Ustadz Abu Zaid Cecep Nurrohman, Lc., M.A. | Mau’izhatun Nisa’

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Rodja TV Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah washolatu wassalamu ala rasulillah asyhadualla ilaha illallah asyhadu anna muhammadan abduhu wa Rasulullah dimanapun anda berada beberapa saat lagi kami akan hadirkan ke ruang dengan anda dan keluarga anda kajian yang kami pancaluaskan dari Masjid Al Barkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cileungsi atau Komplek Radio Rodja yang mudah-mudahan kita bisa mengambil faedahnya dan Kami mengucapkan selamat menyimak semoga bermanfaat kajian Islam Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] innalhamdalillah ya ayyuhan [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] jamaah sekalian yang semua kita dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang pertama kita bersyukur memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas semua limpahan Karunia Taufik dan hidayah yang Allah berikan kepada kita semuanya sehingga di sore hari ini di penghujung hari yang ke-16 dari bulan Muharram di tahun 1445 Hijriyah kita bisa berkumpul kembali bermajelis kembali di tempat yang mulia ini di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah subhanahu wa ta’ala dalam rangka bertaqwa kepadanya dengan sebuah ibadah yang sangat Agung ini dikabarkan oleh nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai wasilah yang akan memudahkan langkah kaki seorang Hamba menuju surga Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam ke majelis ilmu dalam rangka menuntut ilmu dalam rangka mempelajari agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka Allah akan mudahkan baginya jalan ke surga Allah Subhanahu Wa Ta’ala Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan kita Taufik untuk meluruskan niat-niat kita di dalam tholabul Ilmi sama-sama kita belajar karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata-mata kita berkumpul karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala sehingga ilmu yang kita pelajari Allah jadikan sebagai ilmu yang bermanfaat yang menjadi sumber kebaikan dan sumber keberkahan bagi kita semua di dunia dan akhirat sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada Qudwah Hasanah kita semua nabi Rahmah Muhammad bin Abdillah sholawatullahi Wassalam Kepada sahabat-sahabat beliau kepada keluarga beliau serta kepada setiap umat rasulillah Shallallahu Alaihi Wasallam dimanapun mereka berada yang senantiasa berusaha untuk Istiqomah di atas petunjuk di atas dan bimbingan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di kesempatan sore hari ini kita melanjutkan pembahasan rutin kita di dalam mengkaji Risalah untaian nasehat untuk wanita muslimah buah karya dan kita masuk pembahasan yang penulis bahwa kan tentang ta’mulator tentang perintah untuk khod menunjukkan pandangan bagi kaum wanita serta menjaga kemaluan-kemaluan mereka berkata penulis Hafiza Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam surat an-nur ayat yang ke-31 kata Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah subhanahu wa ta’ala dan Katakanlah wahai Muhammad kepada perempuan-perempuan mukminat agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah menampakkan perhiasannya yakni auratnya kecuali yang biasa terlihat mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya [Musik] [Musik] [Musik] Allah Subhanahu Wa Ta’ala Dan dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya yakni auratnya kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau Ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putri suami mereka atau saudara-saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau Putra saudara perempuan mereka atau para perempuan sesama kaum muslimat atau hamba sahaya yang mereka miliki atau para pelayan laki-laki tua yang tidak mempunyai keinginan terhadap perempuan atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan [Musik] kata Allah subhanahu wa ta’ala dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan Allah tutup ayat di atas dengan perintah untuk bertaubat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan bertaubatlah kamu semua wahai orang-orang beriman bertaubatlah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar kamu mendapatkan keberuntungan ini ayat yang sangat mulia yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala perintahkan di dalamnya kaum mukminah untuk menundukkan pandangan-pandangan mata mereka serta menjaga kemaluan-kemaluan mereka karena wanita-wanita muslimah adalah wanita-wanita yang oleh Allah dan rasulnya Shallallahu Alaihi Wasallam untuk menjadi wanita-wanita yang mulia yang Afifah yang berusaha untuk menjaga kehormatannya yang berusaha untuk menjaga kemuliaannya berkata penulis hafizhahullah setelah membayar membawakan ayat di atas di surat an-nur ayat 31 kata Syekh Abdul razaq amarallahu Jalla wa ala til Karima Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan orang-orang beriman pada ayat di atas untuk menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan-kemaluan mereka dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga menyebutkan ya pada ayat di atas hukum-hukum yang lain yang terkait dengan kaum wanita [Musik] perintah di atas Allah Subhanahu Wa Ta’ala Sebutkan setelah ayat yang terkait dengan kaum laki-laki dalam tema pembahasan yang sama ya dalam perintah yang sama di mana Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kaum mukminin laki-laki yang beriman dengan perintah yang sama sebagaimana yang Allah perintahkan di ayat yang ke-31 kepada kaum mukminan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman satu ayat langsung sebelum ayat 31 yakni di ayat yang ke-30 kata Allah Subhanahu Wa Ta’ala kata Allah Subhanahu Wa Ta’ala Katakanlah wahai Muhammad kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya yang demikian itu kata Allah lebih suci bagi mereka menjaga pandangan menjaga kemaluan adalah sesuatu yang lebih mensucikan jiwa orang-orang beriman Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala maha mengetahui apa yang mereka perbuat jadi Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana memerintahkan kaum laki-laki untuk menjaga pandangan mata mereka demikian pula Allah perintahkan kaum wanita untuk menjaga pandangan mata mereka perintahnya sama tidak ada bedanya Maka jangan kita kira bahwasanya menjaga pandangan mata itu hanya kewajiban laki-laki yang beriman tidak tapi wanita mukminah juga diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk menjaga pandangan mata mereka menjaga pandangan menundukkan pandangan lebih mensucikan bagi laki-laki dan wanita secara bersamaan tidak ada bedanya sebagaimana wanita atau laki-laki yang menjaga pandangan matanya berusaha untuk maka dia mendapatkan kesucian jiwanya demikian pula seorang wanita yang berusaha menjaga pandangan matanya maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kesucian pada jiwanya sebaliknya sebagaimana laki-laki yang mengumbar pandangan matanya tidak berusaha menjaga pandangan matanya maka hatinya akan kotor jiwanya akan kotor demikian pula seorang muslimah seorang mukmin tatkala dia tidak mampu menjaga pandangan matanya tatkala dia tidak mampu menundukkan pandangan matanya maka jiwanya akan menjadi jiwa yang yang kotor woman [Musik] kata penulis maka barangsiapa yang mengumbar pandangan matanya yang tidak berusaha menunjukkan pandangan matanya Barang siapa yang mengumbar pandangan matanya dia melihat segala sesuatu yang dia lihat tanpa membedakan hal-hal yang dihalalkan dan hal-hal yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala maka sesungguhnya pandangan mata tersebut akan menjadi wasilah yang menjerumuskan dia ke dalam perbuatan yang keji dan perbuatan yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala [Musik] yang diarahkan kepada hal-hal yang Allah haramkan adalah wasilah yang mengantarkan kepada perbuatan zina pintu yang mengantarkan kepada perbuatan yang keji perbuatan baik laki-laki ataupun perempuan dia diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk menundukkan pandangan matanya jangan kita mengira bahwasanya perintah itu hanya terkait untuk kaum laki-laki tidak sebagaimana laki-laki punya syahwat maka perempuan juga punya syahwat maka sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kaum laki-laki untuk menundukkan pandangan matanya demikian pula perintah yang sama berlaku untuk kaum wanita tidak ada bedanya dan firman Allah Subhanahu wa ta’ala dan katakan kepada kaum mukminah yang Allah panggil adalah wanita-wanita mukminah Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan ya untuk menundukkan pandangan Allah panggil langsung wanita-wanita Mukmin dengan sifat keimanan mereka rokok yang sangat Agung gelar yang sangat Agung Allah panggil hamba-hamba pilihannya yang memiliki sifat keimanan Kenapa Allah panggil dengan sifat keimanan kata Penulis ya karena sifat tersebut mengharuskan pemiliknya untuk menjalankan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala makanya Allah panggil dengan sifat keimanan karena di antara konsekuensi keimanan seorang hamba adalah imtika berusaha untuk menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan berusaha menjauhi segala perkara yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala itu konsekuensi dari keimanan ya maka tatkala Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan perintah Allah panggil ya dengan sifat keimanan baik laki-laki ataupun perempuan [Musik] maka seorang wanita mukminah yang jujur dalam keimanannya yang memiliki sifat keimanan yang sesungguhnya tidak pernah ragu di dalam menyambut seruan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak pernah ragu di dalam menjalankan apa yang Allah perintahkan kepada dirinya Kenapa karena orang-orang beriman dengan keimanannya dengan keyakinannya dia yakin bahwasanya setiap apa yang Allah perintahkan pasti di sana ada kebaikan pasti di sana ada kemaslahatan maka tidak pernah ragu seorang wanita mukminah di dalam menyambut seruan Allah Subhanahu Wa Ta’ala apapun yang Allah perintahkan dia yakin itulah yang terbaik bagi dirimu tidak mungkin Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan seorang hamba kepada sesuatu yang mudaratkan dirinya mustahil rabbul alamin memerintahkan seorang mukmin seorang mukminah dengan sesuatu yang mendatangkan kebinasaan bagi dirinya mustahil maka seorang wanita mukminah yang jujur keimanannya tidak pernah ragu sedikitpun di dalam menyambut seruan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam menjalankan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan itu diantara konsekuensi keimanan di antara buah ya dari keimanan seorang hamba karena sebagaimana yang Allah tabaraka wa ta’ala firmankan di dalam surat al-ahzab ayat yang ke-36 al-ahzab ayat yang ke-36 Allah tabaroka wa ta’ala berfirman kata Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak layak bagi laki-laki Mukmin dan seorang wanita Mukmin apabila Allah dan rasulnya telah memutuskan satu perkara dia berusaha mencari pilihan yang lain yang selain dari apa yang Allah dan rasulnya putuskan tidak mungkin kata Allah tidak layak kata Allah Subhanahu Wa Ta’ala orang-orang beriman dengan keimanannya meyakini bahwasanya apa yang Allah syariatkan untuk mereka itulah yang terbaik bagi mereka apa yang Allah perintahkan kepada mereka itulah yang paling maslahat bagi mereka makanya tidak layak Ya Allah sebutkan tidak layak bagi seorang laki-laki mukmin bagi seorang wanita mukminah tatkala Allah dan rasulnya telah menetapkan satu perkara menetapkan satu syariat kemudian mencari ya pilihan yang lain mencari jalan yang lain mencari Syariat Yang lain selain dari apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasulnya Shallallahu Alaihi Wasallam orang-orang beriman meyakini bahwasanya yang paling maslahat yang paling mendatangkan kebahagiaan yang paling mendatangkan ketenangan dalam hidupnya adalah apa yang Allah syariatkan apa yang dituntunkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam maka tidak lain bagi seorang wanita mukminah mencari pilihan selain apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan untuk dirinya [Musik] tidak layak bagi seorang muslim seorang muslimah tatkala dihadapkan dengan syariat Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian muncul di dalam benaknya kira-kira ini maslahat atau tidak ya kira-kira ini sesuai dengan saya atau tidak akan tetapi ya sikap seorang muslim dan muslimah tatkala dihadapkan dengan syariat Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah Ya Allah kami dengar dan kami taat tunduk dan patuh di atas ketetapan Allah dan rasulnya Shallallahu Alaihi Wasallam tidak boleh kita ragu tidak boleh kita ragu Apakah syariat tersebut maslahat atau tidak Kita yakin bahwasanya segala sesuatu yang Allah perintahkan maka di sana pasti mengandung kemaslahatan baik untuk dunia kita ataupun untuk kehidupan akhir karena mengijabah seruan Allah Subhanahu Wa Ta’ala mentaati perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah sumber kehidupan yang sesungguhnya bagi seorang hamba sumber kebahagiaan yang Hakiki bagi hati seorang hamba sebagaimana yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala firmankan di dalam surat al-anfal ayat yang ke-24 kata Allah Subhanahu Wa Ta’ala [Musik] kata Allah Subhanahu Wa Ta’ala wahai orang-orang beriman penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu kata para ulama ayat yang mulia ini menjelaskan bahwasanya segala sesuatu yang disyariatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala itulah sumber kehidupan yang sesungguhnya bagi orang-orang beriman itulah jalan kebahagiaan di dalam kehidupan orang-orang beriman tidak mungkin kita mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya melainkan tatkala kita berusaha berjalan di atas apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian kata penulis [Musik] firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala katakan kepada wanita-wanita mukminah untuk menundukkan ya pandangan-pandangan mereka kata Syekh Abdul razaq ja’ah pada ayat di atas ya Allah menyebutkan perintah untuk menundukkan pandangan ya dengan huruf Mim yang memiliki makna menunjukkan sebagian ini hendaknya mereka menundukkan sebagian pandangan-pandangan mata mereka maka menundukkan pandangan mata diperintahkan dalam perkara-perkara yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala menunjukkan pandangan mata dituntut dari seorang hamba dalam perkara-perkara yang Allah perintahkan kita untuk menundukkan pandangan mata kita tidak semuanya ada hal-hal yang boleh kita pandang ya boleh kita lihat dengan kedua mata kita dan ada hal-hal yang memang Allah melarang kita untuk yang melihatnya Allah perintahkan kita untuk menundukkan pandangan-pandangan mata kita oleh karenanya kata Syekh Abdul razaq akan datang ya di dalam ayat tersebut di mana seorang wanita muslimah tidak diperintahkan untuk menundukkan pandangan matanya ada hal-hal yang dia diperintahkan untuk hal-hal yang diberi apa tidak diperintahkan maka dalam perkara-perkara yang Allah perintahkan kita untuk Zabur besar hendaknya kita menundukkan pandangan mata kita jangan mengumbar pandangan mata kita adapun hal-hal yang Allah tidak larang kita untuk mengumbar pandangan maka silahkan ya diperbolehkan Kita memandang hal-hal tersebut wafil mutholabah [Musik] di zaman kita sekarang perintah untuk menundukkan pandangan perintah untuk Rotul Bashar itu tidak dibedakan antara ya seorang wanita melihat laki-laki secara langsung ataupun melihat dalam bentuk gambar atau foto umumnya sama ya perintah untuk menjaga pandangan mata kita itu tidak dibedakan antara melihat secara langsung lawan jenis yang tidak halal untuk kita lihat ataupun Kita memandang lewat media ya lewat media seperti foto hukumnya sama ya karena buahnya sama akan menjatuhkan seseorang ya ke dalam perbuatan yang yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana melihat secara langsung ya bisa membangkitkan syahwat kita bisa mengantarkan kepada perbuatan bisa membangkitkan syahwat seseorang dan bisa menjerumuskan dia ke dalam perbuatan maka ujungnya sama tidak dibedakan antara melihat ya secara langsung ataupun melihat dengan dengan media ya dengan foto atau yang lainnya kemudian wakil bagi rasul diawali dengan perintah menundukkan pandangan mata sebelum menjaga kemaluan termasuk dalam Bab ya menu tup wasilah atau Memulai Dengan wasilah yang bisa mengantarkan seseorang untuk menjaga kemaluannya perintah ya untuk menundukkan pandangan sebelum perintah untuk menjaga kemaluan ini mimbar ya karena menjaga pandangan mata adalah wasilah untuk menjaga kemaluan karena zina kemaluan itu diawali dengan zina maka Allah sebutkan terlebih dahulu agar seseorang terjaga kemaluannya maka hendaknya dia berusaha menutup pintu-pintu keburukan yang bisa menjerumuskan dia pada zina kemaluan dan diantara wasilah untuk menjaga kemaluan adalah dengan menjaga pandangan mata kita yang tidak berusaha menundukkan pandangan matanya Iya menjerumuskan dirinya kepada sesuatu yang membahayakan seorang wanita yang tidak berusaha menjaga pandangan matanya berarti dia ya menjerumuskan dirinya ke dalam bahaya menjerumuskan dirinya ke dalam sesuatu yang bisa membinasakan dirinya karena setan berusaha untuk ya memperangkap ya seorang anak Adam sedikit demi sedikit berusaha untuk menjerumuskan seorang anak Adam ke dalam perkara yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala sedikit demi sedikit ada pintu-pintunya maka seseorang yang tidak berusaha menutup pintu-pintu keburukan dikhawatirkan dia terjatuh dalam keburukan tersebut karena setan memiliki akar yang luar biasa untuk berusaha menjatuhkan seorang mukmin dan mukminah ke dalam perkara yang mendatangkan murka Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang diuji oleh Allah subhanahu wa ta’ala jatuh ke dalam perbuatan yang besar kalau kita merenungkan Bagaimana kondisi wanita-wanita yang mereka tidak berusaha menjaga kehormatan mereka tidak menjaga kesucian jiwa mereka yang diuji oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan perbuatan zina naudzubillah niscaya kita akan dapatkan bahwasanya permulaan mereka adalah dari pandangan mata yang tidak terjaga itu awal mula Bagaimana setan menggiring seorang anak Adam untuk terjerumus kepada sesuatu yang sangat besar itu perbuatan diawali dengan hal-hal yang dianggap ringan dengan pandangan mata yang dia umbar yang dia merasa aman dengan pandangan mata tersebut oleh karenanya para ulama kita menjelaskan bahwasanya pandangan mata adalah pandangan mata adalah anak-anak beracun diantara anak panah anak panah iblis untuk menjerat seorang anak ke dalam perkara yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Maka jangan bermain-main dengan pandangan mata dari melihat sesuatu yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kalau kita merenungkan Bagaimana kondisi wanita-wanita yang tidak berusaha menjaga kehormatan mereka yang diuji oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan perbuatan fahisyah maka kita dapatkan awal mula keburukan tersebut adalah berawal dari pandangan-pandangan mata yang tidak terjadi yang mengantarkan wanita-wanita ke dalam perbuatan fahisyah Ima karena mereka tidak menjaga pandangan matanya karena mereka mengumbar pandangan matanya yang melihat kepada lawan jenis yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala secara langsung atau melihat Ya majalah-majalah yang rusak gambar-gambar yang rusak yang dia lihat atau dengan wasilah mendengarkan nyanyian-nyanyian musik ya yang mengantarkan kepada perbuatan zina maka sampailah mereka dalam kondisi yang sangat rendah oleh karenanya di dalam surat an-nur ayat 31 tadi Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengawali ya dengan menyebutkan wasilah perintah untuk menutup wasilah yang bisa menjerumuskan seseorang kepada perkara yang sangat besar itu perbuatan-perbuatan zina bahwa dan dalam hal ini ya terdapat tambih peringatan untuk selainnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan ya perintah untuk menundukkan pandangan maka berlaku untuk wasilah-wasilah yang lain Allah hanya menyebutkan satu sebagai bentuk misal contoh bagi hal-hal yang lain maka segala sesuatu yang bisa menjerumuskan seorang hamba ke dalam perbuatan zina maka hukumnya sama ya diperintahkan untuk dijauhi sebagaimana kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan mata kita sebagaimana mengumbar pandangan dilarang karena bisa menjadi wasilah kepada perbuatan maka hukumnya sama berlaku untuk wasilah-wasilah yang lain yang juga bisa mengantarkan seorang hamba kepada perbuatan zina waminzalik maka contoh yang lain ya seperti mendengarkan alunan-alunan musik yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala di antara pintu perzina jadi antara sebab yang menjerumuskan seorang hamba ke dalam perbuatan zina tusuari demikian pula yang melihat foto melihat foto-foto yang rusak yang mengantarkan kepada syahwat awal muhadafatil Muharram atau yakni pembicaraan-pembicaraan yang diharamkan antara seorang laki-laki dan perempuan dalam konteks yang tidak dihalalkan oleh syariat maka ini pun sama bisa menjadi wasilah kepada perbuatan zina maka hukumnya juga terlarang sebagaimana mengumbar pandangan mata dilarang maka mengumbar ucapan sampai keluar dari batasan-batasan syariat juga termasuk perkara yang terlarang karena ya termasuk ke dalam wasilah yang mengantarkan seorang hamba ke dalam perbuatan [Musik] dengan wanita-wanita yang memang diuji oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan perbuatan membicarakan hal-hal yang yang membicarakan perkara-perkara yang rusak ya termasuk ke dalam perkara yang menjerumuskan seorang hamba ke dalam perbuatan-perbuatan zina maka hukumnya sama ya hukumnya terlarang sebagaimana terlarangnya mengumbar pandangan mata kita intinya ya bahwasanya semua perkara yang mengantarkan seorang hamba kepada sesuatu yang diharamkan hukumnya haram ini diantara kaidah diantara kaidah-kaidah fiqih di dalam agama kita ya bahwasanya Al wasailu memiliki hukum yang sama dengan tujuannya yang mengantarkan kepada sesuatu yang haram maka hukumnya haram apapun bentuknya Segala wasilah Segala perantara yang mengantarkan seseorang untuk terjerembab ya terjerumus ke dalam perkara yang diharamkan maka hukumnya haram sebagaimana di antara wasilah zina adalah memandang aurat yang tidak halal untuk kita pandang maka hukumnya haram sebagaimana diantara wasilah zina adalah mendengarkan alunan-alunan musik yang membangkitkan syahwat sehingga menyebabkan seseorang terjatuh ke dalam perbuatan zina maka hukumnya terlarang hukumnya diharamkan sebagaimana diantara perbuatan atau di antara wasilah yang mengantarkan kepada zina adalah berbicara dengan yang bukan mahram dalam perkara-perkara yang menjurus ke arah maka semua wasilah yang mengantarkan kepada sesuatu yang diharamkan hukumnya haram karena wasilah memiliki hukum yang sama dengan tujuannya ya wasilah yang mengatakan kepada sesuatu yang diharamkan maka hukumnya haram kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dan hendaknya mereka wanita-wanita mukminat berusaha untuk menjaga kemaluannya Allah sebutkan perintah menjaga kemaluan setelah perintah menundukkan pandangan mata katalis [Musik] menjaga kemaluan diantara perkara yang paling penting yang hendaknya diperhatikan oleh setiap wanita muslimah menjaga kemaluan menjaga kehormatan adalah di antara hal terpenting dalam kehidupan seorang wanita muslim maka hendaknya kita memiliki perhatian yang besar di dalam menjaga kemaluan kita dengan cara ya mengambil setiap sebab untuk bisa menjaga kemaluan kita menjauhi pintu-pintu keburukan ya yang bisa menyuruhmuskan kita ke dalam perbuatan karimatan seorang wanita yang mampu menjaga kemaluannya maka dia akan mendapatkan gelar mendapatkan julukan yang sangat mulia yang tidak mungkin didapatkan kecuali oleh wanita yang menjaga kehormatannya itu sifat bila Afifah Wal muhsan seorang wanita muslimah yang berusaha menjaga kemaluannya maka dia disifati sebagai wanita yang Afifah yang punya iffah yang punya kemuliaan wanita yang menjaga kehormatannya yang baik atatiyah wanita yang bertakwa ini sifat-sifat yang hanya didapatkan oleh seorang wanita yang berusaha menjaga kehormatannya Allah sifatnya mereka dengan sifat-sifat yang mulia sifat rifah ya sifat Ihsan sifat albir sifat Attaqwa dan sifat-sifat yang lain di antara sifat-sifat yang mulia yang Allah hanya berikan kepada seorang wanita yang berusaha menjaga kehormatannya maka Bagaimana seorang wanita rela ya mengganti Bagaimana seorang wanita muslimah rela mengganti nama-nama yang indah tersebut nama-nama yang mulia tersebut dengan nama-nama yang yang buruk ya dengan nama-nama kefasikan Bagaimana engkau rela wahai wanita muslimah mengganti nama-nama yang mulia tersebut dengan gelar-gelar yang yang jelek seperti wanita pezina Al Fajriah wanita yang Fajar wanita ya yang buruk bagaimana kita rela mengganti yang mulia nama-nama yang sangat indah kemudian kita ganti dengan nama-nama yang jelek Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda di dalam hadis Bukhari dari Jalan Sahabat yang mulia menjelaskan keutamaan orang yang menjaga kemaluannya kata nabi yang mulia dalam hadis Bukhari meninggal Siapa yang mampu menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya dan apa yang di antara dua kakinya maka aku akan menjamin untuknya surga yakni Siapa yang mampu menjamin kebaikan lisannya dan kebaikan kemaluannya maka aku akan menjamin baginya surga Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka menjaga lisan menjaga kemaluan adalah diantara sebab ya seseorang mendapatkan jaminan surga dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam adalah diantara sebab terjaganya kemaluan karena kita jelaskan tadi diantara sebab yang menjerumuskan seorang hamba ke dalam perbuatan fahisyah adalah pembicaraan yang menjurus ke arah sana lisan-lisan yang rusak yang tidak diajari yang menimbulkan syahwat-syahwat yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala maka menjaga lisan adalah diantara sebab terjaganya kemaluan seorang hamba dan hal ini ditegaskan di dalam hadis yang lain di dalam hadis Tirmidzi dari Jalan Sahabat yang mulia Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda kata nabi yang mulia Alaihi sholatu Wassalam apabila seorang anak Adam masuk di pagi hari maka seluruh anggota tubuhnya ia tunduk dan mengikut kepada lisannya seluruh anggota tubuhnya ia tunduk dan mengikut kepada lisannya maka anggota tubuh kita berkata kepada lisan bertakwalah engkau kepada Allah terhadap kita semuanya kebaikan kami dan keburukan Kami semua sangat bergantung dengan kebaikan dan keburukan untuk kalau seandainya kamu baik wahai lisan Insya Allah kami akan baik tapi kalau seandainya kamu rusak maka rusaklah Kami semuanya maka bertakwalah kamu kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ajaklah kami kepada jalan-jalan kebaikan dan Jangan membawa kami kepada jalan-jalan keburukan Ya semua Jawa deh kita mengikuti lisan kita maka diantara kunci keistiqomahan seorang hamba adalah keistiqomahan lisannya diantara kunci kebaikan seorang hamba adalah kebaikan lisannya maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengabarkan seorang hamba yang mampu menjaga kebaikan lisannya dan kebaikan kemaluannya maka baginya surga Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka inilah ya saudariku yang Allah muliakan hal-hal Yang hendaknya kita perhatikan secara khusus bagi wanita muslimah jaga pandangan mata kita dan jaga ucapan lisan kita hendaknya kita bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan lisan-lisan kita karena kebaikan jawarih kita kebaikan anggota tubuh kita itu sangat bergantung ya dengan kebaikan lisan-lisan kita kalau lisan kita baik insya Allah akan membawa kebaikan kepada anggota tubuh yang lainnya tapi kalau lisan kita rusak lisan kita buruk maka dikhawatirkan menjadi sebab buruknya jawara yang lain ya buruknya anggota tubuh yang yang lainnya makanya kita berusaha bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya dengan menjaga pandangan mata kita dan menjaga lisan-lisan kita hendaknya kita berucap yang baik atau dia hendaknya kita ya berucap dengan kalimat-kalimat yang selamat jangan kita gunakan lisan-lisan kita untuk mengucapkan hal-hal yang mendatangkan murka Allah Subhanahu Wa Ta’ala hari ini adalah tentang pentingnya menjaga pandangan mata secara khusus di zaman sekarang yang mana wasilah keburukan terbuka lebar di hadapan kita kita tidak perlu keluar rumah kita untuk bermaksiat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala pintu-pintu maksiat ya terbuka lebar di rumah-rumah kita maka tidak ada yang bisa menyelamatkan diri kita dari fitnah-fitnah tersebut kecuali rahmat dan Taufik dari Allah subhanahu wa ta’ala maka maksimalkan ya doa-doa kita maksimalkan isti’anah kita maksimalkan istihadah kita agar kita dijaga oleh Allah subhanahu wa ta’ala dari fitnah-fitnah akhir zaman baik fitnah-fitnah syahwat ataupun fitnah-fitnah syubhat karena hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang mampu menjaga ya hambanya dari segala macam keburukan dunia dan akhirat mudah-mudahan apa yang kita bahas bermanfaat bagi kita semuanya secara khusus bagi yang berbicara di hadapan ya antumnas sekalian apa-apa yang hak semata-mata Taufik dari Allah subhanahu wa ta’ala dan apa-apa yang salah dan yang kurang karena kesalahan dan kekurangan ilmu yang saya miliki Allahu ta’ala Rasulullah ala nabiyyina Muhammadin alhamdulillahirobbilalamin Subhanallah ilaha illa Anta astaghfirukatuh [Musik]

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *