bagi anda para pemirsa Roja TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung meja TV saluran di luar Alquran dan kajian Islam hadirilah tabligh akbar bersama Profesor Doktor Ibrahim bin Amir Allah ulama dari kota Madinah kerajaan Saudi arabiaya [Musik] 19 Muharram 1445 Hijriyah atau 6 Agustus 2023 di Masjid Jami Al berkah Cileungsi Shallallahu Alaihi Wasallam semoga Allah meridhoi kepadanya bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda selamatkanlah diri kalian dari api neraka walaupun dengan bersedekah sepotong kurma muttafakun alaih Rasul SAW [Musik] ilah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dari Jabir semoga Allah meridhoi kepadanya Dia berkata tidak pernah sekalipun Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam diminta sesuatu kemudian mengatakan tidak muttafaqun alaih [Musik] Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam [Musik] para Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhoi kepadanya Dia berkata bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tiap kali pagi menjelang ada dua malaikat yang turun dari langit salah satunya berkata Ya Allah berilah ganti kepada orang yang menginfakkan hartanya sedangkan yang satu lagi berkata Ya Allah musnahkan harta orang yang tidak mau berinfak muttafaqun alaih Wasallam [Musik] Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhoi kepadanya bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda berfirman Allah ta’ala berinfaklah wahai anak Adam niscaya engkau akan diberi balasan muttafaqun Alaihi Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] semoga Allah meridhoi kepada mereka berdua bahwasanya seseorang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Apakah amalan yang paling baik di dalam Islam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal maupun yang tidak kamu kenal muttafaqun alaih Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhoi kepadanya bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda sedekah tidaklah mengurangi harta dan tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain melainkan Allah akan menambah kemuliaan dirinya dan tidaklah seseorang bersikap tawadhu rendah diri kepada Allah melainkan Allah akan mengangkat derajatnya hadis riwayat Muslim Sallallahu Alaihi Wasallam [Musik] dari Jabir semoga Allah meridhoi kepadanya bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda jagalah diri kalian dari berbuat zalim karena kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat dan jagalah diri kalian dari sifat kikir karena kepikiran telah menghancurkan orang-orang sebelum kalian dan membawa mereka untuk saling menumpahkan darah dan menghalalkan hal-hal yang diharamkan bagi mereka Hadits Riwayat Muslim [Musik] Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhoi kepadanya dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam beliau bersabda 7 golongan yang Allah akan naungi di bawah naungannya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah yaitu imam yang adil pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid-masjid dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah mereka berdua berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah seseorang yang diajak untuk berzina oleh seorang wanita yang berkedudukan dan cantik namun ia berkata Sesungguhnya aku takut kepada Allah seseorang yang bersedekah lalu ia sembunyikan hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya dan seseorang yang berdzikir mengingat Allah tatkala bersendirian hingga kedua matanya meneteskan air mata muttafaqun Alaihi [Musik] [Musik] [Musik] dari Ibnu Umar semoga Allah meridhoi kepadanya sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda ketika berada di atas mimbar diantaranya beliau menyebut tentang shodaqoh dan memelihara diri dari meminta-minta tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang di bawah adalah orang yang meminta muttafaqun Alaihi Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] [Musik] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh segala puji bagi Allah kita memujinya meminta pertolongan kepadanya dan meminta ampunan kepadanya kita bertaubat kepadanya Meminta perlindungan dari kejahatan diri kita dan keburukan amalan-amalan kita barangsiapa yang Allah berikan petunjuk tidak ada yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang Allah sesatkan tidak ada yang bisa memberikannya petunjuk saya bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan selain Allah tidak ada sekutu baginya dan bahwasanya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah hamba dan utusannya Ya Allah limpahkanlah sholawat dan salammu kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam juga kepada orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau sampai hari kiamat [Musik] adalah salah satu amal yang agung dan tujuan yang mulia yakni Ketika seseorang berusaha untuk memahami dan mendalami agamanya karena agama Islam ini yang telah disyariatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk kita semuanya ada sebagian orang yang memahaminya dan mengetahuinya dengan baik ada orang-orang yang mengetahui sebagiannya dan tidak mengetahui sebagian yang lain ada juga orang-orang yang kesulitan untuk membedakan mereka tahu tapi ada beberapa poin yang mereka tidak bisa membedakannya maka orang-orang ini bisa kita klasifikasi bisa kita klasifikasikan menjadi tiga kelompok yang pertama orang yang mengetahui dan memahami dengan baik yang kedua yang memahami sebagian tidak memahami sebagian yang lain dan yang ketiga adalah mereka yang paham tapi mengalami istighfar atau syubhat dalam beberapa perkara yang sudah dia pahami Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] pembahasan kita pada pagi hari ini adalah tentang kelompok yang ketiga yakni orang-orang yang menemukan syubhat yaitu tidak bisa membedakan antara beberapa perkara dan adanya syubhat pada sebagian orang telah ditunjukkan oleh dalil-dalil dan juga kondisi nyata di lapangan adapun dalil-dalil yang menunjukkannya diantaranya adalah hadis an Nu’man bin Basyir radhiyallahu anhu yang diriwayatkan dalam Shahih al-bukhari dan Muslim yaitu sabda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sungguh yang halal itu jelas yang haram juga jelas dan di antara keduanya ada perkara-perkara yang syubhat samar yang banyak orang tidak mengetahuinya dalam hadis ini Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam menjelaskan bahwa di sana ada perkara-perkara yang rancu yang samar di mana Banyak orang tidak mengetahuinya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tidak menyebutkan bahwa Sebagian besar orang tidak mengetahuinya Tapi beliau mengatakan banyak orang tidak mengetahuinya karenanya Sebagian ulama mengatakan perkara yang syubhat ini banyak orang yang tidak mengetahuinya tapi banyak juga yang tidak banyak yang tidak mengetahuinya tapi banyak juga yang mengetahuinya jadi Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tidak mengatakan yang menunjukkan dominasi lebih banyak karena bisa jadi suatu perkara itu banyak orang tidak memahaminya tidak mengetahuinya tapi banyak juga yang mengetahuinya maksud kami bahwasanya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis ini menjelaskan bahwa perkara-perkara agama ada tiga macam yang pertama adalah yang halal dengan jelas halal dan jelas kehalalannya seperti halalnya daging binatang ternak halalnya susu madu dan yang lain yang kedua adalah perkara-perkara yang haram dan jelas keharamannya seperti meminum khamr berzina riba dan semacamnya kemudian yang ketiga adalah di antara dua perkara yang sama-sama jelas ini ada perkara-perkara yang rancu dan samar atau yang terjadi syubhat di dalamnya dan adanya syubhat ini ditunjukkan oleh hadis al-luqman [Musik] [Musik] [Musik] Adapun fakta dan kondisinya di lapangan juga menunjukkan bahwasanya ada sebagian orang yang mengalami syubhat atau istilah salah satu contohnya adalah terjadinya pendapat terjadinya perbedaan pendapat diantara para ulama dalam permasalahan-permasalahan yang banyak sebagian mereka mengatakan hukumnya halal sebagian lagi mengatakan hukumnya haram ada lagi yang mengatakan itu makruh dan pendapat yang benar adalah salah satu dari tiga pendapat yang disebutkan ini sehingga kita katakan salah satunya benar lantas Bagaimana dengan dua yang lain dua pendapat yang lain Inilah yang dikatakan pemiliknya mengalami istiba’ atau syubhat di mana mereka tidak bisa membedakan antara dalil yang satu dengan dalil yang lain hal ini disyaratkan oleh syekhrul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan kadang-kadang kita mengira ada sesuatu yang mirip dengan sesuatu yang lain atau a sama dengan b tapi ternyata faktanya tidak seperti itu karenanya kadang-kadang terjadi kesalahan dalam mengkiaskan di mana ada orang yang mengatakan bahwasanya permasalahan a adalah cabang dari B atau permasalahan a mirip dengan permasalahan B namun kemudian Sebagian ulama yang lebih paham mengatakan itu adalah penghiasan dengan faktor pembeda yang berpengaruh maka ini menunjukkan bahwasanya fakta di lapangan menunjukkan adanya orang-orang yang mengalami syubhat di antara umat Islam Assalamualaikum topik pembahasan kita pada kajian pagi hari ini adalah tentang bagaimana kita mengobati permasalahan ini Bagaimana kita bisa menghindari syubhat Bagaimana kita bisa menepis dan menangkalnya maka topik kajian kita adalah metode yang syar’i dalam Menanggal dan menghindari syubhat karenanya sebelum kita masuk dalam pembahasan perlu bagi kita untuk memahami apa itu syubhat dan mengetahui definisinya dahulu syubhat adalah bentuk jamak dari syubhat dan syubhat dalam bahasa artinya adalah kondisi dimana kita tidak bisa membedakan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain kondisinya samar dan rancu dan penyebabnya adalah karena adanya kemiripan antara dua perkara itu maka hal ini menyebabkan sebagian orang tidak bisa membedakan antara keduanya misalnya salat di waktu larangan yakni salat yang memiliki sebab tertentu misalnya salat sunnah pada waktu larangan seperti setelah salat ashar misalnya ini adalah permasalahan yang rancu atau samar bagi Sebagian ulama padahal hukumnya itu jelas dan gamblang dalam kitabullah tapi ada ulama yang memahaminya dengan baik dan ada juga Sebagian ulama yang tidak memahaminya dengan baik dan Justru malah mengalami kerancuan dan tidak bisa membedakan ketika para peneliti menyebutkan definisi syubhat yaitu kondisi dimana kita tidak bisa membedakan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain ini menunjukkan bahwasanya syubhat syubhat atau syubhat adalah kondisi yang terjadi pada orang yang sedang membahas suatu permasalahan jadi syubhat bukan sifat untuk permasalahan itu sendiri bisa jadi permasalahannya gamblang tapi yang mengalami syubhat adalah sebagian orang yang tidak menguasai permasalahan itu dengan baik karena Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam telah mewariskan Islam yang sempurna untuk kita semuanya Beliau mengatakan kalian dalam kondisi seperti malam purnama malamnya mirip dengan siangnya ini adalah menggambarkan kondisi ketika Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sudah menuntaskan penyampaian Wahyu semuanya sudah disampaikan dengan gamblang sampai diumpamakan seperti malam purnama di mana malamnya terang benderang dan tidak jauh beda dengan kondisi kondisi yang hari maka yang terjadi adalah sebagian orang tidak memahami permasalahan dengan baik jadi kalau kita melihat kembali kepada hadis Luqman Bin Bashir dan ada penyebutan syubhat di sana yang dimaksud bukan yang dimaksud bukanlah bahwasanya agama ini ada syubhatnya permasalahan-permasalahan agama ini ada sifatnya bukan seperti itu yang terjadi adalah Islam sudah gamblang hanya saja ada sebagian orang yang tidak bisa membedakan antara hukum yang satu dengan hukum yang lain atau dalil yang satu dengan dalil yang lain [Musik] diantara perkara yang penting untuk kita pahami dalam bab ini adalah membedakan antara tasyabbuh Dan ada istilah adanya kemiripan antara dua perkara jadi benar-benar terjadi kemiripan antara dua perkara meskipun kemiripan itu tidak dalam semua Sisi sedangkan isti’bah adalah menyangka adanya kemiripan antara dua perkara padahal keduanya tidak mirip dan tidak sama jadi istilah dan akan jelas perbedaannya dengan contoh-contoh dan keduanya bisa terjadi pada benda-benda dan juga pada hukum-hukum kita akan mulai dengan memberikan contoh dari dalam benda-benda yang ada di sekitar kita kalau kita melihat dua orang yang kembar identik kita akan menyangka bahwasanya keduanya sama keduanya memiliki fisik yang mirip keduanya leher dari perut dan rahim yang sama maka bisa jadi kita menyangka keduanya adalah orang yang sama nah ini adalah istilah tapi apakah keduanya orang yang sama jawabannya tidak keduanya bukan orang yang sama tapi Ada kemiripan di antara keduanya nah ini adalah tasyabbuh jadi tasyabbuh itu benar-benar terjadi kemiripan Ada kesamaan Meskipun tidak dari semua Sisi sedangkan istilah adalah kita menyangka keduanya sama ternyata keduanya tidak sama dalam contoh ini ada sebagian orang yang tidak bisa membedakan mereka menyangka keduanya sama tapi ada sebagian orang terutama keluarga dekatnya yang tahu persis bahwasanya ini adalah Si Fulan ini Si Fulan ini Zaid dan itu Amr sedangkan Sebagian besar orang mengatakan keduanya sama mereka tidak bisa membedakan antara Zaid dan Amor jadi ringkasnya istibah adalah menyangka dua perkara itu sama ternyata tidak sama sedangkan tasyabbuh adalah terjadinya perbedaan yang hakiki antara dua perkara yang disangka sama adapun dalam Bab Ahkam atau dalam Bab hukum contohnya adalah terjadinya istilah bagi Sebagian ulama saat membedakan antara babi dengan anjing yakni dalam permasalahan Apakah air liur babi disamakan dengan air liur anjing dalam hukum para ulama mengatakan bahwasanya babi juga najis maka Sebagian ulama menghiaskan air liur anjing dengan air menghiaskan air liur babi dengan air liur anjing mereka mengatakan kalau begitu yang sudah diminum oleh babi berarti hukumnya sama dengan bejana atau air liur yang telah terkena air liur anjing Sebagian ulama yang melihat kepada kesamaan antara keduanya mereka mengatakan berarti kita berikan hukum yang sama untuk babi berarti harus dicuci juga sebanyak tujuh kali salah satunya dengan tanah Sebagian ulama lagi melihat perbedaan di antara keduanya mereka mengatakan Babi memang lebih keras lebih tegas larangannya atau bentuk keharamannya tapi kemudian mereka melihat Apakah dalam permasalahan ini hukum fikih yang terkait dengan air liur anjing ini apakah khusus untuk anjing sehingga hanya anjing saja yang dibasuh tujuh kali salah satunya dengan dicampur tanah atau ataukah hukum ini mencakup binatang-binatang yang lain yang mirip dengan anjing termasuk babi ini maka kemudian mereka yang melihat adanya perbedaan yang mendasar diantara keduanya dan bahwasanya hukum ini berlaku khusus untuk anjing Mereka kemudian mengambil kesimpulan babi tidak mendapatkan hukum yang sama inilah perbedaan antara istilah dengan musyabahah yang intinya adalah bahwasanya musyabahah itu adanya perbedaan yang Hakiki di antara dua perkara yang mirip sedangkan adalah menyangka dua perkara sama padahal tidak demikian [Musik] [Musik] setelah mengetahui definisi syubhat juga memahami perbedaan antara tasyabbuh dan istighfar sekarang jelas bagi kita bahwasanya yang menjadi masalah adalah ittibah jatuhnya kita dalam syubhat di mana kita tidak bisa membedakan antara dua perkara maka kita kembali kepada pembahasan utama yaitu Al Manhaj syar’i metode yang syar’i untuk menepis syubhat atau menangkal syubhat dan untuk menjawab hal ini kita perlu mengetahui sebab terjadinya syubhat dulu ada tiga sebab terjadinya syubhat yang pertama tidak bisa membedakan hukum yang kedua tidak bisa membedakan kondisi yang ketiga tidak bisa membedakan zat atau bendanya dan tiga sebab ini akan jelas Insya Allah ketika kita Menyebutkan contoh berikut ini contohnya adalah ketika didatangkan kepada kita sepotong daging kemudian kita bertanya apakah daging ini halal atau haram maka kita akan membahas tiga perkara tentang daging itu yang pertama adalah tentang hukumnya siapa yang menyembelihnya kalau dikatakan yang menyembelihnya adalah Ahlul kitab maka para ulama berselisih pendapat terjadi iftibah bagi mereka tentang sembelihan Ahlul kitab Kenapa karena sebagian memandang bahwasanya Ahlul kita pada zaman kita ini tidak sama dengan Ahlul kita pada zaman Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam karena sebagian Ahlul kitab tidak konsisten lagi dengan kitab mereka bahkan mereka Justru malah lebih mirip dengan orang-orang atheis maka Sebagian ulama mengatakan mereka sudah berubah maka hukum mereka sama dengan orang-orang kafir yang atheis Sebagian ulama lagi mengatakan tidak begitu selagi mereka masih mengikuti kitab mereka masih mengklaim kitab mereka Maka berarti hukum mereka masih sama dengan Ahlul kita pada zaman Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam nah ini adalah istilah dalam hukum sebab yang kedua adalah tidak bisa membedakan kondisi untuk daging yang sama muncul pertanyaan daging ini bagaimana disembelih misalnya dikatakan yang menyembelih adalah seorang muslim tapi kita akan bertanya apakah dia menyembelih Dengan menyebut nama Allah atau tidak maka akan ada perbedaan hukum berdasarkan Bagaimana kondisi daging itu saat disembelih nah ini adalah tidak bisa membedakan kondisi sedangkan yang ketiga adalah tidak bisa membedakan zat atau benda itu sendiri misalnya ketika dihadapkan pada daging itu kita tidak bisa membedakan ini apakah ini daging yang halal binatang ternak atau itu adalah daging babi atau daging binatang-binatang buas yang lain yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala maka Inilah tiga penyebab istighfar dengan mengetahui tiga penyebab ini yakni tidak bisa membedakan hukum yang kedua tidak bisa membedakan kondisi dan yang ketika tidak bisa membedakan zat atau Bendanya insya Allah kita akan bisa mengetahui metode yang syar’i untuk bisa menangkal subuhan Alquran [Musik] [Musik] setelah kita memahami tentang sebab-sebab yakni tidak bisa membedakan dalam hukum tidak bisa membedakan kondisi dan tidak bisa membedakan zat atau benda Sekarang kita akan mempelajari tentang bentuk-bentuk syubhat yang berhubungan dengan hukum yakni sebab yang pertama dalam hukum memiliki tiga bentuk yaitu tidak bisa membedakan dalil yang kedua tidak bisa membedakan Sisi pendalilan yang ketiga tidak bisa membedakan saat menerapkan dalil itu pada kondisi-kondisi yang sedang kita bahas Jadi yang pertama kita tidak bisa membedakan dalil yang kedua rancu atau tidak bisa membedakan Sisi pendalilan atau dalalah yang ketiga adalah racun dan bingung ketika menerapkan suatu dalil atas permasalahan yang sedang kita hadapi Adapun pembahasan tentang dalil maka terbagi kepada dua perkara yang pertama adalah tentang jenis dalil itu sendiri Apakah dalil yang kita bawakan termasuk dalil yang valid yang bisa kita ke dalil yang bisa kita jadikan dalil atau tidak misalnya pendapat sahabat apakah merupakan dalil istihsan syariat orang-orang sebelum kita masalah Apakah itu dalil atau bukan adapun dalil-dalil yang disepakati seperti Alquran sunnah dan ijma maka ahlussunnah tidak ada masalah mereka menganggap itu semuanya adalah dalil-dalil yang jelas yang tidak perlu untuk dikaji dan di permasalahkan lagi namun bagi sebagian Ahlul bid’ah Quran pun masih bermasalah hadis masih bermasalah ijma bisa mereka tentang dan lawan jadi untuk pembahasan tentang dalil ini yang pertama kali dilihat adalah tentang jenis dalil Apakah dalil yang akan kita bawakan itu termasuk dalil dalam Islam atau bukan dan kita tidak bisa membahas hal ini secara panjang lebar namun bagi hadirin yang ingin mempelajari lebih lanjut hendaklah mereka bisa merujuk kepada kitab Sabilul Rosyad yang ditulis oleh Syekh dan ada satu pasal khusus tentang Manhaj ahlussunnah dalam beristighl yakni dalam berdalil Insya Allah di sana akan ada pembahasan yang lebih luas tentang permasalahan ini halo disebut disebut juga setelah kita memastikan bahwasanya dalil yang kita bawakan adalah sebuah dalil yang memang dalil langkah selanjutnya adalah melihat Apakah dalil itu adalah dalil yang sah yang shahih atau valid jadi setelah misalnya kita memastikan hadits adalah salah satu dalil yang disepakati selanjutnya kita melihat Apakah hadisnya Shahih atau tidak jadi setelah membahas tentang jenis dalil kita membahas tentang kesahihan dalil Apakah hadisnya Shahih atau tidak maka di sini terjadi perbedaan pendapat diantara para ulama ada sebagian yang melihat hadis itu sahih ada sebagian mengatakan hadisnya lemah Mungkin ada yang mengatakan ini Hasan atau Hasan lighoirihi berdasarkan penilaian mereka kepada kondisi para Rawi juga Apakah sanadnya nyambung atau tidak yang pembahasan lebih luasnya bisa kita temukan dalam kitab-kitab musala hadis dan perbedaan pendapat dalam menshohihkan melemahkan ini memiliki dampak yang besar dalam berbagai permasalahan agama Islam bahkan Sebagian ulama juga tidak mendengar hadis itu sama sekali jadi dalam sebagian permasalahan ada Sebagian ulama yang belum sampai kepada mereka dalil dan ini disebutkan oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ta’ala dalam karya beliau Rasul menghilangkan celaan untuk para imam yang ditokohkan dan untuk poin ini cara kita menepis dan menangkal syubhat adalah dengan merujuk kepada para ulama yang para ulama besar dalam bidang hadis kalau kita mendapati mereka atau sebagian besar mereka mensohihkan hadis itu maka berarti hadis itu adalah Shahih sebaliknya kalau kita mendapati Sebagai sebagian besar mereka melemahkannya Maka berarti kemungkinan besar hadis itu adalah hadis yang lemah untuk kemudian tidak kita pakai sebagai landasan dalam berdalil jadi dalam poin ini intinya adalah bahwasanya setelah kita melihat apakah suatu dalil itu benar-benar dalil kemudian kita melihat Apakah dalil tersebut sahih atau valid atau tidak begitulah cara kita untuk bisa menepis syubhat dalam permasalahan ini [Musik] [Musik] [Musik] Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] Adapun bentuk yang kedua dari istilah adalah istilah dalam yakni pada sisi pendalilan yakni apakah suatu hadis misalnya memang memiliki sisi pendalilan yang tetap Sisi pendalilan yang tepat untuk permasalahan yang sedang dibahas apakah suatu ayat benar-benar memang bisa dipakai untuk permasalahan yang sedang kita kaji misalnya firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan para wanita yang ditalak hendaklah menunggu selama 30 itu para ulama berbeda pendapat sebagian mengatakan khoro artinya adalah masa haid berdasarkan pendapat ini maka para wanita yang ditolak masa iddah mereka adalah tiga kali masa haid sebagai lagi berpendapat guru adalah masa suci dan berdasarkan pendapat ini berarti wanita yang ditolak masa iddah mereka adalah selama tiga kali masa suci hal ini terjadi isti’bah dalam hal ini terjadi isti’bah di antara para ulama mana diantara keduanya yang lebih kuat Juga misalnya hadis tentang larangan horor larangan jual beli horor Apakah hadits ini bisa kita pakai untuk kasus penjualan rumah di mana Sebagian ulama mensyaratkan bahwasanya ketika menjual beli rumah kita harus mengetahui fondasinya maka penjual harus menunjukkan kepada pembeli Bagaimana dulu gambar fondasinya ini wajib menurut Sebagian ulama Sebagian ulama lagi mengatakan horor seperti ini tidak bermasalah ini sesuatu yang kecil jadi tidak perlu bagi seorang pembeli untuk memastikan seperti apa pondasinya jadi kembali kepada permasalahan Apakah hadits larangan horor itu memang tepat untuk dipakai dalam kasus ini atau tidak jadi setelah tahu hadis itu dalil kita tahu hadis itu Shahih yang berikutnya adalah tepat nggak kita memakai hadis itu untuk permasalahan yang sedang kita hadapi demikian juga Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tidak boleh membahayakan secara tidak sengaja dan tidak boleh membahayakan secara sengaja ini adalah penafsiran hadis ini menurut Sebagian ulama setelah kita tahu ini adalah hadisnya juga Shahih kemudian pembahasan selanjutnya Apakah hadis ini tepat untuk kita pakai berdalil dalam permasalahan misalnya seorang petani yang menyirami sawahnya kemudian airnya luber akhirnya berlebih kemudian Air ini mengenai sawah tetangganya sehingga akhirnya merusak tanaman tetangganya itu di sini Sebagian ulama melihat Oh ini tidak sengaja maka dia tidak punya kewajiban untuk menanggung kerusakan itu sekali lagi mengatakan ini termasuk doror Meskipun tidak disengaja maka dia harus menanggung kerugian saudaranya tersebut ini adalah beberapa contoh dari dalil-dalil yang sudah jelas merupakan dalil juga sudah jelas kesahihannya tapi perlu dilihat Lagi perlu dilihat lagi Apakah dalil itu merupakan dalil yang tepat untuk dipakai dalam permasalahan yang kita hadapi dan cara atau metode untuk menghindari syubhat dalam permasalahan ini adalah dengan merujuk kepada para ulama Muhammad dan penjelasan yang diberikan oleh mereka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam nasional yang terjadi ketika kita akan mengaplikasikan sebuah hukum yang sifatnya mutlak kepada person tertentu ada istilah hukum mutlak ada istilah hukum jadi hukum mutlak itu adalah hukum atas sebuah perbuatan Adapun hukum muayyan itu adalah hukum atas individu tertentu si a ada beberapa nanas dalil yang menyebutkan tentang laknat atas perbuatan tertentu barangsiapa yang melakukan perbuatan a maka dia akan dilaknat ada juga dalil yang menyebutkan barangsiapa yang melakukan perbuatan a berarti dia telah melakukan sebuah bidah ada juga dalil yang mengatakan barangsiapa yang melakukan perbuatan a maka dia telah fasik bahkan ada dalil yang menyebutkan barangsiapa yang melakukan perbuatan a berarti dia telah kafir Ini semua adalah hukum yang sifatnya mutlak belum diterapkan kepada person tertentu contoh misalnya ada hadis Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang menyebutkan barangsiapa yang menyembelih dengan atas nama selain Allah berarti dia telah terjerumus kepada kesyirikan dalil yang lain misalnya hadis yang menyebutkan [Musik] kain yang melebihi mata kaki maka yang tertutup kain itu akan terbakar di neraka dalil yang lain bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam melaknat orang-orang yang punya andil dalam khamar entah yang minum entah yang bawain Minuman itu entah yang menyajikan ada 10 orang yang dilaknat terkait dengan masalah Ini semua adalah hukum yang sifatnya mutlak membicarakan tentang sebuah perbuatan ketika hukum itu akan diaplikasikan kepada person tertentu maka ada syaratnya ada syarat-syarat yang harus dipenuhi contoh misalnya kita lihat ada orang menyembelih atas nama selain Allah Apakah boleh serta-merta kita katakan Wah ini musyrik Syirik Akbar nggak mungkin juga langsung seperti itu Kenapa demikian karena bisa jadi orang itu ndak tahu bahwa perbuatan itu adalah perbuatan syirik dan Allah Azza wa Jalla di dalam Alquran telah berfirman dan kami yaitu Allah Azza wa Jalla tidak akan menyiksa seseorang kecuali setelah kami mengutus rasul sampai orang itu paham maksudnya bahwa yang dia lakukan itu benar atau salah contoh yang lain misalnya Bukankah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tadi sudah kita sebutkan beliau melaknat orang yang minum khamar dan juga orang yang bawain orang yang menyediakan yang bikin dan seterusnya tapi ada kejadian di zaman Nabi di mana seseorang dilaporkan kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam gara-gara apa gara-gara mabok gara-gara minum dan itu berulang-ulang kejadiannya maka orang yang hadir saat itu ada yang nyeletuk Semoga Allah melaknat orang ini betapa sering dilaporkan kepada Nabi SAW dalam keadaan Apa respon Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam jangan kalian laknat dia padahal ada hadis yang menyebutkan orang yang mabuk Kenapa karena orang ini cinta Allah dan cinta rasulnya berarti nggak setiap orang yang minum khamar ucup-ucuk langsung divonis dilaknat sama siapa sama Allah contoh yang lain hadits yang menyebutkan bahwa pakaian atau mata kaki yang tertutup oleh kain bulat kaum pria maka akan dibakar di mana ada sebagian ikhwan yang baru ngaji melihat ada orang lain celananya panjang atau sarungnya panjang sampai menutupi mata kaki ini namanya menerapkan hukum kepada person nggak semudah itu ada syarat-syaratnya bisa jadi dia nggak tahu atau bisa jadi dia ndak sengaja mungkin nggak sengaja mungkin nggak mungkin contohnya Abu Bakar pernah kejadian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Abu Bakar radhiyallahu Anhu pakaian yang melorot dan beliau berusaha untuk mengembalikan kembali di angkat Lagi melorot lagi diangkat kembali maka kemudian Nabi SAW mengatakan wahai Abu Bakar kamu tidak termasuk orang-orang yang terancam dengan neraka karena kamu lakukan itu tidak sengaja jadi diantara kaum muslimin ada yang masih minum khamr Anda yang berzina maka kita tidak boleh serta-merta ujung-ujug langsung mengatakan Ini calon penghuni neraka Kenapa bisa jadi dia punya amal sholeh yang lainnya yang amal saleh ini kemudian akan menyebabkan dia tidak jadi disiksa di neraka maka sebelum mengaplikasikan hukum mutlak kepada person tertentu harus ada syarat-syarat yang dipenuhi ilmu Nabi Isa Alaihissalam manfaat sekarang kita pindah ke jenis yang kedua dari istilah jadi kita dari tadi itu baru membahas jenis pertama yaitu Istighfar dalam hukum dan ijtihah dalam hukum terbagi menjadi tiga isti’bah dalam dalil istifah dalam istidlal dan ittibah dalam mengaplikasikan hukum mutlak terhadap person tertentu ini selesai pembahasan tentang jenis pertama dari ittibah Sekarang kita akan masuk jenis akan memasuki pembahasan tentang jenis kedua dari ijtihah yaitu istibah dalam kondisi atau kerancuan memahami kondisi itu terbagi menjadi dua yang pertama adalah kondisi umat secara global kondisi umat secara umum yang kedua kondisi kasus per kasus ada berapa dua yang pertama kondisi secara umum umat secara umum yang kedua kondisi kasus contoh dari kondisi umat secara umum ada sebagian orang di zaman ini mengatakan bahwa umat Islam zaman ini harus menegakkan jihad pemerintah kaum muslimin hari ini harus memerangi orang-orang kafir kenapa karena mempraktekkan seperti apa yang dipraktekkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memerangi orang kafir serta apa yang dipraktekkan oleh Khulafaur Rasyidin dan apa yang dipraktikkan oleh para sahabat mereka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mereka kan memerangi orang-orang kafir Kenapa hari ini pemerintah tidak memenuhi orang kafir berarti kalau pemerintah tidak memerangi orang kafir mereka sudah menyihirkan jihad kalau sudah menyihirkan jihad berarti mereka kafir dan rakyat yang tidak mengkafirkan pemerintahnya Mereka pun kafir juga kenapa bisa terjadi seperti itu karena tidak bisa membedakan kondisi hal Maksudnya gimana ustad mereka tidak bisa mereka tidak bisa membedakan antara kondisi umat Islam hari ini dengan kondisi umat Islam di zaman Nabi kondisi umat Islam di zaman ini dengan kondisi umat Islam di zaman Nabi SAW dan Khulafaur Rasyidin sama atau beda beda bahkan kalau kita mau jeli sampai kondisi umat di zaman Nabi SAW saja berbeda antara fase Mekah dengan bahasa Madinah di fase Mekah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengajak para sahabatnya untuk jihad atau tidak Kenapa tidak karena saat itu jumlah sahabat masih sedikit dan mereka tidak punya kemampuan untuk melakukan itu tapi begitu pindah ke Madinah mereka kaum muslimin sudah punya kemampuan jumlahnya sudah banyak Akhirnya Nabi SAW memerintahkan untuk jihad jadi beda perbedaan kondisi akan mengakibatkan perbedaan hukum di zaman Ali Bin Abi Thalib pernah ada seorang khawarij datang menemui beliau wahai Ali Kenapa engkau tidak mempraktekkan seperti apa yang dipraktekkan oleh Abu Bakar dan Umar ini kritiknya orang khawarij kepada siapa Ali Bin Abi Thalib Apa jawaban Ali Bin Abi Thalib saat Abu Bakar dan Umar menjadi khalifah khalifahnya adalah beliau Berdua dan rakyatnya adalah aku dan yang semisal denganku Adapun Hari ini khalifahnya aku dan rakyat menjelaskan bahwa aku tidak bisa melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Abu Bakar dan Umar Karena beda khalifahnya beda kondisi umatnya juga beda contoh yang lain di zamannya Umar bin Abdul Aziz rahimahullah jarak antara zaman beliau dengan zamannya Umar Bin Khattab itu sekitar 8 tahun tapi Umar bin Abdul Aziz memakai metode yang berbeda dengan metode yang dipraktekkan oleh Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu kalau Umar Bin Khattab saat itu nggak terlalu melakukan taklif pendekatan secara maksimal dengan harta kepada orang-orang yang memang sudah dianggap nggak perlu dilakukan pendekatan dengan harta tapi di zaman Umar bin Abdul Aziz beliau banyak melakukan pendekatan taklif menggunakan harta karena kondisi masyarakatnya berbeda maka kondisi umat di zaman ini berbeda dengan kondisi umat di zamannya Khulafaur Rasyidin beliau kasih contoh misalnya ini sebagian negara contohnya di Afganistan saat itu ada sebagian yang semangat untuk berjihad mereka makanan kita harus jihad padahal sebenarnya mereka belum memiliki kemampuan yang cukup untuk berjihad akhirnya Terjadilah apa yang terjadi begitulah yang terjadi di beberapa wilayah yang lainnya mereka kurang memperhatikan syarat-syarat wajib jihad Siapa yang paling tahu ya pemerintah kaum muslimin yang paling tahu Apakah kita sudah punya kemampuan atau tidak kondisi kita seperti apa adalah pemerintah kaum muslimin Kapan kita menegakkan jihad Kapan kita menerapkan hukum hudud seperti potong tangan dan yang semisalnya [Musik] [Musik] masjid tentang kondisi umat secara umum sekarang kita bahas kondisi kasus per kasus ada istilah kerancuan ketika kita membahas kasus per kasus contoh misalnya ada seorang datang konsultasi Ana sudah mentalak istri Ana talak 3 kalau Ustaz ini tidak memahami istilah dalam kasus maka dia akan mengatakan sudah tamat sudah selesai Harus apa harus pisah padahal ulama-ulama besar ketika ada orang datang konsultasi tentang masalah perceraian maka mereka tidak akan mau menjawab sekedar hanya mendengar penuturan siswanya saja ulama tersebut mereka akan mencari tahu Lebih Detail kondisinya kenapa karena orang mengatakan saya Ceraikan istri saya tiga kali tiga kali itu bisa jadi redaksi talaknya itu kemungkinan dia akan mengatakan kamu talak 3 pakai angka bisa jadi akan mengatakan nggak kamu saya talak kamu saya talak kamu saya talak Diulangi kalimatnya tiga kali kemudian para ulama mengatakan juga dibedakan juga ketika menggunakan kalimat kamu saya talak tiga kali ini berurutan dalam jangka yang berdekatan atau talak pertama hari ini talak kedua besok tanggal ketiga besoknya lagi perbedaan redaksi talak itu mempengaruhi hukum bukan hanya itu sampai perbedaan kondisi si suami ketika menjatuhkan talak itu mempengaruhi hukum suaminya lagi marah apa nggak ketika menjatuhkan talak Oh lagi marah dilihat lagi marahnya nih marah banget apa marah -marah banget itu ya marah yang sampai membuat akalnya hilang sampai nggak ngerti dia ngomong apa sampai membuat dia nggak ngerti menghilangkan akalnya dia ngomong apa sama nggak paham jadi marah pun ada level-levelnya marah banget Sampai dia nggak ngerti berarti itu tidak jatuh talak marah tapi dia masih ngerti apa yang dia ucapkan maka itu jatuh talak kemudian juga ada yang marah masih dibersihkan ini marah yang menghilangkan akal atau tidak menghilangkan akal masih perlu lagi diteliti wanita atau istri yang ditalak ini ketika ditanam kondisinya seperti apa Apakah dia sedang haid ataukah Dia sedang nifas ataukah dia dalam keadaan suci Pak dalam keadaan suci Selesai masalah enggak dia itu dalam keadaan suci setelah digauli atau belum digauli jadi kondisi-kondisi tadi itu mempengaruhi hukum talak barangsiapa yang tidak memperhatikan perbedaan-perbedaan kondisi-kondisi tadi Maka sangat mungkin dia akan mengeluarkan fatwa yang tidak benar yang bertolak belakang dengan hukum syar’i yang seharusnya disebutkan di dalam fatwa itu contohnya Ini hukum masalah talak ya Kita pindah kasus sekarang kasus orang yang masuk ke masjid waktunya salat Tapi dia nggak ikut salat Ya udah masuk waktu salat tapi dia masuk ke Masjid tapi nggak ikut itu nggak boleh ujug-uju kita langsung katakan Wah ini fasik ini munafik orang-orang pada salat malah dia sudah salat karena dia musafir misalnya atau misalnya ada orang nggak berangkat ke masjid nggak salat jamaah Wah ini fasik ini nggak mau jamaah loh bisa jadi dia nggak berangkat ke masjid karena ada uzur mungkin dia sakit mungkin istrinya lagi sakit intinya ketika kita membicarakan kasus per kasus maka kondisi-kondisi yang terkait dengan kasus itu harus kita pelajari dengan detail tadi itu adalah pembahasan tentang [Musik] Istighfar dalam kasus yang menimpa orang lain ternyata ada juga istighfar yang menimpa kasus diri sendiri Kita ini kadang-kadang mengalami istighfar Maksudnya gimana kadang-kadang kita ini tidak tahu kita ini siapa maka beliau mengatakan manusia terkait dengan masalah ilmu itu terbagi menjadi tiga ada yang pertama ulama dan dia tahu bahwa dirinya ulama dia sadar bahwa dirinya ulama ini ulama beneran ini yang kedua orang yang Maaf bodoh dan dia nyadar bahwa dianya bodoh ini berarti orang apa bodoh yang ketiga Ada orang bodoh tapi dia ndak nyadar bahwa dirinya bodoh ini namanya bodoh kuadrat mohon maaf di zaman ini banyak orang-orang yang baru ngaji itu sudah membahas masalah-masalah besar yang terkait dengan umat secara keumuman dan dia nggak ngerti bahwa apa yang dia omongkan itu tidak dilandaskan di atas ilmu akhirnya dia mengucapkan hal-hal yang batil padahal Andaikan masalah yang dia bahas itu terjadi di zaman Umar Bin Khattab radhiyallahu anhu maka Umar Bin Khattab akan mengumpulkan sahabat-sahabat senior untuk mengkaji masalah itu nah ini ada orang baru ngaji udah bahas masalah kayak gitu maka seorang yang alim ulama itu ketika ditanya suatu masalah kadang jawab dan di kesempatan yang lain dia tidak jawab karena beliau tahu beliau tidak tahu beliau ngerti bahwa beliau tidak tahu jawaban dari permasalahan tersebut tidak setiap pertanyaan yang dilontarkan kepada ulama akan dijawab karena ilmu itu ada tiga ilmu yang pertama adalah apa yang dikatakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala ilmu yang kedua adalah apa yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan ilmu yang ketiga adalah aku tidak tahu jadi banyak masalah yang terjadi di zaman ini gara-gara ada orang-orang yang Maaf tadi bodoh apa kuadrat berbicara dia tidak tahu bahwa dia itu bodoh dia juga tidak tahu kondisi umat hari ini dia juga tidak tahu dia itu siapa dan juga tidak tahu hukum yang dia sedang bahas itu apa Allah berpesan bertakwalah semampu kalian ulama ada tugasnya sendiri santri ada tugasnya sendiri orang awam ada tugasnya sendiri masing-masing punya tugasnya sendiri-sendiri harus sebagian orang Masya Allah saking semangatnya pokoknya Ana mau terapkan hukum potong tangan setiap orang yang nyolong saya potong dengan apa gergaji kemudian besoknya pokoknya siapapun yang berzina saya akan Rajan Saya sudah punya setumpuk split buat melempari orang yang berzina nggak bisa dia harus ngerti dia itu siapa Apakah dia punya wewenang untuk melakukan itu atau tidak dia juga harus paham hukumnya Seperti apa dia juga harus paham kondisi rumah seperti apa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah radhiyallahu anha menyampaikan akan datang suatu masa muncul pemerintah yang melakukan hal-hal yang baik tapi di waktu yang sama melakukan hal-hal yang buruk maka ada seorang sahabat yang bertanya ya Rasulullah Apakah kita perangi mereka Apakah kita perangi mereka kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mereka akan ditanya tanggung jawab mereka di hadapan Allah dan Kalian juga akan ditanya tanggung jawab kalian dihadapan Allah masing-masing ada tu Tugasnya di hadis yang lain yang sering kita dengar [Musik] semua dari kalian itu adalah penanggung jawab semua dari kalianlah pemimpin akan tetapi masing-masing akan ditanya tentang wilayah yang dia pimpinnya wilayah kita di mana ada sebagian orang yang baru ngaji tadi melihat seakan-akan dirinya adalah seperti ulama besar Padahal dia itu nggak tahu dia siapa Nggak tahu kondisi umat dan juga nggak tahu hukum terkait dengan apa yang dia bicarakan Shallallahu Alaihi Wasallam Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Indonesia misalnya ulama Shallallahu Alaihi Wasallam jamaah yang kami hormati sekarang kita membahas yang terakhir jenis ijtihah jadi kita sudah bahas Iftitah dalam hukum kemudian kita sudah bahas Istighfar dalam kondisi dan yang terakhir kita bahas dalam zat ittibah dalam zat sesuatu dalam zat itu sampai ulama pun mengalami kondisi itu ada ulama yang nggak tahu zat ini apa bahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pun pernah mengalami hal itu suatu saat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah nemu di bawah ranjang beliau ada kurma Tapi beliau tidak tahu kurma ini halal apa haram kenapa bisa demikian karena kalau kurma itu adalah kurma sedekah maka itu haram untuk dikonsumsi oleh siapa kalau ternyata kurma itu milik beliau sendiri bukan kurma sedekah maka halal jadi nabi mengetahui ini kurma jenis yang mana contoh yang lain kita lagi jalan gitu kan ya tahu-tahu kita melihat ada duit ada jatuh Ini duitnya siapa Ada kemungkinan itu duit jatuh dari kantong kita ada kemungkinan duit itu jatuh dari kantongnya orang lain maka yang paling selamat dalam kondisi seperti itu apa orang lain kata nabi siapa yang terjerumus kepada sesuatu yang syubhat maka beliau berarti dia telah terjerumus kepada sesuatu yang haram itu duit ya kurma duit contoh yang lain minuman ketemu dengan minuman ada dalam botol kita nggak tahu ini minuman ada alkoholnya apa nggak ada alkoholnya kalau ada alkoholnya berarti apa haram khamar kalau nggak ada berarti halal maka tinggalkan termasuk juga tanah kadang-kadang kita mengalami kondisi ini tanah punya siapa patoknya ini yang bener di mana sehingga Nabi Shallallahu alaihi wasallam sampai bersabda Allah melaknat orang yang mengganti tanda tanah salah satu penafsirannya adalah patok patok apa tanah dan istilah dalam zat ini banyak sekali contohnya baju misalnya baju yang kena Najis sama yang tidak kena najis yang mana najis tapi kita lupa karena naruhnya berdampingan nyantolkannya berdampingan ini yang tadi yang mana kita nggak tahu dalam kondisi seperti itu dan tidak ada kecuali baju itu dua maka kita salatnya dua kali sekali pakai baju a Yang kedua pakai bajunya ada 7 gimana kan banyak bapak nyantolin baju banyak ya kayak kita semua maka Sebagian ulama Sebagian ulama mengatakan salat tujuh kali pakai baju sekarang pakai ini nanti pakai ini ini pakai ini demi untuk meyakinkan salah satu salat tersebut oke terkait dengan waktu terkait dengan waktu tadi kan barang ya sekarang terkait dengan waktu ini sudah masuk waktu salat apa belum terjadi istilah maka di situ kita harus memastikan ini sudah masuk waktu salat atau belum tempat kita datang ke sebuah wilayah yang kita nggak kenal wilayah itu ini kiblatnya ke mana ini ke sana apa ke sini kalau kita nggak bisa nanya kepada orang yang ada di situ karena ndak ada yang bisa ditanya karena ndak ada orang maka kata beliau kalau kita ragu antara dua arah maka kita salat dua kali satu menghadap ke sana satu menghadap ke sini tapi kalau ada orang yang bisa ditanya maka kita tanya tanya kepada siapa kepada orang situ bukan kepada teman kita sama-sama bingung kok tanya kepada orang situ kalau kita sudah tanya kepada orang situ terus salah Insyaallah salatnya tapi kalau kita Istirahat sendiri nggak nanya sama orang itu ternyata salah maka harus mengulang salat jadi pembahasan tentang obat ini panjang banget ya tadi itu adalah pembahasan ringkasnya mudah-mudahan apa yang kita pelajari bermanfaat bagi kita semuanya shalawat dan salam tercurahkan kepada nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ya Kudus [Musik] hal yang sahru l Bagaimana sikap menuntut ilmu apabila temannya kena syubhat mudah mengkafirkan orang lain Apakah sikapnya menasehati temannya atau menjauhi temannya karena takut ketularan Assalamualaikum jawabannya tergantung kondisi orang ini seperti apa ada kondisi bahwa dia ini adalah ahli ilmu dia menguasai dalil dengan maksimal dia punya kemampuan untuk menerangkan dalil-dalil terkait dengan syubhat tersebut dan dia juga punya kemampuan untuk membantah surat itu kalau ini kondisinya maka nasehati maka nasehat dan upayakan untuk menjelaskan dalil secara gamblang sekaligus untuk menyingkirkan coba-coba dia kalau kondisinya nggak seperti itu kondisinya dia paham ilmu tapi nggak maksimal pahamnya maka nasehati secara global jangan masuk dalam perdebatan dengan orang itu begitu sudah dinasehati secara global Antum katakan kepada teman silahkan kamu merujuk kepada para ulama yang punya kemampuan untuk menjawab subah-subatmu atau kondisi yang ketiga orang ini sama sekali tak punya ilmu maka dalam kondisi seperti itu hendaklah dia menghindari temannya karena khawatir terpengaruh syubhat temannya [Musik] [Musik] Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] pertanyaannya Apakah Ulil Amri zaman sekarang itu tidak sama dengan ulil amri di zaman dahulu sehingga dalil-dalil yang menjelaskan kewajiban taat kepada Ulil Amri hanya diterapkan kepada yang menjalankan syariat Islam saja sebagaimana kondisi ulil amri di zaman dahulu umur Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam untuk patuh kepada pemerintah kaum muslimin itu berlaku saat mereka menunaikan kewajibannya sebagai pemerintah ataupun saat mereka tidak menunaikan kewajibannya secara maksimal kondisi di zaman ini mau pemerintah mau rakyat Maulana itu memang berbeda dengan kondisi di zaman Nabi SAW dan zaman Khulafaur Rasyidin jadi ketaatan kepada pemerintah itu wajib selama pemerintah itu tidak melakukan kekufuran yang gamblang kekufuran yang jelas sejelas-jelasnya pendapat yang mengatakan bahwa kewajiban taat kepada pemerintah berlaku hanya saat pemerintah itu menerapkan syariat secara total itu adalah pendapatnya khawarij Adapun ahlussunnah maka mereka mengatakan bahwa kewajiban taat kepada pemerintah itu berlaku selama mereka tidak memerintahkan kepada maksiat selama apa yang mereka perintahkan itu Bukan maksiat maka wajib taat terlepas Apakah mereka ini taat orangnya pemerintahnya taat atau tidak taat kepada Allah Azza wa Jalla dan itu sudah dijelaskan dalam banyak hadis nabi contoh misalnya Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam menyampaikan akan datang suatu masa kalian akan dipimpin oleh pemerintah kalian temukan mereka melakukan kebaikan-kebaikan tapi di waktu yang sama Mereka juga melakukan keburukan keburukan maka ada sahabat yang bertanya ya Rasulullah Apakah kita berontak dengan pedang kita melakukan kudeta kata nabi Tidak selama mereka masih salat selama mereka masih salat di dalam riwayat yang lain jangan kalian berontak kecuali Seandainya kalian melihat pemerintah itu melakukan kekufuran yang gamblang dan kalian punya dalil dari Allah Azza wa Jalla tentang kufurnya perbuatan mereka itu maka pemerintah mau dia itu Asi mau di itu fasik tetap wajib ditaati dalam kebaikan dalam kebaikan hadis yang lain hadis Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma yang ada dalam Shahih Bukhari dan Muslim barangsiapa yang melihat hal yang tidak baik dari pemerintahnya sabarlah sabarlah Karena barangsiapa yang berontak dari pemerintahnya walaupun hanya satu jengkal kemudian dia mati maka dia akan mati dalam keadaan mati seperti orang jahiliyah dahulu sabar sebagian orang di zaman ini mengatakan Ayo berontak dia tinggal ikut siapa orang itu dan perlu dipahami larangan untuk memberontak pemerintah yang sah itu untuk maslahat siapa masalah kita atau masalah pemerintah kok sepi nomor satu itu masalah kita nomor satu ketika Nabi SAW melarang kita untuk berontak kepada pemerintah yang sah selama mereka tidak melakukan kekufuran itu maslahatnya nomor satu kembali kepada kita seharusnya kita bisa mengambil pelajaran dari sejarah pemberontakan-pemberontakan yang terjadi zaman dulu sampai zaman sekarang bahkan yang paling terbaru sekarang apa yang dikatakan dengan apa namanya spring Arab orang-orang yang pada apa berontak Coba lihat kondisinya negara mereka saat ini semakin baik atau semakin buruk kondisinya semakin buruk dari semua Sisi semua urusan dunia mau urusan agama maaf banyak wanita yang dirusak kehormatannya banyak rumah-rumah yang hancur banyak masjid yang hancur mereka susah untuk berdakwah mereka susah untuk salat maka di negeri ini dan lainnya kewajiban kita adalah taat kepada pemerintah pemerintah akan ditanya kewajiban dia di hadapan Allah Azza wa Jalla dan kita akan ditanya tentang kewajiban kita dihadapan Allah sekarang tinggal kita pengen beribadah hari ini dalam keadaan aman seperti ini bisa ngaji bisa sholat atau kita pengen seperti negara-negara yang sudah terjadi pemberontakan itu dalam kondisi yang mereka susah untuk beribadah bahkan urusan dunia pun mereka juga susah nggak ada pemerintah yang Maksum tuh ndak ada sampai di zaman Khulafaur Rasyidin pun nggak ada ulama yang mengatakan bahwa mereka itu Maksum suci dari kesalahan maka harus kita berakal ya harus kita logis harus kita bertakwa dan jangan kita memprovokasi umat kepada pemerintah kita kalau kita melihat kemungkaran dan kita bisa menyampaikan nasihat itu maka sampaikan nasehatnya secara personal bukan di mimbar-mimbar bukan di medsos kalau kita nggak mampu maka ingkari lah dengan hati kita orang yang membela dan mengatakan bahwa tidak semua orang Syiah itu sesat atau kafir karena buktinya ada perawi hadits dari kaum Syiah di dalam Shahih Bukhari dan Muslim Apakah ini termasuk syubhat Kalau iya bagaimana membantahnya sahabat sahabat sehat [Musik] [Musik] kata Imam az-zahabi Syiah itu terbagi menjadi dua yang pertama adalah Syiah yang tidak ekstrem yang kedua adalah Syiah yang ekstrim Syiah yang tidak ekstrem itu adalah Syiah yang sekedar Saya ulangi dia jawab sama siapa tadi dalam kitab apa biografi seorang perawi yang bernama azan Ibnu Talib mengatakan Syiah itu ada berapa macam dari ekstrem sama si eh maaf Syiah yang tidak ekstrem dan Syiah yang tidak ekstrem itu adalah Syiah yang sekedar mengutamakan ahli dibandingkan Usman dan dibandingkan sahabat yang lain tidak sampai mencaci maki sahabat-sahabat yang lain hanya sekedar mengatakan ahli lebih utama daripada Usman dan ini termasuk Ahlussunnah bahkan bahwa kalau ada orang yang berpendapat dengan pendapat itu maka dia tidak bisa dikatakan Ahlul bidah nah orang Syiah yang tidak ekstrim inilah yang ada dalam Shahih Bukhari dan Muslim dan rata-rata mereka adalah para ulama yang jujur yang kredibel sehingga dipakai hadisnya ini adalah jenis yang pertama yang tidak yang kedua berarti yang Siapa itu syiah yang ekstrem Syiah yang ekstrem itu adalah Syiah yang mengkafirkan para sahabat Syiah yang menganggap para sahabat itu dan mereka biasanya para pendusta sampai-sampai Imam Syafi’i mengatakan saya meriwayatkan hadis dari semua orang kecuali sekte al-khattabiyah salah satu sekte Syiah yang ekstrim Kenapa karena mereka sudah tersohor sudah dikenal suka bikin Hadits palsu untuk mendukung pemahamannya nah Syiah yang level kedua ini yang ekstrem ini nggak ada dalam saya Bukhari dan Muslim ya dan juga nggak ada dalam kitab-kitab hadis yang lainnya yang kredibel di mata Ahlussunnah Wal Jamaah mohon maaf karena waktunya sudah habis persiapan untuk dzuhur kita cukupkan sampai di sini mudah-mudahan apa yang kita pelajari bermanfaat bagi kita semuanya terima kasih atas perhatiannya atas segala kekurangannya kita akhirnya mendoakan majelis Subhanallah Astaghfirullah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saluran Tilawah Alquran berada di
TABLIGH AKBAR – Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply