Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A. – Faedah Sejarah Islam

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Para pendengar dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada [Musik] TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung Rodja TV Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkahi penjaga dan memuliakan kita semua Alhamdulillah di kesempatan pagi hari ini di hari Jumat kita akan ikuti bersama kembali kajian ilmiah yang disiarkan secara langsung dari pembahasan faedah-faidah Sejarah Islam disampaikan melalui Pekanbaru Riau Alhamdulillah kami sudah terkoneksi dengan beliau dan akan dibahas kembali lanjutan dari pembahasan yang lalu yaitu bantahan terhadap tuduhan syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu ta’ala seperti biasa setelah materi jawab bagi Anda yang ingin bertanya baik melalui layanan yang telepon ataupun melalui layanan pesan singkat setelah materi nanti kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada lulusan kami persilahkan foto-foto muskura bismillahirrohmanirohim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh di pagi yang cerah ini kita dapat kembali melanjutkan pelajaran kita membahas tentang faedah-faedah dari sejarah Islam yang mana Kita Sedang membahas topik yang selalu akan hangat yang dibicarakan di berbagai sentro dunia sebenarnya tentang motif sosial Islam kimia dari musabiha dan beliau dituduh oleh orang-orang yang tidak senang dengan penjelasan-penjelasan di laut tanpa akidah kita menuduh dengan tuduhan-tuduhan yang bermacam-macam maka oleh sebab itu berapa edisi ini atau berapa pertemuan ini kita masih membahas tentang jawaban-jawaban terhadap tuduhan-tuduhan tersebut a bahwa itu ada merupakan sebuah fitnah dan tujuan-tuduhan yang tiada bukti di dalam penjelasan-pemensional melalui fatwa-fatwa beliau dan juga kita Pemilu tidak lupa pula kita selalu memperbanyak ungkapan nabi kita Muhammad SAW apalagi di hari yang penuh berkah ini dan juga di hari-hari yang 10 yang sangat utama yaitu hari yang sangat mulia dari hari-hari dunia kata Rasulullah SAW yaitu 10 Zulhijah Semoga hari-hari kita ini banyak kita isi dengan berzikir kepada Allah berdoa dan berbagai macam bentuk amal sholeh karena Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menjelaskan bahwa tidak ada amal saleh lebih baik lebih dicintai Allah Subhana Wa Ta’ala melebihi dari hari 10 hari ini yaitu dari awal sudah hijau sampai 10 Zulhijjah maka dari itu maka dengan lupa lah kita untuk selalu memperbanyak di setiap detik bersholawat kepada nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bertahlil Bertasbih bertahmid istighfar dan berbagai dzikir-zikir yang lainnya baik zikir-zikir yang secara mutlak atau dzikir pagi sore ketika mau masuk toilet keluar toilet ya Atau mau tidur bangun tidur ya saat mau memakai pakaian setelah memakai pakaian masuk rumah keluar rumah banyak sekali sepenuhnya yang harus kita pelajari kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari disitulah kita akan selalu termasuk orang-orang yang udah kiri nama zakiroj orang-orang yang selalu ingat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala orang-orang yang selalu ingat dan sedikit kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ia akan mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan dunia akhirat ala bilik hanya dengan banyak mengingat Allah Itulah hati akan menjadi tenang tapi ada pendengar rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka dari itu kita upayakan agar mengisi waktu-waktu yang penuh keutamaan ini salah satu bentuk rahmat Allah yang luar biasa kepada kita Allah berikan momen-momen di mana kita tidak mungkin untuk mengejar amal-amal yang begitu banyak dari sisi kemampuan kita untuk beramal tapi Allah bisa lipat gandakan dengan pada waktu-waktu tertentu seperti di bulan Ramadhan jadi 10 terakhir bulan Ramadhan dan juga 10 awal dari bulan Zulhijah ini maka dari itu ya sebelum kita masuk pada topik kita kita nasehatkan kita himbau kaum muslimin secara umum untuk mengisi hari-hari mereka sering membaca Alquran ya kan baca Alquran berinfak bersedekah dan setelah apapun amal-amal Saleh sangat utama pada hari-hari ini Maka jangan pernah lewatkan Semoga kita ya diberikan kekuatan dan kesempatan Allah subhanahu wa ta’ala untuk mengisi hari-hari yang agung ini dengan berbagai amal saleh kita membaca Alquran memberikan nasihat mendengarkan ilmu dan segala bentuk kebaikan dan kita tidak tahu amal yang mana akan membawa kita ke surga Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka janganlah pernah lalaikan dan jangan pernah apa namanya kecilkan semakin kita untuk selalu beramal sholeh terutama di hari-hari yang penuh keutamaannya luar biasa di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala lanjutan pembahasan kita adalah setelah kita melihat apa namanya sebelumnya yaitu bantahan terhadap apa namanya [Tepuk tangan] tujuan-tuduhan diantaranya yang terakhir kita bahas adalah itu tentang kisah kedustaan Ibnu Batutah ya Yang ini disebutkan oleh Al Habsyi seorang salah satu alien habasyah dari Lebanon ya kalau kita lihat sebenarnya berbagai tujuan-tuduhan yang juga menyebar di nusantara ini itu kita dapat merujuk kepada kitab-kitab yang sebelumnya sebenarnya mereka bukan berarti bener-bener membaca kitab suci Tapi hanya mereka sebagai orang-orang yang menukil dari apa-apa yang ditulis oleh orang-orang yang membenci dakwah Rasulullah barangsiapa membaca kitab Al habas ini dan juga melihat tuduhan-tuduhan yang menyebar disebarkan oleh sebagian kelompok-kelompok yang benci terhadap dakwah mereka tidak lebih hanya sekedar menukik saja Sebenarnya bukan mereka yang benar-benar mencela ada memahami jadi Oleh sebab itu dalam sebuah diskusi Kita pernah membahas masalah ini dan dengan orang-orang yang memfitnah ini ya mereka tidak bisa membuktikan kalau dituntut dari pernyataan-pernyataan tuduhan itu kita buktikan melalui kitab-kitab ditulis oleh mereka tidak akan mampu mereka hanya sekedar akan kembali perkataan si Polan dan si Alan di dalam kitab ini kitab itu padahal bulan sya’ban-pembohong semuanya yang telah kita Jelaskan sebelumnya yaitu tentang suatu kebohongan menuduh selesemtumia dikatakan oleh Ibnu Batutah dan juga ilmu Batutah sebenarnya juga kita sebutkan telah mengambil riwayat itu sebelumnya karena sudah menyebar isu itu sebelum datangnya nah ini sudah apa namanya kita bahas pada pertemuan kita yang lalu ya kemudian untuk pembahasan berikutnya adalah tuduhan tentang al-musabiyah atau mujasimah dari tuduhan yang yang juga sering dituduhkan kepada seseorang yang menyertakan Allah dengan makhluk tentu bagi orang yang cukup melihat salah satu kitab saja baik itu risalah atau Muria akan terbukti kebohongan diri kita kitab yang yang sangat sederhana ya dari tulisan yang masuk kita yang diantara kitab yang familiar yang mudah didapatkan di mana saja akan terbantahkan sebetulnya juga orang-orang yang membaca tulisan-tulisan beliau tetapi tuduhan ini sengaja disebarkan oleh orang-orang yang apa namanya membenci dakwah beliau karena beliau adalah apa namanya menyatakan nama ada sifat-sifat bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala lalu tuduhan itu digunakan oleh orang-orang terutama untuk menyebarkan apa namanya semacam opini agar orang lari dari dakwah nah ini diantara apa namanya tulang-tuduhan yang disebarkan pada sistemnya kita mencoba melihat diantara di sini dituduhkan lalu Beliau dinisbahkan perkataan itu beliau ambil umpamanya dari para penurun dulu dari orang-orang jasmia ataupun ada yang menisbahkan istilahnya kepada hanabilah musabiha sebetulnya istilah hanabilah musyabiha ini sebagiannya udah dibantah oleh para ulama yang lain Sebenarnya ya tentang bahwa apa yang dituduhkan kepada ulama hanawiyah itu tidak benar karena memang di masa Imam Ahmad para murid-murid Muhammad itu dituduh oleh orang-orang kelompok muktazilah sebagai musafir satu hal sekarang ini ada semacam dalam menyebarkan sebuah informasi ya bahwa mereka mengatakan bahwa nisbah Salafiyah itu adalah kepada Imam Ahmad itu ada juga saya baca dalam sebuah penelitian ya baru-baru Hari Kemarin saya baca sebuah penelitian mengatakan bahwa nama Salafi itu adalah disebabkan kepada Imam Ahmad ini menurut saya betapa orang ini tidak membaca literatur yang baik gitu tidak mendapatkan literatur yang sempurna atau mungkin sekedar membaca tulis-tulisan opini gitu nah lalu mereka mengatakan bahwa di antara nisbah itu mereka Sebutkan bagian ulama-ulana bila ada yang pusat ya Nah ini dituduh oleh mereka demikian sesungguhnya penyesuaian atau menyuruh pakan Allah dengan makhluk ini kepada ulama ya kepada ulama hanamila itu adalah khusus adalah orang-orang yang mengingkari sifat-sifat Allah baik mengingkari secara mutlak seperti jamiyah mu’tazilah atau sebagian sifat spora sebagai culawiyah pasti dia menuduh orang-orang yang menyatakan sifat Allah sebagai wujud gimana di masa Imam Ahmad dulu adalah ulama ahlussunnah yang mempertahankan akidah ahlussunnah di masa itu ketika paham muktazilah mendapat dukungan dari penguasa dikenal dengan fitnah fitnah itu dibahas panjang lebar dan para ulama tentang kejadian yang luar biasa saat itu dimana khalifatul Makmun terinfeksi Dengan pemahaman orang muktazilah gimana di masa dia dikembangkan berbagai bidang ilmu termasuk ilmu filsafat di bidang Ilmu Filsafat ketuhanan maka masuklah apa namanya tervirus filsafat tersebut karena pemahaman sebagian kaum muslimin sehingga menggunakan rumus-rumus mereka kaidah-kaidah mereka dalam memahami ayat-ayat asma sifat yang pada itu lahirlah paham mu’tazilah ya berkembang semoga lahir berkembang di masa itu yang membuat doktrin Alquran adalah makhluk Alquran dan makhluk siapa mengatakan Quran itu kalamullah kalam Allah yang bukan makhluk maka dia dipaksa untuk menerima doktrin aturan dalam makhluk tersebut yang tidak mau mereka akan diintimidasi bahkan ada yang disiksa termasuk Imam Ahmad sendiri mengalami penyiksaan nah Melo tetap tidak mau mengatakan Alquran itu makhluk dan tetap dengan pendiriannya dan berapa ulama-ulama lainnya dan dia tidak sedikit juga para ulama yang saat itu jatuh korban meninggal ya karena disiksa ya karena tidak mau menerima doktrin mengatakan Alquran itu adalah makhluk nah ketika itu Imam Ahmad lah yang apa namanya mempertahankan akidah ahlussunnah dihadapan orang muktazilah pada saat itu yaitu dimana menetapkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memiliki sifat berbicara dan Allah berbicara tidak seperti bicaranya makhluk tentunya dan diantara Alquran itu adalah kalam Allah karena kalam Allah itu adalah Alquran Karim termasuk kitab suci yang lainnya adalah jadi sifat bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala nah ini diantara akidah ya yang dipertahankan oleh Imam Ahmad saat itu karena Imam Ahmad memahami bila Alquran dikatakan makhluk berarti Alquran itu tidak perlu dimuliakan dan itu adalah ciptaan makhluk ya dan juga makhluk ya bisa dirombak bisa tidak perlu dihargai dan tidak perlu dihormati itu begitu dan berbagai paham-paham yang pada akhirnya berkembang paham tersebut mengatakan ingin mengadopsi Alquran bermacam-macam ide-ide lahir setelah itu semakin di berkembang di akhir zaman ini seperti mana yang kita lihat di sebagai kelompok-kelompok orang liberal jadi ahlussun banyak ini Allah berbicara tapi pembicaranya Allah tidak sama seperti berbicara makhluk ya Jangankan antara Allah dengan makhluk ada kesurupan sesama makhluk aja tidak sama berbicaranya Ya tidak harus memakai lisan kalau makhluk itu berbicara karena orang-orang muktazilah ini menggambarkan kalau Allah itu berbicara baca Allah punya lisan punya macam-macam ini dia yang pertama dia Gambarkan Allah bicara seperti makhluk lalu dia ingin menafikan sifat Allah tersebut padahal allah bicara sesuai dengan kebesaran Allah yang tidak sama seperti berbicaranya makhluk ya tadi kita katakan jangan antara makhluk dengan Allah antara semangkuk aja nggak sama sebenarnya disebutkan dalam hadis kisah yang masyhur ketika Rasulullah SAW dibuatkan mimbar lalu terdengarnya itu batang kurma yang biasa di sebagai sandaran Rasulullah untuk berkhotbah menangis seperti menangisnya baik dan juga kita tahu Rasulullah mengatakan dan imam muslim memang katakan aku tahu ada batu di Mekah memberikan salam kepadaku sebelum aku diangkat menjadi nabi nah ini batu gimana memberi karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala bisa bicara itu adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala Walaupun dia tidak punya lidah tidak punya gigi tidak kerongkongan dan juga di akhir kelak disebutkan ya tangan kaki kita akan berbicara kulit kita akan berbicara Apakah tangan kulit mempunyai mulut seperti kita untuk bicara tidak tapi itulah Allah Subhanahu Wa Ta’ala mampu Menciptakan makhluk dengan segala kekuasaan Allah yang Maha Sempurna jadi berbicara makhluk aja tidak sama dengan makhluk yang lain berbeda-beda ya perbedaan antara sang Khalik dengan makhluk akan jauh lebih berbeda Kenapa harus menjadi permasalahan ya Karena itulah ahlusuran menyatakan itu menetapkan sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala tanpa menyerupakan sifat Allah itu dengan sifat makhluk kemudian ya kemudian setelah itu Imam Ahmad menjelaskan aqidah saat itu nah makalah ketika itu diajarkan nabi Muhammad kepada murid-muridnya termasuk kepada para ulama-ulama mazhab lain yang menetapkan sifat-sifat tersebut maka orang-orang yang mencari sifat Allah itu menamakan istilah mujasimatul hanabillah mereka menyebutlah orang-orang yang sepaham dengan Imam Ahmad tentang akidah ini dituju sebagai mujasimah ditulis sebagai wujud itulah awalnya ya tentang turban mereka menjadi makna bila tersebut nah dan Imam Ibnu qudamah Al maqdisi yang wafat pada tahun 620 itu sebelum Tamiya beliau telah membantah dan apa namanya menyanggah tuduhan tersebut ya kata Imam Ibnu qudamah Al maqdisi bahwa malamzi yaitu menetralkan sifat-sifat Allah yang Allah tetapkan bagi dirinya dalam Alquran atau melalui sunah rasul melalui lisannya apa bahwa sifat Allah tidak sama seperti sifat makhluk sebenarnya kita katakan berulang-ulang dalam mengimani sifat Allah seperti mengimani Dzat Allah Allah memiliki zat tidak suka dengan zat makhluk demikian pula sifat Allah tidak sama seperti sifat makhluk karena sifat -sifat itu sesuai dengan eh masing-masing zatnya bahkan diantara makhluk banyak sekali sifat yang sama namanya tapi hakikat dan bentuknya sangat berbeda seperti umpamanya tangan manusia tangan baru dengan kucing dengan dan tangan-tangan makhluk lainnya tidak sama bentuknya demikian pula mulut muka telinga ya walaupun masing-masing punya kepala kepala pun berbeda-beda bentuknya tidak sama Kepala kerbau dan kepala gajah ya kan walaupun sama-sama kepala jadi jangan jangan tergambar Jangan pernah terbayang bahwa bila sesuatu itu sama namanya berarti sama Bentuknya itu tidak tidak ada dalam kenyataannya bahkan ke manusia yang sama nama nggak sama bentuknya yang si A namanya si Ahmad dan ini juga si B juga namanya si Ahmad belum tentu tidak masalah sebenarnya makanya tidak pernah ayat-ayat sifat itu menjadi hal yang diperdebatkan di dalam para sahabat ataupun orang-orang ahli kitab dan orang-orang musyrikin tidak pernah menjadikan sifat itu sebagai hal untuk menjabat Islam ya orang musyrikin yang begitu gencarnya menentang dakwah Rasulullah SAW dan mereka sangat paham dengan bahasa Arabnya diturunkan kepada dengannya Alquran itu tidak pernah mengatakan isi Alquran itu ada yang menyerupakan Allah dengan makhluk nggak ada karena mereka Paham karena setiap sifat bila didofahkan kepada sesuatu itu sesuai dengan sesuatu itu maka tidak mungkin mirip kalau sifat itu didapakan kepada Allah sesuai dengan maha besar Allah kalau sifat itu didapatkan kepada makhluk ya sesuai dengan sifat makhluk yang punya kekurangan dan kelemahan begitu maka itu yang disebutkan oleh ilmu agama maha suci dari menyukai makhlukNya oleh sobat ya menyatakan sifat Allah itu tasbih atau kemudian apabila yang dimaksud oleh orang-orang ahlud nufa itu orang-orang yang menafikan sifat itu adalah menyatakan sifat Allah tentunya benar kalau gitu doang Alhamdulillah sebagai takzim kalau di umur definisi orang ahli taktil orang yang mengingkari sifat-sifat Allah tentunya benar ya kan karena mereka beriman dengan sifat-sifat Allah sedangkan menurut pemahaman orang-orang Ahlul taktil yang mengatakan sifat Allah itu adalah itulah mereka gunakan istilahnya tapi kalau musabiham menurut Alquran dan Sunnah menurut ulama ahlussunnah adalah umum jasma itu adalah orang yang menyerupakan sifat makhluk itu yang bukan orang yang mengimani sifat-sifat Allah sementara orang-orang Ahlul kafir orang Ahlul kalam menamakan orang yang menetapkan sifat Allah itu sebagai manusia itu mereka pakai untuk menyebut ulama-ulama ahlussunnah seperti Imam Ahmad dan juga karena mereka mengatakan sifat Allah tapi tanpa menyerupakan dengan sifat makhluk tapi definisi menjadi ahlussunnah itu adalah orang yang menyatakan bahwa seperti sifat makhluk itu muncul itu diantara asal muasal ya tuduhan itu kepada syal Islam Tamiya ya Dan mereka orang-orang yang membenci dakwah mereka mengatakan secara mengambil karena dia Hambali telah mengambil pemahaman tasbih dari ulama Nabila itu diantaranya mereka kaitkan dan telah kawan entah bahwa nisbah kita itu tidaklah benar dan memang di dalam kitab-kitab Al Kalam mana makan orang-orang menetapkan sifat Allah itu sebagai orang mujasimah jadi diantara hal ini adalah sebenarnya yang dinukil oleh ngehajar Haitami dalam kitabnya ya menyebutkan Ibnu Taimiyah itu mengatakan kata Ibnu Hajar Haitami yang diukir oleh Allah itu meyakini Rob sekalian alam itu adalah tersusun dari berbagai anggota badan Itulah kalau bahasa untuk makhluk ini merokap itu ya tersusun dari berbagai apa namanya unsur morakap Nah itulah dimana zatnya membutuhkan butuhnya hal yang sifat yang apa namanya kepada sesuatu yang apa namanya yang global itu kepada bagian yang rinci jadi itu menurut mereka orang masuk Al Kalam itu bahwa zat Allah itu terbagi-bagi kepada bagian-bagian kata mereka nah mereka menuduh bahwa Ibnu Tamiya mengatakan Allah tersusun dari berbagai bagian itu kata mereka yang mana keutuhannya membutuhkan zatnya yang utuh-butuh kepada bagian-bagian kecil dari bagian zat itu Nah itu mereka katakan Demikian Ya kita membahasakannya bahasa orang alkalim juga Agak repot ya mereka ini satu pria ini ya ini disebutkan oleh hajar ya bahwa mereka dituduh Dengan mengatakan zat Allah itu tersusun dari berbagai unsur ya sedangkan sama dengan makhluk ya kalau zat makhlukNya tersusun terbagi-bagi nah mereka orang Ahlul kalam ini menuduh demikian Nah inilah sebabnya mengatakan Kenapa demikian karena saya sudah mengatakan semua mereka menafikan orang-orang ahli filsafat tadi dari Allah subhanahu wa ta’ala apa yang Allah sifatkan dengannya dirinya atau disifakkan oleh Rasulullah SAW idzakmihim karena mereka menganggap mengimani sifat-sifat yang terdapat dalam Alquran maupun dengan sunnah yang shahihya itu nyangka hadirnya mereka mengatakan itu adalah tasbih dan tarkib itu tujuannya jadi mengatakan bahwa orang-orang Ahlul kalam ya orang-orang Al filsafat mengatakan jika kita mengimani Allah itu memiliki sifat-sifat ya kata mereka berarti Allah itu berarti hal itu adalah tasbih menyerupakan Allah dengan makhluk berkibar menyatakan Allah itu tersusun dari berbagai unsur atau bagian tubuh Nah itu itu terkibar dalam bahasanya orang-orang Al Kalam lalu mereka menyelamatkan orang-orang yang menyatakan sifat tadi dengan tuduhan musyabi itu mereka menuduh orang-orang yang menyatakan sifat Allah subhanahu wa ta’ala bahwa mereka itu adalah menciptakan Allah dengan muraka Nah itulah asal tujuannya jadi memang kita harus tahu ya eee istilah setiap qiraq itu berbeda-beda cerita pemahaman itu kadang-kadang punya istilah sendiri dia maka dari itu istilah itu harus dikembalikan kepada sesuai agama kepada Alquran dan Sunnah contoh istilah tasbih tadi orang tasbih menurut orang itu adalah orang yang menyatakan sifat Allah kalau tasbih dalam Alquran sunnah adalah orang yang menyebarkan oleh makhluk demikian pula istilah-istilah yang banyak sekali sekarang tawasul Istighosah ya shalawat dan ziarah kubur istilah-istilah itu digeserkan oleh mereka Sesuai pemahaman mereka ya digeserkan oleh mereka Sesuai dengan paham mereka Nah kalau sebelum itu kita harus menjelaskan kepada umat pengertian istilah-istilah secara syar’i bershalawat itu adalah bila berkumpul itu dibaca shalawat-selawat tertentu dengan berbagai syair-syair dendang-dendang dan membaca ayat-ayat dan kemudian ada makanan minum macam-macam itulah baru berselawat menurut mereka kalau hanya mengandalkan Allahumma sholli ala Muhammad dan Muhammad di jalan atau di atas mobil bersholawat karena mereka sudah menggeser pengertian tadi makanya mereka namakan acara-acara mereka yang besar dengan menghadirkan penceramah penyanyi gitu kan selamat oleh mereka seakan tahlil itu adalah tahlilan itu adalah ya itu acara-acara Ini masa acara-acara kematian pokoknya padahal kalimat tahlil itu adalah Kalimat yang umum tapi barangkali kalau ada sebagian sudah memperjelas kalau ditambahkan katanya itu adalah suatu budaya yang dilakukan oleh suatu kelompok tahlilan Shalawatan Ya yasinan Nah itu sudah kalau sudah ditambahkan dalam bahasa Indonesia menurut sebagian ini ya penjelasan mereka mengatakan itu adalah pengamalan-pelan yang dijalankan oleh sebagian kelompok tahlil adalah kalimat Allah ya Nah ini kita mencoba menjelaskan Kenapa tujuan-tujuan itu datang ya Nah ini sebab dituduhnya sistem kemia dan para ulama-ulama lain dengan sebagai mengatakan Allah murakabun karena mereka sengaja menggunakan bahasa-bahasa yang sangat basic ini bahasa-bahasa yang silat mengerikan gitu kan kan orang awam akan terprovokasi kalau dia tidak paham ya masa iya Allah begitu kan gitu kalau kamu gitu padahal tidak ada di dalam Alquran maupun sunnah yang menafikan maupun menetapkan kata-kata decim maupun katator tersebut menjelaskan manhaj salaf dalam tauhid asma sifat karena mereka mengimani apa yang Allah Tetapi tetapkan ya Bagi dirinya dari sifat-sifat maupun nama atau ditetapkan oleh Rasulullah SAW dalam sunnahnya nama atau sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala tanpa melencengkan pengertiannya tidak pula menggaris sifat-sifat tersebut menghindari memperkarakan membicarakan kaifiyah bentuknya dan tidak pula menyerupakan dengan bentuk apapun jadi dalam menyatakan sifat Allah itu yang penting adalah dua hal yang harus dihindari yang pertama takhir yang kedua tamsil jangan dipertanyakan bentuknya karena bentuk sifat Allah tidak ada yang tahu kecuali Allah sendiri karena Allah itu gaib dan juga tidak boleh diserupakan dengan sifat makhluk karena tidak ada satupun yang serupa dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala walam yakullah tidak ada satupun yang dapat menandingi Allah subhanahu wa ta’ala itu perumpamaan-perumpamaan bagi Allah Dan kami menjadikan perumpamaan-perumpamaan bagi Allah Tidak ada suatu pun yang mirip dengan Allah itu jelas jadi kalau kita mengimani sifat Allah seperti mana kita mengimanizab Allah punya zat tidak serupa dengan zat makhluk demikian pula sifat Allah tidak serupa dengan sifat makhluk meskipun namanya sama sama nama bukan berarti sama hakikat dan bentuk gimana kita katakan tadi dari sifat-sifat makhluk saja banyak sekali sifat makhluk yang sama namanya tapi hakikat dan bentuknya berbeda bahkan juga Ibnu Abbas menyebutkan ya contoh Allah menamakan nikmat-nikmat Surga sama dengan nama-nama nikmat yang ada di dunia tapi Hakekat dan bentuknya itu tidak ada yang tahu ya dia sangat berbeda maka yang harus mengatakan Laisa Fiddunya tidak ada di dunia ini dari nikmat surga Nah itulah yang menjadi persoalan sebenarnya jadi kalau orang itu tidak menyerupakan Allah dan makhluk tidak mempertanyakan tentang bentuk dan Devia sifat Allah itu dia sudah selamat dari segala bentuk penyimpangan dalam mengimani nama resiko sifat Allah kenapa demikian karena orang-orang Ahlul taktil pun orang-orang Ahlul takwil pun sebelum mereka mengetahui sebelum mereka mentartil itu merekanya Dulu mereka memahami dari ayat-ayat tersebut sifat yang ada pada makhluk lalu mereka mengetahui karena apa Karena takut menyebabkan orang yang makhluk Padahal mereka Keliru dari langkah awal kalau seandainya mereka mengatakan bahwa nama dan sifat-sifat itu adalah sesuai dengan kebesaran Allah tidak sopan dan sifat makhluk nah itu jadi semuanya sebetulnya baik Ahlul takdir ataupun Ahlul tasbih kedua-dua mereka numsabihah sebenarnya cuman orang alut taktil mereka lari dari musyabihat jatuh kepada muatilah takdir mintawil dan akhirnya juga karena kalau mereka makna-makna Apapun saja maknanya akan sama juga dengan makna yang ada pada makhluk Dan akhirnya juga tasbih jadinya gitu seperti mereka menta’ul kata-kata istawa dengan istilah bahkan juga dalil yang digunakan untuk memintal istawa ada yang istana itu adalah contoh yang ada pada makhluk mereka membawakan sebuah bait ya telah dikuasai Irak oleh missir tanpa menumpahkan darah ya tanpa dengan apa namanya memutuskan pedang dan tanpa menumpahkan darah itu kan makhluk itu kamu kenapa Allah menafsirkan sifat istawa untuk makhluk juga kamu tafsirkan istilah Allah dengan sifat yang makhluk juga nah ini sebenarnya jadi kalau kita melihat bahwa kelompok manusia yang menyimpang itu secara umum dan semuanya muslim biasa Sebenarnya ya musabiham karena mereka menyerupakan sifat dari makhluk akhirnya mereka mencoba mencari solusi untuk tidak menyerupakannya akhirnya mereka mengetahui dan pada akhirnya juga tadi tasbih juga maka mereka tidak membicarakan Bagaimana bentuk dan juga tidak menyerupakan sifat orang yang sifat makhluk itu ya dan orang-orang harus juga tidak menafikan apa yang Allah munafikan segala sifat-sifat yang kurang terhadap dirinya ya sebagaimana Allah memiliki sifat Al wajahnya kemudian ya menjelaskan bantahan kepada mereka-mereka tersebut menggunakan rumusnya orang-orang itu mengatakan mereka adalah makhluk Nah kalau begitu kan sama-sama wujud juga kamu merasakan dalam kalimat kata-kata kalimat wujud itu udah sama nah ini yang di apa namanya di bantal kalau kamu mengatakan wajib wujud itu termurah Cup juga mengatakan ya fall Kholik Allah Subhanahu Wa Ta’ala amat jauh dari apa yang mereka namakan Allah itu ya mereka namakan Allah sebagai tarkiban Allah tidak tarkib itu maksudnya Allah sama maha suci dari apa yang mereka katakan Allah itu adalah mengatakan tidak dilakukan lagi bahwa orang-orang yang menyatakan sifat bagi Allah ya tidak terdapat diantara mereka dan bahkan di seluruh aliran-aliran umat ini alih-alih kelompok dalam umat ini orang yang menetapkan sifat tarqib itu bagi Allah Tetapi orang-orang yang termakan dengan orang-orang ilmu filsafat mereka menganggap bahwa menafikan tarqib itu namakan sebagai tauhid kata mereka yang mereka maksudkan dalam itu adalah mereka campur masukkan ke dalam termasuk mengingkari sifat Allah lalu Beliau mengatakan orang yang mengatakan Allah itu merekat kata belo adalah itu sebetulnya yang orang mengatakan demikian kekufuran perkataan yang sangat jelas kata beliau Kemudian beliau membantah lagi orang-orang hal-hal mengatakan jika mereka mengatakan sifat nuzul dan istilah itu kan sifatnya benda atau tubuh yang memiliki tubuh lalu mereka orang-orang mengatakan tidaklah mungkin sesuatu turun dan peristiwa kecuali orang yang itulah syubhat-syubhatnya agreementasi mereka itu lalu mereka mengatakan kalau Allah itu bersifat kemudian ya itu sebetulnya coba-coba yang menyebabkan mereka menuduh sebagai mengatakan Allah adalah apa namanya padahal tidak pernah belum mengatakan hal-hal Demikian Ya bahkan belum membantah orang-orang yang mengatakan belum mengatakan orang-orang yang menuduh demikian adalah mereka mengingkari ya orang filsafat itu mengingkari sifat-sifat Allah sebagai sifat iradah sama Jadi mereka sifat itu karena banyak tersusunnah Allah itu dari berbagai sifat kata mereka itu sifat kata mereka hal ini juga tentu termasuk dibantah oleh ulama-ulama syair karena ulama syair juga menetapkan sifat-sifat bagi Allah ini kan juga sifat ada sekian sifat Nah orang-orang tadi paham orang itu paham kalau Allah punya sifat-sifat demikian itu yang mereka maksud itu jadi tersusun dari bagai sifat itu yang dimaksud tarkid lalu mereka ingin menafikan itu intinya Mereka ingin menampilkan sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita katakan Allah bersifat dengan sifat yang sempurna tidak sama seperti sifat makhluk Makanya kalau orang-orang asyairah menuduh saya Islam Tamiya ketika menerapkan sifat nuzul dan istiwa merupakan sifat Ulu dan sebagainya dituduh sebagai munasin makanya beliau juga membalikkan hujannya yang sama kalau kalian mengatakan orang menimpakan sifat wajah yadein dan Nuzulul istiwa itu adalah murkam atau mujasim maka kalian juga termasuk orang mujasim karena kali menetapkan sifat as sama al-bashr ya Wal kalam Apa jawaban kalian tentu mereka akan mengatakan kata Allah tidak sama seperti pandangan kita bahwa penglihatan Allah tidak sama seperti Peliatan kita bahwa iradahnya Allah tidak sama seperti yang adanya kita maka dia akan pula ilmu dan qudratnya maka jawaban kita juga sama bahwa Ridhonya Allah tidak seperti ridhanya kita marahnya Allah tidak seperti marahnya Allah kita nuzulnya Allah tidak sama seperti makhluk ya istilahnya Allah tidak sama seperti istilahnya makhluk seperti itu Jadi kalau orang-orang syairan mengatakan sifat nuzul itu adalah tasbih atau tarqib maka mereka juga dibantah Dengan pemahaman mereka sendiri kalian bukan yang mengatakan Allah juga punya pendengaran penglihatan ilmu apa itu juga tasbih kalau mereka mengatakan Allah tidak sulit kita mendengar Allah tidak sama makanya demikian pula lah istilahnya Allah demikian pulalah juga tidak ada tasbih itu yang digunakan oleh ketika membantah orang-orang syair yang juga menuduh solution ilmiah memakai paham enzim atau paham merekap menurut mereka begitu menurut orang-orang kemudian masalah rapat tadi punya tubuh mereka mengatakan waktu punya tubuh pokoknya mengatakan orang yang mengatakan demikianlah Apa maksud dari kata kamu mengatakan Allah itu punya jisin punya tubuh Apakah engkau maksud jasa tubuh yang kamu katakan itu sesuatu dari makhluk ya Allah kalau itu yang kamu masuk kata Melo Allah telah itu yang kau maksud Sesungguhnya Allah telah menjelaskan dalam Alquran tidak ada satupun semisal dengan Allah tidak ada satupun yang mirip dengan Allah jika kamu sudah adalah yang pada makhluk walaupun tidak ada tandingan jasad ataupun tubuh seperti tubuh makhluk itu jelas Allah tidak seperti itu karena Allah telah menjaga Alquran ya menafikan hal itu Laisa kami selisih tidak satupun mirip dengan Allah ya juga tidak ada tandingannya tidak ada juga yang semisal dengan Allah katanya Allah katakan apa namanya orang yang menciptakan ini maksudnya Apakah sama zat yang menciptakan dengan orang yang tidak yang dengan yang tidak menciptakan seperti orang tidak menciptakan kata Allah maka Alquran kata beliau menjelaskan Allah tidak satupun yang mirip dengannya tidak ada yang mirip dengan Allah nah ini Jelaskan menafikan tidak ada yang mirip dengan baik dari sisi zat ataupun dari sifat tidak ada satupun yang mirip dengan Allah subhanahu wa ta’ala ini ketegasan dari beliau tapi kalau yang kamu maksud lafadzin itu karena kan tadi kita katakan orang-orang ini selalu menggunakan kalimat-kalimat yang ambigu yang menafsir memiliki tafsir yang multi agar mereka bisa berkilah dan bertele-tele sebenarnya gitu ya sehingga mereka kalau berbicara kepada orang awam mereka gunakan orang awam yang mereka tafsirkan dengan seperti tafsirnya sunnah sebenarnya yaitu mengatakan Allah seperti makhluk semacam itu untuk mereka begitu Sehingga siapa yang itu pahamnya Itulah orang-orang yang mengatakan Allah punya sifat mereka Jadi mereka menggunakan itu untuk dua sisi ketika menjelaskan orang-orang awam mereka akan menafsirkan sesuai dengan pemahaman Rasulullah dan makhluk itu Tapi ketika berbicara dengan ahlusunah mereka akan ditantang Apakah kami mengatakan itu sebenarnya hakikat pemahaman mereka adalah orang yang menyatakan sifat bagi Allah mereka turun sebagai mujsin makanya apa namanya menggali apa yang kalian maksud karena dalam hal ini disebut dalam Manhaj harus yang ambigu yang memiliki pengertian yang multi maka perlu ditanya Maksud kamu mengatakan itu apa maksud kamu Wahabi apa yang kamu maksud Wahabi itulah anti ziarah nah kami tidak pernah anti ziarah kubur kamu banyak bershalawat kalau katakan anti sholawat makanya ketika berdiskusi dulu apa yang kamu maksud ini makanya kata beliau ketua ada orang mengatakan Kamu mujasin tanya dulu apa yang kamu maksudmu Itu adalah menyerupakan Allah dengan makhluk maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Alquran menafikan mengingkari hal itu tidak ada satupun yang mirip dengan Allah tidak dalam zatnya tidak dalam sifatnya tidak dalam perbuatannya Tetapi kalau yang kamu maksud adalah itu apa pengertian yang kedua itu yang kau maksud menyerupakan Allah dengan makhluk maka jawabannya ada Alquran dan Sunnah itu jadi apabila yang kumaksud itu adalah apa yang terkandung dalam menyerupai Allah dengan sesuatu dari makhluk ini maka jawabannya adalah Alquran sunnah sebenarnya yang beliau katakan tadi tidak ada dalam Alquran dan Sunnah yang menyerupakan Allah dengan makhluk al-qur’an sudah jelas Tetapi bila yang dimaksud adalah menetapkan sifat lalu melazimkan menyatakan sifat itu menyerupai makhluk jawaban juga dalam Alquran Allah yang menyatakan sifat itu dalam Quran dengan makhluk Jadi sebetulnya dikumpulkan Allah punya sifat tidak seperti sifat makhluk sebenarnya yang Allah katakan dalam satu ayat itu jelaskan tidak sesuatu pun yang mirip dengan Allah dan Allah maha mendengar lagi melihat jadi dinafikan di situ adalah kesurupan bukan dinafikan sifat makanya Allah katakan Allah itu tidak seperti sesuatu karena dia memiliki sifat artinya sifatnya tidak seperti sifat makhluk maka di ujung air dalam sifat-sifatnya Allah tidak sama seperti makhluk itu intinya sebetulnya ya mudah memahaminya sebetulnya kemudian ya Kalau Anda yang mengatakan Bolehkah kita katakan Allah punya jisun tidak seperti jisim makhluk naikkan gitu sekolah disebutkan salah apa namanya salah satu dari orang-orang mental kalau begitu berarti boleh dikatakan karena Allah punya sifat tidak seperti sifat makhluk Bolehkah disebutkan sifat pokoknya Allah berjisim tidak seperti jims makhluk boleh nggak maka ini tidak boleh kenapa karena kata-kata itu jisung itu tidak pernah terdapat dinafikan maupun ditetapkan menjelaskan Allah itu sehingga harus melazimkan pertanyaan seperti itu jadi artinya apa makanya Ahlussunnah Wal Jamaah dalam menetapkan sifat ataupun menafikan harus ada dalil Allah tidak begini apa dalilnya Allah begini apa dalilnya jadi Allah baik di dalam menetapkan maupun dalam menafikan harus ada dalilnya sesuatu yang tidak dinafikan dan sesuatu yang tidak ditetapkan maka tidak boleh tetap menjauh tidak boleh nafikan Karena itu adalah bicara tentang Allah Hal yang gaib tidak ada Pedoman kita untuk menetapkan dan menafikan kecuali Wahyu yaitu Alquran dan Sunnah bahkan belum dengan jelas mengatakan menamakan Allah dengan jisim itu adalah muktah dia kata beliau menerapkan mengatakan Allah ya wafil adil adalah tidak ada dalam Alquran sunnah ya tidak pula perkataan saraf satupun mengatakan hal itu seorangpun dari ulama masalah mengatakan Allah itu sebagainya gimana dikatakan oleh Ahlul kalam yang menundukkan hal itu kepada ulama ahlussunnah bidah mengatakan itu dari bentuk sel tubuh yang dicela ya Ini kata Melo maksudnya adalah kata belo adalah email Kibarkan dimana ulama-ulama besar kata beliau melarang menggunakan lafaz-lafadz yang ambigu yang tadah’ah ini yang mujimalah ini mujmala itu lafadz yang tadi ambigu pengertiannya Bisakah hak bisa kebatil ya 5vl kata beliau karena di dalamnya bercampur antara hak dengan yang batil dengan lafaz tadi kemudian Apa yang menyebabkan terjadinya keraguan-keraguan terjadinya bermacam bentuk perselisihan wolfitnah dan berbagai macam fitnah maka dari itu ulama melarang untuk berbicara ini harus lebih tepat dengan istilah-istilah agamanya supaya untuk menghindari perselisihan perselisihan perdebatan perdebatan karena istilah-istilah agama itu baku ya bahasanya Allah yang memilih Ya Allah yang memilih yang Maha Agung dalam apa namanya sempurna perkataannya Tidak ada yang lebih sempurna kalau dari Parang makhluk tidak ada yang lebih fasih dalam memilih kata-kata daripada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka kata-kata itu Kalimat yang fasih kalimat yang sangat tepat penggunaannya dan jelas pengertiannya makanya Oleh sebab itu salah satu metode orang Ahlul Bid’ah itu adalah selalu menggunakan kalapat kalimat-kalimat yang ambigu yang mujmal tujuan mereka itu tadi agar dapat mempengaruhi orang awam dan untuk mendebat-debat orang-orang yang berilmu itu tujuan mereka nah selalu menggunakan hal-hal yang mutasyabih ulama kita selalu dalam menjelaskan sesuatu adalah dirinci dengan jelas tidak membawa polemik polemik dengan istilah-istilah yang membuatkan keraguan-keraguan termasuk di dalam bahasa Indonesia juga ada ya akhir-akhir ini yang lebih populer itu kalimat penafsiran cawe-cabean itu Jadi itulah bentuk-bentuknya kalimat-kalimat yang digunakan yang bila dia membawa diskusi panjang itu ada kalimat-kalimat yang tidak jelas penafsirannya dan masing-masing menafsirkan dengan apa namanya hawa nafsunya maka dalam istilah agama juga tidak boleh itu tidak boleh digunakan kalimat-kalimat yang memiliki multi tafsir yang bisa diartikan salah dan bisa diartikan benar baik dan ini sudah jelas ya apa namanya tuduhan-tuduhan yang diarahkan kepada Beliau mengatakan Allah punya jisim Allah satu kebohong-kebohongan cuman istilah itu digunakan oleh orang-orang yang anti dalam menyatakan sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian tujuan berikutnya ya tujuan berikutnya adalah dituduhkan Kepada beliau istiwa Allah ala arsik keistimewa sama dengan tuduhannya Ibnu Batutah yang sebetulnya tuduhan itu sudah lama sebelum datangnya telah kita bantah pada pertemuan yang lalu ya nggak ada lagi mengatakan sebenarnya dikatakan oleh Abu Bakar bin Muhammad al-husoni ini dalam kitabnya [Musik] mengatakan di sini menukil seakan-akan berkata Abdul Hasan Ali Adi maski katanya dalam kisah dari ayahnya dia mengatakan kunafi majelis kami ada suatu majelis bersama kemudian dia membawakan ayat istiwa lalu dia menafsirkan awal itu jiwa Allah seperti istiwaknya aku nah itu dituduhkan oleh Abu Bakar bin Muhammad Hasan ini lalu manusia memukulnya ya dan menurunkannya dari kursi wabah dan manusia memukul sel Islam Tamiya gara-gara ungkapannya itu ini satu apa namanya tujuan yang yang berikutnya dan juga salah satu pembohong di masa kontemporer ini menjadikan istilah yaitu juga menukil dengan tuduhan yang sama ya menjadikan ilmu utama itu istilah mengatakan Islam tapi kalau kita lihat dalam tulisan yang di siang bolong ini gitu dia mengatakan istilah Allah dengan istilahnya ini jelas kebohongannya Barang siapa yang membaca salah satu kita pilih itu di sini dibantah mengatakan Coba kita buktikan hal ini melalui kitab suci kita akan melihat betapa keji dan kejamnya tuduhan ini bahkan Beliau mengatakan dalam kitab mengatakan Apakah Rasulullah kalau mengatakan juga tidak ada seorangpun dari sahabat ya ataupun dari kalangan para tabiin dari umma ulama-ulama lain bahwa Allah itu tidak di atas langit dan tidak pula mengatakan Allah itu di atas tidak di atas Aras lalu Beliau mengatakan mengimani sifat istilah Allah itu sebagaimana mengenai sifat-sifat yang lain yaitu kata beliau tadi sifat-sifat berbicara tentang sifat-sifat yang lainnya bahkan sering belum memenuhi perkataan Imam Malik tentang hal itu yaitu al-istilah umat maklum Wakai bunga itu maknanya jelas Adapun tidak diketahui oleh makhluk itu adalah wajib karena ditetapkan dalam Alquran umat ini dan ulama-ulamanya mengikuti ulama hal tersebut adalah menyatakan sifat yang Allah tetapkan bagi dirinya atau ditekan oleh Rasulullah SAW menderitahrifin tanpa diubah-rubah maknanya tidak pula diingkari maknanya tanpa bertanya bagaimana bentuknya ya wala tamsil tanpa menyerupakan dengan sifat makhluk itulah jelas belum mengatakan tanpa menunjukkan maka Mungkinkah beliau akan menyerupakan sifatnya dia sendiri yang Beliau mengatakan wala tamsil tidak menyebabkan sekolah sifat makhluk para ulama-ulama Salaf dan ulama yang berikutnya mengatakan Allah berada di atas langit di atas Aras jauh dari makhlukNya makhluk juga jauh dari Allah SWT jauh Maksudnya itu tidak tercampur zatnya Allah dengan zat makhluk dan kita tidak tahu bagaimana bentuk istilahnya Allah kita tahu bagaimana kita tidak tahu juga tentang kaivilia dzatnya Allah ini Mana belum akan mengatakan bahwa istilah dan beliau menekankan lagi pendapat yang moderat adalah apa yang dipegang oleh ulama-ulama ya yang berada di atas jalan yang lurus bahwa Allah beristirahatnya istiwa unjali kubijala Liu ahkasubihi istiwa yang sesuai dengan kebesaran Allah dan khusus kekhususan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya tidak ada mengatakan istilahnya seperti itu ya sebenarnya ini para pembohong tadi itu diantaranya adalah siapa namanya yaitu Abu Bakar bin Muhammad kemudian bahwa istilah Allah ya Dimana kita tidak tahu bagaimana bentuk istilahnya Allah ya dan juga sebagai kita tidak tahu bagaimana istilahnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Bagaimana bentuk dzatnya Allah lalu menyebutkan tadi telah kita Jelaskan pendapat yang modern adalah ulama umat-umat yang mengikuti keyakinan yang benar adalah Allah bersiwa di atas Aras sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allah dan kekhususan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak seperti istilahnya para makhluk tidak sama seperti nuzulnya kita turunnya kita dan istilahnya kita nah kemudian ini diantara hal-hal yang kita nukilkan dari ungkapan beliau untuk membantah tuntunan tersebut Bagaimana ternyatanya suatu kebohongan yang mereka lakukan untuk riwayat yang disebutkan yang pertama adalah kalau kita lihat siapa ini Abul Hasan Ali Adi masky ayahnya siapa Pak dharmaskus punya Ibnu asakir siapa ini orang Abul Hasan ini Nggak tahu juga ayahnya siapa ya Pokoknya jadi keduanya adalah pembuang-pembohong Wah hafal mayokal maka jelas dalam sanad yang disebutkan itu adalah penuh dengan Apa nama periwayat pembohong yang atau yang tidak diketahui Siapa yang menyampaikannya tidak dikenalnya perawi yang membawakan ini ada sebab ditolaknya sebuah riwayat yang kedua adalah cerita Abul Hasan Pokoknya kau ini jelas dia tidak mengatakan juga telah menggambarkan kepadaku dan di dalam sanad ini terdapat namanya terputus sanadnya ya terputusnya merupakan salah satu ditolaknya riwayat pantun saling membuat rangkaian kebohongan campur aduknya untuk membuat kedustaan atas manusia dan menipu mereka percaya kepada dia agar mereka mau mengikuti tuduhan-tuduhan itu dan juga apa yang dibisikan oleh was-was ke dalam benaknya kemudian yang ketiga adalah sudah diketahui bahwa tentang kejadian itu juga memiliki orang-orang yang pengikut yang begitu banyak ya kalau seandainya itu terjadi kisah itu mereka akan membela asal Islam Tamiya ya jika ada apa namanya pemukulan sebagainya ya Ayah kita memiliki pengaruh dan pengikut yang luar biasa dimana saat beliau mengajak para jamaahnya bersama penguasa itu untuk menentang bangsa Tatar untuk berjihad dan belum memiliki pengkut yang jumlah suku banyak dan juga memiliki pengaruh yang besar di tengah Sultan mungkin terjadi adanya pemukulan-pemukulan ya orang yang mungkin di tengah masjid di dalam masjid sekalipun kemudian bahkan Sebenarnya ya hal-hal yang terjadi apa yang telah kita Jelaskan itu semuanya adalah untuk kebohong-kebohongan yang memang dimana di masa beliau sudah sering dibuat kebohong-bohong itu seperti berapa kali beliau di sidang dan ditangkap adalah berdasarkan tuduhan-tuduhan yang fitnah Kepada beliau berfatwa tentang talak yang terakhir itu adalah mengatakan orang Karo talak 3 jatuhnya 1 ya dan itu yang menjadikan polemik oleh para fuqahak saat itu beliau dilaporkan ke penguasa baik kemudian salah seorang juga Muhammad Abduh membantah tujuan ini mengatakan telah menukil itu tanah jurusan dan juga menukilkan bahwa istilah Allah itu adalah duduk sebagaimana ini Dibantu oleh Muhammad Abduh kata beliau ini tidak pasti dikatakan semacamnya dan bahkan banyak sekali ukiran-nukilan yang tidak pernah dikatakan oleh Beliau ini contoh ini maksudnya tidak percaya dengan ukir-ukilan yang bernuansa tasbih atau pun menyertakan Allah dengan makhluk tersebut ini banyak sekali tergantung yang mirip tadi namanya masalah istiwa nuzul kemudian juga mengatakan Allah itu duduk di atas kursi ya kemudian ini juga ada tuduhan ini dikatakan apa namanya Allah duduk di atas kursi ini dan untuk menjawab tuduhan ini telah berlalu kita Jelaskan bermain ukiran dari sel Islam Tamiya bahwa beliau tidak pernah mengatakan istilah Allah itu seperti istilah makhluk ya barangkali untuk ke tempat kesepatan kali ini kita cukup di sini dulu ya cuman hal-hal yang sama ya masih dituduhkan oleh orang-orang di antara penyebar fitnah di masa sekarang seperti al-kautsar dituntut kepada orang-orang menuduh beliau seperti Al Kautsar ini mengangkil dari notomia tentang tafsirnya dikatakan tadi adalah semuanya fitnah maka Coba jelaskan bahwa Allah beristiwa seperti itu makhluk ataupun mengatakan Allah itu duduk di atas kursi sebagainya kemudian al-kautsar juga membuat banyak sebetulnya tuan-tuduhan bohong terhadap sel sistemnya yaitu dan tidak pernah ungkapan yang disebut oleh Kautsar itu dikatakan oleh Tapi itu semua adalah kesimpulkan kesimpulan dari pemikiran dia dalam penjelasan ketika menyatakan nama dan sifat-sifat bagi Allah subhanahu wa ta’ala dan al-kautsary adalah salah satu orang yang sangat saling tulisan yang berbahasa sangat kasar kepada para ulama ahlussunnah di dalam Barakallah kita akan lanjutkan pada pertemuan yang akan datang nah baik alhamdulillah syukronnya Barakallah yang sudah memberikan penjelasan kembali mengenai pembelaan terhadap syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang dihadapkan kepada beliau untuk tuduhan yang tidak benar tentunya Baik untuk selanjutnya kami buka Stasiun terakhir sesi soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya silahkan anda bisa menghubungi kami di lain-lain telepon di 021 8236543 atau Anda bisa mengirimkan pertanyaannya melalui layanan pesan Whatsapp di nomor 0819896543 [Musik] baik kami ajukan ada pertanyaan terlebih dahulu bisa di layanan pesan Whatsapp Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dari Abu Khansa yang berada di Kalideres beliau bertanya Yason saya termasuk pembaca kitab kasyatul Akhyar Kalau tidak salah di edisi pada pekan yang lalu disebutkan bahwa Mualif kitab tersebut memusuhi Saiful Islam Ibnu Taimiyah pohon pertanyaannya sikap saya terhadap kitab tersebut Bagaimana Ustadz Apakah tetap saya baca dan tetap saya amalkan dan Apakah benar penulisnya ini memusuhi beliau Ustad mohon jawaban dan nasehatnya dalam menyikapi perbedaan-perbedaan para ulama kadang-kadang ulama itu ada menukil yang tidak tepat atau dia menukil dari orang lain kemudian belum menukil lagi dalam kitab beliau dan kesalahan itu tidak kita ikut ya adapun pembahasan-pembahasan yang sesuai dengan Alquran dan Sunnah itulah kita ambil siapapun yang mengatakannya itu kesimpulannya begitu ya jika siapapun ulamanya jika pendapat mereka menyelisih pendapat salah pendapat para sahabat para tabiin itu adalah tidak kita ambil pendapatnya tetapi kita ambil pendapat-pendapatnya yang sesuai dengan Alquran sunnah dan kitab tersebut adalah kitab menjelaskan tentang hukum-hukum fiqih yang berdasarkan dalilnya siapapun ulamanya sebenarnya yang diajarkan oleh para ulama itu sendiri Imam Syafi’i Muhammad semua mereka menguruskan kita untuk mengerti sunnah dan Sunnah tentu dari bukan ada orang memahami Bagaimanakah kita memperpegang dan ulama yang kita tidak terima pemahaman-pemahaman yang bila dibantah oleh dalil-dalil dijelaskan para ulama pemahaman itu adalah keliru bersisi Dengan pemahaman sahabat berselisih dan paham tabiin dan ulama-ulama besar lainnya itu yang kita ini bukan kita yang mengkritik itu sebetulnya bukan kita mengkritik kita adalah ketika menelaah penjelasan ulama menjelaskan kelemahan-kelemahan sebuah pendapat dan itu jelas ya kita memahami melalui pendapat ulama karena ada pula orang menyebarkan sebuah fitnah ini sebuah sedikit Kelurahan hadis itu gimana ulama Alquran Hadis itu adalah pedoman yang memang dipenuhi para ulama kita menafsirkan Alquran Hadis sesuai pemahaman Salaf itulah ulama ya itu yang diperintahkan agar memahami Alquran para sahabat dan para ulama-ulama bagi mereka tapi bukan ulama itu berarti tidak pernah kesalahan tidak pernah Keliru dari para ulama sendiri juga terjadi saling diskusi diantara mereka Maka adab kita dengan ulama pendapat-pendapatnya yang tidak tepat sesuai dengan kebenaran itu tidak perlu kita ambil tapi kita melihat pendapat ulama lain yang jelas-jelas lebih kokoh dalilnya pemahaman Anda selanjutnya ada pertanyaan kembali di layanan pesan Whatsapp Bagaimana apakah boleh seseorang meyakini bahwa kursi Allah itu sama dengan kekuasaan atau ilmu atau pendengaran dan penglihatan Allah yang sangat luas kita bagaimana hukum mengenai pemahaman seperti ini mana kursi Berarti ilmu tidak mungkin Berarti ilmu anak-anak kursi dalam bahasa Arab tidak pernah kursi itu berarti ilmu bahkan Dalam Hadis disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa keluasan kursi itu meliputi melebihi keluar langit dan bumi seperti yaitu sekeping uang logam yang dilemparkan di tanah padang pasir yang luas dan itulah perbandingan antara keluasan kursi dengan seluruh makhluk dengan langit yang 7 lapis bandingannya dengan kursi itu hanya seperti uang logam yang dilemparkan di tengah padang yang luas nah lalu Rasulullah meninggalkan lagi bahwa Perbandingan besarnya Arash seperti perbandingan kursi dengan seluruh makhluk yang lain Jadi kursi Allah saya begitu mahal luas dan itu bukan ilmu kalau ilmu Allah meliputi lebih segala sesuatu tidak ada yang beda antara kursi dengan ilmu Apakah bentuknya kursi itu juga makhluk yang gaib kita hanya bisa menyebutkan hal itu saja ya kemudian matahari yang terlihat oleh kita bulat belum juga kita tidak bisa meraba ke sana ya kan gitu banyak sekali hal-hal yang sudah termuntah Baitul Makmur kita tidak bisa menafsirkan sebuah bentuk Apakah ka’bahnya persis seperti boneka Ka’bah sebagai kiblatnya malaikat itu hal-hal yang gaib tetapi tidak penafsiran penafsiran yang tidak sesuai karena dalam ayat kursi itu juga disebutkan ilmu Allah apa namanya di dalam ayat kursi itu jelaskan juga ada sifat ilmu ada sifat apa kursi tidak sama antara kursi dengan ilmu atau penafsirannya dan selanjutnya kami berikan kesempatan untuk Anda yang ingin bertanya melalui layanan dan telepon silahkan Kami tunggu halo dari rengat Riau Kami mau mengetahui kami tidak paham nih Siapa itu rabiah Al Adawiyah dan pemahamannya gimana gitu jadi kan banyak yang ini yang mengikuti paham mereka gitu terima kasih kepada Ibu yang menjelaskan tokoh sufi yang di toko sufi yang dilakukan oleh orang Sufi ya Dan Dia terkena sebagai seorang wanita yang sholehah atau seorang yang zahidah tapi dia bukan seorang ahli mah bukan seorang yang memiliki ilmu yang luas ya cuman dia dikenal sebagai Ali ibadah itu dengan cerita kisah Fina orang Sufi ya Dan kita dalam menyikapi ini adalah amalan-amalan yang berlebih-lebihan ya apa namanya yang atau perkataan kadang-kadang disebabkan Kepada beliau perkataan-perkataan yang Mungkin beliau sendiri juga tidak mengatakan hal itu tetapi kadang-kadang nisbahkan kata-kata itu akan laku perkataan saat itu jenis bahkan Kepada beliau karena beliau dianggap sebagai tokoh ini juga perlu kita Jelaskan dan kita berharap setiap orang-orang sholeh ya yang dinisbahkan menjadi menjadi suatu doa bagi mereka tapi kita tidak boleh mengkultuskan berlebih-lebihan dan sesuatu yang paling baik dalam zuhud di dalam beribadah tidak melebihi daripada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian para sahabat maka Pedoman kita dalam zuhud di dalam apapun untuk kehidupan Rasulullah SAW dan juga ada syair-syairnya sering dikirim rumahnya jika aku beribadah karena takut neraka maka masukkanlah aku ke neraka nah ini juga satu hal yang sangat salah ya aku beribadah hanya karena cinta ada perkataan-perkataan yang disebarkan karena itu jelas tidak sesuai dengan hal itu rasulullah bagaimanapun Rasulullah SAW tidak mengajarkan kita kalau kita beribadah kepada Allah karena takut ke neraka masukkan aku ke neraka dan memang kita bersihkan dengan Allah daya api neraka dan Allah subhanahu wa ta’ala yang menyuruh kita untuk takut kepada api neraka dan juga takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala beribadah kepada Allah agar terhindar dari azab Allah dari kemarahan Allah itu bukan apa namanya menyalahi sifat ikhlas karena berhubungan dengan Allah semuanya kita tunjukkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala di antara azab Allah itu adalah bila orang durhaka bila orang kafir bila orang bermaksiat diancam dengan azabnya kita takut dengan kemarahan Allah itu udah masuk ke dalam azabnya ini hal-hal yang perlu diluruskan bahwa di dalam apa namanya memahami agama kita merujuk saja kepada bagaimana ulama-ulang para sahabat dalam menyewanya ada pula kalau aku ingin berharap Surga untuk beribadah Bagaimana bukan berharap surga aku beribadah bukan takut dari neraka ini menurut mereka itulah pengertian ikhlas tidak demikian karena beribadah kepada Allah ada namanya sifat juga dengan rasa cinta bukan karena ketapaksaan dan juga rasa harap berharap kepada rahmat Allah ampuni Allah surganya Allah dan Allah yang menyajikan demikian Barang siapa yang bertaat beribadah amal saleh Allah katakan dia Allah beri surga tidak masalah memang Allah yang motivasi agar kita termotivasi untuk taat kepada Allah berharap keridaannya dan juga Allah juga yang memberikan Ancaman bagi orang kafir durhaka maksiat dari api neraka dan kita takut kepada Allah takut kepada azab itu tidak bertentangan dengan nilai-nilai ikhlas nah ini yang kadang-kadang contoh-contoh yang berlebih-lebihan di dalam menafsirkan tidak sesuai dengan tuntunannas ini juga jelas menyelisihi tuntunan agama ya maka kita jangan sampai demikian ya seakan-akan tidak butuh kepada surga seakan tidak takut dengan neraka Allah yang menyuruh kita untuk takut kepada neraka Rasulullah kita [Musik] hal Demikian Ya Rasulullah juga berselindung dari api neraka dalam doa-doanya bahkan doa-doa Alquran Kita disuruh untuk meminta surga disuruh untuk berlindung dari api neraka waktunya agama benar neraka itu bagaimana Nah inilah seperti itu tidak benar itu yang kita luruskan benar itu nukilan-nukilan yang disebutkan kepada arabiatul Adawiyah atau tidak karena kita tidak pernah melihat ada buku yang jelas menjelaskan tentang ibadah beliau aqidah beliau semuanya hanya riwayat-riwayat inukin-nukilkan tapi bagaimanapun orang soleh ya tetap kita doakan Kalau mungkin tapi kita tidak boleh berlebih-lebihan mengkultuskan ya atau mengisbahkan satu perkataan-perkataan yang sesuai dengan Alquran sudah kita tidak boleh mengikuti pemahaman yang menyelisihi Alquran sunnah atau pemahaman para sahabat siapapun mereka terserah kita tidak perlu fanatik kepada siapapun mau tidak beribadah seperti ini karena ada orang kalau berzuhud seperti si Polan kalau berjihad seperti ulama itu memiliki kekurangan kelebihan yang sempurna itu adalah Rasulullah SAW kemudian itu setelah para sahabat itulah mereka panutan kita dalam beragama mengenai kebetulan Adawiyah memang ada hal-hal yang catatan yang melebihi hal-hal yang tidak pantas dari sisi Aqidah Islam Kepada beliau tapi kita tidak mengetahui apakah itu benar-benar mengajarkan atau tidak ya demikian wallahualam dan pertanyaan ibu yang berada di Riau tadi merupakan pertanyaan penutup Pusat di kesempatan pagi hari ini karena waktu yang sudah habis dan mungkin ada kesimpulan yang dapat disampaikan untuk para pemerah di Rojak sekalian nah Terima kasih studio Cileungsi dan juga studio sties Indonesia semoga Allah senantiasa memberikan berkah kepada mereka memberikan kesehatan dan juga para pemirsa dan pendengar semua kita mohon kepada Allah dan selalu dimudahkan Allah untuk beribadah dan menolong kita untuk selalu memudahkan kita beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala terutama di hari-hari yang agung ini Barakallah fiikum Astaghfirullah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkahi dari apa yang telah disampaikan dan berkait pula pertemuan kesempatan pagi menjelang siang ini pembahasan dari faedah-kaidah secara Islam masih dalam lanjutan pembelaan terhadap Syekh khul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah yang dituduhkan atau tuduhan-tuduhan yang dihadapkan kepada beliau yang mudah-mudahan ini menjadi pencerahan bagi kita semua penilaian yang subjektif Kepada beliau Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *