Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

dan Radio Rodja Bandung menyebar cahaya Sunda Alhamdulillah para pemerhati raja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Senin siang yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustad Abu Ihsan Al Azhari al-maidani Ma fidahulu dalam pembahasan dari kitab talbis iblis tipu daya iblis Nah berikut kita akan simak penjelasan yang akan disampaikan Selanjutnya kami persilahkan kepada Allah Ustadz filial assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Alhamdulillah nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh pemain shallallahu alaihi wasallam dan muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah segala puji hanyalah milik Allah Rob semesta alam pada kesempatan siang ini kita kembali bertemu dan masih bersama kitab talbis iblis tulisan Ibnu jauzi kita akan melanjutkan poin-poin pembahasan yang ada di dalam buku tersebut dan pada kesempatan siang ini kita masih berbicara tentang Salah satu sikap kaum Sufi yaitu mereka meninggalkan salah satu sunnah nabi yaitu nikah dan ada beberapa alasan mereka meninggalkan sunnah nabi ini beberapa diantaranya sudah kita bahas terakhir yaitu diantara mereka ada yang beralasan bahwa nikah itu berkonsekuensi kepada kecintaan terhadap dunia ya ada bukti atau lambang cinta dunia ya diriwayatkan dari Abu Sulaiman adaroni bahwa dia berkata ketika seorang pergi mencari hadits pergi mencari penghidupan atau menikah berarti ia telah condong kepada dunia ini salah satu ungkapan yang dinisbatkan kepada Abu Sulaiman yang dijadikan sebagai alasan bagi mereka ya untuk meninggalkan Anika yaitu ini adalah sikap condong kepada dunia ya mereka menyebutkan di sini 3 hal yaitu pertama mencari ilmu yang kedua mencari nafkah yang ketiga menikah mereka mengidentikan tiga perkara tersebut sebagai sikap condong kepada dunia mengatakan ini berseberangan dengan syariat ya bagaimana mungkin seseorang tidak pergi mencari ilmu Bagaimana mungkin seseorang tidak mencari nafkah dan bagaimana mungkin pula seseorang tidak menikah ya sementara para malaikat ya mereka akan saya mereka untuk para penuntut ilmu ya untuk para penuntut ilmu mencari nafkah disebut juga sebagai para pejuang ya keluarga untuk menghidupi anak istri mereka dan mereka itu adalah salah satu cara ataupun salah satu sunnah sunnatullah yang Allah tetapkan atas Bani Adam untuk berkembang biak untuk melahirkan keturunan ya Nah Bagaimana mungkin juga seorang tidak mau mencari penghidupan atau penafkah sementara Umar Bin Khattab pernah mengatakan sungguh Lebih baik aku mati berjalan kaki demi mencari rezeki mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan diri agar tidak meminta-minta daripada aku mati saat berperang di jalan Allah artinya itu termasuk salah satu bentuk jihad juga ya di dalam memenuhi kebutuhan nafkah diri dan keluarga ya nah jadi menurutku kata beliau semua kondisi sufi yang dijadikan alasan mereka tersebut ya jelas-jelas menyelisihi dan menjalani syariat Islam Adapun sekelompok Sufi generasi akhir mutakhir dari kalangan Sufiah mereka menyengaja tidak menikah supaya dikatakan sebagai orang yang zuhud Ini Salah satu alasan mereka yaitu supaya dikatakan dikategorikan sebagai orang yang zuhud dan mereka identikan zuhud itu dengan hidup Menyendiri ya mengebiri diri Menyendiri ya menjauhkan diri dari manusia motivasi tersebut dikarenakan umumnya orang awam yang akan mengagungkan seorang Sufi ketika ada dalam kondisi tidak punya seorang istri pun atau tidak atau tidak menikah mereka lantas membicarakan dia tidak pernah mengenal seorang wanita walaupun seorang artinya Dia adalah orang yang tidak tergoda dengan wanita ya Dan mereka lambangkan bahwa wanita itu adalah yang menjerumuskan Adam ya hingga keluar dari surga ya melanggar perintah Allah subhanahu wa ta’ala nah ini juga satu kekeliruan yang sudah kita Jelaskan kemarin ya bahwa yang menggoda Adam hingga keluar dari surga itu bukan wanita bukan istrinya bukan pasangannya ya tapi iblis yang menggoda Adam ya Sehingga sebagian orang-orang awam ya melambangkan wanita itu sebagai seperti makhluk yang apa namanya yang menyesatkan ataupun membahayakan ya keberadaannya itu menjadi beban sehingga di kalangan orang-orang yang tidak beragama Mungkin ada yang melambangkan wanita itu sebagai setan orang-orang Arab jahiliyah ya sangat menyampingkan kaum wanita sehingga bayi wanita dikubur hidup-hidup dianggap beban dan lain sebagainya dan Islam meluruskan pandangan yang keliru itu ya bahwa yang menjerumuskan Adam bukan seorang wanita tapi iblis dan wanita itu bagian dari pria sesungguhnya wanita itu adalah bagian dari pria dan pria itu bagian dari wanita ya Jadi bukan sesuatu yang menjadi beban dalam kehidupan dia melengkapi sehingga ya menjadi sempurna begitulah kedudukan wanita di dalam Islam tapi sebagian orang memandang wanita itu sebagai sumber masalah ya sumber bencana dan malapetaka Nah jadi sebagian orang melihat ya bahwa orang yang tidak tergoda dengan wanita itu adalah orang yang zuhud Atau Dia tidak memiliki istri Dia adalah seorang yang zuhud ya Nah ini adalah pandangan yang keliru Inilah yang disebut sebagai karya Hiban yang menyalahi dan menyelisihi syariat yang dilakukan oleh umat-umat terdahulu di kalangan kaum Nasrani mereka memilih hidup dengan cara kependitaan atau kerahiban rabbaniat dan itu tidak ada di dalam Islam ya justru Islam menganjurkan ya penganutnya atau pemeluknya untuk menikah ya Ada anjuran untuk ya menikah ya Para pemerhati Raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah ya salah seorang ya tokoh sufi yang dijadikan perkataannya tulisan sebagai hujjah atau argumentasi ya adalah Abu Hamid Al Ghazali ya dia mengatakan seorang murid murid Maksudnya di sini adalah istilah yang dipakai untuk orang-orang yang mengikuti ajaran tasawuf atau penganut Sufi pemula ya ini dijelaskan oleh Beliau sendiri murid itu maksudnya adalah penganut Sufi pemula sudah seharusnya tidak disibukkan dengan urusan pernikahan jadi ini menjadi satu syarat bagi mereka untuk menjalani suluk istilahnya yaitu kehidupan para sufi ya dari awal memang sudah dijauhkan dari yang namanya pernikahan ya karena menikah menghalanginya dari suluk sekaligus membuatnya senang bersama senang ya saat bersama istri sedangkan Siapa saja yang senang kepada selain Allah berarti dia telah melalaikan Allah nah ini pandangan mereka padahal Kita tahu bersama kita ketahui bersama bahwa ya bermain bersama istri itu juga ibadah Salah satu bentuk ibadah ya dilakukan oleh hamba yang terbaik yaitu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam nabi juga bermain-main dengan istri Bersenang bersama istri dan itu salah satu tujuan menikah ya Salah satu tujuan menikah yaitu membuat jiwa dan diri menjadi tenang ya Karena manusia punya nafsu birahi yang perlu diatasinya yaitu salah satu dengan menikah saya benar-benar heran dengan pernyataan Al Ghazali ini Apakah dia tidak tahu bahwa di saat seorang hamba berniat memelihara kehormatan diri yang menjaga kehormatan diri punya keinginan untuk memiliki anak atau menjaga kehormatan wanita maka semua ini tidak menyimpang dari suluk semua keinginan ini tidak menyimpang dari suluk ataukah dia menilai bahwa merasa senang saat berada di dekat istri ya akan dapat menafikan senangnya hati Dikala menjalankan ketaatan kepada Allah artinya Apakah bersenang-senang bersama istri itu berarti melalaikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Ya sementara Nabi menganjurkannya saya salah satu dari tiga permainan yang dibolehkan atau mubah adalah seorang laki-laki atau seorang suami bermain bersama istrinya ya kalaulah hal itu melalaikan tentunya nabi tidak membolehkan atau bahkan menganjurkan Ya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan di dalam Alquran surat ar-rum ayat 21 dan diantara tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan pasangan-pasangan Untuk kamu dari jenismu sendiri yaitu dari kalangan anak Adam juga agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya itulah pasanganmu lawan jenismu dan dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang rasa cinta dan kasih sayang Allah subhanahu wa ta’ala yang menjadikan ya hubungan antara laki-laki dan wanita dalam satu akad pernikahan sebagai salah satu bentuk Sakinah ya yaitu ketenangan ya ketenangan seseorang itu menjadi tenang ya dengan memiliki pasangan itulah Naluri fitrah sunnatullah yang telah Allah gariskan atas anak Adam ya disebutkan dalam hadis shahih Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdillah dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Beliau berkata kepada Jabir nabi berkata kepada Jabir Allah Mengapa kamu tidak menikahi perawan sehingga kamu dapat memanjakannya dan dia dapat memanjakanmu itu bermain-main bersamanya dan kamu bermain-main bersama bersama dan dia bermain-main bersama kamu dan kamu bermain-main bersamanya Nah demikian Ya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menganjurkan kepada Jabir ya kepada suatu hal yang inilah sesuatu yang tertanam dalam fitrah manusia ya bersenang-senang dengan pasangannya dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan ya Adam pasangannya sehingga dapat menikmati kehidupan surga dengan sempurna ya maka Allah ciptakan pasangan Nah demikian ya Dan itu adalah sunnah yang berlaku atas anak Adam Ya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melakukannya dan para nabi seluruhnya juga melakukannya Ya Rasulullah biasa bercengkrama dengan istri-istri beliau bahkan Beliau pernah berlomba lari dengan Aisyah ya bermain-main bersama istri-istri beliau Apakah semua itu membuat beliau menyimpang dari kesenangan bersama Allah atau melalaikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka beliau mengatakan di sini menuju mengatakan maka ini tidak lain merupakan satu kejahilan ya kejahilan terhadap Syariat bahkan jahil ya terhadap fitrahnya sebagai manusia dia mengingkari fitrahnya sendiri sebagai manusia setiap manusia pasti ada kecondongan kepada hal tersebut ya dia tidak bisa membohongi dirinya kecuali dia ingin menyalahi Fitrah tersebut maka nabi mengatakan dan Sunnah para nabi dan rasul sebelumnya sebelum beliau juga dan itu adalah sunnatullah pada anak Adam dan Adam disempurnakan kesenangannya di dalam surga dengan Allah jadikan baginya pasangan ya jadi dari dari awal penciptaan manusia itulah Fitrah yang ditanamkan Allah pada mereka tidak mungkin diingkari dan itu sudah berlangsung mulai dari Adam sampai hari ini sampai hari kiamat ya tidak ada yang menyimpang dari situ kecuali orang-orang yang mungkin dia tidak menyadari eksistensinya sebagai manusia tapi yang jelas adalah dia jahil terhadap agamanya wallahualam ya Nah demikian nah kemudian di sini Ibnu jauzi menyebutkan dampak negatif dari sikap tidak mau menikah yang dipilih oleh orang-orang Sufi ini Beliau mengatakan ketahuilah disaat generasi muda Sufi memutuskan tidak menikah menjauhkan diri dari yang namanya menikah maka sikap ini menggiring mereka pada tiga keadaan dan sikap ini sudah mulai menjalar di kalangan generasi muda yaitu senang hidup sendiri dan tidak memilih tidak menikah baik itu remaja putra maupun remaja putri sebagian orang sudah nyaman hidup sendiri ya dan merasa bahwa nikah itu adalah beban ya masalah dalam kehidupan ya maka mereka memilih untuk hidup sendiri ya ini adalah salah satu hal yang juga tidak dibenarkan ya sebagian orang ya mungkin ketularan dengan gaya hidup orang-orang dan Muslim ataupun orang-orang kafir di luar sana di belahan bumi barat ataupun di belahan bumi Timur sana ya memilih hidup sendiri menyendiri sampai akhir hayat bahkan sampai mati ya Ada Yang phobia dengan nikah dan pernikahan ada yang membenci lembaga pernikahan dan lain sebagainya dan ini adalah satu hal yang menyimpang dari Fitrah ya Beliau mengatakan yang pertama adalah ini dampak negatif dari sikap tidak mau menikah ya pertama adalah sering sakit akibat tertahannya air mani ya ketika seorang atau seseorang lama menahan air mani Maka hal itu akan berdampak pada kesehatan tubuhnya ya akan berdampak pada kesehatan tubuhnya Abu Bakar bin Zakaria ar Razi rahimahullah mengemukakan aku mengetahui satu kaum yang dahulu punya banyak air mani namun setelah mereka tidak berhubungan badan ya tidak melakukan Jima karena karena pengaruh paham filsafat tubuh mereka menjadi dingin sulit bergerak Gelisah tanpa sebab mengalami gejala halusinasi serta gairah syahwat juga nafsu makan mereka turun drastis ya ini akibat dari tertahannya air mani dalam waktu yang lama ya Abu Bakar bin Zakaria juga mengatakan Aku melihat seseorang yang meninggalkan rutinitas berhubungan intim Dia kehilangan nafsu makannya meski baru makan sedikit dia sudah merasa mual dan ingin muntah namun setelah dia kembali berhubungan badan yaitu melakukan aktivitas jimat seperti sedia kala berbagai gejala tersebut hilang dalam waktu singkat ya memang begitulah sunatullah ya Fitrah yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah tanamkan pada diri manusia ada nafsu pada manusia nafsu birahi dan itu perlu disalurkan maka yang lebih mengabarkan jika salah seorang dari kamu melihat seorang wanita yang menakjubkan tentu naik nafsu birahinya itu satu hal yang wajar nggak wajar kalau nggak muncul itu lebih aneh lagi Sebenarnya dia lihat wanita tapi tidak merasa apa-apa gitu kalau ada perasaan seperti itu itu perlu diperiksakan karena wajar nabi mengatakan menakjubkan dirinya Iya pasti Muncul itu tapi ada solusinya yaitu hendaklah dia kembali ke rumahnya mendatangi istrinya karena dia dapat di pada istrinya apa yang dia dapati pada wanita itu artinya dia dapat menyalurkan nafsu birahinya dalam perkara yang halal ya dengan cara yang halal ya Nah demikian Allahu a’lam itu adalah salah satu solusinya sehingga dia bisa menyalurkan energi birahinya itu dengan benar Dan inilah sangat bermanfaat bagi kesehatannya dan itu satu yang wajar jika dia merasa ya muncul rangsangan syahwat ketika melihat wanita ya itu adalah hal yang sangat normal Sebenarnya ya yang nggak normal itu dia lihat wanita nggak ada rasa apa-apa nah ini bahaya ini yaitu justru berbahaya itu bohong lah kalau kita kecuali memang ada kelainan mungkin ya mungkin tapi kalau dia normal pasti ada tapi kita sampaikan tadi bahwa nabi menjelaskan ataupun menyebutkan kepada kita solusinya nabi menjelaskan bagi kepada kita bagaimana kalau hal itu ya terjadi pada diri kita apa caranya bagaimana solusinya Nah demikian wallahualam ya Nah itu yang berusaha untuk dijadikan alasan oleh orang-orang Sufi untuk meninggalkan wanita yaitu mereka merasa tidak punya pengaruh tapi nggak punya perasaan apapun terhadap wanita nah ini sangat tidak normal tentunya ya kalau laki-laki tidak punya ketertarikan kepada wanita pasti ada ya Nah demikian wallahualam yang kedua adalah kata beliau di sini menuju mengatakan kembali ke kebiasaan yang telah ditinggalkan Banyak kaum sufi yang menahan diri dari berhubungan badan hingga air maninya menumpuk serta timbul kegelisahan Akhirnya dia pun kembali melakukan hubungan badan dan sibuk dengan segala kenikmatan duniawi berkali lipat intensitasnya daripada waktu meninggalkannya Mereka pun seperti orang yang sudah menahan lapar dalam jangka waktu yang lama kemudian kembali menikmati apa yang sekian lama ditinggalkannya itu ya artinya ini terjadi ya orang-orang yang memilih hidup dengan cara kependitaan yaitu kerahiban ya pada akhirnya penyimpangan-penyimpangan seksual Ya seperti menyukai sejenis dan lain sebagainya melampiaskan nafsunya kepada ya bukan kepada lawan jenisnya pada sejenisnya ada yang melampirkan kepada anak kecil ya menjadi seorang pedofilia dan lain sebagainya terjadi ini kasus-kasus yang kita katakan sudah sangat populer di tengah-tengah manusia orang-orang yang menjalani hidup kerahiban seperti itulah pada akhirnya dia nggak bisa menahan nafsunya dan akhirnya ya mempertahankan prinsip ingin menjauhi wanita justru dia jatuh kepada hal yang lebih buruk yaitu dia jatuh kepada homoseksual dan sejenisnya wallahualam bahkan ya ada yang melampiaskan itu pada hewan Audzubillah Nah demikian yang ketiga kata beliau cenderung bergaul dengan anak-anak Nah tadi kita sebutkan ya banyak yang jatuh kepada kebiasaan Pedofil ya menjadi pedofiliaan Ya karena ya meninggalkan wanita ya menjauhi wanita ini sebenarnya satu konsekuensi dari sikap yang mereka pilih sementara mereka tidak bisa membohongi nafsu syahwat-nafsu birahi yang ada pada dirinya itu pasti bergejolak kalau dia normal ya yaitu pasti bergejolak pada dirinya Nah maka mereka mencari pelampiasan lain nah ketika diantara mereka kata beliau ada yang menahan diri dari menikah air mani yang bertumpuk itu membuat gelisah akibatnya mereka merasa nyaman ketika bergaul dengan para anak-anak bocah-bocah kecil atau Mardan istilahnya dan ini kita sudah bahas sebelumnya ya bahwa salah satu penyimpangan konsumsi ini adalah ya mereka suka bergaul dengan Mar Mardan itu adalah anak-anak kecil yang belum tumbuh jenggotnya atau yang masih ya masih seperti ya kita katakan Wanita Masih ya mulus begitu ya seperti wanita tapi dia adalah anak pria yang masih kecil ataupun bocah pria yang kecil Ya bocah laki-laki ya Nah demikian nah akibatnya mereka merasa nyaman itu berada di dekat orang-orang itu ataupun anak-anak kecil itu dan akhirnya iblis pun menipu ya di sisi lain iblis menipu kelompok sufi yang telah menikah sehingga mereka menegaskan kami menikah bukan untuk melampiaskan syahwat ya jika yang mereka maksudkan adalah menikah karena mengikuti tuntunan sunnah maka yang dikatakan ini biasa ya sah saja namun jika maksudnya mereka tidak bersahabat sedikitpun terhadap pernikahan maka apa yang mereka katakan tadi adalah suatu hal yang mustahil ya kecuali nggak normal tadi ya ada kelainan wallahualam nah di sisi lain juga ya kebodohan atau kejadian telah mendorong banyak konsumsi untuk mengebiri diri sendiri mereka yakin tindakan ini dilakukan karena rasa malu yang sangat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan melebihi benar-benar wujud dari kejahilan sebab dengan bagian tubuh yang mereka potong itulah Allah Subhanahu Wa Ta’ala memuliakan laki-laki atas kaum wanita ya Nah ini ini diharamkan tentunya mengebiri diri ya yaitu membuat sengaja membuat diri menjadi mandul begitu baik dengan cara banyak cara yang dilakukan oleh manusia hari ini ya ada yang sampai ya kita katakan memotong alat kelaminnya sendiri atau meniadakan ataupun beroperasi ya operasi kelamin gitu ya sehingga dia tidak memiliki alat kelamin lagi Allah demikian dan Allah menciptakan kemaluan untuk menjadi sebab lahirnya keturunan itu ada manfaatnya kegunaannya Tetapi kondisi orang yang mengebiri diri sendiri seakan berkata yang benar tidak seperti ini harus ini nggak ada karena mereka oleh karena itu pun mereka memotong bagian tubuh tersebut Nah dengan alasan ini bisa memupuk hasrat seksual yang ada dalam diri mereka ya Sehingga ya mereka berhasil meraih tujuannya yaitu tidak terpengaruh dengan bisa meredam syahwat mereka ya ingin menyebut maka dalam dalam Islam ya tidak ada istilahnya kita menghilangkan nafsu nggak ada ya menghilangkan nafsu nggak bisa jadi itu yang yang coba dilakukan oleh orang-orang Sufi yaitu berusaha untuk mendelete atau menghilangkan nafsu sementara nafsu itu tidak bisa dihilangkan gimanapun caranya mau dipotong kemaluan dan lain sebagainya nafsu itu nggak hilang ya Nah demikian itu ada tindakan yang percuma ya kerugiannya mereka tidak mampu Untuk apa namanya melakukan apa pernikahan ataupun tidak mampu untuk melahirkan keturunan ya dengan cara seperti itu Jadilah cara-cara yang menyimpang dari sunnatullah dari Fitrah yang telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala gariskan atas manusia wallahualam Demikian Ya dan kerugian yang terbesar adalah di salah satu hikmah yang sangat Agung dari pernikahan yaitu memiliki keturunan ini merupakan tradisi iblis dan kita katakan tujuan utama dari iblis ya menggiring mereka kepada sikap hidup menyendiri membujang dan mengebiri diri ini yaitu mereka terputus dari keturunan iblis terhadap kaum Sufi tentang tidak adanya keinginan untuk memiliki keturunan Ya sementara kita menikahi itu kan ya untuk dapat keturunan ya untuk mendapatkan anak keturunan sehingga kita Bani Adam bisa berkembang biak di atas muka bumi ini ya jadi itu adalah salah satu Fitrah ya maka orang yang menikah dalam waktu yang lama tidak punya anak keturunan mereka akan gelisah mereka berusaha untuk dapat keturunan begitu itu fitrah sebenarnya yang ada dalam diri manusia itu mereka menikah untuk melahirkan keturunan ya Nah dan Allah ciptakan pasangan bagi Adam juga untuk agar bisa melahirkan keturunan ya Nah itu tujuan utama dari pernikahan maka dari itu nabi melarang menikah ya kalau ada pilihan lain ya dengan wanita yang Mandul dengan wanita yang mandul ada seorang sahabat yang meminta izin kepada nabi untuk menikahi seorang wanita yang disukainya tapi mandul nabi mengatakan jangan tidak ya artinya apa ya bukan ya bagaimana nasib wanita mandul ya boleh dinikahi tapi ya tujuan utama menikah adalah untuk punya keturunan ya kalau sudah punya keturunan mungkinlah itu bisa dijadikan sebagai alternatif kedua ketiga atau keempat Nah demikian wallahualam ya tapi sengaja menikahi wanita mandul untuk agar tidak punya keturunan Nah itu tidak dibenarkan nabi mengatakan jangan jangan nikahi wanita yang mandul ya nabi berkata wanita yang subur yang yang penyayang lagi subur ya subur Maksudnya apa yaitu mungkin untuk bisa melahirkan keturunan agar kita dapat keturunan darinya wallahualam ya Nah diriwayatkan dari Abu Sulaiman ad-darini bahwa ia mengatakan orang yang ingin memiliki anak adalah orang bodoh ini perkataan Indonesia sebagai alasan oleh kaum Sufi untuk tidak punya anak karena mereka merasa nyaman hidup sendiri gak punya istri apalagi punya anak begitu ya punya istri aja tidak apalagi punya anak punya istri aja tidak punya tidak ada keinginan apalagi punya anak lebih tidak ada keinginan lagi untuk punya anak ya sementara punya istri aja dia mereka tidak punya keinginan untuk itu ya maka mereka menilai bahwa orang yang ingin punya anak adalah orang yang jahil tapi sekarang ini Coba lihat sebagian kaum muslimin ya sebagian kaum muslimin ya justru mengikuti cara hidup ataupun bebas anak istilahnya dan itu sebagai satu gaya hidup juga di barat sana di tengah-tengah orang-orang kafir ya walaupun di Timur ya non muslim ada yang menganut dia paham cari tadi sehingga bahkan di luar sana dilindungi haknya orang-orang yang kalau mereka terganggu karena ada anak maka anak itu harus disingkirkan sampai seperti itu yang membenci anak-anak begitu ya Nah ini adalah kita kadang sikap yang benar-benar tipu dari iblis terhadap manusia ya dan orang-orang Sufi ini terjebak juga terjatuh juga di dalam ya cara hidup seperti itu ya mereka mengatakan ia tidak bermanfaat untuk dunia dan tidak pula bermanfaat untuk akhirat ya Saya ingin makan tidur atau berhubungan badan keinginan tersebut selalu menyusahkan diri sendiri begitu pula tatkala Anda beribadah keinginan itu pasti mengganggu dirinya ya keinginan punya anak ini mengganggu mengganggu ibadah ya anak punya anak yaitu melalaikan lalu sebagian orang menggunakan ayat-ayat yang tidak pada tempatnya mereka pahami ini seperti ini harta kamu dan anak-anak kamu adalah fitnah ya lalu mereka menjauhi anak-anak dan keinginan untuk punya anak Dan menganggap bahwasanya keinginan punya anak itu mengganggu ibadah mengganggu perjalanan mereka menuju Allah Subhanahu wa ta’ala ini adalah satu yang keliru ya kalau demikian ya nggak usah punya harta juga karena harta itu juga fitnah sementara Ya nggak mungkin ya manusia di dunia ini hidup tanpa harta begitu ya dan itu yang mereka ya yang mereka pilih kaum Sufi ini mereka bahkan menjauhi harta sama sekali tidak mencari nafkah dan mereka menjauhi anak-anak dan salah satu cara kita katakan pilihan yang mereka tempuh adalah mereka tidak menikah dengan alasan itu adalah fitnah ya tentunya firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala Carilah dari karunia-karunia Allah Mencari harta demikian juga punya anak ya Nah demikian ya itu tidak bertentangan ya dengan firman Allah in nama Allah sehingga coba dibenturkan Ayat tersebut dengan ayat-ayat lain yang memerintahkan untuk mencari nafkah Mencari harta dan memiliki keturunan satu kesalahan di dalam memahami ya konteks syariat ya Sehingga ya ini tangan nggak ada gunanya ini maka kita potong aja tangannya saya hidup nggak usah pakai tangan nah ketika tangan itu dibutuhkan ya Tangannya sudah nggak ada gitu seperti itu ya Nah demikian maka dipahami dengan benar ya supaya tidak dibenturkan yang satu dengan yang yang lain wallahualam ya kita sebutkan tadi bahwa salah satu diantara fitrah manusia adalah naluri yang Allah ciptakan pada manusia adalah mereka berpikir untuk apa ya melakukan suatu yang melanjutkan ya keberlangsungan hidup mereka di dunia ya dengan memiliki anak keturunan allahualam demikian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah kajian kita pada kesempatan siang ini mudah-mudahan bermanfaat aku Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallah Khairan Ustad atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini dan penjelasan dari kitab talbis iblis tipu daya iblis namun program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kita talbis iblis tipu daya iblis terhadap kaum sufi yang tidak mau menikah Semoga apa yang telah kita simak dan dengarkan bersama menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat dan tentunya kita pun berusaha untuk mengikuti ajaran agama ini dengan penuh keyakinan dan kesadaran sehingga kita dapat menghindari jebakan iblis dan menjalani hidup dengan penuh keberkahan namun Semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberikan kemudahan bagi kita semua dalam meraih Hidayah dan petunjuknya Amin ya robbal alamin kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala khilafan Terima kasih jazakumullahu Khairan Barakallah fiikum atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah Subhanallah wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta Astaghfirullah selamat beraktifitas wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *