[LIVE] Ustadz Abu Qatadah | Kitab Tauhid min Shahih Bukhari – YouTube

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

[LIVE] Ustadz Abu Qatadah | Kitab Tauhid min Shahih Bukhari – YouTube

Transcript:
(00:35) Rodja TV saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam kajian Islam ilmiah di Rodja TV dan radio Rodja Ma’rifat kepada nama-nama Allah itu punya keutamaan bahkan kita mengetahui dalam ungkapan para ulama yang pertama diwajibkan Allah kepada manusia adalah makrifat makrifat siapa makrifatullah Salah satunya apa makrifat kebiasaan kepada nama dan saksikanlah kajian Islam ilmiah di Rodja TV dan radio Rodja terbang Para pendengar dan pemirsa Rodja TV di manapun Anda berada [Musik]
(01:42) jazakumullah [Musik] secara langsung dan kajian Islam Rodja TV Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dimanapun anda berada Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahmati kita semua Insya Allah beberapa saat lagi kami akan hadirkan ke layar kaca anda dan ke ruang dengar anda kajian secara langsung yang akan menemani kita semua yang mudah-mudahan ini memberikan serta ilmu bagi kita yang tentunya ilmu yang
(02:46) bermanfaat bagi kita di dunia maupun di akhirat dan kami ucapkan selamat menyimak semoga bermanfaat dan kajian Islam kaum muslimin pemirsa raja TV dan para
(04:05) pendengar radio Rodja di mana berada pada kesempatan malamnya bahagia ini dengan izin Dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita dapat kembali dalam pembahasan ilmiah tentang masalah aqidah tauhid dan kita masih membahas Kitab Shahih Bukhari dari pembahasan paling akhir yaitu Kitab Tauhid kita telah membahas satu masalah yang penting yaitu tentang keimanan atau wajibnya kita mengimani bahwa orang-orang beriman akan melihat Allah nanti Yaumul dan hadis-hadis yang berkaitan dengan rukyatullah orang-orang Mukmin akan
(04:44) melihat Allah subhanahu wa ta’ala itu adalah hadisnya Mutawatir yang kita telah bahas dalil Quran sunnah kemudian ijma para ulama dan hakikat-hakikat yang ada di dalamnya Nah kita akan berpindah ke masalah yang ke-25 atau bab yang ke-25 itu Hadits nomor 7.448 dan hadis nomor 7450 dan 49 nya nanti kita tangguhkan baru [Musik] kalau ada sana Abdul Wahid kalau ada sana asing ayat
(06:00) wa arsala Innalillahi Ma lahuma l salat ilaihi Wasallam [Musik] [Musik]
(07:37) bab yang menjelaskan firman Allah ta’ala bab yang menjelaskan firman Allah ta’ala sesungguhnya rahmat Allah Artinya bahwa rahmat Allah sangat dekat untuk orang-orang yang berbuat Ihsan kemudian Imam Bukhari mengatakan tiga hadis dan kita membaca dua hadis dulu di kesempatan malam yang berbahagia ini untuk hadis yang berikutnya karena ini ada wajib untuk dibahas secara luas tidak mungkin kita selesaikan di malam ini maka kita ambil dulu dua hadisnya Imam Bukhari meriwayatkan hadis diriwayat yang pertama dari musaibal
(08:29) busmail yaitu Abu Salamah atau budakhi Kemudian dari Abdul Wahid Kemudian dari jalannya Hasyim dari Abu Usman dari Usamah yaitu salah seorang anak dari putri Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berarti di sini berkaitan dengan cucu karena tentunya nabi wasallam ya tidak memiliki anak laki-laki yang hidup sampai besar jadi meninggal dunia sebelum dewasa masih kecil sehingga tidak ada cucu dari anak laki-laki yaitu yang kebetulan artinya sakit sakit menimpa kepada cucunya ini anak laki-laki dari Putri beliau ini sakit
(09:25) kemudian Dia meminta kepada Nabi SAW untuk mengunjunginya untuk menengoknya kemudian Nabi SAW belum sempat dan beliau ya mengutus dan untuk menyampaikan kata-kata ini untuk menyampaikan kata-kata ini bagi Allah apa yang diambil dan baginya apa yang diberikan dan semuanya artinya kematian itu ajal yang telah ditetapkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi semuanya telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala artinya setiap yang hidup itu telah ditetapkan ajalnya oleh nabi Allah Subhanahu Wa Ta’ala Bersabarlah atas musibah yang menimpa
(10:25) dan berharaplah pahala dari musibah yang menimpa kemudian dia mengutus lagi agar Baginda Nabi Salam datang Bahkan ia bersumpah agar nabi maka nabi salam berdiri kemudian Usama pun mengatakan aku pun berdiri bersamanya dan ditemani oleh Muhammad radiallah kami masuk maka ya cucu nabi salam atau putra dari Putri nabi salam itu dibopongnya dan dihadapkan kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian didapati anak itu artinya dalam kondisi sangat berat
(11:30) jadi nafasnya artinya nafasnya itu terputus-putus yang menunjukkan di sini adalah sangat dekat kepada aja mungkin kita sering menyaksikan itu orang yang sedang sakratul maut kemudian ya suaranya nafasnya itu suka terputus-putus kemudian menangislah Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallam di saat itu lalu berkata saat Ibnu ibadah Apakah engkau menangis Jadi kenapa engkau menangis Jadi mungkin nabi salam Disangka oleh mereka yang tidak mungkin bersedih lah mengatakan Sesungguhnya Allah merahmati dari hambanya orang-orang yang memiliki sifat kasih
(12:27) sayang jadi Allah merahmati orang-orang yang memiliki sifat kasih sayang jadi merahmati menyayangi orang yang menyayangi yang lainnya Kemudian pada hadis yang kedua Imam Bukhari meriwayatkan dari hapus Ibnu Umar dari Hisyam dari kota dari Anas bin Malik bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan bersabda Beliau mengatakan benar-benar ya akan menimpa kepada satu kaum satu kaum dari siapa dari orang-orang beriman karena orang-orang kafir langsung neraka dan kekal di neraka benar-benar akan menimpa kepada sekelompok dari umat ini
(13:16) kaum kaum yang mana kaum Mukmin yaitu berupa wajah yang kelam wajah yang hitam wajah yang gosong minannar dengan sebab sentuhan api neraka jadi wajah yang gosong wajah yang hitam kelam yang digambarkan dalam riwayat yang lain bagaikan belanga yang telah lama di sentuh api kalau bahasa Jawa Barat renghai artinya udah hitam seperti ya tempat cerek umpamanya ataupun sejenis katel atau sejenis tempat menanak nasi yang telah disentuh dengan api Lama Maka itu berubah warnanya maka demikian juga nanti wajah-wajah orang yang telah masuk
(14:10) neraka kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengeluarkan mereka dengan rahmatnya jadi Allah mengeluarkan mereka dengan rahmatnya akhirnya dikeluarkan dari neraka mereka itu yang dikenal dengan jahanam orang yang telah lama diazab di neraka naudzubillahimindzalik kemudian dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa mereka nanti dimasukkan ke surga setelah mereka dicuci wajahnya ataupun fisiknya di nahrul Hayat yang dinamakan dengan Sungai kehidupan kaum muslimin pemirsa yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala nah di dalam
(14:53) bab ini Imam Bukhari ingin menjelaskan poin sangat penting karena ini berkaitan dengan tauhid dan dalam masalah ini adalah tauhid asma dan sifat yaitu tauhid asma dan sifat ya Imam Bukhari ingin menetapkan kembali tentang sifat Allah itu sifat Rohmah jadi sifat Allah sifat Rohmah dan rahmat Allah Rahmat Hakiki secara hakiki dan Rohmat menurut ahli sunnah Rahmat Hakiki tali kubijakan keagungan dan kebesaran Allah ya Yang ini berbeda dengan keyakinan Ahlul taktil dengan keyakinan orang-orang Ahlul seperti mu’tazilah
(15:45) Dimana mereka mentakwil Rahmat dengan iradatus sawah itu ditakwil oleh mereka karena Kenapa mereka mengingkari sifat Rohman karena diartikan itu bisa tasbih menyamakan Allah dengan makhluk ya dimana Rahmat itu dikatakan mailul Qolbi artinya kecondongan hati Maka menurut mereka tidak layak ditetapkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka Imam Bukhari ingin membantah bahwa Allah telah menetapkan sifat ini di dalam Alquran dan Apa nabi salam telah menetapkan sifat ini dalam hadis-hadisnya itu tentang sifat Rahmah
(16:33) ya itu Rohmatul Hakiki rahmat Allah secara hakiki dan tidak dipahami seperti apa yang dipahami oleh Ahlul kalam dari kalangan matazilah yang mengatakan bahwa Rahmat itu saw artinya allah bermaksud memberikan nikmat Allah bermaksud memberikan pahala kepada manusia yaitu balasan dan ini Tentunya tahrif yaitu menyelewengkan makna Qur’an dari Yang Semestinya Kemudian pada bab ini ya menjelaskan tentang sifat Rahmat yang tadi tentunya itu yang kita bahas sebagai awal dan itu adalah yang terpentingnya tapi poin yang kedua
(17:26) bahwa ketika Imam Bukhari membawakan ayat yaitu Inna rahmatullahi qoribun Minal Muhsinin bahwa ayat ini selain menetapkan sifat rahmat bagi Allah tetapi di sini ada nilai Amr ada nilai perintah ada makna perintah yaitu apa Al Amru Bil Ihsan [Musik] yaitu mengandung perintah untuk berbuah Ihsan dan ihsan itu dituntut bagi setiap Mukmin jadi ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala menetapkan sifat Rahmat baginya kemudian ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala menetapkan bahwa Rohmat Allah bagi orang-orang yang berbuat Ihsan
(18:26) rahmat Allah itu dekat dengan orang-orang yang berbuat Ihsan maka makna ayat ini mengandung perintah untuk berbuat Ihsan artinya tuntutan bagi setiap Mukmin untuk berbuat Ihsan dan tentunya Ihsan itu mengandung makna yang tentunya dibahas oleh para ulama adalah memiliki makna yang banyak ya Mana yang pertama ketika Ihsan diartikan dalam tiga tingkatan tentang hakikat Din yaitu Islam iman Ihsan ketika kita bahas tentang Ihsan yaitu dalam tahapan Islam yaitu disebutkan dengan rukun Islam yang lima kemudian iman dengan rukun iman
(19:24) yang enam kemudian disebutkan dengan Ihsan yaitu nilai tentang hakikat muraqabah maka ini adalah Ihsan tetapi Ihsan memiliki makna yang lain selain makna yang tadi yaitu Ihsan makna jadi Ihsan itu memiliki makna sisi lain yang pertama adalah Ihsan kepada pribadi kita Kemudian yang kedua Ihsan kepada yang lain nah ini termasuk Al Ihsan ma’al Insan Al Ihsan yaitu berbuat Ihsan bersama sesama makhluk dan berbuat Ihsan dengan sesama manusia dan tentunya cakupannya berbeda antara kita Ihsan kita kepada Allah maka Ihsan
(20:29) kita kepada Allah selain mengandung makna yang tadi adalah menyempurnakan taat kepada Allah yaitu menjadi itu artinya kalau kita wudhu berarti menyempurnakan wudhu dengan sempurna kalau kita salat menyempurnakan salat dengan sempurna rukun wajibnya mustahabatnya kalau kita puasa maka puasa yang sampai kepada derajat Ihsan adalah melakukan ibadah dengan kesempurnaan Adapun Ihsan bersama diri kita yaitu di mana semua manusia orang mukmin memenuhi hak dirinya memenuhi hak fisiknya memenuhi hak kebutuhan dirinya maka itu adalah
(21:18) berbuat Ihsan dan tentunya Ihsan dengan kebutuhan kita menyelamatkan diri dari api neraka dan memasukkan kita ke surga dan ihsan dari kebutuhan kita duniawi nah kemudian Ihsan kepada sesama manusia yaitu tentunya adalah orang itu tidak melakukan bentuk kezaliman nah sedangkan Ihsan bersama makhluk nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan ketika kita menyembelih diperintahkan Ihsan Bagaimana Ihsan ketika kita menyembelih maka salah satunya bisa mengajari kita agar kita mengapa menajamkan pisau atau goloknya artinya
(22:01) alat sembelihnya harus tajam kemudian ya apa direbahkan si itu binatang Imam sapi Ima kemudian domba kemudian ya tidak memperlihatkan kepada binatang yang lainnya gitu kan ketika disembelih maka itu adalah salah satu bentuk Ihsan ketika kita apa menyembelih maka ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan Inna Rahmat Allahi qoribun Minal Muhsinin maka ayat ini mengandung makna penetapan sifat rahmat Allah ya dan yang kedua menetapkan bahwa dalam ayat ini ada tuntutan ada kewajiban bagi setiap muslim untuk berbuat Ihsan dan ihsan
(22:54) salah satu sebab kita untuk mendapatkan rahmatnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan rahmat Allah ini dibagi oleh para ulama kepada dua bagian tapi ada dua bagian yang berbeda yang pertama adalah Rahmatul ama dan yang kedua adalah yang pertama adalah Rohmat Allah secara umum jadi rahmat Allah secara umum apa rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara umum kepada seluruh hambanya Ya gimana Allah subhanahu wa ta’ala itu meliputi segala sesuatu maka yang pertama rahmat Allah yang umum dimana rahmat Allah itu kepada
(23:53) orang-orang beriman dan rahmat Allah kepada orang-orang yang tidak beriman pada orang-orang kafir kepada Ahlul tauhid dan orang-orang musyrik kepada ahli taat dan ahlul maksiat nah yaitu berupa rahmat Allah kepada hambaNya di mana Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya menciptakan hambanya kemudian Allah Ta’ala menurunkan semua kebutuhan hambanya di dunia ini adalah berupa kebutuhan-kebutuhan hidup Allah merahmati hambanya yaitu apa berupa Rizki Allah untuk hambanya berupa karunia Allah subhanahu wa ta’ala untuk untuk hambanya termasuk
(24:36) salah satu rahmat Allah ta’ala untuk hambanya adalah diutusnya Rasul diturunkan kitabnya walaupun tidak semua hambanya mendapatkan hidayah dari Rahmat ini jadi dari Rahmat ini jadi artinya diutusnya para Rasul diutusnya para nabi dan diutusnya Ya utusan-utusan Allah dan diturunkannya kitab-kitab Allah ta’ala ke bumi yang dibawa oleh para rasul yang dibawa oleh para nabi itu adalah berupa rahmat Allah ta’ala kepada hambaNya di mana Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak menzalimi hambanya artinya tidak
(25:20) mengazab hambanya tidak menyiksa hambanya sebelum Allah ta’ala menjelaskan Jalan kepada hambaNya ya walaupun ketika turun Rahmat ini artinya rahmat kenabian Rahmat kerasulan Rahmat diturunnya kitab maka tidak semuanya artinya mendapatkan hakikat Rahmat ini dalam arti Rahmat dari sisi hidayahnya jadi Rahmat dari sisi hidayahnya Nah maka oleh sebab itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan di surah Yunus ayat 57 dan ayat 58 Allah berfirman [Musik] sungguh telah datang kepada kalian
(26:34) berupa mau artinya berupa peringatan apa peringatan Allah kepada hambaNya diturunkannya kitab dan diutusnya Rasul dan berupa obat bagi setiap apa yang ada dalam hati harus penyakit maka tentunya di sini mengandung Quran dan semua kitab-kitab sebelumnya orang-orang beriman di sini tentunya Rahmat Rahmat orang beriman itu Husnul Hidayah sampainya Hidayah Jadi dapatnya Hidayah maka oleh sebab itu Allah berfirman dengan karunia Allah maka dengan semua itu hendaklah kalian untuk bergembira artinya Rohmat Hidayah ini
(27:36) ketika Allah telah menurunkan kitab ketika Allah telah menurunkan memutus para nabi mengutus para rasul maka orang yang mendapatkan hidayah ya maka mereka telah mendapatkan rahmat yang paling Agung dari Allah subhanahu wa ta’ala Nah maka dengan itu Allah mengatakan maka hendaklah kalian bergembira dengan itu dan rahmat hidayah itu Rahmat petunjuk itu lebih baik dari semua apa yang dikumpulkan oleh orang-orang kafir apa yang Allah berikan kepada orang-orang kafir berupa dunia berupa kedudukan buat tahtab semua kenikmatan
(28:21) dunia itu adalah tidak ada bandingannya dengan rahmat Hidayah artinya dengan karunia Allah dengan kasih sayang Allah kepada hambaNya berupa Hidayah jadi kaum muslimin pemirsa yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala nah Rohmat yang umum adalah semua kebaikan Allah dalam bentuk nikmat dunia dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak memisah-misahkan Allah memberikan ini semuanya kemudian Rahmat diutusnya para nabi karena semua manusia penduduk bumi mendapatkan rahmat ini Rohmat diturunkan Alquran walaupun mereka tidak mendapatkan hidayah
(29:15) dari diturunkan kitab dan diutusnya Rasul karena mereka tidak mendapatkan rahmat yang kedua yaitu Rohmatul Hasanah dimana Rahmat yang khusus ini adalah Rahmat berupa Hidayah Rahmat berupa iman yang Allah ta’ala anugerahkan kepada hambaNya tauhid yang Allah ta’ala anugerahkan kepada hambaNya Taqwa yang Allah ta’ala anugerahkan kepada hambaNya ini adalah yaitu Rahmatullah Rohmat yang akan bersambung bagi orang-orang beriman yaitu Rohmat ketika di alam kubur Rahmat ketika dia Rasulullah di surga yaitu berupa kenikmatan yang
(30:00) Hakiki kenikmatan yang abadi rahmat Allah yang akan didapatkan oleh kita nanti ya Kemudian yang kedua rahmat Allah ditinjau dari sisi lain yaitu dibagi dua ada Rahmat yang dikatakan adalah sebagai sifat Allah ada Rahmat yang dalam definisi adalah makhluk jadi Rahmat yang artinya adalah sifat Allah maka itu adalah ayat-ayat yang tadi seperti Bismillahirrohmanirrohim kemudian ghofuru Rohim ayat-ayat yang lainnya yang dalam Quran begitu banyak ayat-ayat yang menetapkan sifat rahmat bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala
(30:52) sedangkan Sisi yang kedua itu Rohmat yang dikenal adalah sebagai makhluk Allah yaitu Allah menciptakan Rahmah jadi Allah menciptakan roh artinya menciptakan termasuk menciptakan pada diri manusia sifat yang ada pada manusia diciptakan Allah karena jasad manusia dan sifat manusia diciptakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang shahih bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan yaitu 100 Rohmah jadi Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan 100 Rahmah
(31:47) dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya menurunkan di bumi ini satu dan menyimpannya 99 rahmat itu nanti Yaumul Qiyamah di dalam hadis Abu Hurairah [Musik] dan Allah Subhanahu Wa Ta’Ala menurunkan satu Rohman manusia sampai binatang-binatang dan dengan itulah manusia itu saling menyayangi
(32:50) manusia saling menyayangi manusia di muka bumi ini ya artinya apa punya empati rasa ingin membantu rasa ingin menolong Itu sebab adanya kemudian Nabi SAW mengatakan kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyimpannya 99 dan itu akan diberikan nanti ya apa saja Rahmat itu luas sekali Rohmat itu ya dan rahmat Allah subhanahu wa ta’ala itu berkaitan
(33:55) dengan banyak Sisi yang pertama kita mengetahui begitu Agungnya begitu besarnya rahmat Allah ta’ala kepada hambaNya sebagaimana disebutkan dalam ayat Quran warahmatullahi wasiat kemudian Allah mengatakan Al Ghofur rahim Dan Allah telah menetapkan baginya Rahmat artinya Allah telah menetapkan baginya adalah Rahmat kemudian kaum muslimin pemirsa yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala di sini kita melihat Imam Bukhari mengetengahkan 3 hadits Tapi kita baru baca dua hadis kita ambil dulu hadis nomor akhir
(35:01) artinya hadis yang ketiga yang saya bacakan hadis kedua bahwa Imam Bukhari rahimahullahu ta’ala membawakan hadits ini dalam Bab rahmat Allah dekat dari orang-orang yang berbuat Ihsan kemudian beliau membawakan Hadits bahwa ada penghuni neraka yang dinamakan dengan jahanam jadi ahli neraka ini Tentunya bertingkat-tingkat artinya ahli neraka dari orang beriman bukan ahli neraka dari orang kafir jadi yang masuk neraka dari orang beriman ada ahli neraka yang paling akhir masuk surga dari orang beriman mereka dikenal dengan
(35:56) Jadi mereka dikenal dengan jahanam mereka dikeluarkan dari neraka sebagaimana dalam konteks hadis ini itu setelah wajah mereka hitam kelam jadi wajahnya hitam kelam Jadi kalau digambarkan seperti belanga seperti sejenis cerek atau apa saja yang telah disentuh api lama apalagi ya kalau bukan dengan api yang memang seperti kayu bakar ada keraknya Kalau bahasa Sunda itu kan renghack itu ya hidung takut truk gitu dan itu begitu dahsyatnya api neraka maka mereka dimasukkan ke surga maka di sini rahmatihi [Musik] dimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala
(37:00) memasukkan mereka ke surga dengan karunianya jadi dengan karunia rahmatnya dengan bentuk kasih sayang Allah kepada hambaNya jadi kepada hambaNya Gimana Di Sini mengandung dua hakikat secara globalnya ia menunjukkan rahmat Allah kepada hambaNya yaitu orang-orang beriman secara khusus dalam kasus ini dalam bab ini itu apa pengampunan Allah kepada orang-orang yang telah berdosa jadi Allah mengampuni orang-orang yang berdosa Kemudian yang kedua adalah berupa Nahdlatul halikin di mana Allah ta’ala menyelamatkan orang udah celaka
(38:06) makanya apa yang kita wajib Imani tentang orang beriman berkaitan dengan neraka jadi orang beriman berkaitan dengan neraka globalnya ada dua juga jadi secara pokoknya ada dua yaitu ada orang-orang yang keburukannya lebih banyak dari kebaikan yang hukum asalnya dia ke neraka tapi ada diantara orang-orang beriman yang punya amalan buruk bahkan kalau melihat hukum asal dari amalnya dia mesti ke neraka tapi Allah mengampuni kepada hambaNya maka sebagian orang yang mesinnya ke neraka Allah mengampuninya dan pengampunan Allah kepada hambaNya
(39:08) itu karena rahmatnya maka di dalam ayat Alquran dikatakan artinya Allah mengampuni kepada hambaNya itu bukan berarti Allah lemah dari hambanya bukan berarti karena Allah tidak mampu menghadap hambanya karena kan kalau kita terkadang mengampuni orang ketika orang berbuat salah sama kita ya diantara kondisi kita tidak mampu untuk membalas tapi Allah maha besar Allah maha berkuasa untuk menghadap hambanya tapi Allah tidak menganggap hambanya Allah tidak menyiksa hambanya ketika hambanya telah berbuat dosa Lalu kenapa Allah kalau tidak menghadap
(40:03) hambanya karena Allah memiliki sifat Rohmah Allah merahmati hambanya orang beriman jadi Allah marah mati hambanya orang yang beriman maka diampunilah itu kan sekarang yang kedua ada orang beriman yang telah masuk neraka artinya orang yang beriman yang banyak keburukannya kemudian masuk neraka maka orang yang telah masuk neraka pun Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengeluarkan dari neraka Bagaimana Allah ta’ala mengeluarkan orang dari neraka yaitu dari orang beriman yang berbuat dosa karena Allah menyayangi hambanya
(40:47) karena Allah memiliki sifat Rohmat pada hambanya di mana dikatakan bahwa rahmatku mendahului murkaku dan ini bentuk kasih sayang Allah ta’ala kepada hambaNya dan beberapa dalil lain Salah satu bentuk rahmat Allah kepada hambaNya contoh ketika orang beriman melakukan satu kebaikan maka itu dilipatgandakan 10 ya sampai 700 lipat sampai pelipatan tidak terhingga bagi orang beriman jadi tidak satu amal dikasih pahala satu tidak Allah mengasihinya 10 Siapa yang datang dengan kebaikan maka akan diberikan 10 kebaikan
(41:52) nah tapi si Rohmat Allah itu apa ketika orang itu melakukan keburukan maka Allah mencatatnya cuma satu maka barangsiapa yang melakukan keburukan maka tidak dibalas kecuali sepertinya hanya satu dan ini rahmat Allah kepada hambaNya artinya orang yang berdosa diampuni orang yang telah celaka diselamatkan orang yang melakukan kebaikan diberi 10 orang yang melakukan keburukan tetap satu kemudian apa yang menunjukkan rahmat Allah dari sisi lain di mana Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana disebutkan oleh Nabi Salam
(42:37) jika orang kafir non muslim masuk Islam maka semua keburukan yang masa lalu itu artinya dianulir semuanya semuanya itu menjadi bersih kaya Maulana seperti dia baru dilahirkan oleh ibunya jadi semua dosa yang dilakukan di masa kafir itu dihapus Allah tapi seandainya orang-orang kafir itu Melakukan kebaikan di masa dia kafirnya kemudian dia masuk Islam maka kebaikan-kebaikan yang ada dalam ajaran islam dilakukan oleh orang kafir kemudian dia masuk Islam maka setelah masuk islam itu dicatat oleh Allah subhanahu wa ta’ala
(43:24) dan ini adalah berupa rahmat Allah yang begitu luas jadi rahmat Allah yang begitu luas pada hambanya dan begitu Agungnya rahmat Allah kepada hambaNya kemudian bagian yang terakhir dari bab ini ataupun dari hadits yang tentunya wajib kita telaah di sini bahwa Nabi SAW mengatakan innama yarhamullah jadi menjelaskan bagaimana kita mendapatkan rahmat Allah bagaimana kita itu bisa mendapatkan rahmat Allah maka sejumlah hadis menunjukkan seperti ini yaitu bersikap Rahmat dengan sesama jadi bersikap terhormat dengan sesama
(44:25) jadi Allah telah merahmati kepada orang yang punya sifat Rahman Allah akan mengasihani kepada makhluk kepada seorang hamba kepada seorang mukmin yang memiliki sifat kasih sayang nah kaum muslimin pemirsa yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala di sini ada beberapa kasus yang Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menggambarkan sifat Rohmah kita Berikan beberapa contoh di sini Rahmat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam diantaranya adalah hadis ini hadis ini ketika melihat yang ditimpa musibah boleh menangis tapi menangis yang bukan niaha dan ini
(45:21) dibedakan menangis yang Nia Hah menangis yang bukan niaha menangis yang dinilai dan itu termasuk sifat jahiliyah menangis yang histeris menangis yang sampai mungkin kita sampai berguling-guling kemudian mengangkat suara bahkan dibarengi dengan permukaan merobek-robek baju maka ini namanya niaha dan ini termasuk dosa bahkan dikatakan menangis dalam arti bahasa kita meneteskan air mata itu menunjukkan lembut hati menunjukkan ada sifat Rohmah kasih sayang pada seseorang ketika saudaranya itu dapat musibah tidak tertawa
(46:16) tidak menambahkan kegembiraan tapi bersedih maka diepersikan dengan meneteskan air mata dan kasus yang kedua adalah ketika Putri Zaina prodiastut meninggal dan waktu itu Baginda Nabi Salam setelah memerintahkan kepada para sahabat untuk memandikannya dan memerintahkan untuk mengkafaninya Ketika Nabi Salam Itu menyaksikan di kuburannya maka anda sekarang tidak bisa turun ke tiang Lahat karena beliau di malamnya telah berjimak dengan salah seorang istrinya maka dilarang orang yang berjima di malamnya besoknya menguburkan artinya bukan
(46:56) datang ke kuburan mengantarkan tetapi turun ke liang lahan untuk menguburkan Nah itu artinya menyelisi sunnah maka beliau tidak tetapi beliau berada di dekat kuburan di pinggir kuburan maka beliau meneteskan air mata dan belum mengatakan ini Rohmah kenapa Katanya menangis Air mata ini adalah Rahmah bentuk kasih sayang Kemudian pada kasus yang lain nabi ketika beliau mengatakan aku ini punya anak 10 dan belum satu orang pun aku cium mereka maka Nabi SAW mengatakan Allah tidak merahmati kepada orang yang tidak punya
(47:49) sifat Rahmat jadi menunjukkan bahwa kasih sayang itu diepersikan seperti anak dicium keningnya anak dicium ini dan ini dalam bentuk bentuk apa bentuknya versi saya kemudian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersikap kasih sayang Rohmah kepada orang-orang yang menyelisihi karena kejahilannya jadi orang-orang yang menyelisihi karena jahil belum tahu bahkan nabi besar [Musik] masuk masjid lalu kencing di pinggir masjid artinya di sudut masjid maka diburu oleh para sahabat mengatakan dia dulu sampai dia selesai kencingnya
(48:47) kemudian Nabi SAW memerintahkan kepada para sahabat untuk mengambil sesuatu air dan dituangkan ke tempat kencingnya itu maka nabi Wasallam [Musik] kepada dia agar apa agar tidak sakit dan agar tidak kemana-mana air kencingnya dan rahmat juga kepada para sahabatnya akan menyiram tempatnya kalau kemana-mana kan lebih banyak air yang harus dibutuhkan kalau dikagetin mungkin sakit dikagetin tentunya kemana-mana kepakaian dan menjadi sulit bagi orang itu maka nabi salam menangguhkannya sehingga selesai baru dikasih nasehat
(49:26) dan dikasih pijakan tentang larangan untuk kotoran masjid dan najis kemudian para sahabat kemudian ada orang yang bersin ada orang mengatakan sejumlah para sahabat menghardik akan mengeluarkan orang ini tapi nabi salam cuma mengatakan sesungguhnya salat itu sibuk kepada Allah bukan interaksi manusia dengan manusia maka orang itu mengatakan demi Allah aku tidak melihat seorang guru lebih baik dari beliau baik dulu Ataupun besok artinya inilah guru yang sesungguhnya kasih sayang kemudian menggunakan kata-kata komunikasi
(50:13) komunikasi contoh ketika ada anak kecil Selamat tidur Aqua itu makan dengan tangan kiri dan mengambil di satu nampan dan di depan orang maka anda bisa mengatakan ya bunayya [Musik] samilah ucapkan bismillah makan dengan tangan kananmu kemudian makanlah yang di depan ini bentuk kasih sayang kasih sayang ketika membetulkan orang yang dianggap sana dan nabi wasallam tidak pernah ketika melihat sebuah kesalahan orang jahil dengan rahmat tidak menyebutkan namanya langsung dalam beberapa kasus salah satunya Ketika Nabi Salam sholat
(51:08) dan mengimami tiba-tiba ada orang yang perutnya ke depan artinya tidak lurus maka Nabi SAW mengatakan latus dia ya jangan kayak dia Tapi beliau mengatakan ya kalian merapatkan shaf kalian merapikan setiap kalian atau Allah akan mengazab kalian dengan menjadikan hati kalian bercerai-berai cara Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam itu apa mengajari lihat ada orang yang salatnya salah masuk salat salatnya tidak sesuai lalu orang itu ngucapin salam kepada Nabi Salam tidak langsung begini salat Kamu itu salah Beliau mengatakan coba salat lagi
(52:14) salat lagi Kamu belum salat salat lagi yang kedua masih kayak tadi tapi salam lagi kepada nabi salam kemudian orang itu disuruh lagi salat salat sampai ketiga kali sampai nabi salam yakin kalau orang itu salah maka nabi salam Setelah dia berkata Ya Rasulullah aku tidak bisa salat lebih baik dari ini ia seperti ini saya selesai hari-hari kalau digambarkan seperti itu maka Nabi SAW mengatakan kepada orang itu ya kita kuntailah sholati ya Pasbi dulu Jika kamu akan menunaikan salat maka
(53:26) sempurnakanlah wudumu dan menghadaplah kiblat dan bertakbirlah Takbiratul Ihram bacalah Fatihah ya kemudian rukulah dengan tumaninah kemudian Bangkit Dan tidaklah dengan tuma’ninah kemudian sujudlah dengan tuma’ninah kemudian Duduklah dengan duduk tumaninah dan sujud kembali dengan sujud tuma’ninah Lakukanlah apa yang aku sampaikan ini dalam sebuah sholatmu Subhanallah bahkan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dengan begitu rahmahnya nabi Hasan terkadang menjawab satu pertanyaan dengan dua pertanyaan dengan
(54:07) dua jawaban ketika melihat bahwa orang itu semuanya butuh dan Nabi SAW menerka ada kebutuhan ilmu Walaupun dia tidak langsung tanya ketika ada orang yang mengatakan Ya Rasulullah Ya Rasulullah aku ini apa aku ini melewati lautan artinya mengarungi lautan dan tidak membawa air tawar tertulis sedikit mereka belum tahu kalau air laut itu suci di saat itu ya bolehkah kami berwudhu dengan air laut maka nabi selalu menjawab kuat tahu rumahku laut itu suci airnya dan halal bangkainya Kenapa Karena nabi wasallam memprediksi sebenarnya mereka juga akan
(54:52) bertanyain karena mungkin saja nanti mereka mengarungi lautan kemudian melihat bangkai-bangkai ikan mereka akan gimana makan dasar ngasih tahu sebelum Mereka bertanya Nabi SAW mengatakan dan halal bangkainya dan itu adalah bentuk kasih sayang Baginda Nabi salam kepada orang yang belajar pada orang yang bertanya sehingga Nabi SAW mengatakan rahmatillah semua penduduk bumi maka akan merahmati yang di sana artinya yang di langit termasuk para malaikat yang di atas langit yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahmati kita Nah dari kaum muslimin
(55:34) pemirsa yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala Nah di sini menunjukkan bahwa untuk mendapatkan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala ada sebab-sebab yang wajib kita tempuh dan begitu luasnya ya kasih sayang Allah kepada hambaNya dan bagaimana Nabi SAW juga mempraktikkan sifat Rahmat ya sifat Rahmat sifat rahmat dalam berdakwah dalam mengajar sifat rahmat dalam semuanya bahkan kita mengetahui Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam disebutkan dalam hadis ketika beliau ingin memanjangkan salatnya tiba-tiba mendengar suara tangisan anak
(56:12) maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memendekkan bacaannya setelah itu ya kemudian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menegur ketika memanjangkan bacaannya melebihi batasan syarat ditegur oleh Nabi SAW kemudian Nabi SAW mengatakan kalau kamu mengalami shalat fard maka artinya salatnya itu hendaklah sederhana artinya tidak terlalu panjang membaca surahnya dan jika kamu salat sendirian maka silahkan panjang semua kamu dan semampu semampu kamu dan ini adalah bentuk Rahmat nah bahkan kaum muslimin pemirsa yang dirahmati Allah Subhanahu
(56:56) Wa Ta’ala Nabi SAW Rahmat kepada orang-orang kafir jadi bersikap kasih sayang kepada orang-orang kafir jadi di sini adalah bagian Jadi bukan berarti Rohmat yang dimaksud di sini ya berwalak kepada orang kafir tetapi dalam teori berdakwah kita lihat dalam beberapa bentuk bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam beberapa kasus beberapa kasus itu menunjukkan sifatnya ketika beliau datang ke thoif kemudian nabi salam berdakwah dilempari kemudian malaikat penjaga Gunung menawari kepada nabi salam untuk menenggelamkan makhluk Thaif
(57:44) tetapi Nabi SAW mengatakan sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahil kemudian Nabi Salam Rahmat kepada bayi ataupun kepada roh kepada janin yang ya masih ada di rahim ibu mereka yang masih ada di surga manusia makanan berdoa kepada Allah Ya Allah semoga keluar dari surga orang yang beriman kepada Allah orang yang mentauhidkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi nabi salam tidak memenuhi permintaan malaikat penjaga Gunung untuk menenggelamkan mereka ketika aku telah berdakwah lama tapi tidak ada seorangpun yang mereka masuk Islam coba
(58:37) engkau mendoakan mereka agar mereka dihancurkan Allah wahai sahabatku kembali lagi mereka Maka beliau itu balik lagi kaumnya dan alhamdulillah setelah itu tidak ada satu keluarga Kecuali mereka dalam masuk Islam dalam satu kampung itu satu kalau kita mungkin satu lusin Satu kecamatan masuk Islam semuanya dan ini adalah bentuk kasih sayang kemudian tapi jangan dipahami dengan ayat yang jadi di sini poinnya beda artinya Rohmat dalam arti memiliki Nabi SAW menangguhkan kepada orang-orang yang jahil yang tidak memerangi kepada Nabi
(59:32) Shallallahu Alaihi Wasallam jadi memberikan tanggung memberikan tangguh Contohnya apa bahkan yang ketika telah berencana membunuh ketika telah capek dalam potongan ceritanya aja ini tiba-tiba ada orang kafir mengatakan Siapa yang menghalangimu dari pedang ini maka anda bisa mengatakan Allah maka jatuhlah pedangnya itu dan nabi salam itu mengancam Siapa yang bisa menghalangi kamu dari pedang ini maka orang itu menggigil tapi tidak membunuhnya pergi lalu dengan rahmatnya yaitu memaafkan maka orang itu masuk Islam dengan sebabnya
(1:00:22) kemudian pengejar Nabi SAW dengan Abu Bakar dikejar ketika berhijrah kemudian orang itu ingin membunuhnya ya ingin membunuh Baginda Nabi kemudian dia terjatuh kudanya terjatuh kendaraannya terjatuh dan nabi besar mengancamnya tapi nabi salam meninggalkannya dan tidak membunuhnya pergi bergegas dan tidak membunuh orang itu maka orang itu apa orang itu akhirnya apa masuk Islam dengan sebabnya Karena nabi salam Hata kepada orang kafir ya berbuat Ihsan berbuat Ihsan karena di sini adalah merupakan wasilah untuk berdakwah kepada Allah Subhanahu
(1:01:11) Wa Ta’ala nah kaum muslimin pemirsa yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka itu makna salah satu dari firman Allah ta’ala menetapkan sifat rahmat bagi Allah subhanahu wa ta’ala dan ayat ini memberikan penjelasan kepada kita wajibnya kita bersikap Ihsan memiliki sifat Ihsan dengan itu kita akan mendapatkan rahmatnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala di sini pembahasan kita di malam yang berbahagia ini berkaitan dengan bab yang ke-25 bab tentang firman Allah ta’ala bahwa rahmat Allah dekat dari
(1:02:04) orang-orang yang berbuat TV demikianlah Islam dan pendengar rujak dimanapun anda
(1:03:08) berada kajian ilmiah yang kami hadirkan secara langsung dari kajian di kesempatan hari ini yang mudah-mudahan memberikan pencerahan dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua dan tentunya kita harapkan ilmu tersebut ilmu yang bermanfaat yang menghasilkan amal demikian Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Rodja TV


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *