Kajian Ahad ” Kitab Riyadhus Shalihin ” Oleh Ustadz Abdullah Taslim, MA Hafidzahullah – YouTube

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Transcript:
(01:54) Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastagfiruh wa naud nazubillahi min syururi anfusina wamin sayyiati a’malina. May yahdihillahu fala mudhillalah wam yudlil fala hadiyaalah. Wa asyhadu alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.
(02:27) [mendengus] Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqo tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun. Ya ayyuhanasqubakumulladziquakum min nafsi wahidah walaq minha zaujaha w minhuma rijalan waisa wattaqulahalladzi tasaaluna bihi wal arham innallaha kaanaana alaikum raqiba ya ayyuhalladzina amanutaqulaha waulu qulan sadida yuslih lakum Allahumma sholli wasallim wabarik ala nabina Muhammadin waa alihi wasbihi waman tabiahum biihsanin ila yaumiddin.
(03:26) Amma ba’du. Alhamdulillah. Maasyiral ikhwa wal akhwat fiddin hafidakumullah. Alhamdulillah kita bersyukur kembali kepada Allah Subhanahu wa taala. Kita memuji dan menyanjungnya atas semua limpahan nikmat dan karunia-Nya. Alhamdulillah di waktu dhha ini di pagi menjelang siang ini kita dimudahkan kembali untuk mengadakan majelis ilmu yang mulia di Masjid Raudhatul Jannah yang mubarak ini.
(03:55) Dilanjutan kajian membahas kitab yang sangat bermanfaat, kitab Riyadus Shihin min Kalami Sayyidil Mursalin. Karya [berdehem][mendengus] dari Al Imam Abu Zakariah Yahya Ibnu Syaraf An-Nawawi rahimahullahu taala dengan membaca faedah dari kitab Bahjatun Nadirin tulisan As Syekh Salim Alhilali hafidahullahu taala. Saat ini kita masuki pembahasan yang baru di bab ke-193.
(04:24) Babul amri bil muhafadati alas shawatil maktubat. W nahyil akid wal waid syadidi fi tarkihinna. Bab perintah untuk menjaga salat wajib lima waktu serta larangan yang keras dan ancaman ya serta larangan yang keras dan ancaman ancaman yang kuat bagi yang meninggalkannya. Jadi tentu saja salat lima waktu kita ketahui adalah ibadah yang paling agung dalam Islam, ibadah yang paling penting dan dia merupakan ya rukun Islam yang sudah kita ketahui setelah mengucapkan dua kalimat syahadat.
(05:26) Makanya yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat nanti adalah salat. Ya, dalam hal ini salat yang wajib yang ketika salat ini beres maka akan menjadi sebab beresnya semua amal-amal yang lain di sisi Allah Subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti. Dalam hadis yang sahih, Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi wasallam bersabda, “Awalu ma yuhasabu bihil abdu yaumalqiamati asah.
(05:55) ” Yang pertama kali akan dihisab dari amal seorang hamba pada hari kiamat adalah salatnya. Maka perintah untuk menjaga salat yakni melaksanakan di awal waktu bagi laki-laki kewajiban melaksanakan salat berjamaah. Dan ini juga bagi berlaku bagi perempuan ketika mereka melaksanakannya segera ketika azan dikumandangkan maka tentu itu lebih utama. Jangan ditunda-tunda.
(06:21) Apalagi ketika menjelang masa-masa haid bagi seorang perempuan. Kalau sampai dia menunda yang kemudian dengan sebab itu akhirnya dia keburu datang haidnya sebelum melaksanakan salat. Maka ini merupakan dosa ya dosa yang sangat besar. karena sudah ada waktu untuk melaksanakan salat, tapi dia sengaja menundanya sehingga penghalang ya halangan dalam hal ini baginya itu datang sebelum dia melaksanakan kewajibannya tersebut.
(06:54) Yni ini menunjukkan kepada kita bahwa termasuk menjaga pelaksanaan salat ini adalah berusaha memperhatikan waktunya, tidak meremehkannya. Kecuali kalau orang ada uzur tertentu, mungkin dia sedang safar, mungkin dia sedang dalam kondisi [berdehem] ya ee mengurus sesuatu yang sifatnya darurat. Nah, dia menunda hal ini ya.
(07:18) Kalau tidak ada halangan tersebut asalnya dia seharusnya memperhatikan hal ini. Seperti penjelasan Syekh Ibnu Utsimin rahimahullah taala. Beliau mengatakan, “Para wanita di zaman Rasulullah sallallahu alaihi wasallam karena mereka telah mengetahui waktu datangnya halangan dalam hal ini haid bagi mereka. Ya, di waktu-waktu itu mereka harus lebih perhatian lagi untuk pelaksanaan salat di mana harusnya mereka bersegera bahkan bersiap-siap sebelum azan dikumandangkan.
(07:52) Ketika azan dikumandangkan, mereka tinggal laksanakan salatnya supaya tidak nanti keburu datang haidnya sehingga kewajiban ini terlewatkan [berdehem] begitu saja. Padahal waktunya sudah masuk. Ya, jadi termasuk dari perintah menjaga pelaksanaan salat lima waktu dan tentu ini merupakan ciri benarnya keimanan di hati seorang hamba. Barakallahu fikum.
(08:17) Bab, di dalam bab ini dibawakan beberapa ayat Al-Qur’an. Kemudian hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam oleh Imam An-Nawawi rahimahullahu taala. Ayat yang dibawakan ayat yang pertama adalah firman Allah di surah Al-Baqarah ayat 238. Ayat 238. Qallahu taala. Allah Subhanahu wa taala berfirman, azubillahiminasyaitanirrajim.
(08:47) Hafidu alas shawati washatil wusto waquumu lillahi qonitin. Jagalah pengamalan salat lima waktu dan salat yang di pertengahan. Ya, yang menurut pendapat yang terkuat berdasarkan riwayat-riwayat yang sahih, salat yang pertangan itu adalah salat asar. Karena dia di tengah-tengah ya, antara salat subuh dan zuhur dengan magrib dan isya.
(09:22) Di tengah-tengahnya adalah salat salat asar. Jadi Allah perintahkan di dalam ayat ini untuk kita menjaga salat kita. Ya, tentu yang paling penting juga termasuk adalah menjaga waktunya serta batasan-batasannya. Ya, di ayat ini Allah Subhanahu wa taala memerintahkan kita untuk menjaga hal tersebut. Dan juga disebutkan secara khusus salat asar ya, salat yang pertengahan yaitu salat asar.
(10:03) Menurut pendapat yang terkuat dalam masalah ini. Jadi ini perintah dari Allah Subhanahu wa taala yang tentu sekali lagi perintah ini akan mestinya dipegang teguh oleh orang-orang yang beriman. Dan tentu ini termasuk yang paling penting ya dari sebab yang menjadikan penjagaan Allah sempurna bagi seorang hamba. Termasuk yang paling utama masuk dalam makna sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam hadis yang kita kenal.
(10:31) Hadis riwayat Ibnu Abbas radhiallahu taala anhum. Hadis yang sahih. Ihfadillaha yahfadka. Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu. Yakni menjaga batasan syariat Allah. Yang paling penting termasuk adalah menjaga salat lima waktu dalam waktunya. Menegakkan batasan-batasannya. Ya. Menegakkan syarat-syaratnya, kewajiban-kewajibannya.
(10:53) Kemudian mengamalkan sunah-sunah dalam pelaksanaan salat lima waktu. Nah, Tib. Kemudian ayat yang kedua firman Allah di surat at-Taubah ayat keelima. Fain tabu wa aqus shata wauzzakata fakhallu sabilahum. Kalau mereka bertobat, ini orang-orang musyrik, orang-orang kafir itu kalau mereka bertobat artinya masuk Islam mengucapkan dua dua kalimat syahadat.
(11:26) Kemudian mereka mendirikan salat, menunaikan zakat, maka khallu sabilahum. Biarkanlah jalan mereka, yakni jangan diganggu karena mereka telah menjadi saudaramu sama muslim. Ah, di sini Allah Subhanahu wa taala menjadikan wujud benarnya tobat mereka adalah dengan menunaikan salat, ya, mendirikan salat dan menunaikan zakat.
(11:54) Karena ya tentu saja kewajiban yang turun ketika ayat ini adalah kewajiban perkara tersebut. Menunaikan salat kemudian membayar zakat. Ya. Maka dengan sebab ini seseorang itu akan tidak diganggu oleh kaum muslimin. Ya, dibiarkan karena mereka telah menjadi saudara kita dengan mereka melaksanakan melaksanakan apa yang disebutkan di dalam ayat ini.
(12:26) Jadi, jelas sekali berarti salat itu merupakan perkara yang ibadah yang sangat penting kedudukannya dalam Islam. Bahkan ibadah yang paling agung di dalam Islam. Bab. Sekarang kita masuki hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang dibawakan dalam bab ini. Hadis yang pertama atau hadis nomor 1074 dari awal kitab.
(12:52) Imam annawawi rahimahullahu taala berkata, “Wa an ibni Mas’udin radhiallahu anhu qal.” Dari sahabat yang mulia Abdullah Ibnu Mas’ud Abu Abdurrahman Al-Hudali radhiallahu taala anhu. Beliau berkata, “Saaltu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ayyul a’mali afdol?” Aku pernah bertanya kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, “Amal apakah yang paling utama?” Yakni di antara amal-amal mana yang paling utama? Qala asalatu ala waktiha.
(13:29) Melaksanakan salat pada waktunya. Qullu tumma ayyu. Aku bertanya lagi setelah itu apa? Setelah mengamalkan salat pada waktunya. Qala birrul walidain. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Berbakti berbuat baik kepada kedua orang tua.” Qullu tumma a aku bertanya lagi setelah itu amalan apa? Qala aljihadu fisabilillah.
(14:01) Berjihad ya berperang di jalan Allah subhanahu wa taala. muttafaqun alaih. Hadis yang sahih yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim. Jadi amal yang paling tinggi keutamaannya adalah salat pada waktunya, ya. Jadi menjaga waktu salat, mengamalkan pada waktunya termasuk yang sudah kita pernah bahas juga kemarin mengamalkan salat berjamaah yang bagi laki-laki yang ini merupakan kewajiban ini adalah sekaligus menjadikan seseorang mendapatkan keutamaan amal yang paling utama di sisi Allah subhanahu wa taala.
(14:44) Oleh karena itu, ini selalu kita ingatkan ya, masalah salat berjamaah di samping keutamaannya besar juga ini berkaitan dengan masalah kewajiban bahkan termasuk amal yang paling utama dalam Islam. Oleh karena itu, sebisa apa ini sesibuk apapun kondisi kita, seandainya memungkinkan untuk kita berhenti melaksanakan salat ketika azan dikumandangkan, maka itu yang harusnya kita perhatikan.
(15:14) itu yang hendaknya berlomba-lomba dilakukan oleh setiap orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Karena bagaimanapun urusan yang kita kerjakan, kita selalu butuh pertolongan dari Allah Subhanahu wa taala. Bagaimana kita akan mendapatkan pertolongan dari Allah atau akan dimudahkan taufiknya kalau kita sendiri ketika azan berkumandang ya ada panggilan untuk menghadap Allah Subhanahu wa taala kemudian kita menundanya.
(15:42) Sampai ada penjelasan dari Imam Al-Qurtubi rahimahullahu taala, mungkin saya pernah nukilkan kalau tidak salah ingat ketika menafsirkan firman Allah Subhanahu wa taala di surah at-Taubah tentang orang-orang yang dipuji di dalam Al-Qur’an. Ya, firman Allah Subhanahu wa taala di dalam orang-orang yang dipuji di dalam firman Allah Subhanahu wa taala.
(16:06) rijalun la tulhim tijaratu wunikrillahi waqati waakatiq ab mereka adalah orang-orang yang tidak dilalaikan dengan kesibukan tijarah berniaga dan berjual beli dari mengingat Allah mendirikan salat menunaikan zakat Karena mereka takut dengan datangnya hari kiamat yang ketika itu hati dan pandangan manusia berguncang. Kata Imam Al-Qurtubi rahimahullahu taala, maka sepantasnya ya bagi orang yang sedang disibukkan dengan berdagang misalnya atau urusan lainnya ketika azan dikumandangkan, dia meninggalkan semua itu. Dia menutup tempat jualannya atau
(17:03) menghentikan kegiatan yang dilakukannya untuk segera dia melaksanakan salat berjamaah ketika azan dikumandangkan. Karena berarti dia termasuk orang-orang yang dipuji di ayat ini sebagai orang-orang yang tidak dilalaikan dengan kesibukannya ya dari mengingat Allah subhanahu wa taala.
(17:25) Tentu disebutkan dalam ayat ini contoh tijarah berniaga dan baik berjual beli. Ya, sebagai contoh bahwa ini adalah kesibukan yang paling besar yang paling berpotensi melalaikan manusia. Dan termasuk di sini tentu kesibukan-kesibukan yang lain ya. Karena kesibukan berniaga itu berhubungan dengan uang, keuntungan maka potensi melalaikannya paling besar. Ya.
(17:53) Ya. Ini bukan berarti kesibukan yang lain berarti tidak ah tidak termasuk. Tidak jelas termasuk dia. Jadi orang yang beriman yang dipuji dalam ayat ini adalah orang yang ketika dia sedang sibuk-sibuknya ketika datang panggilan azan maka dia meninggalkan semua itu. Seperti yang dicontohkan oleh para ulama salaf. ya, bagaimana mereka meninggalkan pekerjaannya sampaiun ketika tinggal pekerjaan tersebut tinggal sedikit atau hanya sekedar misalnya seperti yang disebutkan dalam biografinya Imam Maimun Ibnu Mihran Assaiq, salah seorang perawi hadis ya,
(18:31) ulama dari kalangan tabiin atau tabiu tabiin yang dia bekerja sebagai apa ini? penempa besi yang berarti sering memukul-mukul besi dengan palunya. Ketika dia sudah mengangkat palunya untuk memukul besi atau memukul besi yang di hadapannya azan berkumandang, maka sekedar dia mengayunkan saja dia tidak teruskan.
(18:51) Langsung dia letakkan palunya kemudian pergi berwudu dan melaksanakan salat berjamaah. Yakni mereka ditolong oleh Allah Subhanahu wa taala, dijaga dalam kebaikan, dijauhkan dari keburukan karena mereka sendiri melakukan sebab penjagaan terhadap agama ini. Maka janji Allah yang disebutkan dalam hadis tadi, ihfadillaha yahfadka, jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu.
(19:17) Ini kan sesuai dengan bagaimana kita menjaga agama, maka seperti itulah penjagaan yang Allah berikan kepada kita. Oleh karena itu, kita harus perhatikan salat berjamaah. Apa ini? Bagi laki-laki jangan diremehkan. Ada orang sebagian sedikit-sedikit dia dalam perjalanan [berdehem] azan dikumandangkan dia tidak segera berhenti tanpa ada uzur yaakan berhenti.
(19:40) Anda dapatkan salat berjamaah ada keutamaannya. Sampai pun mungkin kalau safar tidak wajib. Nah, tetapi toh ketika nanti juga Anda akan berhenti. Kan lebih baik berhenti saat azan dikumandangkan daripada kita salat sendiri. Mungkin kita satu kendaraan kita bisa laksanakan salat 5 orang atau en orang. Tapi kalau kita berhenti bersama jemaah kan lebih banyak kita dapatkan keutamaan tersebut.
(20:05) Oh nanti juga kita akan berhenti melaksanakan salat. Apa bedanya sekarang dengan nanti kalau tidak ada sesuatu yang mendesak misalnya ya. Kemudian juga bagi para akhwat, bagi ibu-ibu di rumah ini yang paling sering melalaikan salat ya dengan alasan masih mengurus anak, masih memasak dan seterusnya. Padahal sebenarnya mereka bisa laksanakan sebelumnya atau ditunda sejenak sampai selesai salat baru kemudian dia teruskan kegiatan tersebut.
(20:36) Ya, kalau dia tahu misalnya di waktu-waktu salat itu adalah waktu-waktu yang dia harus siapkan makanan untuk suaminya dan anak-anaknya. Kalau begitu kenapa dia tidak laksanakan sebelumnya? Dia tidak kerjakan sebelumnya sehingga ketika datang waktu salat dia sudah selesai sehingga dia bisa melaksanakan salat di awal waktu. Ya, ini termasuk orang-orang yang dipuji di ayat-ayat ini.
(20:58) Berarti perhatian mereka terhadap Allah Subhanahu wa taala, semangat mereka untuk menghadap Allah Subhanahu wa taala melebihi dari kesibukan apapun dalam urusan dunia. Ini kan benar-benar bukti orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa taala dengan keimanan yang benar. Kita ingat kembali sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(21:19) Q ahadukum ilati fainnahu yunajibbahu. Jika salah seorang dari kalian berdiri melaksanakan salat, dia sedang bermunajat, sedang berkomunikasi, berbisik-bisik dengan Allah. Kalau kita betul-betul mencintai Allah, ya kita mencintai manusia saja, siapa yang tidak senang bertemu dengan orang yang dicintainya? Siapa yang tidak akan mempersiapkan diri dengan sebaik-baik persiapan ketika bertemu dengan kekasih-Nya? Padahal ini manusia apalagi Allah Subhanahu wa taala.
(21:51) Ya. Jadi orang yang telah mengenal agama, perhatian utamanya itu dalam perbaikan agamanya seiring dengan tumbuhnya imannya, ibadahnya kepada Allah Subhanahu wa taala akan semakin kuat. Ya, ibadahnya kepada Allah Subhanahu wa taala semakin semangat. sampai ee ada salah seorang ikhwah yang pernah memberitahukan kepada saya ya ini mungkin ada hubungannya dengan pembahasan ini.
(22:22) Istilah yang disebutkan oleh sebagian orang karena ini kita adakan kajian di hari Ahad, ada sebagian dari kita yang mungkin masih terbawa suasana kebiasaannya sebelum ngaji. Ya, ada istilahnya apalagi orang-orang yang mungkin sibuk bekerja tiap hari di hari Ahad itu katanya adalah hari yang dikhususkan untuk apa itu istilahnya quality time bersama keluarga.
(22:49) Pokoknya itu untuk keluarga. Kalau pergi rekreasi bersama keluarga atau pergi liburan bersama keluarga tidak mau diganggu dengan kegiatan yang lain. Sampai pun pengajian. Bayangkan sampai pun pengajian karena sudah sibuk seharian bekerja ya sepanjang sepekan atau kurang dari sepekan kemudian akhir pekan ya sudah libur sama keluarganya.
(23:16) Kita katakan waktu apa yang berkualitas kalau Anda lalai dari pengajian? Emangnya selama sepekan Anda bekerja tidak cukup untuk urusan dunia? Dan ketika sepekan itu juga mengurus kesibukan, pekerjaan, mencari dunia, Anda juga sempat mengikuti kajian. Ya, justru yang namanya quality time harusnya kita pertimbangkan benar-benar kualitas untuk kebaikan akhirat kita.
(23:43) Dan bukankah sudah kita pernah bahas juga berkali-kali ya, kalau hati kita dekat dengan Allah pasti hati kita akan mudah dekat dengan orang-orang yang kita cintai. Ya, saya pernah nukilkan pernyataan Imam Ibnu Qayyim rahimahullah taala dalam kitab Alwabilusyib. Man qar ainuhu billahi qrot bihi kullu ain.
(24:03) Siapa yang hatinya dekat dengan Allah, maka semua hati akan mudah dekat dengannya, mudah dekat dengan dirinya. Di dalam Al-Qur’an itu ketika Allah Subhanahu wa taala menyebutkan doanya hamba-hamba Allah yang beriman di surat Alfurqan disebutkan doa mereka. Ini doa yang kita kenal. Rabbana hablana min azwajina wurriyatina qurata a’yun waja’alna lil muttaqina imama.
(24:30) Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pada diri istri-istri atau suami-suami kami dan anak-anak keturunan kami sebagai penyejuk hati kami dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. Apa yang menjadi sebab sejuknya hati orang yang beriman ketika dekat dengan anggota keluarganya, anaknya, istrinya, orang-orang yang dekat dengannya.
(24:59) Bukan karena mereka liburan bersama-sama, bukan karena mereka rekreasi bersama-sama, bukan mereka karena menghabiskan waktu tidak diganggu orang lain dengan bahasa tadi, quality time tadi misalnya. Ah, bukan ya. Karena berapa banyak orang yang menghabiskan waktu seperti ini justru mereka bertengkar. Ah, justru dalam kedekatan mereka, kebersamaan mereka yang sering bersama-sama justru bertengkar.
(25:24) Karena bukan itu yang mendamaikan hati. Jelas Allah tegaskan dalam Alquran, Lafa jamanihim wakinahum. Seandainya kau membelanjakan, menginfakkan kepada mereka semua perbendaraan harta yang ada di muka bumi ini untuk menyatukan hati mereka, kamu tidak akan bisa menyatukan hati mereka wahai Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
(25:52) Tapi Allah, dialah yang maha kuasa menyatukan hati. Hati manusia kan di tangan Allah. tidak ada yang menyatukannya. Bukan karena pergi bersama-sama tadi, liburan bersama-sama. Banyak orang yang sering liburan bahkan liburannya mahal-mahal. Pulang-pulang bertengkar. Tidak lama kemudian ya mereka bertengkar dengan hebat. Nauzubillah minzalik.
(26:12) Jadi yang menyatukan hati itu adalah Allah Subhanahu wa taala. Justru kalau kita jadikan ya yang namanya waktu yang berkualitas tadi untuk hal-hal yang mendekatkan diri kita kepada Allah itu yang akan menyejukkan hati. Makanya disebutkan di ayat tadi quratul ain. Qurratul ain ini penyejuk hati ya.
(26:37) Asalnya dari pandangan mata yang sejuk ketika melihat orang yang kita cintai melakukan hal-hal yang menyenangkan kita sehingga kesenangannya itu turun ke hati. Ya, di dalam tafsir Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini, ayat ini dibawakan pernyataan dari Imam Al-Han Albashri rahimahullah taala, tabiin dari ee seorang tabiin penduduk Basrah yang terkenal. Beliau mengatakan,


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *