{"id":3528,"date":"2025-11-24T21:24:40","date_gmt":"2025-11-24T14:24:40","guid":{"rendered":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?p=3528"},"modified":"2025-11-24T21:24:41","modified_gmt":"2025-11-24T14:24:41","slug":"ustadz-ahmad-zainudin-lc-kitab-fathul-majid-syarah-kitab-tauhid-30","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-ahmad-zainudin-lc-kitab-fathul-majid-syarah-kitab-tauhid-30\/","title":{"rendered":"Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid"},"content":{"rendered":"<p>(81) [Live]: Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid &#8211; YouTube<br \/>\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"[Live]: Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/42LxWrM787Y?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Transcript:<br \/>\n(00:00) punya mengikuti apa yang aku bawa. [Musik] Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Simak Radio Roja Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.1 FM, Radio Roja Palu 101,8 FM. dan radio Roja Bandung 104.3 mm FM. Menyebar cahaya sunah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.<br \/>\n(00:57) Alhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah nabina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi waman walah. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Amma ba&#8217;du. Ikh islamakumullah. Sahabat raja di mana pun Anda berada. Alhamdulillah di kesempatan pagi hari ini kita dapat bersua kembali dan kita akan simak bersama kajian ilmiah yang kami hadirkan secara langsung dari pembahasan rutin pembahasan kitab Fathul Majid syarah kitabut tauhid disampaikan oleh Al Ustaz Ahmad Zainuddin Albanjari hafidahullahu taala. Alhamdulillah kami sudah terkoneksi dengan beliau yang berada di Banjarmasin. Semoga koneksi kami lancar<br \/>\n(01:35) hingga akhir nanti. Semoga pertemuan kita diberkahi dan dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Dan kepada Anda sahabat Toja sekalian, setelah materi seperti biasa kami akan buka sesi tanya jawab. Bagi Anda yang ingin bertanya perihal pembahasan ini, Anda bisa mengirimkan pertanyaan baik melalui layanan pesan WhatsApp ataupun Anda bisa menghubungi kami melalui layanan telepon.<br \/>\n(02:01) Langsung kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan. Kepada al ustaz kami persilakan. Fadol masykur. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. Inalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu wafiruh wa nauzubillahi min syururi anfusina wasayiati a&#8217;alina. Man yahdihillahu fala mudhillalah. Waman yudlil fala hadiyaalah. Wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.<br \/>\n(02:45) Ya ayyuhalladzina amanut itaqulah haqqa tuqatihi wala tamutunna illa wa antum muslimun. Ya ayyuhanasuttaqubakumulladzi khalaqakum min nafs wahidah walaqa minha zaujaha w minhuma rijalan katsir waisa wattaqulahzi tasaaluna bihi wal arham innallaha kaana alaikum raqiba ya ayyuhalladzina amanutaqulah waquuluan ulahu faq faza fauzanima amma ba fainna asdaqal hadit kitabullah wa ahsanal hadiu muhammadin shallallallahu alaihi wa ala alihi wasallam waarral umuri muhdasatuha wa kulla muhdasatin bidah waa bidatin dolalah waalatin finar.<br \/>\n(04:00) Alhamdulillah kita bersyukur pada Allah subhanahu wa taala pada hari ini hari Rabu pagi 7 Jumadil Ula 1447 Hijriah bertepatan dengan 29 Oktober 2025. Kembali kita duduk bersama bersama Roja TV Radio Roja untuk membaca kitab Fathul Majid syarhu kitab tauhid yang ditulis oleh Fadilat Syekh Alamah Abdurrahman bin Hasan Alus Syikh rahimahullah.<br \/>\n(04:43) Selawat dan salam semoga selalu Allah berikan kepada nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa ala alihi wasallam pada keluarga beliau, para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak. Dengan nama-nama Allah yang husna dan sifat-sifatnya yang ulia, kita berdoa, Allahumma inna nas&#8217;aluka ilman nafi&#8217;an wazqan thayiban wa amalan mutaqabbala.<br \/>\n(05:17) Allahumf&#8217;na bima alamtana waimna ma yanfauna wazidna ilma. Allahumma inna nas&#8217;alukaliah fid dunya wal akhirat. Allahumma inna nas&#8217;alukal waliah fi dinina wa dunyana wa ahlina waina. Allahumur auratina wain raatina wahfadna min baini aidina win khalfina waanina waamailina fauqina wa naud nazubatika nugtala min tahtina. Allahumma amin.<br \/>\n(05:54) Ahibati fillah allah wyakum para pemirsa. Raja TV, para pendengar Radio Raja dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti kajian ini di mana pun berada. Pada kesempatan kali ini kita masih di dalam bab yang ke-57 yaitu penulis mengatakan babu qulillahi taala yadunnuna billahi ghairil haqqi donal jahiliyah. yaquuluna hallana minal amri minai qul innal amro kullahu lillah bab yang ke-57 ini berkaitan dengan berburuk sangka atau menyangka kepada Allah subhanahu wa taala dengan sangkaan kaum jahiliah menyangka kepada Allah Subhanahu wa taala dengan sangkaan kaum jahiliah.<br \/>\n(07:03) Dan kaum jahiliah mereka itu menyangka buruk kepada Allah dari dua sisi. Yang pertama adalah ee seorang hamba menyangka kepada Allah Rabbnya sesuatu yang tidak layak bagi Allah Subhanahu wa taala yang berkaitan dengan pokok keimanan. seperti keyakinan bahwa Allah Subhanahu wa taala memiliki anak dan ini adalah kekufuran akbar mengeluarkan dari agama Islam.<br \/>\n(07:52) Kemudian yang kedua, seorang hamba menyangka kepada Allah Subhanahu wa taala sesuatu yang tidak ee layak bagi Allah Subhanahu wa taala berkaitan dengan kesempurnaan iman. kesempurnaan iman. Seperti menyangka bahwa Allah Subhanahu wa taala ee mengakhirkan kemenangan untuk hamba-hambnya yang beriman. Padahal hamba-hamba yang beriman tersebut berhak untuk mendapatkan keimanan, berhak untuk mendapatkan kemenangan dan pertolongan.<br \/>\n(08:34) Hamba-hamba yang beriman tersebut berhak untuk mendapatkan pertolongan dari Allah Subhanahu wa taala. Nah, ahibati fillah afanillahyakum afani Allahu ayyakum. kita ee baca lanjutan dari apa yang sudah kita baca pada pertemuan sebelumnya yaitu di halaman yang ke-683. Wa aksarunas yadunnuna billahi ghairal haqqi fa yakt bihim. Kebanyakan manusia berprasangka kepada Allah dengan selain kebenaran, prasangkaan yang buruk di dalam perkara yang khusus berkaitan dengan mereka.<br \/>\n(09:35) Wafima yaf&#8217;aluhu bighhairihim. Dan di dalam perkara yang dilakukannya dengan selain mereka. Wala yaslam minzalika illa man arafallaha wa asmaahu wa sifatih. Dan tidak ada yang selamat dari prasangka buruk tersebut terhadap Allah subhanahu wa taala kecuali orang yang mengenal Allah, mengenal nama-nama Allah dan mengenal sifat-sifat Allah Subhanahu wa taala.<br \/>\n(10:06) Wa arafa mujibat hikmatihi dan mengenal ee mujiba hikmatihi wa hamdihi. Konsekuensi dari hikmah perbuatan Allah Subhanahu wa taala dan juga pujian terhadap Allah Subhanahu wa taala. Namqanata min rahmatihi wa aisa min ruhih faqadna bihi.<br \/>\n(10:49) Barang siapa yang berputus asa dari rahmat Allah dan putus asa dari harapan terhadap Allah subhanahu wa taala, maka berarti dia telah berprasangka kepada Allah dengan prasangka buruk. Nah, ini dia waman jawaza alaihiba auliya faq bihi yang artinya barang siapa yang ee membolehkan bahwa Allah subhanahu wa taala akan menyiksa ee wali-walinya padahal hal wali-wali tersebut berbuat kebaikan, mengikhlaskan ibadah kepada Allah dan Allah akan menyamakan antara mereka dengan musuhnya.<br \/>\n(11:43) Allah akan menyamakan antara wali-wali Allah dengan musuh-musuh Allah. Siapa yang menyangka demikian berarti dia sudah berprasangka buruk kepada Allah Subhanahu wa taala. annahu khqahu muina amriahi rusul wunzilu alaihimubahumalan kalam faq dan barang siapa yang mengira bahwa Allah subhanahu wa taala meninggalkan penciptaannya sia-sia Tidak ada tujuan apa-apa, tidak ada perintah, tidak ada larangan.<br \/>\n(12:30) Allah tidak menulis, mengutus mereka kepada mereka rasul-rasulnya. Kemudian Allah Subhanahu wa taala tidak menurunkan atas mereka kitab-kitabnya, tetapi Allah membiarkan manusia haalan. Tidak ada petunjuk seperti binatang. Maka siapa yang mengira Allah berlaku demikian berarti dia sudah mengira dengan perakiraan yang buruk. annahu lan yajmaa abidahu bautimabiqinja waqala wairuilinaum kullihim shodqatan eh kullihim wa sid rusulih wa anna a&#8217;dahu kanu humul kadibin<br \/>\n(13:54) yang artinya barang siapa yang mengira bahwa Allah tidak akan mengumpulkan hamba-hambnya setelah kematian mereka untuk mendapatkan ganjaran pahala atau balasan siksa di sebuah perkampungan akhirat yang orang-orang berbuat ihsan diberikan balasan di dalamnya dengan perbuatan ihsan mereka.<br \/>\n(14:25) Dan Allah Subhanahu wa taala tidak menjelaskan untuk makhluk-makhluknya hakikat apa yang telah mereka perselisihkan di dalamnya. Dan Allah Subhanahu wa taala tidak memperlihatkan bagi orang-orang yang beramal seluruhnya dan juga kebenaran para rasul-Nya. Dan Allah tidak memperlihatkan bahwa musuh-musuhnya adalah orang-orang yang berdusta.<br \/>\n(14:56) Maka siapa yang mengira demikian, sungguh dia telah mengira dengan perkiraan yang buruk yang mengira bahwa tidak akan ada hisab, tidak akan ada hari kebangkitan, tidak akan ada siksa atau pahala. Orang yang berbuat kebaikan tidak akan diberikan pahala. Kemudian musuh-musuh Allah Subhanahu wa taala tidak akan didustakan oleh Allah.<br \/>\n(15:28) Siapa yang mengira demikian? Berarti dia telah mengira sesuatu yang buruk kepada Allah Subhanahu wa taala. annahu yudu alaihi amalu asaleh alladzi amilahu khwajhi amri. Dan barang siapa yang mengira bahwa ee Allah Subhanahu wa taala akan menyia-nyiakan amal perbuatan seseorang yang saleh. Amal seseorang yang saleh yang dia kerjakan ikhlas karena wajah Allah Subhanahu wa taala untuk mengerjakan perintah Allah.<br \/>\n(16:10) Wtilhu alaihi bila sababin minal abd. Siapa yang mengira bahwa Allah akan menghilangkan amal tersebut tanpa sebab dari seorang hamba? Waahu yqibu bima launahu fih. Dan siapa yang mengira bahwa Allah akan menyiksa seseorang dengan sesuatu yang dia tidak perbuat di dalamnya. Wiar lahu wala qudrata wala iradata lahu fiulih.<br \/>\n(16:45) Dan seseorang tidak punya pilihan di dalamnya, tidak punya kekuasaan, tidak punya keinginan untuk mendapatkannya. Bal yuaqibu ala fi&#8217;li hua subhanahu bih. tetapi dia menghilangkan ee menyiksanya atas perbuatannya yaitu Allah Subhanahu wa taala dengannya. atau dia mengira bahwa Allah Subhanahu wa taala akan ee membolehkan untuk membantu musuh-musuh Allah yang mendustakan Allah dengan mukjizat yang Allah Subhanahu wa taala memberikan penguatan dengan mukjizat tersebut kepada para nabinya dan para rasulnya.<br \/>\n(17:49) Dan siapa yang mengira bahwa Allah akan memberikan pertolongan tersebut kepada orang-orang yang memusuhi para rasul tadi agar bisa menyesatkan hamba-hamba Allah Subhanahu wa taala dengan mukjizat dan karamat tadi. Wa annahu yuhsinu minhu kullai hatta takziba man afna umrahu fiatih. Dan Allah subhanahu wa taala akan berbuat baik darinya kepada sesuatu sampai menyiksa seorang yang menghabiskan umurnya di dalam ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala.<br \/>\n(18:37) Siapa yang mengira demikian? Lalu Allah akan mengekalkan siksanya di dalam neraka jahanam yang paling dalam. Waunimu manistamfada umrahu fiwatihi wawati rusulihi wini. Dan siapa yang mengira bahwa Allah akan memberikan ee kepada orang yang menghabiskan umurnya dengan memusuhi Allah, memusuhi Rasulullah, rasul-rasulnya, memusuhi agama Allah Subhanahu wa taala.<br \/>\n(19:12) Maka Allah dan dia mengira Allah akan mengangkat orang-orang tersebut ke derajat yang paling tinggi. Amra husnahu sawa. Dan dua perkara di dalam kebaikan baginya adalah sama yaitu bagi Allah sama. Wala ya imtinaa ahadihima wuquul akhar illa birin sodq. Dan dia tidak mengenal penahanan salah satu dari keduanya dan kejadian yang lain kecuali dengan kabar yang benar.<br \/>\n(19:54) Wailla falqlu laqdi biqubhi ahadihima w husnil akar faqadna bihi. Padahal akal tidak memutuskan keburukan salah satu dari keduanya atau kebaikan yang lain. Maka siapa yang melakukan ini semua, siapa yang berprasangka ini semua adalah dia berprasangka buruk terhadap Allah Subhanahu wa taala. Berprasangka buruk terhadap Allah Subhanahu wa taala.<br \/>\n(20:21) Ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah. Jadi kalau salah boleh saya boleh ulang yaitu barang siapa yang mengira ya barang siapa yang mengira bahwa ee Allah tidak akan merahmatinya. Makanya dia putus asa bahwa Allah tidak akan memberikan harapannya. Makanya dia putus asa. Berarti orang ini sudah berburuk sangka kepada Allah.<br \/>\n(21:01) Kemudian juga barang siapa yang mengira bahwa Allah akan menyiksa para wali-walinya. Padahal wali-wali tersebut berbuat kebaikan, ikhlas dalam beribadah. Dan siapa yang mengira bahwa Allah menyamakan antara wali-walinya dengan musuh-musuhnya, maka orang ini berburuk sangka terhadap Allah Subhanahu wa taala.<br \/>\n(21:30) Dan barang siapa yang mengira bahwa Allah menciptakan makhluk-makhluk ini sia-sia, tidak ada perintah, tidak ada larangan, Allah tidak utus para rasul, tidak turunkan kitab-kitab suci, tetapi Allah biarkan makhluk-makhluk ini seperti binatang. Maka siapa yang mengira demikian berarti dia sudah berburuk sangka. Barang siapa yang mengira bahwa Allah Subhanahu wa taala tidak menyiksa hambnya atau tidak mengumpulkan hambanya setelah kematiannya untuk mendapatkan siksa atau balas ganjaran pahala ya di kampung akhirat. Padahal hamba-hamba tersebut telah<br \/>\n(22:10) berbuat kebaikan. Dan siapa yang mengira bahwa Allah Subhanahu wa taala belum menjelaskan kepada makhluk-makhluknya sesuatu yang mereka perselisihkan. Dan barang siapa yang mengira bahwa Allah Subhanahu wa taala akan tidak menolong orang-orang yang menjadi rasul dan bahkan Allah menolong musuh-musuh para rasul.<br \/>\n(22:45) Maka yang seperti ini dia telah berbuat bersangka buruk terhadap Allah Subhanahu wa taala. Barang siapa yang mengira bahwa Allah Subhanahu wa taala menyia-nyiakan amal saleh, orang yang beramal saleh yang ikhlas karena ingin mentaati perintah Allah dan membatalkan amal saleh tersebut tanpa sebab dari seorang hamba. Dan Allah subhanahu wa taala akan menyiksa hamba tanpa ee alasan.<br \/>\n(23:12) Bukan karena perbuatan hamba, bukan karena pilihan hamba, bukan karena kuasa hamba, tanpa alasan. Pokoknya barang siapa yang mengira bahwa Allah Subhanahu wa taala akan menyiksa perbuatan seorang hamba, apapun, maka ini telah berburut sangka kepada Allah Subhanahu wa taala.<br \/>\n(23:34) Atau dia mengira bahwa Allah Subhanahu wa taala membolehkan untuk musuhmus musuh-musuh Allah mendapatkan mukjizat. Ya. Dan ee Allah Subhanahu wa taala memerangi mus ee memenangkan musuh-musuh Allah melawan para rasul. Siapa yang menyangka demikian maka berarti dia sudah menyangka kepada Allah dengan prasangka yang buruk. Ya, ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Tib.<br \/>\n(24:06) Kemudian penulis berkata, &#8220;Anahu akbar nafsihi waalihi bimau batilbihunqi lam yukbir bihi wa inama rama ilaihi rumuzan baidatan waara ilaihi isyarat mulah lam walam yushih bihi washaimanbihi waq [Musik] Subhanallah panjang sekali ini imam ber apa perkataan ini sepertinya perkataan<br \/>\n(25:28) sikhul Islam atau Imam Ibnu Qayyim rahimahullah. Iya perkataan Imam. Jadi ee depannya panjang baru nilainya di akhir. Intinya gini kata Al Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu taala bahwa siapa yang mengira bahwa Allah Subhanahu wa taala mengabarkan tentang dirinya, sifat-sifatnya, perbuatannya dengan kabar yang batil dan ee itu adalah kabar memisalkan dirinya dengan makhluk, kabar menyerupakan dirinya dengan makhluk. Dan barang siapa yang mengira bahwa Allah meninggalkan yang kebenaran watarakal haq lam yukbir bihi<br \/>\n(26:15) dan Allah belum memberitahukan kebenaran kepada hamba-hambnya tetapi Allah subhanahu wa taala hanya memberikan rumus-rumus saja yang jauh dari sifat sebenarnya yang dimiliki oleh Allah Subhanahu wa taala. Dan siapa yang mengira bahwa Allah memberikan isyarat-isyarat saja dan Allah Subhanahu wa taala tidak menjelaskan dengan sejelas-jelasnya dan Allah menjelaskan hanya selalu dengan perumpamaan, permisalan, dan kebatilan, maka orang seperti ini dia berarti telah berprasangka buruk.<br \/>\n(26:53) Dan juga siapa yang berpesangka bahwa Allah menginginkan dari makhluknya untuk mengikuti apa yang ada dalam atak mereka, apa yang ada dalam kekuatan mereka, pemikiran mereka ya di dalam merubah firman Allah Subhanahu wa taala dari siksanya, dari tempatnya. Watwilu ala ghairi takwili. dan me ee Allah menginginkan untuk menafsiri apa yang Allah sudah sebutkan dengan di dalam ee tentang sifat-sifat Allah berbeda dengan apa yang Allah Subhanahu wa taala inginkan. Allah menginginkan demikian. Makanya orang tersebut telah dia telah<br \/>\n(27:41) berburuk sangka kepada Allah Subhanahu wa taala. Artinya begini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala. Ada orang yang mengira bahwa Allah subhanahu wa taala memang menginginkan takwil yang rusak merusak makna dari ayat. Orang ini berarti telah berprasangka yang buruk kepada Allah Subhanahu wa taala.<br \/>\n(28:07) Dan barang siapa yang mengira bahwa Allah memang menginginkan untuk me nyondongkan dalam pengetahuan tentang nama-namanya, sifat-sifatnya kepada akal, perasaan, bukan kepada Al-Qur&#8217;an. Siapa yang mengira demikian berarti dia sudah berprasangka buruk kepada Allah Subhanahu wa taala. Bahkan ee siapa yang mengira bahwa Allah Subhanahu wa taala menginginkan untuk mereka agar merubah firman-firman Allah Subhanahu wa taala maknanya dan agar mereka tidak membawa firman Allah Subhanahu wa taala sesuai dengan makna yang mereka pahami di dalam bahasa mereka. Siapa yang menganggap demikian maka berarti<br \/>\n(29:00) dia telah berburusangka kepada Allah Subhanahu wa taala. Siapa yang mengira bahwa Allah subhanahu wa taala belum menjelaskan sejelas-jelasnya dengan bahasa yang mereka pahami tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa taala, maka ini adalah sebuah kebatilan. Siapa yang berprasangka dengan demikian, maka berarti dia telah berprasangka dengan prasangka yang buruk kepada Allah Subhanahu wa taala. Nah, terus seperti itu ya.<br \/>\n(29:45) inahuqiram alalqasidikahmati artinya nya kalau ada yang mengatakan bahwa Allah tidak sanggup untuk mengungkapkan kebenaran dengan lafaz yang jelas yang bisa dipahami oleh Nabi dan orang-orang sebelumnya, maka sungguh dia telah bersangka kepada Allah dengan prasangka yang buruk.<br \/>\n(30:28) Bahwa Allah tidak sanggup membuat bahasa, membuat ee apa namanya? berbicara dengan bahasa yang baik, berbicara dengan bahasa yang jelas. Meskipun ia mengucapkan Allah maha kuasa, tetapi ketika dia menyangka Allah belum menjelaskan tentang nama dan nama dan sifat-sifatnya, bahkan dia menyangka bahwa Allah lebih condong kepada menyembunyikan nama-nama dan sifat-sifatnya.<br \/>\n(30:58) Bahkan dia menyangka bahwa Allah menginginkan manusia terperosok ke dalam kebatilan dan kerusakan akidah. Siapa yang mengira ini semua, maka berarti dia telah ber mengira dengan perakiraan yang buruk. Mengira dengan perakiraan yang yang buruk. Nah, ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala.<br \/>\n(31:24) Jadi, Subhanallah perkataan ee Imam Ibul Qayyim rahimahullah ini awalannya panjang kemudian akhirannya mubtadanya panjang gitu kemudian akhirannya atau khabarnya pendek ya. Tayib. Kemudian penulis mengatakan, &#8220;Wamanna annahu huafarhi waal haqi kalamihim waatihim waamahiriasbihil wahiramilahinara wal hadyu wal min Barang siapa yang mengira bahwasanya dia dan orang-orang sebelumnya telah menggambarkan kebenaran dengan jelas, tidak seperti Allah dan Rasul-Nya. Dan bahwasanya petunjuk dan kebenaran di dalam ucapan mereka dan<br \/>\n(32:28) ungkapan-ungkapan mereka. Adapun firman Allah maka tidak bisa diambil dari firmannya kecuali secara lahiriahnya adalah menyamakan, memisalkan dan kesesatan. Dan nampak dari perkataan orang-orang ini ee bedanya antara perkataan yang menyimpang dengan perkataan yang ragu-ragu dengan petunjuk dan kebenaran.<br \/>\n(32:58) Maka siapa yang mengira seperti ini berarti dia sudah ee berprasangka buruk dengan prasangka yang berprasangka buruk kepada Allah. Mereka sudah berprasangka dengan prasangka yang buruk kepada Allah subhanahu wa taala. min billah. Maka setiap dari mereka inilah orang-orang yang berprasangka buruk kepada Allah dengan prasangka ee berprasangka kepada Allah dengan prasangka yang yang buruk ya dengan prasangka yang yang buruk.<br \/>\n(33:35) Waminadanina billahi ghairil haqqial jahiliyah. Dan siapa? Dan mereka inilah orang-orang yang berprasangka kepada Allah tanpa kebenaran bahwa Allah subhanahu wa taala seperti prasangka kaum jahiliyah. Mereka berprasangka kepada Allah tanpa kebenaran seperti prasangka kaum jahiliah. Waman donna bihi an yakuna fi mulkihi ma la yasya wala yaqdiru ala ijadi wa takwinih faqadzanna billahi barang siapa yang mengira bahwa terjadi sesuatu di kerajaan Allah yang tidak dikehendaki oleh Allah dan tidak di takdirkan oleh Allah untuk terjadi, maka berarti dia sudah mengira kepada Allah dengan perakiraan yang<br \/>\n(34:26) yang buruk dengan perakiraan yang yang buruk abadam bihi. Siapa yang mengira bahwa Allah Subhanahu wa taala dahulunya tidak berkuasa dari awalnya sampai kepada ee akhirnya? dan tidak disifati pada saat itu dengan kuasa atas perbuatan. Kemudian ee akhirnya baru dia berkuasa setelah tidak berkuasa.<br \/>\n(35:10) Maka siapa yang mengira terhadap kekuasaan Allah seperti ini, maka berarti dia sudah berprasangka berprasangka buruk kepada Allah Subhanahu wa taala. Sudah berprasangka buruk kepada Allah Subhanahu wa taala. Tib wamanna annahu bihi annahu la yasma w yubsir wamul majudat wad samawatium w bani wamudat faqna bihi yang artinya barang siapa yang mengira bahwa Allah tidak mendengar tidak melihat tidak mengetahui hal-hal yang ada dan tidak mengetahui jumlah langit dan bintang, jumlah anak Adam dan perbuatan mereka ee kegiatan-kegiatan mereka, maka berarti dia telah<br \/>\n(36:07) dan mengira bahwa Allah tidak mengetahui sesuatu sesuatu apapun dari yang ada secara langsung. Maka orang yang seperti ini dia mengira dengan perakiran yang buruk terhadap Allah Subhanahu wa taala. [Musik] w bihiu lahu w iruqam aban wahu am wq barang siapa yang mengira bahwa ia tidak memiliki Allah tidak memiliki pendengar penglihatan ilmu keinginan Allah tidak memiliki pembicaraan yang tegak dengannya.<br \/>\n(37:01) Dan Allah tidak berbicara kepada seorang pun dari makhluknya selamanya. Allah tidak berkata-kata yang telah lalu. Allah tidak berkata-kata yang sekarang. Allah tidak memiliki perintah. Allah tidak memiliki larangan yang ditegakkan. Maka sungguh orang yang seperti ini berarti dia telah berbaik berburuk sangka kepada Allah Subhanahu wa taala.<br \/>\n(37:24) Yang seperti ini berarti dia telah berburuk sangka kepada Allah Subhanahu wa taala. Wamanna annahu waman bihiuqahuqati. Dan barang siapa yang mengira bahwa tidak ada Allah Subhanahu wa taala di atas langit-langitnya, di atas arasnya yang terpisah dari makhluknya. Wa nisbatihi arsibatiha asalfilin. Dan siapa yang mengira bahwa eh perbandingan antara zat Allah kepada arasynya seperti perbandingan antara asfala safilin, antara seseorang dengan yang paling rendah. Waal amkinah allatihabuikriha.<br \/>\n(38:18) Dan juga kepada tempat-tempat yang tidak disukai untuk menyebutkannya. Waahu asfal kama annahu a. Dan Allah subhanahu wa taala dikira bahwa Allah itu rendah sebagaimana Allah itu tinggi. Waqala subhanallah rabbial aa asfal kaman qala subhana rabbiyal aa faqadna bihi eh aqbahan wa aswa. Ee barang siapa yang mengira bahwa Allah Subhanahu wa taala di bawah sebagaimana Allah di atas.<br \/>\n(39:03) Dan siapa yang mengatakan bahwa Allah maha suci Allah yang paling bawah sebagaimana orang mengatakan maha suci Allah yang paling atas maka orang terpati ini dia sudah berbuat buruk dan berprasangka buruk kepada Allah Subhanahu wa taala. Siapa yang mengira bahwa Allah menyukai keburukan, Allah menyukai kefasikan, Allah menyukai kemaksiatan, Allah menyukai kerusakan sebagaimana Allah menyukakan keimanan, kebajikan, ketaatan, dan islah.<br \/>\n(39:50) Barang siapa maka sungguh dia berarti dia telah ber buruk kepada Allah Subhanahu wa taala. Siapa yang mengira bahwa Allah tidak menyukai, tidak meridai, tidak murka, tidak ee tidak apa namanya murka, marah, Allah tidak yuwali. Allah tidak menolong, tidak memusuhi, tidak mendekat kepada seorang pun dari makhluknya dan tidak mendekat seorang pun kepadanya.<br \/>\n(40:42) Dan bahwasanya zat-zat setan di dalam kedekatan seperti zat-zat para malaikat yang dekat-dekat dan wali-wali Allah yang beruntung. Siapa yang mengira demikian maka berarti dia telah berburuk sangka kepada Allah. Allah subhanahu wa taala. Namam. Ah, itu kira-kira yang bisa disampaikan ee Pak Akhi Basit dari Raja. Mudah-mudahan yang disampaikan bermanfaat.<br \/>\n(41:20) Intinya ee kita sekarang membaca perkataan Ibnul Qayyim yang mengatakan bahwa jangan sampai berburuk sangka kepada Allah dengan buruk sangka yang menyimpang kepada Allah Subhanahu wa taala. Nah, ini yang bisa disampaikan. E mohon maaf sekali lagi saya tidak bisa menerima sesi pertanyaan. Silakan dilanjutkan pada acara selanjutnya. Wasallallahu ala nabina Muhammad. Walhamdulillahiabbil alamin.<br \/>\n(41:44) Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Jazak khair sekali lagi untuk ustaz. Terima kasih banyak atas waktu yang telah diluangkan untuk kami dan juga materi di kesempatan pagi menjelang siang ini yaitu ee larangan berprasangka kabur kepada Allah subhanahu wa taala. Mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat dan kita bisa mengetahui bagaimana ee kita harusnya berprasangka kepada Allah yaitu selalu berprasangka baik kepada Allah Subhanahu wa taala dan haram untuk berprasangka buruk kepada Allah subhanahu wa taala. Dan sekali lagi kami mohon maaf untuk Anda sahabat Raja<br \/>\n(42:20) sekalian tidak dapat lanjutkan dengan sesi tanya jawab karena kesibukan al ustaz yang berada di sana. Semoga Allah memudahkan urusan ustaz di yang berada di Banjarmasin dan semoga Allah menjaga antum beserta keluarga. Demikian ikhwati Islamakumullah sama kembali kelanjutannya di Rabu yang akan datang dalam pembahasan kitab Fathul Majid syarah kitab tauhid bersama Al Ustaz Ahmad Zainuddin Albanjari hafidahullahu taala hanya di Rajah TV dan di Radio Roja. Kami undur diri. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.<br \/>\n(42:59) Innalhamdalillah nahmaduhu wasastainuhu wasastagfiruh. Roja TV selur<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(81) [Live]: Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid &#8211; YouTube Transcript: (00:00) punya mengikuti apa yang aku bawa. [Musik] Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Simak Radio Roja Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.1 FM, Radio Roja Palu 101,8 FM. dan radio Roja Bandung 104.3 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3528","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rodjatv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid - Transkrip<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-ahmad-zainudin-lc-kitab-fathul-majid-syarah-kitab-tauhid-30\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid - Transkrip\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(81) [Live]: Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid &#8211; YouTube Transcript: (00:00) punya mengikuti apa yang aku bawa. [Musik] Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Simak Radio Roja Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.1 FM, Radio Roja Palu 101,8 FM. dan radio Roja Bandung 104.3 [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-ahmad-zainudin-lc-kitab-fathul-majid-syarah-kitab-tauhid-30\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Transkrip\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-24T14:24:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-24T14:24:41+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"16 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-ahmad-zainudin-lc-kitab-fathul-majid-syarah-kitab-tauhid-30\/\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-ahmad-zainudin-lc-kitab-fathul-majid-syarah-kitab-tauhid-30\/\",\"name\":\"Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid - Transkrip\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-11-24T14:24:40+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-24T14:24:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-ahmad-zainudin-lc-kitab-fathul-majid-syarah-kitab-tauhid-30\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-ahmad-zainudin-lc-kitab-fathul-majid-syarah-kitab-tauhid-30\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-ahmad-zainudin-lc-kitab-fathul-majid-syarah-kitab-tauhid-30\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\",\"name\":\"Transkrip\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\"],\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid - Transkrip","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-ahmad-zainudin-lc-kitab-fathul-majid-syarah-kitab-tauhid-30\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid - Transkrip","og_description":"(81) [Live]: Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid &#8211; YouTube Transcript: (00:00) punya mengikuti apa yang aku bawa. [Musik] Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Simak Radio Roja Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.1 FM, Radio Roja Palu 101,8 FM. dan radio Roja Bandung 104.3 [&hellip;]","og_url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-ahmad-zainudin-lc-kitab-fathul-majid-syarah-kitab-tauhid-30\/","og_site_name":"Transkrip","article_published_time":"2025-11-24T14:24:40+00:00","article_modified_time":"2025-11-24T14:24:41+00:00","author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"16 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-ahmad-zainudin-lc-kitab-fathul-majid-syarah-kitab-tauhid-30\/","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-ahmad-zainudin-lc-kitab-fathul-majid-syarah-kitab-tauhid-30\/","name":"Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid - Transkrip","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website"},"datePublished":"2025-11-24T14:24:40+00:00","dateModified":"2025-11-24T14:24:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-ahmad-zainudin-lc-kitab-fathul-majid-syarah-kitab-tauhid-30\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-ahmad-zainudin-lc-kitab-fathul-majid-syarah-kitab-tauhid-30\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/24\/ustadz-ahmad-zainudin-lc-kitab-fathul-majid-syarah-kitab-tauhid-30\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/","name":"Transkrip","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/ngaji.id\/tran"],"url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3528"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3528"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3528\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3529,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3528\/revisions\/3529"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3528"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3528"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3528"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}