bismillah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah alhamdulillah para pemerhati Roja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Senin pagi yang berbahagia ini kembali kita akan simak satu program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustadz Dr musyafah dari stdi Imam Syafi’i Jember pembahasan di kesempatan ini masih melanjutkan dari kitab shahih Fiqih Sunnah fiqih ibadah dan setelah penyampaian materi seperti biasa anda dapat bertanya secara langsung Dilan telepon 021 8236543 atau Anda dapat mempersiapkan pertanyaan melalui pesan singkat di 0819896 43 Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan Selanjutnya kami persilahkan kepada Al Ustad Falah Bismillahirrohmanirrohim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Shallallahu Alaihi Wasallam sekalian kaum muslimin dan kaum muslimat segala pujiannya bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang terus memberikan kepada kita semuanya nikmat-nikmatnya nikmat yang tak terhingga kita tidak bisa menghitungnya mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan kita semuanya hamba-hambanya yang pandai mensyukuri nikmatnya sehingga nikmat ini benar-benar bermanfaat untuk kita semuanya di dunia ini hingga di akhirat nanti amin amin ya robbal alamin tidak lupa shalawat dan salam keberkahan dan kenikmatan Semoga selalu terlimpahkan dan tercurahkan kepada nabi Agung Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang sangat kita cintai sangat kita Junjung tinggi dan selalu kita teladani mudah-mudahan sholawat salam keberkahan dan kenikmatan tersebut juga tersambungkan kepada seluruh keluarga beliau seluruh sahabat beliau dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti beliau dan para sahabatnya dengan baik hingga hari akhir nanti jamaah sekalian kaum muslimin dan kaum muslimat rahimana rahimakumullah Saya ingin mengingatkan kepada para jamaah sekalian dan kepada diri anda sendiri bahwa kita masih berada di hari-hari yang paling mulia sebagaimana disabdakan oleh nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam di hari-hari ini juga paling dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan paling afdol sebagaimana disabdakan oleh Beliau tidak ada hari-hari yang amalan Saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala melebihi hari-hari ini di dalam riwayat yang lain disebutkan Al amalu amalan-amalan yang dilakukan di dalamnya lebih afdol daripada hari-hari ini para sahabat bertanya walaupun amalan yang dilakukan di hari-hari lain itu berupa jihad di jalan Allah maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab walau amalan yang dilakukan di hari-hari lain itu berupa amalan jihad di jalan Allah ini menunjukkan betapa istimewanya hari-hari ini sampai-sampai amalan Saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah dan lebih Afdal daripada jihad di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala apabila dilakukan di hari-hari lain hari-hari yang lainnya maka Perbanyaklah di hari-hari ini untuk sholat Sunnah puasa sunnah sedekah membaca Alquran berzikir terutama takbiran sebagaimana diperintahkan oleh nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Perbanyaklah di hari-hari ini untuk membaca tahlil membaca takbir dan membaca Tahmid Allahu Akbar Allahu Akbar La ilaha illallah wallahu akbar Allahu Akbar Walillah jangan sampai kita anggap biasa hari-hari ini kita sudah di penghujungnya karena hari-hari ini adalah hari-hari yang sangat istimewa sekali sampai-sampai Allah Subhanahu Wa Ta’ala bersumpah dengan hari-hari ini Wal Fajar wa waktu Fajar dan demi 10 malam mengatakan bahwa para ulama tafsir mengatakan yang dimaksud dengan 10 malam dalam ayat ini adalah 10 malam pertama bulan Dzulhijjah dan ketika disebutkan malamnya maka harinya pun masuk di dalamnya makanya para ulama Salaf di zaman dahulu sangat mengagungkan 10 malam pertama bulan Dzulhijjah Sebutkan di dalam banyak Ashar bahwa dahulu generasi Salaf menghidupkan 10 10 malam dan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini dengan takbir tahlil dan Tahmid dengan takbiran Sebutkan sahabat Ibnu Umar sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ta’ala anhuma biasa keluar ke pasar-pasar mengingatkan orang-orang agar mereka bertakbir dengan suara yang keras dan orang-orang pun akhirnya membaca takbir dengan suara yang keras beliau biasa mengangkat suaranya dengan takbiran kemudian orang-orang mengikutinya sehingga ya bergetar dengan Gema Takbir ya gema takbir jadi jamaah sekalian hari-hari ini dengan amal-amal ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak lain agar diri kita menjadi mulia agar kita mendapatkan kebaikan-kebaikan yang sangat Agung dan istimewa dari hari-hari ini baik pada kesempatan yang sebelumnya kita sudah sampai pada pembahasan salat Sunnah Rawatib Dan Kita sudah masuk ke pembahasan salat sunnah fajar masalah-masalah tentang salat sunnah fajar kita sudah bahas ada tersisa satu masalah yang belum kita singgung di pertemuan yang sebelumnya yaitu Apabila seseorang ketinggalan shalat sunnah fajar Apakah dia disyariatkan untuk mengqadhanya Apakah tidak maka jawabannya jamaah sekalian Apabila seseorang tidak sengaja ketinggalan shalat sunnah fajar dia disyariatkan untuk mengqadhanya ya tolong digarisbawahi tidak sengaja bukan sengaja meninggalkannya padahal masih ada waktu kalau dia sengaja meninggalkannya padahal ada waktu maka orang yang seperti ini tidak disyariatkan untuk mengqada salat sunnah fajar beda dengan orang yang punya uzur dia ketinggalan Sebenarnya dia ingin Kalau tidak ada uzur tersebut dia akan salat sunnah fajar misalnya ketiduran bangun-bangun ternyata masjid sudah iqomah akhirnya dia segera berwudhu dan ke masjid tidak ada waktu lagi untuk salat sunnah fajar maka orang yang seperti ini dibolehkan atau disyariatkan untuk mengqadha salat sunnah fajar jamaah sekalian bagaimana rahimakumullah contoh lain ada orang ketiduran sampai terbit matahari bangun dan dia ingat belum salat subuh maka bagi orang yang seperti ini dibolehkan untuk salat sunnah fajar qadaan kemudian setelah itu salat subuh Qadha salat Sunnah fajarnya salat subuh setelah itu baik ada ya yang menunjukkan hal ini ya diantaranya hadits dari sahabat Abu Hurairah Beliau pernah bersama Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ketiduran Dan tidaklah beliau dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bangun ya tentunya bersama para sahabat yang lainnya juga kecuali setelah terbitnya matahari jadi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga pernah ketiduran sampai terbit matahari beliau belum salat subuh maka akhirnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam minta didatangkan air wudhu kemudian setelah itu beliau salat sunnah fajar 2 rakaat kemudian setelah itu beliau salat subuh ini hadis yang di sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa disyariatkan mengqadha salat sunnah fajar apabila tidak sengaja ketinggalan hadits lain dari sahabat Beliau mengatakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah melihat salah seorang lelaki salat setelah salat subuh jadi setelah salat subuh selesai orang ini salat luar kak maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ingkari Apa yang dilakukan oleh orang ini Ya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bukan orang yang mengetahui sesuatu yang gaib kecuali yang dikabarkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melihat dua melihat orang ini salat dua rakaat setelah salat subuh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan kepadanya salat subuh itu hanya dua Raka maksudnya kenapa engkau salat lagi dua rakaat maka orang ini mengatakan belum salat dua rakaat sebelum dua rakaat subuh maka akhirnya aku salat dua rakaat yang sekarang ini disebutkan oleh Allahu ta’ala Anhu setelah itu fasa kata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pun diam beliau tidak meneruskan pengingkarannya ini menunjukkan bahwa beliau membolehkan hal itu salat sunnah fajar bisa juga setelah terbitnya matahari dan meninggi yaitu di waktu Dhuha silahkan Apabila ada yang ingin memilih pilihan ini ya dia dibolehkan untuk mengqadanya di waktu Dhuha Karena itulah waktu yang Ya aman untuk salat berbeda dengan waktu setelah Subuh ya setelah sholat subuh ada larangan untuk salat setelah salat subuh Adapun di waktu Dhuha tidak ada larangan itu maka dibolehkan ya dibolehkan untuk mengqadanya ketika datangnya waktu Dhuha karena memang waktu kodok Jamaah itu Musa ya waktu Qada itu menguasai salat tidak harus ya ketika itu apalagi ketika waktunya masuk waktu larangan tapi kalau misalnya langsung salat setelah salat subuh pun tidak ada masalah karena ada hadis khusus yang menjelaskannya dan ini termasuk diantara salat yang ada sebabnya apa sebabnya sholat yang ada sebabnya boleh dilakukan di waktu-waktu terlarang menurut pendapat yang paling kuat dalam masalah ini setelah ini kita memasuki pembahasan salat rawatib untuk salat zuhur salat rawatib untuk sholat Dhuhur sebagaimana telah dibahas sebelumnya bahwa salat Sunnah Rawatib ini terbagi menjadi dua ada yang muakkadah ada yang ghairu muakkadah ada yang sangat ditekankan sekali ada yang sunnah tapi tidak sampai pada derajat muakkadah tidak sampai pada derajat sangat ditekankan sekali untuk salat zuhur ini rawatibnya ada dua jenis yang pertama yang sangat ditekankan sekali yang sangat ditekankan sekali ini ada perbedaan pendapat ada yang mengatakan enam ada yang mengatakan 4 ini sudah pernah kita bahas ya ketika kita membahas shalat sunnah Rawatib yang muakkadah ada yang mengatakan dalam sehari semalam itu jumlahnya 10 dan itu pendapatnya jumhur ulama ada yang mengatakan dalam sehari semalam salat Sunnah Rawatib yang muakkadah itu jumlahnya 12 dan kita kemarin katakan ini lebih hati-hati ini juga lebih lebih kuat karena di situ ada tambahan ilmu baik di salat Zuhur ada yang mengatakan 6 ada yang mengatakan 4 ini untuk yang kalau kita katakan yang lebih kuat dalam sehari semalam jumlahnya 12 maka yang salat zuhur jumlahnya 6 4 rakaat sebelum sholat dhuhur dan 2 rakaat setelah sholat dzuhur ya kalau misalnya kita memilih pendapat yang mengatakan bahwa dalam sehari semalam salat Sunnah Rawatib yang muakkadah itu 10 berarti di sholat dzuhurnya salat rawatib muakkadahnya hanya 4 2 rakaat sebelum dzuhur dan dua rakaat setelah Dzuhur sedangkan tambahannya ya masuk ke dalam sunnah rawatib zuhur yang ghairu muakkadah ya jadi tidak sampai pada derajat sangat ditekankan sekali jamaah setelah kita tahu ini maka di sini ada tiga pilihan untuk sholat sunnah rawatib zuhur pilihan yang pertama ini pilihan yang paling panjang paling banyak ya paling banyak bilangan rakaatnya kita bisa salat qobliyah dzuhur 4 rakaat qobliyah 4 rakaat kemudian setelah salat zuhur kita salat 4 rakaat juga ini pilihan jamaah apabila kita punya keluangan waktu kita punya semangat maka kita bisa memilih pilihan ini sebelum dzuhur 4 rakaat Setelah dzuhur 4 rakaat pilihan yang kedua sebelum dzuhur 4 rakaat dan Setelah dzuhur 2 rakaat pilihan yang ketiga sebelum dzuhur 2 rakaat setelah Dzuhur 2 Raka ya Jamaah ya ini pilihan-pilihan yang bisa kita ya Pilih untuk salat rawatib dzuhur jamaah apa Dalil yang menunjukkan pilihan-pilihan ini diantara dalilnya adalah hadis ibunda Aisyah radhiyallahu ta’ala anha yang menjelaskan tentang salat Sunnah Rawatib dalam sehari semalam jumlahnya 12 rakaat diantara dalilnya juga hadis Ibnu Umar radhiyallahu ta’ala anhuma yang menjelaskan bahwa salat Sunnah Rawatib dalam sehari semalam itu 10 rakaat diantara dalilnya juga hadis Aisyah radhiyallahu ta’ala anha Beliau mengatakan karena Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkan salat empat rakaat sebelum zuhur baik dan ada juga ya hadis dari Ummu Habibah aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda masalah yang salat empat rakaat sebelum zuhur dan 4 rakaat setelahnya maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan haramkan dia dari api neraka menunjukkan bahwa bisa juga Setelah dzuhur kita salat 4 rakaat dan keutamaannya juga sangat luar biasa barangsiapa yang salat zuhur salat 4 rakaat sebelum zuhur dan 4 rakaat setelah Dzuhur maka Allah haramkan dia dari api neraka yang berikutnya rawatib dzuhur ini Apakah bisa dikotok sebagaimana shalat sunnah fajar jawabannya bisa di ka tentunya bagi mereka yang punya uzur ya bagi mereka yang punya alasan yang dibenarkan oleh syariat Ya seperti misalnya Ketika seseorang kelupaan seperti Ketika seseorang ketiduran ya telat datang ke masjidnya telat ketiduran atau karena urusan yang lainnya ya maka yang seperti ini yang dibolehkan untuk mengqadha salat rawatib zuhur ya disebutkan dari ibunda Aisyah bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dahulu Kalau tidak sempat salat Sunnah 4 rakaat sebelum zuhur beliau salat atau mengqadanya setelah selesai salat zuhur salat di waktu yang lain dan itu pernah dilakukan oleh nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah bahwa Ummu Salamah suatu ketika melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam salat dua rakaat setelah ashar padahal beliau telah melarang hal tersebut maka akhirnya Ummu Salamah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentang salat beliau setelah ashar maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab bahwa tadinya ada tamu yang mendatangi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sehingga mereka menyimpulkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan akhirnya beliau tidak sempat salat ba’diyah dzuhur dan beliau baru bisa mengqadanya setelah salat ashar ini menunjukkan bahwa salat rawatib zuhur itu diperbolehkan bahkan di syariat baik yang berikutnya salat Sunnah Ashar jamaah untuk salat rawatib asar ini tidak ada yang jadi ada salat Sunnah Rawatib untuk salat asar tapi ghairu muakkadah ya ghairu muakkadah tidak sampai derajat sangat ditekankan sekali dan di sini jamaah kita bisa memilih bisa memilih dua rakaat bisa memilih tempat rekam ya Ada Hadits yang Shahih yang menunjukkan tidak ada batasan rakaatnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan bayi ada salat di setiap waktu antara adzan dan iqomah [Tepuk tangan] ada salat di setiap waktu antara azan dan iqomah di sini Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak menyebutkan shalatnya 2 rakaat 4 rakaat 6 rakaat tidak ada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang menyebutkan bahwa di antara azan dan iqomah itu ada salat ini menunjukkan bahwa kita bisa salat dalam jumlah rakaat yang tidak tertentu Bisa dua bisa empat bisa lebih dari itu ya dan Hal ini karena memang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak membatasi jumlah rakaatnya Kita juga bisa memilih 4 rakaat sebagaimana disebutkan di dalam hadis yang banyak dikuatkan oleh para ulama ya Ada sebuah hadis yang banyak dikuatkan oleh para ulama Walaupun ada yang melemahkannya yang menjelaskan tentang keutamaan salat empat rakaat sebelum Ashar yaitu Hadits rahimahullah Semoga Allah memberikan rahmat kepada orang yang salat empat rakaat sebelum Ashar hadis ini jama’ah dihasankan oleh Tirmidzi didiamkan oleh Abu Dawud ya di shahihkan oleh beberapa ulama hadits kontemporer Ya seperti Syekh Ahmad Syakir ya begitu pula [Tepuk tangan] juga menguatkannya menyatakan bahwa hadits ini dan banyak ulama-ulama yang lainnya yang menguatkan hadis ini sehingga ya kita bisa mengamalkan hadis ini dan kita berharap mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan rahmatnya kepada kita ketika kita mengamalkan amalan ini yaitu salat Sunnah tanpa rakaat sebelum Ashar Adapun setelah ashar maka tidak ada salat sunnah yang disyariatkan bahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melarang kita untuk salat Sunnah nggak ada asar tidak ada salat setelah ashar sampai terbenamnya matahari setelah ashar maksudnya Setelah sholat Ashar bukan setelah masuk asar ya tapi setelah kita menjalankan salat Ashar tidak ada sholat lagi sampai terbenamnya matahari Mungkin ada yang bertanya Ustadz di sana ada hadis yang menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dahulu merutinkan sholat dua rakaat setelah ashar Bukankah ini menunjukkan bahwa salat dua rakaat setelah ashar itu sangat dianjurkan karena Rasulullah rutin kan maka jawabannya jamaah sekalian rahimaan orang memang benar ada hadis dari ibunda Aisyah radhiyallahu ta’ala anha mulai mengatakan rakaat lam Yakun Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkannya baik ketika beliau sendiri maupun ketika beliau bersama-sama rakaat salat yang pertama adalah salat dua rakaat sebelum salat subuh ini salat sunnah fajar dan salat yang kedua adalah salat dua rakaat setelah ashar ibunda aisyah dalam riwayat yang lain juga mengatakan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkan salat dua rakaat setelah ashar ya di sisiku sama sekali menunjukkan bahwa beliau mayoritas ulama mengatakan bahwa ini adalah keistimewaan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ya Jadi ini bukan untuk umat beliau yang untuk umat beliau adalah Hadits qaulinya tidak ada salat setelah salat ashar sampai terbenamnya matahari baik sehingga jamaah untuk sholat ashar praktis tidak ada salat Sunnah Rawatib yang ada tidak ada salat Sunnah Rawatib yang muakkadah untuk salat asar yang ada adalah salat sunnah rawatib sebelum ashar dan itupun ghairu muakkadah ya bukan berarti kita ya tidak baik menjalankannya atau lebih baik tidak dilakukan tidak ya tetap dianjurkan untuk dilakukan ya surat qoblihah ini hanya saja derajatnya tidak sampai derajat yang Alhamdulillah yang berikutnya adalah salat Sunnah Rawatib untuk salat magrib salat Sunnah Rawatib untuk sholat Maghrib untuk salat magrib jama’ah di sana ada dua jenis rawan ada yang ghairu muakkadah ada yang sangat ditekankan sekali ada yang tidak demikian yang sangat ditekankan sekali adalah dua rakaat setelahnya dua rakaat setelah sholat maghrib ini yang Adapun dua rakaat sebelum salat magrib maka ini tidak muakkadah dia Rawatib karena rutin untuk dilakukan setiap hari tapi tidak sampai derajat sangat ditekankan sekali baik untuk Dalil yang menunjukkan disyariatkannya salat sunnah sebelum salat magrib maka di sana ada hadis Abdullah Al muzani radhiyallahu ta’ala anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda limansyah salatlah kalian sebelum maghrib salatlah kalian sebelum maghrib salatlah kalian sebelum maghrib bagi yang menghendaki ya menunjukkan bahwa di sana ada shalat sunnah sebelum maghrib Dan ini juga menunjukkan bahwa salat sunnah sebelum maghrib itu tidak muakkadah ya karena Rasulullah mengatakan limansyah bagi yang menghendaki bagi yang tidak menghendaki juga tidak ada masalah di sini ada makna ya bahwa salat ini bukanlah salat yang sangat ditekankan sekali bagi yang ingin menjalankannya maka itu lebih afdol ya tapi tidak sampai pada derajat sangat ditekankan sekali baik ada hadis juga dari sahabat Abdullah mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda ya tidak ada salat wajib pun kecuali sebelumnya disyariatkan salat dua rakaat tidak ada salat wajib pun kecuali sebelumnya disyariatkan salat dua rakaat yang maksudnya salat Sunnah ya kalau kita lihat ya di semua sholat wajib itu memang sebelumnya ada shalat sunnahnya salat subuh sebelumnya ada salat sunnahnya salat zuhur juga demikian shalat ashar juga demikian shalat maghrib ya ini untuk sholat maghrib juga berlaku begitu pula shalat Isya Adapun ya untuk salat Mbak diahnya tadi sudah saya sampaikan ini termasuk salat Rawatib yang sangat dianjurkan untuk dilakukan di rumah karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dahulu selalu demikian Sebutkan dalam hadis Ibnu Umar radhiallahu Ta’ala anhuma Beliau mengatakan karena nabiyu Shallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah salat dua rakaat setelah Maghrib dan salat dua rakaat setelah salat Jumat kecuali di rumah beliau ini sangat ditekankan untuk dilakukan di rumah bukan berarti kalau di masjid tidak boleh ya salat lima salat ba’diyah maghrib di masjid juga tidak ada masalah tapi yang lebih afdol adalah salat melakukannya ya melakukan salat tersebut di rumah sebagaimana dahulu ya selalu dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian disana ada bacaan yang dianjurkan di sholat dua rakaat ini yaitu membaca alkafirun dan al-ikhlas ini sama dengan salat qobliyah subuh ya atau salat sunnah fajar ada al-kafirun sama al-ikhlas juga disunahkan untuk membaca dua surat ini salat sunnah ba’diyah maghrib kita disunahkan untuk membaca alkafirun dan al-ikhlas dalilnya adalah hadits dari sahabat Sallallahu Alaihi Wasallam aku tidak bisa menghitung lagi [Tepuk tangan] apa yang kudengarkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika beliau membaca Ulya ayyuhal Kafirun dan Qul huwallahu Ahad di dua rakaat setelah Maghrib dan dua rakaat sebelum fajar Ya maksudnya sebelum salat Fajar sholat subuh ini menunjukkan bahwa dahulu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sering membaca dua surat ini di sholat sunnah fajar dan salat ba’diyah maghrib sama-sama tidak tahu lagi berapa kali beliau mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membaca dua surat ini di dua salat tersebut yang berikutnya adalah salat Sunnah Rawatib untuk salat Isya salat Sunnah Rawatib untuk salat Isya ini jamaah juga terbagi menjadi dua ada yang muakkadah ada yang tidak muakkadah ada yang muakkadah ada yang ghairu muakkadah muakkadah artinya sangat ditekankan sekali ghairu muakkadah ya tidak sampai ditekankan sekali yang muatkah yaitu dua rakaat setelah isya ini sangat ditekankan sekali yang ada adalah qobliyahnya yaitu salat dua rakaat sebelumnya baik untuk Dalil yang menunjukkan disunnahkannya salat dua rakaat sebelum isya adalah Hadits yang tadi hadis yang umum di setiap waktu antara adzan dan iqomah itu ada salat begitu pula hadis tadi juga sudah kita sebutkan tidak ada salat wajib kecuali sebelumnya disyariatkan salat dua rakaat 2 hadits ini bisa kita jadikan sebagai dalil bahwa sebelum salat Isya kita disunahkan untuk salat dua rakaat atau kita bisa salat lebih dari dua rakaat ya karena hadis yang pertama mengatakan Baina kulli antara dua dan itu ada salat tidak disebutkan batasan untuk salat ba’diyahnya maka telah disebutkan di dalam hadis Ibnu Umar yang menjelaskan bahwa salat Sunnah Rawatib dalam sehari semalam itu ada 10 juga telah disebutkan dalam hadis Aisyah radhiyallahu ta’ala yang menjelaskan bahwa salat Sunnah Rawatib dalam sehari semalam itu 12 Raka [Tepuk tangan] jamaah sekalian ini yang berkaitan dengan salat Sunnah Rawatib ya alhamdulillah kita sudah menyelesaikannya intinya di subuh kita hanya punya dua rakaat sebelum subuh dzuhur ya kita bisa salat Sunnah Rawatib sampai 8 rakaat karena ada 4 rakaat sebelum dzuhur ada 4 rakaat setelah zuhur di asharnya kita bisa salat dua rakaat atau 4 rakaat ya sebelum ashar di maghrib ada dua rakaat sebelum maghrib ada dua rakaat setelah maghrib di Isya ada dua rakaat sebelum isya ada dua rakaat setelah Aisyah demikian jama’ah pembahasan kita Pada kesempatan kali ini mudah-mudahan bermanfaat dan Allah berkahi amin amin ya robbal alamin jazakallahu Khairan Barakallah penyampaian materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini berkaitan dengan salat-salat sunnah silahkan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung di lantal Vano 218236543 atau pertanyaan melalui pesan singkat di chat WhatsApp di nomor 0819896543 pertanyaan pertama kita awali dari pesan singkat dari Pak Iyan di Jawa Barat Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz Bagaimana dengan anak laki-laki usia 8 tahun yang sulit untuk dibangunkan salat subuh sehingga sering salat Subuh telat di rumah Apakah sebelum salat subuh di rumah dia tetap dianjurkan untuk salat sunnah fajar terlebih dahulu dan apakah ketika anak yang sulit dibangunkan salat subuh di badannya banyak setan yang mengganggu dan harus di ruqyah mohon nasehatnya jazakallahu Khairan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah hadisnya mengatakan perintahkanlah anak-anak kalian untuk menjalankan salat ketika umur mereka 7 tahun Apabila mereka tidak mau menjalankan salat kecuali dengannya ketika umur mereka 10 tahun ini menunjukkan bahwa antara 7 sampai 10 tahun ya kita diperintahkan untuk mengingatkan tanpa pukulan kita diperintahkan untuk mengingatkan tanpa pukulan baru nanti ketika umur 10 tahun diingatkan ternyata masih nggak mau dibolehkan untuk ya dipukul tapi tentunya pukulan ini bukan pukulan yang tujuannya menyakiti tapi pukulan ini pukulan yang tujuannya mendidik sehingga ya kita memukulnya jangan sampai dengan pukulan yang ya meninggalkan bekas luka jangan sampai demikian kemudian jamaah apabila kita mendapati anak kita sulit untuk dibangunkan maka Coba ya kita tanya kepada anak tersebut ya Kenapa kok sulit dibangunkan untuk salat ya belum tentu ya anak yang demikian itu dirasuki oleh jin ya atau di dalamnya ada jinnya harus di ruqyah belum tentu bisa jadi karena anak tersebut tidak suka dengan cara orang tua membangunkan anaknya karena anak nggak suka dengan cara orang tua membangunkan akhirnya anaknya nggak mau seperti itu akhirnya anaknya nggak mau bangun mungkin bisa ditanya ya bisa ditanyakan kepada anak gimana sih biar mau bangun ya mungkin dibisiki dengan kata-kata yang menunjukkan kasih sayang ayeuna sholat ayo nak salat biar Allah sayang kepadamu ya kalau masih susah coba diangkat saja coba diangkat ya dengan mengabaikan ya ketidakmauan Dia angkat paksa untuk diangkat dengan pemaksaan yang halus ya kemudian diantar ke misalnya toilet ya diantar ke tempat wudhu ya dibasahi wajahnya dan seterusnya atau misalnya ya yang membangunkan bukan hanya satu orang bisa dibangunkan oleh ayahnya kemudian nanti dibangunkan oleh ibunya intinya ada kita harus mencari cara untuk membangunkan anak tersebut dengan baik ya Sehingga ada solusi sehingga anak tersebut Akhirnya bisa terbiasa untuk salat kalau misalnya anak tersebut telat dalam menjalankan salat subuh ya maka bisa diingatkan untuk salat Sunnah dahulu kemudian salat subuh tidak ada masalah ya anak kecil yang masih umur 8 tahun dia belum wajib Ya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pun memerintahkannya untuk menyuruhnya saja mengingatkannya saja tidak sampai menyuruh untuk memukulnya tidak ya Ingatkan Ingatkan Ingatkan dan Insya Allah ya itu akan menjadikan anak terbiasa untuk teringat menjalankan Salatnya ya demikian wallahu Ta’ala jazakallahu Khairan Barakallah jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya dan kita semua yang menyimak masih pertanyaan melalui pesan singkat kembali dari Abu Salwa di Bogor Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustad Barakallah fikum Ustadz saya ada beberapa pertanyaan terkait salat pertanyaan pertama ketika akan mengerjakan salat Bagaimana hukumnya jika kita ingin mengerjakan salat zuhur tapi yang terbetik di dalam hati kita mengerjakan salat asar Apakah kita perlu mengulang Takbiratul Ihram kita pertanyaan kedua Apakah boleh merubah niat dikarenakan kondisi misalnya salat Witir niat 3 rakaat karena sudah azan subuh menjadi satu rakaat saja yang dikerjakan mohon penjelasannya Syukron jazakallahu Khairan untuk pertanyaan yang pertama Ya Apabila seseorang salat zuhur tapi yang terbetik di dalamnya di dalam hatinya adalah salat ashar ini menunjukkan bahwa orang ini salah niat dan ini bisa terjadi coba bisa terjadi jadi ketika kita salat yang terbetik di dalam hati kita itu salat ashar kita setelah itu baru ingat ternyata ini adalah salat zuhur maka Allah ta’ala melihat yang seperti ini harus diulang ya kalau misalnya dia Teringat saat itu juga batalkan salat itu batalkan batalkan keluar dari salat kemudian masuk lagi dengan niat salat zuhur misalnya kalau waktunya waktu kenapa ya karena hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam itu dengan niatnya ya tergantung dengan niatnya itu seseorang itu akan mendapatkan dari amalannya sesuai dengan yang dia niatkan Maka kalau misalnya dia ingin salat jadi anggap sholat dzuhur ya niatnya harus niat salat zuhur bukan niatnya salat ashar pertanyaan yang kedua tentang Bolehkah mengubah niat salat sunnah ketika ada desakan keadaan jawabannya boleh jamaah apalagi yang dicontohkan tadi ya yang dicontohkan tadi misalnya salat Witir inginnya tiga rakaat ternyata waktunya sudah mepet diperkirakan kalau 3 rakaat nanti masuk waktu subuh maka yang dibolehkan bagi dia untuk mengubahnya jadi satu rekam tapi sebenarnya tanpa mengubah niat pun tidak ada masalah untuk salat Witir ya tidak ada masalah Jadi kalau misalnya di akhir salat Sunnah witir sudah masuk waktu subuh ini tidak mempengaruhi salat witirnya sama sekali tidak mempengaruhi suatu titik yang sama sekali apalagi kalau ya orang tersebut tahunya bahwa ini sudah masuk waktu subuh itu dengan adzan karena seringkali ya adzan-azan Subuh di masjid di sekitar kita itu seringkali terlalu cepat ya bisa sampai 8 menit terlalu cepatnya ya sebagaimana pernah dibahas oleh Banyak pakar ya bahwa jadwal salat subuh kita itu terlalu cepat ya sampai 8 menit sebagaimana negara Malaysia sudah mengubah jadwalnya memperlambat 8 menit ya sebagian ormas di Indonesia juga sudah melambatkan 8 menit ya dengan demikian ya kalau misalnya ada orang sholat witir dan dia merasa kurang sebentar lagi subuh ya kalau misalnya dia tidak ubah niatnya maka tidak ada masalah dan Ana melihat itu lebih baik karena melihat itu lebih baik walaupun boleh boleh orang mengubah niat karena desakan keadaan ada Sebagian ulama yang memberikan contoh lain ya kalau misalnya ada orang dia masuk ke masjid dalam keadaan tidak ada orang dia tunggu-tunggu orang untuk berjamaah ndak ada juga akhirnya dia salat sendirian salat zuhur sendirian tidak lama setelah itu ternyata ada rombongan ingin menjalankan salat zuhur secara berjamaah Boleh bagi orang ini untuk mengubah niatnya dari yang salat zuhur menjadi sholat 2 rakaat karena apa Karena desakan keadaan dia ingin mendapatkan keutamaan salat berjamaah maka Boleh bagi orang ini untuk salat dua rakaat salam setelah itu berjamaah bersama jamaah yang baru datang tadi ya Ini Contohkan oleh Syekh Muhammad dan ulama yang lain intinya hal tersebut dibolehkan ketika ada desakan keadaan untuk melakukannya demikian jamaah perjumpaan kita Pada kesempatan kali ini mudah-mudahan apa yang kita bahas bersama bermanfaat dan Allah berkait dan mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan taufiknya kepada kita semuanya untuk bisa mengamalkan dan menyebarkan semua ilmu agama yang sampai kepada kita dengan baik dan mudah amin amin ya robbal alamin Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fiikum kepada guru kita Ustadz Dr musyafa’at dari ini hafidzahullah dalam pembahasan dari kitab shahih sunnah fiqih ibadah berkaitan dengan penjelasan sholat-sholat sunnah nabi demikian program kajian rutin yang telah disampaikan oleh guru kita Semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat Dan kita pun berusaha untuk mengamalkan dari ilmu yang kita dapatkan dalam kehidupan kita sehari-hari Semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberikan kemudahan bagi kita semua dalam beramal saleh terutama di bulan Dzulhijjah ini di awal bulan Dzulhijjah mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala kehilafan Terima kasih jazakumullah Khairan Barakallah fiikum atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah Subhanallah selamat beraktifitas wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny – Shahih Fiqih Sunnah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply