Alhamdulillah kita pada hari ini hari Sabtu malam Ahad 25 al-muharram 1445 Hijriyah kita dimudahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk duduk bersama di dalam masjid Jami Al Barkah Cileungsi dalam sebuah kajian rutin membaca kitab Ta’lim yang sudah diterjemahkan dengan judul pengagungan terhadap sunnah dan sikap-sikap para ulama Salaf terhadap orang-orang yang menentangnya atau menghina sesuatu darinya yang ditulis oleh Abdul qoyyum bin Muhammad sholawat dan salam semoga selalu Allah berikan kepada nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam pada keluarga beliau para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat dengan nama-nama Allah yang Husna dan sifat-sifatnya yang mulia kita berdoa allahumma inna Nas aluka Ilman kita lanjutkan apa yang disebutkan oleh penulis di dalam kitabnya di halaman yang ke-8 dalam bahasa Arabnya [Musik] zaman dulu yang artinya dan zaman ini adalah zaman yang penuh fitnah satu dengan yang lainnya saling menutupi kami telah melihat berbagai macam keanehan-keanehan dan kemungkaran-kemungkaran yang besar kami melihat perkara-perkara yang tidak boleh seseorang berdiam diri dengan keadaan tersebut di sini ada hal yang patut didudukkan yaitu perkataan penulis zaman ini adalah zaman yang penuh dengan fitnah fitnah yang dimaksud oleh penulis adalah hal-hal yang bisa menghantarkan kepada penyimpangan agama baik itu fitnah yang menghantarkan kepada kekufuran kesyirikan kemunafikan Akbar atau dosa besar ini yang dimaksud fitnah oleh perkataan penulis bukan seperti yang dipahami dalam bahasa Indonesia zaman ini adalah zaman yang penuh dengan fitnah fitnah dalam bahasa Indonesia adalah menuduh tanpa bukti tetapi yang dimaksud dengan perkataan penulis di sini adalah zaman ini zaman penuh dengan fitnah fitnah adalah hal-hal yang bisa menghantarkan seseorang kepada penyimpangan-penyimpangan di dalam agama baik itu kekufuran kesyirikan kemunafikan Akbar atau kemaksiatan dosa besar dan dosa kecil itulah yang disebut dengan fitnah dan kalau kita perhatikan hadis-hadis Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam maka kita akan dapati hadis-hadis yang berkaitan dengan fitnah hadis-hadis yang berkaitan dengan fitnah diantara hadis-hadis tersebut adalah hadis yang diriwayatkan oleh imam muslim Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda nan [Musik] yang artinya akan bersegeralah kalian beramal ibadah bersegeralah kalian beramal ibadah sebelum datang fitnah fitnah hal-hal yang menyebabkan kepada penyimpangan kekufuran kesyirikan kemunafikan Akbar kemaksiatan dosa besar dosa kecil yang mana ada orang di pagi hari beriman di sore hari kafir sore hari beriman pagi hari kafir karena fitnah tadi ia menjual agamanya demi mendapatkan bagian dari dunia ini hadis tentang akan terjadinya fitnah kemudian juga dalam hadis riwayat Imam Abu Daud Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda satakunu fitnatun Nar yang artinya akan terjadi fitnah yaitu keadaan keadaan genting yang bisa menyebabkan kekufuran kesyirikan kemunafikan Akbar dosa besar dosa kecil keadaan-keadaan yang bisa menyebabkan kehancuran pembunuhan dan seterusnya akan terjadi fitnah yang menghabiskan kaum Arab yang meninggal di dalamnya masuk ke dalam neraka lisan di dalam zaman fitnah itu lebih dahsyat daripada sabetan pedang ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala lihat lagi dalam hadis yang lain Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda dalam hadis riwayat Imam Abu Daud Inna Saidah Liman junibal fitnah sesungguhnya yang berbahagia adalah yang dijauhkan dari fitnah yang dijauhkan dari fitnah hal-hal yang menjerumuskan kepada penyimpangan kehancuran agama atau pun menjerumuskan kepada kerusakan Sesungguhnya orang yang bahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan bagi siapa yang diuji maka kemudian dia bersabar bawahan maka dia akan mendapatkan kebaikan kemudian juga dalam hadis yang lain riwayat Imam Bukhari Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda saat peperangan Tabuk 6 perkara sebelum terjadinya hari kiamat yang pertama Maudy kematianku semua penaklukan Baitul Maqdis Summa mautania kemudian setelah itu ada dua kematian yaitu hal-hal yang menyebabkan manusia banyak yang mati dua kali tiga yang keempat sampai-sampai seseorang diberikan 100 Dinar masih saja dia marah maksudnya saking banyaknya dia harta semakin kemudian fitnah yang masuk ke dalam fitnah yang tidak menyiksakan satu rumah pun dari orang Arab kecuali fitnah itu akan masuk ke dalamnya ini penyebutan penyebutan fitnah sudah ada dari zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan Imam Ibnu qayyim rahimahullah Beliau pernah menjelaskan tentang fitnah kata beliau Al fitnah tuh yang artinya fitnah itu ada dua macam fitnatus yang pertama adalah fitnah dan dia adalah fitnah yang paling dahsyat dari dua fitnah fitnah dan dia adalah yang paling dahsyat dari dua fitnah yang kedua fitnatus syahwat fitnah syahwat ingat sekali lagi arti fitnah di sini keadaan yang menghantarkan seseorang kepada penyimpangan agama kesyirikan kekufuran kemunafikan Akbar dosa besar dosa kecil nah penyebab salah satu fitnah yang paling dahsyat adalah yang bisa menyebabkan seseorang kepada masuk kepada kekufuran kesyirikan kemunafikan Akbar yaitu syubhat perkara yang samar-samar yang kedua yang bisa memasukkan seseorang kepada penyimpangan kesyirikan kekufuran kemunafikan dosa besar dosa kecil adalah fitnah syahwat syahwat yang dimaksud adalah syahwat perut dan syahwat kemaluan Kemudian beliau mengatakan dua fitnah ini terkumpul dalam diri seseorang dia terfitnah dengan fitnah syubhat dan bersamaan dengan fitnah syahwat dan terkadang salah satu dari fitnah ini yang ada di dalam diri seseorang kemudian Beliau berkata pe fitnah tusuhan maka fitnah syubhat disebabkan karena lemahnya pengetahuan sedikitnya ilmu agama orang bisa terkena fitnah syubhat yang bisa menghantarkan dia kepada kekufuran kesyirikan kemunafikan Akbar akibat sedikitnya ilmu lemahnya pengetahuan tentang agama Kemudian beliau mengatakan kata beliau [Musik] [Musik] artinya dan tidak akan ada yang selamat dari fitnah syubhat kecuali dengan memurnikan pengikutan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menghukumkan seluruhnya atau menjadikan beliau Hakim pemutus keputusan di dalam perkara-perkara yang kecil atau yang besar dalam agama yang nampak atau yang tersembunyi dalam agama berkaitan dengan akidah atau ibadah berkaitan dengan hakikat-hakikat atau syariat-syariat maka dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sajalah diambil hakikat keimanan dan syariat-syariat dalam Islam ini obat dari fitnatus kembali kepada agama makanya saya sering mengatakan kalau orang ada terkena syubhat maka ambil yang yakin tinggalkan syubhatnya bahkan terkadang kita tidak perlu untuk menjawab sebuah tersebut contoh misalkan tumbuhan yang tersebar syubhat tentang tidak adanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka kita sebagai seorang beriman mempunyai keyakinan alhamdulillahirobbilalamin segala puji bagi Allah Rabb yang mengatur alam semesta Allah yang Maha Pencipta Allah yang Maha pengatur Allah yang maha berkuasa itu yang yakin bagi kita Adapun orang-orang mendatangkan syubhat Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada tim karena tidak bisa dilihat tidak bisa dirasa maka pada saat itu tinggalkan ambil yang yakin yakinnya adalah berasal dari Alquran dan hadis Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam contoh yang lain syubhat tentang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam seluruh perkataan beliau tidak bisa dikatakan sebagai Wahyu karena beliau adalah manusia biasa seperti layaknya manusia yang lahir dari rahim ibunya bisa senang bisa sedih bisa berkata dalam perkataan gembira bisa berkata dalam perkataan sedih Mengapa seluruh Wahyu beliau seluruh ucapan beliau disebut Wahyu ini syubhat sedangkan kita punya ilmu yang yakin [Musik] apa saja dan beliau tidak berucap dari hawa nafsu kecuali itu adalah wahyu yang diwahyukan kita mempunyai ilmu yang yakin Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam berkata kepada sahabatnya kemudian dengan beliau menunjuk kepada mulutnya untuk Muhammadin biyadi Maharaja minhu ilahab tulis Karena orang-orang Yahudi menghina Salman Al Farisi radhiyallahu Anhu kenapa engkau menulis segala sesuatu dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Bukankah dia bisa berbicara dalam keadaan marah dalam keadaan senang dalam keadaan sedih dalam keadaan gembira maka diadukan oleh Salman Al Farisi perkara tersebut maka Beliau mengatakan tulis tidak demi jiwa Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang berada di tangannya tidaklah keluar dari ini kecuali kebenaran maka begitu cara menghadapi syubhat berpegang kepada ilmu pengetahuan dan inilah yang disebut oleh penulis tadi kita di zaman yang penuh dengan fitnah fitnah yang paling dahsyat adalah kemudian para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang fitnah yang kedua kata Imam Ibnu qayyim al-jauziyah rahimahullah yaitu fitnah yang kedua adalah fitnah syahwat syahwat terhadap harta syahwat terhadap wanita syahwat terhadap Tahta atau syahwat dalam urusan perut dan syahwat dalam urusan kemaluan Kemudian beliau mengatakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kata beliau fitnah syubhat itu ditahan dengan keyakinan apa yang menjadi keyakinan kita pegang Teguh dengannya akan ditahan dengan keyakinan wafiqnatus syahwat dan fitnah syubhat dia ditahan dengan kesabaran yang tidak tahan melihat yang haram sabar yang tidak tahan untuk melakukan perzinahan sabar Karena dia obatnya adalah sabar yang tidak tahan untuk mengambil harta yang haram memalsukan mengoplos menipu menjual barang yang haram makan harta riba mencuri maka sabar dengan apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kemudian Beliau berkata dengan perkataan yang sangat menarik kata beliau dan asal sumber fitnah adalah mendahulukan akal daripada dalil inilah asal sumber dari fitnah syubhat mendahulukan akal daripada dalil contoh misalkan orang yang menolak Alquran bahwa Allah beristiwa di atas Arsy baik dengan syubhat atau memang benar-benar menolak karena nggak masuk akalnya kata mereka Allah Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia di sepertiga malam terakhir dia tidak terima hadis ini atau minimal bingung terhadap hadis ini Kenapa lebih mendahulukan akal dibandingkan dalil-dalil syariat ini adalah asal dan sumber fitnah subhat mendahulukan akal daripada sebagian orang mengatakan syariat Islam yang tidak bisa mengikuti zaman maka boleh tidak dipakai mereka menganggap ada syariat-syariat Islam yang tidak bisa dipakai karena tidak sesuai dengan zaman Adapun kita yang beriman maka kita mengamalkan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala di dalam Alquran yang berilmu maka mereka akan mengucap orang-orang yang dalam ilmunya mereka akan mengucapkan kami beriman dengannya apapun yang merupakan hukum Alquran kami terima dengan penerimaan tanpa keberatan benar-benar menerima apapun yang disebutkan oleh Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai hukum kita menerima dengan benar-benar penerimaan tanpa keberatan begitu orang beriman Adapun orang yang penuh dengan yang lebih mengedepankan akal daripada dalil syariat mereka akan terus bertanya terus mempertanyakan hukum-hukum syariat Masa sih Bener nggak mereka langkah pertama mereka adalah meragukan seperti misalkan saya beri contoh dzalikal kitabullah Alquran kitab yang tidak ada keraguan sama sekali di dalamnya Hudan Lil Muttaqin sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa orang beriman mengatakan kita mendengar Ayat tersebut kita taat Alquran tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya semuanya benar Alquran petunjuk bagi orang-orang bertakwa itu orang beriman tapi orang-orang yang orang-orang yang di dalam qolbunya ada penyimpangan ada syubhat mengedepankan akal daripada dalil kata mereka Kita tes dulu benar enggak Alquran tidak ada keraguan di dalamnya semuanya pasti benar mereka meragukan ini pada ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala kemudian sebab yang kedua adalah mengedepankan hawa nafsu dibandingkan akal dan inilah asal dan sumber dari fitnah syubhat mengedepankan mengedepankan hawa nafsu daripada akal apalagi dalil begitulah maksudnya mengedepankan hawa nafsu daripada akal inilah asal dan sumber fitnah syahwat syahwat terhadap harta tahta wanita syahwat terhadap perut syahwat terhadap kemaluan Coba bayangkan anak muda yang kebiasaan masturbasi karena melihat yang haram dia terkungkung dengan hawa nafsunya Dan Dia mengedepankan hawa nafsunya daripada akal sehatnya bahkan ini terjadi bukan hanya pada anak muda kepada laki-laki yang sudah beristri pun seperti itu sebagian kadang para lelaki dengan media sosialnya dia melihat yang haram padahal istrinya ada di sampingnya dia lebih lezat melihat yang haram padahal tidak bisa diapa-apakan lebih mengedepankan hawa nafsunya dibandingkan akal Sehatnya yang di sini ada yang lebih halal itu asal dan sumber dari fitnah syahwat yaitu lebih mengedepankan apa akal hawa nafsu daripada akal sehat Apalagi dalil-dalil sudah enggak ada Allah Subhanahu Wa Ta’ala seorang misalkan berani-beraninya dia mencuri korupsi maka kemudian hidupnya tidak tenang dikejar-kejar takut ketahuan dia lebih mengedepankan hawa nafsunya dibandingkan akal Sehatnya orang yang berakal sehat maka dia akan menerima apa saja yang sudah di menjadi haknya karena dia memang haknya seperti itu saja tidak perlu dia menambah-nambah nah ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah Subhanahu ini pengetahuan sedikit tentang kata fitnah di dalam syariat Islam para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala sekarang berkata wiyah [Musik] yang artinya beliau kemudian mencontohkan fitnah-fitnah yang ada kata beliau dan termasuk dari kemungkaran tersebut adalah fitnah tersebut yang menghasilkan sebuah kemungkaran dan dari kemungkaran ini terjadi penyimpangan-penyimpangan agama baik itu bermuara kepada kekufuran kesyirikan kemunafikan Akbar ataupun dosa-dosa besar dosa-dosa kecil kemungkaran tersebut diantaranya adalah penghinaan pencelaan terhadap sunnah nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam serta penentangannya dengan akal argumen hawa nafsu dan adat istiadat seperti penghinaan dan penjelajahan mereka terhadap janggut pakaian laki-laki di atas dua mata kaki hijab untuk kaum wanita Siwak dan salat dengan pembatas di depannya serta yang lainnya di sini Saya ingin menasehati sebagian pendakwah bahkan yang mengusung dakwah sunnah mulai bermudah-mudah akan hal ini dengan masuk melalui bab fiqih Oh kalau kita lihat para ulama Fiqih berbeda pendapat di dalam permasalahan memanjangkan jenggot di dalam permasalahan memotong jenggot akhirnya di tengah kaum muslimin terutama yang mengenal dakwah sunnah mulai ringan permasalahan memotong jenggot sebagian pendakwah bahkan yang mengikuti dakwah sunnah mulai berbicara tentang hukum isbal memanjangkan pakaian di bawah dua mata kaki dari ilmu fiqihnya bukan membicarakan dari kekuatan untuk memegang sunnah Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam akhirnya timbulnya pembicaraan di tengah para ikhwah ada kok bahkan pendapat jumhur kok yang mengatakan dia cuma makruh akhirnya turun tuh nilai tidak isbal turun memudah-mudahkan isbal karena ditinjau dari kacamata apa tidak ditinjau dari kacamata aqidah yang mana Kalau ditinjau dari kacamata aqidah itu adalah sunnah rasul yang artinya adalah ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada para pendakwah sunnah kadang-kadang ada permasalahan-permasalahan yang dia ditinjau dari masalah fiqih kalau terlalu berlebihan untuk mengungkapkannya akhirnya orang bermudah-mudah dengan sunnah Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam ini pak yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala apalagi sampai kepada apa yang disebutkan oleh penulis yaitu penghinaan pencelaan terhadap ajaran-ajaran tersebut hijab untuk kaum wanita hijab yang dimaksud adalah menutupnya diri seorang wanita muslimah dari pandangan laki-laki yang bukan mahram itu makna hijab seorang wanita muslimah tertutup dari pandangan laki-laki yang bukan mahram entah itu tertutupnya melalui dinding melalui horden melalui rumah melalui jilbab berhijab sekarang sudah terbiasa sebagian orang bahkan di lembaga-lembaga pendidikan Islam yang mengusung dakwah sunnah seorang Ustaz laki-laki mengajar para perempuan dalam satu kelas tanpa hijab kalau ditanya mereka berakidah ahlussunnah bermazhab Salaf Kenapa karena tadi ditinjau dari ilmu fikih tidak ditinjau dari ilmu akidah bermudah-mudah akhirnya ya itu yang paling ringan bermudah-mudah kita tidak membicarakan yang menghina hijab menghina cadar dan seterusnya kemudian juga diantaranya Siwak dan salat dengan pembatas di depannya nih muncul para pendakwah-mendawa yang mulai membicarakan Sutra dilihat dari sisi ilmu fiqih saja Oke dia terjadi khilaf di antara para ulama kita tidak menutupi itu dan tidak boleh menutupi karena itu memang khilaf di antara para ulama tetapi memakai Sutra itu adalah sunnah Rasul selesai ajaran Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam ya Meskipun anda menghukuminya mengambil pendapat ulama bahwa dia adalah sunnah yang artinya adalah di bawah daripada wajib tetapi tidak salahnya Anda memakai Sutra Karena itu adalah sunnah Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam maka saya selalu ingat perkataan Kalau tidak salah perkataan Musa Ali Nazar ketika beliau mengajari kita di daurah-darah para Ustaz atau Akram atau Syekh Akram saya lupa diantara mereka yang penting murid-murid Syekh Al Albani rahimahullah mereka mengatakan karena orang-orang dahulu para Salafus Saleh para sahabat para nabi dan ulama-ulama yang mengikuti para sahabat dengan baik mereka mengerjakan amalan yang hukumnya dari sisi ilmu fikih dia sunnah tidak wajib karena dia adalah ajaran Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam orang-orang terdahulu begitu mengerjakan amalan yang hukumnya dari sisi ilmu fiqih adalah dia sunnah tidak wajib tetapi mereka kerjakan Kenapa mereka bangga mengerjakannya Kenapa karena dialah ajaran Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam mengerjakan sunnah karena dia sunnah sedangkan orang sekarang meninggalkan sunnah karena dianggap hanya Sunnah Apa arti sunnah yang pertama meninggalkan ajaran Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam Kenapa karena hanya dianggap sebagai hukumnya Sunnah tidak wajib nah ini makanya para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala harus dibarengi pembelajaran fiqih dengan pembelajaran akidah termasuk bisunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam apalagi kalau seandainya ternyata pendapat yang lebih kuat tentang memakai Sutra di depan orang salat adalah wajib maka pada saat itu terlebih lagi Dia harus menegakkan benar-benar sunah tersebut kemudian penulis mengatakan batas makmuman penulis kemudian berkata kata penulis maka anda akan mendengar ada orang-orang yang mensifati perbuatan-perbuatan tersebut dengan sifat-sifat yang hina yang rendah tentang jenggot dihina tambah panjang tambah goblok terhadap sunnah Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam atau bahkan menertawakan orang-orang yang senantiasa berpegang teguh dengan sunnah nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yaitu celana di atas dua mata kaki maka itu sunnah Rasul selalu Jangan hanya dipandang itu dari ilmu fiqihnya itu ajaran Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam meskipun anda mungkin menganggap itu secara ilmu fiqih hukumnya Sunnah makruh orang yang memanjangkan dari dua mata kaki tapi itu sunnah Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam ajaran Rasul Hadits Riwayat Bukhari Muslim Bagaimana anda berhadapan nanti dengan Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam mengaku Ashadu anna muhammadar rasulullah tetapi menjelang ajarannya Apakah Anda mengatakan tapi kan Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam hukumnya makruh Kemudian pada ikhwan yang dirahmati allah tidaklah mereka Mengisi waktu luang mereka kecuali dengan menertawakan menghina orang yang mengerjakan sunnah dan selalu menjaganya ingat ya sunnah yang dimaksud apa ajaran Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam Mereka pun menjadikan sebagai bahan ejekan celaan dan permainan maka orang-orang seperti ini sesuai dengan sabda Rasul Shallallahu alaihi wasallam yang artinya dan sesungguhnya seorang hamba sungguh mengatakan satu kalimat yang termasuk dari kemurkaan Allah dan ia anggap biasa maka bisa menjerumuskan dengan sebabnya ke dalam neraka jahanam termasuk di dalam hadis ini di zaman sekarang adalah tulisan semakna dengan lisan tulisan semakna dengan lisan hati-hati oleh Allah subhanahu wa ta’ala baik kemudian para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala kemudian penulis berkata dan kebanyakan manusia telah melupakan satu perkara satu perkara yang dilupakan ini berbahaya dan dia termasuk pembatal Islam yang 10 yang disebutkan oleh Al Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah yaitu bahwa penghinaan terhadap agama entah perhinaan terhadap Allah Alquran Rasulullah atau simbol-simbol agama atau ajaran Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam ini adalah suatu kekufuran baik itu karena main-main bersenda gurau bercanda atau bahkan sungguh-sungguh apalagi sungguh-sungguh maka ia adalah bentuk kekufuran yang bisa mengeluarkan seseorang dari agama Islam Nah nanti Insyaallah setelah salat isya kita akan bahas tentang hukum-hukum yang berkaitan dengan penghinaan terhadap Syariat Islam mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan Taufik Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] Islam untuk selanjutnya kita simak dukumandangkannya adzan untuk salat Isya [Musik]
Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary, Lc. | Ta’zhimus Sunnah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply