BEKAL MENUJU RAMADHAN | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A. حفظه الله

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabuh inalhamdulillah nahmaduhu wastainuhu wastagfiruh wubillahi Minu anfusina wiatiahdihillahu Fala mudillalah wudlil Fala hadialah waaduaahaillallah wahdahuikal m Abu Allahumma Shi wasallim wabarik ala Nabina Muhammadin waa alihi wa ashabihi waman tabiahum biihsanin yaumiddin Amma Badu Alhamdulillah maasiral ikhw Wal akhwat fiddin rahimakumullah Alhamdulillah kita

bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala atas semua limpahan nikmat dan karunia-nya Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala yang senantiasa melimpahkan Taufik kebaikan bagi kita semua sehingga di pagi hari ini kita dimudahkan kembali bertemu di dalam majelis ilmu yang mulia di masjid yang Mubarak ini diilanjutan kajian rutin kita membahas kitab kecil yang sangat bermanfaat kitab attaudihu Wal bayanu lajartil Iman penjelasan tentang pohon iman tulisan dari asyekh alallamah almufassir Abdurrahman Bin Nasir assa’di

rahimahullahu taala Barakallah fikum saat ini kita akan melanjutkan pembahasan di kitab ini di judul pasal yang baru pasal yang baru yaitu fiikril umurillati yustamaddu minhal iman perkara-perkara yang merupakan sumber yang menumbuhkan iman inilah salah satu di antara pembahasan yang merupakan inti kandungan kitab ini bagaimana hal-hal yang disebutkan di dalam dalil dari al-qur’an dan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Mana judulnya Yang tematik yang menuju Ramadan Oh gitu kabarnya jug us iya iya Barakallah

fikum rupanya Ada penyampaian dari pihak panitia bahwa tema kajian kita di pagi hari ini tema yang tematik ya tentang bulan Ramadan Iya Barakallah fikum jadi tidak mengapa sehubungan dengan bulan Ramadan Yang sebentar lagi Insyaallah Allah subhanahu wa taala perjumpakan kita dengannya dan bulan Ramadan kita tahu adalah saatnya kita berlomba-lomba mengamalkan ilmu yang kita pelajari saat ini yang telah kita pelajari sebelumnya apalagi yang berhubungan dengan iman dan sebab-sebab yang menumbuhkannya maka tentu saja kedatangan bulan

Ramadan mestinya menjadi musim atau waktu yang istimewa bagi orang-orang yang beriman yang mengharapkan keselamatan dan kebaikan di di dunia dan di akhirat Barakallah fikum ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah Ya tentu saja nasihat tentang bulan Ramadan mestinya sudah sering kita dengarkan apalagi di saat-saat seperti ini akan tetapi Meskipun demikian Ya tentu saja karena bulan Ramadan adalah musim kebaikan besar mesti akan kita selalu Ingatkan mesti akan selalu kita nasihatkan untuk benar-benar bersungguh-sungguh menyambut bulan yang

istimewa ini apalagi kita ketahui dan sudah sering kita dengarkan bahwa para ulama Salaf orang-orang yang Saleh sebelum kita benar-benar menjadikan bulan Ramadan ini sebagai sesuatu yang sangat istimewa sehing mereka jauh-jauh hari telah berdoa kepada Allah subhanahu wa taala agar dipertemukan dengan bulan Ramadan kita masih ingat pernyataan dari salah seorang ulama terdahulu mu IBN rahimahullah taala yang mengatakanah Azza mereka orang-orang yang Saleh sebelum kita selalu berdoa kepada Allah subhanahu wa taala 6 bulan sebelum datangnya Ramadan

mereka berdoa kepada Allah subhanahu wa taala agar dipertemukan dengan bulan Ramadan tumma yadunahu ba’da dalika sittata ashurin an yataqobbala minhum kemudian setelah Ramadan selesai mereka berdoa lagi selama 6 bulan agar diterima amal ibadah mereka selama di bulan Ramadan jadi jemah sekalian rahimakumullah kedatangan bulan Ramadan mesti disambut dengan istimewa oleh orang-orang yang beriman apalagi ini merupakan musim kebaikan besar dan kita tahu menyambut karunia Allah merasa gembira merasa senang dengan karunia

Allah ini merupakan hal yang diperintahkan oleh Allah di dalam al-qur’an terhadap orang-orang yang beriman Allah subhanahu wa taala berfirman audzubillahiminasyaitanirrajim Qul bifadlillahi waabirahmatihi fabidzalika falyafrahu Hua khairum mimma yajmaun Katakanlah dengan karunia Allah dan dengan rahmatnya fabidzalika maka dengan itulah hendaknya orang-orang yang beriman yafrahu merasa gembira merasa senang karena karunia Allah itu lebih baik daripada kesenangan dunia yang dikumpulkan atau berlomba-lomba dikumpulkan oleh

manusia jadi merasa mulia atau merasa gembira dengan karunia Allah ini merupakan sifat orang yang beriman apalagi jika itu merupakan karunia yang besar yang keutamaannya besar bahkan ini ditegaskan di dalam al-qur’an sebagai ciri orang yang punya takwa yang Hakiki yaitu ketakwaan di dalam hatinya di dalam surah alhaj Allah subhanahu wa taala berfirmana demikianlah dan barang siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah mengagungkan perintah dan larangan Allah maka itu timbulnya dari ketakwaan yang terdapat di dalam hati di dalam

hati hamba tersebut oleh karena itu jemah sekalian rahimakumullah kedatangan bulan Ramadan kita ketahui sebagai musim yang penuh dengan kebaikan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mensifati bulan Ramadan ini sebagai syahrun Mubarak dan juga kita ketahui beliau menyampaikan kedatangan bulan Ramadan di hadapan para sahabatnya dalam bentuk kabar gembira yang artinya setiap orang yang beriman gembira menyambutnya sebagai bukti benarnya keimanan di dalam hati hamba tersebut di dalam hadis yang diriwayatkan dikeluarkan oleh Imam Ahmad

di dalam musnadnya dan yang lainnya dan hadis ini kita tahu sebagai hadis yang sahih yang juga dinyatakan sahih oleh Syekh Albani rahimahullahu taala Dari Abu Hurairah radhiallahu taala Anhu Beliau berkata qala Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yubasyiru ashabahu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda memberi kabar gembira kepada para sahabatnya yakni kepada semua umatnya mencakup semua umatnya Q jaakum Syahru Ramadan wahua syahrun Mubarok sungguh telah datang kepada kalian bulan Ramadan ya yang dia itu adalah bulan

yang penuh dengan berkah penuh dengan kebaikan semua orang yang mengharapkan kebaikan dan karunia dari Allah subhanahu wa taala maka di bulan inilah turunnya secara berlimpah kebaikan dan karunia Allah itu iftaradallahu alaikum fihi siamahu di bulan ini Allah subhanahu wa taala mewajibkan kalian untuk berpuasa ya untuk melakukan puasa di bulan Ramadan yang merupakan salah satu rukun Islam AB J abatirun Min di bulan ini pintu-pintu surga semua

dibuka pintu-pintu neraka ditutup dan para setan dibelenggu di bulan ini ada satu malam malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari 1000 Bulan Barang siapa yang terhalangi dari kebaikannya maka sungguh dia telah terhalangi dari semua kebaikan Barakallah fikum ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah hadis yang agung ini menjelaskan kepada kita tentang kemuliaan besar yang ada di bulan ini keberkahan dan limpahan kebaikan yang kita butuhkan semua sekarang kita semua tahu kita belajar agama kita berusaha memahami dan mengikuti manhaj

salaf metode para sahabat dalam memahami dan mengamalkan Islam ini tujuan kita pastinya untuk menyempurnakan ketakwaan menguatkan keimanan di hati kita agar kita mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat Nah sekarang ketika Allah subhanahu wa taala jadikan satu musim kebaikan yang mana keinginan-keinginan kita tersebut terdapat di dalam musim kebaikan ini bulan Ramadan yang dipilih oleh Allah subhanahu wa taala dan diistimewakan di atas bulan-bulan yang lainnya sebagaimana firman Allah subhanahu wa taala dalam al-qur’an warbuka yakl

yasyaktar dan rabmu Allah subhanahu wa taala menciptakan apa saja yang dikehendaki dari makhlukNya dan memilih yakni mengistimewakan sebagian makhluk di atas yang lain seperti sebagian masa sebagian bulan satu bulan di atas bulan yang lain ini bulan yang dipilih oleh Allah subhanahu wa taala sebagai musim perbaik musim Pengampunan Dosa sampai di dalam kitab maararif Imam Ibnu Rajab rahimahullahu taala mengatakan manam Yus nafsahui ramad manam yfarahuah Barang siapa yang tidak memperbaiki diri di bulan Ramadan maka kapan lagi dia

akan memperbaiki dirinya Barang siapa yang tidak diampuni dosa-dosanya di bulan Ramadan maka kapan lagi dia akan meraih Pengampunan Dosa ya sampai kita semua tahu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mendoakan kecelakaan atau mengaminkan doa Malaikat Jibril alaihiu wasalam yang mendoakan kecelakaan kepada tiga golongan manusia termasuk orang yang berjumpa dengan bulan Ramadan dan ketika Ramadan berakhir dalam keadaan belum dihapuskan dosa-dosanya kata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Rima Anfu rojulin dakala

Alaihi Syahru Ramadan fansalak walam yugfar Lahu Celakalah seorang hamba yang dia berjumpa dengan bulan Ramadan kemudian Ramadan berakhir dalam keadaan belum diampuni dosa-dosanya jadi ikhwan dan akhwat fidin rahimakumullah tentu kita tidak ingin menjadi orang yang celaka seperti yang disebutkan di hadis ini yaitu orang-orang yang bertemu dengan musim yang istimewa ini dalam keadaan dia tidak persiapan tidak mengusahakan sebab-sebab agar dia mendapatkan bagian dari kebaikan besar ini sehingga dia masuk di bulan ini dan

keluar sama saja keadaannya tentu ini merupakan orang-orang yang celakaahu wa taala menjadikan bulan Ramadan ini bulan yang penuh dengan kebaikan yang harusnya kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya memohon karunia Allah subhanahu wa taala ya sebagaimana yang pernah disebutkan di dalam sebuah hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang hadis ini dinyatakan sebagai hadis yang sahih oleh Syekh Albani rahimahullahu taala tib ada sebuah hadis yang diriwayatkan di dalam Sunan Ibnu Majah al-baihaqi dan yang lainnya dari sahabat yang mulia thalha

Ibnu Ubaidillah radhiallahu taala Anhu hadis yang menyebutkan tentang keutamaan berjumpa dengan bulan Ramadan thalha Ibnu Ubaidillah radhiallahu taala Anhu berkata Anna rajulaini qodima ala rasulillah Sallallahu Alaihi Wasallam wakana islamuhuma Jamian ada dua orang yang datang menemui Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang kemudian keduanya masuk Islam bersama-sama ya ya dua orang sahabat radhiallahu taala anhuma Wana ahaduhuma asyadtihadan minahibihi salah seorang di antara mereka itu lebih besar kesungguhannya

dalam beribadah dibandingkan temannya jadi kedua duanya semangat beribadah tentu saja tapi yang satu lebih semangat lagi dibandingkan yang lain aljahid kemudian salah salah seorang di antara dua sahabat ini yang disebut tadi lebih sungguh-sungguh dia pun ikut berperang di jalan Allah ikut dalam satu peperangan jihad di jalan Allah kudian mati syahid ini yang lebih sungguh-sungguh ibadahnya berperang di jalan Allah kemudian mati syahid kemudian dia mati

syahid sementara yang kedua ya Mas tetap yakni masih tetap hidup selama setahun setelah sahabatnya tadi dia meninggal tahun berikutnya setelah setahun dia meninggal dunia juga yang kedu tadi kudahk nati maka aku melihat dalam mimpiku dia bermimpi seolaholah Saya berada di pintu surga kata thalha radhiallahu taala Anhu idza Ana bihima maka tiba-tiba aku melihat diriku bersama dua orang sahabat tadi ya

setelah keduanya meninggal yang satunya meninggal setahun sebelumnya kemudian setahun berikutnya meninggal yang kedua yang pertama tadi meninggal diketahui kesungguhannya beribadah berjihad di jalan Allah kemudian dia mati syahid ya Radiallahu taala anhum maka tiba-tiba aku melihat diriku bersama mereka berdua waq Minah Akak Kian ada seorang yang keluar dari surga yakni penjaga surga kemudian memberikan izin untuk masuk surga terlebih dahulu yang paling terakhir meninggal di antara keduanya yakni yang meninggal

setahun berikutnya Kha setelah itu keluar lagi penjaga surga tadi Faina lilladzi ustusida dan mengizinkan yang mati syahid di tahun sebelumnya untuk masuk surgaqiahu lam Yani laka Ba’u kemudian k keduanya kembali kepadaku dan berkata kepadaku kembalilah kamu karena belum tiba waktunya untukmu y kepada sahabath Ibnu Ubaidillah radhiallahu taa anu maka di Pagi harinya thh menceritakan kepada para sahabat tentang keadaan dua orang sahabat yang dia lihat dalam mimpinya ini radhiallahu taala anhum karena tentu ini Mimpi yang baik

ya faajibik maka semua para sahabat merasa heran dengan peristiwa ini dengan kisah ini karena kenapa justru yang kedua yang masuk surga terlebih dahulu padahal yang pertama lebih sungguh-sungguh kemudian berperang di jalan Allah dan mati syahid tapi dia justru yang terakhir di izinkan masuk surga tib fabalagalika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka berita ini pun tentang keheranan para sahabat ini sampai kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam faqala Min ayialika tjabun maka Rasulullah Sallallahu Alaihi

Wasallam bersabda kepada mereka tentu di sini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak mengingkari mimpi yang dilihat oleh talh radhiallahu taala Anhu seandainya itu mimpi yang tidak benar pasti akan diingatkan oleh Beliau Sallallahu Alaihi Wasallam maka beliau bertanya kepada para sahabat Min ayialika tjabun ya Perkara apa yang kalian herankan dalam kisah dalam mimpi ini qu para sahabat radhiallahu taala anhum berkata Ya Rasulullah ha asadtihadanusida fibilillah wakaal jannata qoblahu wahai Rasulullah orang yang pertama meninggal

kan dia lebih sungguh-sungguh dalam beribadah kita kenal lebih sungguh-sungguh dalam ibadahnya kemudian ditambah lagi dia berperang di jalan Allah dan mati syahid di jalan Allah tetapi justru yang kedua yang masuk surga terlebih dahulu itu yang membuat kami heran kenapa bukan yang pertama yang masuk surga terlebih dahulu faqala maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ketika itu bersabda alaisaqad Mak H ba’dahu sanatan Bukankah orang yang kedua dia masih menetap selama setahun setelah meninggalnya temannya yang

terbunuh di jalan Allah ini mereka menjawab betul wahai Rasulullah orang yang kedua ini masih sempat berjumpa dengan satu lagi bulan Ramadan berjumpa sekali dengan bulan Ramadan dan dia berpuasa di bulan Ramadan Bukankah seperti itu maka para sahabat menjawab radiallahua betul wahai Rasulullah was k wa sajatan fana kemudian dia juga sempat melaksanakan salat ini salat itu salat Li waktu lagi dengan sujud ya dalam setahun qu bala mereka menjawab betul wahai Rasulullah maka Rasulullah Sallallahu Ali wasallam bersabda Fal bainahuma

abadu Wal ARD sungguh-sungguh apa yang ada di antara keduanya ya dengan tambahan ibadahnya setahun ini dengan dia sempat berjumpa dengan bulan Ramadan berpuasa di bulan ini melaksanakan salat sepanjang tahun ini maka sungguh apa yang ada di antara keduanya lebih jauh jaraknya dibandingkan jarak antara langit dan bumi lebih jauh jaraknya dibandingkan jarak antara langit dan bumi ya Antum perhatikan di sini jelas menunjukkan keutamaan bertemu dengan bulan Ramadan Ya tentu saja bertemu dengan iman yang kualitasnya maksimal ibadah yang

benar-benar sungguh-sungguh dilakukan sehingga menjadikan seorang sahabat ini radhiallahu taala Anhu bisa lebih utama dibandingkan temannya yang padahal temannya ini sebelumnya lebih sungguh-sungguh beribadah dan kemudian mati di jalan Allah subhanahu wa taala mati syahid maka ini menunjukkan kepada kita bahwa seseorang yang benar-benar berusaha bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan hatinya dipenuhi dengan iman mengharapkan pahala dan keutamaan di sisi allah subhanahu wa taala takut akan azabnya ini bisa menjadi sebab kebaikan

besar untuk dirinya yang bisa mengungguli keutamaan-keutamaan besar yang lainnya sebagaimana yang dijelaskan di dalam hadis ini oleh karena itu jemaah sekalian rahimakumullah ya bulan Ramadan ini bisa jadi bulan Ramadan yang terakhir kita jumpai dan kalau kita meyakini seperti ini akan menjadikan kita sungguh-sungguh dalam beribadah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda kepada salah seorang sahabat di dalam sebuah riwayat hadis yang sahih ta fi shatika fi shata Muad kalau kamu berdiri melaksanakan

salat maka salatlah seperti salatnya orang yang akan berpisah yang akan meninggal setelah ini ya kalau kita mengetahui hal ini dan tentu kita semua yakin ajal itu ada di tangan Allah subhanahu wa taala dan masa setahun itu masa yang panjang jangankan setahun orang bisa meninggal 1 hari kemudian bahkan 1 jam kemudian setelah saat ini Maka kalau kita merenungkan seperti ini pasti kita akan bersungguh-sungguh untuk menyambutnya apalagi Yang tadi kita Sebutkan semua kita pastinya menginginkan untuk mendapatkan karunia

dari Allah subhanahu wa taala agar ilmu yang kita pelajari selama ini kajian-kajian yang kita ikuti selama ini benar-benar memberikan dampak positif dalam keimanan kita menyempurnakan ketakwaan kita Nah sekarang di bulan Ramadan inilah waktunya untuk kita meraih hal tersebut ini kapan lagi waktunya kalau bukan sekarang kita mempraktikkan ilmu kita Apalagi bulan Ramadan adalah bulan al-qur’an ya kita tahu Allah subhanahu wa taala menggandingkan puasa di bulan Ramadan karena dengan apa ini dengan mengisyaratkan bahwa bulan ini dipilih

karena bulan ini adalah bulan diturunkannya al-qur’an Ya Allah subhanahu wa taala berfirman di surat Albaqarah Syahru ramadanadzi qahida mumahroasum bulan Ramadan adalah bulan yang diturunkan padanya al-quran sebagai petunjuk bagi manusia dan sebagai penjelas dari petunjuk itu atau sebagai bukti-bukti kebenaran petunjuk allah juga sebagai al-furqan pembeda antara yang benar dan yang salah maka Barang siapa di antara kamu yang hadir di bulan itu hendaknya dia berpuasa padanya dengan sebab Inilah kita tahu

para ulama menjadikan bulan Ramadan itu sebagai bulan banyak membaca al-qur’an merenungkan isinya mengambil keberkahan-keberkahan dan kebaikan padanya sampai kita tahu para ulama Salaf meliburkan atau banyak meliburkan kegiatan ya membacakan ilmu Hadis meriwayatkan ilmu Hadis di bulan ini supaya mereka lebih bisa fokus banyak membaca al-qur’an dan merenungkan isinya jadi ini benar-benar bulan beramal Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam juga melipat gandakan amalnya di bulan ini padahal kita tahu setiap saat beliau

adalah orang yang paling semangat selalu bersegera dan berlomba-lomba dalam kebaikan tidak asing bagi kita hadis yang diriwayatkan oleh Imam albukhari dan muslim dari sahabat yang mulia Abdullah Ibnu Abbas radhiallahu taala anhuma Beliau berkata Kana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam A W ajwun ramad hal jibriludarul Quran Wana Jibril alaih salam yalqu lailatinul Qur rasulullahallahu Alaihi wasallamqu Jibril ajwadu bilhairi ajwaduhairi kata Ibnu Abbas radhiallahu taala anhuma Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam adalah seorang yang paling

Dermawan seorang yang paling pemurah dalam hal memberikan sumbangan-sumbangan kebaikan dan bahwasanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam lebih Dermawan lagi di bulan Ramadan Ketika Malaikat Jibril menjumpai beliau untuk saling mempelajari al-qur’an mengulangi kembali pelajaran al-qur’an wakana Jibril dan Jibril alaihiatu wasalam menjumpai Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam setiap malam di bulan Ramadan untuk bersama-sama mempelajar dari al-qur’an dan sungguh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ketika Malaikat Jibril menjumpai

beliau beliau benar-benar lebih Dermawan dan sangat Dermawan melebihi angin yang berhembus beliau lebih sangat Dermawan dalam kebaikan melebihi angin yang bertiup ya ini menunjukkan di bulan ini disyariatkan untuk melipatgandakan amal kebaikan karena ini inilah musimnya kebaikan Oleh karena itu ikhwan dan akhwat fidin rahimakumullah pantaslah kita berdoa bersungguh-sungguh agar dipertemukan dengan bulan Ramadan apalagi sekarang tinggal beberapa hari ya kedatangan bulan yang penuh berkah ini Insyaallah mungkin di antara kita ada yang belum

sempat berdoa ya bagaimana mungkin dia bisa ikuti sunahnya para ulama Salaf para ulama terdahulu kalau sampai sekarang dia belum pernah berpikir untuk berdoa atau menyambut kedatangan bulan ini dengan harapan bisa jadi bulan ini merupakan Sebab Dia meraih keberkahan dari Allah subhanahu wa taala yang kemudian dengan sebab itu dia akan beruntung seumur hidupnya menjadi Sebab Dia meraih bekal takwa yang kemudian akan menjadi bekal kebaikan pada dirinya sampai dia menghadap Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat

nanti kita ingat ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah apa yang disebutkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tentang puasa Ramadan Ya kemudian tentang ibadah di bulan Ramadan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh sahabat yang mulia Abu Hurairah radhiallahu taala anhu yang diriwayatkan oleh Imam albukhari dan Muslim dikeluarkan oleh Imam albukhari dan Muslim Abu Hurairah radhiallahu taala Anhu berkata qa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Man Ramadana

imanan wtisaban gufir lahu Ma taqaddama Min danbih Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan dalam keadaan hatinya dipenuhi dengan iman inilah yang kita pelajari selama ini tentang iman inilah yang kita hidupkan yang kita jadikan sebagai landasan kita dalam beramal beriman kepada Allah mengimani Bahwasanya Allah mensyariatkan ibadah yang agung ini mengimani tentang kewajiban berpuasa di bulan Ramadan yang Allah subhanahu wa taala turunkan dalam agama ini dan ihtisab mengharapkan keutamaan di sisi Allah mengharapkan balasan pahala

mengharapkan keselamatan dari ancaman azab neraka yakni niatnya ikhlas ya maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu disebutkan di dalam lafaz yang lain dari hadis yang lain juga hadis Bukhari dan Muslim Dari Abu Hurairah itu dengan lafaz manq Ramadana imanan wtisaban gufirahu Ma taqama Min Barang siapa ya yang melaksanakan ibadah di bulan Ramadan dalam keadaan hatinya dipenuhi dengan iman dan pengharapan keutamaan dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu Masyaallah ini kita meraih Pengampunan Dosa sebabnya

ada di siang hari dengan kita berpuasa kemudian di malam hari dengan kita menegakkan ibadah-ibadah yang disyariatkan di bulan Ramadan baik itu salat tarawih kemudian banyak berdoa banyak berzikir banyak bersedekah dan melakukan kebaikan-kebaikan yang lain Jadi ikhwan akhwat fidin rahimakumullah di bulan ini benar-benar Allah subhanahu wa taala limpahkan kebaikan ya sehingga benar-benar seseorang yang mengharapkan keutamaan dan karunia Allah subhanahu wa taala di bulan ini Allah subhanahu wa taala akan berikan kepadanya keutamaan dan

kebaikan-kebaikan keberkahan di bulan ini tiik barakallahu fikum kemudian di hadis yang tadi kita bacakan tentang kabar gembira bulan Ramadan Imam Ibnu Rajab rahimahullah taala dalam kitab laful Maarif menjelaskan bahwa semua orang bergembira dengan kedatangan bulan Ramadan pertama Karena pensyariatan bulan Ramadan kita tahu tujuannya adalah untuk menjadikan kita sebagai orang-orang yang bertakwa ya ayyuh um tqu Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan bagi kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan bagi orang-orang sebelummu agar kamu menjadi

orang-orang yang bertakwa ya puasa Tujuannya adalah untuk melatih kita agar menjadi orang yang bertakwa Kenapa di dalam puasa ada sebab besar untuk menundukkan hawa nafsu di jalan Allah subhanahu wa taala ya karena dalam berpuasa kita berusaha untuk meninggalkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah setiap waktu Ditambah lagi dengan meninggalkan perkara-perkara yang asalnya dihalalkan oleh Allah tapi kita tinggalkan karenanya ini jelas-jelas merupakan sebab untuk menggembleng menundukkan hawa nafsu di jalan Allah yang sangat

besar ya orang yang berpuasa dia meninggalkan makan minum kemudian hubungan intim yang halal karena Allah ini hampir tidak terdapat di dalam ibadah-ibadah yang lain ya orang salat juga meninggalkan hal ini tapi waktunya sedikit puasa bayangkan dari terbit fajar sampai terbenam matahari makanya Allah khususkan di dalam hadis qusi riwayat Imam muslim kecuali puasa aku sendiri yang akan memberikan balasan untuknya karena hambaku ini meninggalkan makannya meninggalkan minumnya syahwatnya karena aku ikhwan akhwat fidin rahimakumullah

kan kita tahu menundukkan hawa nafsu itu adalah syarat untuk merai takwa sudah pernah kita bahas beberapa kali kan para ulama sepakat mengatakan nafsu manusia adalah penghalang utama untuk meraih keridaan Allah bahkan ini yang saya pernah Sebutkan dinukil oleh Imam Ibnu qayim ini sepakat semua orang yang mengenal agama disepakati semua orang yang mengenal agama nafsu manusiaalah penghalang utama antara seorang hamba untuk samp kepada R Allah makanya disebutkan di surat annaziah tentang cirinya penghuni surga bagaimana

wa mahis Hawa Jal Mawa adapun orang-orang yang takut dengan Agungnya kebesaran Allah dan menahan nafsu dari memperturutkan keinginannya maka sesungguhnya Allah jadikan surga sebagai tempat tinggalnya menahan nafsu menundukkan hawa nafsu dan ini terdapat dalam bentuk yang sangat nyata dan sangat besar di dalam ibadah puasa ya tib kemudian di dalam puasa itu hakikatnya kita berpuasa menahan hal-hal Tadi di antara faedah utamanya nya adalah kita akan mempersempit jalur-jalur lewatnya setan dalam diri kita sehingga dengan

sebab berpuasa kita melemahkan godaannya ini unsur-unsur takwa diterangkan oleh Syekh Abdurrahman assa’adi di dalam tafsir beliau taisirul karimir Rahman kita ingat setan itu disebutkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis riwayat Imam muslim in sesungguhnya setan itu bisa beredar atau mengalir di dalam tubuh manusia beredar di dalam tubuh manusia di tempat-tempat beredarnya darah atau mengalirnya darah ini makna yang Hakiki ya maka puasa itu mempersempit jalur setan ini kalau setan jalur-jalurnya dalam

diri kita dipersempit ya sebelumnya jalurnya luas lapang makanya setan itu bisa menggoda manusia sesuai dengan kecenderungan sesuai dengan keinginan manusia apa saja yang kita sukai dipelajarinya kemudian dia goda sesuai dengan kecenderungan kita tersebut dengan adanya puasa kita mempersempit ruang lingkupnya dalam diri kita ya sebagaimana tadi juga Makna yang disebutkan dalam hadis tadi setan dibelenggu di bulan Ramadan tidak leluasa tentu ini merupakan karunia Allah rahmat Allah bagi orang-orang yang beriman agar mereka lebih mudah

menundukkan tipu daya setan dan tentu ini merupakan unsur takwa yang sangat besar dengan sebab ibadah puasa seorang hamba dikuatkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk melemahkan tipu daya setan pada dirinya ya kemudian orang yang berpuasa jadi banyak ya yang dijelaskan oleh Beliau seperti orang yang berpuasa dia akan merasakan lapar atau dahaga ya yang dengan sebab itu dia akan lebih perhatian lebih berempati kepada orang-orang miskin lebih sayang kepada orang-orang miskin karena dia bisa merasakan apa yang mereka rasakan Dan

ini juga termasuk sifat sifat takwa jadi jemah sekalian rahimakumullah ini menunjukkan bahwa ibadah puasa ini Allah syariatkan benar-benar untuk tujuan yang mulia bukanlah tujuan untuk menjadikan manusia itu semata-mata kelaparan atau kesusahan kehausan tapi tujuan Di balik semua itu adalah tujuan yang agung yang dengan sebab ini orang-orang yang beriman gembira dengan diwajibkannya berpuasa di bulan ini kemudian yang berikutnya tuahu abwabul Jinan pintu-pintu surga dibuka pasti ini gembira kata Imam Ibnu Rajab rahimahullah taala ka yubasyarul

Mukmin bifi abwabil Jinan bagaimana orang yang beriman tidak gembira mendengarkan pintu-pintu surga dibuka orang yang semangat beribadah akan semakin semangat karena berarti amal-amalnya mudah diterima oleh Allah dan dipat gandakan keutamaannya kesempatan diri kita untuk tercatat sebagai penghuni surga ini tentu waktu-waktu yang istimewa ya siapun kita pasti kita inginkan masuk surga ini kesempatan kita untuk tercatat sebagai penghuni surga makanya orang-orang yang beriman gembira pintu surga yang Del semua dibuka pintu-pintu neraka yang tu semua

ditutup ini kabar gembira bagi orang yang banyak dosa orang beriman yang dosanya banyak tentu ada ya kata Imam Ibnu Rajab W ABW orang yang banyak dosa Bagaimana mungkin tidak gembira Mendengarkan berita pintu-pintu neraka ditutup orang-orang yang tahu dia banyak dosanya amal-amal kebaikannya kurang ketika dia khawatir takut akan ancaman azab Allah subhanahu wa taala ternyata datang bulan Ramadan kesempatan untuk menghapuskan keburukan keburukannya itu maka dia gembira dengan kabar gembira tentang kedatangan bulan

Ramadan ini ya karena di situ ada pengampunan dosa-dosa ada pembebasan dari api neraka yang sudah kita ketahui disebutkan dalam hadis sahih yang lainnya sejak awal malam bulan Ramadan Allah subhanahu wa taala lalu memilih orang-orang yang disebut sebagai alutaq minanar orang-orang yang dimerdekakan dibebaskan dari api neraka walillahi utq Mini Wika Fili lailah dan Allah akan memilih orang-orang yang dibebaskan dari api neraka dan itu terjadinya di setiap malam di bulan [Musik] Ramadan yakni orang-orang yang secara

perhitungan amal kalau bukan karena Ramadan kalau bukan karena Rahmat Allah di bulan Ramadan dihitung amalnya pantasnya dia menempati surga menempati neraka karena tidak cukup amal-amal kebaikannya tapi dengan keberkahan bulan Ramadan dengan diampuni dosa-dosanya dengan dia menjadi orang-orang yang terpilih untuk menjadi alutaqa minanar dimerdekakan dari api neraka maka dia pun mendapatkan keutamaan dan kemuliaan tersebut Bagaimana mungkin orang yang banyak dosa tidak gembira mendengarkan mendengarkan kabar kabar ini kemudian yang terakhir

tadi adalah setan yang dibelenggu ini juga merupakan kabar gembira kesempatan kita melatih diri kita untuk banyak melakukan amal-amal kebaikan yang mungkin di bulan-bulan sebelumnya kita ya bukanlah termasuk orang yang rajin beribadah masih banyak melakukan perbuatan-perbuatan dosa ternyata di bulan ini Allah jadikan ke ahan kita lebih banyak menundukkan hawa nafsu kita berusaha untuk mempersempit jalur-jalur setan sehingga disebutkan di dalam hadis yang sahih tentang keutamaan ini yang diisyaratkan dalam Sabda

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam waunadi munadin ya baagial Khairi Abil wa Baqi Syar Asir kemudian ada penyeru yang menyeru Dengan mengatakan Wahai orang-orang yang menghendaki kebaikan hadapkanlah dirimu Wahai orang-orang yang menginginkan keburukan maka kurangilah atau Tinggalkanlah keburukanmu kata sebagian dari para ulama maksudnya hadis ini adalah Allah jadikan panggilan dari hati kita yang motivasi diri kita untuk semangat dalam beramal ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah kita tahu dalam keseharian kita kurang dalam beramal

Kurang semangat kurang berlomba-lomba dalam kebaikan Padahal kita tahu itu adalah ciri nya orang-orang yang bertakwa Kapan lagi kita bisa memiliki ciri-ciri seperti ini ya dalam hidup kita kalau bukan dengan memanfaatkan keberkahan di bulan Ramadan yang di bulan ini Allah jadikan motivasi kebaikan dalam diri kita besar untuk melakukan amal-amal Saleh kemudian semangat untuk meninggalkan keburukan-keburukan juga besar di bulan ini oleh karena itu ikhwan akhwat fiddin rahimakumullah kalau kita ingin membicarakan tentang keutamaan dan

kemuliaan bulan ini sangat banyak kalau kita ingin rinci tentang puasa saja Masyaallah keutamaannya sangat banyak Belum ibadah-ibadah yang lain belum Nanti pembahasan tentang masalah iktikaf at pembahasan tentang masalah Lailatul Qadar dan yang lainnya yang jelas Siapa yang bersungguh-sungguh mengusahakan mengharapkan dan meminta kepada Allah karunianya di bulan ini maka dia akan dapatkan karena Allah subhanahu wa taala tentu saja menyiapkan kebaikan-kebaikan ini ditujukan untuk orang-orang yang beriman tidak mungkin ditujukan untuk

orang-orang yang kafir orang-orang yang tidak mengharapkan kebaikan dari Allah subhanahu wa taala Oleh karena itu jangan sampai menjadi orang yang merugi kedatangan bulan Ramadan sebentar lagi sempatkan diri kita berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh agar benar-benar kita siap dengan keimanan selalu mengharapkan karunia di sisinya agar kita bisa mendapatkan bagian kebaikan dan keberkahan besar di bulan ini sehingga kita menjadi orang-orang yang beruntung orang-orang yang dijauhkan dari sifat sebagai orang-orang yang

celaka ketika mendapati bulan Ramadan yang kemudian ketika Ramadan berlalu dalam keadaan belum diampuni dosa-dosanya artinya dia tidak mendapatkan kebaikan sedikitp dari karunia Allah subhanahu wa taala yang berlimpah di bulan ini auubillahalik Oleh karena itu ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah ini sebagai nasihat ya yang sekali lagi kita katakan kita belajar dan menuntut ilmu ilmu ini akan menjadi ilmu yang bermanfaat kalau mewariskan amalan Saleh amal kebaikan dan di bulan Ramadan adalah tempat sebaik-baiknya untuk kita

mempraktikkan ilmu kita yang telah kita pelajari selama ini sebagaimana itu yang dicontohkan oleh para ulama Salaf para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain dan para ulama ahlusunah yang mengikuti jalan petunjuk mereka dengan kebaikan Barakallah fikum semoga nasihat ini bermanfaat dan menjadi sebab bekal sebaik-baik bekal untuk Kita menyambut bulan Ramadan yang Semoga Allah subhanahu wa taala pertemukan kita dengan bulan yang penuh berkah ini dalam keadaan hati kita dipenuhi dengan keimanan dan pengharapan pahala dari

Allah subhanahu wa taala demikianlah kita cukupkan kajian atau nasihat kita di kesempatan pagi hari ini kemudian kita menjawab pertanyaan yang sampai I ada pertanyaan di sini Ustaz bila sedang hamil 1 bulan S bulan lebih dan bawaannya lapar terus Sat hari bisa makan Del kali Masyaallah ini pas banget ya momennya Sedang apa ini sedang mahal beras kemudian makannya hari Del kali sehari suaminya harus sabar ini ya ya apakah masih wajib berpuasa di bulan

atau Boleh diqada bagi orang yang hamil atau mungkin sedang menyusuhi ya kalau ada keterangan dari Dokter muslim yang bisa dipercaya yang melarang mereka karena membahayakan maka tentu keterangan dokter di yang dijadikan sebagai pegangan dalam masalah ini bisa juga mungkin dia mencoba untuk berpuasa dan melihat kondisinya kalau seandainya dia tidak kuat maka dia berbuka atau kadang-kadang mungkin ada yang bisa berpuasa sehari 2 hari kemudian dia berhenti lagi sesuai dengan keadaan atau kondisinya ya karena orang yang hamil

dan menyusui termasuk yang diberikan uzur dalam hal ini sebagaimana yang disebutkan di dalam beberapa riwayat yang sahih dari sahabat Abdullah bin Umar dan Ibnu Abbas radhiallahu taala anhuma cuman kemudian terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama bagi perempuan yang tidak berpuasa karena hamil dan menyusui Apakah dia mengqada saja atau mengqada dengan membayar Fidyah ada yang memisahkan membedakan antara orang yang perempuan yang mengkhawatirkan dirinya atau mengkhawatirkan bayinya ada perbedaan pendapat demikian Ada pendapat yang

dikuatkan oleh Syekh Ali Hasan dan Syekh Salim alhilali hafidahumullah taala di dalam Kitab sifatusin Nabi berdasarkan dua ar tadi dari sahabat Abdullah Ibnu Umar dan Ibnu Abbas radhiallahu taala anhuma bahwa mereka menyebutkan orang yang perempuan yang hamil dan menyusui ketika mereka tidak berpuasa itu cukup diganti dengan membayar Fidyah membayar Fidyah saja sesuai dengan jumlah hari puasa yang ditinggalkannya Fidyah dibayar itu bisa dengan memberikan makanan pokok untuk satu hari bahan makanan pokok yakni beras 1,eng kg setengah dari zakat fitr

ya atau memberikan makanan jadi misalnya dia tidak berpuasa 30 hari maka dia memanggil mengundang orang miskin 30 orang kemudian diberi makan sampai kenyang ya lengkap dengan tentu nasi lauk pauk dan sayurnya sebagaimana makan layak yang dia makan sehari-hari itu bisa dengan cara seperti itu dan itu mencukupi untuk menggantikan puasa yang ditinggalkannya karena hamil dan menyusui tadi ya jadi sebagian dari para sahabat tersebut menafsirkan firman Allah di dalam Alquran dan bagi orang yang tidak mampu melaksanakan ibadah puasa memberi makan

memberi fidah dengan memberi makan orang miskin tentu di sini maksudnya pertama adalah orang yang sudah tua rentah ya yang tidak bisa lagi berpuasa atau orang yang mungk sakit dengan sakit yang berkanjangan ada Piran dari Sahat Tadi mereka mengatakan termasuk di sini wanita yang hamil dan menyusui Apakah setiap kita akan berpuasa atau mengerjakan amal saleh secara umum harus Munculkan niat ihtisab mengharapkan pahala dahulu Jika lupa bagaimana karena sudah rutin dikerjakan ya harus berusaha menghadirkan inilah sebabnya

kita menguatkan keimanan kita dan kalau iman itu dominan di hati kita maka niat-niat baik seperti ini akan muncul ya akan selalu muncul di saat-saat kita melaksanakan ibadah maka kita selalu berusaha untuk menghadirkannya apalagi di saat-saat awal kita melaksanakan ibadah tersebut Nah apakah ketakwaan setelah Ramadan bisa dipertahankan orang yang mendapatkannya tentu dia akan dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk terus mempertahankannya itulah yang termasuk yang kita minta kepada Allah karena ibadah Ramadan kita ketahui

disyariatkan bukan sebagai ibadah yang musiman yang ketika berakhir Ramadan Dia berakhir juga tidak ibadah yang berbekas bahkan ini termasuk ciri-ciri hamba yang diterima ibadahnya oleh Allah subhanahu wa taala seperti yang diterangkan oleh Imam Ibnu Rajab salah seorang ulama Salaf mengatakan inwti Al [Tertawa] sesungguhnya balasan perbuatan baik itu adalah semangat mengerjakan kebaikan setelahnya maka Barang siapa yang melaksanakan satu kebaikan setelah itu dia menyusulnya dengan kebaikan lagi Tetap semangat Berbuat baik itu

merupakan bukti kebaikannya yang pertama diterima oleh Allah jadi kalau amal ibadah kita di bulan Ramadan diterima maka Allah jadikan di antara dampaknya balasan besarnya adalah kita dijadikan Istiqamah di atas kebaikan tersebut terus menerus kita melakukannya kita memilikinya sampai kita menghadap Allah subhanahu wa taala makanya sungguh-sungguh berbuat baik sungguh-sungguh berdoa kepada Allah agar Allah menjadikan balasan kebaikan itu adalah kemudahan untuk tetap kita mempertahankan ketakwaan itu sampai sampai di akhir hayat kita

n Bagaimana hukumnya bagi orang yang belum mengetahui hukum atau dosa berjimak di Bulan Ramadan dan apa yang harus dilakukannya ya tetap dia melakukan apa yang di syariatkan dalam masalah ini yaitu membayar kafarah seperti yang disebutkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis yang sahih ya kalau dia sudah balig sudah dewasa Apalagi sudah berkeluarga merupakan kesalahan Kenapa dia tidak menanyakan hukum tentang masalah ini misalnya sebelum bulan Ramadan sehingga dia melakukan pelanggaran tersebut jadi dia berusaha untuk

membayar kafarah ketika dia melakukan hubungan intim ini dengan sengaja di bulan Ramadan sebagaimana yang disebutkan Di Dalam Hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Imam albukhari dan Muslim tib Saya akan sebutkan hadisnya di sini pertama dia wajib bertobat kepada Allah subhanahu wa taala itu pasti bertobat dengan sungguh-sungguh kemudian yang disebutkan dalam hadis tersebut dia harus memerdekakan budak ya budak yang beriman kemudian kalau dia tidak mampu maka dia wajib berpuasa 2 bulan

berturut-turut kalau dia tidak mampu maka dia memberi makan 60 orang miskin ya berarti sejumlah 30 shok ya 60 orang miskin masing-masing tadi 1,5 Kg beras nah ini yang wajib dilakukan oleh orang yang melakukan hubungan intim tersebut Ya tentu juga termasuk puasanya batal dan harus diganti diqada di di waktu yang lain setelah bulan Ramadan nah Bolehkah apa ini mengkultuskan mengkhususkan mungkin ya umrah di bulan Ramadan dengan dalil hadis umrah Ramadan pahalanya sama berhaji dengan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maksudnya mengkhususkan gini

Bagaimana kalau mengkhususkan meyakini keutamaan tersebut ya hadisnya sahih memang Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis yang sahih riwayat Bukhari dan Muslim umratun Fi ramadanilu hajatan Mai umrah di bulan Ramadan sebanding dengan Haji bersamaku ya Ada tambahan lafaz hajatan Mai berhaji sebanding dengan Haji bersamaau kalau kita mengkhususkan dalam artian kita mengutamakan bulan di bulan Ramadan untuk berumrah boleh karena ada dalilnya yang tidak boleh itu kita mengkhususkan sesuatu yang tidak ada

dalilnya itu tidak diperbolehkan kita meyakini adanya keutamaan sesuatu seperti ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam melarang la tufridu yaumal jumtiam wilaqiam Janganlah mengkhususkan hari Jumat dengan berpuasa siangnya dan malamnya dengan salat malam ini kan tidak ada dalilnya tentang keutamaan khusus tapi kalau ada dalilnya seperti ini boleh misalnya kita mau umrah kan umrah kan jelas berhubungan dengan biaya dengan waktu tenaga ya kita pilih pas di bulan Ramadan karena kita tahu keutamaan tersebut boleh-boleh saja beda kalau

orang yang misalnya tinggalnya di Makkah Ya tentu dia bisa berumrah setiap saat harusnya dia manfaatkan waktunya setiap ada kesempatan dia berumrah karena ini ibadahnya keutamaannya besar dan mudah bagi dia tapi kalau bagi orang yang jauh kemudian dia memilih itu di bulan Ramadan karena keutamaan tadi itu boleh-boleh saja karena ada dalilnya Bagaimana bila di akhir Ramadan kita sudah beli bahan pokok beras untuk zakat Namun karena banyak kegiatan jadi lupa setor dan baru ingat ketika takbir salat ID ya berdosa

kita makanya untuk yang seperti ini harus diperhatikan karena ini kewajiban Bagaimana mungkin kegiatan kita menjadikan kita sibuk harusnya Kalaupun kita sibukan kita Ingatkan keluarga kita bisa kita titipkan kepada teman kita kalau kita akan sibuk misalnya titipkan kepada teman kita tolong ini saya titipkan ya beras untuk zakat fittir tolong diserahkan nanti Misalnya malam takbiran atau sehari sebelum ee salat ID tolong diserahkan kan bisa kita kita lakukan dari sekarang atau dari mulai awal Ramadan bahkan kita

titipkan kepada teman kita bisa yang penting diserahkannya di waktu yang sesuai kan bisa kita lakukan hal ini keluarga kita yang lain banyak ya jangan sampai kita kita lupakan perkara yang wajib ini kalau perlu catat di tempat yang terlihat di dinding kita supaya kita tidak lupa karena ini merupakan kewajiban nah Lebih besar mana pahala seorang wanita yang salat Tarawih di rumah atau berjamaah di Masjid bersama Imam ya kita tahu hukum asalnya perempuan itu salat yang wajib saja lebih utama di rumah ya ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi

Wasallam bersabda wyutirun lahun la Im Allahi masajidallah wutirun lahun janganlah kalian melarang hamba-hamba Allah yang perempuan untuk salat di masjid tapi rumah-rumah mereka lebih lebih baik dan lebih utama ini berlaku untuk salat wajib apalagi salat yang sunah cuman ada keutamaan tersendiri salat berjamaah bersama Imam apalagi yang berhubungan dengan tarawih yang disebutkan di dalam hadis sahih riwayat Imam Ahmad kan yang dinyatakan sahih oleh SY Albani rahimahullahu taala Fa innahuq maal Imam Hatta yarif Husi

lahu qiamul lailah sesungguhnya Barang siapa yang salat bersama Imam sampai selesai dituliskan baginya seperti salat semalaman ya Nah sekarang bagi perempuan Bagaimana perempuan pastinya ada pertimbangan fitnah karena ini di malam hari kalau seandainya Rumahnya dekat ya tidak menimbulkan fitnah dan ternyata dia lebih bisa mengambil faedah ketika salat berjamaah mungkin karena imamnya bacaannya panjang sementara dia sendiri bacaannya pendek kalau salat sendiri maka dia boleh menghadiri berjamaah di Masjid Rasulullah

Sallallahu Alaihi Wasallam kita tahu membangunkan keluarganya apalagi di 10 hari terakhir di malam-malam ganjil itu beliau membangunkan keluarganya di malam ke-27 untuk salat jamaah Tetapi kalau hal-hal seperti ini ya tidak bisa diraihnya apalagi Jauh rumahnya kemudian khawatir fitnah dan tentu ketika dia salat sendiri banyak orang yang mungkin lebih bisa khusyuk dibandingkan di masjid yang mungkin ramai Mak kita katakan lebih utama dia di rumah kembali kepada hukum asal perempuan itu lebih utama ketika melaksanakan salat di rumahnya ya dengan

ketentuan seperti tadi dia bisa bangun dia bisa laksanakan salat dengan KH khusuk maka tentu lebih utama ketika dia melaksanakan di rumah n Bagaimana cara memperoleh ampunan rahmat Allah selama Ramadan Ya berdoa dengan sungguh-sungguh memohon ampun kepada Allah banyak beristigfar apalagi di waktu-waktu sahur kita manfaatkan orang-orang yang Saleh kan disebutkan dalam Alquran agfirun di waktu-waktu sahur Mereka banyak memohon ampun kepada Allah apa batasan waktu sahur dan berbuka waktu sahur kan disebutkan dalam

Alqur’an W wasrobu Hatta yatabayanaakumulul abyad minaltil aswadi Minal Fajar makan dan minumlah sampai jelas bagi kalian benang putih yakni waktu siang waktu datangnya terang ya dari benang hitam yakni malam gelapnya malam di waktu Fajar ketika Sudah terbit fajar itulah batasan terakhirmaamail kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam jadi mulai terbitnya Fajar sadiiq ya itu adalah batas waktu terakhir cuman yang sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kan disebutkan ketika beliau selesai sahur itu masih ada waktu sekitar bacaan 50

ayat al-qur’an jadi kita gunakan untuk membaca al-qur’an atau kita berzikir berdoa kepada Allah waktu itu memohon ampun istigfar ya itu yang kita lakukan jadi kita akhirkan waktu sahur sampai menjelang salat subuh sekitar berapa menit kita ya selesai ataupun kalau memang kesempatan kita hanya di waktu itu tidak mengapa sampai waktu salat sampai waktu datangnya azan salat subuh sampai kemudian berbuka puasa itu ditandai dengan tenggelamnya lingkaran matahari di ufuk barat kalau sudah hilang di ufuk Barat Maka itulah waktu

berbuka puasa yang diperintahkan untuk kita disegerakan untuk mensegerakan berbuka puasa Adapun sahur di diakhirkan Nah ada yang menyampaikan bahwa setiap malam kita bisa mendapat Lailatul Qadar dengan membaca alkahfi dan surah assajadah di antara waktu magrib dan Isya ada keutamaannya seperti ini bagaimana setiap malam kita bisa dapat ya itu jelas-jelas disebutkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis yang sahih bahkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim itu adanya di 10 hari terakhir bahkan di malam-malam

ganjil itu jelas Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda iltamisu lailatal Qadri fil witri Minal Asril awakhir Min Ramadan Carilah malam Lailatul Qadar itu di di malam-malam ganjil di 10 hari terakhir di bulan Ramadan jelas itu cuma satu kali cuma satu malam adanya di setiap bulan Ramadan dan itu adanya di malam-malam ganjil di 10 hari terakhir berdasarkan hadis yang sahih ini nah Ustaz kalau meninggal di hari ketiga bulan Ramadan Tapi belum sempat puasa karena koma tapi setahun yang lalu selalu puasa di bulan Ramadan Apakah itu

juga ya baik Semoga itu merupakan tanda kebaikan cuman yang jelas ketika dia tidak berpuasa tadi ya puasa yang seperti ini tentu saja ada Sebagian ulama yang mengatakan ditunaikan oleh walinya puasa yang dia tinggalkan tadi ada juga yang mengatakan maka dia membayar Fidyah ya kalau seperti pendapat yang disebutkan dalam sifatusumin nabi tadi disebutkan perincian kalau itu puasa nazar maka dibayarkan oleh walinya kalau itu puasa wajib tadi kayak Ramadan yang dia tidak bisa puas karena tadi koma maka itu dibayarkan Fidyah untuk mengganti puasa

tersebut nah Ana punya tetangga nonmuslim mereka akan mengadakan hajat nikahkan anak lalu minta tolong para tetangga untuk bantu-bantu di rumah mereka Ti setelah bantu-bantu mereka menyuguhkan makan siang masalahnya ada tetangga ana yang menyampaikan kepada Ana bahwa mereka iya masak apa ini babi ya mungkin ya mendengar itu anak khawatir perabut masa yang mereka pakai bagaimana menyikapi ketika mereka menghidangkan makanan di rumah mereka pada saat itu iya yang kita tahu yang seperti ini ada Hadis Rasulullah sallallahuu

alaihi wasallam yang melarang kita memakai bejana mereka karena digunakan untuk hal-hal yang haram seperti itu ya kecuali kalau mungkin makanan tersebut adalah makanan-makanan yang bisa ditempatkan atau ada yang mungkin kayak makanan ringan gitu yang ada bungkusnya ya Yang mungkin mereka beli Nah Adapun kalau makanan-makanan yang mereka masak di tempat atau di bejana-bejana mereka itu kan ada larangannya dari Hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa alihi wasallam tib dahulu saat saya belum hijrah Saya pernah tidak puasa Ramadan dengan

sengaja tanpa uzur Bagaimana cara mengqada karena saya sudah tidak tahu jumlahnya Apakah cukup dengan bertobat saja I dalam hal yang berhubungan dengan puasa yang ditinggalkan atau salat yang ditinggalkan dengan sengaja Setelah orang sudah balig itu ada dua perbedaan Ada pendapat yang mengatakan dia wajib mengq ada lagi pendapat yang mengatakan dia tidak bisa mengq karena ini tidak disyariatkan yang disyariatkan itu kan mengq dalam hal-hal yang tertentu yang tidak ada dalilnya itu meninggalkan dengan sengaja ya tanpa adanya uzur Oleh karena

itu yang seperti ini pertanyaannya tadi Apakah cukup dengan tobat tobat ini tidak cukup karena ini dosa besar yang kita lakukan artinya bukan jangan diremehkan ah cukup dengan tobat saja bukan tobat kalau kita sungguh-sungguh mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosa tersebut cuman ini adalah dosa besar yang harus kita ingat karena ini termasuk ya rukun Islam berarti ini dosanya sangat besar kita harus Tebat dengan sungguh-sungguh kita harus perbanyak kebaikan-kebaikan yang bisa menyeimbangi timbangan amal dosa karena

meninggalkan perbuatan ini dengan sengaja Jadi maksudnya Ya pendapat yang kuat dalam masalah ini Insyaallah tidak tidak perlu diganti artinya tidak ada pensyariatan untuk diganti karena ini bukanlah ibadah yang meninggalkan dengan sengaja ini bukanlah yang termasuk bisa diganti ba kalau ada uzurnya Makanya kalau yang bertanya ini misalnya akhwat kalau itu berhubungan dengan meninggalkan puasa ketika haid dia Berus saya ingat kira-kira Berapa jumlah haidnya ketika itu sehingga dia tidak puasa itu yang diganti adapun yang

dengan sengaja tidak ada cara menggantinya yang ada kita harus toat dengan sungguh-sungguh memperbanyak amal-amal Saleh utamanya yang berhubungan dengan ibadah-ibadah Sunah puasa mudah-mudahan bisa memperberat amal kebaikan bisa menyeimbangi besarnya dosa meninggalkan ibadah-ibadah yang wajib tersebut dengan sengaja di masa lalu nah dan tentu jangan sampai diulang lagi ya pertanyaan yang terakhir di Kompleks saya dalam rangka menyambut bulan Ramadan seringkali diadakan acara-acara yang mungkin tidak ada dalil yang melandasanya sayangnya

biasanya kegiatan-kegiatan tersebut dikoordinir oleh rtepat dan Ada petugas keliling Yang membagikan selebaran untuk meminta uang yuran untuk acara tersebut dan dikumpulkan secara kolektif per pergang Apa hukumnya jika ikut memberikan sumbangan saja namun tidak ikut acaranya berhubung dana iurannya sifatnya bukan sukarela tapi sudah ditentukan dalam selebaran tersebut dan saya memandang sepertinya iurannya setengah wajib ya Ada setengah wajib ada yang 3/4 mungkin juga ya Intinya kalau ada yang seperti ini dan ini merupakan hal yang

di biasanya diharuskan seperti itu ya I terpaksa kita memberikan tapi lebih bagus kalau kita dengan tambahkan dengan penjelasan kalau seandainya kita bisa menjelaskan bahwa bahwa kita tidak ikut kegiatan-kegiatan seperti ini ya tentu dengan cara yang baik maka ya sumbangan ini bilang sampaikan sumbangan ini saya tujukan untuk kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan dengan syariat atau dengan Islam kita harus Jelaskan seperti itu ya agar ya kita sudah berlepas diri dari awal dan tentu dengan cara yang baik kita sampaikan mudah-mudahan Allah

subhanahu wa taala memberikan uzur bagi kita ya ketika kita bertanggung jawab di hadapannya pada hari kiamat nanti nah Barakallah fikum tib Cukup sampai di sini Insyaallah kita akhiri mohon maaf atas segala yang salah dan kurang Sallallahu wasallam wabarak ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasohbihi waman tabiahum bihsanin Il yaumiddin wa akhiru dawana anilhamdulillahiabbil alamin subhanakallahum wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilai wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *