Ustadz Ali Nur – Menuju Negeri Abadi

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

[Musik] bagi anda para pemirsa Roja TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung Alquran dan kajian Islam Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah salatu Wassalamualaikum kaum muslimin dan muslimat para pemerhati raja yang semoga dirahmati dan dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dimanapun anda berada Alhamdulillah pada kesempatan pagi hari ini kita masih diberikan nikmat sehat dan waktu luang oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk kembali bersama di dalam saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam Semoga senantiasa tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam juga pada keluarganya dan semoga sampai kepada kita selaku umatnya umat Islam Insya Allah pada kesempatan pagi hari ini kita masih meringkas atau merangkum kajian kita berkaitan tentang perjalanan setelah kematian yang diambil dari kitab kiamattul Kubro yang insya Allah akan disampaikan oleh Ustadz Ali Nur Hafidz Allah ta’ala secara langsung dari Medan Sumatera Utara di akhir sesi nanti bagi Anda yang ingin bertanya seputar pembahasan dari rangkuman kita pada kesempatan pagi hari ini anda dapat bertanya melalui Layanan Telepon di 021 8236543 atau mulai pesan singkat di 081 989 6543 Baiklah Mari kita simak bersama-sama pemaparan materi kepada Ustadz Ali Nur Hafiz Allah Ta’ala kami persilahkan lihat Avatar assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh nahmadu syururi anfusina mayadihillah di manapun Anda berada Alhamdulillah kita kembali bertemu dalam kajian rangkuman dari apa yang telah kita pelajari dari kitab Alfiah yang lalu telah kita rangkumkan terkait dengan kondisi orang kafir kondisi orang-orang musyrik atau orang durhaka pelaku maksiat dan kali ini kita akan bahas pembahasan yang ketiga yaitu selanjutnya yaitu kondisi orang-orang yang bertakwa orang-orang Mukmin di padang mahsyar dari kiamat nanti ikhwah rahimahullah orang-orang yang bertakwa mereka tidak akan tidak akan terkejut di hari terkejutnya orang-orang yang pada orang-orang yang lainnya sementara mereka tidak ini keistimewaannya Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kemudian yaitu di hari kiamat nanti di padang mahsyar nanti Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan mereka naungan memberikan mereka naungan dimana naungan tersebut tidak ada diberikan kecuali kepada orang-orang yang yang ditentukan oleh Allah subhanahu wa ta’ala di hari yang tidak ada naungan kecuali hanya naungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam hadis-hadis disebutkan ya Beberapa orang yang dinaungi oleh Allah subhanahu wa ta’ala di padang mahsyar kelak di mana saat itu tidak ada sedikit Penawangan sebagaimana sudah kita pelajari bahwasanya di hari kiamat nanti matahari itu akan sejauh 1 mil sekitar hampir 2 kilo kilometer atau mil yang dimaksud itu adalah batang celak celak yang biasa di Batang celak yang biasa digunakan untuk mata berarti hanya beberapa senti namun ada orang-orang yang Allah berikan naungannya orang-orang tertentu yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan naungannya orang ini sehingga tidak terkena sengatan panas terik matahari dari hadis-hadis yang telah kita bacakan ya bisa kita simpulkan pertama yaitu Imam adil imam yang adil kemudian seorang pemuda yang dia tumbuh dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian seorang yang hatinya senantiasa terkait dengan masjid ya ya terus seperti orang yang memakmurkan masjid ketika dia sudah melaksanakan ibadah di masjid tersebut nanti akan akan balik kembali ke masjid tersebut intinya hatinya selalu terpaut dengan dengan masjid kemudian dua orang yang saling mencintai karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka bersama karena Allah dan mereka berpisah juga Karena Allah kemudian yang kelima yaitu seorang laki-laki yang dia dirayu oleh seorang wanita cantik dan bangsawan dia dirayu seorang wanita cantik dan wanita ini wanita terhormat dan bangsawan namun dia mengatakan saya takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya sebagaimana yang sudah kita Maklumi bahwasanya Ia laki-laki senang dengan wanita yang cantik apalagi dia bangsawan artinya Kalaupun dia melakukan hal-hal yang tidak layak dilakukan ya Dia seorang bangsawan seorang terhormat yang boleh jadi seorang yang kebal hukum tidak tajam pada dia kumpul hukum ketika berhadapan dengan dia namun dia mengatakan dia mengatakan ini aku itu takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian yang keenam yaitu seorang yang dia bersedekah dia bersedekah namun dia rahasiakan sedekah itu karena takut Riya ya untuk merahasiakan merahasiakan amalan yang dia lakukan sampai dalam hadis sebutkan sampai-sampai apa tangan kiri dia tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya itu yang keenam yang ketujuh yaitu seorang seorang yang dia dzikir kepada Allah mengingat Allah dan air matanya pun berlinang karena mengingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian yang ke-8 yaitu yang ke-8 yaitu seorang yang memudahkan memudahkan memudahkan seorang yang berhutang ya kalau dia ada orang yang berhutang pada dia kemudian dia mudahkan cara memudahkannya yaitu dia tangguhkan pelunasan hukam hukum utangnya seharusnya bulan ini nggak apa-apa karena dilihat agak kesulitan orang ini kesulitan membayarnya melunasi hutangnya kemudian dia dia tangguhkan di bulan berikutnya atau dua bulan berikutnya 3 bulan berikutnya dia mudahkan urusan orang ini yang ketujuh yaitu orang yang menganggap lunas atau menghapuskan utang orang lain dihapuskan hutangnya udahlah utang kamu saya nggak pernah orang yang berhutang dengan dia dia katakan udahlah utang kamu saya anggap lunas sudah dianggap lunas artinya sudah tidak kamu tidak berhutang lagi inilah Ikhwan rahimahullah orang yang apa namanya delapan sembilan ya 9 9 orang yang 78 9 orang ya 9 orang yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala naungi mereka dengan naungan yang tidak diberikan kecuali hanya orang-orang ini saja ada ada ada ada 9 ada 9 Saya ulangi pertama orang yang seorang imam yang adil seorang pemuda yang dia tumbuh dengan taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala seorang yang hatinya senantiasa terkait dengan masjid yang keempat yaitu dua orang yang saling mencintai karena Allah mereka bersama karena Allah berpisah karena Allah yang kelima seorang yang diraih oleh seorang wanita cantik yang dan bangsawan namun dia mengatakan dia takut kepada Allah yang keenam yaitu seorang yang merahasiakan amalan-amalannya ya Sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya yang ketujuh yaitu seorang yang berzikir kepada Allah dan mengingat Allah dan berlinang hatinya Terminal air matanya yang ke-8 yaitu orang yang menangguhkan hutang yaitu orang yang menemukan hutang yang ke-9 adalah orang yang menganggap lunas hutang orang-orang yang berhutang pada dirinya inilah 9 orang yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian kemudian orang-orang yang akan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ampuni yaitu orang-orang yang memudahkan setiap memudahkan orang-orang yang sedang berada dalam kesulitan orang-orang yang memudahkan orang yang berada dalam kesulitan jadi ketika dia lihat orang ini dalam kesulitan baik kesulitan tersebut terkait dengan dirinya maupun kesulitan tersebut terkait dengan orang lain Jadi dia kalau ada orang yang ada urusan dengan dia mudahkan kalau ada orang yang berurusan dengan dia apakah urusannya janji ataukah urusannya itu berupa hutang piutang dia mudahkan atau orang tersebut punya ada urusan dengan orang lain tapi dia kesulitan mengurusnya ini kemudian dia bantu untuk memudahkannya maka orang ini juga akan Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan Maafkan orang ini Allah akan ampunkan dosanya kemudian ikhwah yaitu seorang Hakim yang adil Adapun seorang Hakim yang adil atau orang yang melaksanakan amanah maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala khusus untuk seorang Hakim seorang pemimpin yang adil yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tempatkan Dia di hari kiamat di atas mimbar dimana mimbar tersebut mimbar dari cahaya Jadi bukan podium terbuat dari kayu atau batu atau ukiran Bukan tapi dari cahaya yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala ciptakan hal itu tidaklah sulit bagi Allah jadi dia ditempatkan oleh Allah di atas mimbar yang terbuat dari cahaya kemudian ikhwah yaitu orang-orang yang mati syahid Syahid ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berikan beberapa keistimewaan sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan yang disebutkan Hadits Shahih ya hadis ini hadis shahih dimana disini diriwayatkan juga dari seorang sahabat yang pertama menyebutkan tentang keistimewaan orang yang tewas dalam jihad fisabilillah ingat tewas dalam jihad fisabilillah Apa itu pertama ikhwah Allah ampunkan dosanya di saat pertama sekali nyawanya apa namanya terbang ataupun melayang yang kedua yaitu dia melihat tempat dia langsung di surga kemudian yang ketiga yang ketiga yaitu Allah akan bebaskan dia dari dari azab kubur yang keempat Allah amankan dia dari kejutan umat manusia nanti di hari kiamat yang ke-5 yaitu Allah akan letakkan di atas kepalanya berupa mahkota ya mahkota di mana kata rasulullah yang mahkota ini lebih mahal lebih berharga ketimbang dunia seisinya kemudian yang keenam Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan nikahkan dia Allah akan nikahkan dia dengan 7 72 Bidadari kemudian yang ketujuh yaitu Allah beri dia izin untuk memberi syafaat 70 kerabatnya 70 kerabatnya Jadi totalnya menjadi 7 ya jadi 7 pertama Allah ampunkan dosanya kedua dia Melihat tempatnya di surga yang ketiga Allah akan bebaskan dia dari azab kubur yang keempat Allah amankan dia dari ketertakut ketertakutan Akbar di hari kiamat nanti kemudian yang kelima Allah letakkan di kepalanya berupa apa namanya berupa mahkota yang keenam Allah nikahkan dia dengan 72 bidadari yang ketujuh yaitu Allah beri dia izin untuk memberi syafaat 70 kerabatnya bayangkan 70 kerabat kemudian orang yang meninggal dalam mereka yang menjaga perbatasan menjaga perbatasan negara agar tidak ada orang-orang kafir yang menyerang dan seterusnya apabila orang ini meninggal dalam kondisi seperti itu dalam menjaga keamanan perbatasan maka Allah amankan dari dia dari ketertaqwaan besar kemudian Allah beri dia rezeki dari surga dan Allah beri dia kenyamanan dari surga dan Allah akan terus hitung pahalanya hingga hari kiamat jadi Walaupun dia meninggal meninggal hari ini misalnya hari kiamat nanti mungkin ratusan tahun akan datang Masih ratusan tahun yang akan datang maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala beri dia pahala terus sampai hari kiamat Jadi Pahala Dia menjaga perbatasan itu terus Allah tambahkan Walaupun dia sudah meninggal namun paha terus mengalir sampai nanti di hari kiamat padahal orang sudah meninggal namun pahalanya terus mengalir itulah keistimewaan orang-orang yang menjaga perbatasan kemudian ikhwah rahimahullah demikian juga orang yang terluka orang yang terluka dalam jihad fisabilillah maka di hari kiamat nanti lukanya akan tetap mengalir dan lukanya itu akan berwarna merah seperti zat haram dan mengeluarkan aroma minyak kasturi itulah rahimahullah kemudian selanjutnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan ciri orang yang bertakwa lagi yang mendapatkan ganjarannya yaitu mereka yang berupaya menahan marah orang yang berupaya menahan marah dimana Allah menyebut Rasulullah mengatakan tentang orang yang dia menahan amarahnya menahan emosinya Padahal dia sanggup untuk melampiaskan amarahnya maka orang ini kata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam akan dipanggil di hadapan seluruh makhluk kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala pastilah kan dia untuk memilih Bidadari mana saja yang dia kehendaki yang dia inginkan demikian jadi ketika Allah panggil dia dan itu di hadapan seluruh makhluk orang-orang melihat Wah ini orang yang istimewa ini dikarenakan apa yaitu karena dia orang yang marah mampu mengendalikan amarahnya Padahal dia bisa melampiaskan amarahin kepada orang yang dia marahi seperti seorang suami misalnya dia bisa membentak-bentak istrinya dia bisa memaki istrinya dia bisa memukul istrinya tapi itu tidak dia lakukan dia Tahan emosinya dia kendalikan emosinya demikian Ikhwan jadi dia mampu melampiaskan emosinya tapi dia Tahan atau seorang pemimpin terhadap bawahannya ketika bawahannya melakukan kesalahan dia bisa memecat bawahannya dia bisa apa namanya menghukum bawahannya Tapi itu tidak dia lakukan itu tidak dia lakukan demi orang-orang yang mampu melampiaskan amarahnya tapi dia menahannya dia mengendalikan emosinya maka orang seperti ini yang akan mendapatkan keistimewaan nanti di hari kiamat Allah panggil di hadapan seluruh makhluk Dan Allah persilahkan pada dia untuk memilih mana Bidara yang dia inginkan kemudian apalagi ikhwah memerdekakan hamba seorang yang bertakwa dia senantiasa memberikan hamba makanya kita lihat di dalam sejarah bagaimana para sahabat itu sering mementingkan hamba sering memerdekakan hamba dan orang yang seperti ini di hari kiamat nanti ikhwah maka dia berarti telah memerdekakan seluruh tubuhnya dari azab neraka sebagaimana dia telah memerdekakan seorang hamba dari mulai ujung kepala sampai ujung kaki semuanya jadi Merdeka yang sebelumnya seorang hamba dia merdekakan ya dia merdekakan jadi seorang merdeka dari ujung kepala sampai ujung kaki maka itu artinya dia telah membebaskan dirinya dari dari ujung kepala sampai ujung kaki dari azab neraka jadi orang-orang yang membebaskan hamba dia sama artinya telah membebaskan dirinya dari azab neraka semakin banyak hamba sahaya yang dia bebaskan maka semakin jauh dia dari azab neraka Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian apalagi yaitu terkait dengan para muadzin ya muadzin orang-orang yang gemar adzan orang-orang yang suka mengumandangkan azan atau para muadzin Rasulullah mengatakan bahwasanya Al muaddin auw atwalunnas bahwasanya orang para Muazin itu nanti dia hari kiamat lehernya paling panjang jadi kalau kita melihat ada nanti di hari kiamat di padang mahsyar ada orang yang memiliki leher yang panjang itu itu Muadz semasa dia sedih di dunia dan dia bangga dengan itu kenapa itu hasil daripada hasil daripada amalan dia semasa dia di dunia orang yang bertakwa orang-orang yang itu bagaimana mereka yang berubah mereka yang beruban Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan orang-orang yang tumbuh uban semasa dia Islam dalam keislamannya tumbuh ubunnya maka setiap satu uban itu akan dihitung satu kebaikan dan akan dihitung dan akan diangkat satu kebaikan dihitung satu kebaikan dan akan diangkat satu derajat Jadi kalau ubannya banyak ya berarti Semakin Semakin banyak semakin banyak juga kebaikan yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala catat demikian juga semakin tinggi juga derajatnya sisi allah subhanahu wa ta’ala makanyalah Rasulullah melarang mencabut uban ya kalau dicabut ubannya satu berarti mengurangi satu kebaikan berarti menurunkan satu satu derajat demikian boleh asalkan tidak dengan warna warna hitam tapi mencabut gak dibolehkan juga mengatakan bahwasanya uban itu nanti akan menjadi cahaya di hari kiamat berarti seorang yang semakin Banyak ubannya semasa dia Islam maka semakin terang juga cahayanya tidak hari kiamat jadi para ikhwa yang sudah berubah Jangan minder dengan obat anda jangan minder diantara hikmah uban ini supaya kita tahu bahwasanya Aduh supaya kita sudah tua kita semakin tua hikmahnya Allah seperti mengingatkan kita tuh awas-awas sebentar lagi kamu akan akan mati loh ini ubanmu sudah banyak tapi kadang-kadang kalau kita merasa tidak ada tumbuh uban sudah 60 tahun masih juga hitam perasaan itu masih muda saja ya padahal sudah mendekati yang kubur demikian jadi dengan adanya uban kita semakin Ingat kepada Allah ya Allah saya sudah sudah berubah jadi sudah merasa semua orang kalau sudah merasa tua berarti kan dia itu merupakan modal bagi dia untuk lebih taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jangan sampai lupa daratan dan lautan dan dengan ikhwan ya jadi obat itu banyak hikmahnya ya banyak hikmahnya dan sekali lagi boleh merubah warna uban dan itu disunnahkan tapi pijatan di pesawat ya jauhkan dari yang berwarna hitam kemudian apalagi ikhwah yaitu orang bertakwa ini tentu kan orang yang senantiasa salat dan dia berwudhu bagi orang-orang yang senantiasa berwudu untuk salat bukan sekedar wudhu enggak Salat itu maksudnya mereka yang salat Jadi bagaimana wudhu ini ternyata juga memberikan efek yang sangat bagus nanti di hari kiamat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyatakan bahwasanya umatku akan datang di hari kiamat nanti dengan huro n muhajalin artinya akan mengeluarkan Sinar akibat dari anggota wudhunya para ulama kita mengatakan itu adalah pada dasarnya adalah warna warna putih yang ada di wajah di kepala di kepala kuda yang berwarna hitam jadi kudanya berwarna hitam tapi bagian kepala atau wajah itu apakah di bagian kening ataukah semua wajahnya itu warna warna putih Adapun wajah line ini adalah warna putih yang ada di kaki kuda jadi kudanya warna hitam sementara kakinya dari mulai lutut sampai ke bawah itu warna warna putih jadi kuda ini pada dasarnya dia warna hitam tapi eee bagian kepalanya itu ada yang berwarna putih dan bagian kaki-kaki yang empat itu dari mulai lutut sampai ke bawah sampai ke kuku kuku kudanya itu berwarna putih Sementara Kuda itu dasarnya warna hitam begitulah nanti umat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang senantiasa berwudhu makanya beliau katakan umatku nanti akan datang di hari kiamat dengan huruf artinya anggota-anggota wudhu dia akan bersinar ya akan bersinar anggota wajah akan bersinar kepala akan bersinar tangan lengan sampai akan bersinar demikian juga kaki akan bersinar ya itu semua dikarenakan wudhu dan berikan ikhwah rahimanillah dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengenal umatnya bisa membedakan antara umatnya dengan umat yang lain dengan dengan cahaya ini oleh karena orang-orang yang mengatakan dirinya Islam tapi dia tak pernah berwudhu Nah ini kan berarti nanti tidak akan diakui dia sebagai umat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak akan diakui sebagai umat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian [Musik] itulah kondisi orang-orang yang bertakwa di hari kiamat nanti tepatnya di padang mahsyar nanti ya kemudian kita masuk ke Syafaat di padang mahsyarat juga Ada syafaat di mana ikhwah setelah orang-orang berdiri menunggu ya berdiri menunggu akan keputusan Allah Subhanahu Wa Ta’ala matahari yang sangat terik dirasakan oleh manusia pada saat itu ada yang keringatnya sampai ke mata kaki ada yang keringatnya ada yang sampai ke pinggang ada yang sampai menenggelamkan dirinya dan ada juga keistimewaan yang Allah berikan pada orang-orang yang bertakwa namun begitupun Mereka ingin segera diselesaikan segera ditentukan mereka itu dari mereka itu akan diletakkan di mana Di Neraka atau di surga kah Jadi mereka mereka pada saat itu dengan kondisi padang mahsyar yang sangat mencekam sangat menakutkan ya mereka ingin agar diselesaikan urusan mereka makanya umat manusia nanti akan mendatangi Nabi Adam alaihissalam mohon kepada Allah agar Nabi Adam pergi ke menghadap Allah dan mohon agar mereka ini segera diadili demikian karena sudah sudah Enggak sanggup lagi menahannya kata Nabi Adam Bukan saya Bukan saya orangnya Nabi Adam alaihissalam pada waktu itu malu menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena dia pernah melakukan sebuah kesalahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kasih dia nikmat surga hanya nggak dibolehkan hanya satu pohon saja itu pun dianggap yang malu berhadapan dengan Allah subhanahu wa ta’ala itulah nabi kita bapanda kita Bapak kita tapi Adam alaihissalam kita lahaula wala quwwata illa Billah Entah berapa dosa yang telah kita lakukan Entah berapa pelanggaran yang kita lakukan tapi kita merasa tidak pernah malu kata Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena pelanggaran itulah Nabi Adam malu untuk menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tapi beliau berikan jalan keluar atau begini saja kalian pergi ke Nabi Nuh dia adalah rasul pertama yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun datang ke Nabi Nuh Dan mereka mengatakan ya Nuh anda melihat Bagaimana kondisi kita sekarang ini Pergilah menghadap Allah mohon kepada Allah agar urusan kita di padang mahsyar ini diselesaikan Nabi Nuh juga malu malu berhadapan dengan Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan aku telah memberikan aku telah berdoa untuk umatku dengan doa kebinasaan aku malu berhadapan dengan Allah subhanahu wa ta’ala tapi begitupun kalian Pergilah kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam maka orang-orang pun pergi ke Nabi Ibrahim dan juga mengemukakan Apa maksud kedatangan mereka ternyata Nabi Ibrahim juga malu berhadapan dengan Allah malu ketemu dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena ada kesalahan yang pernah dia lakukan demikian para ulama menyebutkan hadis yang terkait dengan ini yaitu dia merasa dia telah Dia pernah berbohong tiga kali Dia pernah berbohong berbohong tiga kali dan sebenarnya itu juga untuk maslahat yang jelas ya dan ada juga nggak termasuk pembohongan seperti dia mengatakan kepada istrinya istrinya Sarah bahwasanya ketika seorang raja yang zalim menanyakan bertanya kepada dia ini siapa dia katakan ini adalah saudariku padahal maksud Nabi Ibrahim Alaihissalam saudariku sesama Mukmin karena pada waktu tidak ada yang beriman kecuali hanya istrinya dan dia nggak berdosa sebenarnya namun begitulah seorang mukmin seorang yang bertakwa itu sangat sensitif dengan yang namanya dengan yang namanya dosa karena memang hati mereka putih menyingkir nih demikian Semakin Semakin banyak dosa seseorang itu semakin tidak sensitif dengan dosa semakin kotor semakin gelap dan semakin hitam sehingga dosa-dosa yang dilakukan juga semakin biasa-biasa saja itulah dia tapi para nabi-nabi ini Masya Allah memang mereka orang-orang yang sangat Suci sehingga kesalahan sedikit saja dia merasa malu berhadapan dengan Allah subhanahu wa ta’ala kata Nabi Ibrahim Bukan saya Bukan saya orangnya tapi begitupun kalian Coba minta pada nabi Musa Pergilah mereka pada nabi Musa Nabi Musa juga seperti itu malu berhadapan dengan Allah kemudian kata Nabi Musa Coba kalian pergi ke Nabi Isa ternyata Nabi Isa juga seperti itu kata Nabi Isa cobalah kalian datang kepada rasul akhir rasul yang terakhir yaitu Muhammad bin Abdillah Shallallahu Alaihi Wasallam lantas terakhir datanglah umat manusia kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di padang mahsyar nanti dan kata Rasulullah saya memang orangnya lantas Rasulullah pergi menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala sujud di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala lama sujudnya lama sujudnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sedangkan semasa di dunia saja beliau lama salatnya hattayatawa Rob padamu sampai Kakinya bengkak yang lain sampai pecah kakinya pecah tumitnya gara-gara sangking lamanya berdiri apalagi nanti di padang mahsyar sujudnya lama ya sujudnya lama hingga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan ya Muhammad angkat kepala besar minta maka akan diberikan apa yang engkau mintakan syafaat maka kamu akan diberikan izin untuk beri syafaat kemudian Rasulullah SAW meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar urusan manusia ini disegerakan penghukumannya penetapan vonis hukumnya ini yang disebut dengan syafa’atul Ummah itu syafaat untuk seluruh umat manusia inilah tempat yang paling bergengsi nanti di hari akhirat dialah tempat yang tempat hanya satu tempat yang akan diletakkan yang akan ditempati orang yang sangat layak di sana dan itu hanya satu orang dari sekian miliar umat manusia hanya satu orang yang layak untuk berada di tempat tersebut dia adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Rasul kita selalu berdoa dan putuslah dia Tempatkan Dia Di tempat yang Mahmud tempat yang terpuji yang telah engkau janjikan itulah dia tempatnya ya tempat yang paling bergengsi bagi seluruh umat manusia dia hanya satu tempat dia hanya untuk satu orang dia adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam demikian ikhwah syafaat terbesar yang diberikan Rasulullah SAW setelah mendapat izin dari Allah diberikan untuk seluruh umat manusia kemudian ikhwah ada lagi syafaat-syafaat yang lain ya lain yang tadi dengan syafatul uzuma kemudian ada lagi syafaat untuk orang-orang Mukmin orang-orang muahidin mereka yang tadinya mereka yang tadinya seharusnya masuk neraka diberi syafaat untuk masuk surga ini nanti akan kita bahas ya atau orang-orang muahidin orang-orang beriman yang timbangan kebaikannya sama dengan timbangan keburukannya orang ini akan diberi syafaat yaitu untuk masuk ke surga tidak untuk masuk ke neraka dan berikan ikhwah dan juga ada syafaat nanti untuk orang-orang yang menempatkan surga yang lebih tinggi yang dari yang seharusnya misalnya dia seharusnya di tempatkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di tempat di surga tingkat 2 misalnya namun Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tempatkan Dia tempat surga yang tingkat 6 misalnya tempatnya lebih tinggi ini juga syafaat ya syafaat seperti firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang beriman yang diikuti oleh anak keturunannya dalam keimanannya Al haqqana maka mereka akan kami samakan nanti di hari kiamat kalau seandainya ayahnya berada di tingkat surga tingkat 5 anaknya di surga tingkat Maka anaknya dinaikkan menjadi tingkat Imam mengikuti ayahnya kalau sebaliknya Ayahnya di tingkat anaknya di tingkat 5 Ayahnya di surga tingkat 1 maka ayahnya akan diikutkan ke anaknya mereka akan disamakan posisi surganya di surga yang tertinggi di antara mereka memberikan Ikhwan sehingga orang-orang beriman dari keluarga-keluarganya itu akan bersatu di tempat yang tinggi itu juga termasuk syafaat ya dari yang seharusnya dia berada di surga yang rendah namun Allah Tempatkan Dia di surga yang yang tinggi demikian Ikhwan rahim ada juga yang syafaat untuk masuk surga dengan tanpa hisab masuk surga dengan tanpa hisap dimana orang ini yang nanti akan masuk surga bila hisabin tidak dihisab tidak juga tidak ada diazab langsung masuk ke dalam surganya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka itu berjumlah 70.000 orang mereka itu berjumlah 70.000 orang namun dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abi umamah dan disahihkan oleh Syahrul Bani rahimahullah di mana Abu umamah di mana Di dalam hal tersebut disebutkan bahwasanya jadi hadis tersebut ada 70.000 orang masuk surga dan tanpa hisab ya 70.000 orang masuk surga tanpa hisab hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari Muslim dari Abi dari Abi umamah Sebutkan lagi bahwasanya setiap 1000 dia membawa 70.000 Jadi ikhwah kalau dari 70.000 itu setiap seribu pembawa 70.000 orang juga berarti bisa kita totalkan 70.000 ditambah dengan 4 juta 900.000 karena setiap 1000 akan membahas 70.000 lagi dari yang 70.000 ini setiap 1000 akan membuat 70.000 jadi 70.000 kali 70 jadinya itu 4.94 juta 900 jadi 4.900 orang ini ditambah dengan 70.000 totalnya 4 juta 9 70.000 orang ya hampir hampir 55 juta orang lah yang akan masuk surga dengan dengan tanpa hisab kemudian Ikhwan rahim syafaat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk untuk pamannya syafaat Rasulullah SAW untuk pamannya sebagaimana yang sudah kita Maklumi bahwasanya paman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Abu Thalib itu luar biasa perjuangan dia membela Rasulullah SAW luar biasa pembelaannya kepada Rasulullah SAW dan dia pun tahu bagaimana Rasulullah SAW sudah kecil dia sangat paham dengan Rasulullah ini dengan Muhammad bin Abdillah pokoknya akan kandung beliau dia sudah paham sekali Siapa ini Demikian makanya makanya dia membela keponakan ini dia membela berapa berapa kali orang-orang Quraisy mengintimidasi Rasulullah namun dicegah oleh abu-abu Tholib meletakkan diri sebagai tameng Rasulullah SAW membela beliau namun sangat disayangkannya beliau ataupun Abu Thalib meninggal dalam keadaan Apakah kamu ada Memberikan manfaat kok pamanmu Abu Thalib pada meninggalnya kafir apa kata beliau Laula Ani tidak dikarenakan aku maka tempatnya di kerak-kerak neraka paling bawah beberapa yang paling paling panas ya jadi Abu Thalib itu adalah orang yang paling ringan mendapatkan azab di hari kiamat nanti dari kalangan orang dari kalangan orang-orang kafir yaitu Dia disuruh pakai sendal neraka dan menggelegak lah otaknya itu yang paling ringan dan dia tidak akan keluar dari api neraka dia kekal selamanya dalam api neraka karena dia mati dalam keadaan kafir itulah syafaat Rasulullah SAW untuk untuk paman beliau abu abu thalibkan seperti ini akan kita bahas di nanti menuju negeri menuju negeri Abadi Apakah nanti surga ataupun di neraka kemudian kita masuk pada hisab dan jasa setelah itu semua selesai Syafaat uzuma selesai maka mulailah dimulailah pengadilan Allah subhanahu wa ta’ala untuk mengadili dan menetapkan vonis menghisap menghitung amalan-amalan setiap manusia ditimbang di hisab dan mendatangkan saksi-saksi ya sehingga dengan itu semua nanti akan diputuskan divonis hukumannya apa jadi masuklah pada proses Al Hisab Wal jaza yaitu hisab penghitungan amalan pengadilan digelar yang pengadilan Allah dan jasa dan akan disiapkan berupa berupa ganjarannya bagaimana rupanya Bagaimana kondisi hisab pada waktu itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan bahwa Zumar ayat 69 Bagaimana kondisi hisab Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan bahwasanya nanti bumi mahsyar itu akan mengeluarkan cahaya akan bercahaya dengan datangnya Allah subhanahu wa ta’ala dan dia tetap diletakkannya buku-buku amalan dan akan didatangkan para nabi dan para nabi dan para syuhada untuk menjadi saksi demikian 69 dan disebutkan dalam surah al-baqarah ayat 210 Ya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan hal yang surut artinya Apakah mereka akan menanti mereka akan menanti tidak ada yang mereka nanti kecuali yaitu datangnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka tidak menanti kecuali nanti kedatangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala bersama malaikat di bawah naungan awan waktu ditetapkannya semua hukum-hukuman akan dijatuhkannya vonis kemudian juga ikhwah nanti di padang mahsyar itu pengadilan itu akan digelar kondisi manusia pada waktu itu bersaf-saf disebutkan dalam soal Kahfi ayat 48 mereka akan dihadapkan kepada Tuhan kalian Tuhanmu sofa dengan tidak tidak amburadul begitu Ikhwan bersab semua bersaf seperti salat demikian semua mengambil safnya menanti panggilan akan diadili oleh Allah subhanahu wa ta’ala kemudian Adapun orang-orang kafir mereka di shaf tersebut mereka sambil apa namanya mereka akan dirantai disebutkan Allah Subhanahu Wa Ibrahim ayat 49-51 orang-orang kafir orang mujrim orang-orang Pendosa mereka akan menunggu sambil sambil di Belenggu kemudian pakaian Mereka pun dipakaikan dari pakaian pakaian api neraka dan wajah mereka pun akan terbakar dengan pakaian neraka tersebut kemudian bagaimana dia baris-barisnya itu berdiri atau bagaimana atau sambil jongkok atau sambil duduk nunggunya besar-besarnya alasan sambil berdiri seperti salat Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan 28 jadi menunggunya itu sambil menutup bukan berdiri kondisi nanti digelarnya hisap dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala atau digelarkan di gelarnya pengadilan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian ikhwah Apakah nanti orang kafir juga akan dihisap sebagaimana yang sudah kita Maklumi orang kafir ini kan sebanyak apapun kebaikan maka tidak akan dihitung oleh Allah subhanahu wa ta’ala itu bagaimana dalam masalah ini memang para ulama berbeda pendapat namun yang rojeh sebagaimana disebutkan oleh penulis Kitab bahwasanya orang kafir juga akan dihisab akan ditanya-tanya apa yang telah mereka mereka lakukan Kenapa Apa alasannya pertama untuk iqomah untuk menetapkan bahwasanya sudah sampai peringatan Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada mereka Jadi nggak ada alasan lagi nggak mendengar Aku tidak tahu nggak ada lagi cerita sudah iqomah yang kedua Ikhwan yaitu untuk sebagai celaan Tuh kan kamu kafir kan kenapa kamu kafir Kenapa kamu durhaka Kenapa begini sebagai celaan juga sebagai celaan dan apa namanya terhadap apa yang telah mereka lakukan Jadi kalau seandainya mereka hanya langsung dimasukkan dalam api neraka itu kurang kurang kurang mantap gitu kira-kira siksaan yang ditunjukkan kepada mereka itu diancam dulu terus diancam Dulu mereka harus diintimidasi dulu dia dengan berita-berita ini kamu akan kafir kamu kan durhaka kepada begitu Jadi ya itu sebagai celakaan sebagai kecaman untuk untuk mereka sebelum mereka memasuki yang namanya neraka jahanam yang ketiga yaitu perlu diketahui bahwasanya orang-orang kafir juga akan pada dasarnya dibebani hukum syariat pada saatnya mereka juga diwajibkan untuk berjilbab pada dasarnya mereka juga diwajibkan untuk salat dan seterusnya makanya mereka juga akan dihisap dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala seperti Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan dalam surat fussilat ayat 6 dan 7 masalah syariat masalah foro orang musyrik Kenapa ditanya masalah zakat Bukankah orang musyrik membayar zakat tapi begitulah akan ditanya juga kalau mereka bayar zakat sudah kalau nggak ada pahalanya kalau mereka ada nggak ada bayar zakat akan dihukum oleh Allah subhanahu wa ta’ala demikian juga orang-orang kafir yang tidak salat Allah menyebutkan dalam surat mudasir ayat 42 sampai 46 masalah apa yang menyebabkan kalian masuk kami nggak salat kami dahulu semasa di dunia memberi makan orang miskin walaupun bersama orang-orang yang memperoleh dan kami mendustai adanya Hari Berbangkit adanya hari kiamat demikian apa yang disebutkan sebelumnya salat memberi makan orang miskin ini merupakan masalah korup makanya banyak para ulama menyebutkan bahwasanya walaupun Ini memang masalah khilafiah namun dalil yang disebutkan bahwasanya orang-orang kafir juga dibebani hukum syariat Allah yang keempat itu bahwasanya untuk apa ini dihisap orang-orang kafir juga ternyata mereka juga derajat ada orang-orang kafir yang sangat musuh dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentu beda letak neraka Abu Jahal Abu Lahab yang sangat musuh dengan Rasulullah SAW dengan orang-orang kafir yang biasa-biasa orang-orang kafir Awam demikian Ikhwan mereka juga nggak merasa ada musuhan dengan kaum muslimin seperti kafir-kasir dreamy misalnya demikian tentu kekufuran mereka berbeda jauh dengan ukuran Abu Lahab dan Abu Jahal karena memang mereka Langsung konfrontasi bahkan memerangi kaum muslimin demikian jadi kafir itu sendiri bukan hanya satu derajat karakter itu berderajat seperti Abu Thalib itu kafir tentu posisi dia berbeda dengan posisi Abu Jahal dan Abu Lahab jadi Untuk itulah maka perlu tetap orang-orang kafir itu dihisap untuk menentukan Dimana tempat dia di neraka kelak demikian selanjutnya selanjutnya yaitu Al qawaid sekarang kita melihat Apa dasar-dasar prinsip-prinsip dasar Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghisap makhlukNya jadi ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala menetapkan vonis hukum bagi setiap makhluk itu ada dasar-dasarnya ada kaidah-kaidah yang dijadikan pijakan Allah sendiri meletakkan ini tapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberitahu kepada kita dalam Alquran dalam hadis rasulnya tentang dasar-dasar pijakan-pijakan apa yang bagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala nanti akan memvonis makhluk-makhluknya sepertinya ini akan kita bahas di kajian akan datang Insya Allah sekali pertemuan lagi kita akan selesaikan rangkuman dari kitab kiamat kubro dan setelah itu insya Allah akan kita bahas menuju negeri Abadi yaitu dengan kitab Al jannatuan Nat yang masih tulis oleh Profesor Doktor umat Sulaiman Abdullah Al Asror Insya Allah sekali pertemuan lagi kita akan menyelesaikan kitab yamatul Kubro ini ya rangkumannya Insyaallah Berarti ada empat pertemuan dalam merangkum buku ini di mana Buku ini telah kita pelajari lebih daripada setahun ya lebih daripada setahun mungkin hampir 2 tahun ini Demikian Ikhwan ya semoga bermanfaat aku lupa lihat materi pada kesempatan pagi hari ini selanjutnya bagi Anda yang ingin bertanya seputar pembahasan pada kesempatan pagi hari ini anda dapat bertanya melalui telepon di 0218236543 atau mulai pesan singkat di 081989 6543 pertanyaan pertama akan kita angkat terlebih dahulu dari layanan Telepon halo Halo Assalamualaikum Waalaikumsalam Oh begini Ustadz om saya di dzolimi bersama saudara-saudara saya Saya anak terakhir dari 7 lah anak pertama dari 7 bersaudara mereka semua mengambil harta warisan sedangkan saya tidak diberi Ustadz ini gimana Ustad Apakah saya berdosa ustad karena sampai saat ini saya belum bisa memaafkan mereka begitu usaha terima kasih Assalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh silahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala [Musik] Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang kehidupan kita dengan kebaikan dan dengan keburukan fitnah sebagai ujian ujian itu ada ujian kesenangan ada ujian kesehatan juga ada ujian sakit ujian kemelaratan kurang ekonomi dan lain-lainnya itu semua ujian ujian dari Allah subhanahu wa ta’ala dimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan itu semua untuk melihat kita Apakah kita tetap bersabar ataukah tidak termasuk Ujian adalah kerabat-kerabat kita Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan [Musik] sebagian kalian menjadi ujian atas sebagian yang lain atas virus Apakah kalian sabar Apakah tidak dalam kehidupan dunia ini ya terjadi orang yang menzalimi dan ada orang yang terzalimi sampai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah mengatakan unsur Tolonglah saudara Kalian itu yang zalim dan yang terzalimi sampai sahabat mengatakan kalau yang terzalimi dia dibantu oleh suatu hal yang wajar ya Rasulullah namun bagaimana orang yang menzalimi kok dibantu kata beliau Shallallahu Alaihi Wasallam membantu orang yang menzalimi yaitu dengan cara mencegah kezalimannya jadi ibu semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kabar pada ibu coba Ibu cari orang-orang yang bisa menengahi masalah ini mungkin dari kerabat dari kerabat cegah mereka dari kezaliman yang telah mereka lakukan Mungkin ada yang akan menasehati membacakan ayat Allah Subhanahu Wa Ta’ala seperti firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala janganlah kalian janganlah kalian mengira Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala kalian mengira Bahwasanya Allah itu lalai tidak tahu akan perbuatan orang-orang yang zalim beliau tidak menghukum bukan karena nggak tahu Allah ingin menundanya hingga hari kiamat nanti dia minta sesuatu pada hari yang mata terbelalak pada hari mata yang terbelalak jadi ada yang mengingatkan mereka jika memang Ibu punya hak atas harta warisan tapi ternyata mereka tidak memberikan coba melalui orang-orang tertentu yang bisa menengahi masalah ini Kalau tidak ada Kalau tidak ada kalau memang Ibu mau menuntut hak Ibu Ibu bisa melalui pengadilan tapi kalau seandainya Ibu merelakan saja karena itu juga keluarga-keluarga Ibu Insya Allah ini akan lebih akan lebih safety akan lebih lebih Ridho lebih mudah mendapatkan ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena dia kerabat-kerabat Ibu karena biasanya kalau pertengkaran masalah warisan ini berujung pada pada keputusan tali silaturahmi kalau memang memungkinkan Ibu maafkan demi untuk tetap menyambung silaturahmi menjaga hubungan silaturahmi dengan kakak atau Abang Ibu Insya Allah ini akan lebih baik Maafkan mereka dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memaafkan ibu tapi kalau ibu tetap ingin menurut Ha ibu duha ibu ibu silakan tuntut melalui jalur-jalur yang dibolehkan dalam dalam syariat maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan jalan keluar yang terbaik untuk ibu memberikan allahualam jazakumullah atas Jawabannya semoga bermanfaat bagi penanya selanjutnya akan kita bacakan dari pesan singkat Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz Bagaimana keadaan seorang mukmin di akhirat kelak yang masih memusi saudara Muslim yang belum berdamai sampai meninggal dan kezaliman lainnya baik itu ghibah Namimah yang berujung pada pertikaian dan permusuhan mohon nasehatnya masalah sesama muslim itu apa namanya itu lebih rumit ketimbang masalah kita dengan Allah itu maha penyayang luar biasa maha pengampun sebanyak apapun dosa kita jika kita benar-benar datang ke hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tetapi kalau dengan manusia itu rumit tidak semua manusia bisa mengampuni kesalahan kita Oleh karena itu hati-hati bermuamalah dengan manusia tidak bisa hanya dengan tobat kita kepada Allah atas dosa yang pernah kita lakukan kepada siapa tobat tersebut tidak masalahnya masih panjang masalah masih panjang jika kita pernah menggibahi seorang mukmin seorang muslim maka tidak bisa dengan pohon ampun kepada Allah atas tidak kita wajib meminta maaf kita wajib mendatangi dia minta maaf kepada dia atas dosa yang pernah kita lakukan kalau tidak seperti itu tidak akan diterima tobat kita pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala oleh Allah ta’ala terima harus datang harta yang pernah kita ambil dari dia dengan cara zalim maka pulangkan dan minta dihalalkan pulangkan dan minta dimaafkan atas kesalahan kalau dia Maafkan Alhamdulillah kalau tidak kau bilang apa lagi tunggu saja pengadilan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Itulah rumitnya kalau permasalahan kita dengan manusia makanya harus banyak sabar banyak sabar Kalau dosa kita kepada Allah Allahu akbar Allah itu maha besar Maha luas rahmatnya luar biasa tak tanggung-tanggung apapun yang kita lakukan kesalahan apapun yang pernah kita lakukan terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala dan kita tobat Allah langsung akan Hapuskan itulah makanya hati-hati bermuamalah dengan manusia orang yang Bahkan orang yang sudah ditetapkan menjadi penduduk Surga itu pun belum bisa masuk ke dalam surga kalau masih ada Syahna kalau belum masih ada diantara penduduk surga itu ada yang belum selesai permasalahannya selesaikan demikian juga dalam sebuah hadits bahwasanya setiap orang akan diangkat pahalanya di kecuali orang yang masih ada permusuhan diantara kaum muslimin Begitulah Ya begitulah sangat ketatnya Islam ini terkait dengan masalah muamalah hati-hati hati-hati dalam bicara hati-hati dalam bersikap karena hal itu akan menjerumuskan kita pada sikap mungkin terjadi kezaliman atau penyakitan membuat hati orang sakit disadari atau tidak disadari makanya Ikhwan Rasulullah kalau memang ada urusan kita belum selesai dengan orang lain segera selesaikan Kita pernah mengambil harta dia kita tahu ini caranya Solid datangi mohon maaf Kita pernah menggibahi dia datangi mohon maaf semoga dimaafkan kalau nggak dimaafkan ya sudah tunggu saja nanti bagaimana di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang pernah punya hutang jangan ada sedikitpun niat tak mau bayar jangan ada segera bayar hutangnya kalau seandainya nggak sanggup telepon dia Maaf Pak saya berniat sekali bayar hutang tapi mohon untuk diberi tangguh Jangan sampai kita sudahlah nggak sanggup bayar hutang kita pura-pura tidak punya hutang pohon pada dia Insyaallah dia akan berikan penangguhan Kalaupun kita meninggal dalam kondisi seperti itu Insyaallah Allah yang akan melunaskan hutang itu di hari kiamat tapi kalau di hati kita tidak ada niat untuk melunasi hutang mati kita dalam pada waktu itu mati dia maka masalahnya berat nanti di hari akhirat Oleh karena itu kita harus sekali lagi harus hati-hati dengan sama manusia termasuk juga orang kafir jangan dikira boleh kita menzalimi orang kafir dia juga nanti akan menuntut jangan dikira kalau kita hutang beras di toko di toko orange kemudian kita katakan gak usah dibayar karena mereka orang kafir naudzubillah mereka juga mengurangi azab mereka nanti di dalam neraka Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala melindungi kita dari berbagai macam sifat-sifat yang zalim-zalimi orang lain dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memaafkan mengampuni semua dosa-dosa kita demikian akul kau lihat wastaghfirullah wabarakatuh Syukron jazakumullah Khairan atas penyampaian nasehat-nasehatnya yang diberikan pada kesempatan pagi hari ini semoga bisa menjadikan bekal kita untuk menjadi lebih baik lagi dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan perlindungan dan kesehatan untuk Ustadz beserta keluarga kami ucapkan jazakumullah Khairan atas kebersamaan anda pada kesempatan pagi hari ini kami segala kekurangan petugas mohon maaf apabila ada kesalahan kami undur diri Subhanallah Astaghfirullah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *