dalam hal irodah infrad itu esa satu-satunya yang berkehendak hanyalah Allah saksikanlah kajian Islam ilmiah di Rodja TV dan radio Rodja Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah washolatu Wassalamualaikum anda berada Masih bersama dengan kami di saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam dan insya Allah di kesempatan sore hari ini kembali kami akan hadirkan sebuah kajian secara langsung dari kota Bandung Jawa Barat bersama Ustadz Abu Haidar as Sundawi hafizallah dan kembali kita akan mengkaji kita mukhtasoma alijul qobul dan di kesempatan sore hari ini diangkat tema iman kepada nama nama-nama Allah subhanahu wa ta’ala dan juga sifat-sifatnya saudaraku seiman dan sakidah kami pancaluaskan kajian ini dari Masjid Agung Al Ukhuwah Kota Bandung Jawa Barat dan anda dapat berpartisipasi dengan mengirimkan pertanyaan melalui pesan Whatsapp di nomor 0819896543 atau dari line telepon di nomor 021 8236543 Insya Allah setelah kajian pembahasan kitab ini kita akan coba hadirkan pertanyaan-pertanyaan Anda Baiklah untuk selanjutnya kita akan sambungkan anda dengan kajian di Masjid Agung Al Ukhuwah Kota Bandung Jawa Barat bersama Ustadz Abu Haidar Sundawi hafizallah him Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] [Musik] para pendengar radio Tarbiyah sunnah Bandung juga Radio Rodja di beberapa kota dan beberapa radio-radio lain pemirsa raja TV Niaga TV dan berapa tv-tv lain serta para netizen di mana saja anda berada Alhamdulillah kembali kita berjumpa Kita Sedang membahas rukun iman yang pertama yaitu iman kepada Allah sudah kita Terangkan bahwa iman kepada Allah mencakup 4 poin tidak benar tidak sempurna iman seorang kepada Allah kalau tidak mengimani 4 poin berikut ini pertama iman kepada keberadaan Allah Allah itu ada walaupun tidak terjangkau oleh bangsa Indra kita tidak terlihat tidak terdengar tidak teraba tapi wajib diimani bahwa dia ada dalilnya sudah kita terangkan dari syar’i dalil akal juga dari Fitrah dan Dalil sehingga orang yang mengingkari keberadaan Allah orang itu tidak logis tidak rasional tidak menggunakan akal sehatnya demikian juga ketiga dalil lainnya sudah kita Terangkan yang pertama kedua iman kepada rububiyah Allah ini juga sudah kita jelaskan ketiga iman kepada uluhiyah uluhiyah Allah 3 poin ini sudah kita Terangkan kita memasuki poin yang keempat iman kepada Allah masih keliru masih salah bila tidak mengimani poin keempat bahkan bisa terjerumus dalam syirik apapun keempat yaitu Al Iman di asmaihi WA sifat iman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifatnya wajib diyakini Allah punya nama yang disebut dengan Al Asmaul Husna seluruh nama Allah terbaik terbagus Al Husna Kalau setelah itu disebut Isim pardil bentuk muannas dari Al Ahsan Al Asmaul Husna artinya nama-nama allah terbaik dan di setiap nama Allah terkandung sifat jadi wajib beriman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifat Allah akan tetapi makna dari beriman kepada nama dan sifat Allah diterangkan oleh para ulama tidak sekedar yakin Allah punya sifat tapi sifat-sifat yang ditetapkannya keliru ada yang bukan sifat Allah ditetapkan sebagai sifat Allah ada yang sifat Allah tapi diingkari itu juga keliru lalu apa yang dimaksud dengan beriman kepada asma dan sifat maknanya adalah es batu rasulillah Shallallahu Alaihi Wasallam makna beriman kepada asma dan sifat Allah adalah menetapkan nama-nama dan sifat-sifat bagi Allah yang Allah tetapkan sebagai nama dan sifat bagi dirinya menamai Allah harus dengan nama yang Allah telah menamakan dirinya dengan nama itu mensifati Allah harus dengan sifat-sifat yang memang Allah mensifati dirinya dengan sifat itu Alal wajhilla dengan makna yang layak dijalalihi layak bagi kemuliaan dan keagungan Allah tanpa empat poin menetapkan nama dan sifat bagi Allah tanpa empat poin apa 4 poin tersebut pertama tanpa mentahrif mentahrif artinya merubah makna dari makna yang terkandung dalam lafadz itu kepada makna lain yang tidak ditunjukkan oleh lafal tersebut tidak boleh seperti umpamanya tangan Allah itu Salah satu sifat Allah sifat zat lalu ditahrif dirubah Allah tangan di sana kekuasaan ini umpamanya mata Allah Oh mata Allah di sana bukan mata yang sebenarnya ditarik dirubah dengan makna ilmu itu tahrif yang pertama nanti kita akan buktikan kekeliruan tarif ini yang kedua tanpa ta’zir ini salah satu efek dari tarif batil itu menolak mengingkari mengingkari ini efek buruk dari seperti tadi tangan Allah ditarik dirubah menjadi kekuasaan tangannya sendiri nggak Allah nggak punya tangan Oh mata Allah itu maksudnya ilmunya Allah sih nggak punya mata dan seterusnya begitu ini yang ketiga tanpa mentakhir itu bahasa kita mendeskripsikan menjelaskan sifat Allah dengan deskripsi atau penjelasan tertentu baik gamblang jelas ataupun samar termasuk mempertanyakan Kaifa bahwa Allah istiwa di atas Arsy Bagaimana istilahnya Allah di atas tidak boleh digambarkan tidak boleh di apa dideskripsikan Kenapa karena deskripsi atau penjelasan adalah penerangan tentang apa yang dia pahami oleh akal kita nggak ada keterangan Bagaimana sih istilahnya Allah di atas Arsy peristiwa itu tegak Bagaimana sih tegaknya Allah di atas harus tidak ada keterangan baik Alquran dan hadis yang shahih kalau ada keterangan pasti itu muncul dari otak atau orang Berarti dia berbicara tentang sifat Allah tanpa ilmu tanpa informasi saya sering jelaskan akal atau otak kita bukan alat untuk memahami apapun bukan akal ini hanya wadah wadah dari apa dari alat untuk memahami segala sesuatu alatnya apa ilmu umpamanya ini HP kenapa bisa dipakai alat komunikasi kita semua punya akal tapi akal orang yang tidak paham nggak bisa menjelaskan murni agar tidak bisa menerangkan Kenapa HP di sini bisa dijadikan alat komunikasi dengan orang di Saudi di Amerika kita semua punya akal bisa menjelaskan enggak ini menunjukkan akal bukan alat untuk memahami suatu Siapa yang bisa ahli id orang yang sudah belajar tentang informasi teknologi Kenapa dia bisa karena punya ilmunya ilmunya ini yang menjadi alat untuk memahami Bagaimana HP jadi alat komunikasi ilmunya ini terus disimpan di atas hati atau akal kita jadi aja paham Alquran nggak bisa dipahami oleh akal-akal bukan alatnya orang bodoh berakal nggak bisa memahami Alquran dan nggak boleh harus dengan alatnya apa alatnya ilmu-ilmu tafsir para ulama akalnya diisi oleh ilmu yang dibutuhkan untuk pahami Alquran dengan ilmu itu mereka menjelaskan Tafsir Alquran apalagi Allah harus dipahami dengan alat bukan dengan akal bukan dengan otak apa alatnya ilmu tauhid terutama tauhid asma wa sifat yang digali dari Alquran dan hadis oleh ahlinya itu para ulama lahir kaidah di dalam memahami Allah baik asmanya sifatnya perbuatannya dan seterusnya Jadi kalau murni dari akar tanpa keterangan dari Quran dari sunnah berarti dia berbicara tentang Allah tanpa ilmu dan ini berbahaya Allah menjelaskan 4 dosa-dosa besar 5 dosa-dosa besar dan yang terbesar itu adalah tanaman kalian berbicara tentang Allah tanpa ilmu Oleh karena itu tidak boleh mentaqif termasuk mentaqib mempertanyakan sifat Allah dengan pertanyaan Kaifa Bagaimana sih tegaknya Allah di atas Arsy pertanyaan Kaifa Ini Membutuhkan deskripsi nah deskripsi ini yang terlarang makanya Ketika ada seorang nanya kepada Imam Malik ya Imam ar-rahman wahai Imam Allah istighfar di atas arus Bagaimana sih istilahnya Allah di atas dia dia mempertanyakan dengan pertanyaan kaifah Bagaimana berarti menuntut penjelasan deskripsi apa kata Imam Malik al-istimewa iman ini perkataan Imam Malik kata beliau istiwa itu maknanya sudah diketahui istilah itu tegak menetap di atas Arsy tapi bagaimana cara Allah tegak maju tidak ada seorangpun yang mengetahui tidak boleh diumpamakan sebab Allah tidak sama dengan makhlukNya tegaknya Allah dengan tegaknya makhluk berbeda lain sekali Jadi bagaimana istilahnya ada seorangpun yang tahu tapi beriman bahwa Allah istighfar wajib karena ditegaskan dalam Alquran bertanya bagaimana istilahnya Allah di atas Arsy tak ada seorangpun sahabat zaman baheula ketika Allah menyatakan Allah istimewa di atas arus dalam banyak ayat nggak ada seorang filsafat Bagaimana Allah istilahnya itu nggak ada sama sekali berarti pertanyaan itu bukan bagian dari agama jangan berlindung di balik Oh ini sikap yang kritis Tidak ada manusia yang lebih kritis daripada para sahabat nabi Alaihi sholatu wasallam tapi mereka tahu mana yang harus dikritisi mana yang harus diimani ini makna taqif jadi meyakini nama dan sifat Allah tanpa mentahrif tanpa mentaatil tanpa mentaqif dan yang terakhir tanpa mentamsil itu menyerupakan Oh tangan Allah itu seperti Nah itu nggak boleh walaupun deskripsi taqif tadi tidak jelas tangan Allah itu panjangnya 3 kali lebarnya itu kan masih samar tapi itu deskripsi maka tidak boleh yang jelas sifat Allah apapun baik hatinya ataupun sama sekali tidak ada yang sama dengan sifat makhlukNya Allah berfirman dalam surah al-a’raf 180 walillahil Asmaul Husna Allah memiliki al asmaul husna nama-nama yang baik silahkan kalian berdoa kepadaNya dengan menyebut nama-nama tadi dianjurkan diperintahkan berdoa sebut nama Allah itu namanya tawasul terhadap nama-nama Allah dan itu disyariatkan ya Rahman ya karim [Musik] boleh bukan boleh dianjurkan tinggalkan orang-orang yang ilhat terhadap namanya merubah nama makna dari nama-nama Allah kepada makna lain tinggalkan jangan didengar jangan diikuti jangan didukung yang seperti itu dalam surah arrum 27 Allah menyatakan walahul masalul alafissamawati Allah memiliki sifat-sifat yang tinggi di langit ataupun di bumi dan Dia Maha Aziz dan maha Hakim dalam surah asy-syura ayat 11 Allah menyatakan Laisa Kamis Allah itu tidak ada sesuatupun yang menyerupai Dan Dia Maha mendengar dan Maha Mengetahui inilah ayat yang menjelaskan Allah punya nama Allah juga punya sifat mengimani nama dan sifat Allah maknanya adalah menetapkan nama dan sifat yang Allah tetapkan sebagai nama bagi diri nggak boleh memberi nama sebutan bagi Allah yang Allah tidak menjadikan itu sebagai namanya enggak boleh atau sebaliknya menetapkan sifat yang Allah tidak menetapkan itu sebagai sifat baginya maka tidak boleh oleh karena itulah maka tetapkan nama dan sifat bagi Allah hanya sebatas nama dan sifat yang Allah tetapkan sebagai nama dan sifat bagi dirinya atau yang ditetapkan oleh Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai nama dan sifat bagi Allah selain itu walaupun namanya Agung sifatnya bagus tapi kalau tidak dijadikan sebagai nama dan sifat bagi Allah tak boleh kita menetapkan itu sebagai nama dan sifat bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala tadi sudah diisyaratkan sedikit setiap nama Allah terkandung sifat bismillah ar-rahman nama Allah sekaligus sifat Allah bersifat Rahman rahim itu nama bagi Allah sebutan bagi sekaligus sifat Allah rahim juga dan termasuk Assami nama bagi Allah sebutan bagi Allah sekaligus Allah bersifat maha mendengar al-basir nama bagi Allah dia adalah al-basir sekaligus memiliki sifat Basir melihat maha melihat dan seterusnya begitu dari sini kita mengetahui bahwa jumlah sifat Allah tidak akan kurang dari jumlah nama Allah bisa lebih ya bisa sebab ada sifat yang bukan nama Allah setiap nama mengandung sifat tapi tidak setiap sifat bisa menjadi nama bagi Allah enggak nanti ada bahasan kalau demikian tahu nggak ada berapa jumlah al asmaul husna ada yang tahu ada kira-kira yang benar adalah ada seorangpun yang tahu nama bagi Allah termasuk para malaikat Iya malaikat nyata jumlah seluruh nama Allah Terus siapa yang hanya Allah selain Allah tidak Bukankah ada hadis yang shahih riwayat Imam Muslim bahwa Innalillahi hadits ini sering disalah artikan dan disalahpahami diartikan Allah punya 99 nama Siapa yang menghafalkan dia masuk surga hadits ini benar hadis-hadis benar Shahih riwayat Imam muslim tapi terjemahannya yang salah salah terjemahan salah pemahaman mana hadis itu bukan Inna asma Allah ada 99 nama Bukan tapi Innalillahi diartikan diterjemahkan sesungguhnya diantara beberapa nama Allah ada 99 nama siapa yang mengekso bukan menghafal Aisyah kepada 99 namanya dia akan masuk surga sama dengan begitu saya punya uang 1 juta yang akan saya berikan kepada yang hafal Juz Amma omongan saya itu apakah uang saya hanya sejuta tidak banyak miliaran di bank banyak orang tapi diantara Sekian banyak uang saya saya siapkan satu juta yang akan saya berikan kepada siapa aja yang hafal Juz Amma ada yang hafal kasih ada yang hafal kasih 10 orang apa 30 juta masih banyak sama dengan begitu berbeda dengan kalimat uang saya hanya satu juta Nah kalau begitu betul hanya satu juta enggak lebih tapi kalau saya punya uang Rp1 juta yang akan saya berikan kepada yang hafal tidak hanya satu juta banyak hanya diantara uang yang banyak itu 1 juta saya akan berikan itulah makna Adapun nama Allah tak terbatas berdasarkan sebuah hadis yang shahih ini hadis ini doa berisi doa yang harus kita hafal karena doa ini adalah doa penghilang kesedihan keresahan kegelisahan risau galau yang pasti kita semua pernah Ya mengalaminya semua kita pernah risau galau pernah apa namanya sedih pernah tidak karu-karuan ada doanya Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Siapa orang yang dilanda kesedihan atau kecemasan tadi ya resah gelisah cemas risau atau kendalo kemudian dia berdoa kepada Allah Allahumma inni abduka wabnu amdika wabnu amatika ya nasiati biadik dan seterusnya nah lalu doanya Allahumma inni as’aluka kepada engkau dengan semua nama yang engkau telah namakan dirimu dengan nama itu tahu alam tahu Ahlan atau nama yang telah engkau ajarkan kepada salah seorang diantara makhluk yang telah engkau turunkan dalam kitabmu atau nama-nama yang hanya engkau yang tahu nama itu dalam ilmu gaib yang ada di sisimu hanya engkau istighfar itu hanya dia monopoli hanya dia yang mengetahui nama itu dalam ilmu gaib yang ada di sisimu kalau dalam ilmu gaib yang ada di sisi Allah yang hanya Allah tahu kita nggak tahu ada berapa nama-nama Allah Azza wa Jalla Asmaul Husna banyak tak ada yang tahu kecuali Allah tapi diantara Sekian banyak Asmaul Husna ada 99 Siapa yang Ikhsan itu memahami walaupun tidak hafal menghafalkan Asmaul Husna bagus kita tidak mengingkari kebaikan dari orang yang menghafal asmaul husna tapi yang lebih penting adalah memahami maknanya meyakini isi kandungannya dan mengaplikasikan itu tuh jangan sampai ya rasa ya Wahab itu kita meminta Allah tapi minta juga kepada wahai Mbah yang menguasai kuburan ini dilancarkan rezeki dan jodoh saya Eh itu sudah keluar dari pemahaman atau isi kandungan beberapa Asmaul Husna yang seterusnya itu sudah terhapus dengan perbuatannya sudah bertolak belakang perbuatannya dengan ucapan dia itu walaupun tidak hafal menghafal Asmaul Husna bagus Ayo hafalkan tapi jangan lupakan yang terutama meyakini kebenarannya ya mengimaninya memahami maknanya mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari ini yang lebih penting daripada sekedar hafalan sekali lagi hafalan bagus lebih penting adalah aplikasi dari apa yang dia hafal kalau nama-nama Allah banyak dan satu nama Allah mengandung sifat Allah berarti sifat Allah berapa ya maka dari sini kita mempertanyakan orang-orang pihak-pihak yang menyatakan sifat Allah hanya ada 6 hanya ada 7 hanya ada 9 Hanya ada 11 hanya ada 13 hanya ada 20 Rasul aja ada 99 minimal yang 20 dari mulai dan seterusnya [Musik] kita pertanyakan mana Rahman dan Rahim sebagai sifat Apakah Rahman Rahim sifat Allah Ya pastilah dalam Alquran tadi Al Malikul Quddus [Musik] semua sifat Allah nama sekaligus sifat oleh karena itulah maka dari kekeliruan memahami sifat-sifat Allah lahir beberapa penyimpang secara umum orang yang menyimpang dalam memahami asma dan sifat Allah ada dua kelompok kelompok pertama disebut kaum mu Abdillah itu orang yang mengingkari nama dan sifat Allah baik seluruhnya atau sebagian sebagian diimani sebagian lagi ditolak orang yang mengingkari menduga menganggap menetapkan sifat bagi Allah berarti menyamakan dengan sifat makhlukNya kalau Allah punya tangan semua makhluk juga punya tangan nggak mungkin kalau Allah punya mata makhluk juga punya mata berarti nggak mungkin karena Allah lah Isa kami dengan makhlukNya sampai kepada kalau Allah maha mendengar makhluk juga mendengar kalau Allah melihat makhluk juga melihat akhirnya mereka ingkari Allah enggak melihat Allah enggak mendengar ada sebagian yang begitu keyakinan atau anggapan mereka itu batil dari segala dari beberapa segi pertama ini maksud mereka baik mengingkari sifat Allah maksudnya baik apa niat baiknya niatnya agar Allah tidak dianggap serupa dengan makhluk kalau Allah punya sifat makhluk punya sifat ini air bagi Allah maka Allah disucikan dalam hal itu jadi niatnya baik cuma caranya yang keliru kami kami muridil Khair la yusibah buat apa Banyaknya orang yang menginginkan kebaikan tapi dia tidak meraih tidak mampu mendapatkan karena salah ketika mereka tujuan niat yang baik tidak menghalalkan segala cara niatnya ingin mensucikan Allah dari penyerupaan dengan makhluk caranya dengan mengingkari sifat Allah yang sifatnya Allah tetapkan sebagai sifat bagi dirinya ya keliru ya Coba kita balikan kenapa engkau mengingkari Allah punya tangan dijawab kalau Allah punya tangan berarti Allah serupa dengan makhluk Oh tujuannya baik kita balikan kalau Allah nggak punya tangan apa tidak serupa dengan makhluk ada makhluk yang nggak punya tangan banyak lebih hina daripada yang punya tangan dia nggak punya tangan pohon nggak punya tangan batu nggak punya tangan sebagian binatang nggak punya tangan ular ikan gak punya tangan apa dengan itu tuh ya sama baik menetapkan Allah punya tangan ataupun tidak Nanti diasumsikan tetap sama dengan serupa dengan makhluk Jadi bukan begitu cara memahami sifat Allah wajib kita yakini Allah punya tangan karena Allah menetapkan itu dalam Alquran Ya Rasulullah di atas tangan mereka itu surah al-fath ayat yang ke-10 ketika orang Yahudi menyatakan yadullah tangan Allah Terbelenggu oleh Allah bahkan kedua tangan Allah terbuka Allah mengingkari ucapan Yahudi bahwa tangan Allah terbelenggu tertutup ini yang diingkari bukan mengingkari Allah punya tangan bukan makanya Allah katakan kedua tangan Allah terbuka Allah menetapkan Allah punya tangan tapi tidak tertutup tidak pelit gitu jelas ayat banyak yakini Allah pernyataan tapi lain tangan Allah nggak serupa dengan tangan makhluk manapun nggak seru pada dengan tangan manusia dengan tangan monyet gorila dengan tangan kursi-kursi kan punya tangannya ini tangan kursi jangankan Allah dengan makhluk tangan makhluk dengan sama makhluk sudah jauh berbeda bahannya ukurannya fungsinya jauh kita punya tangan kursi punya tangan sama jauh beda fungsinya beda bahannya beda bentuknya beda warnanya beda kita punya tangan belalang juga punya tangan kan apa sama tangan kita terus ukurannya ya bahannya Ya dan semuanya kita dengan monyet agak mirip tapi nggak sepenuhnya sama ditambah dengan tangan bisa mengepel mencubit nyolok bisa ngikut kayaknya monyet nggak bisa move on Pak kaki monyet punya kaki punya kita punya kaki monyet Kakinya bisa memegang bisa bergelantungan dengan kakinya kita nggak bisa memegang itu makhluk dengan makhluk sudah berbeda apalagi makhluk dengan Kholik jadi anggapan bahwa menetapkan sifat bagi Allah berkonsekuensi menyerupakan Allah dengan makhluk tertolak itu yang pertama yang kedua kekeliruan orang yang mengingkari sifat Allah adalah karena nyata-nyata dalam Alquran dan hadis yang shahih Allah menetapkan banyak sifat bagi dirinya baik sifat zat dia ataupun sifat zatnya berupa zat Allah sifat fi’liyah berupa perbuatan Allah seperti Allah berbicara itu sifat Allah ya Allah melihat Allah mendengar Allah berkehendak itu sifat Allah yang berupa perbuatan Allah nuzul Allah turun dari arus ke langit dunia di seperti di akhir malam dengan cara turun yang layak bagi kemuliaan dan keagungan Allah yang tidak sama dengan turunnya makhluk manapun jangan dibayangkan kalau Allah turun ke langit dunia berarti Allah masuk ke alam dunia berarti dunianya lebih besar daripada Allah Oh terus kalau Allah turun ke langit dunia Allah berarti tidak lagi istirahat di atas ar itu akal yang mendeskripsikan sifat Allah menyerupakan dengan sifat makhluk Keliru bukan dengan makna itu ingat dengan makna yang layak bagi keagungan dan kemuliaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala istiwa di atas arus diingkari dengan otak kenapa kalau Allah istiwa di atas arus berarti Allah butuh arus dari mana omongan Ini kesimpulan ini kalau Allah istimewa di atas harus Berarti arusnya lebih besar daripada Allah dari mana kesimpulan ini didapat akal siapapun tidak bisa menerima sesuatu yang ada di atas pasti lebih kecil daripada yang ada di bawah saya sering Jelaskan awan itu umpamanya ya berada di atas gunung apakah pernyataan itu berarti gunung lebih besar daripada awan tidak awan lebih besar bisa Sekota Bandung Segara ketutup sama awan di musim hujan jauh lebih besar awan kedua Apakah awan itu menempel di gunung enggak ketiga Apakah awan itu butuh gunung tidak sama sekali Kalau makhluk aja menyatakan awan di atas gunung tidak berarti awan itu lebih kecil dari gunung tidak berarti awan itu menempel di Gunung tidak berarti awan itu membutuhkan Gunung itu dengan makhluk apalagi Allah istilah di atas Aras terpisah dari makhlukNya dan Allah nggak butuh apapun terhadap alam termasuk maka wajib kita yakini Allah istiwa di atas Ar sebagai salah satu sifat fi’liyah bagi Allah tanpa menyamakan dengan cara istiwanya makhluk justru ada orang Allah punya tangan bukan Allah punya tangan-tangan di sana kekuasaan lalu diserupakan dengan makhluk seperti ini Bupati duduk di atas kursi Bupati selama 5 tahun merupakan ya Apakah duduk tercela duduk selama 5 tahun nggak Tapi maksudnya memimpin menguasai berarti menyerupakan sifat Allah dengan sifat Bupati itu jadi tambah keliru mentarif berakibat mentakdil berakibat mentamsil orang-orang seperti itu merubah makna tangan dengan kekuasaan kesalahan pertama kedua mentaati Allah nggak punya tangan tuh tangan di sana kekuasaan ketiga menyerupakan tangan apa bukan tangan di atas Aras disamakan dengan Bupati istiwa di atas kursi kepemimpinan sama ibu tidak langsung tuh yang dilabrak yang dilanggar dalam memahami asma dan sifat Allah inilah kelompok pertama kalangan muabdillah matilah adalah orang-orang yang apa mengingkari mengingkari sebagian dari nama dan sifat-sifat Allah atau ada yang seluruhnya seperti mu’tazilah menyatakan Allah enggak punya sifat kecuali satu yaitu Esa dan makna asalnya Allah menurut versi mu’tazilah berbeda dengan asalnya ahlussunnah ya ingkari semua sifat Allah apalagi jahmiyah semuanya sifat Allah diingkari sebagian seperti asyairah mengingkari sebagian dari sifat Allah dan menetapkan beberapa sifat yang tidak Allah tetapkan sebagai sifat bagi dirinya ya ini kelompok pertama mengingkari sifat Allah disebut Ya iyalah semua istilah bidah nggak ada di zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam termasuk pembagian hadis menjadi hadis umpamanya khawatir sahih Hasan dhoif ada Hasan lizati Hasan itu baru di zaman Nabi enggak ada semua istilah bintang tapi istilah itu aspek duniawinya bukan aplikasi dari agama untuk Menjelaskan permasalahan secara gambar termasuk istilah muatilah enggak ada di zaman Nabi iya iya jangankan mau Abdillah artinya istilah-istilah di dalam ilmu Nahwu ada ada kabar Ada fail ada naibul fa’il ada Isim kan ada kabar karena itu semua tidak ada di zaman Nabi tajwid enggak ada izhar Enggak ada izharram enggak ada ikhfa enggak ada iqlab istilahnya nggak ada tapi prakteknya sudah ada Ada nggak izhar di zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ada contoh mana itu Tapi saat itu belum diistilahkan prakteknya ada istilahnya belum ada di zaman Nabi Adam yang mengingkari asma dan sifat Allah banyak orang kafir Yahudi Nasri orang musik ya tapi kaum muslimin di zaman Nabi tidak ada yang mengingkari karena dibimbing oleh Nabi SAW pengingkaran di kalangan kaum muslimin muncul beberapa tahun setelah kematian nabi Shallallahu Alaihi Wasallam inilah kelompok pertama yang menyimpang dalam memahami asma dan sifat yaitu kalangan Maaf kedua yang juga menyimpang kalangan Mushab bihala orang-orang yang menetapkan nama dan sifat bagi Allah mereka meyakini Ya Allah punya nama Allah juga punya sifat tapi menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk Mereka bilang Allah punya tangan seperti tangan kita Allah mendengar seperti mendengarnya kita Allah melihat seperti melihatnya kita itu Apa alasannya karena mereka bilang inilah tuntutan isi kandungan dalil Kenapa Allah berbicara kepada manusia dengan bahasa yang bisa dipahami oleh manusia jadi kalau mendengar ya mendengar seperti kita kalau melihat dia melihat seperti kita kalau tangannya tangan seperti kita itu kata mereka anggapan mereka ini batil berdasarkan beberapa alasan berikut ini pertama jangankan Allah dengan makhluk sifat makhluk dengan makhluk saja sudah berbeda-beda seperti kita mendengar binatang-binatang mendengar apa sama cara mendengar kita dengan mendengar binatang tidak kita masuk lautan teriak orang 10 meter dihadapan kita Kedengaran nggak di dalam air nggak nggak tapi konon binatang ikan di lautan seperti lumba-lumba ikan paus atau ikan hiu atau apa bisa mendengar suara ada lintah lintahnya di ujung kita masuk di sini kita masuk dengan pelan-pelan ke air agar tidak terdengar suara ada yang masuk mangsa nih Bagaimana cara mendengarnya lintah berbeda dengan mendengarnya kita berbeda dengan mendengarnya ikan di lautan berbeda dengan mendengarnya kelelawar kita hanya bisa mendengar suara dengan frekuensi antara 20 sampai 20.000 Hz dia nggak di bawah itu nggak dengar di atas itu nggak dengar makanya gelombang suara yang dipancarkan ke udara nggak bisa kita dengar dalam jarak kiloan meter harus dengan alat penangkap gelombang suara radio baru oleh radio nanti dikeluarkan lewat speaker baru kita kita dengar kalau langsung nggak konon katanya konon ya Coba tanya nanti kelelawar bisa menangkap suara di atas 20.000 Hz itu bagaimana mereka wallahualam kita enggak tahu jadi ada gelombang suara yang dipancarkan oleh sebuah pemancar tanpa radio itu mereka walaupun tidak melihat di siang hari bisa membedakan benda-benda di sekeliling mereka kepakan sayap mereka menimbulkan gelombang ke semua arah kalau ada benda gelombang itu mantul lagi pantulan ini yang ditangkap oleh kelelawar Oh tahu di sana ada benda dan bisa membedakan Bendanya itu keras atau lunak buah atau bukan buahnya matang atau masih mentah kelelawar tahu hanya dari pendengaran nggak pernah ada kasus kelelawar salah makan buah disangkanya buah ternyata bohlam nggak karena bentuknya sama ya buah mangga matang bohlam juga Bentuknya sama Mirip gitu nggak pernah kejadian begitu hanya melalui pendengaran cara mendengar kita cara mendengar kelelawar cara mendengar lintah cara mendengar ikan-ikan nilai hutan sudah berbeda lalu kalau Allah maha mendengar disamakan dengan mendengarnya makhluk-makhluk yang mana sudah berbeda-beda ya tidak mungkin sama dengan makhluk apalagi Allah nggak sama dengan makhlukNya ya cara mendengarnya beda Adapun makna mendengarnya ya sama makna mendengar suara Allah mampu menangkap suara ya kita juga mampu menangkap suara ya tapi cara Bagaimana menangkap suaranya berbeda makna melihatnya sama melihat itu mampu menangkap cahaya tapi bagaimana caranya itu yang berbeda antara kita dengan binatang aja berbeda apalagi antara akhlak Allah dengan makhluk Khalik dengan makhluk ya dan begitulah seterusnya jadi menetapkan nama dan sifat Allah tidak berarti menyamakan sifat Allah dengan sifat makhlukNya tetap wajib kita yakini Allah punya sifat seperti sifat yang Allah tetapkan bagi dirinya tapi kita yakini sifat Allah tidak ada yang sama dengan sifat makhluk manapun Siapa yang mengingkari sifat Allah hanya karena dianggap sifat Allah sama dengan sifat makhluk berarti dia keliru Di dalam memahami asma sifat diingkarinya Allah nggak istiwa di atas kalau istiwa berarti nempel di atas Barat itu keliru dia menyamakan dengan sifat makhluk kalau begitu Allah nggak turun ke langit dunia Kalau turun nanti serupa dengan makhluk Kalau turun berarti alam ini lebih besar dari Allah Kalau turun berarti Allah tidak istiwa di atas Aras berarti harusnya kosong sebab sepertiga akhir malam itu berputar di setiap tempatnya berarti Allah enggak pernah di atas arus itu semua lahir karena pemahaman yang keliru menyamakan turunnya Allah dengan turunnya makhluk karena apa Karena akal yang mereka gunakan dan itu bukan alat kalau mereka membuka penjelasan para ulama pasti akan paham yang sebenarnya Allah turun ke langit dunia tanpa menyebabkan arusnya kosong Dari Diri Allah Ah enggak masuk akal Iya akal kita yang lemah karena kita menyamakan kalau seseorang duduk berada di atas suatu tempat lalu turun tempatnya kosong itu makhluk berarti Allah Malaysia kamislihi di atas Aras berarti butuh arus berarti menyamakan dia dengan makhluk kalau Allah istiwa di atas arus berarti arusnya lebih besar itu juga berarti menyamakan dengan makhluk salah padahal realita juga tidak setiap orang yang duduk di atas sesuatu tempat duduknya pasti lebih besar nggak selalu kan Sekarang kita di Bandung orang Sunda pernah dengar istilah jojodog itu tempat duduk kecil terbuat dari kayu gitu disebut juga realitanya tidak setiap yang diduduki itu lebih besar daripada yang duduknya nggak apalagi istilahnya Allah di atas arus bukan duduk bukan menempati arah tidak menempel di arah sama sekali tak butuh arus dan tidak berarti arasnya lebih besar daripada Allah Jadi intinya mengimani asma dan sifat Allah maknanya adalah menetapkan nama dan sifat bagi Allah sebagaimana nama dan sifat yang Allah tetapkan bagi diri sendiri atau yang ditetapkan oleh Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadisnya yang shahih tanpa empat hal tanpa mentahrif tanpa mentasil tanpa mantaqif tanpa mentamsil ya ini hal yang sangat penting untuk kita Iman inilah cakupan beriman kepada Allah mencakup 4 poin pertama iman kepada keberadaan Allah iman kepada rububiyah Allah iman kepada Allah ya Allah dan keempat iman kepada asma dan sifat Allah seperti yang barusan dijelaskan ya untuk sore hari ini cukup sampai disini saja ya insya Allah kita lanjut di Jumat yang akan datang kita masih punya sewaktu untuk bertanya jawab khusus untuk Jumat ini seperti biasa pertanyaan khusus untuk pendengar dan pemirsa Roja Cileungsi kepada Abu Lukman di studio Radio Rodja Cileungsi dipersilahkan untuk memandu tanggung jawab dengan pendengar dan pemirsa Rasulullah silakan atas ilmu yang bermanfaat di kesempatan kita sore hari ini dan kami undang Anda Sahabat kalau jadi rumah untuk memahami kembali dan juga untuk bertanya jawab Anda dapat menyampaikan pertanyaan anda melalui pesan Whatsapp di nomor 081 989 6543 atau di lain telepon di nomor [Musik] 0218236543 baik kita baca pertanyaan pertama terlebih dahulu Ustadz dari hamba Allah di Sumatera Selatan ingin bertanya Ustadz Apakah orang yang keliru dalam menetapkan nama dan sifat Allah bisa terjerumus dalam kemurtadan dan kondisi seperti apa yang menyebabkan terjerumus ke dalam kemurtadan tersebut Apakah kekeliruan dalam memahami asma sifat bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam tergantung bentuk dari penyimpangannya ada yang ya menyebabkan keluar dari Islam ada yang tidak masih muslim tapi muslim yang berdosa besar karena terjerumus dalam kebidanan dalam masalah tauhid contoh umpamanya yang murtad keluar dari Islam adalah orang yang total mengingkari sifat-sifat bagi Allah Azza wa Jalla seperti yang dilakukan oleh kalangan jahe jahe itu pengikut jam pencetus ide atau pemikiran ini namanya oleh para ulama tidak dimasukkan ke dalam kategori kaum muslimin tidak karena sudah bukan Islam lagi pola pikir maka Imam rustani rahimahullah mengarang kitab Al milal Wa nihal Apa isinya isinya adalah menjelaskan kelompok-kelompok yang menyimpang dari kaum muslimin berdasarkan hadis iftiraqul Ummah Nabi SAW bersabda staf dari umatku akan berpecah belah menjadi 73 golongan semua masuk neraka kecuali satu yang masuk neraka tidak kafir muslim ya makanya disebut umatku mereka terancam bukan Vanes ya terancam dengan neraka satu yang ke surga inilah Al Jamaah ya ketika ditanya apa itu jamaah orang-orang yang berada dalam ajaran yang aku pegang beserta sahabatku pada hari ini orang yang berpegang teguh kepada ajaran Nabi dan para sahabat itu jamaah Selain itu menyimpang tapi menyimpangnya tidak keluar dari Islam masih muslim tapi muslim yang berdosa besar karena besarnya dosa Mereka terancam ke neraka terlebih dahulu ya nah lalu Imam rustani merinci 72 Golongan ini siapa saja dirinci beliau tidak memasukkan jahmiyah ke dalam 72 golongan tersebut Kenapa karena jahmiyah di luar Islam karena pengingkarannya kepada nama-nama dan sifat-sifat bagi Allah dan itu disebabkan karena ingkarnya kepada Nash ayat atau hadits Shahih tentang hal itu itu yang menyebabkan mereka kufur Adapun kalau orang yang menyimpang karena [Musik] karena salah di dalam memahami ayat-ayatnya diyakini benar dari Allah hadisnya diyakini benar dari Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam tapi kemudian mereka memahami dengan cara yang keliru dengan akal semua orang yang menetapkan nama dan sifat yang menyimpang dari apa yang ditetapkan oleh Allah itu berdasarkan akal bukan berdasarkan Nas lalu Nas diambil untuk memperkuat akal ini memperkuat ketetapan akal ahlussunnah berangkat dari ayat dan hadis akal Taslim mengikuti kalau mereka menetapkan dulu dengan akal lalu diambil ayat dan hadis untuk memperkuat hasil ketetapan akal mereka yang seperti ini kekeliruannya tidak mengeluarkan mereka dari Islam mereka tetap muslim karena meyakini benarnya nas-nas Alquran dan as-sunnah tapi ke keliru ketika memahaminya sehingga sampai menimbulkan penyimpangan termasuk dalam masalah memahami asma dan sifat Allah Azza wa Jalla dan praktek dari kesalahannya itu tidak menyebabkan mereka kufur ataupun Syirik tidak maka mereka tetap muslim Nah inilah yang oleh Imam asyak rustani disebut seperti kalangan muktazilah tidak semua sekte ada muktazilah yang dianggap murtad ada tapi umumnya tidak seperti syair seperti maturidiyah Ya seperti termasuk qodariyah ada yang total dikumpulkan ada yang tidak tergantung kadar penyimpangan termasuk Jabariyah masih dimasukkan ke dalam kelompok kaum muslimin tapi kaum muslimin yang menyimpang sehingga terancam dengan neraka ingat terancam bukan vonis ya Allahu A’lam Bishawab silakan lagi hadir jazakallah penjelasannya dan berikutnya kita coba angkat pertanyaan melalui line telepon kami persilahkan iya silahkan Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Di mana ibu baik mohon dikecilkan terlebih dahulu televisinya ibunya atau radionya dikecilkan terlebih dahulu [Musik] Ya baik Silahkan ibu Assalamualaikum pak Ustad Waalaikumsalam nama-nama Allah ya nama-nama Allah alasan Ini kan ada yang istilahnya Pangeran kemudian Gusti dan kemudian ada yang disingkat SWT gitu ya Apakah itu dibenarkan atau gimana ya Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh silahkan ustad Z pertanyaan dari penanya di Bandung Ustaz Ibu ini ingin bertanya terkait dengan nama Allah yang sering didengar seperti pangeran Ustad Putri gitu dan juga nama-nama Allah yang disingkat seperti SWT Apakah itu diperbolehkan Ustaz penjelasannya barakallahu fiik ibu di Bandung jangan-jangan hadir di sini nggak bisa nanya langsung nelepon tadi sudah dijelaskan tidak boleh memberi nama bagi Allah dengan nama yang tidak Allah tetapkan sebagai nama bagi dirinya oleh karena itulah maka ada sebutan untuk Allah di setiap negara atau daerah seperti di sunnah Allah disebut Gusti Pangeran gitu di bagian lain disebut dengan Putri di bagian lain disebut dengan Hyang atau apalah wallahualam ya dalam bahasa Indonesia disebut Tuhan Apakah itu nama bagi Allah tentu saja bukan Apakah itu terjemahan dari nama Allah nggak tahu terjemahan dari mana pangeran itu terjemahan dari nama Allah yang mana Gusti itu terjemahan dari nama Allah Asmaul Husna yang mana Tuhan itu terjemahan dari nama Allah yang mana saya nggak tahu saya masih ingat penjelasan guru bahasa Indonesia saya ketika di SMA Tuhan itu berasal dari kata dari bahasa Sansekerta koreksi ya kalau saya salah dari Tuhan tua Ada apa ya kalau bahasa Inggris pakai gitu kalau bahasa Arab pakai alif lam Kalau bahasa Sansekerta pakaian Dhuha awalnya begitu artinya sesuatu yang paling tua paling awal kemudian mengalami beberapa perubahan kata menjadilah Tuhan saya lupa istilah-istilah perubahan itu jadi Tuhan mana asal Tuhanlah yang tertua yang paling awal mungkin terjemahan dari ya yang kemudian itu jadi dibakukan menjadi bahasa Indonesia Tuhan ya tapi yang jelas itu bukan nama dari nama-nama Allah kalau toh itu terjemahan dari nama Allah Asmaul Husna tetap itu terjemahannya bukan nama asli dari Allah jangankan untuk Allah seperti umpamanya bahasa kita ada orang Arab atau orang Sunda namanya Jamil ada kan arti Jamil apa Asep lalu kita ubah kaset-kaset tadi bisa tidak bisa kasep bukan nama dari orang itu nama asli jamin terjemahannya Kasep ya tetap terjemahan dari suatu nama bukan nama apalagi bagi Allah Azza wa Jalla ya maka Allah berfirman Allah memiliki Asmaul Husna silahkan engkau berdoa Panggil Allah dengan nama-namanya jangan sampai nama Allah banyak panggilannya kita karang-karang sendiri dari bahasa kita sering nggak boleh sudah sebutlah nama Allah dengan nama-namanya Asmaul Husna ya itulah pertanyaan pertama keduanya apa saya lupa tadi ada dua ada yang ingat SWT boleh nggak disingkat SWT bukan nama Allah tapi sifat maksudnya Subhanallah boleh nggak menyingkat doa atau nama Allah tidak boleh tak ada pahala perempuan Nabi SAW punya pahala nggak ada pahala karena itu bukan doa bukan sholawat capek nulis tapi nggak ada apa-apa tapi kalau Sallallahu Alaihi Wasallam panjang dari panjangnya itu capek itu kita dapat pahala pingin pahala kamu capek Gabut jadi buta kita mengatakan Allahu akbar atau Allah Subhanahu Wa Ta’ala dapat pahala mengatakannya atau menuliskannya lalu karena nggak mau capek disingkat SWT SWT termasuk sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala maha suci dan Maha Tinggi itu sifat Allah ya mengatakannya dan menuliskannya dapat pahala menyingkatnya tidak memperoleh pahala Allah silakan lagi penjelasannya dan berikutnya saat pertanyaan dari beberapa penanya diantaranya Pak Dedi di Garut bertanya terkait kesalahan yang dilakukan oleh manusia termasuk dalam menetapkan nama dan sifat Allah Ustadz Apakah dalam bertobatnya dari dosa seperti itu harus sholat tobat Ustadz kalau ada Seperti apa pelaksanaannya mohon penjelasannya para ulama sepakat syarat Taubat itu 7 pertama berhenti dari kesalahan kedua menyesal ketika bertekad tidak mengulang lagi keempat kalau berkaitan dengan hak orang kembalikan hak itu ke orang kalau ada salah minta maaf minta dihalalkan kelima lakukan sebelum Sakaratul keenam melakukan sebelum matahari terbit dari barat ketujuh wajib ikhlas 7 Siapa yang tobatnya memenuhi 7 syarat tadi itu yang disebut taubatan nasuha tak ada seorangpun ulama menyatakan harus salat tobat ya cukup 7 poin tadi maka tobat kita insya Allah akan di lihat diterima oleh Allah dan dosanya dihapus Allah menyatakan tubuh ilallah itu Tobatlah kalian dengan sebenarnya tobat maka Allah akan menghapus dosa kalian dan akan memasukkan kalian ke dalam surga ya Jadi tidak ada syarat Taubat itu harus salat tobat termasuk kita keliru dalam memahami asma dan sifat Allah apa tobatnya 7 tadi lakukan berhenti ubah ya penyimpangan tadi dengan keyakinan yang benar menyesal kenapa dulu saya nggak belajar bertekad saya akan berubah lagi ya Coba lakukan sebelum sakarat sebelum matahari terbit dari barat dan lakukan itu semua dengan ikhlas Insya Allah tobatnya diterima ini Barusan ada koreksi dari salah satu jamaah Tuhan dari bahasa Sansekerta berasal itu dan yang memiliki roh atau Dewa yang memiliki posisi tertinggi dalam Kahyangan berarti ini diambil dari agama lain Entah Hindu lama agama lama di Tibet pokoknya itu diambil dari agama lain lalu lahirlah kata-kata Tuhan Ya jelas kalau demikian nggak boleh disebutkan ditujukan sebagai nama bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala jazakallah penjelasannya dan pertanyaan terakhir masih kita angkat dari pesan Whatsapp dari hamba Allah di Cikarang ingin bertanya terkait dengan takdir ustad Bolehkah mengatakan bahwa Ustadz S3 sekalipun atau doktor sekalipun kalau takdirnya masuk neraka pun akan masuk neraka Bolehkah pernyataan seperti ini Ustad mohon penjelasannya sama dengan Kyai juga ulama juga kalau ditakdirkan masuk neraka pasti akan masuk sama dengan itu pernyataan ada ulama yang masuk neraka nggak dalam hadis ada hadis Abu Hurairah yang karena 3 orang ini api neraka pertama kali dinyalakan salah satunya ulama pertama orang yang mati syahid yang kedua ulama yang ketiga Hartawan yang dermawan hadis saya riwayat Muslim nanti ada orang khususnya lari-lari muter-muter di neraka alam Pak Mur Nabil Ma’ruf Bukankah kamu dulu tukang Amar Ma’ruf nyuruh kami berbuat baik melarang kami dari kemungkaran ini ustad ini ulama orang ini menjabat untuk ya dulu aku menyuruh kalian berbuat baik aku sih nggak melakukan aku larang kalian dari mungkar aku sendiri melakukan ini Nas hadits menyatakan ulama ada ke neraka ya jadi semuanya Kecuali para nabi para rasul atau orang yang sudah dijamin oleh Rasul saw masuk surga ya mungkin walaupun ulama walaupun Doktor Profesor walaupun umpamanya ahli ibadah mungkin ahli ibadah masuk surga mungkin kalau ibadahnya ternyata keliru Salah tidak ikhlas dan seterusnya gitu ya ucapan itu umum isinya benar-benar tapi dari aspek adab ini nih Ini adalah ucapan yang tidak beradab Anda Kyai walaupun Kiai belum tentu masuk surga bener omongannya tapi tidak beradab omongan itu omongan yang tidak relevan tidak bukan tidak Eleven tidak sopan tidak santun jangan seperti itu apalagi niatnya ini niatnya ya untuk merendahkan ulama atau doktor apalagi niatnya bahwa kebenaran itu tidak ditentukan oleh ke ulamaan atau kedokterannya lalu akhirnya Tidak Dianggap omongannya ini keliru kalau ulama doktor di bidang ilmu syar’i aja tidak tidak perlu didengar Apalagi selain itu Kalau ulama dan doktor di bidang ilmu Selain itu sama dengan gini dokter spesialis walaupun Anda dokter ya belum tentu bener nih cara pengobatannya bisa aja salah obat betul nggak omongan nih ini betul ada nggak yang salah diagnosa salah obat mungkin ada tapi omongan itu tidak berarti boleh saya berobat ke selain dokter Kalau dokter sayang ahli bisa salah apalagi yang bukan Dokter Jadi kalau omongan walaupun dokter ahli Ya sudah Profesor Doktor dokter dan seterusnya spesialis tetap saja bisa salah dalam mengobati lalu mengambil kesimpulan makanya bolehlah berobat ke Slender hiliru sama ini walaupun Anda doktor di bidang Syariah walaupun Anda ulama bisa saja Anda ke neraka lalu disimpulkan kalau begitu enggak perlu belajar ke ulama ke mana saja boleh ini keliru Salah ya jadi omongan itu mungkin maknanya benar tetapi implikasinya yang bisa menyesatkan orang-orang Sehingga terjerumus dalam kesalahan yang lebih besar ya cukup sampai disini sore hari ini Insya Allah kita akan lanjutkan untuk jamaah disediakan makanan untuk berbuka shaum Asyura ya di sini Ikhwan atau akhwat semuanya secara free Insya Allah makan besar Mohon untuk tidak pulang atau kalau mau pulang Silahkan ambil nasi kotaknya di Panitia sekian Subhanallah ilaha illa Anta Astaghfirullah alamin wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kami ucapkan kepada Ustaz Abu Haidar as Sundawi hafizallahu ta’ala yang telah membimbing kita dalam menuntut ilmu di kesempatan sore hari ini semoga ilmu yang kita peroleh menjadi ilmu yang bermanfaat yang bisa menjadikan amal-amal kita tertuntun di atas Alquran dan Sunnah di atas pemahaman salaful Ummah kami mohon maaf atas segala kekurangan Sampai bertemu kembali di lain kesempatan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Rodja TV saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam [Musik] [Musik] [Musik] [Musik]
Ustadz Abu Haidar As-Sundawy | Mukhtasar Ma’arijul Qabul
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply