Alquran dan kajian Islam kajian Islam ilmiah di Rodja TV dan radio Rodja manusia pun mengikuti hawa nafsunya dan condong kepada kebiasaan-kebiasaan nyataqlid buta terhadap kepada pembesar-pembesarnya ya dan disitulah iblis pun membenarkan persangkaan mereka ini mereka mengikuti iblis yang memang sudah bersumpah di hadapan Allah bahwa ia akan menyesatkan umat manusia anak Adam saksikan lah kajian Islam ilmiah di Rodja TV dan radio Rodja Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah washolatu Wassalamualaikum anda berada jumpa kembali bersama kami dalam kajian ilmiah yang disiarkan langsung pembahasan rutin pembahasan buku talbis iblis disampaikan oleh dan mudah-mudahan apa yang akan disampaikan oleh Beliau bermanfaat bagi kita semua dari kami Selamat menyimak dan kepada urusan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah [Musik] para pemerhati Rojak kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah pertama kita bersyukur pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas segala nikmat dan karunia yang Allah limpahkan kepada kita sholawat dan salam atas nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah kita kembali bertemu pada senin siang ini masih bersama buku televisi iblis kita akan melanjutkan poin-poin yang ada di dalam buku ini terakhir kita bahas yaitu talbis iblis terhadap kaum Sufi terkait sikap meninggalkan kewajiban-kewajiban seperti salat Jumat salat berjamaah dengan dalih menyendiri ataupun uzlah ya dan tentunya uzlah ini ya ada kaidah-kaidah yang mesti diperhatikan ya Ada momen-momen di mana nabi menyontohkan kita dan menganjurkan kita untuk melakukan uzlah atau di dalam istilah lain disebut iktikaf ya dan ada ketentuannya kalaulah kita sebut itikaf itu sebagai salah satu bentuk uzlah ya yaitu di momen-momen tertentu misalnya di bulan Ramadan khususnya di 10 hari terakhir dan ada ketentuan-ketentuannya misalnya di dalam masjid ya sehingga tidak mengabaikan meninggalkan kewajiban-kewajiban seperti salat lima waktu ataupun salat Jumat ya demikian adapun yang dilakukan oleh kaum Sufi ini tidak seperti yang digariskan dan dituntunkan oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang mereka melakukannya justru ya di tempat-tempat yang jauh ya sehingga mengharuskan mereka meninggalkan kewajiban-kewajiban seperti salat lima waktu berjamaah salat berjamaah dan salat Jumat bahkan umumnya mereka mengucilkan diri di tempat-tempat perkumpulan mereka masing-masing ya sehingga mereka tidak pergi ke masjid ya dan mengurung diri di tempat-tempat ribet tersebut Bahkan mereka menganjurkan ataupun melakukannya ya Misalnya dengan melakukannya Di tempat yang gelap tanpa cahaya dan beberapa badan berpuasa wisol terus-menerus ya yaitu jatuh dalam hal-hal yang ya tentunya dilarang ya para pemeran kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah ya Nah demikian Nah jadi mereka melakukannya dengan tuntunan yang mereka buat sendiri ya dan dan pada akhirnya mereka menabrak ya ketentuan-ketentuan agama lainnya ya Nah oleh karena itulah disebut bahwa uzlah tanpa Ainul ilmiah menjadi salah tanpa [Musik] seperti yang kita sebutkan ya kemarin ada dua jenis manusia yang tergelincir karena bentuk uzlah yang salah salah kaprah yang pertama adalah orang-orang yang melakukan uzlah tanpa ilmu Ya seperti kaum Sufi ini sehingga mereka jatuh dalam ketergelinciran atau salah tujuan mereka ingin mengosongkan jiwa mengosongkan hati Walaupun sebenarnya hati itu tidak bisa kosong tapi mereka mengabaikan hal-hal lain di dalam agama ya nabi melakukan itikaf tapi tidak seperti itu ya kalaulah kita golongkan apa yang mereka lakukan sebagai satu bentuk itikaf yang kedua adalah jenis manusia yang kedua yang tergelincir juga Karena uzlah yang keliru adalah tanpa kezuhudan jadi istilahnya itu adalah menyendirinya itu adalah untuk melakukan dosa ya karena tidak terlihat oleh orang lain dia menyendiri supaya dia Bebas Merdeka berbuat dosa ya maka uzlah tanpa kezuhudan menjadi illa penyakit ya menjadi penyakit itu penyakit hati atau penyakit jiwa ya menyendirinya itu tujuannya adalah agar dia bisa bebas berbuat dosa tanpa diganggu orang lain tanpa diketahui oleh orang lain maka tentunya bentuk uzlah kalaulah kita sebut itu dalam bahasa lain itikaf ada ketentuannya ya ada ketentuan yang misalnya dilakukan di dalam masjid sehingga kecil kemungkinan ya dilakukan itu tanpa zuhud yang karena dia tidak mungkin berbuat macam-macam di dalam masjid kemudian ya dilakukan di masjid juga karena supaya tidak mengabaikan kewajiban-kewajiban yang lain seperti salat lima waktu berjamaah di Masjid dan juga salat Jumat ya demikian ya ketentuan-ketentuan yang dibuat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kalau ingin melakukan Menyendiri ya dan itu juga dilakukan dengan batas-batas tertentu ya batasan-batasan tertentu dan momen-momen tertentu juga seperti misalnya di akhir Ramadan Ya seperti yang sering dilakukan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam maka di sini iblis setan menyesatkan ataupun menggelincirkan dua jenis manusia dengan alasan menyendiri ataupun uzlah ya maka dari itu ya segala sesuatu tentunya harus mengikuti tuntunan nabi Shallallahu Alaihi Wasallam di dalam menjalankan hal-hal yang berkenaan dan berkaitan dengan agama kita ya demikian berikutnya kita akan lanjutkan itu pertemuan kita pada senin yang lampau ya Pada kesempatan kali ini kita akan lanjutkan poin terbaru ini poin yang baru yaitu talbis iblis terhadap kaum Sufi terkait sikap pura-pura ya pura-pura khusyuk ya pura-pura kudu seperti menundukkan kepala tapi sebenarnya menipu ataupun tidak tidak khusyuk ya tidak seperti yang terlihat ya ketika rasa takut kepada Allah telah bersemayam di hati seseorang niscaya hal itu akan menampakan ataupun akan melahirkan kekhusyukan pada tampilan lahiriah dan itu tidak mampu ditepisnya atau disembunyikannya kita akan anda akan melihatnya menundukkan kepala bersikap sopan rendah hati ya dan sejenisnya ya Meskipun demikian ya itu indikasi yang nampak dari munculnya rasa takut di dalam hati ya kita tidak bisa menyembunyikannya ya takut kita misalnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya akan muncul secara natural kita katakan Ya rasa takut itu akan Munculkan ya satu sikap yang natural misalnya menumbuhkan kepala kita berhati-hati ya kita bisa melihat orang yang berhati-hati misalnya ya Karena rasa takutnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya demikian karenampak dia ya dia menjadi orang yang rendah hati misalnya ya Nah akan nampak indikasinya Walaupun demikian Meskipun demikian Walaupun dia tidak apa namanya kita katakan tidak direncanakan ya tidak dibuat-buat dia muncul begitu saja namun para Salaf berusaha keras menutupi tampilan lahiriah ini yang tentunya bersumber dari jiwa yang bersih bukan kepura-puraan ya bukan imitasi bukan tipuan bukan akting tapi mereka berusaha untuk menutupi berusaha untuk menutupi ya Muhammad bin Sirin biasa terutama pada siang hari dan menangis pada malam hari ya menunjukkan seolah-olah ya beliau tidak dikenali dengan itu Ya begitulah para salam dahulu berusaha untuk menjauhi syuh ataupun ketenaran ataupun popularitas sehingga orang mengenalinya dengan satu sifat tertentu yang menjadi buah bibir ataupun bahan pembicaraan di tengah-tengah manusia mereka berusaha untuk menghindari itu seolah-olah beliau tidak menangis Padahal malam hari beliau Menangis Tanpa orang-orang mengetahuinya orang-orang tidak mengetahui itu orang-orang yang mengenali atau tahu adalah bio biasa tertawa pada siang hari seperti normalnya manusia ya Dan seolah-olah mereka beliau tidak menangis padahal beliau menangis pada malam hari ya namun perlu dicampurkan meski kita menukik riwayat Ibnu Sirin ini bukan berarti kita memerintahkan orang seorang Alim untuk bersikap tergembira di hadapan khalayak ramai ya bukan ya Nah demikian karena itu juga bisa menjatuhkan muruah dia juga ya nah Demikian Ya bukan itu maksudnya di sini kata beliau namun untuk menjelaskan satu sisi lain yaitu bagaimana para salam dahulu berusaha untuk menyembunyikan sesuatu ya yang mereka lakukan karena menghindari ketenaran ataupun popularitas syuh ya mereka tidak ingin menjadi buah bibir dan dibicarakan orang ya Nah disebut-sebut orang ini satu beban ya karena popularitas itu beban ya beban berat ya Dan kadang-kadang menyeret kita untuk berpura-pura jadinya ketika kita tidak mampu mempertahankannya maka kita akan berpura-pura apa kata orang saya dikenali seperti ini ternyata menampilkan suatu yang lain maka kita pun memaksakan diri dan kadang-kadang bersikap pura-pura nah ini yang ingin dihindari oleh para Salaf dahulu ya demikian wallahualam itu yang dilakukan oleh Muhammad bin Sherin dan di sini di garis atasi oleh Ibnu yozi ya bukan artinya melakukan para ulama yang lain atau orang yang lain melakukan hal yang seperti hal yang sama seperti itu tidak ya hanya saja Sisi yang ingin di memunculkan di sini adalah bagaimana para Salaf dahulu berusaha untuk menyembunyikan amal kebaikan mereka ya Nah demikian Jadi mereka tidak mau menampilkan sesuatu yang semu ya penuh dengan kepura-puraan dan tidak real ya riwayatkan dari Ali radhiyallahu Anhu ya yang mengatakan saat menyampaikan ilmu kendalikan diri kamu ketika menyampaikannya jangan campuri ia dengan tawa karena perbuatan ini bisa memuakkan hati orang-orang yang mendengarnya sikap seperti ini bukan Ria tetapi hati orang-orang awam terlalu polos untuk dapat memahami sikap seorang Alim maka ia tidak boleh permisif terhadap hal-hal mubah dengan kata lain selayaknya ulama menghadapi khalayak dengan sikap yang anggun dan santun ya karena awam kadang-kadang tidak melihat apa yang kita katakan tapi mereka merekam apa yang mereka lihat dari apa yang kita lakukan dan mereka mengambil kesimpulan sendiri bahwa Berarti boleh berarti ini suatu yang dibenarkan dan sejenisnya itu kemampuan banyak orang awam kemampuan mereka untuk memahami apa yang disampaikan sangat lemah sementara mereka sangat cepat untuk meniru apa yang mereka lihat maka dikatakan oleh Imam Ahmad dari banyak orang-orang yang hadiri majelisku hanya segelintir orang yang memahami ilmu dan selain selebihnya lagi adalah mereka melihat ya akhlak dan adab ya Nah demikian Jadi mereka lebih melihat apa yang mereka akan mengikuti apa yang mereka lihat daripada mengikuti apa yang mereka dengar ya penjelasan yang mereka dengar karena kemampuan mereka untuk memahami ini orang awam ya memahami apa yang kita sampaikan itu kadang-kadang sangat lemah oleh karena itulah ya seorang Alim harus menjaga sikap di hadapan orang-orang awam itu ya sebagai pelajaran ini bukan sikap kepura-puraan tapi untuk satu masalah hak agar orang-orang awam itu tidak terfitnah dengan apa yang mereka lihat wallahualam yang tercela adalah berpura-pura khusyuk ya Nah berpura-pura khusyuk berpura-pura menangis berpura-pura menundukkan kepala agar dipandang sebagai orang zuhud oleh manusia hingga mereka berebut untuk misalnya berjabat tangan mencium tangannya ya Dan ini bisa sampai kepada ya orang-orang awam itu mengkultuskan orang tersebut mengkultuskannya ya Nah lebih jauh mungkin ada seorang dari mereka yang meminta kepadaNya minta doa misalnya tolong Doakan kami lalu dia mendoakannya seakan-akan doanya pasti dikabulkan orang yang Mustajab doa ya kita tahu beberapa sahabat yang Mustajab doa mereka tidak kita dapati riwayat bahwa orang-orang berbaris di depan pintu rumahnya untuk minta didoain ya Nah Padahal mereka orang-orang yang dikabarkan nabi termasuk orang yang Mustajab doanya ya Jadi sebelum sebelumnya ya beliau yaitu kami Imam jauzi mengatakan menukil satu riwayat dari Ibrahim bahwasanya seorang minta kepadanya ini diriwayat yang beliau nukil dari Ibrahim bahwa ada seseorang meminta kepadaNya apa permintaannya tolong Doakan kami Mendengar hal ini Ibrahim tidak menyukainya dan marah kepada orang itu ya marah kepada orang itu ya tentunya riwayat ini harus kita pahami dengan benar ya bukan Ibrahim an-nahl bersikap sombong Arogan kasar dan menolak permintaan orang ini bukan tapi ada indikasi lain ya indikasi lain yang beliau lihat bahwa ini akan menjurus kepada pengkultusan mengagungkan lebih daripada semestinya ya Dan ini gaji-indikasi-indikasi negatif lainnya seperti hari ini ya mungkin banyak orang-orang seperti itu akhirnya ya sedikit-sedikit minta tolong minta doa akhirnya seperti ya apa namanya kita katakan Ya ya minta doa minta doa itu salah satu yang dibolehkan minta doa kepada orang sholeh tapi kita lihat ya sebagian orang yang menjadikan itu sebagai kita katakan ajang untuk kultus individu dan setan bisa membawa kepada arah yang lebih buruk yaitu ketika orang ini mati maka orang-orang akan berdoa di kuburnya minta doa dikuburnya bisa jadi karena pengkultusan yang berlebih-lebihan itu akan membawa ke situ maka Ibrahim an-kai di sini riwayat ini dalam riwayat ini bukan berarti beliau menolak permintaan orang yang minta doa kepada beliau atau bersikap Arogan sombong atau tidak mempedulikan orang-orang yang tulus Mungkin minta doa kepada beliau nggak Tapi beliau melihat indikasi lain bahwa hal ini bisa membawa kepada hal yang lebih buruk ya bahwa kebiasaan ini dilakukan bukan hanya Kepada beliau tapi kepada yang lainnya sehingga menjadi satu tradisi yang apa namanya ya sebagian orang bahkan ada yang minta doa kepada orang gila bahkan ya demikian dia menganggap bahwa ini orang gila entah siapa yang lebih gila Nggak tahu itu Nah demikian ya di antara orang-orang yang takut kepada Allah bisa jadi ada seseorang yang rasa takutnya membuat dirinya begitu rendah hati dan pemalu sehingga dia tidak berani mendongakkan kepala di hadapan orang lain namun ini bukanlah keutamaan karena tidak ada kekhusyukan yang melebihi kekhusyukan Nabi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ya tapi nabi tidak seperti itu ya Artinya kita berusaha untuk senatural mungkin dan tidak apa namanya ya memaksa memaksakan sesuatu kita tentunya perlu menumbuhkan dan menghadirkan rasa takut di dalam hati tapi jangan ya seolah-olah kita ingin menunjukkan Saya ini orang yang takut kepada Allah ya Nah demikian itu kadang-kadang membawa kita kepada kepura-puraan tadi ya wallahualam saya muslim dari Abu Musa Asy’ari bahwa dia berkata Rasulullah sering mendongakkan kepala beliau ke langit tentunya di luar salat ya karena di dalam salat nggak boleh artinya tidak selalu menunduk gitu ya menunjukkan bahwa bila ada orang takut kepada Allah padahal tidak ada yang orang yang lebih takut sampai lebih takut kepada Allah selain beliau ya nggak demikian jadi ini menunjukkan kepada kita bahwa nabi juga bersikap bersikap natural biasa seperti manusia-manusia lainnya dan beliau juga tetap memupuk rasa takut itu di dalam hati beliau ya walaupun kadang kala ya rasa takut itu ya apa namanya ya membawa seseorang itu bersikap ya seperti itu menunduk Tapi itu tidak dibuat-buat seperti yang kita sebutkan tadi ya wallahualam itu muncul secara natural saja alamiah saja ya tidak apa namanya berakting seperti itu untuk menunjukkan Saya ini orang yang takut kepada Allah tidak perlu pengakuan manusia atau untuk memberitahu manusia apa yang ada di dalam hati kita ya Nah di sini merupakan dalil yang menganjurkan kita supaya memandang langit sudah memetik pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah Allah mengatakan hafalan yang dulu [Musik] maka Tidakkah mereka memperhatikan langit yang ada di atas mereka tentunya nggak bisa kita memperhatikan langit di atas kita kecuali dengan mendongakkan kepala ke atas ini semacam kritik ya terhadap kaum Suci tadi yang selalu menunduk nggak pernah menolakkan kepala ke atas tapi ini dibuat-buat tidak natural ya Nah demikian hal-hal yang dibuat-buat tidak natural ya Nah demikian Allah mengatakan di dalam surat qaf ayat 6 tersebut bahwa kita diperintahkan untuk melihat hafalan yang seluruh Ila sama Tidakkah Mereka melihat langit ya artinya ya ada kondisi-kondisi kita mendoakan kepala ke atas dan nabi juga melakukannya jadi demikian juga di dalam surat Yunus ayat 101 Allah mengatakanlah apa-apa yang ada di langit dan di bumi langit dan bumi akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat kami di segala penjuru ya jadi biasakan menundukkan kepala untuk menunjukkan kekhusyukan rasa takut Ya seperti yang oleh-oleh yang seperti yang dilakukan oleh kaum Sufi itu ada sesuatu yang ya tidak dianjurkan oleh para Salaf dahulu dan mereka berusaha untuk menunjukkan sebaliknya nabi juga mendoakan kepala ke atas tidak terus-menerus menundukkan kepala dan menunjukkan ini adalah orang yang Masya Allah waliyullah ya Wali Allah ya tidak pernah menolakkan kepalanya ke atas ya terus menunduk dan menunjukkan rasa khusyuk ya dan tunduk kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala menunjukkan rasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya Nah demikian walaupun ya ada waktunya ya Di mana Karena rasa takut kita kepada Allah kita menundukkan kepala tapi itu terjadi secara alami saja bukan dibuat-buat Apa yang membedakan di sini orang-orang Sufi ini melakukan itu untuk menunjukkan sesuatu apa yang ada di dalam hatinya yaitu rasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya maka mereka melakukan ritual itu selalu menunduk dan mereka melarang untuk mendoakan kepala ke atas [Musik] nah Selain itu mereka menambahkan isyarat tasbih yakni menyerupakan Allah dengan makhluk yang jelas ini adalah satu perbuatan yang bidah ya Andai mereka tahu bahwa menundukkan kepala karena malu kepada Allah Sama saja dengan mendoakannya tentu mereka tidak melakukan hal itu ya namun apa Boleh dikata iblis telah mengelabui orang-orang jahil ini yang tugas utamanya memang mempermainkan mereka ya jadi demikianlah ya bagaimana iblis ya memperdaya ya manusia karena kejahilan mereka misalnya ya kita katakan tadi disebutkan di sini ya bahwa menundukkan kepala atau mendongakkannya itu tidak menunjukkan orang itu apa namanya khusyuk atau tidak khusyuk ya khusyuk atau tidak khusyuk ya sombong atau tidak sombong atau kita katakan takut atau tidak takut pada Allah subhanahu wa ta’ala itu sama sekali tidak menunjukkan hal itu ya wallahualam tapi ya tentunya ada waktu-waktu kita menundukan kepala misalnya di dalam salat kita dianjurkan untuk melihat tempat sujud ya dan dilarang untuk mendoakan kepala ke atas itu di dalam salat ya tentunya ada ketentuannya ya tapi tidak seluruh waktu orang itu terus menumbuhkan kepala Ya sementara itu para ulama ya iblis jauh dari mereka bahkan iblis takut kepada mereka karena mereka mengetahui ya Nah ini adalah orang-orang yang berilmu ya mereka akan menjauhi segala bentuk tipu daya Musuh Abadi manusia ini ya Jadi mereka tidak kuasa untuk memperdaya para ulama ini ya dengan cara-cara seperti yang iblis lakukan terhadap kaum sufi yang jahil tadi inilah yang membedakan ya antara ilmu dan kejahilan dari Abu Salamah Bin Abdurrahman Dia berkata sahabat-sahabat Rasulullah tidak menyimpang dan tidak pula lemah mereka biasa menandungkan bait-bait syair di majelis-majelis mereka dan menyebut-nyebut kenangan masa jahiliyah namun Apabila salah seorang dari mereka tersinggung lantaran suatu hal yang terkait dengan urusan agamanya maka kelopak matanya berputar seakan-akan Dia adalah orang yang tidak waras Artinya mereka akan menunjukkan reaksi gitu ya ketika agama Allah dipermainkan misalnya tapi dalam kondisi-kondisi yang lainnya mereka bersikap biasa mereka biasa berkumpul menyambungkan bait syair di majelis-majelis itu seperti saya syair untuk menunjukkan menumbuhkan semangat ya dan jenisnya membela kebenaran dan mematahkan kebatilan ya Nah biasa juga menyebut-nyebut kenangan masa jahiliyah dulu ya biasa seperti obrolan kebanyakan manusia ya kalau kita berkumpul dengan teman-teman kita sahabat-sahabat kita ya kita juga biasa membicarakan hal-hal lain selain masalah-masalah agama kan begitu ya nggak melulu kita oleh kita kumpul harus bicara agama akan begitu nah kadang-kadang kita membicarakan hal yang lainnya itu biasa namun Apabila salah seorang dari mereka ya tersinggung karena agama Allah di permainkan misalnya atau dilecehkan maka mereka menunjukkan reaksi ya Ada momen dimana kita ya bersikap tegas ya bersikap apa namanya tegas ada dimana kita ya bersikap santai ataupun lebih lebih luwes dan lebih santai lagi wallahualam bisa demikian mungkin dari Umar Bin Khattab bahwa suatu ketika ia melihat seorang pemuda yang menundukkan kepala umat pun kemudian berseru kepada si Pemuda Hai anak muda Angkatlah kepalamu kekhususan yang Hakiki tidak lebih daripada dari apa yang ada dalam hati ya artinya tidak usah di Tunjukkan apa yang ada di dalam hatimu bahwasanya orang takut kepada Allah Siapa saja yang menampakkan kekusukan melebihi apa yang ada di dalam hatinya berarti dia sedang mempertontonkan kemunafikan di atas kemunafikan ya Nah kemunafikan di atas kemunafikan Nah demikian juga diriwayatkan dari asing bin khulab Al jourmi Dia berkata Ayahku berpapasan dengan Abdurrahman bin Al Aswad yang sedang berjalan kaki ketika berjalan Abdurrahman biasa berjalan sejajar dengan tembok Seraya menampakkan kekhusyukan seperti itu ya maka Abu Bakar sedikit memiringkan leher lalu Ayahku Abu Malik bertanya setiap berjalan Mengapa engkau selalu berjalan sejajar dengan tembok demi Allah umar berjalan dengan cara menginjakkan kaki kuat-kuat di atas tanah dan bersuara keras artinya ya biasa Ya tidak apa ya kita katakan berakting seolah-olah sesuatu yang khusyuk atau orang yang khusyuk dan apa ya kita katakan menunjukkan bahwa dia ada orang takut kepada Allah Ibnu Ibnu jauzi mengatakan Salaf biasa menutupi kondisi mereka dan meninggalkan sikap pura-pura ya biasa aja satu yang natural yang bisa kita lakukan ya hal itu seperti yang telah kita Kemukakan dari Ayub astiani bahwa pakaian yang dikenakannya agak panjang tidak lain agar dapat menutupi kondisinya berkata aku tidak menganggap amalanku yang terlihat ya Beliau mengatakan Aku tidak menganggap tidak menghitung amalanku yang terlihat Sufyan bersuruh kepada temannya yang sebelumnya dia lihat mengerjakan salat Dia berkata berani-berani orang-orang melihatmu suatu ketika Abu Umama melintas di dekat orang yang tengah sujud berkomentar beliau berkomentar Sungguh bagus sujud ini Andai kamu kerjakan di rumah mungkin orang itu sujud lama kali ya ada sebagian orang yang menunjukkan amal yang kayaknya luar biasa spektakuler di depan orang banyak maka Beliau berkata kepada orang ini sungguh bagus sujud ini Andai kamu kerjakan di rumah ya Andai kamu kerjakan itu di rumah maka Syafi’i mengatakan dalam satu syair ya Tinggalkanlah orang yang bersikap kalem di hadapanmu padahal ketika sendirian mereka Mbak Serigala yang buas ya di depan orang banyak atau di tengah-tengah manusia kalem tapi kalau sendiri bak serigala buas wallahualam artinya para salam dahulu tidak menyukai sikap kepura-puraan ia bersikap biasa saja natural alami seperti halnya manusia tidak perlu kita memaksakan diri untuk menunjukkan apa yang ada di dalam hati kita walaupun itu ada ada khusyuk ada rasa takut tapi tidak perlu berakting seolah-olah menunjukkan itu ada di dalam hati saya Maka itulah pelajaran yang bisa kita petik dari para Salaf mereka beramal tapi mereka berusaha untuk seolah-olah ya amal itu sesuatu yang tidak ada pada mereka Ya seperti perkataan Sauri tadi aku tidak menganggap amalan-amalanku yang dilihat orang dia tidak hitung itu ya wallahualam jadi dari sini kita ambil keteladanan para Salaf bagaimana mereka menyeimbangkan antara apa yang ada di dalam hati dengan apa yang mereka nampakkan kepada manusia ya berbeda dengan kaum Sufi ini ya tampilannya spektakuler luar biasa tapi dalamnya belum tentu seperti itu ya belum tentu ada rasa khusyuk dan takut dalam hatinya tapi kalau kita lihat penampilan lahirnya itulah yang dijauhi oleh para Salaf mereka tidak suka orang itu menampilkan suatu yang berbeda dengan apa yang ada di dalam hatinya kan begitu ya biasa saja ya jangan melebihkan apa yang ada di dalam hati ya demikian tadi dikatakan oleh Umar ya itu adalah seperti seorang yang mempertontonkan kemunafikan di atas kemunafikan ya ketika dia yang melihat seorang pemuda menundukkan kepala menunjukkan seolah-olah dia adalah orang yang khusyuk Beliau mengatakan anak muda angkat kepalamu kekhusyukan yang Hakiki tidak lebih dari apa yang ada dalam hati siapa saja menampakkan khusyukan yaitu yang lahir pada dirinya ya melebihi apa yang ada dalam hatinya maka dia sedang mempertontonkan kemunafikan di atas kemunafikan artinya seolah-olah khusyuk padahal enggak enggak khus khusuk amat sebagaimana yang kita sebutkan tadi ya seolah-olah tunduk padahal enggak tunduk-tunduk kali dia dia terbukti ketika dibawa ataupun diarahkan kepada kebenaran dia tidak mau menerima dinasehati dia buru-buru menolak bahkan marah bahkan murka bahkan ngamuk mungkin kita pada kesempatan siang ini mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita semua aku dulu kau lihat kaum muslimin innahu wa Ghofur assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Terima kasih banyak atas materialnya disampaikan melalui kesempatan siang hari ini membahas iblis yaitu talbis iblis kepada kaum sufi yang mudah-mudahan jadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua demikian kami undur diri mohon maaf apabila ada kesalahan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply