Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary, Lc. | Ta’zhimus Sunnah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

wa alihi wa ASI Wan Walah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu waasul ba’du ikhat islamzakumullah para pemisa dan pendengar rja di mana pun anda berada beberapa saat lagi kami akan hadirkan ke ruang dengar anda dan ke layar kaca Anda kajian yang kami pancarlaskan dari masjid albarkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah cileengsi atau Komplek Radio Roja yang mudah-mudahan kita bisa mengambil faahnya dan Kami mengucapkan selamat menyimak semoga bermanfaat Roja TV saluranan dan kajian Islam Bismillahirrahmanirrahim inalhamdalillah nahmaduhuastainuhu wasastagfir [Tepuk tangan] ah Fala Hadah wa Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhuasul ya ayyuhalladina amanutaqulah haqq tuqatihi waantum muslim wa [Tepuk tangan] rijanahzihi Wal Arham inallahaanaikumqiba ya [Tepuk tangan] Ayuh an asqal had kitabullah wasan had had Muhammadin Sallahu Alaihi Wa alihi wasam UM Alhamdulillah kita bersyukur pada Allah subhanahu wa taala pada hari ini hari Sabtu malam Ahad 23 Safar 1444 Hijriah 45 Hijriah kita dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk duduk bersama kembali di Masjid Jami albarkah dalam sebuah kajian rutin setiap Sabtu malam Ahad pekan kedua membaca kitab takzimusunah wa mauqifus Salaf mimman aradaha wastahzaa biha pengagungan terhadap sunah dan sikap para Salafus Saleh terhadap orang yang menentang dan menghinanya yang ditulis oleh fadilat Syekh dr Abdul Qayyum bin asuhaibani hafidahullahu taala selawat dan salam semoga selalu Allah berikan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi wa ala Al wasam ada keluarga beliau para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak dengan nama-nama Allah yang Husna dan sifat-sifatnya yang Ulia kita berdoa Allahumma inna nasaluka Ilman nafianizqaniban waal Allah amin pada pertemuan sebelum kita sudah sampai di dalam buku yang berbahasa Arab halaman 9 yaitu perkataan dari penulis membawakan perkataan Imam Ibnu qudamah rahimahullah Beliau berkata qnu qudamah manallaha taala kafar biayusulibii Imam Ibnu qudamah rahimahullah Di dalam kitab Beliau almugni berkata Siapa saja yang mengolok atau menghina Allah subhanahu wa taala sungguh dia telah kafir baik hinanya dengan bercanda atau sungguh sungguh demikian pula bagi siapa yang mengolok-ngolok Allah subhanahu wa taala ayat-ayat Allah dan rasul-nya dan kitab-kitabnya pada pertemuan sebelumnya kita sudah sampai pada perkataan penulis di sini kita lanjutkan Lih KTU bikitabati B musyarakatanah maifil muslimi Min asabihaakiran yang artinyais berkata di halaman ke-12 pada buku bahasa Indonesianya inilah yang mendorong saya untuk menulis bahasan ini sebagai Andil memperingatkan akan kemungkaran yang sangat nyata ini memperingatkan akan bahayanya serta Menjelaskan sikap seorang muslim terhadap mereka yaitu terhadap orang-orang yang menghina Allah Rasulullah dan termasuk di dalamnya menghina al-qur’an dan Sunah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dengan menyebutkan beberapa ayat dan hadis serta riwayat-riwayat yang berkenaan dengan pentingnya sunah dan pengagungannya Dan inilah Manhaj Manhaj adalah beragama berdasarkan al-qur’an dan hadis serta dipahami oleh para Salafus Saleh para sahabat dan ulama-ulama dari kalangan tabiin dan tabiut tabiin serta ulama-ulama serta ahnya yang mengikuti para sahabat dengan baik Itulah Manhaj penyegeraan azab bagi siapa yang menentangnya atau menghina sesuatu darinya nanti akan di Sebutkan di dalam kitab ini riwayat-riwayat tentang penyegeraan siksa bagi siapa yang menghina sunah rasul Sallallahu Alaihi was alai wasallam dan penjelasan tentang sikap para Salafus Saleh kepadanya Salafus Saleh artinya adalah orang-orang terdahulu yang saleh dan mereka ini adalah para sahabat para tabiin dan para tabiut tabiin sebagaimana hadis rasul Sallallahu Alaihi wasallamir inaalunahum tumina yalunahum yang artinya sebaik-baik manusia adalah zamanku kemudian orang-orang setelahnya kemudian orang-orang setelahnya Inilah tiga zaman keemasan dan para ulama sejarah mengatakan bahwa jika dihitung tabiut tabiin yang paling terakhir meninggal maka itu adalah pada tahun 257 Hijriah jika dihitung tabiut tabiin yang paling terakhir meninggal akhir dari zaman keemasan adalah maka pada tahun 257 Hijriah dan kalau kita perhatikan silsilahnya adalah akhir sahabat yang paling terakhir meninggal Abu Thufail Amir Ibin wasilah alaii radhiallahu Anhu beliau wafat pada tahun 110 Hijriah di kota Makkah almukarramah dan akhir tabiin yang meninggal adalah khalaf bin khalifah alkufi almammar khalaf bin khalifah alkfi almammar dan beliau wafat di kota Baghdad pada tahun 181 Hijriah dan beliau adalah manusia yang paling terakhir meninggal dari kalangan tabii manusia yang paling terakhir meninggal dari kalangan yang pernah melihat sahabat nabi radhiallahu an sahabat nabi yang beliau lihat adalah Amar bin hurait radhiallahu an kemudian tabiut tabiin yang paling terakhir meninggal adalah alhan bin arah alabdi albagdadi bin Arfah alabdi albaghdadi dari kota Baghdad di irakq dan beliau wafat pada tahun 257 Hijriah ini sebagaimana disebutkan di dalam kitab-kitab sejarah seperti atarikh alkabir yang ditulis oleh Imam albukhari tahzibul Kamal Fi asmair Rijal yang ditulis oleh alhafiz almizzi dan Tarikh Islam yang ditulis oleh Imam azzahabi rahimahumullahu taala dan juga Al isabah izi sahabah yang ditulis oleh alhafiz Ibnu Hajar al-asqalani rahimahullahu taala maka ketika penulis tadi mengatakan bahwa serta penjelasan tentang sikap para Salafus Saleh kepada mereka yaitu kepada orang-orang yang menghina mengolok-ngolok sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Salafus Saleh yang dimaksud adalah tiga generasi terbaik yang disebutkan dalam hadis Rasulullah sahu alaihi wasam kemudian penulis hafahullahu taala berkata wfah insyaallahuunq allahu asali kemudian penulis berkata yang artinya dan saya akan ringkas dengan menyebut dalil-dalil atau nas-nas dan beberapa pendapat para ulama saja lihat inilah Manhaj Dan inilah kitab ilmiah yaitu mencukupkan dengan dalil-dalil dan penjelasan dari para ulama bukan penjelasan dari diri sendiri apalagi dari hawa nafsu sendiri yang demikian sudah cukup Insyaallah dalam menerangkan yang benar dan menjelaskan petunjuk bagi siapa yang mempunyai hati atau diberikan pendengaran dan dia menyaksikan maksudnya adalah cukup al-qur’an dan hadis dan pemahaman para Salafus Saleh serta para ulama yang mengikuti para sahabat nabi radhiallahu Anhu itu sudah cukup bagi siapa yang hatinya bersih yang kalbunya bersih kemudian memahami dengan sebaik-baiknya dan apabila saya komentari dengan sesuatu maka itu sangatlah sedikit nah komentar dari penulis sedikit sangat sedikit sekali komentar dari penulis sendiri sangat sedikit sekali dibandingkan dengan apa yang telah saya Sebutkan dari nas-nas Nas itu adalah dalil yang tegas baik dari al-qur’an atau hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasalam dan hanya kepada allahah ini adalah tauhid ada kaedah di dalam ilmu Nahwu takqdimu haqqu takhir dalilun Al ikhtisas mengedepankan yang semestinya diakhirkan menunjukkan kepada pengkhususan penulis di sini mengatakan kan wallah asalu dan hanya kepada Allah aku memohon semestinya bisa asalullaha aku memohon kepada Allah Tetapi ketika Allahnya didahulukan menunjukkan kepada pengkhususan yang kita terjemahkan dengan kata dan hanya kepada Allah saya memohon semoga tulisan ini bermanfaat bagi saya sendiri dan orang yang telah menyampaikannya dan ini adalah lah Gayah tujuan puncak dari penulisan sebuah buku yaitu bermanfaat bagi kaum muslimin bukan tujuannya hanya sekedar memperbanyak tulisan apalagi ada hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Inna Min asratis sa’ah zuhurul Qalam sesungguhnya tanda hari kiamat adalah nampaknya pena Sebagian ulama menafsiri nampaknya pena ini maksudnya adalah banyak tulisan-tulisan dan kitab-kitab yang menyibukkan kaum muslimin dari kitabullah dan ini termasuk daripada hal yang menjadikan al-qur’an diabaikan yaitu banyak kitab-kitab yang ditulis dan akhirnya kaum muslimin menyibukkan diri dengan kitab-kitab tersebut mengabaikan al-qur’an dan di sini Saya ingin mengingatkan kepada para ikhwah sekalian Jadilah murid-murid yang senantiasa bukan pengadu domba di antara para ustaz-ustaznya ada Ustaz yang Allah subhanahu wa taala luaskan waktunya untuk bisa menulis untuk bisa berdakwah untuk bisa berceramah ada Ustaz yang cukup dengan ber ceramah saja tidak menulis ada Ustaz yang punya Pesantren ada santrinya tidak sempat untuk menulis ada Ustaz macam-macam nah Ketika ada seorang Ustaz yang mungkin banyak tulisan maka bersyukurlah beliau mewariskan ilmunya melalui buku-buku tersebut dan tidak perlu terlalu berlebihan membanding-bandingkan karena karena akan menjadi pengadu domba murid akan menjadi pengadu domba di antara para ustaznya Ustaz juga mempunyai kalbu manusia kadang dia ada hasad kadang dia ada iri kadang dia ada dengki dan nasihat seperti ini agar para murid Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala Ustaz yang mengajar di kelas anak-anaknya ada Ustaz yang menulis ada yang diluaskan oleh Allah subhanahu wa taala sarana dan prasarana mempunyai tim yang banyak sehingga bisa mengerjakan kitab-kitab sang Ustaz ada yang Ustaz miskin tidak mempunyai tim yang banyak enggak bisa gaji orang Maka jangan menjadi pengadu domba di antara para Ustaz semuanya mereka kita harapkan ilmunya ya semuanya mereka kita harapkan ilmunya dan yang paling yang utama adalah seseorang ilmunya bermanfaat bagi orang lain ada bahkan Sebagian ulama yang kitabnya baru bermanfaat setelah ratusan tahun dia buat ada ulama yang kitabnya diambil manfaatnya setelah ratusan tahun dia meninggal Kenapa karena yang mempopuler adalah murid-muridnya atau anaknya masih banyak yang lain-lain Allah subhanahu wa taala ingin mengangkat derajat Sebagian ulama maka saya nasihatkan kepada para ikhwah kalau memberi komentar tentang ustaznya jangan sampai mengadu domba bersyukur Ustaz Fulan mempunyai kitab Ustaz Fulan punyai kitab dan jangan gulu yang sangat terlihat jelas perbedaan dakwah Salafiah dakwah di atas Manhaj ahlusunah Wal Jamaah dakwah sunah tidak boleh Gulu kepada seorang Ustaz pun ya karena semuanya beramal sesuai dengan kemampuannya masing-masing Katakanlah wahai Muhammad wasallam setiap orang beramal sesuai dengan kemampuannya masing-masing tidak bisa disamakan antara Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dengan Nabi Ibrahim Alaihi Salam Nabi Musa dengan nabi Isa Nabi Nuh dengan Nabi Adam tidak bisa disamakan begitu juga tidak bisa disamakan antara Abu Bakar dan Umar Imam Bukhari dengan imam muslim semuanya berjalan sesuai dengan kemampuannya masing-masing yang paling utama adalah seperti yang disebutkan penulis di sini bermanfaat bagi saya Peri sendiri dan orang yang telah menyampaikannya di sini Saya ingin mengingatkan bahwa yang paling utama dari ilmu adalah pengamalan terhadap ilmu tersebut dan saya menasihati diri saya pribadi dan juga seluruh kaum muslimin para pemirsa raja TV para pendengar radio rajah dan jemaah yang hadir dari Masjid Jami albkah ini agar jika menimba ilmu agama terutama yang sudah lama-lama kenal dakwah ini semestinya dia lebih semangat untuk beramal ibadah dia semestinya ahli amal ibadah ini saya ingin ceritakan kemarin beberapa pekan yang lalu kita kedatangan fadilat Syekh Prof Dr Ibrahim bin Amir Rahil suatu malam kita nunggu beliau zikir zikirnya memang berzikir benar-benar berzikir kemudian setelah selesai zikir antara Saya masih ingat magrib Isya Kemudian beliau salat dua rakaat kita kira selesai salatnya ternyata enggak nambah lagi dua rakaat nambah lagi dua rakaat enam rakaat saya tanya langsung kepada muridnya itukah kebiasaan Syekh Iya beliau menganggap antara Magrib dan Isya ada amalan en rakaat dan itu diamalkan para Salafus Saleh jadi ahli ilmu ahli amal maka saya nasihatkan ini kunjungan Bulan ini saya beberapa kali menasihatkan akan hal ini di beberapa tempat yaitu berprestasilah dengan amal saleh di rumah masing-masing Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda afduat seutama-utama salat seseorang adalah di rumahnya kecuali salat wajib maka Perbanyaklah berprestasilah mengerjakan salatsalat sunah di dalam rumah qabliah ba’diah kemudian tahajud Witir duha amalkan salat-salat Witir bukan hanya sekedar satu rakaat atau rakaat maka pelajari yang 5 rakaat Bagaimana tata cara salatnya Yang tujuh rakaat Bagaimana tata cara salatnya Yang 9 rakaat Bagaimana tata cara salatnya semestinya yang sudah sering duduk ngaji terutama di pengajian-pengajian dakwah Salaf yang mengajak umat untuk beragama sesuai dengan para sahabat nabi radhiallahu anhum dakwah sunah mengajak umat untuk beragama sesuai dengan sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam semestinya mereka lebih semangat untuk beramal baca Qurannya berzikirnya berselawatnya ahli ilmu adalah ahli amal dan saya tidak heran dengan perbuatan Syekh seperti itu karena saya pernah mendapati beliau 3 bulan bersama di Masjid Quba dan saya menjadi penerjemah waktu itu di musim Haji mendapatkan tugas dan beliau di situ selama 3 bulan tersebut saya selalu memperhatikan tidak pernah absen jam 9.00 tepat Tidak kurang tidak lebih beliau langsung salat duha ahli ilmu ahli amal ahli ilmu ahli amal berprestasilah di rumah masing-masing ya membaca Quran dan waktu baca Quran yang paling sesuai dengan Sunah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam adalah di malam hari ya ayyuhal Muzammil qumila illa qil nisfahuu Qila a zid Alaihi warattilil qurana tartila Wahai yang orang yang berselimut bangunlah di malam hari kemudian sampai kepada ayat dan bacalah al-qur’an dengan tartil khatamkan al-qur’an Zikir pagi zikir sore memperbanyak zikir saat di rumah saat hari Jumat berselawat ini kita ambil dari perkataan semoga tulisan ini bermanfaat bagi saya sendiri orang yang sudah ngaji dakwah sunah semakin ngaji semakin banyak prestasi amal ibadahnya dalam rumah silakan gali masing-masing tapi yang jelas setelah itu jangan buat IG Story ya Jangan buat jangan beritahukan kepada orang banyak Nah kemudian penulis rahimfahullahu taala [Musik] berkata Hud nabiahu Alaihi wasuah yang artinya penulis haahahu taala berkata untuk memperjelas maksud Dar kata sunah karena kan tema bukunya adalah pengagungan terhadap sunah dan sikap para Salafus Saleh dari orang-orang yang menentangnya dan menghinanya Nah untuk memperjelas Apa yang dimaksud dengan kata sunah asunah maka saya katakan bukanlah yang dimaksud dengan Sunah di sini adalah sinonim atau persamaan dari kata mandub atau mustahab Apa itu mandub atau mustahab ini adalah istilah dalam ilmu usul fq mandub atau mustahab adalah pengertiannya mutla sesuatu yang diperintahkan oleh syariat dengan perintah yang tidak ditekankan dan bagi siapa yang meninggalkannya dengan aja maka tidak diancam siksa Mah kata sunah yang dimaksud di sini Bukan maksudnya itu mustahab atau mandub seperti salat sunah puasa sunah sedekah sunah Haji sunah umrah sunah bukan bukan itu yang dimaksud ini bukan sinonim dari kata mandub atau mustahab sesuatu yang dianjurkan di dalam ilmu Ushul fikih atau di dalam ilmu fikih yang merupakan kebalikan dari makruh saja bukan itu ya Jadi kata sunah itu bukan sinonim dari kata mandub atau atau mustahab sebagaimana yang diinginkan oleh penulis dan juga bukanlah maksud kebalikan dari al-qur’an sebagaimana orang-orang yang sering mengatakan dalil dari al-qur’an begini dan Dalil dari sunah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam seperti ini bukan jadi kata sunah bukan teman gandengan al-qur’an Biasanya kita akan mengatakan permasalahan ini berdasarkan dalil dari al-qur’an dan sunah sunah yang dimaksud di sini berdasarkan dalil dari al-quran dan sunah sunah yang dimaksud di situ adalah hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam berdasarkan dalil dari al-qur’an dan hadis maka tidak bukan yang dimaksud sunah di sini adalah sinonim dengan had bukan pengagungan terhadap sunah bukan pengagungan terhadap hadis saja bukan ya bisa dimaklumi itu ya Jadi kata sunah di sini bukan sinonim dari hadis Apa itu hadis maudifa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Min qulin f’in takqririn sifatin khqitin khulqiah apa saja yang disandarkan kepada rasul Sallallahu Alaihi Wasallam berupa ucapan perbuatan persetuju tujuan dan sifat akhlak atau jasmani Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam itu hadis tapi yang sunah yang dimaksud di sini bukan itu ya bukan teman gandengannya al-qur’an bukan kemudian poulis mengatakan tetapi yang dimaksud dengan Sunah di sini adalah jalan dan petunjuk Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dan Jalan beliau maka dari itu ia sunah mencakup sesuatu yang wajib mustahab jadi sunah yang dimaksud di sini adalah ajaran Jalan Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana Allah berfirman dalam Alqur’an wanati mustaqiman fattabi sesungguhnya inilah jalanku ah inilah sunah rasulah wasam yang lurus Ikutilah jadi yang dimaksud dengan Sunah dimaksud di sini adalah ajaran Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam baik itu ajaran dari al-qur’an atau dari Hadis baik itu hukumnya wajib atau sunah itulah yang dimaksud dengan sunah sunah di sini maksudnya adalah ajaran Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam makanya ketika ada orang berkata bahwa ee saya tidak bisa memakai jenggot atau memanjangkan jenggot Karena kalau saya memanjangkan jenggot jelek seperti tusuk sate ah kita katakan jenggot adalah sunah rasul sallallah wasallam meskipun hukumnya ada yang mengatakan wajib ada yang mengatakan sunah dipanjangkan ya ini para ikhwah maka Apa salahnya kita mengerjakan sunah rasul Sallallahu alaii wasallam meskipun hukumnya Anda anggap adalah tidak wajib ah Anda anggap hukumnya adalah mandub atau mustahab kerjakan karena dia sunah rasul Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam jadi tetapi yang di maksud dengan Sunah di sini adalah jalan dan petunjuk ajaran Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka dari itu sunah mencakup suatu yang wajib seperti Salat 5 Waktu wajib itu sunah rasul Sallallahu Alaihi wasam maksudnya ajaran Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam puasa Ramadan hukumnya wajib itu sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam maksudnya adalah ajaran Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam berhaji ke Baitullah bagi siapa apaa yang mampu adalah sunah rasul seumur hidup sekali seumur hidup maksudnya adalah wajib bagi dia untuk berhaji bagi siapa yang mampu sekali seumur hidup itu ajaran Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam paham sekarang ya arti sunah di sini maksudnya adalah apa ajaran Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam baik itu hukumnya wajib atau hukumnya sunah sama seperti misalkan ee memanjangkan jenggot kita ambil pendapat yang mengatakan bahwasanya jenggot adalah sunah hukumnya mandub mustahab kita ambil pendapat seperti itu meskipun kita tidak setuju dengan pendapat itu pendapat yang lebih kuat tentang jenggot adalah wajib dibiarkan dipanjangkan ya dan tidak boleh memotongnya kecuali dari sebagian para sahabat nabi yang mengerjakannya setelah satu genggam kemudian dipotong di bawah setelah satu genggam tib maka pada saat itu itu adalah sunah rasul sallallahui wasallam masasang jengget meskipun hukumnya dianggap mustahab misalkan dianggap tidak wajib maka itu adalah sunah rasul sunah yang dimaksud di sini apa ajaran Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan juga meliputi masalah-masalah akidah Akidah itu apal [Tertawa] sesuatu yang diyakini di dalam qbu setiap muslim itu akidah sesuatu yang diyakini dalam kalbu setiap muslim dengan keyakinan tanpa ada keraguan sedikit pun di dalamnya seperti permasalahan akidah rukun iman itu permasalahan akidah permasalahan akidah Huki wariah hak pemerintah dan rakyat itu permasalahan akidah seperti permasalahan akidah hukukus sahabah hak-hak para sahabat nabi radhiallahu Anhu itu permasalahan akidah seperti perasalan akidah masailul iman permasalan-permasalan yang berkaitan dengan keimanan pelaku dosa besar dihukumi sebagai apa kafir atau tidak Itu permasalahan ke akidah ya Nah meskipun itu permasalahan akidah maka itu adalah sunah rasul Apa arti sunah di sini ajar dan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam atau ibadah ibadah adalah bentuk pengabdian seorang hamba kepada Allah Imam IBN qayyim rahimahullah berkata pengertian ibadah adalah Atah almutlaqah lillahi subhanah Maa kamalil mahabbah Wal khudu wa al khauf pengabdian atau ketaatan yang mutlak kepada Allah Subhan taala disertai dengan kesempurnaan rasa cinta kepada Allah rasa tunduk dan rasa takut itu adalah ibadah nah ibadah meskipun dia urusan ibadah tetapi itu adalah sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam sunah yang dimaksud di sini apa ajaran Rasul Sallallahu alaih wasallam atau muamalah muamalah adalah hubungan sosial antar sama manusia seperti munakahat perkara-perkara pernikahan Baa jual beli kemudian ijarat sewa- menyewa kemudian alqard waddain pinjam-meminjam itu semuanya berkaitan dengan muamalah nah termasuk mengikuti Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam muamalah itu adalah sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ajaran Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam makanya ada tiga sahabat nabi yang bertanya kepada istri-istri ist nabi Bagaimana ibadahnya Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam setelah Diberitahukan kepada mereka ibadahnya Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam rumah maka kaahum mereka menganggap ibadah mereka tidak sama dengan ibadahnya Rasul sahu wasam masih sedikit maka yang satu mengatakan anaumulil Wam aku akan bangun malam setiap malam tidak pernah Tid Kemudian yang kedua yang kedua aku akan berpuasa setiap hari tidak pernah tidak puasa kemudian yang satu mengatakan Aku tidak ingin menikahi perempuan maka datang rasulahu Alaihi was bertanya kepada tig orang tersebut dan berkata yang mengatakan seperti ini seperti ini seperti ini kemudian setelah mereka mengakui maka Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda ama wallah inni laatqakum Wa aksyakum lillah ketahuilah demi Allah aku adalah orang yang paling takut paling bertakwa di hadapan Allah Di Antara Kalian bertiga wakinni asumu waftir waquumulila wa arqud tetapi aku puasa ada ada hari-hari puasa aku ada hari-hari berbuka tidak berpuasa aku ada waktu untuk salat malam ada waktu untuk tidur waajisa Dan aku menikahi para wanita istri beliau 11 ketika beliau meninggal istri yang beliau tinggalkan ajunisa Kemudian beliau bersabda lihatantiais yang membenci sunahku bukan darikub Apa arti sunah di sini ajaranku meskipun berkaitan dengan Akidah ibadah muamalah adab dan akhlak maka itu adalah sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam di sini Penulis tidak menyebutkan satu lagi kata penggunaan kata sunah di dalam syariat Islam penggunaan kata sunah yang lain Jadi kata sunah yang pertama adalah sinonim dengan mustahab dan mandub kata sunah yang kedua sinonim Dengan hadis kata sunah yang ketiga yang kita bicarakan sekarang adalah maksudnya ajaran Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam kata sunah yang keempat ini Sebagai tambahan saja sering digunakan dia adalah kebalikan dari bidah amalan ini adalah di atas sunah amalan ini adalah bidah ya b dan itulah penggunaan kata sunah di dalam dalil-dalil al-qur’an dan hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ada empat sunah yang bermakna sinonim dengan mandub dan mustahab Sunah yang bermakna sinonim Dengan hadis sunah yang bermakna ajaran Rasulullah dan itu yang kita maksud dalam tema kita kali ini yang keempat sunah yang bermakna kebalikan dari bidah Apa itu bidah imamyatibi rahimahullah mengatakan Thun farahah bidah adalah metodologi dalam beragama dia urusannya dengan agama yang dibuat-buat baru dia baru menyerupai syariat tapi dia bukan syariat ya dimaksudkan dalam amalkannya adalah Ber lebih-lebihan di dalam beramal ibadah nah penggunaan kata sunah di dalam al-qur’an atau hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ataupun perkataan para ulama adalah pada empat ini yang pertama tadi apa sunah sinonim dengan dengan mandub atau mustahab yang kedua sunah sinonim Dengan hadis yang ketiga sunah sama dengan ajaran yang keempat sunah kebalikan dari bidah ya tib kita lanjutkan kemudian penulis fadilat Syekh Abdul Qayyum assuhaibani hafidahullahu taala berkata Q ulamaus Salaf asunatu hialalu Bil kitabi wasunah walqtidh salafbailar yang artinya para ulama Salaf ingat Salaf yang dimaksud khusus siapa tadi para sahabat para tabiin para tabiut tabiin yang akhir dari tabiut tabiin beliau adalah al-han bin Arafah alkufi albaghdadi wafat pada tahun 257 Hijriah ulama Salaf berkata sunah adalah beramal dengan al-qur’an dan hadis serta mensuri tauladani para Salafus Saleh serta mengikuti arar Apa itu Sar biasanya di dalam ilmu Hadis arar digunakan adalah riwayat-riwayat baik dari para sahabat ataupun para tabiin para tabiut tabiin maka itu disebut dengan asar makanya ada di belakang nama biasanya al-atari ya pernah dengar ya al-atari itu maksudnya adalah berusaha mengikuti pendapat-pendapat riwayat-riwayat dari para sahabat para tabiin dan para tabiut tabiin nah itu yang sudah yang dimaksud apa saja ajaran dari Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam baik dari al-qur’an dari hadis dari perkataan para sahabat nabi radhiallahu Anhu baik yang berkaitan dengan amalan wajib atau amalan sunah baik yang ada dalam al-qur’an atau Hadis baik yang hukumnya sunah atau wajib baik yang berkaitan dengan Akidah ibadah muamalah akhlak dan adab maka itu semuanya adalah sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam tidak boleh dihina diolok-olok wajib diagungkan ya kemudian para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala penulis hafidahullahu taala berkata qala Abul qasim al-asbahani qala Ahlul luugah asunah asirah Wat thqah fulanah W Ahli Sunah a Hua muwafanz Sallallahu Alaihi wa ali wasallam berkata Abul qasim alasbahani Abul qasim alasbahani rahimahullahu taala beliau adalah ulama Islam tib beliau adalah ulama Islam abad ke-6 Hijriah wafat pada tahun 535 Hijriah Abul qasim al-asbahani namanya adalah Ismail bin Muhammad bin alfadl bin Ali alquraisyi dan beliau adalah ahli hadis ahli tafsir beliau mempunyai beberapa kitab di antaranya aljami Fi tafsir 30 jilid kemudian alid F tafsir empat jilid dalailun nubuwah dan seterusnya ee Abul qasim al-asfani rahimahullah berkata para ahli bahasa mengatakan sunah adalah sejarah dan Jalan sejarah dan Jalan Oleh sebab itu perkataan orang-orang Si Fulan berada di atas sunah atau dari ahli Sunah maksudnya adalah dia sesuai dengan Wahyu dari had dan Hadis baik dalam perkataan ucapan karena sunah tidaklah menyelisihi Allah dan tidaklah menyelisihi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Makanya kalau ada orang mengaku ahlusunah Wal Jamaah maka berarti semestinya dia harus mengikuti sunah kalau pengakuannya ahlusunah ternyata dia di atas bidah beribadah dengan amal ibadah yang tidak ada contohnya dari Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam maka berarti pengakuannya hanya sekedar pengakuan bukan pengakuan yang sebenar-benarnya karena ahlus sunah berarti dia orang-orang yang mengerjakan sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian penulis hafidahullahu taala berkata qnu Rajab wasunlukuaii was khulidatal wwal W sunatul kamilah waliu qadiman la ISM a ymalikaah yang artinya berkata Ibnu Rajab al-hambali rahimahullahu taala dan para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala Imam Ibnu Rajab Al hanambali adalah Imam dari ulama mazhab Hambali dan beliau adalah ee salah satu ulama peneliti dari mazhab al-hambali rahimahullahu taala nama beliau adalah Abdurrahman bin Ahmad Bin Abdurrahman dan beliau ulama Islam abad ke-8 Hijriah wafat pada tahun 795 Hijriah Sengaja saya Sebutkan seperti ini agar kita tahu Imam Ibnu Rajab itu ulama abad ke berapa kemudian Kenapa dinukilkan perkataan ya ya Apakah ulama-ulama sekarang saja tidak alhafiz Ibnu Rajab alhambali sangat terkenal dengan kitabnya yaitu eh kitab syarah dari alarbain annawawiyah Jami Ulum Wal Hikam syarhu KH haditan jam Ulum Wal Hikam kemudian banyak lagi kitab-kitab beliau di antaranya Syar Bilal attirmidzi kemudian Fathul Bari Syarah sahih Bukhari dan seterusnya alhafiz Ibnu Rajab berkata dan Sunah adalah jalan yang ditempuh jalan yang ditempuh maka dari itu ia mencakup berpegang teguh dengan apa saja yang Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dan para khalifah Rasyidah radhiallahu anhum m lakukan Nah di sini timbul pertanyaan kan ada hadis berbunyiikumti hendaknya kalian berpegang teguh kepada sunahku dan Sunah para khalifah Rasyidah yang baik setelahku timbul pertanyaan Apakah Abu Bakar ashsiddiq bikin sunah sendiri sehingga kita mengikuti sunah yang beliau sunahkan yang tidak ada pada sunah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ataukah yang dimaksud dengan Sunah di sini adalah bahwa para khalifah Rasyidah mengamalkan ajaran Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam sehingga para khalifah Rasyidah adalah contoh terbaik dalam mengamalkan sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam mana yang Antum pilih yang pertama atau yang kedua yang kedua tidak mungkin Abu Bakar asiddiq radhiallahu Anhu Umar Bin Khattab Utsman bin Affan Ali bin Abi Thalib membuat sunah sendiri jadi jangan sampai nanti kemudian ada mengatakan bahwa kita wajib mengikuti sunah Rasul Sallahu alai wasallam dan Sunah para khalifah Rasyidah ini menunjukkan bahwa para khalifah yang empat itu Abu Bakar Umar Utsman Ali radhiallahu Anhu membuat sunah sendiri tidak tetapi maksudnya adalah sunah Nabi mereka amalkan dengan sebaik-baiknya paham ya itu yang kita harus ikuti bukan berarti mereka membuat sunah sendiri kenapa harus dijelaskan ini karena sebagian yang mengaku adanya bidah Hasanah mereka berpendapat dengan ini ini bahwa kita diperintahkan untuk mengikuti sunahnya para khalifah Rasyidah ini menunjukkan bahwasanya para khalifah buat sunah sendiri menunjukkan bahwasanya ada bidah Hasanah paham ya Nah itu dia makanya seperti misalkan ee pembukuan mushaf di zaman rasul Sallallahu Alaihi Wasallam belum ada ada pertama kali zaman Abu Bakar asiddiq dan itu sunah Abu Bakar asiddiq radhiallahu Anhu tetapi sunah ini tidak tegak sendirian tetapi karena kesepakatan seluruh sahabat rasul Sallallahu Alaihi Wasallam radhiallah Anhu yaitu ijma dan rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda la tajami umtiah umatku tidak bersepakat di atas kesesatan ya Jadi kalau ada yang mengatakan Oh ada qabidah Hasanah Buktinya apa Abu Bakar asiddiq membukukan al-qur’an tidak pernah ada zaman rasul Sallallahu Alaihi Wasallam maka jawabannya itu adalah ijma ijmnya siapa para sahabat nabi radhiallahu Anhu Ya seperti juga Utsman bin Affan radhiallahu Anhu yang mengadakan azan dua kali tidak pernah ada di zaman rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan itu sunah Utsman bin Affan radhiallahu Anhu maka kita katakan kita bisa mengikuti ajaran Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam azan sekali atau azan dua kali sebagaimana Utsman bin Affan dan Utsman bin Affan ketika melakukan itu tidak membuat sunah sendiri tetapi itu adalah kesepakatan siapa para sahabat nabi rad Buktinya apa tidak ada yang mengingkari perbuatan Utsman bin Affan radhiallahu anhuah begitu jawabannya ya Nah baik itu yang berkenaan dengan masalah-masalah Akidah sudah kita bahas tadi Apa itu akidah dan amalan-amalan ibadah dan perkataan-perkataan dan di sini saya ingin menyingung tentang akidah kata akidah dulu para ikhwah dakwah sunah di negeri ini ketika masih sedikit belum ada media sosial hanya di masjid-masjid kecil bahkan kadang-kadang di rumah-rumah tema-tema yang paling digemari adalah atamassuk bisunah berpegang teguh kepada sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam muqtad syahadatain konsekuensi dua kalimat syahadat syartan diqabulil amal dua syarat diterimanya amal ibadah dulu tema-tema itu tema-tema yang sangat bergengsi di tengah dakwah Salaf sekarang sudah dirubah ya dan tema-tema itu yang melahirkan para ustaz-ustaz sekarang yang ngajar di tengah kita semua tema-tema itu yang mendidik mereka sehingga mereka Tegar kokoh Teguh di dalam Manhaj yang mulia ini tetapi sekarang sebagian jemaah lebih suka dengan tema-tema kekeluargaan tema-tema dagang entpreneershship entrepreneur dan seterusnya bahkan ada tema-tema meracik bumbu ya meracik makanan ya Ada tema-tema percintaan Aku cinta kamu Kamu cinta dia Nah itu Masyur itu itu banyak yang hadir itu Adapun tema yang berkaitan dengan akidah dan Manhaj maka dulu adalah tema-tema favorit ya fadlut tauhid keutamaan bertauhid attahdir Min Syirik kemudian keutamaan e apa ee pencegahan terhadap kesyirikan dan dulu tema-temanya tema-tema yang berwibawa tema-tema yang penuh dengan kemuliaan sehingga kita hadir pun penuh dengan kep pengagungan terhadap tema tersebut dan yang paling utama itulah yang menghasilkan dan kita mengucapkan di dalam kesempatan ini kepada para ustaz-ustaz senior kita jazakumullahu Khairan tema-tema itu yang mendidik kita agar senantiasa tidak mudah goyah dengan subuhat sedikit ya dengan fitnah sedikit Maka jangan pernah bosan p ikhwan yang dirahmati oleh Allah dengan tema-tema yang berkaitan dengan atamassuk bisunah berpegang tuguh pada sunah tahdir Minal bidah peringatan terhadap perbuatan bidah kalau ada yang berkata itu kan zaman dulu sekarang sudah berubah sudah berubah Islam tidak pernah berubah Islam tidak pernah berubah dan akan selalu seperti itu Sampai hari kiamat ya ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala dan inilah yang dimaksud dengan pengertian sunah yang sempurna Oleh karena itu para Salaf terdahulu tidak menyebutkan istilah sunah kecuali kepada yang mencakup yang demikian itu secara menyeluruh dan telah diriwayatkan arti yang demikian tersebut dari al-han albashri alauza’i dan alfudil ibnuyad rahimahullah semuanya adalah orang-orang tabii Nah inilah yang berkaitan dengan Sunah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Azan sudah Nah silakan azan habis itu kita salat Mungkin setelah salat kita tidak ada sesi lanjutan karena ee setelahnya adalah bab yang baru Insyaallah bulan depan mudah-mudahan yang disampaikan bermanfaat wallahuam Shallallahu Nabina Muhammad walhamdulillahiabbil alamin ada pertanyaan nanti sendiri aja ya wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Roja TV demikianah ikhwat Islam aakullah para pemisa dan pendengar Roja di manaun anda berada kajian ilmiah yang telah kami hadirkan dan kami telah pancaruaskan dari masjid albkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah cilesi mudah-mudahan menjadi ilmu yang

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *