahagiaan bahkan tidak ada kebaikan sama sekali pada
- dirinya di dalam kitab ghatatul lahfan Imam Ibnu qayim rahimahullah taala menjelaskan hal ini Beliau berkata la sailqbi wata W Naima W waha akunallahuuu tidak ada sama sekali Kebahagiaan akan dirasakan oleh hati manusia tidak ada kenikmatan tidak ada kelezatan bahkan tidak ada kebaikan kecuali ketika dia menjadikan Allah subhanahu wa taala sembahannya satu-satunya penciptanya di yang menjadi tempat dia
- beribadah semata-mata puncak dari segala tujuannya dan zat yang paling dicintainya melebihi segala sesuatu yang ada di dunia ini Ini baru orang bisa bahagia jadi orang selama ini mencari kebahagiaan kalau tidak dengan mengenal Allah maka tidak akan mungkin dia bahagia karena Allah subhanahu wa taala menjadikan hati manus usia itu hanya akan tenang hanya akan tentram ketika dia mengenal rabbnya Allah subhanahu wa taala berfirman ala bidikrillahi tmainnu alqulub ketahuilah dengan mengingat Allah dengan mengenal
- Allah mencintai Allah ketika itulah hati manusia akan menjadi tentram makanya ada salah seorang ulama terdahulu yang pernah berkata di depan murid-muridnya masakinu ahli Dunya khu minha W Ma fiha alangkah miskin dan Kasihan orang-orang yang mengejar dunia ketika mereka meninggalkan dunia ini dalam keadaan mereka belum merasakan kenikmatan tertinggi di dunia kebaikan terbesar di dunia maka murid-muridnya bertanya kepada ulama iniha Apa itu kenikmatan tertinggi yang ada di dunia maka beliau ulama ini menjawab rahimahullah taala makrifatullah wa
- mahabbatuhu Wal unsu bidzikrihi wasyauqu Ila liqoih kenikmatan tertinggi itu adalah mengenal Allah mencintainya merasakan damai ketika berzikir ketika mengingatnya dan selalu merasa rindu untuk berjumpa dengannya jadi semua keadaan manusia akan menjadi rusak tidak membawa tidak akan membawa kebaikan pada dirinya sejauh mana mereka selalu lalai dari mengingat Allah hati mereka terhalangi dari mengenal Allah mengenal kemahaainahan nama-namanya dan kemahatinggian sifat-sifatnya Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam surat
- alkahfi W takun w dan janganlah kalian mengikuti orang-orang yang kami jadikan hatinya lalai dari mengingat Allah serta dia memperturutkan hawa nafsunya sehingga keadaannya urusannya Semua menjadi rusak semua melampai batas selalu membawa kepada keburukan jadi ayat ini kata Imam rahah menjelaskan semua kerusakan semua keburukan itu bersumber dari pertama hati yang tidak mengenal Allah yang lalai dari mengingat Allah yang kedua hawa nafsu yang diperturutkan ya Bahkan disebutkan di dalam al-quran akibat dari orang tidak
- mengenal Allah dia lupa kepada dirinya lupa kepada kebaikannya lalai dari tujuan hidupnya lalai dari segala kemaslahatan dalam dirinya Allah subhanahu wa taala berfirman di surat alhasyr W takunuinaasahaansumul dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang lupa kepada Allah lalai dari mengenal Allah maka Allah Jadikan Dia lupa kepada dirinya sendiri merekalah orang-orang yang fasik naubillahik ole karena itu Jah sealian rahimakumullah segala kebaikan perbaikan diri upaya untuk menjadikan hidup kita bahagia dunia
- akhirat dan semua kebaikan Ya tentu ada di tangan Allah dan Sebab utama untuk meraihnya adalah dengan menjadikan diri kita hati kita terbuka untuk mengenal Allah mempelajari kemahainahan nama-namanya dan kemahatinggian sifat-sifatnya berusaha memahaminya bersabar untuk mempelajarinya kemudian mengamalkannya dalam kehidupan kita inilah yang akan menjadikan hidup kita indah ya masih ingat Saya pernah nukilkan pernyataan dari syikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah taala yang ini juga dinukil oleh Imam Ibnu qayyim muridnya di dalam
- Kitab alwabilib Ibnu Taimiyah rahimahullah taala pernah berkata inid Dun jannatan manam sesungguhnya di dunia ini ada surga Barang siapa yang tidak masuk ke dalam surga di dunia ini maka dia tidak akan masuk ke dalam surga di akhirat nanti Apa arti surga dunia adalah kenikmatan ketika beribadah kepada Allah kenikmatan Iman kenikmatan ketika berzikir kenikatan ketika membaca al-qur’an kenikmatan ketika menuntut ilmu Siapa yang tidak merasakan kenikmatan Ini kata beliau tidak merasakan kenikmatan surga di dunia ini
- maka dia tidak akan masuk ke dalam surga di akhirat nanti nauzubillah Barakallah fikum semoga nasihat yang kami sampaikan di kesempatan malam hari ini bermanfaat dan menjadi sebab kebaikan untuk dunia dan akhirat kita semakin memotivasi kita untuk belajar tentang iman karena inilah sumber kebaikan yang kita cari meskipun setan berusaha menghalangi hati kita dari kebaikan ini semoga bermanfaat dan Sebelum kita akhiri mungkin saya persilakan kalau ada pertanyaan yang ingin disampaikan sehubungan dengan materi ataupun di luar materi
- barakallahu fikum shallallallahu wasallam wabarak ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasohbihi waman tabiahum bisanin Il yaumiddin walhamdulillahi rabbil alamin silakan kalau ada pertanyaan Ya silakan boh leising Iya barakallahu
- fikum permasalahannya di sini adalah bagaimana status barang yang ditarik tersebut jelas ada pemiliknya yang mungkin pemiliknya tidak mampu membayar dan meskipun dia membelinya dengan hutang itu kan sudah jadi miliknya ya Dan kita tahu yang namanya barang itu dijual ya Sesuai dengan keridaan pemiliknya itu yang menjadi masalah dalam masalah ini dalam hal ini bagaimana status dan kedudukan barang tersebut karena kan tidak boleh kita menjual sesuatu yang tidak kita miliki ataupun kalau kita menjadi wakil dari pemiliknya pemiliknya harus Rid I
- kan maka dari sini ya kita bisa Tentukan hukumnya tentang bagaimana dari kepemilikan barang tersebut kalau seandainya pemiliknya Rida misalnya dijual oleh pihak leasing supaya nanti dijadikan sebagai e untuk menutupi utangnya pemiliknya Rid ya tidak ada masalah nanti diberikan sesuai dengan dibayar sesuai dengan kekurangan utangnya kemudian dikembalikan kepada dia ini tidak masalah karena Rida dia pihak yang menjualnya mungkin sebagai wakilnya ini tidak masalah tapi permasalahannya kita harus pastikan dia Rida atau tidak nah
- tib kalau ada dari pertanyaan dari akhwat mungkin lewat tulisan ya Barakallah fikum Kalau tidak ada pertanyaan lagi kita cukupkan sampai di sini kajian kita di malam hari ini Sekali lagi semoga bermanfaat dan menjadi sebab kebaikan untuk dunia dan akhirat kita mohon maaf atas segala yang salah dan kurangahu was hakamahailla Anta astagfirukau wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
#17 Al-Makr Dan Al-Kaid (Membalas Tipu Daya) – Ustadz Abdullah Taslim.Lc., MA
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply