{"id":3701,"date":"2025-11-27T20:46:23","date_gmt":"2025-11-27T13:46:23","guid":{"rendered":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?p=3701"},"modified":"2025-11-27T20:46:24","modified_gmt":"2025-11-27T13:46:24","slug":"ustadz-abu-ihsan-al-maidany-m-a-tarbiyah-jinsiyyah-pendidikan-seksual-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-ihsan-al-maidany-m-a-tarbiyah-jinsiyyah-pendidikan-seksual-2\/","title":{"rendered":"Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. &#8211; Tarbiyah Jinsiyyah Pendidikan Seksual"},"content":{"rendered":"<p>(3) [LIVE] Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. &#8211; Tarbiyah Jinsiyyah Pendidikan Seksual &#8211; YouTube<br \/>\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"[LIVE] Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. - Tarbiyah Jinsiyyah Pendidikan Seksual\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/o1qPRD9P584?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Transcript:<br \/>\n(00:00) RJA TV, saluran tilawah Al-Qur&#8217;an dan kajian Islam. Simak Radio Rojo Bogor 100.1 FM, radio Roja Majalengka 93.1 1 FM, Radio Roj Palu 101,8 FM dan Radio Roja Bandung 104.3 FM. Menyebar cahaya sunah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. U alla ilahaillallah syarikalah waadu anna muhammadan abduhuasul bau ikhul islamakumullah sahabat raja di mana pun Anda berada.<br \/>\n(01:04) Alhamdulillah di kesempatan Selasa pagi ini kita dapat bersua kembali dan kita akan simak bersama kajian ilmiah yang kami hadirkan secara langsung dari studio Roja TV. Pembahasan buku baru disampaikan oleh Ustaz Abisan Almaidani hafidahullah, yaitu ee pendidikan seksual untuk remaja Islam dan ee untuk anak dan remaja yang mudah-mudahan ini sangat ee bermanfaat sekali untuk kita simak bersama terkhusus bagi para pendidik juga bagi para remaja juga.<br \/>\n(01:33) Dan seperti biasa bagi Anda yang ingin bertanya perihal pasan ini, silakan bisa mengirimkan pertanyaannya melalui layanan pesan WhatsApp di nomor 0218236543. Kita akan simak karena ini merupakan pertemuan kedua yang pada pekan yang lalu kita sudah masuk di mukadimah. Insyaallah di kesemp [Musik] kita akan simak bersama apa yang akan disampaikan oleh al ustaz. Kepada al ustaz kami persilakan. Fatafadol masyur.<br \/>\n(02:03) Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah nahmaduhu waasta&#8217;inuhu wafiruh wa naud nauzubillahi min syururi anfusina wasaiati a&#8217;malina. May yahdihillah fala mudillalah. Wamay yudlil fala hadiyaalah. Asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.<br \/>\n(02:35) Ya ayyuhalladzina amanu ittaqulah haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun wa ba&#8217;du. Para pemirsa, sahabat raja, kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah. Pertama tentunya kita bersyukur pada Allah Subhanahu wa taala atas nikmat karunia yang Allah limpahkan kepada kita. Selanjutnya selawat dan salam atas Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam, keluarga beliau, sahabat beliau, dan umat beliau sampai hari kemudian.<br \/>\n(03:08) Para pemirsa, kaum muslimin dan muslimat, sahabat raja yang dimuliakan Allah. Pagi ini kita kembali bertemu, kita masih meneruskan buku Tarbiyah Jinsiah ya ee pendidikan seksual bagi anak dan remaja dalam Islam yang mana pada pertemuan yang lalu kita ee sudah menyampaikan pengantar ya mukadimah dari buku ini.<br \/>\n(03:36) Kita masuk bab pertama yaitu urgensi atau pentingnya pendidikan seksual ini bagi anak dan remaja, untuk mereka dari pendidik terutama ya dari guru dan orang tua sebagai pelaku pendidikan ya ee penting untuk ee mengajarkan materi ini ataupun perkara ini kepada mereka memberikan ee pendidikan tarbiah jinsiah ini ya kepada anak kadang-kadang masih dianggap tabu ya.<br \/>\n(04:15) Ya, sering dianggap tabu oleh sebagian orang tua dan tidak sedikit juga orang tua yang beranggapan bahwa memberikan materi ini kepada anak sama artinya mengajarkan mereka hal-hal yang berkaitan dengan ee aktivitas ee seksual ya. Akhirnya mereka risih membicarakannya dengan anak atau membiarkan anak itu mencari tahu sendiri ketika dia sudah beranja remaja.<br \/>\n(04:40) Padahal ini mungkin kesalahpahaman bahwa yang dibahas di sini bukan mengenai hal-hal semacam itu yang sebagaimana yang sudah kita jelaskan pada pertemuan sebelumnya ya. Tarbiyah jinsiah ini adalah sebenarnya pengenalan ee jenis kelamin ya. Dalam Islam memandang sebagai jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan.<br \/>\n(05:10) Dan Islam adalah agama fitrah yang membawa manusia kembali kepada fitrah. Ya, ada fitrah atau kodrat laki-laki dan ada kodrat perempuan yang masing-masing berbeda. Walaisazzakaru kal unsa. Laki-laki tidak sama dengan wanita. Ya, demikian Allah berfirman di dalam kitabnya. Artinya ini ada harus ada pemisahan ya. harus ada pembeda ataupun pembedaan antara keduanya.<br \/>\n(05:42) Dan masing-masing dari keduanya baik laki-laki maupun perempuan harus tahu ya ee titik-titik ataupun perkara-perkara yang membedakan mereka dengan lawan jenis mereka. Dengan itulah mereka bisa berjalan di atas fitrah yang sesungguhnya. ya. Nah, karena ada ancaman ya, bahwa setan ya memang berusaha untuk merubah-rubah fitrah Allah ya. Fitrah ini ya mengeluarkan manusia dari fitrah dengan berbagai macam cara.<br \/>\n(06:14) Nah, maka ee kita sebagai kaum muslimin terutama ya ee perlu ya untuk ee kembali kepada aturan ilahi di sini ya supaya ya kita mengerti ya bagaimana kita bersikap berlaku sebagai pria dan juga sebagai wanita. Nah, demikian intinya itu ya bukan hal-hal yang mungkin sebagian orang mendengar tarbiah jinsiah pendidikan seksual ini mungkin asumsinya berbeda ya.<br \/>\n(06:53) Nah, demikian dan nah karena itu ya banyak orang tua yang merasa ini enggak perlu dibicarakan lalu membiarkan anak itu ee mencari tahu sendiri ya. Nah, masalahnya adalah di sekolah kadang-kadang juga ini tidak mereka dapatkan. Mungkin guru merasa ee ini adalah perkara yang sangat privasi ya. Sehingga mereka beranggapan guru ya mungkin di sekolah beranggapan ini adalah domain orang tua ya.<br \/>\n(07:22) Mereka mendapat ini dari ee sudah pasti sudah mendapatkan ini di rumah tapi ternyata mungkin di rumah juga enggak enggak dapat ya. Itu sama ya. Nah, sehingga anak ini ya mencari sendiri atau bahkan tidak terbimbing kepada yang ee seharusnya atau yang benar di dalam bab ini. Dan ini tentunya berbahaya ya.<br \/>\n(07:48) Nah, demikian dan pendidikan seksual ini diberikan sesuai dengan tahapan usia anak ya, berbeda-beda ya antara anak yang masih belum baligh dengan yang sudah baligh. Ada anak yang sudah ee menuju kematangan yaitu pradewasa. Ya, tentunya cara penyampaian dan pemberian pelajaran di sini ee tentunya berbeda ya.<br \/>\n(08:15) ee tentunya dengan tetap memperhatikan adab-adab kepantasan dan kesopanan ya. Nah, nah apabila hal ini diberikan dengan cara yang benar menurut tuntunan Islam akan membuah membuahkan akan mendatangkan hasil dan manfaat yang sangat banyak. Di antaranya adalah yang pertama anak akan lebih mengenal seluk-beluk tentang dirinya dan ini akan membuat dia semakin menghargai dirinya ya.<br \/>\n(08:51) Nah, diharapkan ya dia juga bisa merasakan besarnya anugerah Allah Subhanahu wa taala kepadanya ya. berupa tubuh yang sehat ya. Ya, jasmani yang sehat ya. Nah, yang normal ya. Nah, demikian dan anugerah ini tentunya harus disyukuri ya dengan cara merawatnya, menjaganya ya agar tetap di atas fitrah dan menjauhkannya dari segala perkara yang tidak diridai oleh Allah subhanahu wa taala yang Allah benci ya.<br \/>\n(09:21) Nah, ya misalnya sebagai contoh ya ee orang-orang yang ee kita katakan merubah-rubah ciptaan Allah ya mulai dari hal yang kecil sampai hal yang besar ya karena memang ee setan ya salah satu ee yang mereka lakukan terhadap bani Adam adalah menghasung ataupun menghasut anak Adam supaya merubah-rubah ciptaan Allah.<br \/>\n(09:51) Dan mereka kelak kata setan akan merubah-rubah ciptaan Allah Subhanahu wa taala. Nah, itu salah satu makar dan tipu daya setan ya. Nah, demikian. Jadi, ee seorang anak yang sudah mengenali hal ini ya tentunya dia ee memahami hal ini ya.<br \/>\n(10:18) Ee dia akan menghargai ee ciptaan Allah pada dirinya ya yang patut dia jaga. yang dia syukuri ya sehingga tidak ada pikiran yang aneh-aneh seperti sekarang ini transgender ya merubah ee jenis kelamin ya bahkan difasilitasi ya dibiarkan e fasilitas-fasilitas yang melakukan itu ya nah artinya legal ya artinya bisa dilakukan. Nah, demikian ya tentunya ini adalah ya kita katakan ee salah satu ee ee tipu daya setan ya, langkah-langkah setan untuk merusak anak Adam. Nah, itu yang pertama.<br \/>\n(11:00) Yang kedua, diharapkan anak dapat memahami kodrat penciptaan laki-laki dan perempuan dengan keistimewaannya masing-masing. Ya, karena laki-laki tidak sama dengan perempuan. Sebagaimana yang Allah katakan di dalam surah Ali Imran ayat 36. Waaisadzakaru kal unsa. Ya. Dan anak laki-laki tidaklah sama seperti anak perempuan ya.<br \/>\n(11:26) Ee dari berbagai sisi ya ee syariat ee membedakan keduanya. misalnya hal-hal yang berkaitan dengan aturan aurat ee batasan aurat, pakaian ya, perilaku ya, tingkah laku itu kan di ee dibedakan antara keduanya ya. Nah, sehingga ee Islam salah satu ya ee aturan yang dibuat dalam Islam adalah menjaga hubungan ya memberikan batas-batas dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan.<br \/>\n(12:05) Makanya kita diharamkan untuk terlibat dalam ikhtilat misalnya percampur bauran laki-laki dan perempuan ya. Nah, demikian dan ada beberapa hukum syariat ya dibedakan antara keduanya. Dan Allah menjadikan manusia itu berpasang-pasangan untuk menyempurnakan nikmat atas mereka. Ya, dibuat berpasang-pasangan untuk saling melengkapi. Artinya ada ada sesuatu yang ada pada pria enggak ada pada wanita.<br \/>\n(12:33) Ya, ada pada wanita, enggak ada pada pria. Maka ee syariat mempertemukan keduanya melalui satu akad yang suci dan sakral yaitu nikah supaya mereka bisa saling melengkapi, ya. Nah, ibarat pakaian bagi keduanya yang saling menutupi, memberikan kehangatan dan menjadi perhiasan. Nah, demikian ee dan laki-laki tentunya membutuhkan kehadiran wanita. Demikian pula sebaliknya ya.<br \/>\n(13:06) Mereka hidup saling melengkapi satu sama lainnya untuk meraih maslahat dunia maupun akhirat bersama-sama. Nah, demikian ee ketiga ya dengan bimbingan orang tua dalam bab ini, dalam masalah ini ya dan para pendidik tentunya juga diharapkan anak memiliki kesiapan ya untuk memasuki usia pubertas ya, usia puber ya. itu perubahan-perubahan yang terjadi pada anak Adam ya.<br \/>\n(13:38) Seperti laki-laki sudah mimpi basah, perempuan sudah mengalami haid, dan seiring dengan itu terjadi perubahan pada diri mereka. Nah, ya misalnya ya tanda-tanda puber, tanda-tanda baligh, ya ada pada dirinya, ada pada ee tubuhnya ya. Misalnya pada anak laki-laki sudah mulai nampak jakunnya, berubah suaranya, mulai muncul bulu-bulu pada wajahnya, ya dan ee dan yang lain-lain ya, yang mana ini menunjukkan bahwa dirinya tubuhnya itu sudah menuju kematangan.<br \/>\n(14:20) Nah, ini anak banyak yang enggak siap dengan perubahan-perubahan itu. Mungkin dia juga merasa aneh, risih ya. Nah, karena dia enggak ngerti apa yang sedang terjadi pada dirinya, demikian pula anak-anak perempuan. Ya. Nah, jika dia tidak tahu menahu tentang hal itu sama sekali, ya mungkin akan timbul perasaan risih apa yang terjadi pada diriku, kan begitu ya.<br \/>\n(14:46) Nah, sehingga mungkin ya ee anak itu jadi minderan, enggak percaya diri ya karena dia sekarang sudah berubah ya sehingga ini merubah perilakunya juga ya. Nah, demikian. Wallahuam bissawab. Yang ketiga ee itu yang ee ketiga tadi ya. Nah, ini sangat ee penting ya, sangat krusial ya. Apa memperhatikan fase usia anak. yang mana anak akan mengalami ee hal-hal yang berubah pada dirinya, baik itu fisik maupun emosional ya.<br \/>\n(15:29) Nah, demikian pula konsekuensi yang harus mereka terima ketika mereka sudah memasuki usia baligh, ya, yaitu mereka sudah dituntut untuk ya mengerjakan perintah dan menjauhi larangan. Ya, sekarang taklif ya pembebanan syariat sudah ada di pundak mereka dan ya ini kalau tidak dipersiapkan ya tentunya mereka akan kewalahan ya kesusahan untuk beradaptasi ya dengan usia-usia di mana mereka sudah harus bertanggung jawab.<br \/>\n(16:06) Nah, mengasa kedewasaan anak juga enggak mudah, bukan pekerjaan sehari dua hari, ya. Nah, jadi dengan itu ya dengan mengenali ya kita katakan ee masalah ee perubahan-perubahan yang ada pada mereka ini ya tentunya diharapkan mereka siap ya menyongsong ya masa ataupun fase usia yang ee berikutnya ya menjadi remaja ya dari remaja menjadi orang dewasa.<br \/>\n(16:36) Nah, pada usia pubertas ya sejurus dengan itu akan ada dorongan seksual yang diciptakan Allah pada jiwa manusia sebagai sebab kelangsungan hidup mereka yaitu ya perkembang biakan ya. Nah, ada sudah muncul ketertarikan ya, sudah mengerti lawan jenis ya, sudah ada ketertarikan kepada lawan jenis.<br \/>\n(17:07) Maka di usia-usia seperti ini ya Islam mulai menyuruh kita untuk memperkenalkan ya misalnya ee pemisahan ya antara laki-laki dan perempuan ya. Misalnya Nabi mengatakan bainal madaji. Ya, pisahkanlah tempat tidur mereka. ya terpisahkanlah mereka. Kamar juga harus sudah berbeda kamar laki-laki dan perempuan. Karena dorongan seksual itu yang ya memang itu adalah hal yang ee kita katakan ee alami ya natural ya. Ya, itulah dia manusia sudah muncul ada pada dirinya ya.<br \/>\n(17:45) Nah, dan ini juga harus di ee pahami oleh orang tua ya. Nah, demikian karena kalau dibiarkan akan liar ya. Nah, akan liar dia dalam memahami lawan jenisnya ya. Ee tidak ee tidak terbimbing ya. Nah, sehingga mungkin ya ketertarikan kepada lawan jenis ini ya bisa menimbulkan banyak masalah ya. Nah, ya enggak sedikit kan orang tua yang mengeluhkan anaknya misalnya pacaran dan lain sebagainya ya. Nah, atau ya seperti itulah ya.<br \/>\n(18:26) Ee mulai ee apa namanya ya membicarakan tentang ee hal-hal yang berkaitan dengan lawan jenisnya begitu ya. Nah, demikian. Nah, ini harus memang betul-betul dibuat pondasinya ya landasannya pada anak. Ya. Dan Allah Subhanahu wa taala menjadikan masa tertentu untuk bisa melakukan hal ini agar kita bisa meneruskan keturunan. Ya. Nah, ya untuk tujuan itu sebenarnya ya.<br \/>\n(18:57) Kalau tidak kita enggak bisa berkembang biak ya. ee ee di nafsu itu memang seperti pisau bermata dua. Satu sisi nafsu bisa membawa manusia kepada kebinasaan, kehancuran dengan nafsu yang ada pada mereka. Tapi kita di sisi yang lain juga perlu nafsu dalam hidup ini ya. Perlu nafsu sehingga kita bisa berkembang biak ya. Nah, kita bisa melanjutkan ya kita kehidupan kita di muka bumi ini ya.<br \/>\n(19:32) Nah, melahirkan keturunan dan lain sebagainya. Nah, jadi dorongan seksual ini dalam pandangan Islam adalah fitrah ya. Enggak boleh juga ya di buuh ataupun dihilangkan begitu sama sekali ya. Sehingga manusia akan kehilangan fitrahnya ya. Apakah dia akan diarahkan untuk tidak mengenali lawan, tidak punya ketertarikan kepada lawan jenis? Ya, ada dua kemungkinan.<br \/>\n(20:05) Dia akan tertarik kepada sesama jenis atau dia sama sekali tidak tertarik dengan hal itu. Baik yang sejenis dengannya maupun yang yang tidak sejenis dengannya. Lawan jenisnya maupun yang sejenisnya. Ya. Nah, demikian ya. Artinya dia akan hidup menyendiri, mengebiri diri ee apa namanya? membujang sampai mati. Dan ini juga tidak diinginkan dan tidak dibenarkan dalam Islam dan dilarang juga ya mengebiri diri ya sehingga dia tidak punya anak keturunan ya. Nah, sengaja melakukan itu juga enggak boleh ya.<br \/>\n(20:37) Baik secara langsung maupun tidak langsung ya. Nah, demikian. Jadi ini adalah fitrah termasuk fitrah yang harus dijaga ya. fitrah ee dorongan seksual ini ya macam makan bolah-bah ya seperti pisau bermata dua dorongan seksual itu kita perlu itu, manusia perlu hidup dengan itu. Tapi di sisi yang lain ini bisa menjadi ee kita katakan awal bencana dan malapetaka kalau tidak bisa di kendalikan ya tidak bisa di ee di di apa namanya kita katakan disikapi dengan baik ya. Nah, demikian.<br \/>\n(21:21) Maka di sini diharapkan bimbingan orang tua ya agar anak ini bisa menyikapi keadaan ini dengan bijak secara bijak dan benar. Ya. Nah, demikian ya. Kita tahu hadisnya bahwa ada orang yang bertekad untuk tidak menikah selama-lamanya. Nabi justru mengecamnya dan mengatakan ragiba sunnati falisa minni.<br \/>\n(21:46) Barang siapa yang benci sunahku maka dia bukan dari golonganku. Karena sunah Nabi itu juga akan membawa manusia kepada fitrahnya. Ya. Nah, demikian itu yang ketiga. Yang keempat diharapkan anak dapat memahami adab-adab Islam ya. Karena Islam mengajarkan adab. Itu salah satu poin penting ajaran dan nilai-nilai Islam yaitu ada adab di sana ya.<br \/>\n(22:17) Nah, jadi dengan mempelajari ee hal ini, anak memahami adab-adab Islam yang berkaitan dengan hubungan laki-laki dan wanita, batasan-batasan yang harus dia perhatikan dan juga maupun hubungan dengan sesama jenisnya ya. Nah, ya itu ada juga panduannya ya tuntunannya yang berkaitan dengan sesama jenis ya. Misalnya kita dilarang berarangang seorang itu dilarang berkemul ya dalam satu selimut ya dengan sesama jenis ya e diatur ya. Nah, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan ya. Jadi ada apa aturannya di situ ya.<br \/>\n(22:59) Nah, apalagi dengan lawan jenisnya ya. Nah, demikian ya. serta pentingnya ya menanamkan dan menasbihkan sifat malu pada diri anak dengan pelajaran pelajaran seperti ini agar dia ada ee kita katakan kemauan ya untuk menjaga diri ya. Nah, menjaga marwah ya sebagai ee kita katakan laki-laki maupun perempuan apalagi perempuan ya.<br \/>\n(23:33) Nah, dan tumbuh padanya sifat malu ya. Sifat malu ini salah satu ee kita poin penting dari pendidikan tarbiah jinsiah yaitu melahirkan sifat malu yang sesungguhnya ya. Nah, misalnya dia malu untuk menampakkan aurat ya. Nah, dia malu ya untuk ee kita katakan ee melakukan hal-hal yang ee menunjukkan ee kita katakan penyimpangan di dalam ee orientasi seksual misalnya.<br \/>\n(24:07) Nah, ya. Nah, jadi ada rasa malu di situ dan lebih dari itu anak memiliki kesiapan ya untuk melaksanakan syariat ya apalagi dalam bab batasan-batasan laki-laki dan perempuan ya. Nah, misalnya menutup aurat ya bagi wanita. pentingnya menutup aurat bagi wanita dan tidak boleh lalai dan leler. Ya, sebagian akhwat juga ada yang ya akhirnya ya ee longgar ya e sehingga dengan mudah menampakkan bagian tubuhnya ya.<br \/>\n(24:48) Nah, atau tidak berpenampilan secara syari ya. Ya, misalnya mungkin pakai jilbab tapi jilbabnya pakai jubah, pakai gamis tapi gamisnya ketat. pakai gabis gamis atau jubah tapi transparan ya. Ya. Dan ada yang pakaiannya itu untuk betul-betul mempercantik dirinya sehingga ya mata pun tertuju kepada mereka. Pakaian syari kan tidak seperti itu ya. Ya ada ketentuannya.<br \/>\n(25:19) Jangan pakaian syuhrah ya. Mungkin kriteria yang lain sudah terpenuhi. Tebal bukan transparan ya. longgar bukan ketat, tapi pakaian itu menjadi perhiasan. Ya. Ya. Pakaian itu sendiri berfungsi sebagai perhiasan namanya pakaian syuhrah yang membuat semua mata tertuju kepadanya, mencolok ya. Nah, ini kan ee ya pentingnya tumbuhnya rasa malu itu ya untuk ya mengantisipasi hal-hal semacam ini ya.<br \/>\n(25:58) Jadi dia berpakaian juga dia lihat kepantasan dan adab-adab Islam di dalam bab tersebut ya. Bukan mementingkan mode ya ataupun ya ee tren ya. Nah, ee kadang-kadang ya zaman sekarang zamannya viral. Apa yang viral itulah yang dilakukan ya. Nah, demikian. Nah, kalau dia tidak punya rasa malu ya mungkin ya dia ikuti saja itu mode-mode itu ya. Nah, tapi tidak kalau seorang itu punya rasa malu karena akan dia akan berhitung masalah layak tidak layak, pantas tidak pantas, bukan hanya boleh tidak boleh ya.<br \/>\n(26:33) Nah, ya bukan masalah halal tidak halal saja, bukan masalah ee boleh dan tidak boleh saja ya. Sebagian orang kan boleh katanya ya, tapi ya enggak pantas ya. Nah, jadi sisi kepantasan itu juga perlu diperhatikan dan ini enggak akan mungkin muncul kalau dia tidak punya rasa malu, enggak memiliki sifat malu. Ya.<br \/>\n(26:56) Nah, demikian. Wallahuam bisawab. Dan lebih dari itu, anak memiliki kesiapan ya untuk melakukan itu dengan penuh ketundukan. Maka di sini sangat dibutuhkan ya penanaman akidah sejak dini ya. Karena malu itu ya sumbernya akidah ya. Kalau hati tidak terisi dengan akidah ya malunya mungkin akan tipis juga karena mungkin enggak ada yang dia segani, merasa tidak diawasi ya.<br \/>\n(27:34) Nah, karena salah satu pentingnya penanaman akidah sejak kecil itu adalah untuk ya malu itu berdasarkan iman ya. Karena Nabi juga mengatakan alhaya minal iman. Malu itu bagian dari iman. Ada korelasinya dengan iman, ada hubungannya dengan iman. Ya. Nah, demikian. ee dan juga sangat dibutuhkan dalam bab ini adalah teladan nyata dan bimbingan dari kedua orang tua.<br \/>\n(28:04) Nah, jadi peran orang tua pendidikan rumah ya orang tua di sini ayah bunda memberikan contoh ya misalnya dalam bab berpakaian ya berpenampilan ya bertikah laku. Nah, nah ini semua akan ditonton dan disaksikan oleh anak. Anak itu tidak meniru saat itu juga, tapi nanti itu sudah tersimpan dalam memorinya.<br \/>\n(28:36) Suatu saat kelak dia akan tiru itu ya sesuatu yang sudah dilihatnya dari orang tuanya mungkin ya. Nah, demikian. Jadi, teladan itu yang di sini di sangat dibutuhkan di samping penanaman akidah sejak kecil ya. dan juga lingkungan yang yang baik ya, yang islami ini juga sangat mendukung lingkungan itu perlu diciptakan ya, perlu dibangun ya. Nah, demikian ya. Karena kalau kita mendidik di lingkungan yang tidak baik itu seperti ya ee kita katakan menghapus jejak ya.<br \/>\n(29:12) Kita sudah jauh melangkah tapi ya enggak ada jejaknya ya. Nah, demikian ya artinya kita merubuhkan sendiri apa yang kita bangun kalau kita tidak memperhatikan lingkungan ya. Jadi ini sangat menentukan juga ya menciptakan lingkungan yang baik untuk anak ya. Karena anak ini enggak mungkin kita kurung 24 jam ya, enggak mungkin kita tahan dia untuk tidak bergaul di luar ya.<br \/>\n(29:41) Nah, karena dia makhluk sosial ya akan dia perlu ya berinteraksi dengan manusia. Tapi ya itu tadi lingkungan ini juga seperti makan buah simalakama ya. Nah, antara dilepas kita tahu ganasnya ataupun liarnya, buasnya lingkungan di luar sana atau kita tahan dia tidak dapat lingkungan, dia tidak mengerti manusia.<br \/>\n(30:07) Ini juga tidak baik baginya di kemudian hari. ya. Nah, maka ya di sini enggak bisa salah ya orang tua yang punya prinsip biarkan anak itu cari lingkungannya sendiri. Enggak, enggak seperti itu ya. Ana enggak bisa mencari lingkungannya sendiri. Dia terlalu ya lugu ya terlalu polos ya untuk bisa memilah-memilih ya lingkungan yang baik dan yang enggak baik, yang maslahat dan yang mudarat.<br \/>\n(30:34) Nah, jadi di sini perlu yang memang campur tangan pendidik ya, terutama orang tua. Itu yang keempat. Yang kelima, diharapkan anak akan mampu menjaga diri karena kita enggak mungkin terus hadir bersama anak ya, berada terus di sisinya. Enggak mungkin juga ada masa-masanya nanti dia juga akan lepas dari kita ya.<br \/>\n(31:00) dia akan ee kita katakan berpisah dari kita. Mungkin karena alasan sekolah ya kalau dia masih sekolah ya bagi anaknya yang mondok kan ya dia harus berpisah dengan anaknya ya. Belum lagi nanti kalau dia melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi mungkin dia akan merantau ya. Apalagi kalau dia sudah menikah ya.<br \/>\n(31:24) Nah, jadi ya enggak selamanya kita bersama anak dan mampu menjaga mereka 24 jam. Jadi mereka perlu diajari hal-hal semacam semacam ini dengan harapan mereka mampu menjaga diri mereka sendiri ya tanpa perlu ee apa namanya ee ee campur tangan orang tua lagi.<br \/>\n(31:53) Misalnya kesadaran menutup aurat ya menjaga hubungan dengan lawan jenis ya ada tahu batas-batas hubungan dengan sesama jenis ya. ya karena ancaman yang mereka hadapi hari ini itu sangat besar, sangat berat ya seperti misalnya pergaulan bebas ya. Mudah-mudahan dengan pendidikan seksual yang benar dari sejak dini ini ya dia bisa terhindar dari ee kita katakan ee hal-hal yang ya merusak itu ya.<br \/>\n(32:19) Nah, demikian. Wallahuam bissawab. Ya, kita tahu hari ini tantangan di luar sana ya banyak orang-orang yang ya menyuarakan ataupun kita katakan menyerukan propaganda-propaganda ya negatif ya misalnya ya merusak misalnya LGBT dan lain sebagainya ya. Nah, demikian. Dan juga si anak diharapkan si anak mampu ee membentengi dirinya dari arus informasi yang bersifat merusak ya dari gadgetnya mungkin ya.<br \/>\n(32:56) Kalau dia tidak punya filter atau dia tidak punya kita katakan kemampuan untuk menjaga dirinya ya dia bisa jadi korban. Dia akan tergerus ikut arus ya. Nah, sehingga ya rusaklah dia ya. Nah, kita hidup di zaman era teknologi informasi ya yang luar biasa. Hampir enggak bisa dicegah itu ya informasi itu tiap hari ee mungkin akan kita hadapi ya.<br \/>\n(33:31) Nah, ee ya dalam bab ini ya orang dewasa aja belum tentu bisa selamat ya dari ee kita katakan gempuran informasi hari ini. Apalagi informasi-informasi yang bersifat merusak ya di era digital seperti sekarang ini. Ini tantangan besar ya bagi para pendidik terutama orang tua di sini ya. Nah, demikian yang keenam. dengan memberikan pengertian yang benar ya, yang tepat tentang ya seks ataupun ee tarbiah jinsiah ini maka orang tua dapat ya memposisikan diri sebagai ee kita katakan partner ya bagi si anak yang mampu merangkul tanpa menghakimi<br \/>\n(34:19) ya. Nah, kadang-kadang anak itu malu kalau tidak didahului bertanya tentang hal-hal yang menyangkut dirinya, ya. E misalnya anak laki-laki sudah mimpi basah, dia enggak ngerti ya, mandi junub juga enggak paham ya. Nah, dia mau nanya sama siapa, ya. Ee dan kadang-kadang pelajaran seperti ini enggak mereka dapatkan di sekolah ya.<br \/>\n(34:48) Nah, hal-hal yang detail ya tentang masalah ee tarbiah jinsiah ini ya sehingga ya mungkin mereka satu kalau yang punya semangat nuntut ilmu, dia akan cari referensi-referensi yang ya dia bisa ketahui ya belajar dari situ. yang tidak ya sudah ya banyak juga anak-anak yang bahkan sudah mencapai usia ee pradewasa ya artinya mungkin nikahnya tinggal tunggu waktu mandi junub dia enggak tahu ya atau hal yang berkaitan dengan itu bagaimana caranya apa yang harus dilakukan ya nah demikian wallahuam bissawab tib itu yang keenam ya. Nah, karena mungkin dia tidak nyaman untuk bercerita kepada<br \/>\n(35:38) siapa saja ya. Karena masalah ini termasuk masalah yang sangat sensitif ya. Nah, maka jangan sampai anak lebih percaya dan lebih nyaman membicarakannya dengan orang lain. Kita enggak tahu siapa orang lain itu. Ya. Nah, jangan sampai anak itu lebih percaya dan lebih nyaman ya bertanya tentang hal ini kepada selain orang tua ya. kita enggak tahu siapa mereka ya.<br \/>\n(36:04) Nah, kadang-kadang ya informasi ataupun penjelasannya enggak benar ya, salah ya. Nah, demikian. Jadi di sini orang tua yang memang harus me apa namanya memegang kendali ya untuk mengajarkan hal-hal semacam ini kepada anak-anak mereka ya. Wallahuam bisab.<br \/>\n(36:30) Karena anak biasanya lebih nyaman, lebih merasa nyaman dan bisa terbuka kepada orang tua. Ya. Nah, demikian. Ketujuh yang terakhir adalah diharapkan anak akan memahami keagungan syariat Islam khususnya berkaitan dengan pernikahan. Ya. Ya. Ya. Ya. Itu ada itu itu puncaknya ya. ya ataupun kita katakan salah satu tujuan utamanya yaitu kita mengantarkan anak-anak ini sampai ke jenjang pernikahan sehingga mereka sekarang sudah ya menjalani kehidupan sendiri ya.<br \/>\n(37:07) Nah, demikian ya itulah salah satu sunah Nabi yang harus mereka lakukan ya. Nabi mengatakan ya masyar syabab manat minkumul baah falyatazwaj ya. Nah, jadi ada juga anak-anak yang ya ee mungkin takut menikah atau tidak ada respon ketika dibicarakan tentang lembaga pernikahan. Bahkan ada yang antipati ataupun pooi ataupun apa kita katakan tidak menunjukkan ketertarikannya sama sekali.<br \/>\n(37:39) Ya, bahkan sebaliknya bukan tidak tertarik malah membenci. tidak percaya kepada lembaga pernikahan ya. Nah, lebih nyaman mungkin dia bergaul bebas laki-laki dan perempuan tanpa akad ya, tanpa ikatan. Nah, demikian baik itu yang serius maupun yang enggak serius seperti pacaran ya gitu ya. Nah, ada yang lebih dari itu kan begitu.<br \/>\n(38:04) Wallahuam bisab. Nah, ini perlu bimbingan orang tua yang diharapkan anak memiliki pemahaman yang benar tentang selukbeluk dan tanggung jawab pernikahan dan mampu mempersiapkan diri mereka dengan sebaik-baiknya untuk menuju ke sana. Ya, wallahuam bissawab. Nah, mungkin ya begitulah materi hari ini pagi ini.<br \/>\n(38:27) Mudah-mudahan ee bermanfaat ya. Bab pertama di dalam buku ini tentang urgensi pendidikan seksual bagi anak dan remaja ya. Nah, demikian berikutnya kita akan lanjutkan dengan bab kedua yaitu kesalihan orang tua adalah perkara yang paling mendasar, modal utama ya. Nah, ini tulang punggung dalam ee bab ini adalah kesalehan orang tua ya, teladan ya.<br \/>\n(38:58) Karena tadi kita sebutkan juga bahwa dalam bab ini ya banyak pelajaran-pelajaran pendidikan seksual ini ya sifatnya itu keteladanan. contoh ya lebih banyak daripada kata-kata ya apa yang tertulis hitam di atas putih. Wallahuam bissawab. Nah, demikian saja mudah-mudahan bermanfaat. Hadza astagfirullaha wakum liril muslimin innahu huwal gfurur rahim. Alhamdulillah.<br \/>\n(39:33) Terima kasih banyak ustaz atas materi yang telah disampaikan di kesempatan pagi hari ini dari pembahasan bab awal yaitu pentingnya urgensi pendidikan seksual bagi anak dan remaja ya. Mudah-mudahan ini menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semotivasi bagi kita bagaimana caranya mendidik anak untuk mengetahui ya pendidikan seksual yang benar terhadap anak dan remaja. Baik untuk selanjutnya kami buka sesi interaktif, sesi tanya jawab.<br \/>\n(39:55) Silakan bagi Anda sekalian yang ingin bertanya perihal pembahasan ini, Anda bisa mengirimkannya melalui layanan pesan WhatsApp di nomor 0218236543. N pertama Ustaz kami ajukan ada pertanyaan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ya, Ustaz, bolehkah suami istri melakukan hal-hal yang mesra di depan anak-anak, Ustaz? ini menunjukkan katanya untuk menunjukkan keharmonisan ee rumah tangga ayah ibunya agar mereka nanti ke depannya juga ketika berumah tangga mereka bisa meniru keharmonisan orang tuanya. Iya, bagus pertanyaannya ya. Ee di situ ada batas-batas ya,<br \/>\n(40:33) enggak semua ya keharmonisan itu layak. Makanya kita katakan dalam bab ini bukan hanya masalah boleh enggak boleh. Heeh. Halal tidak halal. dari masalah pantas tidak pantas, layak tidak layak ya. Nah, ya orang tua juga harus tahu di sini mana hal yang masih dikategorikan layak ya, mana yang tidak layak begitu ya.<br \/>\n(41:02) Nah, apalagi kita di timur ya, budaya timur ya, ada di sana ee kita katakan ee batas-batas ya disebut juga budaya, adat istiadat ya. yang semua itu kadang-kadang mengacu kepada hal-hal yang mana yang ya kita katakan ee kepantasan begitu ya secara adat istiadat aja kita bicara adat istiadat sini misalnya ya. Nah, demikian dalam Islam juga seperti itu ya. Karena al-adah muhkamah.<br \/>\n(41:36) Islam tidak apa namanya ee kita katakan ee me ee meng-cancel semua nilai-nilai adat istiadat. Enggak ya. Kalau itu bersesuaian dengan prinsip Islam ya berlaku kan begitu ya. Nah demikian itu berkaitan dengan kita yang yang tinggal di timur ya. Beda dengan mungkin budaya barat kan begitu ya. He. Nah, tapi ya juga kita harus perhatikan di sini ya masalah kelayakan ya.<br \/>\n(42:01) Nah, ada yang ya layak ya, ada yang enggak layak gitu ya. Ya, mungkin ya sebagai contoh ya. Ya, Nabi ya melakukan misalnya Nabi mencium istri ya, tapi di sini kita harus tahu bagaimana bentuknya ya. Mencium istri bagaimana bukan bentuk mencium itu kan banyak ya. Nah, ada mencium dengan nafsu, ada ya namanya mudaah, mukadimah jimak kan begitu ya. Ya kan ada hal itu juga kan begitu.<br \/>\n(42:36) Tapi bukan itu yang Nabi lakukan di depan anak-anak khalaya atau di depan umum atau di di area area publik, di tempat terbuka kan begitu ya. Nah, demikian. Jadi ya ee enggak bisa disamakan walaupun babnya sama yaitu mencium kan begitu ya. mendekat juga ya.<br \/>\n(43:03) Nah, ee di situ ada hal-hal yang dianggap enggak pantas seperti ya kita katakan orang tua apa namanya guru mencium muridnya gitu ya dengan hal yang enggak pantas. Nah, itu juga jadi masalah ya. Ya, demikian. Jadi ya ee kembali lagi tadi dalam masalah dalam bab ini wah kan boleh atau Nabi melakukan tapi ya kita enggak tahu bagaimana cara Nabi melakukannya. Kurang detail di sini ya.<br \/>\n(43:29) Sama dengan memukul tidak bisa kita kan boleh memukul ya itu dipakai dalilnya lagi kan itu wadribum fi asrin kan gitu ya. Pukullah mereka di usia 10 tahun. Ya, sebelum kita melakukannya, mukul misalnya di sini ya. Ya, kita harus tahu bagaimana caranya ya. Nah, apa batas-batasnya enggak sembarangan mukul kan gitu ya.<br \/>\n(43:53) Demikian juga dalam bab ini ya, Nabi menunjukkan keharmonisan ya untuk bisa dicontoh ya. Begitulah keharmonisan Nabi dengan para istri, tapi masih dalam batas-batas ya ee ya kita katakan ee kewajaran ya. Nah, demikian. Wallahuam bissawab. Nah, jadi ada juga yang enggak yang jelas-jelas enggak wajar kan begitu ya.<br \/>\n(44:21) Ya, ada ya misalnya ya kita katakan seperti merangkul. Merangkul, mendekap itu kan suatu hal yang bisa dilakukan ya. Nah, sahabat Nabi juga melakukannya ya. Nah, cuma ee enggak enggak semua dekapan itu sama ya. Nah, ada dekapan itu ya punya makna tersirat begitu ya. Nah, bisa diartikan sebagai ya kita katakan hal yang lebih privasi ya. Ada yang dekapan-dekapan sayang, rebakan rindu kan begitu ya.<br \/>\n(44:50) Itu kan beda ya. Nah, demikian ya. Jadi enggak enggak bisa kita katakan ah kan Nabi mendekap anak-anak ya ya momennya bagaimana caranya bagaimana suasananya apa itu harus kita dilihat ya kemudian diukur dengan ya tadi kepantasan tadi ya nah ya wallahuam bissawab ya gitu jadi ee tidak semua bisa di bolehkan di tidak dibolehkan Ustaz ya heeh begitu itu. Nah, iya. Baik. Alhamdulillah. Terima kasih banyak, Ustaz.<br \/>\n(45:26) Jazak khair atas jabatan penjelasannya. Selanjutnya ini ada dua pertanyaan senada Ustaz dari Ummu ee Ummu Zaki dan penanya yang lainnya. Ya, Ustaz, bagaimana cara menasehati anak gadis kami yang sekarang sedang kuliah di kuliah umum, Ustaz? dan ee dia padahal lulusan pondok tapi tidak mau memakai pakaian syari bahkan sudah memakai celana dan kerudungnya pun yang dilihatkan di leher.<br \/>\n(45:54) Nah, pertanyaan yang lainnya yang mengenai ee jilbab juga, Ustaz. Anak remajanya itu suka memakai kerudung segiempat tapi lebar dan tidak suka warna gelap serta bajunya itu memakai atas bawah. Apakah pakaian tersebut sudah memenuhi syarat dikatakan pakaian syari, Ustaz? Iya. Nah, kalau di kalau dikatakan apakah ini pakai ya jelas tidak syariah karena ada kriteria pakaian syariah 1 2 3 nanti akan dibahas juga di sini ya karena salah satu isi buku ini adalah bagaimana berpenampilan menurut ya syariat yang diturunkan Islam kan begitu ya. Nah, ya kalau seperti itu yang diceritakan<br \/>\n(46:33) itu ya ya orang serang bilang itu jilbab gaul kan begitu ya. yang sebenarnya ya dikatakan syari ya belum syari ya e belum syari atau tidak syari ya cuma kita soroti di sini anak yang mungkin latar belakangnya pendidikan Islam. Heeh. Ya. Kemudian ya itu tadi seperti yang diceritakan.<br \/>\n(46:59) Wah, tiba-tiba ketika dia sudah dewasa kan ya di sini kuliah katanya ya. Kita enggak menyoroti kuliahnya. Kita menyoroti di sini ketika dia sudah lewat masa pendidikan anak dan remaja. Karena sekarang sudah jadi manusia dewasa dalam pikirannya saya sudah bebas berdiri sendiri independen itu masalahnya ya.<br \/>\n(47:26) Nah, ee ee mungkin ya kita harus flashback ke belakang tentang riwayat pendidikan anak ini. Dia dulu pakai pakaian syari. Kalau di pondok jelas pakaian syari ya atau pakai apalah ya ee ee uniform e apa uniform yang ya memang sudah di tentukan oleh sekolah kan begitu ya oleh pondok misalnya ya syari begitu ya.<br \/>\n(47:50) Cuma yang jadi pertanyaan dia mengenakan itu karena memang sudah aturannya dia ikut terikut aturan kan begitu ya atau dia menyadari sepenuhnya bahwa dia sebagai perempuan harus begitu ya. Artinya orang tua pendidiknya memberikan pemahaman di sini ya. Terutama orang tua di rumah ketika anak menutup ee auratnya ya ada yang dia enggak ngerti sebenarnya. Dia cuma satu ikut-ikutan.<br \/>\n(48:20) Oh, dia lihat uminya begini ya. Dia ikut ya di sekolah dia juga ikut karena aturan ya. Aturannya begini sudah dikasih seragam lagi ya. Ya, dia pakai itu. Jadi enggak ada di dalam benaknya pemahaman sebenarnya kenapa dia harus begitu. Ya. Nah, inilah dia pentingnya pendidikan seksual ini ya. Jadi kita harus mendasarinya ya ee dari sejak dini ya sejak dia ya mulai memahami ya ee kita katakan jinsiahnya ya.<br \/>\n(48:55) Nah jenis kelaminnya begitu ya. Nah laki-laki maupun perempuan ya. Nah, banyak juga kan anak laki-laki yang ya ketika dewasa ini ya pakai celana pendek gitu ya e dengan alasan olahraga begitu ya. Nah ya mungkin ini ya latar belakang pendidikannya dulu yang kurang ditekankan.<br \/>\n(49:26) Kenapa laki-laki dia harus begitu ya batasan aurat itu kenapa dibuat laki-laki seperti itu kan begitu ya. Kenapa dia penting eh perlu untuk menutup auratnya gitu. Nah, ini ya mungkin orang tua atau pendidik ini sekedar oh dia sudah menutup auratnya kan begitu ya. Misalnya anak perempuan oh dia sudah mau pakai jilbab ya.<br \/>\n(49:49) Yang jadi pertanyaan sekarang adalah dia pakai pakaian itu mungkin karena ikut-ikutan aja ya. Dia lihat ibunya, dia lihat bibinya ya. Oh, pakai kayak gitu dia pakai juga ya di sekolah. Oh, dia pakai itu juga. Kenapa sudah aturan, sudah peraturannya kan begitu ya. Nah, sudah dikasih lagi seragamnya kan begitu ya. Nah, nah ini ini masa pendidikan sebenarnya ini di kosong dari makna.<br \/>\n(50:14) Nah, sehingga ketika dia dewasa ya akan terjadi perubahan pada manusia ketika dewasa dia merasa independen ya. Ya. Ya. Dia merasa dia sudah cukup power, kekuatan dan cukup matang pikirannya. Maka, maka dia ee ya dia pilih jalan sendiri biasanya begitu ya. Nah, demikian ya karena tidak ada dasar-dasar yang kuat dan jelas tadi akhirnya dia ya saya sudah bosan pakai pakaian kayak gitu.<br \/>\n(50:41) Saya mau coba begini ya karena semua pakaian ini dari kecil dia coba-coba aja ya dari kecil ya dia pakai ini coba-coba aja begitu sehingga ketika dia dewasa ya coba-coba juga begitu. Kalau saya pakai-pakaian begini ya. Ya. Ya. Oh, dipengaruhi sama lingkungannya ya. Pengaruh lingkungan itu enggak 100% ya.<br \/>\n(51:05) Ya, kalau orang anak itu ataupun orang ini punya dasar yang kuat begitu. Mungkin cuma 50% ya pengaruh lingkungan ya. Nah, tapi kan dasarnya anak ini kan meang memang enggak ada begitu ya. ya enggak ngerti itu kenapa dia harus berpenampilan seperti itu gitu. Iya. Jadi dari kecil dia berpakaian itu coba-coba dia coba pakaian ibunya kan begitu ya.<br \/>\n(51:28) Coba berpakaian seperti ibunya begitu ya. Cobalah dia. Orang tua diam enggak memberikan pengertian malas ngomong ya udah. Oh sudah mau pakai jilbab dia mau pakai cadar lagi. Ya gitu. Kecil-kecil pakai cadar. Itu ada juga kan begitu. Tapi coba-coba iya dia lakukan itu coba gitu ikut-ikutan kadang-kadang masuk pondok atau pendidikan karena aturan ya dia melakukan itu karena aturan ya.<br \/>\n(51:58) Nah ketika dewasa ya manusia berubah ya ee dia ingin coba juga seperti apa yang dia lihat dari teman-temannya kan gitu ya atau ya pengaruh dari media kan begitu ya. Nah, akhirnya ada yang sudah cadaran buka cadar kan begitu ya. Nah, ada yang dulu syari betul-betul syari waktu di pendidikan.<br \/>\n(52:23) Nah, keluar dari pendidikan malah ya sudah apa namanya ya enggak memperhatikan ya ee aurat lagi enggak ketat ya istilnya karena dia ingin niru orang-orang yang ada di sekitarnya kan gitu ya. ingin coba-coba lagi dia sebagaimana habitnya atau kebiasaannya dari kecil ya berpakaian itu coba coba-coba tanpa pemahaman yang benar ya tentang pakaian ya. Nah, demikian. Wallahuam bawab.<br \/>\n(52:52) Ya, mungkin sampai di sini dulu pertemuan kita ya lebih dan kurang saya mohon maaf. H astagfirullahakumil muslimin innahu halal gfurahim. Nah, ha. Baik, e terima kasih banyak Ustaz Jazakullah khair atas waktu yang telah diluangkan untuk kita semua dari pembahasan kita baru ini yaitu penting pentingnya pendidikan seksual untuk anak dan remaja ee yang mudah-mudahan ini menjadi ee motivasi bagi kita semua ya, pelajaran bagi kita semua bahwa pendidikan seksual bagi anak-anak dan remaja itu ee sangat penting untuk kita berikan kepada mereka. Mudah-mudahan tentunya kita terus berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala agar Allah karuniakan<br \/>\n(53:35) kepada kita semua, kepada keluarga kita menjadi anak-anak kita, menjadi anak-anak yang saleh dan salehah. Demikian ikhwat Islam. Aakumullah dan kami mohon maaf ada beberapa pertanyaan yang tidak bisa kami ajukan ya karena keterbatasan waktu yang ada. Insyaallah kita lanjutkan di kesempatan Selasa yang akan datang.<br \/>\n(53:56) Kami undur diri mohon maaf apabila ada kesalahan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Simak Radio Roja Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.1 1 FM Radio Roj<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(3) [LIVE] Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. &#8211; Tarbiyah Jinsiyyah Pendidikan Seksual &#8211; YouTube Transcript: (00:00) RJA TV, saluran tilawah Al-Qur&#8217;an dan kajian Islam. Simak Radio Rojo Bogor 100.1 FM, radio Roja Majalengka 93.1 1 FM, Radio Roj Palu 101,8 FM dan Radio Roja Bandung 104.3 FM. Menyebar cahaya sunah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. U alla [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3701","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rodjatv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. - Tarbiyah Jinsiyyah Pendidikan Seksual - Transkrip<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-ihsan-al-maidany-m-a-tarbiyah-jinsiyyah-pendidikan-seksual-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. - Tarbiyah Jinsiyyah Pendidikan Seksual - Transkrip\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(3) [LIVE] Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. &#8211; Tarbiyah Jinsiyyah Pendidikan Seksual &#8211; YouTube Transcript: (00:00) RJA TV, saluran tilawah Al-Qur&#8217;an dan kajian Islam. Simak Radio Rojo Bogor 100.1 FM, radio Roja Majalengka 93.1 1 FM, Radio Roj Palu 101,8 FM dan Radio Roja Bandung 104.3 FM. Menyebar cahaya sunah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. U alla [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-ihsan-al-maidany-m-a-tarbiyah-jinsiyyah-pendidikan-seksual-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Transkrip\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-27T13:46:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-27T13:46:24+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"28 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-ihsan-al-maidany-m-a-tarbiyah-jinsiyyah-pendidikan-seksual-2\/\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-ihsan-al-maidany-m-a-tarbiyah-jinsiyyah-pendidikan-seksual-2\/\",\"name\":\"Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. - Tarbiyah Jinsiyyah Pendidikan Seksual - Transkrip\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-11-27T13:46:23+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-27T13:46:24+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-ihsan-al-maidany-m-a-tarbiyah-jinsiyyah-pendidikan-seksual-2\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-ihsan-al-maidany-m-a-tarbiyah-jinsiyyah-pendidikan-seksual-2\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-ihsan-al-maidany-m-a-tarbiyah-jinsiyyah-pendidikan-seksual-2\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. &#8211; Tarbiyah Jinsiyyah Pendidikan Seksual\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\",\"name\":\"Transkrip\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\"],\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. - Tarbiyah Jinsiyyah Pendidikan Seksual - Transkrip","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-ihsan-al-maidany-m-a-tarbiyah-jinsiyyah-pendidikan-seksual-2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. - Tarbiyah Jinsiyyah Pendidikan Seksual - Transkrip","og_description":"(3) [LIVE] Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. &#8211; Tarbiyah Jinsiyyah Pendidikan Seksual &#8211; YouTube Transcript: (00:00) RJA TV, saluran tilawah Al-Qur&#8217;an dan kajian Islam. Simak Radio Rojo Bogor 100.1 FM, radio Roja Majalengka 93.1 1 FM, Radio Roj Palu 101,8 FM dan Radio Roja Bandung 104.3 FM. Menyebar cahaya sunah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. U alla [&hellip;]","og_url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-ihsan-al-maidany-m-a-tarbiyah-jinsiyyah-pendidikan-seksual-2\/","og_site_name":"Transkrip","article_published_time":"2025-11-27T13:46:23+00:00","article_modified_time":"2025-11-27T13:46:24+00:00","author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"28 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-ihsan-al-maidany-m-a-tarbiyah-jinsiyyah-pendidikan-seksual-2\/","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-ihsan-al-maidany-m-a-tarbiyah-jinsiyyah-pendidikan-seksual-2\/","name":"Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. - Tarbiyah Jinsiyyah Pendidikan Seksual - Transkrip","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website"},"datePublished":"2025-11-27T13:46:23+00:00","dateModified":"2025-11-27T13:46:24+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-ihsan-al-maidany-m-a-tarbiyah-jinsiyyah-pendidikan-seksual-2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-ihsan-al-maidany-m-a-tarbiyah-jinsiyyah-pendidikan-seksual-2\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustadz-abu-ihsan-al-maidany-m-a-tarbiyah-jinsiyyah-pendidikan-seksual-2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. &#8211; Tarbiyah Jinsiyyah Pendidikan Seksual"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/","name":"Transkrip","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/ngaji.id\/tran"],"url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3701"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3701"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3701\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3702,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3701\/revisions\/3702"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}