{"id":3432,"date":"2025-10-22T10:37:29","date_gmt":"2025-10-22T03:37:29","guid":{"rendered":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?p=3432"},"modified":"2025-10-26T10:37:52","modified_gmt":"2025-10-26T03:37:52","slug":"ustadz-dr-abdullah-roy-m-a-sittu-duror-min-ushuli-ahlil-atsar-10","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/10\/22\/ustadz-dr-abdullah-roy-m-a-sittu-duror-min-ushuli-ahlil-atsar-10\/","title":{"rendered":"Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. &#8211; Sittu Duror min Ushuli Ahlil Atsar"},"content":{"rendered":"<p>(4) [LIVE] Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. &#8211; Sittu Duror min Ushuli Ahlil Atsar &#8211; YouTube<br \/>\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"[LIVE] Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. - Sittu Duror min Ushuli Ahlil Atsar\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/6INruMRwL3E?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Transcript:<br \/>\n(00:06) Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Sesungguhnya rasa takut yang sebenarnya adalah engkau takut kepada Allah sehingga rasa takutmu tersebut menghalangi antara dirimu dengan kemaksiatan untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wa taala. Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja.<br \/>\n(00:41) Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwatal Islam azaniallahu waakum alhamdulillahiabbil alamin hamdan kiran thaiban mubarokan fih kama yuhibbunaard wasatu wasalamu asofil mursalin waa alihi wa ashabihi ajmain waman tabiahum bisihsan yaumilqiam ba&#8217;du ikhwat al islam azaniallahu wyakum para pemerhati raja dan sahabat raja semuanya kita bersyukur k Allah subhanahu wa taala di sore hari ini kembali kita dipertemukan dalam satu majelis yang tentunya majelis yang penuh dengan kebaikan dan majelis yang penuh dengan faedah insyaallah. Allahum amin.<br \/>\n(01:23) Allahahuakum. Kita juga bersyukur kepada Allah atas karunia dan keberkahan yang Allah berikan kepada kita dari pagi hingga sore ini. Dan kita memohon kepada Allah subhanahu wa taala semoga Allah memberikan kepada kita semuanya karunia dan keberkahan sore hari ini hingga menjelang esok pagi.<br \/>\n(01:39) Ikhwat Islam azani Allah wyakum. Insyaallah kami akan hadirkan kembali di ruang dengar Anda dan layar televisi Anda satu kajian ilmiah dalam pembahasan kitab Situd Dur min Ushul Ahlil Arar yang insyaallah akan disampaikan dan dipaparkan secara mendalam bersama guru kita Al Ustaz Dr. Abdullah Ray hafidahullahu taala. Dan insyaallah pada kajian pagi pada kajian sore hari ini beliau akan membahas tentang jalan Allah itu hanya satu.<br \/>\n(02:05) Ikhwat Islam azani Allahu wyakum. Tanpa berlama-lama lagi kita akan simak bersama agar mendapatkan faedah. Dan kepada ustaz kami persilakan. Falatafadal maskor. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wasahbihi waman walah.<br \/>\n(02:32) Para pemirsa Raj TV di mana pun antum berada. Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala yang masih memberikan banyak kenikmatan kepada kita dan tentunya nikmat yang paling besar yang wajib kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala siang dan malam adalah nikmat hidayah kepada jalan yang lurus.<br \/>\n(02:57) Selawat dan salam semoga senantiasa Allah Subhanahu wa taala limpahkan kepada Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam, keluarga beliau, para sahabat beliau, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai akhir zaman. Insyaallah pada kesempatan kali ini setelah beberapa pertemuan kita membaca bersama pondasi yang pertama dari kitab eh Sudud Durar min Usuli ahlil arar yang berkaitan dengan masalah tauhid.<br \/>\n(03:33) Maka insyaallah kita akan masuk pada pondasi yang kedua. yang diberi judul oleh beliau dengan atariqu wahidun alasluan pondasi yang kedua, atariqu wahidun jalan ini hanya satu maksudnya adalah jalan menuju Allah jalan yang membimbing kita kepada kebahagiaan hanyalah ada satu.<br \/>\n(04:07) Kemudian beliau mulai menjelaskan dan mengatakan, &#8220;Iklam rahimakallah.&#8221; Ketahuilah semoga Allah Subhanahu wa taala merahmati dirimu. Anqadzi yadmanu laka nikmatal islami wahidun la yataaddad. Sesungguhnya jalan yang menjamin untukmu kenikmatan Islam, jalan yang menjamin untukmu kenikmatan Islam adalah wahidun la yataaddadu hanyalah satu saja tidak berjum jumlah tidak berbilang.<br \/>\n(05:00) Liannallaha katabal falaha lihizbin wahidin faqat. Di antara alasannya bahwasanya Allah Subhanahu wa taala telah menulis kesuksesan keberuntungan hanya untuk satu golongan saja. Allah tidak menulis kesuksesan untuk berbagai jenis golongan, tapi Allah hanya menetapkan keberuntungan untuk satu golongan saja.<br \/>\n(05:37) Faqala Allah mengatakan, &#8220;Ulaika hizbullah.&#8221; Mereka itu adalah golongan Allah dan hizab ini adalah mufrad. Jamaknya adalah al-ahzab. Ulaika hizbullah. Mereka ini adalah golongan Allah satu saja. Ala inna hizballahi humul muflihun. Ketahuilah bahwasanya golongan Allah yang mereka membela Allah, mentauhidkan Allah, menolong agama Allah, mentaati Allah, meninggalkan larangan Allah, maka ini adalah golongan Allah.<br \/>\n(06:19) Kata Allah, sesungguhnya golongan Allah merekalah orang-orang yang beruntung hanya satu saja. Watabal gabata lihadal hizib. Dan Allah Subhanahu wa taala telah menetapkan bahwasanya algalabah kemenangan hanyalah untuk satu golongan ini. Al-falah. Keberuntungan adalah untuk golongan ini dan kemenangan adalah untuk golongan ini. Faqala.<br \/>\n(07:02) Maka Allah Subhanahu wa taala mengatakan, &#8220;Wam yatawallallaha waasulahu walladzina amanu fainna hizballahi humul golibun.&#8221; Nah, barang siapa yang loyal kepada Allah dan juga Rasul-Nya, cinta kepada Allah dan juga Rasul-Nya, menolong Allah dan juga Rasul-Nya, walladzina amanu, dan loyal kepada orang-orang yang beriman yang memiliki sama-sama iman kepada Allah, beriman kepada Rasul, beriman kepada hari akhir, percaya kepada Nabi.<br \/>\n(07:38) sallallahu alaihi wasallam. Maka dia pun loyal kepada orang-orang yang beriman tadi. Fa inna hizballahi humul golbun. Maka sesungguhnya hizbullah, golongan Allah, merekalah orang-orang yang akan menang. Mereka yang dipastikan oleh Allah subhanahu wa taala mereka akan menang. Entah sekarang atau nanti.<br \/>\n(08:11) Dan ini adalah janji dari Allah Subhanahu wa taala yang menciptakan langit dan bumi. Barang siapa yang mencintai Allah dan juga Rasul-Nya, menolong Allah dan juga Rasul-Nya, menjalankan perintah, menjauhi larangan dan loyal kepada orang-orang yang beriman, maka merekalah orang-orang yang akan menang. Dan sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala tidak mengingkari janjinya. Wahma bahatta fi kitabillahi wa sunnati rasulihi sallallahu alaihi wasallam.<br \/>\n(08:45) Dan sejauh apapun engkau mencari di dalam Al-Qur&#8217;an atau di dalam sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. [Musik] Bagaimanapun kita mencari di dalam Al-Qur&#8217;an maupun hadis, maka kita tidak akan menemukan bahwa memecah belah umat menjadi kelompok-kelompok, jemaah-jamaah dan menggolong-golongkan Mereka menjadi blok-blok, menjadi golongan-golongan. Illa mazmuman kecuali tercela.<br \/>\n(09:38) Ini semakin menguatkan bahwasanya jalan yang diridai oleh Allah itu hanya satu saja. Dan bahwasanya perpecahan dalam banyak jalan, dalam banyak golongan ini adalah suatu yang tercela. Kemudian beliau mendatangkan dalil-dalil yang menunjukkan tentang tercelanya perpecahan, tercelanya jalan-jalan yang banyak.<br \/>\n(10:07) Qallahu taala, Allah Subhanahu wa taala mengatakan, &#8220;Wala takunu minal musyrikin.&#8221; Dan janganlah kalian seperti orang-orang musyrikin. Kita dilarang untuk seperti orang-orang musyrikin. Bagaimana sifatnya? minalladzina farquinahum wau syia dari orang-orang yang mereka meemecah-mecah agama mereka. Kenapa demikian? Ya, karena mereka mengikuti hawa nafsunya.<br \/>\n(10:46) Orang-orang musyrikin ada yang menyembah matahari, ada yang menyembah bulan, ada yang menyembah orang saleh. Orang saleh pun berpecah-pecah. Ada yang menyembah Syekh fulan, ada menyembah Syekh fulan. Masing-masing merasa kalau menyembah Syekh ini maka ini lebih mujarab, ini lebih mustajab doanya, ini lebih dekat kepada Allah dan seterusnya.<br \/>\n(11:13) Ini farquinahum yang mereka memecah belah. agama mereka. Nah, janganlah kalian seperti orang-orang musyrikin yang memecah belah agama mereka. Wanu Syia&#8217;a Syia&#8217;an. Mereka adalah orang-orang yang berkelompok-kelompok. Kullu hizbin bima ladaihim farihun. Dan masing-masing dari kelompok tersebut, hizib tersebut bangga dengan kelompoknya.<br \/>\n(11:46) bangga menganggap kelompoknya adalah yang terbaik. Kemudian dia menghinakan kelompok yang lain. Padahal mereka di atas kebatilan. Mereka bukan berada di atas kebenaran. Kullu hizbin bima ladaihim farihun. Masing-masing dari kelompok tersebut bergembira dengan apa yang ada di dalam diri mereka. Ini celaan.<br \/>\n(12:22) Perpecahan itu adalah celaan bukan pujian. [Musik] Bagaimana mungkin Allah Subhanahu wa taala Rabb kita membiarkan, meridai umat di atas perpecahan. Sementara Allah Subhanahu wa taala telah menjaga umat ini dengan talinya. Allah Subhanahu wa taala menjaga umat ini dengan talinya. Maksudnya adalah menyuruh mereka untuk bersatu dengan tali Allah. Berpegang bersama dengan tali Allah supaya kita bersatu.<br \/>\n(13:10) Bagaimana? Setelah ini dikatakan bahwasanya Allah Subhanahu wa taala senang kalau kita saling berpecah satu dengan yang lain. Masing-masing memiliki jalannya menuju Allah. Ini suatu yang mustahil. Mustahil dalam satu ayat Allah Subhanahu wa taala menyuruh kita bersatu, berpegang dengan talinya. Yang satu kemudian di ayat yang lain Allah Subhanahu wa taala rida kalau kita berpecah-pecah, berahzab, berkelompok-kelompok ya saling berbeda satu dengan yang lain. Ini mustahil.<br \/>\n(13:48) Wahua yubariu nabiahu sallallahu alaihi wasallam. Sementara Allah Subhanahu wa taala menjadikan Nabi sallallahu alaihi wasallam berlepas diri minha dari perpecahan tersebut. Hina takunu kadalika watawa&#8217;adaha alaih. Allah Subhanahu wa taala melepaskan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ituu menjadikan beliau berlepas sendiri menyuruh beliau untuk berlepas sendiri.<br \/>\n(14:23) dari orang-orang yang berpecah belah di dalam agamanya. Bahkan Allah Subhanahu wa taala mengancam. Fayakulu. Kemudian Allah mengatakan, &#8220;Innalladzina farraqu dinahumu syia.&#8221; Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka berkelompok-kelompok ya memecah belah agamanya masih mengikuti hawa nafsunya.<br \/>\n(15:00) Apa yang sesuai dengan hawa nafsunya diikuti, yang tidak sesuai dia tinggalkan. Akhirnya mereka pun berpecah belah, berkelompok-kelompok. Lasta minhum fi engkau wahai Muhammad bukan termasuk golongan mereka sedikit pun. Nah, kalau Nabi sallallahu alaihi wasallam bukan termasuk salah satu di antara golongan-golongan yang berpecah belah tadi, maka jangan sampai kita mengikuti golongan-golongan tersebut.<br \/>\n(15:31) Karena yang kita ikuti adalah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Nah, beliau bukan termasuk di antara golongan-golongan yang sesat tadi. Maka kita tinggalkan golongan-golongan tersebut dan kita mengikuti Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Innama amruhum ilallah tumma yunabbium bimau yaf&#8217;alun.<br \/>\n(15:58) Sesungguhnya urusan mereka, perkara mereka adalah kepada Allah. Kita serahkan mereka kepada Allah. Karena semuanya kita akan kembali kepada Allah. Yang dapat hidayah, yang sesat, semuanya akan kembali kepada Allah. Yang penting sudah kita sampaikan, sudah kita ajak, innama amruhum ilallah.<br \/>\n(16:27) Urusan mereka adalah kita serahkan kepada Allah subhanahu wa taala. yunabbium bimau yafalun mereka akan kembali kepada Allah kemudian Allah subhanahu wa taala akan mengabarkan kepada mereka tentang apa yang dahulu mereka lakukan di dunia kemudian kembali beliau menguatkan dengan membawakan hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam dari Muawiyah bin Abi Sufyan an Muawiyata ibn Abi Sufyan annahu qala ala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.<br \/>\n(17:05) Dari Muawiyah bin Abi Sufyan, beliau mengatakan, &#8220;Ketahuilah bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam beliau berdiri di antara kami.&#8221; Faqala. Maka beliau mengatakan, &#8220;Ala inna manqoblakum min ahlil kitab.&#8221; Beliau berdiri di antara para sahabatnya dan beliau mengatakan, &#8220;Ketahuilah bahwasanya orang-orang sebelum kalian dari kalangan ahlul kitab iftaraku mereka berpecah belah.<br \/>\n(17:42) &#8221; Ini termasuk ilmu yang gaib yang Allah Subhanahu wa taala berikan kepada nabinya sallallahu alaihi wasallam sehingga beliau mengabarkan kabar yang telah terjadi di masa lalu. Mereka berpecah belah menjadi 72 golonganillah 72 golongan. Wa inna hadil millariqu. Demikian pula umat ini yaitu umat Islam akan berpecah belah menjadi alat salatin wasabin menjadi 73 golongan lebih banyak daripada umat sebelumnya. Umat sebelumnya hanya 72. Kita menjadi 73.<br \/>\n(18:28) Kemudian beliau mengatakan, &#8220;Tintani wasbun finar.&#8221; 72 golongan di antaranya adalah di dalam neraka. Itu dengan sebab akidahnya yang rusak, akhirnya dia pun masuk ke dalam neraka. Nah, nah bukanlah yang dimaksud mereka keluar dari agama Islam. Karena di sini beliau berbicara tentang umatnya, umat Islam yang masih statusnya sebagai muslim. Cuma diancam di sini dengan neraka.<br \/>\n(19:07) Sebabnya karena dia memiliki akidah yang menyimpang dari Islam, maka dia pun diancam dengan neraka. Fawahidatun fil jannah. Dan yang satu adalah di dalam surga. 72 di dalam neraka. yang satu di dalam surga. Wahiyal jamaatu. Dan yang dimaksud dengan yang satu di sini adalah aljamaah. Para pemirsa yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa taala.<br \/>\n(19:43) Jelas di sini Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan wa wahidatun fil jannah. Satu aja yang masuk ke dalam surga. Artinya dia atau mereka ini berada di atas jalan Allah. yang jalan ini menyampaikan mereka kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan mereka adalah aljamaah. Yang dimaksud dengan jemah adalah jemaahnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.<br \/>\n(20:10) Mereka yang mengikuti dengan baik Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, mengikuti para sahabatnya, mengikuti beliau sallallahu alaihi wasallam dalam melaksanakan agama ini. Mereka berjamaah, mereka menjadi satu berjamaah di atas jalan yang lurus. Maka inilah yang waahidatun bil jannah. Satu di antara mereka adalah di dalam surga.<br \/>\n(20:43) Ada beberapa hal yang bisa kita ambil pelajaran di sini dari beberapa paragraf di atas. Yang pertama bahwasanya Islam hanya memiliki satu jalan keselamatan saja. Yaitu jalan yang ditembuh oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, ditembuh oleh para sahabat. Tidak ada jalan keselamatan selain jalan yang satu ini.<br \/>\n(21:11) Meskipun di sana orang-orang yang berjalan di atas jalan-jalan tersebut mengaku mereka adalah benar. Selama itu di luar jalan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam maka itu adalah jalan yang sesat. N di antara faedah yang bisa kita ambil bahwa golongan Allah, golongan Allah, Hizbullah, ciri mereka yang utama adalah mengikuti wahyu, bukan mengikuti hawa nafsu, bukan fanatisme terhadap golongan.<br \/>\n(21:56) Karena mereka mengikuti wahyu, maka merekalah orang-orang yang beruntung dan merekalah orang-orang yang mendapatkan kemenangan. Dan di antara faedah yang bisa kita ambil adalah larangan berpecah belah. Karena tadi kita melihat bersama ayat dan juga hadis menunjukkan bahwa perpecahan di dalam agama ini termasuk sifat orang-orang musyrikin.<br \/>\n(22:25) W takunu minal musyrikin. Kemudian juga termasuk sifat ahlul kitab. Yyahudu nasara ala wasillah. Ya, orang-orang Yahudi berpecah belah menjadi 71 golongan. Orang Nasra berpecah belah menjadi 72 golongan. Ini termasuk sunahnya Ahlul Kitab. Maka jangan kita ikut-ikutan, jangan kita mengikuti jalannya orang-orang ahlul kitab. Ini bukan ciri umat Islam.<br \/>\n(23:05) Kewajiban untuk ittiba terhadap sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ketika di masa fitnah banyak perselisihan, banyak perpecahan. Almuflih orang yang beruntung, alghab orang yang men orang yang menang. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus ini. Ini adalah janji Allah.<br \/>\n(23:38) Dan hadis yang terakhir menunjukkan bahwasanya yang dimaksud dengan aljamaah ini tidak bukan jemah yang dipahami oleh sebagian membentuk sebuah ee jemaah tertentu kemudian tinggal di tempat yang tersembunyi kemudian membaiat salah salah seorang di antara mereka. Ini bukan jemaah yang dimaksud. Jemah yang dimaksud seperti yang disebutkan dalam hadis ini, mereka adalah jemaahnya para sahabat, jemaahnya orang-orang yang berjalan di atas jalan yang lurus.<br \/>\n(24:14) Sehingga dalam hadis yang lain, Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, &#8220;Ma ana alaihi wa ashabi.&#8221; Mereka adalah orang-orang yang berada di atas jalanku dan juga jalan para sahabatku. Dan ini menunjukkan tentang bahayanya hizbiah, bahayanya fanatisme, membuat kelompok kemudian loyal dengan kelompok tersebut berlepas diri dari selain kelompoknya.<br \/>\n(24:47) Padahal mereka adalah sesama umat Islam. Jangan sampai kita terjerumus ke dalam hizbiyah. Kewajiban kita adalah menjadi hizbullah. Ya, hizbullah dengan makna yang sebenarnya. Bukan Hizbullah sebuah nama dari ee aliran atau kelompok yang ada di negara tertentu. Hizbullah sebagaimana yang ada dalam Al-Qur&#8217;an. Golongan Allah.<br \/>\n(25:16) Siapa mereka? Orang-orang yang loyal kepada Allah, loyal kepada Rasulullah. menjalankan syariat Allah. Kemudian beliau mengatakan qal amirusan rahimahullah berkata al-Amir Asan&#8217;ani seorang ulama semoga Allah merahmati beliau. Laissaikruladi fil hadayilikin. [Musik] Bukanlah penyebutan jumlah di dalam hadis. Maksudnya adalah hadis iftiraqul ummah.<br \/>\n(25:57) Bukanlah maksudnya menyebutkan jumlah tadi 73 golongan untuk menunjukkan banyaknya orang-orang yang celaka. Bukan. Wa inama huaqalabiha. Akan tapi maksudnya adalah menjelaskan tentang luasnya jalan-jalan kesesatan. Luasnya jalan-jalan kesesatan dan luasnya cabang-cabang jalan kesesatan. Jadi kalau orang mau binasa, mau celaka itu banyak jalannya.<br \/>\n(26:38) Tapi kalau mau selamat ya hanya satu saja. Jalan kesesatan itu banyak. Wawih wawihdati thqil haq. Dan Allah Subhanahu wa taala ingin menunjukkan bahwasanya jalan kebenaran itu hanya satu saja.Akahu Yang semisal dengan ini adalah yang disebutkan oleh para imam ahli tafsir di dalam firman Allah. Allah mengatakan dalam ayat yang lain, &#8220;Dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan asubul ini adalah jalan-jalan yang lain jamak dari asabil.<br \/>\n(27:26) FF bikumili. Akhirnya kalian nanti akan berpecah belah satu dengan yang lain. Ya, kalau masing-masing dari kita mengikuti hawa nafsunya, ikut tarekat ini, ikut aliran ini dan seterusnya ya nanti yang terjadi adalah kita akan berpecah belah. Berbeda kalau kita sepakat untuk mengikuti Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang memang diutus kepada kita untuk mengajarkan kepada kita akidah, mengajarkan kepada kita tata cara tata cara ibadah, maka semuanya akan bersatu di atas jalan Nabi sallallahu alaihi wasallam.<br \/>\n(28:09) Beliau mengatakan annahu jamudi alhibani tasyaha annahu jamaul. Allah Subhanahu wa taala di sini menjamak asubul. Assubul ini adalah jamak dari asabil. Kalau asabil satu saja. Kalau asubul ini banyak. Allah mengatakan wala tattabius subul. Janganlah kalian mengikuti asubul. Maka Allah subhanahu wa taala menjam asubul almanhiya ittibaha yang kita dilarang untuk mengikutinya.<br \/>\n(29:04) Allah mengatakan wabi jangan kalian mengikuti. Jadi dia memang banyak dan kita dilarang untuk mengikuti jalan-jalan tersebut. Libayaniha ini semua adalah untuk menjelaskan bercabang-cabangnya jalan kesesatan. Ya, kalau mau sesat banyak jalannya dan banyaknya dan juga luasnya. Wa sabilal huda wal haqqi liwihdatihi wahdatihi waami taadudihi.<br \/>\n(29:46) Dan Allah subhanahu wa taala mengifradkan yaitu menjadikan lafaznya adalah satu saja tunggal. asabil. Kenapa demikian? Karena dia memang liwihdatihi. Karena memang dia hanyalah satu saja. Waami taaddudi dan dia tidak berbilang. Nah, ini semakin jelas di sini bahwasanya jalan Allah Subhanahu wa taala itu hanya satu saja.<br \/>\n(30:17) Jalan hidayah itu hanya satu saja. Adapun jalan-jalan yang sesat, maka ini adalah banyak sekali, banyak cabangnya. Tidak cukup sampai di situ, beliau kembali mendatangkan hadis waan ibn Mas&#8217;udin radhiallahu anhu dari Abdullah ibn Mas&#8217;ud. Semoga Allah meridai beliau. Qala khana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam khatanma qala h sabilullah.<br \/>\n(30:48) Suatu saat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam membuat garis. Ya, membuat garis. Kemudian beliau mengatakan, &#8220;Habilullah, ini adalah jalan Allah.&#8221; Kadang beliau sallallahu alaihi wasallam membuat permisalan ya, supaya kita ini ada bayangan, supaya kita ini lebih paham. Maka di sini beliau membuat khat membuat sebuah garis yang lurus. Kemudian mengatakan ini adalah jalan Allah.<br \/>\n(31:24) Kemudian beliau sallallahu alaihi wasallam membuat garis-garis yang lain di kanan dan juga kirinya. Berarti garis yang lurus tadi berada di tengah kanan dan juga kirinya dibuat oleh Nabi sallai wasallam garis-garis yang lain. Kemudian beliau mengatakan tumma qala. Kemudian beliau mengatakan hadhi subul. Ini adalah jalan-jalan. Ini adalah jalan-jalan kesesatan. Banyak.<br \/>\n(31:58) Adapun jalan Allah hanya satu. Jalan kesesatan banyak. Waa kulli sabilin minha situn yad ilaih. Di dalam setiap jalan-jalan tadi ada setan yang menyeru kepada jalan tersebut. Jadi setan berada di jalan-jalan selain jalan yang lurus tadi ya. Dan tujuannya adalah mengajak, &#8220;Ayo ke sini, ayo ee melewati jalanku.<br \/>\n(32:34) &#8221; Dia berusaha untuk mengguda, membisikkan, menipu dan tidak peduli ke mana orang yang berada di atas jalan yang lurus ini tergelincir. Entah itu tergelincir ke kanan atau tergelincir ke kiri. Yang penting mereka tergelincir. Itu target iblis, target setan. Q kemudian belum membaca firman Allah dalam surat Alanamu [Musik] dan sesungguhnya ini adalah jalanku yang lurus maka hendaklah kalian mengikuti jalan ini dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang lain karena itu akan memecah belah diri kalian dari jalan Allah Subhanahu wa<br \/>\n(33:30) taala. Para jemaah sekalian yang dimuliakan oleh Allah, semakin jelas bagi kita apa yang diinginkan oleh mualif di sini. Penjelasan bahwa jalan menuju Allah itu hanya satu saja. Jangan kita meyakini bahwasanya jalan Allah ini banyak. Kemudian terserah bagi kita mau mengambil jalan yang mana saja. satu. Kalau kita ingin selamat, maka kita harus melewati jalan yang satu ini.<br \/>\n(34:01) Fadall hadi alq wahid. Maka hadis ini menunjukkan atau jelas menunjukkan bahwasanya jalan itu adalah satu saja. Kemudian kita baca dan ee nukilan terakhir mungkin di dalam pertemuan ini ucapan dari Ibnu Qayyim. Qala Ibnu Qayyimi berkata Ibnu Qayyim w liann thqal musila ilallahi wahid. Yang demikian karena jalan yang menyampaikan kita kepada Allah hanyalah satu saja.<br \/>\n(34:54) Wahua ma baata bihi rasulahu wa anzala bihi kutubahu. Dan satu jalan ini adalah syariat yang dengannya Allah mengutus para rasul dan dengannya Allah Subhanahu wa taala menurunkan kitab-kitabnya. Jadi jalan yang lurus tadi Allah tunjukkan kepada kita dengan mengutus para rasul dan menurunkan kitab. Isinya adalah jalan yang lurus. Yang telah diturunkan kepada kita adalah Al-Qur&#8217;an.<br \/>\n(35:27) Maka di dalamnya ada asiratul mustaqim. Barang siapa yang ingin hidayah kepada jalan yang lurus maka dia kembali kepada Al-Qur&#8217;an. yilu ilaihi ahadun. Maka tidak ada seorang pun yang sampai kepada Allah kecuali dia harus melewati jalan ini. Mau cari jalan mana saja sebagus apapun maka dia tidak akan nyampai kalau tidak melewati jalan yang satu ini.<br \/>\n(36:06) atanasu min kulli thqin wastaftahu min kulli bab meskipun manusia mencari berbagai jalan dan membuka semua pintu faturqu alaihim masdudah wal abwabu alaihim mughlaqoah maka jalan-jalan tersebut adalah jalan-jalan yang tertutup Pintu-pintu tersebut adalah pintu-pintu yang tertutup. Maksudnya adalah tertutup.<br \/>\n(36:44) Tidak sampai atau tidak menyampaikan kita kepada Allahu Rabbul Alamin. Illa min thqil wahid. Kecuali melalui jalan yang satu ini. Fa innahu muttasilun billah musilunallah. Musilunallah. Karena sesungguhnya, maka sesungguhnya jalan yang satu ini itulah yang nyambung kepada Allah. Yang lainnya enggak nyambung. Yang nyambung adalah satu jalan ini.<br \/>\n(37:15) Musilun ilallah akan menyampaikan kita kepada Allah. Adapun yang lain maka tidak akan menyampaikan kita kepada Allahu Rabbul Alamin. Maka ini adalah penjelasan-penjelasan dari beliau yang semakin menguatkan bahwa jalan menuju Allah itu hanyalah satu saja yaitu yang dibawa oleh para nabi. Dan semua jalan selain yang dibawa oleh para nabi adalah jalan kesesatan.<br \/>\n(37:50) Kemudian di antara hal yang penting yang kita ambil di sini bahwa banyak di sana kelompok-kelompok, banyak di sana metode-metode ibadah dan banyaknya kelompok ini dan ee banyaknya metode-metode ibadah ini bukan berarti itu adalah sesuatu yang benar. Bahkan seringnya itu adalah suatu yang menyimpang dari manhajnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.<br \/>\n(38:20) Para pemirsa, sabar dan istiqamah. Sabar dan juga istikamah di atas jalan yang lurus. Kalau memang ini adalah jalan satu-satunya yang menyampaikan kita kepada Allah, maka kita bersabar dalam menempuh jalan ini. Bagaimana rintangan, mungkin kita diuji dengan ekonomi, mungkin kita diuji oleh keluarga, pisah dengan suami, pisah dengan istri.<br \/>\n(38:51) Ketahuilah bahwasanya kalau ini memang jalan yang lurus, ya kita harus bersabar. Kalau kita tidak bersabar kemudian memilih untuk meninggalkan jalan yang satu ini, ya kita akan sesat. Kalau kita menyangka itu adalah sebuah kenikmatan, sampai kapan? Apakah kita akan selamanya di dunia? Ya, kenikmatan tersebut adalah kenikmatan yang sedikit.<br \/>\n(39:21) Maka seorang yang sudah diberikan taufik oleh Allah Subhanahu wa taala mengenal jalan yang lurus ini, dia harus sabar dan juga istiqamah. Di antara faedah yang bisa kita ambil juga bahwasanya yang namanya perpecahan ini azab. Perpecahannya adalah azab, bukan rahmat seperti yang diungkapkan oleh sebagian.<br \/>\n(39:47) Azab. Allah Subhanahu wa taala mencera perpecahan. ya, orang-orang yang meninggalkan jalan yang lurus, mengikuti jalan-jalan setan. Nah, insyaallah sampai di situ dulu yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini dan ee mohon maaf sebelumnya sepertinya tidak ada tanya jawab. Semoga Allah Subhanahu wa taala memudahkan untuk ee membuka tanya jawab pada kesempatan yang akan datang dan ee semoga Allah Subhanahu wa taala mudahkan dan jaga kita semuanya untuk senantiasa berjalan di atas jalan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sampai kita<br \/>\n(40:34) meninggal dunia. Demikian yang bisa kita sampaikan dan ee jazakumullah khairan atas perhatian antum semuanya. Wasallallahu ala nabina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi ajmain. Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih banyak. Jazakumullah khairan.<br \/>\n(40:57) Barakallahu fikum. kepada Al Ustaz Dr. Abdullah Roy MA hafallahu taala yang telah memberikan waktunya di sore hari ini kesibukan beliau dan semoga Allah subhanahu wa taala menjaga beliau serta melaskan beliau sehingga semakin banyak faeda ilmu yang dapat kita ambil bersama beliau insyaallah dalam perjumpaan berikutnya.<br \/>\n(41:20) dan juga untuk rekan-rekan kami yang berada di Celengsi dan juga yang berada di sana atas kerja samamanya telah menghadirkan kajian di tengah-tengah kalangan kaum muslimin. Dan untuk Anda semuanya ikhwat Islam azani Allahu wyakum kami ucapkan terima kasih banyak. Jazakumullah khairan barakallah fik atas kebersamaan Anda. Dan mohon maaf untuk hari ini tidak ada sesi tanya jawab karena memang ada satu sebab hal yang tidak bisa untuk ustaz menyampaikan sesi tanya jawab pada kesempatan kali ini.<br \/>\n(41:46) Nantikan kembali insyaallah pada pekan berikutnya itu pekan genap berikutnya untuk kita ikuti kelanjutan pembahasan kitab dari Situd Duror Ikhwat Al Islam azani Allah wyakum. Demikian kita di sore hari ini. Akhir kalam kami mohon und dan mohon maaf jika dalam penyajian ini masih terdapat kekurangan. Semoga Allah subhanahu wa taala memudahkan bagi kita mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan. Barakallah fikum. Billahi taufik wal hidayah.<br \/>\n(42:09) Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Simak Radio Rojo Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.1 1 FM, Radio Roj Palu 101,8 FM dan Radio Roja<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(4) [LIVE] Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. &#8211; Sittu Duror min Ushuli Ahlil Atsar &#8211; YouTube Transcript: (00:06) Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Sesungguhnya rasa takut yang sebenarnya adalah engkau takut kepada Allah sehingga rasa takutmu tersebut menghalangi antara dirimu dengan kemaksiatan untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wa taala. Saksikanlah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3432","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rodjatv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. - Sittu Duror min Ushuli Ahlil Atsar - Transkrip<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/10\/22\/ustadz-dr-abdullah-roy-m-a-sittu-duror-min-ushuli-ahlil-atsar-10\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. - Sittu Duror min Ushuli Ahlil Atsar - Transkrip\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(4) [LIVE] Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. &#8211; Sittu Duror min Ushuli Ahlil Atsar &#8211; YouTube Transcript: (00:06) Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Sesungguhnya rasa takut yang sebenarnya adalah engkau takut kepada Allah sehingga rasa takutmu tersebut menghalangi antara dirimu dengan kemaksiatan untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wa taala. Saksikanlah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/10\/22\/ustadz-dr-abdullah-roy-m-a-sittu-duror-min-ushuli-ahlil-atsar-10\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Transkrip\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-22T03:37:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-26T03:37:52+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"17 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/10\/22\/ustadz-dr-abdullah-roy-m-a-sittu-duror-min-ushuli-ahlil-atsar-10\/\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/10\/22\/ustadz-dr-abdullah-roy-m-a-sittu-duror-min-ushuli-ahlil-atsar-10\/\",\"name\":\"Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. - Sittu Duror min Ushuli Ahlil Atsar - Transkrip\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-10-22T03:37:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-26T03:37:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/10\/22\/ustadz-dr-abdullah-roy-m-a-sittu-duror-min-ushuli-ahlil-atsar-10\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/10\/22\/ustadz-dr-abdullah-roy-m-a-sittu-duror-min-ushuli-ahlil-atsar-10\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/10\/22\/ustadz-dr-abdullah-roy-m-a-sittu-duror-min-ushuli-ahlil-atsar-10\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. &#8211; Sittu Duror min Ushuli Ahlil Atsar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\",\"name\":\"Transkrip\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\"],\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. - Sittu Duror min Ushuli Ahlil Atsar - Transkrip","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/10\/22\/ustadz-dr-abdullah-roy-m-a-sittu-duror-min-ushuli-ahlil-atsar-10\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. - Sittu Duror min Ushuli Ahlil Atsar - Transkrip","og_description":"(4) [LIVE] Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. &#8211; Sittu Duror min Ushuli Ahlil Atsar &#8211; YouTube Transcript: (00:06) Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Sesungguhnya rasa takut yang sebenarnya adalah engkau takut kepada Allah sehingga rasa takutmu tersebut menghalangi antara dirimu dengan kemaksiatan untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wa taala. Saksikanlah [&hellip;]","og_url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/10\/22\/ustadz-dr-abdullah-roy-m-a-sittu-duror-min-ushuli-ahlil-atsar-10\/","og_site_name":"Transkrip","article_published_time":"2025-10-22T03:37:29+00:00","article_modified_time":"2025-10-26T03:37:52+00:00","author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"17 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/10\/22\/ustadz-dr-abdullah-roy-m-a-sittu-duror-min-ushuli-ahlil-atsar-10\/","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/10\/22\/ustadz-dr-abdullah-roy-m-a-sittu-duror-min-ushuli-ahlil-atsar-10\/","name":"Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. - Sittu Duror min Ushuli Ahlil Atsar - Transkrip","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website"},"datePublished":"2025-10-22T03:37:29+00:00","dateModified":"2025-10-26T03:37:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/10\/22\/ustadz-dr-abdullah-roy-m-a-sittu-duror-min-ushuli-ahlil-atsar-10\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/10\/22\/ustadz-dr-abdullah-roy-m-a-sittu-duror-min-ushuli-ahlil-atsar-10\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/10\/22\/ustadz-dr-abdullah-roy-m-a-sittu-duror-min-ushuli-ahlil-atsar-10\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. &#8211; Sittu Duror min Ushuli Ahlil Atsar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/","name":"Transkrip","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/ngaji.id\/tran"],"url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3432"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3432"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3432\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3433,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3432\/revisions\/3433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3432"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3432"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3432"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}