Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

radio Raja Bogor 100 poin 1 FM dan Radio Rodja Bandung 104.3fm radio Raja Bogor dan Radio Rodja Bandung menebar cahaya sunnah Para pendengar dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada [Musik] TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung bismillahirrahmanirrahim assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh para pendengar dan pemerhati Roja di manapun Antum berada di kesempatan pagi hari ini yang Semoga Allah memberikan keberkahan kepada kita semuanya satu pagi yang tentunya kita berharap pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala diberikan kemudahan dalam mentaati Allah di hari ini pada kesempatan pagi hari ini Insya Allah kami akan hadirkan di ruang dengar anda dan layar televisi Anda satu kajian ilmiah yang tentu banyak faedah yang dapat kita ambil dari kitab ini sebagaimana jodoh kitabnya white yang insya Allah akan disampaikan oleh guru kita Al Ustadz Al Fadhil Abdullah sebuah Kitab yang ditulis dari susun oleh syaikhul Islam tentunya banyak faedah yang disampaikan dan ditulis oleh Beliau untuk kaum muslimin dan kita akan simak faedah ini ya sebelum kita simak kajian yang penuh dengan faedah ini kami sampaikan terlebih dahulu pada Anda semuanya setelah kajian yang disampaikan beliau akan membuka sesi interaktif soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung Anda dapat menghubungi kami di 021 8236543 ataupun Anda dapat bertanya sama pesan singkat mulai chat wa di 0819 896543 kami telah terhubung dengan beliau yang saat ini berada di studio Rodja Kendari dan untuk selanjutnya kita akan simak bersama dan kepada Ustadz kami persilahkan kalian Rodja TV saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam [Musik] [Musik] Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhoi kepadanya bersabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam barangsiapa yang meminta-minta Harta manusia untuk memperbanyak harta maka sesungguhnya dia hanya meminta Bara Api maka hendaknya ia sedikit meminta atau memperbanyaknya hadits riwayat Muslim [Musik] Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] dari Az Zubair bin al-awwam semoga Allah meridhoi kepadanya Dia berkata bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sesungguhnya seorang diantara kalian membawa tali-talinya kemudian pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar yang diletakkan di punggungnya untuk dijual sehingga ia bisa menutup kebutuhannya itu adalah lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain baik ia memberi atau tidak Hadits Riwayat Bukhari [Musik] Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] sesungguhnya seorang dari kalian pergi mencari kayu bakar yang dipikul di atas pundaknya itu lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain baik ia diberi atau tidak muttafaqun alaih [Musik] Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] sesungguhnya penghuni surga yang paling bahagia adalah orang yang paling lama sedihnya ketika di dunia [Musik] [Musik] berkata Umar Bin Khattab radhiallahu Anhu Barang siapa yang menunaikan amanah dan menahan dirinya dari menjatuhkan kehormatan kaum muslimin maka dia adalah lelaki [Musik] Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] semoga Allah meridhoi kepadanya bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Sesungguhnya terkadang hatiku terhenti terputus dari berzikir kepada Allah dan Sesungguhnya aku beristighfar memohon ampun karena merasa berdosa tidak berzikir kepada Allah sebanyak 100 kali dalam sehari hadis sahih riwayat Muslim qala Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhoi kepadanya Dia berkata aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda demi Allah Sesungguhnya aku ini beristighfar kepada Allah dan bertobat kepadanya dalam sehari lebih dari 70 kali Hadits Shahih riwayat Muslim [Musik] Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhoi kepadanya Dia berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda demi Dzat yang jiwaku ada di dalam genggamannya Andai kalian tidak melakukan dosa niscaya Allah Ta’ala akan melenyapkan kalian lalu mendatangkan suatu kaum yang berbuat dosa kemudian mereka beristighfar kepada Allah dan Allah memberikan ampunan kepada mereka Hadits Shahih riwayat Muslim kola Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] berkata Malik IBN Dinar rahimahullah ta’ala apabila seorang hamba menimba ilmu untuk ia amalkan maka melimpahlah ilmunya dan apabila ia menimba ilmu tanpa untuk ia amalkan maka bertambahlah maksiatnya dan bertambahlah kesombongannya [Musik] [Tepuk tangan] berkata syaikhul Islam Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah ta’ala yang dituntut dari mempelajari Alquran ialah memahami setiap maknanya dan mengamalkannya Adapun hasrat mempelajari Alquran tidak karena hal tersebut maka ia tidak tergolong dari ahli ilmu dan Din [Tepuk tangan] saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam dan Radio Rodja Bandung 104 poin 3 MM radio Raja Bogor dan Radio Rodja Bandung menyebar cahaya sunnah bismillahirrahmanirrahim assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kami mohon maaf atas terjadinya gangguan yang membuat kajian ini berjalan tertunda dan alhamdulillah kota Islam kami telah terhubung kembali dan Alhamdulillah sudah teratasi gangguan tersebut untuk itu kita akan simak bersama kejadian yang kepada Ustad kami persilahkan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah Shallallahu Alaihi Wasallam kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas limpahan taufiknya dan kemudahan dalam kebaikan yang senantiasa diberikannya kepada kita Alhamdulillah di pagi hari ini kita dimudahkan kembali bertemu di dalam kajian yang insya Allah sangat bermanfaat membahas Kitab yang ditulis oleh Imam Syamsuddin Abu Abdillah kitab Al Fawaid di dalam pembahasan kita bahwa ini kita melanjutkan kembali kajian kita yang telah kita bahas di pertemuan yang lalu tentang mengenal Allah Subhanahu Wa Ta’ala makrifatullah indahan pada zatnya nama-namanya sifat-sifatnya dan perbuatan-perbuatannya kemarin terakhir kita membahas tentang dua golongan yang menyimpang dari jalan yang lurus dalam hal ini ya yang berhubungan dengan mengenal keindahan makhluk yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadikan pada makhlukNya ada kelompok yang menetapkan semua yang Allah ciptakan itu indah sampai pun kemungkaran dan keburukan keburukan mereka anggap Indah sampai pun perbuatan maksiat mereka anggap indah adalah orang-orang yang tentu saja telah dihilangkan di hati mereka kecemburuan karena Allah ya cinta karena Allah dan benci karena Allah mengingkari kemungkaran kemudian menegakkan jihad di jalan Allah ini akibat dari keyakinan mereka yang rusak jadi kelompok yang pertama kemudian yang kedua kalau yang tadi ekstrim kiri Ini ekstrim kanan pokoknya mereka berkata pada zaman Rasulullah mereka berkata Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencela di dalam Alquran keindahan rupa keindahan fisik kesempurnaan postur dan tubuh manusia ya Jadi mereka ini menganggap mutlak semua yang namanya penampilan itu dicela semua yang namanya keindahan fisik itu dicela dalam Islam berfirman tentang orang-orang munafik di surat al-munafiqun ayat yang ke-4 audzubillahiminas dan jika kamu melihat mereka kamu akan kagum dengan tubuh atau keindahan fisik mereka ya kemudian di Surat Maryam ayat ke-74 Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman wakaflana dan berapa banyak kami binasakan sebelum mereka ya generasi-generasi yang hidup di satu masa yang mereka itu lebih indah lebih banyak hartanya dan lebih indah penampilan fisiknya Jadi mereka berdalil dengan ayat-ayat ini untuk mencelakai keindahan rupa secara mutlak Artinya mereka itu lebih banyak hartanya lebih indah penampilan fisiknya Al Hasan Al Bashir rahimahullah ta’ala mengatakan Hua suar maksudnya adalah penampilan fisik mereka inilah kelompok yang kedua ya yang mengatakan tercelanya semua keindahan fisik secara mutlak tambah lagi dalil yang mereka gunakan hadis dalam riwayat Imam muslim Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak memandang kepada rupamu atau fisikmu dan hartamu tetapi hanyalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala memandang kepada hati dan amal-amal perbuatanmu ini dalil mereka kalau mereka berkata wa maklumpun dan sudah dimaklumi maksud hadis ini Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tidak menafikan nadhor Allah melihat yakni ah pandangan Allah yang Maha Sempurna menjangkau mereka bukan ini yang dinafikan tetapi yang dinafikan disini adalah pandangan cinta pandangan menyukai pandangan mencintai jadi Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak memandang penampilan fisik atau harta tapi yang dipandang dengan kecintaan adalah hati dan amal perbuatan-perbuatan manusia kelompok kedua ini mereka juga berkata Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengharamkan bagi kita memakai Sutra laki-laki memakai emas laki-laki juga memakai bejana-bejana piring dan gelas dari emas dan perak yang ini semua adalah termasuk seagung-agung perhiasan dunia termasuk perhiasan dunia yang paling besar dan Allah berfirman di surat Thaha ayat 131 [Musik] dan janganlah kamu menjulurkan kedua matamu memandang kepada perhiasan yang bermacam-macam yang kami berikan kepada mereka sebagai perhiasan kehidupan dunia agar kami menjadikan fitnah bagi mereka dalam hal ini di dalam hadis juga disebutkan kesederhanaan itu adalah termasuk Iman ini dalil yang mereka gunakan untuk mendukung pendapat mereka bahwa semua penampilan fisik yang indah itu dicela secara mutlak kata mereka juga Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mencela orang-orang yang melakukan israf berlebihan yang mana sikap berlebihan sebagaimana terjadi pada makan dan minum juga terjadi pada pakaian berlaku pada pakaian inilah dua golongan yang tersesat dalam memahami hal ini Islam selalu datang dengan petunjuk yang sempurna dengan petunjuk yang moderat tidak berlebih-lebihan dan tidak kurang Dan inilah yang sesuai dengan agama Fitrah yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala turunkan kepada hamba-hambanya agama yang terbaik syariat yang terbaik yang dipilihnya kita lihat ya Jalan Tengah dan yang benar dalam pemahaman ini Allah ta’ala [Musik] ya dalam hal ini jalan tengah dalam perselisihan ini yang benar dalam perselisihan ini adalah dengan kita mengatakan pada rupa keindahan pakaian serta penampilan ya keindahan fisik keindahan pakaian keindahan penampilan itu ada tiga macam tidak semua tercela tidak semua terpuji jadi ada tiga macam kita ikuti tiga macam ini maka demikian pula maka demikianlah nilai dari penampilan atau keindahan fisik tersebut sampai tiga macam ada diantaranya yang dipuji yang kedua ada diantaranya yang dicela yang ketiga ada yang tidak berkaitan dengan pujian atau celaan Subhanallah agama Islam diturunkan untuk apa untuk menjadikan hidup kita hal-hal yang berhubungan dengan urusan dunia dunia kita bisa menjadi indah kalau kita mengikuti petunjuk dalam Syariat Yang yang indah ini Bagaimana pembahasannya sekarang penampilan fisik pakaian atau rupa yang terpuji itu bagaimana yang pertama yang terpuji di antara hal tersebut adalah makanan yang dilakukan karena Allah yang membantu manusia untuk mengamalkan ketaatan kepada Allah menunaikan perintah-perintahnya dan menjawab keseruannya ya kalau seseorang memakai pakaian yang indah dalam rangka mensyukuri nikmat Allah digunakan ketika beribadah ketika salat Jumat ketika salat berjamaah ketika salat dalam rangka untuk menampakkan nikmat yang Allah berikan kepadanya maka ini terpuji ya kita lihat kamar kanan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memakai pakaian yang indah ketika menyambut wufud utusan-utusan yang ingin belajar Islam Subhanallah mereka adalah orang-orang yang baru hijrah yang ingin memperbaiki dirinya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyambut mereka dengan penampilan yang indah untuk menghormati niat mereka yang agung yaitu ingin berislam dengan benar ingin berhijrah di jalan Allah subhanahu wa ta’ala ini diperbolehkan ini terpuji disebutkan di dalam hadis yang Shahih yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari bahwa Umar Bin Khattab radhiyallahu anhu pernah mengambil sebuah pakaian jubah dari bahan yang indah kemudian dia datang kepada Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan Beliau berkata kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam belilah pakaian ini untuk engkau memakai pakaian yang indah ini ketika melaksanakan salat hari raya dan ketika menyambut tamu-tamu utusan yang ingin belajar agama dan ini dipraktekkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis yang shahih ini semisal dengan semakna dengan misalnya memakai pakaian sebagai pelindung dalam peperangan ketika menghadapi musuh ketika kita memakai pakaian besi misalnya pakaian yang bisa menahan senjata ketika dalam peperangan semakna dengan ini ya kemudian apa Wali basul Hariri demikian pula Ketika memakai Sutra dalam peperangan serta bersikap hula fihi ya dalam peperangan yakni berjalan dengan berjalan yang sebenarnya berjalan seperti itu atau sikap seperti itu Seandainya bukan perang dicela kayak orang menyombongkan diri berjalan dengan Congkak dalam peperangan tujuannya untuk menjatuhkan mental musuhnya untuk membuat mereka marah emosi sehingga terganggu konsentrasinya dalam peperangan tersebut ini diperbolehkan padahal cara berjalan yang menunjukkan kesombongan kan dilarang dalam keadaan biasa selain dalam peperangan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam disebutkan dalam sebuah riwayat ketika melihat sahabat Abul Jannah Abu dujanah radhiyallahu Anhu bahwa dia berjalan dengan cara jalan orang yang sombong ketika peperangan ya ketika Perang Uhud diantara Dia berjalan di antara pasukan musuh dan pasukan kaum muslimin dengan jalan yang menunjukkan kesombongan maka Rasulullah SAW bersabda innahatun ya begitu sesungguhnya cara jalan ini dibenci oleh Allah dan rasulnya kecuali dalam kondisi perang seperti ini karena tujuannya untuk meremehkan musuh menjatuhkan mental mereka itu diperbolehkan dalam kondisi seperti ini maka sesungguhnya yang seperti ini terpuji jika terkandung di dalamnya niat untuk meninggikan kalimat Allah membela agamanya dan membikin marah musuh-musuh Allah membikin jengkel mereka ini menjadi sesuatu yang terpuji berikutnya Adapun yang tercela maka Alit dunia warriah sesuatu yang ditujukan ya penampilan Indah Rupa atau pakaian yang dipakai untuk semata-mata membanggakan dunia atau kedudukan duniawi dan sebagai tawasul sarana untuk mencapai syahwatnya keinginan syahwatnya dan ketika itu dijadikan sebagai puncak seorang hamba dan yang tertinggi dari cita-citanya [Musik] karena kebanyakan jiwa-jiwa manusia mereka tidak memiliki keinginan selain dari tujuan-tujuan tersebut jadi pakaian yang indah hanya untuk membanggakan dirinya agar dia dianggap orang yang kaya atau orang mampu agar dia menampakan bahwa dia punya kedudukan yang tinggi ya ini kesombongan kesombongan niat-niat sombong seperti ini ini yang tercela dari penampilan atau pakaian yang indah ini adapun yang tidak dipuji dan tidak dicela adalah ya hal-hal yang tidak terdapat padanya 2 tujuan ini tidak tujuannya untuk agama juga tidak tujuannya untuk dunia dan juga tidak ada sifat dua sifat yang dari dua sifat tadi yang ada pada penampilan tersebut ya ini ada sekarang orang yang mungkin memakai pakaian indah karena kebiasaan saja terbiasa dari kecil pakaiannya seperti itu hidup gaya hidupnya memang seperti itu ya bukan untuk sombong dia memang biasa memakai seperti itu bukan juga untuk tujuannya mensyukuri nikmat Allah sekedar kebiasaan saja maka ini asalnya tidak tercela dan tidak terpuji karena tidak terkandung tujuan baik dan tujuan buruk yakni tujuan karena agama atau tujuan karena dunia pada pada ketika dia memakai pakaian tersebut ini yang tidak berkaitan dengan pujian atau atau celaan maksud maka kesimpulannya hadits yang mulia ini ya hadis riwayat Imam muslim yang kita bahas jadi pembahasan utama tentang sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam hadits yang mulia ini terkandung di dalamnya 2 landasan yang Agung 2 pokok Islam yang utama adalah mengenal Allah mengenal Allah yang Maha indah dan bagian akhirnya atau yang kedua adalah suluk mengajarkan kepada kita sikap yang benar ya mengajarkan kepada kita semangat untuk beribadah dengan sifat Al Jamal kemahaindahan karena Allah adalah Al Jamil Yang Maha indah kita mengenal Allah dengan kemahandaannya yang tentu tidak ada satu makhluk pun yang menyerupai yang sama dengan Allah subhanahu wa ta’ala dalam sifat kemudian kita beribadah kepada Allah dengan keindahan yang disyariatkannya keindahan yang dicintainya baik dalam ucapan perbuatan dan akhlak akhlak yang indah yang sesuai dengan syariat Islam ucapan-ucapan yang indah berdzikir membaca Alquran berdoa beramar ma’ruf nahi mungkar amal-amal perbuatan yang indah yaitu beribadah kepada Allah dengan benar [Musik] maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai seorang hamba yang menjadikan Indah ucapan lisannya dengan selalu berkata yang jujur menghiasi hatinya dengan keikhlasan cinta kepada Allah selalu kembali kepadanya dan selalu bertawakal berserah diri bersandar kepadanya serta memperindah hamba ini memperindah anggota badannya dengan mengamalkan amal ketaatan menjadikan Indah badannya dengan ya menampakan bekas-bekas nikmat Allah dengan pakaian yang dipakaikan pada badannya perhiasan yang dipakai pada badannya serta membersihkan anggota badannya dari najis dari hal-hal yang kotor atau ya bulu-bulu yang panjang yang dibenci dalam syariat Islam dengan berkhitan dan juga dengan memotong kuku yang panjang Masya Allah ini yang disyariatkan inilah keindahan yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang Allah inginkan hamba untuk memperindah fisiknya dengan hal-hal tersebut ini yang dipuji dalam Islam maka hamba ini mengenal Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya dengan kemahaindahannya yang merupakan sifat kesempurnaannya sifat kemaha ketinggiannya kemudian hamba ini berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan keindahan yang Allah Subhanahu yang itu adalah syariat dan agamanya keindahan inilah yang diturunkan di dalam syariat petunjuk-petunjuk hukum-hukum syariat dan agamanya hadis ini menghimpun dua kaidah penting dalam Islam kaidah dasar dalam Islam yaitu mengenal Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian bersikap yakni beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala setelah kita mengenal sifat-sifat sempurnaannya Oleh karena itu ya ma’asyiral muslimin rahimakumullah kaum muslimin para pemerhati Rojak TV dan dimanapun itu berada hadits ini kandungannya sangat tinggi setelah kita mengenal Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sifat kemaha indahnya akan menjadikan kita termotivasi untuk beribadah kepada Allah dengan keindahan yang dicintainya maka seorang hamba yang beriman ya hatinya akan selalu indah dengan ikhlas cinta kepada Allah takut dan berharap kepadaNya selalu bertawakal bersandar hanya kepadaNya semata-mata selalu mentauhidkan Allah dan menjauhi perbuatan Syirik dia akan menjauh hatinya dari kotoran-kotoran kesyirikan kemudian ketergantungan kepada selain Allah kemudian penyakit-penyakit hati yang lainnya sebagaimana dia akan memperindah lisannya dengan kejujuran selalu berdzikir kepada Allah selalu dengan cara yang baik dan lemah lembut kemudian menghiasi anggota badannya dengan amal-amal ketaatan dengan pakaian paku dengan pakaian yang indah yang jauh dari najis jauh dari kotoran pakaian yang menggambarkan ya nikmat yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepadanya yang kemudian disyukuri dengan pakaian yang indah tersebut apalagi ketika dia menunaikan ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi hadis ini benar-benar menggambarkan kepada kita bahwa mengenal Allah yang benar akan menjadi sebab perhiasan bagi hati kita kemudian perhiasan tersebut akan mempengaruhi semua anggota badan kita sebagaimana mana hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang kita kenal bersama sesungguhnya dalam diri manusia ada segumpal daging yaitu hatinya kalau yang yang mana Kalau segumpal daging ini baik semua anggota badannya akan baik Kalau segumpal daging ini buruk maka semua anggota badan yang akan buruk yaitu hati manusia Oleh karena itu kandungan yang terdapat dalam pembahasan ini ya kandungan yang sangat indah Untuk Kita Renungkan dan Insyaallah ya kita akan lanjutkan alasan yang sangat menarik ini dari keterangan yang rahimahullah ta’ala dipertemuan berikutnya mudah-mudahan apa yang kita bahas kesempatan kali ini bermanfaat dan menjadi sebab kebaikan untuk dunia dan akhirat kita kita cukupkan sampai di sini Mohon maaf juga karena ada kebutuhan sehingga saya tidak bisa melayani sesi tanya jawab karena ada janji yang harus dilakukan saat ini Barakallah fiikum Kami cukupkan sampai di sini Sekali lagi mohon maaf atas segala yang salah dan kurang Sallallahu Alaihi Wasallam warahmatullahi wabarakatuh saya ucapkan terima kasih banyak kepada Ustadz Al Fadhil abdullahu ta’ala atas waktu yang telah diberikan di kesempatan pagi hari ini dan Sebagaimana telah disampaikan mohon maaf tidak bisa menghadirkan soal jawab karena beliau ada keperluan namun Terima kasih banyak Kepada beliau jazakumullah Khairan wabarakallah Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala di sana Dan juga semakin Allah luaskan ke teman-teman Beliau sehingga semakin banyak ilmu yang dapat kita ambil dan setiap perjumpaan bersama beliau Insya Allah Allahumma Amin kami yang berada di Kendari serta kroroja Cileungsi dengan kerjasamanya dan juga potong dari Allah subhanahu wa ta’ala Allah mudahkan bagi kita untuk bisa mengikuti kajian di pagi hari ini kita ucapkan jazakumullah Khairan wabarakallah untuk untuk anda semua yang telah mengikuti kajian ini dari awal hingga akhir Kami mengucapkan terima kasih banyak jazakumullah pada hari Kamis yang akan datang untuk kita ikuti kelanjutan pembahasannya kita bahwa yang tentunya banyak faedah yang dapat kita ambil Semoga apa yang kita telah simak bersama ini Allah mudahkan bagi kita untuk mengamalkannya dan Allah mudahkan bagi kita untuk bisa menjalani dengan sebaik-baiknya apa yang telah kita simak bersama lillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *