kita lanjutkan apa yang sudah kita baca dari kitab ta’lim sunnah pengagungan terhadap sunnah dan sikap ulama Salaf terhadap orang-orang yang menentangnya dan mengolok-oloknya penulis kemudian memulai menyebutkan tentang permasalahan menghina sunnah Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana ditinjau dari syariat Islam beliau tadi berkatau minannas sebagian besar Manusia lalai terhadap perkara yang berbahaya yaitu mengolok-olok agama adalah sebuah kekufuran menyebutkan hukum nih penggolongan terhadap agama adalah kekufuran perbuatan kekufuran adalah mengolok-ngolok agama baik itu bermain-main bersenda gurau ataupun bercanda atau bahkan dalam keadaan bersungguh-sungguh maka ini adalah kekufuran yang mengeluarkan dari agama Islam lalu Beliau membawakan perkataan para ulama diantaranya Imam Ibnu qudamah Islam abad ke-6 Hijriyah dalam kitab beliau Al Mughni kitab yang merupakan rujukan dari mazhab Hambali beliau [Musik] siapa saja yang mencela Allah maka sungguh dia telah kafir baik itu dia bercanda atau bersungguh-sungguh demikian pula Siapa yang mengolok-olok Allah ayat-ayatnya rasul-rasulnya dan kitab-kitabnya Nah di sini karena beliau sudah masuk kepada perkara menghina adalah sebuah kuburan menghina agama adalah sebuah kuburan maka saya ingin lebih meluaskan lagi permasalahannya karena sebenarnya kitab ini sebenarnya intinya adalah itu yaitu hukum mengolok-olok syariat Islam mengolok-olok Allah Alquran Rasulullah kitab-kitabnya atau yang berkaitan dengan syariat Islam maknanya adalah merendahkan Allah atau merendahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam atau merendahkan sesuatu yang ada kaitannya dengan syariat Islam itu makna mengolok-olok ajaran Islam merendahkan Allah merendahkan Rasulullah atau mengolok-olok syariat Islam itu dari itu makna daripada agama Islam dan perbuatan mengolok-olok syariat Islam ini adalah perbuatan kekufuran hukumnya haram perbuatan namanya kekufuran Dalil yang menunjukkan akan Hal ini berdasarkan dari Alquran Hadis Rasul dan ijma’ diantara dalilnya adalah yaitu [Tepuk tangan] dalam surat at-taubah ayat 62-63 Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya diantara mereka ada yang menghina Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan mengatakan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan bahwasanya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mempercayai apa saja semua yang didengar maka katakanlah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mempercayai semua yang baik bagi kalian beliau beriman kepada Allah beriman kepada Rasulullah beriman kepada Allah dan beriman dan mempercayai orang-orang beriman dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kalian dan yang menyakiti Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bagi mereka siksa yang Pedih Ya bagi mereka adalah siksa yang Pedih ayat ini dalil yang menunjukkan bahwa mengolok-ngolok syariat Islam adalah kekufuran yang mengolok-ngolok syariat Islam adalah kekufuran berkata Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah di dalam Kitab beliau asyaribul maslul Rasul ini kitab ditulis oleh Beliau untuk membantah orang-orang yang mengolok-ngolok Rasulullah SAW judulnya saja sangat keras asahimul maslul pedang yang terhunus atas yang mengolok-ngolok Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Beliau mengatakan faulima rasulillahi Shallallahu Alaihi Wasallam Muhammad diketahui dari ayat ini at-taubah ayat 62 sampai 63 bahwa menyakiti Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah menentang Allah dan rasulnya karena penyebutan pemberian pencelaan ini yang mengkonsekuensikan terhadap penentangan Siapa yang mencela berarti dia menentang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berarti dia menghina menentang Allah Subhanahu Wa Ta’ala Kemudian beliau mengatakan saya qulul mukji ya Rasulullah maka Siapa saja yang menyakiti Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam mencaci Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam maka dia adalah kafir musuh Allah dan rasulnya memerangi Allah dan rasulnya dalil yang lain dari Alquran tentang kufurnya orang yang mengolok-olok syariat Islam yaitu surat al-mu’minun ayat 64-66 orang-orang munafik khawatir turun kepada mereka surat dari Allah subhanahu wa ta’ala yang memberitahukan tentang apa yang ada dalam kalbu mereka makanya surat at-taubah menurut imam qatadahsy salah satu nama lain dari surat at-taubah adalah surat al-fatihah apa arti al-fatihah surat yang membongkar penyimpangan dan kesesatan orang-orang munafik makanya mereka takut ada Surat yang turun dari Allah Memberitahukan apa yang ada dalam qolbu orang-orang mana tetapi Allah bahkan mengatakan wahai Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam katakan kepada mereka silakan olok-olok innallahahu Jumatan Allah akan menurunkan kepada mereka mengeluarkan dari kalbu-kabu mereka apa yang mereka khawatirkan kemudian ayat selanjutnya artinya Walah Insyaallah yaqulun Jika kamu bertanya kepada mereka Mengapa engkau mengolok-olok Allah Rasulullah ayat-ayat Alquran maka mereka akan benar-benar menjawab Ini namaku dan kami cuma main-main Kami cuma bersenda gurau maka kemudian Allah berfirman cool katakan wahai Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Apakah dengan Allah ayat-ayat Allah Rasulullah kalian mengolok-olok tidak ada maaf bagi kalian tidak ada uzur bagi kalian telah kafir setelah keimanan kalian ya setelah keimanan kalian lihat Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah di dalam Kitab yang sama mengatakan ini adalah dalil tegas bahwa mengolok-ngolok Allah Rasulullah ayat-ayat Allah adalah kekufuran ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala lalu dalil dari hadis Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam tentang kufurnya orang yang mengolok-olok agama Islam Allah Subhanahu Wa Ta’ala di antara dalilnya adalah yang berkaitan dengan surat at-taubah ayat 65 66 tadi yaitu yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu jarir dan yang lainnya dari hadis Zaid bin Aslam beliau meriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radiallahu anhuma Abdullah bin Umar berkata qala Rasul ada seorang saat peperangan Tabuk di saat berduduk-duduk bermajelis berkata marai itu misla kura ilahahulah ada seseorang yang ngomong di tengah para sahabat aku tidak pernah melihat orang-orang yang seperti ahli baca Alquran kita maksudnya adalah Nabi dan para sahabatnya mereka orang yang paling suka makan orang yang paling suka berdusta orang yang paling pengecut Kalau bertemu dengan musuh kemudian ada seorang laki-laki bangun dan berkata karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam engkau sudah berdusta dengan perkataanmu tersebut tetapi engkau adalah orang munafik aku akan benar-benar beritahukan kepada Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam tentang Perkataanmu tadi maka akhirnya Wahyu sampai kepada Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam sebelum para sahabat memberitahukan kejadian tersebut maka orang tersebut akhirnya minta maaf kepada Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam kubul hijrah Aku melihat orang tersebut bergelantungan di tali pelana onta Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam kakinya terkena bebatuan kemudian orang tersebut berkata innama Kun Anta wahai Rasulullah Kami cuma bersenda gurau main-main menghilangkan penatnya Safar Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam membawakan ayat tadi kul katakan wahai Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam abilati wa rasuli kuntum tas ta’ziun Apakah dengan Allah dengan ayat-ayat Allah dengan Rasulullah kalian mengolok-olok tidak ada uzur bagi kalian sungguh kalian telah kafir setelah keimanan kalian ini Dalil dari AlQuran dalil dari hadis Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam sekarang kita ambil dari perkataan para ulama rahimahullahu ta’ala lihat al-qadi ayat ulama Islam abad ke-5 atau ke-6 Hijriyah beliau mempunyai kitab bitarifi ahmali Mustafa yang menerangkan tentang kedudukan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Beliau berkata Ya alam ketahuilah wafatkan Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan Taufik kepada kita seluruhnya Anna jami’aman sabban nabi ya Sallallahu Alaihi Wasallam artinya ketahuilah Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan petunjuk kepada kita seluruhnya bahwa seluruh yang mencela Rasulullah SAW atau memberikan aib kepada rasul Sallallahu Alaihi Wasallam atau menyematkan Kepada beliau kekurangan baik di dalam fisik beliau di dalam nasab beliau di dalam agama beliau atau di dalam sifat-sifat kekurangan lainnya atau menentang beliau atau menyamakan beliau dengan sesuatu yang berkaitan dengan pencelaan atau merendahkan beliau atau mengecilkan kedudukan beliau atau memurkai beliau atau memberikan aib untuk beliau maka dia adalah pencela Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam hukumnya seperti hukum mencela Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam dibunuh sebagaimana yang akan kita Jelaskan ini para Ikhwan dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala Kemudian beliau juga mengatakan dan demikian pula orang yang mencaci melaknat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam atau mendoakan keburukan atas Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam keburukan untuk Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam atau menisbatkan kepada rasul Sallallahu Alaihi Wasallam yang tidak layak dengan kedudukan Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dalam bentuk pencelaan au apa Safi jihadhil Azizah bisa kafir Minal kalam wajar atau berkata-kata yang merendahkan Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam wa munkar atau berkata-kata yang mungkar tentang Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam berdusta tentang Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dengan apa saja yang terjadi pada diri beliau dari ujian-ujian yang ada [Tepuk tangan] [Musik] [Tertawa] ini seluruhnya adalah kekufuran penghinaan terhadap Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ini seluruhnya adalah ijmak para ulama imam-imam ahli fatwa dari mulai para sahabat sampai para ulama setelahnya tidak ada khilaf di antara mereka halal darah mereka darah orang seperti ini halal darah orang seperti ini tidak ada khilaf di antara para ulama sedunia di antara para sahabat para tabiin para tabir tabiin yang mencela Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menghina sunah Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam menyematkan keburukan untuk Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam maka dia halal darahnya tidak ada yang berbeda pendapat akan hal ini bahkan Beliau mengatakan tidak sedikit para ulama menukilkan ijma’ bahwa orang ini wajib dibunuh dan dia adalah orang kafir murtad keluar dari agama Islam perkataan yang seperti ini pada ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala lihat lagi disebutkan oleh Imam Al Qadir Ayat juga umat Islam bersepakat atas dibunuhnya seorang yang merendahkan dan mencela Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu perkataan Imam Al Khabir rahimahullah sekarang perkataan Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah ulama Islam abad ke-8 Hijriyah beliau di dalam Kitab yang Rasul pedang terhunus untuk orang yang menghina Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam Beliau mengatakan salah satu salah seorang ulama dan Imam temannya Imam Ahmad bedanya Imam Mahdi punya pengikut akhirnya jadi mazhab Hambali lihat dalam kitab-kitab fikih banyak pendapat-pendapat beliau bedanya beliau tidak punya pengikut tidak punya kulit yang berkhidmat dengan ilmunya tetapi perkataan pertahanan fatwa-fatwa beliau dinukilkan di dalam kitab-kitab ulama Beliau berkata ajma Al muslimun kaum muslimin berijma’ ala an namansaballah siapa saja yang menghina Allah awsabda rasulullahu atau menghina Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam au Daffa aisyai an mimma anzalallahu anzawajal atau menolak apa saja yang diturunkan oleh Allah Azza wa Jalla nabian Min Anbiya Ila Azza Wa Jalla atau membunuh salah seorang nabi dari nabi-nabi Allah subhanahu wa taala an-nau Kafirun bizalik bahwa dia kafir dengan hal itu semua wa inkana muqiran bikulima anzalallah meskipun dia mengakui apa yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala meskipun syahadat meskipun mengaku Ashadu alla ilaha illallah Ashadu anna muhammadar rasulullah mengaku Alquran kitabnya tapi kalau sudah menghina Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menghina Allah subhanahu wa taala kafir ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala Kemudian beliau mengatakan wa tahrilul qaulifia ringkasan pendapat di dalam masalah ini annasaba inkana Musliman fainnahu yatfur wayubtal big hilafin wahuwa mazhabul aimmatil arwah ini bahwa yang mencela menghina Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam meskipun dia muslim maka dia kafir dibunuh tanpa ada khilaf di antara para ulama dan ini adalah pendapat mazhab fiqih yang empat dan selain mereka dari para ulama kalau seperti ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah maka hati-hati jangan menghina Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam jangan menghina ajaran Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam jadi kita amarahnya bukan karena permasalahan dianggap remeh saja enggak hanya sekedar jenggot hanya sekedar celana di atas dua mata kaki bukan amarahnya karena itu adalah ajaran siapa Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam nah ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala poin yang kedua mengolok-olok syariat Islam adalah tanda yang paling dominan dari orang kafir dan munafik tanda yang paling dominan dari orang kafir dan munafik dalilnya surah al-furqan ayat 41-42 dan surat al-muthaffifin ayat 29 sampai 33 kemudian surat at-taubah ayat 79 silakan cek masing-masing untuk ayatnya kemudian permasalahan yang ketiga Siapa yang mencela Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka dia kafir wajib dibunuh yang mencela Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam dia kafir wajib bunuh jangan diwawancarai masuk televisi dibunuh [Musik] ya perhatikan baik-baik para Ikhwan baik yang mencelanya adalah seorang muslim atau kafir Dini wajib dibunuh karena sudah keluar dari agama Islam kalau dia muslim coba perhatikan para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala habis Jabir bin Abdillah ini dalilnya yang mencela menghina merendahkan Rasul saw wajib dibunuh kalau dia muslim Kenapa dia dibunuh karena dia murtad keluarga agama Islam dan orang murtad halal darahnya kalau dia kafir karena dia kafir pencela Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam halal darahnya lihat habis Jabir radhiyallahu anhu rasulullahi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Man likab Ibnu Ashraf Rasulullah Siapa yang mau membunuh ka api bin Ashraf dia sudah menghina menyakiti Allah dan rasulnya menghina Allah dan rasulnya bangunlah Muhammad saya wahai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian Muhammad akhirnya membunuh dan siapa saja yang bersamanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai bentuk pembelaan untuk Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam mengomentari hadits ini hadis kami bin Ashraf yang dibunuh oleh Muhammad kata beliau tentang dibunuhnya khabib dari dua sisi dan laki-laki [Musik] masuk ke dalam perkampungan kaum muslimin dijamin aman tetapi karena dia mencela Allah menghina Rasulullah SAW maka halal darahnya maka halal darahnya ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala lihat lagi pada ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala Apakah seorang yang mencela Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tetap dibunuh Setelah dia bertobat sampai bahayanya seperti itu ada orang susah menghina Rasulullah SAW maka kita katakan dia dibunuh tapi kalau dia bertobat Apakah tetap dibunuh atau tidak berkata Imam Muhammad bin Sholeh dalam kitab illa Anta kalau ada orang menghina Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam lalu dia bertobat diterima tobatnya tapi tetap dibunuh beda dengan yang menghina Allah diterima taubatnya dan tidak dibunuh ini bukan karena hak Allah di bawah hak Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam tetapi karena Allah mengabarkan kepada kita bahwa seorang hamba apabila dia bertobat maka Allah akan mengampuni seluruh dosanya Amran adapun yang menghina Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam maka ada dua perkara yang mengait pada orang yang menghina Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ya perkara syariat karena Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dari sinilah taubatnya diterima yang kedua Amru saksi di kaunihiminal mursalin yang kedua adalah perkara pribadi karena pribadi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tetap dibunuh karena dia mencaci Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam meskipun tobatnya diterima dan dia dianggap sebagai seorang muslim kalau bertobat faedah kutil wasalnahu wakafanna wasallim Alaihi Wasallam kalau dia bertobat kemudian dia tetap dibunuh maka kita mandikan dia kita kafani dia kita salat nih dia Dan kita kuburkan bersama kaum muslimin Inilah Pilihan pendapat Syekh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ta’ala menghina Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menghina ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu kira-kira yang bisa disampaikan tentang hukum-hukum dan penjelasan-penjelasan tentang penghinaan terhadap sunnah-sunah Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] Sebenarnya masih ada perkara yang dibahas diantaranya menghina istri-istri nabi menghina para malaikat menghina para sahabat menghina orang-orang berilmu dan orang-orang saleh ya kan tetapi waktu yang tidak cukup kita mau menerima Pertanyaan jika ada yang ingin ditanyakan nah hanya ingin bertanya untuk eksekusi bunuh Apakah wajib bagi setiap muslim bagi tiap muslim individu atau beban pemerintah karena ada beberapa tokoh Indonesia melakukan penjelajahan terhadap Allah Nabi Muhammad makanya kewajiban kita sekarang berbicara tentang hukum perbuatan harus selalu dibedakan kita berbicara tentang hukum perbuatan kita tidak membicarakan tentang hukum pelaku perbuatan secara khusus karena membicarakan hukum pelaku perbuatan secara khusus Si Fulan itu ada prosesnya tersendiri dan itu lebih baik melalui pengadilan agar hukumnya mengikat maka yang berhak melakukan pembunuhan jika memang diturunkan hukum perbuatan ini kepada orang tertentu maka yang berhak adalah pengadilan tidak berhak Manusia Biasa kalau berhak Manusia Biasa maka akan terjadi kekacauan nanti di tengah masyarakat kamu yang mencaci Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam nanti akan terjadi kekacauan tapi kita yang kita bicarakan dari tadi adalah hukum perbuatan hukum perbuatan orang yang mencela mencaci menghina Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bagaimana apa yang terdapat dalam dirinya kufur kemudian hukumnya hukum haknya apa dibunuh dengan ijma’at para ulama apakah diterima kalau dia bertobat diterima tetapi tetap dibunuh Kenapa berbeda dengan Allah kalau dia menghina Allah diterima tobatnya dan tidak dibunuh karena Allah maha pengampun mengabarkan tentang dirinya sedangkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam beliau adalah Rasul Kemudian beliau manusia tidak tahu Apakah beliau memaafkan atau tidak maka tetap dibunuh Nah itu hukum apa perbuatan ya jadi tidak bisa langsung diturunkan kepada orang tertentu Bagaimana cara bertobat orang yang telah mengolok-ngolok Allah Nabi dan kitab-kitabnya karena telah kufur bertaubatnya adalah masuk dalam agama Islam bertobat masuk dalam agama Islam mengucapkan kalimat syahadat Ashadu alla ilaha illallah bertaubat yaitu ikhlas hanya karena Allah menyesal beristighfar atas apa yang telah dia lakukan dan dia ucapkan dari penggolokan tersebut Kemudian yang kedua bertekad untuk tidak mengulangi lagi yang ketiga berhenti mengolok-olok yang keempat dilakukan pada waktu yang diterima Taubat yaitu Sebelum meninggal atau sebelum matahari terbit dari barat yaitu sebelum hari kiamat allahu alam Bagaimana sikap kita jika yang mengolok-ngolok nabi itu adalah teman dekat kita padahal pemerintah mendiamkan maka jawabannya adalah dinasehati bahwa yang bahwa perbuatan ini adalah kekufuran kalau seandainya dia muslim kalau seandainya teman tersebut adalah kafir dinasehati bahwasanya perbuatan yang seperti ini bisa menyebabkan seseorang terbunuh dalam agama Islam tidak sehat dan tadi juga ada pembicaraan yang saya lewatkan diantaranya adalah yaitu mengolok-olok syariat Islam ada yang Shalih jelas dan ada yang tidak Syarif yang tidak jelas nah ini para Ikhwan seperti misalkan yang jelas perkataan orang munafik tadi yang di dalam surah at-taubah ayat 65 66 tadi marah Aina kita tidak pernah melihat orang-orang yang ahli baca alquran paling suka makan paling suka berdusta lisannya paling pengecut bertemu dengan musuh ini jelas ini menghina Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya ini jelas ada yang tidak Sari yang tidak jelas Ya seperti misalkan memberikan isyarat dengan mata memberikan isyarat dengan tangan ataupun mencibir dengan bibir ataupun mengeluarkan lisan saat membaca Alquran ataupun merendahkan dengan dengan gerakannya bagi orang yang Amar ma’ruf nahi mungkar dan seterusnya ini tidak tidak jelas dia mencela akan tetapi nampak dari sikapnya adalah pencelaan maka pada saat itu dia dihukumi sebagai kufran Akbar keluar dari agama Islam [Musik] cukup ya ini yang bisa disampaikan apa yang baiknya dari Allah subhanahu wa ta’ala apa yang buruk itu sudah saya pribadi dan dari syaitan kita memohon ampun kepada Allah subhanahu wa taala kita cukupkan dengan kafaratul majelis Subhanallah wabihamdik asyhadu alla ilaha illa Anta Astagfirullah Nabi Muhammad walhamdulillahi rabbil alamin wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh para pemirsa dan pendengar
Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary, Lc. | Ta’zhimus Sunnah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply