Penjelasan tentang Pohon Keimanan (lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A ‎حفظه الله

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu wa’inuhu wafiruh wa naud nauzubillahi min syururi anfusina wamin sayyiati a’malina. May yahdihillahu fala mudhillalah. Wamay yudlil fala hadiyaalah. Wa asyhadu alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.

Ya ayyuhalladzina amanut ittaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun. Ya ayyuhannasuttaqubakumulladzi khalaqakum min nafsi wahidah walaqo minha zaujaha. bihi arham inallahaikumq ya aina amqulaha wauluan sad yuslih lakum aalakumagfir lakum dunubakum w yutiillahaasulahu faq had muhammadin shallallahu alaihi wa alihi wasallam umuri muhdaha wa muhda bidah wa bidatin dolalah waalatin finar wa ba’du alhamdulillah

maasyiral ikhwa wal akhwat fiddin hafidakumullah alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala atas semua limpahan nikmat dan karunia-Nya, atas kebaikan-kebaikan yang dimudahkannya bagi kita, terutama tentu saja kebaikan dalam urusan agama kita, kemudahan dalam melakukan kebaikan-kebaikan yang disyariatkan dalam petunjuknya.

Barakallah fikum. Kita kembali memuji dan menyanjung Allah subhanahu wa taala atas taufik yang dimudahkannya bagi kita di pagi hari ini. Setelah melaksanakan salat subuh secara berjamaah, kita dimudahkan untuk kembali mengadakan majelis ilmu yang mulia. Di lanjutan kajian kita membahas kitab kecil yang sangat bermanfaat, attaudihu wal bayanu lisyajaratil iman.

Penjelasan tentang pohon iman. karya atau tulisan dari As Syekh Al Imam Alamah almufassir As Syekh Abdurrahman bin Nasir Ass’di rahimahullahu taala. Dan sangat istimewa di hari ini kita mengadakan pengajian ya di waktu yang masih termasuk 10 hari awal bulan Zulhijah yang tentu kita penting untuk kita ingatkan, kita ingatkan kembali bahwa hari-hari ini adalah salah satu atau bahkan musim kebaikan yang paling agung Dalam Islam kita ingat kembali makna sabda Nabi sallallahu alaihi wa alihi wasallam dalam hadis yang diriwayatkan

oleh sahabat Abdullah Ibnu Abbas radhiallahu taala anhuma dalam Sahih Bukhari. Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi wasallam bersabda, “Ma min ayyamin al amalus shihu fiha ahabbu ilallahi min hadil ayyam.” yakni ayyamal asr. Tidak ada hari-hari yang ketika itu amalan saleh paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala melebihi 10 hari awal bulan Zulhijah.

Ketika ada sahabat yang bertanya, “Ya Rasulullah, walal jihadu fiabilillah?” Wahai Rasulullah, tidak juga berjihad di jalan Allah. Yakni berjihad di jalan Allah juga tidak melebihi keutamaan amal di hari-hari ini. Maka Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Walal jihadu fiabilillah illa rajulun khaja binafsihi waalihi falam yarji minzalika bisai.

” Tidak juga dibandingkan dengan berjihad di jalan Allah kecuali seseorang yang keluar ke medan jihad membawa jiwa dan hartanya. Kemudian tidak ada sedikit pun yang kembali dari semua itu. Bagaimana besarnya keutamaan beramal di hari-hari ini? Termasuk mengadakan majelis ilmu tentu saja. Termasuk melaksanakan salat setelah yang wajib tentu salat yang sunah.

Termasuk berpuasa ya berpuasa sunah di hari ini sampai tanggal 9 ya. Karena tahun tanggal 10 ada larangan berpuasa di waktu Id Idul Fitri maupun Idul Adha. Tentu yang paling utama di antara puasa kita semua ketahui adalah puasa di hari Arafah, hari Selasa nanti insyaallah. yang Rasulullah sallallahu alaihi wasallam keutamaannya dalam hadis riwayat Imam Muslim ketika beliau ditanya tentang keutamaan puasa Arafah maka Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi wasallam bersabda, “Yukafirusatal madata wal baqiah.

” Bisa menggugurkan dosa-dosa di tahun yang lalu dan tahun berikutnya, yakni menggugurkan dosa-dosa 2 tahun. Ya, ini keutamaan yang besar para ulama sampai kita juga ketahui membandingkannya dengan 10 hari mana lebih utama kita hari terakhir di bulan Ramadan ada malam lailatul qadar ya. Tapi karena jelas-jelas disebutkan di dalam hadis ini bahwa amal-amal di hari ini adalah yang paling dicintai oleh Allah, maka sebagian mengatakan 10 hari awal ini lebih utama dibanding 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Artinya

pahala dan keutamaan dilipat gandakan menjadi sebab seseorang itu tentu menguatkan keimanannya. meningkatkan ketakwaannya kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka tentu ini merupakan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman. sekaligus ini menunjukkan luasnya rahmat dan karunia Allah Subhanahu wa taala kepada hamba-hambnya yang dimudahkannya untuk bertemu dengan musim kebaikan yang istimewa seperti ini untuk kita berusaha memaksimalkan waktu kita dengan amal-amal kebaikan ya termasuk berzikir kepada Allah subhanahu wa taala. Antum

tahu ini adalah 10 hari yang dianjurkan secara khusus untuk melakukan takbir secara mutl. Takbir yang kita baca di waktu salat Idul Fitri, Idul Adha tidak khusus hanya dilakukan di waktu salat Id saja, tapi juga untuk di bulan Zulhijah dari tanggal 1 sampai tanggal 10 bahkan sampai tanggal 13 yakni sampai selesai hari sampai hari-hari tasyrik.

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menganjurkan secara khusus di hari-hari ini ya di 10 hari awal Zulhijah beliau sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Faaktsiru fihinna minat tahlili wat takbiri wat tahmid.” Perbanyaklah di hari-hari ini mengumandangkan ya berzikir kepada Allah dengan bertahlil mengucapkan lailahaillallah, mengucapkan Allahu Akbar dan mengucapkan alhamdulillah.

Yakni seperti takbir yang kita ucapkan sewaktu salat Id kita perbanyak di hari-hari ini tanpa mengenal waktu dan tempat. Yakni di semua waktu. waktu di tempat kita, yakni di perjalanan kita, di kantor kita, di rumah kita, di masjid, di mana-mana. Seperti yang pernah kita dengarkan mungkin dalam Sahih Bukhari diriwayatkan secara muallaq, dua sahabat yang mulia, Abdullah Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiallahu taala anhum ya fis keduanya di hari-hari ke dalam pasar kemudian keliling pasar dan bertakbir orang-orang di pasar bertakbir dengan

mereka berdua yakni mengikuti takbir mereka berua ini menunjukkan tentang anjuran memperbanyak takbir, memperbanyak zikir, memuji Allah Subhanahu wa taala di hari ini yang keutamaannya sangat besar dan agung. Yang ini juga termasuk sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang harusnya kita berusaha untuk hidupkan di jalan jalan kita, di tempat-tempat kita masuk di tempat-tempat keramaian supaya mungkin kita ingatkan kepada masyarakat bahwa takbir itu tidak hanya diucapkan di Idul Fitri saja atau bukan cuma hanya

dibatasi di raya Idul Adha, tapi juga di hari-hari ini kita sudah mulai mengumandangkan Takbir tersebut sebagai wujud dari mengamalkan perintah Allah dan perintah atau anjuran Allah dan rasulnya sallallahu alaihi wasallam perbuatan para sahabat ajmain. Kemudian barakallahu fikum. Ada juga yang kita kenal dengan disebutkan oleh para ulama attakbirat di hari-hari ini.

Takbir terikat wakt dengan setelah selesai salat lima waktu. itu waktunya. Menurut pendapat yang terkuat yang disebutkan oleh para ulama seperti penjelasan dari Syekh Abdul Aziz bin Bas rahimahullahu taala, waktunya adalah 5 hari mulai dari setelah salat subuh, hari Arafah, hari Selasa nanti ya setelah selesai salat subuh kemudian sampai selesai hari tasyrik tanggal 13 setelah selesai salat asar.

Jadi setiap selesai salat lima waktu ada yangut bertakbir yang dikhususkan waktunya selesai salat pun ini disebutkan oleh para radhiallahu taala anhum ajmain kelemahan dalam ini. riwayat yang menyebutkan takbir yang dikhususkan setelah selesai salat ini. Yang jelas ya takbir yang mutlak dan muqayyad bertemu di hari ini.

Bertemu hari ini yaitu tanggal 9 sampai tanggal 13 Zulhijah. Oleh karena itu memang hari-hari ini sekali lagi adalah hari-hari yang di untuk memperbanyak amalan saleh masuk berzikir bertakbirkan lailahaillallah mengucapkan Allahu Akbar mengucapkan alhamdulillah yakni seperti takbir misalnya yang diajarkan dalam arar Ibnu Mas’ud radhiallah Allahu Akbarullaha lahaillallah Allahu Akbar. Walillahilhamd.

Yang disebutkan di dalam Ibnu Abbas radhiallahu taala anhuma. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Walillahilhamd. Allahu Akbar jallu. Allahu Akbar ala ma hadana. Al kulihal. Ini termasuk amal yang diutamakan untuk kita kerjakan di hari-hari ini. Dan kita tahu zikir kepada Allah adalah termasuk sebab utama yang menguatkan keimanan.

lagi kalau dilaksanakan di hari-hari yang keutamaannya seperti 10 hari Zulhijah ini. Kemudian tentu saja berkurban bagi yang mampu ini juga sudah mungkin pernah kita jelaskan kurban itu disebutkan di dalam Al-Qur’an sebagai simbol ketakwaan upaya kita menundukkan hawa nafsu di jalan Allah Subhanahu wa taala.

mendahulukan keridaan Allah, maka kita mengorbankan harta kita yang kita cintai dalam rangka mencari keridaan Allah Subhanahu wa taala. Layallahahumuha wa dimauha waki yanaluh taqwa minkum. Tidak akan sampai kepada Allah daging hewan kalian sembelih juga tidak akan sampai darah yang kalian alirkan. Allah tidak butuh semua itu.

Tapi yang akan sampai kepada Allah adalah takwa dari dalam hatimu. Keimanan yang kuat dalam hati seorang hamba. Maka bagi yang mampu untuk berkorban maka lakukanlah. Ya, meskipun kita tahu jumhur ulama mengatakan hukumnya tidak sampai wajib ya yang sangat ditekankan tapi seb mewajibkannya bagi yang mampu ya ini adalah kesempatan untuk kita diri sampai derajat takwa menyempurnakan keimanan kita sebagaimana yang kita bahas dalam yang agung ini.

Kitab ataudihu wal bayan lisyarajaratil iman. Inilah termasuk kesempatan kita untuk praktik memprak sebab-sebab yang bisa menjadi motivasi sangat kuat untuk meningkatkan keimanan kita, menguatkan ketaatan dan penghambaan diri kita kepada Allah Subhanahu wa taala. Barakallahu fik. Tib.

Ini sekedar mengingatkan karena sesuai dengan hari-harinya saat ini. Ikum maasyiral ikhwah wal akhwat fiddin rahimakumullah. Lanjutkan kembali membahas ya al umurullati yustamadu minhul iman. perkara-perkara atau sebab-sebab yang menjadi sumber yang menguatkan dan menambah keimanan. Seperti kita ketahui bersamain hafumullah, sebab-sebab atau perkara-perkara yang menjadi sebab penguatan ini semakin kita pahami dan semakin banyak kita praktikkan tentu akan semakin terlihat hasilnya dengan taufik dari Allah Subhanahu wa taala.

Semakin kita bersungguh-sungguh mempraktikkannya, maka akan semakin menjadikan iman kita bertambah dan semakin kuat. Sebagai awal pembahasan ini juga sudah kita ingatkan bahwa As Syekh rahimahullah taala, as Syekh Abdurrahman Ass’di rahimahullah taala mengambil pembahasan dari kitab ini kan dengan firman Allah Subhanahu wa taala yang menyebutkan perumpamaan iman sebagai apa? sebagai pohon yang baik.

Iya kan? Alamar kallahu kalimatibah kalimatajarit. Tidakkah kamu melihat bagaimana Allah membuat perumpamaan kalimat yang baik, kalimat ikhlas, kalimat iman seperti pohon yang baik. yang akarnya menancap kuat ke dalam tanah dan cabang-cabangnya menjulang ke langit. Ini gambaran bahwa pohon yang baik ini dengan izin Allah Subhanahu wa taala memiliki ciri-ciri seperti itu.

Akarnya menancap kuat ke dalam tanah. Kemudian batangnya, rantingnya, cabang-cabangnya menjulang ke langit. Kemudian pohon ini tuahainin bidha di buah-buahnya setiap saat dengan izin Allah. Buah yang indah dan manis. Ya, kita tahu perumpamaan ini dibuat untuk memberikan gambaran kepada kita, motivasi bagi kita. Pohon yang itu telah taufik dari Allah adalah sebab orang menanam pohon tersebut benar-benar memperhatikan yang menjadikan pohon tersebut bisa tumbuh dan berbuah dengan baik ya.

Mulai dari pemilihan bibitnya kemudian tanah yang dijadikan tempat menanam pohon tersebut. Selanjutnya pengairannya, berikutnya pemupukan termasuk juga mengusahakan menghilangkan tanaman-tanaman pengganggu. Jadi maksudnya kita mempelajari sebab-sebab ini untuk kita praktikkan. Tentu setelah berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala karena semua kebaikan ada di tangannya.

Sebaik-baik usaha yang kita lakukan sekali lagi adalah meminta kepada yang segala kebaikan ada di tangannya dan dialah yang selalu memudahkan kebaikan itu bagi hamba-hambnya yang yang sungguh-sungguh mengusahakannya. Yakni usaha ini kita lakukan, kita praktikkan, terus kita melatih jiwa kita membi dengan izin Allah seperti itu hasil yang kita akan dapatkan.

Ya, makanya kita selalu optimis dalam mempel untuk meningkatkan keimanan kita, menyuburkan pertumbuhan iman di hati kita. ini insyaallah termasuk usaha yang baik, termasuk sebab yang semoga Allah Subhanahu wa taala jadikan keberkahan dalam sebab ini. Semoga Allah Subhanahu wa taala memudahkan kebaikan dari usaha yang kita lakukan.

Meskipun selalu kita mengakui usaha kita sangat kurang dibandingkan dengan besarnya nikmat limpahan karunia yang Allah Subhanahu wa taala berikan kepada kita semua. Jadi pembahasan ini termasuk inti pembahasan dari kitab ini kita ketahui. Makanya kita baik-baik kemudian praktikkan yang kemarin sudah kita bahas membaca Al-Qur’an dan merenungkan isinya.

Kan sudah kita pernah jelaskan kita harus sudah merubah kebiasaan kita dalam membaca Al-Qur’an tidak lagi terburu-buru. Sekedar menghabiskan lembaran demi lembaran. Tapi coba belajar membaca Al-Qur’an yang pengaruh atau dampaknya tersisa di hati kita, yaitu kita harus paham isinya, renungkan maknanya. Ya, paling tidak kita ketahui dengan terjemahannya, kita pahami agar ada yang membekas di hati kita.

Ya, tentu dengan ini menjadi motivasi bagi kita misalnya untuk belajar bahasa Arab, untuk mengikuti kajian tafsir, dari penjelasan para ulama ahlusunah wal jamaah. Karena ini termasuk penguat iman yang paling utama ya, termasuk sebab yang menyempurnakan keimanan yang paling agung. Ini semua kita harus usahakan menghadiri majelis ilmu secara umum.

Kita harus memperbaiki kualitaskan lebih banyak mendengarkan dengan baik. Lebih bagus kalau kita bisa mencatat ya qidul ilma bil kitab ikatlah ilmu atau paling tidak kita mengusaha ada rekaman yang bisa kita ulangi, kita bisa pelajari kembali agar tidak hilang begitu saja ilmu ini. Ini kalau kita sungguh-sungguh ingin mengusahakan bergaya kebaikan-kebaikan dalam diri kita.

Karena Allah subhanahu wa taala menilai memberikan hasil sesuai dengan usaha kita dengan taufik dari sisinya. Walladzinaadau zadahum hudan waahum taqwahum. Dan orang yang selalu mengikuti petunjuk Allah, Allah akan tambahkan baginya petunjuk kemudian Allah anugerahkan ketakwaan baginya. Ya. Jadi inilah saat-saatnya kita berusaha untuk perbaikan diri kita.

Dan inilah waktu ya benar-benar kita selalu mohon petunjuk Allah Subhanahu wa taala. kita mempraktikkan kesabaran menundukkan hawa nafsu dalam menuntut ilmu yang dengan sebab ini kita harapkan Allah Subhanahu wa taala memudahkan kebaikan bagi diri kita sesuai sesuai dengan besarnya kebaikan yang kita inginkan yang kita berusaha bertekad agar bisa meraihnya.

Kita ingat kembali makna firman Allah Subhanahu wa taala. ylamillahu fi qulubikumiron yikum khair jika Allah mengetahui dalam hatimu ada kebaikan maka Allah akan mudahkan kebaikan itu bagimu. Kata Imam Ibnu Qayyim rahimahullah taala, alaqadri warbati warbatihi filhairi wa irodatihi sesuai dengan niat seorang hamba ya keinginannya untuk meraih kebaikan dan kemauannya untuk memperbaiki diri.

Yakunut taufi minallahi waanatuhu alaih. Sebesar itulah taufik dan pertolongan yang Allah Subhanahu wa taala akan berikan kepadanya. Makanya kita ingat kembali seperti sekarang ini 10 hari awal bulan Zulhijah kita manfaatkan amal lebih dicintai oleh Allah berarti kebaikannya lebih besar dibandingkan hari-hari yang lain termasuk dampaknya kepada keimanan.

Kenapa tidak kita banyak khususkan doa-doa kita di hari-hari ini? Kita banyak kumpulkan doa-doa kita apalagi kita waktu diya doa antara azan dan iqamat sepertiga malam yang terakhir meminta kebaikan dunia akhirat kita. Dan alhamdulillah kita bersyukur telah mengetahui kenapa tidak kita manfaatkan di saat-saat ini kayak tadi kepada Allah dengan kita tersebut yang tentu kalau kita ucapkan dengan benar apalagi di waktu-waktu yang istimewa dan kita renungkan kandungannya itu akan menyempurnakan tauhid di hati kita dengan izin Allah Subhanahu wa

taala. Begitu pula takbir, begitu pula tahmid, kemudian tasbih, mengucap subhanallah. Kan banyak manfaatnya yang bisa kita raih. Dan di saat-saat inilah kita berusaha mempraktikkan ilmu dengan baik. Jadi juta ini sudah berikan perhatian ya lebih kualitas daripada di dalam kitab Miftahu dari Saadah Imam Ibnu Qayyim rahimahullah taala menyebutkan perbedaan orang yang berilmu dibanding yang tidak berilmu yang paham agama dibandingkan yang tidak paham Paham? Perhatian mereka, kualitas amal lebih daripada sekedar memperbanyaknya.

Ibnu asar dari tabiin yang mulia rahimahullah taala. wqtin wakinqbihi. “Tidaklah Abu Bakar Assiddiq mengungguli keutamaan para sahabat yang lain hanya dengan banyaknya salat, banyaknya puasa atau banyaknya sedekah, tapi karena kuatnya keimanan di beliau. perenungan terhadap amal-amal yang kita lakukan supaya yang terlibat bukan cuma anggota badan kita, zikir bukan cuma lisan kita, tapi hati kita, tempat kita menumbuhkan pohon iman.

Ini semua harus dilibatkan dalam amal-amal kita supaya sedikit sudah kita ketahui bahkan mungkin kita amalkan kurang. Alhamdulillah yakni merasakan jelas kita kurang dalamal dalam bersyukur dalam mak yang disyariatkan yang kita kerjakan secara zahir ya melakukan kewajiban salat lima wu membaca Al-Qur’an berzikir mungkin sebagian kita melakukan semangat menjadi pertanyaan kenapa amal-amal yang kelihatannya banyak ini dampaknya kurang.

Dampaknya kurang. Berapa kita membaca Al-Qur’an sampai kita khatam? Al-Qur’an petunjuk yang sempurna. Kenapa petunjuk yang sempurna sudah kita baca tapi pengaruhnya tidak sempurna? Kita dalam keberti kan ada yang salah, ada yang kan. akan salat dengan merenungkan ya amal-amal dalam salat dan yang lain. Maksudnya di sini belajar setelah kita ada waktu-waktu kita beramal kita maksimum di situ sebagaimana waktu kita menuntut memahami maka demikian pula waktu kita beramal optimalkan dengan baik agar kita mendapatkan buahnya ya karena amal itu

subhanahu wa taala akan mudahkan mengasi diri kita kalau kita bersungguh dalam mempraktikkan amal tersebut. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam hadis yang sahih bersabda, manatahar yattaqar yq. Siapa yang berusaha menetapi kebaikan, melatih diri kepadanya kebaikan untuk dijauhi dijauhkan dari keburukan-keburukan tersebut.

Yang jelas jemaah sekalian hafidakumullah. Allah Subhanahu wa taala jawadun karim. Maha derma maha mulia. Dia adalah almin albar alwahab almanan. Maha berbuat kebaikan ya. Maha baik maha pemberi karunia maha pemberi anugerah. Dia adalah al-wadud yang mencintai hamba-hamba yang beriman dan mereka mencintainya.

Yakni apalagi kurangnya sifat-sifat Allah yang demikian baik, demikian dermawan, demikian memudahkan kebaikan kebaikan. Bahkan dia adalah asyakur yang selalu membalas kebaikan hamba-hambanya lebih daripada apa yang mereka jadi ada. Untuk sifat-sifat kesempurnaan Allah, kemudahan dalam kebaikan agama ini luar biasa besarnya. Salahnya kembali usaha kita kurang maksimal doa.

Ya. Jadi ilmu kita pelajari benar-benar ilmu ini membimbing kita kepada kebaikan. Makanya semakin kita mengenal Allah Subhanahu wa taala semakin kita memahaman karunianya semakin mencintai Allah Subhanahu wa taala dan semakin selalu memujinya. atya kebaikan dan limpahan taufik yang selalu dimudahkan bagi hamba-hamba yang beriman.

Ya, sekarang sudah kita tahu jalurnya tinggal kita tempuh dengan baik. Allah Subhanahu wa taala memohonanya bersandar kepadanya. Karena tidak akan pernah kecewa seseorang yang selalu berdoa meminta dan menyandarkan segala kebaikan kepada Allah subhanahu wa taala. Barakallahu fikum. Tib jemaah sekali hafidakumullah kan atau menumbuhkan keimanan di hati kita.

Masih lanjutan dari sebab yang keempat ya, yaitu mengenal Nabi Muhammad sallallahu alaihi beliau sallallahu alaihi wa wasallam sudah kita katakan sirah nabawiyah tentu berusaha untuk mengambil pelajaran sirah atau sejarah hidup Nabi sallallahu alaihi wasallam dari riwayat-riwayat yang sahih. Berusahalah untuk kita membaca sirah dari keterangan yang ee diseleksi oleh para ulama, oleh para ulama dari riwayat-riwayat yang lemah.

Ya, karena sudah kita pernah jelaskan. Sebagian dari orang-orang ahlul bidah ingin memasukkan syubhat melalui di antaranya pelajaran sirah nabawiyah, yaitu dengan membawakan riwayat-riwayat yang lemah bahkan yang palsu. Ya, celaan bahkan terang-terangan kepada para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain. Bahkan sebagian dari para nabi dan para rasul alaihialatu wasalam.

Makanya kita berusaha membaca dari keterangan para ulama ahlusunah wal jamaah yang terkenal dengan ketelitian mereka. Misalnya Imam Ibnu Katsir, Imam Azzahabi atau mungkin ulama yang belakangan yang kita ketahui ketika mereka menya dengan ayat yang kita akan lanjutkan di sini membaca penjelasan As Syekh rahimahullah taala.

Beliau berkata, “Fahua shallallahu alaihi wasallam akbaru dain lil iman fati wailihil jamilah.” Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah sebesar-besar, sebaik-baik penyeruh kepada keimanan. dalam sifat-sifat beliau yang terpuji dan akhlak beliau yang indah. Ya, di dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wa taala menegaskan, wama lakum la tminuna billahi warasulu yadukum lil iman.

Kenapa kalian tidak beriman kepada Allah Subhanahu wa taala padahal Rasul mengajak kalian kepada keimanan? Bagaimana Nabi sallallahu alaihi wasallam mengajak tentu dengan ucapan nasihat, dengan penyampaian-penyampaian yang beliau sampaikan. Kemudian termasuk dengan akhlak yang mulia. Nanti kita akan baca di sini ayatnya para sahabat yang disebutkan di akhir-akhir surah Ali Imran denganan merekail iman.

Wahai Rabb kami, kami mendengar kami mendengarkan munadi seorang penyeru siapa dia? Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang mengajak kami kepada keimanan. Masyaallah. Semua sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam. Akhlak puji beliau adalah ajakan keimanan. Makanya orang yang paling beruntung, paling akan banyak mendapatkan kebaikan. Pasti orang yang paling perhatian membaca Al-Qur’an isinya membaca ya dan kebaikan-kebaik Nabi sallallahu alaihi wasallam.

Hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam dia tidak akan merugi dibandingkan dia lebih banyak membaca ucapan manusia atau mendengarkan ceramah-ceramah yang sekedar menyebutkan ada sandaran. Yang lebih baik adalah kita m hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam apalagi langsung dari sumber-sumbernya. Kajian kitab Sahih Bukhari, kajian kitab Sahih Muslim kajian misalnya yang mengumpulkan hadis-hadis sallallahu alaihi wasallam.

arba kalauilih fikih misal kita memilih kitabul tulisan Imam Ibnu Hajar karena hadis-hadis yang langsung dinukil ini menjadi sebab tumbuhnya keimanan. Karena seruan Nabi sallallahu alaihi wasallam disebutkan di sini yun iman mengajak kepadaan. Jadi selalu kita perhatikan ya ketika membaca, ketika mendengarkan ceramah ingin mengambil manfaat yang terbaik adalah kalau di situ disebutkan bahkan berlimpah disebutkan ayat-ayat Al-Qur’an, hadis-hadis yang sahih dari Nabi sallallahu alaihi wa wasallam.

Kemudian dari para kitab-kitab ulama yang sel kitab al-Akqidatul was Syaikhul Islam Ibnu Taimah, kitabut Tauhid Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahumullahu taala dan kitab-kitab mereka yang selalu metodenya mengedepankan menyebutkan dalil Al-Qur’an, hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam, kemudian asar-asar para sahabat ini pengaruhnya dalam menguatkan kan iman sangat besar dan kuat. Barakallahu fikum.

Fahual imamul a’dom wal qudwatul akmal. Maka beliau sallallahu alaihi wasallam yang paling agung dan panutan yang sempurna, yang paling sempurna. Allah Subhanahu wa taala berfirman di surat Al-Ahzab ayat ke-31, ayat ke-21Q Q ya akir wakarallaha kiro sungguh-sungguh pada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam teladan yang rah balasan kebaikan di hari akhir

nama dengan mengharap rahmat Allah harapkan balasan di hari akhir ini bukti keimanan ya makanya meneladani sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam jelas membawa kita kepada sebab yang menguatkan iman bahkan termasuk sebab yang paling utama pada diri Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.

Berarti semua ucapan, perbuatan dan semua keadaan beliau termasuk petunjuk beliau dalam kehidupan sehari-hari. Nah, kemudian di ayat yang lain di surat Al ayat ke-7 Allah Subhanahu wa taala wumurasulu wahu dan sallallahu alaihi wasallam kepadamu maka ambillah dan apa yang beliau larang maka tinggalkanlah dari Allah Subhanahu wa taala kan dan sempurnanya petunjuk Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam makikan dalam pasti selalu dikaitkan dengan belajar Al-Qur’an belajar sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam fainna asdaqal hadisi kitabullah wirol hadi

hadyu Muhammadin sallallahu alaihi wasallam sebenar-benar ucapan adalah kitabullah sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam. Ya, jemaah sekalian hafidakumullah. Kita yang saat ini mengikuti kajian kan sudah sering kita sebutkan kita bersyukur kepada Allah meskipun sedik kebaikan-kebaikan yang kita rasakan jelas ada perubahan, peningkatan.

Kita sudah perhatian dalam masalah tauhid, menjauhi syirik, mengutamakan, selalu mengikuti sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, menjauhi bidah. Kita sudah terbiasa mendengarkan nukilan dari ucapan para sahabat radhiallahu taala anhum ajin. Membaca tafsir dari para ulama wal jamaah. Masyaallah. Ini kan kebaikan yang sangat besar.

Jalurnya benar-benar sudah terbuka di hadapan kita. Tinggal kita selalu berusaha berdoa dan meningkatkan kualitas yang tadi kita jelaskan. Barakallahu fikum. Waqadakarallahu an ulil albabilladina hum khawasul khqi annahum q. Kemudian di dalam Al-Qur’an di akhir-akhir surah Ali Imran Allah Subhanahuutkan tentang ulbab.

orang-orang yang berakal sehat, orang-orang yang punya pemikiran yang lurus disebabkan iman mereka yang kuat. Yang mereka itu adalah manusia-manusia yang khusus, yang istimewa di sisi Allah Subhanahu wa taala. bahwa mereka berdoa Allah mengucapkan ini. Rbana inana munadi iman. Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami mendengarkan seorang penyeru kata Syekh di sini wahua had rasulul karim sallallahu alaihi wasallam.

Seorang penyeruh di sini maksudnya dialah rasul yang mulia. Sebaik-baik yang mengajak kepada iman, sebaik-baik yang menasihati untuk kebaikan dan menyempurnakan takwa. Kami mendengarkan seorang penyeru yang yunadi lil iman, yakni Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang mulia yang mengajak kepada keimanan.

biquihi wa khuluhi wa am winihi wa jamii ahwali dengan ucapan beliau, akhlak beliau, perbuatan beliau, agama yang beliau amalkan, dan semua keadaannya ya. Faamanna maka kami pun beriman. Jadi para sahabat termasuk sebab utama yang menguatkan iman mereka adalah karena mereka selalu melihat contoh nyata yang paling semp dan bahkan sudah kita katakan praktik contoh yang langsung disaksikan menurut penjelasan sebagian dari para dari para ulama ini terkadang lebih kuat pengaruhnya dibandingkan sekedar ucapan nasihat.

sekedar ucapan nasihat ya. Ada penjelasan dari beliau sendiri dalam waktu menjelaskan tentang adab-adab menuntut ilmu bahwa pengaruh dari alqudwal fi’liyah ya contoh teladan yang langsung dipraktikkan itu lebih kuat daripada sekedar nasihat. Nah, para sahabat mendapatkan semua nasihatnya sudah sebaik-baik nasihat.

Kemudian Al-Qur’an turun langsung dibacakan di hadapan mereka. dengan sebaik-baik penjelasan dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian contoh teladan yang sempurna. Masyaallah yang seperti ini jelas sangat luar biasa pengaruhnya ya. Makanya sudah kita selalu sebutkan kita perlu mencari orang-orang yang bisaadan bagi kita yang sebab membuka kebaikan.

Iya kan? Kita pernah jelaskan makna hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang derajatnya hasan di dalam Sunan Ibnu Majah. Inna minanasan mafatihil magaliar. Sesungguhnya di antara manusia ada orang-orang yang perannya sebagai pembuka pintu-pintu kebaikan, penutup pintu-pintu keburukan. Sebaliknya juga ada yang keberadaannya sebagai justru pembuka pintu-pintu keburukan, penutup pintu-pintu kebaikan.

Naudubillah minzalik. Yni kita perlu cari diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiallahu taala anhu dalam sebagian jalurnya ketika setelah menyampaikan hadis ini, Anas bin Malik radhiallahu taala anhu kemudian berkomentar, “Waabit albunani min mafatihil khair.” Dan tsabit albunani adalah termasuk orang yang keberadaannya sebagai pembuka pintu kebaikan.

Tsabit Albunani adalah seorang tabiin yang dari penduduk Basrah yang sangat rajin dalam menuntut ilmu. Karena sallallahu alaihi wasallam yang palingatkan hadis beliau di majelis ilmu hadis yang disampaikan oleh Anas bin Malik itu riwayatnya Tsabit Albunani adalah yang paling kuat ketika terjadi perselisihan di antara murid-muridnya selalu yang menjadi rujukan untuk menilai yang benar adalah riwayat Tsabit Al-Bunani.

Karena dia paling lama mulazamah, paling kuat hafalannya, dan paling tekun menghadiri majelisnya. Berarti kita akan dapati orang-orang yang seperti ini keadaannya di majelis-majelis ilmu yang diajarkan sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Juga tentu Al-Qur’an dan sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.

Ucapan para sahabat radhiallahu taala anhum di dalamnya. Jadi ada orang-orang seperti ini. Imam Al-Han Albashri rahimahullahu taala disebutkan dalam biografinya ketika dipuji akhlak beliau ya apa yang diamalkan kemudian apa yang beliau tampakkan dan sembunyikan sama dikomentari oleh salah sebagian dari ulama.

Kaifa yadillu w fihim. Bagaimana mungkin satu kaum akan tersesat kalau orang seperti ini ada di kalangan mereka? yakni keberadaannya menjadi sebab Allah Subhanahu wa taala menyelamatkan orang di sekitarnya dengan apa? Dengan sebab bimbingannya, dengan sebab nasihatnya, dengan sebab kebaikan-kebaikan yang dicontoh mempengaruhi orang-orang di searnya tentu semua dengan taufik dan kemudahan dari Allah Subhanahu wa taala.

Jadi kalau kita ingin selamat selalu berusahaan dengan orang-orang yang baik seperti ini, hadiri yang bisa mikan pengbaikan ya kepada fikum ti faamanna. Maka kami pun beriman para mkan karunia ini sehingga bisa beriman dengan benar. Di antara sebab utamanya karena telan yang sempurna dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam.

Imanan yaitu keimanan yang sempurna yang tidak ada padanya tidak ada lagi ketidakjelasan atau kebimbangan padanya. Walamma hadal imanu min ma yuqorul abda ilallahi wuhibballah tawalu biimanihim an yukirhumusat waunilahumul matibal dan dikarenakan iman mereka ini dikarenakan keimanan yang mereka dapatkan.

Ini adalah sebesar-besar kebaikan untuk mendekatkan seorang hamba kepada Allah dan termasuk seagung-agung sarana yang dicintai oleh Allah. Maka mereka pun bertawasul melakukan sebab dengan keimanan mereka untuk meraih keutamaan yang besar yaitu digugurkan dosa-dosa mereka dan Allah Subhanahu wa taala mudahkan mereka meraih kedudukan-kedudukan yang tinggi atau keinginan-keinginan yang agung yang Allah Subhanahu wa taalaikan orang-orang yang beriman.

Ya kan kitaatkan di dalam Islam untuk melakukan yang kemuliaan yang Allah berikan kepada kita dalam amal yang kita lakukan. Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha wabtagu ilaihil wasilah. Itu maknanya. Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan carilah wasilah kepada Allah subhanahu wa taala.

Wasilah di sini tentu tidak boleh diartikan dengan wasilah syirik. Beribadah dengan perantara makhluk, berdoa dengan menjadikan perantara. Ini tidak boleh. Wasilah di sini adalah amal-amal kebaikan yang dicintai oleh Allah. Kita boleh bertawasul dengan kayak keimanan. Seperti yang kita tahu dalam kisah di dalam Sahih Bukhari dan Muslim.

Tiga orang dari Bani Israil yang terkurung dalam gua. Iya kan? Kita tahu hadisnya ya. Makna wasilah di sini seperti yang diterangkan oleh Qatadah, imam besar dari kalangan tabiin. Qatadah Ibnu Daam Assadusi rahimahullah taala. Dekatkanlah dirimu kepada Allah dengan mentaatinya dan mengamalkan amalan yang mendatangkan keridaannya.

Ya, jadi orang bisa bertawasul misalnya dengan kesungguhannya menuntut ilmu. Ya Allah, saya sudah berusaha bersungguh-sungguh menuntut supaya kemampuanku. Ya Allah, saya sudah berusaha untuk isinya. Saya sudah berusaha untuk mengkaji kitab yang menjelaskan sebab-sebab yang menguatkan iman. Maka mudahkanlah ya Allah, Engkau berikan kepadaku keimanan yang benar, keikhlasan, kecintaan yang benar kepadamu, rasa takut, pengharapan, minta kepada Allah dengan tawasul seperti ini disyariatkan sebagaimana yang dilakukan

oleh para sahabat di ya. Jadi mereka bertawasul dengan keimanan ini agar Allah mengampuskan dosa-dosa mereka dan memudahkan mereka meraih tuntutan-tuntutan yang mulia di sisinya. yaitu mereka dilanjut surat Al Imran iniana inikumanafirlanaunana maal. Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami telah mendengar seorang penyeru yaitu Nabi sallallahu alaihi wasallam yang menyeru kepada keimanan.

Dia mengatakan, “Berimanlah kalian kepada Allah, kepada Rabbmu, maka kami pun beriman. Maka wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan gugurkanlah kesalahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang bertakwa, orang-orang yang selalu taat kepada-Mu. Masyaallah. Inilah keadaan para sahabat, orang-orang yang mulia.

Dalam permintaan-permintaan yang penting mereka selalu mendahulukan perintah permintaan atau permohonan kepada Allah yang berhubungan dengan kebaikan iman. Oleh karena itu, jemaah sekalian hafidakumullah ya, inilah jalan mereka, inilah doa-doa mereka yang harusnya kita contoh. Kalau mereka saja yang imannya sudah jelas baik, dijamin kebaikan, bahkan dijamin surga, seperti ini doa dan kesungguhan mereka dalam memohon kepada Allah Subhanahu wa taala.

Seperti ini semangat mereka dalam meneladani kebaikan yang ada pada sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Maka seharusnya hal-hal yang seperti ini yang paling utama untuk kita teladani dari kebaikan mereka ya. Manana minkum mutaasian falyataas falyataasa biashabi rasulillah sallallahu alaihi wasallam. Siapa di antara kamu yang ingin mengambil teladan yang baik maka hendaknya dia mengambil teladan dari para sahabat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam.

Artinya contoh mereka, semangat mereka dalam berdoa, contoh semangat mereka dalam selalu memperhatikan akhlak mulia yang ada pada diri Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang saat ini tentu kita wujudkan dengan cara banyak membaca sejarah hidup, banyak membaca langsung dari sabda-sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang disebutkan di dalam hadis-hadis yang sahih.

Babakallahu fikum. Karena waktu juga maka kita cukupkan kajian kita sampai di sini untuk kita dengarkan mungkin ada pertanyaan yang ingin antum sampaikan. Barakallahu fikum. Shallallahu wasallam wabarak ala nabiyina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi ajmain. Walhamdulillahiabbil alamin. Ada pertanyaan? Oke. I Asalamualaikum, Ustaz. Waalaikumsalam.

Bolehkah bakda isya diqada di waktu tahajud? Iya. Salat ba’diyah atau qabliah yang mengikuti atau setelah selesai salat wajib kan dilakukan asalnya pada waktunya. Dan salat Isya itu jelas sekali Nabi sallallahu alaihi wasallam menyebutkan waktunya sampai tengah malam. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Waktu salatil isya ila nisfil lailil ausat.

” Waktu salat isya itu sampai di pertengahan malam. Artinya kitaung dari waktu magrib sampai salat subuh kemudian kita bagi dua ya ini mungkin sekitar jam 11an 1/4 atau 11.30 misalnya kita waktu itu ya dan kalau tidak ada kebutuhan kenapa harus ditunda? Ini salat rawatib yang termasuk besar. Kecuali kalau memang ada penghalang. Maka beberapa sunah contoh dari hadis-hadis yang sahih ya dari Nabi sallallahu alaihi wasallam atau perbuatan para sahabat yang beliau benarkan itu boleh diqada di waktu yang lain.

Seperti Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah mengqada salat sunah beliau, salat rawatib beliau, sahabat juga ada yang melakukan dan tidak di maka ini juga boleh dengan catatan orang sudah terbiasa melakukannya di waktunya tapi ada yang menghalangi dia sega dia harusnya sampai di luar waktunya. Yni tiba-tiba setelah selesai salat Isya mungkin ada keluarga yang sakit harus diantar, harus dia ya pergi segera ke dokter misalnya setelah memohon pertolongan kepada Allah dia harus antar sehingga waktunya mungkin pulang sudah tengah malam ya sudah lewat waktunya dia bisa

mengqadanya ada kebutuhan seperti ini. Barakallahu fikum. Mohon izin bertanya, Ustaz. Bagaimana jika kita mempunyai emas yang wajib? ada zakatnya, tapi keuangan untuk zakatnya tidak ada. Tabungan emas gitu ya. Apakah harus dijual dulu emasnya? Iya. Ketika memenuhi dua syarat tadi. Bulugun nisab wahala alaihil haul.

ya usia setahun ditabung emas tersebut atau disimpan emas tersebut bulugun nisab sampai batasan minimalnya ya ada yang mengatakan 50 85 kilo apa ini gram ada juga pendapat yang lebih kuat juga yang mengatakan 70 gram sampai ada ditulis risalah khusus itu ya yang diterbitkan di pemerintah Arab Saudi juga yang beliau hitung dengan teliti yaitu 70 gram emas nisabnya.

Maka kalau sudah sampai ini ya wajib kita keluarkan saat itu. Wajib untuk kita keluarkan ya zakat tersebut. Ya. Adapun yang berhubungan dengan masalah emas ini bisa misalnya kita jual dulu atau mungkin ada tabungan kita yang lain atau yang lain ya untuk kita tunaikan zakatnya. Karena itu adalah kewajiban kita.

Karena sudah kalau sudah mencapai terpenuhi dua hal tersebut. Barakallahu fikum. Nah. Batas tidak boleh makan dan minum sebelum salat Idul Adha itu apa? Iya. Batasannya tidak sampai merupakan kewajiban. Kalau orang itu misalnya ada kebutuhan, lapar misalnya atau haus, tidak mengapa dia minum sedikit. Ya, artinya tidak diwajibkan hal tersebut.

Seperti orang yang melak salat Idul Fitri, dia harus makan dulu sebelum pergi. Kemudian setelah Idul Adha, sebaliknya setelah pulang baru dia makan dari bagian dari kurbannya. Ya, kalau seandainya terjadi ketika dia di pagi hari sebelum salat dia lapar atau haus tidak mengapa. Dia mungkin makan banyak. Kalau misalnya juga setelah pulang misalnya Idul Adha, ternyata sapinya atau kurbannya disembelihnya besok karena ada halangan tertentu, masa dia harus bertahan tidak makan sama sekali di hari tersebut. Ya, ini bukan

merupakan kewajiban yang dipraktikkan seperti itu. Maksudnya kita berusaha melakukan kalau kita butuh kitab sedikit, kemudian makan sedikit tidak mengapa ya. Kalau memang kita membutuhkan hal tersebut. Barakallahu fikum. Ya, silakan kalau ada pertanyaan yang lain. Iya. Apakah sah ee kurban yang penyalurannya itu tidak ee tidak kita kuasain? Makanya kita dapat jatah dari perusahaan ini atas nama kamu gitu, tapi perusahaan yang menyalurkan.

Jadi kita enggak berhak untuk gak apa boleh-boleh saja. Iya. Sebab saya yang penting ketika dia membagikannya itu seperti yang dia jelaskan mungkin kan kenyataannya juga kita tidak tahu ya akan dibagikan untuk fakir miskin atau orang yang membutuhkan tidak mengapa tidak mesti maksudnya sahibul kurban itu mengambilnya atau makan juga ini kan keutamaan jelas sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam tapi kalau kondisi begini tidak mengapa yang penting kita pesan ya tolong disalurkan di tempat yang benar kan begitu untuk orang miskin banyak kemudian orang-orang

yang membutuhkan nah barakallah fikum Iya, silakan, Pak. Barakallah iya tidak mengapa. Makanya sembelihan itu kan sudah sudah sesuai dengan niatnya, Pak. Sudah. Makanya mungkin saat ini untuk memudahkan orang mengingat ya misalnya hewan kurban dicantumkan apa begitu kayak tulisan yang misalnya apalagi kalau seperti sapi kan ada tujuh orang cukup dengan kepala keluarganya disebutkan atau diniatkan maka sudah mencakup semua anggota

keluarganya otomatis. Ya. Ya, makanya yang menyembelih sembelihan kan juga orang yang paham dan sudah sesuai dengan niatnya. Ketika hewan tersebut misalnya sapi tujuh orang, tujuh anggota, tujuh kepala keluarga, maka dengan dicantumkan dengan nama-nama tersebut itu sudah diniatkan untuk orang-orang tersebut.

Nah, barakallah fikum. Masih ada yang lain? Silakan. Ya, kalau tidak ada lagi pertanyaan kita cukupkan sampai di sini. Semoga bermanfaat untuk kebaikan dunia akhirat kita. Maaf atas segala yang salah kurang. shallallahu wasallam wabarak ala nabina muhammadin waa alihi washbihi waman tabiahum bisanin yaumiddin wa akiru dawanahamdulillahiabbil alamin subhanakallahum wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka waubu ilaik yang

menutup pengambilan daging kurban bisa menghubungi untuk satu keluarga hanya satu kupon itu aja

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *