Ustadz Ali Nur – Menuju Negeri Abadi

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Para pendengar dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada [Musik] TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah wassalatu wassalamu ala rasulillah [Tepuk tangan] wa Asyhadu anna muhammadan abduhu Rasulullah [Musik] yang semoga dirahmati dan dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dimanapun anda berada Alhamdulillah pada kesempatan pagi hari ini kita masih diberikan nikmat sehat dan waktu luang oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk kembali bersama-sama menyimak sebuah program kajian Islam ilmiah selesai salam Semoga senantiasa tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam pada kesempatan pagi hari ini kita masih melanjutkan Tema kita berkaitan tentang menuju negeri abadi Yang Insyaallah pada kesempatan pagi hari ini berkaitan tentang makna kata ke neraka yang insya Allah akan disampaikan oleh guru kita yaitu Ustadz Ali Nur hafidho Allah ta’ala secara langsung dari Medan Sumatera Utara setelah pemaparan materi Anda dapat bergabung bersama kami untuk bertanya seputar pembahasan pada kesempatan pagi hari ini melalui Layanan Telepon di 0218236543 atau melalui pesan singkat di 08198 Islam kaum muslimin dan muslimat marilah kita sama-sama simak pemaparan materi kepada Ustadz Ali Nur Hafidz Allah Ta’ala kami persilahkan lihat apa assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh [Musik] [Musik] dan pendengar Radio Rodja di manapun Anda berada Alhamdulillah kembali kita bertemu dalam pembahasan menuju negeri abadi dimana pembahasan ini kita ambil dari kitab al-qiyam atau untuk Sub Tema kita di pagi hari ini yaitu makna kata ke neraka Apa yang dimaksud dengan ke neraka ini berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala Surat Maryam ayat 71 di sana ada kalimat ke neraka Apa makna ke neraka dhaha Bapak Abdullah ulama [Musik] bahwasanya firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada seorangpun dari kalian kecuali dia akan ke neraka dan hal itu sudah menjadi sudah menjadi ketetapan Allah kepastian dan ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Saya ulangi ayatnya Wain minkum Ila wariduha tidak ada seorangpun Diantara Kalian tidak ada seorangpun dari kalian inilah wariduha kecuali dia pasti akan ke neraka karena hal itu sudah menjadi Kepastian yang telah ditetapkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagian mufassir ya Sebagian ulama mengartikan pasti akan ke neraka atau bahasanya bahasa Arabnya yaitu ke neraka ini sebagian ditafsirkan dengan makna yaitu masuknya ke neraka ya jadi masuk semua artinya semua orang muslim baik semua manusia baik yang muslim maupun yang kafir berdasarkan ayat ini tidak ada diantara kalian kecuali dia akan ke neraka diartikan ke neraka di sini adalah masuk ke dalam neraka ini adalah pendapat Abdullah Ibnu Abbas radhiyallah dan beliau berdalil kan dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala tentang Firaun ya khodumukaum ayat 98 dimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan bahwasanya Firaun akan berposisi di depan kaumnya Firaun akan memimpin kaumnya dan akan urut dan akhirnya Firaun pun memasukkan mereka ke dalam neraka kalimat huruf jadi tadi dalam surat Maryam ayat 71 Allah mengatakan kecuali dia akan ke neraka maksudnya yaitu disebutkan ditafsirkan dengan surat hud ayat 98 tentang Firaun Firaun yang hari kiamat akan membawa kaumnya Firaun ini akan menjerumuskan mereka memasukkan mereka ke dalam api neraka pemimpin mereka hingga masuk ke dalam api neraka hanya [Tepuk tangan] diartikan oleh Ibnu Abbas yaitu masuk ke neraka demikian juga beliau radhiyallah berdasarkan dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kami akan menggiring orang-orang mujrit para pelaku-pelaku kejahatan dan Pendosa Ila jahannam ke neraka jahanam masuk masuk ke neraka Maryam ayat 86 dan kami giringlah orang-orang Durjana pelaku-pelaku dosa ke dalam neraka Wirda masuk jadi kami akan Giring para pelaku-pelaku Dosa masuk ke dalam neraka demikian ditafsirkan dengan surat hud ayat 98 tentang Firaun Firaun akan menjerumuskan mereka masuk ke dalam api neraka demikian juga Surat Maryam ayat 86 yang artinya adalah masuk ke dalam api neraka masuk ke dalam neraka jahanam demikian juga kata ke neraka diartikan dengan masuk ke neraka ditafsirkan dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al Anbiya ayat 99 Allah berfirman laukana duha Jika berhala-berhala Itu Memang benar-benar Tuhan tentu mereka tidak akan masuk ke neraka di sini mereka tidak akan masuk ke neraka tapi karena mereka bukan Tuhan makanya wajar kalau mereka masuk ke neraka jadi disini berhala yang disembah itu masuk ke dalam api neraka Kemudian dari soal dia ayat 99 kemudian Muslim Al Akbar meriwayatkan dari Mujahid Wain minkum Ila wariduha bahwasanya makna daripada tidak ada seorangpun diantara dari kalian kecuali dia pasti mendatangi neraka yaitu masuk ke dalam api neraka jadi Mujahid seorang pasir yang sangat populer pada zaman KDI bahwasanya kalimat adalah masuk ke dalam api neraka inilah dalil-dalil yang menguatkan pendapat pertama yang menyatakan bahwasanya bahwa tidak ada seorangpun dari kalian kecuali dia pasti akan mendatangi neraka maknanya adalah masuk ke dalam api neraka dengan artian semua kalian semua anak Adam pasti akan masuk ke dalam neraka itu maksudnya Ya kemudian ada yang diselamatkan itu ikhwah rahimanya Allahu wa iyyakum jadi Syahid ataupun penguat makna ini saya ulangi disebutkan dalam surat hud ayat 98 yang akhirnya Firaun itu memasukkan mereka dalam api neraka kemudian Surat Maryam ayat 86 bila jahanam kalimat kata huruf ya kalimat urut nama Wirda masuk ke dalamnya kemudian dengan surat Al Anbiya ayat 99 mereka itu memang Tuhan untuk mereka tidak akan tentu mereka tidak akan masuk ke dalam neraka demikian [Tepuk tangan] adalah dengan masuk ke neraka sebagaimana juga disebutkan oleh mujair rahimahullah baik itu pendapat yang pertama makna daripada ayat ke neraka Sebagian ulama yang lain mengartikan bahwasanya kalimat huruf dalam surat Maryam ayat 71 di atas yang telah kita bacakan tadi Semua manusia pasti akan melintas di atas sirah Kalau pendapat yang pertama tadi Semua manusia pasti akan masuk lebih dahulu masuk neraka kalau makna kedua tafsir kedua Sebagian ulama menyebutkan bukan masuk ke neraka tapi Semua manusia pasti akan melewati melintas di atas Sirah dia pun berkata pencerah aqidah thahawiyah bahwasanya para mufassirun berbeda pendapat tentang makna atau datang ke neraka dari firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala [Musik] pendapat yang kuat pendapat yang kuat Sebutkan pendapat pertama mengatakan yaitu masuk ke neraka semua kalian akan ke neraka artinya masuk ke neraka makna kedua yaitu semua kalian akan ke neraka maksudnya akan ke neraka maksudnya akan meniti sirot di atas neraka mana yang kuat dari dua pendapat ini beliau katakan yang lebih kuat dan yang lebih zohir maknanya adalah melintas di atas semua manusia akan melintas di atasnya ada yang jatuh ke neraka ada yang berhasil Apa dasar pendapat yang kedua ini ikhwah dasarnya yaitu firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala Kemudian kami akan selamatkan orang-orang yang bertakwa dan Kami Biarkan orang-orang yang zalim masuk ke dalam api nerakaji sehingga sambil berlutut Maryam ayat 72 jadi ikhwah pendapat kedua ini mengartikan bahwasanya yang dimaksud dengan ke neraka di situ adalah semuanya manusia akan menjadi Maryam 71 menyebutkan wainningkum Ila wariduhaka anak tidak ada diantara kalian kecuali akan ke neraka kecuali akan ke neraka nanti kita kenakannya Maksudnya apa Kanada ini merupakan sudah menjadi kepastian ketetapan Allah subhanahu wa ta’ala Ayat berikutnya Kemudian kami selamatkan orang-orang yang bertakwa dan Kami Biarkan orang-orang zalim masuk ke dalam api neraka Jadi mereka mengartikan pendapat yang kedua ini bahwasanya salat Maryam tersebut menunjukkan bahwasanya datang ke neraka itu adalah melintas di atas shirat hanya yang Durjana orang yang Durjana orang-orang kafir orang musyrik akan masuk ke dalam api neraka jatuh ke neraka sementara orang-orang mukmin yang akan selamat sampai ke sebe Rang ini pendapat yang kedua kemudian pendapat kedua ini juga berdasarkan dengan Hadits Shahih Wassalam bahwasanya Rasulullah SAW bersabda walladzina yang jiwa Muhammad ada di tangannya Semua yang ikut baiat di bawah pohon tidak akan masuk ke dalam api neraka tidak akan masuk ke dalam api neraka maksudnya ikhwah baiat di bawah pohon ini mungkin para pemirsa ingat kisah ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam datang bersama para sahabat mau umroh ke Mekah lantas beliau mengutus Utsman bin Affan untuk bernegosiasi agar mereka diizinkan untuk melakukan umroh Namun ternyata Utsman bin Affan tak pulang-pulang ditunggu sehari dua hari tak pulang-pulang hingga sampailah berita kerombongan kaum muslimin pada waktu itu bahwasanya Utsman bin Affan Sudah dibunuh oleh orang-orang Quraisy sampai sekarang juga sepertinya bahwasanya apabila kita mengirim utusan ke Sebuah kerajaan ke sebuah negara-negara lain ini utusan merupakan simbol daripada negara tersebut kalau utusan ini disakiti artinya negara tersebut menantang negara yang mengutus itu untuk apa lagi sampai dibunuh Saya ulangi mereka punya kode etik dalam negara bahwasanya apabila suatu negara mengutus seorang utusan maka utusan itu merupakan simbol dari negara tersebut kalau sampai utusan itu disakiti apalagi sampai dibunuh berarti negara tersebut menantang negara yang yang mirip utusan itu demikian atau menghinakannya Utsman bin Affan diutus oleh Rasulullah sudah punya tempat wilayah daulat Negeri Madinah tapi mereka perlu ke perlu ke Mekah untuk melaksanakan ibadah umroh atau haji oleh karena itu karena ini tempat tempat di Mekah pada waktu itu punya penguasa yang lain ada penguasanya maka diutus waktu Utsman bin Affan untuk negosiasi bisa minta izin agar dibolehkan masuk untuk melaksanakan umroh atau haji tapi ternyata orang yang diutus Tak pulang-pulang Kemana ini orang hingga akhirnya tersebarlah isu bahwasanya Utsman bin Affan dibunuh oleh orang Quraisy berarti nantangin orang berarti menghina kaum muslimin maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pergi ke bawah sebuah pohon dan menghimbau para sahabat untuk datang dan berbaiat Kepada beliau mati untuk membela darah Utsman bin Affan maka berbayarlah pada sahabat pada waktu itu sebanyak sekitar kita 14 berjanji berjanji mati untuk membela darah Utsman bin Affan baiat ini dilakukan di bawah pohon dan bait ini yang masyhur dengan nama baiat Ridwan ini sebelum terjadinya perjanjian hudaibiyah tapi ternyata ya Tak lama kemudian datang Utsman bin Affan jadi baiat ini menunjukkan bahwasanya sahabat yang datang untuk meninggal apa namanya bersedia membelanya inilah yang yang disebutkan tidak ada seorangpun yang berbaiat di bawah pohon tidak bahwasanya orang-orang yang berbaiat Kepada beliau di bawah pohon tidak akan masuk ke dalam api neraka tidak akan masuk ke dalam api neraka ta istri beliau aku berkata Ya Rasulullah jadi ketika Hafsah mendengar pernyataan ini bahwasanya semua sahabat yang ikut baiat Ridwan tidak akan masuk ke dalam surga Hafsah radhiallahu anha mengingat mengingat surat Maryam tadi yang 71 Wah tidak ada seorangpun Diantara Kalian kecuali pasti akan ke neraka pasti akan ke neraka tapi Rasulullah mengatakan semua yang ikut baiat Ridwan tidak akan masuk neraka sementara Allah mengatakan dalam surat Maryam semua kalian akan masuk ke dalam api neraka masuk ke neraka itu bagaimana ya Rasulullah Bukankah Allah mengatakan maaf mendatanginya akan ke neraka luar biasa jadi para para sahabat para sahabat adalah orang yang paling paham dengan Alquran dan sunnah Rasulullah SAW Jadi apa yang mereka mereka kita anggap satu hal yang muskil atau seperti ada pertentangan antara pernyataan Rasulullah dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala sementara pernyataan Rasulullah itu Hadis Rasulullah itu merupakan tafsiran daripada Alquran kok ini ada bertentangan demikian itu menunjukkan Bagaimana kejelian kecerdasan para sahabat pada waktu itu wanita-wanita pada waktu itu rasulullah memberikan jawaban bahwasanya ketika Allah mengatakan semua yang ikut baik Atri duluan tidak akan masuk surga tidak ada seorangpun Diantara Kalian pasti akan masuk ke neraka pasti akan ke neraka sementara Rasulullah mengatakan yang ikut baik Ridwan tak masuk neraka itu gimana jadinya lantas Rasulullah SAW bukan Tidakkah engkau mendengar Allah mengatakan Maksudnya di ayat berikutnya Tidakkah engkau mendengar Allah menyatakan di ayat berikutnya Kemudian kami akan selamatkan orang-orang yang bertakwa dan Kami Biarkan orang-orang mujrim para pelaku dosa ya di dalam api neraka sambil berlutut himduha di sini Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengisyaratkan bahwasanya ke neraka itu tidak harus masuk neraka yang dimaksud dengan ke neraka itu tidak harus masuk ke dalam neraka tuh jadi yang dimaksud dengan ke neraka itu tidak harus masuk ke neraka sebagaimana seorang yang berhasil selamat dari keburukan tidak harus dia mengenai keburu dia mendapatkan keburukan tersebut dia di apa namanya dia dikenai keburukan tersebut tapi yang dimaksud disini bisa saja yaitu dia telah berhasil selamat dari keburukan Karena melakukan sebab-sebab tertentu sehingga dia tidak terkena keburukan ketika kita mengatakan Wah dia sudah berhasil melewati dia berhasil selamat berhasil selamat sebuah dari penyakit misalnya selamat di sini dari penyakit bukan berarti dia harus terserang penyakit itu dulu baru selamat nggak bisa saja orang-orang yang ada di sekitarnya itu terserang penyakit bisa saja orang-orang sekitarnya terjangkit penyakit sementara dia selamat tidak terkena penyakit itu berhasil selamat dari sebuah keburukan tidak harus dia harus mendapatkan tidak harus tertimpa keburukan itu sendiri contoh lain seorang yang dicari-cari oleh musuhnya untuk dibunuh dan ternyata musuhnya tersebut tidak mampu membunuhnya maka dikatakanlah untuk orang tersebut Allah sudah selamatkan mereka dari musuh tersebut Jadi bukan berarti dia harus dibunuh dulu kemudian selamat nggak Ketika ada seorang yang bermusuhan musuhnya ini mungkin seorang penguasa ataupun orang yang lebih kuat dia dicari-cari untuk dibunuh ternyata tak berhasil orang-orang yang mencarinya untuk dibunuh selamat dia dari dari makar ataupun percobaan pembunuhan maka orang di sini orang ini dikatakan dia dari mereka Jadi maksud daripada pembahasan ini bahwasanya ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan tidak ada seorang semua kalian pasti akan ke neraka pasti akan ke neraka ini tidak harus masuk neraka demikian Ikhwan tidak harus masuk neraka semua jadi ada orang-orang yang tidak sampai masuk neraka mereka adalah orang-orang yang meniti sirot ada yang masuk neraka dan ada yang tidak masuk neraka Adapun yang masuk neraka pertama siapa orang-orang munafik orang-orang munafik dan orang-orang musyrik yang kita sebutkan kepada pembahasan sebelum-sebelumnya Adapun orang-orang Mukmin mereka akan meniti surat diantara Mukmin tersebut ada yang masuk neraka ada juga yang selamat dari neraka dan berikan ekor rahimanya Allah jadi bahwasanya Ada pendapat yang pertama mengatakan semua manusia akan masuk ke neraka pendapat kedua mengatakan bahwasanya bahwasanya enggak Enggak semua masuk neraka tapi semua manusia akan meniti siapa hanya saja sebagian akan masuk ke neraka Sebagian lagi akan selamat dari neraka dan sampai ke seberang itu Ikhwan jadi ada dua pendapat saya ulangi pendapat pertama mengatakan semua manusia akan masuk neraka pendapat Beliau mengatakan [Tertawa] Oleh karena itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala 58 dalam ayat yang lain salam aja ketika datang azab kami maka kami pun menyelamatkan Saleh ayat 66 dalam ayat 94 Allah mengatakan walamma Neja Amrullah ketika datang azab kami maka kami selamatkan jadi di sini kalimat ketika datang azab kami maka kami selamatkan Hut kami selamatkan Nabi Shaleh dan kami selamatkan Syu’aib Nabi Syu’aib panggilan Ikhwan ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan kami selamatkan suaib kami selamatkan Hut kami selamatkan Saleh bukan berarti Nabi Hud Nabi Shaleh Nabi Syu’aib ini mereka itu sudah terkena azab baru kemudian mereka diselamatkan nggak begitu maksudnya Ya tidak begitu maksudnya tapi azab itu menimpa selain mereka Walau lama hasahumullah seandainya Allah tidak menyelamatkan mereka dari sebab-sebab seandainya Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak menyelamatkan mereka dengan cara memberikan sebab-sebab keselamatan 3 nabi ini akan tertimpa azab sebagaimana yang menimpa kaum mereka bertiga itu ikhwah ya jadi dalam masalah ini pendapat kedua ini membantah pendapat yang pertama Ya membaca pendapat yang pertama artinya kalau seandainya kalau seandainya dari kalian semua kalian kecuali akan datang ke neraka akan ke neraka Kalau diartikan Kalau diartikan ini ke neraka di sini pasti akan masuk ke neraka Dia terkena neraka dulu ya baru kemudian selamat dari neraka selamatkan jadi dia masuk neraka dulu baru kemudian diselamatkan dari api neraka kalaulah seandainya itu maknanya ya maknanya maka berarti firman Allah dalam surat hud ini ketika kami ketika datang ketika datang azab kami maka kami selamatkan Hut kami selamatkan Saleh kami samakan suaib berarti maknanya maknanya yaitu suaib sholeh dan Hud ini terkena azab dulu baru kemudian diselamatkan dari azab tersebut itu artinya kalau seandainya makna makna itu harus kena azab dulu kalau seandainya makna warga itu harus masuk neraka dulu baru diselamatkan dan kenyataannya ya kenyataannya ketika Allah mengatakan falammaja amron aja ketika datang azab kami kami selamatkan selamatkan Saleh kami selamatkan suaib mereka kenyataannya tidak terkena azab dan mereka dikatakan selamat dari azab jadi kuat ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan bahwa kalian kecuali akan datang ke neraka kecuali akan ke neraka ya dan itu sudah menjadi ketetapan yang pasti dari Allah subhanahu wa ta’ala Kemudian kami selamatkan kami selamatkan orang-orang yang bertakwa dan Kami Biarkan orang-orang yang zalim dan Durjana di dalam neraka di sini diselamatkan di sini maknanya tidak harus ya harus terkena neraka terlebih dahulu sebagaimana surat hud yang menyatakan kami selamatkan dari azab Syu’aib Hud dan Shaleh Semoga bisa dipahami ini bantahan pada pendapat yang pertama yang mengatakan bahwasanya semua manusia akan masuk ke neraka dahulu kemudian baru diselamatkan pendapat kedua mengatakan tidak seperti itu ya tidak seperti itu yang dimaksud dengan semua manusia akan ke neraka Maksudnya semua manusia akan meniti shirat akan meneliti sirah Sebagian ada yang jatuh ke neraka sebagian lagi ada yang selamat dari dari ancaman neraka sampai ke seberang untuk menuju surga orang-orang yang ke neraka jamur mereka akan berjalan di atas kemudian Allah akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa wajah dan membiarkan orang-orang zalim jatuh ke neraka sambil berlutut sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dari hadis Jabir yang telah disebutkan bahwasanya yang dimaksud dengan huruf ke neraka di sini adalah yaitu meniti shirat yang dimaksud dengan hadis Jabir tadi yaitu ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan wahaimin Dhuha ketika Allah mengatakan semua yang berbaiat yang belum baiat Ridwan akan selamat dari neraka lantas Hafsah radhiyallahu Anhu bertanya Bagaimana dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala Wah ini dengan ikhwan inilah ada dua pendapat ya Saya ulangi pendapat pertama mengatakan illa wariduha maknanya adalah masuk ke dalam masuk ke dalam neraka masuk ke dalam neraka ini dikuatkan dengan sholathud Aurora dari huruf juga mereka masukkan masuk ke dalam neraka Maryam bila jahanam juga pakai kalimat huruf ya ke dalam neraka jahanam masuk kemudian dalam seandainya mereka itu Tuhan tentu mereka tidak akan masuk jadi ini kalimat pembahasan tentang kalimat buruk ya tentang kalimat buruk jadi pendapat yang pertama ini mengatakan huruf artinya masuk ke neraka kemudian baru orang-orang Mukmin diselamatkan dari api neraka pendapat kedua mengatakan buruk yang dimaksud yaurut yang dimaksud bukan semua maksud neraka tapi semua menipisi semua meniti sirot sebagian berjatuhan ke neraka sebagai lagi ada yang selamat baik ini kalau yang pertama tadi pendapat Ibnu Abbas yang kedua pendapat seperti Syarah atau Hawi ya pada saat pahawi dan dikuatkan dengan hadis Jabir baik yang benar sesungguhnya makna datang ke neraka atau makna ke neraka itu bahwasanya makna ke neraka itu ada dua yaitu pertama yaitu datangnya orang kafir ke neraka Fahad yang dimaksud dengan datangnya orang kafir ke neraka tidak dilakukan lagi bahwa mereka pasti masuk neraka sebagaimana yang disebutkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tentang Firaun sebagaimana Firaun itu berada di depan kaumnya dan dia akan menggiring mereka akan menuntun mereka masuk ke dalam api neraka sungguh buruknya Tempat masuknya mereka karena masuknya mereka adalah neraka tak seburuk-buru tempat adalah masuk dalam neraka Adapun huruf mana huruf yang kedua yaitu turun Wahyudin yaitu datangnya orang-orang Muwahid ke neraka yaitu hadits yaitu melintasnya mereka di atas Siroj sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis yang telah disebutkan dan ini pendapat yang ketiga ini adalah pendapat yang paling paling apa ya paling inshop dikarenakan memang berdasarkan hadis-hadis yang sudah disebutkan yang kita bahas ya sedikit kita ulang bahwasanya ketika manusia itu ngumpul di padang mahsyar maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyuruh tuhan-tuhan yang mereka sembah Untuk menggiring dan menuntut umatnya masuk ke dalam api neraka mereka yang mereka yang mereka yang masuk ke dalam mereka yang menyembah selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengikuti Tuhan mereka dan Tuhan mereka itu akan menjerumuskan mereka masuk dalam neraka mereka yang mereka yang menyembah latta uzamanat atau menyembah yang lain-lainnya maka data uzamanat ini contohnya akan membawa kaum yang menyembahnya untuk masuk ke dalam api neraka itu yang pertama termasuk Firaun Firaun akan membawa kaumnya untuk masuk ke dalam api neraka semua orang kafir orang musyrik akan menuntun kaumnya akan masuk ke dalam api neraka bagaimana dengan yang menyembah orang-orang sholeh seperti yang menyembah Ya Allah yang ini merupakan lima orang soleh atau yang menyembah uzer atau yang menyembah nabi Isa alaihissalam Apakah 5 orang saleh dan uzir dan nabi Isa alaihissalam juga akan memimpin mereka untuk masuk ke dalam api neraka jawabannya enggak jawabannya bahwasanya bukan mereka yang menuntut tapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya membuat menyuruh malaikat untuk menyerupai mereka ya dan Malaikat ini akan menggiring mereka masuk ke dalam api neraka allahu alam apakah malaikat ini memang petugas api neraka atau enggak yang jelas malaikat inilah yang akan menuntut mereka masuk ke neraka atau dalam tafsiran yang lain bukan malaikat tapi setan setan akan membuat membuat setan akan membuat Allah akan membuat setan ini menyerupai Tuhan yang mereka sembah sehingga mereka mengikuti setan ini untuk masuk ke dalam api neraka Langsung ini Langsung tidak melalui tersisalah orang-orang Mukmin tersisalah orang-orang Mukmin orang-orang Mukmin ini di dalamnya itu ada orang munafik ya Di dalamnya itu ada orang-orang munafik Bagaimana cara Allah Subhanahu Wa Ta’ala memisahkan antara orang munafik dan orang mukmin yaitu pertama mereka disuruh sujud orang-orang Mukmin bisa sujud sementara orang munafik tidak bisa sujud yang kedua Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberi cahaya untuk orang-orang Mukmin sementara kondisi pada waktu itu gelap maka orang-orang Mukmin akan terus maju menuju surat dan akan sampai ke sirot makanya orang-orang Mukmin ini memiliki berbeda-beda cahaya ada yang sebesar gunung ada yang cahayanya setinggi pohon kurma ada yang hanya sebesar jempol kaki makanya orang-orang munafik mengatakan kepada orang-orang Mukmin eh tunggu-tumbuh kami biar kami juga ikut Kami ingin menggunakan cahaya kalian maka kinerja kalian pulang balik kalian ke belakang munafik dengan orang mukmin maka Allah Allah ciptakan Allah buatkan Dinding Pemisah antara munafik dan orang-orang mukmin ya dan di situ ada ada pintu orang munafik melihat di balik pintu itu sepertinya azab padahal tidak ya padahal itu bukan azab mereka yang melihat bahwasanya di tempat orang mukmin yang mereka bisa lihat dari pintu sepertinya ini adalah azab makanya mereka enggak berani masuk pintu tersebut Bahkan mereka mereka mengira kalau masuk pintu masuk ke dalam pintu mereka akan diazab padahal tidak kemudian ya terus berjalan orang-orang Mukmin ya ada yang secepat kilat secepat kilat secepat mata berkedip sudah sampai ke seberang ada yang secepat angin ada yang secepat Kuda ada yang sekencang-kencangnya seorang yang berlari ada yang berjalan cepat ada yang berjalan ada yang merangka ada yang tergantung-gantung dengan tangan satu lepas satu menggantung memegang satu lagi masih tangan satu masih memegang yang satu sudah terlepas ada yang satu kaki sudah masih tergantung yang satu lepas begitu Ikhwan sampai sampailah mereka ke seberang dan ini semua terkait dengan sangat terkait dengan keimanan mereka dan amalan mereka sama-sama mereka di dunia ada yang masuk ke rumah syafaat masuk dan tidak ikhwah Oleh karena itu kalimat wa in minkum Ila wa ridhuha tidaklah dari kalian illa wariduha kecuali akan ke neraka kecuali akan ke neraka ini ada dua makna ada dua makna pertama maknanya adalah masuk ke neraka dan ini penerapannya disebut dalam hadis tadi bahwasanya untuk orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan orang-orang penyembah berhala Adapun untuk orang mukmin mereka adalah orang-orang yang meniti silang makanya tidak ada yang kecuali hanya orang-orang Mukmin saja diberikan ikhwah kesimpulan daripada pembahasan kita tentang menitih kemudian ikhwah hakikat apa sebenarnya kalau bahasa kita jembatan ya jembatan membentang di atas mata jahanam sebenarnya ini jembatannya apa sebenarnya apa hakikatnya karena kita nggak akan mungkin sebagaimana konsep yang sudah sering kita ulang-ulang bahwasanya kita kan nggak akan mungkin bercerita tentang masalah gaib kecuali terkait dengan kecuali yang ada infonya baik dari Alquran maupun dari sunnah Sekarang orangnya sudah kita bahas yang menitinya yang nggak menitinya oke sekarang dia apa sih mungkin diantara kita pernah mendengar dia adalah dia lebih tajam dibandingkan pedang mungkin kita pernah mendengar bahwasanya Dia sangat saling tajam dia juga sangat licin menggelincir insya Allah akan kita bahas pada pertemuan yang akan datang semoga bermanfaat aku menyampaikan materinya pada kesempatan pagi hari ini selanjutnya bagi Anda yang bertanya seputar pembahasan pada kesempatan pagi hari ini anda dapat bertanya melalui telepon di 0218236543 atau mulai pesan singkat di 0819896543 pertanyaan pertama akan kita Coba bacakan terlebih dahulu dari pesan singkat pertanyaan dari hamba Allah di Sumatera Barat Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Bagaimana dengan penjelasan Ashabul Araf Ustaz Apakah ada riwayat yang menjelaskannya yang shahih Lalu apakah mereka meniti siret juga demikian jazakumullah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh silahkan Ustaz adalah sebuah tempat yang berada diantara surga dan neraka sebuah tempat yang ada di antara surga dan neraka menuju negeri Abadi menuju negeri Abadi belum sampai ke sana pembahasan kita menuju Griya Abadi karena kenapa kita ganti judul Kita tidur besar kita dari perjalanan setelah kematian dengan menuju negeri abadi karena ini proses kita sekarang Ikhwan sedang menuju negeri Abadi baik menuju negeri Abadi dalam api neraka maupun menuju negeri Abadi ke dalam surga jadi Adapun syarat nanti akan ada pembahasannya nanti setelah apa namanya setelah [Tepuk tangan] selesai daripada pembahasan Sirat Insyaallah Allahu a’lam jazakumullah selanjutnya akan kita coba angkat terlebih dahulu dari layanan Telepon halo Halo Assalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Selatan Saya ingin bertanya ini mengenai tentang salat lima waktu Pak karena awalnya di awal-awal waktu saya baru mengerjakan salat saya itu muadzin di masjid jadi saya rajin salat di masjid nah tapi karena tekanan-tekanan dari otgj semakin kuat maka saya meninggalkan salat berjamaah hingga sekarang bahwa bahwa sampai-sampai sekarang saya salat subuhnya rata-rata jam 07.00 pagi nah pertanyaan saya Apakah sholat saya diterima Apabila saya hanya surat 5 waktu di rumah itu pakaian yang pertama dan pertanyaan yang kedua ini Halo pertanyaan yang kedua Apakah orang tunanetra di hari kiamat juga akan apa namanya melintasi silat mustaqim mulai dari bagaimana orang tunanetra bisa melintasi sementara uang tunanetra tidak bisa melihat sekali lagi tentang sirotol mustaqim Apakah nanti saya akan dituntun di sirotol mustaqim karena Kebetulan saya ini orang tunanetra pak ustad jadi Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Jadi pertanyaan Ustad Apakah salat saya diperbolehkan ketika salat lima waktu di rumah karena tekanan dari odgj tadi Ustaz Kemudian yang kedua Apakah orang yang tunanetra itu melintasi sirup juga karena mereka sendiri atau tidak bisa melihat Jadi bagaimana mereka melintasi Siro tersebut silahkan bagi penanya mengenai salat lima waktu di masjid Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah didatangi oleh salah seorang sahabat yang buta tunanetra abdullahu anhu menceritakan tentang unsur dia bahwasanya Rumahnya jauh dia tunanetra tidak ada penuntun lantas Apakah dia dibolehkan salat di rumah awalnya beliau katakan boleh ya awalnya beliau katakan boleh Lantas upload yang waktu ini pun pergi namun setelah itu Rasulullah menyuruh Sahabat Untuk memanggilnya kembali beliau bertanya kepada sahabat ini tidak Apakah kamu mendengar suara Adzan berkumandang sahabat yang buta ini mengatakan Iya saya dengar sampai aku saya mendengar apa kata rasulullah Kalau begitu kamu harus menjawab ataupun kamu harus memenuhi panggilan adzan tersebut dengan artian kamu tetap tetap harus datang ke masjid [Musik] dengan artian ya seorang tunanetra tetap Rasulullah SAW membebankan dia untuk salat di masjid kemudian Bagaimana dengan ada tekanan-tekanan tadi [Musik] untuk masalah fiqih kita harus tahu dahulu tentang hukum dasar memang masalah hukum salat di masjid berjamaah yaitu ada khilafiyah di tangan para ulama Imam Ahmad bin hambal menyatakan bahwasanya hukumnya fardhu ain Imam Syafi’i menyatakan hukumnya fardhu kifayah imam imam yang menyatakan sunnah muakkad Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan bahwasanya hukumnya syarat sah salat artinya kalau dia sengaja tidak salat di masjid maka salat tidak sah jadi ada empat pendapat di sini dan allahualam ya kalau kita lihat hadis-hadis yang menyebutkan terkait tentang salat di masjid ya saya cenderungnya pada yang menyatakan bahwasanya tidak sampai salah sah salat kemudian kalaupun dikatakan Kenapa demikian karena Allah mengatakan perbedaan antara salat sendirian dengan salat berjamaah itu satu banding 27 kalimat 1:27 satu di sini kan Berarti ada nilainya kalau dikatakan sarasah shalat berarti ya Ada nilai tidak ada nilai artinya nol dasar itu yang pertama bahwasanya Allahu a’lam bahwa hukum salat ke Masjid itu punya wajib diantara dalilnya yaitu kisah hadis yang kita sebutkan tadi yang tunanetra mendengar adzan ke masjid namun [Musik] tentu kondisi kita akan berbeda-beda tidak semua orang memiliki kondisi yang sama Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan dalil seorang itu terhadap dirinya lebih tahu Apakah memang kalau kita terapkan dengan surat ke masjid apakah memang dia benar-benar tidak bisa ataukah ketidakdisaannya itu dikarenakan kelalaian Kalau memang benar-benar dia ditekan dan yang benar-benar tidak bisa ke masjid Insya Allah Allah akan berikan uzur Allah akan memaafkan tapi kalau dia alasannya ditekan alasannya dikarenakan nggak bisa sama sekali padahal tidak ya dia silahkan ajukan alasan ini kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima alasan tersebut karena kita tidak bisa menentukan kondisi seseorang itu sama semua tidak bisa masing-masing orang punya kondisi yang berbeda-beda tapi prinsip dasarnya harus tahu hukum asalnya bahwasanya ya bahwasanya ke masjid itu hukumnya adalah wajib yang mengerjakan berpahala yang tak mengerjakan berdosa namun soalnya Adapun kondisi seorang ikhwah ada yang haram itu berubah menjadi boleh sebagaimana kaidah para ulama [Musik] itu dapat membolehkan yang terlarang demikian yang tadinya haram jadi halal boleh tapi ini kan dalam kondisi-kondisi tertentu dan para ulama membatasi darurat itu ada batasan-batasannya jadi dalam masalah ini bapak yang bertanya ya tinggal silahkan tepuk dada tanya iman tipu dada tanya iman kita sebenarnya memang betul-betul tidak bisa atau memang kita lalai di sana ada sih peluang tapi kita nggak kita abaikan atau karena kita benar-benar memang benar-benar tidak bisa silahkan ajukan alasan ini kepada Allah nanti di siang hari akhir Ya silahkan kalau memang prinsipnya kalau memang benar-benar tidak bisa sama sekali ya semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala Kemudian yang kedua Apakah orang-orang tunanetra nanti akan juga semua manusia semua manusia nanti dibangkitkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam keadaan bisa melihat orang-orang Mukmin akan dibangkitkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan bisa dapat melihat nanti di hari kiamat Walaupun dia buta semasa di dunia hanya memang ada kaum-kaum orang-orang yang Allah jadikan buta di hari kiamat Allah bangkitkan dan dia dalam keadaan buta dia mengatakan Robbi Bima hasyar kami kenapa engkau bangkitkan aku dapatkan buta padahal kan dulu aku itu bisa melihat kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala kami sudah datang dan kepada kalian ya dan kalian melupakannya intinya ini adalah orang-orang orang-orang yang mendustai kalamullah nanti Allah akan bangkitkan dalam keadaan jadi semua orang mukmin akan Allah Subhanahu Wa Ta’ala bangkitkan dalam keadaan yang sempurna dengan tubuh yang sempurna ya sebagaimana pembahasan kita di udah lama ya pembahasan saat-saat manusia itu dibangkitkan dari kuburannya Allahu a’lam semoga bermanfaat bagi penanya mungkin karena keterbatasan waktu kami persilahkan kepada Ustadz untuk memberikan kesimpulan kajian kita pada kesempatan pagi hari ini silahkan raja TV dan pendengar radio dimanapun anda berada bahwasanya kesimpulan daripada pembahasan kita pagi hari ini bahwasanya kalimat buruk yang ada di dalam firman Allah ini memiliki dua makna makna pertama yaitu untuk orang-orang kafir urut datangnya mereka ke neraka yaitu masuk ke neraka Adapun untuk orang-orang Mukmin urut datang yang mereka ke neraka yaitu dengan cara mereka semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kita keistiqamahan di atas sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Istiqomah tetap bertaqwa jasa Allah subhanahu wa ta’ala sehingga kita dapat singa Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan setiap perjalanan kita baik perjalanan kita di dunia maupun pejalan kita di akhirat dan kita bertemu di surganya kelak demikian [Musik] Ustadz atas tambahan ilmu dan nasehat-nasihatnya yang diberikan pada kesempatan pagi hari ini semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala setelah senantiasa memberikan kesehatan dan perlindungan kepada Ustadz beserta keluarga dan kami ucapkan Syukron jazakumullah Khairan atas kebersamaan anda pada kesempatan pagi hari ini kami segenap guru yang bertugas mohon maaf apabila ada kesalahan kami undur diri sebelum alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *