{"id":3510,"date":"2025-11-24T21:22:13","date_gmt":"2025-11-24T14:22:13","guid":{"rendered":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?p=3510"},"modified":"2025-11-24T21:22:13","modified_gmt":"2025-11-24T14:22:13","slug":"ustadz-dr-syafiq-riza-basalamah-m-a-adabul-mufrad","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-dr-syafiq-riza-basalamah-m-a-adabul-mufrad\/","title":{"rendered":"Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. | Adabul Mufrad"},"content":{"rendered":"<p>(81) [LIVE] Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. | Adabul Mufrad &#8211; YouTube<br \/>\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"[LIVE] Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. | Adabul Mufrad\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/TUPd52y_FzA?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Transcript:<br \/>\n(00:04) Para pendengar dan pemirsa Roja TV di mana pun Anda berada. Kami akan hadir bagi Anda para pemirsa Roja TV yang saat lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung. Roja TV, saluran tilawah Alquran dan kajian Islam. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.<br \/>\n(00:55) Alhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wasohbihi wa mawalah. Saudaraku seiman dan seakidah sahabat Raja di mana pun Anda berada, masih bersama dengan kami di saluran tilawah Al-Qur&#8217;an dan kajian Islam. Dan di kesempatan malam hari ini kembali kami hadirkan sebuah kajian ilmiah bersama Ustaz Dr. Syafiq bin Riza Basalamah, MA. Hafidahullahu taala.<br \/>\n(01:20) kami siarkan langsung dari studio di STDI Imam Assyafi&#8217;i di Jember, Jawa Timur. Dan di kesempatan malam hari ini kembali kita akan mengkaji kitab Al-Adabul Mufrad karya Al Imam Albukhari rahimahullahu taala. Saudaraku seiman dan seakidah, kami ajak Anda untuk menyimak kajian ini dan juga berpartisipasi dalam sesi tanya jawab.<br \/>\n(01:46) Anda dapat mengirimkan pertanyaan Anda melalui pesan WhatsApp di nomor 0218236543 atau melalui Line telepon di nomor yang sama. Insyaallah setelah nasihat dari Al Ustaz, kita akan coba angkat pertanyaan-pertanyaan Anda. Baiklah saudaraku seiman dan seakidah untuk selanjutnya kita akan simak nasihat dari Al Ustaz Dr. Syafiq bin Riza Basalamah MA hafidahullahu taala. kepada Ustaz Falatafadol Masykur.<br \/>\n(02:19) Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil alamin wabihi nasta&#8217;in ala umurid dunya waddin wasalatu wassalamu ala sayyidil mursalin wa imamil muttaqin qaidil ghuril muhajirin sayyidina wa maulana muhammadin wa ala alihi wa ashabihi ajmain. Amma ba&#8217;d. MaaSyiral muslimin wzumrat mukminin rahimakumullah.<br \/>\n(03:02) Para pemirsa Raja TV dan pendengar Radio Rajab. Kita telah masuk di awal bulan Jumad ul. Setelah Jumadal Ula hari ini tanggal 5 atau tanggal 6 kita akan masuk ke Jumadul Akhirah, Rajab Syakban. Lalu kita akan memasuki bulan Ramadan. Allahumma ballighna Ramadan. Kita memohon kepada Allah agar Allah menyampaikan kita ke bulan Ramadan.<br \/>\n(03:36) Jemaah rahimakumullah. Kembali kita berjumpa untuk belajar. Semoga yang kita pelajari selama ini dapat kita amalkan sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berdoa mengatakan, &#8220;Allahumma inni azubika min ilmin la yanfa wamin qolbin la yaksya wamin nafsin la tasba wamin dawatin la yustajabu laha.<br \/>\n(04:14) &#8221; Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak puas dan dari doa yang tidak dikabulkan. Ahibati fillah, kita masuk ke bab [Musik] judulnya Babu al-Muanaqah. Bab tentang muanaqah yang mungkin sering diterjemahkan berpelukan, yaitu di mana seorang mendekat kepada saudaranya kemudian dia meletakkan lehernya di leher saudaranya. Leher ketemu leher.<br \/>\n(05:07) Ya, mungkin sebagian ada yang pipi ketemu pipi yang dikenal dengan cipiki cipika atau cipikaciipi. Tapi muanaqah lebih erat lagi, lagi lebih menunjukkan kedekatan dan keakraban. Setelah kita membahas tentang bab al-musofah, bab tentang berjabatan tangan, bagaimana sekarang bab al-muanaqah ini? Apakah diperbolehkan atau dianjurkan seorang untuk memeluk saudaranya? Kapan dan bagaimana? Pernah ada sahabat yang bertanya kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam, &#8220;Ketika seorang bertemu dengan orang lain, apakah dia merunduk?&#8221; Kata Nabi Bilal.<br \/>\n(06:06) Terus apa yang dilakukan? Kalau berjabatan tangan berjabatan tangan itulah adab tayib. Adapun bab almuanaqah berkaitan dengan berpelukan ini biasanya dilakukan ketika mereka pulang dari safar atau mereka lama tidak berjumpa. Al Imam Bukhari di sini menyebutkan hadis. Beliau mengatakan, &#8220;Haddasana Musa qala haddasana Hamil Qasim bin Abdil Wahid an ibni Aqil anna Jabir ibn Abdillah haddasahu annahu balagahu haditun an rajulin min ashabin Nabi sallallahu alaihi wasallam. Fabtu bairan fasadu ilaihi rahli syahr<br \/>\n(07:10) hatta qadimtam faidza abdullah ibn unis fabau ilaihi anna jabiran bilab faraja rasul faqala jabir ibnu abdillah faqulu naam fakaja faanaqani as amut qun nabiya shallallahu alaihi wasallakul yahsyurullahul ibad ainasa uratan gurlan buhman buhman qaisa maahum fayunadiimutin yasmau man bauda ahsabuhu q kama yasmau man analik labagiahadin min ahl jannah yadkulul<br \/>\n(08:26) jannata wa ahadun min ahlinar yatlubuhu ahlam inama inama wa inama uratan buhman qala bil hasanati wasayiat ahibati fillah kita lihat di sini bagaimana jabir bin Abdillah, salah satu sahabat yang banyak meriwayatkan hadis dari Rasul sallallahu alaihi wasallam. Dia dapat informasi tentang sebuah hadis yang dia tidak mendengarnya dari Nabi alaihialatu wasalam.<br \/>\n(09:20) Dia mendapat berita bahwa salah satu sahabat mendengar hadis itu langsung dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Apa yang dilakukan Jabir? Beliau begitu semangatnya, haus ilmu. Beliau ingin mendengar hadis itu dan mendapatkan faedah darinya. Dan memang jemaah menuntut ilmu memerlukan perjuangan. Terkadang sebagian kita malas datang ke majelis ilmu, apalagi sejak ada online.<br \/>\n(10:05) Ya, dia mungkin sebulan sekali, sepekan sekali kalau ada waktu. Kalau enggak ya dia akan sibuk dengan kesenangannya. Padahal yang datang ke majelis ilmu, dia sejatinya datang ke taman-taman surga. Tiib. Apa kata Jabir? Fasyadadu ilaihi rahli. Maka aku mengikat perbekalanku di atas fabtu bairan yang pertama dia lakukan. Aku beli seekor unta.<br \/>\n(10:47) Beli jemaah digunakan sebagai kendaraan. Lalu dia pasang pelana unta, barang yang dia perlukan. Kemudian dia pergi menuju ke Syam. Berapa lama? Syahron. 1 bulan. Ini perjalanannya 1 bulan. Sebagian kita sekarang 15 menit nyampai, 1 jam nyampai, 3 jam nyampai, 5 jam, 8 jam, 10 jam, dia sudah sampai ke tempat kajian tapi dia enggak datang. Yang dekat aja enggak datang, apalagi yang jauh.<br \/>\n(11:37) Bayangin ya, bagaimana para sahabat Nabi benar-benar menghayati, merenungkan, memikirkan pahala perjalanan menuntut ilmu. Perjalanannya doang itu sudah berpahala. Man salaka thqan yaltamisu fihi ilman sahalallahu lahu bihi thqan jannah. Barang siapa yang meniti jalan menuntut ilmu maka Allah akan mudahkan bagi dia jalan menuju ke surga.<br \/>\n(12:23) Terus man kaja fi thabil ilmi fahua fiilillah hatta yarji. Barang siapa yang keluar menuntut ilmu maka dia berada di jalan Allah sampai dia pulang. Enggak main-main jemah. Jadi ketika engkau merasa jauh tempatnya, bagaimana kau menghadirkan di dirimu bahwa aku sedang fisabilillah. Renungkan bahwa perjalananmu sejatinya adalah perjalanan menuju ke surga Allah azza waalla.<br \/>\n(13:05) Karena Allah akan mudahkan baginya jalan menuju ke surga. Maka orang yang tahu dengan fadilah tersebut ya buat dia perjalanan 1 bulan biasa bab. Kemudian setelah sampai ke Syam faidza Abdullah bin Unais. Ternyata sahabat itu adalah Abdullah bin Uis. Abdullah bin UIS ini salah satu sahabat yang ikut ee Baiatul Aqabah dari kalangan Ansar ya.<br \/>\n(13:54) Dia termasuk sahabat yang mendapatkan tugas-tugas berat dari Nabi alaihialatu wasalam. Jadi, Nabi itu ketika mendelegasikan sebuah tugas, maka beliau akan melihat orang yang cakap dan tepat mengemban tugas itu. Ketika beliau mengirim seorang delegasi untuk bertemu dengan raja, untuk negoisasi, maka beliau kirim seorang yang perawakannya indah dan pandai berbicara.<br \/>\n(14:28) Dan ketika beliau mengirim seseorang untuk membunuh musuh-musuh Islam, maka beliau beliah seorang pemberani yang bijak, yang dia tahu strategi. Yang dikirim sama Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk membunuh seseorang adalah Abdullah bin Unais. Setelah perang Uhud ya.<br \/>\n(15:03) Sebelum kita membaca hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Una, ana ingin menceritakan sosok sahabat ini yang mungkin tidak sering kita mendengar namanya. Setelah perang Uhud di mana umat Islam mengalami kekalahan dan itu menyebabkan kesombongan dan kecongkakan orang-orang musyrikin karena mereka bisa membunuh 70 dari sahabat Nabi alaihialatu wasalam bahkan melukai Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.<br \/>\n(15:29) Kekalahan ini walaupun tidak kekalahan yang telak membuat bangsa-bangsa Arab mereka ingin menyerang kota Madinah. Karena mereka mendapat angin segar yang menunjukkan bahwa umat Islam lemah. Dan boleh jadi orang-orang musyrikin dari bangsa Arab selain Quraisy, mereka juga ingin menunjukkan bahwa mereka adalah sekutu bagi Quraisy.<br \/>\n(16:06) Dan mereka hendak membela tuhan-tuhan mereka dan membela Quraisy. Akhirnya kata Abdullah bin Uis, &#8220;Daani Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.&#8221; Aku dipanggil sama Rasul sallallahu alaihi wasallam. Lalu beliau mengatakan, &#8220;Innahu qad balagani anabna sufyan yni Khalid bin Sufyan alhudari yajma yajmaas liyagani wahua binaklatin biur fahi faqtulhu Nabi alaihiatu wasam mengatakan kepada Unes Wahai Unais, aku tuh dapat berita bahwa Khalid bin Sufyan al-Hudali dia sedang menggalang masa untuk memerangiku.<br \/>\n(17:02) Posisi dia sekarang ada di kebun kurma atau ada di lembah Urona di dekat Arafah Makkah sana. Engkau datang ke sana, kau bunuh dia. Subhanallah. Masyaallah. Kenapa tugas ini harus diselesaikan dengan cepat daripada menunggu Khalid datang ke kota Madinah kemudian terjadi peperangan yang boleh jadi akan terbunuh banyak sahabat dan memakan banyak kerugian.<br \/>\n(17:43) Maka lebih baik kepalanya ini pentolannya sebelum bergerak dibunuh dikirim sendirian. Pasukan ini sendirian. QU ya Rasulullah inuli hatta ariif. Wahai Rasulullah gambarkan tentang dia sifat dia supaya aku tahu. Karena dia enggak tahu mana yang namanya Khalid ibin Sufyan. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, &#8220;Innaka roitahuakartan.&#8221; Kalau engkau ngelihat dia, kau akan ingat setan. Menakutkan orang.<br \/>\n(18:28) Wa ayatu maaka wajahu dan buktinya antara engkau sama dia kau kalau lihat dia engkau akan merinding. Khalid ini mengatakan ya rasul inni aahabijal. Aku itu enggak pernah takut sama musuh. Enggak katanya engkau kalau ngelihat dia engkau merinding menakutkan. Ingat setan kalau ngelihat dia mungkin perawakannya yang tinggi besar ya, wajahnya menakutkan.<br \/>\n(19:02) Fakaraju mutawasihan saifi. Akhirnya aku berangkat sendirian dari kota Madinah menuju ke Makkah sampai ke tempat yang disebutkan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena dia sedang bikin markas di sana, ngumpulin orang-orang untuk memerangi Nabi sallallahu alaihi wasallam.<br \/>\n(19:28) Ternyata dia sedang bersama perempuan perempuan nyari tempat untuk bermalam. Udah surik, waktunya waktu asar. Ya kata Khalid wahaitu kana waqtul asr. Dan waktunya waktu asar pada waktu itu ketika aku melihat orang itu benar merinding tubuhnya. Ada ketakutan tapi tetap Khalid enggak takut. Ya. Faqbaltu nahwah. Aku langsung menuju ke dia dan waktunya salat asar. Makanya akhirnya Khalid ini salat asar.<br \/>\n(20:08) Dia mengatakan, &#8220;Fasolitu wa amsyahwa.&#8221; Aku salat dalam posisi jalan dengan memberikan isyarat dengan kepalaku dari salat asar dalam kondisi jalan. Karena kondisinya perang, bukan kondisi normal. Ketika aku sampai kepada dia, dia bertanya, &#8220;Mani rajul?&#8221; Siapa engkau? Qullu rajul minal Arab.<br \/>\n(20:37) Aku salah satu dari bangsa Arab yang mendengar engkau sedang mengumpulkan masa untuk memerangi orang itu. Maka aku datang untuk itu. Qala ajal, &#8220;Iya betul. Aku sedang melakukan itu. Famasyaitu maahu. Akhirnya aku jalan bersama Khalid ee Ibn Sufyan ini jalan mulai enak obrolannya ya.<br \/>\n(21:09) Mulai saling ber bagi bait-bait syair disebutkan. Ya, tahu-tahu ketika sudah enak, mulai lengah Khalid ini, aku ambil pedangku, aku bunuh dia. Dibunuh. Tumma kharaju. Dan aku keluar pergi meninggalkan Khalid. Di beberapa ayat dibawa kepalanya dia sebagai bukti kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Akhirnya perempuan-perempuan itu pada nangis dan Khalid pergi.<br \/>\n(21:45) Ya, perjalanan panjang ya, bukan sehari dua hari. Ketika disampai kota Madinah, Nabi alaihialatu wasalam melihat Khalid aflahal waj. Ini wajah orang yang membawa keberuntungan gitu loh. Lalu dia mengatakan, &#8220;Qalaltuhu ya Rasulullah, aku telah membunuh dia.&#8221; Maka Nabi mengatakan sallallahu alaihi wasallam, &#8220;Sodq benarmaq fadani bait.<br \/>\n(22:12) &#8221; Kemudian masuk ke rumahnya dan aku disuruh masuk sama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Aku dikasih tongkat sama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Engkau pegang tongkat ini di sisimu wahai Abdullah bin Urais. Fakju biha alanas. Aku bawa tongkat itu. Maka bertemu dengan orang-orang. Orang tanya, &#8220;Tongkat apa ini?&#8221; Aku dikasih Nabi sallallahu alaihi wasallam. Aku disuruh pegang dia.<br \/>\n(22:40) Loh, engkau enggak tanya buat apa? Maka kemudian kembali menjumpai Nabi sallallahu alaihi wasallam. Faqulu, ya Rasulullah, kenapa engkau berikan kepadaku tongkat ini sebagai tanda antara aku sama engkau pada hari kiamat? Dia punya tanda yang dia akan bawa pada hari kiamat. Inna aqlanas almutakhasirun. Sesungguhnya yaumaidzin ya orang yang paling sedikit pada hari kiamat itu adalah orang-orang yang bersandar menggunakan tongkat ya atau bersandar memegang ee memegang pinggulnya ya disebut mutakhasir.<br \/>\n(23:29) Maka sama Abdullah bin Una tongkat itu diikat sama pedang. Terus dia bawa ke mana pun dia pergi. Sampai ketika dia mati, dia minta dimasukkan di dalam kafannya. Dia hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal rahimahullahu taala. Itulah salah satu sahabat yang diutus oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk membunuh musuh sendirian, Abdullah bin UIS.<br \/>\n(24:05) Di sinilah kita cerita nih, ternyata yang mendengarkan hadis dari Nabi alaihialatu wasalam tentang kejadian di hari kiamat itu adalah Abdullah bin Unais. Fabaatu ilaihi anna jabrin bil. Maka kemudian dia menuju ke rumahnya Abdullah bin Unais di Syams itu. Lalu dia kirim orang sampaikan kepada Abdullah bin Unais, &#8220;Ada Jabir di pintu. Enggak masuk Jabir nungguin di pintu.<br \/>\n(24:39) &#8221; Lalu yang diutus ini disuruh tanya sama Abdullah bin, &#8220;Siapa Jabir?&#8221; Siapa ini? Jabir bin Abdillah. Kembalilah utusan ini. Jabir bin Abdillah. Engkau ini Jabir bin Abdillah. Karena Jabir bin Abdullah di Madinah gitu loh. Kok tahu-tahu ada di depan pintu rumahnya. Faqulu naam. Iya betul. Lalu akhirnya Abdullah bin Una ketika tahu yang datang adalah Jabir bin Abdillah dia keluar jemaah.<br \/>\n(25:12) Faanaqani maka aku dipeluk ya. oleh Abdullah bin Unais. Jadi biasanya tadi mereka saling memeluk itu ketika rindu tentunya lama enggak jumpa. Ahibati fillah. Q Jabir ngomong menyampaikan maksud kedatangan dia. Haditun balagani lam asmau. Ada sebuah hadis yang sampai kepadaku dan aku belum mendengar hadis itu. Khasitu an amut au tamut.<br \/>\n(25:53) Aku ini melakukan perjalan panjang karena aku khawatir. Boleh jadi aku yang mati duluan atau engkau yang mati duluan. Apa urusannya jemaah? Oke. Jabir mati enggak dengar hadis itu atau Abdullah bin Una mati, Jabir tidak mendengar hadis itu juga. Ketika seorang tidak paham dengan fadilah ilmu, maka mungkin dia akan berpikir yang dilakukan Jabir bin Abdullah sia-sia.<br \/>\n(26:26) Apa sih cuma satu hadis? Yarfaillahulladzina amanu minkum. Walladinaul ilma darajan. Allah itu mengangkat derajat orang-orang beriman di antara kalian dan yang dikasih ilmu beberapa derajat lagi, Jemaah. Jadi satu hadis ini adalah mengangkat derajat ahibati fillah. Maka kemudian Abdullah bin Unais menyampaikan, samiun Nabiya shallallahu alaihi wasallam yaakul.<br \/>\n(27:04) Aku mendengar Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersabda, &#8220;Yahsyurullahul ibada ainasa.&#8221; Allah kelak akan menghimpun hamba-hamba atau manusia dalam kondisi uratan gurlan buhman. Kalimat urah artinya telanjang. Mereka tidak berpakaian.<br \/>\n(27:41) Jadi manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar itu dalam kondisi tidak berpakaian. Enggak ada ceritanya orang mau gaya dengan pakaian. Sekarang yang terjadi di masyarakat ya mereka peduli dengan outfit dia, pakaian dia, jam dia, penampilan dia. Nanti di hari kiamat engkau akan dibangkitkan dalam kondisi teranjang. Enggak ada baju yang kau pakai.<br \/>\n(28:04) Tidak ada yang bisa engkau banggakan dari harta yang kau miliki. Di riwayat lainnya, Aisyah radhiallahu taala anha mendengarkan Nabi alaihialatu wasalam juga bersabda. Sama sabdanya kira-kira ketika Nabi menyebutkan sallallahu alaihi wasallam manusia dibangkitkan dan dihimpun dalam kondisi telanjang.<br \/>\n(28:30) Aisyah bertanya, &#8220;Ya Rasulullah, arijalu wisa yuru ba&#8217;duhum baad.&#8221; Itu laki-laki dan wanita saling melihat. Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Alamru asyaddu min ayyahummuhum dzaka. Kondisinya sangat dahsyat, menakutkan. Orang enggak mikirkan untuk ngelihat kepada orang lain. Yang ada dalam benak mereka adalah dirinya nafsina nafsi. Dia enggak akan lihat orang, dia sendiri telanjang.<br \/>\n(29:05) Gurlan belum disunat. Jadi, subhanallah, manusia yang mati membusuk menjadi tulang, hancur tulangnya. Allah akan bangkitkan lagi sebagaimana dia dilahirkan oleh ibundanya. Belum disunat. Allah azza wajalla berfirman, &#8220;Kama badaakum ta&#8217;udun.&#8221; Sebagaimana Allah memulai kalian dalam kondisi belum disunat, begitu pula hari kiamat kalian akan dibangkitkan dalam kondisi belum disunat.<br \/>\n(29:48) Buhman. Nabi menyebutkan yang ketiga, mereka telanjang belum disunat. Buhman. Kalimat buhman ini tidak dipahami oleh para sahabat. Maka mereka bertanya kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam, &#8220;Ma Buhman?&#8221; Apa yang dimaksud dengan Buhman? Orang kalau enggak paham itu bertanya. Jangan sok tahu, jangan sok ngerti.<br \/>\n(30:20) Sebagian kita ada yang sampai mati enggak pernah tanya tentang urusan agamanya. Padahal dia enggak tahu apa-apa. Tapi memang karena dia enggak tertarik dengan ilmu, tidak peduli dengan amaliah ibadah dia, yang penting dia beramal. Ketika tidak mengerti, Allah mengatakan, &#8220;Fas&#8217;alu ahlikri in kuntum la tamun.<br \/>\n(30:47) &#8221; Bertanyalah kepada orang yang berilmu ketika engkau enggak tahu. Maka para sahabat bertanya, &#8220;Ma buhman?&#8221; Apa? Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, &#8220;Laisa maahum syai.&#8221; Mereka tidak membawa apa-apa. Enggak ada yang mereka bawa. Mungkin di dunia dia punya jam yang mahal, punya cincin, dia punya kendaraan, dia memiliki uang yang banyak, emas yang bertumpuk-tumpuk.<br \/>\n(31:27) Tapi pada hari kiamat yaum yanfa wala banun. Hari di mana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. Karena sejatinya kau akan datang sendirian dan kau akan memikirkan dirimu sendiri. Anak-anakmu juga memikirkan diri mereka sendiri. Bahkan pada hari itu yaumfirul maru min akhi wa ummihi wa abhi wasahibatihi waai orang akan lari meninggalkan saudaranya meninggalkan ayahandanya ibundanya ayahnya istrinya anak-anaknya dia hanya memikirkan dirinya sendiri dia tinggalkan semua itu. Ya. Lalu Nabi alaihialatu wasalam<br \/>\n(32:16) menjelaskan, &#8220;Fayunadiim.&#8221; Lalu Allah menyeru mereka, memanggil mereka di padang mahsyar itu bisautin dengan suara. Yasmuhu man baabu kama qasma. Yang suaranya didengar oleh orang yang jauh sebagaimana orang yang dekat. sama jauh dekat suara itu sampai kepada mereka dan Allah memanggil mereka dan Nabi menyebutkan bisa baut dengan suara dan kita tahu laisa kamlihi tidak ada yang menyerupai Allah azza waalla wahui samiul bir tapi dia maha mendengar dan maha melihat jadi kita menetapkan sifat yang Allah tetapkan untuk dirinya dan Nabi alaihialatu wasalam menetapkan<br \/>\n(33:10) untuk dirinya tanpa mencontohkan, memisalkan dan menyerupakan Allah dengan makhluk. Apa yang dikatakan Allah? Apa pangan Allah yang didengar oleh orang yang jauh dan dekat dengan sama? Analik. Akulah raja. Akulah pemilik yang sebenarnya. Di beberapa jalan hadis ini ada tambahan, analik, anad dayyan.<br \/>\n(33:50) Akulah raja, akulah yang berkuasa. Akulah yang mengangkat dan menaruh. Aku yang meninggikan dan merendahkan. Aku yang memberi dan aku yang menghalangi. Aku yang membentangkan dan aku yang menyempitkan. Aku yang menghidupkan dan mematikan. Analik. Allah menyebutkan di surat Ali Imran. Ya. Qulillahummaikal mulk tuttil mulka man tasya.<br \/>\n(34:25) Allah itu malikul mulk. Allah pemilik kerajaan. Allah pemilik kepemilikan. Manusia enggak punya apa-apa. Itu datang pada hari kiamat telanjang, enggak bawa apa-apa. Enggak punya apa-apa kita sebenarnya, jemaah semuanya milik Allah azza waalla. Tapi sekarang nampak ada orang-orang yang menjadi raja, yang berkuasa, yang punya ini, punya itu, dia punya mobil PPKB atas nama dia, dia punya tanah SHM atas nama dia, dia merasa memiliki.<br \/>\n(34:59) Padahal semuanya milik Allah. Maka pada hari kiamat tuh ketika manusia dikumpulkan, Allah mengatakan analik. Di surat Ghafir ayat 16 Allah mengatakan, &#8220;Limanil mulkul yaum.&#8221; Milik siapa kerajaan hari ini? Lillahil wahidil qohar. Milik Allah yang esa, yang tunggal, yang maha perkasa. Di hadis yang lain Allah mengatakan, &#8220;Anal malik.<br \/>\n(35:40) &#8221; Dan Allah bertanya, &#8220;Aina mulukul ard?&#8221; Mana raja-raja di bumi? Mana mereka? Enggak ada. Malu orang menguaku raja, baju aja enggak punya, enggak bawa apa-apa yang ada dalam benak dia, dosa yang dia bawa mungkin. Dan adapun anadayan artinya aku akan memberikan balasan. atas semua perbuatan. Kalau itu kebaikan akan dibalas kebaikan. Kalau itu keburukan maka dibalas dengan keburukan.<br \/>\n(36:19) Lalu Allah mengatakan, &#8220;La yanbaghi liahadin min ahlil jannah yadkhul jannah.&#8221; Ai tidak pantas enggak boleh ada seorang dari penghuni surga dia masuk surga. Wa ahadun min ahlinarlubuh. Sedangkan ada penghuni neraka yang pernah dizalimi sama dia dan belum dibalas. Jadi ada orang masuk surga, Allah masukkan dia ke surga dengan rahmatnya.<br \/>\n(36:51) Tapi ternyata nih orang pernah menzalimi orang kafir umpamanya. Dan orang kafir itu dihukum masuk neraka. Allah akan tegakkan keadilan. Gak ada yang dizalimin. Allah akan tegakkan timbangan-timbangan keadilan. Maka enggak akan ada orang masuk surga kemudian ternyata ada satu penghuni neraka atau dua atau berapa yang pernah dizalimi oleh penghuni surga ini. Enggak bisa dia masuk surga.<br \/>\n(37:24) Selesaikan dulu urusan. Allah akan tegakkan keadilan. Ya tentunya qisas. La yanbagia liahadin min ahl jannah yadkhul jannah. Dan tidak boleh ada seorang masuk surga. Hmm. Namam. Namam. Tunggu sebentar. Dan tidak boleh liahadin min ahlinar. Tidak ada seorang yang masuk neraka padahal ada penghuni surga yang sedang menuntut kezaliman yang dia lakukan.<br \/>\n(38:06) Ini orang sudah masuk neraka, divonis masuk neraka. Tapi ada penghuni surga yang dizalimi sama fulan. Enggak bakal untuk orang masuk neraka lebih dahulu sampai diambil haknya orang itu. Qlu waaif. Aku bertanya gimana wa inamaillah uratan buhman. Kita datang pada hari kiamat telanjang enggak bawa apa-apa.<br \/>\n(38:34) Kalau mungkin ana pernah ngambil uangnya fulan terus ana mau bayarnya pakai apa? Yang menipu, yang korupsi. Bayarnya pakai apa? Bil hasanati wasayiati. dengan kebaikan dan keburukan itu alat tukarnya nanti. Ketika orang ini dia penghuni neraka dan dia pernah menzalimi satu penghuni surga, maka ditambahkan dosanya ke orang ini sehingga tambah berat siksanya dia.<br \/>\n(39:10) Maka orang pada hari itu akan bakhil dengan kebaikannya. Jemah, orang tuanya mau minta, anaknya mau minta, yang dia pikirkan adalah diri dia sendiri. Maka ahibati fillah di bab ini dijelaskan tentang yang berkaitan dengan hukum berpelukan ya antara laki sama laki, perempuan sama perempuan atau antara orang tua sama anaknya atau antara ee saudara dengan saudarinya atau antara saudari dengan saudar, saudara dengan saudaranya itu diperbolehkan.<br \/>\n(39:49) Tapi tadi bukan sebuah rutinitas harian, tapi lebih kepada kondisi lama tidak berjumpa. Baik karena safar atau karena memang semua sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Barakallahu fik. Ini mungkin yang bisa kita kaji pada kesempatan kali ini. Hadis dari Abdullah bin UIS. Kita banyak mengambil pelajaran bagaimana Jabir bin Abdillah datang hanya untuk mendengarkan satu hadis, tidak datang untuk berdagang, tidak datang untuk jual beli atau ada urusan lainnya hanya untuk mendapatkan hadis tersebut. Barakallahu fik. Insyaallah kita masuk ke sesi tanya<br \/>\n(40:34) jawab. Ana kembalikan ke Ustaz Abu Lukman. Jazakumullah khair. Wajazakallahu khairan. Kami sampaikan kepada Ustaz Dr. Syafiq bin Riza Basalamah, MA hafidahullahu taala yang telah membimbing kita di kajian edisi malam hari ini langsung dari studio di STDI Imam Assyafi&#8217;i di Jember, Jawa Timur. Dan untuk selanjutnya kami undang Anda sahabat Roja di rumah untuk berpartisipasi dalam sesi tanya jawab.<br \/>\n(41:02) Anda dapat menghubungi kami di nomor 0218236543 baik secara langsung ataupun melalui pesan WhatsApp. Baiklah, untuk selanjutnya kita akan angkat pertama pertanyaan melalui Line telepon. Kami persilakan. Iya, silakan. Baik, tampaknya kita akan angkat pertanyaan pertama melalui pesan WhatsApp terlebih dahulu dari hamba Allah di Sumatera Selatan.<br \/>\n(41:47) Izin bertanya, Ustaz, terkait dengan kabar hari kiamat yang seolah tidak bisa diterima oleh akal, Ustaz. Bagaimana sikap kita dalam menyikapinya? Tafadol, Ustaz. Barakallah fik. Akal mana yang tidak bisa menerima hari kiamat? Kita tidak pernah menciptakan diri kita sendiri. Kita melihat ada matahari, ada rembulan. Kita melihat ada orang-orang zalim yang melakukan kezaliman, yang merampok, korupsi, membunuh.<br \/>\n(42:47) Apakah orang-orang yang seperti ini yang melakukan kezaliman sama dengan orang-orang melakukan ketaatan? Orang saleh yang baik hati. Ini orang zalim sampai mati enggak dihukum karena dia berkuasa. Umpamanya. Apakah orang ini tidak akan mendapatkan hukum? Jadi secara akal harus ditegakkan keadilan. Kok bisa ya? Antum pernah melihat satu daerah yang kerik mati sudah enggak ada apa-apa.<br \/>\n(43:20) Allah turunkan hujan tahu-tahu jadi hijau hidup bisa. Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Artinya kalau ada orang yang merasa tidak masuk di akal ya akal dia sih yang bermasalah ya. Ada yang mengatakan mana mungkin tulang belulang yang sudah hancur di hidupkan kembali oleh Allah azza waalla. Kalian penciptaan manusia itu lebih sulit, lebih rumit.<br \/>\n(43:56) Apa penciptaan langit jemaah yang besar sekali? Ada miliaran bintang-bintang di sana. Mana yang lebih rumit? Mana yang lebih sulit? Gitu. Jadi untuk menghadapi mereka sebenarnya kita ajak dia memikirkan tentang perjalanan hidup manusia. Bagaimana manusia ya? Ada yang tampan, ada yang biasa, ada yang kaya, ada yang miskin, ada yang berkuasa, ada yang rakyat jelata.<br \/>\n(44:36) Apakah seperti ini aja kehidupan? Makanya Allah utus rasul-Nya. Allah turunkan Al-Qur&#8217;an. Dan Al-Qur&#8217;an ini memberikan tantangan kepada seluruh umat manusia. Sejak zamannya Nabi Muhammad alaihialatu wasalam sejak lebih 1447 tahun yang lalu. Allah mengatakan, &#8220;Qul in kuntum fi rbin mimma nazzalna ala abdina.&#8221; Kalau kalian ragu dengan apa yang kami turunkan, kata Allah kepada hamba kami, maka datangkan satu surat, satu saja seperti surat Al-Qur&#8217;an yang paling pendek, inna aoakal kautar.<br \/>\n(45:22) Umpamanya datangkan satu surat wadu syuhadaakum min dunillah min dunillah. Kalian panggil, kumpulkan semua manusia untuk membuat satu surat. sekarang dengan ada teknologi AI mungkin silakan bikin satu surat dan enggak ada yang bisa dan ini menjadi bukti bahwa ini mukjizat sampai hari kiamat.<br \/>\n(45:50) Jadi kalau ada orang-orang yang mengatakan tidak masuk akal dan itu sudah terjadi ya bagaimana orang-orang musyrikin Quraisy ya yang mereka merasa enggak akan terjadi kiamat. Mereka tanya kapan kiamat itu? Kapan kiamat? Kiamat itu dekat dan kehancurannya sudah mulai kita lihat. Tanda-tanda kiamat yang disebutkan oleh Nabi Muhammad alaihialatu wasalam telah terbukti nyata. Terbukti.<br \/>\n(46:22) Di antara tanda-tandanya engkau akan melihat orang-orang Badui itu, orang-orang Arab itu berlomba-lomba meninggikan bangunan. Padahal di masa Nabi alaihialatu wasalam bangunan orang yang pendek-pendek. Sekarang kita melihat nyata bangunan tertinggi di dunia itu bukan di Indonesia, bukan di Singapura, bukan di Malaysia, bukan di Eropa, bukan di Amerika, tapi di Arab sana.<br \/>\n(46:53) yang notabenya mereka adalah orang-orang yang hidupnya nomaden. Tahu-tahu mereka punya bangunan seperti itu. Jat itu dengan nyata. Ini menjadi bukti kebenaran apa yang disampaikan Rasul sallallahu alaihi wasallam. H wallahuam bab. Jazakallahu khairan ustaz atas penjelasannya. Dan berikutnya kita akan angkat kembali pertanyaan insyaallah melalui Line telepon di 0218236543.<br \/>\n(47:25) Kami persilakan. Iya. Iya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan siapa? Di mana Bapak? Eh hamba Allah Yunaldi di Kabupaten Agam Sumatera Barat. Pak Ustaz. Baik. Silakan Bapak. ee yang ingin ditanyakan pertama yaitu mengenai zakat ee mal atau zakat kekayaanu kekayaan simpanan uang atau emas atau zakat hasil pertanian yang sampai sinisap ataupun percernakan.<br \/>\n(48:07) Ah, ini apakah boleh dikeluarkan zakatnya untuk pembangunan masjid atau mobiler masjid? Ah, itu yang saya pertanyakan. Kemudian, apakah orang kafir itu tidak mengeluarkan zakat dia yang berada di negara Indonesia negara yang maam? Ah, dua pertanyaan itu. E terima kasih. Jazakumullah khairan. Wazakumullahu khairan. Tafadol ustaz.<br \/>\n(48:46) Masyaallah. Barakallahu fikum. Nam ahibati fillah berkaitan dengan zakat ya. Pertanyaannya, apakah zakat mal itu boleh diberikan kepada masjid untuk pembangunan masjid? Ya. Ee di surah at-Taubah Allah menyebutkan di ayat 60 tentang delapan asnaf, delapan golongan yang mereka berhak menerima zakat mal.<br \/>\n(49:23) Allah sebutkan innamaqatu lil fuqar wal masakin wal amilina alaiha wal muallafatiubuhum. Allah sebutkan zakat itu diperuntukkan untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, mualaf, wafir riqab, untuk membebaskan Buddha. Wal garimina wa fiabilillah. Dan untuk orang yang terlilit hutang dan untuk fisabilillah dan ibnus sabil.<br \/>\n(49:58) Ucapan fisabilillah ini jumhur ulama berpendapat adalah untuk jihad fisabilillah. Jadi khusus untuk jihad. Maka untuk masjid, untuk sekolahan maka enggak bisa. Ini menurut jumhur ulama. Tapi ada sebagian ulama yang mengatakan enggak fisabilillah umum gitu loh. Sehingga boleh untuk dakwah, untuk membangun masjid umpamanya. Walaupun pendapat ini pendapat sedikit dari ulama ya.<br \/>\n(50:32) Ada yang membolehkan hal itu, tapi banyak yang tidak membolehkan. Maka kalau ada uang sedekah, gunakan sedekah untuk membangun masjid. Tapi kalau memang tidak ada dan kondisi masjidnya benar-benar sangat membutuhkan untuk dibangun dan direnovasi dan tidak ada orang yang memiliki harta di sana, maka mungkin mengeluarkan zakat untuk itu diperbolehkan.<br \/>\n(50:57) Adapun berkaitan dengan apakah orang-orang kafir mengeluarkan zakat? Tidak. Mereka tidak mengeluarkan zakat. Sejatinya orang-orang kafir yang dahulu hidup di negeri Islam, mereka punya kewajiban membayar jiziah. Membayar jiziah. Jiziah itu ya seperti ee yuran yang diwajibkan atas mereka untuk dibayarkan kepada pemerintah Islam. H wallahuamab.<br \/>\n(51:29) Jazakallahu khairan ustaz atas penjelasannya. Dan berikutnya kembali kita angkat pertanyaan melalui pesan WhatsApp Ustaz dari Bapak Geigi. Izin bertanya Ustaz zalim itu apa saja ya Ustaz? Saya khawatir melakukan kezaliman yang akan dihisab di yaumil hisab. Saya khawatir zalim ke orang yang paling dekat saya seperti istri, saudara, orang tua, maupun anak.<br \/>\n(51:55) Mohon penjelasan tentang zalim, Ustaz. Tafadol, Ustaz. Barakallah fik. Ya, bicara zalim itu adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya. Itu yang disebut zalim. Mengambil hak orang lain itu adalah kezaliman. Me memaki orang. Ini kalau kita bicara ya kezaliman yang paling nyata adalah syirik kepada Allah azza waalla.<br \/>\n(52:33) Adapun kezaliman sesama makhluk ya tadi mengambil haknya tidak menjalankan kewajiban yang seharusnya dia lakukan kepada orang tersebut. Ya, kalau bicara suami istri tidak, suami tidak menjalankan tugasnya, tidak memberikan nafkah dengan baik, suami tidak menggauli istrinya dengan baik, Allah mengatakan waasyiruhunna bil mar&#8217;ruf. Maka itu kezaliman memaki.<br \/>\n(53:04) Ya, jadi kezaliman itu bertingkat-tingkat ya. Bertingkat-tingkat. Dan Allah azza waalla mengatakan dalam sebuah hadis qudsi, inni haram dululma ala nafsi w&#8217;altuhu bainakum muharraman fala tadalam. Aku mengharamkan kezaliman atas diriku dan aku menjadikannya haram untuk kalian lakukan. Maka jangan saling menzalimi. Jadi meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya.<br \/>\n(53:28) Mengambil hak orang lain, menyakiti orang lain, baik itu dengan lisan, baik itu dengan perbuatan, ya. Kemudian kalau tadi mengambil harta orang lain ya, menipu orang lain. Jadi zalim itu sebenarnya tadi tidak memberikan hak orang lain, tidak melaksanakan kewajibannya kepada orang lain yang seharusnya dia lakukan.<br \/>\n(53:55) Seorang anak yang tidak melakukan kewajibannya kepada orang tuanya maka dia telah durhaka dan itu sebuah kezaliman. Orang tua yang tidak menunaikan kewajiban-kewajibannya kepada anaknya, tidak memberikan hak mereka, maka itu adalah kezaliman. Hadza wallahuam bab. Nam. Jazakallahu khairan ustaz atas penjelasannya. Dan untuk berikutnya pertanyaan kita angkat kembali melalui line telepon. Kami persilakan.<br \/>\n(54:23) Iya. Asalamualaikum. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Mohon maaf, Bapak bisa dikecilkan terlebih dahulu televisi atau radionyaar. Sebentar, Ustaz. Baik. Dengan siapa? Di mana Bapak? Dari Mayoya, Pamekasan, Ustaz. Dari Pamekasan. Silakan, Bapak. Sebelumnya, Ustaz, kami mohon maaf.<br \/>\n(54:54) Saya ini pakai nama udara yang nama saya nama udara. Kenapa ee kami memakai nama udara? Karena kalau nama yang jelas asli saya sudah di kampung ini sudah dikatakan ee sesat karena mengikuti selalu mengikuti radio LJA tu. Jadi saya memakai, maaf. Baik. Saya memakai nama udara tadi. Baik, silakan pertanyaannya Bapak.<br \/>\n(55:28) Pertanyaan begini, pertanyaan begini, Ustaz. Tadi ustaz menyinggung masalah taklid buta itu. Apakah yang mengikuti taklid buta dari nenek-nenek dan kaki-kaki itu? Apakah nenek-neneknya dan kakek-kakeknya itu dosa juga, Ustaz? Apakah kalau begitu ee saya apa ya pakai istilah bahasa saya jariah yang delayalah gitu. Terima kasih. Mohonnya ustaz. Terima kasih. Asalamualaikum.<br \/>\n(56:08) Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Tafadal ustaz. Masyaallah. Barakallah fik. Iya. Ini pertanyaan yang menarik jemaah ya. Bagaimana dengan seorang yang mengikuti nenek moyangnya? Kalau yang diikutin itu kebaikan, insyaallah mereka akan dapat pahala. Tapi kalau yang diikutin kesalahan dan keburukan, maka mereka akan dapat dosa.<br \/>\n(56:45) Kalau dikatakan dosa jariah, naam Nabi alaihiatu wasalam menyebutkan, &#8220;Man sanna sunatan hasanah falahu ajruha wa ajru man amila biha min ba&#8217;dihi ila yaumilqiamah minq ujurih.&#8221; Barang siapa yang memberikan contoh kebaikan, maka orang ini dapat pahala karena memberikan contoh kebaikan. Dan dia akan dapat pahala orang yang mencontoh dia sampai hari kiamat tanpa mengurangi pahala mereka.<br \/>\n(57:17) Jadi kalau perbuatan baik ini pahalanya 10 kemudian diikutin sama orang, orangnya dapat pahala 10 juga. Nih orang dapat 10 tambahan karena diikutin sama orang. Terus pahala itu sampai hari kiamat, Jemah. Makanya orang yang memberikan contoh kebaikan insyaallah pahalanya besar sekali. Dia membuat orang-orang jadi mengikuti jalan yang lurus, maka insyaallah dia akan mendapatkan pahala yang dia enggak tahu hitungannya seperti apa kelak pada hari kiamat.<br \/>\n(57:58) Tapi kalau keburukan sama. Man sanna sunnatan sayyiatan. Barang siapa yang memberikan contoh keburukan buruk yang dia lakukan kemudian diikutin oleh orang-orang setelah dia, dia dapat dosa karena keburukan yang dia lakukan. Kemudian dia akan dapat dosa karena dicontoh sama orang.<br \/>\n(58:26) Dosanya orang itu dia akan dapat juga sampai hari kiamat tanpa mengurangi dosa-dosa mereka. Kalau tadi bicara dosa jariah, naam artinya dosa yang berjalan terus. Orangnya sudah mati, orangnya di kuburan, tapi dosanya terus bersambung sama dia. Maka di sini diperlukan ilmu untuk beramal. Alilmu qoblal quuli wal amal. Kata Imam Bukhari, berilmu sebelum berucap dan beramal.<br \/>\n(59:06) Jangan bermudah-mudahan mencontoh yang boleh jadi contohnya ini salah, gitu. Maka hendaklah seorang bertanya. Dengan bertanya dia akan tahu. Tadi cerita sahabat yang tidak paham tentang makna Buhman. Dia tanya apa makna Buhman? Tadi Jabir bin Abdillah yang meninggalkan kota Madinah.<br \/>\n(59:33) menuju ke Syam demi mendapatkan satu hadis karena dia tahu bagaimana keutamaan ilmu. Maka semoga kita semua semangat ya untuk belajar dan tidak fanatik buta terhadap ajaran nenek moyang. Karena orang-orang musyrikin ketika mereka didakwahi sama Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam selalu alasannya nenek moyang kami dari dulu seperti itu. Mbah-mbah kami. Loh kalau mereka benar enggak apa-apa diikutin.<br \/>\n(1:00:06) Tapi kalau ternyata yang mereka lakukan dikritisi. Enggak benar loh. Nabi Muhammad alaihialatu wasalam ketika mengkritisi peribadatan orang-orang musyrikin, apa kata mereka? Ini budaya kami. Ini tradisi kami. Inna wajadna abaana ala ummah. Kita mendapati nenek moyang kami melaksanakan ajaran ini dan kami akan terus melakukannya. Ya, kalau engkau mau seperti itu silakan.<br \/>\n(1:00:41) Semua orang itu punya kebebasan memilih. Allah mengatakan, &#8220;Famanyaa falyukmin wam syaa falyakfur.&#8221; Yang mau beriman silakan, yang mau kafir silakan. Bebas. Tapi semua akan menanggung konsekuensi dari apa yang dilakukan. Barakallahu fik jemaah. Mungkin itu menjadi pertanyaan penutup kita pada kesempatan kali ini. Ana mohon maaf. Semoga kita bisa berjumpa kembali pada kesempatan yang lainnya.<br \/>\n(1:01:05) Dan semoga senantiasa dalam lindungan Ilahi ana kembalikan ke Ustaz Abu Luqman dan ana mohon undur diri. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan jazakallahu khairan kepada Ustaz Dr. Syafiq bin Riza Basalamah, MA.<br \/>\n(1:01:29) hafidahullahu taala yang telah membimbing kita di kajian edisi malam hari ini langsung dari studio di STDI Imam Assyafi&#8217;i di Jember, Jawa Timur. Dan kami ucapkan pula jazakumullahu khairan untuk Anda, sahabat Roja di mana pun Anda berada. Semoga ilmu yang kita pelajari di kesempatan malam hari ini menjadi ilmu yang bermanfaat. Dan kami mohon maaf banyaknya pertanyaan yang belum bisa kita ajukan di kesempatan malam hari ini.<br \/>\n(1:01:53) Semoga Allah pertemukan kita kembali di kajian kajian berikutnya di Roja TV dan Radio Roja khususnya bersama Ustaz Dr. Syafiq bin Riza Basalam HMA hafidahullahu taala di setiap hari Senin malam pukul .00 malam waktu Indonesia bagian barat sampai dengan selesai. Kami dari studio undur diri. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.<br \/>\n(1:02:29) R TV [Musik]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(81) [LIVE] Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. | Adabul Mufrad &#8211; YouTube Transcript: (00:04) Para pendengar dan pemirsa Roja TV di mana pun Anda berada. Kami akan hadir bagi Anda para pemirsa Roja TV yang saat lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung. Roja TV, saluran tilawah Alquran dan kajian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3510","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rodjatv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. | Adabul Mufrad - Transkrip<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-dr-syafiq-riza-basalamah-m-a-adabul-mufrad\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. | Adabul Mufrad - Transkrip\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(81) [LIVE] Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. | Adabul Mufrad &#8211; YouTube Transcript: (00:04) Para pendengar dan pemirsa Roja TV di mana pun Anda berada. Kami akan hadir bagi Anda para pemirsa Roja TV yang saat lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung. Roja TV, saluran tilawah Alquran dan kajian [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-dr-syafiq-riza-basalamah-m-a-adabul-mufrad\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Transkrip\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-24T14:22:13+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"25 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-dr-syafiq-riza-basalamah-m-a-adabul-mufrad\/\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-dr-syafiq-riza-basalamah-m-a-adabul-mufrad\/\",\"name\":\"Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. | Adabul Mufrad - Transkrip\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-11-24T14:22:13+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-24T14:22:13+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-dr-syafiq-riza-basalamah-m-a-adabul-mufrad\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-dr-syafiq-riza-basalamah-m-a-adabul-mufrad\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-dr-syafiq-riza-basalamah-m-a-adabul-mufrad\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. | Adabul Mufrad\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\",\"name\":\"Transkrip\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\"],\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. | Adabul Mufrad - Transkrip","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-dr-syafiq-riza-basalamah-m-a-adabul-mufrad\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. | Adabul Mufrad - Transkrip","og_description":"(81) [LIVE] Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. | Adabul Mufrad &#8211; YouTube Transcript: (00:04) Para pendengar dan pemirsa Roja TV di mana pun Anda berada. Kami akan hadir bagi Anda para pemirsa Roja TV yang saat lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung. Roja TV, saluran tilawah Alquran dan kajian [&hellip;]","og_url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-dr-syafiq-riza-basalamah-m-a-adabul-mufrad\/","og_site_name":"Transkrip","article_published_time":"2025-11-24T14:22:13+00:00","author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"25 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-dr-syafiq-riza-basalamah-m-a-adabul-mufrad\/","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-dr-syafiq-riza-basalamah-m-a-adabul-mufrad\/","name":"Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. | Adabul Mufrad - Transkrip","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website"},"datePublished":"2025-11-24T14:22:13+00:00","dateModified":"2025-11-24T14:22:13+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-dr-syafiq-riza-basalamah-m-a-adabul-mufrad\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-dr-syafiq-riza-basalamah-m-a-adabul-mufrad\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-dr-syafiq-riza-basalamah-m-a-adabul-mufrad\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. | Adabul Mufrad"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/","name":"Transkrip","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/ngaji.id\/tran"],"url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3510"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3510"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3510\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3511,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3510\/revisions\/3511"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3510"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3510"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3510"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}