Ustadz Mubarok Bamualim, Lc., M. H. I. – Kitab Riyadhus Shalihin

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Para pendengar dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada [Musik] TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung Rodja TV Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah washolatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wa shahbihi saudaraku seiman dan sakidah sahabat Rodja di manapun Anda berada Masih bersama dengan kami di saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam dan Insyaallah sesaat lagi kami akan sambungkan anda dengan Studio di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya kita akan hadirkan di kesempatan pagi hari ini Insya Allahu ta’ala sebuah kajian ilmiah bersama Ustadz Mubarak dan kembali kita akan mengkaji Kita penuh manfaat kitab Riyadus Shalihin kali Al Imam an-nawawi rahimahullahu ta’ala saudaraku seiman dan seakidah kami undang anda untuk berpartisipasi dengan menyimak kajian yang akan kita Siarkan di kesempatan pagi hari ini dan juga untuk bertanya jawab Anda dapat mengirimkan pertanyaan melalui dan WhatsApp di nomor 081 989 6543 atau melalui telepon di nomor 021823 6543 Insya Allah setelah pembahasan kitab ini kita akan coba hadirkan pertanyaan-pertanyaan Anda Baiklah saudaraku seiman dan sakidah untuk selanjutnya kita akan sambungkan anda dengan Studio di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya bersama Ustadz Mubarok Mualim LC MHI hafizahullah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Shallallahu Alaihi Wasallam Semoga senantiasa dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala Alhamdulillah pada kesempatan yang baik ini Allah pertemukan kembali kita di dalam kajian salah satu karya tulis dari Al Imam an-nawawi rahimahullah Ta’ala masih melanjutkan bab tentang keutamaan berdoa yang mana doa ada ibadah Bagaimana disabdakan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam doa itu adalah ibadah akan ibadah yang paling mulia karena dengan berdoa seorang menunjukkan kelemahannya di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan berdoa kepada Allah seorang menunjukkan ketidakmampuannya kefakirannya kebutuhannya kepada Allah yang Maha kaya yang maha kuasa Yang Maha Pemberi yang maha pengasih yang maha penyayang maka doa adalah salah satu ibadah yang paling afdol antara ibadah-ibadah yang diperintahkan Allah kepada hamba-hambanya nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam telah mengajarkan kepada kita yaitu doa-doa dan bagaimana beliau berdoa mohon pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian pula kita melihat dalam alquranul Karim para Anbiya dan para rasul mereka berdoa kepada Allah Azza wa Jalla kemudian pula orang-orang yang sholeh hamba-hamba Allah yang taat ya bahwa mereka diceritakan dalam alquranul Karim Bagaimana doa mereka kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Bagaimana kabar gantungan mereka kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka dari itu seorang yang bertauhid orang yang memiliki aqidah yang benar tauhid yang benar maka Allah adalah tumpuan harapannya Allah adalah tempat pengaduannya Allah adalah sebagai tempat curhatannya semua problematika kehidupan yang dihadapinya dia curahkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ini hakikat dari tauhid kepada Allah Azza wa Jalla dan seorang selalu berdoa memohon berharap dan bertawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita telah membahas pada pertemuan-pertemuan yang lalu bab ini ya juga ada beberapa doa yang sudah dibacakan dari hadis-hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam diantaranya adalah hadis Anas bin Malik radhiyallahu anhu yang mana Beliau berkata karena doa Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa doa yang paling banyak dibaca dan dipanjatkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kepada Allah Azza wa Jalla adalah Allahumma Ya Allah anugerahkanlah kepada kami di dunia ini kebaikan kepada kami di akhirat kebaikan waktu benar dan Lindungilah kami peliharalah kami dari azab api neraka hadis muttafaqun setelah dijelaskan bahwa doa ini ada dari alquranul Karim kalau redaksi dari alquranul Karim bunyinya adalah Robbana Atina Hasanah tak boleh menggunakan 22 redaksi tersebut sesekali dengan lafadz Rabbana Atina dan sesekali juga dengan lafadz Allahumma tentang doa ini ya disebutkan oleh Al Imam Ibnu Katsir rahimahullah Ta’ala Ya Allah anugerahkanlah kepada kami di dunia ini kebaikan kata Ibnu Katsir rahimahullah Ta’ala yang bersifat duniawi ini mencakup semua yang menjadi tuntutan ya bersifat duniawi oleh seorang hamba seperti rumah yang baik istri yang sholehah termasuk anak yang berbakti anak yang sholeh yang berbakti pada kedua orang tuanya termasuk juga memohon kepada Allah ta’ala rezeki rezeki yang luas yang halal yang baik Ilmu yang bermanfaat Hani yaitu kendaraan yang layak kendaraan yang baik ya dan yang lainnya ini semua berkaitan dengan kebaikan-kebaikan di dunia yaitu dengan memohon kepada Allah ta’ala agar dimasukkan dalam surga dan hal-hal yang berkaitan dengan kenikmatan-kenikmatan yang akan diberikan Allah kepada Ahli Surga berupa dalam hal ini adalah seorang mohon kepada Allah keamanan kepadanya di hari yang amat dahsyat dari kiamat dari Padang Mahsyar dan seorang mohon kepada Allah ta’ala yang merupakan kebaikan di akhirat adalah yang tidak berat dan hal-hal lain yang berkaitan dengan akhirat Adapun ketika seorang hamba mohon kepada Allah ta’ala dilindungi dari adab neraka yaitu dengan Allah memberikan kemudahan kepadanya untuk melakukan sebab-sebab yang baik di dunia ini agar dia diselamatkan dari neraka hingga dia terhindar dari perbuatan-perbuatan yang haram ya terhindar dari hal-hal yang syubhat ya Yang mana ya itu semua dapat menjerumuskan seorang hamba ke dalam api neraka tuh hadis yang berikutnya yang kita bahas Insya Allah pada kesempatan yang baik ini kata Imam an-nawawi rahimahullah Ta’ala nabi bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dahulu beliau berdoa diantara doanya Allahumma Ya Allah aku mohon kepada engkau petunjuk waktu Ya Allah agar aku mampu untuk menjaga kehormatan diriku ya Allah akan kecukupan hadis riwayat Imam muslim dalam Shahih Muslim jadi diantara doa yang dibacakan atau yang dipanjatkan oleh Nabi SAW kepada Allah Azza wa Jalla adalah Allahumma inni as alukal Huda petunjuk ini adalah karunia terbesar yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba di muka bumi ini tidak ada nikmat yang lebih besar daripada nikmat Hidayah tidak ada nikmat yang lebih agung dan nikmat iman dan Islam itu Hidayah petunjuk agar seseorang memeluk agama Allah yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mereka menyebutkan dalam kitab-kitab mereka tentang nikmat Hidayah ini adalah murni dari Allah subhanahu wa ta’ala memberikan petunjuk kepada siapa Allah kehendaki murni semata-mata karunia dari Allah yang harus pertama kali kita selalu memohon pada Allah Azza wa Jalla dan ini yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika seorang sudah mendapatkan hidayah dalam arti dia telah memeluk Islam yang telah mengenal Allah beriman kepada Allah beriman kepada rasulnya dan beriman kepada hal-hal yang wajib dia Imani namun mengapa seorang hamba dianjurkan untuk terus memohon Hidayah kepada Allah bahkan kita di dalam salat salat kita setiap rakaat dalam salat kita kita selalu membaca surat al-fatihah yang mana salah satu ayatnya adalah aku jalan yang lurus Apa hikmah dibalik itu padahal seorang telah mendapat Hidayah dia telah memeluk agama Allah namun dia tetap memohon pada Allah setiap hari setiap rakaat salatnya minta pada Allah ta’ala agar Allah berikan petunjuk kepadanya ini maknanya adalah supaya kita ini diberikan ketetapan ketetapan di atas Hidayah Allah supaya tidak menyimpang dari Hidayah Allah tidak keluar dari agama Allah petunjuk kepada Allah adalah agar dia diberikan ketetapan oleh Allah Azza wa Jalla di atas agama Allah di atas Hidayah Allah sampai akhir dari kehidupannya meninggalkan dunia ini jadi ini hikmah yang pertama Mengapa kita selalu memohon pada Allah ta’ala Hidayah dalam doa kita agar kita tetap lihat hidayah itu yang kedua manusia tidak mengetahui apa akhir dari kehidupannya ya tidak mengetahui Apakah dia di akhir kehidupannya ditutup dengan kebaikan ataukah menyimpang dari Al Haq kita tidak mengetahuinya makanya seorang hamba terus berdoa memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar dia diberikan husnul khotimah kematian penutup yang baik karena disabdakan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Apa akhirnya Apa penutupnya ya apa penghabisannya apa kalau dia berakhir dengan kebaikan Maka insya Allah dia akan salah selamat meninggal dalam keadaan tetap di atas Hidayah Allah maka satu kebaikan yang luar biasa kalau seorang mati dalam kesesatan mati dalam penyimpangan mati dalam keluar dari agama Allah naudzubillah dianjurkan diperintahkan supaya selalu mohon petunjuk kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ini yang pertama kali dimohon oleh Nabi Alaihi sholatu Wasallam ini adalah untuk mewujudkan petunjuk itu orang yang mendapat petunjuk kalau dia tidak bertakwa maka dia tidak akan maksimal melaksanakan petunjuk itu ya karena kurangnya ketakwaan tidak adanya ketakwaan dalam dirinya maka ketika seorang mendapat petunjuk dari Allah Azza wa Jalla kemudian dia diberikan oleh Allah ketakwaan maka sempurnalah hamba itu ya petunjuk yang diberikan oleh Allah kepadanya berupa perintah-perintah Allah larangan-larangan Allah dan yang lainnya jangan melaksanakan dengan sebaik-baiknya karena apa agar ketakwaan dalam dalam dirinya makanya setelah memohon pada Allah Azza wa Jalla petunjuk beliau memohon kepadanya ketakwaan kalimat yang sering kita dengar dalam banyak kesempatan dalam khotbah Jumat dalam ceramah-ceramah agama selalu mendengar perintah untuk bertakwa kepada Allah dengan seorang betul-betul bertakwa kepada Allah takut kepada Allah seorang merasa dirinya terus dipantau oleh Allah Azza wa Jalla dicermati oleh Allah subhanahu wa ta’ala sehingga dia tetap melaksanakan kewajiban-kewajiban yang Allah wajibkan kepadanya meninggalkan larangan-larangan Allah yang Allah mengharamkan atau melarangnya kalaupun seorang hamba terjerumus dalam satu perbuatan dosa maka hamba yang bertakwa kepada Allah ta’ala Dia segera kembali kepada Allah Dia segera bertobat pada Allah ta’ala memohon ampun kepadanya ini tentang ketakwaan ketakwaan kepada Allah Azza wa Jalla apabila terwujud dalam hati seorang hamba maka seluruh anggota badannya juga akan taqwa kepada Allah ta’ala dalam diri seorang hamba apabila dia ingin menjadi hamba yang bertakwa kepada Allah ta’ala tanamkanlah ketakwaan itu di dalam hatinya Ucapkanlah ketakwaan itu dalam hati seorang kalau dalam hati seorang hamba itu bertakwa pada Allah ta’ala maka seluruh anggota badannya pun akan bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala lisannya akan bertakwa kepada Allah ta’ala pendengarannya akan bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala pandangannya akan bertakwa kepada Allah ta’ala kaki tangannya pun akan bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena apa dia telah memupuk menumbuhkan ketakwaan itu dalam dalam hatinya isyarat ini karena disampaikan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis beliau dalam hati dalam jantungnya itu tempatnya ketakwaan artinya pusat ketakwaan yang akan memerintahkan seluruh anggota badan bertakwa apabila ketakwaan itu ada dalam hati seorang hamba kita selalu mencermati hati kita ya ketakwaan yang ada di dalamnya kalau hati ini betul-betul takwa kepada Allah ta’ala Maka insya Allah semua seluruh anggota badannya pun akan bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang dia menginstruksikan kepada anak buahnya kepada bawahannya dan anggota badan ini ibarat bawahan dari Panglima yang namanya hati dalam jasad kita Jalan perintahkan kepada tangan untuk berbuat baik kepada telinga untuk mendengarkan yang baik kepada mata untuk memandang yang halal kepada Lis mulut untuk makan memasukkan yang halal dan seterusnya kalau hati ini Panglima yang baik maka dia akan memerintahkan kepada seluruh anggota badan untuk melakukan hal-hal yang baik dan menjauhkan diri dari yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala oleh Nabi Alaihi sholatu Wassalam kepada Allah Azza wa Jalla Dalam Doa ini adalah Al Afaf itu atau Al ikhfa para ulama menyebutkan ada tiga macam iffah seorang yang selalu menjaga lisannya dari ucapan-ucapan yang kotor ucapan yang jorok dari kedustaan dari berdusta dari memfitnah dan yang lainnya Ya ini afiful lisan orang yang disebut afiful lisan bulan ini afiful lisan orang yang selalu menjaga lisannya adalah Menyebutkan jenis menjaga kehormatan diri yang kedua adalah menjaga perut dari memasukkan yang haram dalam perut ini dari memakan hal-hal yang diharamkan oleh Allah yang selalu aktif dia lebih baik hidup sederhana sesuai dengan hasil pencariannya tapi itu halal daripada dia hidup berfoya-foya hidup dalam kekayaan kemahan tapi dari harta yang haram selalu menjaga mulutnya dari memasukkan yang haram ke dalam perutnya ini yang ketiga adalah selalu menjaga kehormatan dirinya dan menjaga kemaluannya dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan yang lainnya diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam hadis ini dalam doa ini mencakup tiga jenis penjaga kehormatan lisan menjaga kehormatan diri dengan tidak memakan yang haram dengan menjaga kehormatan seseorang akan dirinya cari melakukan hal-hal yang akan mencemarkan nama baiknya nama keluarganya dengan misalnya dan terjerumus dalam perjalanan melindungi kemaluannya dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala atau aku mohon pada engkau ya Allah hina yaitu seorang merasa cukup dan pemberian Allah Azza wa Jalla dia selalu merasa puas terhadap apa yang Allah anugerahkan kepadanya hakikat orang yang paling kaya ada orang yang selalu bersyukur kepada nikmat Allah ta’ala orang yang selalu puas dengan pemberian Allah Azza wa Jalla kepadanya akan merasa bersyukur persatuan cukup sehingga dia menjadi orang yang paling paling kaya kata nabi yang dia bersyukur kepada Allah Dan Dia puas akan pemberian Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepadanya dan orang yang selalu bersyukur pada Allah Azza wa Jalla akan nikmat-nikmatnya Allah akan menambah nikmat itu jika kamu bersyukur sungguh aku benar-benar akan menambah iman itu pada kamu tetapi apapun jika kalian kufur tidak bersyukur jadi kepada nikmatku selalu mohon pada Allah Azza wa Jalla dengan membaca doa yang diajarkan oleh Nabi Alaihissalam kepada kita Allahumma ini kemudian hadis yang berikutnya kalau dia memeluk Islam maka Nabi Ada sholatu Wassalam mengajarkan kepadanya syahadat kemudian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan kepada orang itu salat salat adalah rukun Islam yang kedua setelah dua setelah mengucapkan dua kalimat syahadat makanya nabi salam beliau mengajarkan sholat kalau ada orang masuk memeluk Islam perintahkan kepada orang yang masuk islam itu yang sudah diajarkan bagaimana tata cara salat maka kemudian nabi Alaihissalam menyuruh orang itu berdoa ya doa-doa di bawah ini Allahumma Firli Ya Allah ampunilah aku Wah Dini Berilah aku petunjuk selamatkanlah aku warzuqni dan berikanlah kepada aku rezeki hadits riwayat Imam muslim ada seorang yang datang kepada beliau seorang datang menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Ya Rasulullah apa yang saya ucapkan ketika aku memohon kepada Tuhanku Ya Rasulullah Katakanlah Ucapkanlah dalam permohonanmu Allah sesungguhnya 4 hal ini ya memadukan semua kebaikan duniamu dan kebaikan akhirat-mu tidak ada empat hal yang dimohon Dalam Doa ini yang yang kedua itu Allah Ya Allah ampuni rahmatilah aku pasti diselamatkanlah aku dan berikan aku rezeki 4 hal ini mencakup semua kebaikan dunia dan akhirat bagaimana para sahabat Rasulullah Islam di dalam mengajarkan kebaikan kepada para sahabat beliau kepada umat beliau yang pertama kali diajarkan oleh Nabi Alaihi sholatu Wassalam setelah seorang memeluk Islam adalah tata cara salat dan ini menunjukkan kedudukan salat menunjukkan manzilah kedudukan salat dalam Islam yang mana Shalat ada yang pertama kali akan dihisab di hari kiamat kelak yang pertama kali dihisab oleh Allah kepada hambaNya adalah salatnya kalau salatnya baik maka amal-amal ibadah lainnya akan diterima oleh Allah selama amal itu memenuhi syarat Tetapi kalau salatnya ditolak tidak diterima oleh Allah maka amal-amal yang lainnya pun akan ditolak oleh Allah subhanahu wa ta’ala maka yang pertama kali diajarkan oleh Nabi Alaihissalam ketika seorang baru memeluk Islam mengucapkan dua kalimat syahadat yang diajarkan adalah salat ini menunjukkan pentingnya salat dan kita tidak boleh main-main dengan masalah sholat sholat adalah jangan menggampangkan masalah salat sekarang kita sayangkan banyak diantara kaum muslimin yang meremehkan masalah salat menggampangkan masalah sholat sehingga mereka meninggalkan salat yang pertama kali akan dihisab di hari kiamat kelak kemudian juga hadis ini dalam doa-doa yang diajarkan oleh Nabi Alaihissalam mengandung pengakuan seorang hamba akan dosa-dosanya dengan nabi Alaihissalam mengajarkan kepada kita ya dalam hal ini kepada orang ini allahumli Katakanlah Ya Allah ampunilah aku nah ini merupakan pengakuan akan dosa seorang hamba dan tidak ada manusia yang luput dari dosa dan kesalahan di atas lisan beliau Shallallahu Alaihi Wasallam setiap Bani Adam itu pasti berbuat banyak kesalahan Koto itu menunjukkan banyak menjual banyaknya perbuatan salah perbuatan dosa kemudian kata beliau orang yang banyak berbuat salah yang banyak berbuat kesalahan itu orang yang banyak bertobat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Allah ta’ala menyebutkan kepada hamba-hambanya kalian selalu berbuat dosa di malam hari di siang hari dan aku zat yang memberikan ampunan kepada aku ampunan betapa pengasihnya dan pengampun ya Allah menyebutkan wahai hamba-hambaku sesungguhnya kalian selalu berbuat kesalahan selalu berbuat dosa malam dan siang-siang dan malam kita ya agar kita selalu memperbanyak istighfar memperbanyak mohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala apapun yang kita lakukan entah dalam masalah akidah dalam masalah Manhaj dalam masalah ibadah dan yang lainnya dari dosa-dosa yang kita lakukan mohon ampun kepada Allah bertobat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan sampai kita putus asa Dari rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian bahwa kandungan doa-doa ini juga kepentingan dunia dan akhirat keselamatan dunia dan dan akhirat di dunia termasuk rezeki yang baik yang halal kepada Allah mohon kepada Allah Bekerjalah berbuatlah berusahalah dan mohon kepada Allah hidup di dunia ini Allah memberikan kelengkapan dalam fisik kita dalam tubuh kita ini salah satu hikmahnya adalah untuk kita gunakan dalam bekerja dalam mencari rezeki selain beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga untuk kita melaksanakan atau mencari rezeki dan orang yang bekerja berusaha Allah akan memberikan kepadanya Allah akan berikan kepadanya kepada Allah ta’ala berfirman pamsuhi ini dan makanlah dari rezeki Allah perintah untuk berusaha untuk berbuat untuk bekerja ini ajaran Islam bekerja berusaha ini ada ajaran Rasulullah SAW Adapun minta-minta mengemis tidak hal-hal yang dilarang dalam agama Allah kecuali dalam kondisi-kondisi tertentu orang boleh meminta tapi keadaan bisa bekerja bisa berusaha untuk mencari ya rezekinya Maka bekerja lebih mulia bagi seorang mukmin daripada dia meminta-minta kepada manusia kadang diberikan kadang tidak diberikan bahkan kadang di kata-katai ketika seorang banyak meminta-minta itu akan dibenci oleh manusia seorang dia bekerja ya dan dia berusaha maka dia akan mendapatkan pujian dari manusia bulan Masya Allah orang yang rajin orang yang tekun orang yang bekerja ya untuk menafkahi dirinya menafkahi istrinya ini akan dihina oleh manusia apa sih Fulan itu bisanya hanya minta-minta kamu bekerja Nah maka Islam mengajarkan kemuliaan kepada kita satunya adalah dengan kita bekerja kita berusaha selebihnya kita serahkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian juga tentu hadis ini mengajarkan kepada kita agar kita Mohon pada Allah ta’ala kebaikan dunia dan akhirat semua yang memberikan kebaikan dunia dan akhirnya hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka mohonlah kepada allah minta kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat Beliau berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Allahumma yang memalingkan hati-hati manusia palingkanlah hati kami agar senantiasa taat kepadamu kepada ketaatan padamu jadikan hati kami taat kepada engkau ini kandungan dari makna dari doa ini hadis riwayat Imam muslim di dalam Shahih Muslim jadi diantara salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada kita jadi ada doa yang berbunyi ya muqollibal Qulub ini redaksi yang lain Allahumma sholli fall Qulub yang memalingkan hati -hati manusia palingkanlah hati kami yang akan senantiasa taat kepada engkau kandungan dari doa ini menjelaskan kepada kita bahwa hati manusia hati para hamba Allah ini berada di tangan Allah Azza wa Jalla Allah membolak-balik hati manusia sesuai dengan Allah dan apa seorang mengetahui tentang hal ini maka tentu sebagai seorang yang beriman ada rasa khawatir dalam dirinya kalau kalau hatinya dipalingkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepada penyimpangan kepada kesesatan kepada kemaksiatan itu kita diajarkan untuk berdoa dengan doa ini kita Mohon pada Allah yang memegang hati-hati manusia agar Allah tetapkan hati kita selalu dalam ketaatan kepadanya ya makanya seorang apabila ingin memperbaiki dirinya ya yang pertama kali harus diperbaiki adalah hatinya bagaimana memperbaiki hati dan memperbaiki akidahnya akidahnya kepada Allah ta’ala kalau akidah yang akidah yang benar tentang lurus ya di upaya perbaikan apapun yang diupayakan oleh manusia harus diawali dengan memperbaiki hati seorang hamba kebaikan hati anda ya karena hati tempatnya aqidah tempatnya tauhid yang diwujudkan dalam anggota badan pusatnya porosnya adalah hati seorang lisannya pun akan mengucapkan kalimat-kalimat yang benar telinganya akan mendengarkan juga hal-hal yang benar dan seterusnya perbaikan hati kita mohon kepada Allah yang memegang hati-hati manusia dan Allah membolak-balik hati itu sesuai dengan Allah ingin menjadikan seorang hamba menyimpang Allah tinggal membalik hatinya Allah menghendaki hamba ini tetap mantap dalam agama Allah Allah tetapkan hatinya atas segala sesuatu karena dia tidak tahu tentang apa perjalanan hatinya ini yang berada di tangan Allah maka hendaknya yang selalu dan terus mohon pada Allah Azza wa Jalla ketetapanha Allahumma di atas ketaatan padamu semua anggota badannya pun akan taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kalau hati tidak bertakwa kepada Allah maka anggota badannya pun akan tidak taat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala ini pentingnya tentang mohon kepada Allah Taufik Hidayah seorang hamba kalau ditinggalkan oleh Allah dibiarkan oleh Allah ta’ala tapi ketika dia selalu menjaga hubungannya dengan Allah Azza wa Jalla Insya Allah ya kan selamat kemudian Jalan kepada kebaikan kepada nikmat Allah pada ridho Allah adalah dengan melakukan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka dia akan selamat dunia dan di akhirat karena itu orang hamba mohon kepada Allah taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala [Tepuk tangan] ini salah satu doa yang juga kita diajarkan oleh Nabi Alaihissalam Beliau menyuruh kita berlindunglah kalian dari sulitnya ujian yang Allah berikan kepada seorang hamba ini minta perlindungan pada Allah dari itu semuanya dan mohonlah kepada Allah perlindungan dari menjadi orang-orang yang celaka diminta perlindungan pada Allah ta’ala dari kecelakaan-kecelakaan kecelakaan dunia dan perlindungan dari putusan Allah yang buruk kepada seorang kepada seorang hamba Allah itu artinya Ketika seseorang dia mempunyai musuh lawan kemudian dia orang ini kena musibah oleh lawannya senang mereka hal tersebut kita perlindungan dari hal maka di sini ada empat hal yang kita diperintahkan oleh Nabi Alaihi sholatu wasallam untuk mohon perlindungan pada Allah dari hal tersebut ada empat ujian dan cobaan yang berat Kemudian pada Allah ta’ala dari seorang menjadi orang yang celaka ya dari putusan yang jelek yang buruk yang menimpa seorang hamba dan yang keempat adalah mohon perlindungan pada Allah ta’ala dari senangnya lawan karena musibah yang menimpa kepada seorang hamba maka bentuk doanya ya kalau seorang ingin berdoa dengan doa ini dia mengatakan Allahumma ini aku mohon perlindungan pada engkau dari empat hal ini memerintahkan kalian perlindungan kepada Allah dari hal-hal ini maka doa kita ketika berdoa dengan doa ini Allahumma menjadi ini bentuk doanya kalau kita berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala hadis ini adalah bahwa nabi Alaihi sholatu Wassalam beliau selalu menginginkan kebaikan kepada umat ini pada umat beliau diantaranya beliau ini supaya seorang hamba mohon perlindungan pada Allah ta’ala dari empat hal yang disebutkan tadi ini betapa cintanya sayangnya atau kasih sayang kepada umat ini sehingga beliau mengajarkan kita untuk berdoa dengan doa ini kemudian juga bahwa doa ini tidak bertentangan dengan takdir Allah Subhanahu Wa Ta’ala atau yang lainnya juga ada hal-hal yang mungkin ditetapkan oleh Allah ta’ala tapi doa ini tidak bertentangan dengan permohonan seorang hamba untuk mendapatkan kebaikan dari Allah subhanahu wa ta’ala doa ini Doa Yang Mulia Doa Yang baik tak ingin seorang terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkannya semua itu dengan apa mohon perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam dunia ini orang hamba tidak luput dari dua hal dia dan satu keadaan kepada keadaan yang lain yaitu antara nikmat dan ujian antara nikmat dan ujian Ketika seseorang diuji oleh Allah subhanahu wa ta’ala maka dia dituntut untuk apa bersabar untuk ketika seorang diberikan nikmat oleh Allah Azza wa Jalla maka dia dituntut untuk bersyukur untuk bersyukur kemudian doa ini juga mengajarkan kepada kita pada hakekatnya bahwa Allah maha kuasa atas segala sesuatu yang menetapkan segala sesuatu padahal alam semesta kewajiban kita adalah melakukan sebab sebab-sebab yang Allah ajarkan rasulnya sebab-sebab yang dihalalkan dan dibolehkan oleh agama kita kerjakan selebihnya kita serahkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Demikian maka seorang hamba Insya Allah dan penuh ke syukuran dan kesabaran ketika dia mendapat nikmat dia bersyukur ketika dia diuji oleh Allah orang mukmin sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin semua perkaranya perihalnya adalah baik kalau dia diberikan nikmat dia bersyukur dan itu baik baginya dan kalau tidak diberikan ujian dia bersabar dan itu adalah baik baginya ketika kita menjadi seorang beriman kepada Allah Yakin pada Allah mantap dalam kehidupan ini keyakinan kita kepada Allah dalam hidupnya ini orang yang selalu bergantung pada Allah ini orang yang betul-betul bertauhid aneh-aneh atau bergantung pada selain Allah ini akan goncang hidupnya dia melakukan perbuatan Syirik kepada Allah karena orang yang paling tenang hidupnya di dunia ini tanpa bertauhidlah dan kuatkanlah tauhid kita pada Allah Azza wa Jalla tauhid tidak hanya teori tauhid tidak hanya ucapan tauhid tidak hanya ceramah agama tauhid adalah diwujudkan dalam kehidupan kita kita dalam kehidupan kita itu ketergantungan kita kepada Allah ta’ala keyakinan kita kepada Allah ta’ala dan permohonan kita hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala mau kiamat silahkan kiamat tapi dia tetap dengan keyakinannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala demikian sejumlah hadis hadis nabi salam berkaitan dengan doa yang dapat disampaikan dan Insya Allah ada pertemuan yang akan datang kita masih melanjutkan beberapa macam doa lagi dalam bab ini yang dibawakan oleh Imam Nawawi rohimahullah ta’ala dalam bab tentang keutamaan doa dan disini kita akan dapati ya betapa doa-doa rasul salam itu sangat mencakup mencakup kebaikan dunia dan akhirat kalimat-kalimatnya indah kalimat-kalimatnya indah singkat padat ya dan mengandung makna yang luar biasa ini yang saya juga berupaya untuk menghafalnya dibaca dibaca dulu berkali-kali diamalkan ketika kita berdoa mungkin pertama dan membawa kita ya akan sendirian ternyata berulang-ulang membacanya maka dia akan menjadi sesuatu yang sangat baik dan mulia kami tentu berharap juga yang mempunyai kitab ini silahkan buka kitab ini kitab-kitab doa itu diamalkan dan sebaik-baiknya Doa Yang Mulia yang mengandung makna-makna yang luar biasa kandungannya kita cukupkan sampai disini dan insya Allah isi berikutnya yang telah membimbing kita dalam kajian di kesempatan pagi hari ini dari kitab Riyadus Shalihin karya Imam an-nawawi rahimahullah untuk selanjutnya kami undang anda dalam sesi tanya jawab silahkan anda dapat mengirimkan pertanyaan melalui pesan Whatsapp di nomor 081989653 baik kita angkat pertanyaan pertama Ustadz dari Ramadhan di Kalimantan Tengah pertanyaannya Ustadz Bolehkah berdoa meminta surga yang tinggi mohon penjelasannya ustad baik tentang Bolehkah kita Mohon pada Allah ta’ala surga yang tertinggi bahkan itu yang diperintahkan oleh Nabi Alaihissalam dalam hadis beliau apabila kalian mohon pada Allah ta’ala surga maka Mintalah Al Firdaus al-a’la mohonlah kepada Allah surga firdaus yang tertinggi dan dia adalah surga yang paling tinggi atapnya adalah atapnya adalah ini juga mengajarkan kepada kita bahwa seorang mukmin Harus optimis harus mempunyai cita-cita yang yang tinggi jangan menjadi manusia yang pesimis minimalis ya orang mukmin jamin dan terbaik pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala mungkin terkadang orang mengatakan aku mohon yang demikian tingginya tapi amalku hanya seperti ini aku banyak dosanya banyak lalainya banyak ininya dan itunya itu bukan urusan kita kita perbaiki diri kita dan mohon pada Allah Azza wa Jalla mohon kepada Allah yang terbaik dan tertinggi Allah yang maha kuasa untuk memberikan yang terbaik kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala salah satunya adalah surga yang yang tertinggi dan itu dibolehkan penjelasannya dan berikutnya kita akan coba angkat penanya melalui rental font di nomor 021 8236543 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Dimana Bapak sering orang menggunakan doanya Nabi Yunus itu untuk mencari jalan keluar jika mengalami kesulitan Pak Ustadz Apakah pendapat itu benar dan memang Jika benar sebenarnya cara pengamalannya seperti apa itu termasuk dzikir mudah atau doa yang seperti Pak ustaz Jelaskan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh baik tentang pertanyaan doa Nabi Yunus yang berbunyi la ilahaillallah memang ini doa yang kita dianjurkan memperbanyak membacanya Ketika seseorang dalam keadaan kesulitan dan Allah mengabulkan Insya Allah apa yang dimohonkan oleh hamba tersebut jadi ketika seorang misalnya punya suatu masalah atau dia terkena suatu ujian maka Perbanyaklah membaca Lailahaillallah diantara doa-doa ketika ada problematika masalah kesulitan yang kita yang kita hadapi namun tentu ketika dalam kondisi-kondisi aman pun kita tetap dianjurkan membaca doa ini karena kandungan doa ini adalah apa Lailahaillallah Subhanallah ini sesungguhnya adalah orang-orang yang berbuat kezaliman siapa diantara kita yang tidak berbuat kezaliman maka seorang kalaupun Walaupun mungkin dia bukan dalam keadaan kesulitan tapi dia mengucapkan kalimat ini doa ini misalnya amal yang baik apalagi di saat dia mendapat satu ujian cobaan masalah maka perbanyak doa ini dan juga ada doa-doa yang lain ketika seorang diuji oleh Allah dan satu ujian wallahu Ta’ala jazakallah penjelasannya dan kembali saat untuk berikutnya pertanyaan melalui pesan Whatsapp dari hamba Allah tidak disebutkan di mana ingin bertanya Ustadz saya selalu berdoa pada saat sujud terakhir dari doa-doa yang ada dalam kumpulan doa dan Alquran dalam Alquran dan Sunnah namun yang menjadi pertanyaan Ustadz Ketika saya sudah selesai salat Saya tidak berdoa lagi dengan mengangkat tangan Apakah harus diiringi doa ketika sujud itu dengan doa setelah salat atau Bolehkah saya hanya membaca doa ketika sujud saja Ustad mohon penjelasannya baik tentang masalah ini ada yang perlu yang perlu diluruskan yaitu tentang doa ketika sujud kita dalam berdoa ketika sujud itu jangan mengkhususkan doa pada sujud yang terakhir saja karena tidak ada dasarnya ya tidak ada dalilnya yang menunjukkan bahwa doa dia saat sujud itu hanya pada sujud yang terakhir ini poin penting untuk menjadi perhatian Jadi intinya ketika sujud apalagi ketika kita salat sendirian seseorang menjadi imam Mungkin dia ada batasan doanya ya Kalaupun dia doa paling ya sedikit karena ada makmum di belakangnya tapi ketika kita salat sendirian salat salat Sunnah maka perbanyak doa di saat sujud baik sujud ketiga sujud itu tidak hanya atau tidak dikhususkan hanya pada saat sujud yang terakhir tapi pada sujud-sujud kita pada saat kita seterusnya Kemudian yang kedua memang sebetulnya di saat salat itulah kita itu berdoa yaitu pada saat ada dua tempat doa yang disebutkan oleh para ulama dan berdasarkan hadis-hadis nabi salam ketika shalat yang pertama adalah ketika sujud tidak akan bertanya doa dan bersungguh-sungguhlah dan berdoa dan yang kedua ketika duduk tasyahud terakhir sebelum salam itu juga setelah membaca shalawat kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kita dianjurkan untuk berdoa mohon pada Allah ta’ala kebaikan dunia dan akhirat ini tempat doa ketika di dalam salat Adapun jika seseorang setelah dia salat lima waktu misalnya atau setelah dia salat Sunnah alias adalah salat lima waktu dia berzikir ya kemudian dia telah berzikir dan disunahkan setelah salat lima waktu kemudian dia berdoa dengan mengangkat tangan maka tidak mengapa boleh seorang tapi sendirian ya bukan doa berjamaah tidak bisa salat setelah salat berjamaah dia duduk di tempatnya berzikir ya kemudian setelah berdzikir dia mengangkat dua tangannya dan mohon pada Allah ta’ala itupun hal yang dibolehkan ya hal yang dibolehkan dirinya untuk keluarganya yang dia ingin memohon pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi seorang boleh berdoa ketika dia dalam salat saja yaitu Di saat dia sujud dan disaat tasawuf terakhir atau yang kedua juga tidak boleh doa setelah doa dalam salatnya dia doa ketika selesai salatnya Insyaallah hal-hal itu juga dibolehkan atas penjelasannya dan berikutnya kembali kita angkat pertanyaan melalui telepon kami persilahkan [Tepuk tangan] Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa di mana Bapak dari Kalimantan Timur ini Pak misalnya Ini pertanyaan saya Pak Saya misalnya orang sadar atau coba Apakah tidak perlu lagi pak Tolong dijelaskan pak ustad itu saja Pak Terima kasih atas Jawabannya [Tepuk tangan] tolong Diulangi pertanyaannya saya kurang jelas yang poin pertanyaannya kurang jelas pertanyaan dari bapak Iskandar di Kalimantan Timur pertanyaannya ketika orang sudah sadar dan bertobat Apakah sudah tidak dihitung sebagai orang yang berdosa lagi Ustad mohon penjelasannya baik tentang pertanyaan ini ada pembicaraan di kalangan ulama yaitu pertama seorang sudah bertobat dari dosa-dosanya salah seorang pernah makan riba menjadi berhenti dari makan-makan atau seorang minum minuman keras kemudian dia bertobat dari minumnya kalau dia sudah bertobat dengan sungguh-sungguh maka orang ini terhapus dari dosanya karena Allah memberi ampunan kepada hamba-hamba yang bertobat pada Allah ta’ala pertanyaannya adalah kalau misalnya seorang dia telah bertobat dari satu dosa orang misalnya minum pernah minum minuman keras kemudian berhenti tobat betul-betul dia tobat dan dia menyesal atas perbuatannya kemudian setelah 2 tahun 3 tahun syaiton datang padanya mengingat-ingatkan dia tentang minuman supaya dia kembali kepada lalu Subhanallah dia terjerumus kedua kalinya tapi setelah dia bertobat selama sekian tahun dia kembali kepada dosa yang sama pertanyaannya ya Apakah dosa yang sudah tobat yang pertama kali itu kembali atau atau tidak atau tetap dan perbuatan yang kedua ini yang mulai dihitung itu yang terdapat perbedaan di kalangan ulama namun yang namun yang yang kuat Insya Allah ta’ala bahwa kalau seorang sudah bertobat dari satu dosa kemudian suatu saat Setelah sekian tahun dia kembali ke dosa itu maka tobat yang pertama ini diterima oleh Allah sedangkan perbuatan yang kedua ya Itu dimulai catatan yang yang baru ini pendapat yang saya lebih cenderung kepadanya dari pendapat pendapat para ulama Adapun seorang rasul bertobat dan dia berhenti dari dosanya Maka insya Allah dia sudah apa namanya sudah bertobat dan insya Allah terhapus dosanya namun tetap dia waspada tetap dia usaha untuk istiqomah dalam dalam tobatnya tetap usaha untuk istiqomah dalam tobatnya itu penjelasan tentang orang yang kembali kepada dosa Setelah dia bertobat Apakah dosa yang lalu dihitung lagi atau tidak maka pendapat yang kuat wallahualam dosa yang pertama yang dilakukan Ya itu sudah terhapus Adapun dosa yang berikutnya yang dilakukan setelah sekian tahun dia bertobat itu dihitung dalam catatan yang yang baru penjelasannya dan berikutnya kembali pertanyaan melalui pesan Whatsapp Ustadz dari bapak Anwar di Depok ingin bertanya Ustad terkait orang yang membaca dan menghafal Alquran namun belum paham maknanya Ustad dan juga dengan doa-doa yang dipanjatkan baik dalam salat maupun dzikir-dzikir pun terkadang tidak tahu maknanya Ustadz hanya sekedar hafal dan membaca pertanyaannya Ustadz apakah yang seperti ini suatu kesalahan Ustadz mohon penjelasannya baik pertanyaan ini kalau dibilang kesalahannya tidak kalau dibilang kekurangan ya tapi kesalahan tidak seorang bisa menghafal Alquran menghafal doa-doa Walaupun mungkin dia belum mengerti maknanya ini sudah satu poin yang yang positif ya satu hal yang baik tinggal kekurangannya itu dia lengkapi kekurangannya dan dia mempelajari ya kalau misalnya dia tidak mungkin belajar bahasa Arab tapi paling tidak misalnya doa-doa yang dia baca itu dilihat terjemahannya sehingga ketika dia berdoa dia memahami apa yang dia mohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Jadi kalau dikatakan kesalahan Insyaallah tidak salah kekurangan Iya ada kekurangannya karena tidak paham apa yang dia yang dia bacakan Oleh karena itu kita dituntut untuk belajar Ya paling tidak hal-hal yang akan kita amalkan satu contoh orang yang tidak bisa berbahasa Arab Dia setiap hari membaca surat al-fatihah dalam salatnya maka Minimal dia itu memahami kandungan makna dari Surah al-fatihah karena surat ini dibaca dalam setiap rakaat salat sudah lumayan ya mempelajari lebih dari itu alhamdulillah ada yang bisa memahami ayat-ayat Alquran apa yang dibacanya misalnya dari Juz Amma ini adalah satu hal yang baik ya tapi kalau misalnya dia paling tidak dia memahami surat al-fatihah misalnya itu sudah satu hal yang juga baik namun yang jelas bahwa ketika seorang menghafal ayat-ayat Alquran kemudian dia menghafal doa-doa Walaupun dia tidak paham ini satu hal yang baik yang positif tinggal dia sempurnakan dengan berupaya untuk memahaminya Allah ta’ala penjelasannya dan pertanyaan terakhir Ustaz di kesempatan interaktif kita di pagi hari ini dari hamba Allah di Jakarta Barat pertanyaannya Ustadz doa untuk orang yang wafat Ustaz yakni doa allahumma firlahu warhamhu sampai dengan selesai apakah masih boleh terus kita bacakan Untuk Ayah kami yang sudah beberapa waktu wafat Mohon penjelasan Ustaz baik apabila itu dianggap sebagai satu doa dalam arti etika kita berdoa Mungkin hanya itu yang kita hafal ya Dan kita ingin doa itu untuk orang tua kita Maka insya Allah tidak tidak mengapa ya Insya Allah tidak tidak mengapa walaupun sebetulnya doa itu hanya Aturan itu untuk ketika salat jenazah tapi seorang misalnya dia ingin berdoa untuk orang tuanya ya dia berdoa Allah tidak tidak mengapa karena doa itu lebih bersifat tuh lebih bersifat umum jika itu jika hanya itu yang dihafal maka tidak tidak mengapa Dia membacanya walaupun bukan di saat salat jenazah wisata yang lainnya wallahu Ta’ala jazakumullah di kesempatan kajian kita di pagi hari ini dan tafadhol untuk penutup kami persilahkan kaum muslimin kaum muslimat para pemirsa Para pendengar televisi Radio Rodja di manapun Anda berada Alhamdulillah semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa anugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan amal yang sholeh Mari kita terus menuntut ilmu terus mempelajari Islam ini dan sehingga kita betul-betul beragama di atas hujjah beragama di atas dalil ya sehingga kita berharap dengan demikian amal-amal kita ibadah kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan semoga kita terus diberikan Taufik dan istiqomah oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan ingat dari kajian kita pada hari ini ini mengajarkan kepada kita menuntut kita untuk memperbanyak berdoa dan memohon pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kebaikan dunia dan kebaikan akhirat Semoga apa yang disampaikan pada kesempatan yang baik ini bermanfaat bagi kita semuanya dan semoga Allah menjadikan ini sebagai timbangan amal kebaikan kita di akhirat kelak akhirnya lebih kurangnya saya mohon maaf aku lupa lihat kepada semuanya ya atas kajian ini semoga bermanfaat Subhanallah Wassalam warahmatullahi wabarakatuh wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh kami ucapkan jazakallah yang telah membimbing kita dalam kesempatan kajian di hari Selasa pagi ini dari pembahasan kita Riyadus Shalihin karya Imam an-nawawi rahimahullah dan kami ucapkan pula jazakumullah dimanapun anda berada Semoga kebersamaan ini membawa kebaikan bagi kehidupan kita di dunia maupun di akhirat dan kami mohon maaf atas segala kekurangan Sampai bertemu kembali di lain kesempatan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *