Ustadz Abu Qatadah | Kitab Tauhid min Shahih Bukhari

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

disampaikan oleh aluster Abu kota adalah langsung dari kota Tasikmalaya Alhamdulillah kami sudah terkoneksi dengan beliau Semoga Allah menjaga Al Ustadz beserta keluarga dan memberkahi ilmu yang disampaikan dan memperkaya juga pertemuan kita di kesempatan malam hari ini seperti biasa bagi anda para pemerhati Rojas kalian Selamat hari kami akan sediakan sesi soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya perihal pembahasan kita anda bisa menghubungi kami baik di layanan Telepon atau bisa mengirimkan pertanyaan melalui layanan pesan Whatsapp baik kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada Ustadz kami persilahkan Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah HAM dan katsiran thoyyiban mubarokan asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh washolatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihillah kaum muslimin sahabat roja yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta’ala dan para pendengar radio Rodja Di mana saya berada Alhamdulillah pada kesempatan malam yang berbahagia ini dengan izin dan qudrat dari Allah subhanahu wa ta’ala kita dapat berjumpa kembali dalam pembahasan tentang kitab Tauhid dari kitab shahih Bukhari yaitu pembahasan secara global bagian dari akhir dari kitab shahih Bukhari yaitu Kitab Tauhid Sekarang kita akan masuk di bab yang ke-28 itu di hadits nomor 7.453 hadits nomor 7454 dan hadis 7.455 dan setelahnya dan kaum muslimin pemirsa yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala pembahasan di malam yang berbahagia ini adalah berkaitan dengan masalah takdir walaupun bukan secara khusus merinci tentang masalah iman kepada takdir tetapi berkaitan dengan bagian iman kepada takdir dan ketetapan ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala [Musik] kaum muslimin pemirsa yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala bab yang baru ini setelah kita membahas pada pertemuan yang telah lalu tentang sifat fi’liyah jadi sifat bagi Allah adalah sifat fi’liyah sifat fi’liyah adalah sifat yang berkaitan dengan masyiah Allah yaitu Masya Allah karena sifat Allah ya dibagi oleh para ulama dengan beberapa bagian ada sifat musbatah ada sifat manfiah artinya sifat emas batah itu adalah sifat kamilah sifat yang sempurna semua sifat yang ditetapkan Allah baginya yaitu sifat yang sempurna sedangkan yang kedua adalah sifat manusia semua sifat yang didapatkan Allah baginya yaitu semua sifat yang kurang yaitu sifat air sifat yang aib bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian sifatmu dibagi lagi oleh para ulama dengan istilah sifat datia dan sifat filiyah sifat datia adalah sifat yang senantiasa melekat bagi Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak berkaitan dengan sifat mulia adalah sifat yang berkaitan dengan Syiah Allah dengan masih Allah Subhanahu Wa Ta’ala seperti sifat Naji sifat Titian kemudian ya termasuk di dalamnya adalah sifat kalam adalah kemudian di bab ini juga berkaitan dengan penetapan sebagian sifat Allah yaitu tentunya di sini adalah sifat kalam Allah ta’ala ya bahwa Allah ta’ala disipati dengan sifat Kalam dan kalam Allah tentunya leisa Kamis bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi Allah ta’ala jadi Simpati dengan berbicara Kapan Allah berbicara maunya Allah berbicara kapan ya berkaitan dengan Allah berbicara dengan siapa yang Allah kehendaki dan bagaimana kaifiyahnya Allah yang maha tahu kita tidak mengetahuinya membawakan surah wafat itu surah yang dijelaskan pada ayat 71 dan setelahnya yaitu surah yang ke-307 jadi surah as-saffat surah yang ke-37 Allah berfirman dan menjelaskan kepada kita mursalin Allah berfirman sungguh telah tetap telah tetap berupa ketetapan Allah berupa kalimat Allah untuk hamba-hamba kami kata Allah dari para Utusan jadi tentunya hamba Allah dibagi kepada dua secara globalnya hamba Allah yang berupa utusannya yaitu yang dikenal dengan para nabi dan dikenal dengan para rasul sedangkan yang kedua hamba Allah yaitu selain Rasul selain nabi yaitu hamba biasa yaitu manusia yang tidak diturunkan Wahyu kepadanya dan tentunya hamba Allah selain Para Rasul juga dibagi kepada dua global adalah Ahlul iman kemudian Ahlul ukhri ataupun alkafir Al musyriku almunafiqu ya bahwa Ya hamba-hamba Allah itu terbagi dua artinya selain Rasul selain para nabi karena para nabi itu adalah hamba pilihan yang Allah ta’ala telah pilih sebagai hambanya secara khusus untuk diberikan Wahyu diperintahkan untuk berdakwah kepada manusia dengan membawa Wahyu dengan bahwa kitab syariat yang datang dari Allah subhanahu wa ta’ala nah sedangkan hamba-hamba selain para nabi selain para rasul maka juga dibagi dua secara global yang pertama hamba-hamba yang taat kepadanya dari Ahlul Iman orang-orang beriman orang-orang yang mentauhidkannya ahlu tauhid kemudian dikenal dengan Ahlul taat Ahlul Taqwa orang-orang yang taat sedangkan yang kedua dari manusia ini Tentunya adalah orang-orang yang kafir orang-orang yang musyrik orang-orang yang munafik yang mereka tidak beriman kepada Allah dan tidak beriman kepada rasul yang diutus Allah Nah maka Allah mengatakan walau mursalin sungguh telah tetap artinya di sini ketetapan Allah bahwa Allah telah menjanjikan jadi ketetapan bahwa Allah telah menetapkan ketetapan kepada hambaNya kata Allah hamba-hamba kami siapa Al mursalin yaitu para Utusan bahwa Allah akan menolong para rasul Allah akan menolong para Nabi kemudian dan Sesungguhnya tentara-tentara kami mereka itu akan mendapatkan kemenangan dan kemenangan para nabi kemenangan para rasul demikian juga kemenangan wali-wali Allah ya yaitu bahwasanya mereka akan mendapatkan kemenangan yaitu Al ghalibun Bil hujjati Wal barohim Al ghalibu Nabila bahwa tentara-tentara Allah itu dijanjikan kemenangan oleh Allah ta’ala para nabi para rasul dijanjikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kemenangan yang pertama adalah kemenangan dalam bentuk hujjah dan argumentasi artinya selamanya Allah akan membela kebenaran akan menolong kebenaran dan lamanya kebenaran itu akan bertengger dan akan tegak di muka bumi ini jadi tidak akan mungkin bumi ini kosong dari Ahlul art maka dengan itu dikatakan senantiasa dari umat ini akan orang akan ada orang-orang yang tegak menang dalam kebenaran artinya memperjuangkan hak memperjuangkan Islam memperjuangkan sunnah akan ditolong oleh Allah subhanahu wa ta’ala Kemudian yang kedua Allah akan memberikan kemenangan dengan apa bisa yaitu dengan pedang dan tombaknya hanya saja tentunya kalau dengan kebenaran dengan hak selamanya akan menang jadi rasul-rasul Allah nabi-nabi Allah dan orang-orang beriman pejuang-pejuangnya itu akan senantiasa ditolong dalam kebenaran hak tetapi kalau berkaitan dengan peperangan maka Terkadang Allah memberikan ujian kepada orang-orang beriman di mana terkadang mendapatkan kekalahan sebagaimana Nabi SAW dengan para sahabat pun pernah mendapatkan kekalahan Jadi selamanya menang dengan hujah dan argumen Burhan dengan artinya menang dalam kebenaran Tetapi kalau dengan pedang dan tombak Terkadang Allah Subhanahu Wa Ta’ala menguji sebagian hambanya untuk meningkatkan keimanannya dan untuk menghapus dosa-dosanya nah kaum muslimin pemirsa yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala nah di dalam ayat yang mulia ini Allah telah berfirman wassabaqat kalimat ini yang dimaksud adalah ketetapan Allah jadi Berarti sebelum Allah mengutus rasulnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menetapkan ketetapan ini ketetapan Allah akan mengutus rasulnya ketetapan Allah akan memberikan kemenangan kepada rasulnya dan di sini tentunya terdahulu ketetapan Allah yaitu yang dimaksud dengan takdir dan takdir Allah ini sebagaimana kita udah belajar di kesempatan-kesempatan lain atau dalam pembahasan-pembahasan lain mungkin juga dibahas oleh para Ustadz yang lain bahwa beriman kepada takdir adalah beriman kepada empat martabat yang pertama adalah Al imanu Bil Ilmi itu iman kepada ilmu yaitu yaitu ilmu yang sempurna ilmu yang meliputi segala sesuatu yaitu diistilahkan ulama Bahwasanya Allah itu tahu apa yang terjadi dan apa yang akan terjadi jadi ilmu Allah terdahulu dan ilmu Allah meliputi segala sesuatu dan ini membantah keyakinan orang-orang qodariyah gulat pengikut ma’ban al-juhani ya yang berawal berada di basroh di negeri Irak di saat itu ia mengatakan al-amrunuh bahwa Allah tidak tahu sesuatu sehingga terjadinya sesuatu nah ini pemikiran pemahaman Ahlul Bid’ah dan tentunya juga dikatakan oleh Umar Abdullah bin Umar bahwa kelompok yang mengingkari ilmu Allah itu adalah Kafirun murtadon nah sedangkan yang kedua adalah Al Iman Bil kitabah yaitu iman kepada tulisan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mencatat telah menulis maka dirol halqi ketat ketetapan makhlukNya jadi Allah mencipta Allah menetapkan ketetapan ketetapan makhlukNya ya dan pada semua makhlukNya nah kemudian yang ketiga adalah Imanuel itu iman kepada masyiah dalam arti kita mengimani bahwa tidak ada yang terjadi kecuali dengan kehendak Allah yang digambarkan dengan kalimat Masya Allah bukan apabila Allah berkehendak maka akan terjadi apabila Allah tidak berkehendak maka tidak akan terjadi nah kemudian yang keempat adalah Al Iman kepada kita mengimani tentang penciptaan Allah kita beriman selain Allah adalah makhluk dan perbuatan manusia adalah makhluk Allah ta’ala nah ini berbeda dengan keyakinan orang-orang qadariyah mu’tazilah yang mereka mengatakan perbuatan makhluk bukan makhluk Allah maka dengan itulah orang-orang qadariyah mu’tazilah itu digambarkan atau disebut dengan istilah qodariyah majusiyah yaitu qadariyah seperti orang majusi karena orang majusi itu meyakini ada dua ilah ilah dulu matilah Nur yaitu ilah kegelapan dan ilah cahaya disilahkan seperti itu Nah kita mengetahui bahwa dalam keimanan kepada empat martabat ini ya itu merupakan rukun iman kepada takdir itu iman kepada ilmu Allah iman kepada kita apa iman kepada manusia kepada tidak sempurna dan tidak benar keimanan seseorang kepada takdir Allah sehingga beriman kepada semuanya ini nah kemudian di dalam ayat ini walaupun kita mengetahui bahwa kalam yang diidobatkan kepada Allah jadi kalam yang diidepatkan kepada Allah ya tentunya di sini tentunya kita memahami sifat kalam itu berkaitan dengan dua sisi yaitu kalimat berkaitan dengan kauniyah qodariyah jadi kalimat qodariyah kauniyah qodariyah jadi di sini berupa ketetapan-ketetapan allah termasuk perintah Allah berkaitan dengan kauniyah yaitu irodah atau perintah Allah secara kan yang kedua adalah Amrullah syar’i yaitu perintah Allah secara syar’i jadi perintah Allah ta’ala yaitu berkaitan dengan awamir wanawahi yaitu berupa perintah dan larangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala nah makhluk semuanya tunduk kepada ketetapan Allah secara tauhid jadi kepadanya tunduk ya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi kenapa ya karena tidak ada manusia yang bisa berpaling dari ketetapan Allah secara kahuni Ya seperti kita mengetahui Allah menetapkan rezeki kita Allah menetapkan hidup kita Allah menetapkan Kapan kita meninggal dunia wafatnya manusia ajalnya telah ditetapkan berapa Rizkinya manusia di mana rezekinya dari mana rezekinya Bagaimana sebab rezekinya Allah telah menetapkan ya Oleh sebab itu kalau kita merenungkan duduk aja kita merenungkan contohnya deduk ya di tepi tol Katakanlah contoh aja ini tol Cipularang mungkin kita akan melihat hilir mudik kendaraan mungkin kita akan melihat sejumlah orang pergi ke arah Bandung ternyata mereka orang-orang Jakarta yang mencari nafkah di Bandung dan sejumlah orang berangkat ke arah Jakarta ternyata sejumlah orang Bandung yang punya rumah di Bandung mereka berada di perumahan-perumahan di Bandung tapi ternyata Allah mentakdirkan rezekinya adalah di Jakarta dan demikian manusia bahkan terkadang kok heran itu Ya kita juga menyaksikan orang sini Kok di sana di sana dan itu ketetapan Allah dan manusia tidak bisa berpaling dari ketetapan-ketetapan itu nah ini tidak berarti bahwa manusia menempuh sebab-sebab karena tentunya ketetapan Allah bagi kita tidak ada yang tahu makanya manusia tidak berarti bergantung kepada takdir dalam arti tidak menempuh sebab nggak dan ini Tentunya keliru kalau berpendapat seperti itu tapi yang kedua adalah berupa perintah Allah ketetapan Allah secara syar’i Maka manusia terkadang mentaatinya terkadang manusia tidak mentaatinya ada yang mengkufurinya sama sekali Ada yang berpaling sama sekali dari perintah Allah ada diantara kita orang-orang yang beriman yang ketika kuat imannya melaksanakan perintah Allah menjauhi larangan Allah yang ketika ya imannya lemah bahkan imamnya cacat maka sebagian kita dari Ahlul Iman kadang meninggalkan perintah Allah terkadang kita juga ada orang-orang yang melaksanakan apa yang dilarang Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi ketika berkaitan dengan Allah secara kauni maka tidak ada makhluk yang Bisa bergeser dan berpaling dari ketetapan Allah itu dan adapun yang berkaitan dengan perintah secara syar’i Maka manusia ya banyak yang berpaling dari ketetapan Allah dari perintah Allah tersebut ya Bahkan kebanyakan manusia adalah berpaling dari irada Allah secara syar’i ketetapan Allah secara itu berkaitan dengan awamir tentunya yang isinya adalah perintah dan larangan kemudian kaum muslimin pemirsa yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita bacakan hadis Nah kalau ada sana Ismail ada sana Malik nabi pasti kita dalam Shahih Bukhari akan selalu melihat silsilah ini Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda lama Allah telah selesai penciptaan yang melakukan penciptaan jadi Allah telah menetapkan menulis di sisinya rahmatku mendahului murkaku hadits ini telah kita bahas di bab sebelumnya dan di sini menetapkan sejumlah sifat yang pertama tadi adalah sifat kalam bahwa Allah ta’ala disipati dengan sifat kalam yatakallamu mata saat bahwa Allah telah berbicara Kapan dan bagaimana kepada siapa Allah telah menetapkan semuanya dan kita tidak mengetahui kaifiyahnya dan Bahwasanya Allah ta’ala berbicara dengan suara dan huruf dan bahwasanya Alquran adalah kalam Allah dan nabi dan para malaikat mendengar salam Allah yaitu Alquran lalu malaikat memperdengarkannya kepada Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallam Kemudian yang kedua menetapkan tentunya sifat Rahmah dalam bahasa Indonesia yaitu sifat kasih sayang [Musik] dan tentunya di dalam Alquran begitu banyak mulai dari Basmalah Bismillahirrohmanirrohim surah al-fatihah Alhamdulillahi rabbil alamin rahim Allah memiliki sifat dan sifat Rohmah itu mengandung juga konsekuensi yang lain Bagaimana Dalil yang menunjukkan sifat Rohmah walaupun tentunya sifat Maghfirah adalah sifat khusus juga tetapi Maghfirah juga bagian makna dari hakikat yang Allah kehendaki dari hambanya Allah mengampuni dosa hambanya maka ini juga dalil Bahwasanya Allah ta’ala adalah memiliki sifat ramah dari sisi yang lain bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan balasan kepada kita melakukan ketika kita melakukan kebaikan dilipatgandakan kebaikan itu 10 700 kali lipat sampai tidak terhingga tapi kalau kita melakukan kesalahan maka kita hanya di apa dibalas dengan satu hukuman dengan satu kubah dengan satu balasan tidak seperti apa tidak seperti Melakukan kebaikan sebagaimana juga disebutkan dalam hadis kalau orang-orang non muslim orang kafir masuk Islam maka semua keburukan sebelum Islam dihapus setelah masuk Islam dan jika melakukan bentuk-bentuk kebaikan yang disyariatkan oleh Islam dalam masa hidupnya ketika dia masih kafir maka setelah mengucapkan syahadatain ditulis ya kebaikan-kebaikan yang telah lama itu maka ini menunjukkan rahmatnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah luas dan di sini menetapkan kemudian yang ketiga dalam hadis ini menetapkan sifat global Allah itu murka Allah itu marah dan tidak diartikan seperti ditakwil bolayanul Qolbi ataupun irodatul intiqam bahwa yang dimaksud dengan marah ataupun murka itu dikatakan adalah bermaksud untuk mengintikom menghukum hambanya maka ahli surat tidak mengetahui Allah dan kebesaran Allah bukan seperti dinisbatkan kepada manusia yang Manusia itu diidentikkan adalah golain berupa Gejolak hati gitu kan maka tidak demikian karena ketika sepakat sifat Rohmah ditetapkan ya kemudian sifat iradah ditetapkan kita menetapkan sifat iradah kalau di tafsirkan kepada manusia maka demikian juga dan ini Tentunya sama dengan penjelasan tentang kitabah bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menetapkan dan telah menulis ketetapan itu Kemudian pada poin yang berikutnya yaitu hadits kedua ini dari hadas sana Adam itu Adam itu Sulaiman telah menceritakan kepada kami Baginda Rasulullah artinya di sini terpercaya bahasa yang legalnya artinya benar dan dibenarkan Jadi bukan seperti orang munafik bukan seperti para pendusta jadi kita mengetahui penciptaan manusia ada penciptaan ibtidaan ada penciptaan pertama yaitu penciptaan Adam alaihissalam dimana Allah ta’ala menciptakan mintu Robin dari tanah dari dari tanah Nabi Adam alaihissalam diciptakan dari tanah ataupun dari saripati tanah kemudian perkembangbiakan manusia adalah diciptakan minus yaitu dari air air mani ya yaitu tentunya beda dengan nabi Isa alaihissalam tentunya beda dengan nabi Isa alaihissalam selain nabi Isa alaihissalam Maka manusia berkembang biak dalam bahasa begitu dalam bahasa istilah dari sisi perkembangan manusia maka itu dengan adanya Jima ya yaitu suami istri dalam syariat Islam maka di situ ada nutfah ataupun ada main-main yaitu ada yang dinamakan air mani dan air mani ini Tentunya dua air mani laki-laki dan air mani perempuan maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakannya adalah di perut ibu di perut ibu di mana Di tempat yang dinamakan tempat yang dikenal dengan rahim saya bukan dokter bukan ahli ya kalau menjelaskan mungkin tidak sempurna ya bukan ahlinya tapi yang jelas di perut ibu ya waktu yang populer Walaupun mungkin masalah waktu ini adalah tidak sama dari sisi lamanya tetapi umumnya dikatakan 9 bulan dikenalnya yaitu di tempat yang disediakan Allah pada wanita Allah membikin tempat yang dinamakan rahim maka bergabunglah ijma artinya karena memang digabungkan dari air mani suami dan air mani istrinya perempuan maka bergabunglah kemudian nutbah ini menjadi segumpal darah dan tentunya menjadi sungguh payudara disebutkan 40 hari maka yang perlu dipahami secara ilmiahnya dan secara kenyataannya bahwa tidak dibalikkan langsung atau tidak dikatakan berubah langsung tetapi tentunya adalah syaian yaitu berkembang secara secara berangsur kemudian setelah itu ya disebutkan menjadi ya daging dari hadis segumpal darah menjadi daging kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala membentuknya bentuk manusia dan menyatukan dengannya adalah tulang sehingga manusia itu punya kekuatan kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya mengutus malaikat untuk meniupkan ruh jadi setelah tercipta organ ya maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan malak malaikat untuk meniupkan roh Bagaimana malaikat meniupkan kita tidak mengetahuinya karena ini perkara yang gaib dan tidak ada penjelasan di dalam Alquran ataupun di dalam sunnah Nabi SAW Bagaimana malaikat yang diperintahkan Allah untuk meniupkan ruh maka tidak ada yang tahu bagaimananya dan kedokteran pun tidak ada yang tahu bagaimana roh dan roh itu termasuk urusan tidak ada tahu diantara kita kemudian di saat itu dikatakan Bayu dzanubi Arba ikalimatin bayam tubuh maka di saat itu di saat itu Disaat itu ya disebutkan apa maka diumumkan 4 kalimat artinya diumumkan 4 ketetapan Allah maka ditulis apanya Rizkinya itu termasuk ukuran banyak sedikit rezekinya dimana mendapatkannya Bagaimana mendapatkannya itu telah ditetapkan ya jadi Artinya kita memahami dalam hadis ini ya bahwa ada sejumlah orang yang berbagi sebab dicari tapi kan Allah telah menetapkan jumlahnya segitu ya maka tidak akan ada yang bergeser dari ketetapan Allah dan tentang ajalnya artinya kapan akan meninggal dunia kapan akan wafat jadi diketahui oleh kita ajal itu hak akan datang kemudian ajal itu telah ditetapkan waktunya sama Allah ketiga ajal itu tidak ada yang tahu kapan Tidak ada manusia yang tahu tidak ada seseorang yang tahu kapan ajalnya akan tiba ya kemudian wa amalahu ditetapkan juga amalnya artinya amalnya Apakah dia beramal dengan amal-amal ahlus surga ataukah dia beramal dengan amal-amal ahlu neraka Apakah dia dengan beramal dengan amal-amalnya Ahlussunnah Apakah dia beramal dengan amal-amalnya ahlu bidah Apakah dia beramal dengan amal-amalnya Ahlul taat atau dia beramal dengan amal-amalnya ahlu maksiat tidak ada yang tahu tapi Allah telah menetapkannya kemudian di situ Apa itu telah ditetapkan juga bahagia Celakanya bahagia dan Celakanya kemudian ditiupkan lah ruh ya sesungguhnya salah seorang diantara kamu benar-benar dia telah beramal dengan amal Ahlussunnah kemudian tidak tersisa dari masa hidupnya antara dia dengan masa kematiannya dengan ajalnya kecuali Gambarkan hanya satu jengkal tanah telah terdahulu ketetapannya telah dicatat dia jadi apa jadi telah dicatat sebagai ahli neraka naudzubillahimindzalik maka dia beramal dengan amal ahli neraka maka dia masuk neraka jadi artinya ketika orang itu telah ditakdirkan sebagai penghuni neraka maka ada diantara kita yang beramal dengan amal-amal Ahlul surga tatkala tersedia waktu sedikit dari masa hidupnya maka dia beramal dengan amal Ahlul neraka naudzubillah Min dzalik kemudian disebutkan dan salah seorang diantara kamu ada orang-orang yang beramal dengan amal-amal Ahlul neraka jadi dalam hidupnya nampak dia melakukan keburukan keburukan bahkan kafir Bahkan dia adalah orang-orang musyrik pelaku maksiat tapi ketetapan Allah bahwa dia dijadikan sebagai penghuni surga Min ahlil Khoir yaitu orang-orang yang Said orang-orang yang akan berbahagia maka dia beramal dengan amalan-amalan Ahli Surga ketika tersisa dari masa hidupnya hanya Sejengkal Tanah lalu dia masuk surga kaum muslimin pemirsa yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala hadis ini berupa tahwif takdir yaitu berupa peringatan Allah kepada kita peringatan Allah kepada kita kaum muslimin pemirsa yang dirahmati Allah ta’ala bahwa kita tidak boleh sombong tidak boleh wudhu tapi tidak berarti ketika ada orang yang mengatakan Kamu jangan ujub kamu jangan sombong lalu kita tidak mengingkari orang yang mengingkari tidak mengingkari orang yang kafir tidak mengingkari orang yang musyrik dan tidak mengingkari orang yang melakukan maksiat tidak mengingkari orang-orang yang melakukan bid’ah dalam agama Allah nggak tetap kita untuk mengingkari itu Kenapa karena kita diperintahkan untuk tetap komitmen yaitu Amar ma’ruf nahi mungkar di sisi lain kita pun tidak tahu takdir kita dan kita tidak boleh bergantung kepada takdir dalam arti takdir yang kita tidak ketahui dan kaum muslimin pemirsa yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah memerintahkan kita iman kepada takdir dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kita untuk mentaati perintah dan larangannya untuk beriman kepada perintah dan larangannya maka kita beriman kepada kedua-duanya iman kepada takdir bahwa Allah telah mencatat semua ketetapan makhlukNya berkaitan dengan Rizkinya berkaitan tentang amalnya berkaitan tentang ajalnya berkaitan dengan bahagia dan sengsaranya bahkan kita tahu dalam hadis Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan surga dan menciptakan penghuninya yaitu Ahli Surga Dan Allah telah menciptakan neraka dan Allah menciptakan penghuninya bahkan ya telah disebutkan dalam hadis bahwa Nabi Adam alaihissalam ketika diciptakan maka diusap punggungnya kemudian keluarnya yaitu keturunan Adam yang menjadi penghuni surga kemudian diusap lagi maka dikatakan akan keluar dari seluruh yaitu keturunan yang mereka akan menjadi penghuni neraka kita beriman kepada ketetapan ini tapi orang mukmin jangan berdalil dengan takdir ini ah kalau begitu tidak perlu kita beramal tidak perlu kita untuk ibadah tidak perlu kita untuk tholabul Ilmi masalahnya udah ditetapkan takdir itu nah tidak boleh kenapa karena kita tidak tahu ketetapan itu [Musik] di sisi lain bahwa Allah ta’ala juga telah memerintahkan kita untuk melaksanakan perintahnya dan untuk menjauhi larangannya Siapa yang melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya tempat kembalinya Adalah surga dan siapa yang tidak melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya maka diancam dengan neraka mereka akan menerangkan diancam dengan neraka maka orang mukmin mesti menempuh sebab untuk bahagia dan kita mesti menjauhi dari perkara-perkara yang kita akan mencelakakan maka di sini naudzubillahimindzalik ada sejumlah orang yang mereka beramal dengan amal Ahlul surga tetapi akhir hayatnya beramal dengan amal ahlu neraka ya dan ada sejumlah orang yang nampak pada dirinya beramal dengan amal ahlu neraka dalam bagian hidupnya kemudian tatkala tersisa dari masa hidupnya maka dia beramal dengan amal Ahlul surga maka dia masuk surga maka ini dinamakan Husnul Khotimah yang pertama adalah dinamakan su’ul Khotimah tapi juga wajib kita beriman dan kita memahami bahwa ada sebagian orang yang nampak bagi kita mengamalkan kebaikan tapi kok di akhir hayatnya melakukan perkara-perkara yang menyebabkan dia ke neraka bagaimana itu maka para ulama mengatakan bahwa terkadang sebagian manusia memiliki etika yang buruk hati yang buruk ya artinya di sini memiliki etika yang buruk dalam hatinya dia beramal bukan ikhlas bukan lillah Tapi Ria bahkan sebagian manusia beramal dengan amal kebaikan menampakkan kebaikan karena urusan dunia sebagaimana disebutkan dalam hadis Walaupun ada sejumlah orang yang mencari apa mencari dunia dengan amal saleh dan menjadikan amal saleh tujuan hanya dunia maka ini adalah kelapa dan naudzubillah Min dzalik Terkadang manusia akan ditampakkan keburukan di akhir hayatnya jadi ditampakkan keburukan di akhir hayatnya maka Nabi SAW mengatakan Allah berada dalam kebaikan maka kata nabi Apa yang dimaksud mengatakan Allah memberikan Taufik kepada orang itu artinya dimudahkan kepada orang itu diberikan hidayah untuk melakukan amal-amal kebaikan sebelum wafatnya kemudian hadis yang ketiga ya Imam Bukhari meriwayatkan dari saya di menuju beer dari Ibnu Abbas radhiyallahu ta’ala [Musik] bahwa nabi salam berkata kepada Malaikat Jibril ya jibril wahaima malaikat jibrilna apa yang menghalangi engkau wahai jibril tidak banyak datang kepadaku tidak lebih banyak datang kepadaku kepada kami ya artinya Kenapa jibril tidak banyak datang kepada Baginda Nabi sangat apa sangat rindu ya dengan datangnya Wahyu dengan Turunnya wahyu kepadanya syariat kepadanya sangat rindu ketemu dengan Jibril Alaihissalam kemudian Pak Nazar maka turunlah lalu Malaikat Jibril menjawab turunlah ayat Dan tidaklah kami turun artinya turun datang menemui wahai Muhammad turun kepadamu wahai Muhammad dengan membawakan Wahyu kecuali dengan perintah maka kaum muslimin pemirsa yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Baginda Nabi Salam sangat rindu dengan malaikat Jibril dan ini dikatakan oleh para ulama juga sebagai dalil bahwa seyogyanya Ahlul Khoir mencintai Ahlul Khoir sebagaimana nabi salam mencintai Jibril membawa Wahyu membawa kalamullah membawa Hidayah dari Allah maka nabi salam sangat rindu Jadi beliau sangat rindu artinya rindu kepada Malaikat Jibril Alaihissalam jadi rindu kepada Malaikat Jibril alaihi salam kemudian hadis-hadis ini dibawakan oleh Imam Bukhari rahimahullahu ta’ala ya ini berkaitan dengan beberapa poin yang tadi telah dijelaskan pertama tetap berkaitan dengan penetapan sejumlah sifat-sifat Allah dan dari sifat Allah yang disebutkan dalam sejumlah hadist tadi dan juga bagian dari ayat pertama adalah sifat kalam jadi sifat sifat kalah yang kedua adalah sifat Rahman yang ketiga adalah sifat ghadab dan itu semua adalah sesuai dengan keagungan Allah sesuai dengan ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian pada sejumlah hadis-hadis ini dan sejumlah ayat yang tadi yaitu menetapkan tentang iman kepada takdir iman kepada takdir yaitu tadi berkaitan dengan empat ilmu kita Apa itu iman kepada ilmu Allah ilmu Allah yang terdahulu ya dikatakan ilmu Allah terdahulu dalam arti sebagaimana Allah Kodim maka sifatnya juga adalah tentunya sifatnya adalah untuk yang disifati yaitu Allah subhanahu wa ta’ala dan nama untuk yang dinamai yaitu Allah subhanahu wa ta’ala yang menurut ahli sunnah bahwa nama Allah bukan makhluk bahwa sifat Allah adalah bukan makhluk ahlussunnah mengatakan yaitu bahwa nama-nama Allah baginya dengan jelas Allah mengatakan dalam surah al-a’raf ya walillahi al asmaul husna dan bagi Allah ada nama-nama yang baik maka berdoalah dengan meminta dengan menyebutkan namanya dalam surah al-isra Allah telah berfirman engkau menyeru Allah dengan mengatakan Ya Allah engkau menyuruh Allah dan mengatakan ya rohman maka itu menyeru Dzat yang satu yaitu Allah karena bagi Allah ada nama-nama yang baik dalam Surah Thaha Allah berfirman Allahu La Ilaha Illallah Asmaul Husna tidak ada yang berhak disembah kecuali dia Allah dan baginya nama-nama yang baik Allah berfirman dalam surah al-hasyr Asmaul Husna jadi semua nama Allah menunjukkan Dzat yang satu adalah Allah dan nama Allah adalah bagi Allah dan bukan makhluk bagi bukan makhluk Allah kemudian menetapkan sifat-sifatnya dan bahwa bagi Allah memiliki sifat-sifat dan sifat Allah itu dengan sifat kehamilan sifat yang sempurna sifat utama itu sifat yang sempurna tidak ada kekurangan dari satu sisi pun nah kemudian kaum muslimin pemirsa yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya dalam hadis yang tadi disampaikan ya harus menimbulkan membuahkan pada diri kita ya dua poin yang sangat bagus Apa sifat bagi kita bagi orang mukmin yang pertama harus tertanam dalam diri kita sifat Rojat sifat Roja itu apa bahwa dalam diri orang mukmin ada Rojan penuh pengharapan kepada Allah penuh pengharapan kepada Allah Kenapa karena Allah disifati dengan sifat rohani dan rahmatnya Allah itu mendahului murkanya makanya ketika kita melakukan dosa kita jangan putus asa kita harus punya keyakinan bahwa Allah Ta’ala akan mengampuni kita maka Berhentilah dari dosa Berhentilah dari maksiat dan meminta lah pengampunan bertaubatlah kepada Allah dan Allah Maha luas rahmatnya Maha luas dan Allah ta’ala mengampuni setiap hambanya sedangkan yang kedua juga tertanam pada diri kita sifat khauf rasa takut dan rasa takut yang tertanam dalam diri kita salah satunya adalah rasa takut su’ul Khotimah rasa takut tergelincir kepada kemaksiatan rasa takut tergelincir kepada kekufuran kepada Syirik kepada Bid’ah kepada maksiat Oleh sebab itu orang mukmin mesti Isilah Allah punya keterkaitan apa ketergantungan kepada Allah senantiasa mendekat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala makanya orang mukmin itu berdoa Robbana Ya kemudian kita berdoa ya muqollibal Qulub kita berdoa kepada Allah kita meminta kepada sahabat ya ketetapan keteguhan diri kita dan agar kita Istiqomah Istiqomah ya karena dalam hadis yang tadi naudzubillahimindzalik ada sejumlah orang yang beramal dengan amalan Ahlul surga tapi dia adalah neraka maka dalam waktu waktu masa hidupnya tersisa dia beramal dengan ahli neraka maka kita wajib Berserah diri kepada Allah menyerahkan diri kepada Allah bergantung kepada Allah bertawakal kepada Allah ya dan punya rasa takut kepada Allah ya maka kita meminta Allah kepada Allah takdir yang baik kepada kita Nah itu adalah buah dari iman kepada hadis-hadis ini jadi iman kepada hadis-hadis ini kemudian kaum muslimin pemirsa yang dirahmati Allah ta’ala di antara poin yang saya ingin sampaikan di kesempatan yang berbahagia ini sebelum membuka pertanyaan bahwa ya para ulama mengatakan orang yang terkadang nampak padanya kebaikan kemudian berujung padanya keburukan itu banyak Sisi -sisi yang pertama dikatakan adalah orang-orang yang memiliki niat yang buruk dalam hatinya orang yang melakukan kebaikan-kebaikan tetapi dengan Riya riyaan pria sumatan maka Allah ta’ala menampakkan apa yang ada dalam hatinya dalam perbuatan di akhir hayatnya kemudian adalah orang-orang yang dalam hatinya ada iri dan dengki ada syahwat di dalam hati ini ada syubhat di dalam hatinya dan bahkan di dalam hatinya maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala menampakkan keburukan yang ada dalam hatinya dalam hakikat kehidupannya maka dengan itu kaum muslimin pemirsa yang dirahmati Allah ta’ala wajib kita tazkiyatun Nufus mensucikan jiwa mensucikan hati dengan mengikhlaskan ibadah kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian poin yang terakhir dari apa yang saya bisa jelaskan di malam hari ini bahwa sesungguhnya Nabi SAW ya memberikan contoh satu Kerinduan rimbun ketemu dengan Jibril anwassalam rindu Turunnya wahyu rindu turunnya syariat maka salah satu yang disebutkan oleh para ulama dari istimbat ini hendaklah kita rindu ketemu dengan Ahlul Khoir ketemu dengan orang alim ketemu dengan teman-teman yang sholeh ya kita rindu dengan Salat kita rindu dengan puasa kita rindu dengan zakat kita rindu dengan umroh kita rindu dengan Haji dengan semua kebaikan orang mukmin menunggu ya tidak demikian ah udah salat lagi ah udah puasa lagi Wah udah zakat lagi nih gitu datang haul kepada kita itu adalah mukmin yang lemah tapi mukmin yang kuat Selalu Menunggu datangnya perintah Allah selalu menunggu waktu-waktu ibadah sebagaimana mungkin manusia umumnya hanya urusan dunia kita menunggu menunggu musim duren menunggu musim durian menunggu musim apa musim rambutan menunggu musim mangga musim Dukuh kita tunggu tapi kita lalai untuk menunggu amal-amal kebaikan demikianlah materi yang saya sampaikan di kesempatan malam yang berbahagia ini mudah-mudahan bermanfaat dan kita menunggu sebagian pertanyaan Alhamdulillah baik terima kasih banyak para Ustadz Syukron herbarakallah atas materi yang telah disampaikan mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan pemahaman yang lulus bagi kita semua dan berikan ilmu yang bermanfaat dari apa yang telah disampaikan oleh untuk selanjutnya kami buka sesi interaktif sesi soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya langsung silahkan anda bisa menghubungi kami di layanan Telepon dari 021 823 6543 atau Anda bisa mengirimkan pertanyaan melalui layanan pesan Whatsapp di nomor 081983 baik kesempatan pertama kami ajukan terlebih dahulu di layanan pesan Whatsapp Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh apakah berpahala apabila nama-nama Allah dijadikan sebagai dzikir di dalam waktu-waktu tertentu atau tidak terikat waktu untuk melaksanakan dzikir dengan menggunakan nama-nama Allah tersebut mohon jawaban dan penjelasannya kaum muslimin pemirsa yang dimuliakan Allah ta’ala berfikir Bertasbih itu telah diajarkan oleh Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallam yaitu berdzikir itu dengan mengatakan Subhanallah maka itu kalimatnya tasbih memuji Allah kemudian Tahmid Alhamdulillah kita ketahui kan dalam Alquran Allah memberikan contoh semuanya ya contohnya apa alhamdulillahirobbilalamin Alhamdulillah kemudian Takbir Allahu akbar jadi tasbih Tahmid takbir tahlil Lailahaillallah llah La haula wala quwwata illa Billah istighfar Astaghfirullah istiadat Audzubillah Audzubillah nama-nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala diperintahkannya kita berdoa memanggil Allah dengan permintaan kita dan tidak berdzikir dengan 88 satuannya jadi tidak dikirim Allah Allah Allah rohman-rohman rahim sami-sami basir-basir enggak enggak ada contoh dari bagian dari nabi dan para sahabat ketika berzikir mengatakan Allah Allah Allah Allah Allah tidak ada dzikir Rohman Rohman Rohman Rohman Rohim ya tidak ada dzikir seperti itu maka disebutkan dalam ayat walillahi al asmaul husna Dan kita pun tidak boleh menyeru Allah tanpa menyebutkan permintaan tidak begini ya Rohman Ya Rohim Ya sami ya Basir yal Aziz ya Ghofur ya tawwab tapi mesti kita berdoa dengan menyebut nama-nama Allah ya Rohman irhamni iya ghofurli ya Rozi dan itu yang diajarkan oleh Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak ada dzikir Allah Allah Allah Allah Rohman Rohim maka disebutkan dalam hadis ini lillahi akan baik alhamdulillah Terima kasih banyak mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua selanjutnya Masih Mungkin kami ajukan ya pertanyaan [Musik] dari layanan pesan Whatsapp dari Ari sabana yang berada di Jakarta Utara Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ya Ustad mohon kiat agar kita bisa Ridho dengan takdir dan ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena Ridho dengan takdir dan ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala katanya merupakan maqam tertinggi dari Sabar mohon jawaban dan nasehatnya yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya betul bahwa ketetapan ketetapan Allah itu ada dua ya tadi takdir itu ada dua pertama adalah takdir kauni jadi ketetapan Allah secara kauni seperti ketetapan Allah mungkin yang identik dengan tadi kita harus sabar ya adalah ketetapan seperti Allah menetapkan musibah kepada kita musibah kepada kita maka ini ketetapan sebenarnya banyaknya Rizki juga merupakan ujian bagi kita dan itu ketetapan Allah sedangkan yang kedua ketetapan Allah itu ketetapan syar’i yaitu perintah-perintah Allah nah coba apa ketika datang ketetapan Allah yaitu berkaitan dengan musibah salah satunya Maka manusia ada dalam empat tingkatan yang pertama yang buruk artinya yang tercela yang apabila datang ketetapan Allah berupa musibah kepadanya maka dia murka kepada Allah dia tidak terima dan murka kepada Allah maka ini celaka tingkat yaitu sabar hukumnya wajib jadi hukumnya wajib sabar atas musibah dimana sabar itu menahan lisan untuk tidak berkata-kata buruk kepada Allah dan menahan anggota badan untuk tidak melakukannya itu seperti lempar-lempar muka kemudian mungkin kita histeris menangis maka orang mukmin itu sabar atas ketetapannya maka hukumnya wajib naik lagi setelah adalah akan ketetapan Allah dan hukumnya hartanya mustahab ada lagi yang paling tinggi sebenarnya yaitu syukur akan musibah yang menimpa kepada kita Bagaimana syukur tentunya bukan berarti kita menunggu-nunggu musibah menunggu-nunggu sesuatu yang menimpa kepada kita berupa kesulitan jangan tetapi bersyukur kepada musibah sebagaimana dikatakan oleh para ulama setidaknya kita bersyukur kepada Allah ta’ala atas musibah dari empat poin yang pertama ketika musibah itu tidak lebih besar dari musibah yang menimpa kepada orang lain kita bersyukuri Allah musibahku ini masih lebih rendah daripada musibah yang menimpa kepada selain yang kedua ketika orang mukmin itu bisa berkata-kata dan berzikir mengatakan innalillahi wa inna ilaihi rojiun maka orang yang beriman ketika itu akan mendapatkan shalawat Allah malaikat dan manusia kemudian berikutnya adalah karena musibah itu mengangkat derajat orang beriman dan menghapus dosa maka ketika datang musibah kita bersyukur memuji Allah kenapa karena dengan musibah itu diangkatnya Apa dosa kita dihapusnya dosa kita dan diangkatnya derajat kita nah kemudian yang keempat kata para ulama bersyukur dan memuji Allah atas musibah ketika musibah itu tidak menimpa musibah agama kita ya kalau kita dapat musibah tentang dunia ya dan kita tetap beriman tetap taat tapi yang berbahaya ketika musibah itu yang menimpa kepada kita kesesatan nah jika orang mukmin tahu bahwa musibah ini mengangkat derajat kita dan musibah ini akan menghapus dosa kita maka kita akan menerima ketetapan Allah itu dan kita akan tunduk atas ketetapan Allah itu dan kita akan logo atas ketetapan Allah itu karena kita memahami hikmah dari semua musibah itu bahkan bisa mengatakan mandi Siapa yang dikehendaki Allah berada dalam kebaikan dan menjadi ahlil Khoir maka Allah akan mengujinya demikian 6 Baik terima kasih banyak Alhamdulillah dapat dipahami dan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua dan selanjutnya mungkin kami akan berikan kesempatan bagi anda yang ingin bertanya langsung di layanan Telepon silahkan Kami tunggu di nomor 08021 82365436 halo Assalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh mohon maaf mungkin supaya tidak ada feedback Assalamualaikum itu sangat sama sekali Oleh karena itu kami minta pencerahan dari Ustadz Bagaimana caranya untuk terhindar dari riya itu Ustaz cuma itu aja Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan bapak yang dimuliakan Allah ta’ala di Pamekasan bagaimana agar kita terhindar dari riya karena Riya itu memang sangat membahayakan bagi orang beriman pria adalah merupakan sifat dari orang munafik ya jadi Ria itu merupakan sifat dari orang munafik bagaimana menghindar menghindari sifat riya dan menjauhi sifat sifat riya diantaranya dengan dua cara dengan dua sisi yang pertama kita pahami keutamaan ikhlas maka di dalam Alquran dinyatakan salah satunya tentang tipu daya setan berkata pabrik izzatika aku benar-benar katanya akan menggelincirkan mereka semua kecuali hamba-hambamu yang ikhlas jadi kalau kita ikhlas kita tahu bahwa ikhlas ini keutamaannya Agung Salah satunya akan dijaga dari tipu daya syaiton tidak akan mampu menggelincirkan orang yang memiliki kemudian Ikhlas merupakan syarat amal diterimanya Amal dan orang-orang yang ikhlas akan ditempatkan dalam tempat yang sangat tinggi di kedudukan nanti Yang kedua kita memahami bahayanya Ria bahayanya Ria dan saya juga ingin menjelaskan tentang pria adalah merupakan penyebab Amal tertolak jadi amal tertolak di sisi allah subhanahu wa ta’ala makanya disebutkan dalam hadis barangsiapa yang dia beramal dan dia mengharapkan selain dariku maka Allah Ta’ala akan membiarkan amal itu tidak akan ditimbang tidak akan artinya tidak akan dicatat sebagai amal kebaikan bagi orang tersebut ditinggalkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahkan pemirsa yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala disebutkan dalam hadis tentang sejumlah orang yang nanti di arus pil kiamat dengan siksaan yang paling berat jadi dia harus akan ditemukan orang yang menyeret isi perutnya jadi menyeret isi perutnya kemudian disebutkan tentang tiga orang satu adalah orang-orang yang mengambil ilmu tholabul Ilmi dan dia tidak ikhlas dia hanya ingin dikatakan bahwasanya dia adalah Alim yang kedua adalah orang-orang yang mengimpahkan hartanya bershodaqoh dan dia tidak ingin mendapatkan allah tetapi ia ingin mendapatkan pujian agar dikatakan Dia adalah orang yang dermawan yang ketiga adalah orang-orang yang berjihad di jalan Allah bahkan nampak di hadapan orang mati syahid tetapi sesungguhnya dia tidak ingin mendapatkan pahala dari Allah tapi dia ingin mendapatkan pujian dari manusia yaitu ketika ia dikatakan ingin jadi Wah ini adalah orang pemberani maka adamnya Dahsyat bahkan Pak yang dimuliakan Allah ta’ala dan semua kaum muslimin pemirsa dan pendengar radio raja dalam Shahih Bukhari disebutkan contoh yang tadi hadis bahwa ada orang yang masuk ke medan perang dan orang ini terus menembus musuh bahkan kelihatan oleh para sahabat tidak ada musuh kecuali dihantamnya dan ditebas lehernya dan para sahabat mendapatkannya dia adalah wafat di medan perang dan para sahabat mengatakan Syahid syahid tapi Baginda Nabi Besar mengatakanlah Wamin ahli benar tapi Baginda Nabi SAW mengatakan tidak tidak Bahkan dia adalah sebagai penghuni neraka maka kagetlah para sahabat keduanya maka disebutkan dalam hadis itu bahwa orang itu ternyata luka dan dia tidak sabar akan lukanya kemudian disebutkan sesungguhnya dia akhir hayatnya bukan karena pedang musuh wafatnya bukan pedang musuh tapi wafatnya dengan amal ahli neraka yaitu dia bunuh diri disebutkan bahwa dia menancapkan tombaknya ke dadanya karena dia merasakan sakit setelah mendapatkan pukulan serangan dari musuh dia tidak sabar kemudian dia melakukan amal neraka sehingga wafat dalam keadaan su’ul Khotimah dan dia terhadap di neraka nah Baik terima kasih banyak sekali jawaban dan penjelasan lalu saat demikian ini untuk bapak Malaya yang berada di Pamekasan mungkin satu kembali kami berikan kesempatan di layanan Telepon Silahkan di 0218236543 halo halo halo Assalamualaikum Pak jangan bapak siapa di mana judulnya lagi petang [Musik] Allah subhanahu wa ta’ala yang tadi adalah dzikir dzikir ya dalam bentuk pengagungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Jadi yang tadi adalah tepat dan kalimatnya adalah Agung kaum muslimin pemirsa yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala dzikir dengan doa itu memang saling mencakup saling mencakup Tapi tidak semua dzikir dalam arti doa dalam arti doa masalah karena doa itu ada dua pak perhatikan di sini doa ada doa ibadah ada doa masalah doa ibadah Ya seperti zikir itu dzikir ya termasuk doa ibadah karena dengan Dzikir itu berarti ibadah kita kepada Allah plus kita juga meminta pahala dari Allah maka dalam doa itu dalam Dzikir itu ada ibadah ya kemudian kita juga meminta nah dalam zikir ada zikir yang cuma dzikir dalam arti bukan doa masalah Ya seperti kita mengatakan subhanallah alhamdulillah Allahu Akbar La haula wala quwwata illa Billah ya maka itu dzikir Lailahaillallah itu dzikir dan tidak ada masalah Tidak ada permintaan Pak tidak ada permintaan tapi dzikir plus permintaan kita menyebut nama Allah kita menyebut nama Allah umpamanya kita mengatakan ya Ghofur pilih ya rohim irhamni atau kita mengatakan Allahumma antaranya jadi kita mengatakan Allahumma lailaha illa Anta subhanaka itu dzikir plus meminta tapi dengan apa yang Bapak tadi katakan katakan itu dzikir tawakaltu alallah Nah itu dzikir tapi plus kita meminta penjagaan Allah kepada kepada kita Nah jadi artinya dalam dzikir ada doa dan dalam doa dzikir gitu kan jadi Dalam Doa ada zikir dalam zikir ada doa akan tetapi doanya ada doa masalah ada doa yang hanya ibadah kalau doa masalah itu identik di mana kita mengungkapkan permintaan kepada Allah jadi menyebutkan permintaan kepada Allah doa mutlak ya doa permintaan maka itu dinamakan dengan doa masalah Terima kasih jawaban dan penjelasan selanjutnya ada pertanyaan kembali dari kami ajukan dari pesan singkat Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kategori nama-nama yang dilarang yang dipakai untuk manusia dalam asma sifat Allah itu seperti apa mohon penjelasannya dan contoh-contohnya jadi nama Allah dibagi dua jadi nama Allah dibagi dua yaitu al asma al-muktasatullah yaitu nama-nama yang khusus bagi Allah yang tidak boleh diberikan nama untuk makhluk karena ini sifat sebagai Allah seperti Allah itu tidak boleh manusia dinamai itu jadi nama seperti Allah itu tidak boleh kemudian apa itu tidak boleh ya manusia dinamai dengan nama itu karena tidak ada yang ya tidak boleh dan tidak ada makhluk yang disifati dengan sifat itu tapi nama-nama yang Boleh bagi makhluk seperti Rohim Alim Basir Sami ya itu boleh untuk jadi nama-nama manusia Ya Allah ta’ala [Musik] mungkin Selanjutnya kami nambah kami berikan kesempatan kembali untuk Anda yang ingin telepon Silahkan ditunggu di 021 8236543 halo Assalamualaikum Assalamualaikum Waalaikumsalam dari resleting di Pamulang ibu riswati di Pamulang silahkan coba silahkan pertanyaan Ibu boleh nggak ya kalau misalnya kali apa mengucapkan demi Allah itu untuk dipakai untuk Sumpah berbohong itu sumpah demi Allah itu untuk dipakai untuk berbohong gitu Terus itu sanksinya gimana ya hukumnya gimana Terus kalau misalnya Aku bersumpah berani tabrakan kalau memang saya begitu gitu Itu bisa terkabul nggak ya kira-kira pak ustad terima kasih assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] jadi nama-nama Allah itu terpuji Agung Ya nama-nama Allah itu terpuji dan Agung seorang mukmin berdzikir dengan menyebutkan nama-namanya artinya berdoa dengan menyebutkan namanya sebagaimana Mungkin saya nanti akan mengakhiri ini nah tidak boleh kita bersumpah Dengan nama Allah ya dalam dua kategori satu kata para ulama dengan hadis-hadisnya jelas tidak boleh banyak bersumpah Dengan nama Allah tanpa dibutuhkan ya jadi termasuk menyepelekan dan menghinakan nama Allah ketika orang gampang dan bersumpah dalam hal-hal yang tidak diperlukan mohon maaf ya bukan justifikasi ataupun menuduh tapi begitu gampangnya biasanya pedagang-pedagang pedagang dia mengatakan demi Allah dari sananya belum segitu demi Allah tadi udah ada yang menawar segini padahal belum datang [Musik] dan begitu Gampang bukan dalam hal-hal yang memang dibutuhkan untuk bersumpah maka itu termasuk artinya bergurau artinya bersenda gurau ataupun di sini mempermainkan nama Allah maka tidak boleh bagi kita tidak boleh bagi kita bahkan disebutkan dalam hadis diantara ciri-ciri zaman yang buruk dan tentunya penghuninya buruk adalah setelah masa para sahabat yang baik ini itu akan datang kata nabi salam muncul orang-orang yang bersumpah sebelum dia minta untuk disumpah dan dia berjanji sebelum minta janjinya dan mereka walaupun berjanji tidak menepati janji-janjinya dan salah satunya adalah bersumpah sebelum diminta sumpah dan akan ada orang-orang yang banyak bersumpah di dalam hal-hal yang sepele Bahkan dalam hal dusta Jadi kalau berdusta dalam hal yang sepele apa tercela maka bersumpah dalam dusta tentunya tambah dosanya dan dosanya ganda dosa apa dosanya kemudian dosa menutupi dustanya dengan Sumpah itu jadi dengan Sumpah itu maka double dari sisi dosanya dan tentunya ya tidak boleh di dalam syariat Islam pertanyaan di layanan pesan Whatsapp tanpa ada pertanyaan ini Dari Rantau Prapat biasa di kampung kami Jika ada yang kehilangan baik barang atau uang maka diminta bantuan Jin untuk menemukan barang tersebut Ustadz Apakah memang bisa golongan jin itu menemukan atau mencari barang kita yang hilang mohon penjelasannya kaum muslimin pemirsa yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya tentunya meminta pertolongan kepada jin itu tentunya wasilah paling besar akan datangnya kesyirikan jadi akan datang kesyirikan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman pada Surah jin itu surah yang ke-72 Allah berfirman Allah berfirman sesungguhnya sejumlah manusia sejumlah orang Meminta perlindungan termasuk meminta pertolongan kepada jin maka permintaan mereka dan cara mereka itu menyebabkan mereka semakin jauh dari Allah dan jin umumnya adalah memberitakan berita-berita yang bohong kepada manusia jadi dikatakan berita benar satu seribu bohong dan itu adalah Jin ya jin jadi tidak boleh kita meminta pertolongan kepada Jin karena umumnya jin itu membikin hilah kepada manusia dan membikin kedustaan kepada manusia sebagaimana disebutkan di dalam ayat yang mulia ini bermanfaat untuk yang bertanya dan kita semua kamikajukan kembali ada pertanyaan dari layanan pesan Whatsapp dari Ummu Dinar di Buton Tengah Sulawesi Sulawesi Utara atau Tenggara yang Bagaimana cara meruqyah orang sesuai dengan sunnah Ustadz Apakah hanya cukup atau boleh dibaca di dalam hati atau dikeraskan Ustadz karena di kampung kami ada seorang Ustadz cara meruqyahnya tanpa suara Ustaz mohon penjelasannya yang meruqyah ketika kita meruqyah boleh dengan dalam hati kita meruqyahnya boleh kita untuk menjaharkan rupiahnya dan umumnya kalau kita meruqyah ya memang dijaharkan bacaannya itu artinya dikeraskan bacaannya kemudian ya Tergantung beda-beda kalau memang Orang itu merasakan sakit maka diruqyah di tempat sakitnya ya kemudian meruqyah dengan ayat-ayat Quran ataupun dengan doa-doa dzikir yang ada dalam hadis-hadis yang shahih atau dengan lapar-lapat yang tidak mengandung kesyirikan ya kemudian kita meruqyah boleh dengan Surah al-baqarah boleh dengan Surah al-fatihah bisa meruqyah dengan Ayat Kursi bisa meruqyah dengan muawiyah ini dan bisa kita meruqyah dengan seluruh ayat Alquran kemudian meruqyah dengan doa-doa yang diajarkan oleh Baginda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan juga boleh zikir yang ada Zikir ya umpanya dengan kalimat yang diajarkan oleh orang alim yang maknanya lurus tidak mengandung kesyirikan lurus dari sisi makna tauhidnya tetapi meruqyah lebih didahulukan dengan ayat Quran atau meruqyah dengan zikir-zikir yang diajarkan oleh Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi kami berikan kesempatan untuk Anda yang ingin bertanya melalui telepon silahkan Kami tunggu di 0218236543 halo 6 Halo assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa di mana dengan umur Dimas di Batam [Musik] Saya pernah dengar bahwa ini setelah kita menyelesaikan wudhu Ustadz kita membaca ini apa membaca dua kalimat sadar kemudian ada satu lagi katanya ini ada doa apa gitu saya nggak nggak jelas sama cuma itu kalau kita baca itu akan apa di stempel kan gitu tempelkan di surga Apakah itu benar apa tidak Ustad mohon penjelasannya Ustad ya assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berkaitan zikir setelah wudhu dzikir yang sepakat shohihnya gitu ya ini perhatikan Bu dan pemirsa yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dzikir setelah wudhu yang disepakati itu Shahih yaitu zikir dengan kalimat syahadattain yaitu asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh yaitu tentunya apa ini adalah dzikir setelah wudhu kenapa Artinya zikir setelah wudhu itu dengan doa yang tadi karena wajib kita ketahui bahwa ketika kita bersuci dalam badan kita Dan Allah subhanahu wa ta’ala dengan sebabnya akan menghapuskan dosa kita maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengajari kita untuk membersihkan hati kita membersihkan niat kita maka dengan itu kita diajari zikir setelah wudhu dengan kalimat syahadatain nah Adapun tambahannya tadi Saya tidak paham ujungnya tapi tambahannya yaitu dan di situ para ulama berbeda pendapat yaitu doa allahumma tattohirin jadi itu yang jadi perbedaan diantara para ulama jadi ada yang shohihkan ada yang mewaibkan tapi tidak mengapa Insya Allah karena sebagian para ulama ada yang mensohihkan jadi ketika mengatakan Ashadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu warosuluh ya maka di situ katakan maka akan dibukakan pintu-pintu surga kemudian dalam satu riwayat yaitu diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi Allahumma tattohirin Nah jadi kalau menambah ini Insya Allah tidak mengapa Tetapi mencukupkan yang tadi lebih abdol wallahu ta’ala kaum muslimin pemirsa yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tadi adalah merupakan pertanyaan yang terakhir dan saya ingin menjelaskan bahwa kir Dengan nama Allah maka menurut pendapat yang rajin berdzikir itu harus dengan kalimat yang sempurna jadi harus kalimat yang sempurna ia mengandung makna jadi mengandung makna hakikat jadi kita mengatakan Allahu akbar subhanallah alhamdulillah Astagfirullah Audzubillah La haula wala quwwata illa Billah ini zikir yang berkaitan dengan nama Allah ta’ala tanpa menyebutkan permintaan kita mengatakan Ya Rohman Ya Rohim Ya sami ya Basir ya Aziz itu tidak dianjurkan dzikir seperti itu tapi jadikanlah nama Allah sebagai wasilah untuk berdoa sebagai tawasul dalam kita berdoa dimana kita mengatakan ya rohman irhamni ya Ghofur ataupun kita boleh ya demikian barangkali apa yang saya bisa sampaikan di kesempatan malam yang berbahagia ini Terima kasih kepada akbasit yang telah menemani saya di kesempatan malam yang berbagi ini dan terima kasih kepada teman-teman kami disini dan juga kru yang ada di Rodja dan seluruh pihak dan seluruh pemirsa dan para pendengar yang telah tentunya di kesempatan malam ini menjadi Bagian diantara kita mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa menjaga kita berada di atas akidah yang lurus di atas amal yang lurus dan berada dalam budi pekerti yang luhur kita mengaplikasikan Islam dalam semua sistem kehidupan kita subhanallah dihentikan Ashadu alla ilaha illa Anta Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh yang bermanfaat untuk kita semua dan keberkahan ya waktu yang telah kita lewati selama satu jam lebih ini pada Antum semua yang sudah menyemangati acara kami dan mudah-mudahan di Jumat pekan yang akan datang kita bisa melanjutkan pembahasan Kitab Shahih Bukhari ini masih dalam pembahasan bab Kitab Tauhid demikian kami undur diri mohon maaf apabila ada kesalahan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *