USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A حفظه الله | AYAT & HADITS, SEBAIK-BAIK SEBAB TUMBUHNYA IMAN

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdalillah nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh ya ayyuhan [Musik] Shallallahu Alaihi Wasallam

[Musik] kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang senantiasa melimpahkan nikmat dan karunianya kepada kita semua utamanya tentu saja nikmat dalam kebaikan agama kita dalam mengusahakan sebab-sebab yang membenarkan dan menyempurnakan iman kita kepadanya karena inilah nikmat yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala hanya berikan kepada hamba-hamba yang dicintainya sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ta’ala Anhu berkata innallahayu Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala

memberikan perkara dunia kepada setiap orang yang dicintai maupun tidak dicintainya yang beriman maupun kafir yang taat maupun yang durhaka tetapi AllAh tidak memberikan Iman kecuali hanya kepada orang yang dicintainya Alhamdulillah kita dipertemukan kembali di masjid al-ikhlas masjid yang mulia ini dalam kajian tentang iman mengkaji kitab kecil yang sangat bermanfaat atau diri Ima penjelasan tentang pohon iman kitab yang ditulis oleh Abdurrahman tentang aqidah tentang Tauhid

adalah pembahasan yang merupakan inti utama agama pembahasan yang paling penting yang paling mulia dalam agama mengikuti petunjuk allah subhanahu wa ta’ala dan rasulnya mengikuti jalan Allah subhanahu wa ta’ala yang paling besar adalah mempelajari membenarkan pemahaman dan Pengamalan kita tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan iman jadi ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada kita misalnya dalam Alquran di surat al-an’am mustaqim Dan inilah jalanku yang lurus maka Ikutilah jalan Allah yang paling besar adalah

iman beriman dengan benar ibadah di sisi allah subhanahu wa ta’ala kita ketahui tidak akan diterima jika tidak dilandasi dengan iman dengan Akidah yang benar Siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah pada kiamat nanti hendaknya dia mengamalkan amalan saleh dan janganlah dia menyekutukan Allah Janganlah dia menyekutukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam beribadah kepadanya barangsiapa yang mengingkari keimanan maka sungguh telah kubur akan gugur amal-amalnya akan binasa amal-amal yang pernah dikerjakannya dan

di akhirat nanti dia termasuk orang-orang yang merugi oleh karena itu Perhatian untuk membenahi masalah Iman ini harus mendapatkan porsi yang terbesar dari waktu-waktu yang kita curahkan kajian-kajian yang kita ikuti bahkan Harusnya kita ulang kembali setelah sampai di rumah kita kita pelajari kembali agar kita paham supaya kajian tersebut tidak berlalu begitu saja ya karena Antum sering mendengarkan pernyataan para ulama Hayatul Ilmi muzakarotuhu hidupnya ilmu itu dengan didiskusikan kembali dipelajari kembali

Diulangi kembali ya kalau tanpa ini ilmu akan hilang ilmu akan mati sekarang kita belajar tauhid kita belajar iman kita belajar aqidah Sudah berapa banyak majelis yang kita ikuti Sudah berapa banyak mungkin kitab atau buku yang kita pernah selesaikan tapi sekarang pertanyaannya apa yang berbekas di hati kita dari faedah Iman ini kan ilmu yang bermanfaat harus Membekas Di Hati mu Sakinah ilmu yang bermanfaat itu adalah yang menyentuh hati yang kemudian melahirkan di hati itu rasa takut kepada Allah rasa tenang ketika mendekatkan diri kepada Allah

sikap selalu merendahkan diri ini yang kita inginkan dari ilmu yang kita pelajari semakin kita belajar perbaikan iman kita semakin terlihat dampak positif dari kajian-kajian iman meningkatkan kualitas ibadah kita inilah cara belajar para ulama Salaf yang terdahulu yang kita ketahui Jadi maksudnya pembahasan tentang agama kita harus jadikan sebagai sebab yang merubah diri kita kalau tidak seperti itu maka ilmu yang kita pelajari tidak bermanfaat hanya menjadi seperti kata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu bisa menjadi argumentasi untuk

membelamu dan juga bisa menjadi argumentasi untuk menyalahkanmu akan membela kita untuk perbaikan diri akan menjadi sebab kita dimuliakan di sisi allah subhanahu wa ta’ala pada hari kiamat nanti Tapi kalau hanya sekedar dibaca kemudian lewat hanya sekedar dijadikan sebagai rutinitas ada juga orang yang mungkin menjadikan kajian Hanya Jadi hobi saja hadir ke sana kemari ini masih mendingan tentu saja mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan buka hatinya untuk menerima keindahan isi-isi kajian yang didengarkannya Ya

tapi kalau cuman terus-menerus seperti ini maka tidak ada perbaikan yang didapatkan orang yang seperti ini dikhawatirkan keberkahan ilmu hilang dari dirinya karena ilmu itu lama-kelamaan akan pergi kalau tidak mendapatkan amal kebaikan pada diri seseorang sehingga dia menetap seperti pernyataan kita kenal sahabat yang mulia Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu ta’ala anhubil amaliwa in aja bahwa ilmu itu berbisik memanggil Amal Kalau amal itu menjawab panggilannya maka dia menetap Kalau tidak dia akan pergi dia akan

berlalu jadi ilmu yang bermanfaat ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan seseorang untuk mempelajarinya maka dia membutuhkan tempat di hati kita agar dia bisa menetap supaya dia bisa berperan memperbaiki diri kita meningkatkan kualitas iman kita memperbaiki ikhlas kita memperbaiki khusyuk kita dalam ibadah ini semua buah manis Dari iman dan ini yang sudah kita pernah baca landasan ditulisnya kitab ini adalah penjelasan yang disebutkan di surat Ibrahim Alaihissalam tentang pohon iman yang Kalau benar ditanam benar

pertumbuhannya maka pohon ini akan iman itu akan mengeluarkan buah-buahnya menghasilkan buah-buahnya setiap saat dengan izin Allah Ya maksudnya setiap saat itu ketika Antum berzikir ketika kita berdzikir seorang hamba berdzikir dia akan menangis karena takut kepada Allah dia akan membesarkan dan memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala dia akan merasakan gembira karena hatinya akan tenang kegundahannya ketika menghadapi urusan-urusan dunia langsung hilang ketika dia mengingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala ketika dia salat dia ibadah dia akan langsung

menghadirkan rasa khusyuk di hatinya ketika dia beramal dia akan dimudahkan untuk ikhlas ini namanya iman yang berbuah ketika dia menghadapi urusan-urusan dunia dia tidak lalai dengan kesibukan dunianya ini kan semua buah daripada iman Maksudnya yang seperti ini benar-benar kita butuhkan menjaga kita dalam kehidupan kita sehari-hari ya nanti kita akan bahas di bagian akhir-akhir pembahasan kitab ini diantara faedah dari iman yang benar adalah penjagaan dan penjagaan dari Allah kepada seorang hamba tergantung dari kualitas imannya

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan membela menjaga orang-orang yang beriman sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh Allah berikan Hidayah kepada mereka dengan iman mereka jadi iman ini yang menentukan Hidayah dari Allah subhanahu wa ta’ala Iman ini yang menentukan penjagaan dari Allah subhanahu wa ta’ala oleh karena itu kajian apapun yang kita ikuti yang ber manhaj salaf tentu saja kemudian buku apapun yang kita baca apalagi kitab suci Alquran kalau kita baca dengan punya dasar

keimanan kita akan dapatkan manfaat kita akan dapatkan keberkahan maju supaya ikhwan yang di belakang mendapatkan tempat yang datang terakhir Jadi maksudnya di sini ikhwan dan pelajaran tentang iman kita harus berusaha pelajari dengan sebaik-baiknya kita harus usahakan jadikan ini sebagai prioritas utama kita perhatian utama kita dalam kajian agama karena yang lain tidak akan bermanfaat kalau tidak dilarasi dengan keimanan ini ya apalagi yang berhubungan dengan ikhlas kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala cinta takut dan berharap kepada Allah

Subhanahu Wa Ta’ala Ini semua adalah tiang utama penopang iman yang dengan sebab perbaikan dalam hal ini akan menjadi sebab perbaikan pada semua anggota badan kita salat dalam diri manusia ada segumpal daging yang kalau segumpal daging ini baik maka baik semua anggota badannya kalau buruk maka akan buruk semua anggota badannya ketauhilah itu adalah hati manusia oleh karena itu di sini kita anjurkan untuk kita semua pelajaran tentang iman di ulangi kajian-kajian yang membahas tentang bagaimana mengusahakan peningkatan Iman

memperbaiki Iman ini harus kita cari dan kita perbanyak dengarkan karena kita tahu Hidayah dari Allah subhanahu wa ta’ala tergantung dari kesungguhan kita ya Taufik dari Allah subhanahu wa ta’ala tergantung dari usaha kita tergantung dari doa-doa kita kalau kita sendiri tidak perhatian terhadap iman kita bagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberikan perhatian kepada kita di dalam Alquran di surat al-hujurat ayat ketujuh dan ke-8 ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan tentang karunia iman yang diberikannya kepada para sahabat

radhiyallahu ta’ala anhum ajma’in yang kemudian berbuah sangat manis akan tetapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan kalian wahai para sahabat cinta kepada iman dan menjadikan iman itu perhiasan indah di dalam hatimu serta Allah jadikan kalian benci kepada kekufuran kefasikan dan maksiat yakni orang yang punya iman benar pasti dengan sendirinya dia akan membenci merasa muak dan tidak suka dengan perbuatan maksiat tidak suka kepada kekufuran kefasikan dan perbuatan maksiat merekalah orang-orang yang selalu mengikuti jalan petunjuk

Allah berfirman setelahnya itu adalah karunia dari Allah dan nikmat darinya dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha Mengetahui serta Maha Sempurna hukum dan hikmahnya maksudnya karunia Allah ini kita harus minta kita harus usahakan Jadi sebelum berusaha di tengah-tengah usaha dan setelah kita berusaha jangan lupa untuk selalu berdoa dan meminta kepada Allah berarti termasuk perkara yang kita harus perbaiki pada diri kita dalam usaha meningkatkan kebaikan adalah belajar tentang bagaimana berdoa yang baik pelajari adab-adab doa karena doa Ini

senjata kita yang paling ampuh kunci segala kebaikan ada di doa kata Ibnu Taimiyah sesungguhnya Berdoa adalah kunci pembuka segala kebaikan jadi kita harus rajin berdoa dan ketika berdoa perbanyak meminta kebaikan-kebaikan agama kita minta tentang perbaikan iman kita minta agar Iman di hati kita berbuah manis membuatkan ikhlas membuahkan khusyuk membuahkan cinta takut dan berharap kepada Allah ini harusnya banyak kita ungkapkan dalam doa-doa kita ini sudah jarang berdoa kemudian ketika berdoa juga urusan dunia yang diminta

padahal sudah dikatakan dunia itu Allah berikan orang kafir pun diberikan Kenapa terlalu besar kita meminta dalam hal-hal yang seperti ini sementara sesuatu yang khusus yang istimewa yang hanya Allah berikan kepada hamba-hamba yang dicintainya kita kurang memintanya dengan sungguh-sungguh ini kan menunjukkan kualitas Iman di hati kita lemah karena seorang hamba pasti apa pasti akan memberikan perhatian sesuai dengan apa yang dianggap penting di dalam hatinya Iya kan apa yang dianggap mulia di dalam hatinya kalau

urusan dunia yang dimuliakan ya sudah semua orientasinya pikirannya fokusnya terhadap dunia sampai doanya pun isinya kebanyakan dunia ya perhatiannya pun kebanyakan urusan dunia sampai pengajian pun dihadirinya mungkin tujuannya untuk urusan dunia naudzubillahimindzalik bagaimana orang yang seperti ini akan mendapatkan perhatian dari Allah subhanahu wa ta’ala akan mendapatkan balasan kebaikan dari Sisinya kita ini hidup satu kali ya Dan rata-rata kita sudah berumur tinggal menunggu kematian kita bersyukur Alhamdulillah

di saat-saat kita sudah berusia seperti ini kita dapat mengenal manhaj salaf kita bisa mengenal Jalan para sahabat radhiyallahu ta’ala anhuma’in di tengah-tengah dunia yang demikian banyak fitnah di akhir zaman Kita bisa belajar tentang iman tentang Tauhid kita tahu jalan para sahabat radhiyallahu ta’ala anhum ajma’in Masya Allah ini jalan yang indah yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala mudahkan dan juga kebutuhan kita yang paling besar untuk selama dunia dan akhirat Jangan sampai kita lalaikan dan jangan sampai kita sia-siakan kesempatan dan

Taufik dari Allah subhanahu wa ta’ala ini yang harusnya kita berusaha untuk mensyukurinya dengan sebaik-baiknya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman hulma ya’bah katakanlah sesungguhnya rabbku Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan memperdulikanmu Laula doa hukum kalau bukan karena doamu kalau bukan karena ibadahmu kesungguhanmu perbaikan imanmu Allah tidak perduli sama kita jadi kita berusaha dalam pelajaran iman kita bersabar dalam belajar agama kita tahu apa yang harus kita sering dengarkan ya pelajaran agama kalau tidak

meningkatkan kualitas iman kita maka ini kita harus tinggalkan kalau ada kajian kita dengarkan tidak menambah iman kita berarti ini tidak membawa kita kepada ilmu yang bermanfaat ya Ada kajian yang kita dengarkan hanya sekedar membuat kita tertawa hanya sekedar membuat kita merasa santai hanya sekedar mengikuti Keinginan kita semua jadi boleh hal-hal yang ada dalilnya yang tadinya kita semangat mengamalkannya menjadikan kita lemah berarti ini sesuatu yang tidak mendukung keimanan kita harus kurangi atau tinggalkan

cari kajian yang benar-benar bermanfaat untuk menambah iman menjadikan kita semakin berpegang teguh dengan kebenaran menjadikan kita semakin semangat mengamalkan ibadah menjadikan kita semakin semangat Bersandar kepada Allah semakin cinta kepada Allah semakin takut dan Semakin berharap kepadaNya ini yang namanya kajian yang membawa Iman inilah ilmu yang bermanfaat ya pernah saya dekilkan pernyataan dari Imam Al Hasan al-bashri rahimahullah ta’ala yang mengatakan para ulama Salaf tadi salah seorang diantara kami ketika dia

mulai belajar hadits belajar sunnah maka lam yal Bash ditunggu tidak lama terlihat dampak positif dari kajian yang diikutinya dalam hal Taqwa meningkatkan khusyuknya dalam ibadah mereka mengalami perubahan tidak lama menunjukkan ilmunya benar-benar ilmu yang bermanfaat pandangan matanya menjadi terarah kepada hal-hal yang baik dan perbuatan tangannya yakni perbuatan semua anggota badannya inilah ilmu yang diwariskan oleh para ulama Salaf kepada kita dan ilmu ini sekarang yang kita pelajari kita mengkaji Alquran kan ada

nukilan-ukilan dari para ulama terdahulu Atau paling tidak penjelasan tentang makna tafsiran mereka penjelasan mereka maka ilmunya Tidak masalah karena ilmu terus terjaga ilmu yang bermanfaat akan terus ada sampai di akhir zaman kitab-kitab para ulama kita baca yakni sebab kebaikan itu masih sempurna Alhamdulillah cuman sekarang bagaimana kesiapan hati kita untuk menerima kebaikan yang sempurna itu Bagaimana tempat di hati kita Apakah masih ada tempat yang kosong untuk diisi dengan kebaikan yang kemudian bisa mempengaruhi hati kita sehingga

mempengaruhi semua anggota badan kita itu pertanyaannya berarti kita punya kewajiban untuk memaksimalkan manfaat ilmu di hati kita Makanya belajar mengkaji agama ini waktu yang sangat berharga Jangan isi dengan sekedar ingin bersantai-santai ya ilmu itu kata para ulama apa layunalu ilmu tidak akan dicapai dengan bersantai-santai ini pernyataan Imam Ibnu abhim sebelumnya juga yang semakna Imam Yahya Ibnu rahimahullah artinya ilmu itu kita belajar bukan sekedar untuk kita senang mendengarnya di telinga kita Oh ilmu ini kayak hiburan ya memang pada

hakekatnya dia menghibur artinya menjadikan hati kita tenang itu betul tetapi dalam proses perjalanannya maksudnya bukan kita memilih ilmu itu hanya sesuai dengan keinginan hawa nafsu kita ya Ada pelajaran-pelajaran penting kita anggap kurang menyenangkan tidak hadir Ada pelajaran-pelajaran kajian yang tidak begitu penting sebenarnya cuma karena kita suka kita hadir ini kan aneh ilmu yang tidak memberikan dampak positif yang seperti ini Antum harus pikirkan Ada kajian yang saya butuhkan tentang masalah Iman masalah tauhid rincian Tentang

pembahasan Bagaimana menumbuhkan cinta kepada Allah menumbuhkan rasa takut kepada Allah ada kajian Tafsir Alquran ini sebaik-baik kajian pembahasan tentang hadits-hadit yang shahih dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentu tahu kajian-kajian seperti ini ini yang kita fokus untuk hadir karena kita ingin perbaikan ya Dan lama-kelamaan ketika kita menghadiri majelis seperti ini kita akan rasakan suasana yang benar-benar majelis ilmu sebagai raudhatun minrihatil Jannah taman-taman dari taman-taman surga kan

sudah pernah Antum baca kisah para ulama Salaf dulu di majelis-majelis ilmu mereka mereka itu serius di majelisnya Imam Abdurrahman Bin Mahdi rahimahullah Ta’ala ya beliau salah seorang dari kalangan termasuk generasi guru-gurunya Imam Ahmad Imam ya habibi rahimahullah Ta’ala itu di majelis beliau ketika orang menghadiri majelis tidak ada yang senyum sedikitpun apalagi berbicara dengan temannya seolah-olah di kepala mereka ada burung Mereka takut bergerak karena mereka serius dan itu mereka nikmati tidak terpaksa

Kenapa mereka sudah merasakan manisnya ilmu sudah merasakan hakikat hakikatnya duduk di taman-taman surga padahal Antum tahu ilmu yang mereka pelajari dulu hampir tidak ada penjelasan kayak kita sekarang banyak yang kita Terangkan mereka hanya membaca sanad hadits Robi Robbi hadits hadasana Fulan sampai qola Abu Hurairah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Yakult menceritakan kepadaku Si Fulan Abu Hurairah Dari Abu Hurairah radhiallahu ta’ala Anhu aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Sebutkan hadisnya

kalau Alquran tafsirnya yang disebutkan ini yang mereka pelajari dan ini yang mereka tekuni ini yang mereka berlomba-lomba menghadirinya berlari dari satu majelis ke majelis yang lainnya ya atau sudah pernah dengar pernyataan dari Sebagian ulama Salaf yang mengatakan dulu orang yang suka berlari itu ada dua orang gila atau ulama Ahlul Hadits karena mereka menghadiri majelis lari ke sana kemari ya dua golongan manusia yang suka berlari zaman dahulu orang gila atau para ulama Ahlul hadits itu yang mereka gemari kajian seperti itu yang

mereka selalu usahakan hadir dan ambil manfaat darinya Dan jadilah mereka sebagai generasi terbaik umat ini ya Oleh karena itu menuntut ilmu perlu kita perbaiki apa yang kita inginkan Apa yang kita ingin capai dari ilmu ini kita harus perbaiki setelah tentu berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala dialah yang Maha Kuasa untuk memberikan Taufik kepada hamba-hambanya dalam dalam semua kebaikan dan menjaganya menjaga mereka dari semua keburukan [Musik] kajian kita ya melanjutkan pembahasan

Kitab Tauhid Wal Bayan penjelasan tentang pohon iman kita masih di pembahasan yang dibawakan oleh Syekh Abdurrahman rahimahullah tentang ayat-ayat Alquran nanti juga hadits-hadit Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang menggambarkan tentang iman yang berarti dari ayat-ayat ini kita dapatkan sebaik-baik sebab untuk menumbuhkan iman ya Dan ini kita pelajari di sini di antara metode yang terbaik dalam belajar agama ya adalah menjelaskan setiap permasalahan agama dengan menyebutkan Alquran menyebutkan hadis-hadit Rasulullah Shallallahu

Alaihi Wasallam setelah itu baru penjelasan para ulama Salaf kemudian penjelasan para ulama yang menulis Kitab tersebut ini metode yang terbaik untuk melihat kita atau Kitab Shahih Bukhari sebelumnya rata-rata Mereka banyak mencantumkan langsung ayat Alquran Hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam karena ini adalah sebaik-baik petunjuk jadi di sini Syekh Abdurrahman ayat-ayat Alquran kemudian menjelaskan tentang iman karena ayat-ayat dan hadis-hadit ini adalah Dalil yang menunjukkan tentang ciri orang yang beriman jika imannya benar

Jadi kita langsung tahu ayat ini menyebutkan begini oh saya tidak memiliki sifat ini berarti iman saya bermasalah iman kita bermasalah ya karena setiap Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan tentang iman di dalam ayat-ayat Alquran secara asalnya ya hukum asalnya juga dalam hadits-hadit Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam misalnya orang-orang yang beriman adalah seperti ini hanyalah orang-orang yang beriman itu seperti ini berarti ini maksudnya adalah iman yang benar iman yang standar sehingga kalau ciri-ciri ini tidak kita

miliki kita ketahui iman kita berarti tidak Standar artinya iman kita masih dalam kondisi berbahaya belum tentu diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala ketika kita menghadapinya Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni dosa-dosa kesalahan dan kekurangan-kekurangan kita di sini dibawakan selanjutnya di kelanjutan pembahasan kita firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala di surat al-anfal ayat kedua dan keempat Allah subhanahu wa ta’ala berfirman hanyalah orang-orang yang beriman

ada pembatasan artinya pembatasan Hanya mereka ini selain mereka bukan begitu ya hanyalah orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang ketika disebut nama Allah hati mereka takut disebut nama Allah orang yang beriman ketika dikatakan ittakillah bertakwalah kepada Allah takut karena Allah itu maha besar Maha Agung Maha keras siksaannya karena Allah itu bisa mencabut Hidayah dari siapa yang dikehendakinya naudzubillahimindzalik bertakwalah kepada Allah Ya janganlah melanggar perintah Allah laksanakan perintahnya

dan ketika dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah saja iman mereka ketika dibacakan al-qur’an ketika mereka mendengarkan penjelasan Wahyu dari hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam iman mereka bertambah Oleh karena itu dalam sehari kita baca Alquran berapa kali dalam salat lima waktu kita belum lagi salat Sunnah belum lagi bacaan Alquran kita di luar harusnya iman kita bertambah setiap hari dan sering ini saja sudah menjadi koreksi bagi kita Berapa lama sudah kita baca Alquran kita salat kita berdzikir setiap hari Sampai

usia kita sekarang tapi kondisi Iman Kita Masih Begini Begini juga berarti ini adalah kerugian besar iya kan setiap berita dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Allah maka bertambah imannya dan Alquran adalah sebaik-baik petunjuk yang diturunkan untuk menambah iman menguatkan iman di hati kita ya kalau Alquran tidak bisa memperbaiki dan menambah iman kita maka yakin di dunia ini tidak ada satupun yang akan bisa menambah iman kita malam ini pernyataan dari Imam Abu Sura ar-razi Barang siapa yang tidak bisa mengambil pelajaran dari kitabullah maka

tidak ada satupun di dunia ini yang bisa menjadi pelajaran orang salah paham dia merasa usai pernah membaca satu cerita saya benar-benar terpengaruh Saya pernah mendengarkan satu keterangan saya menangis yakni seolah-olah itu berarti menambah imannya ya tapi begitu dia dengarkan Alquran dibaca tidak ada pengaruhnya maka kisah-kisah yang anda dengarkan tadi itu tidak menambah iman pada hakekatnya hanya menjadikan hati kita sedih hanya menjadikan kita tersentuh sebagaimana yang sudah pernah kita Contohkan kita dengarkan cerita cerita tidak ada

hubungannya dengan agama bisa menangis Kita iya kan Antum mendengarkan orang bicara ketika pandai berbicara tidak ada hubungannya dengan agama terpengaruh hati kita bahkan kita nonton film bisa menangis kita Apakah ini bukti iman kita bertambah dengan nonton film orang dengarkan maksiat menyanyi Ya kan nyanyian lagu yang sedih membuatnya teringat masa lalu kita teringat masa kecil kita bisa menangis kita ya kan Apakah berarti mendengarkan lagu bisa menambah iman Jadi bukan dalil kalau hati kita tersentuh atau kita

menjadi menangis teringat masa lalu belum tentu ini adalah sebab kebaikan yang menambah iman kita ini kita harus ingat pokoknya intinya kata beliau Tadi siapa yang tidak bisa mengambil pelajaran dari kitabullah maka hal-hal yang lain di dunia ini tidak akan bisa menjadi pelajaran baginya jadi kita harus ingat yang menjadikan kita selalu tersentuh itu bukan sekedar ucapan manusia ya tapi yang menjadikan kita tersentuh itu adalah waktu kita mendengarkan Alquran memang dijelaskan oleh para ulama Ini yang menjadikan kita fall

inilah yang menjaganya tersentuh Jadi ucapan manusia ini kita tersentuh karena menjelaskan Alquran atau menjelaskan hadir hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam ini baru sesuatu yang benar-benar memberikan manfaat kepada kita intinya dari ayat-ayat Alquran yang kita baca inilah yang harusnya menambah iman kita menguatkan keyakinan di hati kita hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka selalu bersandar bertawakal semata-mata ingat bertawakal kepada Allah sudah pernah kita Jelaskan ini adalah inti keimanan

inti tauhid yang sesungguhnya karena seorang hamba semakin dia mengenal Allah dia akan selalu semakin Bersandar kepada Allah maka dia akan selalu hanya minta kepada Allah dia akan selalu rajin berdoa dan menyadarkan segala kebaikannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sudah pernah kita Sebutkan inti dari perbuatan Syirik kata Imam Ibnu qayyim rahimahullah Ta’ala sesungguhnya landasan kesyirikan dasar kesyirikan dan landasannya pondasinya yang semua bangunan Syirik dibangun di atasnya adalah bergantung atau Bersandar kepada selain

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Oleh karena itu Ini juga di antara buah iman yang paling manis kita mengenal Allah dengan sifat-sifat kesempurnaannya kemahakuasaannya atas segala sesuatu ke maha perkasaannya kemudian di tangannya lah segala perbendaraan langit-langit dan bumi di tangannyalah segala rezeki dan semuanya setelah itu dengan kita meyakini ini hati kita hanya selalu menghadapkan diri kepada Allah dalam semua hajat dan kebutuhan kita inilah tauhid yang sesungguhnya inilah tauhid yang sesungguhnya apapun yang kita alami dalam kehidupan kita

kita ingat Allah subhanahu wa ta’ala yang memiliki segala kebaikan dialah yang maha kuasa memberikan solusi dari semua masalah kita maka setiap apapun yang kita alami pertama kali kita menghadapkan diri dan berdoa meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala orang yang melakukan ini berarti dialah orang yang beriman dengan benar dialah orang yang mewujudkan tauhid dengan sesungguhnya karena disebutkan di sini orang yang beriman itu ciri-cirinya adalah selalu bertawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam setiap

urusannya salat mereka adalah orang-orang yang mendirikan salat dan berinfak menginfakkan baik yang wajib maupun yang bersifat anjuran sebagian dari harta yang kami berikan kepada mereka merekalah orang-orang yang beriman dengan sebenarnya kita selalu ingatkan di sini ya iman yang sebenarnya berarti iman yang standar jadi jangan diartikan Oh mereka ini yang tingkatan imannya paling tinggi berarti yang dibawa itu masih benar tidak dikatakan di sini iman yang benar ini di bawahnya berarti tidak benar ya ini pemahaman kita harus dibenarkan

ketika diterangkan dengan tentang ciri-ciri orang yang beriman di ayat-ayat seperti ini kita harus memahami bahwa inilah yang standar berarti yang di bawah ini belum mencapai standar Ya tentu saya tidak menjadi kafir Tapi siapa yang akan menjamin dirinya ketika menghadap Allah membawa iman yang tidak standar lantas dia diridhoi sehingga selamat dari ancaman azab neraka naudzubillahimindzalik Jadi ini maksudnya iman yang benar seperti ini standarnya kalau kurang dari ini berarti tidak benar ya orang-orang yang beriman dengan

sebenarnya mereka akan mendapatkan kedudukan-kedudukan yang tinggi di sisi Allah di sisi roknya mendapatkan pengampunan dan rezeki yang yang agung atau rezeki yang mulia inilah keutamaan yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepada mereka ya dan di sini makna rezeki yang khusus karena karunia dari Allah subhanahu wa ta’ala rezeki sudah pernah kita sebutkan bukan hanya harta kedudukan atau fasilitas duniawi rezeki yang khusus itu adalah ilmu yang bermanfaat rasa takut kepada Allah khusyuk dalam ibadah ini yang berhubungan dengan kebaikan agama

kita Syekh Abdur rahimahullah ta’ala menjelaskan tentang makna ayat ini Beliau berkata bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala mensifati orang-orang yang beriman di ayat ini dengan semua sifat-sifat ini al-mutazamminah yang terkandung di dalamnya ya menegakkan semua perkara agama dari usul dasar-dasarnya maupun cabang-cabangnya yang lahir maupun batin jadi iman itu meliputi semua pembahasan

agama Jadi tidak boleh kita hanya Perhatian Kepada amalan-amalan dhohir sementara hati kita tidak pernah kita usahakan untuk perbaikan Iman padahal asalnya pohon iman kita tanam di hati kita ini keliru yakni perhatian dalam masalah perbaikan ilmu kualitas dari amal jadi sudah kita Terangkan justru orang-orang yang imannya benar yang mereka fokuskan utama adalah perbaikan dari hatinya ikhlasnya cintanya takut dan berharapnya tawakalnya karena ini justru yang menentukan kualitas membenarkan kualitas amalan-amalan anggota badan

seperti hadis yang tadi kita sebutkan hadis tentang perbaikan hati menjadi sebab perbaikan semua anggota badan Juga sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam Dalam Hadis Shahih riwayat Imam muslim at-taqwa itu terletak di sini sambil beliau menunjuk ke dalam dadanya tiga kali hadir bukan berarti anggaran anggota badan tidak perlu tetapi amalan anggota badan kita tahu belum tentu karena dari hati tapi kalau perbaikan dimulai dari hati itu otomatis akan memperbaiki semua anggota badan tidak sebaliknya belum

tentu kebaikan yang nampak pada anggota badan itu dari dari hati manusia jadi iman itu meliputi semua perbaikan lahir dan batin manusia mungkin timbul pikiran kalau begitu untuk mengusahakan iman yang benar susah sekali jawabannya kalau dengan kemampuan kita pasti susah banyak fitnah di akhir zaman apalagi tapi kalau kita Bersandar kepada Allah dan ingat agama ini ada jalannya kita menempuh jalan yang Allah gariskan sebagaimana yang ditempuh oleh para ulama para sahabat radhiyallahu ta’ala anhum ajma’in dan para ulama Salaf maka

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjanjikan kemudahan walaupun sebagai pelajaran sebagai peringatan Apakah ada orang yang mau mengambil pelajaran darinya ini janji dari Allah ditafsir assa’adi tafsir beliau ketika menafsirkan ayat ini ada salah seorang ulama Salaf yang mengatakan hal Min tholibil Ilmi fayu’anu Alaihi Apakah ada orang yang mau menuntut ilmu sungguh-sungguh sehingga Allah pasti akan menolongnya Allah yang memudahkan Itulah sebabnya kita belajar agama Jangan bersandar kepada kemampuan diri selalu berdoa kepada Allah selalu

memperbaiki cara kita menuntut ilmu supaya pertolongan dari allah selalu turun kemudian jalur yang kita tempuh benar insya Allah akan sampai kepada hasil sebagaimana yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala janjikan Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mensifati mereka di ayat ini dengan iman beriman kepada Allah yang iman itu terlihat jelas asalnya ya dampaknya terlihat jelas pengaruh-pengaruhnya pada keyakinan mereka yakni mereka jadi khusyuk mereka selalu bertawakal kepada Allah takut hatinya ketika disebut nama Allah nampak

dalam keyakinan mereka dalam ucapan dan perbuatan mereka lahir dan batin ayatullah dan bersamaan dengan tetapnya atau kuatnya Iman di hati mereka bersamaan dengan itu iman mereka selalu bertambah setiap kali ayat-ayat Allah dibacakan di hadapan mereka nah ini yang selalu meraih peningkatan Iman sehingga Allah sempurnakan kepada mereka ketakwaan kalau kita menempuh jalan seperti ini lama-kelamaan pertama akhirnya menjadi sempurna Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di surat Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan orang-orang yang selalu mengikuti

petunjuk kami Allah akan tambahkan baginya petunjuk kemudian Allah berikan ketakwaan kepadanya Sempurna sudah karena bertambah terus ya ini yang mereka dapatkan dari pengamalan mereka terhadap konsekuensi iman dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana selalu bertambah rasa takut mereka ketakutan mereka setiap kali disebut nama Allah ya bersamaan dengan itu di dalam hati mereka di dalam batin mereka mereka selalu bertawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala orang yang beriman itu ketika disebut nama Allah takut dan dia sangat membesarkan nama Allah

Subhanahu Wa Ta’ala dari sinilah kata para ulama Kenapa orang yang beriman itu kalau misalnya ada orang yang menipu mereka dengan menyebut nama Allah mereka gampang tertipu bukan karena mereka bodoh tapi pengagungan kepada Allah di hati mereka terlalu besar sehingga mereka menyangka Tidak mungkin orang ini menyebut nama Allah untuk sesuatu yang bersifat main-main ada hadis riwayat Bukhari dan Muslim ya Atau mungkin pernah dengar tentang Nabi Isa Alaihissalam kisah di zaman Nabi Isa Alaihi Wasallam dia melihat pencuri di pasar ya kan

jelas-jelas orang ini mencuri jelas-jelas dia mencuri maka Nabi Isa mengatakan bertakwa kepada Allah kenapa Kamu mencuri maka orang ini mengatakan wallahi Padahal dia mencuri pembohong demi Allah aku tidak mencuri maka mendengarnya nabi Isa alaihissalam mengatakan shodaqota benar ucapanmu dan dustalah kedua mataku Padahal dia menyaksikan Ini kata para ulama bukan berarti benar Nabi Isa salah melihat tidak dia benar-benar menyaksikan orang itu mencuri tapi ketika orang ini menyebut nama Allah dia takut dia punya

pengagungan terlalu besar nama Allah di hatinya sehingga dia tidak menyangka ada orang yang berdusta menggunakan nama Allah Subhanallah seperti ini para ulama Salaf dulu ya makanya ketika ada orang yang datang meminta kepada mereka Billahi Alaika demi Allah atas nama Allah berikan aku ini mereka akan berikan karena nama Allah di hadapan mereka itu sangat-sangat Agung dan sangat besar orang yang seperti ini ketika diingatkan langsung dia takut langsung bergetar hatinya sebagaimana yang disebutkan di ayat ini dan mereka di hati mereka dan batin

mereka selalu bertawakal kepada Allah dan bersandar kepadanya dalam semua urusan mereka ini orang yang beriman dengan sesungguhnya Bersandar kepada Allah dalam semua urusan mereka ini diantaranya yang paling besar terwujud dalam apa setiap kita berbuat sebelum melakukan apapun berdoa dulu kepada Allah berdoa ini tidak menunjukkan kelemahan bahkan menunjukkan kekuatan karena kita Bersandar kepada yang maha kuat dan maha perkasa orang mengatakan bahwa kita harus mandiri kita harus bisa berpikir dengan diri kita sendiri

ketika Anda berkata seperti ini anda Bersandar kepada siapa kepada makhluk bahkan kepada diri kita yang penuh dengan kelemahan manusia diciptakan dalam keadaan lemah diri itu Bersandar kepada diri sendiri artinya atau Bersandar kepada orang lain ini kan salah kita lagi yakin mana ketika Bersandar kepada makhluk daripada Bersandar kepada pencipta makhluk jadi Semua urusan kita kita harus mulai dengan Bersandar kepada Allah berdoa kepada Allah paling tidak kita menyebut nama Allah untuk mengingatkan diri kita bahwa urusan kita

ini hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang maha kuasa untuk memudahkannya dan menolong kita dalam mendapatkan kebaikan dari semuanya dan mereka selalu memasrahkan urusannya kepada Allah Allah dan bersamaan dengan itu mereka senantiasa menunaikan salat yang wajib maupun yang sunnah anjuran mendirikan salat lahir dan batin kita harus ingat salat sesuai dengan sunnah nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bukan cuma lahirnya saja gerakan-gerakan anggota badan saja tapi khusyuk di dalam hati kita yang khusyuk ini kita tahu

dikatakan para ulama adalah rohnya salat nyawanya salat berarti salat yang tanpa khusyuk seperti mayat atau bangkai ya Itulah sebabnya kata para ulama kita harus berusaha setelah perbaikan Iman agar buahnya yaitu khusyuk bisa kita rasakan dalam setiap ibadah kita termasuk salat kita yang paling utama Kita juga harus berusaha memahami makna bacaan bacaan dzikir doa dan bacaan Alquran dalam salat kita karena ini membantu khusyuk dan perkara-perkara lainnya yang ini diterangkan di pembahasan mengenai khusyuk di dalam salat

juga mereka senantiasa membayar zakat menunaikan zakat menginfakkan yang wajib maupun sunnah yakni mereka menunaikan kewajiban memberikan nafkah pada keluarga termasuk bersedekah yang sunnah mereka lakukan dan kita tahu menginfakkan harta setelah menunaikan kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan kewajiban terhadap nafkah keluarga yang berhubungan dengan keadaan kita saat ini yang paling utama adalah berkurban menyembelih sembelihan tanggal 10 Zulhijah setelah melaksanakan salat Idul Adha ini adalah nafkah harta yang paling utama infak

harta yang paling utama ya ini sesuai dengan kita saat ini berada di 10 hari awal Dzulhijjah hendaknya bagi yang mampu berusaha melakukan qurban karena korban juga ini kita tahu kedudukannya sangat tinggi dalam Islam cukuplah keutamaannya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan di surat al-hajj bahwa qurban ini adalah simbol takwa di hati dzalika demikianlah maka barangsiapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah ya kata para ulama ahli tafsir ini maknanya yang pertama adalah kurban hewan sembelihan yang kita sembelih karena Allah

Subhanahu Wa Ta’ala maka itu adalah timbulnya dari Taqwa yang terdapat di hati manusia makanya ini mereka selalu tegakkan ya menunaikan zakat memberikan nafkah yang wajib maupun yang sunnah yang anjuran Adapun korban kita tahu hukum hukumnya menurut pendapat yang terkuat adalah wajib bagi yang mampu baik maka barangsiapa yang memiliki sifat seperti ini tidak tersisa sedikitpun kebaikan kecuali dia inginkan kecuali Allah mudahkan baginya dan tidak tersisa keburukan kecuali dia akan berpaling darinya Allah jauhkan dia darinya

orang yang seperti ini Allah akan mudahkan ya orang yang seperti ini sifatnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan selalu mudahkan sebab-sebab kebaikan baginya dan jauhkan sebab-sebab keburukan darinya Oleh karena itu Allah berfirman di akhir ayat ini apa mereka inilah orang-orang beriman yang sesungguhnya orang-orang beriman yang sejati dan merekalah yang berhak mendapatkan sifat ini pada hakekatnya ya sesungguhnya dan merekalah yang mewujudkan pengamalan sifat-sifat ini lahir dan batin dalam kehidupan mereka kemudian

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan pahala mereka yang demikian besar berlimpah ya yang terkandung di dalamnya hilangnya dijauhkannya mereka dari semua keburukan dan kejelekan dan ditinggikannya derajat mereka di sisi Allah serta mereka mendapatkan rezeki yang mulia yang terkandung di dalamnya berbagai macam nikmat di surga nanti yang belum pernah dilihat oleh mata didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas di dalam benak atau di dalam hati manusia inilah janji dan keutamaan besar yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala limpahkan bagi

orang-orang yang beriman yang telah merealisasikan makna iman yang sesungguhnya lahir dan batin sebagaimana yang disebutkan di dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala di surat al-anfal ini oleh karena itu ini diantara ayat-ayat yang menjelaskan tentang makna iman yang tentu kita berusaha untuk bisa mengikutinya memahaminya mempraktekkannya dalam kehidupan kita agar kita mendapatkan keutamaan-keutamaan tersebut sampai di sini kajian kita di kesempatan pagi hari ini Semoga kita mendapatkan faedah dan manfaat ilmu yang bermanfaat yang

mewariskan amalan Saleh menjadi sebab kebaikan untuk dunia dan akhirat kita kita Jawab pertanyaan-pertanyaan yang masuk Assalamualaikum Waalaikumsalam Barakallah Bagaimana cara agar kita beriman dengan benar dan selalu Istiqomah membaca Alquran ya pertanyaan yang sangat baik sekali cara kita beriman ini yang kita bahas dari pembahasan kitab ini dari awal iman yang benar dan selalu Istiqomah membaca Alquran dua-duanya ini berkaitan ya Membaca Alquran itu menumbuhkan Iman menguatkan iman tadi sudah kita baca dalilnya diantaranya ayat tadi

sebagaimana orang yang imannya benar pasti akan selalu senang membaca Alquran jadi membaca Alquran ini kita butuhkan dalam semua keadaan pertama untuk perbaikan diri mengobati penyakit hati kita masih merasakan banyak kekurangan iman kita kita butuh obat Allah menurunkan sebaik-baik obatnya adalah Alquran yang beriman sungguh telah datang kepadamu di dalam Alquran mau kita nasehat dari Allah dan obat bagi penyakit hatimu serta petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman jadi untuk membenarkan iman kita kita

harus selalu baca Alquran dan ingat baca dengan merenungkan artinya bukan hanya baca saja berkali-kali saya ingatkan Imam Ibnu qayyim rahimahullah ta’ala menyebutkan membaca Alquran menghafal Alquran dengan lancar ini kebaikan besar tapi ini kedudukannya sarana tujuannya adalah paham karena Alquran diturunkan untuk apa dibaca saja atau diamalkan diamalkan kita ambil petunjuknya jadi ada sarana ada tujuan seindah apapun sarana kalau tidak mencapai tujuan tidak bermanfaat maka membaca Alquran itu ada yang membaca lafaznya ada yang membaca lafadz

dan paham maknanya kata Ibnu qayyim Allah ta’ala membaca menurunkan maknanya itu lebih utama dibandingkan sekedar Membaca lafadznya saja dan orang yang membaca Alquran dengan merenungkan maknanya inilah Ahlul Ahlul Alquran yang disebutkan dalam hadis yang shahih keutamaannya ahlul quran mereka inilah orang-orang yang mulia dan diistimewakan di sisi allah subhanahu wa ta’ala keluarga Allah subhanahu wa ta’ala ini artinya orang-orang yang diistimewakan dan dimuliakan di sisi allah subhanahu wa ta’ala jadi teruslah baca Alquran

pelajari isinya renungkan kandungan maknanya agar menyentuh hati kita dengan sebab ini iman kita akan tumbuh setelah iman kita akan tumbuh maka kita akan selalu ingin membaca Alquran dan tidak akan pernah bosan kata sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu ta’ala Anhu seandainya hati kita bersih dia tidak akan pernah merasa kenyang merasa puas untuk selalu membaca Alquran Apakah berdosa jika kita mengingat-ingat masa lalu yang sangat sulit untuk dilupakan masa lalu apa ini kalau itu keburukan kita ingat buat apa nanti membuat kita

tergoda untuk mengulanginya naudzubillahimindzalik manusia itu punya tabiat ya semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita dan menjauhkan kita dari segala keburukan manusia itu punya tabiat kalau ada kebiasaannya di masa lalu dan setelah dia bertobat pun setelah bertobat ada sebabnya bisa jadi dia terpengaruh kembali contoh dalam kehidupan kita ya orang yang suka dengar musik misalnya dengan nyanyian tiba-tiba dia mendengarkan nyanyian tersebut mungkin di pasar mungkin di keramaian diputar apa yang terjadi kakinya akan goyang-goyang

Padahal dia tahu tidak boleh karena dia pernah hafal ya itu diantara faedah disebutkan dalam kitab Fathul Majid tentang hadis ketika perang Hunain yang di situ ada sebagian dari mereka-mereka yang baru masuk Islam yang masuk Islam ketika Fathu Makkah ikut perang tersebut kemudian melihat orang-orang musyrik yang punya pohon yang disebut Datu Anwar pohon besar disitu digantungkan senjata mereka untuk Cari Berkah agar senjatanya kuat ketika melewati pohon ini mereka berkata apa ya Rasulullah buatkan untuk kita juga pohon seperti

ini sebagaimana orang musyrik ini punya pohon seperti ini ya ini kebiasaan mereka di zaman Syirik dulu suka menggantungkan pohon mencari berkah dengan benda-benda seperti ini mereka minta dalam Islam padahal ini kan jelas membawa kepada kesyirikan minta kepada Allah maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam langsung mengingkari mereka Subhanallah Allahu Akbar Israil di Musa ucapan kalian ini seperti ucapannya Bani Israil kepada Nabi Musa yang disebutkan dalam Alquran wahai Musa Buatkanlah untuk kami sembahan-sembahan selain Allah

sebagaimana mereka juga punya banyak sembahan ya Ini kebiasaan yang timbul kembali ketika mereka melihat ada di hadapannya hal-hal Yang Dulu mereka biasa kerjakan mohon nasihatnya terkait perbedaan hari raya besar umat Islam hingga tahun ini ada perbedaan hari raya bagaimana kita menyikapinya ya kita menyikapi bahwa Arab Saudi di Indonesia itu berbeda waktunya sekarang ketika Antum melaksanakan salat subuh di Indonesia ikut waktu Saudi atau sini ada Masjidil Haram masjid di Jawa kita lebih cepat 4 jam dibandingkan mereka masih Tengah malam

saat ini masjid tidur mungkin ya Jam 2 malam jadi waktu salat berbeda maka demikian pula dalam hal yang berhubungan dengan penetapan waktu-waktu ibadah yang berdasarkan ru’iyatul Hilal melihat bulan sabit kita ikuti pemerintah kita ini fatwa dari para ulama yang kita tanyakan Syekh Sulaiman Profesor di bidang fiqih yang mengajar di Masjid Nabawi kemudian Syekh Abdul ulama yang paling senior di Madinah intinya ada orang-orang yang berpendapat dan ini perbedaan pendapat kalau berdasarkan perkataan para ulama tidak

mengapa cuman kita katakan itu lemah yang mengatakan bahwa yang namanya hari raya termasuk puasa Arafah itu mengikuti orang-orang yang melaksanakan ibadah haji termasuk hukum di Arafah maka dijawab oleh para ulama bahwa tidak benar demikian karena seandainya satu saat misalnya ya kalau terjadi satu keadaan yang Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melindungi tanah haromain dan menjauhkan dari segala keburukan satu keadaan di sana terjadi peperangan atau kondisi tertentu sehingga dalam satu tahun tidak ada pelaksanaan ibadah

haji dan ini pernah terjadi di masa yang lalu Apakah kita Katakan Tidak ada orang puasa Arafah seluruh dunia karena tidak ada pelaksanaan haji tidak ada orang yang berjudul Adha karena tidak ada pelaksanaan Haji maksudnya tidak jadi bukan tergantung dari yang ada di sana Ana sangat sedih karena berpisah dengan teman Ana yang kita sama-sama sudah mulai belajar manhaj salaf anak khawatir Ana jadi futur dan tidak terima takdir Allah karena bersama mereka Ana lebih mudah untuk beramal saleh dan selalu termotivasi

ketika Antum berpisah dengannya berpisah karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala memanggilnya atau berpisah karena udzur tertentu maka ini takdir Allah yang harus kita terima dan ini bagian yang paling penting dari mana salah Bagaimana Antum belajar manhasalah kemudian tidak terima hal-hal yang seperti ini masalah teman cari teman yang lain masih banyak orang-orang yang baik alhamdulillah bisa jadi itu pertemanan yang tidak benar karena berpisah saja Antum tidak terima takdir ini ya jadi Harusnya kalau benar pertemanannya karena Allah kalian saling

mengingatkan kalau dia masih hidup misalnya tidak ke tempat lain saling mengingatkan untuk bersabar masih ada juga cara untuk berkomunikasi kalau dia sudah meninggal dunia kita katakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menakdirkan memanggil dia kenapa kita tidak terima Apakah kita ingin melawan kehendak Allah subhanahu wa ta’ala apa kita anggap pilihan kita lebih baik dibandingkan pilihan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita bersabar kita cari teman yang lain Alhamdulillah banyak teman-teman yang lain yang bisa menjadi sebab kita saling

tolong-menolong dalam kebaikan dan ketaatan kalau seorang akan berkurban atas nama satu keluarga apakah satu keluarga itu tidak boleh memotong kuku dan mencukur rambut juga memang perubahan seseorang satu ekor kambing misalnya atau 1/7 sapi atau unta itu mencukupi untuk dirinya dan keluarganya Walaupun dia ingin lebih dia tidak mengapa boleh-boleh saja tetapi dalam hal ini kata para ulama Seperti penjelasan Syekh Abdul Rozak dan yang lainnya dilarang untuk memotong kuku rambut dan seterusnya itu adalah bagi pemilik

kurban saja yakni kepala keluarga yang berkorban saja Adapun anggota keluarganya kalau ingin melaksanakannya tidak mengapa dia laksanakan misalnya dia tidak ingin juga bagus-bagus saja baik-baik saja tidak mengapa kalau dia juga tidak ingin memotong rambut atau kuku dan yang lainnya Bagaimana hukumnya olahraga gym jika dalam satu ruangan adalah laki-laki dan perempuan dan ada musiknya mohon penjelasannya siap ini jelas sudah tahu apalagi pemandangannya sangat mengerikan ya ada musiknya lagi kalau putih yang seperti ini lakukan

kita berusaha untuk menghilangkan ya ini hukum asalnya kan jimnya tidak masalah selama itu bermanfaat untuk kesehatan dan juga tentu dilakukan dengan cara yang benar ada pembimbing cuman kondisi sekitarnya yang harus di apa disterilkan dari hal-hal yang merusak iman kita bikin yang sesuai dengan syariat Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya masalah tadi ini perbedaan Idul Adha dan Puasa sudah kita jawab tadi Bagaimana cara terbaik memilih teman duduk yang benar mengikuti manhaj salaf secara dhohir seperti ciri pakaian

janggut dan lainnya hampir mengikuti sunnah Ya kita harus bicara dengan orang tersebut kita akan kenal dia setelah kita mengetahui apa yang disampaikannya karena seseorang tidak akan bisa menyembunyikan terus menerus apa yang terdapat di dalam hatinya pasti ucapannya mereka akan terlihat ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan di dalam surat Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tentang orang-orang munafik wala ta’rifat sungguh-sungguh kamu akan mengenali mereka dari ucapannya dari pembicaraannya jadi kita bicara sama dia

bagaimana dia mengikuti pemahaman tentang aqidah Bagaimana tentang manhaj salaf kemudian dia Ngaji ah bagaimana pengajiannya Ustadz yang diikutinya akan kelihatan orang tersebut kemudian kita bisa berhati-hati kalau kita sudah mengetahui ada kajian-kajian yang di situ kita bisa melihat orang-orang yang mengikuti kajian tersebut dan rutin mengikutinya Insyaallah inilah orang-orang yang sebaiknya kita jadikan sebagai teman duduk kita Apakah boleh seorang kakak menahan harta warisan bagian adiknya dengan alasan khawatir akan digunakan untuk hal-hal

yang tidak bermanfaat sementara sang adik menginginkan harta tersebut dilihat dulu adiknya kalau adiknya sudah dewasa Apalagi sudah keluar dan diketahui tidak lalai dalam penggunaan harta itu adalah haknya harusnya dikasih kecuali kalau adiknya ada hal-hal yang kita ketahui misalnya masih belum dewasa atau ada pemikiran-pemikiran yang menyimpang perbuatan-perbuatan yang keliru ini pun juga didiskusikan dengan anggota keluarga yang lain ditahan hartanya karena ini tidak mengapa kalau karena pertimbangan tersebut jadi

pertimbangannya di sini benar-benar syar’i kalau adiknya sudah keluar sudah bisa menggunakan hartanya normal dan seterusnya maka harusnya tidak tidak ditahan Karena itu adalah haknya saya sudah mengikuti kajian Salaf ya Kajian sunnah kurang lebih 10 tahun namun hafalan Qur’an masih belum bertambah Apakah hal ini menjadikan kajian yang setiap saya ikuti kurang bermanfaat karena dengan kehidupan pekerjaan mencari nafkah keluarga menjadi penghalang untuk menghafal Alquran baik tapi yang paling penting selalu berusaha membaca Alquran

menghafal juga tentu ini kelebihan ya coba tadi kita katakan yang paling penting diusahakan di sini membaca dan paham kalau bisa ada kelebihan dengan menghafal maka lebih baik berusahalah untuk menyisihkan waktu ya jangan sampai kita dikalahkan dengan kesibukan kita dalam urusan dunia karena ini merupakan bagian dari perhatian kita terhadap masalah agama bagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberikan perhatian kepada kita kalau kita sendiri kurang memberikan perhatian dalam perbaikan agama kita yang berdoa kepada Allah

kemudian usahakan luangkan waktu usahakan cari pekerjaan yang tidak menjadikan kita lalai dari kebaikan-kebaikan agama kita terkait perbedaan pelaksanaan Idul Qurban adalah perbedaan dalam melihat tinggi bulan masalah perbedaan seperti ini ya bukan urusan kita dalam menentukannya ketika pemerintah berijtihad dan mereka mengatakan melihat Hilal maka itu yang kita ikuti dan masih masalah nanti ada masalahnya pertanggungjawaban mereka di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita ingat hadis yang disebutkan dalam Shahih Muslim hadis Quraisy yang

terkenal Maulid Ibnu Abbas ketika dia diutus ya oleh untuk satu keperluan pergi ke Syam dalam muslim kemudian di sana waktu itu adalah ada muawiyah radhiyallahu ta’ala anha di sana Mereka melihat bulan Hilal sehari sebelum di Madinah intinya ketika dia pulang dia memerintahkan kepada Ibnu Abbas maka Ibnu Abbas mengatakan kita akan berpuasa dan Idul Fitri sesuai dengan yang kami lihat Hilal di Madinah demikianlah yang diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam demikianlah yang diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Mereka melihat Hilal padahal Madinah sama Syam tidak begitu jauh tidak seperti Indonesia sama Arab Saudi yang sangat jauh itu saja karena sudah berbeda penglihatan hilalnya Ibnu Abbas mengatakan kita senantiasa berpuasa dan Idul Fitri sesuai dengan Hilal yang kami lihat di Madinah demikianlah yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam berarti ini adalah dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dari sinilah pendapat yang mengatakan masing-masing Negeri punya rukiah tersendiri ini adalah pendapat yang kuat apalagi ini juga

berdasarkan hadis yang lain yang menyuruh Kita beridul Fitri berpuasa berjudul Adha bersama kaum muslimin Puasa itu adalah ketika kaum muslimin berpuasa Idul Fitri adalah ketika kaum muslimin Idul Fitri Idul Adha adalah ketika kaum muslimin berjudul Adha jadi mengikuti pemerintah dan mayoritas kaum muslimin inilah yang disyariatkan di dalam Islam berdasarkan dalil-dalil yang ada Adapun masalah yang berhubungan dengan pembahasan ruqyah ya kita tahu rukiyatul Hilal yang disyariatkan adalah kita melihat dengan mata kita atau boleh dengan menggunakan

alat yang membantu mata kita yang penting kita saksikan langsung itulah yang disyariatkan di dalam Islam karena Rasulullah SAW bersabda sumur Idul Fitri lah dan seterusnya karena melihat melihat Hilal itu yang kita ketahui dalam masalah ini dan itulah yang kita ikuti sesuai dengan dalil-dalil dari Alquran dan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik]

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *