Syaikh Prof. Dr. Abdurrazaq bin Abdul Muhsin – Tujuan-Tujuan Haji

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

kita dunia dan di akhirat kami ucapkan selamat menyimak semoga bermanfaat saluran dan kajian Islam Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian kita bersholawat kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam diantara salah satu tujuan daripada melaksanakan ibadah haji yang mulia adalah mendapatkan keuntungan dengan ridho Allah subhanahu wa ta’ala dan keselamatan dari neraka Allah subhanahu wa ta’ala itu merupakan diantara tujuan daripada ibadah haji yang sangat mulia sebagaimana tujuan ini memiliki dalil-dalil yang sangat banyak sekali salah satunya adalah Hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Manhaj yarvus yang melaksanakan ibadah haji karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian mereka tidak melakukan renovasi melakukan hal-hal yang bisa menghilangkan pahala walau mereka tidak melakukan kefasikan maka mereka pulang seperti baru saja dilahirkan oleh ibunya hadits ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan imam muslim demikian juga hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang lainnya sesungguhnya haji yang mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya kecuali surga Allah Subhanahu Wa Ta’ala muslim dan juga sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam hadis Amru bin as radhiyallahu ta’ala Anhu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan kepadanya Islam akan menghilangkan kesalahan-kesalahan sebelumnya Begitu juga dengan hijrah akan menggugurkan kesalahan-kesalahan sebelumnya Begitu juga dengan ibadah haji akan menggugurkan kesalahan-kesalahan sebelumnya hadits diriwayatkan oleh imam muslim demikian juga hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan dosa karena yang sebagaimana besi emas perak kalau seandainya dibakar maka akan menghilangkan karat-karatnya Al mabruroti sawabun illal Jannah dan tidak ada balasan yang paling bagus untuk haji yang mabrur kecuali surga Allah subhanahu wa ta’ala dan hadis ini diriwayatkan oleh Imam at-tirmidzi Wal fauzina Al munkar dan keberuntungan mendapatkan keridaan allah subhanahu wa ta’ala merupakan nikmat yang paling Agung dan nikmat yang paling luar biasa sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala sesungguhnya seorang mukmin yang laki-laki dan yang perempuan sebagian mereka adalah Wali daripada sebagian yang lainnya yang mana mereka saling memerintahkan kepada yang Ma’ruf melarang kepada yang mungkar mendirikan salat membayar zakat taat kepada Allah dan rasulnya mereka itu adalah orang-orang yang akan dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha bijaksana dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjanjikan kepada orang-orang mukmin yang laki-laki ataupun yang perempuan surga yang mengalir di bawahnya anak-anak Sungai mereka kekal di dalamnya dan mereka akan mendapatkan tempat tinggal yang bagus di dalam surga ADN dari Allah yang sangat Agung dzalika huwal fauzil karena yang demikian merupakan kemenangan yang luar biasa Shallallahu Alaihi Wasallam Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan di dalam ayat ini yang pertama kali adalah amalan-amalan mereka dalam rangka ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan juga ketaatan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian amalan yang mereka lakukan fardhu fardhu di dalam Islam kemudian kewajiban-kewajiban dalam agama kemudian juga mereka melakukan sesuatu yang jelas di dalam agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan nasehat kepada sesama hamba memerintahkan kepada yang baik melarang kepada yang mungkar kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan setelahnya bahwa balasan yang disediakan adalah balasan yang bertingkat-tingkat Allah Subhanahu Wa Ta’ala memulai balasan yang diberikan kepada mereka surga yang dipersiapkan yang mengalir di bawahnya anak-anak Sungai kemudian Allah menyebutkan balasan mereka adalah tempat tinggal yang bagus kamar-kamar yang luar biasa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala sediakan sebagai tempat tinggal mereka di dalam surga kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan Karomah kemuliaan yang sangat besar nikmat-nikmat yang sangat Agung dan nikmat tersebut tidak lain adalah kemenangan mendapatkan ridho Allah subhanahu wa ta’ala disitulah Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan dan keridaan Allah subhanahu wa ta’ala yang maha besar kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengakhiri Ayat tersebut dengan ucapannya dzalika huwal fauzim yang demikian merupakan keberuntungan yang sangat Agung mahluka Adapun makna firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang sangat besar Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak menyebutkan bandingannya di dalam ayat ini setelah menyebutkan yang paling besar agar kita mengetahui bagaimana keagungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan bahwa sesungguhnya keridaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala merupakan nikmat yang paling Agung pemberian yang paling luar biasa karena keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tersebut adalah salah satu sifat diantara sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala sedangkan surga dan apa-apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala sediakan di dalamnya dalam bentuk kasih sayang Pemberian hadiah itu semua merupakan makhluk diantara makhluk-makhluk Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan keridhoan Allah Subhanahu Wa Ta’ala lebih besar daripada semua nikmat yang ada lebih besar daripada surga lebih besar daripada semua kenikmatan yang ada di dalam surga sehingga Karunia dan keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala merupakan nikmat yang sangat luar biasa dan pemberian yang sangat indah diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepada hambaNya Shallallahu Alaihi Wasallam makna yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala di dalam ayat ini juga disebutkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana sebuah hadis yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan imam muslim di dalam Kitab Shahih mereka berdua dari hadis Abu Sa’id al-khudri radhiyallahu ta’ala Anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabdallah Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala berbicara kepada penduduk surga wahai penduduk surga maka semua mereka mengatakan kami menjawab seruanmu Ya Allah Dan kami bahagia dengan seruanmu maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala kembali berkata hal roti itu Apakah kalian sudah maka penduduk surga Mereka bertanya sambil memberikan jawaban Bagaimana pula kami tidak Ridho Sedangkan engkau telah memberikan kepada kami sesuatu pemberian yang tidak pernah diberikan kepada makhlukmu Allah Subhanahu Wa Ta’ala kembali mengatakan Aku akan berikan kepada kalian sesuatu yang lebih mulia lagi daripada hal tersebut maka penduduk surga mengatakan ya Allah apalagi yang lebih mulia daripada pemberianmu maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada kalian keridhoanku dan selama-lamanya aku tidak akan pernah lagi murka dan marah kepada kalian balasan yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada penduduk Surga itu merupakan setimpal dengan amalan-amalan yang telah pernah mereka lakukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan aku halalkan untuk kalian keridaanku karena mereka dulu Ridho kepada Allah Subhanahu wa ta’ala sehingga itu merupakan balasan daripada apa yang mereka lakukan al-jaza Umin jinsil amal karena balasan sesuai dengan amalan yang mereka lakukan ketika mereka Ridho kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka Allah pun menghalalkan keridhoan kepada mereka tersebut juga diriwayatkan oleh Imam al-hakim di dalam al-mustadrak atau mustadraknya dengan sanad yang shahih dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ta’ala anhuma bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabdakala Ahlul jannatil jannata apabila penduduk surga mereka sudah memasuki surga Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan berkatahuna Apakah kalian menginginkan sesuatu sehingga aku akan memberikan keinginan kalian tersebut dan aku akan menambahnya maka penduduk surga mereka semuanya mengatakan rebana Ya Allah apalagi yang lebih mulia daripada pemberianmu maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman sesungguhnya keridhoanku lebih besar daripada semua nikmat maknanya lebih besar daripada surga dan apa-apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala sediakan di dalam surga tersebut juga sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Hasan Al washri rahimahullahu ta’ala ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala memasukkan mengilhamkan ke dalam hati mereka sesuatu yang sangat indah sesuatu yang sangat lezat sehingga mereka merasakan semua itu melebihi daripada kenikmatan surga dan apa-apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala sediakan di dalamnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadikan hati mereka di dalam hati mereka betul-betul menikmati keridaan Allah subhanahu wa ta’ala dan itu diantara makna yang disebutkan oleh Imam Hasan Al bashri rahimahullah [Musik] [Musik] makna yang demikian tentang keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga dilukiskan oleh Imam Ibnu qayyim rahimahullahu ta’ala di dalam kitabnya menyebutkan sesungguhnya mereka berada di dalam kehidupan dan kenikmatan dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tambahkan dengan surga yang mengalir di bawahnya tiba-tiba muncul ada sebuah cahaya yang begitu indah yang menyebutkan keselamatan kepada mereka semua kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala bertanya kepada mereka apa yang mereka inginkan agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan tambahan Mereka pun menjawab bahwa sesungguhnya kenikmatan yang sudah ada merupakan diantara nikmat yang luar biasa dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kepada mereka keridhoannya sebagian mereka disaksikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala zat yang maha memberi dan Allah subhanahu wa ta’ala yang memberikan kemuliaan dengannya mereka tidak lagi berusaha karena Allah subhanahu wa ta’ala yang memberikan Taufik kepada mereka semua dan mereka sebagiannya dikehendaki oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena karunia dan kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada mereka semuanya [Musik] syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu ta’ala juga mengatakan aku memperhatikan Sesuatu yang bermanfaat di dalam sebuah doa maka yang paling indah adalah dikala minta pertolongan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan aku menyaksikan itu terdapat di dalam surat al-fatihah Ya Allah kami beribadah dan kepadamu kami minta pertolongan pertama [Musik] bahwa sesungguhnya di antara bentuk meminta pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala merupakan salah satu keindahan yang luar biasa yang senantiasa dicari oleh hamba-hambanya dan itu merupakan keagungan yang indah diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala karena mencari ridho Allah subhanahu wa ta’ala adalah pintu yang besar bagi mereka-mereka yang senang cara bagi mereka yang senantiasa mencari keridaan Allah subhanahu wa ta’ala mereka yang selalu menginginkan kedekatan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan mereka yang ingin selalu kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala seorang muslim untuk menjadikan tujuan ini senantiasa berada di depan matanya dan hadir di dalam hatinya untuk mencari keutamaan haji di rumah Allah Subhanahu Wa Ta’ala mendapatkan keberuntungan dan keridaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian ampunan dari Allah subhanahu wa ta’ala dan agar dirinya dibebaskan dari api neraka dan hendaklah seorang muslim mereka senantiasa termotivasi di dalam jiwa dan raganya di setiap tempat mereka berada di kala Haji ataupun di luar haji untuk senantiasa mencari keridaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena ayat ini merupakan ayat yang senantiasa ada di dalam hati dan jiwa manusia yang mana Tujuannya adalah untuk mencari keridaan Allah subhanahu wa ta’ala sehingga dengannya maka keadaan-keadaannya pun menjadi baik dan seluruh urusannya pun diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala jelas sesungguhnya bagi mereka yang ingin mencari keruntuhan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan itu adalah bagian dari kehidupannya maka hendaklah mereka betul-betul berusaha untuk menjadikan setiap daripada ibadah yang dia lakukan tujuannya mencari ridho Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak menyebutkan dirinya dengan perkara-perkara yang lainnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan di dalam ayat yang banyak sekali bahwa hal-hal yang bisa menghalangi seseorang mendapatkan ridho Allah subhanahu wa ta’ala Ketika seseorang menyebutkan dirinya dengan perkara-perkara yang lainnya sehingga mereka terhalangi dan mereka akan memberikan bekas di dalam jiwa dan raganya karena mereka menyebutkan dengan perkara-perkara untuk Selain mencari keridaan Allah subhanahu wa ta’ala terutama dikala mereka melakukan ibadah yang mulia ini Indonesia seandainya kita memperhatikan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala diantara hal-hal yang bisa menghalangi seseorang mendapatkan keridhoan atau janji yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Allah menyebutkan bagi manusia dihias bagi mereka kecintaan kepada syahwat ketertarikan kepada wanita anak-anak harta benda dari emas pura Budha dan hewan ternak yang lainnya perkebunan dan yang semisalnya yang itu semua merupakan kenikmatan dalam kehidupan dunia dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memiliki tempat kembali yang sangat indah kemudian katakan wahai Muhammad aku akan memberitahukan kepada kalian yang lebih baik daripada itu semua tentunya bagi mereka yang bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang diberikan surga yang mengalir di bawahnya anak-anak Sungai mereka kekal di dalamnya istri-istri yang disucikan oleh Allah kemudian keridhoan dari Allah subhanahu wa ta’ala Allah Subhanahu Wa Ta’ala melihat kepada hamba-hambanya mereka yang senantiasa mengucapkan kami beriman ya Allah ampunkan dosa kami kemudian selamatkan kami dari api neraka mereka adalah orang-orang yang sabar yang bersedekah yang selalu beribadah yang selalu berinfak dan mereka yang selalu minta ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala terutama di waktu-waktu sahur saha udah ada Alhamdulillah mereka-mereka yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala di dalam ayat ini yang mendapatkan keridhaan allah subhanahu wa ta’ala maka mereka terlebih dahulu telah meridai Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka Ridho kepada Allah sehingga dikala mereka Ridho kepada Allah menjadikan Allah sebagai rabbnya mereka bersungguh-sungguh mereka berupaya sehingga pada akhirnya mereka mendapatkan keridhoan dari Allah subhanahu wa ta’ala dengan amalan-amalan dan kesungguhan yang telah mereka lakukan sebagaimana juga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan peringatan kepada hambaNya untuk meninggalkan sesuatu yang bisa menyebabkan mereka kehilangan untuk mendapatkan keridhaan allah subhanahu wa ta’ala dan ayat yang serupa Allah Subhanahu Wa Ta’ala Sebutkan di dalam surat al-hadid dunia ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan pelengahan perhiasan kemudian saling bermagamagahan Diantara Kalian serta berlomba-lomba dalam kebanyakan harta dan keturunan dan Allah memberikan perumpamaan seperti hujan yang tanamannya mengagungkan para petani lalu mengering dan kamu lihat menguning kemudian hancur dan dalam kehidupan akhirat ada azab yang sangat pedih begitu juga sebagaimana ada ampunan dari Allah dan juga keridhoan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Dan tidaklah kehidupan dunia kecuali kesenangan yang menipu dan memperdayakan makanan menyebutkan tentang keridhoan yang diberikan kepada hambaNya kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan peringatan agar mereka tidak terjatuh ke dalam hal-hal yang bisa menghalangi mereka untuk tidak mendapatkan keridaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena mencari keridhoan Allah merupakan tujuan visi seorang hamba dikala Mereka ingin mendapatkan karunia dan kasih sayang dari Allah subhanahu wa ta’ala serta mewujudkan agar mereka termasuk orang-orang yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan mereka yang melaksanakan ibadah haji memiliki kesempatan untuk mendapatkan keridhaan allah subhanahu wa ta’ala dan hendaklah seorang muslim mereka berusaha untuk melakukan amalan-amalan yang bisa mendatangkan keridaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka berlomba-lomba berusaha berijtihad semua amalan-amalan yang mereka lakukan bisa mendatangkan keridaan Allah Azza wa Jalla sehingga tujuan dia yang paling utama agar senantiasa mencari Bagaimana supaya Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan keridhoan kepadanya Shallallahu Alaihi Wasallam dan juga di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari salah seorang sahabat yang bernama radhiyallahu ta’ala anhu Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan ada seorang hamba yang senantiasa mencari keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala dan mereka selalu selalu dan selalu mencari ridho Allah subhanahu wa ta’ala sehingga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan kepada malaikat-nya wahai Malaikatku mereka senantiasa mencari kedudukanku maka malaikat-malaikat Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan bahwa sesungguhnya rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala diberikan kepada mereka kemudian Ketika Malaikat Jibril menyebutkan yang demikian maka malaikat yang membawa Arsy Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga menyebutkan yang demikian bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan rahmat dan keridhoan kepadanya Begitu juga dengan malaikat-malaikat yang ada di sekitarnya kemudian mereka-mereka yang ada di langit sana semuanya menyebutkan apa yang disebutkan oleh mereka Jibril sehingga Allah Subhanahu Wa Ta’ala turunkan Rahmat keridhaan tersebut kepada hamba yang tadi senantiasa mencari keridaan Allah subhanahu wa ta’ala untuk mendapatkan kebaikan yang dijanjikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan mereka hendaklah menjauhi hal-hal yang bisa menghilangkan daripada kebaikan tersebut dan tentunya kedua dan teladan mereka dalam masalah ini adalah para nabi Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan kepada mereka contoh di dalam melakukan kebaikan yang mulia ini Musa Alaihissalam wa ajintur Islam dan diantara contoh yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala adalah tentang Nabi Musa Alaihissalam Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan Ya Allah aku bersegera untukmu agar Engkau memberikan Kerinduan kepadaku para ulama mereka menjelaskan tentang apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala tentang Nabi Musa ini salah satunya adalah Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah hukum asal seorang hamba adalah bagaimana mereka berlomba-lomba untuk mendatangkan keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala dan Bukan sebaliknya mereka mengundur dan mengulur waktu sehingga mereka menunda-nunda amalan-amalan yang akan bisa mendatangkan keridaan Allah kemudian ketika mereka mengakhirkan amalan-amalan tersebut maka mereka ada di antara mereka yang didahului oleh kematian atau ajal sudah menyongsong karena amalan-amalan tersebut kalau seandainya Allah Subhanahu Wa Ta’ala perintahkan kepada kita untuk menyegerakannya Maka jangan pernah ditunda-tunda terutama untuk mendapatkan keridhoan Allah Subhanahu Wa Ta’ala demikian juga semestinya ketika seorang hamba mereka menjadikan para sahabat nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai acuan dan pedoman dalam kehidupan melihat bagaimana sejarah-sejarah mereka Bagaimana kehidupan mereka kemudian berusaha semaksimal mungkin mencontoh apa yang mereka lakukan terutama dikala mencari keridhoan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan salah satunya adalah Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan orang-orang yang telah mendahului baik itu dari kalangan Muhajirin ataupun dari kalangan kalangan Ansor dan mereka yang senantiasa mengikuti orang-orang Muhajirin dan juga orang-orang Anshar yang mana Allah Subhanahu Wa Ta’ala Ridho kepada mereka dan mereka pun Ridha kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan Bagaimana mencontoh orang-orang yang ridho kepada Allah dan Allah pun Ridho kepada mereka sehingga seorang hamba akan mendapatkan bagian daripada keridaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sesuai dengan sejauh mana mereka mencontoh orang-orang yang telah diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala dari kalangan para sahabat yang mulia ridwannullah sesungguhnya ibadah haji mengikatkan seorang hamba dengan para nabi dan para sahabat nabi Shallallahu Alaihi Wasallam di mana berusaha mendapatkan keridaan allah subhanahu wa ta’ala mencontoh mereka dalam kehidupan dan mereka tidak disebutkan dengan hal-hal yang bisa menghilangkan pahala hal-hal yang tidak ada manfaatnya sesuatu yang tidak berguna bagi kehidupan mereka sahabat apabila kita berbicara tentang mendapatkan keridhoan Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka tentunya akal pikiran kita langsung tertuju kepada para nabi dan para rasul kita melihat Bagaimana kehidupan mereka begitu juga terhadap kehidupan para sahabat nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kehidupan yang sarat untuk mendapatkan keridhoan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sehingga tentunya dikala kehidupan mereka adalah kehidupan yang penuh dengan mencari keridhoan Allah orang-orang yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala maka tentunya kita berusaha untuk mencontoh mereka untuk mendapatkan keridhoan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Rasulullah I wabarakatuh tentunya dikala kita berbicara tentang orang-orang yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala para sahabat nabi yang mulia radhiyallahu ta’ala anhum maka kita juga akan berusaha untuk mencontoh mereka dalam kehidupan kemudian menerapkan apa yang telah mereka lakukan kemudian kita berusaha untuk mencontoh untuk mendapatkan kesempurnaan agar kita bisa menikmati keridhoan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kita senantiasa berharap kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk menerima semua amalan yang kita lakukan memberikan Taufik agar kita diantarkan kepada keridhoan dan kita diberikan kabar gembira dengan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan surga-surga yang penuh kenikmatan di dalamnya karena sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah zat yang maha kuasa terhadap itu semua dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kekuatan kemudahan keselamatan kepada kita bersama kepada Allah kita bermohon Taufik dan hidayah para pemisah dan pendengar raja yang Semoga Allah ramati dan muliakan kajian ilmiah yang telah kami hadirkan ke layar kaca dan ke ruang dengar anda dalam format rekaman yang ini mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua wassalamualaikum warahmatullahi

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *