Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc. | Ta’liqah ‘ala Syarhissunnah lil Imam Al-Muzani

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

bagi anda para pemirsa RojaTV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung Rodja TV saluran dan kajian Islam kajian Islam ilmiah di Rodja TV dan radio Rodja kitab Sunda Imam muzani ini merupakan kitab yang sangat luar biasa berharga tentang masalah akidah arogasi mualifufu rahimahullah Imam muzani memaparkan pembahasan-pembahasan akidah dengan ringkas TV dan radio Rodja bismillah Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah para pemerhati Roja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Sabtu Siang pekan kedua yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustad Abdurrahman dari kota Surabaya pembahasan di kesempatan ini masih melanjutkan kitab ta’liqo ala syarhi sunnah Lil imami al-muzani yang ditulis oleh fadilatul Syekh Profesor Doktor Abdul rozaq bin Abdul Muhsin Al Badar fitohmullah dan Alhamdulillah kita sudah terhubung dengan Al Ustadz yang ada di Kota Surabaya Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan dan kami Ingatkan setelah penyampaian materi seperti biasa anda dapat mengirimkan pertanyaan melalui pesan singkat di 0819896543 atau Anda dapat bertanya secara langsung di lantai 02182365436 berikut penjelasan dari materi yang akan disampaikan Selanjutnya kami persilahkan kepada Al Ustadz Valet Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] sekarang kita lanjutkan kembali pembahasan tentang aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah terhadap para sahabat Annabi Shallallahu Alaihi Wasallam di halaman 127 kata al-imam al-muzani as-syafi’i rahimahullah kita memuji para sahabat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan kebaikan-kebaikan perbuatan mereka Imam al-muzani dalam ucapannya tadi menyebutkan hak lain bagi para sahabat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam alias kewajiban kita sebagai seorang muslim terhadap para sahabat rasul Sallallahu Alaihi Wasallam pada pembahasan sebelumnya telah dibahas hak pertama para sahabat atas kita atau kewajiban kita terhadap para sahabat mencintai Mereka kemudian yang kedua kata Syekh memuji para sahabat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan kebaikan-kebaikan keutamaan-keutamaan para sahabat rasul saw memuji para sahabat dalam banyak ayat-ayat Alquran hanya memuji dhohirnya para sahabat bahkan juga batinnya para sahabat dhohir dan batinnya para sahabat dipuji oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam banyak ayat Alquran diantaranya adalah surat al-hasyr ayat ke-8 sampai ke-9 Allah berfirman [Tepuk tangan] bagi orang-orang fakir dari belakang Muhajirin yang mereka dikeluarkan dari rumah-rumah mereka dari harta mereka mereka mengharapkan karunia dan kerinduan dari Allah ini ujian Allah terhadap para sahabat manusia dan Allah tahu bagaimana hatinya para sahabat ketika mereka beribadah kepada Allah ketika mereka berhijrah kepada Allah dan rasulnya niatnya karena Allah subhanahu wa ta’ala yang benar orang-orang yang jujur keimanannya kemudian Allah memuji pandangan Al Anshor waladzinataba wahimna untuk Kaum al-ashor yang telah menempati kota Madinah sebelum itu dan mereka beriman mereka mencintai orang-orang Al Muhajirin yang berhijrah kepada mereka dan mereka tidak mendapati dalam dada mereka keberatan dari apa yang mereka berikan dan Bahkan mereka mengutamakan kaum Al Muhajirin daripada diri mereka Meskipun mereka dalam kebutuhan dirinya maka merekalah orang-orang yang beruntung ini pujian Allah kepada kaum Muhajirin dan kaum Al Anshar dan kata para ulama dari ayat semisal ini Ahlussunnah Wal Jamaah meyakini kaum Al Muhajirin lebih mulia daripada kaum Al Anshor dua-duanya manusia-manusia terbaik setelah para nabi para rasul para sahabat khairunnah sebaik-baik manusia setelah para nabi para rasul namun seperti yang sudah kita sampaikan di pembahasan sebelumnya para sahabat itu derajat ya ada tingkatan-tingkatannya yang paling mulia Diantara Dua tadi al-muhajirin atau Al Anshor maka ahlussunnah memilih al-muhajirin karena dua sebab yang pertama karena Allah sering mendahulukan Al Muhajirin sebelum Al Anshor dalam beberapa ayat Alquran diantaranya ayat ini ayat ke-8 dari surat al-hasyr demikian pula dalam surat at-taubah ayat yang ke-100 [Tepuk tangan] dan orang-orang pertama lagi terdahulu dari kalangan Muhajirin Allah sebut dulu Al Muhajirin baru al-anshor ini sebab mengapa kata para ulama Al Muhajirin lebih mulia daripada ansor karena Allah mendahulukan penyebutan Al Muhajirin sebelum Al Anshor Kemudian yang kedua kaum Muhajirin menjamakkan dua kebaikan berhijrah dari kota Mekah ke Kota Madinah dan yang kedua menolong Allah dan rasulnya Shallallahu Alaihi Wasallam [Tepuk tangan] ini yang tidak didapati oleh Al Anshor yaitu Al Hijrah yang terbaik yang termulia terupdate di atas muka bumi serta Batavia warusul kemudian disampaikan oleh Syekh ayat berikutnya tentang keutamaan ujian Allah kepada para sahabat dalam akhir surat al-fatihah Muhammadur Rasulullah yang artinya Muhammad adalah utusan Allah dan yang bersama beliau yaitu para sahabat rasul Sallallahu Alaihi Wasallam tegas terhadap orang-orang kafir dan kasih sayang diantara mereka engkau melihat para sahabat rokok sujud mengharapkan karunia dan kerinduan dari Allah ini sama dengan ayat para sahabat mereka bukan beribadah berjuang mereka betul-betul ikhlas karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian kata Allah tanda-tanda mereka ada pada bekas wajah mereka dari sujud itulah perumpamaan mereka kata Allah dalam kata para ulama para sahabat rasul saw telah dipuji oleh Allah dalam kitab-kitab sebelum Alquran dalam Kitab Taurat dan Al Injil Allah memuji para sahabat sebelum para sahabat terlahir di atas muka bumi ini luar biasa Pujaan Allah kepada para sahabat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian kata Allah lagi perumpamaan mereka seperti sebuah tanaman yang mengeluarkan tunasnya lalu membesar Tunas itu dan mengokohkan bapaknya orang yang menanamnya yaitu Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam Allah menjadikan orang-orang kafir murka terhadap para sahabat Rasul kata Imam Ibnu Katsir dalam tafsir ayat ini ayat ini Imam Syafi’i beliau dalam salah satu riwayat mengkafirkan kelompok syiah karena mereka membenci para sahabat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam Bahkan mereka mengkafirkan kebanyakan para sahabat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam tokoh mereka semua para sahabat Rasulullah [Tepuk tangan] manusia kata mereka murtad sepeninggal Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam kecuali tiga saja ya Abu Dzar al-mitda dan Salman al-fari mereka juga mengatakan aqidah baru mereka berkata aqidah kami aqidah Syiah dari 4 berhala kata mereka menamakan para sahabat-sahabat yang mulia maka tidak aneh kalau Imam Malik rahimahullah mengkafirkan kelompok syiah Rasulullah dan banyak lagi ulama-ulama salah yang mengkafirkan syiah seperti Imam Al Bukhari dalam ucapan beliau aku tidak membedakan apakah aku salat di belakang Yahudi Nasrani pengikut kelompok Jamia atau pengikut kelompok syiar banyak sekali para ulama yang mengkafirkan mereka karena memang akidah mereka sudah jauh dari Islam dari perbedaan kita dengan mereka dari ushulul iman bukan seperti yang didengungkan oleh sebagian orang perbedaan kita dengan mereka masalah furu naudzubillah kemudian kata Allah [Tepuk tangan] menyediakan bagi orang-orang beriman dan beramal saja dari mereka para sahabat para Salafus Shalih mereka sangat berantusias dalam mengumpulkan keutamaan-keutamaan para sahabat yang ada di dalam karya-karya mereka yang sangat banyak kitab-kitab mereka bawaan mufrodatan entah itu yang sendirian berkaitan dengan keutamaan mereka atau digabungkan dengan pembahasan yang lain contoh yang paling simpel saja Antum lihat Kitab Shahih Bukhari ada bab atau kitab failu ashabilla hebat tentang keutamaan para sahabat Nabi SAW demikian pula dalam Shahih Muslim sudah antena dan yang lainnya ini sekali lagi karena memang kewajiban kita sebagai Muslim adalah memuji para sahabat Ar Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam menjaga lisan dari perselisihan diantara para sahabat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam atas kita semuanya apa hak para sahabat atas kita Apa kewajiban kita yang ketiga atas para sahabat Rasulullah yaitu menjaga lisan terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan pertikaian perselisihan peperangan diantara para sahabat rasul salam entah perang Jamal atau perang sisih antara Ali dan muawiyah Ali dan para sahabat yang lainnya kewajiban kita menjaga lisan jangan sampai mencaci maki satu pihak yang bertikai tersebut kewajiban kita menjaga lisan jangan sampai mencaci maki salah satu pihak yang bertikai dari para sahabat rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis yang shahih Iza Zuki Apa beda disebut tentang para sahabatku maka jaga lisan ya hati-hati waspada jangan sampai mencaci maki salah satu pihak ya Dan ini yang sangat disayangkan banyak terjadi ternyata kaum muslimin bahkan di sebagian mungkin kurikulum pendidikan diajarkan kebencian terhadap muawiyah dengan Ali Bin Abi Thalib dan yang paling luar biasa banyak di tengah-tengah kaum muslimin oleh oleh mereka padahal muawiyah sahabat yang mulia yang merupakan salah satu sahabat rasul yang menulis Alquran di zaman Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam Ya Allah Puji beliau yang Rasul saw puji dan doakan beliau Allah jadikanlah muawiyah yang memberikan petunjuk dan yang diberi petunjuk oleh Allah subhanahu wa ta’ala bahkan ada yang pernah bercerita bahwasanya dalam salah satu ujian masuk ya Sekolah Tinggi ada terkadang pertanyaan Siapakah bapak nepotisme dalam Islam atau sejarah Islam jawaban pilihan Utsman Ali atau muawiyah naudzubillahimindzalik salah satu akidah dan ucapan yang sangat bertentangan dengan Akidah ahlussunnah dengan sabda Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam apabila disebut tentang para sahabat Rasulullah diperintahkan sekali lagi oleh Rasul saw menjaga lisannya apalagi dalam hadis yang lain Rasul mengatakan semua manusia Tidakkah kita ingat Bagaimana perjuangan para sahabat dalam menegakkan Islam dalam menyebarkan Islam Islam sampai kepada kita yang pertama dengan karunia Kemudian yang kedua karena jasa para sahabat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam kebaikan kecuali kebaikan pula jangan air susu dibalas dengan air tuba kewajiban kita mencintai para sahabat memuji para sahabat menjaga lisan jangan sampai mencaci maki satu saja dari para sahabat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam bahkan Imam Ahmad rahimahullah dalam kitab usul-usul di akhir-akhir kitab Ushul sunnah Alaihi Wasallam barangsiapa yang mencela satu saja dari para sahabat atau dia membencinya atau dia menyebutkan kejelekan-kejelekannya maka dia ahli bidah sampai dia mendoakan para sahabat dengan Arrahmah ini sekali lagi sikap tegas para ulama salah menghadap orang-orang yang mencaci maki para sahabat rasul Sallallahu Alaihi Wasallam karena mereka telah menyimpang dari unsur-unsur dari prinsip-prinsip akidah ahli Sunnah Wal Jamaah dan sabda Rasul tadi tidak apabila disebut tentang para sahabatku jaga lisan hadits ini juga mencakup orang-orang yang terlalu berlebihan dalam meneliti sejarah mana yang salah dari kalangan sahabat tadi yang berbeda ini juga masuk dalam kategori saja Rasul atau yang dilarang oleh Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam Untuk Sekali lagi menghukumi diantara para sahabat para ulama mengatakan bahwasanya mereka para sahabat yang bertikai ahli akan disampaikan setelah ini apalagi perkara ini sudah berlalu sudah lama sekali Dan Allah telah berfirman itulah umat-umat yang telah berlalu bagi mereka apa yang mereka perbuat Dan bagi kalian apa yang kalian perbuat Dan kalian tidak akan ditanya tentang apa yang mereka Dan inilah yang diucapkannya tentang pertikaian di antara para sahabat itulah umat yang telah berlalu ya dan para sahabat sudah mendapatkan pujian yang luar biasa dari Allah subhanahu wa ta’ala mereka sekali lagi mereka sudah mendapatkan Bisakah kita apa mengikuti jejak mereka bukan malah ya alami Pertikaian diantara mereka untuk mendapatkan kesimpulan Siapa yang benar Siapa ya yang salah kemudian caci makin mereka menggunakan kesempatan tentang Pertikaian diantara para sahabat untuk mereka membuat-buat cerita-cerita yang dusta cerita-cerita yang seterusnya maka wajib untuk berhati-hati Adapun kabar yang Shahih tentang Pertikaian diantara mereka yaitu sedikit sekali ya sesungguhnya mereka yang bertikai dari para sahabat maka kewajiban kita meyakini Sabda Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam al-mukti kata Rasul saw tidak HK manfaat jeruk orang yang berijtihad Kalau berat dapat dua pahala kalau salah dapat satu pahala tidak boleh dicela tidak boleh dicaci mah itulah para sahabat ini sekali lagi keyakinan ahlussunnah terhadap mereka mereka semuanya yang bertiga dari para sahabat ahli ijtihad mustahil itu kalau ada yang benar maka dapat dua pahala kalau ada yang salah ada apa satu pahala Maka hati-hati jangan sampai mencela satu pihak pun dari yang bertikai tersebut para sahabat diantaranya kata beliau mereka Ahlussunnah Wal Jamaah menjaga lisan ya terhadap perselisihan diantara para sahabat rasul dan mereka berjalan mereka ahlussunnah berkata innahaarah Al marwiyata di masa diantara kisah-kisah yang banyak tersebar itu tentang kejelekan mereka itu semuanya adalah dusta apalagi ada tokoh kelompok harokah kelompok pergerakan kelompok teroris yang bernama Said kutub mengatakan bahwasanya ketika muawiyah menggunakan kecurangan makanya dia menang atas seorang sahabat rasul yang pernah menulis Alquran di zaman rasul dikatakan berbuat kewenangan Ada pula kisah-kisah yang diceritakan itu yang ditambah-tambah dikurangi di otak-atik dirubah-rubah sekali lagi intinya kesimpulannya bahwasanya mereka ada uzur ketika bertiga itu imamustituna Musi kalau tidak dikatakan mereka mustahil ya musibah atau pilihan yang kedua mereka adalah mujtahid yang keliru tetap dapat satu pahala tidak boleh dicela tidak boleh dicaci Ma Lang Umar bin Abdul Aziz rahimahullah Alangkah indahnya Apa yang diucapkan oleh Al Khalifah Umar bin Abdul Aziz rahimahullah ketika beritanya tentang apa yang terjadi di antara para sahabat yang bertikaitan Beliau berkata tilkadimah untuk itulah cara-cara yang Allah sucikan pedang-pedang kita dari kita tidak ikut dalam pertikaian tersebut maka sekarang kita apa jaga lisan jangan mengotori lisan kita dengan mencaci maki ataupun menyalah-nyalahkan salah satu pihak yang itu sekali lagi akan masuk dalam kategori Sabda Rasul Adapun kalau kita mempelajari sejarah pertikaian tersebut untuk membela kehormatan para sahabat bahkan tidak ada masalah Maka sekali lagi hati-hati jangan sampai Pertikaian diantara para sahabat dijadikan ajang untuk caci maki mencela salah satu pihak jadi para sahabat Rasul Shallallahu alaihi wasallam dan ingat ucapan Imam Abu zurai rahimahullah ta’ala beliau apabila anda melihat seseorang mencaci maki satu saja dari sahabat rasul saw maka dia adalah zindiq dianal Alquran sesungguhnya Alquran Rasul adalah hak Menurut kami dan yang menyampaikan kepada kami Alquran dan Sunnah para sahabat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam sesungguhnya mereka yang mencaci maki para sahabat ingin untuk mencaci-maki mencela menjatuhkan para saksi-saksi kami yaitu yang membawa Alquran dan Sunnah Rasul saw tujuan mereka adalah untuk merendahkan melecehkan Alquran dan kita padahal yang berat dicela adalah mereka yang mencela para sahabat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam akan tetapi apabila nampak seorang ahlil bidah yang mencela sahabat rasul SAW dengan kebatilan maka harus dibe La ini hal jasa mereka para sahabat telah banyak berjasa kepada kita maka kewajiban kita membela kehormatan para sahabat Ali bidah ataupun orang-orang sesat yang mencela para sahabat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam jangankan Para sahabat Orang muslim saja kalau dia dikatakan kalau dia Dituduh yang tidak benar kewajiban muslim yang lain membela sebagaimana dalam kisah juga para sahabat kemudian ketika ada orang yang mengatakan dia itu tamak kepada dunia ya Rasulullah kamu langsung membela ini sekali lagi kewajiban seorang muslim atas muslim yang lainnya kata Rasulullah seorang muslim saudara bagi muslim yang lain tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh mencampakkannya meninggalkannya sendirian ketika kalau yang dizalimi kata sahabat sudah dimaklumi adapun yang menzalimi Bagaimana menolongnya cegah dari kezaliman apalagi para sahabat rasul Sallallahu Alaihi Wasallam kewajiban kita membela para sahabat diantaranya juga dengan membenci orang yang membenci yang mencaci maki para sahabat seperti yang dikatakan orang yang sudah kita bacakan kata beliau kewajiban kita membenci orang yang membenci para sahabat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian kata Imam al-muzani as-syafi’i rahimahullah tahun mereka para sahabat sebaik-baik penduduk muka bumi ini setelah para nabi mereka untuk menjadi sahabat nabinya dan Allah jadikan para sahabat dan mereka adalah tokoh-tokoh yang sebenarnya dari kaum kaum muslimin sebagai kemuliaan keutamaan yaitu Anisa untuk menemani nabinya dan Allah menjadikan mereka sebagai penolong nabinya Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ini sekali lagi kewajiban kita terhadap para sahabat harus sesuai kemudian ditutup oleh Syekh dengan ucapan Abdullah bin Mas’ud Beliau berkata Innallaha nadhotbah Muhammadin Shallallahu Alaihi Wasallam mendapati hati yang terbaik hati Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian Allah melihat kepada hati-hati para hamba-hambanya setelah bakda Qolbi Muhammad SAW setelah hati Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam hati hamba-hambanya Maka Allah jadikan mereka sebagai pembantunya para pembantunya Nabi Muhammad SAW sahabatnya Nabi Isa Alaihi Salam yang mereka berjuang perang membela agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahkan kata Abdullah bin Mas’ud dalam ungkapan beliau yang lain makana minkum muta’asidah shallallahu alaihi wasallam barangsiapa yang ingin mencari suri tauladan maka jadikanlah para sahabat sebagai suri tauladan Kenapa demikian karena mereka para sahabat adalah manusia yang paling baik hatinya sebagaimana sekali lagi yang Allah telah katakan tadi ya Allah katakan hati para sahabat itu ikhlas dalam berjuang beribadah kepada Allah dan kata Abdul Masud mereka adalah orang yang paling mendalam ilmu agama mereka yang paling tahu tentang Tafsir Alquran tentang Apa makna Sabda Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam mereka para sahabat yang paling pintar dalam beragama ini mereka yang paling bijak dan mereka yang paling selamat kata beliau Ikutilah jejak para sahabat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam mereka tidak boleh berlebihan dalam beragam mereka hanya mengikuti apa yang sudah ada ajarannya dari Allah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian kata Abdullah mereka adalah orang yang paling baik keadaannya yang paling lurus petunjuknya mereka adalah sekelompok orang yang dipilih oleh Allah untuk menemani nabinya dan untuk menegakkan agamanya kemudian kata Abdullah ikuti jejak mereka dan Ikutilah petunjuk mereka di atas jalan yang lurus makanya Imam Ahmad rahimahullah di awal kitab usul sunnah Beliau mengatakan usulu sunnah Indana Ata masuk aqidah kami ahli Sunnah mengikuti jejak para sahabat rasul SAW dan berpegang teguh dengan ajaran mereka dan kata Imam Malik rahimahullah tidak akan mungkin generasi terakhir umat ini akan baik kecuali dengan apa yang memperbaiki generasi awal umat ini umat Islam tidak akan baik umat Islam tidak akan jaya tidak akan Mulia tidak akan menang kecuali dengan mereka mengikuti ajaran para sahabat rasul Sallallahu Alaihi Wasallam baik dalam masalah akidah ibadah dan yang lainnya Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan kita sebagai pengikut setiap para sahabat Rasulullah SAW dan menjadikan kita termasuk yang digolongkan oleh Allah menemani para sahabat di surga adalah ini yang mungkin bisa kita sampaikan Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fiikumsalam atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini berkaitan dengan penjelasan aqidah ahlussunnah terhadap para sahabat nabi nama Islam bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung dalam telepon 021 8236543 atau pertanyaan melalui pesan singkat di charge WhatsApp nomor 081 989 6543 Nah untuk pertanyaan pertama kita coba angkat Dilan telepon 021 8236543 Ya silahkan baik silahkan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung kami buka kesempatan di Lan telepon 021 8236543 Ya halo baik terputus baik kita angkat pertanyaan dari pesan singkat di kesempatan ini Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh pesan dari hamba Allah Bagaimana sikap kita terhadap seseorang yang mencaci para sahabat nabi Apakah kita menjauhinya ataukah Bagaimana sikap terbaik yang harus kita lakukan Syukron kalau ada orang yang mencaci maki mencela para sahabat maka kita lihat apakah dia orang jahil ataukah dia sudah ada ditegakkan saja Kalau dia orang jahil diajari bisa sampaikan dalil Bagaimana kewajiban kita memuji para sahabat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam terhadap para sahabat kalau dia masih tetap mencela para sahabat rasul SAW maka kewajiban kita menjauh dan ada rasa al-barok Kalau pasti daripada orang-orang tersebut sebagaimana kata Imam atau hawawi tadi orang-orang yang mencela sahabat apalagi kalau dia sudah tokoh agama ya ahli Maka sekali lagi harus ada Al Barok kalau benci kepada orang yang membenci para sahabat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam atas jawaban yang telah disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya dan kita semua yang menyimak Nah masih kami buka kesempatan Dilan telepon 021 8236543 bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung di kesempatan siang yang berbahagia ini halo Ya silakan di Line telepon 021 8236543 ya Assalamualaikum Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh Dengan siapa di mana iya silakan Bapak mau bertanya Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh beberapa artikel terkait dengan tradisi masyarakat tentang pertikaian antara muawiyah dan ahli orang awam bisa dibaca di referensi mana ya Ustad ya supaya bisa lebih clear karena beberapa anak dan teman diskusi ketika pertikaian itu ibaratnya sekedar berpukul itu tidak sampai ada korban jiwa masih Okelah tapi ini begitu ada korban jiwa Kok kita pengen mendalami Ustaz atau memang sesuai dengan haram sekali kita Yakin aja bahwa beliau punya ikhtiar masing-masing itu saja jazakallah Terima kasih Pak atas pertanyaannya silahkan Ustadz Apalagi sebagai seorang awam kewajibannya tunduk patuh kepada Sabda Rasul tadi apabila disebut tentang para sahabatku jaga Lisa jangan ikut-ikutan ya nimbrung di antara para sahabat rasul saw Cukup Sekali lagi yakini tadi kata para Salafus Sholeh diantaranya Umar bin Abdul Aziz mengatakan LK 5 untuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mensucikan pedang-pedang kita Artinya kita tidak ikut Pertikaian diantara para sahabat maka sekarang kita garisan jangan ikut-ikutan apa caci maki menilai siapa yang salah siapa yang benar apalagi sekali lagi sebagai seorang awam Sekali lagi Tidak usah di ya dalam dalam lagi hal seperti itu cukup kata-kata mereka ahli ikhtiar yang benar dapat 2 pahala yang salah dapat satu pahala hati-hati dengan yang suka mengotak-atik mengangkat masa ini permukaan ya karena sekali lagi ini salah satu kiat-kiat cara-cara ahlil bidah untuk menyudutkan salah satu para sahabat terutama tadi muawiyah bin Abi Sufyan Rasul Kepada beliau radhiyallahu ta’ala anhu Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fiikumsalam atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya kita beralih ke pertanyaan melalui pesan singkat kembali dari ibu Laila Rahma Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz sebagaimana para sahabat telah di Tazkia oleh Allah dan rasulnya bahwa mereka orang yang berilmu dan diperintahkan untuk berdakwah pertanyaan saya apakah masih boleh kita belajar kepada seorang Ustadz yang bermanfaat Salaf yang dakwahnya memprioritaskan aqidah dan Manhaj namun tidak dikenal di kalangan ahli ilmu dan tidak diketahui ada yang mentazkiyahnya mohon penjelasannya Ustaz Syukron yang pertama Tazkia yang paling penting adalah akidah dan Manhaj ya seorang Dait tersebut tanpa ada Tazkia dari siapapun itu dia sekali lagi ilmu dan amalnya kata para ulama yang dirinya ya ulama ataupun Tazkia dari mungkin Ustadz tibar misalnya itu terkadang bukan ya dalil tentang kebenaran yang kita sekian namanya Tazkia melihat dari dhohirnya dan yang nampak sekarang bisa jadi besok berubah ya bisa jadi dia menampakkan ya kebaikan zahirnya batinnya di belakang tidak tahu Tazkia bukan sekali lagi satu-satunya ukuran kebenaran seorang Dai atau Ustaz Mungkin dia mau mendapatkan banyaknya sesak misalnya pada saat itu mungkin setelah itu berubah dan alangkah baiknya seperti itu jangankan yang suka dulu Abdurrahman Bin muljam ya dari Al khalifah terakhir Insya Allah sudah tahu siapa Abdullah yang membunuh Ali Bin Abi Thalib tokohnya kelompok khawarij teroris di zaman Ali Bin Abi Thalib sebelum dia kejadian tadi membunuh Ali Bin Abi Thalib di zaman Umar Bin Khattab ia diangkat oleh Imam menjadi pengajar Alquran ia ditazki oleh namun apalah artinya ketika dia apa bergabung dengan kelompok Al khawarij kita harus pertanyaan dalam masyarakat tidak menjadikan Tazkia seperti wahyukannya sebagai kebenaran secara mutlak ya namun juga tidak meremehkan kita jadikan itu sebagai penopang akan amal dan ya aqidahnya ia berkompeten dalam ilmu agama di atas Alquran dan Sunnah dengan paman para di atas cahaya namun kalau Tazkia diberikan sedangkan kenyataannya dia menyimpan dari aqidah salah mana salah tidak ada manfaatnya ribuan Tazkia tersebut sekali lagi harus kita pertengahan segala-galanya ada seseorang yang mungkin tidak banyak dikenal namun dia Masya Allah akidahnya salah dia berguru kepada ulama-ulama Ahlussunnah Wal Jamaah dia berkomunikasi atau ilmu akidahnya manhajnya Insya Allah jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya dan kita semua yang menyimak masih pertanyaan melalui pesan singkat kembali dari hamba Allah di Majalengka Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz bagaimana kita membantah tuduhan bahwa sahabat Utsman bin Affan radhiallahu Anhu telah melakukan nepotisme dan kita dan Kitab apa yang paling tepat dan bagus untuk menjawab atau membantah tuduhan-tuduhan kepada para sahabat radhiallahu anhum Mohon penjelasan dari Ustadz jazakallahu Khairan silahkan Ustaz yang pertama berkaitan dengan tuduhan tersebut Bahwasanya Allah sering mengatakan bahwa Anjir asyrotakal akrobi dan berilah peringatan kepada dari kerabat yang terdekat kita sebagai seorang muslim juga diwajibkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala berbuat baik yang pertama kepada Karya kerabat [Tepuk tangan] beribadah kepada Allah jangan berbuat Syirik berbaktilah kepada kedua orang tuamu dan berbuat baiklah kepada Allah mengutamakan untuk kita berbuat baik kepada itu memang layak ya berkompeten dalam menjabat suatu jabatan nggak ada masalah kita berikan jabatan kepada kerabat tersebut sekali lagi Utsman yang mulia yang kita diwajibkan ahli sudah mengatakan Abu Bakar Fildan masihkah kita menuduh beliau dengan tuduhan yang keji tersebut dengan tujuan-tujuan yang negatif tersebut pada sekali lagi Allah dan rasulnya menjamin beliau masuk masuk surga di atas bergerak Rasul mengatakan tidaklah yang di atasmu kecuali seorang nabi seorang As Siddiq dua orang yaitu al-khalifatul Rasyid Umar Bin Khattab dan Utsman bin Affan Radial Barakallah dan itu merupakan pertanyaan kita terakhir di kesempatan ini mungkin ada sebagai hitam atau penutup silahkan Ustaz kesimpulan dari kajian kita sebelumnya juga berkaitan dengan para sahabat Kesimpulannya pada 5 aqidah sikap ahli Sunnah terhadap para sahabat yang pertama mencintai mereka yang kedua memuji para sahabat rasul yang ketiga menjaga hati tidak dengki menjaga lisan tidak mencaci maki para sahabat rasul salam yang keempat mendoakan para sahabat dengan kebaikan radhiallahu Anhu dan yang kelima mengikuti pemahaman para sahabat dalam beragam berpegang teguh dengan ajaran para sahabat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam Sekali lagi semoga Allah menjadikan kita sebagai pengikut setiap para sahabat dan semoga Allah mengumpulkan kita dengan para sahabat di surga kelak kurang lebihnya mohon maaf wajah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fiikum kepada guru kita Ustaz abdurrahmah atas ilmu yang sangat bermanfaat dan waktu luang yang telah diberikan untuk kita semua demikian tadi kepada Islam mozakumullah program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab tali Kuala syarhih sunnah Lil imami al-muzani yang ditulis oleh fadilatul Syech Profesor Doktor Abdul rozam bin Abdul Muhsin Al Badar fidzahullah Semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama dapat memberikan pemahaman yang mendalam bagi kita berkaitan dengan ahlussunnah sikap ahlussunnah terhadap para sahabat nabi namun semoga bermanfaat dan kita bisa mengambil pelajaran yang telah disampaikan dan mempraktekkannya dalam kehidupan kita sehari-hari Namun kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala khilafan Terima kasih jazakumullahu Khairan Barakallah fiikum atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah Subhanallah wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta subhanaka aktivitas wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *