Tabliqh Akbar | Syaikh Prof.Dr. Ibrahim bin ‘amir Arruhaili

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

[Musik] sesungguhnya segala [Musik] Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang senantiasa melimpahkan Rahmat karunia anugerahnya kepada kita [Musik] dan kita berlindung kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala daripada keburukan keburukan diri kita dan keburukan keburukan perbuatan-perbuatan kita Barang siapa yang diberikan petunjuk oleh Allah subhanahu wa ta’ala maka dia akan mendapatkan petunjuk daripadanya barangsiapa yang disesatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala maka dia akan tersesat daripada jalannya shalawat dan salam kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad pertama-tama Syekh mengatakan Saya bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah menganugerahkan kepada kita dengan nikmat iman Islam dan hidayah yang namanya kita mampu untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Syekh juga mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya terutama kepada setiap orang yang memiliki andil di dalam menyukseskan daurah ini sekecil apapun peran yang telah diberikan Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala [Musik] memberatkan timbangan kebaikan kepada mereka dan membuka pintu-pintu kebaikan untung di Singapura [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] Adapun judulnya akan kita bicarakan di pagi hari ini adalah tentang pengaruh beriman kepada Qadar takdir terhadap kehidupan seorang muslim judulnya sangat penting untuk kita ketahui [Musik] seseorang yang memahami tentang masalah takdir dengan benar maka kehidupannya juga akan menjadi benar dan lurus karena iman kepada takdir itu merupakan satu diantara 6 rukun iman seperti dalam hadis Jibril Alaihissalam [Musik] ketika [Musik] Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] bertanya tentang beriman maka disampaikan Al Iman untuk adalah beriman kepada Allah beriman kepada malaikat beriman kepada kitab-kitab beriman kepada hari akhirat beriman kepada para Rasul dan juga beriman kepada Qadar yang baik maupun yang buruk yang tidak sempurna keimanan seseorang selagi dia tidak beriman kepada takdir sempurnanya tauhid ataupun iman seseorang ketika dia sempurna keimanannya kepada takdir ini oleh karenanya salah seorang sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu Anhu Beliau mengatakan takdir itu adalah sesuatu yang membenarkan tauhid seseorang beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian benar takdirnya maka keimanannya akan menjadi benar namun seseorang yang beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tetapi tidak benar imannya kepada takdir salah di dalam memahami hal ini Maka hal itu telah membuat dia menyimpang daripada keimanannya artinya keimanan ini telah Didustai oleh karena dia tidak beriman kepada takdir beriman kepada takdir dan rukun-rukun iman yang lainnya ini sangat berkaitan satu dengan yang lainnya tidak akan terpisahkan ya sesuatu tidak bisa terpisahkan seseorang dikatakan benar imannya kalau dia benar-benar beriman dengan iman dukun iman yang enam tadi mulai beriman kepada Allah sampai beriman kepada takdir yang baik maupun takdir yang buruk nah beriman kepada takdir itu akan menyempurnakan rukun iman seseorang ketika dia beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan ketiga-tiga tauhid tauhid rububiyah tauhid ruqyah dan tauhid Asmaul sifat kemudian ini tidak akan sempurna selagi dia tidak memperbaiki keimanannya kepada takdir apakah takdir yang baik Adapun takdir yang buruk beliau [Musik] pengaruh iman kepada takdir di dalam kehidupan seorang muslim ini ditinjau daripada dua aspek yang ada yang pertama secara muncul secara garis besar yang kedua secara tafsir secara rinci secara garis besar telah diterangkan di dalam dalil usus Apakah di dalam Alquran juga hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bahwasanya sahnya ibadah seorang hamba itu sangat terkait dengan benarnya imannya kepada takdir jadi sahnya ibadah seseorang hamba yang dianjurkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ini sangat erat kaitannya dengan benarnya imannya kepada takdir dan ini sudah diterangkan di dalam dalil Apakah di dalam Alquran dan juga hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bahkan juga diterangkan oleh perkataan-perkataan para ulama tentang masalah ini istikamah yang seorang hamba di dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala itu erat kaitannya dengan istiqomahnya dia di dalam beriman kepada takdir dulu [Musik] [Musik] ibadah [Musik] [Musik] ibadah [Musik] [Musik] Shallallahu Alaihi Wasallam video [Musik] dan yang menunjukkan kepada hal ini adalah ibadah itu berpusat kepada dua perkara yang pertama adalah ibadah seseorang hanya untuk Allah subhanahu wa ta’ala dan yang kedua senantiasa minta pertolongan kepada Allah agar mampu untuk beribadah kepada Allah ini dua hal yang saling berkaitan di dalam seorang hamba menjalankan kewajibannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan dua hal ini beribadah hanya kepada Allah dan minta pertolongan kepada Allah di dalam melakukan ibadah Allah Terangkan di dalam surah al-fatihah surah yang kita baca di salat wajib dan salat sunat kita di ayat Iya karena butuh [Musik] bahkan salah seorang ulama menulis tentang masalah ini di dalam sebuah kitab yang disebut kita itu adalah namanya [Musik] dalam sebuah kitab beliau nah kalimat Iya karena butuh ini menerangkan bahwasanya ibadah-ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba itu hanya ditujukan kepada Allah Dan Kita diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan sebuah hikmah yang luar biasa manusia diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan sebuah tujuan yang luar biasa tujuannya adalah agar kita senantiasa beribadah kepada Allah agar kita senantiasa menghambakan diri kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu Allah katakan di dalam Alquran dalam surah az-zariyat Allah mengatakan [Musik] jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku [Musik] seseorang manusia yang tidak mengetahui tujuan dia diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala maka kehidupannya seperti hewan bahkan lebih hina daripada hewan Sebutkan [Musik] orang-orang yang diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan dia tidak mengetahui tujuan kehidupannya maka dia ataupun mereka seperti hewan-hewan bahkan lebih sesat daripada hewan karena hewan bertemu diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala sesuai dengan apa yang diciptakan tapi manusia diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala bukan sebatas untuk makan minum dan seterusnya tetapi adalah untuk bagaimana kita senantiasa menghambakan diri kita kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan melakukan ketaatan ketaatan kepada Allah nah setelahnya ibadah kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan sempurna selagi kita tidak minta pertolongan kepada Allah ini di ayat yang setelahnya Iya karena budu wa iyyaka nasta’in dan hanya kepada-mu Ya Allah kami minta tolong jadi ibadah seorang hamba tidak akan sempurna tidak akan mampu dia melakukannya kecuali dengan dia senantiasa minta tolong kepada Allah agar diberikan kemudahan-kemudahan untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang mana ibadah-ibadah tersebut yang dilakukan oleh seorang manusia semuanya adalah kemudahan-kemudahan daripada Allah ketika seorang hamba mampu beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala itu murni pertolongan daripada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi ibadah seorang hamba kepada Allah itu merupakan taktik bukti daripada kalimat Iya karena butuh sedangkan Istiana ini adalah perwujudan daripada tauhid termasuk diantaranya adalah beriman kepada masalah nah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam juga pernah menyampaikan di dalam sebuah hadis tentang bahwasanya ibadah ini tidak akan lurus ibadah seorang hamba tidak akan sempurna selagi dia tidak minta tolong kepada Allah Jadi ibadah seseorang dia harus minta tolong kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar diberikan kemudahan-kemudahan di dalam beribadah di dalam hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Ketika Nabi menyampaikan hadis ini kepada salah seorang sahabat ya nabi menyatakan bahwasanya beliau mencintai Si Fulan ini sahabat ini kemudian nabi mengajarkan kepada beliau sebuah hadis yang dibaca setiap akhir salat setelah kita membaca tasyahud itu hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] berilah ke pertolongan ya Allah untuk senantiasa berdzikir kepadamu ya Allah berilah pertolongan untuk senantiasa bersyukur kepadaMu ya Allah merekalah aku pertolongan untuk senantiasa mampu memperbaiki ibadahku kepadamu Nah semuanya para jamaah adalah perwujudan daripada minta tolong yang seorang hamba agar dia diberikan kemudahan-kemudahan untuk beribadah dan itu hanya Diminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena sejatinya mampunya kita beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala lurusnya ibadah kita itu adalah murni pertolongan daripada Allah Azza wa Jalla ibadah [Musik] Jokowi [Musik] yang telah diterangkan maka jelas bahwasanya sangat erat kaitannya di antara iman kepada takdir dengan ibadah-ibadah seorang hamba Adapun pengaruh iman kepada takdir terhadap kehidupan seorang muslim secara rinci tafsir itu terbagi kepada tiga aspek yang ada yang pertama adalah ketika seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan melakukan ataupun melaksanakan perintah-perintah Allah yang kedua seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan meninggalkan larangan-larangan daripada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sedangkan yang ketiga adalah meminta mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk diberikan ketetapan dan keistiqamah di antara itu dalam melaksanakan perintah dan juga di dalam meninggalkan larangan karena ketika seseorang hamba beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dia tidak terlepas dari tiga aspek ini Apakah ibadah yang dalam bentuk menjalankan perintah-perintah Allah Apakah perintah-perintah tersebut bersifat wajib ataupun sunat Adapun di dalam rangka untuk meninggalkan larangan-larangan Allah subhanahu wa ta’ala dan diantara keduanya seorang membutuhkan kepada ketetapan keistiqomahan untuk melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan tentunya daripada Allah Subhanahu Wa Ta’ala [Musik] ibadah [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dunia [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] Para jamaah yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang pertama tentang mendekatkan diri seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan menjalankan perintah Allah ini sangat terkait dengan empat tingkatan yang mana keempat tingkatan ini harus ada dalam diri seseorang ketika dia menjalankan perintah-perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala tingkatan yang pertama adalah Al Ilmu bihi mengilmui ibadah tadi dia harus tahu bahwasanya ini benar-benar sesuatu yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala jadi dia harus tahu dulu ini benar-benar sesuatu yang disyariatkan dalam agama memang ada dalilnya karena kebanyakan orang ketika dia beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Bahkan dia tidak tahu apakah itu benar ibadah atau tidak Dan Dia tidak tahu ada dalilnya apa tidak gitu jadi mengilmu ini adalah perkara yang penting yang kedua adalah namanya iradatuhu menginginkannya untuk melakukan hal itu kemudian yang ketiga al azim atau senantiasa bertekad untuk melakukannya dia meyakini bahwasan ini adalah perintah daripada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian yang keempat adalah dia senantiasa [Musik] Istiqomah di dalam melakukan perintah tersebut Nah kalau kita lihat berjamaah Apa kaitannya beriman dengan takdir dengan mengilmui ini di sini tidak akan lengkap kecuali dengan kita mengetahui bahwasanya hidayah itu terbagi dua dia ada yang namanya Hidayatullah Hidayah bimbingan dan petunjuk daripada Allah kemudian yang kedua namanya untuk senantiasa diberikan Taufik nah seseorang yang mengetahui berjamaah bahwasannya Ini adalah sebuah ibadah dan dia tahu dengan ilmu yang benar maka dengan berimannya dia berdetak biru dia meyakini bahwasanya ini daripada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah yang telah menakdirkannya untuk mengetahui hal ini ya dia meyakini Bahwasanya Allah subhanahu wa ta’ala yang meyakini Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan dia bimbingan dan petunjuk ini ini di antara bentuk kaitan beriman seseorang kepada takdir dengan mengilmui tadi karena segala sesuatu kepada Jamaah itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan petunjuk kepada manusia seperti yang Allah sebutkan dalam sebuah Hadis Qudsi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam adalah orang-orang yang tersesat kecuali orang-orang yang telah aku beri petunjuk maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan Fatah dunia Mintalah petunjuk kepadaku maka aku akan berikan petunjuk tersebut kepada kalian jadi semuanya para jamaah ini tergantung dengan iman kita kepada takdir tadi dengan seseorang beriman kepada takdir dia meyakini bahwasanya ibadah yang telah dia ilmui bimbingan-bimbingan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam Alquran Hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ini murni daripada Allah Azza wa Jalla sehingga dia minta selalu kepada Allah karena kita beribadah kepada Allah subhanahu wa taala pada zaman bukan sesuai yang kita inginkan tetapi ibadah kita adalah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah sesuatu yang Allah cintai ya Jadi kita beribadah kepada Allah subhanahu wa taala bukan sesuai dengan selera kita masing-masing bukan tetapi adalah dengan sesuatu yang dicintai dan diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala contoh dalam masalah ibadah ini berarti masalah sedekah contohnya Ketika seseorang bersedekah dia mesti meyakini dan mengilmui tentang masalah ini memang benar Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memerintahkan dia untuk melakukannya dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam juga memerintahkan dalam hadis beliau Shallallahu Alaihi Wasallam oleh karena Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam senantiasa berdoa kepada Allah untuk diberikan tambahan ilmu ya menunjukkan bahwasanya pentingnya ilmu ini yang mana ilmu ini yang wujudnya adalah Hidayah petunjuk daripada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Ya Allah katakan dalam Alquran dikatakanlah wahai Muhammad wahai rabbku tambahkanlah ilmu kepadaku dan juga dalam hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menerangkan nabi mengatakan Siapa yang Allah berikan kemudahan kepada dia untuk kebaikan maka tandanya adalah dengan Allah pahamkan ia dengan agamanya tanda kebaikan Allah kepada seorang hamba adalah dengan hamba tersebut diberikan kepahaman dengan agamanya nah ini adalah wujud daripada Hidayah dilalah yang mana itu semua daripada Allah nah di sini para jemaah kaitannya dengan diketahui bahwasanya tidak setiap orang yang mendapatkan hidayah akan mendapatkan hidayah atau Taufik tidak setiap orang yang berilmu itu mampu mengamalkan ilmunya tidak setiap orang yang tahu dia mampu untuk mengamalkannya tidak setiap orang yang membaca Alquran dia mampu untuk mengamalkan isi kandungan Alquran dan ini kita bisa lihat para jamaah di dalam sejarah Bagaimana Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dahulunya datang ke Jazirah Arab berdakwah kepada orang-orang Arab dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam perwujudan daripada Hidayah di dalam adanya bimbingan dan petunjuk dari pada Allah dan disitu ada Abu Bakar As Siddiq dan Abu Jahal dan kita bisa lihat berjamaah Apakah setiap orang yang didakwahi oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mendapatkan hidayah Taufik Abu Bakar orang yang sangat mulia setelah rasul itu diberikan Hidayah Taufik karena dia mengetahuinya dia mendapatkan hidayah di dalam kemudian dia mendapatkan hidayah Taufik sedangkan Abu Jahal Walaupun dia mengetahui para jamaah dia tahu dia Irsyad bahwa Taufik kok hidayah itu tidak Luar biasa ini dia tahu hal itu tetapi Allah subhanahu wa taala tidak memberikan dia Taufik untuk bisa mengamalkannya untuk bisa memahaminya sehingga dia mengamalkan dalam kehidupannya sehari-hari maka kedua Hidayah ini saling berkaitan satu di antara duanya agar kita mengetahui bahwasanya tidak setiap orang yang mendapatkan hidayah bimbingan dan petunjuk dia akan otomatis mendapatkan hidayah Taufik Itu semua adalah sesuai dengan apa yang telah ditentukan oleh Allah subhanahu wa taala [Musik] ibadah [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] wahana yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kemudian berikutnya adalah senantiasa punya keinginan untuk mengamalkan ilmu yang telah didapatkan karena seorang hamba para jamaah Dia memiliki keinginan tetapi keinginan seorang hamba ini [Musik] itu di bawah keinginannya Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan ini sangat erat kaitan di antara keduanya ini Allah katakan dalam Quran [Musik] Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan limansyah aminkum bagi orang-orang diantara kalian yang ingin untuk Istiqomah di dalam di atas agama ini Dan tidaklah Mereka ingin untuk melakukan hal itu ingin untuk melakukan ibadah-ibadah kepada Allah tabaraka wa ta’ala kecuali sesuatu yang Allah kehendaki untuk mereka yaitu Allah rabbul alamin Nah di sini para jamaah ketika seorang hamba mengetahui sesuatu ibadah kemudian dia punya keinginan untuk melakukannya Apakah pasti terwujud pada jamaah tentu ini erat kaitannya dengan bagaimana Hidayah Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada hamba tersebut karena keinginan seorang hamba itu sangat terkait dengan keinginan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah yang telah menciptakan itu oleh karenanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam itu berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar diberikan Al azimat Allah diberikan keinginan untuk melakukan ketaatan-ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena tidak setiap orang yang berilmu yang mampu mengamalkan ilmunya para jamaah bahkan yang kita ketahui orang-orang Yahudi itu mereka adalah orang-orang berilmu Bahkan mereka mengenal Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri ya tapi mereka tidak beriman tetapi mereka tidak mengikuti Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Kenapa demikian karena Allah tidak menghendaki hal itu terjadi kepada mereka oleh karenanya di dalam beriman tentang masalah Keinginan manusia ini berjamaah kalau senang jamaah berada di tengah-tengah ya karena diantaranya nanti ada kelompok yang namanya qadariyah yang mana mereka mengatakan bahwasanya keinginan-keinginan manusia ini itu manusia sendiri yang menciptakannya Ketika seseorang mengingat sesuatu itu pasti terwujud itu kata mereka asalkan kelompok yang kedua namanya Jabariyah mereka mengatakan bahwasanya setiap manusia ini terpaksa untuk melakukan sesuatu dia tidak mampu untuk melakukan tapi Allah yang ada sejak yang menggerakkannya untuk melakukan sesuatu dan Dia terpaksa untuk melakukannya Dia tidak punya iradah kata orang-orang Jabariyah Ini bertolak belakang dengan orang-orang qadariyah yang mengatakan bahwasanya Keinginan manusia itu mereka sendiri dan menciptakannya tapi Jabariyah mengatakan tidak mereka terpaksa untuk melakukannya itu berada di tengah-tengah mereka meyakini Ya sudah Wal Jamaah mereka meyakini bahwasanya Manusia itu memiliki iradah memiliki keinginan tetapi Keinginan manusia ini itu terkait dengan keinginan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Keinginan manusia terwujud ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala menginginkannya Keinginan manusia tidak terwujud ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak menginginkannya jadi di tengah-tengah Ahlussunnah Wal Jamaah meyakini bahwasanya irodah itu adalah ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala dan manusia punya iradah tetapi Keinginan manusia ini itu terkait dengan keinginan Allah subhanahu wa ta’ala itu Allah terangkan dalam Alquran tadi Ya Allah mengatakan barangsiapa di antara mereka yang ingin untuk lurus Istiqomah di atas ibadah dan tidaklah Mereka menginginkan itu menginginkan untuk Istiqomah di atas ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kecuali dengan apa yang Allah kehendaki oleh karenanya keinginan-keinginan kita manusia itu Allah subhanahu wa ta’ala yang menentukan tidak setiap apa yang kita inginkan akan terwujud Allah subhanahu wa ta’ala yang menentukan apakah terwujud atau tidak kita lihat di antara doa-doa yang disampaikan diantara doa Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu Anhu ketika beliau mengatakan Allahumma Arinal di sini ada beriman dengan takdir bahwasanya Ya Allah Perlihatkanlah kepadaku kebenaran dan berilah aku rezeki untuk mengikutinya perilaku kemudahan untuk mengikutinya ini menunjukkan bahwasanya tidak setiap keinginan yang kita inginkan itu akan terwujud ini erat kaitannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala oleh karena yang kita ketahui Abu Bakar Siddiq radhiyallahu Anhu adalah seorang sahabat yang sangat mulia sampai-sampai Umar mengatakan dia tidak akan mampu untuk melampaui ibadah-ibadah yang telah dilakukan oleh Abu Bakar Siddiq radhiallahu Anhu ketika beliau sangat meyakini bahwasanya semua apa yang diinginkan itu adalah apa yang telah Allah inginkan jadi Keinginan manusia itu sangat terkait dengan keinginan Allah Subhanahu Wa Ta’ala [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] masjid [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] sudah kita Terangkan ada tiga syarat yang sudah diterangkan yang pertama tadi adalah mengilmui ibadah tersebut kemudian iradah dan juga azimah di sini ada perbedaan diantara iradah dengan azimah ini seseorang yang ingin beribadah berarti dia sudah memiliki irodah nah keinginan ini tidak akan terwujud dengan adanya azimah azimah itu adalah niat yang kuat untuk melakukannya tekad yang bulat untuk melakukannya itu azimah Ketika seseorang ingin pergi haji semua kita ingin pergi haji dia ingin untuk hal tersebut tetapi Apakah setiap orang yang ingin mampu pergi haji ini tidak erat kaitan dengan azimahnya tadi Ketika seseorang ingin kemudian dia punya azimah dia akan melakukan hal-hal yang membuatnya mampu untuk pergi haji Apakah mampu secara fisik ataupun mampu secara finansial seseorang yang ingin menuntut ilmu dia punya keinginan untuk menuntut ilmu Apakah dia pasti akan melakukannya itu belum tentu dia harus memiliki azimah tekad bulat untuk melaksanakannya inilah beda diantara iradah dengan azimah jadi irodah itu keinginan saja tidak cukup harus ada tekad bulat niat yang kuat untuk melakukannya ketika beliau rahimahullah ini dia mengatakan al-azim atau Abdul Qolbi alam itu adalah Abdul Qolbi mengikat hati akad di hati untuk melakukan sebuah amalan jadi tekad bulat untuk melakukannya oleh karena kedudukannya lebih tinggi daripada sebatas ingin ya nah Allah Subhanahu Wa Ta’ala di sinilah syaitan itu bermain ya kadang-kadang seseorang ketika dia berada di masjid contohnya [Musik] dia akan melakukan salat dia sudah berwudhu kemudian membekukan salat tetapi ketika tidak ada azimah pada dirinya bisa-bisa dia tidak mampu melakukan apa yang dia inginkan tadi Mungkin dia berada di masjid tapi ternyata ada hal-hal yang menghalangi dia untuk salat nah keinginan ini akan terwujud dengan adanya azimah tadi dia mesti bertekad bulat ya berniat yang kuat untuk melakukannya karena di sini nanti setan akan bermain dia akan mengatakan contohnya kepada orang berilmu dia akan mengatakan Sudahlah tidak setiap ilmu yang kau tuntut harusnya kau amalkan ndak harus selalu seperti itu ini permainan setan ya yang benar nanti azimah inilah yang akan membuat seseorang akan terhalangi daripada mampu atau tidak mempunyai dia di dalam melakukan sesuatu yang dia inginkan oleh karena para ulama rahimahullahu jami’an itu menulis buku-buku tentang masalah ini seperti buku tapi besok iblis dan juga buku Ikhlas adalah hafal tentang masalah ini bagaimana iblis itu [Musik] menghiasi sesuatu ya menyamarkan sesuatu sehingga sebagian manusia menganggap itu adalah bukan sebuah perbuatan yang tidak baik di sini kalau kita perhatikan tidak ada di antara mukmin yang benar imannya itu dia berniat melakukan maksiat itu enggak ada mengatakan saya berniat untuk melakukan maksiat disebutkan maksiatnya itu tidak ada tetapi apakah dia akan melakukannya akan terjerumus penerjemah di sinilah pentingnya azimah tadi ya tekad bulat untuk bisa melakukan ibadah tadi Oleh karena yang di dalam bacaan-bacaan ketika adzan yang harus dijawab oleh orang yang mendengar adzan ketika muhaddin mengatakan tidak ada daya upaya kecuali Mulia Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena seseorang Mukmin ketika dia beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala mampu tidak mempunyai dia itu adalah murni daripada Allah dia sandarkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala daya upaya itu bukan miliknya dia dia hanya punya keinginan untuk melakukannya tetapi apakah terwujud ini Allah subhanahu wa ta’ala yang menentukannya ini makna daripada kalimat La haula wala quwwata illa Billah menyebutkan sebuah kisah di Masjid Nabawi di awal pagi sebelum melaksanakan salat subuh ya datang di awal kemudian di awal waktu Belum lagi adzan subuh ketika itu dan masjid penuh dengan orang-orang yang akan melaksanakan salat ya Nah ada seseorang ketika itu seorang laki-laki yang dia sangat kasar ya kepada orang sehingga ketika ada orang yang ingin duduk di sebuah tempat yang mungkin kosong dia mengatakan di situ ada orang enggak boleh ini sempit ya ini enggak bisa masuk orang mesin ini sangat sempit sekali ini tidak bisa dia bilang seperti itu kepada orang-orang yang ingin duduk di situ untuk ee melaksanakan salat kata Rasulullah menentukan ketika adzan kata beliau ternyata orang ini bahkan tidak mampu untuk melaksanakan salat ada hal yang menghalangi dia sehingga membuat dia keluar daripada masjid kalau kita perhatikan mereka dikisah ini kenapa Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghalangi dia untuk melaksanakan ibadah kalau kita lihat dia punya iradah dia punya keinginan makanya dia datang ke masjid tetapi ada yang menghalanginya apa dia sikap kasarnya kepada sebagian muslim perbuatan seperti itu tidak boleh berjamaah nah salah satu diantara Kenapa Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghalangi dia daripada salat di Masjid itu di Masjid Nabawi karena perlakuannya kasar kepada sebagian saudara Muslim itulah yang menyebabkan dia dikeluarkan dari pada masjid sehingga tidak mampu melestarikan salat di sini [Musik] dengan jelas menerangkan kepada kita bahwasanya segala usaha daya upaya kekuatan hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita hanya bisa menginginkan Apakah keinginan itu akan terwujud dari Allah subhanahu wa ta’ala yang menentukannya inilah kalimat La haula wala quwwata illa Billah bahwasanya segala kekuatan dan daya upaya ada yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala walaupun kita senantiasa berdoa kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah senantiasa memberikan Taufik dengan mudah Allah mewakili Allah Wafiq nih karena Taufik adalah bentuk kemudahan-kemudahan dalam beribadah kepada Allah [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] tingkatan daripada beriman kepada takdir saya rinci tadi ini terkait dengan amalan tadi yang pertama adalah tentang masalah mengilmuinya kemudian irodah keinginan dengan azimah Apakah cukup dengan tiga ini ya tidak cukup kecuali dengan senantiasa mengharapkan Taufik daripada Allah subhanahu wa ta’ala dengan senantiasa mengharapkan kemudahan-kemudahan di dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala seperti kita Contohkan tadi para jamaah seseorang yang ingin pergi ke masjid ingin melaksanakan salat Apakah setiap yang dia inginkan itu akan terwujud Walaupun dia sudah mengilmuinya dia sudah punya iradah Bahkan dia juga sudah punya azimah maka poin yang terakhir yang keempat tentang masalah ibadah ini adalah agar dia senantiasa memohon Taufik kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar diberikan kemudahan-kemudahan di dalam beribadah inilah makna daripada kalimat La haula wala quwwata illa Billah maksudnya adalah tidak ada zat yang memiliki daya upaya untuk memindahkan kita daripada satu perbuatan ke perbuatan yang lainnya dan tidak ada zat yang mampu untuk memiliki kekuatan untuk melakukan hal itu kecuali yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala ini adalah murni Taufik daripada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi ini poin yang keempat yang harus kita lakukan adalah senantiasa meminta berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar diberikan Taufik untuk beramal inilah doa yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kepada sahabat Muad Bin Jabal yang sudah kita sebutkan tadi Allahumma ainni ala dzikrika wa syukrika doa agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan pertolongan untuk mengingat Allah subhanahu wa ta’ala untuk senantiasa bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala untuk senantiasa memperbaiki ibadah kepada Allah Nah setelah itu pun berjamaah seorang mukmin yang beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala harus meyakini Setelah dia beribadah dia harus senantiasa berdoa agar ibadahnya tersebut diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala ini merupakan bentuk daripada iman kepada takdir karena yang akan menerima amalan seorang hamba itu adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala bukan hanya menerimanya para jamaah tetapi diberikan ganjaran yang terbaik untuknya dan juga setelahnya diberikan Istiqomah untuk senantiasa beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala ini juga bentuk daripada memohon dan meminta Taufik kemudahan-kemudahan di dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala cuma enggak ada dalil iman [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] Muhammad [Musik] Hidayah [Musik] oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang kedua setelah kita Terangkan tentang masalah menjalankan perintah-perintah Allah yang kedua adalah berusaha untuk menjauhi larangan-larangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala seseorang ketika dia beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala bisa jadi dalam bentuk menjalankan perintah-perintah Allah yang pertama tadi atau bisa jadi dalam bentuk di dalam menjauhkan dirinya daripada perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala agar dia mengetahui bahwasanya ini adalah perbuatan yang dilarang karena banyak orang-orang yang terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan yang dilarang dalam agama dia tidak menyadarinya bahkan yang lebih parahnya dia menyangka itu adalah perbuatan yang baik padahal itu adalah perbuatan yang dilarang di dalam agama nah ini berjamaah diterangkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala di banyak tempat dalam Alquran seperti di dalam surah al-kahfi ayat 104 Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan [Musik] orang-orang yang tersesat yang salah usaha mereka amal mereka dalam kehidupan dunia wahum yah sabun dan mereka mengira Anda bahwasanya mereka telah melakukan sebuah perbuatan yang baik dan ayat-ayat yang selaras dengannya seperti seorang terjemah ketika dia mungkin profesi ini adalah menyediakan alat-alat musik untuk orang gitu dengan tujuan mungkin untuk memberikan hiburan atau sesuatu kepada seseorang sehingga menggembirakan hati saudaranya Dia mengira dia tulang sudah melakukan sebuah perbuatan yang baik padahal justru perbuatan tersebut adalah perbuatan yang dilarang di dalam agama bahkan ada sebagian orang kadang-kadang ketika dia berbuat sehat ketika dia meninggal Dia minta agar dihidupkan musik-musik ini saking tidak tahunya mereka tentang masalah ini adalah sesuatu yang diharamkan di dalam [Musik] agama Nah di sinilah pentingnya untuk mengetahui ya karena peringkat yang pertama di masalah tadi Adapun makhluk menjauhkan diri pada perkara-perkara dilarang ini adalah dengan mengilmui perkara yang dilarang ini dikatakan makrifatu Al mahhdur sama seperti masalah ibadah tadi ataupun perintah-perintah tadi juga harus diilmui sehingga kita meyakini benar bahwasanya adalah perintah Allah subhanahu wa ta’ala Nah di sini juga seperti itu terjemah ketika kita berusaha untuk menjauhkan diri kita daripada perbuatan-perbuatan yang dilarang maka hal yang pertama yang perlu kita lakukan adalah bagaimana kita berusaha untuk mengilmui perkara-perkara dilarang tadi dan kita mengilmuinya mengetahuinya adalah untuk agar kita bisa menjauhkan diri kita daripada larangan-larangan tersebut dan banyak sekali kalau zaman sekarang kalau kita perhatikan berjamaah ketidaktahuan ataupun kejahilan sebagian kaum muslimin dengan hukum-hukum agama ini terutama dengan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala justru itulah telah menjerumuskan dia ke dalam perbuatan-perbuatan yang dilarang tadi diantaranya adalah seperti transaksi-transaksi ribawiyah yang banyak kalau kita perhatikan praktek-praktek yang zaman sekarang seseorang melakukannya para jamaah dengan alasan dia tidak mengetahui hal itu Nah di sinilah perlunya untuk mengilmui itu ya atau tentang masalah minuman-minuman yang diharamkan dari Allah subhanahu wa ta’ala dia melakukannya atau dia terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan itu meminum minuman yang diharamkan karena dia tidak mengetahuinya atau seseorang terjerumuskan perbuatan zina [Musik] hanya karena dia tidak tahu tentang masalah hukum ini ataupun hal-hal yang berkaitan dengannya inilah pentingnya agar kita memiliki ilmu tentang perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala sehingga kita tidak salah di dalam hal ini sehingga kita tidak melakukan sesuatu yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala sedangkan kita tidak mengetahuinya ya maka kita harus mengilmuinya Nah di sinilah kaitannya beriman dengan takdir dengan mengilmui perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena Ketika seseorang berjamaah mengetahui perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dia sudah memiliki Hidayah dilala wa Irsyad dia sudah memiliki Hidayah petunjuk dan bimbingan daripada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tinggalnya diminta adalah agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan dia Hidayah Taufik setelahnya ya inilah doa yang disebutkan oleh Syekh dari doa daripada Abu Bakar Siddiq radhiyallahu Anhu ketika beliau mengatakan Allahumma wa Arinal [Musik] apa ini di antara doa itu jadi ketika seseorang mengilmui perkara-perkara diharamkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk dia jauhkan dirinya daripada perkara tersebut dia sudah memiliki Hidayah dilalah petunjuk dan bimbingan umur [Musik] muslim [Musik] [Musik] [Musik] yang kedua yang berkaitan dengan raja setelah yang pertama kita Terangkan tadi adalah Al Ilmu yang kedua adalah memohon Hidayah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar kita senantiasa dijauhkan daripada perbuatan-perbuatan yang dilarang ini berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar diri kita keluarga kita dijauhkan daripada perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala seperti doanya Nabi Ibrahim khalilullah ya ketika beliau berdoa yang Allah abadikan dalam Alquran jauhkanlah diriku dan juga keluargaku anak-anakku daripada menyembah berhala ini doa daripada Nabi Ibrahim khalilurrahman kekasihnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala kalau seandainya para jamaah beliau dengan segala kedudukan yang tinggi berdoa seperti itu kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar dijauhkan daripada peribadatan peribadatan eee asnam patung-patung dan berhala-berhala keburukan keburukan perbuatan-perbuatan Syirik tentu kita lebih butuh kepada doa itu tentu kita harus lebih berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala jauhkan dari kepada kita perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala seperti perbuatan Syirik dan juga dalam bentuk akhlak-akhlak yang buruk kebohongan dan seterusnya Nah di sini para jemaah seorang mukmin harus mengetahui bahwasanya tahunya dia dengan perkara-perkara yang dilarang itu belum cukup dia mesti memahami tahunya dia dengan perkara-perkara yang dilarang Bukan menjamin untuk Dia bebas ataupun selamat daripada perbuatan-perbuatan tersebut tidak cukup maka di sini dia harus meyakini bahwasanya seorang mukmin faqirun sangat butuh kepada Allah sangat berhajat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala selamatnya kita daripada perbuatan-perbuatan dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala para jamaah itu bukan hanya karena tahunya kita dengan perbuatan tersebut bukan tetapi karena Hidayah Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena kita butuh kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala oleh karena kita harus senantiasa berdoa kepada Allah subhanahu wa taala agar kita dijauhkan daripada perbuatan-perbuatan yang dilarang Berapa banyak para jamaah orang-orang terjerumus ke dalam perbuatan zina dia tahu itu perbuatan zina dia tahu itu perbuatan dilarang oleh Allah subhanahu wa taala tetapi kenapa dia terjerumus ke dalamnya karena tidak ada petunjuk kepada Allah subhanahu wa taala karena dia tidak berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi poin yang kedua setelah mengilmui perkara-perkara dilarang adalah kita berusaha untuk senantiasa berdoa kepada Allah subhanahu wa taala agar dijauhkan daripada perbuatan-perbuatan yang dilarang tadi Makmur [Musik] virus [Musik] dalam makanan [Musik] [Musik] kemudian yang ketiga pengaruh beriman kepada takdir yaitu dengan taubat tentang masalah dosa itu adalah sesuatu yang sudah ditakdirkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada seorang manusia bahkan ya rahimahullah beliau mengatakan bahwasanya dosa itu adalah sesuatu yang hajmun yang harus terjadi kepada seorang manusia ini selaras dengan hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam nabi mengatakan Kullu Bani Adam Setiap anak cucu Adam itu akan melakukan kesalahan Hatta banyak kesalahan dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Jadi kita mesti meyakini bahwasanya perbuatan-perbuatan dosa seorang hamba itu pasti terjadi Bagaimanapun kita berusaha untuk menjauhkan diri kita daripada perbuatan-perbuatan tersebut yang namanya dosa itu pasti akan terjadi tidak akan dilakukan oleh setiap individu daripada manusia di sini ada hal yang perlu kita Terangkan berjamaah ada syubhat ya syubhat ini adalah kerancuan di dalam berpikir sebagian orang dia mengatakan dengan saya bertaubat dengan keinginan saya untuk bertaubat maka saya akan pasti bertaubat dia meyakini hal itu itu ini adalah sesuatu yang yang salah gitu karena di sini ada dua perkara yang belum diperhatikan oleh seorang hamba ketika dia ingin bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang pertama adalah taubatnya seorang hamba tadi daripada perbuatan dosa itu kemudian juga taubatnya dia kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan mengharapkan agar taubatnya tersebut diterima oleh Allah ini dua hal yang saling berkaitan diantara keduanya artinya adalah keinginan saja untuk bertaubat itu belum sempurna selagi kita tidak memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar Allah menerima Taubat kita ini diterangkan di dalam Alquran dalam surah [Musik] dalam Alquran ya dalam kisah peperangan Tabuk dalam surah al-barokah ya di situ Allah tabaraka wa ta’ala mengatakan kepada ada tiga orang sahabat yang tidak berangkat perang ya kemudian di akhir ayat itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan sumber [Musik] artinya adalah kemudian dia bertobat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada Allah tabaraka wa ta’ala menerima taubatnya ini menunjukkan bahwasanya keinginan untuk bertobat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atau bertobatnya seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa ta’ala itu juga harus mengharapkan agar Taubat tersebut diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala di dalam Alquran juga disebutkan tentang doanya Nabi Ibrahim ketika beliau mengatakan diabadikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala ini juga merupakan bentuk usaha dan doa Bagaimana supaya Taubat kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala ya tobat kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala karena ini sesuatu yang harus kita pahami agar kita tidak tertipu dengan keinginan-keinginan saja ya tetapi juga kita harus meluruskan niat kita mengharapkan agar dosa-dosa yang telah kita lakukan tobatnya kita kepada Allah Subhanahu wa ta’ala itu diterima oleh Allah Azza wa Jalla tentang masalah tajwid ini adalah seseorang yang ingin ataupun suka menunda-nunda tobatnya ya karena di meyakini bahwasanya kapanpun dia bertaubat dia akan bertaubatnya Ini adalah sebuah kesalahan di dalam masalah ini ya artinya adalah ketika seorang mukmin melakukan perbuatan dosa dia tidak boleh melakukan tajwih itu adalah menunda-nunda taubatnya ya di umur 40 tahun di umur 60 tahun ah nanti nanti itu tidak boleh ya karena ketika dia bertobat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dia juga harus berdoa agar taubatnya tersebut diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala Ketika seseorang muslim terjerumuskan dalam perbuatan dosa dia berusaha untuk senantiasa kembali kepada Allah Azza wa Jalla berusaha untuk bertobat kepada Allah subhanahu wa taala dengan mengharapkan agar dosa-dosanya diampunkan dan taubatnya diterima oleh Allah Azza wa Jalla cuma naksir Jannah ibadah [Musik] [Musik] Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] [Musik] Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] Abu Bakar [Musik] [Musik] Waalaikumsalam [Musik] [Musik] berikutnya yang terakhir pengaruh iman kepada takdir terhadap keistiqomahan seorang hamba di dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita sebagai seorang mukmin para jamaah jangan tertipu dengan keadaan yang ada sekarang Seraya kita meyakini bahwasanya kita akan tetap beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala saya mengatakan saya akan taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ini adalah sesuatu hal yang salah oleh karena kita harus senantiasa memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar diberikan keistiqomahan ketetapan di dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sampai akhir hayat kita karena dalam hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Shallallahu Alaihi Wasallam menerangkan bahwasanya hati-hati manusia itu di antara jari jemarinya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah akan membolak-balikkan dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam juga senantiasa berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar diberikan ketetapan hati beliau Shallallahu Alaihi Wasallam untuk senantiasa Istiqomah beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala nah kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah tabaraka wa ta’ala [Musik] maka di sini dapat kita lihat Bagaimana butuhnya dan Perlunya kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar senantiasa diberikan keistiqomahan untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala seseorang tidak boleh mengatakan dia mengatakan ini saya sudah 60 tahun ya beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala saya akan terus beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan keyakinan seperti itu ini adalah sesuatu hal yang salah dia harus senantiasa minta agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan istikamah dan memberikan ketetapan kepadanya untuk senantiasa beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kalau kita perhatikan para jamaah para Anbiya Rasul dahulunya mereka adalah orang-orang yang senantiasa berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar diselamatkan daripada perkara-perkara yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala Apakah daripada kesyirikan ataupun daripada keragu-raguan dan hal-hal yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala tentu doa para nabi Allah Rasul ini menunjukkan kepada kita bahwasanya yang dapat memberikan keistiqomahan kemudahan ketetapan untuk kita beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala itu hanya Allah Azza wa Jalla seperti doa Nabi Yusuf Alaihissalam Beliau mengatakan tawafany muslimah walhikni Bi Solihin Ya Allah wafatkanlah aku di atas seorang muslim di atas keislaman dan ikutkanlah aku dengan orang-orang yang sertakanlah aku dengan orang-orang yang Saleh ini di antara doa-doa para Anbiya warosul dahulunya tentang masalah ini Nah kita harus mengetahui para jamaah sesungguhnya kemaksiatan itu adalah sebab yang mengantarkan seseorang kepada kekufuran maksiat adalah di antara sebab terbesar yang mengantarkan seseorang ke dalam kekufuran oleh karena ini kita tidak boleh memandang remeh dalam masalah dosa mungkin ada di antara kita mengatakan saya seorang Syekh Saya seorang Ustaz Saya seorang kiai Saya tidak mungkin akan terpikat dengan seorang wanita contohnya itu enggak boleh karena hati kita hanya dimiliki oleh Allah subhanahu wa ta’ala kita berlindung kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi mampunya kita berjamaah jauh daripada perbuatan-perbuatan dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala itu murni adalah daripada Allah inilah yang harus kita minta yaitu Istiqomah dan ketetapan agar kita senantiasa beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berapa banyak diantara orang zaman sekarang beratnya mudah untuk melakukan perbuatan-perbuatan maksiat atau mempermudah-mudahnya atau dalam bahasa lainnya menganggap remeh tentang masalah ini seperti makan makanan yang diharamkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena dia mengatakan saya seorang mukmin Saya seorang Muslim Tidak mungkin makanan ini akan membahayakan kepada saya Walaupun saya cuma makannya satu suap saja ini sesuatu tidak diperbolehkan perkataan-perkataan seperti ini ya salah seorang daripada sahabat yang mulia Abu Bakar Shiddiq radhiyallahu Anhu Beliau pernah diberikan sebuah eee makanan ya Kemudian beliau makannya kemudian diberitahu Kepada beliau bahwasanya ini makanan yang diperuntukkan untuk berhala-berhala pada awalnya maka beliau spontan memuntahkan berusaha untuk mengeluarkan makanan itu daripada tubuhnya ya beliau mengambil dengan tangannya Kemudian beliau berusaha untuk meminum air supaya dikeluarkan lagi makanan tersebut sehingga orang yang memberikan makanan tadi kepada Abu Bakar mengatakan bahwasanya makan ini tidak akan membahayakanmu engkau adalah seorang yang beriman kalau sahabat nabi begitu dikatakan oleh orang tadi maka bakal sedikit mengatakan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Kullu atwin setiap daripada anggota tubuh kita ini penerjemah daging itu tumbuh daripada sesuatu yang haram maka neraka lebih layaknya Nah di sinilah mereka perlukan agar kita senantiasa berhati-hati jangan dengan mudah menganggap remeh suatu maksiat kemudian kita banding-bandingkan dengan keimanan kita di sini perlukan adalah agar kita senantiasa meminta pertolongan kepada Allah agar kita senantiasa memohon Hidayah petunjuk kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak meninggalkan kita sekejap pun berjamaah senantiasa kita dibimbing oleh Allah subhanahu wa ta’ala agar diberikan ketaatan agar diberikan keselamatan agar senantiasa diberikan keistikamahan di dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa taala ini nanti tidak dapat disampaikan saya bermohon kepada Allah subhanahu wa taala Semoga Allah memberikan Istiqomah dan kepahaman kepada kita terhadap apa yang telah kita eee pelajari Semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kemudahan-kemudahan dan selawat dan salam kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam baik di sisa waktu yang ada kita akan [Musik] ini dapat pertanyaan saya baca dalam bahasa Indonesia nanti dibaca dalam bahasa Arab yang sudah diterjemahkan oleh teman-teman Assalamualaikum Syekh mohon izin bertanya apa perbedaan iradah azimah dengan niat Syukron assalamualaikum assalamualaikum [Musik] warahmatullahi wabarakatuh [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] Beliau mengatakan tadi adalah keinginan untuk melakukan sesuatu Ketika seseorang berkeinginan untuk melakukan sesuatu ibadah itu namanya iradah kemudian ada namanya azimah azimah ini adalah tindak lanjut daripada keinginan tadi apa tidak lanjutnya dia adalah tekad bulat untuk melakukannya jadi ketika seseorang sudah punya iradah keinginan Tetapi dia tidak melakukan tindak lanjut daripada heronya tersebut maka dia belum memiliki azimah ya jadi ketika seseorang sudah memiliki iradah dia harus memiliki azimah tidak lanjut daripada itu adalah tekad bulan untuk memasuki ibadah tersebut ataupun melaksanakan ibadah tersebut dia harus melakukan hal-hal yang berkaitan dengannya oleh karenanya tingkatan azimah itu lebih tinggi berbanding iradah tingkatan azimah itu tekad bulat itu lebih tinggi dibanding sebatas iradah saja sedangkan niat terbagi dua sebagai disampaikan oleh para ulama yang pertama adalah ikhlas ini beribadah semata-mata mengharapkan pahala daripada Allah karena banyak juga orang ketika dia beribadah tapi yang diharapkan adalah sesuatu daripada orang tersebut bukan Allah tabaraka wa ta’ala seperti seseorang pergi jihad yang mana ketika dia pergi jihad dia mengharapkan untuk mendapatkan harta rampasan perang itu niatnya maka dia berjihad tidak ikhlas yang mana Ketika seseorang ikhlas di dalam berjihad maka tujuan adalah untuk meninggikan kalimat Allah Subhanahu Wa Ta’ala sedangkan yang kedua niat pembeda di antara setiap amalan ya yang membedakan setiap amalan itu adalah niat ini yang bagian yang kedua sepertinya seseorang ketika dia ingin salat zuhur ya dia masuk di sebuah jamaah yang salat ashar jadi dia masuk dengan salat zuhur tetapi Imam masuk dengan salat ashar ini pembeda diantara kedua hal seperti ini yang menentukan ini Niatnya apa apakah salat zuhur ataupun salat asar wallahualam pertanyaan berikutnya bismillah semoga Syekh selalu sehat dan diberkahi umurnya Amin pertanyaannya kita kita sudah tahu [Musik] dan beriman kepada takdir kita sudah tahu dan beriman kepada takdir dan kita sudah beramal saleh tapi yang ditanya kita sudah ditulis sebelum diciptakan dunia kita masuk neraka apa Dek apakah apa dengan amal saleh bisa menghapus takdir kita masuk neraka dia sudah beramal tetapi ditulis takdirnya masuk neraka Apakah amalan tersebut bisa menghapus takdir masuk neraka tersebut [Musik] [Musik] [Musik] kitab adalah [Musik] [Musik] [Musik] negeri muslim [Tertawa] Syekh mengatakan di sini ada rinciannya ada rincian yang pertama takdir yang ada pada suhufnya malaikat lembaran-lembaran yang dibawa oleh malaikat yang ada pada malaikat ini takdir yang bisa di yang bisa berubah-ubah itu Kemudian yang kedua takdir yang ada di rumah ini yang tidak bisa berubah sama sekali ini Allah terangkan dalam Alquran Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan ya Muhammad Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghapuskan sekehendak Allah dan menetapkan ini adalah takdir yang ada pada malaikat yang ada pada lembaran-lembarannya pada malaikat sedangkan kalimat dan di sisi allah subhanahu wa ta’ala Ummul Kitab ini maksudnya adalah takdir yang tidak bisa dihapus dan tidak akan berubah yaitu yang ada di Lauhul Mahfudz nah yang terpenting di sini para jamaah adalah agar kita senantiasa bersungguh-sungguh untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu yang terpenting bahwasanya setiap ibadah yang kita lakukan itu akan memberikan dampak yang baik kepada kita karena kalau kita perhatikan diantara dalil-dalil yang disebutkan tentang masalah takdir ini ya diantaranya doa-doa itu adalah memberikan petunjuk kepada kita agar kita senantiasa berusaha untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tentu dengan tuntunan daripada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam seperti dalam hadis yang disebutkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Beliau mengatakan eh malu fakullu yasari 5 khul qola beramal lah semua dimudahkan sesuai dengan apa yang telah diciptakan untungnya jadi yang menjadi poin penting di sini adalah tentang bukan masalahnya siapa yang pasti di surga dan neraka tapi adalah bagaimana kita senantiasa untuk bersungguh-sungguh berjibaku untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa taala Ya Allah juga mengatakan dalam Quran walladzina jahadu Vina orang-orang yang bersungguh-sungguh ya beribadah kepada kami akan kami akan berikan petunjuk jalan kami kepadanya Ya Allah juga mengatakan salam meyakini Para jamaah ketaatan-ketaatan yang kita lakukan itu akan bermanfaat kepada kebaikan kita sebenarnya juga perbuatan-perbuatan maksiat itu akan membahayakan kepada keimanan kita jadi yang kita lakukan di sini adalah bagaimana kita berusaha bersungguh-sungguh untuk beribadah kepada Allah ya Nah setiap orang-orang yang beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dia harus meyakini Bahwasanya Allah subhanahu wa taala akan memberikan jalan yang terbaik untuknya bukan sebagian yang dipahami oleh eee pemahaman-pemahaman seperti ee Jabariyah yang mengatakan tidak bermanfaat ketaatan seseorang kepada imannya dan seterusnya atau tidak bermanfaat maksiat seseorang kepada ketaatannya ini adalah perkataan-perkataan yang salah jadi terpenting di kita adalah kita berusaha untuk melakukan ketaatan-ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala sesuatu yang memberikan manfaat kepada kita kita berusaha untuk melakukannya agar kita dijauhkan daripada perkara-perkara yang diberkahi oleh Allah Azza wa Jalla Allah [Musik] pertanyaan berikutnya Saya seorang yang kesehariannya padat dengan kegiatan dengan kegiatan mengajarkan agama namun saya sulit mengadakan keimanan saya ketika berhadapan dengan godaan untuk melakukan perbuatan maksiat bahkan maksiat yang sangat keji itu saya lakukan mohon nasehatnya Syekh agar saya mampu menghadirkan keagungan Allah dalam setiap keadaan saya jazakumullah Khair Fadilah [Musik] [Musik] [Musik] doa [Musik] [Musik] Istiqomah [Musik] [Musik] kaum muslimin seorang pendakwah seorang Tuntut ilmu agama dia seharusnya senantiasa Istiqomah untuk menjalankan apa yang telah dia sampaikan kepada masyarakat ya ini perkara yang berat Ya karena dalam Alquran Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan kaburu makan sangat besar dosanya di sisi allah subhanahu wa ta’ala Ketika seseorang mengatakan apa yang tidak dia lakukan jadi seharusnya ketika [Musik] seorang pendakwah seorang Ustaz ketika dia menyampaikan sesuatu sudah seharusnya dia menjadi orang yang pertama kali untuk menyampaikan hal itu kepada masyarakat Dia adalah orang yang pertama kali harus mengamalkan apa yang dia sampaikan kepada karena itu dosanya sangat besar kepada orang-orang yang hanya pandai menyampaikan sesuatu kepada masyarakat tetapi dia sendiri tidak mampu untuk melaksanakannya oleh karena seperti disampaikan oleh sebagian para ulama seseorang yang mengajarkan manusia ilmu Tetapi dia tidak mengamalkannya dia seperti syam’ah sebuah lilin yang dia hanya menerangi orang dengan cahayanya Tetapi dia justru membakar dirinya sendiri [Musik] ini sesuatu yang sangat miris ya ketika seseorang hanya pandai menyampaikan tapi tidak mampu untuk mengamalkannya di hari kiamat diterangkan ada orang-orang yang masuk surga Allah Subhanahu Wa Ta’ala [Musik] itu dengan ilmu dengan ilmu daripada orang lain sehingga orang-orang yang lain ketika memasuki surga Mereka bertanya kepada orang-orang yang masuk neraka tadi yang sebenarnya masuk neraka ini adalah orang-orang berilmu dia mengatakan Bagaimana kami bisa masuk surga dengan ilmu yang engkau sampaikan tapi justru engkau masuk neraka Bagaimana kami bisa masuk surga dengan ilmu yang engkau sampaikan tapi justru engkau sendiri masuk neraka kemudian dia mengatakan kami hanya menyampaikan ilmu tersebut dan kami tidak mengamalkannya oleh karena sebagai seorang mukmin dia harus berusaha untuk mengamalkan ilmu yang dia sampaikan dan dia juga seharusnya menjadi orang yang pertama untuk menyampaikan untuk mengamalkan ilmu tersebut dan dia berusaha ketika dia tahu dia lemah dengan hal-hal seperti ini perbuatan kepada teman-teman maksiat dia berusaha untuk menjauhkan dirinya daripada hal-hal seperti itu itu tidak mencoba untuk mendekatinya karena dia tahu kelemahan-kelemahan dirinya sendiri dan dia sebagai seorang pendakwah dia juga harus senantiasa memperbanyak waktunya untuk membaca kemudian mengulang apa yang telah dia pelajari sehingga waktu-waktunya dipenuhi dengan hal-hal yang EE positif bismillah semoga Syekh beserta keluarga senantiasa diberkahi oleh Allah subhanahu wa ta’ala pertanyaan pertama Apa keutamaan salat kan jenazah di dalam masjid yang kedua Bagaimana jika kita menyolatkan jenazah tidak di dalam ruangan salat namun di luarnya seperti di basement pada masjid ini masjid [Musik] [Musik] [Musik] Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] masjid [Musik] tentang masalahnya adalah keutamaan menyolatkan jenazahnya bukan tentang masalah tempatnya Ya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam seseorang ketika dia mendaratkan jenazah maka dia mendapatkan pahala satu qirot itu sama dengan sebesar gunung uhud ya disebutkan dalam hadis oleh karena tidak ada masalah Ketika seseorang salat menyolatkan jenazah Apakah di masjid ataupun di tempat-tempat yang lain ya seperti Contohkan tidak mungkin di bawah di basement mungkin ya tidak ada masalah cuman Ketika seseorang mendapatkan jenazah diambil di waktu-waktu salat berjamaah agar mungkin berkumpulnya para jamaah di sebuah tempat ya di masjid setelah sholat fardhu itu tentu ada keutamaan-keutamaannya artinya semakin banyak yang menyolatkan tentu semakin banyak kemungkinan akan diampunkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada si mayit Allah pertanyaan berikutnya Syekh Afwan tanya di luar tema Tolong jelaskan talak 1 talak 2 talak 3 apakah sebaiknya bila pasangan kita berzina Kita Harus Pisah saya mengalami ini Syeh arjul Bayan [Musik] [Tertawa] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] muslim [Musik] [Musik] [Musik] permasalahan talak ini sudah diterangkan oleh para ulama Fiqih di buku-buku mereka tiga satu dua dan tiga tolak yang pertama itu masih mungkin turujo tolak kedua juga seperti itu dan kepala ketiga yang dinamakan dan tolak yang baik maka tidak boleh lagi untuk kembali kepada tidak mungkin lagi Ya Nah di sini tentu terjadinya tolak ini dengan sesuatu yang pasti diantaranya adalah tercukupinya syarat-syarat daripada jatuhnya talak ini ya seperti tolak dengan niat ya artinya suami memang benar berniat untuk menceraikan istrinya kemudian menggunakan bahasa-bahasa yang jelas dan transparan tidak memakai bahasa-bahasa kinayah ya bahasa-bahasa kiasan Kemudian untuk perempuan itu jatuh tolak itu dalam keadaan suci tidak ada dalam keadaan haid dan nifas ini di antara syarat jatuhnya tolak ini diterangkan oleh para ulama di dalam buku-buku fikih mereka tentang masalah eee terjadinya zina ini adalah perkara yang sangat ee besar ya yang terjadi kalau memang itu terjadi maka eee diharapkan dan diwajibkan kepada orang yang melakukannya untuk bertaubat kepada Allah subhanahu wa taala dengan taubatan nasuha dengan Taubat yang sebenar-benarnya karena ini bukan perkara yang remeh tapi ini perkara yang besar jika seseorang mengetahui pasangan yang melakukan perbuatan zina dan dia melihat bahwa saya tidak ada rasa penyesalan dan sesuatu yang ada pada pasangannya maka si suami itu harus melepaskan istrinya dalam hal seperti ini ya tentu ini dipastikan dengan hal-hal yang ada di dalam ajaran-ajaran Islam untuk menyatakan bahwasanya memang terjadi zina dan kalau seandainya terjadi dalam PAUD di masa yang lalu tentang masalah seperti ini dan dia melihat sudah bertaubat ya pasangannya maka dia boleh untuk mempertahankannya dengan segala kebaikan-kebaikan yang dilihat pada pasangannya mungkin demikian wallahualam [Musik] pertanyaan berikutnya bismillahirrahmanirrahim assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Semoga Allah senantiasa menjaga kesehatan dan Ustazah mohon maaf ada ini bertanya apakah seorang hamba diberi pahala Jika dia telah memilih Jika dia telah memiliki iradah dan azimah untuk melaksanakan suatu ibadah namun qadarullah ibadah itu tidak terlaksana yang kedua Jadi kalau seorang hamba berkhawatirkan masa depannya atau dalam istilahnya juga over thinking Apakah hal ini masuk dalam indikasi lamanya keimanan pada takdir [Musik] Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] [Musik] dunia pertama jawabannya diterapkan adalah hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bahwasanya Ketika seseorang berniat untuk melakukan sesuatu tetapi dia tidak jadi melakukannya karena ada penghalangnya maka ditulis bagi dia satu kebaikan Nah kalau dia melakukannya berniat dan melakukannya maka ditulis bagi dia 10 kebaikan dan sebaliknya Ketika seseorang berniat untuk melakukan sebuah keburukan tapi terhalang untuk melakukannya maka ditulis bagi dia dengan satu kebaikan tapi kalau dia berniat melakukan keburukan dan dia melakukannya maka di sini sebagai dia satu keburukan Nah di sini para jamaah dan menerangkan kepada kita bahwasanya seorang mukmin ketika dia berniat untuk melakukan sesuatu amal saleh dan dia sudah punya keinginan untuk melakukan hal itu maka itu sudah ditulis sebagai sebuah kebaikan untungnya kalau dia melakukannya ditulis 10 kebaikan Kalau tidak ditulis satu kebaikan berbeda kalau saat ini dia berniat untuk melakukan sebuah keburukan kalau tidak jadi dilakukan karena ada penghalangnya ditulis sebagai dia satu kebaikan karena mungkin dia melihat sesuatu yang tidak perlu dilakukan jadi yang menghalangi itu adalah Karena rasa takutnya kepada Allah subhanahu wa taala sehingga dibalas menjadi satu kebaikan tapi kalau dia berniat keburukan dan di lakukan maka itu ditulis satu keburukan Nah di sinilah yang dikatakan sebagai ulama tentang betapa Agung yang niat seorang mukmin bahkan itu lebih kuat berbanding amalannya jadi terpenting bagi kita adalah bagi kita berusaha untuk senantiasa berniat untuk melakukan perkara-perkara yang dirahdain Allah Subhanahu Wa Ta’ala peta yang kedua tentang masalah kekhawatiran akan masa depan ataupun keburukan-keburukan di masa depan di sini belum mengatakan ini kalimat yang global bisa dan dia multitafsir ya Kalau seandainya seseorang mengkhawatirkan akan agamanya fitnah yang akan menimpa kepada dirinya ini adalah tanda-tanda daripada keimanan dan kalau kita perhatikan banyak daripada kalangan Salaf mereka menangis ya akan kekhawatiran akan fitnah yang menimpa kepada agamanya ini menunjukkan tentang betapa khawatirnya mereka tentang hal-hal seperti ini ini adalah tanda-tanda daripada kebaikan tapi kalau seseorang justru khawatir dengan dunianya khawatir akan Hilangnya Dunia ini kesempatan untuk perkara-perkara dunia tentu ini adalah sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan jadi kekhawatiran itu lebih kepada agama kita itu yang lebih kita khawatirkan ini adalah tanda-tanda kebaikan Tapi kalau masalah dunia tidak seharusnya kita khawatir dengan masalah seperti itu wallahualam Bagaimana cara menata hati dan amalan agar bisa mati khusnul khotimah dan apa saja penyebab Husnul Khotimah dan Khotimah Assalamualaikum Alhamdulillah Amerika simak dikumandangkannya adzan untuk sholat dzuhur bagi daerah Jakarta dan sekitarnya Allahu Akbar [Musik] Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *