Ustadz Abdullah Zaen, M.A. | Fiqih Pendidikan Anak No: 183

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Radio Rodja Bandung menebar cahaya sunnah [Musik] pada kesempatan pagi menjelang siang yang berbahagia kali ini yaitu tanggal 18 Safar 1445 Hijriyah atau yang bertepatan dengan tanggal 4 September 2023 kita masih kembali diberi kekuatan kesehatan Hidayah serta Taufik dari Allah SWT sehingga kita bisa kembali menghadiri pengajian rutin Senin pagi di masjid Manarul Ilmi di komplek pondok pesantren Tunas Ilmu di desa kedungwuluh Purbalingga ini kita berharap semoga Allah Azza wa Jalla berkenan untuk melimpahkan kepada kita semuanya ilmu yang bermanfaat sehingga bisa kita amalkan sebagai bekal untuk menghadap kepada Allah SWT Allahumma Amin sholawat dan salam Semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita di Agung Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kepada keluarganya sahabatnya dan umatnya yang setia mengikuti tuntunannya hingga di akhir nanti para hadirin dan hadirat sekalian yang kami hormati dan juga segenap mendengar setelah pemirsa rahimani wa rahimakumullah Alhamdulillah kita kembali mengkaji tema fiqih pendidikan anak kali ini kita memasuki serial nomor 181 dengan mengangkat tema menanamkan akhlak mulia sejak menanamkan akhlak mulia sejak dini Kenapa tema ini perlu kita angkat karena anak itu akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan apa yang ditanamkan kepadanya sejak dini jadi anak akan tumbuh berkembang sesuai dengan apa yang ditanamkan kepadanya sejak dini kalau yang ditanamkan baik Maka insya Allah anak itu pun akan tumbuh dengan baik tapi kalau yang ditanamkan adalah hal-hal yang buruk maka anak itu pun akan berkembang dalam suasana yang buruk pula dan itu bisa jadi akan menjadi sebuah karakter di dalam diri anak-anak kita naudzubillahimin maka agar anak ini tumbuh dengan baik perilakunya tutur katanya sikap-sikapnya maka dia harus dibiasakan orang Jawa mengatakan Allah orang Indonesia mengatakan Allah bisa karena apa Karena biasa Allah bisa karena biasa tapi dalam menjalankan proses pembiasaan ini Kita juga harus menggunakan cara yang benar harus menggunakan cara yang benar sesuatu yang mulia perlu menggunakan cara yang mulia pula akhlak mulia dibiasakan kepada anak dengan cara yang mulia yaitu dengan kelembutan Bukan Dengan kekasaran nah ketika kita membahas akhlak mulia maka yang dimaksud dengan Akhlak Yang Mulia ini adalah akhlak mulia yang sifatnya batiniyah dan akhlak mulia yang sifatnya apa lahiriyah [Tepuk tangan] lahir dan apa lahir dan batin [Musik] lahir sama batin lahir itu [Tepuk tangan] [Musik] lahir itu yang kelihatan batin itu yang ndak kelihatan jadi akhlak itu ada yang kelihatan ada yang tidak kelihatan yang kelihatan ya omongan itu kan kedengaran kelihatan sikap cara bicara perilaku raut muka itu yang kelihatan akhlak lahirnya yang kedua akhlak batiniah batinnya berarti yang nggak kelihatan yang kelihatan yang nggak kelihatan berarti tempatnya di mana Bu Ya di hati contohnya sabar sabar itu tempatnya di mana bukan di lisan sabar itu di mana Di Hati sabar terus dermawan [Musik] alias tidak beli ikhlas ya terus [Tepuk tangan] bersihnya hati dari iri dan dengki kepada orang lain itu semuanya akhlak ketergantungan kepada Allah semata itu juga akhlak jadi akhlak itu ada yang terlihat bisa dilihat dengan mata kita dari perilaku tutur kata dan yang semisalnya dan ada pula akhlak yang sifatnya nggak kelihatan yang itu tempatnya di dalam hati mana yang penting bahkan sesuatu yang bersifat lahiriyah itu biasanya dibangun di atas sesuatu yang sifatnya batiniah sesuatu yang kelihatan itu biasanya dibangun di atas sesuatu yang enggak kelihatan contoh masjid yang jenengan lihat itu temboknya apa pondasinya atapnya temboknya tiangnya pintunya jendelanya itu yang kelihatan tapi yang kelihatan ini bisa berdiri atau tidak tanpa pondasi ya ndak bisa pondasi Itu kelihatan atau tidak kelihatan nggak kelihatan wong ditanam di mana di dalam tanah yang gak kelihatan tapi yang nggak kelihatan ini pentingnya luar biasa karena ini adalah pondasi dari seluruh bangunan yang ada di atasnya jadi jangan pernah mengecilkan akhlak yang sifatnya batiniah Jangan pernah karena akhlak yang sifatnya lahiriyah itu dibangun di atas akhlak yang sifatnya [Musik] anak itu suka Berbagi kasih kepada orang kalau dia punya sifat dermawan itu sifatnya di dalam hati orang akan bertutur kata yang lembut yang halus tidak menyakiti orang lain kalau hatinya bersih dari rasa iri rasa dengki rasa benci kepada sesama muslim kepada sesama Mukmin makanya apa kata orang Arab Kullu inain setiap poci setiap botol itu akan menuangkan apa yang ada di dalamnya saya tanya poci atau botol ini isinya apa air apa air mineral air putih Ketika saya tuangkan keluarnya apa kalau botol ini diisi dengan air comberan maka ketika dituangkan yang keluar apa hati Maka yang keluar yang resik-kresik hati kalau kotor yang keluar yang kotor-kotor berarti kata-kata kotor yang keluar berawal dari hati yang kotor kata-kata lembut yang keluar berawal dari hati yang lembut sehingga pembahasan tentang akhlak ini harus dibahas dari dua sisi yang pertama akhlak yang kedua akhlak Maka kalau kita perhatikan nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ketika beliau menanamkan akhlak mulia kepada anak-anak di zaman beliau kita akan perhatikan bahwa beliau menanamkan akhlak dari dua sisi ini akhlak batiniah sama akhlak apa saya kasih contoh satu-satu dan tentunya contohnya banyak banget ya contohnya banyak banget ini cuman karena keterbatasan waktu keterbatasan ilmu keterbatasan kertas sehingga kita kasih contoh satu masing-masing satu Mari kita lihat dari contoh yang pertama yaitu akhlak batiniah adalah hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ketika beliau sedang mendidik keponakannya yaitu Ibnu Abbas Ibnu Abbas anak nya Ibnu Umar anake Umar Ibnu Mas’ud anake Mas’ud Ibnu Sugeng Pak Sugeng gitu ya ini Ibnu Ibnu Abbas nah Ibnu Abbas ini apa kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ketika menasehati Ibnu Abbas yang saat itu masih kecil nah makanya saya sengaja pilihkan nasihat-nasehat Rasul menanamkan akhlaknya itu banyak cuman karena temanya menanamkan akhlak mulia sejak dini berarti saya akan cari hadis-hadis di mana Nabi menasehati anak kecil karena temanya adalah tema sejak di dini maka perhatikan coba Ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam nasehat Ibnu Abbas dan satu masih kecil Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam katakan bahasa jawane kalau perempuan lagi ngajari akhlak mulia kepada anak kecil ya Ghulam kalau kamu minta Mintalah kepada Sinten Allah kalau minta tolong minta Tolonglah kepada Allah wa ala ummatan ketahuilah bahwa seluruh manusia Apabila mereka Bersatu padu untuk memberikanmu sesuatu manfaat maka mereka tidak akan mampu memberikan manfaat itu kecuali apabila sudah ditakdirkan oleh Allah sebaliknya dulu sebaliknya Apabila mereka bersepakat Bersatu padu untuk mencelakaimu maka mereka tidak akan mungkin bisa mencelakaimu kecuali apabila itu sudah ditakdirkan oleh Allah lalu Nabi SAW tutup nasehatnya [Musik] takdir sudah diangkat dan kitab takdir sudah selesai ditulis hadis riwayat Tirmidzi dan menyatakan Hasan Shahih oleh Beliau di mana Ustaz akhlaknya di sini Nabi SAW sedang membangun akhlak agar kita punya ketergantungan hanya kepada Sinten Allah akhlak tidak gampang minta-minta makanya diawali dengan sabda Nabi kalau kamu minta Mintalah kepada Allah kalau kamu mohon pertolongan mohon pertolongan lah kepada Allah Azza wa Jalla bayangkan anak seumur 7 tahun Berarti kelas 1 SD n Alhamdulillah Masya Allah anak ini dilatih ketergantungannya kepada jawabnya gimana Bu jawabnya gimana Bu ngenteni gajian ramane nunggu bapak apa gajian gitu ya itu berarti melatih ketergantungan kepada siapa bapak atau kepada Allah [Musik] boleh nggak dibawa ke dokter tapi kenapa nggak nomor satu kita ajari Iya nak minta sama Allah biar cepet sembuh kenapa kita gitu itu akhlak itu akhlak seorang hamba kepada rabb-nya kepada Allah Azza wa Jalla kepada Tuhan kata Allah di dalam Alquran kalau aku sakit maka yang akan menyembuhkanku adalah Allah kalau kita lapar yang akan ngasih makan kita siapa kalau kita haus maka yang akan masih minum kita Allah kalau kita nggak punya baju maka yang akan ngasih baju kita adalah Allah ini namanya contoh akhlak batiniah yang perlu kita tanamkan di dalam diri kita dan diri anak-anak kita ini contoh yang pertama nggeh akhlak nopo pastinya Mari kita pindah contoh alat yang kedua yaitu akhlak lahiriyah itu banyak banget akhlak lahirnya ini banyak banget cara bicara cara bersikap cara berinteraksi cara makan cara bertamu cara masuk kamar mandi cara masuk masjid cara masuk rumah banyak banget pembahasannya saya kasih contoh satu saja Bagaimana Nabi SAW ngajarin akhlak lahiriyah kepada salah seorang anak yang bernama Umar bin Abi Salamah cinta namanya Bu Umar bin Abi Salamah radhiallahu Anhu Ceritanya ini pernah saya sampaikan berkali-kali ceritanya Umar bin abissalamah itu diajak makan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan kebiasaan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu makannya satu satu nampan Bukan Hanya Satu meja ya satu nampan makan bareng kebiasaannya Nabi SAW seperti itu wadah yang agak besar makanannya ditaruh di situ lauknya juga ditaruh di situ Umar habis salaman masih kecil tangannya saya [Musik] lauknya tetangganya diambil sama Umar padahal sudah sendiri-sendiri nah tangannya ini kemana-mana ini akhlak baik apa akhlak buruk akhlak buruk ya bulan apa tadi ya [Tepuk tangan] 9 kalau mau makan itu baca bismillah bismillah ngomong itu lahiriyah Makanlah dengan tangan kananmu lahiriah lagi karena gerakan tangan itu gerakan yang kelihatan [Musik] dan makanlah makanan yang terdekat dari Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim makanan yang terdekat kalau sampai ke sana kemari berarti nggak terdekat itu namanya terjauh jadi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ingin supaya anak-anak itu sejak dini sudah terbiasa Makan pakai tangan kanan sudah terbiasa baca bismillah sudah terbiasa menjaga etika yang sopan ketika makan yang sopan ketika penanaman akhlak lahiriyah maupun akhlak batiniah ini caranya harus baik caranya harus apa Bu harus baik itu gimana ustadz sampaikan dengan lemah lembut dengan bahasa yang gampang dicerna oleh anak-anak kadang-kadang anak dinasehati orang mudeng karena Bahasanya terlalu apa Bu terlalu tinggi terlalu bulat ya terlalu filosofis bingung akhirnya anak itu anak itu kasih nasehat yang simpel-simbol aja kayak ini contohnya minta mintalah sama Allah minta tolong minta Tolonglah sama Allah kan simpel banget makan Makanlah pakai tangan kanan sebelum makan Baca Bismillah itu kan simpel bahasanya simpel gampang dicerna kemudian nadanya nadanya itu datar datar itu berarti ora ngorong-lorong enggak dilihat-lihat nah sebagian orang tua Bu saking semangat begitu melihat anaknya Makan pakai tangan kiri langsung dicengkeleng di cengkeweng siapa namanya [Musik] di protes masalah Ibu mau bahasa Jawa terus apa ditarik dengan kasar gitu ya kemudian mungkin cara itu harus baik menanamkan akhlak mulia caranya harus mulia kok ya harus dengan cara yang mulia juga bukan dengan marah-marah bukan dengan intonasi tinggi bukan dengan melotot bukan dengan bentak-bentak bukan dengan dipermalukan di depan ini adalah poin yang sangat penting Loh kenapa ustad kok harus dengan cara yang baik karena itulah yang dicontohkan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ketahuilah jamaah yang kami hormati Rasulullah SAW itu kalau nyontoni bukan cuma contoh Nike bukan cuma nontonin konten tapi juga nontoni casing konten iku opo isi casing niku cara jadi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu kalau ngasih contoh kepada kita itu bukan hanya ngasih contoh isinya saja enggak termasuk cara menyampaikan isi tersebut Kalau boleh diibaratkan kado bukan cuma nontoni isine kado tapi kalau boleh kita kasih ilustrasi seperti itu supaya kita mencontohkan kejujuran mengajarkan kejujuran tapi cara mengajarkan kejujuran itu juga dicontohkan oleh Nabi SAW caranya Bagaimana contohnya Ini tadi kita nasehatnya Rasulullah SAW kepada Ibnu Abbas radhiyallahu Anhu Umar Bin sepi Umar radhiyallahu anhu jadi Oke caranya harus baik nah sekarang yang lebih penting dari cara apa itu yang lebih penting dari cara dalam menanamkan akhlak mulia adalah suri teladan suri teladan dari siapa lagi nomor satu ya dari orang bapak dan ibu itu nomor satu sebelum ngomongin guru di sekolah itu kita harus ngomongin orang tua dulu kenapa Bu karena anak ini yang pertama kali akan dilihat adalah orang tuanya apa guru di sekolahannya orang tua guru itu nanti kalau sudah masuk PAUD itu baru ketemu sama guru yang pertama kali lihat sama anak adalah orang tuanya maka dalam menanamkan akhlak mulia faktor suri teladan dari orang tua sangat penting sekali Kenapa ustad karena anak itu pencontoh ulung itu anak Jadi anak itu nggak akan jauh-jauh dari siapa dari bapak dan ibunya buah itu kalau jatuh tidak akan jauh dari pohonnya maka jadi orang tua itu gampang apa susah Bu susah sing susah buat saya apa ne fikih pendidikan anak juga anak fiqih pendidikan apa jadi aneh Bu ada orang tua nyuruh anaknya minum pakai tangan kanan tapi dianya minum itu aneh Bu dan kadang-kadang ada orang itu minum pakai tangan kiri nggak kerasa saking saking kebiasaan berapa kali saya ketemu tamu gitu disuguhi minumnya pakai tangan apa karena ada orang banyak saya tegur langsung nanti khawatirnya saya jabri saya kirim tadi jenengan melakukan sesuatu yang kurang pas saya mau tegur saat ada orang tadi kayaknya enggak pas itu saya sampaikan jenengan usahakan minumnya pakai tangan kanan ya jadi dia Enggak kerasa reflek refleks jadi begitu ngambil gelas ngambilnya pakai tangan dan dia enggak nyadar saat itu minumnya pakai tangan dan ini akan diperhatikan oleh anak [Musik] maka aneh sekali ketika orang tua nyuruh anaknya minum pakai tangan kanan Makan pakai tangan kanan sedangkan orang tuanya Makan pakai tangan boleh nggak mendoan Terus apa kan tapi gantian bisa juga gantian atau bisa juga cabenya pakai tangan ininya Jadi mendoanya pakai tiga jari cabenya pakai dua jari siji lontong Ya Allah Ya Robbi Apa susahnya gantian Apa susahnya gantian kayak kita makan nasi ada kerupuknya ada sayurnya ada nasinya ada ayamnya kan kita makannya tetap pakai tangan apa kanan Makan pakai tangan kanan ngambil nasinya habis itu ngambil kerupuknya pakai tangan kanan lagi kenapa mesti pakai tangan kiri ini akan diperhatikan oleh anak kita bahkan saya kasih tahu ya kadang-kadang anak itu lebih mengingat omongan apa perilaku orang tua perilaku kadang-kadang yang lebih terekam di dalam benak anak itu bukan omongan orang tua nasehatnya tapi perilaku orang tua itu yang lebih diingat oleh anak Maka kalau orang tua ngasih contoh yang tidak baik walaupun dia ngomongnya omongannya baik di khawatirkan yang akan nyantol adalah perilaku yang tidak baik bukan omongan yang baik dari orang tuanya contoh contoh yang lain ibu dan bapak ngajari Dermawan Nak kamu harus jadi anak dermawan nggak boleh jadi anak yang pelit tapi ternyata orang tuanya nyontoh nih pelit ya nggak nyambung Jadi kalau nyontoh nih Dermawan Nak kamu harus jadi anak yang dermawan orang tuanya ngasih contoh contoh Misalnya ini nak ya ini ada duit nih tolong nanti kamu berangkat ke masjid saat berangkat ke masjid kamu masukkan duit ini ke mana jenengan bawa duit anaknya juga bawa duit [Musik] nya berapa 5000 kek 2000 kek 10.000 semakin banyak kalau memang mampu semakin baik yang penting ikhlas ya Jadi sampai ke masjid kita gandeng anak kita ketemu Kotak infaq maka bapaknya memasukkan terus habis itu siapa anaknya juga memasukkan jadi sinkron antara ajakan dengan mulut dengan praktek dengan tangan itu sinkron nah yang seperti ini Insyaallah akan lancar dengan izin Allah Azza wa Jalla dalam proses penanaman akhlak mulia tapi kalau enggak sinkron antara perilaku dengan omongan maka ini tentunya akan mengganggu kelancaran proses penanaman akhlak mulia dalam diri anak mudah-mudahan apa yang pelajari bermanfaat bagi kita semuanya Masih sisa waktu silakan kalau ada pertanyaan bisa disampaikan Baik terima kasih pertanyaan pertama kami bacakan Assalamualaikum Ustaz Assalamualaikum Saya mempunyai dua orang anak yang pertama berumur 3 tahun dan adiknya berumur 1 tahun Saya ingin menghadiri pengajian Muslimah dengan membawa anak-anak tapi takut gaduh dan mengganggu pengajian Akhirnya saya titipkan ke mertua Lalu apakah diperbolehkan tidak menghadiri kajian ba’da maghrib dikarenakan Kasihan anak masih kecil harus dibawa motoran di malam hari takut masuk angin apakah lebih baik menyimak lewat media saja daripada berangkat langsung jasa Terima kasih atas pertanyaannya kondisi satu orang dengan orang yang lain itu beda-beda kondisi satu orang dengan orang lain itu beda-beda ada orang yang Masya Allah punya anak umur 31 3 tahun umur 1 tahun tapi bisa dikondisikan anaknya itu cenderung sehingga diajak kajian enggak ganggu cara yang lain tapi ada orang tua yang anaknya super super aktif nggak bisa diem Mending kalau cuma nggak bisa diem gerakannya tapi juga nggak bisa diam mulutnya jadi nggak cuma jalan ke sana kemari tapi juga ngomong teriak-teriak nah ini ganggu maka dalam kondisi seperti itu Seandainya anak jenengan belum bisa dikondisikan untuk tenang di dalam masjid maka maslahat yang lebih besar anak itu nggak diajak ke masjid pengen dapat pahala apa dosa Bu pahala atau dosa tahan anak jenengan ganggu orang pengajian sehingga yang lain nggak pada fokus ganggu orang sholat sehingga yang sholat pada gak pada fokus bisa-bisa kena dosa yang dosa anaknya apa Bapak itu belum balik kok nggak dosa yang dosa itu Bapaknya yang dosa itu ibunya Kenapa membawa anak yang belum bisa dikondisikan ke mana Ke masjid itu kalau anaknya super aktif tapi kalau anaknya bisa dikondisikan anteng kayak apa bayaran [Tertawa] jadi nggak sama ada juga anak yang fisiknya kuat dibawa kotoran no problem Tapi sebaliknya ada anak yang fisiknya lemah kena angin dikit masuk angin ya jangan jangan dibawa ya Kalau dititipkan sama mertua Kalau beliaunya berkenan dan tidak keberatan tidak apa-apa tapi kalau misalnya jenengan titipkan kepada orang tua atau kepada mertua kemudian orang tua atau mertua itu keberatan maka sebaiknya jangan maka sebaiknya jangan tapi njenengan berada di rumah sambil menyimak pengajian Alhamdulillah kita hidup di zaman di mana fasilitas untuk mendengarkan pengajian itu sangat banyak sekali nggak seperti Enggak seperti dulu nggak seperti dulu dulu itu kalau mau dengerin pengajian ya betul-betul harus berangkat sekarang Masya Allah mungkin yang mendengarkan nggak hadir di sini Mendengarkan lewat radio Mendengarkan lewat FB Mendengarkan lewat YouTube Mendengarkan lewat telegram mungkin lebih banyak daripada yang hadir mungkin bisa jadi ribuan Yang Mendengarkan lewat apa online ya offline jadi sarana banyak sarana banyak maka harus dimanfaatkan untuk kebaikan pertanyaan berikutnya Ustadz bagaimana menyikapi fenomena saat ini dimana anak-anak akhlak dan adabnya banyak terpengaruh terpengaruh oleh tontonan di media sosial gaya bicara dan sikapnya banyak meniru tonton tontonan tontonan yang dilihat mohon nasehatnya nah saya adalah meminimalisir tontonan memaksimalkan teladan yang baik dari orang tua Jangan Dibalik Saya ulangi solusinya adalah meminimalisir tontonan memaksimalkan teladan yang baik dari orang tua ya caranya cara yang benar meminimalisir tontonan yang tidak baik memaksimalkan suri teladan dari orang tua berarti memaksimalkan tontonan meminimalkan contoh dari orang tua itu yang terjadi [Musik] yang terjadi adalah anak yang nontonnya sering banget orang tua ngasih contohnya kurang makanya terjadilah anak-anak yang mengikuti gaya omongan seperti apa yang ada di medsos sikap-sikap nyontoh apa yang ada di medsos gara-gara dia selalu dikasih tontonan tanpa batas kemudian orang tuanya pun juga sibuk nonton maka solusinya adalah tontonannya diminimalisir diminimalisir Bagaimana Ustaz Ya dikasih batasan lah jangan sedikit-sedikit anak dikasih HP dikit-dikit HP anak nangis HP rewel HP arep turu HP arep mangan HP arep adus hp masa setiap apa-apa aktivitas pakai HP mau makan pakai HP mau mandi pakai HP mau tidur pakai HP dibatasi dibatasi sesuai dengan keperluan saja Kemudian juga dilihat tontonannya Apa baik atau enggak setelah itu orang tua memberi contoh yang baik dengan suri teladan memberikan waktu interaksi berkomunikasi langsung antara anak dengan orang tua ngobrol Bapak dengan anak ibu dengan anak waktunya makan singkirkan seluruh HP seluruhnya singkirkan waktunya makan-makan bareng bukan ketika meja makan ketika di meja makan pun masing-masing megang apa HP Bapake nyekel HP ibune nyekel HP anaknya nomor satu pegang HP nomor 2 pegang HP nomor 3 pegang HP Tapi bukan kepada bapaknya kepada ibunya ya yang satu setengah hasil Nonton YouTube yang satu setengah baca wa yang satu main Tik Tok ini rumah tangga seperti apa Bu ini rumah tangga yang nggak harmonis yang masing-masing sibuk dengan aktivitas yang nggak ada hubungannya dengan rumah tangga harus kita perbaiki jangan kita pasrah dengan keadaan betul memang sekarang itu zamannya zaman gadget itu betul semuanya megang apa HP tapi kita nggak boleh pasrah nggak boleh menyerah kita memang ditakdirkan oleh Allah hidup di zaman ini di zaman yang kita menghadapi ujian yang memang berat sekali tapi kita nggak boleh masalah kita harus berjuang kita harus minta bantuan sama Allah insya Allah akan dibantu sama Allah [Musik] pertanyaan berikutnya Ustadz Bagaimana cara menegur orang tua yang ikut campur dalam mendidik anak Bagaimana cara menegur orang tua yang ikut campur dalam pendidikan anak tergantung ikut campurnya itu dalam makna positif atau Dalam makna negatif jadi campur tangannya orang tua dalam pendidikan cucunya dalam pendidikan apa cucunya itu nggak selalu berkonotasi negatif kadang-kadang campur tangannya juga positif contoh misalnya si Kakek atau si nenek ini lihat cucunya dikasih HP terus sama siapa sama orang tuanya terus kemudian Si kakek dan si nenek ini mengingatkan cucunya atau mengingatkan orang tua dari cucu tersebut alias anaknya sendiri atau menantunya Apakah ini campur tangan yang keliru contoh campur tangan yang nggak bagus Bapak dan Ibu dari si anak ini sudah enggak pakai ulang tahun nggak pakai rokok ulang tahun karena ulang tahun bukan dari budaya kaum muslimin kau tahu kakek dan neneknya ikut campur kemudian mengatakan akhirnya kakek dan neneknya bikin apa ulang tahun manggil teman-temannya ada Tiup Lilinnya Ada apa namanya ada lagunya ini campur tangannya nggak bagus campur tangan yang tidak bagus terus Bagaimana sikap kita Ustadz sikap kita adalah selektif dinilai mana campur tangan yang bagus mana campur tangan yang tidak bagus kalau campur tangan yang bagus maka seharusnya kita mengucapkan terima kasih kalau campur tangan itu tidak bagus seperti yang saya contohkan tadi maka dari pihak orang tua si anak tersebut berusaha untuk menyampaikan dengan cara yang baik kepada orang tuanya kepada si Kakek sampaikan dengan cara yang baik ini kita lagi berusaha untuk mendidiksi kecil supaya lebih baik lagi ada hal yang saya dapatkan kemarin ngaji ya ternyata itu kurang baik ya pelan-pelan sampaikan pelan-pelan disampaikan karena biasanya kakek ngasih sesuatu kepada cucu itu dorongannya kasih sayang itu biasanya kayak ngasih belikan cucunya HP karena apa Karena sayangnya ngelihat ke anak-anak tetangga sudah pada pegang HP cucunya jomblo ya akhirnya nggak tega belikan HP kepada untuk cucunya ini contoh dorongan kasih sayang tapi sayangnya anak disayangkan itu diwujudkan dalam hal yang tidak benar kasih sayang itu diwujudkan dalam hal yang tidak benar alih-alih akan memperbaiki si cucu malah merusak cucunya jadi ditegur dengan cara yang baik Ustaz sudah bolak-balik dan seterusnya ya kalau memang sudah enggak bisa ketemu kata kompromi ya minta izin baik-baik untuk tinggal di rumah yang berbeda untuk tinggal di rumah yang berbeda karena biasanya kalau tinggal di rumah yang berbeda itu lebih Mandiri kemudian juga lebih bisa mengarahkan anak sesuai dengan maksud yang sudah disepakati visi dan misi yang disepakati oleh orang tuanya tapi tentunya ketika akan misah itu harus dengan cara yang baik ya dan tidak ada keadaan darurat yang menuntut orang tua itu harus ditunggu nih kalau ada keadaan darurat yang menuntut Orang tua harus ditunggoni misalnya orang tua itu sedang apa sakit parah misalnya ya mau nggak mau jenengan harus ngalahin demi untuk merawat orang tua ini yang bisa kita pelajari Pada kesempatan kali ini Terima kasih atas perhatiannya mohon maaf atas segala kekurangannya kita akhiri dengan doa kafarat majelis Subhanallah wabihamdika Ashadu alla ilaha illa Anta Astaghfirullah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *