Rodja TV saluran di bawah Alquran dan kajian Islam warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahirobbilalamin Alhamdulillah [Musik] serta para pelatih Rodja di manapun Antum berada pada kesempatan sore hari ini Insyaallah kita akan simak kembali satu kajian ilmiah yang akan kami hadirkan di layar televisi anda dan juga Di ruang dengar Anda semuanya satu kajian ilmiah membahas Kitab Bulughul Maram dan insya Allah pada kesempatan sore hari ini kembali kita akan simak kajian bersama guru kita Al Ustad Al Fadil Doktor Zainal Abidin bin Syamsudin LC m.hafirullah pada kesempatan sore hari ini Insya Allah kita akan simak satu tema yang sangat menarik bagi kita semuanya yang bisa kita ambil faedah di dalamnya itu dengan doa hukum jamak qashar bagi perantau dan setelah kajian ini kami membuka sesi interaktif bagi Anda semuanya dimanapun Antum berada bagi Antum yang ingin bertanya bisa melayangan pertanyaan meloncat wa dan 0819 8965 43 sama adzan Ya Allah kita simak bersama dan telah hadir di tengah-tengah kami beliau di kesempatan sore hari ini dan pada beliau kami persilahkan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] sekalian mungkin pada kesempatan sore hari ini jamaahnya agak bertambah sedikit karena liburannya yaitu 1 Muharram yang dikait-kaitkan dengan tahun baru apalagi lebih aneh lagi dikaitkan dengan hijrah Rasulullah SAW karena semua ahli sejarah sepakat ijonya Rasulullah itu bulan Rabiul Awal bukan Rabiul bukan semua para ulama Ahlul hadits sepakat banyak kejadian yang terjadi peristiwa besar bulan Rabiul awal diantaranya lahirnya Rasulullah di bulan Rabiul awal ini Rasulullah di bulan Rabiul awal di bulan Rabiul Awal bahkan Isra Mi’raj Rasulullah bulan Rabiul awal karena memang sudah membudaya meskipun nabrak sesuatu yang sangat tidak lumrah akhirnya dipercaya banyak orang sehingga tiap tahun Isra Mi’raj dilakukan pada waktu Rajab justru riwayat Isra Mi’raj bulan Rajab itu banyak diambil dari tukang dongeng kata busana yang maklum pada zaman dahulu tukang dongeng itu riwayatnya pernah Imam Syafi’i menemukan Imam Ahmad sehingga di suatu masjid bersama Yahya karena berdua adalah sahabat yang lengket kemudian dengar tukang dongeng bercerita kemudian menyampaikan satu riwayat yang ketiga itu keduanya ada di masjid otomatis keduanya tidak pernah mendengarkan riwayat itu apalagi dinisbatkan maka Setelah dia menyampaikan kisah Imam Ahmad sama Yahya Bin ma’in mendatanginya Dari mana kamu dapat riwayat ini jadi Imam Ahmad ya saya Ahmad bin hambal dari Emang Ahmad bin hambal Cuman kamu aja ya udah repot kalau udah begitu ini tukang kisah Insya Allah itu kita bahas di kesempatan lain walaupun tadi saya maju mundur untuk membahas 10 tradisi dan budaya yang sudah mengakar kuat di Indonesia 10 tradisi diantaranya ada Tabuik atau tabut yang ada di Padang sama Bengkulu yang meratapi hari wafatnya atau meninggalnya Husein ada lagi ngirep kebo Kyai Slamet di Solo itu malam satu suronya yaitu fenomena tiap tahun yang selalu berulang bahkan di Jawa Tengah itu ada ada acara seru lagi semalam itu tidak jadi berhenti nggak ngomong Jadi semalam sehari semalam itu diam untuk memperingati satu Suro ya ada yang nyalain obor ya itu di daerah sekitar Jabodetabek ada yang mampir malam Bina Apa mampir itu malam Bina Taqwa atau malam Bid’ah ya hari ini sore ini kita mengupas hadis dari Abdullah Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma karena keduanya anak bapak muslim yaitu Abdullah Ibnu Abbas dan dia termasuk salah satu abadilah yaitu Abdullah Ibnu Abbas Abdullah Ibnu Muhammad dan kurang tepat diantara ulama memasukkan Abdullah Ibnu Mas’ud Karena beda lighting Kenapa dikatakan abadilah karena ada empat sahabat yang namanya sama satu leting umurnya hampir rata-rata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] karena Khairu munshoriq majrur Bil fathah Min arba’ati purdin satu tempat yang dari Mekkah kurang lebih 80 km dan sekarang sudah menjadi satu daerah yang cukup ramai ada kantor pemerintahan ada mall-mall dan menjadi satu kota yang mandiri Poswan terkenal pada zaman Rasulullah SAW sebelumnya dan hingga sekarang ini lagi-lagi menjadi pertanyaan banyak orang kenapa sebesar Ibnu Hajar memasukkan atau memasarkan atau menyebarkan hadis sementara Hadits Shahih itu tidak bisa diamalkan bahkan diantara sekian sebab munculnya kebidhan di tengah umat adalah apa menyebarnya hadis-hadis dhaif UN Ibnu husaimah kita Jawab kenapa Imam Ibnu Hajar dan juga para ulama memasukkan hadis Dhaif ke dalam bukunya yang pertama untuk memberitahu kepada umat secara otoritatif karena ya kalau yang memberitahu tukang bengkel Allan Fulan atau orang awam masih dilakukan tapi kalau sekarang yang memberitahu yang memaklumkan hadits dhaif itu adalah ahlinya pakarnya maka orang yakin itu Kemudian yang kedua tidaklah Al Hafiz Ibnu Hajar memasukkan hadis yang ma’rif melainkan hadis itu rata-rata ada syawahid dan tawafnya sehingga bisa terangkat atau Emang habis itu dihadirkan hanya penumpang bukan sebagai landasan makanya Antum cek hadis-hadis yang Dhaif macam seperti ini selalu dihadirkan oleh Imam Al Hafidz di akhir daripada tidak di awal jarang sekali Al Hafiz Ibnu Hajar menghadirkan hadis yang Dhaif kalau memang dhaifnya tidak tertolong lagi di papan atasnya ada yang mungkin di awal tapi hadis itu tertolong seperti Hadis Rasulullah SAW yang bunyinya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mencium istrinya kemudian salat tidak wudhu hadis ini dikeluarkan oleh Imam Abu Dawud dengan sanad yang Dhaif tapi terangkat dengan syawahi dan tawabi yang ada di dalam Shahih Bukhari dan Muslim di mana Rasulullah SAW pernah memegang istrinya ketika dalam keadaan salat untuk mengangkat kakinya Aisyah jadi Antum jangan suudzon sekarang Jangan negatif thinking sama ulama itu menghimpun semua hadis yang Dhaif yang shahih dalam satu kitab makanya beliau punya kitab Al jami’ul Kabir sama Al jami’ul semua kita B semua hadis ada di situ tujuannya apa yang tahu umurnya itu tidak panjang sementara hadis ini bersilakan Takutnya nanti dikonsumsi oleh umat oleh awam begitu saja tanpa mengetahui hadis ini Dhaif maudhu dikumpulkan dulu mudah-mudahan nanti ada generasi berikutnya yang bisa memilah dan Di antara sekian orang yang diharapkan oleh Imam as-suyuthi adalah Imam Albani membikin satu kitab shahihul dan begitulah generasi demi generasi saling tertaut untuk menjaga sunnah Rasulullah SAW Kenapa dikatakan dari sisi adalah maukuf ada yang tahu perbedaan sahabat Mursal hadis yang disandarkan kepada siapa tabiin tetapi hadis-hadis Mursal ini tidak semuanya kebuang apalagi Moro seperti mursalnya Said Ibnu musaid atau musayyib makanya ada di antara para ulama yang mencoba untuk menghimpun marfu mauquf Mursal dalam satu Hadis dalam satu kitab seperti yang dilakukan oleh siapa Ibnu Abbas Beliau memiliki kitab muson [Musik] dan tidak dikatakan muslim kalau tidak menghimpun itu makanya di sana ada hadis marfu yang langsung diriwayatkan oleh Rasulullah ada Wukuf ada juga Mursal yang paling banyak yang paling banyak diturunkan adalah Mursal Ibrahim an-nur diantaranya hadis Mursal jadi banyak riwayat-riwayat yang diambil dari Ibrahim an-nahl yang itu menjadi panduan umat contoh bagi orang yang muhrim dilarang untuk memakai pakaian berjahit Siapa itu pertama membuat istilah Rasulullah yang bunyinya pakaian berjahit yang ada Rasulullah SAW melarang atau maksudnya Ibrahim dilarang orang yang sedang ihram mengenakan pakaian harian Kenapa dikatakan pakaian berjahit karena nggak mungkin pakaian harian dipakai kalau nggak dijahit dari situ Andaikan ada orang yang memakai pakaian harian kaos dalam kata dalam nggak dijahit boleh nggak dipakai boleh nggak dipakai ketika ihram nggak boleh jadi Antum jangan memahami pemahaman zohir yang penting nggak jahitan nanti baju di akal-akali nggak dijahidin boleh dipakai enggak pertama Rasulullah SAW melarang pakaian apa maksudnya disimpulkan oleh Imam Ibrahim pakaian berjahit Kenapa karena pakaian harian enggak mungkin dipakai kalau enggak dijahit dari sini juga kalau bukan pakaian terus dijahit nggak apa-apa contoh Antum pakai jam karetnya dijahit ketika dipakai tas tenteng antum ya kan dari travel itu kan dijahit nggak itu dijahit sandalan tidak seperti itu pemahamannya ya allahualam di dalam sanadnya ada seorang yang namanya Ismail Ibnu Aisyah kalau meriwayatkan hadis-hadis dari suami yang Tetapi kalau meriwayatkan dari hijazin hadisnya adalah seperti yang dikatakan yang awalnya dia catat semua kitabnya itu hilang terbakar dan banyak Pak perawi-perawi yang hafalannya guncang gara-gara kitabnya itu hilang terbakar karena tidak semudah sekarang Antum kitabnya hilang beli dulu untuk mendapatkan satu kitab itu usaha Masyaallah perbulan nyewa penulis mengeluarkan dana besar Masya Allah jadi kitab riwayat yang dia ambil beliau ambil dari hijrah tetapi riwayat yang diambil dari Samin karena kitabnya masih utuh sehingga akurat semua makanya seluruh hadis yang beliau diriwayatkan dari macam seperti hadis rasul jika kalian mendengarkan seperti yang diucapkan Kenapa karena hadis ini diriwayatkan dari Samin semua perawinya Syam tapi ini dari mulai Ismail Abdul Wahab Ibnu Mujahid yang dikatakan oleh para ulama jadi dari sini pak agama ilmu itu bukan turunan meskipun bapaknya itu lama besar siapa Mujahid Siapa yang tidak kenal Mujahid bin Jaber muridnya Abdullah Ibnu Abbas Ahli Tafsir dan semua tafsir dan riwayatnya tidak bisa tidak butuh kepada Mujahid bahkan diantara para ulama mengatakan Jika datang tafsir dari Mujahid cukuplah bagimu karena apa murid seniornya Abdullah Ibnu Abbas makanya di sini meriwayatkan dari Ibnu Abbas sayangnya tadi semua riwayatnya Ismail dari bermasalah kalau nggak kacau atau tadi lihat dari seorang perahu yang apa matruk Kenapa dia itu dikatakan bahkan Imam Sufyan as Sauri mengatakan [Musik] Masya Allah nggak main-main Muhammad Ibnu Mujahid Kenapa Kadzab karena dia itu meriwayatkan apa saja yang dia tahu dan tidak tahu dan dia itu meriwayatkan dari bapaknya sementara dia belum pernah melihat bapaknya dan ia ditinggal meninggal dunia masih kecil seperti yang dikatakan oleh salah satu gurunya Imam Syafi’i makanya Muhammad [Musik] kalau ada yang tahu Rp50.000 biar melek Kenapa bedanya hadits itu maudhu sama matruk dan Masya Allah Imam Al Bukhari saking hati-hatinya menilai seorang maka beliau mengatakan saya tidak pernah menggibah siapapun setelah aku tahu tiba itu membahayakan pelakunya makanya saking takutnya membicarakan orang walaupun itu sah karena demi menjaga agama Rasulullah demi menjaga apa Din karena Al Islam Meskipun begitu diantara sekian kehati-hatian beliau ketika seorang itu dikatakan enggak ada harganya nah perbedaan antara truk sama mulu kalau mulu itu hadis yang diriwayatkan dari seorang perawi yang terbukti berdusta atas nama Rasulullah dia tidak pernah terbukti berdusta atas nama Rasulullah tapi berdusta atas nama manusia ini dia mengesankan seakan-akan dia itu meriwayatkan dari bapaknya padahal nggak pernah Bahkan waktu Ibnu jarah mengatakan dia tidak pernah meriwayatkan satu riwayat pun dari ayahnya makanya Imam Sufyan as Sauri mengatakan Ibnu Abbas artinya ini murni pendapat Ibnu Abbas kalau murni pendapat berarti Bisa ditolak bisa diterima masuk dalam umumnya manusia seperti yang dikatakan oleh Imam Malik masing-masing orang bisa diambil dan ditolak pendapatnya kecuali yang punya kuburan ini yaitu Rasulullah SAW dan ketika itu Imam Malik sedang Taklim di Masjid Nabawi dan di sampingnya kuburan Rasulullah sambil beri syarat kecuali yang punya kuburan ini yaitu Rasulullah SAW makanya seperti yang dikatakan oleh Imam Al Baihaqi yang Meli kutip dari Ibnu mulakson atau munaqin ini sama ya Membaca seperti ini itu sama musayyab atau musayyib melakukan atau munaqin ya ini sama antum mau ikut mazhab yang mana melakukannya dari sisi ini pendapat Ibnu Abbas karena yang berpendapat adalah sahabat maka layak untuk menjadi satu pertimbangan sumber dari sumber dalil walaupun nanti akhirnya kita harus mengalahkan siapapun termasuk Ibnu Abbas sendiri ketika berfatwa lalu seorang yang diberikan fatwa tersebut mengatakan katanya Abu Bakar seperti ini kata Umar seperti ini Apa kata Ibnu Abbas hampir-hampir turun batu dari langit mengazab kalian kenapa aku katakan qola Abu Bakar kalau Ibnu Abbas tidak terima ucapan Allah dan rasulnya dibenturkan dengan ucapan Abu Bakar Umar apalagi ucapan beliau yaitu Ibnu Abbas apalagi ucapan Ajengan Kyai dan berbagai macam pendapat-pendapat simpatisan dari kalangan kaum muslimin tidak patut inilah cara beragama yang shahih cara berdalil kalau tidak dibatasi ini Ikhwan semua orang akan berpendapat bahkan kata Abdullah Ibnu Abbas Abdullah Ibnu Mubarak [Musik] kalau bukan karena sanad orang siapapun akan berpendapat apapun artinya siapapun dan apapun mau ngomong apa aja seperti sekarang Coba lihat Bagaimana kondisi akhir zaman manusia berbicara tentang masalah agama Siapa saja boleh bicara dan tentang apa saja Dia tidak takut bahwa pembicaraan itu adalah pembicaraan muncul mereka-mereka yang sekarang ini ditakutkan oleh Rasulullah SAW di mana Kalau sudah terjadi hal ini tunggulah kehancuran umat Apa itu idzakanatul kalau kekejian berupa perzinaan didominasi oleh orang gedongan di antara kalian walaupun kekuasaan dipegang oleh orang-orang kecil-kecilan Di Antara Kalian rendahan Wal ilmu Fira datikum ilmu disebarkan dari kalangan orang rendah di antara kalian ini yang terjadi Ikhwan sekalian dari penjelasan ini kita coba rangkum dengan hadis-hadis yang telah kita sampaikan beberapa pertemuan yang lalu bagian melalui TV sekarang offline melalui masjid ini intinya orang jamak qasar ya sekarang kita bicara sama kosong Kalau ini kita yakini sebagai pendapat Ibnu Abbas Coba kita compare kita kaitkan dengan dalil-dalil yang ada persesuaian tidak tema yang kita angkat jamak hukum jamak qashar bagi perantau orang merantau seperti Antum di sini ada yang datang dari mungkin luar Jawa ada di Jawa Tengah Jawa Timur yang kadang pulang pergi setengah bulan di Cileungsi setengah bulan lagi di Pekalongan itu gimana mungkinnya di mana tuh sama musafirnya di mana ya ada orang yang Masya Allah kerjanya di Jakarta tinggalnya di Bandung apalagi nanti Masya Allah ada kereta cepat cuman satu jam ya Antum tinggal di Bandung tapi kerjanya di Jakarta boleh nggak ini penting untuk kita bahas seperti orang yang sekarang menjadi nahkoda kapal makanya diantara para ulama buat nahkoda sama apa yang satunya pilot nggak itu kalau kapal layar itu yang shahih tidak boleh jamak qashar kecuali ada kebutuhan karena statusnya itu mirip dengan mukim dia satu bulan Pak di situ makan minumnya di situ tempat tidurnya dan dia kerja di situ dan tidak ada satu kesibukan berarti kecuali normal Antum salat bahkan ada diantara kapal itu masjidnya Masya Allah besar sekali ya Bahkan ada kajian itu malah ada orang yang Masya Allah bulan madu di kapal sampai hamil di kapal Kenapa berjalan dari bulan madu dari Indonesia ke mana ke Amerika atau ke Jepang Masya Allah apalagi kapal pesiar sekarang Masya Allah persis seperti kita itu di suatu perkampungan ada mallnya ada rumah sakitnya ya rumah kamar Antum itu seperti rumah pegawai-pegawai yang tetap di situ dia seperti hidup cuman di sini gerak aja begitu juga orang orang yang memiliki kegiatan permanen tidaklah dianjurkan untuk jamak qashar kecuali di hajatin seperti orang yang tinggalnya di Bandung kerjanya di Jakarta tolong diperhatikan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidaklah pernah menjamak kecuali beberapa kasus kalau qasar selalu ya kalau Rasulullah SAW tidaklah pernah bepergian melainkan kau suka kalau jamak tidak bisa dihitung Jamak itu ketika di Muzdalifah ketika di Arafah dan ketika Perang Tabuk Ya itu aja ini menunjukkan bahwa Jamak itu tidak setiap kita itu Safar jamak dengan demikian para ulama menegaskan sama itu lebih terkait dengan kebutuhan dan unsur bukan karena Safar meskipun Safar itu bagian daripada unsur beda dengan qasar ada Safar ada qashar Tetapi kalau sekarang ada Safar belum tentu ada jamak tinggal kebutuhan bahkan Rasulullah SAW menjamak karena hujan menjamak karena khauf menjamak karena yang lainnya dengan demikian seorang boleh menjamak karena istikharah boleh menjamak karena sebagai seorang dokter operasi bedah yang membutuhkan waktu Panjang boleh dia itu jamak karena adanya suatu kebutuhan-kebutuhan yang mendesak sehingga Ibnu Ibnu qayyim di dalam Kitab Zabur Maaf Rasulullah SAW di dalam menjamakda bisir kecuali ada suatu kepayahan di dalam perjalanan ya Nah di sini tentang masalah jamak qasar terutama qashar ada kaitannya dengan waktu ada kaitannya dengan cara Berapa waktu orang itu boleh terus qasar dan termasuk kalau ada hajat jamak Allahu a’lam tidak ada waktu secara permanen Kenapa karena Rasulullah SAW di dalam satu riwayat pernah menjamah selama 15 hari dalam riwayat lain 17 hari 19 hari 20 hari bahkan ada di antara sahabat yang menjamak sebulan dua bulan satu tahun dua tahun ya Dari sini bener lah apa yang dikatakan oleh Imam Ibnu hazm kemudian Imam Ibnu Taimiyah dan juga ulama-ulama yang lainnya tidak ada waktu tertentu jarak tertentu untuk jamak qashar melainkan disesuaikan dengan huruf sehingga barangsiapa yang pergi selagi belum ada niat mungkin dan secara urut Anda ini masih musafir maka silahkan jamak qashar dan berapapun jaraknya jarak tersebut secara urut jarak musafir bepergian bukan pergi silahkan untuk qasar kalau ada kebutuhan silahkan jamak contoh aja sekarang ke Puncak seorang tidak bisa dikatakan mutlak Safar atau tidak Safar ada seorang yang pergi ke Puncak nganter Syekh cuman jalan-jalan Habis itu pergi balik Antum di situ merasakan bepergian nggak atau pergi Sekarang Ana tanya pergi sama bepergian sahabat dengan safaroh dhaha pergi safaroh bepergian gini aja deh Antum sekarang ke Bekasi nganterin saudara Antum atau tengok saudara Antum sakit Safar atau pergi bepergian atau pergi pergi secara urut orang bepergian itu satu Mas memanjat kendaraan entah itu kuda onta motor mobil Satu Membawa perbekalan tiga membawa dana dana Safar pasti ada yang keempat nginep saya juga ke Bekasi nginep Pak nginepnya itu untuk kepentingan bepergian atau memang karena ada suatu kebutuhan yang Antum harus nginep beda dengan Antum sekarang ini pergi ke Bandung walaupun makin hari makin tidak ada batasnya ini Jabodetabek makanya nanti ada kota-kotanya tapi ini nyambung tidak ada batas kecuali administrasi penting disini pemberdayaan Batas Kota jadi perbatasan antara Bekasi dengan Bogor ini kota-kota yang rawan kota-kota masalah ya perbatasan antara Bogor dengan Jakarta tapi sebetulnya satu kalau dulu Pak kita dipisah dengan sawah-sawah dengan hutan-hutan dengan kebun-kebun sekarang udah nyatu tapi nanti yang membatasi apa huruf bukan jarak karena kalau sekarang waktu dari sisi waktu jumlah hari bulan tidak ada satu riwayat pun yang tekstual Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pergi hanya waktu itu yang jamak qasar lebih daripada itu tidak begitu juga jarak sangat relatif kalau kita sakit dengan jarak umpamanya 702 ada yang mengatakan 77 Kalau antum pergi jaraknya 71 setengah kilo kurang setengah kilo ini Mas wah repot Mas ayo ditambah dikit apalagi ingin buka makanya ini hukumnya berentet buka puasa Ramadan mengantarkan istri musafir menemani mahram dan juga qasar ini satu paket ini harus hati-hati ketika Antum sekarang ini wah jamak qashar berarti kalau antum puasa boleh buka dan ketika Antum sekarang ini istri pergi harus Antum anter jangan Antum sekarang ini Taufik ya giliran mahram enggak pakai giliran buka puasa ini ancur Pak ini kayak beberapa teman kita yang tinggal di Eropa karena musim kemarau seperti ini siang itu panjang ketika Ramadan itu Masya Allah itu puasa sampai 19 jam akhirnya apa ngikut Indonesia salah satu Ikhwan kita ketika puasa Ramadan Pak kalau puasa panjang begini gimana Pak Ya Ikut Indonesia aja Pak Terus kalau kece ikut mana ibadah ikut Indonesia ikut sana kalau musim dingin Januari Februari Itu uangnya panjang siangnya pendek [Musik] karena kadang-kadang cuma 6 jam Pak pendek sekali itu nah seperti ini namanya Taufik harus konsisten tidak boleh kita itu mengoplos mazhab sementara kita itu bukan ulama bukan ahlinya hanya milih-milih yang enak-enak aja itu namanya fiqih prasmanan dicomot yang enak-enak nggak boleh ya harus semuanya sesuai dengan dalil jadi kita simpulkan dan kita buka habis ini tanya jawab Jadi intinya tidak ada Nas secara tetual yang mengatakan bahwa waktu bolehnya orang itu jamak qashar sekian bulan lebih daripada itu tidak boleh jamak qashar kurang daripada itu boleh jamaah qasar begitu juga jarak seorang bule jamak qashar kalau sudah jarak itu kurang daripada itu enggak boleh lebih daripada itu enggak boleh tadi Kalau antum pergi ke Puncak maaf kemudian Antum di sana bepergian bahwa salin bahkan tinggal di sana 3 hari dan Antum di sana secara urut Safar silahkan waktu dan cara tidak ada emas yang bisa memberikan satu batasan dengan demikian Ibnu Taimiyah Ibnu hasem dan ulama-ulama yang mengatakan yang mutakhir termasuk adalah Syekh Muhammad untuk waktu orang itu boleh jamak qashar Sampai kapan secara urut dan begitu jaraknya sampai berapa juga secara urut tidak ada cara secara khusus seumpamanya 77 KM lebih daripada itu boleh jamak qashar kurang tidak boleh nggak dan Tapi itu kalau sekarang kurang 100 meter gimana kurang 100 meter ya Allah nanggung banget Mas Coba kalau kita cari villa yang agak mendekat ke sana kan boleh jamak qasar Antum sekarang hurufnya Antum kalau sekarang Antum bawa perbekalan koper tas terus yang tidak kalah pentingnya untuk menginap layaknya musafir Antum jamaah oleh karena itu di sini tadi murni pendapat Ibnu Abbas yang hanya patut untuk kita pertimbangkan sebagai dasar-dasar penguat ternyata di dakwah dan ucapan sahabat bila bertentangan dengan ucapan sahabat yang lainnya tidak boleh kita saling tolak di dalam rangka untuk menguatkan pendapat sahabat yang lainnya tentang masalah itu sama dengan 4 fasa satu farsah itu sama dengan 3 mil satu mil sama dengan 1700 meter atau kurang lebih satu setengah kilo kurang lebih empat buruk itu 77 km ada yang mengatakan 72 km ada yang mengatakan 77 KM ada yang kurang daripada itu bahkan kemarin habis yang dikeluarkan oleh imam muslim Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam meng-qasar salat beberapa Min bahkan Rasulullah SAW sudah menjamak qashar ketika beliau itu di seluruh itu cuman berapa 12 Km atau 13 km dari sini Semuanya dilihat hurufnya Rasulullah SAW Kenapa menjamak qashar di dzul khalifah karena beliau akan melanjutkan bepergian bukan hanya 12 kilo itu terus balik ke Madinah ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW kalau mau jamak qashar keluar dulu dari kampungnya makanya Rasulullah SAW diriwayatkan oleh Imam at-tirmidzi di dalam Sunan ini di dalam suratnya Rasulullah SAW bila pergi sebelum tergelincir matahari mengakhirkan dzuhur ke Ashar kemudian salat jamak dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika pergi setelah tergelincir matahari [Musik] [Musik] bagi Antum yang ingin bertanya Antum Bisa kirimkan pertanyaannya mengecewa di 0819 8965 43 dan kepada jamaah yang ada di masjid bisa dibuat bertanya melalui tertulis agar nanti bisa kami bacakan 61 pertanyaannya masuk dari pesan singkat [Musik] dan yang kedua Apakah huruf ini mengikuti orang-orang di masa yang lampau atau huruf di masa sekarang Ustaz silahkan yang dianggap maklum yang dianggap yang dikenal oleh masyarakat secara umum dari sini juga muncul kaidah al-a’dah itu bisa menjadi hukum dan ini bisa zaman dahulu bisa zaman sekarang kita lihat kontaknya tapi pada umumnya adat dan huruf yang kita bangun adalah huruf pada zaman khairunnas itulah yang dikatakan oleh Abdullah Ibnu Mas’ud apa-apa yang dipandang oleh muslimun yang dimaksudkan adalah sahabat itu baik maka di sisi Allah Itu Baik lah apa-apa yang dipandang oleh muslimun itu jelek buruk maka di sisi Allah juga buruk tetapi hadirin sekalian kita juga tidak bisa hanya huruf pada zaman dahulu karena tidak mempertimbangkan huruf zaman sekarang karena kadang-kadang itu sangat berbeda contoh saja bepergian zaman dahulu tidak mengenal pesawat yang cepat sampai ada yang Masya Allah kereta cepat dari sini kita harus membangunnya Di antara sekian dasar pertimbangan huruf zaman dulu dan juga zaman sekarang cara mempertimbangkan begini pada umumnya Antum sekarang itu ketika bepergian dengan pergi bisa nggak membedakan Ana pergi ke Indomaret Ana pergi ke mall Ana pergi ke pasar dengan Ana bepergian ke Malang untuk secara Urban baik zaman dahulu maupun sekarang bisa kita bisa membedakan saya katakan tadi saya pergi ke Puncak hanya nganter jalan-jalan Syekh ya pergi pagi nggak pergi balik lagi baju juga nggak bawa ganti bekal juga seadanya yang penting untuk makan barangkali juga Syekh mau apa Paling juga oleh-olehnya Tales Ya udah balik lagi beda dengan Antum sekarang ini pergi ke Bandung di sana ada acara pelatihan atau daurah bahwa koper siapin bahkan Masya Allah istri Antum nyiapin dari pagi sampai sore belum lagi nanti dirinci ini uang makannya nanti di sono nggak ada yang ngasih makan nanti disiapkan juga dompetnya disiapkan buktinya kalau dompet Antum ketinggalan panik waduh beda Antum pergi ke pasar yang penting udah bawa uang dompet ketinggalan ya udahlah aman nggak mungkin kan penjual sampai nanya ktp-nya mana Pak kan gitu nah ini secara terus adat Antum bisa membedakan bahwa Saya sekarang sedang pergi ke Bekasi untuk tengok saudara yang sakit atau takziah Saya sekarang sedang bepergian ke Bandung bepergian ke Tangerang sekarang dari Cileungsi sini ke Banten sana ke mana Ke pondoknya Ustaz Fachrudin Safar atau bepergian bepergian atau pergi yakin ke sana nanti capek kemudian bawa perbekalan pastinya Antum juga aduh ini malam banget nginep nggak mungkin tolak kalau tolak juga kemalaman Antum bisa membedakan ini adalah Safar manakala sekarang Ini antum mendapati itu kondisi secara urut itu Safar silahkan Antum qasar kalau perlu jamak maksudnya hajat kalau tidak ya sudah cukup kosong Kalau antum sekarang ini pergi ke Bekasi apalagi pergi ke kantor meskipun kantornya Antum di mana Di Grogol sana tiap hari seperti itu antum qasar nggak mungkin karena secara urut Antum ini pergi untuk kerja bukan bepergian nah ini begitu juga sekarang Orang yang tinggal ada yang ditinggal di mana Cikarang kerjanya di Bandara Soekarno Hatta coba tiap hari ini orang kondisinya seperti tadi itu kerja di perkapalan dia sudah menikmati kondisi itu harian makanya yang ada seperti ini cukup untuk jamak kalau hajat tidak qasar karena yang kayak saya katakan tadi Seperti yang ditegaskan oleh para ulama sama itu tidak terkait dengan apa Safar bisa saja Antum pulang dari bandara ke Cileungsi sini karena macet demo Masya Allah keluar dari bandara setelah ashar udah deh nanti sholat maghrib di rumah ternyata macet di jalan salat juga nggak memungkinkan sampai Cileungsi Isya Antum melakukan apa begitu juga ada orang yang sekarang ini operasi mulai operasi besar jam setengah 11 masih dokter bedah yakin-syakin-yakinnya dzuhur pasti lewat karena operasi besar untuk benda itu minimal Butuh berapa 6 jam terus ditinggal salat dulu mati bisa bahkan ada orang yang opname di rumah sakit karena dia berdiri tidur bolak-balik ke kamar mandi dengan Hajah Antum butuh enggak ada unsur nggak untuk ambil jamak Tetapi kalau qasar itu kaitannya Safar tidak ada kaitannya capek tidak ada kaitannya berat contoh sekarang Mbak ada orang yang pergi jaraknya 1000 kilo karena apa naik pesawat bisnis class tidur apalagi pesawat-pesawat yang model yang sekarang mutakhir itu canggih tempat duduknya itu bisa 180 derajat bisa seperti kasur belum tidur dari mulai Jakarta terbang tidur bandingkan dengan orang yang bawa kedelai 2 gental dari Cileungsi ke Bekasi pakai sepeda ontel capekan mana pakai sepeda gunung dari Cileungsi ke Bekasi dari Cileungsi ke Oh Bekasi nggak sembuh-sembuh waduh Masya Allah malah seger turun dari pesawat karena tidur dengan demikian lillah hukum qashar itu kaitannya dengan Safar bukan kaitannya jaraknya jauh capek dan yang lainnya Itu semua tidak ada ya Allahu a’lam namun [Musik] pertanyaan dari Jamaah kita di masjid al-barkah Ustaz kami bekerja di kapal terkadang 51 perjalanan di kapal kami salat lima waktu seperti orang yang mungkin Bagaimana dengan salat Jumat karena jumlah kruaannya 21 orang yang muslim hanya 7 orang sampai 8 orang tentang masalah jumlah [Musik] jamaah Jumat itu tidak ada satu ketetapan Nas yang mutlak Adapun 40-12 itu hasil ijtihad yang shahih manakala ada Khatib ada Imam ada jamaah meskipun satu dua maka telah cukup sah orang itu menunaikan salat Jumat tentang masalah tadi anak ingin tambah jamak-jamak itu bisa diawal waktu maksudnya takdim umpamanya dzuhur dengan Ashar di waktu Dhuhur atau kita lakukan di tengah waktu Zuhur dengan Ashar atau di belakang Maksudnya gini kita salat Jamak itu Dzuhur di akhir ya akhir daripada waktu bahkan nanti seandainya kita itu Ashar masuk pada waktu Ashar juga nggak Mengapa karena tadi contoh Antum sekarang Ini antum datang Safar Masya Allah dari bepergian jauh karena ya pesawatnya ekonomi kelas itu Masya Allah ya 9 jam duduknya Ya segini begini aja masuk capek apalagi perbedaan waktu ini di Indonesia udah mulai tidur pastinya kondisi seperti ini Antum tidak memungkinkan untuk nunggu sholat sampai Isya ini maksudnya hajat karena kalau anda nanti itu salat tergantung-kantuk capek nggak khusyuk mendingan antum daripada Antum ngrundel ya udah baca fatihahnya nggak khusyuk gerakannya juga cepat-cepetan untuk apa untuk memaksakan seperti itu terutama orang yang haji umroh ya maaf karena ingin menjaga tertibnya salat Arbain ya yang sudah menjadi mitos jamaah haji sehingga sudah menjadi istilah Haji Arbain kalau yang plus Haji istri ada yang Haji salah sin nanti nggak tahu Mungkin ada yang homesin Apa itu Haji Arbain yaitu memaksakan sholat tepat waktu selama 5 waktu di Madinah [Musik] itu bagus Kenapa ini tidak diutamakan diprioritaskan di Mekkah yang di Mekkah itu lebih utama daripada Madinah kalau dia panduannya terhadap satu Hadis Man sholat hadisnya ini adalah dhaifun cinta Siapa yang salat 40 salat yang sahih Man sholat yang salat 40 hari bukan 40 salat Oleh karena itu kalau saya ditanya oleh jamaah Pak kita ada program Arbain enggak Pak Lebih Pak lebih antum mau berapa caranya Antum perbanyak disiplin konsisten salat di Mekkah dan beliau dan lebih daripada Arbain itu apalagi hajinya 40 hari Oleh karena itu program Arbain ini merupakan satu mitos yang dipertahankan dari mulut ke mulut sehingga seakan-akan itu merupakan suatu hal yang penting hal yang perlu hal yang istimewa dan bahkan dibikinkan fadilahnya padahal tidak ada dalilnya seperti halnya sama mereka melakukan warga dengan Masjid Nabawi ada sholat wadah ada tawaf wadah ada sholat wadah itupun parahnya keluar dari masjid sambil mundur takut apa Man Tati keluar dari Ka’bah habis salat juga apa mundur takut mantatin Ka’bah emas lebih parah mana aduh pantat dengan ka’bah dengan adu kemaluan ke Ka’bah udah dua-duanya nggak ada dalilnya yang namanya orang berjalan itu maju bukan mundur dan tidak ada sunnahnya baik Antum keluar dari Ka’bah itu maju mundur miring tergantung kondisi masyarakatnya Kalau antum perlunya miring karena padat kalau saya ngadep Kemaluan saya ngadep Ka’bah nggak bagus juga ya Mas ya mundur pantat semuanya nggak ada dalilnya karena ada suka-suka kalau lagi umroh kita ketemu sama orang India kalau lagi di depan Ka’bah atau di Masjidil Haram itu seluncurkan kaki-kaki kita ke arah Ka’bah dia marah-marah nggak boleh itu karena memang tak ternyata setelah saya buka-buka di mazhabnya Hanafi itu ada memang walaupun begitu nggak ada dalilnya apapun ucapan seperti usholli di dalam mazhabnya sama ini harganya menghadapkan kaki ke Ka’bah dilarang pada waktu salat ada dalilnya alasannya Antum menghina ka’bah dengan kaki Antum coba balas menghadapkan kaki ke Ka’bah mana yang lebih menghina menghadapkan kemaluan ke Ka’bah sama kalau kita pakai perasaan kan gitu sementara agama itu bukan perahu Ya Allah kalau saya keluar dari Ka’bah kemudian maju begini pantat saya mau menghadap ke kiblat kayaknya perasaan enggak sopan banget perasaan gitu Aduh kalau saya menseluncurkan kaki saya ke arah Ka’bah ini perasaan kayaknya enggak sopan banget sama Ka’bah perasaan sementara agama itu bukan dasarnya perasaan dasarnya itu dalil ini ya dan banyak hal-hal yang seperti ini masuk ke dalam fikih akan diantara mereka ada orang yang perasaannya telah menghormati Alquran Kalau dicium padahal tabarruknya Alquran itu apa dengan membaca tadabbur makanya kita tidak mengingkari tatap ini tak berubah dengan sesuatu yang dianjurkan yang ditunjukkan dalil bahwa itu berkah kedua caranya juga ditunjukkan dalil contoh masjid berkah caranya salat itikaf Ka’bah juga berkah caranya apa [Musik] Quran itu berkah caranya dibaca Ustaz kyai syekh itu Barokah Wali itu berkah caranya apa diambil ilmunya bukan sekarang ini cium tangan sampai infeksi akhirnya apalagi dulu zaman kopi apalagi Masya Allah meminum air bekas minumannya udah gitu diludahin sekarang rada nggak laku setelah kopit ya Allah ada pernahnya kita dari Banjarmasin Ustaz ya mau tanah seketika Safar ketika Safar dzuhur ya nanti di masjid tapi kita dapati Iman Imam dalam posisi baru bangkit dari tahiyat awal Apakah boleh bergabung dengan dengan jamaah dengan niat qashar atau harus mengenakan 4 rakaat silakan berdasarkan hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam para ulama mengatakan Siapa yang bermakmum dengan muting wajib menyempurnakan karena jika kalian menemukan salat maka salatlah yang lepas sempurnakan sempurnakan Apalagi ditambah dengan dalil Innamal iman sesungguhnya Imam itu dijadikan untuk diikutin Oleh karena itu siapapun yang salat bersama imam muslim meskipun dia itu musafir masbuk hendaknya menyempurnakan seperti salatnya Imam wallahualam [Musik] jazakumullah kita angkat pertanyaan melalui jamaah kita Bagaimanakah hukumnya jika anak sering ditanya oleh seorang teman atau keluarga perihal agama Islam dan menjawab berdasarkan yang Ana pahami dari penjelasan Ustaz tanpa disertai dengan dalil karena tidak hafal dalam Apakah boleh Ustaz Apa itu tanpa tanpa dalil Apakah diperbolehkan tentang masalah agama ditanya oleh seorang teman ataupun keluarga sekalian diantara Allah subhanahu wa ta’ala dan rasul itu jarang sekali mengeluarkan larangan dengan teks haram kecuali firman Allah diantara sekian firman Allah yang Allah haramkan wa anta Kullu alallahi Mada kamu berbicara atas nama Allah tanpa dasar ilmu oleh karena itu syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di dalam kitab Al Amru Bil Ma’ruf dari kesimpulan para ulama akhirnya beliau mengeluarkan statemen yang cukup bagus hendaknya siapapun yang ingin melakukan Amar ma’ruf nahi mungkar mengumpulkan tiga bekal ilmu sebelum Amar ma’ruf nahi mungkar lemah lembut ketika saat Amar ma’ruf nahi mungkar dan sabar setelah Amar Ma’ruf ilmu Kenapa karena bekal utama kalau antum berdakwah dalam rangka mengikuti seluruhnya jangan parsial diantara dakwah Rasulullah SAW dikatakan oleh para ulama Al bassura adalah Al Ilmu orang yang tidak memiliki sesuatu tidak akan bisa memberi yang kedua lemah lembut karena seperti yang dikatakan oleh Rasulullah SAW tidaklah kelemah-lembutan ada dalam sesuatu melainkan menghiasinya walaupun Muhammad kalau kamu itu keras kasar dan bengis hati orang akan lari darimu Sabar kenapa sukses gagal dalam tanda kutip kesabaran dalam dakwah ketika Antum sekarang merasa dakwah tidak mendapatkan tanggapan bahkan penolakan kekasaran sabar di situ menjadi bekal utamanya ketika Antum mendapatkan pengabulan Masya Allah ya jamaah begitu meludah orang-orang yang sekarang ini memenuhi apa namanya panggilan-panggilan dakwah saya Masyaallah banyak orang yang mendapatkan hidayah dari tangan saya seperti yang dialami oleh Ibnul jauzi ratusan ribu majelisnya ribuan dari kaum apa namanya kufar yang masuk Islam dan ratusan ribu dari orang-orang yang muslimin bertobat dari tangannya Ibnu jeungsi itu pun tetap kesabaran dan ketawabuan untuk dimiliki oleh seorang dari sabar karena apa kudaan viral godaan ketenaran dan berbagai macam cobaan-cobaan ketika orang itu di atas tidak mudah makanya Pak Nabi Nuh Kenapa diberikan gelar oleh Allah [Musik] sesungguhnya dia adalah hamba yang bersyukur padahal Allah mengatakan tidaklah beriman bersama Nabi Nuh Kecuali sedikit bahkan Imam attabra Imam athabari di dalam Kitab jami’ul Bayan tafsirnya Beliau mengatakan hanya 4 orang istrinya dan tiga anaknya siapa yafit HAM sama-sama 950 tahun dakwah tidak mendapatkan pengampunan kecuali empat orang bahkan istrinya sendiri di antara istrinya enggak bisa masuk Islam Apakah Nabi Nuh gagal tidak karena dalam masalah dakwah itu yang penting kita itu menyampaikan Insya Allah pahala dakwah itu kita dapat hanya sekedar menyampaikan soal masalah orang itu mengikuti kita sadar tobat itu semuanya bisa tetap sabar dalam kondisi apapun seorang bayi sabar karena Masya Allah ya kadang-kadang Mungkin orang tersebut ketika memberikan kajian jamaah banyak yang bertaubat banyak yang sadar mendapatkan hidayah kita tidak tahu nasib mereka-mereka ini nanti satu tahun dua tahun 10 tahun yang akan datang Apakah tetap istiqomah Bukankah itu butuh kesabaran dengan demikian jumlah sedikit tetap gajian jumlah banyak tetap istiqomah makanya Pak Masya Allah Kenapa muncul Alfiah Ibnu Malik sederhana beliau itu mengadakan kajian enggak ada muridnya sambil nunggu nulis Masya Allah di sela-sela menunggu jamaah murid yang datang dia tulus itu kaidah-kaidah Nahwu Akhirnya sampai menjadi Alfiah Ibnu Malik yang menjadi kitab Masya Allah berbobot yang banyak menjadikan orang-orang itu paham nahwu bekerja Ibnu Malik dakwah itu keistimewaan dakwah itu kebenaran dakwah itu kesabaran dakwah itu adalah konsisten di atas Al Haq makanya Pak Kenapa Rasulullah SAW mengatakan surah Kenapa ada kelompok yang ditolong Apakah maknanya mereka itu mendapatkan pengabulan dakwah yang spektakuler Apakah dakwahnya sekarang menghasilkan kekuasaan tidak mensurah karena konsistensi dia ilah Yaumul Qiyamah makanya dalam lafadz lain sampai akhir mereka nanti memerangi Dajjal jadi umat Nabi Muhammad yang dijamin eksis konsisten di atas sunnah sampai yang akhirnya itu memerangi Dajjal Kenapa karena istikamah Oleh karena itu yang dituntut oleh Allah dari kita semua adalah istikamah sehingga membicarakan masalah karomahnya Wali Abadi mengatakan Kunto libal Istiqomah Carilah kamu Istiqomah jangan cari Karomah karena Karomah itu hilang ber ini datang pergi dan tidak menunjukkan apa kebaikan seseorang makanya Kenapa Karomah di kalangan tabiin itu lebih banyak daripada kalangan sahabat begitu juga tapi karena yang paling penting adalah Istiqomah apalagi Ikhwan sekarang ini Masya Allah Al Istiqomah itu lebih mahal dari berlian lebih mahal daripada Intan lebih mahal dari emas perak semuanya sehingga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika memberikan sifat ghuroba ia kembali lagi ujung-ujungnya ternyata Istiqomah ketika Rasulullah SAW menjelaskan tentang ghuroba manusia yang terasing adalah [Musik] manusia-manusia yang sholeh hidup di tengah komunitas yang buruk lebih banyak daripada yang mentaati yang jahat lebih banyak daripada yang sholeh makanya Antum jangan cenga Antum jangan loyo kita jangan sampai putus asa apalagi ya kita begini begini aja partai nggak punya [Musik] ngaji diusir-usir Bener nggak disesati iya Aduh gimana ya enaknya dan itu dialami orang-orang yang kadang udah lama dan lumut dan ngaji apalagi yang baru kemarin makanya apa kamu [Musik] seorang sahabat yang Masya Allah sederhana orang awam Ya Rasulullah Ya Rasulullah aku nanya satu kalimat aja yang aku nggak akan tanya kepada orang selain mu satu kalimat saja m dan istiqomah di atas sunnah ini seperti manusia sekarang ini hampir semuanya sudah tidak sejalan sependapat dengan sunnah banyak yang sependapat dengan sekuler banyak yang sependapat dengan liberal banyak yang sependapat dengan kapitalis sosialis tapi tidak banyak yang sependapat dengan sunnah Apakah Antum keluar nikmat yang Antum mendapatkan dari sunnah ini jangan Antum nodai dengan apa dengan berbagai macam kebenaran beragama berupa apa subhat dan syahwat bahkan saya katakan kebenaran paling onar di dalam agama ini adalah membuat syubhat dan syahwat kegaduhan paling gaduh itu syubhat makanya zaman sekarang ini zaman itu amat menyambar sekelas pernah berpapasan dengan mu’tazilah bilang kepada anaknya anakku tutup telingamu Kenapa Pak ini ada mu’tazilah lewat takut nanti omongannya itu mampir ke hati dengan satu kalimat yang sederhana Berapa banyak orang yang setelah ngintip-ngintip YouTube Oh ternyata yasinan itu ada dalilnya toh Waduh padahal cuma sekali Lan itu bagus itu sambil mengolok-olok apa yang dulu dulu Sudah didengar apa yang dulu dia kaji apa yang dulu dia yakini kenapa menyambar seperti itu apalagi Madrasah YouTube ya itu membingungkan Pak makanya Antum kalau ngaji dasarnya itu kajian seperti ini offline atau kajian yang sekarang tak khusus atau kajian yang sekarang Manhaj apalagi di masjid seperti ini Rasulullah apalagi yang kita kerja adalah sunnah Rasulullah SAW besok pertemuan berikutnya kita terakhir membahas jamak qashar salat Safar jadi dan insya Allah kita akan beralih kepada sholatul jamaah dan Jumat ini penting Karena sekarang ini salat jamaah dengan covid kemarin masih belum normal balik ke masjid ya ada yang lucu lagi Masih bikin jarak ya jauh-jauh lagi kan gitu nah ini kita pulihkan dengan kita kaji salat jamak jamaah dan jamaah insyaallah [Musik] dan juga penutupan Antum sampaikan sendiri kesempatan sore hari ini [Musik] kita akhiri dari penjelasan di atas dan Insyaallah nanti ketika Mas hadis yang terakhir kita simpulkan dari awal sampai akhir intinya Safar atau bepergian itu berbeda dengan pergi dalam bahasa Arabnya sahabat Muhammadun ilasuh berarti Muhammad pergi ke pasar Muhammadun Ila Surabaya Ila Tegal Ila Sumatera berarti bepergian dan bepergian ini dalam masalah kaitannya qasar dan jamak dari sisi waktu tidak ada yang sekarang ini batasan hanya sekian hari boleh jamak qashar lebih daripada itu tidak ada kenapa Karena di sana ada riwayat banyak sekali bervariasi yang menunjukkan masing-masing itu hanyalah mendengar tidak membatasi hari waktu begitu juga jarang jarak-jarak covernya Rasulullah sama sekali bukan batasan bahkan itu diambil semuanya dari keadaan safarnya Rasulullah keadaan safarnya sahabat dengan demikian imam-imam sunnah seperti Ibnu hazm Ibnu Taimiyah dan mutakhir seperti Syekh Muhammad dari sisi waktu dan jarak diserahkan kepada urut itu apa alladah Muhammad kalau sekarang secara urut adat Antum bepergian ditandai satu bahwa perbekalan dua membawa bekal tiga penginapan kendaraan maka Antum musafir silahkan qasar Adapun jamak Antum lihat keadaannya kalau hajat maslahat Antum jamak jamak kalau tidak cukup qasar dan ada Safar ada qasar tidak ada kaitannya ada Safar ada jamak jamak itu bisa Safar bisa di luar Safar bisa Safar bisa hujan bisa sakit bisa khauf dan macam-macam bahkan orang yang istihadah orang yang opname dokter yang operasi boleh jamak tadi orang yang terlambat datang ke rumah yang diprediksi bisa shalat maghrib ternyata tidak boleh juga Jamak itu yang bisa kita sampaikan mudah-mudahan manfaat Subhanallah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh [Musik] yang telah beliau berikan dan juga malah tetaplah sampaikan di kesempatan sore hari ini semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjaga keluarga beliau dan juga memuaskan kiamat sehingga semakin banyak sepeda ilmu yang dapat kita ambil dari setiap perjumpaan bersama beliau adalah macam-macam beliau sampaikan Insyaallah Allah amin dan juga mengucapkan terima kasih banyak untuk Anda semuanya para pemirhati raja dan juga jamaah yang ada di masjid al-barkah atas kebersamaan kita di sore hari ini nantikan kembali kajian beliau Insya Allah pada hari Rabu yang akan datang di Pekan ganjil berikutnya Insyaallah kita akan ikuti bersama kelanjutan dan pembahasan kitab yang beliau sampaikan di kesempatan sore hari ini kami ucapkan terima kasih banyak kepada Anda semuanya jazakumullah Khairan wabarakallah fiikum nanti dan kami akhiri Billahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] anda berada kajian ilmiah yang telah kami hadirkan dan kami telah pancaluaskan dari Masjid Al Barkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah
Ustadz Dr. Zainal Abidin Lc, M.M. – Bulughul Maram
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply