- asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdalillah nahmaduhu waastainuhu waastagfiruhubillahi Minu anfusina wiatiinaahdiillahu Fala mudillalah wudlil Fala hadalah wa asadu Alla ilahaillallah wahdahuikuuham ya Aina amahqqq w a wa Antum muslimun ya auhakumzium Min nafs Wahidah wq minaha wuma rij
- [Musik] ahakumakumumumuq W bid wa bidah w w Alhamdulillah maasir ikhwah Wal akhwat fidin rahimakumullah Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala kita senantiasa Ji dan menyanjungnya atas semua limpahan nikmat dan karunia-nya alhamdulillah segala puji
- bagi Allah subhanahu wa taala yang senantiasa melimpahkan Taufik kebaikan bagi kita semua sehingga kita bisa melaksanakan salat subuh secara berjamaah kemudian dimudahkan mengadakan majelis ilmu setelahnya untuk membahas perkara yang paling penting dalam urusan agama kita sebab-sebab yang menumbuhkan keimanan di hati dengan melanjutkan kajian kita membahas kitab kecil yang sangat bermanfaat kitab attaudihu Wal bayanu lajaratil Iman penjelasan tentang pohon iman karya dari Al Imam almufassir As Syekh Abdurrahman
- Bin Nasir ass’di rahimahullahu taala tib Barakallah fikum kita masih melanjutkan pembahasan di bab tentang batasan dan definisi iman ya Ee as Syekh Abdurrahman ass’di rahimahullahu taala sebagaimana yang kita ketahui menjelaskan tentang iman langsung dengan mengambil dalil dari ayat-ayat al-qur’an dan hadis-hadis yang sahih dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam untuk menjelaskan makna iman yang sesungguhnya dan bagaimana cakupan iman itu ya yang meliputi tentu saja amalan-amalan di dalam hati berupa keyakinan niat-niat yang benar juga
- amalan amalan anggota badan amal-amal kebaikan yang dikerjakan oleh anggota badan serta menjauhi perbuatan-perbuatan yang dimurkai dan dibenci oleh Allah subhanahu wa taala di pembahasan kita yang lalu terakhir kita membaca tentang makna firman Allah subhanahu wa taala di surah Yunus ayat 62 sampai 63 aubillah minasyaitanirjim ala Inna Auli Allahi khauunai W yahzanun allina amanu wqu ketahuilah Sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran bagi mereka dan mereka juga tidak bersedih tidak bersedih hati mereka adalah orang-orang
- yang beriman dan selalu bertakwa kepada Allah subhanahu wa taala inilah Wali Allah yang sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang beriman ya mewujudkan keimanan yang sempurna dan selalu bertakwa kepada Allah subhanahu wa taala Jadi mereka mengamalkan konsekuensi Iman mempraktikkan Iman di dalam hati mengamalkan amalan Saleh juga menjauhi segala sesuatu yang dibenci dan dimurkai oleh Allah subhanahu wa taala selanjutnya di sini as Syekh rahimahullahu taala mengatakan Kama wasofallahu bidzalika khiar khalqihi biquulihi sebagaimana
- inilah sifat yang Allah subhanahu wa taala Sebutkan ada pada sebaik-baik hambnya yakni para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain di dalam FirmanNya di surat al-hujurat ayat ke-7 sampai keedelan wakinallaha habbaba ilaikumul imana wanahu filubikum waaha ilaikum allahimah wallahuimun Hakim akan tetapi Allah subhanahu wa taala menjadikan kalian cinta kepada keimanan dan menjadikan iman
- itu sebagai zinah perhiasan yang indah di dalam hatimu serta menjadikanmu benci kepada kekufuran kefasikan dan perbuatan maksiat mereka inilah orang-orang yang selalu mendapatkan bimbingan petunjuk allah itu sebagai karunia dan nikmat dari Allah dan Allah subhanahu wa taala maha alim Maha Sempurna ilmunya Maha Mengetahui dan hakim Maha Sempurna hukum dan hikmahnya inilah gambaran tentang orang-orang yang dipuji oleh Allah subhanahu wa taala yakni para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain karena Allah subhanahu wa taala
- menjadikan iman itu sebagai sesuatu yang paling mereka cintai dan perhiasan yang terindah yang menghiasi hati mereka Nah di sini kita mengetahui Allah subhanahu wa taala dialah yang melimpahkan Anugerah iman kepada hamba-hamba yang dipilihnya kepada mereka-mereka yang selalu mengusahakannya dan karena iman itu adalah sesuatu yang memang Allah subhanahu wa taala jadikan sebagai kebutuhan terbesar bagi hati manus ia maka tidak ada satuun yang bisa menjadikan hati itu indah hati itu menjadi tenang hati itu merasa gembira ketika
- menerimanya melebihi karunia yang berupa iman dan ini salah satu di antara wujud luasnya atau sempurnanya rahmat Allah subhanahu wa taala kepada hamba-hamba yang beriman ketika dia memudahkan bagi mereka sebab-sebab yang menyempurnakan keimanan di hati makanya di ayat ini Allah menegaskan karunia Iman ini adalah sebagai Fadlan minallahi waikmah sebagai keutamaan dan nikmat yang Allah limpahkan kepada mereka makanya kita ketahui di sini Allah subhanahu wa taala akan selalu memudahkan sebab-sebab yang menguatkan iman dan
- menumbuhkan Iman di hati hamba-hamba yang beriman Allah tidak mempersulit ya bahkan kata sebagian dari para ulama di antara konsekuensi dan kandungan makna dari nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wa taala seperti misalnya nama Allah subhanahu wa taala alwahab maha m pemberi karunia almanan Maha Pemberi Anugerah almuhsin Maha berbuat kebaikan tentu anugerah dan karunia yang paling besar yang Allah selalu limpahkan kepada hamba-hamba yang beriman ya anugerah berupa Iman sebab-sebab untuk menyempurnakan ketakwaan termasuk misalnya nama Allah
- subhanahu wa taala alwadud yang secara makna Ini mengandung dua pengertian Allah mencintai orang-orang yang beriman dan mereka mencintainya jadi alwadu dan almaudud Allah mencintai hamba-hamba yang beriman dan mereka mencintainya termasuk kandungan maknanya adalah Allah akan memudahkan bagi mereka sebab-sebab untuk mencintai Allah mencintai keimanan mencintai amal-amal Saleh makanya sudah kita ingatkan berkali-kali di sini bahwa kalau keimanan di hati seseorang itu benar pasti balasan dari Allah subhanahu wa taala berupa
- sebab-sebab yang menumbuhkan Iman di hatinya menjadikan dia semakin cinta kepada Islam semakin cinta kepada amalan-amalan Saleh pasti Allah tumbuhkan sebagai balasan dari kebaikan yang dikerjakan oleh seorang hamba sehingga kalau ini tidak dirasakan ya sudah pernah kita nukilkan Saya sudah pernah nukilkan Kalau tidak salah di pertemuan yang lalu pernyataan sikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah taala Barang siapa yang mengamalkan amalan dia tidak merasakan nikmat di hatinya berarti amalnya amal yang dikerjakannya
- bermasalah Iman di dalam hatinya bermasalah berarti amalnya tidak beres karena Allah subhanahu wa taala tidak mungkin konsekuensi dari nama-nama dan sifat-sifatnya yang Maha Tinggi dan maha Mulia luput dari apa yang dikerjakan oleh hamba-hambanya ya di antara nama Allah subhanahu wa taala yang maha indah adalah asyakur Maha bersyukur Maha berterima kasih orang yang mengamalkan satu kebaikan pasti Allah berikan balasan yang lebih daripada apa yang diamalkannya termasuk kebaikan yang disebutkan di dalam ayat ini Allah akan menjadikan
- hamba ini cinta kepada keimanan Allah akan menjadikan iman itu perhiasan terindah di dalam hatinya Allah menjadikan mereka benci kepada kekufuran kefasikan dan perbuatan maksiat ini yang di rasakan oleh para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain sebagai karunia terbesar dari Allah subhanahu wa taala artinya siapa yang jujur dalam imannya siapa yang jujur dalam keikhlasannya Siapa yang benar dalam niatnya mengamalkan agama Allah subhanahu wa taala maka buah-buah Iman Ini mesti Allah berikan kepada dirinya di sinilah permasalahannya
- Ketika seseorang yang beramal tidak merasakan hal ini berarti jelas ada yang salah dalam amal yang dilakukan oleh orang tersebut ada yang tidak beres dalam keimanannya dalam keikhlasannya yang mesti harus segera berusaha untuk diperbaiki dan diluruskannyab ketika menjelaskan ini Syekh Abdurrahman assdi rahimahullah taala berkata Fi akbarul minani watanq jawaruilaliil Islami Wai asal
- muhat apa yang disebutkan di ayat ini adalah akbarul Minan sebesar-besar karunia Allah kita harus ingat ya karunia keimanan itu adalah sebesar-besar karunia orang yang mendapatkan hidayah orang yang bisa menuntut ilmu belajar akidah yang benar belajar tauhid ini adalah karunia Allah yang paling indah selalu kita harus ingat jangan kita bandingkan dengan urusan-urusan dunia sehingga menjadikan kita merasa iri dengan orang-orang yang diberikan kelebihan dunia ini menggambarkan seseorang yang punya selera rendah para sahabat radhiallahu taala
- anhum ajmain diberikan sebesar-besar karunia karena iman mereka dijadikan sebagai iman yang sempurna perhiasan terindah di hati sekedar merasakan ini saja sudah merupakan bukti kebaikan iman sudah merupakan bukti benarnya Iman di hati karena merasa bangga dan merasa gembira dengan karunia Allah ini kan sesuatu yang diperintahkan di dalam al-qur’an Qul bifadlillahi wabirahmatihi fabidzalika falyafrahu Hua khairum mimma yajmaun Katakanlah dengan karunia Allah yakni keimanan dengan rahmat Allah yaitu al-qur’an petunjuk
- yang Allah turunkan kepada manusia maka dengan inilah hendaknya orang-orang yang beriman yafrahu merasa gembira merasa bangga Hua Khair mimma yajmaun karena karunia Allah ini lebih baik dari kesenangan dunia yang berlomba-lomba dikumpulkan oleh manusia yakni maksudnya karunia seperti ini harusnya kita jadikan sebagai patokan kebahagiaan yang menjadikan sebab kita gembira ini berarti bukti iman di hati kita benar tetapi kalau urusan dunia yang masih menjadi ukuran kebahagiaan kita patokan dalam menilai kemuliaan Bagaimana Allah subhanahu wa
- taala akan memuliakan dia memuliakan kita dengan karunia yang terbesar kalau justru hamba ini ya memilih balasan-balasan yang rendah sebagai target utama dalam kehidupannya naudubillah minzalik makanya disebutkan di sini bahwa karunia Allah yang Allah berikan kepada hamba-hamba yang beriman ini adalah sebesar-besar karunia Allah yaitu dengan Allah menjadikan hambanya mencintai iman menjadikannya sebagai perhiasan terindah di dalam hatinya menjadikannya merasakan manisnya Iman maka selalu kita Ingatkan ketika kita meminta rahmat
- Allah meminta rezeki dari Allah meminta karunianya kita harus ingat makna rezeki dan karunia Allah di sini bukanlah terbatas pada perkara-perkara duniawi sebaik-baik rezeki Allah rezeki Allah yang khusus adalah keimanan yang benar manisnya Iman ilmu yang bermanfaat ketakwaan keikhlasan ini yang selalu kita utamakan harusnya sewaktu kita meminta rahmat Allah maka rahmat Allah yang khusus adalah yang berhubungan dengan kebaikan agama kita jadi jangan kita bayangkan dalam permintaan kita itu hanya urusan dunia karena ini juga Allah berikan
- kepada orang-orang yang bahkan tidak punya iman ya Jadi kita selalu jadikan patokan kita dalam hidup adalah gambaran dan keadaan para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain bagaimana mereka menyikapi urusan dunia bagaimana mereka zuhud dalam kehidupan dunia tanpa mengharamkan hal-hal yang dihalalkan oleh Allah subhanahu wa taala atau menghalalkan hal hal-hal yang diharamkannya ini yang menjadi patokan kita jadi bersikap zuhud dalam kehidupan dunia artinya tidak panjang angan-angan terhadap urusan dunia apa yang Allah
- berikan kepada kita itu yang kita syukuri selama Urusan Agama kita tetap dalam kebaikan dan ini termasuk sifat utama yang ada pada generasi terbaik umat ini seperti yang disebutkan oleh sahabat yang mulia Abdullah Bin Masud radhiallahu taala Anhu di depan para tabiin inakumi rasulillahahu Alaihi wasam W kalian ini terlihatbih banyak kesungguhannya dalam ibadah salatnya lebih panjang dibandingkan para sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tapi mereka lebih utama dibandingkan Kalian ada yang ada yang bertanya Walima kenapa seperti
- itu maka beliau radhiallahu taala Anhu mengatakan Kanu azhada minkum Fid Dunya wa arghaba fil akhirah karena mereka lebih zuhud dalam kehidupan dunia dan lebih cinta kepada akhirat ini jelas akan mempengaruhi amal kecintaan kepada akhirat dan tidak panjang angan-angan terhadap urusan dunia ketika seorang yang memiliki sifat ini dalam hatinya ketika dia beramal maka kualitas amalnya jelas berbeda dengan orang-orang yang lemah kecintaannya kepada akhirat masih besar ambisinya terhadap urusan-urusan dunia agama Islam tidak
- mengajarkan kita sifat-sifat yang seperti ini ilmu yang bermanfaat buahnya akan terlihat sebagaimana yang disebutkan di dalam asar tadi yaitu menjadikan seseorang tidak lagi panjang angan-angan terhadap urusan dunia dia mengetahui dia butuh ya rezeki dalam urusan dunia tapi sekedar untuk menjalankan hidupnya bukan lagi menjadi target utamanya kalau kita mengetahui banyak byak masalah dalam urusan iman kita kita belum merasakan manisnya Iman belum merasakan nikmatnya ketaatan masalah ikhlas juga masih banyak hal-hal yang perlu kita
- perbaiki maka ini Harusnya menjadi perkara yang paling membuat kita risau membuat kita sedih ya karena perkara yang paling penting bekal yang paling penting kita menghadap Allah ternyata belum kita miliki dengan benar baimana nanti kita mengharapkan keselamatan ketika menghadapnya yakni paling tidak dengan kita bersungguh-sungguh memikirkannya dan mengusahakannya Allah akan membantu kita menolong kita tapi kalau perhatian pun dalam masalah ini juga ternyata kecil Tidak besar bagaimana Allah subhanahu wa taala akan memberikan karunia ini kepada
- orang-orang yang lemah semangatnya dalam dalam mengejarnya nah jadi Allah menjadikan hamba ini merasakan manisnya Iman kemudian anggota badannya menjadi tunduk untuk mengamalkan syariat-syariat Islam serta Allah menjadikan Dia benci kepada berbagai macam perbuatan yang diharamkan ini juga ciri-ciri orang yang merasakan manisnya Iman berarti dia akan dijadikan benci kepada kekufuran kefasikan dan perbuatan maksiat dia menolak dari hatinya sebagaimana anggota badan tubuh yang sehat akan menolak makanan yang pahit makanan yang beracun akan membenci
- dengan sendirinya wallahuimun bimanahaiiim Kenapa diakhiri dengan menyebutkan dua nama Allah yang Maha indah ini di ayat ini dan Allah Maha Mengetahui yaitu Allah Maha Mengetahui Siapa yang berhak untuk Allah berikan kepadanya karunia ini Allah berikan padanya keutamaan ini dan alhakim yaitu Allah Maha memiliki hikmah menempatkan segala sesuatu tepat pada tempatnya ketika dia menempatkan keimanan ini di tempat yang pantas yakni di orang yang pantas untuk mendapatkannya memang karunia dari Allah
- tidak semua Allah berikan kepada manusia siapa yang bersungguh-sungguh siapa yang rajin berdoa Siapa yang benar-benar mengusahakan keutamaan ini para sahabat radhiallahu taala anhum mendapatkannya dan tentu orang-orang yang mengikuti petunjuk mereka dengan benar dialah yang berhak untuk berhak untuk mendapatkannya ya jadi Tidak semua orang yang mengaku mengikuti jalan para sahabat kemudian mendapatkan karunia seperti yang mereka dapatkan itu sudah pasti makanya Allah subhanahu wa taala dialah yang Maha mengetahui siapa yang
- bersungguh-sungguh sehingga pantas mendapatkan karunia ini oleh karena itu ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah ya akan terlihat dalam doa-doa kita apa yang selalu kita minta akan terlihat dalam semangat kita dalam cita-cita kita apa yang kita inginkan seperti itulah balasan yang Allah subhanahu wa taala berikan kepada kita makanya nikmat mengenal agama nikmat mengenal petunjuk jalan Salaf pemahaman para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain demi Allah ini merupakan nikmat Terbesar dalam hidup kita bagi orang yang telah mengenalnya
- terbuka di hadapannya jalan untuk meraih karunia Allah yang paling tinggi bersama dengan itu kita pun menyadari ini adalah perkara yang asing orang-orang yang benar-benar berpegang teguh dengan Islam mau mengusahakan sebab-sebab untuk perbaikan diri ini adalah orang-orang yang guroba asing dalam artian yang sesungguhnya orang yang sekarang belajar agama saja mengikuti kajian sunah saja kan pemikiran di kalangan mereka berbeda-beda keinginan dalam urusan dunia berbeda-beda Saya sudah pernah Jelaskan ketika sebagian dari para
- ulama menerangkan makna Gura yang disebutkan di dalam hadis sahih riwayat Imam muslim Inal Islan Islam itu permulaan datangnya asing dan nanti akan asing kembali di akhir zaman sebagaimana permulaannya maka beruntunglah orang-orang yang asing keterasingan Islam ini sampaiun di kalangan penuntut ilmu sampai di kalangan penuntut ilmu yakni sekarang orang yang menuntut ilmu benar-benar untuk perbaikan dirinya benar-benar untuk memperbaiki amalnya benar-benar untuk meningkatkan keikhlasannya ini bisa dikatakan asing ya terbukti sekarang Antum lihat
- kajian kajian yang diminati kajian-kajian yang diminati lihat yang paling banyak peminatnya adalah kajian-kajian yang cenderung untuk pembahasannya itu ringan ya yang tidak banyak memperbaiki diri kajian-kajian yang sifatnya sekedar menggembirakan hati orang yang mendengarnya sampai ada sebagian yang pernah melihat ya mungkin dulu tema kajian yang kira-kira paling banyak peminatnya itu yang bertemakan hal-hal yang seperti mencari kunci-kunci rezeki yang hilang ya karena ada rezekinya ada hubungannya dengan materi ini paling
- banyak yang dengarkan kajian tersebut coba Antum perhatikan Coba lihat di di kajian kajian online atau di internet kajian yang temanya seperti ini paling banyak peminatnya Adapun pembahasan masalah tauhid pembahasan masalah sebab-sebab yang meningkatkan iman pembahasan mengenai masalah ikhlas peminatnya tidak begitu banyak ya Jadi ini menggambarkan kepada kita bahwa benar-benar karunia keimanan itu Allah berikan kepada hamba yang dipilihnya orang-orang yang benar-benar mengusahakannya orang-orang yang benar-benar menjadikan ini sebagai
- karunia terbesar yang mereka cari yang mereka jadikan sebagai target utama di dalam di dalam kehidupan tiib kamaabata fahihi Min hadii anasin radhiallahu taala Anhu anahu Shallallahu Alaihi wasallamq sebagai sebagaimana disebutkan di dalam hadis yang [Musik] sahih riwayat Imam albukhari dan muslim dari sahabat yang mulia Anas bin Malik radhiallahu taala Anhu bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda salatun Manal ada tiga perkara Barang siapa yang memilikinya maka dia akan merasakan manisnya iman iman itu sesuatu yang manis dan
- Indah kalau seseorang benar-benar memiliki iman yang benar maka dia akan merasakan manisnya merasakan nikmatnya ya gambarannya lebih daripada makanan yang paling enak ketika dirasakan oleh seseorang yang kondisinya Fit sehingga ketika ada makanan yang enak tidak dirasakan nikmatnya orang ini berarti kondisi tubuhnya sedang bermasalah kita ketahui ini orang sakit dihadapkan padanya makanan yang enak ya dia akan rasakan pahitlah atau rasakan perutnya kenyang Pokoknya tidak mau makan berarti ini orang sedang sakit ya
- gambaran Iman lebih daripada itu kata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis ini ada tiga sifat tiga perkara Barang siapa yang tiga perkara ini ada pada dirinya dia akan merasakan manisnya Iman berarti orang ini hatinya sehat karena dia merasakan Iman sesuai dengan keadaannya manis nikmat yang pertamaan yakunallahuasulu ahabbaaihwuma dengan dia menjadikan Allah dan rasulnya yang paling dicintainya melebihi keduanya ya orang yang mengenal sifat-sifat kesempurnaan Allah sifat-sifatnya yang Maha Tinggi nama-namanya yang mahaah ini yang akan
- menjadikan dia mencintai allahbi Dar intaannya kepada siapun setelah itu mencintai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam karena beliau adalah hamba yang paling sempurna dalam menegakkan agama Allah menegakkan perintah dan larangan Allah orang yang mengetahui bahwa karunia iman adalah karunia yang tertinggi pasti dia akan Menjadikan kecintaan kepada Allah dan rasulnya lebih tinggi dibandingkan kecintaan kepada siapun maka ini orang yang akan merasakan Iman sesuai dengan hakikatnya yaitu merasakan manis dan lezatnyauillah yang
- kedua dia mencintai seseorang tidak lain kecintaannya itu adalah karena Allah kalau kecintaannya kepada Allah sudah dominan di hatinya maka tidak mungkin hamba ini akan Menjadikan kecintaan kepada Allah tidak mungkin dia Jadikan kecuali hanya mendukung kecintaannya kepada perkara yang paling besar dan paling dominan di hatinya yaitu cinta kepada Allah maka dengan sendirinya dia akan menjadikan hubungannya dengan orang-orang yang di sekitarnya harus mendukung kecintaannya kepada Allah inilah cinta karena Allah dengan sendirinya dia akan
- mendidik keluarganya untuk selalu dekat dengan agama dengan sendirinya dia akan semangat mengajak mereka untuk mengikuti pengajian untuk selalu mengamalkan petunjuk allah dan rasulnya dengan sendirinya dia akan semangat berdakwah karena dengan berdakwah berarti mengajarkan kepada manusia mengajak mereka kembali kepada Jalan zat yang paling dicintainya yaitu jalan Allah subhanahu wa taala ini sudah konsekuensi iman dan yang ketiga wa yakraha dengan hamba ini membenci tidak suka untuk berpaling dari agamanya sebagaimana dia membenci atau tidak suka
- dilemparkan ke dalam api dalam laf riwayat bukhi Muslim suka untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya darinya sebagaimana Allah sebagaimana dia tidak suka dicampakkan ke dalam api maka inilah sifatnya sifat yang dimiliki oleh orang yang akan merasakan manisnya Iman oleh karena itu ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah ini harus menjadi perhatian penting bagi kita semua bukti benarnya agama yang kita pelajari ilmu yang kita pelajari harus membawa kita ke arah ini jadi pemikiran kita cita-cita kita
- angan-angan kita terhadap urusan dunia ini harus diluruskan dengan ilmu harus diluruskan dengan ilmu ya jangan kita biarkan untuk mengikuti keinginan hawa nafsu sehingga ilmu ini seolah-olah tidak bermanfaat bagi hamba yang mempelajarinya karena terbukti ilmu tidak mengarahkan cita-citanya tidak mengarahkan keinginannya tidak mengarahkan seleranya sehingga hal-hal yang seperti ini yang nanti menjadi sebab ya seseorang itu tidak mendapatkan Taufik dari Allah subhanahu wa taala untuk perbaikan dirinya Karena keinginannya sendiri yang lemah terhadap
- perkara-perkara yang menyangkut kebaikan kebaikan bagi agamanya Oleh karena itu ini jelas sekali hadis ini menggambarkan tentang seseorang yang keimanan di hatinya itu benar dan di sini seperti yang sering saya ingatkan ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah jangan kita menganggap ayat-ayat ayat dan hadis yang seperti ini dengan pandangan bahwa ini untuk orang-orang yang imannya paling tinggi imannya paling di atas sehingga ada kedudukan di bawah yang kita anggap kalau kita miliki itu sudah benar yang penting sekedar
- benar saja yang penting saya selamat yang penting iman saya sudah benar kalaupun yang tinggi ini saya capai Alhamdulillah kalau tidak tidak mengapa ini pemahaman yang salah kadang-kadang kita menghibur diri kita dengan cara seperti itu ya kita baca kisah para sahabat ya pasti kita mengatakan mereka adalah orang-orang yang paling sempurna imannya tapi selalu kita beri alasan kepada diri kita ah itu kan mereka yang paling tinggi saya yang penting juga sudah memiliki yang benar Meskipun saya di bawah permasalahannya yang di bawah
- ini bagaimana ukurannya supaya kita mengatakan diri kita benar ya mendingan kalau itu benar-benar kita memiliki standar dengan itu kita selamat ketika menghadap Allah tapi bagaimana kalau yang kita miliki belum Sesuai dengan standar untuk keselamatan kita ketika menghadap Allah Seperti yang saya katakan tadi pernyataan sikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah taala juga pernah kita saya nukilkan diberapa kajian kita yang lalu ya Beliau jelas-jelas mengatakan kata Ibnu Taimiyah rahimahullah taala faitu lam yajidika faaluhu Madul
- seorang hamba yang tidak merasakan ketika beramal perasaan nikmat dalam dirinya ketika mengerjakan amalan Saleh rasa nikmat ketenangan di hatinya kalau dia tidak merasakan berarti amalnya rusak imannya bermasalah jadi ternyata ini belum Sesuai dengan standar Kebanyakan yang kebanyakan kita atau Apa yang dirasakan oleh kebanyakan kita ketika amal kita belum merasakan nikmatnya beramal belum ada keinginan untuk bersegera melakukannya merasakan nikmat ketika telah mengerjakannya Ya seperti hadis yang sahih Rasulullah Sallallahu Alaihi
- Wasallam bersabda manaratu hasanatuhu wasathu sayiatuhu fahua Mukmin Barang siapa yang merasa gembira ketika mengerjakan kebaikan dan merasa sedih ketika mengerjakan keburukan berarti dia beriman ini iman yang standar ya gambaran sederhananya bagaimana ketika Antum makan makanan yang enak senang atau tidak senang berarti anggota badannya sehat ya bagaimana kalau memakan sesuatu yang tidak enak ada penolakan dalam diri kita ada rasa tidak enak dalam diri kita ini gambaran sederhananya untuk anggota badan sayangnya ini cuma kita rasakan dalam
- urusan dunia saja ya kalau kita mendapatkan balasan dari urusan dunia kita merasa gembira kalau kita dapatkan sesuatu yang tidak sesuai keinginan kita merasa tidak suka tidak senang seandainya ini benar-benar kita rasakan dalam agama kita inilah bukti hati kita sehat iman kita benar inilah standar yang harusnya kita miliki supaya kita bisa mengharapkan keselamatan ketika menghadap Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti dengan membawa qbun Salim hati yang selamat hati yang sehat Nah fakar aslal Iman alladzi Hua
- mahabbatullahi wa rasulih maka dalam ayat ini e dalam hadis ini Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan pertama asal keimanan dasar keimanan yaitu itu mencintai Allah dan rasulnya mencintai Allah dan rasul-nya ini asal daripada iman bahkan menjadikannya kecintaan kepada Allah dan rasulnya melebihi kecintaan terhadap perkara-perkara yang lain berarti hati kita harus selalu diisi dengan banyak membaca merenungkan dalil-dalil dari al-qur’an dan Sunah tentang keindahan Islam apalagi keindahan nama-nama dan
- sifat-sifat Allah keindahan sifat-sifat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ini harus lebih banyak mengisi hati kita sementara setan berusaha untuk menjadikan urusan dunia lebih dominan di hati kita ya makanya kita punya tugas berat dalam hal ini tentu kecuali orang-orang yang dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala bagaimana kita berusaha banyak mengisi keseharian kita dengan sebab-sebab yang mengisi hati kita untuk selalu cinta kepada Allah dan rasul-nya yang menguatkan dan menyempurnakan kecintaan tersebut karena
- ini asalnya Iman ini sesuatu yang harusnya mendominasi di hati kita kita memperbanyak sebab-sebab seperti ini nah selama ini urusan dunia kita lebih banyak terbukti apa yang dominan di hati kita kecintaan kepada dunia sampai kita beramal pun kita mengharapkan balasan duniawi Iya kan ya tidak jarang orang-orang yang mengikuti kajian Sekarang berpikir Kenapa saya setelah mengikuti pengajian rezeki saya menjadi sempit kenapa saya tidak mendapatkan ini dan itu masih banyak dalam pikiran kita seperti itu ya kita lupa bahwasanya
- nikmat hidayah itu adalah nikmat yang paling besar nikmat yang paling indah sebagian orang ada yang berpikir dulu ketika saya masih melakukan pekerjaan yang haram saya mudah mendapatkan uang Sekian dan sekian sekarang setelah saya mengikuti kajian berusaha untuk mencari penghasilan yang halal saja kenapa yang saya dapatkan sedikit karena itu bukan bukan ukuran kemuliaan memang jawabannya Allah telah memberikan kepada ada Hidayah ini sudah karunia yang terbesar harusnya ini yang disyukuri lagiula orang yang beriman mengetahui
- ketika Allah berikan kepadanya dalam urusan dunia itu rezeki yang secukupnya Allah Maha Mengetahui bahwa itulah yang bermanfaat untuk kebaikan dirinya belumentu kalau diberikan lebih kemudian dia tidak lalai terbukti dulu dia pernah lalai ya naubillah anahi di hadis ini bahkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak mencukupkan dengan sekedar mencintai Allah dan rasulnya akan tetapi harusl ya harus kecintaan kepada Allah dan rasulnya didahulukan harus lebih didahulukan dibandingkan kecintaan kepada perkara-perkara yang
- lain jadi harus melebihi kecintaan terhadap perkara-perkara yang lain bagaimana mengusahakannya setelah berdoa kepada Allah berarti sebab-sebab kecintaan kepada Allah dan rasulnya harus lebih banyak kita lakukan dalam keseharian kita waktunya harus lebih banyak karena kalau yang terjadi seperti yang kebiasaan kita selama ini urusan dunia lebih banyak ya wajar kan hati itu sudah kita pernah Sebutkan hati itu wadah yang menampung apa yang sering dimasukkan ya itu yang paling banyak ditampung alquubuunir ini pernyataan dari sahabat
- Ali Bin Abi th radallahua Anhu dan sanadnya sahih riwayat ini hati manusia itu seperti wadah yang paling baik adalah yang paling luas daya tampungnya jadi yang namanya wadah yang paling sering diisi ya ituu yang paling banyak terdapat di dalamnya seperti itulah hati kita kalau dominan urusan dunia yang kita urus Ya wajar ketika itu dunia yang paling besar mempengaruhi di dalam hati tersebut maka memperbanyak sebab-sebab yang mengisi hati dengan membaca Alquran merenungkan isinya berzikir merenungkan maknanya belajar Islam yang benar ini akan
- menjadi sebab kecintaan kepada Allah dan rasulnya dominan di hati hamba tersebut kemudian Rasulullah wasam menyebutkan cabang dari iman ini dari asal Iman ini cabang Dar kecintaan ini kecintaan kepada dan rasulnya yaituahillah dengan dia mencintai karena Allah membenci karena allahuhibal anyaiddiuhadaihin maka dia mencintai para nabi alaihiatu wasalam mencintai orang-orang yang Siddiq orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang Saleh pasti dia mencintai para sahabat u taala anhum ajmain mencintai orang-orang
- yang bersemangat di dalam sunah mencintai orang-orang yang semangat menghadiri pengajian ini sudah konsekuensi Iman pasti demikian liannahum qomu bimahabillahi wtasahum Min baini khalqihi karena mereka adalah orang-orang yang menegakkan kecintaan kepada Allah dan Allah yang Allah mengkhususkan mereka di antara hamba-hambnya kemudian yang ketiga wakaro dafama Ma yunqiduhu waunafihi yang terakhir Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan hal-hal yang menolak sebab-sebab yang membatalkan atau bertentangan dengan
- iman yaitu bahwasanya hamba ini membenci tidak suka untuk meninggalkan agamanya dengan sebesar-besar kebencian ya dengan gambaran kebencian yang lebih besar daripada kebenciannya atau ketidaksukaannya untuk dilemparkan ke dalam api yakni ada rasa benci terhadap perbuatan maksiat ya sekarang kita tahu Kebanyakan orang Mungkin dia meninggalkan maksiat tapi masih ada ketertarikan rasa suka dengan maksiat tersebut sehingga ketika dekat dengan sebab-sebabnya tidak sadar dia masih menikmatinya ini kan gambaran iman yang
- belum sempurna pasti ya digambarkan di hadis ini Kalau dia benar-benar orang yang imannya standar maka dia akan membenci untuk melakukan perbuatan maksiat dengan sebesar-besar kebencian yang ada dalam gambaran kita yaitu ketidaksukaan untuk dicampakkan ke ke dalam api ya ini gambaran keimanan yang besar sebagaimana yang diterangkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis yang sahih inian dan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menerangkan di dalam hadis ini bahwa iman itu ada rasa manis yang
- rasakan di dalam hati dan ini nyata dirasakan wajadal Abdu salatu sathu Anil mahbubati dunyawiti yang mana jika seorang hamba telah merasakan manisnya Iman ini inilah yang akan sathu memalingkannya dari kecintaan-kecintaan terhadap perkara-perkara dunia orang yang masih mencintai dunia berlebihan maka dia tidak akan merasakan manisnya iman itu pasti kalau dia sudah merasakan manisnya Iman inilah yang akan memalingkan dia dari kecintaan yang berlebihan terhadap urusan dunianya wail nafsiti akan memalingkan dia dari ambisi-ambisi keinginan hawa nafsunya
- kemudian akan melahirkan bagi hamba ini kehidupan yang indah ahahu karena sesungguhnya orang yang mencintai Allah dan rasulnya maka dia akan lisannya akan selalu berzikir kepada Allah Subhanahu taala dengan sendirinya ini siapa yang mencintai sesuatu pasti dia akan sering menyebutnya dia akan sering mengingatnya Fa ahabb akarikrii karena orang yang mencintai sesuatu dia akan sering menyebut atau mengingatnya wahadai mutabaa rasuli waqama mabaatahu kemudian hamba ini akan bersungguh-sungguh mengikuti sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
- mendahulukan mengikuti sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dibandingkan ucapan siapun bahkan mendahulukannya dibandingkan keinginan dan Ambisi nafsunya mananaika maka Barang siapa yang seperti ini keadaan Nya maka jiwanya akan menjadi jiwa yang selalu tenang dan merasakan manisnya ketaatan jadi perkara-perkara yang merupakan kebaikan dalam Islam dengan sendirinya akan semangat dilakukan oleh hamba ini kalau sudah dia rasakan keimanan yang benar di dalam hatinya yang dirasakan manis dan lezatnya inilah lah orang yang ya orang
- yang memiliki ini dia akan merasakan lapang hatinya menerima Islam lapang dadanya menerima Islam fahua Alin minbihi maka dia akan selalu berada di atas petunjuk dari Allah subhanahu wa taala watir Minal mukminina la yilu hadil martabatilti dan kebanyakan dari orang-orang yang beriman tidak atau belum mencapai kedudukan yang gi ini sebagaimana yang Allah sebutkan di dalam FirmanNya di surah alahqf ayat ke-19 dan bagi masing-masing manusia dia akan mendapatkan derajat-derajat kedudukan di sisi Allah sesuai dengan
- amalan yang dilakukannya inilah gambaran yang beliauangkan DII tent orang-orang yang tahak manisnya sehingga Allah subhanahu wa taala mudahkan baginya untuk mengamalkan kebaikan-kebaikan dan meninggalkan keburukan-keburukan dengan Taufik dari Allah subhanahu wa taala Barakallah fikum ikhwan akhwat fidin rahimakumullah Insyaallah Cukup sampai di sini kajian kita di pagi hari ini Semoga apa yang kita bahas dan kita kaji bermanfaat untuk menambah motivasi kebaikan bagi diri kita semua dan untuk mengarahkan cita-cita dan keinginan kita
- terhadap hal-hal yang makin menambah kemuliaan kita di sisi allah subhanahu wa taala bab Sebelum kita akhiri kita Jawab pertanyaan-pertanyaan yang sampai bab bismillah Ustaz Adakah saat ini atau di akhir zaman ini yang memiliki kekuatan dan kekahan Iman seperti para
- sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kalau secara keseluruhan para sahabat sebagai generasi yang terbaik tidak akan ada generasi yang datang menyamai keimanan mereka atau apalagi melebihi keimanan mereka Tetapi kalau secara perorangan tentu akan ada senantiasa orang-orang yang memiliki keimanan sampai di akhir zaman sampai di saat Allah subhanahu wa taala mematikan semua orang yang ada keimanan di hatinya di akhir zaman nanti ya hadis-hadis yang sahih yang menyebutkan tentang seperti hadis akan selalu ada sekelompok dari
- umatku orang-orang yang memperjuangkan kebenaran ini akan selalu ada sampai di akhiraman Yang berpegang teguh dengan Islam ya Bahkan orang-orang yang disebut punya keutamaan keutamaan yang tinggi karena berpegang teguh dengan agama akan selalu ada setiap saat sampai di akhir zaman ya cuma tentu tidak bisa kita memastikan Siapa orang tersebut yang yang jelas mereka ini selalu ada orang-orang yang memiliki ilmu yang bermanfaat meskipun semakin zaman semakin akhir semakin sedikit keberadaan mereka ya Oleh karena
- itu mereka-mereka inilah yang kita berusaha untuk mengikuti petunjuk dan bimbingan mereka ya atau kita berusaha untuk dekat dengan mereka-mereka ini di dalam sebuah hadis yang sahih atau Hasan derajatnya dalam Sunan Ibnu Majah dari Anas bin Malik radhiallahu taala Anhu Rasulullah Sallallahu Ali wasallam pernah bersabda tentang keberadaan orang-orang yang disebut sebagai mafatihir Ma sesungguhnya ada di antara manusia orang-orang yang keberadaannya sebagai pembuka pintu-pintu kebaikan dan penutup pintu-pintu keburukan Ya tentu keberadaan mereka
- pasti di kumpulan orang-orang yang baik di kalangan para penuntut ilmu yang selalu menghadiri majelis ilmu yang selalu mempelajari Alquran dan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Dengan pemahaman para sahabat a anhum ajmain nah izin bertanya bagaimana ada berdoa di penghujung hari Jumat Apakah harus duduk di Atas Sajadah sebagaimana ketika salat salat juga tidak Mesti pakai sajadah i jadi berdoa itu adabnya yang paling utama Meskipun tidak wajib dalam keadaan kita seperti waktu salat yakni Suci berwudu kemudian kita menghadap
- kiblat bisa kita duduk atau Berdiri kita memilih tentu saja suasana yang membuat kita bisa khusyuk dalam doa kita itu di antara adab-adab berdoa menutup aurat itu lebih utama tentu saja tapi tidak wajib ya Jadi kalau kita ingin sungguh-sungguh dalam berdoa kita terapkan adab-adab tersebut masalah yang berhubungan dengan sajadah ini tidak tidak wajib orang memakai sajadah bahkan kalau memakai sajadah kemudian sajadahnya bergambar-gambar malah itu makruh karena mengganggu konsentrasi kita Rasulullah Sallallahu Alaihi
- Wasallam ketika salat memakai pakaian yang bergambar-gambar maka beliau suruh mengembalikan pakaian tersebut dan diganti dengan pakaian yang polos itu lebih utama ya kalau kita ingin memakai sajadah boleh tapi kalau tidak juga tidak mengapa yang jelas adab-adabnya tadi ya menutup aurat menghadap kiblat kemudian dalam keadaan suci kemudian kita berdoa dimulai dengan memuji Allah subhanahu wa taala kemudian dalam doa kita juga ada selawat kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Ini sebab-sebab yang menjadikan doa kita
- lebih mudah dikabulkan Insyaallah nah Barakallah fikum Ustaz wafikum Barakallah mohon penjelasannya terkait kondisi peperangan yang terjadi di bum Palestina menurut ulama Salaf Ya tentu saja disyariatkan kita untuk mendoakan saudara-saudara kita yang tertindas di sana berdoa dengan sungguh-sungguh di dalam salat kita dalam sujud kita mendoakan agar yang agar Allah menolong mereka dari musuh-musuh mereka dan mengembalikan tipu daya musuh-musuh kepada mereka sendiri ke diri mereka sendiri mendoakan yang sakit di antara mereka disembuhkan yang wafat
- di antara saudara-saudara kita agar dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala diampuni dosa-dosanya ini yang wajib untuk kita lakukan ya di dalam kondisi saat ini yang waj adalah kita berusaha mendoakan kebaikan untuk saudara-saudara kita agar mereka ditolong oleh Allah subhanahu wa taala nah Ini pertanyaan di luar tema kalau salat malam itu lebih baik bacaannya Sir atau jahar Ustaz kata para ulama salat sunah itu mengikuti salat wajib kalau kita lakukan
- di siang hari ya lebih utama disirkan sesuai salat yang di siang hari seperti salat zuhur dan asar Iya kan Adapun kalau di malam hari sesuai dengan kondisi salat di malam hari jadi kalau kita salat malam lebih utama kita jaharkan tapi jangan terlalu keras ya Ini sekedar kita baca dijaharkan sebagaimana kita melaksanakan salat magrib atau salat Isya jadi lebih utama dijaharkan Kalaupun kita juga sirkan tidak mengapa tapi lebih utama untuk dijaharkan ada pertanyaan di sini Ana sama sekali tidak ngoyo dalam hal materi dan rezeki dunia
- side Job saya bisa berkali lipat besarnya daripada pendapatan dari pekerjaan utama tiap bulannya tapi saya Job saya itu rasanya syubhat pekerjaannya Uang sepertinya datang begitu saja tanpa saya usaha yang keras uang tersebut Insyaallah tidak saya pakai untuk makan saya pakai hanya untuk bayar utang riba pembelian barang sedekah Ana harus bagaimana Ustaz kalau kita mengetahui ada syubhat ya diperjelas dulu itu syubhatnya berupa apa kalau kita ketahui itu syubhat maka kita berusaha meninggalkan pekerjaan yang ada
- syubhatnya karena orang yang terjerumus dalam syubhat dia akan terjerumus ke dalam perkara yang haram maka diperjelas dulu apa maksud syubhat tadi tidak mesti pekerjaan yang diterangkan di sini dia pekerjaannya santai t penghasilannya besar tidak mesti syubhat bisa jadi memang itu adalah rezeki yang Allah berikan kepada dia dengan cara yang halal maka diperjelas dulu makna syubhat tadi supaya dengan itu dia bisa mengambil tindakan untuk menjauhi hal-hal yang bersifat syubhat dan mencukupkan diri dengan perkara yang halal saja semoga
- Allah mudahkan baginya untuk bisa mendapatkan eh sebab-sebab rezeki yang halal untuk menutupi utang-hutangnya tersebut nah Barakallah fikum Cukup sampai di sini Insyaallah mohon maaf atas segala yang salah dan kurang kita akhiri sahu wasallam Wak Nab muhammadiiamdulillahaminhanakahamdagir wasalamikum warahmatullahi wabarakatuh
POKOK POHON IMAN (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, Lc. M.A حفظه الله
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply