Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc. | Ta’liqah ‘ala Syarhissunnah lil Imam Al-Muzani

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

kajian Islam ilmiah di Rodja TV dan radio Rodja kitab Syahrul Sunnah Imam muzani ini merupakan kitab yang sangat luar biasa berharga tentang masalah akidah arodaliful rahimahullah Imam muzani memaparkan pembahasan-pembahasan aqidah dengan ringkas kajian Islam ilmiah di Rodja TV dan radio Rodja radio raja Bandung 104 poin 3 mm radio hijau dan Radio Rodja Bandung menyebar cahaya Sunda tentang para pendengar dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada [Musik] secara langsung TV saluran di ruang Alquran dan kajian Islam bismillah Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah para pemerhati raja dimanapun anda berada Alhamdulillah di kesempatan Sabtu Siang pekan kedua yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita ustadz Abdurrahman Toyib El Syiah fidzahullah dari kota Surabaya pembahasan di kesempatan ini masih melanjutkan kita takliko ala syarhi sunnah Lil imami al-muzani yang ditulis oleh fadilatus Syekh Profesor Doktor Abdul Razak bin Abdul Muslim Al Badar fidho Allah Nah setelah penyampaian materi silahkan nantinya Anda dapat bertanya secara langsung di Line telepon 021 8236543 atau Anda dapat mempersiapkan pertanyaan melalui pesan singkat di charge WhatsApp di nomor 0819896543 Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan Selanjutnya kami persilahkan kepada Al Ustadz Valeri Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] muslimin pemirsa TV raja dan pendengar Raden Rodja di mana saja berada rahimani wa rahimakumullah Alhamdulillah segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang mempertemukan kita kembali dalam kajian kitab ta’lir atau cara aqidah Imam al-mujarani as-syafi’i oleh fadilati Syekh abduktor Abdur Razak bin Abdul Muhsin al-abbat Al Badr Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan kepada kita ke istiqomahan dalam belajar aqidah Salaf dan berpegang teguh dengannya sampai akhir hayat kita nanti langsung saja kita lanjutkan poin yang masih berkaitan dengan Al Iman beliau di halaman 110 al-imam al-muzani as-syafii rahimahullah berkata wa ahalul jannati Yauma izin Fildan dan para penghuni surga pada waktu di surga mereka merasakan berbagai macam bentuk kenikmatan dan mereka menikmati berbagai macam kelezatan-kelezatan di surga nikmat yang paling mulia yang paling Agung mereka bergembira mereka berbahagia semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan kita termasuk para penghuni surga di hari kiamat kelak dan mereka pada waktu di surga melihat kepada Rob mereka tidak ragu tentang melihat wajah wajah mereka dengan kemuliaan dari Allah karunia dari Allah berseri-serium dan mata mereka dengan karunia dengan keutamaan dari Allah Mereka melihat kepadanya dalam kenikmatan yang kekal abadi selama-lamanya kemudian Al Imam Al muzani membawakan ayat surat al-hijr ayat 48 yang berbunyi laa yamashobun wamahu minhabi mereka tidak merasakan di dalam surga keletihan kecapean dan tidak pula mereka dikeluarkan dari surga kemudian ayat 35 dari surat buah-buahan yang ada di surga itu terus-menerus berbuah demikian pula dengan naungannya itulah balasan bagi orang-orang yang bertakwa wa uqbal kafirin dan balasan bagi orang-orang kafir adalah neraka naudzubillahimindzalik kemudian Imam al-muzani as-syafi’i melanjutkan lagi dengan mengatakan wa ahluljah namun orang-orang kafir yang mereka mengingkari hari kebangkitan mengingkari Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka terhijab dari mereka pada waktu hari kiamat Terutama ketika mereka di neraka dan mereka dibakar di dalam api neraka lebih sama kan surat al-maidah ayat yang ke-80 yang artinya sungguh jelek apa yang mereka perbuat bagi diri mereka yaitu Allah murka atas mereka dan mereka kekal di dalam azab neraka mereka tidak dibinasakan hingga mati dan mereka tidak pula diringankan azabnya kami balas setiap orang-orang kafir surat Fathir ayat 36 kemudian kata imam al-muzani orang-orang yang dikehendaki oleh Allah dari ahli tauhid yang akan dikeluarkan dari api neraka Semoga Allah menjauhkan kita dari api nerakanya dan semoga Allah memasukkan kita ke dalam surganya ini akhir pembahasan tentang Al Iman beliau ambil akhir Ya sudah kita sampaikan pada kesempatan yang lalu beberapa pembahasan tentang Al Iman beliau mil akhir tentang Yaumul ba’atsr hari kebangkitan hari dikumpulkannya manusia Adanya Al Hisab adanya timbangan kemudian di bahas di sini surga dan neraka kita baca Syarah atau penjelasan dari Syekh dr Abdul razaq bin Abdul imam muzani tadi berkata wa Ahlul Jannah Penghuni Surga pada waktu di surga mereka merasakan berbagai macam bentuk kenikmatan kelezatan mereka menikmatinya baru dan mereka sangat bergembira bahagia dengan kemuliaan yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menjelaskan di dalam banyak ayat-ayat Alquran tentang berbagai macam kenikmatan di surga diantaranya dalam surat azzukhruf ayat 71 Allah berfirman yutoful Minda mereka dikelilingi dengan piring-piring dari emas dan juga piala-piala matastahil anfus di dalam surga ada berbagai macam yang menyenangkan jiwa dan yang menyenangkan pandangan dan kalian di dalamnya gagal abadi dan juga dalam pembahasan akidah sering dibahas masalah surga dan neraka bahwasanya aljannawa anar mauju datang bahwasanya surga dan neraka sudah ada sekarang dan kekal abadi selama-lamanya Adapun tentang surga neraka sudah ada sekarang sebagaimana dalam banyak ayat Alquran disebutkan Surga itu uidatul Muttaqin telah disediakan bagi yang bertaqwa yang sudah disediakan disiapkan bagi orang-orang yang bertakwa sebaliknya neraka kata Allah disediakan telah disiapkan bagi orang-orang kafir Adapun dalil kekekalan surga neraka diantaranya ayat yang kita baca ini ya kata Allah Surga itu gagal Abadi demikian pula dengan neraka penghuninya kekal abadi Khalid ini menunjukkan surga neraka kekal selama-lamanya ini membantah kelompok jamiyah mu’tazilah yang mereka mengingkari kegagalan api neraka dan surga ataupun tentang surga neraka itu sudah ada sekarang kemudian dibawakan oleh Imam atau oleh Abdul Muhsin Al Abbad ayat ke-12 sampai 22 dari surat al-insan ya kita baca ayat dan juga terjemahannya agak lumayan panjang Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat al-insan ayat 12 wajah dan dia Allah memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka dengan surga dan pakaian dari sutra ini adalah balasan bagi orang-orang yang bersabar tentunya yang bersabar di atas atau edan ah sunnah di atas ibadah kepada Allah Tidak mungkin orang bisa masuk surga tanpa atau haid orang yang berbuat Syirik haram masuk surga tempatnya adalah api neraka kata Allah muttaki inafihaal aroik di dalamnya di dalam surga mereka duduk bertelekan di atas dipan mereka tidak merasakan di dalamnya teriknya sinar matahari dan tidak pula kedinginan yang menyengat dan naungan pohon-pohon Surga itu dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya ini kenikmatan di surga ya semoga Allah mengumpulkan kita di surga kelak dan diedarkan kepada mereka dan piala-piala yang bening laksanakan kaca yang terbuat dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya di dalam surga itu mereka diberi minum segelas minuman yang campurannya adalah jahe dan kata Abdullah bin Abbas adalah tidaklah yang ada di surga dari nama-nama yang ada di dunia kecuali hanya sekedar persamaan dalam nama ada sungai di surga-sungai di dunia namun hakekatnya berbeda ada buah di surga buah di dunia namun hakekatnya berbedanya sama namanya demikian pula di sini dan Jabir tentunya yang ada di surga lebih nikmat ya tidak ada bandingnya dengan yang di dunia yang didatangkan dari sebuah mata air surga yang dinamakan Surah dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda apabila kamu melihat mereka kamu akan mengira mereka mutiara yang bertaburan dan apabila kamu melihat di sana surga niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar mereka memakai pakaian Sutra harus yang hijau dan Sutra tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak dan mereka memberikan kepada mereka minuman yang bersih innahazakana lakum jazaan wakana saiyukum maskuro sesungguhnya ini adalah balasan untukmu dan usahamu adalah disyukuri alias diberi balasan ya Sekali lagi kita mohon kepada Allah semoga Allah memasukkan kita ke dalam surga-nya dan menjauhkan kita dari api nerakanya ini beberapa ayat yang berkaitan dengan kenikmatan di surga masih baik lagi ayat-ayat yang lain seperti misalnya dalam surat al-waqiah dan yang lainnya kemudian Maaf San muslimin pemirsa TV raja dan pendengar raja-raja Imam Al muzani mengatakan lagi mereka pada waktu di surga melihat kepada Rob mereka dan ini merupakan nikmat yang teragung nikmat yang paling besar di surga nikmat melihat wajah Allah Subhanahu Wa Ta’ala Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kepada kita kenikmatan melihat kepada wajahnya di surga kelak kemudian kata Imam atau kata Syekh Abdul Razak lamma zakran setelah Imam al-muzani menyebutkan beberapa kenikmatan penghuni surga beliau melanjutkan dengan menyebutkan nikmat yang paling Agung yang digapai oleh para penghuni surga Apa itu wahuwaro iyatullah yaitu melihat kepada wajah Allah pada hari kiamat ya secara hakiki dengan mata kepala mereka para penghuni surga melihat kepada Allah dengan mata kepala mereka ya sebagaimana dalam Nas baik ayat ataupun hadis-hadis yang Mutawatir ya ini disampaikan untuk membantah juga kelompok an muktazilah dan yang semisal dengan mereka yang mengingkari rukyat dalil Allah dilihat oleh para penghuni surga di surga kelak diantaranya surat al-qiyamah ayat 22 sampai 23 Allah berfirman wujuhu yahudin mereka yaitu para penghuni surga pada waktu itu berseri-seri wajah mereka berseri-seri Mereka melihat kata para ulama ketika disebutkan wajah dan kemudian di situ disebutkan melihat maka mereka melihat dengan mata kepala mereka ini membantah juga Ahlul takwil yang mengatakan ia melihat namun dengan mata hati tolong mengatakan wajah ya berseri-seri kepada robnyalah melihat kepada wajah menunjukkan yang melihat itu mata kepala Bukan Mata Hati yang demikian pula kasus saya salam bersabda Ida dakhola Ahlul jannati Al Jannah apabila para penghuni surga telah masuk surga Allah berfirman Apakah kalian mau aku tambahi kenikmatan fayakulun para penghuni surga menjawab dalam Ya Allah bukankah Engkau telah menjadikan Wajah kami berseri-seri bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga menyelamatkan kami dari api neraka call kemudian dikatakan saya Saiful hijab Allah pun menyingkapkan hijabnya tidaklah mereka diberi sesuatu yang lebih mereka cintai daripada melihat kepada mereka ini Sabda Rasul saw yang diyakini oleh Ahlussunnah Wal Jamaah sepanjang masa orang beriman di surga melihat kepada wajah Rabb mereka surat Yunus ayat 26 bagi orang-orang yang berbuat kebaikan al-hasta kebaikan dan tambahannya rasul mentafsirkan dalam riwayat mereka mendapatkan kebaikan yaitu surga melihat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari ayat ini surat Yunus 26 juga tadi sebagai dalil tentang orang beriman melihat kepada RAB mereka di surga sekelompok dari para sahabat juga mentafsirkan ayat tadi Yunus 26 aziada dalam ayat tadi tambahannya yaitu melihat kepada Rabb Allah Azza wa Jalla diantara salah tadi yang menafsirkan adalah Abu Bakar As Siddiq Wah Kholifah ini adalah pemahaman para Salafus Saleh bahwasanya manusia di surga melihat kepada Rob mereka melihat kepada Allah ini tidak mungkin terjadi kecuali setelah manusia meninggal dunia alias tidak mungkin manusia melihat Allah di dunia maka sesat dusta bahkan Kafir kalau ada yang mengklaim dirinya bisa melihat Allah di dunia ini Kenapa karena sekali lagi Rasul saw telah bersabda alamnya tidak ada seorangpun dari kalian yang melihat roknya di dunia sampai dia mati ya hadis riwayat Imam muslim jangankan Manusia Biasa yang pernah diajak bicara oleh Allah Nabi Musa Alaihissalam beliau bahkan memohon kepada Allah memperlihatkan wajahnya di dunia ini Abdur Ketika Nabi Musa berkata tunjukkanlah dirimu kepadaku Aku ingin melihatmu Allah mengatakan engkau tidak bisa melihatku yaitu di dunia ini Allah bak ini tak Karomah kalau Gunung itu kokoh setelah diperlihatkan Allah maka engkau akan bisa melihat namun kata Allah falamna ketika Allah menampakkan dirinya kepada guru hancur gunung tersebut yaitu juga sama dengan sabda Rasul hijrahnya Allah itu cahaya cahaya ya hijabnya tadi maka cahaya wajahnya akan membakar semua makhluk yang dia lihat makanya manusia di dunia tidak sanggup tidak mungkin bisa melihat Allah beda dengan di hari kiamat Allah berikan kekuatan bagi mereka untuk melihat kepada wajah Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahkan nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ketika peristiwa israwa dan Mi’raj ditanya oleh Abu Dzar haro’e tarabah Apakah engkau melihat Rabb maka beliau menjawab Nurun anak ada cahaya yang menghalangiku melihat Allah mereka itulah imam Albar Bahari dalam kitab dasar Rasuna mengatakan Siapa yang mengklaim ada seseorang bisa melihat Allah di dunia ini dalam keadaan terjaga maka dia kafir ya sebagaimana kata Rasul di sini tidak ada seorangpun dari kalian yang bisa melihat roknya sampai dia mati artinya di hari akhir di hari kiamat ketika salat beliau mengatakan Allahumma inni as aluka Ya Allah Sesungguhnya aku memohon kepadaMu kelezatan melihat kepada wajahmu Allahumma inni as’aluka dan aku memohon kepadaMu Kerinduan berjumpa dengan tanpa fitnah yang menyesatkan hadis riwayat Imam an-nasa’i ini juga dalil Allah dilihat pada hari kiamat orang beriman melihat kepada wajah Allah Subhanahu Wa Ta’ala ketika menjelaskan hadist tadi tentang doa Nabi yaitu dalam kata-kata yang mencelakakan mamadratkan Mozilla tanpa fitnah yang menyesatkan Apa maknanya kata Syekh kata Imam Ibnu Rajab Al Hambali tadi Rasul mengajarkan doa allahumma inni as aluka dan aku mohon Kerinduan kepada perjumpaan denganmu Ya Allah kata-kata Kerinduan berjumpa dengan Allah ini mengajinkan cinta kematian menghendaki segera untuk berjumpa dengan Allah meninggalkan dunia yang fana ini menghadap kepada Allah di hari kiamat kalau orang secara umum di dunia ini ketika mohon menghendaki kematian itu karena ada suatu hal yang berat dalam hidupnya ada sesuatu yang ya merupakan musibah yang sangat memadarkan dirinya namun orang beriman ketika mohon perjumpaan dengan Allah karena memang cintanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ingin segera bertemu dengan Allah kepingin melihat wajah Allah meskipun secara asal tidak boleh orang menghendaki kematian dan Kebanyakan orang yang menginginkan kematian di dunia itu tadi karena ada musibah bala yang menimpanya maka orang yang beriman yang bertakwa ketika menghendaki kematian ini beda dengan ahli dunia Mereka betul-betul ingin berjumpa dengan Allah mereka ingin selamat dari fitnahnya dunia yang menyesatkan maka dia mohon kepada Allah mengharapkan segera di wafatkan tanpa ada tadi yang mencelakakan atau orang yang beriman bertakwa ketika menghendaki kematian murni karena cinta Allah ingin berharap ya ketemu dengan Allah yang selama ini dia ibadah kemudian Imam Al muzani berkata tadi layumaru Nafi nadhori Ya syukur Orang yang beriman para penghuni surga mereka tidak pernah ragu tentang melihat kepada wajah Allah Subhanahu Wa Ta’ala penting dari penulis yaitu Imam al-muzani bahwasanya wajib bagi setiap Mukmin mukminah agar tidak ada keraguan dalam dirinya tentang masalah rukyatullah harus yakin orang beriman melihat kepada Allah di hari kiamat kelak apalagi dalilnya sudah jelas dari ayat ataupun dari Sabda Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam sesungguhnya kalian akan melihat kepada Rabb kalian sebagaimana kalian melihat rembulan di kala bernama tasbiru ikata para ulama rasul tidak menyamakan Allah dengan rembulan namun Rasul menyamakan cara melihat Allah sama dengan cara melihat rembulan ada di atas dan yang melihat ada di bawah mereka tidak layatak biro Yati mereka tidak saling berdosa-desakan ketika melihat Allah Subhanahu Wa Ta’ala orang beriman layumaru tidak ragu tidak ada keraguan sama sekali tentang akidah yang satu ini ternyata kata beliau Wal iya orang beriman tidak ragu apalagi mengingkari tidak mungkin kalau orang itu mengingkari kiamat maka ini salah satu yang akan mengakibatkannya tidak melihat kepada wajah Allah pada hari kiamat kalau orang itu ragu mengingkari hal ini maka tidak ada keinginan untuk melihat wajah Allah maka mereka pun diharamkan melihat wajah Allah pada hari kiamat oleh karena itulah sebagian salah berkata Man kadzababi Karomah Barang siapa yang mendustakan suatu kemuliaan suatu pahala maka dia tidak akan mungkin bisa menggapainya karena tidak ada keyakinan dalam hati sedangkan orang beriman sebagaimana kata Allah Innamal mukminuna ladzina amanu Billahi wa rasulihikumnya orang yang beriman kepada Allah dan rasulnya atau Sesungguhnya orang beriman adalah yang beriman kepada Allah dan rasulnya dan mereka tidak ada keraguan yakin dengan seyakin-yakinnya melihat Allah pada hari kiamat itu adalah semulia-mulia kemuliaan yang Allah berikan kepada hambaNya bahkan itu nikmat yang paling nikmat di surga kelezatan yang paling lezat di surga melihat kepada wajah Allah Subhanahu Wa Ta’ala wajah mereka dengan kemuliaan dari Allah berseri-seri ya semuanya nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala Allah yang memberikan Hidayah Allah yang memberikan ya Taufik Allah yang memberikan jalan ke Istiqomah sampai menuju kepada surga sampai mendapatkan nikmat yang satu ini semuanya kembali kepada karunia keutamaan dari Allah subhanahu wa ta’ala tiba di sini dari segi bahasa mereka berseri-seri wajah mereka cerah wajah mereka terang benderang baik bagus sekolah Ta’ala banyak ungkapan-ungkapan dari ulama Salaf tentang tafsir ayat ini yaitu nabilatul ada yang mengatakan Hasanah baik ada yang mengatakan Naimah di atas kenikmatan semuanya ini wajah mereka orang beriman pada waktu di surga berseri-seri bercahaya bersinar baik dan seterusnya kalau bicara mati Ay annatun minallah Mereka melihat kepada Allah adalah nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala Rahmat dari Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana orang itu masuk surga bukan semata-mata karena amal perbuatan manusia tidak bisa memberi surga tidak sebanding dengan surga makanya kata Rasul meminta tidak ada seorangpun diantara kalian yang amalnya bisa memasukkannya ke dalam surga kata para sahabat Bagaimana dengan dirimu ya Rasulullah kata Rasulullah aku juga ada mikia tidak masuk surga gara-gara amalku namun karena Rahmat dari Allah subhanahu wa ta’ala ya ini sekali lagi semua kembali kepada pertolongan Hidayat Taufik dari Allah subhanahu wa ta’ala nikmat yang Allah berikan kepada mereka anhamil Iman yaitu Allah memberikan hidayah untuk beriman untuk mereka Istiqomah di atas keimanan puasa Batam atau mereka dijadikan konsisten di atas ketaatan kepada Allah hataman Allah tersebut juga Allah masukkan ke surga Allah berikan nikmat melihat kepada wajahnya al-fadhol lillahi Allahu akhiro karunia ini semuanya kembali kepada Allah dari awal sampai akhir melihat yaitu kata Imam al-hasan al-bashir tahun layak Mereka melihat kepada Rob mereka mendapatkan nikmat yang paling nikmat di surga melihat kepada wajah Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya sebagai karunia dari Allah subhanahu wa ta’ala dengan karunia dari Allah melihat kepada nya melihat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ayat ini menegaskan bahwasanya ruqyah itu benar-benar ada terjadi dengan mata kepala bukan dengan mata hati sebagaimana firman Allah tadi Ujung [Musik] secara kaidah bahasa Arab kata-katanya hanya satu melihat dengan mata kepala ya wujud ilaika aku melihat kepada melihat dengan mata-mata kepala maka ini sekali lagi bantahan kepada Ahlul takwil kelompok muktazilah dan yang semisalnya yang mereka mengatakan melihat Allah di hari kiamat namun dengan mata hati mata batin ini sekali lagi ucapan yang sesat menyesatkan kata Imam jail lagi Vina mereka dalam kenikmatan di surga kekal abadi selama-lamanya terus-menerus yang kekal abadi dan diantara nikmat tadi nikmat melihat kepada wajah Allah subhanahu wa ta’ala dan para penghuni surga tentunya bertingkat-tingkat derajat mereka Sesuai dengan amal perbuatan mereka semakin banyak amal perbuatan mereka tentunya ikhlas yang tiba maka semakin banyak mereka mendapatkan dan enak makanya kata ulama Al Jannah itu bertingkat-tingkat dan yang paling tinggi surga firdaus jika akan memohon kepada Allah Mintalah surga firdaus yang paling yang paling tinggi perbedaan kelas tingkatan mereka di surga sesuai dengan perbedaan ketaatan mereka Sesuai dengan perbedaan ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala buat Iman bihi tergantung juga keimanan mereka kepada Allah paham mereka tidak satu tingkat di surga kemudian kata Syekh tadi Allah berfirman Allah berfirman shop apabila kalian sudah selesai dari suatu amalan maka apa beramal lah yang lain bercapek-capek lah Dalam menggapai kebaikan kata seorang penyair insom capek-capek lah karena kenikmatan dunia itu setelah rasa capek tersebut tidak ada rasa cetak capek letih semua yang ada kebahagiaan kesenangan tidak ada penyakit di dalam surga kenikmatan dan kelezatan Semoga Allah sekali lagi memasukkan kita ke dalam surganya dan mereka tidak akan dikeluarkan dari surga tersebut mereka kekal selama-lamanya di dalam di dalam surga ini akidah ahlussunnah Surga itu kekal abadi kalau penghuninya kekal abadi demikian pula dengan surganya Muhammad mereka kekal di dalam kenikmatan yang selama-lamanya dan dalam karunia yang sangat luas buah-buahannya terus tumbuh terus berbuah dengan naungan di surga itulah balasan bagi orang-orang yang bertakwa ini salah satu sebab meraih surga Allah dengan taqwalah Azza Wa Jalla bertakwa kepada Allah Taqwa yang sebenarnya sebagaimana kata tolak bin Habib Anta Mala bita’atillah ala Nurin minallah yaitu melaksanakan ketaatan kepada Allah di atas cahaya dari Allah di atas Dalil dari AlQuran maupun sunnah rasul salam dalam rangka mengharapkan pahala dari Allah dan engkau meninggalkan maksiat kepada Allah di atas cahaya dari Allah di atas dalil dalam rangka takut azab Allah ini takwa yang akan mengantarkan manusia ke dalam surga puasa surga yang luasnya Seluas Langit Dan Bumi yang Allah sediakan yang Allah telah sediakan bagi orang-orang yang bertakwa itulah balasan bagi orang-orang yang bertakwa kata Allah Adapun balasan orang kafir adalah api neraka makna ayat tadi pukul buah-buahan di surga naungan di surga kenikmatan di surga itu kekal abadi selama-lamanya dan surga Allah jadikan sebagai tempat tinggal orang-orang yang bertakwa dan taqwa sebagaimana kita sampaikan tadi melaksanakan perintah Allah dan yang paling diperintahkan oleh Allah adalah perintah bertauhid mengesakannya dalam ibadah dan yang paling dilarang oleh Allah adalah mutlak orang meraih surga atau haid meninggalkan Adapun orang kafir tempat tinggal mereka di dalam api neraka innalladzinahan kafir dari Alkitab dan orang musyrikin mereka kekal di dalam api neraka selama-lamanya merekalah sejelek-jelek makhluk wahabisal itulah sebaik-baik tempat tinggal mereka bahkan Berapa banyak perbedaan di antara Ahlul Jannah dan ahlul sekali perbedaan mereka kemudian kata imam al-muzani orang-orang yang tidak mau mengimani rakyat Allah di hari kiamat mereka yang tidak akan ya diperlihatkan wajah Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan terhijabi dari melihat Allah orang-orang kafir di neraka tentunya tidak akan mungkin bisa melihat kepada wajah Rock mereka sebagaimana sebagaimana firman Allah dalam surat al-muthaffifin ayat 15 ini dalil ketiga dari ayat Alquran tentang rukyatullah Allah dilihat pada waktu di Surga oleh orang beriman Allah berfirman sekali-kali tidak sesungguhnya mereka terhijabi tertutupi dari melihat mereka tidak melihat kepada Allah mereka tidak bisa menggapai nikmat yang satu ini Kenapa mereka terhijabi dari melihat Allah karena Allah murka kepada mereka orang-orang kafir tersebut kalau mereka tidak beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ketika Allah murka kepada orang kafir Allah tidak memperlihatkan wajahnya kepada mereka Maka sebaliknya Allah akan memperlihatkan wajahnya kepada orang-orang yang beriman yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala Imam Al muzani pernah berkata samitu Ibrahim IBN haram al-quraisy wakana Min elyati ashabi Syafi kata Imam al muzani aku pernah mendengar Ibrahim bin haram al-quraisy dan beliau Ibrahim ini termasuk orang dekatnya Imam asy-syafi’i rahimahullah Yakult Dia berkata Sami itu kata Ibrahim bin haram al-quraisy tadi aku mendengar Imam Syafi’i rahimahullah berkata tentang firman Allah tadi surat al-mutaffifin kala innahum Ar robbihim Yauma sekali-kali tidak mereka terhijabi dari melihat mereka kata Imam Syafi’i karena Allah menutupi mereka dari melihatnya dalam keadaan dia murka maka sebaliknya ini adalah dalil Allah dilihat oleh orang-orang beriman dalam keadaan Allah Ridho kepada mereka muslimin pemirsa di kerajaan seseorang yang bernama Abun Najm Al qasbi ya abaibrahim yakni almuzani ada orang yang punyanya Abun najam Al qasi ini berkata kepada Imam Al Ghazali wahai Imam Al muzakani wahai Abu Ibrahim Apakah engkau mengatakan sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Syafi’i Bahwasanya Allah terhijabi dari orang kafir dan Allah dilihat oleh orang yang beriman Apakah engkau mengatakan demikian juga meyakini demikian juga kata imam al-muzani dan itulah keyakinan itulah akidah kemudian ada seseorang yang bernama Islam langsung mencium kepala Imam Al muzani Seraya berkata iya Sayyidina ulama-ulama mazhab syafi’iyaum bayyata wujuhana pada hari ini engkau menjadikan wajah-wajah kami berseri-seri Kenapa demikian karena tadi beliau mengokohkan aqidah mereka tentang Allah dilihat pada waktu manusia di surga kemudian kata Syekh Abdul razaq bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badriah alangkah butuhnya manusia terutama di akhir-akhir ini kepada sikap imam al-muzani yang tegas tentang masalah akidah tidak berimbang tidak mencela mencret Al Haq dikatakan hak meskipun harus melawan arus yang sesat Ini kata Syekh Berapa banyak manusia yang sangat bodoh kepada sikap seperti ini yang bisa tuh Bait al wuju menjadikan wajah berseri-seriah bukan yang ikut harus manusia manusia kepada kesesatan ikut ke sana kembali ikut tidak punya pendirian tidak seperti orang yang ikut arus orang lain yang jelas sesat menyimpang Min mukhalafah yang menyelisihi au taktil aunafit Bali bahkan seorang muslim apalagi seorang ustad Dai harus punya ya prinsip Al haqquh-ahku lanjut Taba kebenaran itu yang layak untuk diikuti dan dia wajib menyampaikan kebenaran tersebut dan tegas jelas menyampaikan kebenaran tidak disembunyikan agar dia seperti Imam Al Ghazali rahimahullah-nya ulama mazhab As Syafi’i baiat engkau yang menjadikan Wajah kami berseri-seri wafat kemudian kata Imam al muzani dan mereka orang-orang kafir dibakar di dalam api neraka yakni yo Kadun kemudian kata Allah dalam surat al-maidah ayat 80 nabi sama apa yang mereka perbuat bagi diri mereka yaitu di dunia sehingga Allah murka kepada mereka dan mereka pun kekal di dalam adab mereka ini juga sekali lagi penghuni neraka kekal demikian pula dengan neraka apa orang-orang kafir mereka tidak mati di dalam api neraka tidak mati dan juga tidak hidup kalau mati enak sudah enggak merasakan azab dan tidak pula hidup dengan kenikmatan ini sekali lagi bagaimana azabnya orang kuffar naudzubillahimindzalik kata Imam atau kata Syekh Abdul razaq dalil juga tentang kekekalan penghuni api neraka jadi orang-orang kafir layub doa mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati demikianlah kami membalas setiap orang kafir mereka berteriak menjerit mengatakan keluarkan kami dari api neraka sehingga kita bisa beramal saleh bukan seperti yang kita amalkan dulu kata Allah Bukankah kami telah memanjangkan usia kalian sehingga bisa untuk dijadikan barang renungan dan telah datang kepada kalian pemberi peringatan azab neraka dan tidak ada penolong bagi orang-orang yang zalim surat Fathir 36 sampai 37 kata Imam al-muzani tidak diringankan azab mereka tidak pernah berhenti azab itu bahkan terus ditambah sebagaimana firman Allah rasakanlah Azab api neraka dan kami tidak menambahkan kepada kalian kecuali azab surat an-naba ayat 30 setiap saat setiap detik adab mereka ditambah oleh Allah dan kata beliau wahadil ayat asadul ayat-ayat ini adalah ayat-ayat yang paling keras tentang azab para penghuni tapi neraka kemudian maafan muslimin pemirsa TV Raja rahimani rahimakumullah Imam muzani mengakhiri bab ini dengan kata-kata khala Mansya Allah minalmu Wahidin ihraj ini berlainan dengan orang-orang yang bertauhid yang mereka berbuat dosa Lalu dimasukkan ke neraka mereka pasti akan dikeluarkan orang yang di dalam api neraka diazab Di neraka ada dua golongan Gumul kufar yang pertama orang kafir wasir petani yang kedua orang-orang muslim yang mereka layak masuk neraka karena perbuatan dosa mereka yang dinamakan dengan istilah para ahli maksiat dari orang yang bertauhid bahwa orang-orang yang pelaku dosa dari orang beriman kalau mereka dimasukkan ke dalam neraka maka pasti suatu saat mereka akan dikeluarkan secara berkelompok dalam waktu yang berbeda-beda harta layak Bapa sampai tidak ada lagi mereka yang bertauhid yang berbuat dosa tadi ya kecuali hanya orang kafir yang tinggal di dalam api neraka kata Allah keluarkanlah dari api neraka setiap orang yang mengucapkan lailallah dan di dalam hatinya ada sedikit dari keimanan ya setiap orang beriman kalaupun diazab di neraka pasti suatu saat akan dikeluarkan ini berbeda dengan Akidah kelompok muktazilah yang mengatakan pelaku dosa besar kekal di dalam api neraka ya nanti akan disampaikan dalil yang membantah mereka dari hadis Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam telah datang dari sahabat rasul yang bernama itu tentang bagaimana dikeluarkannya orang-orang yang bertauhid yang berbuat dosa dari api nerakallah ketika menyebutkan tentang penghuni api neraka beliau menyebutkan setelahnya ya sekelompok orang akan tetapi ada sebagian orang yang telah diazab di neraka dengan Sebab dosa-dosa mereka kemudian mereka dimatikan dalam api neraka Hatta idhaka NU fahman sampai mereka sudah mau menjadi arah atau sudah menjadi arang diizinkan oleh Allah para nabi para malaikat memberikan syafaat kepadanya maka mereka pun dikeluarkan sekelompok demi sekelompok dan mereka pun dimasukkan ke dalam Sungai di surga semakin dikatakan wahai para penghuni surga Bangkitlah bangunlah maka mereka pun tumbuh seperti tanaman yang tumbuh oleh arus air bah intinya Rasul SAW dalam hari Kursi ini menyatakan atau dalam hadis-hadis ini bukan para penghuni para penghuni neraka dari ahli tauhid yang mereka dimasukkan ke neraka karena sebab dosanya itu pasti akan keluar dari api neraka dengan cara tadi dulu bihim Sabda Rasul mereka dimasukkan neraka dengan sebab dosa mereka yang dimaksud dosa di situ selain kekafiran karena dosa kufur dosa sering besar itu kekal dalam api neraka nggak ada ampun Innallaha layar tidak mengampuni dosa Syirik walau maka mereka pun dimatikan di neraka sampai mereka sudah menjadi arah Ayah kuno Indonesia apa tadi sesuai dengan dosa Mereka kelompok yang dikeluarkan berbeda-beda waktunya di anak apa yang mereka lakukan juga berbeda-beda satu derajat failet dalam riwayat dikatakan mereka dimasukkan ke dalam Sungai kehidupan lalu mereka pun tumbuh sebagai manusia setelah kematian mereka di neraka watak hawulin Ila kita sehingga mereka menjadi arang Yul kawin Firdaus dimasukkan ke dalam Sungai Mereka pun hidup ya dengan sebab air dari surga tersebut kamatan botol hibah sebagaimana tumbuhnya tanaman yang dibawa oleh air bah Al hibah Al hitam ini yang mungkin bisa kita sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini semoga Allah menjauhkan kita dari api nerakanya dan memasukkan tidak ke dalam surganya Allah Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fiikumsalam atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini berkaitan dengan iman kepada hari akhir Ikhwan Islam masuk para pendengar radio Rodja dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada silahkan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung di lantal phone 0218236543 atau pertanyaan melalui pesan singkat di 0819896543 pertanyaan pertama kita awali dari pesan singkat di kesempatan ini dari Pak Iyan di Bogor Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz Bagaimana kita bisa mengatasi rasa takut yang berlebihan dan kecemasan terkait dengan hari kiamat sementara kita tetap beribadah dan pengharapan kepada Allah supaya diselamatkan nanti pada saat terjadinya hari kiamat mohon penjelasannya atas pertanyaannya yang pertama seorang muslim muslimah kata para ulama harus memiliki dua sayap sebagaimana seekor burung seekor burung tidak akan mungkin bisa terbang dengan baik tanpa kedua sayapnya itulah rasa harap dan rasa takut maka tidak boleh hanya takut saja nanti Putus Asa nanti berprestasi Raja saja ini akan meremehkan dosa harus dua-duanya ada ada khaf ada raja kalau rojaknya berlebihan maka ditarik dengan ditarik dengan rajanya diantaranya juga kalau terlalu ya ada perasaan takut yang benar-benar ya kita harus ingat diantara nama Allah ar-rahman yang maha penyayang yang lagi maha pengasih wasiat Rahmatullah rahmat Allah meliputi segala sesuatu maka kita apa perbanyak mengharap ya rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Terima kasih Syukron atas jawaban yang disampaikan Ustaz semoga bermanfaat untuk penanya pertanyaan berikutnya masih dari pesan singkat kembali dari Irfan di Bogor Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustad Apakah salah satu bentuk iman kepada hari akhir yaitu berusaha untuk tidak berbuat zalim berselisih dengan sesama saudara Muslim mohon nasehatnya Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia berucap yang baik atau kalau nggak bisa berucap yang baik maka dia dia ini landasan orang berbuat landasan orang berucap iman kepada Allah dan iman kepada hari akhir iman kepada Allah tafsirkan dengan al-ikhlas ya berbuat ikhlas karena Allah iman kepada hari akhir sebagai motivasi untuk kita Tetap berbuat yang baik apa diantara perbuatan baik watawa sambil tidak menyakiti orang lain tanpa tanpa cuma di zaman seperti terkadang perlu kita Perintis sedikit ya Terkadang ada orang yang misalnya ucapannya terutama di medsos ucapannya menyimpang dari akidah salah ucapannya jelas menyelisihi Alquran dan Sunnah kemudian ketika dibantah dikatakan yang membantah yang membuat keributan nah ini yang keliru yang membantah yang menasehati ini yang tadi berkata yang yang baik yang pertama kali yang memposting yang mengucapkan ucapan yang menyimpang yang menyelisi aku dan Sunnah ini yang membuat perselisihan ini Biang Kerok kelelahan kesesatan makanya Syekh Abdul Razak juga dalam buku beliau yang sangat luar biasa bagusnya Manhaj sunnah ada sebuah risalah oleh sunnah dalam menyatukan umat beliau menyebutkan tentang Sabda Rasul wala Taba hobi jangan kalian saling membenci kata share Sebagian ulama mentafsirkan menjelaskan hari ini dengan kata-kata fihi annahu S ini terdapat larangan berbuat ini penafsiran yang sangat mendalam Lavanya jangan saling membuat kebencian tapi kata ulama tadi di dalamnya ada larangan berbuat Beda kenapa karena bidah itu biang kerok keributan Biang Kerok perselisihan Biang Kerok perpecahan umat kata Beliau juga bukan yang membantah Bid’ah yang membuat perselisihan bukan yang membantah kesesatan yang membuat keributan jadi sekali lagi harus dipahami dengan baik dan benar karena sekarang ini sudah banyak yang dibolak-balik yang berbuat Bid’ah di tokohkan yang membatasi diusir dan seterusnya naudzubillahimindzalik [Musik] disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya dan kita yang menyimak ukhuwah Islam melalui silahkan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung masih kami buka kesempatan di Line telepon 0218236543 Ya silahkan ya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh silahkan Pak Mul di Medan menunjukkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam orang-orang yang disiksa di neraka yang saya ingin tanyakan Ustadz Apakah penghuni neraka saat ini sudah ada ustad ya gitu aja Ustad semoga bertambah ilmu kami Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh silahkan Ustad ya yang pertama sudah kita sampaikan tadi surga dan neraka itu sudah ada sekarang namun apakah para penghuninya sudah ada tentunya penghuni surga neraka itu dalam kategori penghuni yang permanen sebagaimana kita sampaikan tadi itu akan ada setelah hari kiamat sekarang belum terjadi hari-hari kiamat belum ada hari kebangkitan hari penghisa apa maka surga dan neraka belum ada penghuni Adapun kisah-kisah tadi ini kita wajib mengimaninya bahwasanya juga Allah ala kulli syair Qadir Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu Allah Maha Kuasa menampakkan para penghuni neraka para penghuni surga Meskipun mereka masih belum ada sekarang ini Allah Adapun syaiin Qodir namun sedikit kita tambahkan kelompok muktazilah kelompok yang menyembah akal yang sekarang ini juga banyak menyebar di tengah-tengah kita yang juga lagi viral ya semoga Allah menyelamatkan umat Islam dari kesesatan dan penyimpangan mereka laka Sallallahu Alaihi Wasallam yang mana ahlussunnah meyakini bahwasanya surga neraka sudah ada sekarang beda dengan kelompok muktazilah mereka mengatakan surga neraka sekarang nggak ada Apa alasan mereka alasan mereka akal picik mereka Dengan alasan kalau sekarang surga neraka ada padahal belum ada penghuninya itu kata mereka sia-sia mubazir istilahnya maka dijawab oleh para ulama bahwasanya tadi nasnya jelas Allah mengatakan surga telah disediakan bagi orang yang bertakwa neraka kata Allah yang telah disediakan bagi orang-orang kafir kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala sudah menjadi kasur gadang neraka atau sudah menggunakan surga dan neraka untuk memberikan balasan bagi yang beriman dan yang kafir di alam barzah orang yang diberikan nikmat di alam kubur di alam barzah diantaranya diberikan kenikmatan surga dibukakan pintu surga dia sudah merasakan nikmat surga meskipun belum masuk surga artinya apa surga berada diberikan kenikmatannya bagi yang di alam barzah dari orang-orang yang bisa menjawab pertanyaan sebaliknya neraka digunakan untuk menyiksa orang-orang kafir Anda api neraka dipaparkan kepada Firaun dan para pengikutnya apabila matahari yaitu di alam alam barzah Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya Pak Mul yang berada di Medan Sumatera Utara kita beralih ke pertanyaan melalui pesan singkat kembali dari hamba Allah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Apakah orang yang bertauhid yang keluar dari neraka ke surga memiliki tanda yang khusus yang bisa dilihat oleh penduduk surga yang lebih dahulu masuk ke surga dan apakah masih ada rasa malu akan dilihat oleh orang pada saat di surga mohon nasehatnya kita adalah urusan akhirat urusan tidak boleh terlalu berlebih-lebihan mendalam-dalami hal-hal menanyakan hal-hal yang memang tidak disampaikan dalilnya oleh Alquran dan Sunnah Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam atas Jawabannya dan itu merupakan pertanyaan kita terakhir di kesempatan ini mungkin ada sebagai iktitan atau penutup silahkan Ustadz muslimin pemirsa di kerajaan ini butuh pengorbanan butuh perjuangan dan seorang muslim muslimah tentunya mengharapkan surga ingin jauh dari api neraka maka kewajiban kita semuanya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan diantaranya Istiqomah di atas tauhid Istiqomah di atas akidah salah Dan juga Istiqomah di atas sunnah Rasul saw Meskipun banyak otak dan duri karena dikelilingi dengan hal-hal yang tidak menyenangkan botol Semoga Allah Subhanahu Wa ta’ala mengumpulkan kita di surga kelak bersama para nabi dan para sahabat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam kurang lebihnya mohon maaf wa jazakumullah Khairan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fiikum kepada guru kita ustadz Abdurrahman Thayyib Al Syiah atas ilmu yang sangat bermanfaat yang telah disampaikan untuk kita semua demikian info program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin dari Kitab taqliqolah muzani yang ditulis oleh fadilatus Profesor Doktor Abdul razaq bin Abdul Muhsin Al Badar vitaqullah Semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama dapat kita pahami dengan baik dan benar dan tentunya Semoga dapat memperkuat iman dan persiapan menghadapi hari akhir tetaplah berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan teruslah menuntut ilmu syar’i kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala ke-8 Terima kasih jazakumullahu Khairan Barakallah wabillahi taufik wal hidayah Subhanallah wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta subhanaka aktivitas wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *