{"id":3631,"date":"2025-11-27T20:29:33","date_gmt":"2025-11-27T13:29:33","guid":{"rendered":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?p=3631"},"modified":"2025-11-27T20:29:33","modified_gmt":"2025-11-27T13:29:33","slug":"ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-hidup-penuh-berkah-dengan-mengagungkan-sunnah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-hidup-penuh-berkah-dengan-mengagungkan-sunnah\/","title":{"rendered":"Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc | Hidup Penuh Berkah dengan Mengagungkan Sunnah"},"content":{"rendered":"<p>(3) [LIVE] Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc | Hidup Penuh Berkah dengan Mengagungkan Sunnah &#8211; YouTube<br \/>\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"[LIVE] Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc | Hidup Penuh Berkah dengan Mengagungkan Sunnah\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/SLjbKaCrE0U?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Transcript:<br \/>\n(00:01) [Musik] menyebar cahaya sunah Ah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.<br \/>\n(04:30) Inalhamdalillah nahmaduhu wastainuhu wastagfiruh wa naudubillahi min syururi anfusina wamati amalina man yadihillah fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh Q Allahu Taala kitabihil karim.<br \/>\n(05:06) Ya ayyuhalladzina amanutqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun. Amma ba&#8217;dekah seiman [Musik] semua kita adalah umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Semua kita mengucapkan dua kalimat syahadat. Ashadu alla ilahaillallah wa ashadu anna muhammadar rasulullah. Saya pakai ini juga ini ada I ini agak kurang suaranya. Tes tes.<br \/>\n(05:54) Semua kita adalah hamba Allah dan pengikut Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dan nabi kita adalah nabi yang paling mulia. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, &#8220;Sayidu waladi Adam, aku adalah sayid anak Adam.&#8221; Rasulullahi alaihialatu wasalam. Beliau adalah qudwah. Beliau adalah qudwah, uswah.<br \/>\n(06:45) Suri tauladan yang baik untuk kita semua saudaraku seiman. Allah berfirman, &#8220;Laqod kanana lakum fi rasulillahi uswatun hasanah.&#8221; Sungguh telah ada pada diri Rasulullah sallallahu alaihi wasallam suri toladan yang baik. limanana yarjullaha wal yaumal akhir wakarallah katsir bagi orang yang menginginkan Allah dan kehidupan akhirat dan banyak mengingat Allah subhanahu wa taala saudaraku seiman Allah mengutus Rasulullah untuk apa mengutus Rasulullah sallallahu alaihi wasallam Yang pertama untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju terang benderang kepada cahaya.<br \/>\n(07:42) Allah mengutus Rasulullah sallallahu alaihi wasallam untuk menunjukkan kita jalan yang Allah ridai dan cintai. Allah mengutus Rasulullah sallallahu alaihi wasallam agar kita bisa masuk surga. Maka beliau pun diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan wahyu. Dan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam tidak tidak pernah berbicara dari hawa nafsu.<br \/>\n(08:13) Rasulullah sallallahu alaihi wasallam semua pembicaraannya yang beliau sampaikan adalah wahyu. Allah berfirman, &#8220;Wama yanfiquil hawa in hua illa wahyu yuha. Dan tidaklah Muhammad sallallahu alaihi wasallam berbicara dari hawa nafsunya, akan tetapi ia adalah wahyu yang Allah wahyukan kepadanya. Ini yang wajib kita yakini, saudaraku.<br \/>\n(08:47) Imam Attabrani meriwayatkan dari hadis Abdullah bin Amr bin al-As. Beliau yaitu Abdullah bin Amr bin al-As berkata, &#8220;Kuntu aktubu kullama samituh min rasulillah sallallahu alaihi wasallam. Dulu aku mencatat semua yang aku dengar dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Fanahani ba&#8217;du ashabi rasulillah. Namun sebagian sahabat melarang aku dan berkata, &#8220;Kaifa taktub samitahu min rasulillah wahua basyar yatakallam fil gab warid.<br \/>\n(09:33) Bagaimana kamu mencatat semua yang kamu dengar ya Rasulullah? Rasulullah pun manusia. Beliau bisa bicara ketika rida maupun ketika marah. Faamsakil kitabah. Maka aku pun berhenti mencatat. Aatu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Lalu kemudian aku bertanya kepada Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam. faq li maka rasulah bersabda, uktub fawalladzi nafsi biyadih maja minya ilal haqja demi zat yang diriku berada di tangannya tidaklah keluar dari mulutku kecuali kebenaran tidaklah keluar dari mulutku kecuali apa kebenaran Lihat saudaraku seiman. Bahkan perbuatan Rasulullah sallallahu<br \/>\n(10:30) alaihi wasallam saudaraku seiman hakikatnya adalah sedang menterjemahkan Al-Qur&#8217;an dalam kehidupan. Aisyah radhiallahu anha berkata, &#8220;Kana khuluquul Quran.&#8221; Adalah akhlak Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu Al-Qur&#8217;an. Subhanallah. Saudarakuiman rahimani warahimakumullah jamian. Makanya semua perbuatan tingkah laku Rasulullah, gerak-gerik Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu ya adalah merupakan apa? Hal yang apa namanya? Pensyariatan untuk umatnya. Selama itu bukan yang sifatnya yang berhubungan dengan adat istiadat.<br \/>\n(11:17) tentunya Pak Saudaraku iman rahimani warahimakumullah jamian. Maka dari itu Allah menyuruh kita untuk menaati rasul. Allah berfirman, &#8220;Wa atiullaha wa atiur rasul.&#8221; Taati Allah, taati apa? Rasul. Dan Allah menjadikan ketaatan kepada rasul sama dengan ketaatan kepada Allah. Allah berfirman, &#8220;Mayusi rasula faqad atallah.<br \/>\n(11:54) &#8221; Siapa yang menaati rasul, sungguh ia telah menaati Allah subhanahu wa taala. Dan Allah mengancam orang yang menyelisihi Rasul sallallahu alaihi wasallam. Ya Allah berfirman di dalam surat Al-Ahzab, &#8220;Falyahzarilladzina yukalifuna an amrih an tusibahum fitnatun a yusibahum adzabun alim.&#8221; Hendaklah waspada orang-orang yang menyelisihi perintah Rasul untuk ditimpa fitnah.<br \/>\n(12:39) atau ditimpa azab yang pedih. Lihat Allah mengatakan bahwa hendaklah waspada orang-orang yang menyelisihi perintah Rasul untuk ditimpa apa? Fitnah. Apa yang dimaksud dengan fitnah di sini, Pak? Ada yang tahu? Hah? Fitnah yang dimaksud di sini kata Imam Ahmad yaitu kekafiran dan kesyirikan. Hendaklah waspada orang yang menyelisihi perintah Rasul untuk ditimpa fitnah itu kekafiran dan kesyirikan atau ditimpa azab yang pedih.<br \/>\n(13:26) Nah, masyaallah. Bagi orang yang menyelisihi perintah Rasul ini, Saudaraku, diberikan dua pilihan. Orang yang menyelisihi perintah Rasul diberikan oleh Allah dua pilihan. Yang pertama ditimpa fitnah. Yang kedua ditimpa azab yang pedih. Eh ucapan saya jelas enggak? Hah? Jelas enggak? Suara saya kurang jelas ya. Iya. ini mungkin bisa diperbaiki lagi, Pak.<br \/>\n(14:05) Apa namanya? Sound systemnya. Saudaraku rahimani warahimakumullah jam. Jadi kata Allah Subhanahu wa taala, &#8220;Hendaklah orang-orang yang mengelisi rasul itu waspada jangan sampai ditimpa fitnah atau ditimpa azab yang pedih.&#8221; Ini menunjukkan, Pak, orang yang menyelisihi perintah Rasul diancam dengan ancaman berat.<br \/>\n(14:53) Mana yang lebih berat? Ditimpa fitnah atau ditimpa azab yang pedih? Hah? Dua-duanya berat. Dua-duanya berat. Tapi yang lebih berat yang mana? Dua-duanya berat. Betul. Tapi yang lebih berat mana? Ditimpa fitnah atau di ditimpa azab yang pedih? Yang yang lebih berat yang pertama ditimpa fitnah.<br \/>\n(15:27) Loh, kok bisa gitu, Pak? Karena fitnah ini, Pak, adalah kekafiran. Sudah kita sebutkan. Orang kalau gara-gara memaksi rasul kemudian dijadikan oleh Allah dia kafir atau syirik pasti diazab oleh Allah. Iya tidak sahih. Tapi kalau ada orang yang diazab di dunia dan dia muslim, maka azab di dunia itu mengurangi azab dia di akhirat.<br \/>\n(16:00) Sebagaimana disebutkan dalam hadis, umati umatun marhumah laisalahazabun fil akhirah. Wa inamaabuha fid dunya filqatli wazalazili wal fitan. Umatku itu umat yang disayangi oleh Allah. Umat yang disayangi oleh Allah umat Islam. Mereka tidak diazab di akhirat, azabnya di dunia. dengan dibunuh, dengan gempa bumi dan berbagai macam ujian fitnah.<br \/>\n(16:34) Masyaallah. Makanya kalau kita mendengar di Gaza kaum muslimin dibunuhi sama orang Yahudi, Pak, itu sebetulnya kebaik apa namanya di akhirat insyaallah mereka tidak diadab lagi. Allah mungkin sudah maafkan mereka di Sudan. banyak yang dibunuh sampai 2000 bahkan ribuan kaum muslimin. Iya. Barangkali dengan cara itu Allah mengampuni dosa-dosa mereka.<br \/>\n(17:04) Tapi masalahnya, Pak, kalau ada orang kafir, musyrik di dunia aman mungkin dari azab, tapi dia kafir kepada Allah, musyrik. Kira-kira dia aman enggak dari azab Allah? tidak akan azab yang paling pedih itu bukan azab dunia, Pak, azab akhirat. Ya, azab akhirat itu lebih mengerikan dibandingkan daripada azab apa di dunia.<br \/>\n(17:47) Maka dari itu, saudaraku saudaraku seiman rahimani warahimakumullah jamian, orang-orang yang menyelisihi perintah Rasulullah [Musik] Saudaraku seiman, orang-orang yang menyelisihi perintah Rasul sallallahu alaihi wasallam, nasibnya itu pasti menderita. Di dunia orang yang menyelisihi perintah<br \/>\n(19:00) Rasul diberikan sanksi. Dan sanksi yang paling berat itu, Pak, sanksi yang tidak terlihat, sanksi yang tidak terasa, sanksi yang tidak terlihat. Itu sudah pernah kita sebutkan di sini. Ada orang yang menyelisihi perintah Rasul. Akhirnya apa, Pak? Hatinya tidak tidak suka zikir.<br \/>\n(19:41) Orang yang menyelisihi perintah Rasul, Allah jadikan hatinya senang maksiat. Orang yang menyelisihi perintah Rasul, Allah jadikan saudaraku seiman, hatinya itu Pak berat sekali untuk menaati Allah. Mau ibadah berat, mau salat berat, mau ngapa-ngapain berat. Senangnya apa? Ya, kalau acara dangdutan, acara apa yang sifatnya maksiat, baru dia semangat.<br \/>\n(20:18) Akibat apa tadi, Pak? Dia menyelisihi perintah Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam. Maka dari itu, saudaraku seiman, kewajiban kita setiap kita ya akhi adalah berusaha untuk menaati Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam. Dan untuk menaati Rasul tuh tidak mudah, Pak. Kenapa, Pak? Karena perintah-perintah Rasul itu seringki tidak disukai oleh hawa nafsu.<br \/>\n(20:56) Larangan-larangan Rasul seringki sesuai dengan apa? Syahwat. Ya. Tidak, Pak. Ya. Dilarang berzina. Zina itu enak, Mas. Banyak orang yang senang berzina, pacaran dan yang lainnya. Dilarang makan riba. Riba kan punya dapat cuan ya kan, Pak? Bapak nabung di bank dapat bunga, dapat cuan. Masa sih enggak boleh dapat cuan? Ahah. Itu, Pak.<br \/>\n(21:38) Makanya maksiat itu disukai oleh jiwa kita. Karena manusia itu c dijadikan oleh Allah cinta syahwat. Ya, cinta syahwat berupa wanita, berupa anak-anak, berupa harta, kedudukan itu manusia. Sementara yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya berhubungan dengan syahwat kita semua itu. Makanya banyak, Pak, orang-orang yang tidak mau taat kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.<br \/>\n(22:14) Akhirnya apa? Menganggap Islam itu berat. Ini agama berat banget sih ya. Ini haram, riba haram, ini haram, itu haram. Gimana ini? Kenapa? Karena dia pengin bebas. Bebas mengikuti hawa hawa nafsu. Bebas mengikuti syahwat. Seperti antum lihat banyak pemuda-pemuda yang pengin bebas, Pak. Itu hidupnya luntang-langtung di jalan, banyak tatonya, enggak pernah salat, enggak pernah ini katanya saya pengin bebas. Padahal hakikatnya dia tidak bebas.<br \/>\n(22:56) Dia sedang dikungkung oleh hawa nafsu dan setan. Saudaraku seiman rahimani warahimakumullah jamian. Makanya ak islam wallahi menaati rasul itu adalah kebaikan untuk diri kita. Metaati rasul itu barokah dalam kehidupan. Orang yang menaati Rasul sallallahu alaihi wasallam akan diberikan oleh Allah berbagai macam bimbingan, keuntungan, taufik, hidayah, dan yang lainnya.<br \/>\n(23:34) Saudaraku seiman, apa manfaat menaati rasul di dunia? Ya, banyak sekali manfaat menaati rasul di dunia. Yang pertama wa orang yang menaati rasul itu orang-orang yang dicintai oleh Allah. Allah berfirman dalam surat Al Imran ayat 31. Qul in kuntum tuhibbunallah fattabiuni yuhibibkumullah wagfir lakum dunubakum. Katakan, &#8220;Jika kalian mencintai Allah, maka ikuti aku.<br \/>\n(24:16) &#8221; Siapa? Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Niscaya Allah akan cintai kamu dan mengampuni dosa-dosa kamu. Masyaallah. Allah di sini menjamin, Pak, bahwa kalau kita ngikut rasul, ittiba rasul, maka Allah akan mencintai kita. Ini yang pertama. Yang kedua, Allah mengampuni dosa kita. Ini yang kedua. Luar biasa. Orang kalau dicintai oleh Allah itu masyaallah, Pak.<br \/>\n(24:53) Orang kalau sudah dicintai oleh Allah, Pak, matanya dibimbing, telinganya dibimbing, tangannya dibimbing, kakinya dibimbing. Sebagaimana dalam hadis qudsi. Faid ahbabtu fauntuahzi yasma bihiru biha warijulati yamsi biha. Kalau aku sudah mencintai hambaku, aku akan menjadi pendengaran yang ia mendengar dengannya. Menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya.<br \/>\n(25:40) menjadi tangan yang ia memukul dengannya dan menjadi kaki yang ia berjalan dengannya. Walani jika ia minta kepadaku, aku akan beri. Bila ia minta perlindungan kepadaku, aku pasti lindungi dia. Lihat Pak, orang kalau sudah dicintai oleh Allah seperti itu hidupnya, Pak. Masyaallah. Tidak mungkin kita mendapatkan cinta Allah kecuali tadi dengan cara mengikuti siapa? Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.<br \/>\n(26:20) Maka dari itu, saudaraku seiman, ini keuntungan yang besar masyaallah di dunia. Keuntungan yang kedua, saudaraku seiman rahimani warahimakumullah jamian. Orang yang menaati Rasul sallallahu alaihi wasallam diberi hidayah saat terjadi perpecahan umat. Umat Islam ini berpecah belah enggak tiba? Hah? Umat Islam berpecah belah menjadi berapa golongan? 73.<br \/>\n(26:55) Mungkin hadisnya sudah sering dengar ya. Kata Rasulullah umati alain was firq. Umatku akan berpecah belah menjadi berapa? 73 golongan. Dalam hadis al-Irbad bin Sariyah Rasulullah bersab apa? Fa innahu man yais minkum fasarilafan katsir faalaikum bisunnati wasunnatil khulafai rasyidinal mahdiyin. Sesungguhnya orang yang hidup di antara kalian nanti akan melihat perpecahan yang banyak.<br \/>\n(27:39) Maka hendaklah kalian berpegang kepada sunahku dan sunah khulafaur rasyidin yang tertunjuki itu. Lihat berarti Pak solusi perpecahan itu cara solusinya adalah dengan mengikuti sunah rasul. Maka orang yang mengikuti sunah rasul, petunjuk rasul selamat, Pak Ketika umat Islam berpecah belah.<br \/>\n(28:09) Saudaraku seiman rahimani warahimakumullah jam. Ini keuntungan yang kedua, Pak. Ini keuntungan yang luar biasa sekali. Keuntungan yang ketiga di dunia, saudaraku, apa? Orang yang ittiba kepada Rasul sallallahu alaihi wasallam dibukakan pintu-pintu rezekinya, Pak. Biillah. Allah berfirman dalam surat atalaq, wam yattaqillaha yaj&#8217;alahu makhraja.<br \/>\n(28:47) Siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan berikan solusi dari kesulitan hidupnya. Wararzuq min haitu la yahtasib. Dan Allah akan berikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Orang kalau sudah ittiba kepada Rasul, Pak, insyaallah selalu Allah berikan kepada dia rezeki demi rezeki. Ya, saudaraku seiman rahimani warahimakumullah jamian.<br \/>\n(29:20) Kemudian keuntungan yang keempat, saudaraku seiman, dari ittiba kepada Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam bahwa orang yang ittiba kepada Rasul sallallahu alaihi wasallam, saudaraku seiman, ya diberikan barokah dalam kehidupannya. Apa itu barokah, Pak? Barokah itu artinya ziyadatul khairubutuhu.<br \/>\n(29:55) Bertambah kebaikan dan tetap di atas kebaikan. Itu barokah namanya, Pak. Makanya lihat saudaraku rahimani warahimakumullah jamian. Pengikut rasul dan orang yang senantiasa mengikuti Rasulullah sallallahu alaihi wasallam barokah dalam hartanya. barokah dalam hartanya. Iya. Kenapa Rasulullah menyuruh kita sedekah? Tidak. Ya, Rasulullah menyuruh kita sedekah.<br \/>\n(30:31) Sedekah mengurangi harta atau memberkahi? Ya, memberkahi. Enggak ada. Kita pernah dengar orang yang senantiasa sedekah dia jatuh jatuh miskin. Enggak ada. Enggak ada orang jatuh miskin gara-gara sedekah. Enggak ada, Pak. Sedekah itu barokah, Pak. Antum lihat dan banyak orang saksikan saat ada orang yang hidupnya senang apa? Membantu orang, membantu para janda, membantu fakir miskin. Subhanallah.<br \/>\n(31:07) Itu barokah. Hartanya itu barokah. Saya punya apa namanya? Teman dia masyaallah saudaraku seiman kerjanya cuma tukang parkir mobil cuma takir mobil. Walaupun dia cuma parkir mobil tapi dia tetap bertekad. Pokoknya sebagian harta saya mau sedekahkan. Dan ia sedekahkan, Pak. Masyaallah barokah loh, Pak.<br \/>\n(31:50) Walaupun cuma dari parkir, tapi karena dia rajin sedekah, ternyata cukup buat anak istrinya, mencukupi buat apa namanya anaknya sekolah dan yang lainnya. Karena apa? Sodqah itu saudarus imanahimakum jam. Makanya ya akhi dahsyat Pak karena dia apa? Karena ngikuti Rasul sallallahu alaihi wasallam diberkahi hartanya itu.<br \/>\n(32:26) Ya, orang yang ngikuti Rasul, Pak, barokah waktunya. Barokah apa waktunya? Barokah. Kenapa? Karena orang yang ngikuti Rasul berusaha supaya meninggalkan hal-hal yang tidak ada manfaatnya. Kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, &#8220;Apa?&#8221; &#8220;Min husni islamil mari tarquhu ma la yakni.&#8221; Di antara tanda bagusnya Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat.<br \/>\n(33:04) Bayangkan, Pak, kalau hidup kita itu setiap waktunya bermanfaat. Masyaallah. Ya, barokah tidak, Pak? Waktu kita barokah. Tapi kalau kita tidak ngikuti Rasul, ada orang waktunya habis hanya untuk maging. Ada lagi orang habis waktunya cuma main game. Ada lagi ada orang yang waktunya habis hanya untuk bergaul sana sini.<br \/>\n(33:38) Ada lagi orang yang habis waktunya hanya untuk hobinya. Ada lagi orang yang waktunya habis, saudaraku soiman ya untuk apa namanya? Chattingan, Facebookan, media sosialan, enggak berkah waktunya, Pak. Habis. Makanya lihat para ulama mereka itu barokah, Pak, ya, waktu-waktunya.<br \/>\n(34:09) Kenapa? Karena mereka berusaha setiap detiknya, setiap saatnya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Makanya orang yang ngikuti Rasul tuh barokah waktunya. Saudaraku musliman rahimani warahimakumullah jam. Demikian pula, Pak, orang yang mengikuti Rasul sallallahu alaihi wasallam barokah dalam rumah tangganya, Pak. Rumah tangganya berkah.<br \/>\n(34:38) Kenapa dia ingin berusaha bagaimana rumah tangganya sesuai dengan rumah tangga Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam? Jadi antaranya sabar Rasulullah dalam hadis riwayat Imam Ahmad kata Rasulullah idza aradallahu biahli baitin khairon adkhala alaihimq. Apabila Allah menginginkan kebaikan untuk rumah tangga, Allah masukkan kepada mereka sifat lembut. Iya.<br \/>\n(35:12) Suami lembut, istri lembut, anak-anak lembut. Masyaallah. Akhirnya apa? Barokah dalam hidup mereka. Itu pertanda apa? Allah inginkan kebaikan kepada rumah tangga tersebut. imahmanah makam jamiah. Iya. Rumah tangga yang dihiasi dengan ittiba rasul, mengikuti sunah rasul. Masyaallah ya.<br \/>\n(35:46) Suaminya berusaha untuk mencari nafkah yang halal sehingga dengan rezeki yang halal dia pun bisa nafkahi anak istrinya dengan yang halal. Bukan dengan rezeki yang haram. Rezeki yang halal ini pengaruh tidak, Pak, untuk kehidupan, Pak? Pengaruh banget. Karena kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, daging yang tumbuh dari makanan yang haram itu tempatnya di neraka.<br \/>\n(36:17) Berarti sebaliknya daging yang tumbuh dari dari rezeki yang halal maka insyaallah itu bisa memasukkan ke surga. Saudaraku seiman rahimani warahimakum jam. Seorang istri yang ikut rasul, dia akan berusaha untuk taat sama suami. Ya, tidak mau, tidak berani memaksi suami, enggak berani melawan sama suami. Sehingga pada waktu itu rumah tangganya itu dijaga oleh Allah Subhanahu wa taala.<br \/>\n(36:52) Suami yang ikut rasul enggak berani chattingan sama akhwat yang bukan mahram. Banyak juga, Pak, masalahnya, Pak. Orang yang sudah ngaji tapi kok masih chattingan sama akhwat ya. Asalamualaikum, Ukhti. Ini buaya ini. Hah? Pada udah ngaji tapi iseng chattingan sama akhwat. Apa seperti itu petunjuk Rasul? Bukan. Rasul tidak pernah ngajarin seperti itu.<br \/>\n(37:31) Saudaraku imanahimani warahimakumullah jam. Orang yang mengikuti mengikuti Rasul itu barokah dalam masyarakat. Masyarakat itu jadi barokah. Saudaraku Sulaiman, bagaimana tidak ketika masyarakat itu mengikuti Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, hubungan di antara mereka menjadi bagus. Rasul bersabda, &#8220;La yminu ahadukum hatta yuhibaki yuhibsi minalir.<br \/>\n(38:14) I sukai untuk dirinya.&#8221; Kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam apa? Tidak beriman. Sampai kapan? sampai antum melihat saudaranya diberikan kesenangan, ikut senang dia. Masyaallah, dia saudara saya. Saya juga kalau dikasih kesenangan juga saya suka. Maka dia pun suka melihat temannya diberikan apa? Kesenangan. Enggak dengki.<br \/>\n(39:01) Beda dengan orang yang enggak ngikut Rasul melihat tetangganya dikasih kenikmatan apa? Panas. Mendoakan keburukan. Mudah-mudahan mobilnya rusak. Kenapa? Hatinya tuh, Pak, penuh dengki. Enggak ngikutin Rasul sallallahu alaihi wasallam. Sementara dengki itu sesuatu yang dibenci oleh Allah dan Rasulnya. Ketika melihat saudaranya susah, butuh bantuan, orang yang ngikutin Rasul, Pak, dia akan berpikir, &#8220;Gimana caranya saya bantu dia? Ini saudara saya lagi kesusahan ini.<br \/>\n(39:47) Saya enggak bisa bantu. Setidaknya berdoa, &#8220;Ya Allah, bantu dia, Ya Allah.&#8221; Atau dia kalau dia punya teman yang kaya misalnya, dihubungi temannya yang kaya, &#8220;Aki, ini ada saudara kita lagi kesusahan, akhi.&#8221; Iya. &#8220;Kalau antum bantu dia, masyaallah pahalanya besar loh, Akhi.&#8221; Bayangkan, Pak.<br \/>\n(40:12) Masyarakat yang mengikuti Rasul tuh menjadi masyarakat yang saling apa? Membantu, Pak. Saling menguatkan, Pak. Enggak cuek. Ya, saudaraku seimanahimani rahimakumullah jam. Orang yang mengikuti Rasul sallallahu alaihi wasallam, saudaraku seiman, pasti apa? Akhlaknya baik Pak. Orang yang mengikuti tuh Rasul tuh akhlaknya bakalan baik. Iya.<br \/>\n(40:44) Ya. Orang yang mengikuti Rasul sallallahu alaihi wasallam dia tidak mudah baperan. Kenapa? Karena dia tahu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam melarang kita baperan. Kata Rasulullah, &#8220;La tagdab falakal jannah. Jangan marah buat kamu surga. Setiap kali dia marah baperan langsung auzubillahiminasyaitanirrajim.<br \/>\n(41:19) Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Enggak. Masyaallah. Beda kalau antum enggak ngikutin rasul baper. Dikit-dikit marah. Dikit-dikit marah. Kalau sudah marah maunya apa, Pak? memuntahkan kemarahan, Pak. Dan ujung-ujung marah Bapak, Pak, ujung kemarahan tuh membunuh. Yang lagi viral tuh di mana itu, Pak? Ada orang yang mau tidur di masjid, kemudian ada orang ngelarang, enggak boleh. Terus orang ini tetap mau tidur di masjid, marah dia, Pak.<br \/>\n(42:02) Panggil teman-temannya dipukulin sampai mati. Apa seperti itu ajaran Islam? Tidak sama sekali. Sodaku imiman berhimani warahimakum jam. Bah orang yang ngikutin Rasul sallallahu alaihi wasallam, Pak, dia akan terlihat Pak pada lisannya. Bicaranya itu enggak nyakitin hati. Orang yang ngikutin Rasul itu bicaranya sopan santun. Masyaallah. Karena itu ajaran Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam.<br \/>\n(42:40) Kata Rasulullah, &#8220;Manana yminu billahi wal yaumil akhir falyaakl khairon aasmut.&#8221; Siapa yang beriman kepada Allah dan kehidupan akhirat hendaklah ia mengucapkan kebaikan atau diam. Hendaklah ia mengucapkan kebaikan atau apa? Diam. Kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, makanya orang yang apa namanya kalau ngomong tuh, Pak, ceplas-ceplos ke sana kemari itu karena kurang ngikutin Rasul sallallahu alaihi wasallam.<br \/>\n(43:20) Orang yang ngikutin Rasul tuh selalu yang dia pikirkan yang saya ucapkan baik apa enggak. Dia pikirkan dulu kira-kira yang saya omongkan ini baik apa enggak. Beda dengan orang yang enggak ngikutin Rasul, Pak. Orang yang enggak ngikutin Rasul senangnya gibah ya, Pak. Ngomongin orang, &#8220;Si fulan begini, si fulan begitu.<br \/>\n(43:48) &#8221; Bahkan ya musibahnya lagi apa, Pak? Ustaznya pun digibahin, Pak. Kayak gitu tuh, Pak. Kenapa enggak ngikutin Rasul sallallahu alaihi wasallam? Saudaraku seiman warahimani warahimakum jamian. Akhlaknya jadi jelek saudaraku. Maka dari itu akhi orang yang mengikuti Rasulull sallahu alaihi wasallam akhlaknya jadi bagus. Masyaallah.<br \/>\n(44:14) Dan akhlak yang baik itu amal yang paling berat timbangannya di sisi Allah nanti pada hari kiamat. Kata Rasul sallallahu alaihi wasallam, &#8220;Laisaun fin mizanallah min husnil khulq.&#8221; Tidak ada amal yang paling berat timbangannya pada hari kiamat nanti dari akhlak yang yang baik. Kalau kita pengin akhlak kita pengin baik, ikuti Rasul.<br \/>\n(44:45) Karena Rasulullah manusia terbaik akhlaknya. sampai Allah memuji Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Wa innaka laa khuluqin adzim. Sesungguhnya engkau hai Muhammad di akhlak di atas akhlak yang agung. Masyaallah orang yang ngikuti Rasul sallallahu alaihi wasallam saudaraku seiman rahimani warahimakumullah jamian.<br \/>\n(45:09) terbimbing, Pak, dalam cara makannya, cara tidurnya, cara berpakaiannya. Terbimbing orang yang ngikutin Rasul makannya itu enggak maruk ya. Makannya itu betul-betul apa namanya? Terpelihara ya. Cara pola makannya itu bagus, Pak. Makanya kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam apa? Ma adamiun tidaklah seorang anak Adam memenuhi bejana yang lebih buruk daripada perutnya sendiri. Bihasbi Adam luqimat yuqimna.<br \/>\n(46:00) Cukuplah untuk seorang anak Adam itu beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya. Tapi kalau dia mau makan juga kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam apa? Sepertiga untuk makan, sepertiga untuk apa? Minum, sepertiga untuk apa? Hah? Sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum, sepertiga untuk apa? Nafas.<br \/>\n(46:33) Iya. Sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum, sepertiga untuk napas. Antum kalau makan kebanyakan nafas antum tersengal-sengal sampai napas aja sakit. Iya enggak? Itu bahaya, Pak, buat kesehatan, Pak. Itu merusak kesehatan. Ya, makanya cara makan yang paling sehat adalah cara makannya Rasul.<br \/>\n(47:07) Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu cara makannya dibagi tadi sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum, sepertig kenapa ya? Ada teman bercanda begini, Ustaz. Alhamdulillah saya makannya sepertiga. Sepertiga, Ustaz. Sepertiga nasi, sepertiga bakso. Seperti Ya Allah, Akhi bukan itu maknanya. Saudaku imanahiman yaahimakum. Coba kalau kita terapkan, Pak.<br \/>\n(47:41) Makanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu enggak pernah kenyang dalam hidupnya, Pak. Kecuali sesekali saja. Makan kenyang tuh boleh, tapi jangan jadikan kebiasaan. Jangan jadikan apa? Kebiasaan. Karena penyakit itu, Pak, kebanyakan dari makanan. Kolesterol dari makanan, asam urat dari makanan, gula darah dari makanan. Iya. Enggak ada orang yang kolesternya tinggi makanannya itu, Pak.<br \/>\n(48:15) Subhanallah. Makanya Allah berfirman, qul waulu wasrabu wala tusrifu. Makan dan minumlah, tapi jangan berlebih lebihan. Maka orang yang kalau ngikutin Rasul makannya aja terbimbing. Terbimbing. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu lihat, Pak. Kalau pagi itu enggak pernah makan berat. Ckan dalam hadis Rasulullah kalau habis salat subuh zikir.<br \/>\n(48:48) Rasulullah kalau habis salat subuh zikir. Sampai kapan? sampai matahari agak tinggi. Bayangkan Rasul Sallahu Alaih Wasallam kalau beliau itu pagi jarang makan berat. Kalau kita pagi apa? Nasi uduk. Bukannya haram. Enggak haram sih, Pak. Cuma masalahnya itu sayang lambungnya, Pak. Banyak orang Indonesia kena penyakit utamanya apa, Ma? Gara-gara itu pagi-pagi sudah makan berat, habis subuh jam .00 makan nasi uduk bala-bala. Wow, masyaallah ya.<br \/>\n(49:30) Kalau antum pekerja berat sih silakan-silakan aja karena memang butuh tenaga. Saudaraku seiman, lihat Rasulullah makan berat kapan? Siang. Rasul makan berat. Malam Rasulullah sallallahu alaihi wasallam makannya biasanya sebelum magrib atau setelah magrib. Kebiasaan Rasulullah begitu. Silakan baca dalam hadis riwayat Tirmidzi dan yang lainnya. Iya.<br \/>\n(49:55) Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu makannya kalau enggak sebelum magrib, setelah magrib. Kalau kita terkadang makan jam 10. malam. Jam 10.00 nungguin apa? Tukang nasi goreng. Habis makan tidur lagi. Olas sudah kolesterol, gula darah enggak sehat. Enggak sehat gara-gara kita enggak ngikutin pola rasul dalam makan.<br \/>\n(50:28) Kalau kita ngikutin pola rasul dalam makan, masyaallah. Di zaman sekarang ini, Pak, sedang terkenal namanya auto pagi. Auto pagi itu berpuasa beberapa jam, paling minimal 12 jam. I tidak pernah dengar enggak auto pagi, Pak? Jadi auto pagi itu puasa ya 12 jam minimal. itu bagus katanya untuk detoks. Coba kalau kita perhatikan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam setiap hari auto pagi kita buktikan tadi sudah kita sebutkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu makan malam biasanya paling akhir sebelum isya. Sebelum apa? Isya. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam<br \/>\n(51:20) disebutkan dalam hadis Rasulullah itu tidak suka tidur sebelum isya dan tidak suka begadang setelah Isya. Jadi Rasulullah kalau setelah Isya apa? Tidur. Makanya kata Aisyah apa? Rasulullah sahu al wasallam tidur awal malam. Bangun sepertiga malam tidur lagi 1\/6 malam. Lihat.<br \/>\n(51:53) Kemudian setelah subuh zikir sampai jam berapa? Sekitar jamjam jam .00 kalau kita malah ya. Bayangkan, Pak, kalau Isya jam .00, Isya jam 0.00 setelah itu enggak makan lagi. Terus enggak makan sampai jam .00 lagi. Berapa jam? 12 jam. itu autopi itu dan autopeg itu manfaat untuk detoks, mengeluarkan racun-racun dari apa? Tubuh kita. Bayangkan kalau ngikutin pola rasul sehat, Pak. Badan kita jadi sehat.<br \/>\n(52:35) Kalau kita ngikutin pola tidurnya Rasul, sehat, Pak. Karena sudah kita sebutkan tadi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu tidak suka begadang setelah i isya. Sementara kebanyak di antara kita sedang begadang. Begadang sampai jam 11.00 sampai jam 12.00. Mending begadangnya untuk baca ilmu. Mending begadangnya untuk hal yang bermanfaat.<br \/>\n(53:07) Ini enggak begadangnya main catur ngobrol sana sini bahkan ngopi lagi malam-malam. Aduh sekolah kolas baru tidur jam 11.00 jam 12.00 tahajud boro-boro tahajud enggak ada bisa tahajud kalau begitu saudaraku seiman orang kalau sudah tidurnya polanya seperti itu rusak Pak badan Pak. Ya, karena badan kita ini butuh isirat yang cukup.<br \/>\n(53:43) Makanya kalau kita hitung tidurnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, Rasulullah tidur awal malam, bangun sepertiga malam, tidur lagi seper malam. Di waktu siang beliau qililulah ada tidur siangnya. Kalau kita hitung-hitung sekitar 6 sampai 8 jam, itu pola tidur yang bagus, Pak, yang menyehatkan badan. Karena badan kita butuh apa? Istirat yang cukup.<br \/>\n(54:14) Saudaraku warahimani warahimakumullah jam. Udah gitu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam tidurnya di atas rusuk yang kanan. Ya, di zaman sekarang ada penelitian bahkan yang meneliti orang barat lagi. Ternyata tidur yang paling sehat itu tidur di atas rusuk yang kanan. Subhanallah. Malam-malam eh siang Rasulullah sallallahu alaihi wasallam qilah.<br \/>\n(54:42) Qailullah itu tidur sebelum zuhur. Qailullah itu tidur sebelum zuhur. Kebiasaan para sahabat mereka sebelum zuhur tidur kecuali hari Jumat. Mereka mengakhirkan qilullahnya setelah jumatan. Kata Rasulullah apa? Qilu fainnasitan la yaqil. Tidur sianglah. Sesungguhnya setan itu tidak tidur siang. Berarti antum kalau enggak pernah tidur siang kayak siapa? Iya. Ikha Islam sudah gusti iman rahimani warahimakumullah jam.<br \/>\n(55:29) Tuh lihat Pak. Jadi ngikutin rasul itu sehat Pak. Makannya Rasul Rasulullah tuh makannya enggak neko-neko, Pak. Makanya kenapa di zaman sekarang penyakitnya banyak? Karena makanan itu untuk beragam. Kalau di zaman Rasul makanannya enggak beragam, Pak. Rasul makan kurma ya paling enak di zaman Rasulullah apa? Tsarid.<br \/>\n(55:59) Tahu kan? Yang Rasulullah bersabda, &#8220;Keutamaan Aisyah dibandingkan seluruh wanita di bagaikan makanan Sarid. dibandingkan seluruh makanan. Karena di zaman Rasul makanan paling enak tuh sarit. Sarit itu roti gandum yang dimakan dengan marok apa? Kambing. Kambing. Tapi bukan gulai. Kalau gulai kan pakai santan. Kalau di sana itu bikin gulai enggak pakai santan, Pak.<br \/>\n(56:35) Dan santan kan tahu sendiri saudaraku semu iman warahimani warahimakumullah jam. Nah saudaraku seimanahiman warahim. Makanya Rasulullah makannya kurma roti gandum ya yang memang benar-benar dari gandum ya dicampur dengan apa? Minyak samin, minyak zaitun, belum lagi madu. Uh itu sehat-sehat semua itu Pak. Masyaallah. Enggak kayak kita, Pak.<br \/>\n(57:07) Makanannya gorengan ya, bala-bala semua gorengan minyak minyak. Aknya ya udah sakit-sakitan mulu. Saudaraku seiman rahimani warahimakumullah jamian. Nah, lihat saudaraku. Jadi kalau kita ngikut rasul tuh ternyata manfaat enggak buat tubuh kita? Manfaat ya. Manfaat untuk kehidupan kita. Saudaraku rahimani rahimakumullah jamian. Makanya saudaraku lihat ya akhi ya.<br \/>\n(57:39) Mengikuti Rasul tuh menguntungkan, Pak. Wallahi menguntungkan. Menurut antum gaya hidup orang barat itu menguntungkan enggak, Pak? Kehidupan di barat tuh tahu enggak? Bebas minum arak. Bodo amat. zina dan yang lainnya. Mungkin bagi orang-orang pengikut syahwat sih, uh, hidup orang barat enak banget ya. Bersenang-senang aja hidupnya.<br \/>\n(58:15) Wallahi, Pak. Justru gaya hidup seperti ini yang akan merusak, Pak, merusak badan, merusak masyarakat. Makanya lihat di barat mana ada rumah tangga yang apa? yang terpelihara di rumah di barat itu yang namanya perzinaan biasa, selingkuh biasa. Banyak anak-anak yang enggak tahu bapaknya yang bapaknya yang mana. Perempuannya pakaiannya lihat, Pak.<br \/>\n(58:45) Orang barat tuh, Pak. Seenaknya ya pakai you can see lah gitu pakaiannya itu, Pak. Bagi mereka sah-sah saja. Akhirnya rusak moralnya, rusak pemudanya, rusak pemudinya. Kenapa? Yaitu akibat daripada menyelisihi Rasul sallallahu alaihi wasallam. Padahal dalam agama, semua agama nabi dan rasul, Nabi Musa, Nabi Isa dan yang lainnya semua melarang seperti itu, Pak.<br \/>\n(59:24) Apakah antum kira dalam agama Nasrani tidak disyariatkan? Wanita pakai jilbab menutup aurat. Dalam agama Nasrani wanita diperintahkan untuk menutup aurat. Dalam agama Yahudi pun wanita diperintahkan untuk menutup apa? Aurat. Dalam semua agama, Pak, tidak dibenarkan h apa namanya pergaulan bebas campur baur. Semua agama tidak. Ken kenapa saudaraku iman itu semua merusak di akhwat Islam merusak.<br \/>\n(1:00:00) Makanya kan rusaknya Bani Israil yang pertama kali rusak dari siapanya dulu Pak? Perempuannya dulu. Kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam inna awala fitnati bani israil kaat fin nisa. Sesungguhnya fitnah pertama kali yang merusak Bani Israil dimulai dari wanitanya dulu. Wanitanya dulu Bani Israil tuh, Pak, mereka berlomba-lomba pakai sepatu tinggi. Pakai sepatu apa? Tinggi, Pak.<br \/>\n(1:00:41) Sebutkan dalam riwayat yang sahih begitu. Gara-gara itu akhirnya Allah jadikan haid mereka panjang. Allah sanksi mereka. Ya, makanya sepatu-sepatu hak itu, sepatu wanita yang ada hak tingginya itu, itu aslnya dari Yahudi itu dan secara kesehatan pun merusak. Enggak bagus.<br \/>\n(1:01:12) Silakan tanya para ahli kesehatan, sepatu hak itu ya sehat enggak? Enggak. itu berasal dari Yahudi, saudarakuiman. Coba kalau wanita terpelihara, masyaallah ngikutin Rasul sallallahu alaihi wasallam menutup aurat yang bagus, menutup pandangannya ya, tidak memperlihatkan perhiasannya, tidak memperlihatkan kecantikannya, insyaallah Pak, masyarakat kita akan terpelihara Pak.<br \/>\n(1:01:43) Subhanallah saudaraku seiman rahimani warahimakumullah jam. Demikian pula saudaraku seiman kita sebagai anak diperintahkan oleh Rasul untuk berbakti kepada siapa? Orang tua kita. Iat-ayat yang menyuruh kita untuk berbakti kepada orang tua banyak. Allah berfirman, &#8220;Wa&#8217;budullaha wala tusiku bisyaai wabil walidaini ihsana.<br \/>\n(1:02:14) &#8221; Beribadahlah kalian kepada Allah, jangan sekutukan Allah. Dan hendaklah kalian berbuat baik kepada orang tua kalian. Tuh, lihat. Bayangkan, Pak. Bandingkan dengan masyarakat Barat yang mereka itu durhaka sama orang tua. Bandingkan dengan masyarakat yang mereka tidak beriman. Setelah anaknya besar, orang tuanya dijadiin babu, Pak. Bahkan ada, kita lihat di Indonesia saja banyak orang-orang yang nyimpan orang tuanya di mana, Pak? Hah? Panti asuhan buat orang-orang tua. Lailahaillallah katanya repot.<br \/>\n(1:03:00) Sementara Islam menyuruh kita untuk berbakti. Sampai Rasulullah bersabda, &#8220;Syaqi abdun, celaka seorang hamba.&#8221; Adroka abawi falam yudkilahul jannah. Dia masih mendapatkan kedua orang tuanya yang sudah tua tapi tidak memasukkannya ke dalam surga. Dalam Islam itu orang tua kita yang sudah tua justru kesempatan kita untuk berbakti kepada dia untuk bisa masuk surga lah.<br \/>\n(1:03:33) Ini enggak dimasukin ke panti di jompo. Lailahaillallah. Dan sayangnya di negeri kita banyak kayak gini ya. Dulu waktu dia kecil yang ngurusin orang tua ya. Waktu dia baik oe orang tua sampai enggak tidur ngurusin. Ketika dia sudah mulai besar, bapaknya capek cari nafkah, ibunya susahnya mendidik dia.<br \/>\n(1:04:06) Setelah besar dimasukin ke panti jompo. Ya Allah, ini orangnya kayak gini. miring otaknya ya. Ya, kita saya katakan ini orang-orang gila enggak tahu terima kasih sama orang tua. Saudaraku seiman rahimani warahimakumullah jamian. Kenapa ya itu Pak gaya hidupnya tidak mau ngikutin rasul.<br \/>\n(1:04:38) Kiblatnya bukan kepada rasul tapi kepada orang Barat. musibah saudarakuimanahimani warahim jam makanya akal Islam saudaraku seiman ngikutin rasul tuh kebaikan seluruhnya pak wallahi kebaikan ketika kita salat antum kira salat tidak berpengaruh untuk kehidupan kita dan rasulnya menyuruh kita salat Apakah salat itu tidak ada manfaatnya untuk kehidupan, Pak? Banyak orang-orang yang hedonis, orang-orang liberal menganggap salat itu enggak ada manfaatnya. Cuma buat buang-buang waktu katanya.<br \/>\n(1:05:25) Benar. Padahal salat itu, Pak, pengaruhnya untuk kehidupan dahsyat sekali. Makanya Allah berfirman, &#8220;Innas sata tanha anil fahsya wal munkar.&#8221; Salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Antum bandingkan deh. Hidup orang yang senantiasa menjaga salat dengan orang yang hidupnya enggak pernah salat. Jauh beda, Pak. Jauh beda.<br \/>\n(1:05:56) Orang yang senantiasa salat itu antum lihat hidupnya lebih masyaallah terbimbing hidupnya. Makanya Allah berfirman, &#8220;Innal insana khuliqo halua, idza mahusyarru jazua wauliru manua illal musolli.&#8221; Sesungguhnya manusia itu diciptakan oleh Allah dalam keadaan apa? Halut. Apa? Hal. Suka berkeluh kesah.<br \/>\n(1:06:29) Lalu Allah menyebutkan menafsirkan makna halu. Apabila ditimpa kesenangan, pelit, apabila ditimpa kesusahan enggak sabaran. Kecuali siapa? Illal musin. Kecuali orang yang salat. Orang salat itu, Pak, dibimbing. Itu kenapa Allah perintahkan Rasul menyuruh kita untuk jaga salat? Jaga salat, jaga salat. Perhatikan salatmu. Sampai kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, auladakum bah wahum alaiha wahum abin.<br \/>\n(1:07:18) Perintahkan anakmu salat umurnya berapa? 7 tahun. Dan pukul mereka untuk salat. Umurnya berapa? Hah? 10 tahun. Bayangkan. Untuk apa, Pak? Karena anak kalau tumbuh di atas salat bagus, Pak. Si anak ini yang harus kita perhatikan betul salat, Pak. Ketika si anak dari kecil apa selalu memperhatikan salatnya, salatnya, salatnya, insyaallah si anak ini nanti setelah besarnya Allah beri bimbing dia, Allah berikan kepada dia apa? berbagai macam taufiknya, Pak.<br \/>\n(1:07:58) Sahih saudara warahimakumullah jam. Nah, ini akhl Islam. Jadi, jangan kita anggap, Pak, bahwa perintah-perintah Rasul itu memberatkan. Jangan. Menurut antum salat itu memberatkan hidup antum, enggak? Hah? Siapa yang menganggap salat itu beban berat buat saya, Ustaz? Hah? Jangan, Pak.<br \/>\n(1:08:32) Jadikan justru salat itu sebagai pelipur lara. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kalau ditimpa kesusahan dan kesulitan langsung salat. Bapak kalau lagi pusing, galau salat. Ibu-ibu lagi sedih salat. Allah mengatakan apa? Wasta&#8217;inu bisobri wasah. Mintalah tolong dengan sabar dan salat. Masyaallah, saudarakuiman.<br \/>\n(1:09:08) Begitu, Pak, kalau ngikutin Rasul sallallahu alaihi wasallam kehidupannya masyaallah betul-betul terbimbing, saudaraku. Kejiwaannya itu, Pak, orang yang ngikutin Rasul itu jiwanya bahagia, Pak. Tenang dia, Pak. Bagaimana tidak orang yang ngikutin Rasul itu, Pak, sering zikir dia, Pak. Sering mengingat Allah Subhanahu wa taala. Iya. Orang yang ngikutin Rasul memulai harinya dengan apa coba? Zikir Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bangun tidur zikir tak? Zikir apa? Zikir bangun tidur.<br \/>\n(1:09:57) Alhamdulillahilladzi ahyana ba&#8217;da ma amatana wa ilaihin nur. Masyaallah. Bangun tidur gak zikir. Pergi wudu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kemudian salat tahajud. Allahu Akbar. Permulaan harinya dimulai dengan zikir, kemudian salat subuh berjamaah di masjid. Setelah salat, Rasulullah zikir sampai matahari agak tinggi. Bayangkan kehidupan tuh, Pak, permulaan harinya dengan zikir.<br \/>\n(1:10:32) Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menganjurkan zikir pagi dan petang. Pagi dan petang. Sebelum tidur diajarkan sama Rasulullah zikir. Masyaallah. Rasulullah menyuruh sebelum tidur zikir baca subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 34 kali. Rasulullah menyuruh sebelum tidur membaca banyak bacaan itu, Pak, yang belum yang hendaknya kita hafalkan.<br \/>\n(1:11:06) Manfaat untuk kehidupan. Makanya masyaallah, Pak. Seorangor yang ngikutin Rasul tuh jiwanya tenang, Pak. Jiwanya apa? Tenang. Kalau sudah jiwanya tenang, matinya tenang. Seperti firman Allah, &#8220;Ya ayyatuhan nafsul mutmainnah irji&#8217;i ilaiki rodan mardhiyah. Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kamu kepada Rabbmu dalam keadaan diridai oleh Allah.&#8221; Kenapa, Pak? Karena waktu hidupnya tenang dia, Pak.<br \/>\n(1:11:46) Banyak zikir, ngikutin Rasul, ya. Banyak ibadah. Subhanallah. Saudaraku seiman warahimani warahimakum jamiah. Makanya lihat Pak, kondisi kejiwaan orang yang ngikutin rasul itu beda dengan kondisi kejiwaan orang yang tidak mengikuti apa rasul sallallahu alaihi wasallam. Orang yang tidak mengikuti rasul kejiwaannya gimana, Pak? Cepat stres.<br \/>\n(1:12:13) Cepat apa? Stres. Kalau ada orang cepat stres biasanya kurang zikir. Kurang zikir itu, Pak. kurang ibadah. Sementara Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menyuruh kita untuk banyak apa? Ibadah. Banyak mengingat Allah Subhanahu wa taala. Saudaraku seiman kata Rasulullah, &#8220;Sabaqal mufarridun.&#8221; Telah mendahului kita para mufaridun.<br \/>\n(1:12:42) Siapa Rasulullah para mufaridun? Kata Rasulullah, &#8220;Adzakirunallaha katsir wakzakirat.&#8221; itu laki-laki dan wanita yang banyak mengingat Allah, berzikir kepada Allah. Orang kalau banyak mengingat Allah enggak cepat stres, Pak. Ya. Nah, kalau ada orang cepat stres gara-gara itu jarang zikir, saudaraku, kejiwaannya enggak jelas, Saudara. Qadar itulah, saudaraku seiman rahimani warahimakumullah.<br \/>\n(1:13:18) Wallahi ya akhi manfaat ittiba rasul antum akan rasakan di dunia ini manusia yang paling bahagia di dunia pengikut Rasul sallallahu alaihi wasallam. Makanya kata Rasulullah apa? Ajaban liamril mukmin in amrahu khair. Mengagumkan seorang mukmin itu hidupnya. Urusan mukmin itu semuanya baik kata Rasulullah. Waisika.<br \/>\n(1:13:45) Dan itu tidak terjadi kecuali pada seorang mukmin. Inu syakar fakir kalau ia ditimpa kesenangan bersyukur maka itu kebaikan buat dia. Wa asobat sabar. Kalau ditimpa kesusahan, musibah sabar. Maka itu kebaikan buat hidupnya, saudaraku seiman. Masyaallah. Lihat kehidupan seorang mukmin, saudaraku se ketika susah dia sabar menghadap mengharapkan rida Allah semata.<br \/>\n(1:14:23) Ketika diberi kesenangan bersyukur kepada Allah, tidak pelit, berinfak, bersedekah dan yang lainnya. Saudaraku seiman warahimani warahimakum jam. Nah, ini maka ya akhi ya sekali lagi saya tegaskan tidak akan pernah rugi orang yang ngikutin Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam.<br \/>\n(1:14:54) Tidak akan pernah sengsara selama-lamanya orang yang mengikuti Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam. Justru berbagai macam barokah dan kebaikan akan menghampiri hidupnya. Ya, coba pikirkan baik-baik dengan akal yang apa? Sehat, Pak. Semua yang di yang dilarang sama Rasul mudarat enggak? Hah? Semua yang dilarang oleh Rasulullah mudarat enggak? Hah? Enggak mudarat yang benar.<br \/>\n(1:15:36) Dengar ucapan saya enggak sih? Semua yang dilarang sama Rasulullah mudarat enggak? Bahaya enggak? Mudarat enggak? Rasulullah melarang zina. Zina mudarat enggak, Pak? Mudar enggak? Rasulullah melarang arak. Mudar enggak apaak? Rasulullah melarang judi. Mudarat enggak, Pak? Mudarat kan, Ustaz? Bukannya arak itu ada manfaatnya? Betul. Arak ada manfaatnya? Ada.<br \/>\n(1:16:19) Tapi mudaratnya jauh lebih besar. Coba baca ayatnya. Yasalunakail maisir. Mereka bertanya kepadamu tentang arak dan judi. Katakan pada arak dan judi itu ada manfaat-manfaat untuk manusia. Ya. Tapi kata Allah apa? bahayanya lebih besar daripada apa? Manfaatnya. Haram enggak? T Pakam. Haram.<br \/>\n(1:17:05) Jadi, Pak kita itu disuruh oleh Allah, Pak, melihat sesuatu tu jangan dari satu sisi aja. Jangan biasakan melihat sesuatu dari satu sisi tanpa melihat sisi yang lain. Ada manfaatnya? Betul. Tapi jangan melihat manfaatnya doang, lihat juga apa mudaratnya. Makanya dalam Islam itu, Pak, mempertimbangkan antara maslahat dan mudarat itu penting. Kalau ternyata maslahatnya lebih besar daripada mudaratnya, boleh enggak? Apa? Silakan.<br \/>\n(1:17:50) Kalau mudaratnya lebih besar daripada maslahatnya, gimana, Pak? Enggak boleh. Sekarang saya mau tanya, rokok lebih besar manfaatnya atau maslahatnya? Hah? Ya, pertimbangkan baik-baik. Siapa yang suka merokok? Yang masih merokok di sini, pikirkan baik-baik. Rokok itu lebih besar mudaratnya atau lebih besar manfaatnya? Baik-baik pikirkan.<br \/>\n(1:18:23) Jangan hanya dengan pemikiran enak, Ustaz. Saya kalau ngerokok plong pikiran saya. Jangan cuma ngelihat dari satu sisi, Pak. Lihat dari semua sisi. Semua dokter sepakat. Semua dokter sepakat rokok itu bahaya. Makanya kan dibungkus rokok itu ada tulisan rokok membunuhmu. Ya kan? Kalau dulu kan masih malu-malu, rokok menyebabkan impotensi kanker dan yang lainnya. Sekarang sudah terang-terangan rokok membunuhmu. Tuh lihat.<br \/>\n(1:19:11) Kalau arak masih digunakan untuk pengobatan oleh orang Cina dan yang lain, tapi rokok enggak ada. Rokok itu, Pak, mudaratnya besar, Pak. Maka heran aja kalau dikatakan kalau rokok itu cuma makruh. Heran saya enggak bisa, Pak. Nah, coba ya, Akhi. Orang yang menghirup asap rokok bahaya kita, Pak? Bahaya.<br \/>\n(1:19:44) Makanya kata para dokter, perokok pasif bisa lebih berat penyakitnya daripada perokok aktif. Dalam Islam memberikan mudarat buat orang lain boleh enggak, Pak? Enggak boleh. Dan rokok itu bukan hanya memberikan mudarat buat diri sendiri, buat orang lain pun mudarat. Bagaimana coba? Masyarakat kita ini terkadang enggak peduli, Pak.<br \/>\n(1:20:17) Yang penting saya enak, yang penting saya senang. Orang mau penyakitan, mau apa, bodo amat. Itu gaya hidup kita begitu, Pak. Makanya enggak enggak aneh dikasih pejabat kayak gituan juga. Yang penting saya senang. Lu mau susah, mau gimana, bodo amat lu. Yang penting saya senang. Karena sifat kita begitu. Sifat banyak masyarakat kita begitu. Yang penting gua senang. Kamu mau gimana-gimana buat terserah lu.<br \/>\n(1:20:52) Coba kita pikirkan apa seperti itu diajarkan oleh Islam? Apakah seperti itu yang diajarkan oleh Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam? Enggak. Rasulullah tidak pernah mengajarkan seperti itu, Akhi. Mengganggu orang. mengganggu orang walaupun dengan bacaan Quran aja dilarang sama Rasul. Rasul pernah masuk masjid di didapati para sahabat sedang salat sunah masing-masing mengeraskan bacaannya.<br \/>\n(1:21:29) Mengeraskan apa bacaannya maka Rasulullah bersab apa? Ala innaakum munajinbah fala yaaj ba&#8217;dukum al bain biqiratih. Ketahuilah setiap kalian ini sedang bermunajat kepada Rabbnya. Janganlah sebagian kalian mengeraskan bacaannya mengganggu yang lainnya. Tuh lihat. Sementara kita, Pak, baca Quran keras-keras pakai speaker lagi.<br \/>\n(1:22:05) Sementara di rumah ada yang sedang salat, ada yang sedang sakit. Dan lucunya lagi ya, sampai-sampai ada seorang dai berkata begini, &#8220;Yang merasa terganggu dengan zikir itu setan.&#8221; Itu kita katakan subhanallah. Rasul yang melarang. Kamu bilang setan. Rasul yang melarang. Janganlah sebagian kalian mengeraskan bacaannya mengganggu yang lain. Itu perintah Rasul. Terus kamu bilang yang terganggu dengan zikir cuma setan.<br \/>\n(1:22:41) Berarti Rasulullah sallallahu alaihi wasallam salah dong. Gimana itu, Pak? Masyaallah. Sementara zaman sekarang nih, Pak, masjid ya pakai speaker keras-keras. Kalau kita larang apa? Oh, kamu wahabi. Kamu kok Wahabi orang rasul yang ngelarang kok. Kan enggak semua orang bisa dengerin Quran. Ya tidak.<br \/>\n(1:23:16) Ada orang sakit butuh istirahat, ada orang yang kurang tidur butuh istirahat. Ada yang sedang ibadah juga tidak boleh diganggu. Enggak boleh. Saya pernah salat kemudian masjid di samping keras-keras baca Qurannya. Sampai bacaan Quran juga saya jadi bingung, Pak. Hancur-hancuran terganggu sudah kekhusyukan. Gara-gara itu egois. Ya, kita ini ibadah egois, mau menang sendiri.<br \/>\n(1:23:47) Orang lain mau khusyuk enggak khusyuk bodo amat. Orang lain mau terganggu enggak terganggu bodo amat. Di akhi seperti itukah ajaran Rasul sallallahu alaihi wasallam? Itu bukan ajaran Rasul sama sekali, Pak. Rasulullah sahu alaihi wasallam melarang kita mengganggu orang. Berarti kalau azan enggak boleh dong.<br \/>\n(1:24:07) Kalau azan memang harus untuk mengingatkan agar mereka mau apa? Salat. Saudaraku seiman ya. Saudaraku seiman warahimani warahim jami. Nah di sini saudaraku seiman ya mengikuti rasul tuh mah wallahi maslahat Pak. Masyarakat juga enggak diganggu. Enak kita berkehidupan dalam rum apa namanya? Bertetangga juga. J baik-baik.<br \/>\n(1:24:38) Kata Rasulullah, &#8220;Kalau kamu masak, perbanyak kuahnya. Kasih tetangga hadiah. Jangan tetangga kebagian baunya doang. Wangi banget ini.&#8221; Oh, masyaallah. Jangan begitu. Kata Rasul, &#8220;Perbanyak tetuahnya. Antum bikin kue bolu tetangga wangi banget lagi. Bikin apaan? Kue bolu. Eh, enggak dibagi. Enggak bener antum. Bagi, Pak.<br \/>\n(1:25:10) Itu akhlak Rasul sallallahu alaihi wasallam. Kita ini jangan hidup individualistik, Pak. Seenak gue aja. Yang penting gue enak. Orang lain terserah. Bodo amat. Itu wallahi bukan ya sunah Rasulullah. Petunjuk Rasul. Bukan petunjuk Rasul sallallahu alaihi wasallam. Itu gaya hedonis. itu gaya yang diajarkan oleh orang-orang Barat yaahmanahimakum jamian.<br \/>\n(1:25:42) Jadi ini akhi jadi sekali lagi Pak ngikutin rasul itu pasti apa? Bahagia. Enggak mungkin sengsara orang ikut rasul tuh, Pak. Wallahi enggak bakal sengsara. Ya, negeri yang ngikutin Rasul barokah, Pak. dibuka oleh Allah pintu-pintu barokah. Iya. Ini Indonesia negeri kaya nih, Pak. Banyak kekayaan tapi banyak yang miskin, banyak yang susah.<br \/>\n(1:26:17) Kenapa coba pejabatnya enggak mengikuti Rasul? Hah? Koruptor. Koruptor. Koruptor di Indonesia kan banyak, Pak. Ngeri sekali. Kalau antum baca itu di YouTube dan yang lainnya, aduh ngeri sekali koruptor-koruptor itu. Kenapa? Ya itu enggak mau enggak mau ngikutin Rasul ya. Akhirnya apa? Di negeri yang kayak gini banyak orang yang kelaparan. Subhanallah.<br \/>\n(1:26:49) Bayang bandingkan dengan kehidupan yang ada di Saudi Arabia, di Brunei Darussalam di ya yang di mana mereka menjalankan perintah Allah dan Rasul syariat. Masyaallah, Pak. Kehidupan mereka barokah, Pak. Memang itu sudah janji Allah Subhanahu wa taala. Sementara kita yang menyuruh ayo kita ikut Rasul disebut apa? Radikal. Ayo ikut rasul. Disebut apa? Teroris. Ayo ikut rasul. Sebut apa? Wahabi.<br \/>\n(1:27:29) Kita disuruh nyuruh ikut rasul kan kebaikan. Saudaraku saudaraku seimanahiman ya rahimakumul jamin. Baik kita buka tanya jawab. Izin 1 menit untuk pengumuman seb Izin 1 menit untuk pengumuman seek ya. Bismillah ya. Baik, sebelum kita memasuki sesi tanya jawab ya ee mungkin ada sedikit informasi atau pengumuman dan juga mungkin ini juga ee sebagai ajakan ya bagi jemaah yang hadir tentunya untuk bisa menghadiri kajian rutin yang biasa diguna diadakan oleh Marhaban TV tentunya setiap hari Senin bakda asar di Masjid Agung Garut ini. Ee jadi untuk para hadirin yang ee hadir tentunya<br \/>\n(1:28:28) dipersilakan untuk bisa hadir ya. Ini mungkin ajakan ya, ajakan untuk jemaah semuanya untuk bisa hadir pada hari Senin ya, bada asar yang ee tentunya bersama Al Ustaz Nuruddin Abu Fainan ya. Jadi dipersilakan yang mungkin ingin membawa keluarganya untuk bisa hadir esok ya di hari Senin bda asar ya. Demikian informasinya. Sesaat lagi kita akan masuk ke sesi berikutnya yaitu sesi tanya jawab. Terima kasih.<br \/>\n(1:29:15) Ya, mungkin informasi tambahan lagi ya bagi akhwat ee yang ingin mengikuti kajian juga khusus akhwat ya, khusus akhwat atau muslimah ya. Ee insyaallah selalu ada kajian rutin juga di hari Sabtu bakda zuhur di Masjid Darul Fityan atau dior ya.<br \/>\n(1:29:44) Jadi bagi muslimah ee tentunya boleh menghadiri kajian tersebut yang diisi bersama Ustazah Ummu Fainan. Ee begitupun untuk ee muslim ya atau ikhwan yang memiliki keluarga tentunya ya ee istri atau ee ibu ya atau saudari boleh diinformasikan untuk mengikuti kajian rutin muslimah yang diadakan di Masjid Darul Fityan atau di Sor ya setiap hari Sabtu b&#8217;da zuhur ya. Terima kasih.<br \/>\n(1:30:36) Baik, di ee umumkan juga ya. Ini Ustaznya sedang ee ke toilet. Jadi diharapkan untuk tetap sabar untuk ee menjag iya ya untuk tetap kondusif ya berada di tempatnya. Karena insyaallah tentu di setiap pertanyaan yang antum ee berikan dan jawaban dari ustaz insyaallah tetap ee berfaedah ya, tetap bermanfaat bagi kita semua.<br \/>\n(1:31:11) Baik, silakan Ustaz. Pertanyaan pertama, menjelang wafat, para Rasulullah memohon agar Allah kepada Allah agar Allah agar umatnya terbebas dari hisab. Enggak ada hadis yang mengatakan Rasulullah berdoa agar umatnya terbebas terhisab. Enggak ada. Iya. Karena hisab itu pasti akan mengalami semua, Pak. Dan Rasul hanya mengabarkan ada 70.<br \/>\n(1:31:56) 000 umatnya yang tidak yang masuk surga tanpa hisab dan azab. Bahkan yang ada adalah hadis-hadis yang sahih bahwa ada mukmin yang dihisab oleh Allah dengan hisab yang mudah. Yang sahih itu Rasulullah berdoa, &#8220;Allahumma hasibni hisaban yasiro.&#8221; Ya Allah hisablah aku dengan hisab yang mudah. Ya, bagaimana caranya menegur suami yang suka main HP sampai larut malam? Ya Allah, bahkan salat isyanya tertunda sampai menjelang tahajud.<br \/>\n(1:32:50) Cara menegurnya bagaimana, ya, Ustaz? Cara menegurnya, kamu baca Quran di sisi suami. Mungkin kalau kamu yang nasihatin dia ngambek. Tapi kamu coba kamu baca Quran di siswa. Kalau suami bilang, &#8220;Kamu ngapain sih, Mas? Baca HP itu lebih baik daripada ngelihat. Eh, baca Quran tuh lebih baik daripada baca HP, Mas. Ya wallahi ak itu fitnah besar di zaman ini.<br \/>\n(1:33:26) Fitnah terbesar micnya kurang lurus. Fitnah terbesar zaman ini itu HP. HP banyak orang yang habis waktunya untuk HP. HP HP HP. Makanya ya, Akhi, kalau antum diselamatkan oleh Allah dari fitnah HP, luar biasa. Kalau antum enggak punya HP lebih luar biasa lagi. Kita ini dijadikan tergantung banget sama HP, Pak.<br \/>\n(1:34:09) Kalau antum punya HP tapi untuk kebaikan, alhamdulillah. Tapi kalau HP antum kayak gini, main HP sampai larut malam ya, sampai tak waktu tahajud. Ya Allah musibah. Dari itu saya bilang seorang istri nasihatilah suaminya bilang kepada dia, &#8220;Mas, iya bukan mohon maaf Mas, tolong jangan marah ya.&#8221; Apa kamu tidak takut kalau HP itu menjerumatkan kamu ke neraka? Kamu main HP sampai larut malam seperti itu? Bukankah yang lebih baik baca Quran, Mas? Bukankah yang lebih baik ya kita sibukkan dengan hal yang lebih bermanfaat daripada HP? Subhanallah. Akwal Islam,<br \/>\n(1:35:10) Pak. HP itu bikin baperan orang. Antum lagi asyik main HP tahu-tahu ditegur suka ngambek. Bapak itu HP itu termasuk alat yang membuat emosi kita naik. Silakan ya. Aljunaid berkata, &#8220;Semua jalan tertutup bagi manusia kecuali yang menelusuli jejak Rasulullah.&#8221; Mohon penjelasannya. Maksudnya, Pak, jalan ke surga itu hanya melalui jalannya Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam.<br \/>\n(1:36:09) Kalau mau masuk surga tapi ngikutin jalannya orang barat enggak bakal nyampe. Pengin masuk surga tapi ngikutin jalannya filsafat enggak bakalan nyampai. Jalan ke surga hanya melalui jalan Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam saja. Makanya enggak ada, Pak, ke surga itu jalan alternatif. Enggak ada. Kalau di kalau di dunia ada jalan alternatif mau ke Jakarta, ke sono. Ya, kalau ke surga enggak ada. Jalan ke surga cuman satu.<br \/>\n(1:36:53) Itu jalannya Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam. Bagaimana cara bertaubat dari makanan-makanan yang berasal dari rezeki yang haram? Segera minta ampun kepada Allah. Sesali kemudian bertekad untuk tak pernah lagi mengulangi. Kemudian tinggalkan sekarang semua rezeki yang haram. Kalau masih ada yang tersisa dari rezeki yang haram, bersihkan diri.<br \/>\n(1:37:31) Masih ada, Ustaz, mobil saya ternyata ada rezeki yang haram. Udah mobilnya langsung antum bersihkan. Kalau itu dari rezeki yang haram. Iya. Akhlak yang bawaan dari sejak lahir apa bisa berubah? bisa. Makanya para ulama mengatakan akhlak ada dua. Akhlak bawaan dari lahir. Ada akhlak yang diusahakan. Akhlak yang apa? Diusahakan.<br \/>\n(1:38:12) Artinya tadinya kita enggak punya akhlak itu, tapi kita berusaha agar punya akhlak seperti itu. Bisa. Tidak ada yang tidak bisa, Pak. Ya, ketika tahu ilmunya untuk mengikuti akhlak Rasul, namun terasa susah sekali, Ustaz. Bagaimana caranya? Butuh. Nah, yang seperti ini butuh mujahadah, berjihad melawan hawa nafsu.<br \/>\n(1:38:49) Usahakan terus-terus ya minta kepada Allah kemudahan. Bagaimana cara menghadapi orang yang suka berubah mood seenaknya? Dan kita harus selalu mengerti mood-nya. Mood itu apa sih? Hah? Orang yang berubah mood. Semangat ya. Perasaan perasaan perasaan. Jadi perasaannya gimana berubahnya nih? Cepat-cepat. Tadinya tenang jadi temperamen gitu.<br \/>\n(1:39:42) Nah, bagaimana menghadapi orang seperti ini? Memang menghadapi orang seperti ini berat, Pak. Kita yang berkawan sama orang ini harus punya sifat super sabar. Ketika mood-nya berubah, kita harus paham apa yang harus kita lakukan. Makanya dalam berterman antum terus terang aja sama dia.<br \/>\n(1:40:17) Akhi, antum ini orangnya mood-nya berubahnya cepat banget. Tiba-tiba mood kamu begini. Kalau kamu mood-nya begini, kira-kira kalau saya melakukan begini begini gimana? Iya. terus terang aja sama dia. Karena ada orang, Pak, baperan ketika mutnya berubah, baperan dia. Iya. Padahal kita tidak melakukan apa-apa.<br \/>\n(1:40:54) Selama perbuatan kita tidak menyelisihi rasul, yang salah dia bukan kita. Makanya yang terpenting itu kita ketika bergaul dengan kawan sesuai enggak dengan petunjuk Rasul? Itu aja udah masalah dia mood-nya berubah gimana yang penting kita sesuai dengan petunjuk Rasul selesai. Alhamdulillah tidak menyelisihi perintah Rasul sallallahu alaihi wasallam.<br \/>\n(1:41:25) Karena susah, Pak, kalau ngikutin keinginan semua orang, susah kita hidup, Pak. Ya, karena manusia itu keinginannya beda-beda. Mood-nya pun juga berbeda-beda. Jadi, yang gimana dong? Yang terpenting udah yang penting kita sudah sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasulnya. Selesai jalan. Iya. Bagaimana cara menghadapi orang tua yang belum mengenal sunah, Ustaz? Sebagai anak ingin mengajak ke jalan sunah.<br \/>\n(1:42:07) Yang pertama, perbaiki dulu sikap kamu sama orang tuamu. Berbakti kepada orang tua kamu dulu. Yang kedua, ya, Pak, pahamkan dulu orang tuamu tentang tauhid. Itu yang paling utama. Tauhid dulu sebelum yang lain. Pahamkan ini tauhid, ini syirik. Kalau orang tua sudah paham tauhid, bahaya syirik, dan orang tua sudah meninggalkan syirik, pahamkan bahwa kita harus ngikutin rasul, ittiba rasul. Iya.<br \/>\n(1:42:59) Dan pahamkan ngikutin ulama, kiai harus sesuai dengan perintah Rasul. Pahamkan itu? berikan pertanyaan. Menurut Bapak, kalau pendapat Rasul beda dengan pendapat Kiai, mana yang harus kita ikuti? Nah, pertanyaan ringan seperti ini biar dia berpikir ya. Kata kiai begini, kata Rasul begini, mana yang harus didahulukan? Karena masalahnya, Pak, kenapa orang tua kita itu apa namanya? Tidak mau ikut Rasul, terlalu husnudan kepada kiai.<br \/>\n(1:43:46) Pokoknya yang diucapkan kiai pasti benar, enggak mungkin salah. Nah, ini dulu yang dikikis sedikit dulu. Sedikit bahwa Kiai kita ikuti kalau sesuai dengan apa? Rasul kiai, manusia bukan nabi. Ya, kewajiban kiai semua ikut siapa? Rasul sallallahu alaihi wasallam. Kemudian pahamkan dulu tentang hakikat kapan kita boleh ngikutin adat istiadat.<br \/>\n(1:44:25) Karena banyak orang tua kita begitu kuat berpegang kepada apa? Adat. berpegang kepada adat boleh dengan catatan tidak menyelisihi syariat. Jadi akar permasalahannya dikikis dulu, Pak. Dipahamkan dulu itu. Iya memang butuh waktu, butuh kesabaran. Saudaraku seiman warahimani warahimakumullah jam. Kenapa ketika kita hijrah dan memperbaiki ibadah justru Allah beri ujian yang berat? Karena jawabannya Allah ingin melihat keseriusan kamu.<br \/>\n(1:45:18) Mana dalilnya? Surah Al-Ankabut ayat 1 2 3. Surah Al-Ankabut ayat 1 2 3. Baca. Allah berfirman, &#8220;Alif lam mim.&#8221; Ahasibanas ayutr ayakulu amanna wahum la yuftanun. Walaq fatanadina min qoblihim falamnalladzina shodqu ylamannal kadibin. Alif lam mim. Apakah manusia mengira akan dibiarkan berkata kami beriman sementara dia tidak diuji? Enggak mungkin. Sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka.<br \/>\n(1:46:05) Dengan ujian itu kami tahu siapa yang imannya jujur dan siapa yang imannya dusta. Jadi jangan berharap, Pak, saat kita hijrah, saat ingin kembali kepada Allah, mau tenang-tenang aja hidupnya enggak dikasih ujian. Enggak mungkin. Karena dunia ini tempatnya ujian. Orang kafir aja dikasih ujian apalagi orang beriman. Ya tidak ya.<br \/>\n(1:46:42) Banyak di antara kita, Pak penginnya diuji dengan kesenangan. Ya enggak? Siapa yang pengin diuji dengan kesusahan? Ngacung. Ada enggak? Ada kan? Enggak ada yang ingin diuji dengan kesusahan. Semua kita penginnya diuji dengan apa? Kesenangan. Padahal kesenangan ujian. Hudzaifah Ibnu Yaman berkata apa? Ululina barisar al ahdi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam fasabarna.<br \/>\n(1:47:21) Di zaman Rasulullah kami diuji oleh Allah dengan kesusahan kami sabar. ba&#8217;dahu bisar falam nasbir. Dan setelah Rasulullah wafat, kami diuji oleh Allah dengan kesenangan. Ternyata kami tidak sabar. Banyak orang, Pak, diuji dengan kesenangan enggak sabar. Iya. Kenapa? Karena kesenangan itu sifatnya membuat kita jadi apa? Perleha-leha.<br \/>\n(1:48:03) Kesabaran kita jadi pendek. Itu sifat kesenangan, Pak. Kesenangan itu bikin lalai. Kesenangan itu bikin sombong. Banyak orang yang dengan kesenangan malah ibadahnya lemah. Banyak orang yang dikasih kesenangan, Pak. Malah apa? Sombong, angkuh, merasa dirinya kaya, kayak si Qarun. Enggak sabar.<br \/>\n(1:48:43) Makanya, akhi ya kita ya akhwat Islam harus sadar kalau kita hijrah kemudian kita berusaha memperbaiki amal kita, jangan harap kita lepas dari uji ujian. Dikasih kesusahan, ujian. Dikasih kesenangan, ujian. Semua ujian. Ya. Maka dari itu kewajiban kita sadari semua yang ada di dunia ini ujian. Ujian ujian. Nah, ini ya.<br \/>\n(1:49:24) Maka kalau kamu kalau kamu enggak mau diuji mati aja. Iya. Karena kita hidup di dunia darul ibtila negeri ujian gimana lagi? Nanti di surga baru enggak ada ujian lagi, Mas. Ya memang hidup di dunia itu harus capek. Capek. Makanya kata Rasulullah waktu itu Rasul sedang duduk dengan para sahabat lalu lewat jenazah seorang mukmin.<br \/>\n(1:50:04) Apa kata Rasulullah? Mustari. Dia istirahat. Apa maksudnya Rasulullah istirahat? Kata Rasulullah, istarah minabid dunya wasabiha. Dia istirahat dari lelahnya kehidupan dunia. Jadi istirahatnya kita nanti setelah kita meninggal. Sekarang harus capek menaati Allah capek.<br \/>\n(1:50:36) Iya enggak? melaksanakan berbagai macam ibadah capek, meninggalkan maksiat capek, semua setiap kita harus pahami itu baik-baik, saudaraku seiman. Nah, demikian. Alhamdulillah sudah tidak lagi pertanyaan kita tutup. Subhanakallah wabihamdik ashadu alla ilaha illa anta astagfirub ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(3) [LIVE] Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc | Hidup Penuh Berkah dengan Mengagungkan Sunnah &#8211; YouTube Transcript: (00:01) [Musik] menyebar cahaya sunah Ah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. (04:30) Inalhamdalillah nahmaduhu wastainuhu wastagfiruh wa naudubillahi min syururi anfusina wamati amalina man yadihillah fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3631","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rodjatv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc | Hidup Penuh Berkah dengan Mengagungkan Sunnah - Transkrip<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-hidup-penuh-berkah-dengan-mengagungkan-sunnah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc | Hidup Penuh Berkah dengan Mengagungkan Sunnah - Transkrip\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(3) [LIVE] Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc | Hidup Penuh Berkah dengan Mengagungkan Sunnah &#8211; YouTube Transcript: (00:01) [Musik] menyebar cahaya sunah Ah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. (04:30) Inalhamdalillah nahmaduhu wastainuhu wastagfiruh wa naudubillahi min syururi anfusina wamati amalina man yadihillah fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-hidup-penuh-berkah-dengan-mengagungkan-sunnah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Transkrip\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-27T13:29:33+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"40 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-hidup-penuh-berkah-dengan-mengagungkan-sunnah\/\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-hidup-penuh-berkah-dengan-mengagungkan-sunnah\/\",\"name\":\"Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc | Hidup Penuh Berkah dengan Mengagungkan Sunnah - Transkrip\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-11-27T13:29:33+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-27T13:29:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-hidup-penuh-berkah-dengan-mengagungkan-sunnah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-hidup-penuh-berkah-dengan-mengagungkan-sunnah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-hidup-penuh-berkah-dengan-mengagungkan-sunnah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc | Hidup Penuh Berkah dengan Mengagungkan Sunnah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\",\"name\":\"Transkrip\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\"],\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc | Hidup Penuh Berkah dengan Mengagungkan Sunnah - Transkrip","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-hidup-penuh-berkah-dengan-mengagungkan-sunnah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc | Hidup Penuh Berkah dengan Mengagungkan Sunnah - Transkrip","og_description":"(3) [LIVE] Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc | Hidup Penuh Berkah dengan Mengagungkan Sunnah &#8211; YouTube Transcript: (00:01) [Musik] menyebar cahaya sunah Ah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. (04:30) Inalhamdalillah nahmaduhu wastainuhu wastagfiruh wa naudubillahi min syururi anfusina wamati amalina man yadihillah fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa [&hellip;]","og_url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-hidup-penuh-berkah-dengan-mengagungkan-sunnah\/","og_site_name":"Transkrip","article_published_time":"2025-11-27T13:29:33+00:00","author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"40 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-hidup-penuh-berkah-dengan-mengagungkan-sunnah\/","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-hidup-penuh-berkah-dengan-mengagungkan-sunnah\/","name":"Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc | Hidup Penuh Berkah dengan Mengagungkan Sunnah - Transkrip","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website"},"datePublished":"2025-11-27T13:29:33+00:00","dateModified":"2025-11-27T13:29:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-hidup-penuh-berkah-dengan-mengagungkan-sunnah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-hidup-penuh-berkah-dengan-mengagungkan-sunnah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-yahya-badru-salam-lc-hidup-penuh-berkah-dengan-mengagungkan-sunnah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc | Hidup Penuh Berkah dengan Mengagungkan Sunnah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/","name":"Transkrip","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/ngaji.id\/tran"],"url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3631"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3631"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3631\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3632,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3631\/revisions\/3632"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3631"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3631"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3631"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}