Ustadz Ali Nur – Menuju Negeri Abadi

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

TV dimanapun anda berada [Musik] TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung saluran dan kajian Islam Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah wassalatu wassalamu ala rasulillah asyhadu alla ilaha illallah wahdahula syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu warosuluh amabat dan muslimat para pemerhati roja yang semoga dirahmati dan dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dimanapun anda berada Alhamdulillah pada kesempatan Senin pagi hari ini kita masih diberikan nikmat sehat dan waktu luang oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk kembali bersama-sama menyimak sebuah program yaitu kajian Islam ilmiah Selasa salam Semoga senantiasa tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Insya Allah pada kesempatan pagi hari ini kita masih melanjutkan pembahasan kita berkaitan tentang menuju negeri Abadi yang insya Allah pada kesempatan pagi hari ini kita akan bahas berkaitan tentang orang kafir tidak meniti sirot yang insya Allah akan disampaikan oleh guru kita Ustadz Ali Nur hafidhara secara langsung dari Medan Sumatera Utara Setelah semua materi Anda dapat bergabung bersama kami untuk bertanya seputar pembahasan pada kesempatan pagi hari ini melalui layanan Telepon di 021 8236543 atau melalui pesan singkat di 081 9896 543 kalau Islam kaum muslimin dan muslimat marilah kita sama-sama simak pemaparan materi kepada Ustadz Ali Nur Hafidz Allah Ta’ala kami persilakan varietas Fathul Mazmur [Musik] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] [Musik] Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya ayyuhalladzina amanutaqullahala tamu [Musik] wanita Shallallahu Alaihi Wasallam kembali kita bertemu dalam kajian menuju negeri Abadi dimana kita masih membahas seputar yaitu orang-orang yang meniti silat dan orang-orang yang tidak meniti surat kita sudah bahas bahwasanya orang-orang kafir akan dibawa oleh tuhan-tuhan mereka langsung masuk ke dalam api neraka tersisalah orang-orang Mukmin namun orang-orang Mukmin tersebut di dalamnya masih tercampur dengan orang-orang munafik kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala memisahkan antara orang mukmin dan orang-orang munafik dengan cara Allah beri cahaya kepada orang-orang mukmin dan cahaya yang diberikan terang dan tidaknya cahaya yang diberikan diberikan sesuai dengan keimanan yang ada tidak ada mereka Sesuai dengan amalan yang pernah mereka lakukan ketika mereka semasa di dunia orang-orang yang luar biasa kesalehannya ketakwaannya maka Allah akan berikan mereka cahaya sebesar gunung bahkan lebih daripada itu adapun yang keimanannya sangat kecil sangat rendah sangat rentan ataupun sangat tipis maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan berikan dia cahaya cahaya dari sebesar ibu jari kakinya dan dari sebelah kanannya ya bahkan cahaya tersebut Terkadang hidup Terkadang mati demikian Ikhwan tapi mereka terus berjalan kecepatan mereka juga sampai kecepatan mereka meniti surat juga sesuai dengan keimanan yang pernah mereka yakini selama mereka di dunia sebelumnya maka dengan demikian Adapun orang-orang munafik mereka tidak punya cahaya Allah tidak berikan mereka cahaya nanti di hari kiamat padahal kondisi pada waktu itu sangat gelap gulita dengan demikian orang-orang munafik tidak bisa bergerak maju beda halnya dengan orang-orang Mukmin orang-orang Mukmin ada yang cepat majunya dan ada yang yang lambat namun terpisahlah antara orang-orang munafik dengan orang-orang orang-orang Mukmin orang-orang munafik ingin memanfaatkan cahayanya orang mukmin tapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyuruh mereka untuk kembali ke belakang balik ke belakang dikatakan kepada mereka cari di sana cahaya kalian setelah terjadi pemisahan antara orang-orang mukmin dan otak orang munafik orang-orang orang-orang munafik yang berpura-pura masuk Islam Allah batasi diantara mereka dengan sebuah dinding sebuah dinding dimana Di Dinding tersebut ada satu pintu di mana dinding tersebut di dinding tersebut ada pintu orang-orang munafik melihat yang di balik pintu itu sepertinya ada azab padahal sebenarnya tidak demikian terpisahlah orang-orang Mukmin dengan orang-orang munafik sekarang kita kembali kepada gimana nasib orang-orang kafir yang tadi telah kita katakan bahwasanya mereka tidak menipis mereka akan dibawa mereka akan mengikuti Tuhan yang mereka sembah selama mereka di dunia kalau mereka menyembah matahari mereka akan mengikuti matahari ini dan akan dimasukkan ke dalam api neraka mereka yang mereka sembah akan menuntun mereka untuk masuk ke dalam api neraka Jadi mereka tidak meniti siron untuk lebih rincinya Mari kita baca buku ini ya Bagaimana sih sebenarnya karena yang disembah selain Allah itu kemungkinan ada dua pertama Memang benda-benda mati ya yang tidak tahu menahu dengan sesembahan mereka yang kedua benda hidup seperti manusia atau hewan Adapun hewan benda hidup yang disembah sebagaimana yang pernah disembah oleh Bani Israil Ketika Nabi Musa Alaihissalam pergi bertemu dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dimana tentunya anak sapi ini juga tidak tahu menahu dengan sesembahan dengan siapa saja yang menyembah mereka yaitu manusia manusia adalah orang yang tahu apakah dia disembah ataukah dia tidak disembah hanya saja ada dua jenis manusia seperti ini ada yang memang dia suka untuk disembah atau angkat atau bahkan mungkin dia yang meminta orang-orang untuk menyembah dia seperti Firaun misalnya yang Dia pernah mengatakan bahwa Ana robbukum adalah Tuhanmu yang Maha Tinggi Dia menyuruh memerintahkan masyarakatnya untuk menyembah dirinya jadi ada manusia itu yang disembah dan dia Ridho dengan perlakuan seperti itu ada manusia-manusia ada manusia-manusia yang mereka itu tidak ingin disembah tapi orang-orang menyembah dia seperti Nabi Isa Alaihissalam Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan dalam orang Yahudi mengatakan uzir Adalah anaknya Allah dan Almasih mengatakan bahwasanya Al Masih mengatakan orang-orang Nasrani mengatakan bahwasanya Al Masih itu anaknya Allah jadi dua orang sholeh ini adalah dua orang yang disembah oleh kaumnya disembah oleh kaumnya dan dua-dua ini tidak Ridho dengan penyembahan tersebut demikian Allah Subhanahu Wa Ta’ala pernah berkata bertanya kepada nabi Isa alaihissalam tapi Allah juga lebih tahu apa benar kamu yang menyuruh umatmu untuk menyembuhkan dirimu dan ibumu selain Allah kemudian Nabi Isa menyangkal tidak seperti itu ya Allah tidak pernah dia ya tidak pernah Dia menyuruh umatnya untuk menyembah dirinya aku tidak mengatakan kepada mereka kecuali yang pernah katakan kecuali dengan yang aku tidak pernah mengatakan seperti itu kepada mereka kecuali yang pernah engkau perintahkan kepadaku yaitu untuk menyembah Allah semata jadi di sini kan ada Nabi Isa ada yang disembah selain Allah orang-orang yang menyembah mereka tentunya orang-orang musyrik orang-orang yang telah bersentuhan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sekarang permasalahannya Apakah Nabi Isa nanti itu akan menggiring mereka membawa mereka masuk ke dalam api neraka Artinya Nabi Isa ikut masuk dalam api neraka menuntun kaum yang menyembahnya untuk masuk api neraka sementara mereka tidak tahu menahu ataupun mereka tidak tidak ingin disembah oleh kaumnya atau seperti Malaikat ada yang menyembah malaikat tentunya malaikat tidak ingin disembah karena mereka tahu mereka tidak layak untuk disembah ini bagaimana sebenarnya rincian daripada orang-orang kafir yang seperti yang kita katakan tadi bahwasanya mereka akan mengikuti sesembahan mereka dan akan sesembahan mereka itu akan menuntun mereka menuju ke api neraka dan akhirnya mereka pun Semuanya masuk dalam hati neraka tuh hadis yang sudah kita baca Ya ini Mungkin dua pertemuan yang lalu atau tiga pertemuan yang lalu kita sudah bacakan bahwasanya kita sudah bacakan bahwasanya orang-orang kafir mereka akan mengikuti Tuhan Tuhan mereka yang batin kemana Tuhan mereka pergi mereka akan mengikuti tuhan-tuhan mereka dan itu sudah otomatis Demikian maka Tuhan Tuhan mereka yang batil itu akan membawa mereka akan membawa orang-orang yang menyembah mereka dijerumuskan masuk ke dalam api neraka jadi sesembahan ini kita Katakanlah misalnya dia menyembah berhala berhala ini akan diikuti oleh penyembahnya seperti misalnya Lata uzamana ini merupakan sesembahan berhala nama berhala orang-orang Quraisy pada waktu itu jadi para penyembahnya ini nanti di hari kiamat para penyembahnya ini nanti di hari kiamat akan dikumpulkan Allah dengan Tuhannya jadi yang disembah dengan yang menyembah akan dikumpulkan Allah dan yang disembah ini ataupun berhala ini kita Berikanlah contoh misalnya Lata ini ya akan menuntun kaumnya menuju neraka menuntun kaum yang menuju neraka dan orang-orang yang menyembahnya mereka mengikuti berhala yang mereka sembah yang karena semasa di dunia mereka menganggap bahwasanya berhala-berhala Ini bisa memberikan manfaat bisa menolak mudharat pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sudah dengan tegas mengatakan mereka tidak akan bisa memberi manfaat dan tidak akan bisa memberi keyakinan mereka di dunia itulah yang menyebabkan mereka mengikuti sesembahan mereka ini akhirnya sembahan itu menuju neraka dan si pengikutnya ini akan terus mengikuti sembahannya hingga akhirnya ya masuk api neraka dan sembahan ini pun dan orang-orang yang menyembahnya juga ikut masuk ke dalam api akan mengikuti berhala-berhala mereka hingga mereka semua dirumuskan masuk ke dalam api neraka mereka yang menyembah Firaun akan mengikuti Firaun akan menirukan allahualam Apakah dalam pikiran mereka pada waktu itu bahwasanya Firaun ini akan membawa mereka ke dalam surga sehingga mereka akan mengikuti terus sebagaimana akidah mereka semasa di dunia intinya si penyembah-penyembah Firaun ini akan terus mengikuti Firaun firaunnya masuk Mereka pun ikut masuk ke dalam api neraka llah maka setelah orang-orang kafir baik Yahudi maupun Nasrani maupun orang-orang musyrik setelah mereka semua masuk ke api neraka maka tersisalah orang-orang mukmin dan diantara orang-orang mukmin itu ada orang-orang munafik dan orang-orang durhaka ataupun para pelaku-pelaku dosa diantara kaum mukminin untuk mereka inilah diletakkan siram Allah Allah ciptakan jadi untuk orang-orang Mukmin untuk orang-orang munafik dan atau orang-orang dan orang-orang mukmin yang durhaka kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk mereka inilah disediakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala aku belum pernah melihat ada buku-buku para ulama yang menjelaskan masalah ini yang menetapkan masalah ini bahwa Siroj itu hanya untuk orang-orang Mukmin saja bukan untuk orang kafir dan bukan untuk orang-orang musyrik dan bukan orang-orang yang menyimpang ataupun kecuali yang aku ketahui ada satu orang dia adalah Ibnu Rajab Alhamdulillah saya belum melihat saya belum belum melihat Ini belum di sini berarti beliau bukan berarti tidak ada sepengetahuan beliau itu itu makna daripada walam A’raf itu saya belum pernah melihat ada di buku-buku para ahli para ulama yang berbicara masalah ini tentang masa sirot yang menyatakan bahwasanya sirot itu hanya dilalui oleh orang-orang mukmin dan orang munafik saja Adapun orang-orang kafir tidak akan meniti siron mereka sudah masuk masuk neraka terlebih dahulu demikian jadi saya tidak belum pernah membaca apa namanya kesimpulan ini kecuali yang pernah kubaca yaitu kecuali Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah dimana kita membaca dalam kitabnya ketahuilah bahwasanya orang-orang nanti di hari kiamat maksudnya akan terbagi yaitu antara orang-orang mukmin yang hanya menyembah Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata dan tidak mensekutukannya dan orang-orang musyrik yang menyembah selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan orang-orang musyrik yang menyembah Allah dan juga menyembah selain Allah karena dahulu Ikhwan orang-orang musyrik mereka bukan nggak menyembah Allah mereka menyembah Allah ya mereka menyembah Allah tapi di samping menyembah Allah mereka juga menyembah berhala mereka ini permasalahannya maka dikatakan musyrik selain Dia menyembah Allah dia juga menyembah selain Allah padahal ini nggak dibolehkan dalam Islam makanya mereka dikatakan musyrik berserikat dan sekutukan Allah bukan orang yang tak menyembah Allah sama sekali Jadi kalau ada sekarang orang-orang yang tak menyembah Allah sama sekali maka lebih parah dibandingkan orang-orang musyrik Arab terdahulu orang-orang Arab terdahulu orang-orang musyrik Arab terdahulu mereka naik kapal mereka akan mengikhlaskan doa mereka ditujukan hanya semata-mata kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala para manajerni Namun apabila Allah selamatkan mereka sudah sampai ke daratan mereka kembali mensekutukan Allah subhanahu wa ta’ala artinya mereka juga menyembah Allah Subhanahu Wa Ta’ala makanya ketika ditanyakan Kenapa mereka menyembah berhala-berhala mereka katakan makna Zulfa kami tak menyembah berhala-berhala ini kecuali kami meyakini berhala-berhala ini akan mendekatkan diri kami kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena mereka merasa mereka makhluk Pendosa banyak maksiat Jadi mereka nggak pede untuk langsung dekat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan demikian mereka punya acara mereka sembah berhala-berhala yang merupakan perwujudan dari orang-orang sholeh kemudian harapannya Bagaimana harapannya berhala-berhala inilah yang akan mendekatkan diri mereka kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadilah mereka orang musyrik Ya jadilah mereka orang-orang musyrik para ulama menyebutkan ada yang menyebutkan Lata itu adalah patung usai yaitu Lata adalah patung Uza adalah berupa rumah yang ada berhala berupa rumah yang ada dekat pohon Adapun yaitu patung berupa kuburan sesembahan yang berupa kuburan orang-orang musyrik orang-orang musyrik yang menyembah Allah dan juga selain Allah itu dia ya atau Orang yang menyembah selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala Adapun orang musyrik mereka tidak menitisi nama mereka itu akan dijebloskan ke dalam api neraka sebelum Allah Subhanahu Wa Ta’ala meletakkan Jadi sebelum adanya sirah itu ikhwah orang-orang kafir ini sudah menuju neraka semuanya orang kafir orang musik semua mereka sudah menuju neraka setelah selesai mereka masuk neraka seluruhnya tinggallah orang-orang mukmin yang di dalamnya itu ada orang-orang orang-orang mukmin yang Hakiki ada orang-orang mukmin yang durhaka kepada Allah pelaku dosa ada juga orang-orang munafik tinggallah tersisalah mereka ini barulah Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan sirah berarti ini belum ada syaratnya belum ada ya ketika orang-orang musyrik ketika orang musyrik ini terjerumus dalam api neraka demikian ikhwah Saya ulangi ketika sudah yang tersisa hanya orang-orang mukmin yang terdiri dari yang kita sebutkan tadi ya barulah Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan siroh mereka-mereka inilah yang nanti akan meniti surat bukan orang-orang kafir Jadi mereka kata Ibnu aja mengatakan wa amal musyrikuna yamuruh Adapun orang-orang musyrik mereka tidak sesungguhnya mereka itu akan jatuh akan terjerumus akan masuk ke dalam api neraka sebelum adanya dan beliau maksudnya Ibnu Rajab mencantumkan hadis-hadis yang telah kita sebutkan sebelumnya wa minha Hadis al-khudri alladzi Shahih diantara hadis yang beliau jadikan sebagai dalil yaitu hadis dari hadits Said al-khudri yang tercantum dalam kitab Bukhari Muslim jadi kata beliau ya kata beliau hadits ini ya hadis ini sudah sangat jelas dengan sangat jelas menyatakan bahwasanya ya bahwasanya setiap orang yang menyembah selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala siapa saja siapa saja yang menyembah selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala seperti menyembah Almasih Nabi Isa atau menyembah uzair dari kelompok dari kalangan Ahlul kitab yalhaku Bil musyrikin sesungguhnya mereka itu sama seperti orang-orang musyrik yang lain mereka akan masuk ke neraka sebelum diletakkannya Siroj sebelum diciptakannya Ya hanya saja para penyembah-penyembah berhala atau penyembah-penyembah matahari atau yang menyembah bulan atau yang lainnya dari kalangan orang musyrik mereka itu masing-masing akan mengikuti apa yang pernah dia sembah semasa di dunia ya akan mengikuti apa yang pernah mereka sembah semasa di dunia dengan artian yang tadinya menyembah matahari maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan ciptakan disana matahari dan matahari ini akan membawa mereka menuju api neraka mereka yang menyembah pula Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan diciptakan nanti di sana Mata Bulan Dan orang yang menyembah bulan mengetahui bahwasanya ini Tuhan yang dulu pernah mereka sembah bulan ini akan membawa mereka ke dalam api neraka demikian seterusnya mereka menyembah dan bagi penyembahnya mengatakan Oh ini yang kita sembah dulu mereka mengira bahwasanya yang mereka sembah ini akan membawa mereka ke dalam api ke dalam surga padahal tidak mereka akan dibawa ke dalam api neraka jadi apa saja yang disembah ya yang pernah disembah semasa di dunia selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka Ya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan Munculkan di hadapan kaum penyembahnya dan berhala-berhala tersebut sesembahan tersebut akan membawa mereka masuk ke dalam api neraka itulah sehingga merekalah yang pertama masuk dalam api neraka Tuhan dan penyembahnya ya berhala dan penyembahnya merekalah yang pertama masuk ke dalam api nerakanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala sungguh Di Dalam alquran sudah menyebutkan membuktikan makna ini Ya Allah dalam firman Allah terkait dengan Firaun jadi Firaun adalah salah seorang yang disembah selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala Dia adalah orang yang memang ingin disembah oleh kaumnya seperti yang kita katakan tadi dia bahkan sempat lancang mengatakan Aku adalah Tuhanmu yang Maha Tinggi segala aku kata si Firaun jadi apa kata Allah Subhanahu Wa Ta’ala tentang Firaun dan di hari kiamat bahwasanya Firaun akan berada di depan kaumnya di hari kiamat dan akan diikuti oleh kaum yang di hari kiamat Firaun ini akan membawa mereka masuk ke dalam api neraka jadi para penyebab-penyebab Firaun akan mengikuti Firaun akan mengikuti Firaun dan Firaun bukan malah bukan membawa mereka ke surga tapi membawa mereka ke dalam api neraka dan si Firaun ini akan menjebloskan mereka menjerumuskan mereka masuk ke dalam api neraka sungguh itu merupakan seburuk-buruk tempat yang dimasuki neraka tidak ada tempat yang lebih dahsyat lebih mengerikan ayat 98 jadi di sini jelas ya Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan contohnya Terus bagaimana dengan mereka menyembah Nabi Isa bagaimana mereka menyembah Husein orang-orang ahli kitab yang mengatakan bahwasanya Nabi Isa adalah anak Allah orang-orang yang orang-orang yang mengatakan bahwasanya adalah anak Allah ini merupakan pernyataan orang Yahudi dan orang-orang Nasrani kita lihat Bagaimana bahwasanya orang-orang Nasrani itu menyembah menyembah Yesus dan itu itu adalah itu adalah Nabi Isa Alaihissalam demikian jadi karena Yesus dianggap anak tuhan maka mereka pun akhirnya menyembah menyembah Yesus Ini yang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sudah mewanti-wanti mawanti-wanti umatnya sejak 14 abad yang lalu apa kata beliau Shallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana orang-orang Nasrani terlalu menyanjung nyanjung Isa anaknya Maryam wuluh tapi Katakanlah Ana aku adalah Abdullah rosuluh Aku adalah hamba Allah dan rasulnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala demikian karena orang-orang Nasrani mereka itu terlalu menyanjung-mendung nabi Isa alaihissalam yang merupakan awalnya adalah nabi tapi karena mereka sangking hormatnya sakit memuliakannya akhirnya diangkatlah dia menjadi anak tuhan oleh kaumnya dan akhirnya disembahlah dia akhirnya disembahlah dia makanya dalam agama Nasrani Tuhan itu disebut tiga tiga tapi satu satu tapi tiga atau yang disebut dengan Trinitas diantara yang mereka sembah adalah nabi Isa alaihissalam dan ini yang paling sering disebutkan ini yang paling sering yang paling sering mereka Sebut sebutkan tentu kita ketahui bahwasanya Nabi Isa ini adalah orang yang sholeh dan nabi Allah Subhanahu Wa Ta’ala terus gimana dengan pengikutnya dengan orang-orang yang menyembah dia Apakah dia nanti juga nasibnya seperti Firaun Allah tetapkan dia ya Allah Munculkan dia di hadapan orang-orang Nasrani kemudian dia membawa orang-orang Nasrani ke dalam api neraka dan dia juga ikut masuk api neraka sementara dia orang Saleh Dia tidak ingin dia juga tidak ingin disembah oleh disembah oleh kaumnya adalah orang-orang sholeh termasuk orang sholeh dia juga tidak tahu menahun tentang sesembahan yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi kepada dirinya dia orang soleh dan dia pasti mengingkari ini bagaimana Apakah dia juga sama seperti Firaun tadi dia akan Allah Munculkan di hadapan kaum yang menyembahnya lantas dia akan membawa kaumnya masuk ke neraka dan dia juga masuk api neraka Bagaimana ini bagaimana ini jadinya kalau seperti itu kesimpulannya kan muncul Bukankah dia tidak ingin disembah bahkan dakwahnya juga bukan dakwah untuk menyembah dia tapi hanya semata menyembah Allah Subhanahu Wa Ta’ala mungkin pemirsa masih ingat tentang Tuhan yang disembah berhala-berhala yang disembah oleh kaumnya Nabi Nuh mereka kan punya punya 5 5 Berhala dimana pada waktu itu Nabi Nuh Alaihissalam ya mengajak mereka semata hanya menyembah Allah Subhanahu Wa Ta’ala Jangan menyembah berhala berhala mereka adalah wadzan ada lima berhala yang mereka sembah Ibnu Abbas menyatakan bahwasanya 5 berhala ini pada awalnya adalah orang-orang Saleh 5 berhala ini adalah pada awalnya adalah orang-orang Saleh demikian Ikhwan dimana Setelah 5 orang-orang 5 orang sholeh ini meninggal dunia masyarakatnya masih terkesan dengan dengan Wibawa lima orang ini dengan kesalehannya masih sangat sayang mereka ini biasanya orang-orang yang sudah tertanam kecintaan di kaumnya tapi jangan mereka sangat dibutuhkan keputusan mereka sangat diperlukan mungkin ketika 5 orang ini meninggal dunia tidak ada yang bisa menggantikan karena mereka adalah orang-orang yang berjasa terhadap kaumnya setan membisikkan sudah kalian buat saja patungnya kalian buat saja patungnya akhirnya dibuatlah patungnya tujuan awal itu hanya untuk mengingat jasa-jasa mereka mengingat bagaimana kesalehan mereka sehingga dengan melihat patung tersebut termotivasi untuk taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana mereka dahulu taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tapi setelah zaman begitu zaman generasi berganti generasi ilmu yang tadi itu ilmu tauhid yang hanya menyembah Allah subhanahu wa ta’ala dan patung ini juga dibuat bukan untuk persekutukan Allah itu semua motivasi awalnya lupa patung ini dibuat semata untuk memotivasi orang agar agar semakin dekat dengan Allah subhanahu wa ta’ala Ya semua itu motivasi itu semua hilang dilupakan oleh siapa akhirnya apa generasi-generasi berikutnya mereka bukan lagi menyembah Allah tapi mereka menyembah patung ini berhala yang 5 berhala ini sekarang kita lihat kalau konsepnya adalah orang-orang musyrik akan mengikuti Tuhan yang mereka sembah selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala terus gimana dengan 5 orang sholeh ini apakah gara-gara kaumnya menyembah mereka akhirnya mereka masuk ke dalam api neraka sementara mereka tidak tahu menahun ini juga dilakukan setelah mereka meninggal dunia Apakah mereka 5 orang sholeh ini yang telah disembah oleh sepeninggal mereka kaumnya menyembah mereka lantas mereka gara-gara kaum yang menyembah mereka akhirnya 5 orang sholeh Ini akhirnya masuk neraka bersama orang penyembahnya tentu ini satu hal yang satu hal yang nggak mungkin keputusan Allah nggak mungkin seperti ini Jadi bagaimana ikhwah rahim apa kata Ibnu Rajab mana abadal Masih orang-orang yang menyembah Almasih yang menyembah Almasih dan yang menyembah uzair dari kalangan Ahlul kitab maksudnya Yahudi Nasrani ya summayana Adapun mereka akan apa namanya belakangan mereka akan mereka akan terpisah sendiri mereka akan terpisah dengan tersendiri ya dari orang-orang yang disebabkannya kepada para nabi lantas setelah itu barulah mereka masuk api neraka lanjutkan lagi disebutkan dalam hadis yang lain Barang siapa adapun orang-orang yang dahulu semasa di dunia menyembah Almasih maka syaiton ya akan menjelmakan dirinya seperti Almasih hingga orang-orang yang menyembah Almasih mengikuti Almasih padahal itu bukan Almasih itu bukan nabi Isa alaihissalam itu adalah syaiton yang menjelma seperti nabi Isa alaihissalam demikian juga orang-orang yang menyembah uzir Jadi ikhwah rahimahullah bukan Nabi Isa yang membawa mereka dalam api neraka bukan uzir juga yang membawa mereka ke neraka bukan juga orang soleh ini yang membawa mereka tetapi kata Ibnu Rajab selton akan menjelma seperti Almasih setan akan menjelma seperti lima orang soleh yang disembah oleh kaumnya bodoh dan setan-setan yang telah menjelma menjadi orang-orang yang disembah inilah yang nanti akan menuntun mereka masuk ke dalam api neraka Jadi bukan Sekali lagi bukan Nabi Isanya yang membawa mereka ke api neraka ya karena sekali lagi mereka tidak tahu menaung Nabi Isa Alaihissalam usir dan 5 orang Sholeh yang disembah oleh kaum Nuh tidak tahu menahu dengan dengan orang-orang yang menyembah mereka karena orang-orang menyembah mereka itu muncul setelah mereka-mereka ingin meninggal dunia setelah mereka itu wafat setelah Allah cabut nyawa mereka Jadi bagaimana mungkin mereka mempertanggungjawabkan ini semua beda halnya dengan Firaun Firaun memang dia yang mengajak orang-orang untuk menyembah diri dan dia Ridho dengan itu dan akhirnya ya dialah yang memang membawa orang-orang ini para penyembah-penyembahnya itu masuk ke dalam api neraka demikian para setan-setan ini akan menjelma menjadi orang-orang yang disembah orang-orang Saleh yang disembah ini dan setan inilah yang akan menggiring yang akan membawa penyembahnya masuk ke dalam api neraka jadi orang-orang Nasrani yang menyembah yang menyembah nabi Isa alaihissalam ya maka setan akan menjelma seperti nabi Isa alaihissalam dan dia yang bawa orang Nasrani masuk rumah ke neraka demikian juga siapa akan menjelma menjadi uzair yang disembah oleh orang Yahudi akhirnya orang Yahudi dialah yang membawa orang Yahudi untuk masuk ke dalam api neraka demikian juga setan akan menjelma dan menjadi orang 5 orang Sholeh yang disembah pada zaman Nabi Nuh Dan setan-setan inilah sebenarnya yang akan membawa mereka masuk ke dalam api neraka fillah bahwasanya yang bahwasanya yang menjelma menjadi Almasih adalah para malaikat para malaikat dan Malaikat lah yang yang menjelma menjadi dalam menjelma dalam bentuk uzair jadi malaikat-malaikat neraka ini akan malaikat-malaikat penjaga api neraka yang akan mengazab mereka malaikat-malaikat inilah yang akan menjelma menjadi Nabi Isa akan menjelma menjadi uzair yang menjelma menjadi tua Yahudi sehingga mereka ini akan mengikuti mereka masuk lewat neraka sampai di neraka dia habis oleh malaikat-malaikat ini dan tidak ada lagi yang tersisa kecuali orang-orang yang zahirnya hanya menyembah Allah Subhanahu Wa Ta’ala baik orang tersebut benar-benar dari hatinya menyembah Allah Subhanahu Wa Ta’ala atau orang-orang yang berpura-pura menyembah Allah Subhanahu Wa Ta’ala baik mereka itu ada di umat Muhammad ataupun umat-umat sebelumnya dengan artian yang namanya munafik orang-orang yang berpura-pura Islam itu tidak hanya ada di zaman Rasulullah SAW tapi itu juga ada di zaman-zaman nabi-nabi yang lain di antara mereka ada yang berpura-pura beriman kepada Allah dan rasulnya baik mungkin tujuan Mungkin dia lakukan seperti itu dikarenakan takut dengan Islam Ya seperti Abdullah bin Ubay bin Salu dan pengikutnya karena takut akhirnya dia berpura-pura masuk agama Islam atau memang sengaja untuk mengobok-obok Islam dari dalam orang-orang Sidik orang-orang kafir yang berpura-pura masuk Islam ingin merusak Islam dari dalam Dengan menyebarkan syubhat Dengan menyebarkan berbagai macam pandangan-pandangan yang membuat kaum muslimin itu menjadi ragu dengan Islamnya menjadi ragu dengan agamanya menjadi ragu bahkan menjadi ragu dengan Allah subhanahu wa ta’ala menjadi ragu dengan dengan kitabullah menjadi ragu dengan hadis-hadis Rasulullah SAW itu Kerjaan orang-orang kafir yang menyusup ke dalam tubuh kaum muslimin ya mereka yang berpura-pura masuk Islam mereka mengeluarkan statemen statement yang membuat syubhat di kalangan kaum muslimin kemudian pembedanya nanti yaitu antara orang-orang munafik dan orang-orang mukmin Ya tapi ini mereka masih sama nih ya belum terpisah belum dipisah oleh Allah subhanahu wa ta’ala pembeda pertama seperti yang pernah kita bahas ya yang pernah kita bahas bahwa saja pembeda pertama yaitu ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan mereka untuk sujud ya ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan mereka untuk sujud mereka tidak bisa sujud demikian pada saat Allah Subhanahu Wa Ta’ala memperlihatkan pada saat Allah Subhanahu Wa Ta’ala memperlihatkan betisnya maka payudara sujud maka mereka diperintahkan untuk sujud kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak sanggup untuk sujud dari pembahasan yang telah kita bahas Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadikan tulang punggung mereka itu tanpa ada sendiri sehingga mereka tidak bisa tidak bisa tulang punggung sampai tulang ekor membuat mereka tidak bisa sujud dan berikan Ikhwan itu disebutkan yang telah kita pelajari yang lalu sehingga disaat di dalam perkumpulan itu semua ya Perbaungan itu semua yang nggak bisa sujud dialah orang-orang munafik yang bisa sujud dialah orang-orang Mukmin kemudian juga dengan cahaya yang Allah subhanahu wa ta’ala bagi-bagikan yang Allah Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepada orang-orang Mukmin tidak diberikan kepada orang-orang munafik orang mukmin seperti yang kita katakan tadi bahwasanya dia akan diberi cahaya oleh Allah subhanahu wa ta’ala semakin kuat keimanannya semakin Taqwa dia semakin terang cahayanya semakin tipis keimanannya semakin banyak dosanya maka cahayanya pun akan semakin lentur semakin kecil tapi masih diberi cahaya karena pada sesungguhnya mereka itu masih dalam kategori orang-orang Mukmin Adapun orang munafik tak diberi cahaya sama sekali itu bedanya di hari kiamat dengan cahaya inilah akhirnya terpisah antara orang-orang munafik dan orang-orang mukmin itu ikhwah orang mukmin seperti yang telah kita katakan tadi terus maju menuju surga ya meniti serot orang-orang munafik tidak bisa maju Kenapa karena mereka tak punya cahaya disitulah Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan ataupun menetapkan adanya dinding antara orang-orang munafik dan orang-orang kemudian akan terjadi perbedaan antara orang mukmin dan orang-orang munafik yaitu dengan orang-orang Mukmin bisa sujud ada orang munafik tidak bisa sujud maka cahaya yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala bagi-bagikan berikan kepada orang-orang mukmin yang akhirnya membedakan mana yang mukmin dan mana yang yang munafikhuwah dan terakhir adanya Dinding pembeda Pemisah antara orang-orang mukmin dan orang-orang munafik demikian pandangan yang cukup tajam dari Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah jadi Sudah jelaslah rincian ya terpisahnya antara orang-orang Mukmin dengan orang-orang kafir Siapa yang diikuti ya kalaupun yang mereka ikuti adalah orang-orang yang tidak Ridho Dengan apa Dengan pengikutnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan akan menjadikan setan menjelma seperti Tuhan yang mereka ikuti atau malaikat ya yang menjelma di Tuhan yang mereka ikuti seperti menjelma menjadi Nabi Isa menjelma menjadi uzair misalnya bukan usirnya tanah usir dan nabi Isa alaihissalam mereka sudah bersama orang-orang Mukmin mereka inilah nanti akan diberikan cahaya yang sebesar gunung demikian atau lebih daripada itu mereka inilah nanti yang akan melintas di atas shirat dengan kecepatan yang sangat luar biasa tidak bersama orang tidak bersama orang-orang yang menyembah mereka Jadi yang penyembah-penyembah ini yang mereka ikuti sebenarnya setan yang mereka ikuti ada sebenarnya malaikat-malaikat penjaga apa namanya penjaga neraka yang mereka ikuti yang akan membawa mereka ke dalam arti neraka yang akan disiksa oleh Allah subhanahu wa ta’ala cerita kisah orang-orang orang-orang kafir dan orang-orang munafik sebelum mereka masuk api neraka nanti akan kita lanjutkan Bagaimana pula Ketika mereka sudah berada dalam api neraka orang-orang Mukmin menuju negeri Abadi Negeri Abadi mereka adalah surganya Allah Subhanahu Wa Ta’ala orang-orang kafir orang-orang musyrik orang-orang munafik mereka akan menuju negeri Abadi juga tapi Negeri Abadi mereka adalah nerakanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyelamatkan kita menjauhkan kita dari azab api neraka dan mengumpulkan kita di surganya Allah Subhanahu Wa Ta’ala sekali lagi itu tergantung apa yang kita lakukan semasa kita di dunia Kalau kita memang benar-benar meluruskan tauhid kita tidak menyembah kecuali hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjauhkan perbuatan Syirik berupaya dengan semaksimal mungkin untuk mentakwakan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala berupaya untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhkan larangannya itu jadi Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka yang berupaya maksimal mungkin di jalan kami kami akan Tunjukkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan kita saya Para pendengar permisa dan seluruh kaum muslimin menjadi orang-orang yang mendapat petunjuk dan Taufik dari Allah subhanahu wa ta’ala kesempatan pagi hari ini selanjutnya bagi Anda yang ingin bertanya seputar pembahasan pada kesempatan pagi hari ini anda dapat bertanya melalui telepon di 0218236543 atau mulai pesan singkat di 0819896543 pertanyaan pertama akan kita coba angkat terlebih dahulu dari layanan Telepon halo Halo Assalamualaikum Waalaikumsalam dan dalam penglihatan saya semasa mereka masih bersama saya itu saya masih ini udah nikah si Ustadz tapi jauh dari mengetahui mengenai sunnah sebelum belakangan ini saya alhamdulillah mudah-mudahan hijrah saya diterima sama Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah meridhoinya ada di dalam saya terpikir selalu terpikir seperti yang Ustaz bilang melangkah difirah sementara aku ada orang tua saya mungkin tahunya bilang zaman itu qirot ibarat rambut dibelah tujuh Apakah boleh Apakah bisa Ustadz bahkan Bagaimana caranya Ustad supaya saya bisa mendoakan kedua orang tua saya supaya dapat melangkah sirah dengan baik Ustadz dengan mudah gitu Ustadz itu pertanyaan saya untuk keluarga saya Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Bagaimana cara beliau untuk mendoakan ibunya agar dipermudah dalam melintasi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda Apabila anak ada yang meninggal maka terputuslah amalannya tidak akan bertambah bagi amalannya kecuali ada tiga saudara sedekah jariyah yang pernah sedekah jariyah yang pernah dia berikan seperti dia wakaf tanah untuk masjid untuk Panti Asuhan atau untuk kepentingan sosial atau ada ilmu yang bermanfaat yang pernah diajarkan ilmu yang bermanfaat yang pernah diajarkan walaupun di sana ada khilafiat tanpa ulama Apakah ini manfaat ini hanya ilmu syar’i ataukah juga ilmu dunia yang bermanfaat juga termasuk secara umum masuk semua selama ilmu tersebut ilmu bermanfaat yang ketiga itu walaupun soleh anak yang sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya Anak Sholeh yang mendoakannya di yang ketiga ini ya yang ketiga ini bahwasanya seorang anak seorang anak dia punya jalur khusus yang bisa mengetuk pintu langit ketujuh Jika dia berdoa untuk orang tuanya karena secara umum secara umum baik Dia anak maupun tidak anak baik dia orang muslim yang baik doa tersebut untuk orang muslim yang masih hidup atau untuk orang muslim yang sudah meninggal secara umum semua doa orang-orang Mukmin semua doa orang-orang Muslim itu sampai kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sampai contohnya misalnya ketika kita mendoakan si jenazah yang ada di hadapan kita kita nggak tahu apakah jenazah itu kerabat kita ataukah jenazah tersebut bukan kerabat kita tapi kita doakan kita diperintahkan untuk melakukan penolatan jenazah isinya kan doa kalau kita berada di majalah yang setiap 5 waktu ada jenazah yang harus salatkan kita nggak tanya-tanya Oh itu kan bukan Abang saya nggak pernah kita katakan begitu Itu kan bukan kakak saya itu bukan Mbak saya kita tetap mendoakan artinya secara umum seluruh doa kaum muslimin untuk siapapun baik untuk yang masih hidup maupun yang untuk yang meninggal itu bermanfaat Adapun doa anak kandung yang sholeh ini itu punya jalur khusus sehingga Rasulullah menyebutkan waladun sholeh yadaula anak yang sholeh yang mendoakannya anak yang sholeh yang mendoakannya demikian kita sebagai seorang anak yang kita kita terbayang kita bagaimana orang tua kita yang telah berjasa dengan kita maka banyakkan doa untuk mereka doa sebanyak-banyaknya ya Allah ampunkan Dia rahmati dia atau doa yang biasa kita doakan semoga atau doa yang lain ya Allah lapangkan kuburannya Berikan dia nikmat kubur jauhkan dia dari siksa kubur itu sangat bermanfaat untuk kedua orang tua kita dan ini hanya dilakukan oleh anak yang sholeh yang nggak sholeh akan mendoakan kedua orang tuanya satu itu sering-sering mendoakan dan mendoakan itu bukan mendoakan asal diucapkan tapi memang benar-benar dari hati kita itu sering berdoa tapi doa hanya di bibir otomatis di bibir tidak di hati makanya Rasulullah pernah mengatakan Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan mengabulkan doa Allah itu tidak menerima doa tidak akan mengabulkan doa dari dari orang yang hatinya tidak khusyuk dan pikiran entah kemana Jadi kita harus sungguh-sungguh loh kita doa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kapanpun dari manapun jangan lupakan dan itu yang sangat diharapkan kedua orang tua kita sudah meninggal yang kedua beramal sholeh setiap amalan Saleh yang dilakukan oleh anak maka dia akan bermanfaat secara otomatis untuk kedua orang tuanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala sesungguhnya tidak ada bagi seorang manusia yang akan dia mendapatkannya nanti di hari kiamat kecuali apa yang pernah dia usahakan apa yang pernah diamalkan dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan termasuk hasil usaha kedua orang tua jadi kalau kalau ibu membaca Alquran itu otomatis orang tua kita dapat orang tua Ibu Ibu salat otomatis orang tua Ibu mendapatkannya juga mendapatkannya Kenapa Ibu adalah keberadaan ibu itu merupakan hasil usaha dari kedua orang tua ini jadi jangan semakin melaksanakan amalan sholeh ya semakin Ibu semakin takwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala termasuk Ibu taat kepada suami maka orang tua ibu akan mendapatkan akan mendapatkan dampak baiknya dari ibu walaupun ibu tidak meniatkan ini untuk orang tua saya Oleh karena itu setiap anak yang semakin Soleh si anak maka orang tuanya akan semakin mendapatkannya demikian Ikhwan rahimahullah jadi kalau kita sayang dengan orang tua kita kalau kita sayang dengan orang tua kita sudah meninggal maka semakin solehkan diri kita semakin takwa akan diri kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala itulah cara kita berbakti diantara cara kita berbakti kepada orang tua kita yang sudah meninggal doakan kedua orang tua kita dan taqwakan diri kita semakin takwa akan tingkatkan ketakuan kita kepada Allah Subhanahu wa ta’ala itu akan berpengaruh terhadap kedua orang tua kita adapun adapun Apakah nanti dia akan semakin Apakah dia nanti meniti dengan cara yang kencang ataupun lambat ya dia punya dasar amalan yang pernah dia lakukan dan itu akan bisa mempermudah semakin mempercepat apa namanya dia melintas di atas dengan kita dari anaknya yang melakukan amal sholeh sering mendoakannya ada sebuah hadis yang menyebutkan Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan derajat yang tinggi pada orang tua jika kata orang tua ini ya Allah kok bisa saya dapat seperti ini Mengapa saya bisa dapat seperti ini derajat yang tinggi seperti ini Apa kata Allah istighfar waladuka bistik doanya anakmu untuk dirimu demikian jadi kita sebagai anak ya jangan lupa sering mendoakan kita kita doakan orang tua kita dan beramal salehlah karena itu akan bermanfaat untuk orang tua kita nanti di hari akhirat terkait dengan melintas itu juga akan mempercepat melintas dia nanti di surat kelak syukuran atas Jawabannya semoga bermanfaat bagi penanya selanjutnya akan kita bacakan pertanyaan kedua dari pesan singkat ada pertanyaan dari bapak Anwar di Cilodong Depok Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz mengenai ciri-ciri orang munafik diselamatkannya orang-orang yang mengingatkan orang-orang agar menjauhi kemungkaran Apakah berlaku juga bagi orang-orang yang mengingatkan namun mereka sendiri masih belum istiqomah dalam meninggalkan kemungkaran itu sendiri apakah orang-orang seperti ini termasuk golongan orang-orang yang munafik Ustadz Syukron silahkan Ahlussunnah Wal Jamaah membagi munafik itu ada dua nifaqidi dan nifaq Amali nifaq Amali nifaq munafik yang terkait dengan akidah dan keyakinan adalah orang yang sebenarnya dia orang kafir Sebenarnya dia tidak beriman tapi dia berpura-pura masuk Islam kalau ketemu dengan orang mukmin dia katakan Saya beriman pada dasarnya dia tidak beriman jadi berpura-pura masuk Islam makanya disebutkan dalam surah al-baqarah di awal-awal apabila apabila dia bertemu dengan orang-orang Mukmin dia akan katakan Saya itu beriman sama seperti kalian tapi ketika mereka bersama setan-setan mereka kelompok mereka yang sama-sama munafik mereka akan mengatakan ini nama akun kami itu bersama kalian itu hanya mengolok-olok orang muslim kami itu hanya mengolok-olok orang-orang Mukmin jadi ini disebut dengan munafik itik dia orang kafir tapi pura-pura masuk Islam dengan tujuan seperti yang kita katakan tadi pertama mungkin dikarenakan takut terhadap orang-orang Mukmin ya akhirnya dia pura-pura Islam atau dia ingin masuk ke dalam tubuh kaum muslimin supaya dia dianggap kaum muslimin dan di sana dia akan melakukan kerancuan-rancuan dan menebar syubhat di kalangan kaum muslimin kemudian ada nifaq Amali nifaq Amali yaitu orang munafik tapi masih amalannya dia orang muslim dia orang muslim dia orang mukmin tapi ada amalan-amalan dia perbuatan dia itu yang mirip dengan perbuatan orang munafik ini makanya Rasulullah katakan ayatul munafik saya tanda-tanda orang munafik ada tiga tidak apabila dia bicara dia bohong orang munafik saya beriman padahal tidak bohong kalau ada orang mukmin yang bohong berarti dia mengikuti dia telah melakukan perbuatan yang seperti yang dilakukan oleh orang munafik apabila diberi amanah diakhianat ada akhlafah apabila dia berjanji dia akan ingkari janjinya dalam riwayat yang lain apabila dia bertengkar dia akan berbuat jahat ini tanda-tanda munafik yang Amali amalannya dia orang mukmin ya dia orang mukmin jadi yang dimaksud dengan terpisahnya orang-orang Mukmin orang munafik di sini adalah orang-orang munafik yang bukan munafik Amali karena munafik Amali itu orang-orang Mukmin Sebenarnya ya Mukmin tapi ada diantara perbuatan mereka itu perbuatan dosa dan dosa ini ya sering dilakukan oleh orang-orang munafik iktikad Ikhwan rahimahullah jadi sekali lagi bahwasanya munafik yang dimaksud yang dipisah nanti dari kalangan orang mukmin munafik yang dipisah oleh Allah subhanahu wa ta’ala dari kalangan orang mukmin adalah munafik iktikad bukan munafik Amali dengan ikhwan ya allahualam itu saja kajian kita karena waktunya sudah sampai pada akhir Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kita Taufik memberikan kita hidayahnya inayahnya ya sehingga kita dapat lebih menghambakan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allahumma inna ala dzikir shallallahu alaihi wasallam yang diberikan pada kesempatan pagi hari ini semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan kesehatan dan perlindungan kepada Ustadz beserta keluarga dan kami ucapkan Syukron jazakumullah Khairan atas kebersamaan anda pada kesempatan pagi hari ini kami segenap crew yang bertugas mohon maaf apabila ada kesalahan kami undur diri Subhanahu waalaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *