{"id":3711,"date":"2025-11-27T20:47:45","date_gmt":"2025-11-27T13:47:45","guid":{"rendered":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?p=3711"},"modified":"2025-11-27T20:47:45","modified_gmt":"2025-11-27T13:47:45","slug":"ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-2\/","title":{"rendered":"Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID"},"content":{"rendered":"<p>(3) LIVE] Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID &#8211; YouTube<br \/>\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"LIVE] Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/bpuG5dquJuk?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Transcript:<br \/>\n(00:04) Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Ketahuilah semua umat manusia, jangankan satu orang, semua umat manusia kalau mereka bersatu padu untuk memberikan satu kebaikan kepadamu, mereka tidak akan bisa memberikannya kecuali dengan kebaikan yang memang Allah telah takdirkan kamu akan dapatkan. Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja.<br \/>\n(00:35) Simak Radio Roja Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.1 FM, Radio Rjap Palu 101,8 FM dan Radio Roja Bandung 104.3 FM. menyebar cahaya sunah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah nabina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi walah. Asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh wala nabiya ba&#8217;dah w ba&#8217;.<br \/>\n(01:26) Ikhwatal Islam rahimani warahimakumullah. Pendengar dan pemirsa TV Roja di manaun saat ini Anda bisa menyimak siaran kami. Lisan kita senantiasa bersyukur seraya memuji kepada Allah atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah limpahkan kepada kita semuanya sehingga di kesempatan pagi yang berbahagia ini kita dapat berjumpa kembali guna mengikuti bimbingan serta pelajaran yang insyaallah akan disampaikan oleh guru kita Ustaz Abdullah Taslim MA.<br \/>\n(01:59) hafidahullahu taala yang telah menyempatkan meluangkan waktunya di tengah-tengah kesibukan beliau di dalam berdakwah dan mengajar untuk melanjutkan kembali pembahasan kitab Fawaidul Fawaid. Dan masih seputar dari lanjutan mengenai pembahasan surah Al-Qaf.<br \/>\n(02:26) Ikhwat al Islam, selawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan serta tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam untuk keluarganya, untuk para sahabatnya dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman nanti. Dan juga kami ingatkan bagi Anda yang ingin bertanya seputar pembahasan ini nanti silakan bisa menghubungi nomor kami di nomor 0218236543 juga Anda bisa kirimkan pertanyaan melalui pesan singkat WhatsApp di nomor tersebut.<br \/>\n(03:00) Baiklah kita segera menyimak pelajaran serta bimbingan yang akan disampaikan oleh Ustaz Abdullah Taslim MA hafidallahu taala dari Kota Kendari. Kami yang bertugas mengucapkan selamat menyimak dan mendengarkan. F tafadol maskuran ya Ustaz. Barakallah fikum. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.<br \/>\n(03:25) Innalhamdalillah nahmaduhu wasastainuhu wafiruh wa naudubillahi min syururi anfusina wamin sayiati a&#8217;malina. Mayahdihillahu fala mudillalah wudlil fala hadalah. Wa asyhadu alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli wasallim wabarik ala nabina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahum biihsanin ila yaumiddin. Amma ba&#8217;du.<br \/>\n(03:56) Alhamdulillah. Ikhwatal Islam, maasyiral muslimin wal muslimat, ikhwan dan akhwat, para pemerhati Rajak TV dan Radio Rajak di mana pun antum berada. Barakallahu fikum. Ya, kemudian juga saya ingin menyapa para pendengar setia Radio Rojak Kendari di frekuensi 95.1 FM. Barakallahu fikum. Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala atas semua limpahan nikmat dan karunia-Nya di pagi hari ini kita dipertemukan kembali dalam kajian membahas kitab yang sangat bermanfaat yang memuat tentang renungan<br \/>\n(04:40) ayat-ayat Al-Qur&#8217;an, hadis-hadis yang sahih dari Nabi sallallahu alaihi wasallam dan faedah-faedah lainnya yang berhubungan dengan kebaikan agama kita yaitu pembahasan kitab Alfawaid tulisan dari Al Imam Abu Abdillah Syamsuddin Ibnu Qayyim Al Jauzi rahimahullahu taala. Iya. Barakallahu fikum.<br \/>\n(05:06) Kita masih melanjutkan pembahasan yang berhubungan dengan tadabur, perenungan terhadap ayat-ayat di surah Qaf ya. Surat yang sangat agung kandungannya yang pantas untuk kita renungkan isinya. di pembahasan atau di pertemuan yang lalu telah kita bahas beberapa ayat-ayat ya di awal-awal surat ini. Sekarang kita akan lanjutkan di firman Allah Subhanahu wa taala di selanjutnya ya dari ayat yang keenam di surah Qaf dan ayat yang berikutnya Allah subhanahu wa taala berfirman di surat Qaf ayat yang keenam. Azubillahiminasyaitanirrajim.<br \/>\n(05:45) Afalam yuruama fauqahum kaifa banaahayan wha furuj wal ard madadnaha waqaina fiha ras waatna fiha min kulli zaujin bahij. Apakah mereka tidak melihat kepada penciptaan langit di atas mereka? Bagaimana kami membangun langit itu dan kami hiasi, yakni dengan bintang-bintang yang bercahaya indah dan sama sekali tidak ada cacat, tidak ada keretakan sedikit pun pada langit yang dibangun oleh Allah subhanahu wa taala, yang diciptakan oleh Allah subhanahu wa taala. Demikian pula bumi yang kami bentangkan, kami hamparkan, dan kami<br \/>\n(06:34) letakkan di atasnya gunung-gunung yang kuat. Ya, serta kami tumbuhkan di bumi ini dari berbagai macam jenis tumbuh-tumbuhan yang indah. Ini merupakan tabsirah, peringatan, pelajaran dan peringatan bagi setiap hamba yang selalu tunduk dan kembali kepada Allah subhanahu wa taala.<br \/>\n(07:00) Ayat-ayat ini semua pantas untuk kita renungkan dan diterangkan dalam kitab Alfawaid ini oleh Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu taala tentang makna dari ayat-ayat yang agung ini. Kata beliau, daahum ilan fil alamilwii winaihi wartifaiihi wastiwaihi wa husnihi waltiamihi tumma ilal alami sufalihi wahual ard. Kemudian Allah Subhanahu wa taala mengajak manusia untuk memperhatikan, merenungkan ciptaan Allah tentang alam yang al-ulawi, alam yang tinggi bagian alam yang di atas yakni langit beserta makhluk-makhluk Allah yang Allah ciptakan padanya. Bagaimana Allah membangunnya,<br \/>\n(07:50) meninggikannya, dan menjadikannya istiwa rata. ya, serta menjadikannya indah, menjadikannya sangat sesuai. Kemudian setelah itu Allah mengajak manusia untuk merenungkan tentang alam yang ada di bawah, yaitu bumi ini, tempat kita tinggal ini. Waifa basha wyaaha bil lima yur minha. Dan bagaimana Allah membentangkan menghamparkan bumi ini, mempersiapkannya.<br \/>\n(08:26) sesuai dengan tujuan penciptaannya, yakni untuk menampung manusia tinggal di atasnya. Demikian pula di dalamnya untuk menguburkan manusia yang nanti mereka akan dibangkitkan pada hari kiamat semua dengan kehendak Allah Subhanahu wa taala. bil jibali waal yang kemudian Allah jadikan permukaan bumi ini kuat ya dengan Allah meletakkan di atasnya gunung-gunung yang tinggi dan kokoh dan Allah subhanahu wa taala jadikan padanya berbagai macam manfaat bagi manusia bagi makhluk hidup waata fiha minfin hasanin min asnafin<br \/>\n(09:13) yang kemudian Allah Subhanahu wa taala menumbuhkan pada permukaan bumi ini setiap jenis tumbuhan yang indah dari berbagai macam tumbuhan tanaman. Alhtilafi askalihi wa alwanihi wa maqadirihi wa manafiihi. Yang tentu berbagai macam bentuknya, berbagai macam warnanya, berbagai macam kadarnya, berbagai macam manfaat dan ciri-ciri yang ada padanya.<br \/>\n(09:46) Yakni semua ini Allah Subhanahu wa taala jadikan sebagai nikmat bagi manusia ya. yang Allah Subhanahu wa taala perintahkan kita untuk memanfaatkan berbagai macam ini, nikmat ini dengan sebaik-baiknya. Dan tentu dengan kita semakin merenungkan, semakin kita yakin tentang sifat rahmat, kebaikan-kebaikan, dan limpahan nikmat yang Allah selalu berikan kepada kita untuk kita semakin mencintainya, selalu memuji, mengagungkannya, dan selalu mensyukuri nikmatnya tersebut.<br \/>\n(10:23) Jadi jemaah sekalian rahimakumullah ya memang Allah Subhanahu wa taala banyak mengajak kita untuk merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta ini. Apalagi yang berhubungan dengan berbagai macam nikmatnya ya untuk menjadikan kita merenungkan nikmat ini. Karena dengan ini akan menjadikan hati kita semakin cinta kepada Allah, semakin selalu memuji, menyanjung, dan mensyukurinya.<br \/>\n(10:49) Ya, fitrah manusia dia akan mencintai pihak yang selalu berbuat baik kebaikan, melakukan kebaikan kepadanya, selalu melimpahkan berbagai macam nikmat, berbagai macam hal-hal yang dibutuhkannya. Maka kalau nikmat ini tidak kita renungkan, ya akan berlalu begitu saja. Kita anggap ini akan datang dengan sendirinya.<br \/>\n(11:13) Kita lupa bahwa semua itu adalah karunia dan pemberian dari Allah Subhanahu wa taala. Fama bikum min nikmatin w bikum min nikmatin faminallah. Maka nikmat apa saja yang ada padamu maka itu dari Allah Subhanahu wa taala. Nam waun taala abdul munibu biha. Dan ini semua merupakan pelajaran ya.<br \/>\n(11:53) Jika seorang hamba yang selalu tunduk dan kembali kepada Allah merenungkannya, memperhatikannya dan mengambil pelajaran darinya. yakni Allah subhanahu wa taala melimpahkan berbagai macam kebaikan. Kalau kita renungkan, pasti kita akan selalu memujinya. Ya, karena tadi sudah kita katakan fitrah manusia itu akan selalu mencintai pihak yang berbuat baik kepadanya. Ditambah lagi dengan sifat-sifat kesempurnaan Allah, nama-namanya yang maha indah, sifat-sifatnya yang maha agung, yang itu merupakan mayoritas isi Al-Qur&#8217;an.<br \/>\n(12:25) Kalau kita renungkan, kita selalu berusaha memahaminya, mendalaminya, akan menjadikan kita akan semakin cinta kepada Allah Subhanahu wa taala. Makanya ini menunjukkan kepada kita Allah subhanahu wa taala memerintahkan kepada kita semua hal ini agar hati kita bisa kita arahkan kepada satu keyakinan yang menjadikannya tenang dan damai.<br \/>\n(12:48) Yang itu dia akan selalu tenang ketika beribadah kepada Allah, berzikir kepada Allah. yaitu hati kita selalu kita arahkan untuk merenungkan kebaikan-kebaikan yang Allah limpahkan, nikmat yang selalu Allah curahkan, berbagai macam karunia, berbagai macam nikmat dan kebaikan yang Allah Subhanahu wa taala selalu curahkan kepada kita. Ya, maka ini semua ajakan dari Allah Subhanahu wa taala untuk menjadikan kita selalu mencintai Allah Subhanahu wa taala dan selalu mensyukuri nikmatnya.<br \/>\n(13:24) Tadakaro maat alaihi mimma akbar bih rusulu alaihatu wasalam minuh wal ma. yang semua ini kalau k seorang hamba yang selalu tunduk dan kembali kepada Allah memperhatikannya, merenungkannya, maka dia akan bisa mengambil pelajaran peringatan tentang apa yang disampaikan oleh para rasul alaihialatu wasalam berupa kewajiban mentauhidkan Allah, mengesakannya dalam beribadah, serta kewajiban untuk mengimani adanya hari kebangkitan, hari kiamat nanti. Yakni kalau kita renungkan alam semesta yang demikian besar dan indah, Allah yang<br \/>\n(14:05) ciptakan. Ya, maka Dia yang maha kuasa untuk mematikan semua hamb-Nya, makhluknya dan bangkitkan mereka pada hari kiamat. Ya Allah Subhanahu wa taala sebutkan di dalam ayat-ayat Alqur&#8217;an. Awalaisadzi khqwati walqiral mauta. Ya bala wahualqul alim. Bukankah Allah Subhanahu wa taala yang menciptakan langit dan bumi? Maha kuasa untuk menghidupkan orang-orang ketika setelah mati? Menghidupkan makhluknya, menghidupkan hamba-hambanya setelah mereka mati? Ya, benar. Dia adalah alkhala alim yang maha menciptakan lagi maha mengetahui.<br \/>\n(14:57) Maka Allah Subhanahu wa taala maha kuasa atas segala sesuatu yang ini menjadikan kita merenung untuk segera mempersiapkan diri menghadapi adanya hari kebangkitan yang pasti terjadinya sebagaimana yang Allah Subhanahu wa taala beritakan di dalam ayat-ayat Al-Qur&#8217;an dan sudah kita bahas juga di pertemuan yang lalu tentang faedah dalam masalah ini.<br \/>\n(15:20) Tib fadiru fiha yatabasaru awalan tumma yatadakaruanian wa la yahsulu illa liabdin munibin ilallahi biqbihi wa jawarihi. Maka seorang yang merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah, tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta ini, merenungkan penciptaan langit, bumi, bagaimana Allah menghamparkan permukaan bumi dengan berbagai macam karunia dan nikmatnya, maka dia akan dapatkan pertama yatabasar, mengambil pelajaran. Kemudian dia mengambil peringatan.<br \/>\n(16:02) Setelah dia belajar, dia renungkan, dia dapatkan pelajaran, berarti ada peringatan di situ. Berarti ada kewajiban untuk kita laksanakan di dunia ini. Dan kita akan pertanggungjawabkan pada hari kiamat nanti ketika Allah membangkitkan tubuh kita ya dari dalam kuburan dibangkitkan pada hari kiamat nanti.<br \/>\n(16:27) Dan bahwasanya peringatan dan pelajaran ini hanyalah didapatkan oleh seorang hamba ya. yang munib selalu tunduk dan kembali kepada Allah dengan hati dan anggota badannya. Tabsirikro likulli abdin munib. Allah sebutkan di ayat-ayat tadi di surat QF tadi ini sebagai tabsirah pelajaran dan peringatan bagi setiap hamba yang selalu kembali kepada Allah Subhanahu wa taala.<br \/>\n(16:56) Ya, maka memang pelajaran dan peringatan dari Allah tidak akan didapatkan kecuali oleh orang-orang yang hatinya tunduk, hatinya mau terbuka menerima nasihat dan peringatan dari Allah. Maka ini semua menjadi pelajaran bagi kita ya. Kalau hati kita mudah mendengarkan nasihat dari Al-Qur&#8217;an, mau merenungkan tentang berbagai macam nikmat dan kebaikan yang Allah turunkan apalagi mau memperhatikan, merenungkan tentang ayat-ayat Al-Qur&#8217;an yang kandungan maknanya sangat indah dan sangat dibutuhkan oleh hati hati manusia. Orang yang bisa merenungkan dan mengambil pelajaran dari semua ini, berarti dia punya hati yang<br \/>\n(17:35) tunduk kepada Allah Subhanahu wa taala. berarti dialah termasuk orang-orang yang bisa mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu wa taala di alam semesta ini. Sebagaimana yang Allah Subhanahu wa taala sebutkan dalam Al-Qur&#8217;an ya. Allah Subhanahu wa taala berfirman, &#8220;Wakir fainnikro tanfaul mukminin.<br \/>\n(18:04) &#8221; Berilah peringatan karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. Ya, sayadakaru yaksya akan mengambil pelajaran orang-orang yang ada rasa takut di hatinya. Jadi ini menjadikan kita semua berusaha ketika ingin memperbaiki diri, berusaha mengikuti sifat orang-orang yang baik ini. Coba selalu renungkan Al-Qur&#8217;an. Pikirkan dengan baik. Jangan terburu-buru, jangan tergesa-gesa membacanya.<br \/>\n(18:33) Renungkan tentang tanda-tanda kebesaran Allah di sekitar kita. renungkan tentang nikmat yang Allah berikan. Ini semua tidak datang dengan kebetulan. Ini semua adalah karunia dan anugerah dari sisi Allah Subhanahu wa taala untuk kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kita gunakan dalam raka mendukung ketaatan kepada Allah Subhanahu wa taala yang semua nanti akan ada pertanggungjawabannya pada hari kiamat.<br \/>\n(19:02) Kemudian kalian akan dimintai pertanggungjawaban pada hari kiamat nanti tentang nikmat yang Allah Subhanahu wa taala berikan kepadamu. Bab. Jadi sekali lagi kata beliau, wa la yahsulu illa liabdin munibinallahi biqbihi wa jawarihi. Dan bahwasanya semua pelajaran dan peringatan ini tidak akan bisa didapatkan kecuali bagi seorang hamba ya.<br \/>\n(19:36) Kecuali oleh seorang hamba yang benar-benar dia selalu tunduk dan kembali kepada Allah dengan hati dan anggota badannya lahir dan batinnya. arimati waabisihim waakibihim wa jannatihim wahual maadzi anzalahu minasama wa fihi. Setelah itu di ayat berikutnya Allah Subhanahu wa taala mengajak manusia ya untuk merenungkan, memikirkan tentang madah materi rezeki yang Allah berikan kepada mereka.<br \/>\n(20:29) makanan mereka, pakaian mereka, kendaraan yang mereka tunggangi, ya, kendaraan yang mereka gunakan untuk sarana angkutan, kebun-kebun yang mereka miliki yang semua adalah intinya adalah air yang Allah Subhanahu wa taala turunkan dari langit dan Allah jadikan keberkahan bagi manusia. Makanya Allah Subhanahu wa taala berfirman di ayat berikutnya, minasama maam mubar faatna bihi walbal hasid.<br \/>\n(21:09) Dan kami turunkan dari langit ya air hujan yang diberkahi yang penuh dengan kebaikan yang kemudian dengan air hujan ini kami tumbuhkan kebun-kebun mereka dan biji-bijian yang bisa menghasilkan bisa dipanen hasilnya setelah tumbuh nantinya. Ini juga adalah nikmat dari Allah Subhanahu wa taala ya. Turunnya itu karena Allah Subhanahu wa taala yang menurunkannya.<br \/>\n(21:40) Bagaimana kalau tidak ada air hujan? Bagaimana akan tumbuh makanan untuk kebutuhan kita? Bagaimana akan kita dapatkan air minum yang merupakan sesuatu yang sangat kita butuhkan dalam kehidupan ini? Ini juga merupakan nikmat dari Allah Subhanahu wa taala yang Allah Subhanahu wa taala ingatkan di ayat ini. Tiib.<br \/>\n(22:09) Hatta ambata bihi jannatin mukhtalifatan mukhtalifatimari wal fawakih. Sehingga Allah turunkan dari langit. Ya Allah Subhanahu wa taala turunkan dari langit hujan ya. Sehingga kemudian Allah tumbuhkan dengan hujan itu kebun-kebun yang menghasilkan berbagai macam buah-buahan, berbagai macam hasil untuk makanan bagi manusia. Ma baina abad wa aswada wa ahmar wa asfaro wahua hulwin wa hamid.<br \/>\n(22:54) Yang di antara buah-buahan itu ada yang warnanya putih, ada yang warnanya hitam, adanya ada yang warnanya kemerahan, ada yang kuning, ada yang manis, ada yang kecut, ada yang asam. Wabanaika mailafi mana manabii ajnasiha yang Allah subhanahu wa taala jelaskan semua itu bersamaan dengan perbedaan manfaatnya ya dan bermacam-macam nya jenisnya waambil hububa kahai wtilafi manafiha wa sifatiha wa askaliha wa maqadiriha.<br \/>\n(23:51) Kemudian Allah juga tumbuhkan berbagai macam benih, berbagai macam biji-bijian semua ya yang bermacam-macam, berbeda-beda manfaatnya, ciri-cirinya, bentuknya, dan kadarnya. Masyaallah. Kita saksikan semua biji-bijian tersebut. Ada gandum, ada beras, ada jagung, ada yang lainnya yang semua memberikan manfaat yang berbeda-beda bagi manusia. Ini semua tidak kebetulan.<br \/>\n(24:16) Allah Subhanahu wa taala yang menciptakan untuk menyempurnakan nikmatnya bagi manusia dalam urusan dunia mereka. lial mutamil. Setelah itu Allah Subhanahu wa taala sebutkan ya secara khusus, secara tersendiri pohon kurma. Allah Subhanahu wa taala setelah menyebutkan ya bahwa dia menumbuhkan dengan air hujan kebun-kebun dan biji-bijian yang bisa dipanen.<br \/>\n(25:00) Lantas setelah itu Allah berfirman, &#8220;Wazzal nakhla basiqat laha thun nadid.&#8221; Dan pohon kurma yang tinggi, yang kokoh, yang memiliki th&#8217;un nadid ya, yang memiliki tandan atau mayang yang bersusun-susun saking banyaknya buahnya. Kenapa disendirikan? penyebutan pohon kurma ya. Karena pohon kurma ini memiliki pelajaran dan perenungan yang sangat agung bagi orang yang merenungkan dan memikirkannya.<br \/>\n(25:41) Makanya pohon kurma ini banyak disebutkan di dalam Al-Qur&#8217;an dengan perumpamaan-perumpamaan yang indah. Seperti ketika Allah Subhanahu wa taala membuat perumpamaan tentang pohon iman di hati di surat Ibrahim alaihiatu wasalam. Alamahuimatibarin famahaniha. Tidakkah kamu melihat bagaimana Allah Subhanahu wa taala membuat perumpamaan kalimat yang baik, yakni kalimat tauhid, kalimat ikhlas, kalimat cinta kepada Allah dan Rasul-Nya seperti pohon yang baik yang ciri-cirinya akarnya menancap kuat di dalam tanah, cabang dan rantingnya menjulang ke langit, tumbuh ke atas ke arah langit. Dan pohon ini mengeluarkan buah-buahnya yang manis setiap saat dengan izin Allah. Kata para ulama, ini<br \/>\n(26:37) maksudnya adalah pohon kurma ya. Karena pohon kurma ini punya hal yang agung yang pantas untuk menjadi perenungan. Ya, kata beliau ini pohon ini memiliki maudiul ibrah, memiliki perenungan dan pelajaran yang tidak samar bagi orang-orang yang memperhatikannya. Ya, faahya bihil ard ba&#8217;da mautiha.<br \/>\n(27:07) yang kemudian disebutkan di sini rizq lil ibad di ayat berikutnya ini sebagai rezeki bagi hamba-hamba, bagi manusia. Waahya bihi wa ahya bihi baldatikal khuruj yang kemudian dengan itu kami hidupkan ya negeri yang tadinya mati maka demikian pula nah kalian nanti akan dikeluarkan dibangkitkan pada hari kiamat. Faahya bihil ard ba&#8217;da mautiha.<br \/>\n(27:41) Maka dengan itu, dengan adanya hujan ini, Allah Subhanahu wa taala hidupkan permukaan bumi ini setelah sebelumnya permukaan bumi ini mati. Ya, ini perenungan Allah. Ingatkan di akhir ayat ini di ayat berikutnya tadi di surah Qaf di ayat ke-11 di bagian akhir. Kadalikal khuruj. Demikianlah kalian nanti akan keluar. Ya, yakni kalian akan dibangkitkan pada hari kiamat seperti itu. Kata Imam Ibnu Qayyim, kadalikal khuruj.<br \/>\n(28:23) Kemudian Allah berfirman, &#8220;Demikianlah kami kalian dikeluarkan air mlal minal aril fawakiha walqwal hub.&#8221; Sebagaimana ketika Allah mengeluarkan dari bumi ini menumbuhkan berbagai macam buah-buahan, tumbuh-tumbuhan, makanan, serta biji-bijian. Seperti itulah khurujukum minal ardi ba&#8217;da maibtum fiha.<br \/>\n(28:50) Demikianlah kalian nanti pada hari kiamat dibangkitkan dari permukaan dari dalam bumi ini setelah kalian dikuburkan, ditanam di dalamnya. Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Kalian bisa lihat pelajarannya. Bagaimana bumi yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, buah-buahan. Bagaimana biji yang tadinya tertanam kemudian keluar ya di atas permukaan bumi dan mengeluarkan menghasilkan bahan makanan.<br \/>\n(29:18) Seperti itulah kalian akan dibangkitkan pada hari kiamat, dikeluarkan dari kuburanmu pada hari kiamat nanti. Waqakarna hadza alqiasa wa amsaluhu minal maqisil waqiati fil qurani fi kitabina almaalim wna ba&#8217; ma fiha minal asrari wal ibar yang kami telah sebutkan ya bentuk analogi seperti ini dan yang semisalnya dari bentuk permisalan-permisalan atau analogi yang disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an.<br \/>\n(29:56) Kami sebutkan semua ini dalam kitab yang kami tulis yang berjudul Almaalim yaitu kitab Ilamul Muwakqi&#8217;in an Rabbil Alamin. Tulisan Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu taala. Dan kami jelaskan dalam kitab itu ya beberapa hal yang berhubungan dengan rahasia, hikmah-hikmah dan pelajaran-pelajaran yang bisa kita ambil dari permisalan-permisalan atau analogi-analogi yang disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur&#8217;an ini.<br \/>\n(30:24) Jadi, ini semua masyaallah ya merupakan perenungan yang sangat berharga bahwa ayat-ayat seperti ini ternyata memang memiliki kandungan yang sangat indah, yang sangat agung. Makanya surah Qaf ini surat yang agung yang kita pernah ketahui juga disebutkan dalam riwayat yang sahih.<br \/>\n(30:41) Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah menyampaikan dalam khotbah Jumat pembahasan tentang surah QF ini. Berarti surat ini memang memiliki kandungan dan perenungan yang sangat indah di dalamnya untuk tentu saja menguatkan dan menambah keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa taala. menjadikan kita semakin mencintainya, selalu memuji dan mensyukuri nikmat-Nya, serta selalu mempersiapkan diri menghadapi hari perhitungan, hari kebangkitan, hari kita mempertanggungjawabkan amal-amal kita di hadapan Allah subhanahu wa taala. Babakallahu fikum.<br \/>\n(31:11) Semoga apa yang kita bahas dan kita kaji di kesempatan pagi hari ini memberikan faedah dan manfaat untuk kebaikan keimanan kita, untuk menambah kebaikan kita dalam rangka mempersiapkan diri menghadap Allah Subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti. Babakallahu fikum. Cukup sampai di sini. Kita lanjutkan dengan sesi tanya jawab dari hal-hal yang mungkin antum ingin tanyakan. Maka kami persilakan. Barakallahu fikum.<br \/>\n(31:35) Shallallahu wasallam. Wabarak ala nabiyina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi. yaumiddin walhamdulillahiabbil alamin ustaz barakallah fikum wzakallahu khairan terima kasih atas bimbingan serta materi yang telah disampaikan di kesempatan pagi hari ini. Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan dan kita bisa mengambil manfaat atau faedah dari pelajaran telah disampaikan dan kita amalkan dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan serta ketakwaan kita pada Allah subhanahu wa taala. Berikut ini kami berikan kesempatan untuk Anda ingin bertanya silakan<br \/>\n(32:21) baik melalui pesan singkat WhatsApp maupun telepon di 0218236543. Dari Bapak Muhammad Amin di Ogan Ilir Sumatera Selatan bertanya sebagai berikut. Assalamualaikum ya Ustaz. Ingin izin kebanyakan orang beribadah tanpa ada pedoman dari Al-Qur&#8217;an dan hadis Nabi. Dikerjakan hanya berdasarkan ini kan baik ibadah-ibadah dikerjakan hanya karena perasaan mengatakan ini baik.<br \/>\n(32:52) Kadang-kadang yang melakukannya adalah Ustaz. Nah, bagaimana ibadah seperti ini, Ustaz? Silakan. I barakallahu fikum. Pertanyaan sangat baik sekali dari Bapak yang ada di Sumatera tadi. Semoga Allah Subhanahu wa taala senantiasa melimpahkan taufik, kebaikan, keberkahan kepada beliau dan bagi kita semua.<br \/>\n(33:15) Ya, tentu saja anggapan seperti ini adalah anggapan yang tidak sesuai dengan petunjuk Al-Qur&#8217;an dan sunah Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi wasallam. Yang kita tahu Al-Qur&#8217;an kan sudah lengkap menjelaskan semua kebaikan kepada umat Islam ini dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa taala.<br \/>\n(33:38) Allah Subhanahu wa taala berfirman, &#8220;Allyum akmalakumakumamikumakumul isan.&#8221; Pada hari ini aku telah sempurnakan bagimu agamamu dan telah aku jadikan cukup atau lengkap nikmatku atasmu serta aku ridai Islam ini sebagai agamamu. Jadi ketika agama ini dikatakan lengkap berarti semua kebaikan telah diterangkan dalam agama ini.<br \/>\n(34:03) Maka semua yang tidak diterangkan dalam agama itu bukanlah baik. Ya, itu adalah perkara yang pasti tidak sesuai dengan keridaan Allah Subhanahu wa taala. Jadi kalau ada yang beribadah hanya berdasarkan oh ini baik, maka baik ini ukurannya siapa? Kalau sekedar kita mengikuti pikiran-pikiran kita, ya harusnya kita akan berpikir kenapa salat subuh dua rakaat, kenapa isya 4 rakaat.<br \/>\n(34:31) Salat Isya kan sudah di akhir malam, orang sudah bekerja, mungkin orang sudah capek. Harusnya lebih ringkas dalam pikiran kita. Salat subuh harusnya malah kita baru segar, baru bangun tidur, harusnya lebih banyak rakaatnya. Tapi ketika Allah mensyariatkan, kita yakin inilah yang terbaik. Ya, salat subuh dua rakaat ini sesuai.<br \/>\n(34:48) Kemudian salat Isya 4 rakaat, salat magrib 3 rakaat inilah yang terbaik. Dan inilah yang kebaikan yang sempurna yang Allah Subhanahu wa taala turunkan dalam agamanya. Jadi kalau ada yang berpandangan bahwa ini baik dan itu buruk, ini baiknya menurut siapa? kita katakan dan yakini kebaikan itu kalau seandainya itu benar-benar baik pasti Allah turunkan di dalam Al-Qur&#8217;an dan di dalam hadis-hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.<br \/>\n(35:10) Karena dalam agama ini semua kebaikan telah lengkap dan sempurna. Tinggal kita mengikutinya, tinggal kita mengerjakannya. Ya, makanya dalam hadis yang sahih yang diriwayatkan oleh Imam Attabrani dalam almujamul kabir dari sahabat Abu Dzar alghifari radhiallahu taala anhu, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, minalidukum minakum, tidak tersisa sedikit pun dari hal-hal yang bisa mendekatkanmu ke surga dan menjauhkanmu dari neraka, kecuali semuanya telah dijelaskan kepadamu.<br \/>\n(35:48) Jadi semua kebaikan telah dijelaskan dalam Islam, berarti yang tidak diterangkan dalam Islam itu bukanlah kebaikan meskipun dianggap baik oleh kebanyakan manusia. Oleh karena itu, sahabat Abdullah bin Mas&#8217;ud radhiallahu taala anhu mengatakan, &#8220;Kullu bidatin dolalatun waino roahanasu hasanah.&#8221; Semua yang diada adakan oleh manusia itu adalah sesat meskipun dianggap baik oleh manusia. Barakallahu fikum. Nik. Barakallah, Ustaz.<br \/>\n(36:17) Terima kasih atas jawaban dan nasihat yang sangat bermanfaat khususnya untuk yang bertanya dan kita yang menyimak pada kesempatan pagi hari ini. Berikut kami akan berikan kesempatan bagi Anda yang ingin bertanya via telepon. Kami akan coba mengangkat yang telah masuk di 0218236543. Silakan. Halo. Halo. Asalamualaikum.<br \/>\n(36:43) Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan Bapak siapa? Di mana? Mohon maaf. Ya, saya dengan Pak Yusran lagi berkendara nih, Pak Ustaz. Iya, Pak Yusran hati-hati di perjalanan sedang berkendara. Silakan. Makasih. Ee ini Pak Ustaz saya mau pertanyakan dalam tadi bahasan Pak Ustaz itu ada ee apa surat kaf yaitu apakah ada ee apa ee misalnya ee dibaca itu di salat atau di ya dalam salat atau di waktu-waktu tertentu itu satu, Pak Ustaz.<br \/>\n(37:26) Yang kedua ee ini di luar dari saya tidak apaal ya, Pak Ustaz? Iya. Gimana Bapak pertanyaannya? Yang kedua itu Pak Ustaz ini mau tanya ee di dekat di musala dekat rumah itu kan ee untuk salat kabri ya subuhnya kan apa waktunya itu dari habis salat azan. Heeh. Iya. Terus ke ee komat itu ya kisarannya hanya 10 menit, Pak Ustaz.<br \/>\n(38:02) Apakah misalnya nih kita terlambat salat qabuliah subuh, apakah bisa setelah jamah subuh kita laksanakan ee salat sunah fajar setelah salat subuh jemaah di rumah dilaksanakannya? Iya. Intinya pertanyaannya pertama, apakah ada fadilah khusus dalam membaca surah QF, dalam salat atau dalam bacaan apapun yang bermanfaat untuk kita? Yang kedua adalah bagaimana cara kita mengerjakan salat e sebelum sebelum salat subuh dua rakaat. Di mana di tempat saya itu karena cepat antara ada dan komat itu ya, Pak ya.<br \/>\n(38:36) Iya, betul. Betul. Silakan, Ustaz. Makasih ya, Pak Ustaz. Wazakallah. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Silakan, Ustaz. sangat baik dari Pak Yusron tadi ya. Barakallah fik. Semoga Allah Subhanahu wa taala senantiasa melimpahkan taufik kebaikan bagi beliau dan bagi kita semua.<br \/>\n(38:57) Untuk ee bacaan surah Qaf ini di apa ini di salat-salat tertentu, di waktu tertentu yang saya tidak mengetahui ada hadis yang menyebutkan masalah itu. Yang jelas ini adalah ayat Al-Qur&#8217;an yang tadi kita sebutkan Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah mengulasnya secara khusus di dalam khotbah Jumat. ya tidak ada bacaan ee waktu khusus ya.<br \/>\n(39:19) Yang jelas kita baca sebagai ayat Al-Qur&#8217;an yang tentu kita bisa baca di salat malam kita, di salat-salat sunah kita, ataupun salat yang wajib. Misalnya di salat subuh kita bisa membaca karena bacaan Nabi sallallahu alaihi wasallam di salat subuh kan bacaannya panjang ya. Bisa kita baca ayat ini untuk kita bisa renungkan. Demikian pula jemaah yang berjamaah ee dalam salat tersebut. Tib itu yang pertama.<br \/>\n(39:47) Yang kedua, pertama, ya tentu saja sepantasnya salat sunah antara azan dan iqamah ketika salat fajar itu agak panjang. Karena disebutkan di dalam riwayat yang sahih ketika Bilal mengumandangkan azan masuknya waktu fajar. Karena itu Nabi sallallahu alaihi wasallam salat dulu di rumah dua rakaat. Kemudian disebutkan beliau yjian berbaring di atas lambung kanannya. Itu sunah ya.<br \/>\n(40:11) Bahkan disebutkan dalam bentuk anjuran atau perintah di dalam sebuah hadis yang sahih. Bagi orang yang sudah salat dua rakaat sunah sebelum subuh dia berbaring di atas rusuk kanannya atau lambung kanannya. Perhatikan ini butuh waktu. Sehingga kita lihat saja di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, jarak antara azan dan iqamat yang paling lama itu setelah azan subuh.<br \/>\n(40:37) Ya, antara azan dan iqamah waktu salat subuh sampai sekitar saya tidak salah ingat 25 menit hampir setengah jam untuk azan dan antara jarak azan dan iqamah. Karena orang salat dua rakaat mungkin di rumah kemudian dia berbaring sejenak. Ya tentu kata para ulama ini berlaku untuk yang salat sunah di rumah ya. Adapun kalau di masjid ya tidak perlu berbaring tadi berbaring di atas lambung kanan ini berlaku untuk yang salat sunah di rumah.<br \/>\n(40:55) Yang jelas ini waktunya agak lama. Setelah Nabi sallallahu alaihi wasallam berbaring baru kemudian Bilal sebelum dikumandangkan qat beliau panggil Nabi sallallahu alaihi wasallam di rumah memberitahu bahwa sebentar lagi qat dikumandangkan. Jadi harusnya waktunya agak lama.<br \/>\n(41:11) Jadi bisa kita anjurkan kepada pengurus masjid sampaikan tentang kalau kita ingin ikuti Masjidil Haram, Masjid Nabawi seperti ini memberi kesempatan orang yang bangun salat subuh itu kan banyak kemungkinan yang dilakukannya sebelum melaksanakan salat. Mungkin jelas dia baru bangun tidur, dia butuh ke ke toilet dulu mungkin untuk buang hajat atau kadang-kadang ada yang mungkin butuh mandi ya.<br \/>\n(41:35) Ada hal-hal yang butuh waktu lama untuk dilakukan karena ini waktu orang tidur misalnya ya. Kalaupun juga dia misalnya sudah terbangun sebelumnya, maka tetap dia mungkin butuh untuk menunaikan hajatnya di di kamar mandi. Al kulihal sampaikan kepada pengurus maj seperti itu. Kemudian tadi kalau ternyata kita pun terlambat untuk menunaikannya karena di lingkungan kita waktu yang sangat cepat tadi kita katakan kita nasihati pengurus masjid kalaupun terlambat maka boleh diqada.<br \/>\n(42:00) Setelah selesai salat subuh bisa kita laksanakan langsung dua rakaat atau kita tunda sampai matahari terbit dan tinggi di waktu dhha. Bisa kita qada salat sunah subuh dua rakaat seperti yang disebutkan di dalam beberapa riwayat yang sahih.<br \/>\n(42:20) Tetapi juga ini ya tentu berlaku bagi orang yang rutin melakukan salat sunah tersebut dan ya tentu jangan terus terus-menerus. Kalau sampai kita tidak bisa menasihati pengurus masjid, kita usahakan sudah siap ketika azan subuh dikumandangkan, kita segera datang ke masjid agar kita bisa laksanakan salat dua rakaat ya 10 menit kan juga ada masih ada waktu ya.<br \/>\n(42:39) Yang terbaik adalah kita nasihati pengurus masjid atau imam tersebut agar memperlama sedikit. Kalau tidak ya kita siap-siap kita datang ke masjid lebih awal kemudian bisa laksanakan salat sunah dua rakaat baru setelah itu salat berjamaah bersama bersama imam dan kaum muslimin di masjid tersebut. Ya, tetap kita utamakan nasihat tadi. Kalau tidak maka ya kita yang harus berusaha.<br \/>\n(42:56) Jadi kalau cuma sekali-sekali kita terlambat ya kita qada. Tapi jangan terus-menerus setiap hari qada ini lagi qada lagi. Ya tentu kita harusnya mempersiapkan diri lebih cepat karena kondisi masjid kita yang seperti itu untuk kita bersegera datang ke masjid ketika azan subuh dikumandangkan agar kita bisa melaksanakan salat sunah qabliah dua rakaat sebelum salat subuh berjamaah. Nam. Barakallahu fik.<br \/>\n(43:19) Barakallah ustaz. Terima kasih. Jazakallahu khairan atas jawaban dan nasihat yang bermanfaat untuk yang bertanya khususnya serta kita yang menyimak pada kesempatan kali ini. Berikut kami angkat kembali. Silakan bagi Anda yang berusaha untuk bertanya langsung para ustaz via telepon kami persilakan. Halo, silakan.<br \/>\n(43:44) Belum tersambung. Kami bacakan dari saudara kita di Lampung yang bertanya. Asalamualaikum, Ustaz. Bolehkah setiap sujud kita membaca doa Allahumma salamatan fiddin sampai habis atau doa-doa yang bersifat zikir? Terima kasih ya, Ustaz. Barakallah fik. Pertanyaan sangat baik sekali dari beliau yang bertanya.<br \/>\n(44:08) Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa melimpahkan rahmat dan keberkahan bagi beliau dan juga bagi kita semua. Waktu salat subuh ee waktu ee apa ini? Sujud ya. Kita tahu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam telah mengajarkan kepada kita zikir tertentu yang ini kita harus baca. Wajib kita membacanya. Subhana rabbiyal a&#8217;la atau subhana rabbiyal a&#8217;la wabihamdihi atau subhanakallahum wabihamdika wabihamdika allahummagfirli.<br \/>\n(44:35) Ya. Atau bacaan yang lain. Subuhun qudusuburbul malaikati waruh. Yang jelas yang ada dalilnya dalam hadis yang sahih. Itu yang kita boleh baca. Kita wajib baca waktu kita sujud. Setelah itu kita boleh menambah dengan doa. Karena ada hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam Sahih Muslim. Aqrabu ma yakunul abdu min rbihi wahua sajidun faakirud dua fii.<br \/>\n(44:57) Sedekat-dekatnya keadaan seorang hamba dari Rabbnya, dari Allah adalah ketika dia sujud. Maka perbanyaklah doa padanya. Setelah kita membaca zikir tadi misalnya subhana rabbiyal a&#8217;la, subhana rabbiyal a&#8217;la, subhana rabbiyal a&#8217;la, tiga kali atau berapa kali saja sesuai dengan panjangnya ee rukun-rukun salat sebelumnya.<br \/>\n(45:15) Kita bisa membaca doa. Doa apa saja kita bisa baca. Rabbana atina fid dunya atau Allahummagfirli warhamni boleh. Atau misalnya ya qayyum birahmatika astagitu atau doa-doa yang lain yang diajarkan di dalam sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.<br \/>\n(45:36) Bahkan diperbolehkan kita membaca doa dalam Al-Qur&#8217;an seperti pendapat Syekh bin Bas rahimahullahu taala dengan niat bukan ingin membaca Al-Qur&#8217;an tapi mengambil kandungan doanya yang indah. Itu yang dianjurkan ya. Kalau kita ingin baca tadi keselamatan dalam agama boleh. Karena meminta keselamatan dalam agama kan disyariatkan dalam Islam. Meminta istiqamah diperbolehkan.<br \/>\n(45:54) Cuman yang terbaik kita ambil jelas-jelas doa yang ada dalam Al-Qur&#8217;an atau hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam seperti yang muqalibal qulub tsabbit qolbi ala dinik. Ya, kayak tadi doa rabbana atina fid dunya hasanah ya. Rabbana hablana min azwajina wurriyatina qurata a&#8217;yun. dan seterusnya.<br \/>\n(46:15) Doa-doa yang sangat baik kita bisa ambil dari ayat-ayat Al-Qur&#8217;an dan hadis-hadis yang sahih dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Cuman kita ingat kalau salat berjamaah tentu kita harus mengikuti imam. Kalau imamnya sudah bergerak bangkit ya kita ikut. Meskipun belum selesai doanya ya ikuti gerakan imam. Karena itu yang lebih wajib kita dahulukan. Kalau kita salat sendiri kita bisa perpanjang sesuai dengan keinginan kita.<br \/>\n(46:33) Nah, barakallah fikq. Barakallah ustaz. Terima kasih atas jawaban dan nasihatnya. Ee pertanyaan berikutnya dari hamba Allah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz, kami ingin bertanya tentang beberapa oknum yang membuka praktik rukiah dan beliau memasang tarif dan oknum tersebut ee melabeli dirinya.<br \/>\n(47:10) Ustaz, bagaimana menurut syariat berkaitan dengan membuka praktik rukiah dan memasang tarif untuk pengobatan seperti ini dengan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur&#8217;an? Barakallahu fik, Ustaz. Silakan. Iya, barakallahu fik. Pertanyaan sangat baik sekali dari beliau yang bertanya. Semoga Allah Subhanahu wa taala senantiasa melimpahkan keberkahan dan taufiknya bagi beliau dan bagi kita semua.<br \/>\n(47:34) Ya, menjadikan rukiah dalam bentuk seperti ini seperti membuka praktik resmi kemudian ada klinik rukiah dan seterusnya. Anda pernah membaca penjelasan dari salah seorang ulama di Masjid Nabawi, Syekh Ali Nasir Faqihi rahimahullahu taala. Beliau menyebutkan bahwa ini tidak dikenal di zaman para ulama salaf yang membuka seperti itu.<br \/>\n(48:00) Ya, di zaman dahulu malah ada ya pekerjaan-pekerjaan yang seperti misalnya pengobatan ya tabib atau bahkan ada hajam ya bekam meskipun itu ada dalilnya kan. Kasbul hajam khabit ini dimakruhkan pekerjaan tukang bekam itu ee tidak baik begitu ya dimakruhkan. Tapi ini ada di zaman tersebut dan sebagian ulama ikut ee melakukan yakni ikut datang dan mengambil ee pengobatan dengan cara seperti itu.<br \/>\n(48:36) Adapun kalau rukiah tidak ada yakni tidak ada disebutkan ada para ulama salaf menyelenggarakan yang demikian yang menunjukkan ini bukanlah sesuatu yang dilakukan ee di kalangan mereka. Apalagi dengan bentuk seperti tadi memasang tarif dan seterusnya. Karena kata para ulama, yang namanya rukyah itu bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak orang tertentu. Yang penting dia bisa membaca Al-Qur&#8217;an dengan baik.<br \/>\n(48:54) Dan tentu dia punya pemahaman tauhid, mengerti masalah tauhid. Dan ini dilakukan oleh kaum muslimin yang apalagi yang kenal kajian, yang paham, pernah belajar akidah yang benar, maka itu cukup untuk melakukannya. Tidak perlu dengan orang tertentu. Apalagi sampai dijadikan sebagai orang itu yang kita bergantung kepadanya.<br \/>\n(49:12) Malah ini justru menjadi sebab ya ketergantungan yang berlebihan kepada makhluk bisa menyerempet kepada perbuatan syirik. Naudubillah minzalik. Maka yang seperti tadi kita sarankan sebaiknya kita tidak lakukan karena para ulama memperingatkan dengan cara yang seperti itu ya.<br \/>\n(49:32) Kita berusaha untuk ya kalau kita ingin bantu kaum muslimin bantu saja tanpa perlu ada pasang tarif. Kalau seandainya dengan itu kita diberikan hadiah atau yang lainnya maka kita terima. Contoh seperti para sahabat yang merukiah yang disebutkan dalam hadis yang sahih. Kemudian mereka diberikan hadiah ee berupa daging kambing, maka itu boleh diterima.<br \/>\n(49:49) Yang penting tidak perlu kita pasang tarif untuk hal-hal yang seperti ini dalam dalam bentuk seperti tadi ya. Ini ee membuka praktik tersendiri yang tadi kita sudah katakan itu tidak dikenal di kalangan para ulama salaf. Nam. Barakallahu fikum jawabannya. Semoga bermanfaat untuk yang bertanya. Dan berikutnya kami akan bacakan pertanyaan yang telah masuk. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz Afan. Ustaz, saya di Bekasi.<br \/>\n(50:16) Untuk wanita yang rumahnya berdekatan dengan masjid, apa qobliah berdasarkan iqamah di musala atau masjid atau di masjid juga waktunya? Syukron, Ustaz. Silakan. Sangat baik sekali dari akhwat kita yang ada di Bekasi. Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa menjaga beliau dalam kebaikan, menjauhkan dari keburukan juga untuk kita semua.<br \/>\n(50:43) Maka jawabannya selama dia salat di rumah, maka waktunya setelah azan dikumandangkan dan sesuai dengan waktu masuknya maka dia bisa melaksanakan qabliah. Selesai dia qabliah dia langsung melaksanakan salat wajib. Tidak mengapa. Tidak ada hubungannya dengan masjid dia. Karena dia melaksanakan salat di rumah. Tidak mesti bergantung misalnya waktu salatnya dia, salat wajibnya ketika baru ketika iqamah masjid. Tidak. Ketika dia laksanakan salat qabliah, setelah itu dia ingin qat dan laksanakan sendiri tidak mengapa.<br \/>\n(51:08) Dia tidak mengikuti waktu yang ada di masjid karena waktu tersebut memang sudah masuk ketika dikumandangkannya azan. Nam. Barakallah fik. Wafiq. Barakallah ustaz. Pertanyaan berikutnya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Saya di Sumatera Barat. Dosa banyak ustaz. Saya selalu ingat akan dosa saya itu.<br \/>\n(51:31) Bagaimana caranya, Ustaz, untuk kita mengetahui dan meyakinkan diri kita kalau Allah akan mengampuni dosa yang telah saya lakukan. Dan apakah seseorang yang telah durhaka kepada suaminya dan suami sudah meninggal masih bisa punya kesempatan untuk masuk surga? Ustaz silakan. Iya para kifik. Pertanyaan sangat baik sekali dari beliau yang bertanya dari Sumatera Barat tadi.<br \/>\n(51:58) Semoga Allah Subhanahu wa taala senantiasa melimpahkan kebaikan bagi beliau dan juga bagi kita semua. Ya, kita semua punya dosa yang banyak yang kita berharap Allah subhanahu wa taala mengampuni dosa-dosa kita dan kita yakin dengan janji Allah Subhanahu wa taala karena dialah yang berfirman dalam Alqur&#8217;an. Mukminina rahima. Allah Subhanahu wa taala maha penyayang terhadap hamba-hamba yang beriman.<br \/>\n(52:25) Dialah yang digambarkan sifat rahmatnya yang sangat luas dalam hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Lallahu arhamu biibadii mini biwaladiha. Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-hambanya dibandingkan sayangnya ibu ini kepada anak bayinya. Bayangkan, tidak ada gambaran sayang yang lebih tinggi dibandingkan sayangnya seorang ibu kepada anak bayinya.<br \/>\n(52:45) Tapi Allah lebih sayang kepada hamba-hambanya dibandingkan sayangnya ibu tersebut kepada anak bayinya. Tib. Jadi pertama kita tahu kita banyak dosa maka kita banyak mohon ampun kepada Allah. Itu makna sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kullu bani Adam khatun wir attawabun. Itu hadis sahih riwayat Imam Ahmad. Semua manusia itu banyak berbuat salah.<br \/>\n(53:07) Dan sebaik-baik orang yang banyak berbuat salah adalah yang banyak bertobat kepada Allah. Maka selalu kembali bertobat mohon ampun kepada Allah. Karena Allah Subhanahu wa taala yang menjanjikan. Inallahafun. Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala mengampuni semua dosa bagi orang yang selalu bertobat dan kembali kepadanya. Tib. Jadi kita selalu bertobat mohon ampun kepada Allah.<br \/>\n(53:32) Termasuk masalah tadi orang yang pernah melakukan kedurhakaan kepada suaminya atau mungkin kepada yang orang tuanya misalnya. Maka kita yakin Allah Subhanahu wa taala menjanjikan kepada kita ya dengan kita bertobat memohon ampun atas dosa-dosa kita, maka Allah maha pengasih lagi maha penyampun lagi maha pengampun. Ya, ayat yang tadi kita sebutkan, innallaha yagfirudun jamian. Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala mengampuni semua dosa.<br \/>\n(53:58) Watubu ilallahi ayyuhanasu laallakum tuflihun. Dan bertobatlah kepada Allah wahai manusia agar kalian menjadi orang-orang yang yang beruntung. Kemudian sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam hadis yang hasan derajatnya dalam Sunan Ibnu Majah dihasankan oleh Syekh Albani rahimahullah taalau minbalahu. Kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, &#8220;Orang yang bertobat dengan sungguh-sungguh dari perbuatan dosanya seperti orang yang tidak punya dosa sama sekali, maka selalu bertobat dan kembali kepada Allah semua. dosa yang kita mohon ampun kepada Allah<br \/>\n(54:34) sungguh-sungguh maka Allah akan terima pengamp apa ini permohonan ampunan kita kemudian menghapuskan dosa-dosa tersebut dari kita kita harus yakin dengan janji Allah subhanahu wa taala karena kalau bukan kepada Allah yang kita yakini janjinya maka siapa yang yang lebih menepati janjinya dibandingkan Allah subhanahu wa taala ya innallaha la yukhliful miad sesungguhnya Allah subhanahu wa taala tidak pernah menyelisihi janjinya nya mengingkari janjinya.<br \/>\n(55:04) Jadi dengan ini kita tenang ketika kita kembali dan mohon ampun kepada Allah Subhanahu wa taala. Nah, jazakallahu khairan. Berikutnya kami akan bacakan pertanyaan dari pesan singkat kembali. Asalamualaikum. Barakallahu fikum. Ustaz izin bertanya ma nasihatnya bagaimana cara agar kita bisa senantiasa bertawakal yang sebenar-benarnya.<br \/>\n(55:29) agar kita benar-benar bersandar hanya kepada Allah saja dan tidak mengharap kepada makhluknya. Jazakallahu khairan. Ustaz, silakan. Tib. Barakallahu fikum. Pertanyaan yang sangat baik sekali. Bagaimana cara kita benar-benar bertawakal atau bersandar kepada Allah? Hanya bersandar kepadanya tidak bergantung kepada makhluk. Pertama kita kenali Allah Subhanahu wa taala dengan sifat-sifat kesempurnaannya.<br \/>\n(55:58) Tentu pertama kita berdoa minta kepada Allah karena tawakal ini termasuk amalan ibadah yang agung ya. Termasuk inti daripada amalan hati manusia. Minta kepada Allah agar disempurnakan tawakal kita. Kemudian kita kenali sifat-sifat kesempurnaan Allah bahwa Dia maha kuat lagi maha perkasa. Tempat bersandar. Segala kebutuhan kita ada di tangannya. Karena Dialah yang maha kuasa atas segala sesuatu.<br \/>\n(56:22) Kalau kita semakin yakin hal ini, pasti kita akan merasa kalau saya bersandar kepada makhluk, makhluk lemah seperti diri saya. Makhluk sendiri butuh diciptakan, dijaga. Dia tidak bisa menjaga dirinya. Tidak bisa menciptakan dirinya, Allah yang menciptakan. Tidak bisa memenuhi kebutuhannya, Allah yang memenuhi kebutuhannya.<br \/>\n(56:41) Makhluk sendiri lemah, bisa dikalahkan dengan makhluk yang lain. Sementara Allah Subhanahu wa taala tidak ada yang bisa mengalahkannya karena Dia Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Maha Kuasa atas segala sesuatu. Jadi kita akan berpikir, buat apa saya bersandar kepada makhluk? Yang benar adalah kita bersandar kepada Allah karena Dia yang maha kuasa atas segala sesuatu.<br \/>\n(56:59) Semua perbendaraan langit-langit dan bumi, Dialah yang maha menguasainya. Jadi wajar dengan kita semakin mengenal ini, kita akan semakin bersandar kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan kita akan mengatakan bersandar kepada makhluk adalah kesia-siaan.<br \/>\n(57:19) Karena makhluk sendiri tidak bisa melindungi dirinya apalagi menjadi sebab perlindungan bagi makhluk yang lainnya. Nah, bab tadi ayat yang kita bacakan di pertanyaan sebelumnya firman Allah Subhanahu wa taala. Watubu ilallahi ayyuhal mukminuna watubu ilallahi jamian ayyuhal mukminuna laallakum tuflihun. Dan bertobatlah kepada Allah semua kalian wahai orang-orang yang beriman agar kalian menjadi orang-orang yang beruntung.<br \/>\n(57:44) ya motivasi untuk kita semangat bertobat kepada Allah Subhanahu wa taala. Nah, barakallahu fikiran. Terima kasih atas kesediaan Ustaz untuk menjawab beberapa pertanyaan yang telah masuk di kesempatan pagi hari ini. Semoga menjadi kebermanfaatan dan wasilah untuk kita senantiasa memperbaiki diri tentunya dengan belajar dan mengilmui setiap apa yang ingin kita kerjakan dalam rangka mengerjakan ketaatan dan amal saleh.<br \/>\n(58:14) Dan kami mohon iktitam dari Ustaz sebelum kami akhiri pelajaran ini. Silakan, Ustaz. Iya. Barakallahu fikum. Dari pembahasan yang tadi kita sebutkan dalam kajian kita merenungkan beberapa ayat-ayat di surat QF, kembali kita dapatkan pelajaran dari pentingnya merenungkan ciptaan Allah, merenungkan berbagai macam nikmat, kebaikan dan limpahan karunia yang Allah Subhanahu wa taala berikan kepada kita.<br \/>\n(58:52) Yang ini menunjukkan kepada kita bahwa dengan keimanan yang benar, dengan ketundukan hati dan anggota badan kita kepada Allah Subhanahu wa taala, maka pelajaran dari makhluk-makhluk ciptaan Allah di sekitar kita, apalagi pelajaran dari perenungan terhadap ayat-ayat Al-Qur&#8217;an ini yang akan yang merupakan sebab besar untuk menyempurnakan keimanan, ketaatan, ketakwaan, dan penghambaan diri kita kepada Allah Subhanahu wa taala.<br \/>\n(59:16) Insyaallah akan ada kelanjutan dari pembahasan tentang perkara yang yang sangat penting ini di kajian-kajian kita selanjutnya. Barakallahu fikum. Semoga apa yang kita kaji di kesempatan kali ini bermanfaat untuk kebaikan dunia dan akhirat kita. Mohon maaf atas segala yang salah dan kurang. Kita akhiri shallallahu wasallam wabarak ala nabiyina Muhammadin wa ala alihi wasbihi ajmain.<br \/>\n(59:34) Wa akhir dakwanahamdulillahiabbil alamin. Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Jazakallahu khair wabarakallahu fikum. Terima kasih kepada Ustaz Abdullah Tasrim, MA hafidahullahu taala dan rekan-rekan kami yang ada di Kota Kendari serta beberapa kru yang ada di studio Raja 2 yang turut serta membantu untuk mewujudkan dan terselenggaranya kajian Fawaidul Fawaid di kesempatan kali ini. Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa melimpahkan taufik, rahmat, keberkahan,<br \/>\n(1:00:11) dan kemudahan untuk kita semuanya. Khususnya dalam rangka kita membekali diri dengan ilmu yang bermanfaat. Ikhwat al Islam rahimani warahimakumullah. Terima kasih atas kesediaan antum semuanya menyimak dari awal hingga akhir pelajaran ini. Insyaallah kita akan bertemu kembali di lain kesempatan. Kami yang bertugas mohon pamit undur diri.<br \/>\n(1:00:31) Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla ilahailla anta. astagfiruka wa atubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Simak Radio Roja Bogor 100.1 FM. Radio Roja Majalengka 93.1 satu FM<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(3) LIVE] Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID &#8211; YouTube Transcript: (00:04) Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Ketahuilah semua umat manusia, jangankan satu orang, semua umat manusia kalau mereka bersatu padu untuk memberikan satu kebaikan kepadamu, mereka tidak akan bisa memberikannya kecuali dengan kebaikan yang memang Allah telah takdirkan kamu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3711","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rodjatv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID - Transkrip<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID - Transkrip\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(3) LIVE] Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID &#8211; YouTube Transcript: (00:04) Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Ketahuilah semua umat manusia, jangankan satu orang, semua umat manusia kalau mereka bersatu padu untuk memberikan satu kebaikan kepadamu, mereka tidak akan bisa memberikannya kecuali dengan kebaikan yang memang Allah telah takdirkan kamu [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Transkrip\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-27T13:47:45+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"31 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-2\/\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-2\/\",\"name\":\"Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID - Transkrip\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-11-27T13:47:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-27T13:47:45+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-2\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-2\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-2\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\",\"name\":\"Transkrip\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\"],\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID - Transkrip","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID - Transkrip","og_description":"(3) LIVE] Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID &#8211; YouTube Transcript: (00:04) Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Ketahuilah semua umat manusia, jangankan satu orang, semua umat manusia kalau mereka bersatu padu untuk memberikan satu kebaikan kepadamu, mereka tidak akan bisa memberikannya kecuali dengan kebaikan yang memang Allah telah takdirkan kamu [&hellip;]","og_url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-2\/","og_site_name":"Transkrip","article_published_time":"2025-11-27T13:47:45+00:00","author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"31 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-2\/","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-2\/","name":"Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID - Transkrip","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website"},"datePublished":"2025-11-27T13:47:45+00:00","dateModified":"2025-11-27T13:47:45+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-2\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2025\/11\/27\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/","name":"Transkrip","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/ngaji.id\/tran"],"url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3711"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3711"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3711\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3712,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3711\/revisions\/3712"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3711"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3711"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3711"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}