Ringkasan Daurah Syar’iyyah Ke-2 (Sesi 5 & 6)

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

TV saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam auzubillahiminasyaitonirrojim alhamdulillah alhamdulillah dari para imam-imam Ahlul hadits yang ditulis oleh Al Imam Abu Bakar Ismail rahimahullahu ta’ala dan insya Allah ringkasan dan ulasan daurah di kesempatan hari ini Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh yang memberikan kepada kita berbagai macam bentuk kenikmatan-kenikmatannya diantaranya nikmat berpegang teguh dengan Akidah Salaf ashabil hadist Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan kepada kita ke istiqomahan dalam mempelajari aqidah Salaf dan berpegang teguh dengannya sampai akhir hayat kita nanti Mas sound muslimin pemirsa TV Rodja dan pendengar radio raja di mana saja berada kesempatan yang berbahagia ini Mari kita bersama-sama mempelajari sedikit ringkasan dari kitab i’tiqad aimmati ahlil Hadits oleh Imam Abu Bakar Al Ismail yang hidup di abad ke-4 Hijriyah dengan Sarah yang telah disampaikan tadi oleh fadilatih Syekh Ibrahim arrohailillahi at Taufik dia majelis yang ke-4 menjelaskan tentang masalah yang pertama bab masalah al-iman Imam Abu Bakar Ismail berkata Innal iman adalah ucapan dan perbuatan serta makrifah pembahasan ini sangat penting sekali pembahasan ini kalau disalahpahami atau tidak dipahami ini akan muncul berbagai macam penyimpangan diantaranya Babut taksir mengkafirkan tanpa hak muncul juga nanti pembahasan masalah kelompok sesat murji’ah maka seorang harus betul-betul memahami pembahasan yang satu ini dengan baik dan benar kemudian disebutkan oleh Beliau bahwasanya Ahlussunnah Wal Jamaah ketika mendefinisikan Iman mengatakan iman adalah ucapan dan perbuatan serta makrifat adapun kata-kata ma’rifah yang terakhir di sini itu ada beberapa sinonim yang dipakai oleh ulama-ulama yang lain ada yang mengatakan kalau iman adalah ucapan perbuatan dan keyakinan ada pula dengan ungkapan iman adalah ucapan dan perbuatan dan atasdik pembenaran ada pula dengan Al iqrar dan kata beliau itu tidak ada masalah yang penting Iman terangkai dari tiga hal ini ucapan keyakinan dan perbuatan dan ini yang disebut dalam hadis syu’abul Iman Rasul mengatakan Al Iman bin Wasabi iman adalah Iman memiliki beberapa atau 70 lebih cabangnya yang paling tinggi ucapan Lailahaillallah yang paling rendah menyingkirkan gangguan dari Jalan rasa malu bagian daripada dan kata beliau cabang iman yang paling penting setelah dua kalimat syahadat adalah cabang alqolbiyah yang ada dalam hati kalau cabang ini ditinggalkan atau salah satunya ditinggalkan maka bisa dia keluar dari Islam misalnya orang tidak meyakini wajibnya salat lima waktu misalnya atau orang itu nggak meyakini disyariatkannya menyingkirkan gangguan dari Jalan orang itu bisa keluar dari Al Islam dan pendengaran derajat kemudian disampaikan oleh Beliau diantara kelompok yang menyimpang dari aqidah Salaf tentang masalah ini diantara sumbernya karena mereka meyakini iman tidak bercabang mereka mengatakan iman itu satu kesatuan kalau menurut kelompok alway dia alias khawarij kalau satu hilang hilang semuanya makanya mereka mengkafirkan pelaku dosa besar sebaliknya kelompok Al murji’ah mereka mengatakan kalau masih ada sedikit keimanan maka masih utuh keimanan itu ada zona pertengahan pelaku dosa besar dalam statusnya di dunia dia Mukmin namun kurang imannya ini sekali lagi kelompok sesat dalam masalah bab Al Iman di antaranya kelompok Al khawarij kelompok Al murji’ah kemudian disampaikan oleh tentang masalah Iman Yazid bito’a wayang Iman Bisa bertambah dengan ketaatan dan bisa berkurang dengan kemaksiatan lalu Imam Abu Bakar asma’i rahimahullah membawakan pembahasan yang masih ada kaitan dengan Tadi masalah Iman yaitu masalah hukum status orang yang berbuat dosa besar kata beliau Muslimin Ahlussunnah Wal Jamaah imam-imam ahli hadits mereka mengatakan kalau ada orang yang masih bertauhid namun dia jatuh ke dalam dosa besar atau kecil maka dia tidak kafir dengan syarat tadi masih ada atau haid keimanan dalam dirinya ini membantah kelompok kemudian Imam Abu Bakar Ismail membawakan dalil surat an-nisa ya ayat ke-48 Innallaha laa yafiruan Allah tidak mengampuni dosa Syirik namun Allah masih mengampuni dosa selain Syirik bagi yang dia kehendaki Aceh membahas juga tentang masalah Allah tidak mengampuni dosa Syirik ada khilaf diantara para ulama Apakah kata-kata Allah tidak mengampuni dosa Syirik ini termasuk juga Syirik kecil atau hanya Syirik besar saja kalaupun dikatakan Syirik kecil masuk ke dalam kategori ayat ini kata beliau maka konsekuensinya orang yang berbuat Syirik kecil itu dipastikan tidak akan diampuni oleh Allah subhanahu wa ta’ala dosa syiriknya kata beliau masuk ke dalam catatan kejelekannya akan tetapi kalau dia punya kebaikan yang banyak bisa menutupi kejelekan tersebut bisa diampuni langsung masuk ke dalam surga Allah Subhanahu Wa Ta’ala beda dengan Syirik Akbar ini tidak akan mungkin diampuni oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan pelakunya kekal di dalam api neraka kemudian dibahas oleh Imam Abu Bakar asma’il rahimahullah ta’ala tentang hukum orang yang meninggalkan salat dengan sengaja kata beliau ulama Ahlussunnah Wal Jamaah berselisih pendapat tentang orang yang meninggalkan salat wajib dengan sengaja sampai sudah keluar waktunya disampaikan oleh Syekh Ibrahim diantara khilaf tersebut masalah apakah yang kafir itu kalau meninggalkan seluruh salat lima waktu atau sebagian saja kalau Syekh Muhammad bin Sholeh utsaimin mengatakan orang itu dikafirkan kalau meninggalkan salat lima waktu semuanya Adapun Syekh Abdul Aziz mengatakan kalau satu saja waktu ditinggalkan dari salat lima waktu itu dia bisa kafir Ya intinya sekali lagi ini adalah khilaf di antara para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah Ibrahim juga sempat menyebutkan riwayat dari Imam Ahmad tentang masalah meninggalkan salah satu rukun Islam ya kata beliau ada 5 riwayat dari Imam Ahmad yang pertama Imam Ahmad berpendapat orang yang meninggalkan salah satu rukun Islam kafir entah itu zakat sholat ataupun haji yang kedua riwayat Imam Ahmad juga mengatakan tidak kafir yang meninggalkan salah satu rukun Islam selain dua kalimat syahadat yang ketiga riwayat Imam Ahmad juga mengatakan yang meninggalkan salat itu baru dikafirkan yang keempat riwayatnya mengatakan kalau orang itu meninggalkan salat dan zakat dan yang kelima riwayat Imam Ahmad juga kalau orang itu meninggalkan salat dan zakat serta diperangi oleh pemerintah Pemimpin kaum muslimin baru dikatakan mereka keluar dari Al Islam di antara para ulama Kalau mungkin bisa ditambahkan Adapun pendapat imam Syafi’i beliau tidak mengkafirkan orang yang meninggalkan salat wajib Selama masih meyakini akan kewajibannya makanya di sini juga disampaikan oleh Imam Abu Bakar Ismail bahwasanya yang dikafirkan itu kalau mengingkari kewajibannya nah kemudian dibahas oleh Imam Abu Bakar Ismail rahimahullah Ta’ala tentang apa sama antara Islam dengan iman lafadz Islam dan iman Apakah sama atau berbeda Ada pendapat dari ulama ahlussunnah yang mengatakan Islam ya Iman Iman ya Islam namun ada pula yang membedakan dengan kata-kata jika lafadz iman dan Islam itu disebut bersamaan maknanya berbeda Ya seperti yang sudah masyhur kalau Islam itu berkaitan dengan rukun Islam yang lima yang berkaitan dengan amal dhohir sedangkan Iman berkaitan dengan rukun iman yang enam amalan batin kalau disebut bersamaan berbeda maknanya namun kalau disebutkan bersama berbeda maka Islam ya Iman Iman ya Islam kemudian dibahas oleh Imam Abu Bakar asma’il rahimahullah tentang syafaat tentang masalah syafaat Rasul bagi pelaku dosa besar kata Syekh kebanyakan ulama-ulama ahlussunnah dalam kitab aqidah ketika menyebut membahas masalah syafaat itu hanya membahas masalah syafaat Rasul bagi pelaku dosa besar dari umat beliau meskipun sebetulnya banyak macam-macam syafaat ini dikarenakan kelompok khawarij dan kelompok muktazilah mereka mengingkari adanya syafaat Rasul bagi umat beliau yang sudah masuk neraka kemudian dikeluarkan dari api neraka ini karena kelompok-kelompok mu’tazilah mereka sudah punya keyakinan yang sesat terlebih dahulu bahwasanya pelaku dosa besar kata mereka kekal dalam api neraka maka mereka pun menolak syafaat Rasul bagi pelaku dosa besar pada rasul jelas-jelas bersabda syafaatku bagi pelaku dosa besar dari dari umatku Imam Abu Bakar Al Ismail rahimahullah berkata ulama ahli hadis mereka berkata Sesungguhnya Allah mengeluarkan dari api neraka sekelompok orang dari ahli tauhid lewat perantara syafaat orang yang memberikan syafaat yaitu tadi diantaranya syafaat nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Kemudian beliau mengatakan syafaat itu hak ya karena jelas dalilnya hadisnya dari Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam Apa itu Telaga yaitu sungai yang Allah berikan kepada nabinya di padang mahsyar yang airnya mengalir dari al-kautsar di surga demikian pula Al Mizan hakun masalah timbangan di hari kiamat itu hak benar adanya dan beliau memperinci yang ditimbang pada hari kiamat ada tiga amal perbuatan manusia kemudian catatan amal perbuatan manusia dan manusianya itu sendiri yang akan ditimbang pada hari hari kiamat kata Imam Abu Bakar Ismail Alaihissalam hisab itu juga hak pun yaitu manusia akan dipaparkan kepada mereka amal-amal perbuatannya oleh Allah subhanahu wa ta’ala ada yang dihisab dengan hisaban yasiro yang muda namun ada pula yang dipersulit hisabnya oleh Allah subhanahu wa ta’ala ini yang berkaitan dengan Al Iman beliaumi al-akhir kemudian Imam Abu Bakar Ismail rahimahullah menjelaskan masalah hukum memberikan status kepada manusia di akhirat Apakah boleh memvonis orang perorangan masuk surga masuk neraka maka kata beliau hadits mereka tidak membolehkan manfani seorangpun dari kaum muslimin masuk surga atau masuk neraka tidak boleh mengatakan Si Fulan pasti masuk surga Si Fulan fasih masuk neraka Liana Ilma dzalik karena ilmu ini termasuk masalah yang gaib masalah urusan akhirat hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang tahu kecuali kalau memang ada dalilnya dari ayat ataupun dari hari Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam seperti 10 sahabat pasti masuk surga Abu Bakar Umar Usman Ali dan seterusnya Demikian pula sebaliknya Abu Lahab pasti neraka karena apa tabbat dan seterusnya adapun yang tidak ada nasnya maka ahlussunnah tidak memvonisnya masuk surga masuk neraka diantaranya layadrun alamata almaut atau Mada yamut karena ahlussunnah ya meyakinkan bahwasanya kita nggak tahu orang ini mati di atas keimanan atau di atas kekufuran Islam namun kita menghukumi secara umum orang yang mati di atas Islam meninggalkan dosa besar meninggalkan segala bentuk ya hawa nafsunya maka dia insya allah termasuk penghuni surga secara umum orang muslim pasti masuk surga cepat atau lambat kemudian dibahas oleh Beliau juga tentang masalah azab kubur ya Setelah tiba masalah Tidak boleh memvonis orang perorangan masuk surga atau masuk neraka Imam Abu Bakar Ismail berpindah pembahasan masalah azab kubur kata beliau sunnah Ahlul hadits ulama Salaf mereka mengatakan sesungguhnya adab kubur itu hak benar adanya Allah mengazab Siapa yang dia dia kehendaki diantara dalil azab kubur itu hak ya firman Allah dalam surat Ghafir ayat 46 api neraka ditampakkan kepada Firaun dan para pengikutnya pagi dan petang hari dan pada hari kiamat dikatakan masukkanlah Firaun dan para pengikutnya ke dalam azab yang pedih ini dalil tentang adanya azab kubur dan masih banyak lagi dalil-dali yang lain dari ayat-ayat Alquran Adapun hari-hari Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam diantaranya juga disampaikan oleh Imam Abu Bakar Ismail firmannya Barang siapa yang Berpaling Dari peringatanku maka baginya kehidupan yang sempit ini sampai di alam barzah Kenapa demikian karena orang kafir orang musik di dunia masih banyak mereka yang mendapatkan kelapangan urusan dunia makanya yang dimaksud dengan baginya kehidupan yang sempit yaitu sempit di alam barzah kemudian dilanjutkan pembahasannya Dengan mengatakan ahlussunnah Ahlul hadits ulama Salaf mereka mengimani adanya pertanyaan munkar wanakir di alam kubur ala masa batabil khobar Ar Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadis-hadis Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam ditambah lagi firman Allah yusabitallah mengokohkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang Sabit di kehidupan dunia dan juga kehidupan akhirat kemudian bab berikutnya masalah wajibnya meninggalkan debat Kusir dalam urusan agama kata Imam Abu Bakar rahimahullah ulama Salaf ulama Al Hadis berpendapat wajib meninggalkan debat Kusir dalam urusan atau dalam masalah Alquran atau selainnya karena Allah berfirman tidaklah yang mendebat ayat-ayat Allah kecuali orang-orang kafir Kemudian beliau Syekh Ibrahim memperinci debat itu ada dua macam debat yang terpuji dan debat yang tercela orang-orang ini dilihat dari sisi beberapa poin dalam masalah debat yang pertama dari sisi Siapa yang berdebat kalau yang berdebat ahli ilmu maka ini salah satu yang diperbolehkan bukan orang yang yang jahil dengan tujuan ahli ilmu tersebut untuk menegakkan hujjah untuk membela kebenaran Kemudian dilihat dari sisi Siapa yang di debat itu kalau yang di debat itu enggak mau kebenaran maka tinggalkan ndak usah depan kemudian yang berikutnya dari sisi apa yang mau dibahas kalau yang dibahas itu memang bisa sampai kepada kebenaran maka dibolehkan dan itu yang termasuk dalam firman Allah wa jaadilhum bilatihiya Ahsan dapatlah mereka dengan cara yang paling yang paling baik Kemudian beliau memperingatkan tentang fenomena debat di televisi kadang ada orang ya debat oleh seorang mungkin dari ahlussunnah namun ketika pembawa acaranya ini tidak adil nggak objektif ini malah berbahaya dia yang menguasai majelis Syiah mereka yang menebarkan syubhat di televisi tersebut ketika mau dijawab pembawa acaranya memotong jawaban dari ahlussun makanya sangat berbahaya jawaban tidak sampai ke pemirsa namun syubhat orang-orang Syiah tersebut itu menyebar Maka sekali lagi harus berhati-hati dalam masa debat utama di tempat atau televisi dan semisalnya kemudian dibahas lagi oleh Imam Abu Bakar Ismail tentang khilafatul khulafah ar-rasyidin Beliau mengatakan yusbitung Ahlul hadits ulama Salaf mereka menetapkan ke khalifahan Abu Bakar As Siddiq Setelah meninggalnya Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dengan cara dipilih oleh para sahabat pemilihan beliau dipilih langsung oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan juga ada isyarat-isyarat dari hadis-hadis Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam seperti Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dulu memanggil saudaranya Abu Bakar As Siddiq kemudian dikatakan Allah dan kaum muslimin enggan kecuali memilih Abu Bakar As Siddiq ya beliau dipilih oleh para sahabat lewat tadi juga isyarat dari Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian Khilafah Umar badak Abu Bakar bidh Abu Bakar Iya kemudian dipilihlah Al khalifah Rasyid Umar Bin Khattab dengan langsung dipilih oleh Abu Bakar As Siddiq Radiallahu anhu kemudian khilafah atau Utsman dipilih lewat jalur musyawarah dengan perintah Al khalifah Rasyid Umar Bin Khattab radhi kemudian setelah itu baru khilafatu Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu ta’ala Anhu ini adalah akidah ahli Sunnah Wal Jamaah bahwasanya kekhalifahan mereka dari Abu Bakar Umar Utsman dan keutamaan mereka juga sama keutamaan mereka Sesuai dengan urutan kekhalifahan mereka tersebut kemudian dibahas Al mufadhola bainas shahabah bahwasanya para sahabat adalah manusia yang termulia ya banyak ayat-ayat yang memuji para sahabat sukses diantaranya Firman Allahu Amil mukminin sungguh Allah Ridho kepada orang-orang beriman yaitu para sahabat ketika mereka membaiat engkau ya rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Tahta syajara di bawah sebuah pohon demikian pula wasabiqunal Awwalun Minal muhajin wal Anshor walladzina orang-orang pertama lagi terdahulu masuk Islam dari kalangan Muhajirin dan kaum Anshar dan yang mengikuti mereka dengan baik Allah Rida kepada mereka dan mereka berdoa kepada Allah kemudian pembahasan terakhir di kajian tadi majelis yang kelima tentang masalah hukum orang yang mencela yang membenci para sahabat ini membawakan riwayat dari Imam Malik rahimahullah bahwasanya Imam Malik dalam suatu riwayat beliau berdalil dengan surat al-fatah ayat yang terakhir Allah menjadikan orang-orang kafir benci kepada para sahabat maka dari ayat ini Imam Malik mengkafirkan kelompok syiar rafidah karena mereka membenci para sahabat rasul Sallallahu Alaihi Wasallam wallahu taala alam ini yang bisa kita sampaikan dalam ringkasan majelis keempat dan kelima dari Syarah kitab itikadhil Hadits oleh Imam Abu Bakar Ismail rahimahullah yang disampaikan tadi pagi oleh fadilatih Syekh abduktor Ibrahim Al rakhaili hafidallah ta’ala semoga bermanfaat kurang lebihnya mohon maaf wa jazakumullah Khairan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh yang bermanfaat dan keuangan waktu beliau di kesempatan siang hari ini dalam memberikan sedikit ulasan dan juga ringkasan dari apa yang disampaikan oleh Fadila Tasik Profesor Doktor Ibrahim hafizahullahu ta’ala dalam darah yang kedua ini dan pembahasan dari kitab itikad hadits yang ditulis oleh Al Imam Abu Bakar Ismail semoga bermanfaat dan nantikan ulasan dan ringkasan berikutnya tetap bersama radio dan televisi Roja Barakallah fiikum dan kami akhiri dengan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *