Syaikh Prof. Dr. Abdurrazaq bin Abdul Muhsin – Tujuan-Tujuan Haji

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

kajian Islam Rodja TV Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahirobbilalamin Anda bisa menyimak siaran Kami Insya Allah sesaat lagi kami akan hadirkan kajian ilmiah dalam format rekaman semoga bermanfaat kami yang bertugas mengucapkan selamat TV dan kajian Islam diantara tujuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala mewajibkan kepada kita untuk melaksanakan ibadah haji salah satunya adalah bagaimana kita betul-betul tunduk dan patuh untuk menjawab seruan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita akan melaksanakan apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala perintahkan kita akan taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita akan tunduk terhadap syariat-syariat yang telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala wajibkan kepada kita bersama dan ini merupakan diantara tujuan yang sangat Agung yang paling mulia diantara tujuan diwajibkan ibadah haji kepada kita bersama sehingga mesti bagi kita untuk memperhatikannya tujuan ibadah haji ini bisa kita perhatikan di dalam berbagai macam tempat ketika kita melaksanakan ibadah haji dan yang paling utama dan yang paling Agung adalah ketika seorang jemaah haji mereka mengucapkan kalimat Talbiyah yang mungkin puluhan kali mereka akan mengucapkannya bahkan ratusan kali mereka akan membacanya tergantung Bagaimana kesungguhan dan ketekunan seseorang di dalam melaksanakan ibadah yang mulia kalimat ini merupakan diantara bentuk kita menjawab seruan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebuah kalimat di mana kita ingin melaksanakan semua perintah-perintah allah subhanahu wa ta’ala di dalam kalimat Talbiyah akan terulang lebih 4 kali dan itu merupakan kalimat yang menjawab seruan artinya ya Allah Sesungguhnya aku akan menjawab seruanmu Aku akan melaksanakan perintahmu aku akan tunduk Terhadap syariat-syariatmu Engkau memanggilku untuk melaksanakan ibadah haji dan aku pun mengatakan Labbaik Allahumma Labbaik Ya Allah aku jawab seruanmu dan aku pun menjawab seruanmu Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan di dalam FirmanNya kepada manusia agar mereka melaksanakan ibadah haji maka mereka akan datang dalam keadaan berjalan kaki menggunakan onta-ontal yang kurus mereka akan datang dari semua penjuru dari semua arah maka panggilan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tersebut dijawab oleh mereka-mereka yang ada Iman di dalam jiwa dan raganya Mereka pun mengucapkan Labbaik Allahumma Labbaik artinya ya Allah kami menjawab seruanmu kami patuh terhadap perintahmu kami tunduk terhadap apa yang engkau ajak kami untuk melakukannya dan kalimat Labbaik Allahumma Labbaik di dalam Talbiyah itu merupakan tekanan ditekankan bagi kita atau betul-betul memberikan penekanan di dalam menjawab serangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tunduk setelah ketundukan melaksanakan perintah dan betul-betul berusaha mengerjakannya Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] dianjurkan bagi mereka yang mengucapkan Talbiyah agar mereka mengangkat suaranya sebagaimana yang bersumber dari nabi kita yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Jaani Jibril ya Muhammad Jibril datang kepadaku kemudian dia mengatakan wahai Muhammad perintahkan sahabat-sahabatmu untuk mengangkat suaranya ketika mengucapkan kalimat Talbiyah Karena itu adalah bagian daripada syiar haji demikian juga di dalam riwayat yang lain ketika Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab oleh artinya adalah mengangkat suara jikalau kita mengucapkan kalimat Talbiyah [Musik] mengangkat suara di kala kita mengucapkan Talbiyah memiliki makna yang sangat Agung memiliki asar yang sangat mulia terhadap seorang hamba untuk mewujudkan untuk mewujudkan bagaimana mereka menjawab serta tunduk dan patuh terhadap perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam sebuah hadis yang dikeluarkan oleh Imam At Tirmidzi dari sahabat nabi bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda seorang muslim ketika mereka mengucapkan Talbiyah kecuali semua yang ada di kanannya dan yang ada di kirinya mereka juga akan mengucapkan Talbiyah baik itu bebatuan pepohonan benda-benda sampai bumi Allah subhanahu wa ta’ala yang sangat luas dia juga akan mengucapkan Talbiyah ketika kita mengucapkan Talbiyah seorang yang melaksanakan ibadah haji mereka mengangkat suaranya dengan kalimat yang mulia ini maka sesungguhnya pepohonan bebatuan gunung-gunung bukit-bukit yang ada di kanannya yang ada di kirinya akan mengucapkan Talbiyah sebagaimana dia mengucapkan Talbiyah mungkin kita tidak mendengarkan mereka mengucapkan Talbiyah tetapi ini merupakan diantara bentuk sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam nabi yang mengabarkan kepada kita bersama sehingga kita merasa yakin Ketika Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang memberitahukan kepada kita yang demikian maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tidak akan pernah mengucapkan kecuali Wahyu dari rabbul Izzati Wal jalalah dan untuk membuktikan yang demikian sebagaimana yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala di dalam Alquran sesungguhnya benda-benda langit dan juga benda bumi dan diantara yang ada di antara keduanya mereka Bertasbih kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala walaupun kalian dan tidak satupun diantara benda tersebut kecuali mereka akan memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala walaupun kalian tidak paham terhadap pujian yang mereka ucapkan atau tasbih yang mereka bacakan karena sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah zat yang maha lembut dan zat yang maha pengampun dan juga firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala gunung-gunung wahai burung-burung tunduklah kalian atau patulah kalian bertobatlah kalian beribadahlah kalian bersama Nabi Daud Alaihissalam sesungguhnya kalimat Talbiyah yang berulang-ulang ini dengan pengulangan yang sangat banyak diucapkan oleh para jemaah haji bukan hanya sekedar mengulang-ulang tanpa ada makna di dalamnya bukan hanya sekedar mengulang-ulang tanpa ada faedah di belakangnya akan tetapi pengulangan kalimat Talbiyah ini memiliki makna yang sangat dalam di dalam jiwa seorang yang melaksanakan ibadah haji untuk melaksanakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala serta tunduk dan patuh terhadap apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala perintahkan kepada mereka dan kalimat ini bukan hanya diucapkan di kala mereka berada di Mekkah saja atau dikala mereka berpindah dari suatu tempat atau tempat yang lainnya di kala mereka beribadah akan tetapi kalimat yang harus selalu mereka mengucapkannya dalam setiap kehidupannya Wahai orang-orang yang dipanggil oleh Allah subhanahu wa ta’ala melaksanakan ibadah haji kemudian engkau menjawab Suruhan Allah Subhanahu Wa Ta’ala engkau datang untuk beriman kepada Allah untuk mengulang kalimat-kalimat Bagaimana tunduk dan patuh kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan ada lagi hal-hal yang lebih penting atau hal-hal di mana Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga mewajibkan kepada kita di dalam kehidupan yang lainnya dan kita melihat Bagaimana keadaan kita ketika kita dipanggil oleh Allah subhanahu wa ta’ala orang-orang yang menjawab seruan Allah Subhanahu Wa Ta’ala engkau datang melaksanakan ibadah yang mulia berada di sisi Ka’bah mengharap Rahmat dari Allah subhanahu wa ta’ala dan takut terhadap hukuman yang disediakan oleh Allah Bagaimana keadaanmu dengan perintah-perintah yang lainnya dari Allah subhanahu wa ta’ala Bagaimana keadaan kita dikala kita melaksanakan ibadah salat yang itu merupakan tiang agama rukun yang paling mulia setelah mengucapkan kalimat syahadatain Bagaimana urusan kita dengan ibadah puasa Bagaimana pula kita dengan ibadah zakat Bagaimana pula kita dengan menjauhkan diri dari perkara-perkara yang dilarang perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kalau seandainya kita bisa melaksanakan perintah tersebut meninggalkan larangan tersebut maka kita selalu memuji Allah dan kita bermohon kepada Allah agar selalu memberikan Taufik dan istikamah namun kalau seandainya kita masih lalai kita masih menyia-nyiakan ibadah maka hendaklah kita bermuhasabah Sebelum kita dihisab oleh Allah subhanahu wa ta’ala di hari akhirat kelak Muhammad Wahai orang yang diwajibkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melaksanakan ibadah yang mulia ketika kita menjawab surat Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita harus menghadirkan dalam kehidupan Bagaimana kita dengan ibadah-ibadah yang lainnya bagaimana kita dengan ibadah salat yang mana ibadah salat itu lebih agung daripada melaksanakan ibadah haji salat yang diwajibkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Apakah kita sudah melaksanakannya sesuai dengan yang diinginkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Bagaimana pula kita dengan melaksanakan ibadah zakat karena zakat itu digandengkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan ibadah salat Bagaimana pula dengan ibadah-ibadah yang telah diwajibkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kemudian ditekankan bagi kita untuk melakukannya wassalatullah Islam Alhamdulillah Islam kita tidak meragukan lagi bahwa sesungguhnya ibadah salat merupakan ibadah yang memiliki kedudukan yang tinggi di dalam Syariat agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahkan agama Islam pondasinya yang paling utama setelah mengucapkan kalimat syahadat adalah ibadah salat itu sendiri dan dia termasuk di dalam salah satu rukun Islam yang diwajibkan bagi kita untuk selalu mengerjakannya yang demikian sebagaimana Hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu pondasinya ada 5 syahadat Rasulullah bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah utusan Allah mengerjakan Ibadah salat wanita kalau seandainya kita memperhatikan terutama dari sebab diperintahkan atau kapan diwajibkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala ibadah-ibadah ini maka kita akan mendapatkan ternyata di dalam susunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala mewajibkan wahyu kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam terutama dikala Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam diutus menjadi nabi dan menjadi Rasul adalah mentauhidkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengucapkan kalimat Lailahaillallah kemudian ketika Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berumur 40 tahun Nabi berdakwah mengajak manusia mengucapkan kalimat tauhid kurang lebih 10 tahun lamanya kemudian ketika Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berumur 50 tahun maka barulah di sana diwajibkan ibadah salat kepada kaum muslimin kemudian setelahnya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menunggu selama 5 tahun pada tahun kedua setelah Nabi hijrah ke Kota Madinah maka baru diwajibkan ibadah puasa dan belum lagi diwajibkan ibadah haji kecuali pada tahun ke-9 Hijriyah susunan ini menunjukkan kepada kita bahwa tauhid adalah yang termulia kemudian setelahnya adalah salat kemudian setelahnya adalah puasa kemudian setelahnya adalah haji Adapun seorang hamba ketika mereka melalaikan tauhid Seperti contohnya mereka melalaikan masalah urusan tauhid dan Aqidah kemudian mereka melaksanakan ibadah haji manfaat apa yang akan dia dapatkan dengan ibadah haji tersebut dan dia menyia-nyiakan pondasi dasar daripada agama atau manfaat apa yang akan dia dapatkan sedangkan dia melalaikan ibadah salat dan dia berhaji Apa manfaat yang akan dia dapatkan dari ibadah haji tersebut dalam keadaan dia melalaikan ibadah yang paling mulia dan yang demikian berlandaskan sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam sesungguhnya perjanjian antara kita dengan mereka adalah salat barangsiapa yang meninggalkannya maka mereka sudah kufur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi Imam Syafi’i Imam Ibnu Majah dan juga imam-imam yang lainnya kemudian suatu ketika pernah disebutkan urusan salat di sisi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam maka ketika itulah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda barangsiapa yang menjaga salat tersebut karena telah hunurat maka dia akan mendapatkan cahaya petunjuk keselamatan di hari akhirat namun barangsiapa yang tidak menjaganya mereka lalai darinya maka mereka tidak akan mendapatkan cahaya mereka juga tidak akan mendapatkan petunjuk dan mereka tidak mendapatkan keselamatan wakana yaumul kiamat dan nanti ketika hari kiamat mereka akan dikumpulkan bersama Qarun bersama Firaun aman dan Ubay Bin khalaf hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan juga oleh Imam ad-darimi kemudian imam imam yang lainnya dalil-dalil yang sangat banyak sekali yang berkaitan dengan masalah perkara sholat bagaimana kita mengagungkannya bagaimana kedudukan shalat yang luar biasa sangat banyak sekali namun intinya jikalau Allah Subhanahu Wa Ta’ala mewajibkan ibadah haji yang mulia ini kepada kita bersama adalah bagaimana kita berusaha untuk selalu tunduk dan patuh kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala terhadap semua yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala perintahkan kepada kita untuk melakukannya betapa banyak mereka yang pulang dari melaksanakan ibadah haji Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan keberkahan kepada ibadah yang mereka lakukan sehingga mereka senantiasa menjaga perkara-perkara yang diwajibkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk melakukannya mereka meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala mereka bisa mewujudkan impian menjadi hamba yang selalu bertakwa dan mewujudkan kalimat taqwa di dalam kehidupannya Kesimpulannya adalah bagaimana kita berusaha mendalami Bagaimana bentuk tunduk dan patuh kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita akan tunduk terhadap semua perintah yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala wajibkan kita berusaha untuk tunduk kepada Allah untuk meninggalkan apa yang dilarang dan itu merupakan faedah yang sangat mulia di mana seorang mereka yang melaksanakan ibadah haji mereka mewujudkan cita-cita ini di dalam kehidupannya sehingga dikala mereka pulang ke kampung halamannya mereka tetap berusaha untuk tunduk dan patuh kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka mendalami makna dan tujuan di ibadah ini diwajibkan kepada mereka dalam rangka beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tunduk terhadap syariat syariat yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala wajibkan ataupun yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala larang mereka untuk melakukannya ibadah haji merupakan sebuah ibadah yang akan memberikan pengaruh yang luar biasa terutama dalam melaksanakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala untuk meninggalkan larangan-larangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan Al Hajj sesungguhnya ibadah haji di bulan-bulan yang ditentukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang diwajibkan oleh Allah melaksanakan ibadah haji maka janganlah mereka melakukan rafas jangan mereka melakukan kefasikan dan jangan pula mereka berdebat Kusir di sana dan apapun yang kalian lakukan dalam bentuk kebaikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengetahuinya dan berbekalah kalian karena sesungguhnya bekal yang paling bagus adalah kalian kepadaku Wahai mereka-mereka yang memiliki hati rahimahullah ta’ala menjelaskan tentang makna daripada ayat yang mulia ini bahwa sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mewajibkan kepada kita ibadah haji dan itu merupakan bentuk sejauh mana kita melakukan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam melaksanakan ibadah yang mulia ini bagaimana kita berusaha melaksanakan perintah Allah dan bagaimana pula kita meninggalkan larangan-larangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan Paman barangsiapa yang diwajibkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melaksanakan ibadah haji maka janganlah mereka melakukan rafas rafas itu adalah mereka yang melakukan hal-hal yang bisa menjatuhkan mereka kepada sesuatu yang bisa membatalkan ibadah haji terutama dengan keluarganya dengan wanita dengan istrinya atau mereka melakukan mukadimah daripada rafas jangan bercumbu Rahayu dan yang semisalnya dan itu adalah bentuk penekanan terutama bagi mereka yang melaksanakan ibadah haji apalagi di bulan-bulan yang haram kemudian mereka tidak melakukan kefasikan kemaksiatan yang akan menghilangkan pahala ibadah haji yang mereka lakukan debat sesuatu yang akan menghilangkan ibadah atau yang akan melenyapkan pahala yang telah mereka dapatkan [Musik] ibadah haji diwajibkan kepada kita bersama adalah bagaimana kita menghinakan diri di hadapan Allah bagaimana kita tunduk dan patuh terhadap perintah Allah subhanahu wa ta’ala bagaimana kita berusaha meninggalkan semua yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk kita melakukannya itulah makna dan tujuan daripada ibadah haji diwajibkan kepada kita bersama agar kita mendapatkan haji yang mabrur dan memburu itu adalah haji di mana mendatangkan kebaikan dan untuk selalu tunduk dan patuh kepada ar-rahman karena mereka yang mabrur Jannah tidak ada pahala yang pantas bagi mereka kecuali surga Allah Subhanahu Wa Ta’ala kembali melanjutkan tafsirnya perkara-perkara yang tadi telah dilarang kita untuk melakukannya walaupun ini dikhususkan di dalam masalah perkara Haji tapi itu semuanya mencakup di dalam setiap tempat dan juga dalam setiap waktu bukan hanya sekedar larangan di dalam melaksanakan ibadah haji dan kita harus mengetahui bahwa sesungguhnya tidak sempurna kedekatan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam melakukan kebaikan kecuali dengan meninggalkan kemaksiatan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan apapun yang kalian lakukan dari kebaikan maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengetahuinya di dalam ayat ini disebutkan dengan kalimat untuk memberikan keumuman bahwa semua kebaikan dan kedekatan kepada Allah serta ibadah termasuk ke dalamnya Artinya bahwa sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala zat yang maha mengetahui tentunya di dalamnya merupakan motivasi untuk senantiasa melakukan kebaikan terkhusus di kala kita berada di daerah-daerah yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala maka sudah mestinya bagi kita untuk mengetahui dan mengikat diri kita agar selalu Melakukan kebaikan Baik itu dengan ibadah salat puasa shodaqoh tawaf kebaikan dengan ucapan ataupun kebaikan dengan perbuatan kemudian setelahnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kita untuk berbekal dalam rangka melaksanakan Safar yang mulia ini karena sesungguhnya bekal itu adalah bentuk dimana kita merasa cukup terhadap makhluk Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita tidak butuh lagi terhadap yang apa yang mereka punya kita tidak meminta kepada mereka karena sesungguhnya itu merupakan bekal yang diperintahkan oleh Allah untuk persiapan bagi mereka yang melaksanakan Safar dan agar mereka mudah melakukan ketaatan kepada Allah dan bekal yang dimaksud di dalam ini adalah bekal yang berbentuk harta benda Adapun bekal yang sebenarnya yang akan senantiasa mendapatkan manfaat bagi pemiliknya di dunia dan di akhirat itu adalah ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala bekal menuju Kampung yang abadi dan itu akan mengantarkan kita untuk menyempurnakan ibadah untuk mendapatkan kenikmatan yang mulia namun barangsiapa yang meninggalkan bekal tersebut maka dia akan terputus dia akan terjatuh ke jurang dan dia akan terhalang untuk sampai kepada kampungnya orang-orang yang bertakwa dan itu merupakan pujian bagi Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada mereka yang bertakwa kepada Allah kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan di akhir ayat tersebut watakuniah dan takutlah kalian kepadaku Wahai yang memiliki hati yang memiliki akal maknanya bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena itu merupakan perintah yang paling mulia diperintahkan kepada mereka yang memiliki akal dan jiwa dan bagi mereka yang meninggalkannya adalah bukti bahwa mereka adalah orang yang jahil dan mereka rusak akal dan pemikirannya ibadah hajinya Alangkah indahnya bagi mereka yang melaksanakan ibadah haji sepulangnya mereka dari melaksanakan ibadah yang mulia ini mereka mengisi hari-harinya untuk tunduk dan patuh kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka selalu Melakukan kebaikan dan ketaatan mereka berusaha untuk meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena sesungguhnya dikala mereka pulang selesai melaksanakan ibadah yang mulia ini mereka akan berbekal dengan bekal yang paling mulia sehingga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan di dalam FirmanNya dzalika wamayullah Sesungguhnya yang demikian Barang siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka itu adalah bagian daripada ketakwaan yang mereka tentunya harus berbekal dengan ketakwaan yang mulia ini Ibrahim Imam Ibnu Taimiyah rahimahullahu ta’ala menyebutkan sesungguhnya maksud daripada ayat ini adalah bagaimana kita bertakwa dengan takwa yang ada di dalam hati kita karena itu merupakan bentuk ketukan dan berbudiyah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan itu merupakan diantara bentuk tunduk dan batu terhadap semua perintah Allah subhanahu wa ta’ala kita makmurkan kehidupan untuk selalu beribadah kepada rabbul yang Sallallahu Alaihi Wasallam dan ini menunjukkan kepada kita bersama bahwa sesungguhnya hati itu adalah intisari daripada semua ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba sebagaimana yang disebutkan oleh Baginda Nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam itu ada menggumpal daging yang apabila dia bagus maka yang lain akan ikut bagus akan tetapi apabila dia tidak bagus maka yang lain pun akan rusak dan mengikutinya dan ketahuilah itu adalah hati Dan ini semua menunjukkan kepada kita bagaimana Pentingnya menjaga hati di dalam setiap ibadah untuk selalu tertuju kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita bermohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan Taufik dan hidayah memberikan istikamah kepada kita bersama agar kita selalu menjadi hamba yang beriman dan bertakwa melaksanakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan juga berusaha meninggalkan larangan-larangan Allah subhanahu wa ta’ala dan kepada Allah juga kita bermohon meminta berharap agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan itu semua kepada kita bersama pemirsa TV Rodja dimanapun anda berada demikianlah program acara dalam format rekaman yang kami hadirkan ke layar kaca Anda semoga bermanfaat kami yang bertugas mohon pamit undur diri wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] 19 Muharram 1445 Hijriyah atau 6 Agustus 2023 di Masjid Jami Al berkah Cileungsi audzubillahiminasyaitonirojim

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *