Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A. – Faedah Sejarah Islam

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada [Musik] TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah washolatu wassalamu ala rasulillah dimanapun anda berada Alhamdulillah kita dapat bersua kembali dalam satu kajian ilmiah yang disiarkan secara langsung dari pembahasan rutin setiap Jumat pagi ini yaitu pembahasan faedah-kaidah secara Islam yang disampaikan oleh alustada Dr Ali Musri semenjak putra hafizahullah dari Pekanbaru Riau Alhamdulillah kami sudah terkoneksi dengan beliau dan seperti biasa [Musik] kami akan buka Sisi soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya melalui layanan yang telepon ataupun melalui layanan pesan Whatsapp yang tentunya kami harapkan untuk pertanyaan disesuaikan dengan pembahasan kita di kesempatan pagi hari ini baik kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada Ustadz kami persilahkan oleh tokoh yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Alhamdulillah bisa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kembali dibagi Jumat yang berkah ini kita dimudahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menunjukkan pembahasan kita tentang faedah dari sejarah Islam di mana kita sampai pada abad yang ke-8 dalam kehidupan sejarah Islam sistem Tamiya kita membahas sepanjang lebar tentang sejarah kehidupan beliau karena begitu banyaknya bermacam tuduhan dan juga informasi-informasi yang tidak sesuai dengan fakta tentang beliau maka oleh sebab itu masih kajian kita seputar dusta yang ditujukan kepada beliau untuk menghalangi orang mengambil faedah dari ilmu-ilmu telah berwariskan melalui karang-karang beliau dalam kitab-kita Milo ataupun para ustad dan ulama-ulama yang mengambil faedah kita mereka kitab beliau dituduh oleh orang-orang yang sengaja membuat fitnah ini sebagai kelompok-kelompok yang keluar dari garis Ahlussunnah Wal Jamaah maka dari itu kita akan lanjutkan berapa tuduhan-tuduhan ini dan kita mencoba mengkomentari dan jawaban para ulama tersebut melalui fakta-fakta yang terdapat dalam kitab dan Karang Shell Islam ini udah punya rahimahullah diantara tuduhan yang lain setelah sebelumnya kita membahas tentang tuduhan apa namanya kepada mushabbih mengatakan berbagai hal-hal yang tidak pantas kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala diantaranya umpamanya menuduh bahwa Allah itu artinya istilah itu adalah duduk dan seterusnya Tuhan berikut adalah alfriyah sadisyah tuduhan yang keenam atau rangkaian dari berbagai tujuan yang telah kita bahas sebelumnya al-firriyah Wal iftira itu sebetulnya lebih dahsyat daripada sebuah kata-kata Al Karim jadi dalam tingkatan kebohongan di dalam bahasa Arab itu pun ada bahasa yang dipakai ada bahasa yang dipakai ya kemudian dalam bahasa-bahasa oleh hadis ada nama istilah lagi nanti tadhlis talbis kemudian namanya tahrif kemudian ada tingkat Al kadzib kemudian ada tingkat nanti iftiraj kemudian Al firyah ya Nah kemudian juga demikian pula umpamanya di dalam segi Sumpah itu juga ada kata-kata diantara tingkatan kedustaan yang levelnya tinggi firia ini adalah level kedutaan yang tinggi lagi itu nah menuduh bahwa orang-orang yang tidak memahami tentang aqidah aksara jamaah mengatakan Beliau berkata dalam kitab beliau namanya ada belum menulis Kitab namanya mengatakan hal ini gitu ya mengatakan hal ini bahwa Allah dulu di atas kursi obat kemudian juga menuduh bahwa semesta mengatakan bahwa di sana jadi ada tempat juga tersisa yang di situ Allah mendudukkan bersamanya Rasulullah SAW ini dituduhkan oleh orang-orang yang untuk membuat sebuah fitnah tuduhan ini agar tergambar bahwa itu adalah menyerupakan Allah dengan makhluk ini dituduh anjing secara umum mereka membuat ya bahwa sistem itu menyerupakan Allah dengan makhluk lalu disebutkan lah berbagai bentuk apa namanya rincian dari tulang-tulang tersebut diantaranya mereka mengatakan Allah itu duduk di atas kursi kemudian menyisakan tempat untuk rasulnya duduk di sana Nah tujuan ini dibahas beberapa sih pertama adalah ungkapan mereka menuduh saya sudah mengatakan Allah duduk di atas kursi dan sungguh telah berlalu dari penjelasan tentang yaitu bukannya satu kali dua kali berbagai ungkapan-ungkapan yang menjelaskan tentang dirinya ya diantaranya artinya apa istilah Allah itu ya tidak seperti istiwaknya kita arti makhluk menyatakan bahwa istri Allah tidak seperti itu makhluk tetapi orang-orang yang ingin mengingkari istilah Allah membuat semacam apa namanya itu opini ya opini membuat opini opini bagaimana agar orang apa namanya memahami ungkapannya itu keliru atau menuduh seseorang sesuatu yang tidak sesuai dengan pandangan Alquran sunnah ataupun mazhab Shaleh atau para ulama Salaf nah tujuan tadi mengatakan bahwa Allah itu duduk di atas kursi itu tujuan yang pertama lalu telah kita Jelaskan ya berkali-kali tetap Pemilu mengatakan jadi karena memang orang-orang dalam ini mengingkari Allah tidak berjiwa di atas Arsy gitu lalu mereka menafsirkan mempelintirlah bahasa kitanya berbagai ungkapan untuk hal itu untuk membantahkan karena mereka sudah pasti tidak punya dalil lagi karena sudah sempurna dalam berbagai kesempatan belum menjelaskan dengan dalil Alquran sekian ayat hadits sekian hadis pokoknya kemudian ungkapan para ulama salah mulai dari para sahabat para tabiin dan ulama-ulama kekar muka dari para mazhab para para ahli fikih yang empat mata fikih yang masyhur dari para fikih yang 4 ya belum nukil semua seperti dalam kitab beliau al-fatwa di situ beliau menukil itu jadi al-fatwa itu itu belum membahas tentang terkait secara fisik dengan masalah-masalah Allah itu maha bersifat maha tinggi dan memiliki sifat peristiwa itu beliau bahas dari bagai Sisi bahas Ulu istiwa sifatul Makiyah apa nafsirnya al-qur’an nuzul Jadi ada lima pembahasan yang terkait karena apa Karena orang-orang Al Kalam mempertentangkan antara nuzululsus dalil-dalil yang menjelaskan dengan untuk membantah itu mereka pertentangan dalil-dalil apa al-maidah dengan dalil Al nuzul dan dalil Alquran nah makamiyah membahas 5 topik ini dan belum menjelaskan dalil-dalil Alquran Karim kemudian juga dari hadis Nabi SAW kemudian ungkapan para ulama Salaf kemudian ungkapan para ulama mazhab dari sisi fiqihnya mulai dari kali hadis juga dari sisi apa namanya kemudian juga ahli tafsir di dalam secara mazhab mazhab Hanafi Syafi’i Maliki Hambali Kemudian beliau termasuk juga sekte-sekte yang belum karena Yanis bahkan seperti pendapat sebelumnya itu beliau kupas dalam kitab beliau al-fatihah Kubro nah orang-orang yang tidak kehabisan dalil untuk menjawab dari argumentasi argumentasi yang belok Kemukakan Mereka mencoba membalik fakta mencoba memutarbalikkan ungkapan-ungkapan sistem Tamiya atau menggelintirnya nah seperti ini jadi kalau begitu dia mengatakan Allah itu Duduk gitu maksudnya Ya Allah bersifat duduk sebagainya sudah menjelaskan berkali-kali dalam banyak Kesempatan dalam lembaran-lembaran kitab yang beliau tulis ya Beliau mengatakan Laisa hanya Allah tuh Tenang sama seperti istilah kita Bahkan dalam berkali-kali belum mengatakan Subhanallah Allah tidak sama sifat sebutan Allah memiliki zat tidak seperti zat kita demikian Allah memiliki sifat tidak sama seperti sifat kita Nah di sini belum mengatakan juga di antara syubhat orang mengingkari istri Allah itu mengatakan kalau begitu Allah itu atas Saras berarti Allah itu butuh kepada Arsy maka beliau Jelaskan di sini Paman engkaulah orang yang mengatakan Barang siapa mengatakan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam istiwanya adalah istighfar istiwanya itu di atas Aras butuh kepada Aras butuh kepada Aras seperti keahlian seperti butuhnya sesuatu yang diangkat kepada yang di bawahnya bahwa Kafirun itu pendapat yang secara kufur dan belum mengatakan itu pendapat yang kufur itu kalau Allah mengatakan Allah itu butuh kepada Aras seperti butuhnya ya sesuatu yang diangkat oleh kepada yang di bawahnya seperti makhluk Ya seperti istiwaan makhluk kalau istilah makhluk jelas butuh kepada di tempat kepada tempat dia beristiwa itu apa di atas kapal itu kursi di atas apa dia beristiwa makhluk itu pasti butuh kepadanya karena tidak mungkin dia beli di atas sewa awam begitu ya Adapun Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak sama seperti istilah makhluk maka Beliau mengatakan barangsiapa yang mengatakan istilah Allah di atas Aras tuh ya butuh kepada arus seperti butuhnya makhluk-makhluk ya kepada yang di bawahnya maka ini adalah pendapat orang-orang yang telah kufur kafir lihat Allah tidak butuh sedikit uang kepada seluruh alam ini yang butuh ke itu adalah makhluk bukan Allah ya Allah tidak pernah butuh Baik Pak karena orang-orang ini melintir ungkapan itu adalah ketika menjelaskan makna istilah secara bahasa secara bahasa karena istilah itu dalam bahasa itu ada berbagai redaksi kadang-kadang istimewa Allah yaitu di apa namanya ditambah kata-kata kalau kita kata bantu ya istilahnya kata bantu dalam bahasa kita itu dalam bahasa itu arti semuanya adalah Ya Allah Maha Tinggi dan tinggi terangkat masuknya Maha Tinggi itu adalah wartafah kalau artinya istilah artinya kadang-kadang jadi dia dengan tidak butuh kepada huruf pembantu dari huruf Jar tadi Allah atau Ila ya histawal itu matang atau dia juga memiliki kata bantuan artinya apa adalah apa namanya Seiring berjalannya aliran air dengan kayu ya kayu-kayu hanyut di atas air itu kan mengalir gitu seiring Dia berjalan Nah itu istalawa ini istawalah maka seperti kata Allah Istiqomah Al judi ketika kisah tentang kapal Nabi Nuh yaitu kapal tadi adalah Mandara di puncak bukit Judi atau di apa namanya di puncak bukit Judi jadi itu dijelaskan oleh para ulama ketika belo menjelaskan menafsirkan lafaz istiwa ini dalam tulisan below ya dan secara bahasa dengan makna yang terbawa macam sesuai susunan grammarnya sesuai susunan tetapi belum setelah itu mengatakan istilahnya Allah kita tidak tahu bagaimana bentuk istilahnya Allah semuanya kita tidak tahu tentang istilahnya bagaimana kita tidak mau tentang bagaimana bentuk zatnya Allah jadi bila begitu dia belum memberikan kaidah disebutkan dalam mengimani sifat-sifat Allah perkataan pendapat kita mengimani di dalam masalah apa namanya eh mengimani masalah sifat-sifat Allah seperti kita mengimani apa namanya zat Allah sebenarnya kita meyakini Allah itu punya zat dan zat Allah tidak sama seperti zat makhluk demikian pula kita mengimani bahwa Allah itu punya sifat tidak sama seperti sifat makhluk Nah itu Al kauluh sifat Nah maka kalau belum mengatakan Bagaimana bentuk apa atau bagaimana cara istilahnya Allah itu kita tidak tahu bagaimana menurut istilahnya Allah kita tahu semuanya kita tidak tahu bagaimana bentuk zatnya Allah gitu Jadi kita mengimani Allah itu beristiwa Iya bagaimana bentuknya al-ghaiffee Imam Malik bagaimana bentuknya Allah yang tahu karena yang pasti istilah Allah pasti tidak seperti istilah mau itu udah pasti itu pasti kita yakini ya bahwa Allah tidak sama seperti istimewa ini sudah beliau tekankan berkali-kali dalam setiap penjelasan beliau sebenarnya namun orang-orang Ahlul kalam itu memenggal memetik mencari poin gitu mencari kalimat-kalimat yang mungkin untuk dipelintir sebagai tuduhan dan fitnah terhadap Syariat Islam into Mia rahimahullah Oleh sebab itu penyusun kitab ya Ibnu Bagaimana dalam sebuah kitab di sini dijelaskan bahwa kita menantang Siapa yang menisbahkan kepada sistem Tamiya menafsirkan istilah Allah itu di atas Aras dengan duduk dan pendapat itu adalah yang beliau pilih silahkan Tunjukkan Apa judul kitab beliau dan halaman berapa di mana Beliau mengatakan hal itu kenapa sebenarnya kita sebutkan ada al-kautsar namanya seseorang Ahlul kalam di abad kontemporer ini yaitu kalam yang yang tentang penjelasan tafsir dari Aras dalam bahasa al-kautsary memberikan catatan Alaka kau sesama Allah memberikan catatan Padahal dia bicara tentang makna logowi ala ibarat memberi catatan di atas penjajahan makna arus dalam bahasa wakala ya apa kata kausari ketika bahasa kalau begitu berarti Ibnu mengatakan tempat duduknya Allah padahal tidak pernah mengatakan hal itu jadi dia menjelaskan makna secara bahasa lalu dipahami oleh elcosa ini adalah itulah maksud istilah Allah dalam yang disebutkan dengan dalam dalil-dalil yaitu maka berarti mereka menuduh bahwa untuk membuat sebuah perkataan tidak pernah dikatakan ada hadis yang dinukilkan dari Ibnu mandah kemudian di situ terdapat kalimat jadi ada pula hadis yang disebutkan disini oleh Ibnu Mandar lalu mengomentari Abdur wisata mengomentari riwayat Ibnu Mandar tersebut ini menunjukkan bahwa tidak pernah menafsirkan kalau istilah Allah berarti duduk sebenarnya yang dituduhkan oleh orang-orang yang membuat kedustaan terhadap Syariat Islam dan beliau menjelaskan berbagai sisi kode even hadits tersebut ya ini tidak mungkin tidak perlu perlu kita bahas dan panjang lebar karena apa namanya pemeriksaan mungkin terlalu kalau kita bahas kan kurang nangkap nanti karena terlalu banyak penjelasan selalu hadis tentang ini istilah-istilah ini gitu ya kemudian juga ini belok katakan ya ataupun hariwai mengatakan ya maka berkata belum mengatakan di sini mengomentari ya tentang riwayat tersebut adalah bahwa ini riwayat-riwayat yang yang dhaif maka beliau mengatakan selalu kalau bukan lebih dari yang menunjukkan contoh Ifan hadits ini adalah ikhtilafnya riwayat-riwayat tersebut ini menafikannya ini menetapkan kata belo wolem dan juga tidak mungkin dipastikan bahwa salam menghendaki isbat arti menetapkannya ya bahwa adisesa berlebih ada dari arah situ seukuran 4 jari ini tidak mungkin sama sekali kata beliau secara Matan ya dalam hadis itu ada namanya naqdus bicara tentang bagaimana meneliti sanak saya apa tidak kemudian juga jadi lapar hadisnya ditinjau maka matahari maknanya ini batil kata belok kalau andainya sisa ada sisa dari Aras dalam penasehat dalam ini belum mengomentari ya maka beliau mengatakan ya Wahana ini maknanya sangat asing dan tidak ada satu mendukungnya yak tadi bahkan ini menuntut bahwa arus itu ya mengharuskan atau ber konsekuensi atau membuat kesimpulan harus lebih besar daripada Allahu akbar ini ada jelas riwayatnya ini batil mukhaliful Sunnah Wal akal sangat bertentangan Alquran sunnah dan dan logika dan ini menunjukkan juga berarti kebesaran Allah dilihat dari kebesaran Aras yang diciptakan Allah dan menjadikan arah lebih besar daripada Allah ya maka ini adalah jelas kesimpulan yang sangat fatal dan batil katanya apa yang ditunjukkan di dalam ukuran ini bahwa makhluk itu lebih besar daripada Allah ada maknanya fasik ini maknanya rusak maknanya salah Keliru karena menyelisihi ya apa yang kita ketahui dari Alquran dan sunnah dan secara logika nah ini diantara komentar beliau dalam menjelaskan inilah sebenarnya Bagaimana cara-cara dari penipuan yang dilakukan oleh orang-orang yang mencoba mempelintir apa namanya perkataan atau kitab beliau nah ini contohnya ya kan nah maka jelas engkau mengatakan di dalam menjelaskan hadist tersebut menjelaskan ungkapan sebelumnya ya beliau tidak pernah mengatakan semua karena Allah duduk di atasnya Wali mukullibatta Ya astawa yakni jalasah tidak pernah mengatakan bahwa istilah berarti adalah duduk dan bagi Allah tadi yang terdapat dalam riwayat tersebut duduk atau melebihi sisa melebihi Aras 4 jadi atau tersisa arus 4 jari dan beliau menaikan hadits tersebut membuat juga apa namanya tujuan-tuduhan yang sama dengan ini kita cukup menjawabkan itu namanya kita lihat tuduhan yang lain ya ada tuduhan dari tuduhan ini cabang dari tuduhan yang di atas tadi mengatakan bahwa Allah SWT menyisakan tempat di Aras untuk tempat duduk Nabi Muhammad SAW itu ada tadi yang kita sebutkan ya ini ada tuduhan yaitu dudukan oleh sebagian dalam tafsirnya an-nahl belum mengatakan bahwa belum membaca ungkapan yang tersebut dalam kitab al-ars punya kata Ibnu hayyan ini ya ini dibuktikan ya peneliti mengatakan telah kata safatu Kitab Ibnu Taimiyah al mansur dicoba dibaca huruf demi huruf baris demi baris halaman 56 kitab al-ash itu dalam Tidak ada ditemukan dalam kitab beliau itu ya secara dekat atau jauh baik dalam bentuk secara nyata ataupun dalam bentuk ya tidak nyata bagaimana mereka akan mengatakan hal itu walau kita pun bisa dilihat bisa dibaca kitab beliau tersebut mengumpulkan tuduhan-tuduhan bohong terhadap saudaranya adalah namanya di masa sekarang ini adalah ya Yang orang-orang yang tidak memakai manhajul Ilmi metode ilmiah di dalam menisbahkan sebuah perkataan kepada orang lain maka perlu kita menisbahkan sebuah ungkapan perkataan tuduhan harus ada terbukti Dalam tulisannya perkataannya atau bukunya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan karena jangan menyimak menyebabkan kebencianmu tentang sekelompok kaum bahwa kamu tidak berbuat adil lah maka ini ulama-ulama sunnah dari masa ke masa ketika mereka membantah mengoreksi sebuah pendapat mereka bukan mengada-ngada dari pikiran dan kesimpulan mereka sendiri tapi adalah langsung melihat kepada sumber yang aslinya Ibnu Hajar membantai Ibnu hayyan ini Ibnu Hajar ini mengatakan pengajaran sekolah ini ia mengatakan wafat kanal Ibnu hayyan sebelumnya dua mataku tidak melihat orang seperti orang ini itu sepertinya kemudian Ibnu Hajar mengatakan Ibnu hayyan ini membencinya dan menyebabkan dalam tafsirnya an-nahl yang buruk nah ini kata Ibnu Hajar kemudian ini lancar menyebutkan kenapa terjadi semacam perselisihan antara topik delapan tempat yang 8 tempat dalam pembahasan Nahwu jadi siltumnya mengkritik yaitu sibawahi dalam 8 tempat ya dalam pembahasan kitab Nahwu ini yaitu Kitab yang ditulis oleh si boy namanya Alkitab dan Ibnu hayyan ini adalah orang yang sangat mengagungkan fanatik terhadap sibawaihi ya itulah penyebabnya Ibnu Haya ini marah kepada Ibnu Taimiyah wanakasa lalu terjadi diskusi antara diskusi lalu semuanya mengatakan setelah selesai diskusi makan nasi Bawai Nabi dalam Nahwu Bukan nabi Nah itu hajar lalu itulah penyebabnya tadi Apa nama menjauhi dan memusuhi sistem Tamiya hajar Lalu setelah itulah Ibnu hayyan menuduh dengan perkara-perkara yang buruk ya bukan kata-kata kita ini ya ini hajar asqalani menyebutkan sedangkan untukmu sendiri ya adil terhadap sibawahi ini bahkan mengatakan tentang kitab subuh itu adalah pembahasan orang ahli kitab yang paling bagus adalah tidak ada di muka bumi ini kitab seperti kitabnya adalah masalah pembahasan Nahwu itu Jadi kalau ini menunjukkan bahwa para ulama itu ya bukan berarti mengkritisi atau merendahkan mana tetapi karena fanatik yang menghayan dan terhadap subawahi tidak mau dikritik akhirnya belum membencinya yang mengkritik Ibnu apa sibawahi tapi bukan berarti juga menjatuhkan kedua ini menjelaskan menilai Ibnu menilai kitab subuh itu itu dengan menyembuhkan tidak ada di muka bumi ini kata belokan dalam sisi pembahasan Nah itu maksud di sini ya maka dari sinilah menyebabkan apa yang dinukilkan oleh nuhain tersebut tentang dunia adalah suatu hal yang mengada-ngada tadi ya tidak pantas diterima ungkapan wahaian dunia ya tentang hal yang dinukilkan ya Kemudian beliau mencoba titik ini melihat berbagai tulisan ketika menjelaskan tentang hadits yang berlalusi tentang sebuah riwayat tadi menyebutkan Allah duduk di atas Aras itu yang telah kita bahas sebelumnya yang menunjukkan kemudian sisa empat jari disitu ya Muhammad menyebutkan bahwa itu tempat duduknya Muhammad telah menjelaskan sebelumnya bahwa makna ini adalah makna yang sangat asing laisain tidak ada riwayat mendukung makna ini ya bahkan belum mengatakan menyelisihi Alquran dan sunnah dan juga akal jadi dengan tuduhan itulah Mereka mencoba membuat apa namanya dan kesimpulan-kesimpulan hadis-hadis yang terdapat itu baru menuduh bahkan yang jelas mendoakan riwayat tersebut jika telah membantah ungkapan riwayat hadits yang menyebutkan dalam itu maka terbantah pula ungkapan kemudian ya menyebutkan tentang penilaian ulama-ulama terhadap Ibnu AIDS yang diriwayatkan tersebut boleh mengatakan ya fariwayatkan dari Ibnu AIDS Surah dan ini riwayat dalam bahasa Al Hadits yaitu lemah Kenapa karena disebutkan dari siapa dia siapa meriwayatkan dari majhul di situ lalu di sini belum membantah juga berapa yang dituduhkan oleh orang-orang yang menukil dari nelayan dan lainnya maka kita melihat dalam mengatakan bahwa apa yang dinukilkan ya belum menjelaskan tentang sebuah status hadis ini bahwa buaya Allah menulis sebuah kitab dalam itu judulnya membantah kitab inhufaur info adalah hadis sekalipun abuyalah memberikan istana hadits tersebut Allah yang dibawakannya dan mereka siapa menyebutkan siapa riwayatkannya beliau menjelaskan di dalam terdapat beberapa hadits maudhu seperti hadis Allah dengan mata kepalanya pada malam hari yang Dhaif kata beliau kemudian juga belum menyebutkan bahwa pihak Asia dan juga terdapat di dalamnya berapa hal-hal yang dilakukan sebenarnya mereka duduknya Rasul selalu di atas Aras ya orang-orang dan juga ada sebagian dari jalan-jalan yang lain secara marfu Iya semua riwayat itu hadis yang sudah levelnya sangat jauh di bawah ya kalau hadis Dhaif itu beda lagi itu dia punya sanad yang tetapi ada penyebab dhaifnya tapi kalau mau dua ini adalah Hadits yang dibuat-buat itulah penilaian beliau terhadap apa yang dituduhkan kepada lautan atau riwayat yang membunyikan hal tersebut Di sini kita lihat bahwa ini bahkan kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam perkara itu yaitu tentang bahaya Apa hadis mengatakan bahwa Rasulullah dan semacamnya itu ada hadis yang maudhu ini diantara hal-hal yang diturunkan yang berikutnya adalah dituduhkan pula Kepada beliau ini karena memang sudah Allah itu adalah lebih besar dari Allah ataukah mereka akan membuat kelaziman-kelaziman ataupun apa namanya semacam opini atau ungkapan-ungkapan ya bagaimana supaya orang diajak berlogika oleh mereka agar mengingkari Allah itu istiwa atas Saras nah diantaralika yang mereka katakan kalau begitu apa Aras itu lebih besar atau lebih kecil dari Allah Nah dituduhkan kepada Akbar jadi salah satu tuduhan dikatakan pada pesawat Tamiya itu adalah bahwa belo mengatakan Allah itu ukurannya sebesar arasy tidak lebih kecil dan tidak lebih besar nah ini sudah berlalu kita bantah penjelasan ini dalam apa ketika membaca tuduhan sebelumnya yaitu barangsiapa mengatakan istilah Allah istilah kita ya karena sungguh dia telah menyelisihi kebenaran dan dia merupakan sebuah perkataan yang kufur kemudian baru mengatakan Beliau mengatakan dibandingkan dengan kemaha besar Allah bagaimana Beliau mengatakan kok dituduhkan Kepada beliau mengatakan bahwa tidak lebih kecil tidak boleh lebih besar ini jelas itu duluan yang sengaja mereka buat dalam tulisan mereka di dalam ya agar orang berkesimpulan salah Keliru tentang sales sudah sering menyebutkan kebesaran Allah ta’ala itu dalam peristiwanya butuh kepada Arsy seperti butuhnya makhluk ya kepada hal yang di bawahnya knu kafir pengangkatan hidup yang mengatur yang berkuasa ya qoyyum artinya adalah yang mengatur kehidupan makhlukNya secara mutlak makhluk ya butuh kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Kemudian beliau ya menukilkan perkataan Imam dari ini ketika membantah Imam al-marisi pada sini seorang ahli al-qalam dari kelompok muktazilah atau jamiyah ya belum mengatakan ketika membantah pandangan massal marisi ini ya Ketika engkau mengkiaskan Allah dengan Arsy kata diakan berarti Allah yang sangat mengherankan ya dari semua ini kata beliau kata Imam dari ini ketika pada abbassal berisi ya itu engkau mengkiaskan Allah dengan Arsy bagaimana ya ukurannya timbangannya ya kecilnya engkau menyangka seperti anak-anak yang buta Ya Allah bertanya apakah Allah lebih besar atau lebih kecil dan semisalnya ya ini belum menukilkan tentang bantahan Imam dari kepada sumber maka di sini jelas tidak pernah selesai mengatakan bahwa Allah itu ukurannya sebesar Arsy tetapi mereka-mereka yang suka membuat kebohong-kebohongan dari satu persatu kita lihat ya dan itulah yang terjadi sebenarnya kalau kita lihat di lapangan dakwah hal yang sama itu juga terjadi kita lihat sekarang ini orang yang berbuil yang beropini bermacam-macam tentang Syekh Muhammad Wahab lalu mengatakan Wahabi dan selamanya maka banyak sekali kedutan yang pernah tidak pernah ada dalam kitab dan tidak pernah diucapkan tidak pernah dijalan ya tidak pernah sama mereka mengatakan hal yang seperti itu tapi dituduhkan dalam pokoknya anti ziarah kubur anti sholawat anti tawasul anti istilah macam-macam ini cara-cara ketika mereka ya tidak dapat menjawab penjelasan-penjelasan yang dikemukakan oleh para Ustadz yang menjelaskan del-dalil dengan syar’i jelas ya menuliskan Bagaimana pemahaman yang benar dengan tawasul meluruskan bermanfaat Istighosah meluruskan Bagaimana paham seharusnya kita ziarah kubur ketika diluruskan dengan dalil-dalil yang jelas lalu mereka akan mengambil kesimpulan ini anti tawasul ini anti Istighosah ini anti ziarah kubur ada segala macam mereka Buatlah macam-macam suka mengkafirkan kaum muslimin dan macam-macam nah ini sebetulnya hal-hal yang sama sudah dialami oleh para ulama sejak dahulu ya kenapa begitu banyak tuduhan kepada teman-teman karena memang beliau yang sangat apa namanya banyak mengomentari dan menjelaskan berbagai penyimpangan dalam toilet asma sifat ini beliau sangat konsen dalam banyak tulisan below karena apa Karena ini sangat berbahaya ke dalam keyakinan kaum muslimin ketika salah memahami ayat-ayat sifat tersebut maka akhirnya beliau menjelaskan dalam penjelasan maka orang-orang yang merasa terusik ketika terbongkar kekeliruan segala macam atau dia malu untuk rujuk kepada kebenaran mereka hanya senjatanya membuat kebohong-kebohongan dan memprovokasi umat untuk membenci para Dai para Ustaz yang menjelaskan kebenaran itu nah ini provokasi mereka pakai ya Sehingga terjadilah penghalang halangan pembangunan lembaga pendidikan penghalang pembangunan masjid segala macam ya padahal kalau diajak diskusi mereka dijelaskan apa yang kalian salahkan dimana salahnya ya para-parah adalah mahal ikhtilah pokoknya hal-hal yang khilaf ulama sudah sejak zaman dahulu dan itu boleh boleh jadi bahas untuk dari sebagai Khazanah ilmiah dan meningkatkan bahasan-bahasan ilmiah kecerdasan berpikir berilmia dan melihat dalil-dali setiap dalil Kemukakan para ulama maka kita mencoba mendiskusikan pandangan-pandangan pendapat-pendapat ulama sesuai dengan yang mereka Jelaskan ini bukan berarti kita lebih tahu dari para ulama itu juga justru kita tahu ulama ini salah dan melalui ulama yang lain dan penjelasannya kan gitu bukan berarti kita yang mengkritik secara langsung tanpa berpedoman kepada penjajahan tidak karena ada juga tuduhan Oh itu mereka kembali kepada Alquran sunnah saja mereka jagoannya gitu Quran langsung Mereka menafsirkan dengan hawa nafsunya kita selalu jagoan kita adalah memahami Alquran dan Sunnah sesuai pemahaman Salafus Saleh itu bukan ulama ya ulama mulai semua ulama adalah sahabat para ulama di masa sahabat jargon kepada Alquran sunnah kalau kita ngambil Alquran sunnah saja tanpa pedoman ulama kita akan sesat yang benar kalau tidak kembali kepada para sahabat dan akibatkan yang meninggalkan paham Salaf itulah menyebabkan kita menjadi keliru dalam memahami berbagai konsep-konsep yang telah dibahas dan dikupas oleh para ulama kita yang terdahulu ini contoh-contoh ya bagaimana bentuk-bentuk orang-orang yang menukil pendapat-pendapat yang tidak merujuk kepada sumber aslinya nah kemudian ya walaupun tersebut membuat orang-orang berpikir menjadi ketawa Bayan ketika mereka itu hanya yang penting dapat bahan untuk menyerang lalu diceritakan setiap apa yang mereka dengar lalu mereka sampaikan tanpa tasamuds berupa membuktikan ya menjadi penjelasan tidak pernah Jadi mereka ya apa yang terdengar lalu itu pula yang dinukil dari apa yang Mukil dan ini ya yang terjadi juga seperti apa namanya Zaini Dahlan yang di dalam kitabnya banyak sekali Apa nama kebohong-kebohongannya tentang Syekh Muhammad Wahab kemudian juga contoh lain di sini adalah Ibnu Hajar Al Haitami ba’da anda alami sesat dan apa namanya itu melenceng gitu kan karena itu ya setelah menukirkan suatu ungkapan wong tadi ya kalau ini terbukti ikatan umumnya ini suatu hal yang membuatnya dia apa Jadi kalau ini nukil ini benar kata hitam ini menunjukkan bahwa Imam Al hitam tidak merujuk kepada kitab beliau apa namanya kita belok ya Mutawatir ada ya kemudian ya maka di sini Kenapa tidak dibaca kita beli maka penukilan ini benar kata beliau ini bahwa membawa kepada kekufuran atau dia nah ini menunjukkan bahwa dia menukil tentang tentunya tidak bisa memiliki bak bukti adalah dia tidak bisa memastikan ini menunjukkan ya bagaimana ketika kita mau menukarkan sebuah perkataan-perkataan tidak apa yang didengar dari pihak-pihak ketiga atau pihak lain langsung saja kepada kitabnya ataupun sumber aslinya kemudian Ya Allah tujuan berikutnya adalah ya tudung berikutnya mengunduh kan lagi puasa itu mengatakan Allah itu berpindah-pindah dan bergerak yang pakai ini bahasa yang digunakan oleh Arung kalam untuk menuduh kepada saudara-saudara mereka sebetulnya memindahkan ungkap-ungkapan dari ungkapan yang benar jadi kenapa kalau ini kepada dunia karena ketika Allah memiliki sifat istiwa semastawa kemudian Allah bersifat nuzul kemudian Allah bersifat ikhtiar datang pada hari kiamat segala macam ada dalam Alquran ya hal yang turun wajah malaikat mereka menafsirkan itu dengan bahasa yang munafik bahasa yang membuat orang syubhat membuat orang apa namanya mengingkari apa-apa yang Allah tapi ditukar dengan lafadz yang lain yaitu yang kita dengan bahasa apa yang Allah itu berpindah dan bergerak itu bahasa yang digunakan ahli dalam nah menjelaskan ungkapan-ungkapan yang mujmal ini belum mengomentari tidak ada Allah menyebutkan ya sifat itu untuk dirinya ataupun menafikannya maka diantara kaidah dalam ahlussun jamaah masalah nama dan sifat-sifat Allah kita tidak boleh mereka kita harus mendapatkan apa namanya Dalil dari AlQuran maupun dari sunnah yang shahih maka nama-nama sifat tersebut tidak boleh kita rubah kita boleh kita rubah Kenapa karena bila digunakan bahasa yang lain untuk menyebut seperti yang akan menimbulkan asumsi yang keliru dalam pemikiran orang-orang beriman bahkan mengomentari orang mengatakan bahwa Imam Ahmad menyatakan harokah harokah itu sumber bergerak bagi Allah maka mengatakan itu tidak pernah terbukti tidak ada bukti bahwa hal itu dikatakan oleh Imam Ahmad apa kata belo menyikapi bahasa-bahasa tadi yang kita sebutkan tadi jadi sikap kita dalam al-fadzul dan memang konsepnya orang-orang Al Kalam tadi adalah mereka sengaja merubah lafadz yang terdapat dalam Alquran sunnah kepada lafaz yang lain untuk menimbulkan keraguan tadi tujuannya untuk menafsir maka mereka tidak menggunakan umpamanya ketika meletakkan sifat Ulu mereka tidak meraih mengatakan Allah karena jelas sifat Ulu terdapat Alquran tapi mereka menggunakan lafadz Allah mereka rubah kepada istilah yang lain ketika mereka mau menafikan Allah itu bersifat yang lain ya Untuk menimbulkan apa tadi asumsi yang keliru Nah itu tujuan mereka dari asumsi yang salah tadi lah mereka menggunakan untuk memberikan syubhat dan untuk mencari sifat Allah nah Janganlah mereka mengatakan hal itu semua dari sifat-sifat Allah yang ada makam yang memberikan solusi untuk hal itu kita jelaskan tadi dalam pembahasan nama dan sifat-sifat Allah yang utama itu perlu menjaga lafadz-lafadz khusus lafaz yang terdapat dalam dalil itu perhatikan lafadznya tidak merubah lafadznya tidak menggunakan lafadz-lafadz yang ambigu yang mujmal ya atau dalam bahasa lain adalah maka kita menetapkan apa yang Allah tetapkan dan juga apa yang ditetapkan oleh Rasulullah SAW Nah itu kunci yang pertama jangan kita gunakan lafadz lain yang akan menimbulkan apa asumsi-asumsi yang keliru maka kunci kata below ketika afas syar’i yaitu kita harus berpakaian jangan buat penafsiran-penafsiran lafadz-lafadz yang baru menggunakan istilah yang lain Artinya kita harus syar’iyah ya jadi harus benar-benar berpegang menggunakan istilah-istilah yang syar’i jangan sampai Menggunakan sesuatu yang tidak apa namanya ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala bagi dirinya lalu kita gunakan lafadz itu maka beliau katakan maka kita menggunakan lafal yang Allah tetapkan bagi dirinya atau pendapat yang digunakan langsung dan juga demikian lafadz menafikan ya ketika Allah tidak begini tidak begini tidak bersifat begini harus ada lafadz yang sesuai dengan syar’i demikian pula Apa yang dimaksudkan Allah dan rasulnya seperti itu menerapkan sifat Allah itu memiliki sifat menafikan keserupaan dengan makhluk ya itu ada tandingan dan kesetaraan bagi Allah dengan makhluk yang di dalam sifat-sifat tadi Allah tidak sama seperti sifat makhluk Apakah orang-orang membuat kedustaan itu ya cukup dan mengikuti nunus yang menjelaskan akidah atau lebih pada ini tetapi mereka ya orang-orang Yang coba mengingkari kebenaran selalu mereka akan menggunakan lafaz-lafadz yang ambigu tersebut baik maka struktur mengatakan tentang lafadz al-maji Wal ikhtiar tidak seperti makhluk datangnya makhluk Allah datang tidak seperti datangnya makhluk almaji atau Maji Allah dalam hal ini hal yang sudah pasti bahwa segala sifat Allah tidak akan sangat seperti sifat makhluk muttafaqun Ali bin ulama sunnah yang sudah disepakati oleh semua ulama sunah Paman lahu upload dan orang memiliki logika yang sehat Fakultas Ilmu Kenapa karena setiap sifat dan perbuatan itu mengikuti zatnya apabila zat Allah itu berbeda dengan segala zat yang lain zat Allah berbeda dengan makhluk maka secara pasti semua sifat Allah itu berbeda dengan sifat makhluk itu tadi yang kita gunakan istilahnya kaidahnya Al qauluvi sifat pendapat dan pandangan kita dalam mengimani sifat-sifat Allah seperti kita mengimani zat Allah Subhanahu Wa Ta’ala bagaimana kita tidak sama seperti demikian pula apa namanya sifat-sifat Allah tidak sama seperti sifat makhluk hubungan setiap sifat dengan zatnya ya tidak akan mungkin sama ya sifat bila zatnya berbeda subhanna pada makhluk pun zat yang berbeda sifatnya berbeda contoh kita katakan diantara makhluk umpamanya sayap saja nyamuk berbeda zatnya dengan kapal terbang dengan ayam dengan itik ya berbeda zatnya itu maka berbeda pula sifatnya maka tidak Samalah sayap nyamuk dengan sayap kapal terbang tidak Samalah saya ayam dengan sayap itik berbeda-beda kan itu walaupun punya sayap tidak bisa terbang lebih jauh ayam bisa terbang jauh nyamuk walaupun saya kecil tapi bunyinya keras di telinga manusia jadi semua sifat itu tergantung kepada zatnya semuanya zat Allah tidak sama seperti sifat Allah tidak sama seperti sifat makhluk tapi Allah punya sifat yang punya sifat cuma Allah punya zat tidak sama seperti zat makhluk Allah punya sifat tidak sama seperti sifat makhluk itulah sebenarnya kata kunci ya tetapi tadi kita katakan orang-orang Ahlul garam mencoba melintir ungkapan untuk merubah dengan istilah lain untuk menimbulkan apa asumsi-asumsi yang bisa mereka gunakan untuk mengingkari sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahkan belok mengomentari tentang istilah al-harakah bergerak tadi itu apakah Allah bergerak atau tidak bergerak kan tidak ada sifat harokat dalam nash dinafikan maupun ditetapkan kata beliau adalah yang harus dipastikan diyakini tentang Allah bahwa Allah tidak mirip dengan sesuatu pun dalam segala apa yang Allah sifatkan dengannya dirinya Allah tidak mirip dalam segala sifatnya begitulah tidak mirip dengan segala tidak ada yang mirip dengan Allah dengan segala sifatnya itu diantara yang dapat kita bahas Pada kesempatan ini mudah-mudahan apa yang kita bahas dapat kita ambil faedahnya ya ringkasnya adalah tuduhan-tuduhan tadi sudah sering dijawab oleh tulang-tulang itu dan bahkan to then itu sengaja dibuat melazimkan tuan-tulang tersebut Insya Allah pada kajian akan datang itu ada tuduhan yang sangat santer juga dibahas bahwa ibnunya mengatakan wikida mil alam yang Allah tuh bersifat apa namanya alam ini Qidam ya bersifat Kodim mengatakan bahwa alam jenisnya bahwa menyatakan bahwa Allah tidak lebih dahulu nanti akan kita bahas pula nanti apa dan mengapa ada Tuhan itu ya demikian kita kembali kepada Allah kita dari studio Cileungsi sampai Alhamdulillah Terima kasih banyak kepada lusa dan materi yang telah disampaikan di kesempatan pagi hari ini masih dalam kelanjutan pembelaan atau bantahan tuduhan terhadap syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang mudah-mudahan menjadi pencerahan bagi kita semua baik untuk selanjutnya kami buka sesi interaktif bagi anda mungkin yang ada pertanyaan perihal pembahasan di kesempatan pagi hari ini silahkan anda bisa menghubungi kami di layanan yang telepon di 0218236543 atau Anda bisa mengirimkan pertanyaan melalui layanan pesan Whatsapp di nomor 0819 83 baik yang pertama Ustadz mungkin dari telepon ada yang masuk kalau Assalamualaikum Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa di mana kalau mendengarkan jangan-jangan atau hujan-hujan dari saya berkesimpulan begini saya ini tidak mondok hanya sekolah sekolah sampai di SMA agama Man dan disitu Tapi saya kalau mendengarkan masalah Allah saya berkesimpulan atau menganggap beriman bahwa itu dan sifat-sifatnya Allah itu tangannya matanya kakinya jari-jarinya Saya tidak memegang ke situ hanya saya berdasarkan itu halo dari apa saja bahwa Allah itu berbeda dengan makhluk ciptaanNya gitu saya beriman jadi yang ditanyakan Gimana Pak bagaimana yang jadi permasalahan bapak itu maksudnya yang itu aja tangannya seperti Apa mata uang berbeda semuanya mengambil kaidah yang umum ya Kenapa kita ada bicara masalah dan sifat-sifat lainnya karena sifat itu Allah tetapkan dalam Alquran jadi ketika kita membaca ayat-ayat tersebut Ya Allah pokok ini ya ketika Allah berkata kepada iblis Yama mana ke atas sifat-sifat di situ secara rinci ya Ada sifat-sifatnya Allah sifatkan dirinya yang sifatnya Alquran maka jelas kita mengimani pasti sifat Allah yang dikatakan sebagaimana Allah katakan wahai iblis Kenapa engkau tidak mau sujud kepada makhluk yang langsung aku ciptakan yang kedua tanganku nah orang-orang Al Kalam kadang-kadang memahami tidak mau mengatakan Allah itu memiliki tangan alasannya apa berarti Allah itu tangannya seperti tangan manusia nah di sini musibahnya di situ mereka kalau begitu Allah memberi tangan seperti makhluk berarti Allah itu seperti makhluk kalau Allah katakan punya tangan itu syubhat mereka Ayat tersebut Allah yang menurunkan dan Allah pula yang menurunkan ayat tadi Laisa Kamis Tiada satupun yang mirip dengan Allah maka Allah yang menurunkan ayat itu berarti Allah mengatakan Ayat tersebut bahwa sifat tangan Allah itu tidak sama seperti tangan makhluk itu selesai Nah kenapa ini dikomentari karena ada orang mengatakan ndak itu ayat artinya bukan tangan artinya adalah Nikmah ataupun roh nikmat dan qudroh tidak ada di dalam tangan arti dalam bahasa Arab itu artinya Kuturan nikmat ya bisa berarti sesuai dengan kondisi kalau seandai diartikan Adam diciptakan yang kodrat iblis juga diciptakan komputer Allah Subhanahu Wa Ta’ala kalau seandainya tangan diciptakan di situ berarti iblis juga dikatakan bisa diciptakan dengan tangan Allah begitu langsung berarti tidak ada keistimewaan Adam ya di atas iblis sedangkan Allah nah apa namanya bertanya kepada iblis tersebut ya menunjukkan tentang keistimewaan Adam berbeda dengan makhluk-makhluk lain yang Allah ciptakan dengan qudratnya ya Adapun Adam juga dengan tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena ini yang di yang dibahas sebenarnya karena di sana ada orang-orang yang mencoba memahami bila memahami sifat Allah tersebut mereka mengatakan itu sifat berarti seperti sifat makhluk lalu mereka ingin lari dari memahami sifat itu seperti makhluk kepada takwil nah ini yang menyebabkan mereka mentakwil tadi karena mereka pertamanya sudah memahami pemahaman yang salah tentang ayat tadi Apa makna yang salah yang mereka payudara ini berarti Allah kalau kita kata punya tangan berarti mirip dengan makhluk ini pemahaman yang salah sedangkan air itu Allah turunkan bukan berarti Allah menyerupakan sifat yang sifat makhluk Maka itulah kaidah yang tadi disebutkan oleh Bapak bahwa semua Allah dalam sifatnya dalam zatnya tidak sama seperti makhluk Allah punya sifat Iya tidak sama selalu apa sifat-sifat Allah yang dapat kita ketahui Allah sebutkan dalam Alquran Allah mendengar Allah melihat Allah bersifat terhaya ya maha hidup ya kemudian apalagi Allah ya wajah Allah sifat-sifat Allah semua ya kemudian sama al-basyar hikmah ya Rahmah Maghfiroh itu semua sifat-sifat allah subhanahu wa ta’ala ketika kita memahami itu maka langsung kita katakan ke saat mendengar ayat sifat itu bahwa sifat itu tidak seperti sifat makhluk nah umumnya orang baik Ahlul takwil atau Ahlul tasbih mereka pada awalnya jatuh pada paham tasbih kedua-duanya apa ketika mereka memahami sifat Allah dalam ayat tersebut sama seperti sifat makhluk maka dari itulah mereka lari kepada takwil karena takut dari tasbih tadi padahal sebenarnya tidak ada tasbih di situ di situ keliru mereka karena memahami tasbih dalam ayat tersebut Dan menganggap iOS tersebut bagian dari ayat mutasyabihat Nah maka yang dinafikan di situ adalah tidak kesurupan Allah dengan makhluk Dan Allah punya sifat dalam segala sifat yang Allah sebutkan dalam Alquran Karim maupun sunnah Shahih tapi kita tidak boleh membuat sebuah sifat yang Allah tidak sifatkan dengan dirinya Allah mengatakan beres cepat seperti ini Pokoknya padahal tidak ada dalil dalam Alquran tidak ada tidak boleh ya maka Kenapa kita harus beriman dengan rincian sifat-sifat Allah dan itu jalan untuk Allah memperkenalkan dirinya kepada makhlukNya Allah maha pengasih Allah maha penyayang Allah maha pengampun Ya Allah Maha Kuasa al-qadir ya al-azim Al Jalil semua sifat-sifat Allah yang terdapat dalam Alquran dari nama-nama Allah tadi itu menunjukkan Allah memiliki sifat ya itu itu sebenarnya apa yang Bapak sampaikan tadi benar cuman itu konsepnya bahwa Allah tidak sama dengan makhluk dalam segala sifatnya sebenarnya tidak pula sama dalam zatnya nah ketika Allah menyebutkan sifat-sifat tentang dirinya langsung kita tidak perlu minta oleh Kenapa karena Untuk apa ditakwir memang sifat Allah tidak sama sifat makhluk alasan karena dia pertamanya telah memahami di sana ada tasbih wallahualam dan penjelasannya mudah-mudahan dapat dipahami juga ya untuk bapak yang bertanya khususnya yang berada di Pamekasan dan umumnya untuk para pemerhati roja yang lainnya baik selanjutnya ada pertanyaan di layanan pesan Whatsapp dari Pak Anwar yang berada di Depok ya mungkin ini penjelasannya juga telah berlalu oleh mungkin ini perlu disampaikan kembali ya Saya pernah membaca di sebuah website yang populer mengatakan bahwa Saiful Islam Ibnu Taimiyah dinilai telah melakukan Bid’ah katanya oleh Syekh Albani Syekh utsaimin dan Syekh bin bazzi atau dengan oleh yang sekarang dikarenakan katanya menghancurkan maulid nabi yang hampir mayoritas ulama Salaf itu terutama memindahkannya Mohon penjelasan wisata Apakah benar Sekolah Islam ini katanya membolehkan atau menganjurkan untuk melakukan Maulid sekalian kami mohon maaf pada kesalahan teknis dari audio yang berada di Pekanbaru dan insya Allah akan diulang kembali jawaban dari awal Albani dan para ulama-ulama kontemporer pertama tentang hukum maulid nabi pertama Maulid Nabi ini yang sangat diingkari oleh semua ulama mengatakan itu tidak boleh dalam sisi apanya pertama jika ada dalam Maulid Nabi terdapat syair-syair yang berlebih-lebihan dalam memuja dan memuji Rasulullah salam yang sampai pada tingkat syirik dan yang kedua adalah bila dalam Maulid Nabi terdapat campur Baur laki dan perempuan yang ketiga Balam dalam nabi itu terjadi perbuatan-perbuatan maksiat nyanyi Dendang dan segala macamnya berjoget termasuk salah ulama kontemporer ulama nusantara yang masyhur Kyai Haji dalam kitab beliau Menjelaskan hal itu ya ketika belum melihat salah satu kegiatan di Madiun dalam kitab beliau udah kalau kumpulan kita belum membahas dan pernah kita Jelaskan di sini bahkan Beliau mengatakan perbuatan tersebut bisa memberikan kepada kekufuran ketika di dalam maulid nabi itu dicampur dengan kegiatan apa maksiat campur balon laki dan perempuan kata beliau kemudian termasuk para ulama kemudian ada yang menterkis dan ada yang membuat bekerja dengan membolehkan ya dan membolehkan yang membolehkan itu diantaranya moralitas oleh Sebagian ulama itu adalah hanya sekedar bercerita tentang sejarah kehidupan Nabi namun para ulama jumhur ulama banyak sekali ulama dan ada dua kitab yang membahas ini ya hukum Maulid Nabi ini bisa diambil di internet pdfnya ada dua jilid Itu menjelaskan dari berbagai mazhab fiqih yang 4 dari mazhab Hanafi Maliki kemudian Syafi’i Hambali menukil pada ulama yang sudah mengetahui kegiatan ini kenapa tidak ada Imam Syafi’i karena bisa manusia ini belum ada perayaan itu karena perayaan itu adanya di masa Bani fatimiyah maka ulama setelah itu membahas masalah ini yang paling keras ada Ibnul Hajj seorang ulama Maliki itu membantah sekali perbuatan ini karena beliau melihat berbagai kemungkaran yang ada di dalamnya nah kemudian setelah itulah pendapat itu dibahas dengan karena ini perayaan ini terjadi setelah di akhir ke Apa nama runtuhnya kerajaan Abbasiyah kemudian fatimiyah berkuasa di kelahiran Mesir nah di situlah lahirnya karena mereka memang dari ahli bab ini ya sebenarnya dijelaskan oleh Ibnu Katsir dalam Bidayah wa nihaya dan mereka yang pertama melaksanakan merayakan berbagai imam-imam mereka termasuk mereka maulid nabi itu sejarahnya yang pertama Jadi yang pertama munculnya bukan dari kalangan ahlussunnah juga terdapat dari itu bahkan belum membahas pembahasan itu dalam kitab beliau Istiqomah lebih jelas ya belum membahas dalam kitab mustaqim ya dan disitu beliau membahas bebas menegaskan perubahan tertentu keliru Bid’ah tidak pernah dianjurkan Rasulullah SAW dan bahkan lebih condong menyelisi Sunar Kenapa yang diantara Bid’ah ya maka Imam Syafi’i menyebutkan ada yang mengatakan Imam ya pendapat mengatakan berhujar yang pendapat ada istilahnya bidah Hasanah daripada mengatakan setiap yang menyalahi sunnah ya itu kepada Bid’ah ketika dianggap itu sebagai ibadah nah jelas perbuatan ini menyalahi sunnah-sunahnya apa ketika Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari Senin Senin itu diantara alasannya beliau puasa hari Senin adalah beliau dilahirkan di hari Senin dan juga di hari Senin itu diangkat amal sholeh itu dalam hadis yang lain nah sebetulnya berbeda karena sunahnya puasa Kok malah kita yakni harinya bukan bulannya Bukan tanggalnya karena tanggal itu berbeda-beda harinya nanti ya 12.000 awal tapi kalau harinya pasti makanya hari kelahiran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam semua ulama nggak ada khilaf tapi tanggal kelahiran dan bulan kelahiran below banyak pendapat boleh dilihat dalam bidang ini membahas tentang hal itu dan sejarah membahas tentang itu ada yang mengatakan bulan ini bulan itu bulan Ramadan seterusnya atau tanggal juga berbeda-beda tapi yang pasti hari menganjurkan puasa hari Senin itu diantara hikmahnya antara belum mensyukuri hari kelahiran beliau diantara jadi berbeda dengan sunnah satu sisi menunjukkan bahwa ini menyelisihi sunnah itu yang pertama juga menjelaskan jika orang melakukan itu ya dengan Hasanah niatnya baik dan dia tidak tahu bahwa hal itu adalah melanggar sesuatu yang tidak ada syariatnya maka yuk cara alamiah tinggi Dia mendapat nilai dari niatnya bukan di atas perbuatannya itu yang dibahas oleh Beliau dalam kitab sebelum taqim lalu salah seorang tokoh di negeri Nusantara ini saya baca Dalam tulisannya Oh ini ilmunya membolehkan Maulid Buktinya dia mengatakan dapat pahala beliau tidak mengatakan dapat pahala atas perbuatan Maulid karena niatnya Hasanah karena dia tidak punya ilmu di motivasi oleh para orang-orang yang yang membolehkan segala macam lalu dia berinfak semacam kok cara alami tidak alami karena tujuannya berbuat baik tadi dan dia tidak tahu itu suatu perbuatan yang keliru Nah itu sebetulnya karena saya juga pernah membaca argumentasi mereka mengetahui banyak sekali perkataan itu dalam kemudian mereka mengatakan melazimkan orang ini melazimkan kalau ini tidak memulai berarti sesat menurut Albani menjelaskan hukum tentang Maulid bukannya sekan ulama ya yang diselesaikan pendapat Nah inilah bedanya kalau kita belajar dan ulama dengan belajar dengan emosional menimbulkan dibahas kitab itu dengan dasar kebencian lalu mempelintir ungkapan ketika orang ada Imam Malik dikritik oleh Imam Syafi’i tidak sesuai pendapat Imam Malik Apakah berarti dia menjatuhkan kehormatan tidak seperti Imam Malik mengatakan walau tidak mengatakan puasa Syawal itu sebagai sunnah lalu dikomentari oleh para ulama kenapa Karena di zaman beliau orang seakan-akan menganggap bahwa itu adalah wajib Nah di sini ya maka Lalu apakah berarti banyak sekali ulama saling mengomentari pendapat sebuah pandangan Ya seperti Syah Albani juga mengatakan berdekap setelah rukuk itu tidak ada sunnahnya karena beliau memilih pendapat Irsal meluruskan setelah ia kidal itu ya kan Setelah i’tidal itu maka beliau menyebutkan itu bidang tapi dia bukan berarti ulama yang berpendapat menafsirkan hadis itu bersedekah tidak ulama yang dipindahkan beliau tidak akan perbuatan tapi ulama mengamalkan berdasarkan ilmu memang hadisnya itu muncul bisa dipahami bersedekap bisa Irsal melepaskan tangan ke bawah ya Nah itu jadi itu dalam hal-hal yang memang banyak sekali dalam kitab fiqih kalau dibahasnya baik dalam kitab Syafi’i banyak sekali itu komentar-komentar yang sifatnya kesimpulan kesimpulan seperti tapi jangan disimpulkan itu membedakan ulama tertentu ketika umpamanya menyesat ulama diambil gini umpamanya ini ulama membolehkan Maulid berarti dia telah menyelesaikan ulama kita tidak masuk sekolah Mereka bicara sebuah tindakan ada ulama ijtihad Ya itu dia bisa benar ikhtiarnya bisa salah kalau salah ulama tidak sesat walaupun Sehatnya salah tapi ulama tidak ikhlas walaupun tidak diambil dijelaskan dikritik tapi bukan berarti ulamanya dikatakan sesat karena salah sama tidak nah ini yang kadang-kadang saya lihat aneh dari orang-orang yang mengkaji kadang-kadang pendapat-pendapat ulama yang kerja saya mengemban turbenturkan yang tidak paham berarti dia menyusahkan Si Fulan tidaklah ketika ada diskusi antara Albani dan saya Bimba tentang masalah hijab ini juga saya baca ya dari orang-orang yang anti dengan dakwah sunnah di negeri ini menulis dalam kita kecil tulisan mereka mengatakan Wah ini mereka saling berseteru dalam masalah Tidak besar mereka mengejar masing-masing bukan berarti menyesatkan ya Tapi menurut pendapat mereka ini pendapat yang lebih rajin internal lagi lalu mereka mengatakan merebutlah bantahan bantahan Albani kepada Husain tidak belum memungkinkan sebuah pendapat membahas tidak masuk membantah personal tertentu atau menyaksikan persoalan tertentu maka berbeda antara hukum perbuatan dengan pelakunya ini yang juga perlu dibedakan ini juga tidak dibedakan oleh sebagian orang ada ulama yang jatuh kepada semua perbuatan yang keyakinan dia itu adalah Apa benar sunnah tapi dia tidak sampai dalil itu kepada dia menyatakan bahwa ibadah yang sudah dia pelajari oleh dia ini ada dalilnya seperti salat tobat dan salat macam-macam anda lakukan oleh mereka tidak disesatkan karena mereka belum mendapat penjelasan hal-hal itu ya maka ulama bila lain bukan berarti ulama ini menyusahkan ulama itu ya ini yang perlu diketahui Jadi kalau ada ulama membid’ah suatu perbuatan sedangkan Si Fulan berpendapat membolehkan ya bukan berarti sifat itu disesatkan karena yang dikaji di sini adalah pendapatnya sebenarnya para ulama tadi berijtihad bisa salah sebenarnya ketika salah dan dikomentari ya lalu istirahatnya itu membawa kepada hal yang sesat segala macam bukan berarti ini ya disesatkan yang Presiden itu tapi ikhtiarnya disalahkan Iya tapi dianya secara persoalan tidak disesatkan bila dalam ranah ijtihad contohnya bukan pula dengan kasus-kasus yang baru ini ya sebagaimana Pondok Zaitun karena ijtihad lagi itu sudah apa namanya melonjati Apa namanya batas-batas agama tidak maksudnya dengan hal-hal yang dalam masalah Maulid Nabi ini masih masalah-masalah tetapi ada hal yang disepakati oleh semua ulama harta yang membolehkan Maulid sekalipun ya itu mereka tidak setuju dalam Mall itu ada apa campur Baur laki perempuan berjoget-joget bergoyang-goyang-dendang ya tidak ada setuju itu tidak ada satupun lama setuju dengan hal-hal seperti itu sebetulnya ya baik ulama yang mengatakan oleh mereka mengatakan adanya beda Hasanah tidak ada mereka yang membolehkan hal seperti itu ya termasuk salah satu ulama Nusantara membahas hal itu dalam pembahasan sebelumnya tentang Maulid Nabi tersebut Barakallah jawaban yang telah disampaikan rupanya Dua pertanyaan tadi mengakhiri pertemuan kita di kesempatan pagi hari ini karena waktu yang tidak cukup untuk kita melanjutkannya Mungkin ada satu kesimpulan yang dapat disampaikan untuk para pemeran sekalian silahkan kita bahas dengan sepatu Terima kasih atas kehadiran perhatiannya yang satu nasehat Kesimpulan adalah setiap tuduhan-tuduhan terhadap orang lain atau sebuah kelompok jangan terlalu cepat memvonis mengambil informasi tanpa merujuk mengores cek kepada dasar informasi yang sebenarnya atau diambil dari kitab aslinya di mana dia katakan karena sudah berseri-seri kita membahas tentangnya banyak sekali nukilan-nukilan yang tidak pernah diambil dari kitab beliau tapi adalah nukilan-nukilan dari kata orang ke kata orang seperti Imam Al Haitami juga menukilkan sebuah perpangkatan Tapi beliau tidak memastikan itu sebagai ungkapan dan beliau belum memiliki bukti bahwa itu ada ungkapannya maka kita jangan memberikan hukum kalau kita belum memastikan dari mana kita mendapatkan sumber tersebut inilah hati-hatian karena siapapun baik lawan maupun kawan baik pun non muslim kita tidak boleh menuduh dengan sesuatu yang tidak kita punya bukti ya karena ini akan menimbulkan fitnah kegaduhan di tengah masyarakat Barakallah Subhanahu Wa Ta’ala wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh kami ucapkan sekali lagi semoga Allah menjaga Antum beserta keluarga dan berkahi ilmu yang telah disampaikan berkahi pula pertemuan kita di kesempatan pagi hari ini dan kami ucapkan kami kepada Antum semua para pelatih Rodja jazakumullah mudah-mudahan jadi ilmu yang bermanfaat untuk kita menjadi pencerahan Bagaimana syubhat yang mungkin masuk ke dalam diri-diri kita dan telah disampaikan pencerahannya mengenai syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mohon maaf apabila ada kesalahan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *