Syaikh Prof. Dr. Abdurrazaq bin Abdul Muhsin – Tujuan-Tujuan Haji

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Alhamdulillah washolatu Wassalamualaikum para pemirsa Rodja TV dan pendengar Radio Rodja dimanapun anda berada Masih bersama dengan kami di saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam jazakumullahu Khairan kami ucapkan atas kebersamaan anda dan insya Allah Sesaat lagi Anda dapat menyimak program acara yang Insyaallah bermanfaat bagi anda sebuah kajian ilmiah yang Semoga akan membawa kebaikan bagi kita bertambahnya ilmu kita semakin baiknya amal-amal kita dan semoga dengannya pula diterimanya amal-amal kita dengan dikumpulkannya kita di surga yang kita nanti bersama saudaraku seiman saya akidah kami ucapkan dari studio selamat menyimak TV dan kajian Islam diantara salah satu tujuan ibadah haji diwajibkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala adalah untuk menyaksikan manfaat-manfaat ibadah haji yang sangat luar biasa pelajaran-pelajaran yang akan memberikan pengaruh dengan pelajaran-pelajaran yang bermacam-macam Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada manusia agar mereka melaksanakan ibadah haji maka mereka akan datang dengan berjalan kaki dan juga menggunakan untuk unta yang kurus mereka akan datang dari setiap penjuru ia selalu diantara tujuannya agar mereka memperhatikan dan menyaksikan manfaat-manfaat yang akan kembali kepada mereka [Musik] sesuatu yang tidak mungkin bagi kita untuk menghitungnya pelajaran-pelajaran yang tidak mungkin bagi kita untuk mengambil satu persatu darinya karena saking banyaknya karena sesungguhnya firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam ayat yang barusan kita baca itu adalah jamak daripada kalimat manfaat ini disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam bentuk untuk memberikan isyarat kepada kita bersama bahwa di dalamnya terkandung berbagai macam manfaat dan sangat banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan oleh para jemaah dan menyaksikan manfaat ini adalah diantara tujuan ibadah haji diwajibkan dan dimaksudkan untuk melakukannya karena kalimat lam di dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala [Musik] yang dia berkaitan dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebelumnya melaksanakan ibadah haji mereka akan datang dengan berjalan kaki dan juga menggunakan kendaraan artinya Allah memerintahkan untuk mengumumkan ibadah haji sehingga mereka datang dengan berjalan kaki menggunakan kendaraan untuk menyaksikan manfaat-manfaat daripada ibadah haji tersebut dan mereka bisa hadir di sana artinya adalah menghadirkan manfaat yang ada dan mendapatkan serta Memberikan manfaat kepada mereka boleh makan oleh karenanya maka sudah semestinya bagi mereka yang diberikan kemudahan Taufik oleh Allah subhanahu wa ta’ala melakukan ketaatan ini untuk melaksanakan ibadah dan betul-betul mereka berusaha mendapatkan serta menghasilkan manfaat-manfaat daripada ibadah haji atau mengambil pelajaran-pelajaran nasehat-nasehat yang ada di dalamnya di samping itu juga mereka juga akan mendapatkan pahala yang luar biasa ganjaran yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala ampunan ampunan yang akan mereka dapatkan dan juga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghilangkan kesalahan dan juga pantas bagi mereka yang mendapatkan keuntungan yang luar ini mereka mendapatkan sesuatu yang sangat indah ketika nantinya mereka pulang ke kampung halamannya dengan keadaan yang sangat mulia dengan jiwa yang sangat bagus dengan kehidupan yang baru kehidupan yang penuh dengan iman dan taqwa kehidupan yang diisi dengan kebaikan berbuat baik dan istiqomah kehidupan yang akan selalu menjaga ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan ini juga termasuk diantara manfaat melaksanakan ibadah haji yang mulia para ulama mereka menjelaskan bahwa sesungguhnya kebaikan apabila didapatkan dan dilakukan oleh mereka yang melaksanakan ibadah haji maka mereka akan memiliki tanda-tanda setelah melaksanakan ibadah haji ini karena diantara tandanya adalah mereka akan mendapatkan keridhoan Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena memang diantara tanda-tanda ibadah haji diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala bisa memberikan perubahan kepada seseorang dari yang tadinya buruk menjadi yang baik dari yang tadinya baik menjadi lebih baik karena memang diantara bentuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerimanya seseorang akan mendapatkan manfaat dari ibadah-ibadah haji yang akan mereka lakukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan Tidakkah kebaikan itu balasannya adalah dengan kebaikan yang berikutnya maknanya barangsiapa yang melakukan kebaikan di dalam melaksanakan ibadah haji mereka melakukan hal-hal yang ditandai oleh Allah subhanahu wa ta’ala mereka meninggalkan hal-hal yang bisa membatalkan ibadah haji tersebut maka mereka keluar dari ibadah dengan yang mulia ini dengan keadaan yang terbaik sehingga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan di dalam firmannya barangsiapa yang melakukan kebaikan maka kami akan tambah kebaikan-kebaikan kepadanya Imam Ibnu sinadi rahimahullahu ta’ala menyebutkan tentang ayat ini barang siapa yang melakukan kebaikanmu baik itu berupa shalat puasa Haji berbaik kepada sesama makhluk Nazi adalah kami akan tambah kebaikan untuknya maknanya bahwa sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memudahkan melapangkan hatinya memudahkan urusannya dan dia menjadi penyebab untuk diberikan Taufik melakukan kebaikan-kebaikan yang lain dan seorang mukmin akan bertambah amalannya kemudian tinggi derajatnya di sisi allah subhanahu wa ta’ala dan juga di sisi hamba-hamba allah subhanahu wa ta’ala kemudian dia akan mendapatkan pahala yang segera didapatkan ataupun yang nanti dijadikan sebagai tabungan di akhirat sana kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan Innallaha wafurun Syakur Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang maha pengampun dan yang maha berterima kasih artinya allah subhanahu wa ta’ala mengampunkan dosa seorang hamba walaupun seandainya dosa tersebut adalah dosa yang besar adanya dikala mereka bertaubat maka Allah akan ampunkan dan Allah berterima kasih terhadap amalan-amalan yang sedikit dengan memberikan balasan yang banyak sekali maka dengan ampunan Allah Allah akan Ampunkan dosa hamba dan Allah akan menutup aibnya dan dengan syukurnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah menerima semua kebaikan yang dilakukan kemudian melipatgandakan dengan kelipatan yang sangat banyak sekali salam adalah Dia pernah menyebutkan dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam apabila kalian melihat seseorang melakukan kebaikan maka ketahuilah kebaikan tersebut memiliki saudara-saudara yang lainnya karena setiap kebaikan akan mendatangkan saudara-saudaranya kemudian dia kembali melanjutkan apabila kalian memperhatikan seseorang melakukan keburukan maka ketahuilah keburukan itu memiliki saudara-saudara yang lainnya karena setiap kebaikan akan menunjukkan kepada karena setiap perbuatan keburukan akan menunjukkan keburukan yang lainnya hadits dikeluarkan oleh Imam Ibnu Abi syaibah di dalam kitabnya al-musanah menyebutkan dalam kitabnya sesungguhnya sebuah dosa akan melahirkan dosa berikutnya dan merupakan sebuah musibah yang paling besar dikala suatu dosa akan melahirkan dosa yang kedua dan dosa yang kedua akan melahirkan dosa yang ketiga dan dari dosa yang kedua dan yang ketiga ini akan melahirkan dosa yang berikutnya dan seterusnya demikianlah keadaannya oleh karenanya barangsiapa di antara mereka yang tidak memiliki ilmu tidak Faqih terhadap kehidupannya maka dia akan binasa sedangkan dia tidak sadar kalau dia akan binasa karena sesungguhnya kebaikan dan keburukan bergantung atau satu dengan yang lainnya bergandengan antara satu dengan yang lainnya dan mereka akan mendatangi antara satu juga dengan yang lainnya sehingga Sebagian ulama Salaf menjelaskan sesungguhnya diantara bentuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan pahala terhadap kebaikan yang dilakukan adalah kebaikan setelahnya dan sesungguhnya diantara hukuman yang diberikan kepada mereka yang melakukan kemaksiatan adalah kemaksiatan berikutnya dan ini adalah sesuatu yang jelas sekali kalau seandainya kita memperhatikan di kalangan umat manusia karena contoh-contoh yang sangat banyak sekali fakta-fakta yang ada yang kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] menyebutkan sesungguhnya haji yang mabrur tidak ada balasan kecuali surga hadits yang diriwayatkan oleh imam muslim sehingga setiap mereka yang melaksanakan ibadah haji Keinginan mereka yang paling tinggi adalah bagaimana supaya mereka mendapatkan haji yang mabrur kemudian sya’i yang diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala kemudian amalan-amalan yang diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan amalan yang paling jelas dikala seseorang melakukan amalan adalah bagaimana mereka senantiasa ikhlas di dalam melakukan ibadah tersebut karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian Bagaimana amalan yang mereka lakukan sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam karena dua ini merupakan syarat diterimanya amalan seorang hamba dalam semua ibadah yang mereka lakukan sehingga mereka yang melaksanakan ibadah haji semestinya bagi mereka adalah akan melakukan kebaikan-kebaikan yang berikutnya dan itu juga merupakan diantara tanda Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerimanya sehingga kita bisa mengatakan bahwa tanda seseorang melaksanakan ibadah haji dikala Mereka melaksanakan ibadah haji yang pertama adalah mereka selalu ikhlas karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian apa yang mereka lakukan sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian tanda mereka diterima ibadahnya setelah melakukan ibadah haji adalah keadaannya yang semakin membaik penuh dengan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala meninggalkan dosa dan kemaksiatan kemudian kehidupannya adalah kehidupan yang baik yang penuh dengan ketakwaan keimanan dan istiqomah di dalam agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala [Musik] [Musik] seorang muslim mereka harus memperhatikan bahwa tidak ada satupun diantara mereka yang bisa memastikan ibadah-ibadah yang mereka lakukan pasti diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala kalau seandainya saja Allah Subhanahu Wa Ta’ala berbicara tentang seorang yang mukmin yang sempurna keimanannya bagus amalannya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan tentang sifat mereka-mereka yang melakukan apa yang diperintahkan sedangkan hati mereka selalu takut kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan mereka sadar mereka akan kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang dimaksud di dalam ini adalah orang-orang yang melaksanakan ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka senantiasa melakukan ibadah sholat puasa zakat Haji kemudian ibadah-ibadah yang lainnya namun mereka senantiasa takut kalau seandainya amalan mereka tersebut adalah amalan yang sia-sia mereka takut dikalian Mereka berdiri mempertanggungjawabkan di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala yang mereka lakukan tidak diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan juga tidak diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam sebuah hadis yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dalam kitabnya musnad di bawahkan oleh ibunda kita Aisyah radhiallahu ta’ala anha ibunda Aisyah menyebutkan kultu Ya Rasulullah berkata kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Ya Rasulullah firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka-mereka yang melakukan apa yang diperintahkan kemudian hati mereka takut kepada Allah apakah orang ini adalah orang yang berzina atau orang yang meminum khamar maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan anaknya ayat ini menunjukkan orang yang senantiasa salat berpuasa bersedekah sedangkan dia takut kalau seandainya ibadah yang dilakukan tidak diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala sesungguhnya seorang mukmin mereka mengumpulkan antara kebaikan dan merasa kasihan sedangkan orang-orang munafik Kun jamaah Bayyinah mereka mengumpulkan antara keburukan dan merasa aman dalam ibadahnya dikeluarkan oleh Imam Ibnu Mubarak dalam kitab Az zuhud demikian juga disebutkan oleh Ibnu Fatah Ibnu di dalam kitabnya Al ibanah bahwa sesungguhnya seseorang setelah melaksanakan ibadah haji dan melaksanakan ibadah Umroh bahkan setelah selesai Mereka melaksanakan manasik manasik yang diwajibkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Apabila mereka ditanya tentang ibadah hajinya maka mereka akan mengatakan sudah melaksanakan ibadah haji dan tidak ada lagi yang tersisa kecuali harapan agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerimanya demikian juga seorang hamba mereka senantiasa mendoakan dirinya dan juga mereka mendoakan saudara-saudaranya Allahumma Ya Allah Terimalah salat kami Terimalah puasa kami Terimalah Haji kami demikian juga mereka saling berpapasan saling mendoakan satu dengan yang lainnya taqabbalallah Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima dari apa yang kita lakukan kabilahllahu Minna waminkum sebagaimana juga ungkapan yang mereka lakukan di Kalam melaksanakan puasa Ramadan dan itulah kalimat-kalimat yang senantiasa diturunkan dari satu generasi kepada generasi berikutnya yang menjadi kebiasaan agar mereka diterima ibadahnya [Musik] ini merupakan diantara sunnah yang diwariskan dari generasi kepada generasi berikutnya yang sudah dilakukan oleh orang-orang terdahulu setiap kali mereka beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka mereka akan saling berucap maka balallahu Minna Wa minkum Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima ibadah dari kami dan dari kalian karena semua orang senantiasa mereka berharap agar diterima ibadahnya oleh Allah subhanahu wa ta’ala Allah Subhanahu Wa Ta’ala menceritakan kepada kita di dalam Alquran tentang Nabi Ibrahim Alaihissalam dan juga anaknya Ismail Alaihissalam di kala mereka sama-sama berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala setelah melaksanakan perintah Allah Allah subhanahu wa ta’ala berfirman Dan ingatlah Nabi Ibrahim mengangkat pondasi bangunan Ka’bah Begitu juga dengan nabi Ibrahim kemudian setelahnya mereka sama-sama berdoa kepada Allah ya Allah Terimalah dari kami karena Sesungguhnya engkau adalah zat yang maha mendengar dan zat yang maha mengetahui mereka melakukan amalan yang sholeh dan mereka selalu meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima apa yang mereka lakukan di dalam sebuah riwayat yang dibawakan oleh Ibnu Abi Hakim dari wuhaib Bin ketika dia membaca ayat yang mulia ini maka dia pun menangis kemudian setelahnya dia mengatakan ia akan maksudnya adalah Nabi Ibrahim engkau mengangkat pondasi rumah Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian engkau merasa kasihan terhadap dirimu Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak menerima darimu lalu seandainya demikian keadaan Nabi Ibrahim imamnya orang-orang Saleh imamnya orang-orang yang lurus di jalan Allah subhanahu wa ta’ala imamnya orang-orang yang bertakwa Bagaimana kiranya dengan orang yang derajatnya di bawah daripada Nabi Ibrahim Alaihissalam inilah manfaat yang akan didapatkan oleh mereka yang melaksanakan ibadah haji yaitu Bahwa dikala mereka melakukan kebaikan-kebaikan maka kebaikan tersebut akan membawa kepada kebaikan-kebaikan berikutnya jikalau mereka melakukan ketaatan ketaatan tersebut akan membimbing kepada ketaatan ketaatan berikutnya dibukakan baginya pintu kebaikan untuk senantiasa melakukan kebaikan kemudian firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar mereka menyaksikan manfaat-manfaat yang akan kembali kepada mereka manfaat yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala di dalam ayat ini mencakup manfaat yang berkaitan dengan dunia atau juga manfaat yang berkaitan dengan masalah akhirat masalah agama dan juga masalah dunia namun manfaat yang berkaitan dengan agama tidak akan pernah bisa dibandingkan dengan manfaat yang berkaitan dengan dunia saja karena di dalam ibadah haji terdapat pahala yang luar biasa Allah Subhanahu Wa Ta’ala ampunkan dosa-dosa hamba mereka mendapatkan derajat derajat yang mulia dan juga faedah-faedah yang sangat Agung sekali Dimana mereka dimudahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Melakukan kebaikan mereka senantiasa berusaha untuk melaksanakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana mereka juga meninggalkan larangan-larangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Shallallahu Alaihi Wasallam manhajj Wassalam kebaikan apalagi yang diharapkan bagi mereka yang melaksanakan ibadah haji dibandingkan dengan pahala yang luar biasa keuntungan yang sangat Agung terutama di kala mereka selesai melaksanakan ibadah haji yang mulia ini seolah-olah mereka baru saja dilahirkan oleh ibunya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan di dalam firmannya Barang siapa yang bersegerakan Hanya dua hari saja maka dia tidak berdosa dan barangsiapa yang memperlambat menjadi 3 hari dan maka dia juga tidak berdosa bagi mereka yang bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Imam Ibnu jarir di dalam tafsirnya dikala membawakan perkataan para ulama yang sangat banyak sekali yang pada akhirnya dia memilih salah satunya kemudian dia menyebutkan barangsiapa yang bersegera di dua hari maka tidak akan ada dosa baginya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampunkan dosa-dosanya kalau seandainya dia bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala melakukan ketaatan-ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan menyelesaikan kewajibannya batasan-batasan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan barangsiapa yang terlambat lebih daripada dua hari maka juga tidak menjadi masalah kalau seandainya mereka bertakwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala ampunkan dosanya Setelah dia melaksanakan ibadah yang mulia ini kemudian setelah dia menyebutkan makna daripada ayat Allah Subhanahu Wa Ta’ala tersebut maka Imam Ibnu jarir membawakan hadis-hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam diantara salah satu hadis yang dibawakan adalah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Man Paman Hajjah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan barangsiapa yang berhaji ke rumah Allah yang mulia ini kemudian mereka tidak melakukan rafas mereka juga tidak melakukan mereka keluar dari dosanya seperti mereka baru dikeluarkan dari rahim ibunya hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan imam muslim dan juga membawakan Hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan ikutkan lah antara haji dan umroh karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana api akan menghilangkan karat-karat yang ada di besi hadits ini dikeluarkan oleh Imam yang sangat banyak sekali menunjukkan kepada kita bagaimana beruntungnya mereka yang melaksanakan ibadah haji yang mulia mereka keluar dari melaksanakan ibadah haji seolah-olah mereka tidak lagi memiliki dosa Kalau seandainya mereka bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka melakukan apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala perintahkan dan mereka juga Meninggalkan apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala Larang Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya keutamaan yang mulia ini hati yang Mukmin akan selalu berlomba-lomba mendapatkannya mereka akan semangat menginginkan kemuliaan yang disediakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Alangkah indahnya keutamaan yang mereka dapatkan manfaat yang luar biasa ketika mereka pulang dari melaksanakan ibadah yang mulia seolah-olah mereka tidak lagi memiliki dosa ibarat mereka keluar dari rahim ibunya dengan jiwa yang suci dengan hati yang bersih tidak memiliki Dosa sama sekali kalau seandainya mereka bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk melaksanakan ibadah haji yang mulia ini ujilah Allah Subhanahu Wa Ta’ala terhadap pemberian Allah Subhanahu Wa Ta’ala terhadap karunia yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan dan ingatlah Bagaimana karunia-karunia yang luar biasa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala hadiahkan diantaranya adalah mengambil manfaat-manfaat yang sangat luar biasa dan hendaklah mereka senantiasa meminta pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jangan mereka termasuk orang-orang yang akan menghancurkan sesuatu yang telah mereka Bina sesuatu yang telah mereka bersusah payah untuk mendapatkannya dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai kembali dia sudah bersusah payah untuk memintal benangnya Kemudian pada akhirnya dia menjadikan benang yang tadi dia pintar menjadi cerai beraih Setelah dia berusaha semaksimal mungkin atau dia berusaha dengan usaha yang sangat kuat Begitu juga dengan mereka bagi mereka yang melaksanakan ibadah haji yang mulia apa yang akan mereka dapatkan kalau seandainya mereka tidak beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sesuatu yang telah mereka Bina harus mereka jaga jangan mereka membatalkannya dengan melakukan maksiat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena mereka yang membatalkannya mereka melakukan maksiat adalah bentuk mereka membatalkan ibadah yang pernah mereka lakukan diantara bentuk kebodohan adalah mereka yang kembali taat kepada jiwanya yang senantiasa mengajak dirinya untuk melakukan dosa dan kemaksiatan setelah sebelumnya dia senantiasa menjawab panggilan ar-rahman dan kita senantiasa berharap kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kekuatan Istiqomah kepada kita bersama untuk selalu taat di jalan Allah subhanahu wa ta’ala dan diberikan kemudahan untuk selalu beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Barakallah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh pemirsa atau JTV dengan kebersamaan anda di saluran yang kita cintai saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam Rodja TV dan telah anda saksikan program acara pilihan kami dan Insyaallah program ini bermanfaat bagi kita menambah wawasan kita dan juga Insya Allah bisa memperbaiki amal-amal kita dan berikutnya

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *