USTADZ ABDULLAH TASLIM, MA – POKOK POHON KEIMANAN

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdalillah nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh Muhammad [Musik] [Musik]

Shallallahu Alaihi Wasallam kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita kembali dan senantiasa memuji Allah menyanjungnya atas semua limpahan nikmat dan karunianya Alhamdulillah segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang mempertemukan kita di masjid yang mulia ini di pagi hari ini dalam majelis ilmu yang agung untuk mengkaji pembahasan yang paling penting dalam urusan agama kita yaitu pembahasan tentang masalah iman pembahasan tentang masalah iman dengan melanjutkan kajian membahas kitab yang

sangat bermanfaat kitab kecil tapi sangat bermanfaat atau Iman penjelasan tentang pohon iman Bagaimana menumbuhkan pohon iman di hati kita agar berbuah manis agar Iman membuahkan buah-buahnya yang indah keikhlasan dalam beribadah khusyuk dalam salat cinta takut dan berharap kepada Allah kemudian dan kebaikan-kebaikan kebaikan-kebaikan lainnya sebagaimana kita ketahui bersama pembahasan tentang iman adalah pembahasan yang benar-benar kita butuhkan dalam rangka penjagaan terhadap iman kita karena iman tentu menurut keyakinan aqidah

Ahlussunnah Wal Jamaah yazidu Bisa bertambah dan bisa berkurang sudah pernah kita sebutkan juga di awal-awal pembahasan kitab ini yakni akan bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan perbuatan maksiat seiring dengan semakin banyaknya fitnah kemudian hamba yang selalu lalai Ditambah lagi dengan setan yang selalu menggoda manusia maka keadaan iman seseorang memang benar-benar butuh untuk selalu dikuatkan tentu saja sebaik-baik yang bisa menjaga dan menguatkan iman kita sebaik-baik usaha adalah berdoa meminta kepada Allah

Subhanahu Wa Ta’ala agar Menjaga Iman kita menjadikannya senantiasa kuat karena penjagaan terhadap Iman ini yang menentukan penjagaan dari penjagaan dan pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada kita [Musik] Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam Alquran auzubillahiminasyaitonirrajim Innallaha illa FII u anil ladzina amanu Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan selalu membela dan menjaga orang-orang yang beriman berarti kadar iman kita yang menentukan penjagaan dari Allah sempurna atau tidaknya penjagaan dan pembelaan Allah

Subhanahu Wa Ta’ala terhadap seorang hamba sebagaimana Hidayah juga seperti itu innalladzina amanu wa amilus sholihati Yahdi hirobbukum sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh Allah akan memberikan Hidayah kepada mereka dengan iman mereka jadi iman yang menentukan kadar Hidayah ya benar tidaknya iman kita yang akan menentukan sempurna atau tidaknya hidayah yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepada manusia Nah di sinilah karena iman itu Bisa bertambah dan bisa berkurang sementara godaan-godaan yang menyebabkan

iman seseorang itu bisa surut lemah untuk mendangkalkan iman kita demikian Dahsyat apalagi di akhir zaman yang penuh dengan fitnah bahkan mungkin sudah pernah kita Terangkan di akhir zaman itu bukan cuma sekedar godaan yang melemahkan Iman bahkan menghancurkan iman itu banyak dan godaannya bermacam-macam ya disebutkan dalam hadis riwayat Imam muslim Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda tentang akibat dahsyatnya fitnah di akhir zaman Bagaimana yusbi hurojul mukminan wayumsi Kafirun [Musik] seorang hamba yang di pagi hari masih

beriman sorenya dia telah menjadi kafir ada juga orang yang Sore harinya dia masih beriman besok paginya dia telah menjadi kafir bayangkan bukan hanya sekedar berkurang atau menjadi dangkal imannya tapi hilang sama sekali berganti menjadi kekafiran kondisi iman yang seperti ini tentu kondisi yang sangat mengkhawatirkan ya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak menjaganya dan ketika seseorang menyadari dalam dirinya banyak hal-hal yang menunjukkan gejala-gejala kelemahan Iman ini bukanlah perkara yang seorang hamba itu bisa menganggapnya

remeh karena dengan kelemahan imannya berarti penjagaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala terhadap dirinya jauh dan tipu daya setan semakin dekat Bagaimana kaum kemudian kalau hamba ini digoda untuk kemudian ya menjadi sebab imannya rusak sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis tadi Oleh karena itu ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah perkara Iman ini yang harus mendapat perhatian besar bagi kita semua berdoa selalu kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala minta penjagaan iman karena ini adalah karunia Allah yang paling besar yang

kita miliki yang harus kita jaga dengan sebaik-baiknya sudah pernah kita sebutkan apa yang shahih dari sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ta’ala anhu Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan urusan dunia kepada semua orang yang dicintai maupun tidak dicintainya tetapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidaklah memberikan Iman kecuali hanya kepada orang yang dicintainya makanya mengusahakan sebab-sebab yang menguatkan iman ya yang menyegarkan kembali iman kita memperbaharui Iman di hati kita ini kan

yang diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di dalam sebuah hadis yang shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al Hakim dan yang lainnya dinyatakan Shahih oleh Syekh Albani rahimahullah dari sahabat yang mulia Abdullah Ibnu Ammar Ibnu aushuma bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Innal imana Fi qulubikum sesungguhnya Iman di dalam hati salah seorang diantara kamu bisa menjadi usang bisa menjadi lusuh seperti pakaian yang lusuh baju yang lusuh baju yang usang karena lama disimpan maka mohonlah kepada Allah Subhanahu Wa

Ta’ala agar senantiasa memperbaharui Iman di dalam hatimu Nah inilah sebabnya kita selalu harusnya selalu berusaha melakukan sebab-sebab yang menguatkan keimanan kita meningkatkan kualitas keimanan kita membenarkan iman kita agar dengan sebab itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala melimpahkan kebaikan-kebaikannya kepada kita dan juga sekaligus menjaga kebaikan-kebaikan tersebut pada diri kita sampai sampai di akhir hayat kita rahimakumullah pembahasan kitab at-taudih Wal Bayan Iman penjelasan tentang pohon iman di hati kita

Bagaimana cara menumbuhkannya agar membuahkan buah-buah yang indah dan manis Kitab yang ditulis oleh Syekh Abdurrahman Bin nasyir as-sa’adi rahimahullah kita kemarin sudah sampai pada masih di awal-awal penjelasan kitab ini masih di pembahasan tentang batasan dan definisi iman batasan iman dan definisinya di awal-awal pembahasan di sini dibawakan tentang hal-hal yang berhubungan dengan dasar-dasar iman yang paling besar ya sudah kita sebutkan kemarin yang paling pertama itu adalah menetapkan dan meyakini nama-nama Allah

subhanahu wa ta’ala yang maha indah dan sifat-sifatnya yang Maha Tinggi Yang Maha Sempurna [Musik] perbuatan-perbuatannya Yang Maha terpuji ini adalah landasan iman yang paling kuat yang paling besar kemudian saya lanjutkan di sini ya sebagaimana perkara-perkara yang disebutkan di dalam rukun iman jelas Ini semua adalah inti utama landasan utama iman kata Syekh disini selanjutnya sebagaimana [Musik] sebesar-besar

[Musik] pokok iman sebesar-besar landasan iman adalah Al i’tiraf mengakui dan meyakini Allah Bil wahdaniyati dalam sifat wahdaniyahnya yakni Allah Maha tunggal Allah Subhanahu Wa Ta’ala satu-satunya dialah yang memiliki nama Al Ahad Al Wahid yang maha esa dan maha tunggal Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha tunggal maha esa dialah satu-satunya yang berhak untuk diibadahi untuk disembah dan untuk diibadahi semata-mata tidak ada sekutu baginya mengikhlaskan agama untuk Allah

semata-mata Islam kemudian menegakkan mengamalkan syariat-syariat Islam yang lahir dan juga hakekatnya dalam batin kita secara batin dalam hati kita [Musik] semua ini adalah termasuk dasar-dasar utama keimanan sudah kita Sebutkan dasar pembahasan kitab ini adalah Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala di surat Ibrahim Alaihissalam bagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala membuat perumpamaan yang indah tentang iman dan juga sudah kita tambahkan penjelasan

dari Imam Ibnu qayyim rahimahullah ta’ala bahwa Alquran itu ketika menyebutkan satu penjelasan dengan membuat perumpamaan berarti ini adalah permasalahan yang paling penting dalam agama kita kenapa karena penjelasan Alquran sendiri sudah sangat terang dan gamblang ketika satu permasalahan disebutkan lagi dengan perumpamaan berarti Allah menginginkan kita untuk lebih paham lagi penjelasannya saja sudah jelas ditambah lagi dibuat perumpamaan dengan sesuatu yang bisa kita saksikan di kehidupan nyata berarti masalah ini benar-benar masalah

yang paling penting dalam urusan agama kita contoh seperti masalah iman ya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan di dalam surat Ibrahim Alaihissalam di ayat ke-24 sampai 25 alam taro Kaifa baraballah Bagaimana Allah membuat perumpamaan membuat permisalan kalimat yang baik ya kalimat Toyibah yakni kalimat al-ikhlas kalimat tauhid Lailahaillallah kalimat Islam kalimat-kalimat yang baik dalam Islam yang kata Syekh Abdurrahman

kalimat Iman perumpamaannya seperti pohon yang baik pohon yang pertumbuhannya baik dengan ciri-ciri apa akarnya kokoh menancap kuat di dalam tanah kemudian farruha cabangnya tumbuh menjulang ke atas langit [Musik] cabang-cabang yakni batang dan cabang pohon ini tumbuhnya ke atas kemudian pohon ini Tuti ukulahan yang seperti ini akan mengeluarkan buah-buahnya yang manis yang indah setiap saat dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi semua hal ini harus terpenuhi supaya pohon tersebut berbuah berbuah manis nah ini yang kadang-kadang

ya seseorang ketika tidak memahami agama dengan benar tidak bersabar mengikuti proses menumbuhkan kebaikan pada dirinya dia tidak paham Dia kira bisa melangkah begitu saja ya ada sebagian orang mungkin bertanya atau dia menganggap saya ingin setelah pulang salat saya langsung bisa menjadi khusyuk Saya ingin setelah pulang saya berdzikir kepada Allah kemudian merenungkan saya menangis Saya ingin bertobat kemudian menghapuskan dosa-dosaku kita katakan Masya Allah ini tujuan-tujuan yang baik keinginan yang baik tapi semua ini ada

prosesnya ada prosesnya setelah minta pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana tadi pohon Kalau pohon tersebut hanya kita lempar saja bijinya seperti itu benihnya atau kita tanam sekedar ditanam di awal saja setelah itu tidak diperhatikan pengairannya pemupukannya Bagaimana menjaga pohon tersebut dari misalnya tanaman-tanaman pengganggu maka pasti dia tidak akan tumbuh dengan baik kalau kita semua sepakat mengatakan iman adalah karunia Allah yang paling indah berarti ini adalah sesuatu yang harus

didapatkan dengan usaha dan perjuangan [Musik] harus dengan kesungguhan ya untuk mengusahakan perkara Iman ini harus sungguh-sungguh urusan dunia saja kalau kita ingin dapatkan hasil yang baik hasil yang maksimal kita rela mengeluarkan mengorbankan apa saja apalagi Urusan Agama yang menyangkut keselamatan kita dunia dan akhirat jadi ketika dibahas di sini tentang usul-usul iman ya dasar-dasar keimanan yang paling Agung berarti ini harus benar-benar kita kuatkan pada diri kita makanya waktu kita belajar tauhid waktu kita mengkaji misalnya tentang

nama-nama Allah subhanahu wa ta’ala yang maha indah sifat-sifatnya yang Maha Sempurna kita harus benar-benar paham benar-benar harus menguatkan pemahaman masalah ini merasuk ke dalam hati kita kalau perlu kita ulang-ulang karena iman itu ya ketika dia telah merasuk ke dalam hati telah menyatu dengan hati baru akan menjadi kuat hati tersebut kita sebutkan kemarin di dalam hadis riwayat Imam Bukhari tentang inti Sebab utama yang menjadikan para sahabat radhiallahu ta’ala anhum ajma’in demikian Teguh mempertahankan imannya sampai tidak ada

seorangpun diantara mereka yang murtad meninggalkan agama Ini bukti bahwa iman mereka sangat kuat Kenapa di awal-awal Rasulullah SAW mendakwahkan islam Bagaimana ujian yang mereka dapati ya bukan hanya penyiksaan kemudian pemboikotan kemudian berbagai macam penderitaan yang mereka alami tapi tidak ada yang meninggalkan agamanya Apakah ada salah seorang diantara sahabat nabi Ini yang kemudian murtad meninggalkan agamanya setelah masuk Islam kemudian dia murtad dalam keadaan benci kepada Islam ini dialog di dalam Shahih Bukhari

antara Raja Romawi dengan Abu Sufyan yang waktu itu belum masuk Islam sebagai utusannya orang kafir Quraisy radhiyallahu ta’ala Anhu maka dijawab oleh Beliau tidak ada sama sekali ketika itulah dijawab oleh Raja Romawi ini yang dia mengetahui tentang kebenaran Islam dari kitab Injil yang dipelajarinya dia mengatakan kadzalikal iman demikian gambaran keadaan Iman ketika kemanisan iman itu telah merasuk dan bercampur di dalam hati manusia inilah iman yang tidak akan goncang dengan cobaan apapun sebagaimana yang telah dirasakan oleh

para sahabat radhiallahu ta’ala anhum ajma’in Jadi maksudnya di sini Bapak Ibu ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah ketika kita belajar agama kita perlu mengikuti prosesnya kita harus bersabar karena dengan kita perbaikan dasarnya itu yang nanti akan menumbuhkan pohon iman kita dan dengan sebab itu akan membuahkan buah-buahnya kalau prosesnya tidak kita ikuti ya tidak akan bisa menghasilkan buah Oleh karena itu sebab-sebab yang menumbuhkan Iman sudah kita ulangi berkali-kali perlu mendapatkan perhatian serius dari kita supaya nanti

membuahkan hasilnya yakni waktu kita membaca Alquran harus bersabar berusaha memahami kandungan maknanya Supaya apa tersentuh hati kita sudah pernah kita sebutkan Alquran itu diturunkan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam diturunkan seperti apa seperti hujan untuk mengairi pohon iman kita untuk menyuburkan hati kita seperti tanah yang ditimpa air hujan supaya nanti bisa menumbuhkan pohon iman ini semua harus kita lakukan dengan dengan benar supaya tubuhnya pohon iman di hati kita benar benar-benar akan

menumbuhkan pertumbuhan yang baik yang dengan sebab itu akan mengeluarkan buah-buahnya yang indah baik kita lanjut kata Syekh Abdurrahman rahimahullah [Tepuk tangan] Oleh karena itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan ya Man menyebutkan hasil dari iman balasan dari iman yang benar adalah masuk ke dalam surga dan selamat dari azab neraka ini tentu disebutkan di dalam banyak ayat Alquran Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan balasan iman adalah

masuk surga dan selamat dari api neraka ini maksudnya iman yang benar dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan balasan Iman menjadikan balasan iman itu keridhoannya al-falah keberuntungan dan kebahagiaan yakni kebahagiaan dunia dan akhirat [Tepuk tangan] [Musik] dan ini tidak akan mungkin bisa didapatkan kecuali dengan penjelasan

yang sudah kami Sebutkan kata beliau bahwa iman itu meliputi pembahasan-pembahasan masalah akidah masalah keyakinan [Musik] perkara-perkara yang merupakan amalan-amalan hati dan amalan-amalan anggota badan jadi semua hal-hal yang berhubungan dengan sebab yang menumbuhkan iman itu kita harus usahakan sewaktu kita mengamalkan satu Amalan kita berusaha agar amal itu bukan hanya anggota badan kita yang tersentuh atau waktu kita berdzikir membaca Alquran bukan hanya lisan kita yang tersentuh tapi harus melibatkan hati kita karena di

hati kita inilah tempat tumbuhnya iman ya makanya Di sini perlu kita memahami makna ibadah dengan benar sehingga selalu sewaktu kita kita beribadah jangan kita hanya mentargetkan sekedar menyelesaikan ibadah tersebut yang sudah pernah kita sebutkan orang-orang khawarij dicela oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis riwayat Imam muslim Mereka rajin membaca Alquran sampai melebihi Rajinnya para sahabat bayangkan tapi apa kata rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang bacaan Alquran mereka mereka membaca Alquran tapi tidak

melampaui tenggorokannya yakni tidak masuk di dalam hatinya dan ini yang menyebabkan mereka meskipun rajin Alquran tidak memberikan hasil untuk mensucikan hati mereka jadilah mereka khawarij pemberontak menyimpang pemahamannya ya ini akibat dari mereka tidak perhatian atau tidak menjadikan Alquran itu sebagai sebab untuk menumbuhkan Iman di hati dan ini terjadi pada Kebanyakan orang saat ini bacaan Alquran itu hanya sekedar memperindah lisannya orang hanya sekedar membangga-banggakan hafalannya meskipun tentu saja membaca

Alquran dengan bacaan yang baik suara yang merdu ini kan dianjurkan di dalam Islam dengan hafalan yang kuat Masya Allah Ini amal yang luar biasa tetapi jangan dilupakan bahwa tujuan Alquran diturunkan adalah untuk membersihkan kotoran penyakit hati untuk menumbuhkan Iman di hati ini yang kurang mendapatkan perhatian sehingga banyak orang yang sudah menyelesaikan al-qur’an sampai khatam berkali-kali tetapi Iman di hatinya atau pengaruhnya terhadap menumbuhkan Iman di hati sangat sangat sedikit karena kurang dibaca disertai

dengan perenungan padahal Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan Alquran Tujuannya adalah untuk di tadaburi artinya direnungkan kandungan isinya agar menumbuhkan kebaikan pada diri hamba tersebut Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kitabun alzalnahu ilaika mubarokun lihat Kitab Alquran yang kami turunkan kepadamu wahai Rasulullah penuh dengan keberkahan kebaikan agar manusia merenungkan isinya jadi katanya ini menunjukkan tujuan Alquran diturunkan adalah untuk direnungkan isinya tujuan utama membacanya dengan bacaan yang baik atau

menghafalnya itu adalah sarana yang harusnya membawa kepada tujuan [Musik] maka Bagaimana mungkin orang hanya perhatian terhadap sarana saja tapi tujuannya justru tidak tercapai ini yang menjadi kendala sehingga banyak orang yang membaca Alquran tapi Alquran itu tidak menjadi sebab tumbuhnya kebaikan pada dirinya karena tidak perhatian terhadap bacaan yang benar kemudian bacaan yang benar itu menjadi sebab menyentuh hatinya Dengan memahami kandungan maknanya baik karena ketika luput ya sesuatu dari hal tersebut jadi dalam perkara Iman tadi disebutkan

mencakup masalah akidah amalan hati amalan anggota badan ketika ada yang kurang tidak terpenuhi ya dalam hal ini maka mestinya akan menjadikan ada kekurangan pada imannya luputnya pahala didapatkan hamba tersebut dan ancaman azab Allah sesuai dengan kekurangan yang ada pada imannya jadi Alquran diturunkan syariat Allah Subhanahu Wa Ta’ala diturunkan semuanya untuk apa untuk kita pahami dan amalkan agar semakin banyak yang kita pahami dan amalkan maka semakin sempurna iman kita makanya dalam Islam tidak boleh orang punya keyakinan

ada sebagian dari perkara agama ini yang [Musik] tidak perlu diamalkan atau boleh ditinggalkan apalagi sampai meyakini orang yang telah mencapai derajat tertentu maka dia tidak perlu mengamalkan agama Ini semua adalah keyakinan yang rusak bahkan bisa mencapai kepada kekufuran dalam Islam itu orang yang semakin sempurna menjalankan Islam semakin dia berusaha mengamalkan semua syariat Islam maka dialah yang paling sempurna kedudukannya yang paling sempurna keimanannya ya makanya para nabi dan para rasul alaihimus sholatu Wassalam para sahabat

radhiyallahu ta’ala anhum ajma’in selalu berlomba-lomba melaksanakan kebaikan selalu Mereka berlomba-lomba bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Mereka senang ketika ada orang yang datang bertanya tentang kebaikan yang kemudian disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis-hadis beliau karena ini sebab yang akan semakin menyempurnakan iman kita iman itu meliputi semua perkara di dalam Islam baik itu yang menyangkut masalah akidah amalan-amalan hati amalan anggota badan amalan lisan semua itu yang namanya iman

bahkan di dalam Alquran Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengabarkan bahwa yang namanya iman yang mutlak iman yang sempurna dengan ini akan dicapai kedudukan yang paling tinggi di dunia dan tingkatan yang paling mulia di akhirat nanti Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di surat al-hadid ayat ke-19 dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulnya mereka itulah orang-orang yang [Musik]

jadi iman kepada Allah dan rasulnya menjadikan seorang hamba meraih Apa kedudukan sebagai Sidiq kita tahu Siddiq ini kedudukan yang paling tinggi di antara manusia setelah derajat para nabi Alaihi salatu Wassalam disebutkan di sini kedudukan ini dicapai dengan apa dengan iman membenarkan Iman menjadikan seseorang meraih kedudukan yang paling tinggi dunia dan akhirat kedudukan As Siddiq ya kata beliau di sini wasit di kunahum a’lal halqi darojatan ba’da darojatil Anbiya akhiroti [Musik] dan yang namanya [Musik] secara bahasa Arab diambil dari

kata-kata shodaqoh artinya benar jujur begitu ya disebutkan oleh sebagian dari para ulama Seperti penjelasan Syekh Ibnu utsaimin rahimahullah ta’ala As Siddiq itu adalah man shodaqoh lasin orang yang selalu jujur dalam keyakinannya dalam keikhlasannya dalam semua amal dan ucapannya semua perbuatan dan ucapannya inilah orang-orang yang jujur orang-orang yang benar jadi ketika dia mengamalkan sesuatu maka itu sesuai dengan keyakinan yang terdapat di dalam hatinya makanya seseorang yang selalu beramal melibatkan hatinya ini akan menjadikan

keyakinan di dalam hatinya selalu benar selalu jujur waktu dia berzikir kepada Allah dengan lisannya maka hatinya akan merenungkan makna dzikir yang diucapkannya sama waktu dia membaca Alquran makanya untuk melatih hati kita agar selalu jujur ya kita selalu berusaha mengamalkan Islam lahir dan batin ya kita selalu mengamalkan bacaan Alquran dengan perenungan waktu kita berdzikir kita hayati kandungan maknanya waktu kita salat juga kita libatkan hati kita dan semua Amalan kita ini yang akan menjadikan seseorang selalu melatih

dirinya untuk memiliki sifat Sidiq baik jadi kata beliau itu adalah orang-orang yang merupakan [Musik] ya manusia yang paling tinggi derajatnya setelah derajat atau kedudukan para nabi Alaihissalam di dunia dan juga untuk tingkatan-tingkatan di akhirat inilah Sidik maka di ayat ini di surat apa tadi Al Hadid ayat ke-19 ini Allah mengabarkan bahwa barangsiapa yang mewujudkan iman merealisasikan iman kepada Allah dan rasulnya dengan benar maka dia akan meraih derajat ini dia akan meraih derajat ini sekarang

ikhwan dan rahimakumullah [Musik] derajat yang tinggi dalam Islam mungkin sebagian kita membayangkan ya menyangka atau menganggap tidak perlu kita mencapai hal tersebut ya cukuplah saya yang biasa-biasa saja itu selalu pemikiran yang mungkin akan dibisikan oleh setan kepada sebagian kita Padahal kalau kita berpikir Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha Pemurah maha pengasih dan maha penyayang keutamaan-keutamaan dan kemuliaan-kemuliaan dalam Islam tidak mungkin Allah tunjukkan untuk orang-orang kafir orang-orang yang tidak

semangat untuk meraihnya artinya kalau kita membaca ayat-ayat seperti ini harusnya kita bersemangat untuk mengusahakan agar kita bisa mendapatkannya karena kita berhadapan atau meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang memiliki sifat-sifat yang sangat indah yang maha indah ya sifat Maha Pemurah maha pengasih maha penyayang Jawa Maha dermawan Al Muhsin Maha berbuat kebaikan Antum hitung saja nama-nama Allah yang berhubungan dengan makna kebaikan itu banyak sekali Al Muhsin al-jauwat Albar Al wahhab Al Manan Masya Allah Maha

Pemberi karunia pemberi Anugerah ini menunjukkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ketika melimpahkan rahmat dan kebaikan kepada hamba-hambanya itu Allah akan mudahkan cuman yang perlu ada kita adalah kita bersungguh-sungguh meminta bersungguh-sungguh berdoa kemudian bersungguh-sungguh menempuh jalan kebaikan tersebut dan kita semuanya yakin Alquran petunjuknya dimudahkan atau dipersulit dimudahkan Alquran sebagai peringatan pelajaran Apakah ada orang yang mau mengambil pelajaran darinya Allah mudahkan ya contoh seperti kedudukan As Siddiq

kedudukan As Siddiq ini kedudukan yang paling tinggi di dunia dan di akhirat diterangkan oleh para ulama kedudukan ini yang paling berhak mendapatkannya adalah orang-orang yang Semangat menuntut ilmu belajar petunjuk allah dan rasulnya kemudian berusaha mengamalkannya itu As Siddiq bahkan Imam Ibnu qayyim rahimahullah ta’ala di dalam Kitab Miftahul dari Saadah pernah mengatakan seperti ini mantola bihil Islam barangsiapa yang menuntut ilmu untuk menghidupkan Islam menegakkan Islam

yakni agar dia bisa mempelajari Islam dengan benar memahaminya mengamalkannya kemudian menyebarkannya maka dia termasuk shiddiqin yang kedudukannya adalah setelah kedudukan para nabi dan para rasul [Musik] jadi dimulai dari menuntut ilmu belajar agama dengan pemahaman yang benar kemudian berusaha untuk mengamalkan dan mempraktekkannya kalau kita sungguh-sungguh dalam menempuh jalan kebenaran maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan mempersulit kita untuk bisa meraih kebaikan-kebaikan tersebut makanya di sini kita perlu jujur membenarkan niat

kita orang yang belajar agama tidak mesti dari awal langsung baik kan sudah pernah kita Contohkan para ulama Salaf dulu ketika belajar agama pertama kali mereka juga niatnya belum sempurna keikhlasannya belum maksimal itu dialami oleh para ulama Salaf tapi dengan ilmu dengan kesungguhan dan kejujuran Allah perbaiki mereka maka ini yang kita inginkan kita tahu kita punya banyak kekurangan amal-amal ibadah kita banyak yang jauh dari ikhlas belum lagi masalah khusyuk belum lagi kita tidak memiliki semangat berlomba-lomba dalam kebaikan tapi kita

semua punya keyakinan kalau kita sungguh-sungguh ingin mengejar keutamaan tersebut dan selalu berdoa kepada Allah maka apa yang menghalangi Allah subhanahu wa ta’ala yang maha pemurah sebagaimana dia yang melimpahkan kebaikan ini kepada mereka dia juga Maha Kuasa untuk melimpahkannya kepada kita ya Jadi ini yang kita inginkan Ini yang menjadikan kita optimis ketika mengejar keutamaan dan kemuliaan di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala diterangkan beliau di sini Allah beritakan di ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberitakan

di ayat ini bahwa orang yang mewujudkan iman kepada Allah dan kepada rasulnya maka dia akan bisa meraih tingkatan ini ya jadi iman cukup dengan iman yang benar kita sudah meraih kedudukan yang paling tinggi di dunia dan di akhirat sekarang kita lihat semakin jelas diterangkan di dalam hadis kata beliau Wahyu fasilitas Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian hal ini diperjelas dan di dan diterangkan di dalam sebuah hadis yang Shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam

beliau bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Inna Ahlan [Tepuk tangan] sesungguhnya penghuni surga nanti ya semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan kita semua termasuk ke dalam golongan penghuni surga dengan rahmat dan karunia-nya sesungguhnya penghuni surga nanti akan saling memandang akan memandang dengan kagum terhadap akhlak terhadap penghuni surga yang menempati kamar-kamar yang indah di dalam surga yakni orang-orang yang menempati kamar-kamar yang indah yang lebih tinggi di dalam surga

sebagaimana kalian melihat sebuah bintang yang terang di timur atau di sebelah timur atau di sebelah barat di ufuk karena perbedaan tingkat diantara mereka yakni penghuni surga saja ketika masuk ke dalam surga ternyata melihat ada orang-orang yang menempati kedudukan yang sangat tinggi di dalam surga menempati kamar-kamar yang indah mendengarkan ini para sahabat radhiyallahu ta’ala anhum bertanya Ya Rasulullah [Tepuk tangan] wahai Rasulullah itu adalah tempat-tempat para nabi layak lugu hagairu tidak mungkin dicapai

oleh orang selain mereka bayangkan di surga kemudian tempatnya yang paling tinggi lagi ini hanya para nabi saja yang bisa menempatinya tidak akan dicapai oleh selain mereka ini menunjukkan para sahabat itu dalam kebaikan mereka sangat semangat mengetahui Ada Tempat Seperti ini mereka tanyakan apakah ini betul hanya para nabi yang menempatinya yang selain mereka tidak bisa menempatinya maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab Bala tidak demikian bukan seperti itu [Tepuk tangan] tidak seperti itu dengan Allah yang jiwaku ada di

tangannya mereka orang-orang yang menempati kedudukan itu atau tempat itu adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul alaihimus shalatu Wassalam jadi kita perhatikan amal mereka sehingga menempati kedudukan yang paling tinggi di surga tadi ini hadis riwayat Bukhari Muslim Apa itu beriman kepada Allah membenarkan para rasul ya ini kan sebenarnya

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *