{"id":3519,"date":"2025-11-24T21:23:32","date_gmt":"2025-11-24T14:23:32","guid":{"rendered":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?p=3519"},"modified":"2025-11-24T21:23:33","modified_gmt":"2025-11-24T14:23:33","slug":"ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-syarah-riyadhus-shalihin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-syarah-riyadhus-shalihin\/","title":{"rendered":"Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. &#8211; Syarah Riyadhus Shalihin"},"content":{"rendered":"<p>(81) [LIVE] Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. &#8211; Syarah Riyadhus Shalihin &#8211; YouTube<br \/>\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"[LIVE] Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. - Syarah Riyadhus Shalihin\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/azPwHdmVM2g?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Transcript:<br \/>\n(00:00) Radio Roja Bandung 104.3 mm FM [Musik] menyebar cahaya sunah. Inalhamdalillah nahmaduhu wastainuhu wastagfiruh w nauzubillahi min syururi anfusina wamati amalina man yadihillah fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh Q Allahu taala fi kitabihin karim.<br \/>\n(00:46) Ya ayyuhalladzina amanutqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun. Amma ba&#8217;d. Kita lanjutkan saudaraku seiman kita masuk ke babut taubah. Bab taubat. Kita masuk hadis yang ke-13 an Abi Hurairah radhiallahu anhu qal samitu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yaakul wallahi inni la astagfirallaha wa atubu ilaihi fil yaumi miata marah ya aksar min sab marah rahul bukhari Hadis 14-nya.<br \/>\n(01:41) Wail Agar bin Yasar almuzani radhiallahu anhu qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ya ayyuhannas tubu ilallah wastagfiruh fainni atubu fil yaumi miata marrah. Rahu muslim. Dari Abu Hurairah semoga Allah meredainya. Ia berkata, &#8220;Aku mendengar Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam bersabda, &#8220;Demi Allah, sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepadanya dalam sehari itu lebih dari 70 kali.&#8221; Dar Imam Bukhari.<br \/>\n(02:26) Dan dari al-Aghar bin Yasar Al-Muzani semoga Allah meridainya. Ia berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, &#8220;Ya ayyuhannas, wahai manusia tubu ilallah. Bertobatlah kalian kepada Allah wastagfiru. Dan mohonlah ampun kepada Allah. Fainni atubu fil yaumi miata marah.&#8221; Karena aku dalam sehari bertaubat itu 100 kali.<br \/>\n(02:57) Di Muslim. Sodqah seiman di sini Nabi sallallahu alaihi wasallam menganjurkan umatnya untuk memperbanyak istigfar. Dan Rasulullah memberitahu bahwa beliau dalam sehari itu istigfar lebih dari 70 kali. Dalam yang lain 100 kali. Mungkin ada yang bertanya, &#8220;Kenapa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam taubat dan istigfar? Apa Rasulull sahu alaihi wasallam banyak dosa?&#8221; Buknya Rasulullah sahu alaihi wasallam maksum.<br \/>\n(03:36) Iya. Kita katakan yang pertama ini sebagai uswah untuk umatnya. Kalau Rasulullah sallallahu alaihi wasallam saja yang dijaga oleh Allah untuk jatuh ke dep kepada perbuatan dosa, banyak istigfar. Bagaimana dengan kita, Pak? Yang kita mungkin hampir setiap hari berbuat dosa. Saudaraku seiman rahimani warahimakumullah jam.<br \/>\n(04:10) Yang kedua ya disebutkan dalam hadis inni la yugad terkadang aku hatiku lalai dari mengingat Allah. Faasttagfirullah lalu aku pun mohon ampun kepada Allah subhanahu wa taala. Itu menunjukkan bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, Pak, ya mohon ampun kepada Allah karena kelalaian beliau untuk istigfar, e, untuk berzikir kepada Allah subhanahu wa taala. Iya.<br \/>\n(04:44) Maka dari itu secara rus iman kalau Rasulullah sallallahu alaihi wasallam banyak istigfar padahal beliau subhanallah manusia terbaik, manusia yang sangat sedikit ya bahkan mungkin tidak pernah berbuat dosa. Bagaimana dengan kita? Dari dua hadis ini kita ambil faedah kata Syekh Salim, jawazul qasam alasai takqidanlah.<br \/>\n(05:13) Bolehnya bersumpah untuk menekankan suatu perkara. Karena di sini Rasul Sallahu Alaih Wasam bersumpah, &#8220;Pak, demi Allah ya aku setiap harinya beristigfar lebih dari 70 kali. Faedah yang kedua, hadul ummah alat taubah wal istigfar. Anjuran umat untuk banyak taubat dan istigfar. [Musik] Dan istigfar itu, saudaraku seiman, manfaatnya di dunia dan akhirat.<br \/>\n(05:56) Adapun di dunia orang yang banyak istigfar dibukakan untuknya pintu-pintu rezeki, Pak. Sebagaimana Allah mengatakan dalam surat Nuh, faqul tustaagfiruakum innahuana garo yursilama alaikum wumdidukum biamwalinakum jannatiakum anhar. Maka aku berkata kepada kaumku, istigfar kalian minta ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha pengampun.<br \/>\n(06:34) Niscaya Allah akan kirimkan kepada kalian hujan yang lebat dan Allah akan berikan kepada kalian harta dan anak-anak. Dan Allah akan jadikan untuk kalian kebun-kebun dan sungai yang mengalir. Masyaallah. Pernah datang kepada Al-Han Albashri yang satu mengadu ya sudah lama enggak punya anak. Apa kata Al-Han? banyak istigfar.<br \/>\n(07:06) Yang satu lagi mengadu kekeringan. Kata Al-Han banyak istigfar. Iya. Yang satu lagi mengadu akhal Islam suruh seiman ya tentang kesusahan. Kata Al-Han, banyak istigfar karena memang istigfar itu ya akhi membuka pintu rezeki. Iya. Yang kedua, keuntungan di dunia apa, Pak? Bahwa selama kita istigfar, selama suatu kaum itu istigfar, selama itu pula Allah akan menahan azabnya.<br \/>\n(07:52) Allah berfirman, &#8220;Wama kanallahu muadzibahum wahum yastagfirun.&#8221; Allah tidak akan mengazab mereka selama mereka masih istigfar. Tuh lihat. Selama mereka masih istigfar, selama itu Allah tidak akan mengazab mereka. Makanya ya Allah masih menahan nih ke apa di kepada kita, Pak di BMKB ya. Udah dibilang aja bakalan ada megatrus lah, gempa lah dan yang lainnya.<br \/>\n(08:29) Tinggal nunggu waktulah. Selama kita masih banyak istigfar, minta ampun kepada Allah, insyaallah tidak. Allah tidak akan timpakan azabnya, Pak. Tapi kalau kita sudah gak pernah lagi mau istigfar, gak mau lagi minta ampun, malah terus mau maunya berbuat maksiat, ya. Ya, tak lama lagi mungkin Allah akan kirim kepada kita azabnya. Nauzubillah waliah.<br \/>\n(09:01) Akhal Islam, saudaraku se iman. Faedah selanjutnya, alikar min istigfarbah. Faal abdala yanfaquambin taksir. Memperbanyak taubat dan istigfar karena hamba itu tidak pernah lepas dari dosa. Iya. Semua manusia pasti banyak dosa, Pak. Sebagaimana Rasulullah bersabda, &#8220;Kullu bani Adam khat.&#8221; Setiap anak Adam itu khat.<br \/>\n(09:36) banyak salah, banyak dosa ya khain attawabun. Namun sebaik-baik orang yang berbuat dosa siapa? Yang segera bertaubat kepada Allah subhanahu wa taala. Faedah ya selanjutnya wujubut taubah alal a&#8217;yan. Wat taubat itu hukumnya fardu ain, bukan fardu kifayah, Pak. Fardu ain. Setiap kita wajib taubat.<br \/>\n(10:15) Makanya Allah berfirman dalam surat apa itu? Surah at-Tahrim. Ya. Ya ayyuhalladzina amanu tubu ilallahi taubatan nasuha. Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat yang nasuh. Apa itu tobat yang nasuh, Pak? Yaitu yang memenuhi tiga syarat yang sudah pernah kita sebutkan, ya. Yang pertama apa? Menyesali apa yang sudah kita lakukan.<br \/>\n(10:50) Yang kedua, meninggalkan dosa saat kita bertaubat. Yang ketiga, siapa yang masih ingat? Bertekad bulat untuk tidak pernah lagi apa? kembali kepada perbuatan dosa tersebut. Nah, ini yang disebut dengan taubat nasuh itu taubat yang terpenuhi padanya syarat-syaratnya, Pak. Adapun kalau misalnya enggak terpenuhi syaratnya ya dia belum bertobat dengan tobat yang nasuh akhlak.<br \/>\n(11:22) Faedah selanjutnya, al-ikhlasu fit taubah syartun fi qobuliha. bahwa syarat diterimanya tobat itu benar-benar ikhlas dari hati. ajzan khofan khq laakunu bittifaq. Siapa yang meninggalkan dosa karena misalnya takut dijelek-jelekin orang atau karena enggak ada fasilitasnya ya, maka orang ini hakikatnya belum bertaubat dan kesepakan seluruh ulama.<br \/>\n(12:21) Jadi kalau misalnya kita meninggalkan dosa hanya karena takut dijelek-jelekin orang, itu bukan tbatnya. Namanya apa? Iya. Atau misalnya kita bertobat karena apa? Kita meninggalkan dosa karena enggak ada fasilitasnya. Mau berzina nyari pelacur enggak ketemu, akhirnya enggak jadi zina. Apa itu taubat? Ya bukan.<br \/>\n(12:48) Maka syarat taubat itu betul-betul ikhlas, jujur dari hati ya, bahwa dia betul-betul bertobat kepada Allah subhanahu wa taala. Hadis berikutnya, hadis yang ke-15. Waan Abi Hamzah anas ibni Malikin al-Anshari khadimi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam radhiallahu anhu qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.<br \/>\n(13:23) Lallahu afrahu bubbati abdihi min ahadikumqiri waqahu fi ard falatin muttafaqun alaih. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, &#8220;Demi Allah, lebih gembira melihat taubat hambanya dari seseorang yang jatuh dari untanya sementara ia sudah tersesat di padang pasir.&#8221; Wafiraten limuslim. Dan dalam muslim dengan lafaz lallahu asadduhan bubati abdiubu ilai ahadikumai minha faajarha waq minhilatih fainama hua kadalik idua biha qoimatanah Allahumma anta abdi wauk ak minidil farah.<br \/>\n(14:33) Allah lebih gembira ya dengan taubat seorang hamba ketika ia tbat kepada Allah dibandingkan seseorang dari kalian yang bersamanya untanya di padang pasir di mana untanya itu ya penuh makanan dan minuman dia. Lalu unta itu hilang. Lalu ia cari-cari ke sana kemari enggak ketemu sampai ia pun putus asa, Pak.<br \/>\n(15:06) Lalu ia pun mendatangi sebuah pohon. Lalu ia berbaring di bawahnya sementara ia sudah putus asa. Ya, ketika dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba untanya datang dan berdiri di sampingnya. Maka ia pun segera memegang tali apa? Tali kekang untanya lalu berkata saking gembiranya, &#8220;Ya Allah, Engkau hambaku, aku Tuhanmu.<br \/>\n(15:39) &#8221; Salah saking apa gembiranya? Hadis ini, Ibu-ibu dan Bapak sekalian, kita ambil faedah. Faedah yang pertama, isbat sifatil farah lillah wa sifatun taliqu bijalalihi wa kamalihi. Di antara sifat Allah yaitu Allah disifati dengan sifat gembira, Pak. Dan tentu sesuai dengan keagungan Allah ya. Tidak boleh disamakan dengan sifat makhluk, Pak.<br \/>\n(16:18) Jadi kalau kita meng apa namanya? Mendengar sifat gembira untuk Allah, jangan sekali-kali kita bayangkan dengan akal kita, Pak. Sebab kalau antum bayangkan yang terbayang apa? Yang terbayang orang lagi gembira. Ya, maka dari itu kewajiban kita tetapkan saja imani bahwa Allah disifati dengan sifat apa? Gembira. Bagaimana gembiranya Allah? Wallahuam.<br \/>\n(16:52) Kita enggak tahu ya. Allah berfirman, &#8220;Laisa kamitli wahua samiul basir.&#8221; Allah tidak serupa dengan apapun. Dan Allah maha mendengar lagi maha melihat. Allah mendengar, manusia mendengar. Apakah berarti mendengarnya Allah sama dengan mendengar manusia? Tidak. Allah melihat, manusia melihat. Apakah berarti melihatnya Allah sama dengan melihatnya manusia? Tidak.<br \/>\n(17:23) Demikian pula Allah gembira, manusia pun gembira. Apakah berarti gembiranya Allah sama dengan gembiranya manusia? Jawab tidak. Ya, jangan disamakan. Kaidah selanjutnya, siatu rahmatillah allati tatajawazuil musi. Hadis ini menunjukkan akan luasnya rahmat Allah. di mana Allah memaafkan hamba-hambanya yang banyak dosa.<br \/>\n(17:59) Ya, tidak ada dosa, Pak, yang tidak dimaafkan apabila pelakunya minta ampun kepada Allah. Sebanyak apapun dosa, selama dia minta ampun kepada Allah, Allah pasti ampuni. Itulah Allah yang sangat pemaaf sekali. Ya, berbeda dengan manusia. Seorang manusia terkadang susah banget buat maafin, Pak. Iya. Faah selanjutnya adamul muakhadah fil khairul muktamad.<br \/>\n(18:34) bahwa orang yang jatuh kepada kesalahan ya yang tidak sengaja akibat saking gembiranya misalnya, maka kesalahan ini dimaafkan. Karena orang ini, Pak, saking gembiranya ngomongnya salah. Ya Allah, Engkau hambaku, aku Tuhanmu. Ya, kalau dia ucapkan ini dengan sengaja, kafir dia murtad agama Islam. Tapi masalahnya dia ucapkan ini karena saking gembiranya, Pak sampai salah begitu.<br \/>\n(19:16) Maka Allah berfirman, &#8220;Rabbana la tuakhidna inn nasina a akhta.&#8221; Wahai Rabb kami, janganlah sanksi kami jika kami salah tak sengaja atau lupa.&#8221; Ya, maka orang yang seperti ini dimaafkan ibu-ibu dan bapak sekalian. Makanya ya yang rajih dari pendapat para ulama, kalau ada suami yang mengucapkan talak karena saking marahnya luar biasa, maka pendapat yang paling kuat tidak jatuh talaknya.<br \/>\n(19:57) Kenapa? Karena dalam keadaan zuhul e akalnya tertutup oleh emosi. Iya. Faidah selanjutnya manokanawallah yaq bihi ahw ma yakunu ilaiul maama falad wahdah rukunan maahu minzatamikaallah bihi waaihuahu siapa yang hatinya bersandar kepada sesuatu, maka biasanya Allah akan jadikan ia putus dengan sesuatu itu. Karena orang ini, Pak, ketika di padang pasir membawa apa? Untanya yang penuh makanan dan minuman.<br \/>\n(20:56) Dan dia merasa yakin dia tidak akan kelaparan karena punya unta. Hatinya bersandar ke unta. Apa yang terjadi? Allah jadikan untanya hilang pergi entah ke mana. Iya. Maka dari itu, Pak, terkadang ya ketika kita bersandar kepada sesuatu selain Allah, di antara rahmat Allah, Allah jadikan sesuatu itu hilang dari kita, Pak. Supaya kita sadar bahwa sesuatu ini tidak bisa memberikan manfaat, tidak bisa menolak apa? Mudarat yang bisa memberikan manfaat dan menolak mudarat hanya siapa? Allah Subhanahu wa taala. Makanya apa? Jangan sampai ya hati kita itu bersandar kepada sesuatu selain<br \/>\n(21:44) Allah. Jangan ya. Jangan sampai kita bersandar kepada skill kemampuan kita misalnya. Bersandar kepada usaha kita misalnya. bersandar kepada bos kita misalnya bersandar kepada tidak boleh hati kita hanya bersandar kepada Allah subhanahu wa taala saja faedah selanjutnya alistislam liamrillah khairun wa barokah menyerahkan urusan kepada Allah itu adalah kebaikan dan barokah ya lianna hadal abda lam aisa wuj Karena si hamba ini ketika sudah putus asa nyari untanya ke mana-mana, akhirnya dia serahkan semuanya kepada Allah. Illallahu<br \/>\n(22:41) alaihiatihi. Maka Allah pun mengembalikan kepadanya apa? Untanya. Ya. Ketika dia sudah apa namanya? bersandar kepada Allah saja sudah menyerahkan semuanya kepada Allah. Allah kasih. Ya, ini mirip, Pak, kejadiannya ketika di Perang Hunain. Di Perang Hunain, Pak. Kaum muslimin pasukannya 12.000 pasukan dan musuh musuhnya kaum Hawazin hanya 4.000.<br \/>\n(23:22) Apa kata sebagian kaum muslimin? Lan nuglab minqillah. Kita enggak bakalan kalah. Jumlah kita jauh lebih banyak dari mereka. Artinya mereka bersandar kepada jum jumlah. Apa yang terjadi coba? Pak Allah jadikan kalah Pak sampai lari tungganglanggang para sahabat. Iya. Sebagaimana Allah abadikan itu, Pak, kejadian tersebut dalam surat at-Taubah.<br \/>\n(23:57) Allah berfirman, &#8220;Laq nasarakumullahu fi mawinabatumitumirin. [Musik] Sungguh kami telah menolong kalian di peperangan yang banyak dan di perang Hunain.&#8221; Ingatlah kata Allah, saat itu kalian merasa ujub dengan jumlah kalian yang banyak. Padahal jumlah yang banyak itu tidak bermanfaat sama sekali untuk kalian. Karena kemenangan itu semuanya berasal dari siapa? Dari Allah.<br \/>\n(24:38) Bukan dari jumlah yang banyak, Pak. Iya. Maka bumi yang luas pun menjadi sempit atas kalian. Lalu kalian pun lari tungganglanggang ke belakang ketakutan. Fazzalallahu sakinatahu ala rasulihi waal mukminin. Maka Allah pun kemudian turunkan ketenangan kepada Rasul dan kaum mukminin.<br \/>\n(25:09) I ketika kaum mukminin kembali kepada Allah bertaubat dan hanya bertawakal kepada Allah baru Allah berikan kepada mereka apa? Kemenangan. Jangan pernah kita itu bersandar dengan ya kehebatan persenjataan senjata kita lebih mutakhir dan yang lainnya. Tidak. Ingat kemenangan semuanya dari siapa? Dari Allah Subhanahu wa taala. Fah selanjutnya alqtidau bin Nabi sallallahu alaihi wasallam fiil matsal lqbil makna.<br \/>\n(25:45) Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk memahamkan sesuatu terkadang dengan memberikan perumpamaan, Pak. Di situ Rasul sampaikan perumpamaan Allah lebih gembira dengan taubat hambanya yang dia bertaubat daripada seseorang yang dia ya di padang pasir bersamanya untanya yang penuh makanan dan minuman. Ini kan perumpamaan.<br \/>\n(26:15) Iya. Saudaraku seiman rahimani warahimakumullah jamian. Hadis ini kita ambil faedah selanjutnya saudaraku seiman. Alhad ala muhasabatin nafs ya. Anjuran untuk bermuhasabah, intropeksi diri ya. Karena yang namanya manusia itu ya pasti Pak banyak kesalahan, banyak kekurangan.<br \/>\n(26:46) Maka ya kata Umar, &#8220;Hasibu anfusakum qobla an tuabu.&#8221; Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab oleh Allah subhanahu wa taala. Hadis ini juga menunjukkan fadlut taubah, keutamaan taubat. Dan bahwasanya taubat itu membuat Allah gembira, Pak. Ya, Allah sangat gembira melihat hambanya yang bertauat itu. Subhanallah. Ya, hadis yang ke-16.<br \/>\n(27:19) W Nabi Musa Abdillah ibn Qais al-Asy&#8217;ari radhiallahu anhu anin Nabi shallallahu alaihi wasallam q innallaha taala yabsutu yadahu baili liyat musiun nahar. Musiul lail hatta tatluamsu min magribiha. Rawahu Muslim. Dari Abu Musa Abdullah bin Qais al-Asy&#8217;ari. Semoga Allah meridainya. Dari Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, &#8220;Sesungguhnya Allah Taala membuka tangannya di waktu malam agar menerima taubatnya orang yang bertauat di waktu siang.<br \/>\n(28:05) &#8221; Ya, untuk memberikan taubat orang yang berbuat dosa di waktu siang dan membuka tangannya di waktu siang ya agar bertaubat orang yang berbuat dosa di waktu malam sampai matahari terbit dari barat. Diam Muslim. Hadis ini kita ambil faedah kata Syekh Salim bin Id, isbatu sifatil yad lillah. Bahwa Allah itu punya tangan, Pak. Allah punya apa? Tangan.<br \/>\n(28:43) Ada berapa tangan Allah, Pak? Ada dua. Allah berfirman, &#8220;Bal yadahu mabsutotan yunfiqu kaifa yasya.&#8221; Justru dua tangan Allah itu terbuka kata Allah. Di sini Allah sedang membantah keyakinan orang Yahudi. Orang Yahudi mengatakan apa? Waqtil yahuduahi bimau berkata orang Yahudi itu, &#8220;Dua tangan Allah terbelenggu.<br \/>\n(29:19) &#8221; Ya, maksudnya apa? Maksudnya kata orang Yahudi, Allah itu pelit. Iya. aidihim justru tangan merekalah yang akan dibelenggu dan mereka akan mereka dilaknat terhadap ucapan mereka itu. Balyadahu mabsutatan justru dua tangan Allah terbuka. Iya. Yunfiqu kaifa yasya. Allah berinfak dengan apa yang Allah kehendaki.<br \/>\n(29:50) Berarti itu menunjukkan, Pak Allah punya tangan. Ya. Dan bahwasanya tangan Allah ada dua. Dan sebut ke dalam hadis waqilta yadaihi yamin dan dua tangan Allah itu kanan. Awas jangan dipikirin. Kalau dipikirin kanan dua-duanya gimana gitu ya. Enggak bisa. Enggak sama, Mas. Karena Allah tidak tidak boleh disifati dengan tangan kiri. Karena tangan kiri kan identik dengan kotoran, Pak.<br \/>\n(30:28) Identik dengan sesuatu yang tidak baik. Iya, Saudara Iman rahimani warahimakumullah jam. Bahkan dalam hadis disebutkan, Pak, bahwa Allah itu punya jari jemari. Sebutkan dalam hadis in bani adam baina usuain minahman. Sesungguhnya hati para hamba itu berada di antara dua jari jemari Allah. Iya. Maksudnya gimana, Ustaz? Jangan dipikirin. Enggak bakal kepikir.<br \/>\n(31:08) Di antara dua jari itu enggak harus jari Allah nempel. Enggak. Seperti kita katakan awan berada di antara langit dan bumi. Apakah awan nempel ke bumi atau ke langit? Ya enggak. Iya. Saudaraku iman rahimani warahimakumullah jamiah. Dalam hadis yang sahih juga ada orang Yahudi datang ke Rasulullah. Ya Muhammad, kami mendapatkan dalam Taurat bahwa Allah nanti pada hari kiamat akan menyimpan tanah di satu jari, air di satu jari, pepohonan di satu jari, makhluk-makhluk di satu jari.<br \/>\n(31:52) Mendengar itu, Rasul pun tertawa membenarkan ucapan si orang Yahudi ini. Orang Yahudi mendapatkan dalam Taurat bahwa ternyata Allah punya jari, Pak. Bagaimana bentuk jari Allah? Jangan dipikirin. Cukup kita apa? Imani. Banyak kaum muslimin, Pak, di negeri kita enggak beriman itu, Pak. Mereka tolak hanya karena apa? Enggak sesuai dengan otak, akal.<br \/>\n(32:27) Padahal akalnya error. Masa Allah punya tangan. Kalau Allah punya tangan, berarti Allah terdiri dari anggota tubuh yang saling membutuhkan dong. Lah salah ente. Ente soalnya sih membayangkan Allah dengan otak kamu, pikiran kamu. Ya, kalau kamu bayangkan ya pasti akan terbayang makhluk. Ya, adapun kita ahlusunah cukup imani saja sudah bahwa Allah punya dua tangan selesai.<br \/>\n(33:02) Nah, mereka Pak mereka yang menolak sifat tangan ketika kita bacakan ayat ini. Lalu bagaimana dengan ayat tadi? Bal yadahu mafsutan yunfiqu kaifa yasya. Mau tidak mau mereka akan mentakwil ya. Apa itu mentakwil? Yaitu memaknai ayat tersebut sesuai dengan keinginan mereka. Kata mereka apa? Yad dalam bahasa Arab itu artinya nikmat. Jadi yang dimaksud dengan ayat itu nikmat.<br \/>\n(33:37) Kita katakan maaf bentuk ayat ini menolak ya pemahaman Anda kalau bentuknya mutsanna bal yadahu ya. Mutsan dua justru dua tangan Allah. Sekarang kalau ditafsirkan nikmat apa? Justru dua dua nikmat Allah terbuka. KF masa nikmat Allah cuma dua? Bukankah nikmat Allah sangat banyak? Wain taudu nikmatallahi lahsuha.<br \/>\n(34:10) Jika kamu menghitung dua nikmat Allah eh menghitung nikmat Allah kamu tidak akan bisa menghitungnya. Masa Allah cuma difati dua nikmat Allah terbuka. Enggak mungkin ini sebagian lagi mengatakan, &#8220;Oh, maksud yut di sini kekuasaan ini pun juga tidak bisa, Pak. Karena bentuknya saja, Pak, sudah membantah takwil-takwil tersebut. Justru dua kekuasaan Allah terbuka.&#8221; Enggak mungkin Allah punya dua kekuasaan.<br \/>\n(34:43) Sudah gitu disebutkan bahwa kekuasaan Allah terbuka. Enggak mungkin ini maknanya ayat ini cuma satu wa yang dimaksud dengan yad dalam ayat ini hanya satu yaitu tangan. Justru dua tangan Allah apa terbuka. Terlebih ayat ini sedang membantah keyakinan orang Yahudi yang mengatakan yadullahi maglulah. Tangan Allah terbelenggu. Maka Allah mengatakan justru tangan Allah terbuka. Dua tangan Allah terbuka.<br \/>\n(35:14) Nah, ini ibu-ibu sekalian apa sih susahnya Pak Bu mengimani sifat tangan? Mudah kok ya. Yang bikin susah itu ya itu tadi orang-orang yang apa? Memikirkan dengan akal-akalannya lalu menyamakan Allah dengan makh makhluknya. Itu yang bikin susah. Adapun kita katakan Allah punya tangan tidak serupa dengan tangan makhluk selesai.<br \/>\n(35:44) Ya, ikhwat Islam saudaraku seiman. Faedah selanjutnya saudaraku seiman rahmatullah wasiat kullai. Hadis ini menunjukkan bahwa rahmat Allah itu meluasi segala sesuatu, Pak. Iya. Allah membuka tangannya di waktu malam agar orang yang berbuat di dosa di waktu siang bertaubat kepada Allah.<br \/>\n(36:16) Allah masih terus memberikan kesempatan demi kesempatan supaya kita mau tbat kepada Allah. Iya. Faedah selanjutnya minuti taubah anuna fiati tamakun. Di antara syarat diterimanya taubat yaitu harus di waktu yang masih diterima ta padanya taubat. Adapun di waktu yang sudah tidak diterima taubat tidak akan diterima. Di sini disebutkan apabila matahari telah terbit dari barat, maka taubat tidak akan lagi apa diterima.<br \/>\n(37:03) Alhamdulillah, Pak, matahari masih terbit dari timur, Pak. Makanya sekarang banyak tobat, Pak. Minta ampun kepada Allah Subhanahu wa taala. Hadis 17. Abi Hurairah radhiallahu anhu qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam manaba qoblaamsu min magribiha taballahu alaihi rawahu muslim.<br \/>\n(37:32) Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat maka Allah akan menerima taubatnya. Maka Allah menerima taubatnya. Hadis ini menunjukkan bahwa apabila matahari telah terbit dari barat, taubat tidak akan diterima. Dan ini penafsiran dari surat Al Rasulullah sedang menafsirkan surah Al-An&#8217;am ayat 158. Allah berfirman, &#8220;Ya ba&#8217;du ayatibik la yanfa nafsan imanuha lam takun amanat minqabat fi imanihair.<br \/>\n(38:14) &#8221; Pada hari datang tanda-tanda kebesaran Rabbmu, maka saat itu tidak akan lagi bermanfaat keimanan orang yang sebelumnya belum beriman. Iya. Maksudnya yaitu terbitnya matahari dari barat. Kapan terjadi? Nanti, Pak. Ya, soalnya kan sekarang tanda hari kiamat besar aja belum belum keluar, Pak. Ya. Dajjal belum muncul, Nabi Isa belum turun.<br \/>\n(38:48) Ya, nanti setelah tanda-tanda hari kiamat besar sudah keluar semua, baru kemudian matahari terbit dari apa? Barat itu sudah sangat dekat dengan hari kiamat. Saudaraku seiman, [Tepuk tangan] kita lanjutkan. Waan Abi Abdurrahman Abdillah ibn Umar ibn Khattab radhiallahu anhuma anin Nabi shallallahu alaihi wasallam.<br \/>\n(39:19) Innallah azza waalla yaqbalu taubatal abdi maam yugir. Rahu Tirmidzi waqala haditun hasan. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala masih menerima taubat seorang hamba malam yughargir selama ia yu belum sampai yughargir. Yughargir itu gargharah. Yaitu rohnya sudah sampai ke tenggerokan. Iya. Ya, hadis ini menunjukkan bahwa kalau roh sudah sampai tenggorokan taubat sudah tidak terima.<br \/>\n(40:01) Firaun, Pak ya. Ketika tenggelam dalam laut, ya, ketika dia tenggelam dalam laut dan nyawanya sudah sampai kerongkongan, baru dia berkata apa? Amantu birabbi Musa wa Harun. Aku beriman kepada Tuhannya Musa dan Harun. Apa kata Allah? Alan baru sekarang kamu mengucapkan itu. Faqad asita qablu. Sebelumnya kamu berbuat maksiat terus.<br \/>\n(40:34) Ya. Maka tidak akan diterima lagi. Ikhwat Islam saudaraku seiman. Hadis 19. Wa Zir bin Hubais Q. Hadisnya agak panjang ya, kita terjemahkan sedikit-sedikit. Dari Zir bin Hubaisy ia berkata, &#8220;Aitu Safwan bin Assal radhiallahu anhu asalahu anil mi alal khuffain.&#8221; Aku datang kepada Safwan bin Assal semoga Allah meridainya untuk bertanya tentang mengusap wakuf.<br \/>\n(41:21) faqala ma jaa bika yazir. Lalu sopan berkata, &#8220;Kenapa kamu datang kemari Hizir? Apa tujuanmu kamu datang? Aku datang ke sini karena sedang cari ilmu.&#8221; Faqala innal malaikata tad ajni tholibil ilm rid bima yatlub. Kata Safwan, &#8220;Sesungguhnya para malaikat itu meletakkan sayap-sayap mereka untuk para penuntut ilmu karena rida terhadap yang ia cari.<br \/>\n(42:01) &#8221; Ya, ini dihukumi maukuf, Pak. Walaupun ini ucapan sahabat, tapi ini tidak mungkin berasal dari ijtihad, Pak. Karena ini masalah gaib, ya. Maka ini disebut apa namanya? Maukuf hukman. Eh, marfu hukman. dihukumi marfu inahu qodri alu alain baal wal ba min ashabin nabi wasallamu asalukahuikaaian ada keraguan di diriku kata zir tentang mengusap dua khuf setelah buang air besar dan buang air kecil dan engkau seorang sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam.<br \/>\n(42:58) Maka aku datang untuk bertanya kepadamu, apakah engkau pernah mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menyebutkan tentang masalah ini? Masyaallah. Ini Zir nanya kepada sahabat tentang dalil, Pak. Iya. Makanya kalau kita nanya dalil kepada seorang ustaz enggak masalah. Makanya aneh kan kalau ada kiai ditanya dalil ngambek-ngambek, Pak. Marah-marah.<br \/>\n(43:21) Percuma dijelasan jalil kamu enggak bakalan paham lah. Justru Pak Kiai yang maha dong. Ustaz yang mahamkan. Iya. Kalau nanya dalil itu hak murid, Pak. Murid berhak untuk bertanya kepada gurunya tentang apa? Dalil. Karena agama kita ini berdasarkan dalil, bukan sebatas pendapat. Q apa kata Sofan? Naam. Iya, aku pernah mendengar itu.<br \/>\n(43:54) Kara yamuruna kunna safron ya au musafirin alla nanzi khifafana ayyamin walihunna illa min janabah lakin min gitin wa baulin wa naumin. Dahulu Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam menyuruh kami apabila kami safar bepergian untuk tidak mencabut khuf kami selama 3 hari 3 malam kecuali kalau janabat. Namun ya kalau untuk buang air besar, buang air kecil dan tidur maka tetap tidak dicabut khufnya. Iya.<br \/>\n(44:38) Faqulu. Lalu aku bertanya lagi, &#8220;Kesempatan ini Zir, mumpung-mumpung ada sahabat yang berilmu.&#8221; Al samahu yadkuru fil hawa saian. Pernahkah engkau mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menyebutkan tentang cinta? Ya, alhawa. Hawa di sini maksudnya cinta. Q naam kata Sofan. Iya, pernah kunna.<br \/>\n(45:09) Ma Rasulullah sallallahu alaihi wasallam fi safarin fabain nahnuahu idahu a&#8217;raun bisauutin lahu jahwari. Kami pernah bersama Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam sebuah perjalanan safar. Tiba-tiba ada seorang Arab Badui memanggil Rasulullah dengan suara yang keras. Ya, orang-orang Abadui enggak tahu, Pak, kalau itu dilarang oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya Muhammad.<br \/>\n(45:39) Hai Muhammad. Maka Rasulullah pun menjawab dengan suara yang keras lagi. Ha Om, ada apa? I faqulqutik nabi alaihi wasallam waqita h. Celaka kamu. Rendahkan suara kamu di sisi Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kamu sudah dilarang untuk mengangkat suaramu oleh Allah. Itu dalam surat Alhujurat. Ya. Ya ayyuhalladzina amanu la tarfa&#8217;u aswatakum fauqo sautin nabi.<br \/>\n(46:13) Hai orang-orang yang beriman, jangan kalian mengangkat suara kamu melebihi suara Nabi sallallahu alaihi wasallam. Apa kata orang Arab Badui? Memang orang Arab Badui begitu, Pak. Mereka deweng, Pak. Wallahi laqdut. Demi Allah aku tidak akan merendahkan suaraku. Iya. Berkata orang Arab Badui ini, &#8220;Almaru yuhibbulum walamma yalhaq bihim.<br \/>\n(46:46) &#8221; Ada seseorang mencintai suatu kaum tapi enggak ketemu sama kaum itu. Gimana? Maka Rasulullah bersabda, &#8220;Almaru maaman ahab yaumalqiamah.&#8221; Seseorang akan bersama yang ia cintai nanti pada hari kiamat. yuntaakaraban min magrib masirqib fiaman maka rasulah terus saja bercerita kepada kami sampai rasulah sallallahu alaihi wasallam menyebutkan sebuah pintu di arah barat yang lebarnya itu ya sejauh seseorang ya berkendaraan selama 40 atau 70 tahun berkata Sufyan ahadur ruah qibalasyam pintu itu adanya di Syam khalaqahullahu taala yauma khalaq samawati wal ard Allah menciptakan pintu itu pada hari<br \/>\n(47:48) Allah menciptakan langit dan bumi maftuhan lubah pintu itu terbuka untuk menerima taubat yuglaku minhu tidak akan ditutup pintu itu sampai matahari terbit dari pintu tersebut, dari barat. Ikhwat Islam, saudaraku seiman dan disebutkan dalam riwayat ya Anas bin Malik berkata, &#8220;Demi Allah tidak pernah aku sangat gembira melebihi kegembiraanku ketika mendengar sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ini seseorang bersama yang ia cintai pada hari kiamat.<br \/>\n(48:37) &#8221; Kata Anas, &#8220;Demi Allah, amalku tidak sampai kepada amalnya Abu Bakar dan Umar. Tapi aku cinta mereka. Semoga aku bisa berkumpul dengan mereka pada hari kiamat. Ikhwatlah Islam saudaraku seiman rahimani warahimakumullah jamian. Baik, dari hadis ini Pak Ibu kita ambil faedah. Faedah yang pertama atargib fi thaabil ilm. anjuran untuk menuntut il ilmu.<br \/>\n(49:09) Karena disebutkan dalam hadis ini, Pak, Bu, bahwa malaikat itu merendahkan sayap-sayap mereka untuk para penuntut ilmu. Masyaallah. Itu menunjukkan malaikat itu sangat mencintai orang-orang yang mencari ilmu. Ilmu yang dimaksud di sini ilmu agama, ilmu din. Ya, kata para ulama, ilmu kalau dimutlakkan maksudnya ilmu agama.<br \/>\n(49:41) Iya, itu yang keutamaannya agung di sisi Allah Subhanahu wa taala, saudaraku seiman. Maka dari itu Pak, Ibu semua kita termasuk saya, mari kita semangat menuntut ilmu Allah Subhanahu wa taala. Sampai kapan, Ustaz? Sampai mati. Sampai mati. Ada tuh apa sebuah yang dinisbatkan sebagai hadis padahal bukan hadis ya.<br \/>\n(50:08) Utlubul ilm minal minal mahdi ilal lahdi. Carilah ilmu dari semenjak bayi sampai liang lahad. Tapi ini hadis ini bukan hadis. Iya. Imam Ahmad beliau sedang mencatat hadis. Lalu muridnya berkata, &#8220;Il mata tumsikul mahbarah.&#8221; Sampai kapan engkau memegang mahbarah? Mahbar itu tinta. Kata Imam Ahmad, ilal makbarah. Sampai makbarah kuburan.<br \/>\n(50:45) Artinya sampai mati kita tetap menuntut apa? Ilmu, Pak. Orang kalau sudah berhenti dari menuntut ilmu itu pertanda dia mau jadi orang bodoh, Pak. Ilmu Allah itu sangat banyak, Mas. Sudah berapa sih yang sudah kita pelajari ilmu? Antum tahu kitab hadis berapa? Berapa banyak, Pak? Ada Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah, Musnad Ahmad, Mujam Tabrani.<br \/>\n(51:20) Yang tiga itu mukjam kabir, mukjam Ausat, mujam Shir. Ya, belum lagi Sunan Dara Qutni, Musonnafat juga banyak sekali, Pak. Kitab hadis itu banyak sekali. Sudah berapa hadis yang sudah kita pelajari coba? Sahih Bukhari aja enggak pernah belajar. Sahih Muslim, Abu Daud. Ah, gitu kita sibuknya apa? Hah? Facebookan, sibuknya media sosial.<br \/>\n(51:51) Sementara ilmu sangat banyak belum kita pelajari, Saudarku. Bukannya enggak boleh. Kalau Facebookan untuk kebaikan menyebarkan ilmu, silakan. Ya, dari itu saudaraku seiman, wallahi menyibukkan dengan ilmu itu semulia-mulia kesibukan, Pak. Ya, kesibukan yang paling mulia itu ketika sibuk membahas ilmu, mencari ilmu.<br \/>\n(52:25) Karena dengan ilmulah kita tahu mana hak, mana batil, mana halal, mana haram, mana sesat, mana benar, mana jalan ke surga, mana jalan ke neraka. Dengan ilmu, Pak. Ya. Fah selanjutnya soalul mukallaf ahlal ilm amma uskila min amri dini. Hendaklah kita bertanya kepada para ulama Pak dalam perkara agama yang kita belum paham. Anizir datang kepada sahabat namanya Sofan mau nanya tentang mengusap dua khuf. Ya, kata beliau, &#8220;Innahu qod haqqa fiodri.<br \/>\n(53:07) &#8221; Terjadi keraguan di dadaku tentang mengusap dua khuf ya ketika buang air besar maupun buang air kecil. Iya. Demikian pula kita kalau ada perkara agama yang belum kita pahami, tanya, Pak. Tapi ingat loh, pertanyaan itu adalah pertanyaan yang memang kita butuhkan dalam urusan agama dan menimbulkan amal. Adapun kalau itu pertanyaan yang enggak menimbulkan amal ya, tidak ada manfaatnya juga kalau kita tahu jawabannya, maka hal seperti ini tidak baik. Enggak perlu kita tanyakan. Iya. Seperti misalnya ada yang nanya,<br \/>\n(54:00) &#8220;Ustaz, Ashabul Kahfi itu kan ada tujuh. Yang kelapannya anjing. Itu anjing apa, Ustaz? Anjing bulldog apa helder apa? Ngapain kamu tanyain kayak gitu? Kamu tahu pun enggak ada manfaatnya. Iya. Nah, itu apa? kita ini terkadang suka nanyanya yang yang enggak-enggak gitu loh. Pertanyaan yang benar itu, Pak, pertanyaan yang memang kita butuhkan dalam urusan agama dan menimbulkan amal dalam hidup kita. Baik amal hati maupun amal anggota badan.<br \/>\n(54:45) Faedah selanjutnya mutabatusil lilim dalilihi ah amidlaltihaduhu waalimik seorang penanya berhak untuk minta dalil ya dan seorang yang ditanya seorang alim jangan merasa sempit dadanya saat ditanya dalil Karena agama kita berdasarkan apa? Dalil.<br \/>\n(55:26) Dalil itu adalah yang berasal dari Al-Qur&#8217;an, hadis, ijma, qias, ya dalil. Makanya, Pak ya kita ini jangan suka membbeo, Pak. Cuma ikut enggak paham, enggak tahu dalil. Usahakan, Pak, kita tahu dalilnya dalam permasalahan. Karena kalau kita tahu dalilnya, tenang kita ada hadisnya, ada dalilnya sahih, alhamdulillah. Coba kalau cuma ikut-ikutan, enggak tahu dalil, itu kata kata Imam Suyuti apa? Itu bukan ilmu, itu namanya taqlid.<br \/>\n(56:02) Makanya kata Imam Assuyuti, ajmau ala annat taqlid laisa bil ilm waal muqallida laisa bialim. Para ulama semua sepakat bahwa takqlid itu bukan ilmu. Apa sih taklid? Itu ngikutin pendapat ulama tanpa tahu dalilnya. Cuma ikut-ikutan doang. Ya, ini saudaraku seiman. Faedah selanjutnya jawazul mas al khufainud ayyam bilayalahunna lil musafir bilayalihinna eh bilayaliha lil musafir waumun wailah lil muqim bolehnya mengusap dua khuf untuk musafir 3 hari t malam untuk mukim sehari semalam Tapi syaratnya apa? Harus memenuhi.<br \/>\n(57:02) Apa syaratnya? Yaitu ketika kita pakai khuf sudah dalam keadaan di atas wudu. Iya. Adapun kalau sebelumnya belum berwudu, enggak boleh diusap. Wajib dicabut dulu, kemudian berwudu. Ya, baru kemudian kita pakai khuf. Misalnya antum berwudu untuk salat subuh nih, kemudian setelah itu pakai khuf.<br \/>\n(57:36) Ya udah pas salat zuhur antum sudah batal wudu lagi. Nah, waktu itu baru boleh mengusap apa? Kh. Iya. Kapan dimulainya? Dari pertama kali kita mengusap, Pak. Dari pertama kali kita apa? Mengusap. Misalnya antum pertama kali mengusapnya waktu zuhur, berarti dihitung 3 hari 3 malam. Iya. Setelah 3 hari 3 malam wajib dicabut, cuci.<br \/>\n(58:13) Kalau mau pakai lagi silakan pakai lagi 3 hari 3 malam lagi. Ini untuk musafir ya. Adapun untuk mukim itu hanya sehari semalam. Iya. Nah, ini Bapak sekalian kalau kaos kaki gimana? Boleh enggak? Kata pendapat yang sahih, kos kaki sama dengan khuf. Tidak ada bedanya. Karena kos kaki dengan khuf itu cuma beda bahan doang, Pak. Kalau khuf itu terbuat dari kulit.<br \/>\n(58:45) Kalau kaos kaki itu terbuat dari apa? Kain. Ya, enggak ada bedanya. Faedah selanjutnya yanubul masu al khufain anusli rijlaini minit wal ba wum. Kalau kita buang air besar, buang air kecil, tidur, maka ya tidak perlu dibuka khuf kita. Ya. Dan ketika kita berwudu cukup diusap, tidak perlu mencuci dua kaki. Amma fil hadasil akbar.<br \/>\n(59:37) Adapun untuk hadas besar seperti janabat, haid, nifas, maka wajib mencabut dua khuf. Ketika mandi janabat wajib mencabut dua khuf. Iya. Faedah selanjutnya, taklimul jahil husnal attaadub maal ulama yaitu hendaklah kita memelihara adab kita terhadap para ulama, Pak, dengan tidak mengeraskan suara kita di majelis beliau. Tapi ingat loh, Pak, adab kepada ulama itu bukan berarti kita gulu.<br \/>\n(1:00:20) sampai ngesot ya. Kalau ngesot enggak pernah ada Rasulullah dan para sahabat, para sahabat ngesot ke Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Mana ada ya zaman sekarang banyak orang yang merasa dirinya ulama malah nyuruh muridnya apa? Ngesot. Bahkan disuruh muridnya ruku. Padahal itu semua dilarang sama syariat, Pak.<br \/>\n(1:00:49) Ada seorang laki-laki datang ke Rasulullah dan berkata, &#8220;Ya Rasulullah, ahadun akhu ayanilah.&#8221; Apabila salah seorang dari kami bertemu dengan saudaranya, bolehkah ia membungkuk? Kata Rasulullah, &#8220;Lak, tidak boleh.&#8221; Kata Imam an-Nawawi, &#8220;Apa ini menunjukkan makruh hukumnya membungkuk.&#8221; Bahkan kata Ibnu Allan itu bidah. Iya. Ini dari ulama Syafi&#8217;iyah semua loh, Pak.<br \/>\n(1:01:20) Maka dari itu kita merasa heran aja kalau ada merasa kalau kiai ya sangat senang disanjung-sanjung sama muridnya. Bahkan menyuruh muridnya untuk apa ya ngesot di hadapannya ya akhi. Kalau kita katakan ini dalam rangka mengajarkan adab, la Rasulullah tidak pernah menyuruh sahabatnya, &#8220;Kamu kalau datang kemari ngesot sama sini untuk mengajarkan adab.&#8221; Enggak. Rasul enggak pernah ngajarin gitu.<br \/>\n(1:01:52) Makanya para ulama mengatakan, &#8220;Ya, seorang ulama yang hak itu tidak akan pernah cinta sanjungan dan penghormatan, Pak.&#8221; Apa kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? Dalam satu dalam satu riwayat man ahabbauaman. Siapa yang merasa suka orang-orang berdiri menghormati dirinya, hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya dalam api neraka.<br \/>\n(1:02:26) Lihat. Siapa yang merasa suka, maka seorang ulama, seorang kiai enggak boleh merasa suka seperti itu, Pak. Seorang kiai, seorang ulama ajarkan tawadu kepada muridnya. Ya, ada seorang ulama Mesir bercerita dulu Syekh Albani ketika ada orangnya mau cium tangan ke beliau, beliau enggak mau. Lalu orang itu berkata, &#8220;Bukankah boleh cium tangan sama ulama?&#8221; Kata Syekh Albani, &#8220;Apa?&#8221; &#8220;Aku bukan ulama. Aku cuma penuntut ilmu. Subhanallah.<br \/>\n(1:03:05) Ketawaduan, Pak. Padahal ilmu beliau diakui oleh seluruh ulama. Iya. Begitu seharusnya kita, Pak. Makanya kata Syekhul Islam Ib Taimiyah, amma ibtidaul alim. Adapun seorang ulama, seorang alim, dia yang memulai pengin dia apa? dicium tangannya maka ini tidak boleh. Ya, enggak boleh.<br \/>\n(1:03:38) Ini zaman sekarang justru ya ustaznya atau kiainya datang ke tangannya sudah gini duluan nih, Pak. Enggak boleh. Kata kata ini tidak boleh bila khilaf tanpa ada perselisihan para ulama. Ya, akhi ajarkan muridmu dengan tentang ketawaduan. Jangan kamu jadikan muridmu seperti itu bagaikan babu, bagaikan budak. Ya, tidak. Abdullah bin Mas&#8217;ud ketika kedatangan penuntut ilmu apa? Marhaban bitabil ilm.<br \/>\n(1:04:10) Selamat datang penuntut ilmu. Ya, kalian wasiat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dahulu Rasulullah berwasiat kepada kami untuk memuliakan para penuntut ilmu. Para penuntut ilmu itu dimuliakan bukan dihinakan, Pak. Ikhwat Islam saudaraku seiman warahimani warahimakumullah jamian. Faedah selanjutnya taklimul jahil husnal adab waqwaid sulub.<br \/>\n(1:04:41) Wajib mengajarkan orang yang bodoh tentang adab yang baik. Iya. Kalau ada orang yang enggak punya adab sama ulama, ajarkan dia. Ya, kalau ada orang yang gulu sama ulama, ajarkan juga. Saya mau tanya, Pak. Mana yang lebih berbahaya? Bersikap gulu, berlebihan kepada orang saleh atau merendahkan orang saleh? Dua-duanya enggak boleh.<br \/>\n(1:05:18) Tapi yang lebih berbahaya yang mana? Gulu kata para ulama. Kenapa? Karena merendahkan orang saleh itu adalah kezaliman untuk manusia. Sedangkan sikap gulu kepada orang saleh itu kezaliman untuk Allah. Ada apa seorang manusia sampai-sampai ditempatkan melebihi tempatnya sebagai seorang manusia? Tempatkan dia sebagai seorang manusia. Enggak boleh gulu.<br \/>\n(1:05:48) Rasulullah sallallahu alaihi wasallam saja marah ketika ada yang gulu kepada dirinya. Kata Rasul, &#8220;Laoni kama nasara Isa Maryam, jangan kalian berlebih-lebihan dalam apa? Memujiku.&#8221; Seperti orang-orang Nasrani berlebihan memuji Isa bin Maryam. Ya. Ketika ada orang datang kepada Rasulullah dan berkata, &#8220;Anta sayyiduna wabnu sayyidina.<br \/>\n(1:06:16) &#8221; Engkau sayid kami, anak sayid kami waktu Rasulullah terlihat tidak suka dan bersabda, &#8220;Ayyuhanas yastahwannakumit.&#8221; Hai manusia, jangan sampai setan menyeret kalian kepada sikap berlebihan. Innama ana abdun. Aku ini hamba. Ucapkan hamba Allah dan rasulnya. Subhanallah. Iya. Lihat akhi.<br \/>\n(1:06:47) Kata Anas bin Malik apa? Tidak ada seorang pun yang paling dicintai oleh para sahabat dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Tapi ketika Rasulullah datang, tidak ada satuun sahabat yang ber yang berdiri untuk menghormatinya. Karena mereka tahu Rasulullah tidak suka itu kata Anas bin Malik, mereka tahu Rasulullah enggak suka disambut dengan cara berdiri, Pak. Iya.<br \/>\n(1:07:12) Sementara kita hanya karena merasa dari kita seorang pembesar, bunggawa, kiai, ulama, ketika ada yang enggak berdiri dimarahin, gak adab kamu. Waduh, kita merasa suka malah ya. Nah, ini makanya kita ajarkan, Pak, bahwa kita menghormati ulama itu jangan bersikap berlebih, tapi juga jangan meremehkan tengah-tengah. Kirul umur ausatuha.<br \/>\n(1:07:42) Sebaik-baik urusan itu yang tengah tengah. Faidah selanjutnya, akhi, mujalasatul akhyar wubbuhum. Hendaknya kita berteman dengan orang-orang saleh dan mencintai mereka, Pak. Karena kita akan dikumpulkan di hari kiamat dengan siapa? Hah? dengan yang kita cintai. Makanya, Bu, Ibu-ibu punya anak-anak jangan sampai salah idola, Bu.<br \/>\n(1:08:12) Anak Ibu mengidolakan yang tidak berhak diidolakan tuh kasihan, Bu. Nanti ketemu di hari kiamat sama dia tuh ya. Yang satu mengidolakan bintang film, yang satu mengidolakan misalnya apa? Penyanyi, yang satu mengidolakan bintang sepak bola.<br \/>\n(1:08:37) Kita bilang, &#8220;Nak, idolakan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, idolakan para sahabat, idolakan para ulama itu mereka yang paling berhak untuk diidolakan dalam hidupmu.&#8221; Orang kalau sudah mengidolakan seseorang kan suka ngikutin gayanya, Pak. Gaya rambutnya, gaya pakaiannya, bahkan gaya jalannya diikuti. Iya. Baik, saya kira cukup sampai di sini Bapak dan Ibu-ibu.<br \/>\n(1:09:06) Kita buka tanya jawab. Amalan yang dapat menghapus dosa adalah dengan menyempurnakan wudu di kondisi sulit. Apakah mengusap khuf dapat dikatakan wudunya sempurna, Ustaz? Apakah mengusap khuf dapat dikatakan wudunya sempurna? Kalau tidak sempurna, tentu Nabi tidak akan mengusap khuf. Ya, saya cuma merasa heran aja sama pertanyaannya, Pak.<br \/>\n(1:10:05) Sudah jelas dianjurkan sama Rasul, masih ditanyain itu sempurna enggak? Lah, kalau enggak sempurna, Nabi tidak akan menganjurkan. Kumaha ieu setiap malam melakukan salat taubat karena merasa melakukan dosa. Apakah yang dibolehkan? Saya belum mengetahui adanya perbuatan para sahabat yang setiap malam salat taubat. Demikian pula salafus saleh ya.<br \/>\n(1:10:37) Tidak pernah saya mendengar menganjurkan mereka setiap malam salat taubat. yang ada anjuran untuk salat tahajud. Kalau salat tahajud ya sangat dianjurkan sekali sambil kita minta ampun salat tahajud itu. Iya. Kalau kita ngamalin baca Yasin setiap habis magrib, apa hukumnya, Ustaz? Kenapa harus Yasin doang? Al-Qur&#8217;an tuh 30 juz, Bu. Seandainya ibu setiap magrib membaca dari magrib sampai isya itu 1 juz selesai. Dan Rasulullah menganjurkan umatnya untuk mengkhatam Quran sebulan sekali.<br \/>\n(1:11:24) Ya, Rasul bersabda kepada Abdullah bin Amr bin Alas, &#8220;Ukhtum ya Al-Qur&#8217;an.&#8221; Ikhtam Al-Qur&#8217;an fi kulli syahr marrah. Khatamkan Quran sebulan sekali. Kata Abdullah bin Amr, &#8220;Aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah. Kalau begitu khatamkan setiap bulan dua kali. Aku mampu lebih dari itu hai Rasulullah. Kalau begitu khatamkan seminggu sekali.<br \/>\n(1:11:51) Aku mampus lebih dari itu. Hai Rasulullah, khatamkan 3 hari sekali.&#8221; I jadi jangan cuma yasinan, Bu, ya. Kenapa harus Yasin? Katanya itu jantungnya Al-Qur&#8217;an. Hadisnya dif, Bu. Tidak sahih. Semua hadis tentang keutamaan Yasin itu tidak sahih. Iya, ya, Bu. Ya. Jadi kalau bisa Ibu habis apa? Habis magrib sampai isya baca aja Al-Qur&#8217;an ya. 1 juz, satu juz. 1 juz.<br \/>\n(1:12:29) Insyaallah itu kalau di kalau terus-menerus setiap hari antara magrib dan isya 1 juz sebulan khatam insyaallah. Iya. Mengusap khauf itu boleh dalam keadaan apapun atau harus dalam keadaan darurat? Tidak harus dalam keadaan darurat, Pak. Ya. Ketika safar boleh, ketika mukim pun boleh. ketika dibutuhkan.<br \/>\n(1:13:04) Kalau darurat itu, Pak, Bapak harus bisa bedakan mana perkara yang sifatnya darurat dan mana yang sifatnya dibutuhkan. Darurat itu kata para ulama kalau membahayakan apa? Jiwa kita atau agama kita atau harta kita atau akal kita atau keturunan kita itu darurat namanya, Pak. Ya. Jadi mengusap khuf itu kapan? Saat dibutuhkan. Ya. Kalau pakai khuf boleh enggak saat kajian daurah muslimah? Ya enggak masalah.<br \/>\n(1:13:45) Pakai khuf boleh ya. Cuma masalahnya kalau pas mau masuk ke masjid dilihat dulu kotor apa enggak tuh khufnya. Jangan sampai masjid kotor gara-gara kamu ya. Di dalam walimah pernikahan ada momen perminta permintaan maaf sambil sungkem sama orang tua. Bagaimana baiknya, Ustaz? Apa tidak perlu, Ustaz? Ya, kalau kita melihat Rasulullah dan para sahabatnya enggak pernah masalahnya enggak pernah kita mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wasallam setelah akad nikat, akad nikah nyuruh kamu sungkem sama orang tuamu sana. Enggak pernah masalahnya. Tidak pula di zaman sahabat, tidak pula<br \/>\n(1:14:40) tabiin, tidak pula dalam kitab-kitab mazhab pun enggak ada sebutan. Coba tanya ya kepada kiai yang paham tentang mazhab Syafi&#8217;i. Di kitab mazhab mana? Kalau orang sudah menikah disuruh sungkem sama orang tua enggak ada. Tapi ini hubungannya dengan apa? Adat istiadat.<br \/>\n(1:15:09) Nah, pertanyaannya adat istiadat ini bertabrakan dengan syariat atau tidak? Ya, yang jelas, Pak. Meminta maaf kepada orang tua jangan pas nikah doang. Kapan kita ya punya salah kepada orang tua? Minta maaf ya. Yang terpenting itu berbakti sama orang tua. Itu yang terpenting. Sungkem tapi durhaka. Ya, apa manfaatnya? Yang terpenting tuh ya akhal Islam, Anda berbakti sama orang tua.<br \/>\n(1:15:45) Adapun sungkem kalau itu maksudnya adalah membongkok, maka itu dilarang oleh Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam. Tapi kalau maksudnya hanya sebatas cium tangan saja ya silakan enggak apa-apa. Cium tangan sama orang tua boleh. Kata para ulama, ketika suami bermaksiat, tidak setia terhadap istrinya, lalu dia tbat Allah dan minta maaf sama istri, apakah perbuatannya itu akan terulang atau apakah perbuatannya itu akan terulang pada keturunannya? Ya enggaklah. Enggak ada hukum karma, Mas.<br \/>\n(1:16:27) Enggak ada dosa keturunan gara-gara bapaknya dulu berbuat maksiat, anak-anaknya jadi ikut bapaknya. Enggak juga, Pak. Ada kok bapaknya garong tapi anaknya saleh. Ada bapaknya ya jahat tapi anaknya saleh. Ada. Enggak ada yang namanya dosa keturunan tuh. Enggak ada, Pak. Allah berfirman, &#8220;Alla taziru waziratu wizra ukhro.&#8221; seseorang tidak akan menanggung dosa orang lain.<br \/>\n(1:17:05) Apa amalan yang harus dilakukan di usia senja? Di usia senja banyak-banyak beramal saleh, salat tahajud. Ya, selain selain yang wajib-wajib, yang sunah-sunah perhatikan ya. Kalau bisa dia masih bisa puasa sunah, puasa sunah ya banyak-banyak beramal saleh. Allah berfirman, &#8220;Wa&#8217;bud rbaka hatta yatiakal yaqin.<br \/>\n(1:17:37) &#8221; Beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang kepada kamu kematian. Ya. Bolehkah berdoa memohon menjadi ahli taubat, Ustaz? Karena banyaknya dosa yang telah kita lakukan ya kita minta kepada Allah kemudahan ya dan minta bantuan. Allahumma ainni ala zikrika wa syukrika wa husni ibadatik. Itu doa permintaan Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam. Allahumma inni as&#8217;aluka fi&#8217;lal khairat watarkal munkarat.<br \/>\n(1:18:17) Ya Allah, aku mohon kepada Engkau kekuatan untuk bisa melaksanakan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran. Bolehkah berdoa setelah selesai salat? Boleh. Tapi tidak ada riwayat bahwa Rasulullah mengangkat dua tangan. Padahal yang salat bersama para sahabat banyak. Eh, para sahabat yang salat bersama Rasulullah banyak, Pak.<br \/>\n(1:18:46) Tapi tidak ada satuun sahabat yang menukil bahwa Rasul sahu al wasallam mengangkat dua tangan ketika berdoa setelah salat. Tidak ada. Ya, mana dalilnya? Boleh berdoa setelah salat. Di antaranya hadis Ali bin Abi Thalib yang diriwayatkan Imam Ahmad dalam musnadnya bahwa Rasulullah setelah setelah selesai salat mengucapkan Allahummagfirli ma qoddamtu wama akartu wama asr wama aantu w asu w anamu bihi minni antal muqaddim wa antal muakhir la ilahailla an iya itu rasulullah ucapkan setelah selesai salat Iya.<br \/>\n(1:19:37) Hukumnya pelihara kucing di rumah sehingga kucing bisa tidur di tempat tidur bersama pemiliknya karena saking sayangnya. Yaitu mubah-mubah saja, Pak. Ya, dulu ada sahabat disebut oleh Rasulullah Abal Hir yang sekarang jadi Abu Hurairah terkenalnya, Pak. Ya, Abal Hir. Hai bapaknya kucing. Kenapa? Karena beliau sangat suka kucing, Pak.<br \/>\n(1:20:09) Ya, sampai-sampai Rasulullah menyebutnya sebagai Abul Hir ya, yang terkenal jadi Abu Hurairah. Hurairah itu artinya kecil, kucing kecil. Ya. Jadi kalau kamu senang sama kucing ya silakan saja enggak masalah asal tidak melalaikan kita dari apa? kewajiban. Kami kemarin mendaftarkan anak kedua pesantren berbeda. Qadarullah pesantren satu Ananda diterima.<br \/>\n(1:20:42) Sementara pesantren 2 masih menunggu pengumuman. Hasilnya tanggal 16 November. Apakah boleh mengulur waktu pembayaran pesantren satu dengan alasan kami belum ada uangnya? Apakah berdosa Ustaz melakukan hal tersebut hanya untuk menjaga perasaan pesantren satu biar tidak berpikir dijadikan cadangan? Belum ada uangnya beneran apa bohongan? Kalau bohongan enggak boleh berdusta.<br \/>\n(1:21:21) Ya iyak waladib fainnal kadib yahdi ilal fujur. Kata Rasulullah, &#8220;Jauhi oleh kamu dusta.&#8221; Karena dusta itu bisa menyeret kepada perbuatan jahat. Ya, enggak boleh. Dusta itu, Bu. Kalau itu dusta. Bagaimana kalau banyak istigfar niatnya biar bisnisnya berhasil? Wah, Pak, jangan sampai ibadah yang mulia niat tujuan utamanya dunia. Coba Bapak baca surat Hud ayat 1516.<br \/>\n(1:22:05) Manana yuridul hayat dunya winataha nuwai ilaihimalahum fiha wahum fiha la yubunikina akar whamalun. Barang siapa yang menginginkan dunia dan perhiasannya, kami akan berikan kepada dia apa yang dia inginkan dari amalnya tersebut tanpa dikurangi. Tapi di akhirat mereka tidak mendapat apapun kecuali neraka. batal amalnya, sia-sia perbuatannya.<br \/>\n(1:22:35) Makanya jangan jadikan niat utama ya. Jangan jadikan niat utama kita hanya karena dunia. Allah tidak rida itu, Pak. Dunia itu di mata Allah apa? Hina, Pak. Sangat hina di mata Allah. Rasulullah pernah melihat Abu Abu Dzar sedang makan.<br \/>\n(1:23:09) Setelah makan Rasul bersabda, &#8220;Akalta ya Abu Dzar, kamu sudah makan Abu Dzar?&#8221; &#8220;Sudah, ya Rasulullah.&#8221; &#8220;Iza yasir.&#8221; Makananmu tuh jadi apa? Qad alimta ya Rasulullah kepada sesuatu yang sudah kamu tahu ya Rasulullah. Waktunya jadi kotoran. Kata Rasulullah, &#8220;Apa?&#8221; Innama kja min batni ahadikum qodid dunya matsala. Sesungguhnya kotoran yang keluar dari perut seseorang itulah perumpamaan dunia.<br \/>\n(1:23:39) Istigfar itu amal mulia, Pak. Amal saleh itu amal mulia. Balasannya surga. Terus antum mau mengamalkan amalan mulia hanya ingin dapat kotoran. ya enggak baguslah ya. Jadi jangan sampai tujuan utamanya apa? Dunia jangan. Tujuan utama kita rida Allah. Adapun kemudian ada niat kedua yang ngikut selama itu bukan niat utama. Silakan saja.<br \/>\n(1:24:15) Karena kaidah ushul fikih mengatakan yajuzu tab&#8217;an ma yajuzu istiqlalan. Kalau ngikut boleh, tapi kalau berdiri sendiri enggak boleh. Iya. Kalau sudah hampir azan subuh sebaiknya salat dua rakaat dan witir atau langsung witir aja, Ustaz? Kalau memang sudah waktunya mepet hanya cukup 3 rakaat, main yang lebih baik. Boleh dua-duanya.<br \/>\n(1:24:49) Boleh langsung witir, boleh dua tahajud, satu witir, enggak apa-apa. Apakah kita harus berniat mengusap khuf saat berwudu yang pertama saat sebelum makai khuf? Ya, harus ada niat ketika kita mau mengusap apa? Kh. Bapak berwudu dulu. Setelah berwudu mencuci sampai mencuci kaki kan sudah ada niat saya mau mengusap apa? Kh.<br \/>\n(1:25:22) Berarti setelah mencuci kaki, Bapak segera pakai apa? Kh. Ya. Kalau misalnya, &#8220;Ustaz, tadi saya tidak ada niat berwudu itu untuk mengusap khuf. Nah, sekarang saya belum batal. Terus saya pakai khuf. Nanti boleh enggak saya mengusap?&#8221; Boleh. Enggak apa-apa. Karena syaratnya cuma satu. E syaratnya itu syarat bolehnya mengusap khuf.<br \/>\n(1:25:48) Dia memakai khauf itu dalam keadaan di atas kesu kesucian. Musf khuf itu musap sepatunya atau kaos kakinya. Loh, waktu salatnya pakai apa? Kamu waktu salat pakai apa? Pakai sepatu apa pakai kaos kaki? Kh itu, Bu. Kh itu sepatu kulit kayak kos kaki. Kh itu namanya. Adapun sepatu kayak zaman sekarang ya, maka engak kayaknya jarang orang salat pakai sepatu tuh, Pak. Masuk ke masjid pakai sepatu di bisa dimarahin orang, Pak.<br \/>\n(1:26:43) Ya, bisa dipukulin orang. Kurang ajar dia pakai sepatu dia mau tidak mau pasti akan buka sepatu pakai kaos kaki kan berarti yang diusap apa? Kaos kaki. Iya. Ketika berwudu boleh enggak, Ustaz? Tiga kali tangan kanan sekaligus, tiga kali tangan kiri sekaligus. Memang begitu sunahnya. Iya. Tangan dulu kanan tiga kali baru kiri tiga kali.<br \/>\n(1:27:28) Emang biasanya kamu gimana? Silang-silang kanan kiri kanan kiri lah. Justru itu enggak sesuai sunah. Baik, saya kira cukup. Subhanakallah wabihamdik. Ashadu alla ilahailla anta astagfirik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Simak Radio Roja Bogor 100.1 FM. Radio Roja Majalengka 93.1 FM. Radio Roj Palu 101,8 FM dan Radio Roja Bandung 104.<br \/>\n(1:28:16) 3 FM.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(81) [LIVE] Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. &#8211; Syarah Riyadhus Shalihin &#8211; YouTube Transcript: (00:00) Radio Roja Bandung 104.3 mm FM [Musik] menyebar cahaya sunah. Inalhamdalillah nahmaduhu wastainuhu wastagfiruh w nauzubillahi min syururi anfusina wamati amalina man yadihillah fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3519","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rodjatv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. - Syarah Riyadhus Shalihin - Transkrip<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-syarah-riyadhus-shalihin\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. - Syarah Riyadhus Shalihin - Transkrip\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(81) [LIVE] Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. &#8211; Syarah Riyadhus Shalihin &#8211; YouTube Transcript: (00:00) Radio Roja Bandung 104.3 mm FM [Musik] menyebar cahaya sunah. Inalhamdalillah nahmaduhu wastainuhu wastagfiruh w nauzubillahi min syururi anfusina wamati amalina man yadihillah fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-syarah-riyadhus-shalihin\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Transkrip\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-24T14:23:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-24T14:23:33+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"35 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-syarah-riyadhus-shalihin\/\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-syarah-riyadhus-shalihin\/\",\"name\":\"Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. - Syarah Riyadhus Shalihin - Transkrip\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-11-24T14:23:32+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-24T14:23:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-syarah-riyadhus-shalihin\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-syarah-riyadhus-shalihin\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-syarah-riyadhus-shalihin\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. &#8211; Syarah Riyadhus Shalihin\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\",\"name\":\"Transkrip\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\"],\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. - Syarah Riyadhus Shalihin - Transkrip","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-syarah-riyadhus-shalihin\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. - Syarah Riyadhus Shalihin - Transkrip","og_description":"(81) [LIVE] Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. &#8211; Syarah Riyadhus Shalihin &#8211; YouTube Transcript: (00:00) Radio Roja Bandung 104.3 mm FM [Musik] menyebar cahaya sunah. Inalhamdalillah nahmaduhu wastainuhu wastagfiruh w nauzubillahi min syururi anfusina wamati amalina man yadihillah fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-syarah-riyadhus-shalihin\/","og_site_name":"Transkrip","article_published_time":"2025-11-24T14:23:32+00:00","article_modified_time":"2025-11-24T14:23:33+00:00","author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"35 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-syarah-riyadhus-shalihin\/","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-syarah-riyadhus-shalihin\/","name":"Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. - Syarah Riyadhus Shalihin - Transkrip","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website"},"datePublished":"2025-11-24T14:23:32+00:00","dateModified":"2025-11-24T14:23:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-syarah-riyadhus-shalihin\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-syarah-riyadhus-shalihin\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-syarah-riyadhus-shalihin\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. &#8211; Syarah Riyadhus Shalihin"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/","name":"Transkrip","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/ngaji.id\/tran"],"url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3519"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3519"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3519\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3520,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3519\/revisions\/3520"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3519"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3519"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3519"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}