Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

radio Raja Bogor 100 poin 1 FM dan Radio Rodja Bandung 104.3fm radio Raja Bogor dan Radio Rodja Bandung menebar cahaya sunnah Para pendengar dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada jazakumullah [Musik] secara langsung saluran dan kajian Islam bismillahirrahmanirrahim assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berada di kesempatan pagi hari ini yang Semoga Allah memberikan keberkahan kepada kita semua pagi hari ini hingga menjelang sore nanti pada kesempatan pagi hari ini kembali kami hadirkan di ruang dengar anda dan layar televisi Anda satu kajian ilmiah dari pembahasan Kitab al-fawaidul Fawaid buah karya dari seekor Islam Habib Abdullah Muhammad bin Abi Bakri Ibnu qayyim al-jauziah dan sebagaimana biasanya kajiannya akan disampaikan dan dipaparkan secara mendalam bersama kita Al Ustaz Al Fadhil abdullahu ta’ala Alhamdulillah kami telah terhubung dengan beliau yang saling berada di Kendari sebelum kita simak kajian yang penuh dengan faedah ini kami informasikan terlebih dahulu kepada Anda semuanya setelah kajian disampaikan oleh Beliau kami membuka sesi interaktif soal jawab dan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung bisa mengambil kami di 021 8236543 ataupun di 0819 8965 43 untuk Anda yang bertanya malah chat wa tapi kata Islam untuk selanjutnya kita simak bersama dan kepada Ustadz kami persilahkan valettafah dalam Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah Rojak TV dan radio Rojak di manapun Antum berada Barakallah fiikum kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang senantiasa melimpahkan rahmatnya kebaikan-kebaikannya bagi kita semua taufiknya untuk kita senantiasa bisa mensyukuri nikmatnya berpegang teguh dengan agamanya dan juga nikmat besar yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala mudahkan bagi kita dengan kita dimudahkan untuk selalu menuntut ilmu agama mengkaji sebaik-baik petunjuk di dalam ayat-ayat Alquran dan hadis-hadit yang shahih dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di kesempatan pagi hari ini kita bertemu kembali di dalam majelis ilmu yang mulia ya di kajian lanjutan membahas kitab yang sangat bermanfaat kitab al-fawaid buah karya dari Al Imam Abu Abdillah kita masih melanjutkan pembahasan tentang kemuliaan dan keutamaan tauhid yang telah kita kaji di pertemuan yang lalu yang sekarang kelanjutannya pembahasan tentang tafawudhu bertingkat-tingkatnya nilai tauhid yang ada dalam diri manusia yakni tauhid ini ya identik dengan keimanan identik dengan akidah dan keyakinan di hati kita bahkan tauhid adalah inti dari keimanan dan Akidah itu sendiri maka Tentu saja Ini kualitasnya di hati manusia bertingkat-tingkat sehingga penjagaannya sebab-sebab yang memurnikannya atau Bahkan sebaliknya sebab yang bisa merusaknya juga akan bertingkat-tingkat ya sebagaimana kemudahan kemudahan untuk bisa membersihkan tauhid dan menjaganya setiap saat tentu dengan Taufik dari Allah subhanahu wa ta’ala Allah juga jadikan ini sesuai dengan kekuatan kualitas tauhid di hati hamba-hambanya tersebut Barakallah fiikum makanya sewaktu kita mendengar misalnya hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terkenal hadits kursi yang diriwayatkan oleh Jami atau sunannya khalifah ulama hadis Allah subhanahu wa ta’ala berfirman wahai anak manusia Sesungguhnya jika kamu datang menghadapku dengan membawa dosa sepenuh bumi tapi kemudian kamu datang menjumpai ku dalam keadaan tidak menyekutukan aku sedikitpun maka niscaya aku akan membawakan memberikan kepadamu pengampunan yang sepenuh bumi pula itu tentu ya tauhid yang murni tauhid yang kuat tauhid yang tinggi kualitas makanya inilah sebabnya Kenapa kita harus selalu meningkatkan kualitas iman dan tauhid di hati kita dengan selalu berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala meminta agar kebaikan-kebaikan agama kita disempurnakan dijadikannya selalu bertambah dan semakin sempurna kita selalu harus selalu kita selalu harus membaca Alquran dan merenungkan isinya karena Alquran adalah sebaik-baik petunjuk yang akan semakin menguatkan iman memantapkan keyakinan di hati kita dan kita selalu melakukan kebaikan-kebaikan mendengarkan kajian Mendengarkan nasehat agar keimanan di hati kita semakin kuat semakin kokoh yang dengan sebab ini kebaikan-kebaikan dan keutamaan-keutamaan yang Allah janjikan itu semakin sempurna didapatkan oleh hamba yang seperti ini keadaannya kita akan baca penjelasan Imam Ibnu rahimahullah ta’ala ini kata beliau tauhid adalah sesuatu yang paling halus yang paling bersih yang paling bening ya yang paling suci yang paling bening maka dosa yang paling kecil pun ya keburukan yang paling kecil pun akan bisa merusaknya mengotorinya atau mempengaruhinya yang paling putih yang paling putih bersih warnanya ya pakaian seperti akan mudah dipegangkan pengaruh yang paling sedikit bukan kotoran saja dengan tangan yang berdebu akan terlihat bekasnya juga perumpamaannya seperti Mir ah seperti cermin yang paling bening ya bening yang Bapak ini cermin yang bening sekali yang sangat bening sesuatu yang paling kecil sedikitpun akan mempengaruhinya bahkan saking beningnya sesuatu yang berwarna putih pun kita Letakkan akan terlihat bekasnya Oleh karena itu Tauhid yang seperti ini keadaannya akan bisa dipengaruhi dengan Allah satu pandangan mata yang tentu tidak sesuai dengan syariat Allah satu kalimat yang melanggar agama atau syahwat yang tersembunyi Nah di sinilah bedanya orang-orang yang imannya sempurna ya mereka tentu mendapatkan penjagaan dari Allah subhanahu wa ta’ala maka perbuatan dosa yang kecil saja Allah segera Ingatkan mereka karena itu mempengaruhi tauhidnya sampai bahkan Bahkan mereka meninggalkan hal-hal yang asalnya tidak berdosa ya mereka meninggalkan perkara yang asalnya tidak berdosa mubah dikerjakan mereka tinggalkan karena mengkhawatirkan itu menuju rumuskan ya menjerumuskan ke dalam perkara yang mendatangkan dosa Jadi kehati-hatian mereka adalah menjaga iman dan tauhid mereka bersegera untuk membersihkan kembali kotoran tadi mencabutnya dengan lawannya Yakni dengan segera membersihkannya bertobat kepada Allah ya segera memperbaiki kembali imannya Maka insya Allah akan mudah dia lakukan itu Tapi kalau tidak pengaruh buruk tadi akan disahkan semakin kuat dan akan tercetak pada misalnya kaca tadi atau pakaian putih tadi yang setelah itu akan sulit untuk dihilangkan akan sulit untuk dihilangkannya kita tahu Permukaan kaca kalau ada kotoran sedikit debu yang menempel awalnya mungkin sekedar kita tiup saja akan terbang kita Usap dengan tangan kita akan bersih kembali tapi kalau semakin lama dibiarkan semakin menempel apalagi semakin bertumpuk semakin menghitam maka akan susah untuk untuk dihilangkan ini keadaan tauhid di dalam hati manusia perumpamaannya seperti itu sedangkan Al Azhar pengaruh-pengaruh ya kotoran-kotoran cetakan cetakan yang menempel pada permukaan kaca yang Bening tadi atau pakaian yang sangat putih tadi dalam hal ini sebagai perumpamaan tauhid ya pengaruh dosa meskipun kecil yang ada pada hati seorang hamba yang dipenuhi dengan Tauhid tadi diantaranya ada yang cepat datangnya Tapi cepat juga hilangnya dengan izin Allah dimudahkan orangnya segera beristighfar bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala segera berusaha menjauhi sebab-sebabnya membersihkan hatinya kembali tapi diantaranya juga ada yang serial cepat datangnya tapi susah dihilangkan lambat dihilangkan orangnya lalai orangnya meremehkan tidak terasa baru sedikit dianggap ini masih sedikit tidak berpengaruh padahal sesuatu yang sedikit akan lama-lama menjadi banyak ada yang sebaliknya susah datangnya ya tapi setelah itu akan Mudah dihilangkan tapi ada yang lebih parah Wamin hama yang ada yang batial susah datangnya tapi juga susah dihilangkannya memang ketika mau ditimpa pengaruhnya lama tapi setelah ada pengaruhnya susah untuk dihilangkan adalah gambaran tentang pengaruh keburukan atau pengaruh dosa ketika menimpa hati seorang hamba yang hatinya diisi dengan tauhid dan keimanan baik sekarang kita lihat lebih lanjut perbandingan antara tauhid dan dosa ya walaupun diantara manusia ada orang yang memiliki tauhid yang besar di hatinya tauhid yang agung tauhid yang sempurna kuat sehingga kebanyakan dari pengaruh-pengaruh dosa tersebut akan tenggelam di dalam kekuatan tauhidnya tentu ini bukan berarti dia meremehkan dosa ya Karena bagaimanapun kalau meremehkan dosa berarti tauhidnya lemah tidak akan timbul pertanyaan Bagaimana kalau begitu seorang yang tauhidnya kuat kalau dia yakni memandang dosa itu remeh karena dianggapnya akan mudah larut dalam kekuatan tauhidnya kita katakan kalau dia meremehkan tauhidnya lemah orang yang imannya kuat itu justru akan semakin takut akan dosa-dosa sebagaimana gambaran yang disebutkan oleh para sahabat radhiyallahu ta’ala Anhu wajma’in kita ingat dalam Shahih Bukhari Ashar dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ta’ala Anhu yang mengatakan Innal mukmina laa ya radzan orang yang beriman itu melihat memandang dosanya seperti orang yang duduk di bawah gunung besar yang dikhawatir Gunung itu akan menimpa dirinya Jadi tidak mungkin orang yang imannya benar akan memandang enteng atau meremehkan dosa maka orang yang tauhidnya kuat dan tauhidnya besar seperti ini itu akan menjadikan pengaruh-pengaruh dari dosa itu mudah tenggelam larut di dalam tauhidnya ya dan akan hilang pengaruhnya ini kedudukannya seperti air yang banyak yang misalnya tercampur padanya sedikit najis atau sedikit kotoran tidak ada pengaruhnya tidak ada pengaruhnya air merubah air tersebut yakni menjadikan air yang kotor tidak Karena airnya Banyak sehingga kotoran tadi akan hilang dengan sendirinya akan larut dengan sendirinya dan tidak akan tidak akan berpengaruh ya makanya ada pernyataan dari syaikhul Islam yang rahimahullah ta’ala sehubungan dengan masalah ini kafirullah banyak dosa tapi tauhidnya benar lebih baik daripada orang yang sedikit dosanya tapi rusak tauhidnya karena kalau rusak tauhidnya ya dosa-dosanya akan semakin besar bahkan akan menjadikan dia mudah terjerumus ke dalam Syirik yang ini merupakan sebesar-besar dosa beda kalau orang yang banyak dosa tauhidnya benar dengan tauhidnya pertama dosa-dosanya akan mudah diampuni dan dengan tauhidnya menguatkan imannya sehingga dia semakin takut kepada Allah maka dia akan meninggalkan dosa-dosanya tersebut dengan Taufik dari Allah subhanahu wa ta’ala maka kondisi ini kadang-kadang menjadikan tertipu orang yang memiliki tauhid yang lebih lemah dibandingkan orang yang tauhidnya kuat tadi kadang-kadang ini dianggap sama oleh setiap orang ini dia punya tauhid yang kuat menjadikan dosa-dosanya sedikit pengaruhnya maka ada orang yang tauhidnya lebih lemah dia menganggap dirinya sama dengan orang tersebut ya klik maka dia mencampurkan pada tauhidnya yang lemah dengan hal yang tercampur pada pemilik tauhid yang kuat tauhidnya yang agung tauhidnya saya harus Maka ternyata dosa tadi mempengaruhi orang yang tauhidnya lemah yang ternyata itu tidak mempengaruhi orang yang kuat sekali lagi di sini ya tidak diartikan pemahaman ini seperti ini sebagai bentuk meremehkan dosa tidak bagaimanapun manusia pasti berbuat dosa dan salah dan orang yang punya tauhid yang kuat tidak akan meremehkan dosanya seperti yang tadi kita sebutkan dalilnya atau ucapan dari Ibnu Mas’ud yang menggambarkan orang yang imannya benar tetapi di sini maksudnya pengaruh dari dosa tidak akan sama antara orang yang tauhidnya kuat dan orang yang tauhidnya lemah maka di sini tidak boleh kita menganggap Wah saya sudah belajar tauhid Saya sudah belajar tentang iman maka tidak mengapa saya misalnya terjerumus di dalam atau membaca ucapan-ucapan orang-orang yang menyimpang Saya tidak mengapa bergaul dengan siapapun saya akan bisa mempengaruhi orang belum tentu jangan kita bandingkan diri kita dengan orang-orang yang kuat imannya sehingga dia bisa menasehati kalau orang-orang yang dianggap buat imannya saja ada yang terpengaruh Apalagi kita yang lebih lemah yang dikhawatirkan akan lebih mudah terpengaruh yang harus juga contoh lain yang semakna dengan ini tempat yang benar-benar bersih ya yang bersih sangat bersihnya maka orang yang memiliki tempat tersebut akan nampak baginya hal-hal yang mengotorinya yang ini tidak nampak mungkin pada tempat yang tidak mencapai tingkat kebersihan seperti tempat yang pertama tadi ya sekarang kita punya wadah yang putih bersih orang yang kedua juga bersih tapi tidak seperti yang pertama ketika ada kotoran kecil yang pertama ini lebih gampang dia melihatnya dibandingkan orang yang kedua ya nah maka dia akan segera berusaha membersihkan kotoran tadi sementara yang kedua dan tidak nampak Karena tempatnya tidak bersih yang pertama ini juga kadang-kadang yang menjadi sebab kalau kita bandingkan kenapa dulu para sahabat radhiallahu ta’ala anhum ajma’in sedikit dosanya tapi takutnya lebih besar dibandingkan kita yang dosanya banyak tapi justru merasa aman justru meremehkan menganggap dosa kita justru tidak ada dianggapnya seperti itu naudzubillahimindzalik ya para orang-orang yang soleh disebutkan di dalam Alquran ka nukolila Minal mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di malam hari beribadah Mereka di malam hari di waktu sahur Mereka rajin mohon ampun kepada Allah orang yang tidak seperti itu sudah sedikit ibadahnya di malam hari tidak beristighfar juga di waktu sahur jarang mohon ampun kepada Allah ini perbedaannya karena mereka Allah berikan kebersihan di hatinya sehingga sedikit saja ada pengaruh mereka segera membersihkannya segera berusaha untuk menghilangkannya beda dengan orang-orang yang keadaannya tidak tidak kuatnya iman dan tauhid di hati seseorang kalau kekuatannya itu sangat besar maka dia akan mudah untuk menghancurkan menghilangkan materi-materi perusak berbeda dengan orang yang kekuatan imannya masih lemah orang yang belum sempurna kekuatan iman dan tauhidnya pasti akan ya dicontohkan misalnya di kesempatan lain mencontohkan seperti kondisi fisik manusia orang yang punya kondisi fisik yang prima yang kuat ya dia akan mudah menangkal penyakit kalau datang penyakit dia bisa melawannya dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala bisa menolak penyakit tersebut beda kalau orang kondisi fisiknya lemah akan mudah terkena penyakit dia lebih mudah penyakit itu akan menguasai dan melemahkan dirinya dibandingkan orang yang punya kondisi fisik yang lebih kuat juga ya pertimbangan lain juga sudut pandang lain orang yang memiliki banyak kebaikan yang bisa menutupi keburukan keburukannya dia akan mendapatkan pemaafan yang tentu hal ini pemaafan ini tidak didapatkan oleh orang yang melakukan keburukan keburukan tersebut sementara Sebelumnya dia tidak memiliki kebaikan-kebaikan yang banyak seperti orang yang pertama ini seperti ya ucapan seorang penyair Ya tentu yang dalam masalah ini ukurannya adalah benarnya pemahaman seseorang tersebut sebenarnya keyakinannya sebenarnya akidahnya pemahaman dasarnya dalam memahami agama sesuai dengan pemahaman para sahabat radhiyallahu ta’ala anhuma ini akan menjadi penilaian bahwa dia adalah orang yang punya banyak kebaikan yang dosa-dosanya ya akan mudah dimaafkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dibandingkan orang yang tidak seperti itu keadaannya seorang punyair mengatakan maka jika seorang kekasih yang datang dengan satu perbuatan dosa satu kesalahan maka akan datang kebaikan-kebaikannya dengan 1000 pemberi syafaat yakni yang akan menolong dia dari satu dosa tersebut yang akan menghilangkan pengaruh dari satu kesalahan tersebut sebenarnya keinginan seseorang kuatnya Kehendak di hatinya yakni niatnya jujur Kehendak di hatinya kuat kemudian dia punya sikap ketundukan yang sempurna ini akan menghilangkan akan menggiring halangan-halangan tadi kotoran-kotoran yang asing tadi kepada konsekuensi dan tuntunannya tuntutannya yakni karena niatnya baik lama-lama keburukannya akan tergiring dengan kebaikan tersebut yang kita pernah sering Contohkan para ulama Salaf mengatakan di awal menuntut ilmu niat mereka juga ada yang belum sempurna tapi lama-kelamaan niat itu Allah akan luruskan Di tengah perjalanan mereka menuntut ilmu karena mereka selalu ya bertimbang atau terlalu berdekatan dengan kebaikan mempelajari mengkaji dan selalu berusaha mencari kebenaran seperti pernyataan yang benar kami dulunya menuntut ilmu bukan karena Allah tapi ilmu enggan kecuali membawa kami untuk ikhlas karena Allah sebagaimana yang namanya niat yang dusta rusaknya kehendak ya kedustaan rusaknya niat lemahnya sikap tunduk kepada agama ini justru akan menjadikan ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan yang asalnya terpuji justru akan dibawa kepada kandungan dan konsekuensi niat yang buruk tadi akan buruk juga jadinya ucapan atau perbuatan yang asalnya Padahal tadi bisa dibawa kepada kebaikan sebagaimana hal ini bisa disaksikan dibuktikan dalam sebagian campuran-campuran yang kuat pada makanan yang bisa menjadikan ya makanan yang baik kepada kepada hal-hal yang sesuai dengan dengan kandungannya tadi yakni sesuai dengan menjadikannya buruk karena disebabkan karena campuran yang buruk Tadi aku lihat ini gambaran yang dicontohkan oleh Imam Ibnu qayyim rahimahullah ta’ala Bagaimana tentang Tauhid ya yang bertingkat-tingkat di hati manusia dalam dan pengaruhnya dalam hal membersihkan seorang hamba dari perbuatan dosa dan kesalahan yang dilakukannya dan tentu ini adalah salah satu diantara bentuk rahmat Allah subhanahu wa ta’ala yang membutuhkan pertolongan bagi hamba-hamba yang beriman untuk mereka bisa menghilangkan sebab-sebab yang menghalangi mereka dari kedekatan dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan mereka selalu menjaga tauhidnya memperbaiki imannya dengan sebab ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan penjagaan mereka dari tipu daya setan dan dosa-dosa yang akan merusak hubungan mereka dengan Allah subhanahu wa ta’ala eh Barakallah fiikum selesai sampai di sini pembahasan tentang tingkatan-tingkatan manusia dalam tauhid Semoga kita bisa mengambil faedah dari kajian yang kami bawakan di kesempatan pagi menjelang siang hari ini Barakallah fiikum mudah-mudahan bermanfaat dan menjadi bekal untuk kebaikan dunia dan akhirat kita cukupkan untuk kita lanjutkan dengan sesi tanya jawab dari hal-hal yang perlu Antum tanyakan Insyaallah barakallahu Wassalam sampaikan saat di kesempatan pagi hari ini dan di hotel Islam untuk selanjutnya kita akan buka sesi interaktif soal jawab bagi Antum yang ingin bertanya seputar material oleh Beliau ataupun hal lainnya Antum bisa bertanya secara langsung di 021 8236543 ataupun Antum dapat bertanya pesan chat wa di 081983 kita ingat pertama pertanyaan melalui telepon di 021 8236543 [Musik] baik terputus kembali Kami tunggu bagi Anda yang bertanya bisa menghubungi di 02182365436 silahkan Ya silahkan Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Ibu dan berada di mana [Musik] baik ibu mohon maaf mungkin agak sedikit dimatikan menjauh dari televisi ataupun dimatikan surat televisinya karena cukup feedback di Kamis [Musik] ibadah [Musik] Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh awal-awalnya kurang jelas tentang perkara ada seorang yang di malam hari salat tahajud tapi di siang harinya dia menonton Thalib acara-acara televisi Apakah itu disebabkan karena lemahnya keimanan atau Barakallah dari ibu yang bertanya tadi Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memudahkan Taufik kebaikan bagi beliau dan juga untuk kita semua tentu saja kalau seseorang yang kelihatan rajin menunaikan ibadah di malam hari kemudian di siang harinya dia masih menyaksikan tontonan-tontonan yang menyimpang dari syariat yang paling tidak melalaikan dirinya ya maka ini menunjukkan bahwa salat yang dilakukannya tidak begitu maksimal memberikan pengaruh kebaikan bagi dirinya entah itu salatnya Mungkin orang dalam ikhlasnya tidak sesuai dengan contoh yang dipraktekkan di dalam sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam salatnya atau karena dia kurang menunjukkan hawa nafsunya di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita tahu sendiri salat adalah ibadah yang sangat utama bahkan disebutkan dalam Alquran keutamaannya salat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar yakni ketika seorang melakukan salat kemudian dia masih melakukan perbuatan-per yang mungkar tadi maka ini menunjukkan salatnya kurang maksimal dia lakukan dan juga dia harusnya berjuang menundukkan hawa nafsunya Apa gunanya ketika salat dia menghadapkan diri kepada Allah dia berusaha untuk kemudian setelah itu setelah dia melakukan salat ternyata dia melakukan hal-hal yang justru mendatangkan kemurkaan dari Sang Pencipta Allah Subhanahu Wa Ta’ala Oleh karena itu hendaknya hamba ini bertakwa kepada Allah mengoreksi kembali salatnya dan berjuang menundukkan hawa nafsunya agar benar-benar salatnya memberikan pengaruh yang maksimal pada dirinya dan menjadi sebab penjagaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala bagi keutuhan imannya sampai di akhir hayatnya nah Barakallah jazakumullah untuk ibu yang tadi bertanya dan kami angkat kembali pertanyaannya 021 82365436 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Ibu dan berada di mana dari Ibu Farida di Gorontalo Silahkan ibu BPJS tenaga kerja apakah boleh atau tidak Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Barakallah fiik bertanya sangat baik dari ibu Faidah tadi dari Gorontalo Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memudahkan keberkahan dan limpahan rahmatnya bagi beliau dan juga untuk kita semua yang saya ketahui dari hukum BPJS adalah kita menggunakannya sesuai dengan uang yang kita masukkan ya Sesuai dengan jumlah uang yang kita setorkan di situ itulah yang kita gunakan Adapun uang yang lebih daripada itu uang yang merupakan hak orang lain ya maka kita tidak tidak kita gunakan yang kita gunakan adalah uang sejumlah dengan yang kita yang kita berikan atau kita masukkan di BPJS tersebut itu yang saya ketahui atas pertanyaannya sudah dijawab oleh Ustad dan kami angkat kembali bagi Anda yang bertanya di 021 8236543 silakan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Bapak dan berada di mana dari Erwin di Padang Sidempuan Saya mau menanyakan ada sebagian Dai yang menyamakan pembagian tauhid menjadi tiga sama dengan Trinitas bagi orang Nasrani bagaimana kita memberikan arahan kepada masyarakat agar mereka jangan dipengaruh oleh fatwa sesat tersebut Namun baik dari Pak Erwin tadi ya semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa menjaga beliau dalam kebaikan juga untuk kita semua ya penyamaan seperti ini kita sampaikan ini adalah menunjukkan ya maaf saja kebodohan orang yang menyamakannya ya menunjukkan ketidakpahaman dia terhadap Urusan Agama pertama pembagian tauhid yang 3 ini adalah pembagian yang disebutkan oleh para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah terdahulu kalau kita baca keterangan yang disampaikan oleh Syekh Abdul Rozak tentang masalah ini dan para ulama yang lainnya itu menunjukkan bahwa saya pembagian ini adalah pembagian yang benar sebagaimana nanti ulama nanti ada lagi yang membagi dua tidak ada permasalahan karena ini hanya untuk sekedar membedakan mana yang namanya tauhid rububiyah yang ini diakui oleh orang-orang musyrik seperti yang disebutkan di dalam beberapa ayat Alquran walau Insyaallah kalau kamu tanyakan kepada mereka Siapa yang menciptakan langit-langit dan bumi mereka akan mengatakan Allah berarti ini rububiyah mereka akui kemudian ada Tauhid uluhiyah hak untuk beribadah kepada Allah semata-mata menyembah kepada Allah semata-mata dan tidak menyekutukannya ini yang mereka ingkari maka dibedakan hal ini supaya kita tahu kalimat Lailahaillallah yang merupakan kunci surga inti masuknya Islam seseorang ke dalam Islam adalah syahadat ini adalah maknanya kembali kepada uluhi tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah tidak ada yang berhak disembah dengan benar selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian yang ketiga tauhid nama-nama dan sifat-sifat Allah karena penyimpangan dalam memahaminya banyak maka alhamdulillah sangat beda dengan Trinitas kalau Trinitas itu tiga tiga yang berbeda kalau pembahasan tauhid yang 3 macam semua adalah tentang Allah Subhanahu Wa Ta’ala semua tentang sifat-sifat Allah dan hak Allah Subhanahu Wa Ta’ala kembali kepada Allah karena dialah satu-satunya yang Maha Kuasa menciptakan mengatur alam semesta memberikan rezeki menghidupkan mematikan kemudian uluhiyah adalah hak Allah semata-mata untuk diibadahi tidak boleh disebutkan karena dia dialah yang menciptakan satu-satunya pemerintah Rizki satu-satunya yang maha kuasa mengatur alam semesta satu-satunya maka dialah yang berhak disembah satu-satunya sebagaimana tauhid nama-nama dan sifat-sifat Allah juga kembali kepada Allah semata-mata sangat jauh berbeda dengan Trinitas yang itu menetapkan ada ada Allah kemudian ada ada malaikat kemudian ada nabi yang dianggap semua menyatu menyatu menjadi satu ini sangat berbeda ini yang Adapun masalah tauhid adalah semua tentang Allah subhanahu wa ta’ala yang dari namanya saya tauhid maka itu artinya satu tunggal tidak ada sekutu baginya sedangkan Trinitas jelas 3 yang dijadikan satu maka jelas ini sangat berbeda dan hanya orang-orang yang bodoh yang tidak punya akal yang cerdas yang mengatakan kesamaannya dan menunjukkan ketidakpam terhadap masalah agama sampaikan demikian aja bantu Pak Erwin seputar pertanyaan yang sudah diajukan dan sudah dijawab oleh Ustadz dengan baik dan mudah-mudahan dengan baik dan benar oleh Pak Erwin dan juga Para pendengar dan pemerhati Roja lainnya Barakallah fiikum dan kami angkat pertanyaan terakhir kesempatan pagi hari ini di 02182365 kami persilahkan untuk Anda yang ingin bertanya Assalamualaikum Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Ibu dan berada di mana dari ibu Fatimah di Madura shalat malam tapi yang yang seperti sinetron kayak gitu itu gimana Ustad itu tontonan hanya sebagai telinga aja gimana ya atau dengan kata dengan iman itu baik ya baik Terima kasih ibu ya Terima kasih banyak dan kepada Ustadz kami persilahkan untuk menjawab silahkan Madura Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan Taufik kebaikan bagi beliau keluarga dan juga untuk kita semua ya sinetron atau acara-acara seperti ini menurut tinjauan syariat dan penjelasan para ulama kita ya tentu banyak hal-hal yang tidak sesuai dengan syariat di dalamnya ibu ya sampai pun itu misalnya sinetron keagamaan pertama pastinya mereka akan berpura-pura di situ ya bahkan ada yang berpura-pura menjadi orang jahat ada yang berpura-pura menjadi orang sholeh saja tidak boleh kita menyerupai orang Padahal tidak seperti itu keadaan kita ya lebih parah lagi kalau sinetron sudah ada yang buka aurat kemudian nanti ada yang memerankan sebagai tokoh-tokoh yang buruk ada yang berperan sebagai suami istri Padahal mereka bukan suami istri kan tidak boleh yang seperti ini kalau Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sejak melarang orang yang berdusta meskipun dia bercanda berbohong meskipun bercanda maka yang seperti ini memerankannya berpura-pura jelas tidak diperbolehkan kemudian ya banyak tentu saja banyak pelanggaran-pelanggaran syariat di dalamnya karena mungkin saja hal-hal yang yang dijadikan tema di situ adalah kadang-kadang hal-hal yang yang justru ya tidak sesuai dengan syariat Islam terhadap masalah yang berhubungan dengan eee nanti hak-hak dalam rumah tangga dan seterusnya tidak sesuai solusinya tidak diberikan sesuatu yang sesuai dengan Islam yang jadi banyak hal-hal yang menjadikan kita harusnya menghindari tontonan-totoran yang seperti ini kita ambil tontonan yang bermanfaat ceramah-ceramah agama atau hal-hal yang berhubungan dengan pengajaran-pengajaran keagamaan yang baik alhamdulillah kalau kita butuh kisah maka kisah-kisah yang bisa kita baca di buku-buku tentang kisah-kisah para nabi dan para rasul kisah-kisah para sahabat yang jelas kalau iman kita benar mestinya akan menggiring kita untuk menyukai hal-hal yang benar tidak akan menggiring kita untuk menyukai hal-hal yang banyak pelanggaran agama terhadapnya maka kita berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar dimudahkan untuk mengisi waktu kita dengan hal-hal yang bermanfaat yang sesuai dengan petunjuk allah subhanahu wa ta’ala dan rasulnya dan tentu saja kita memberikan nasehat perbaikan bagi saudara-saudara kita yang melakukan kesalahan untuk memperbaikinya dan menjadikan hal-hal yang salah tadi agar bisa dibawa kepada hal-hal yang lebih sesuai dengan agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita nasehati mereka kita doakan mereka agar selalu kembali ke jalan Allah subhanahu wa ta’ala yang benar para ulama demikianlah Jawaban dari pertanyaan terakhir di perjumpaan kita di kesempatan kali ini Semoga apa yang kita bahas dan kita kaji dan juga jawaban yang kita berikan dari pertanyaan-pertanyaan menjadi sebab kebaikan untuk dunia dan akhirat kita demikian mohon maaf atas segala yang salah dan kurang kita akhiri Shallallahu Alaihi Wasallam kami ucapkan terima kasih banyak guru kami Al Ustadz Al Fadhil Abdullah Taslim yang telah menyempatkan waktunya beliau dan juga telah menyampaikan materi setelah memberikan jawaban-jawaban buat kita semuanya atas pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan kami ucapkan terima kasih banyak Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa menjaga beliau dan keluarga beliau dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa menambah keilmuan buat beliau sehingga semakin banyak faedah ilmu yang dapat kita ambil dari setiap perjumpaan bersama beliau Insyaallah Allahumma Amin tanpa pula Kami mau coba Terima kasih banyak untuk rekan-rekan kami ke roroja Kendari dan kroro Jaya pusat Cileungsi atas kerjasamanya sehingga dengan potongan dari Allah subhanahu wa ta’ala acara yang dapat berjalan dengan lancar kami ucapkan jazakumullah Khairan wabarakallah fiikum dan juga untuk Anda semuanya para pemerhati roja yang telah mengikuti kajian dari awal hingga akhir yang telah bersama kami kami ucapkan terima kasih atas kebersamaan anda jazakumullah nantikan kembali kajian beliau Pada hari Kamis akan datang untuk kita ikuti kelanjutan dari pembahasan kita bahwain buah karya dari seekor Islam Abi Abdullah Muhammad bin Abi bakil Ibnu qayyim Al jauziyah untuk kita ikuti kelanjutan pembahasan dari bab bab berikutnya yang kita akan simak dan kita ambil faedahnya dan apa yang telah kita simak pagi hari ini Semoga Allah mudahkan bagi kita untuk mengamalkannya dan semoga bagi Semoga Allah menambahkan kepada kita keimanan dan menguatkan keimanan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala akhir kalam kami sampaikan kepada Anda semuanya untuk tetap menjaga kesehatan dan selamat beraktifitas semoga Allah mudahkan bagi Anda semuanya Barakallah fiikum Billahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh yang insya Allah akan dilaksanakan pada hari Ahad 24 Safar 1445 Hijriyah atau 10 September 2023 pukul 09.00 Sampai 1145 Waktu Indonesia Barat bertempat di Masjid Jawa baratkan oleh Syekh dan saya Berikan dalil sesi ke-1 bersama Ustad Abu Yahya Badrusalam LC dengan tema pengaruh harta haram untuk kehidupan untuknya dan ternyata itu hak saudaranya maka sesungguhnya itu hakekatnya adalah bagian dari api neraka sesi kedua Bersama ustad dokter Erwandi Tarmizi dengan tema dasar-dasar kaidah muamalah dalam perniagaan muslim Allah mengatakan [Musik] masa tangguh sampai ada kelapangan acara ini terbuka untuk umum ikhwan dan akhwat progres pembangunan masjid Jamil Barkah hingga Agustus 2023 saat ini masjid al-barkah sedang melakukan perbaikan pada masjid lama untuk meningkatkan kenyamanan beribadah para jamaah kesempatan amal jariyah pembangunan masjid Jami al-barkah Cileungsi masih terbuka lebar Salurkan sedekah jariyah anda melalui bank syariah Indonesia 756 3131 009 cabang Cibubur atas nama pembangunan masjid Al Barkah Yayasan cahaya sunnah kode bank 451 informasi dan konfirmasi transfer SMS atau Whatsapp ke 0821 12345 756 Semoga Allah ta’ala menjadikan wakaf anda sebagai amal jariyah dan sekaligus dilipatgandakan pahalanya oleh Allah subhanahu wa ta’ala Amin jazakumullahu Khairan program Talk Show seputar dunia pendidikan Islam Allahu akbar Allah terwujudnya satu generasi muslim yang berilmu beramal berdakwah di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala [Musik] seputar dunia pendidikan Islam yang berbasis Mahad atau Pesantren pertama menanamkan aqidah yang benar kepada anak didik yang kedua membentuk kepribadian yang beradab dan berakhlak mulia simak acara ini setiap hari sabtu jam 16.00 sampai dengan 17.30 Waktu Indonesia Barat Rodja TV saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik]

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *