{"id":3975,"date":"2026-07-03T09:20:50","date_gmt":"2026-07-03T02:20:50","guid":{"rendered":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?p=3975"},"modified":"2026-07-03T09:20:51","modified_gmt":"2026-07-03T02:20:51","slug":"fathul-majid-macam-macam-sihir-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/03\/fathul-majid-macam-macam-sihir-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/","title":{"rendered":"FATHUL MAJID &#8211; MACAM-MACAM SIHIR | USTADZ ABDULLAH TASLIM, Lc. MA."},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"30. FATHUL MAJID - MACAM-MACAM SIHIR | USTADZ ABDULLAH TASLIM, Lc. MA. \u062d\u064e\u0641\u0650\u0638\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0647 \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/4T5EHPDbrKo?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><figcaption class=\"wp-element-caption\">Se Asalamualaikum warahmatullahi<br><br>wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu wa&#8217;inuhu wafiruh wa naudubillahi min syururi anfusina wamin sayiati a&#8217;malina. May yahdihillahu fala mudhillalah. Wamay yudlil fala hadiyaalah. Wa asyhadu alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Ya ayyuhalladzina amanutqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun.<br><br>Ya ayyuhanasuttaqubakumulladzi khalaqakum min nafsi wahidah walaqo minha zaujaha w minhuma rijalan waisa wattaqulahalladzi tasaaluna bihi wal arham innallaha kaana alaikum raqiba ya ayyuhalladzina amanutaqulaha waquulu qulan sadida Tidak. Yuslih lakumakumagfirakumunubakum wutiillaha waasulahu faqod faza fauzan adima.<br><br>Allahumma sholli wasallim wabarik ala nabina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi waman tabiahum biihsanin ila yaumiddin. Amma ba&#8217;du. Alhamdulillah. Maasyiral ikhwah wal akhwat fiddin hafidakumullah. Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala atas semua limpahan nikmat dan karunia-Nya atas kebaikan yang dimudahkannya bagi kita.<br><br>[berdehem] Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala atas kebaikan yang dimudahkannya bagi kita di pagi hari ini setelah melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid Imam Assyafi&#8217;i ini yang mubarak ini, kita dimudahkan untuk kembali mengadakan majelis ilmu yang mulia di [berdehem] lanjutan pembahasan kitab yang sangat bermanfaat, kitabut tauhid alladzi hua haqqulah alal abid.<br><br>Kitab tauhid yang merupakan hak utama Allah Subhanahu wa taala atas hamba-hambnya. Tentu saja ini adalah sebaik-baik pelajaran ilmu yang kita pelajari, yang kita kaji dalam rangka untuk memurnikan tauhid kita kepada Allah Subhanahu wa taala. Yang ini merupakan perintah yang Allah Subhanahu wa taala perintahkan yang paling utama dalam agamanya.<br><br>Azubillahiminasyaitanirrajim. Wama umiru illa liya&#8217;budullaha mukhlisina lahuddina hunafa wauqimusata wuzakata walika dinul qayyimah. Dan tidaklah mereka diperintahkan [berdehem] kecuali agar mereka beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan baginya agama serta mendirikan salat, menunaikan zakat. Jadi Allah Subhanahu wa taala berfirman, w umiru illa liya&#8217;budullaha muklina lahuddina hunafa wauqimus<br><br>wauzakata walika dinul qayimah Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali agar mereka beribadah kepada Allah semata-mata dengan mengikhlaskan baginya agama. Hunafa dalam keadaan hanif selalu menghadapkan diri kepada Allah dan berpaling dari selainnya. Kemudian mendirikan salat, menunaikan zakat dan itu adalah agama yang lurus.<br><br>Maka ini sebaik-baik usaha kita termasuk sebaik-baik usaha kita untuk memurnikan tauhid kita kepada Allah Subhanahu wa taala. Menjauhkan kita dari segala bentuk perbuatan syirik yang merupakan sebab terbesar ya kemurkaan Allah Subhanahu wa taala kepada hamba yang melakukannya. Naudubillah minzalik.<br><br>Oleh karena itu, kita berusaha untuk tetap bersemangat mengkaji ya pembahasan dalam kitab-kitab seperti ini agar menjadi sebab Allah Subhanahu wa taala menyelamatkan kita dari segala bentuk penyimpangan dari kemurnian tauhid. Barakallahu fikum. Tib ikhwani wa akhwati fiddin aazakumullah. Saat ini kita akan melangkah di pembahasan yang baru.<br><br>[berdehem] Setelah di penjelasan yang lalu, di bab yang lalu kita membahas tentang masalah sihir, bagaimana dalil-dalil yang menyebutkan tentang buruknya perbuatan ini, bahkan kesyirikan dan kekufuran. ya, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan darinya. Sekarang kita akan melangkah di bab yang baru masih berhubungan dengan bab sebelumnya.<br><br>Babu bayani saaiin min anwa sihir. Bab penjelasan tentang jenis-jenis kesyirikan, jenis-jenis sihir. Jadi sihir itu juga ada macam-macamnya yang tentu ya semua yang namanya sihir jika itu dalam pengertian yang seperti kita jelaskan di pertemuan yang lalu dilakukan dengan meminta bantuan dengan pertolongan jin atau setan yang jahat ya tentu dengan pimpinan mereka iblis laknatullah alaihim yang kemudian para setan ini mensyaratkan dukun atau tukang sihir yang meminta bantuan mereka harus menjadi kufur dulu, berbuat syirik dulu, kemudian dilayani,<br><br>baru dilayani dalam dalam sihir ini. Maka ya semua jenis sihir yang seperti ini tentu tercela dalam agama bahkan hukumnya kufur. Ya w kafar sulaimanakin kafaru yallimunanasir. Dan Nabi Sulaiman alaihiatu wasalam tidaklah kufur. Akan tetapi para setan itulah yang kufur karena mengajarkan sihir kepada manusia. Tib.<br><br>Jadi ini jenis-jenis sihir yang tentu dilarang di dalam Islam ya, apapun tujuannya. Meskipun tujuannya itu untuk misalnya mendekatkan suami dan istri seperti yang kita sudah pernah sebutkan jenis sihir yang namanya attiwalah ya sihir tahbib menjadikan seorang suami semakin cinta kepada istrinya atau sebaliknya.<br><br>kelihatannya tujuannya baik, tapi dengan cara sihir ini juga jelas tercela ya. Ataupun misalnya untuk perlindungan dari yang dianggap sebagai keburukan. Ya, jelas ini juga termasuk sihir yang tercela dan bahkan keburukan yang terjadi justru semakin menimpa anak atau orang yang ingin dilindungi tersebut dengan perbuatan sihir yang dilakukan ini.<br><br>Ya, kita ingat kembali hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh sahabat yang mulia Abdullah bin Mas&#8217;ud radhiallahu taala anhu ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, &#8220;Innaruqo watamaima wattiwalata syirkun.&#8221; Sesungguhnya rukiah jampi-jampi seperti yang biasa dilakukan di zaman jahiliah ya, bacaan-bacaan jampi yang tidak sesuai dengan syariat.<br><br>Tamaim menggantungkan jimat ya untuk tadi perlindungan atau menarik rezeki dan seterusnya. Dan attiwalah ini adalah kesyirikan. Ini termasuk kesyirikan karena ini termasuk jenis sihir yang tercela. Sama seperti yang pernah kita jelaskan annusrah hallus sihri bisih ya untuk menghilangkan sihir dengan sihir yang lain ini jelas kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ini min amali setan termasuk perbuatan setan meskipun untuk menghilangkan penyakit atau menghilangkan sihir itu sendiri tidak boleh kita menggunakan sihir yang lain<br><br>karena ini ya namanya menyelesaikan masalah dengan masalah baru yang lebih besar dan ini jelas tidak disyariatkan di dalam Islam. Maka di sini As Syekh rahimahullahu taala ingin menjelaskan tentang macam-macam perbuatan sihir. Disebutkan di sini di dalam kitab ee apa ini? Fathul Majid. Syarah kitabut Tauhid.<br><br>Penjelasan dari Syekh Abdurrahman Ibnu Hasan alu Syekh rahimahullahu taala ya. Ha huna. rahimahullah taalauna minal waatil auliak bihi minal ahwoniti allati kiron minal awami wal juhali minal awami wal juhali anahalu alaati man jarot ala yadaihi mimman hua min auliya min auliyair rahman. Ya, di sini Syekh ingin menjelaskan sesuatu yang merupakan alkhawarij,<br><br>perkara-perkara di luar kebiasaan. Yni, perkara-perkara yang luar biasa atau karamatul auliya. Ada juga karamah yang dimiliki oleh para wali, orang-orang yang saleh. Sebagaimana beliau juga ingin menjelaskan di sini hal-hal yang memperdaya kebanyakan manusia berupa yakni ahwalus setaniah. Keadaan-keadaan yang tadi yang [berdehem] dianggap luar biasa yang merupakan tipu daya setan.<br><br>yang memperdaya kebanyakan orang-orang awam dan jahil. Mereka menyangka ini adalah perkara-perkara yang aneh seperti ini menunjukkan kewalian orang yang bisa melakukannya. Padahal dia termasuk wali-wali setan bukan wali-wali Allah Subhanahu wa taala yang maha pemurah. Ya, jelas akan bisa dibedakan orang yang terjadi padanya hal-hal seperti ini.<br><br>Apakah dia orang yang bertakwa? berpegang teguh dengan ibadahnya, dengan salatnya. Dia orang yang berilmu. Yang kita juga tahu jelas ciri-cirinya karamah itu bukanlah sesuatu yang dipamerkan, sesuatu yang misalnya setiap saat ingin ditunjukkan kepada orang lain. Ini sudah jelas-jelas ini merupakan ciri-ciri ya bantuan [berdehem] setan bagi orang yang melakukannya demikian.<br><br>Apalagi kemudian dengan itu di mereka mempraktikkan hal-hal yang menyimpang dari agama. seperti mengaku mengetahui perkara yang gaib, menyembuhkan penyakit dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan syariatnya. Sudah bisa kita bedakan hal ini tentu saja. Kemudian kata Syekh di sini, &#8220;Walisikil islami kitabun alfurqonu baina auliya rahmani waulian farajiu.<br><br>&#8221; Syekhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah taala pernah menulis kitab yang diberi judul alfurqan. Pembeda antara wali-wali Allah yang maha pemurah dengan wali-wali setan. Maka silakan merujuk kepada kitab tersebut. Jadi di sini jelaskan nih maksudnya ingin disebutkan bahwa mungkin saja dukun atau tukang sihir menampakkan dalam praktiknya hal-hal yang aneh, hal-hal yang di luar kebiasaan seperti barang yang hilang ditemukan atau mungkin menyembuhkan orang yang kena penyakit atau gangguan yang sudah lama yang ternyata kesembuhan penyakit<br><br>tersebut adalah disebabkan dia bekerja sama-sama jin yang mengganggu orang tersebut misalnya atau tadi jin yang menunjukkan kepadanya barang-barang yang hilang yang kemudian setelah itu mereka gunakan ini untuk memperdaya utamanya orang-orang awam yang jahil agar meyakini bahwa itu adalah sesuatu yang luar biasa sama dengan karamah yang Allah Subhanahu wa taala berikan kepada para wali-walinya.<br><br>para wali-wali ini orang-orang yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa taala. Ini terjadi dan ini merupakan tipu daya setan. Kita ingat jelas setan tujuannya adalah menyesatkan manusia, memalingkan mereka utamanya apalagi dari tauhid. Maka di sini maksudnya kita perlu waspada menjaga diri kita dari hal-hal yang seperti ini, menjaga keluarga kita bahwa perkara-perkara yang luar biasa seperti ini ya itu terjadi dengan bantuan setan.<br><br>Dan kita akan mudah memisahkan, membedakan orang yang ya bertakwa kepada Allah. Sehingga kita katakan itu adalah karamah atau merupakan bagian dari karamah Allah Subhanahu wa taala dengan orang yang tentu jauh dari sifat-sifat ketakwaan yang bisa kita pastikan itu adalah termasuk bantuan jin dari setan dan setan-syetan yang jahat.<br><br>Nauzubillah minzalik. [berdehem] Iya. Tentu saja lagi pula hal-hal seperti ini tidak akan mungkin dipertontonkan ya diperlihatkan atau dipamerkan kemudian dibanggakan di hadapan manusia. Setelah itu mengaku-ngaku dirinya sebagai seorang yang wali atau orang yang punya karamah yang tentu saja ini sangat jauh dari sifat-sifat karamah yang sesungguhnya yang memang Allah Subhanahu wa taala berikan kepada wali-walinya di saat-saat mereka membutuhkannya, di saat-saat mereka terdesak sebagaimana yang sudah mungkin pernah kita jelaskan di<br><br>pertemuan-pertemuan yang lalu. Barakallahu fikum. Tib sampai pernah disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah taala. Mungkin antum pernah dengar kisahnya beliau sebutkan di dalam kitab Majmu Fatawa. Ketika ada sekelompok orang yang mengaku memiliki karamah dengan cara yakni menampakkan kepada manusia orang-orang yang jahil bahwa mereka itu kebal ketika dibakar api misalnya ya kebal tidak mempan pada tubuh mereka ketika dibakar misalnya.<br><br>Yang kemudian Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah taala menantang mereka terang-terangan. menantang mereka terang-terangan untuk [berdehem] dia yang menyalakan api tersebut membakarnya yang ternyata mereka takut ya padahal selama ini mereka ya menggunakan bantuan setan atau menggunakan misalnya cairan tertentu dioleskan di tubuh kemudian tidak menjadikan tidak mempan api dan seterusnya.<br><br>ini terjadi ya di kalangan para ulama dulu apalagi di akhir zaman yang semakin banyak fitnah dan keburukan yang tersebar. Nauzubillah minzalik tay. Kemudian diterangkan di sini oleh As Syekh As Syekh Muhammad bin Abdul Wahab at-Tamimi rahimahullahu taala penulis kitabut Tauhid. Kata beliau di sini, qala Ahmad haddasana Muhammad Ibnu Jafar.<br><br>Haddasana AF. Qala haddasana AF. an Hayyan ibn ibnul Ala qala haddasana Qutun Ibnu Qubaisah an abihi annahu ma nabi annahu sami nabi shallallahu alaihi wasallam innalyafata watq dibuakan di sini sebuah hadis ya yang diterangkan ini dikeluarkan oleh Imam Abu Daud, Imam Ahmad dan yang lainnya dan dinyatakan lemah oleh Syekh Albani rahimahullahu taala.<br><br>Hadis ini dibawakan sebuah hadis yang ee dikeluarkan dari Musnad Imam Ahmad dengan sanadnya sampai kepada Qutun Ibnu Qubaisah dari bapaknya [tertawa] radhiallahu taala anhu bahwa dia mendengar Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, &#8220;Sesungguhnya Aliyafah Watqu wataratu minal jib. Yakni termasuk sihir. Ini contoh disebutkan jenis-jenis sihir yang dinyatakan dalam sebuah hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam.<br><br>Meskipun ternyata hadis ini dalam sanadnya ada kelemahan. Ya, disebutkan di sini contoh al-Iyafah yang kemudian diterangkan maknanya [berdehem] ya. Qala AF, rawi yang bernama Auf yakni Auf Ibnu Abi Jamilah. Ini juga rawi yang terpercaya. Akan tetapi nanti ada rawi yang setelahnya yang disebutkan ada kelemahan dalam riwayatnya.<br><br>[berdehem] Tib [berdehem] ya. RI yang bernama Hayyan ibnul Ala [berdehem] disebut dia ini Albashri. Makbul riwayatnya. Makbul. Makbul itu artinya riwayatnya diterima kalau ada pendukungnya dari jalur lain. Tapi kalau tidak ada pendukungnya maka dia dikatakan layinul hadis. Yakni hadisnya ada sedikit kelemahan. Ini termasuk tingkatan kelemahan yang paling apa ini? Yang paling mending begitu ya.<br><br>Tapi kalau tidak ada pendukungnya ya tetap dikatakan riwayatnya lemah. orang yang bernama Al-Hayyan Ibnul Ala ya Albashri yang merupakan rawi hadis ini. Al kulihal diserangkan di sini oleh Auf Ibnu Abi Jamilah al-Iyafatu zajrut thair. Aliyafatu zajrut tharir yakni mengusir burung di zaman jahiliah ini termasuk perkara yang mereka lakukan.<br><br>untuk yakni yang sudah pernah kita jelaskan untuk tiarah apa itu menentukan nasib untung atau siap ya jadi zajrut thir mengusir burung ketika ada burung di pohon diusir nanti dilihat kalau larinya ke sebelah kanan berarti beruntung kalau kiri berarti sial maka dia tidak akan melanjutkan apa yang ingin dilakukannya atau perjalannya ataupun yang lain perjalanan ataupun yang lain Ya, termasuk juga attafaul biasmaaiha wa aswatiha wa nahwiha.<br><br>Burung juga nanti dengan nama-nama burung. Kalau burung yang dilihat burung ini berarti ini melambangkan kesialan atau keuntungan. suaranya bahkan juga seperti itu. Ini termasuk kebiasaan orang-orang Arab di zaman jahiliah ya. Bahkan disebutkan di dalam syair-syair mereka. Yang jelas ini merupakan bagian dari sihir, bagian dari kesyirikan.<br><br>Karena tentu saja hal-hal seperti ini ya harusnya hanya dinisbatkan atau di diyakini berasal dari Allah Subhanahu wa taala, bukan dari binatang-binatang tersebut. Nah, kemudian [berdehem] atarqu [berdehem] ditafsirkan di sini oleh Auf watqu altu yuk fil ardhi atarq yang namanya di sini disebutkan jenis sihir yang kedua yaitu alkhattu yuk bil ardi garis yang digaris di atas atas permukaan tanah [berdehem] ya.<br><br>Yakni dengan tujuan juga sama untuk hal-hal yang sifatnya seperti tadi untuk melakukan sihir atau [batuk] hal-hal yang sifatnya untuk menentukan nasib baik atau nasib buruk. [berdehem] Ya. Kemudian yang ketiga, wattiaratu ya attiaratu jelas attiaratu ya tatayyur ya tadi meyakini mitos tertentu untuk sebagai tanda kesialan atau tanda keberuntungan.<br><br>ini dikatakan termasuk aljib. Aljibti sudah kita pernah bahas. Di antara maknanya adalah sihir. Ada juga di antara maknanya adalah setan. Ya, dikatakan di sini oleh Al-Han Albashri rahimahullah taala, aljib itu maknanya adalah ronnatus setan. Ronna yakni rintihan setan atau dengungan setan dan yang sejenisnya.<br><br>Aa kulihal ini termasuk yang disebutkan dari hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam bahwa ini termasuk jenis-jenis yang dinyatakan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam termasuk aljib yakni sihir dalam hal ini. Berarti ya perbuatan seperti ini sudah ada di zaman di zaman Arab jahiliyah. Bahkan sudah kita ketahui sebelum itu sudah ada sejak zaman Nabi Sulaiman alaihi salalatu wasalam pertama kali terjadinya sihir sebagaimana yang disebutkan di dalam Al-Qur&#8217;an yaitu untuk memisahkan antara seseorang dengan istrinya, memisahkan antara suami dan<br><br>istri yang kemudian terus berkembang sihir tersebut dan datang berbagai macam ee dan berbagai macam jenisnya. Nah, ya meskipun dalam hadis ini ada kelemahan tapi kelemahannya kelemahan yang ringan. Ya, cuman tentu saja ini contoh ya dari jenis-jenis ee perbuatan sihir yang nanti akan semakin banyak dan semakin berkembang.<br><br>Tib. Jadi ini yang dibawakan oleh beliau dari sebuah hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang ya ternyata ada kelemahan pada hadis tersebut. Tib. Berikutnya as Syekh kemudian rahimahullahu taala, As Syekh Muad bin Abdul Wahab at-Tamimi rahimahullahu taala kemudian berkata, &#8220;Waan ibni Abbasin radhiallahu taala anhuma qala qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.<br><br>&#8221; Ya sudah kita tahu kan Syekh kebiasaannya ketika menyampaikan setiap pembahasan dibabkan langsung membawakan dalil dari Al-Qur&#8217;an atau hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam atau asar dari para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain atau ulama salaf setelahnya setelah mereka. Dari Abdullah Ibnu Abbas radhiallahu taala anhuma ya anak paman Nabi sallallahu alaihi wasallam qala qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam [berdehem] Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi wasallam bersabdaqabatan [berdehem] minan nujumi faqabatan minir<br><br>zada maada ini lebih tegas artinya hadisnya lebih sah Dan ini lebih bagus untuk jadikan sebagai contoh ya. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, &#8220;Barang siapa yang mengambil atau mempelajari satu cabang dari ilmu nujum ya, ilmu tentang perbintangan yang tujuannya tadi untuk ya melakukan sihir, maka sungguh dia berarti telah mengambil atau telah mempelajari satu cabang dari perbuatan sihir ini.<br><br>Ini hadis diriwayatkan al zada ma zada semakin bertambah dia mempelajarinya semakin bertambah sihir yang ada pada dirinya. Hadis riwayat Abu Daud dengan sanad yang sahih ya. Dikeluarkan juga oleh Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad dan dinyatakan sahih oleh Syekh Al Albani rahimahullahu taala. Maka ini jelas sekali termasuk ilmu sihir yang ya tentu dari dulu dan sekarang semakin berkembang yaitu sihir dengan bersandar atau meminta pertolongan kepada bintang-bintang ya.<br><br>Ilmu nujum [berdehem] ini ditegaskan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam di dalam hadis ini termasuk perbuatan perbuatan sihir ya. Yang jelas ini berarti diharamkan untuk mempelajarinya. Seperti yang ayat yang tadi kita bacakan, para setan itu kafir karena mengajarkan sihir kepada manusia. Ya, oleh karena itu hal-hal yang seperti ini sudah pernah kita jelaskan.<br><br>Mungkin dalam kondisi-kondisi lapang, kondisi-kondisi seorang itu tidak ditimpa satu musibah besar, dia akan bisa menjaga. Tapi ketika orang terdesa, ketika orang sakit tidak sembuh-sembuh, dia mencari berbagai macam pengobatan, apalagi yang diatas namakan pengobatan alternatif, sudah akhirnya ada yang sampai nyerempet kepada hal-hal yang berbau kesyirikan seperti ini.<br><br>Bahkan perbuatan sihir yang mengandung syirik, terang-terangan pun tetap dilakukannya karena dalam rangka meminta kesembuhan tadi. Ya. Oleh karena itu ini yang apa ini manfaatnya seseorang itu selalu berlindung kepada Allah, memahami nilai tinggi dari keimanan dan tauhid yang dimilikinya. [berdehem] Adapun musibah atau sakit yang mungkin Allah timpakan kepadanya merupakan bagian dari ujian.<br><br>Para nabi dan para rasul alaihialatu wasalam juga ditimpa sakit. [berdehem] Ya, bahkan cobaan-cobaan mereka di jalan Allah lebih besar. Apalagi kalau kita sudah baca riwayat kemarin bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam juga pernah kena sihir. Ya, maka hal yang seperti ini bukan menjadikan seseorang kemudian menghalalkan segala cara dalam rangka menghilangkan hal tersebut.<br><br>Padahal kalau dia bersangka baik kepada Allah Subhanahu wa taala, maka tentu Allah subhanahu wa taala memiliki hikmah yang sempurna, memiliki tujuan yang besar yang untuk kebaikan dan kemaslahatan bagi hamba ini dengan menimpakan sakit tersebut kepadanya. Nah, tayib. Jadi hadis ini adalah hadis yang sahih yang jelas sekali menunjukkan bahwasanya yang dikatakan dengan ilmu nujum itu adalah termasuk termasuk perbuatan sihir.<br><br>Kemudian dalil yang berikutnya kata as Syekh rahimahullahu taala walinasaii min hadisi Abi Huraiirat radhiallahu taala anhu. Ya. Kemudian dalam hadis yang dikeluarkan oleh Imam an-Nasai dari riwayat sahabat yang mulia Abu Hurairah radhiallahu taala anhu [berdehem] ya lafaznya lafaz hadis ini. sahar faq asr taqan wukila ilaihi tib<br><br>[berdehem] [berdehem] Hadis ini berbunyi, &#8220;Barang siapa yang aqada uqdatan, mengikatkan satu ikatan buhul yang kemudian dia menghembus padanya, meniupnya pada buhul tersebut, maka sungguh dia telah melakukan sihir. Dan barang siapa yang melakukan sihir maka sungguh dia telah melakukan perbuatan syirik. Serta barang siapa yang taallaqo saaian mengikatkan sesuatu bergantung kepada sesuatu, dia akan diserahkan kepada sesuatu itu.<br><br>Tapi hadis ini ada kelemahan padanya. Ada rawinya yang lemah, kemudian juga ada sanadnya yang terputus. Seperti yang dinyatakan oleh Imam Azzahabi rahimahullahu taala. Ya, yang jelas dalam hadis ini menjelaskan tentang proses terjadinya sihir yang tentu sekali lagi dilakukan dengan bantuan setan, dengan bantuan iblis laknatullah alaih eh dan bala tentaranya untuk menjadikan sihir ini berlangsung.<br><br>Dan sudah kita katakan ini adalah sebab yang sangat buruk dan jahat untuk menimpakan keburukan kepada manusia. Tapi kita ingat selalu kan dalam Al-Qur&#8217;an dikatakan ya bahwa mereka tidak akan bisa menimpakan keburukan kepada manusia illa biidnillah kecuali dengan izin Allah subhanahu wa taala.<br><br>Wama hum bidorina bihi min ahadin illa biidnillah. Dan mereka tidak akan bisa mencelakakan seseorang pun kecuali dengan izin Allah subhanahu wa taala. Makanya di sini, ikhwani wa akhwati fiddin hafidakumullah, kita perhatikan memang agama Islam ini agama yang indah dan sempurna. Ya, sihir ini kan sesuatu yang kita tidak ketahui.<br><br>Apalagi dengan dari namanya saya kita tahu selalu dilakukan dengan cara hifyah, tidak nampak. dilakukan ikatan buhul dan dihembuskan itu di waktu-waktu sahar, di waktu-waktu gelap malam, di waktu-waktu orang sedang tertidur, sedang beristirahat. Ya, maka Islam mensyariatkan kepada kita doa-doa perlindungan.<br><br>Sebelum tidur kita membaca doa, kita bangun juga membaca zikir. Kemudian membaca ayat-ayat Al-Qur&#8217;an [tertawa] ya, seperti ayat kursi. Kemudian almuawwidatan doa apa ini? Dua alfalaq sama annas. Kemudian zikir pagi dan petang. Masyaallah. Ini semua adalah di samping pahala dan keutamaan yang besar di sisi Allah Subhanahu wa taala juga tidak kalah pentingnya adalah untuk perlindungan kita dari hal-hal yang seperti ini ya.<br><br>Karena tidak ada yang bisa melindungi kita dari kejahatan dan keburukan-keburukan seperti ini kecuali kecuali Allah subhanahu wa taala. Oleh karena itu sudah pernah kita sebutkan kan seperti dua qul tadi. Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Ma taawadza bibitlihima mutaawidun. Tidaklah seseorang berlindung dengan perlindungan seperti dua surat ini.<br><br>Tidak ada seorang berlindung. Tidak ada seorang pun berlindung kepada Allah dengan perlindungan seperti perlindungan dengan membaca dua surat ini. Ya, makanya ini yang kita usahakan untuk selalu kita tetapi, kita baca ya dalam rangka untuk memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu wa taala dan tentu saja sandaran hati kita kepada Allah subhanahu wa taala sebagai wujud dari tauhid yang utama.<br><br>ya, yang dengan sebab itu Allah Subhanahu wa taala akan menjaga hamba-hambnya. Nah, baik. Kemudian lafaz yang ada di hadis ini ya. Man taallaqo saaian wukila ilaihi. Barang siapa yang mengikatkan diri dengan sesuatu yang bergantung dengan sesuatu, dia akan diserahkan padanya. Ini ada lafaz yang semakna dengannya yang disebutkan dalam riwayat yang sahih, dalam riwayat yang lebih kuat.<br><br>Ya, sudah pernah kita sebutkan juga beberapa di antaranya bahwa seseorang yang bergantung kepada sesuatu, Allah Subhanahu wa taala akan serahkan dia kepadanya. [berdehem] Ya, makanya seseorang tidak diperbolehkan sampai pun bergantung kepada dirinya sendiri. Kita ingat kembali zikir yang diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam.<br><br>Walaqilni nafsi thfatainin. Ya Allah, janganlah Engkau menjadikan aku, menyerahkan aku kepada diriku sendiri, menjadikan aku bergantung kepada diriku sendiri meskipun meskipun cuma sekejap mata. Jadi, yang bagian akhir dari hadis ini itu ada riwayat yang lalu yang pernah kita baca yang [berdehem] menguatkannya secara maknanya.<br><br>Nah, TB. Kemudian ya berikutnya As Syekh rahimahullah taala berkata membawakan dalil yang berikutnya. Wa ibni Mas&#8217;udin radhiallahu taala anhu anna Rasulullah sallallahu alaihi wasallam q [berdehem] ala hal unabbiukum malf ya hi namimatu alqolatu bainanas rawahu Muslim. [berdehem] Ada dibawakan di sini juga sebuah hadis.<br><br>Kata [berdehem] Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, ini hadis sahih riwayat Imam Muslim. Ketahuilah apakah aku beritakan kepada kalian apa yang namanya al mal adh? Mal adhu. Aladhu itu yaitu annamimah, yakni berjalan untuk mengadu domba di kalangan manusia. Alqalatu bainanas menyampaikan pembicaraan di antara manusia untuk merusak hubungan mereka.<br><br>yakni ini dicontohkan termasuk perbuatan sihir atau mirip dengan sihir ya karena ya meskipun cara prosesnya bukan termasuk sihir yang tadi membawa kepada kesyirikan ini jelas termasuk perbuatan mengadu domba, dosa besar iya kan yang juga di antara ancamannya adalah termasuk yang menjadi sebab azab dalam kuburan.<br><br>Tapi dicontohkan di sini mirip dengan sihir karena pengaruhnya dengan kata-katanya seperti menyihir orang sehingga bermusuhan [berdehem] menyebabkan hubungan rusak di antara manusia. Ya. Jadi, alqalatu bainanas maksudnya adalah banyak berbicara, banyak menyampaikan perkataan-perkataan yang akhirnya memperuncing keadaan menjadikan permusuhan di kalangan manusia.<br><br>Ya, tentu saja ini hukumnya haram bahkan termasuk dosa besar ya. Yang ini disepakati oleh para ulama tentang haramnya perbuatan seperti ini. Cuma di sini ee dicontohkan ini se pengaruhnya semacam sihir dalam hal merusak hati kemudian menjadi sebab permusuhan di antara manusia. Maka ini termasuk perbuatan yang terlarang tentu saja meskipun dia tidak termasuk perbuatan sihir seperti yang dilakukan dengan bantuan setan tadi atau dengan buhul-buhul yang diikat yang di kemudian dihembuskan oleh ditiup oleh para tukang<br><br>sihir atau para dukun. Nah, sama dengan contoh yang dibawakan berikutnya. Contoh yang dibawakan berikutnya juga oleh Syekh ya rahimahullahu taala. Jadi ada jenis yang disebut sihir tapi bukan dilakukan dengan proses sihir yang seperti tadi yang ada kesyirikan dan kekufuran padanya. Kata Syekh rahimahullah taala, walahuma an ibni Umar radhiallahu taala anhuma anna Rasulullah sallallahu alaihi wasallam q.<br><br>Ya. Kemudian dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam albukhari dan Muslim dari sahabat Abdullah Ibnu Umar radhiallahu taala anhuma bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, &#8220;Inna minal bayani lasihron.&#8221; Sesungguhnya termasuk albayan, kefasihan berbicara, kepandaian menyampaikan sesuatu ini benar-benar ada sihirnya.<br><br>Ini hadis riwayat Bukhari Muslim. Ya. Jadi, albayan yaitu artinya albalagatu wal fasaha, ketinggian bahasa kefasihan dalam berkata-kata. ini ada sihirnya. Dan kita tahukan ini terbukti ya, orang yang pandai berbicara, pandai beretorika itu meskipun dia menyampaikan kebatilan, banyak orang yang dengar dan banyak yang terpengaruh. Ya.<br><br>Maka sebagian dari para ulama i mengartikan ini dalam pengertian buruk. Karena namanya sihir kan sesuatu yang tercela. Berarti maksudnya di sini seseorang itu hendaknya kita berhati-hati dalam mendengarkan ucapan, membaca pernyataan atau mendengarkan misalnya penjelasan seseorang yang pandai berkata-kata tetapi kemudian tujuannya adalah untuk menutup kebatilan apalagi menyebarkan syubhat misalnya.<br><br>Kenapa kita dilarang mendengarkan ucapan ahlul bidah atau ucapan orang-orang yang menyimpang pemahamannya? Karena sihir di sini artinya bisa mempengaruhi hati seseorang sehingga terpengaruh. Ya, dibungkus dengan kata-kata yang indah. Zuhrufalli gururo, kata-kata indah yang menipu. Akhirnya orang terperdaya. Meskipun sebagian juga ada yang mengartikan dalam pengertian positif yakni seharusnya orang yang menyampaikan kebenaran, menyampaikan dalil, ya tidak mengapa dia mempelajari bahasa yang indah.<br><br>menggunakan kata-kata retorika yang indah karena tujuannya adalah untuk memudahkan manusia menerima kebenaran yang disampaikannya. Maka ini tidak mengapa kalau untuk tujuannya seperti ini. Jadi dikatakan di sini oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam di dalam keindahan bahasa, kepandaian berkata-kata atau beretorika itu benar-benar ada sihirnya.<br><br>Artinya bisa mempengaruhi orang. Maka ini juga yang menjadikan sekali lagi kita berhati-hati ketika membaca satu penjelasan ya. Oleh karena itu berdiskusi atau berdebat meskipun itu dalam Islam diperbolehkan dengan syarat-syarat tertentu tapi kalau seseorang melakukannya tanpa ilmu, kemudian juga menjadikannya ini sebagai sesuatu yang sering dilakukan, ini akan bisa merubah pemikirannya.<br><br>Awalnya dia tidak terpengaruh. Yang kedua mungkin dia masih bisa bertahan. Tapi lama-kelamaan dia akan berpikir kayaknya benar juga kayaknya juga ada segi kebenarannya. Akhirnya ter berubah. Makanya ada hadis yang sahih dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Beliau bersabda, &#8220;Ma dolumun ba&#8217;da hudan kanu alaihi illa utul jadala.<br><br>&#8221; tidaklah satu kaum itu tersesat setelah dia mengenal petunjuk yang tadinya dipegangnya kecuali ketika dia diberikan [berdehem] kesenangan untuk melakukan jid, selalu berdebat, selalu adu argumentasi padahal dia sendiri belum kuat dan juga bukan untuk kebutuhan melakukan diskusi tersebut. Ya, ini yang menjadikan seorang akhirnya bisa berubah karena mendengarkan kata-kata orang lain itu.<br><br>Apalagi [berdehem] kata-katanya dibungkus dengan penjelasan yang indah. Ini bisa mempengaruhi hati kita ya. Bisa membekas di hati kita. Ya, makanya albayan kepandaian berkata-kata ini ada sihirnya yang hendaknya kita waspada untuk hal-hal yang sifatnya negatif. Jangan mudah membaca penjelasan yang tidak jelas dari orang yang tidak kita ketahui.<br><br>Karena agama ini harus diambil dari sumber yang benar. Cukuplah banyak orang-orang yang kita ketahui, banyak ustaz yang kita pahami, manhajnya benar. Sudah cukup ilmu yang kita dengarkan dari mereka. Bahkan banyak penjelasan yang belum kita sempat dengarkan semua. Jangankan dari ustaz, dari ulama saja. Banyak yang kita belum bisa semua simak semua penjelasan mereka.<br><br>Apalagi kita harus disibukkan dengan mendengarkan penjelasan atau membaca keterangan dari orang-orang yang tidak jelas yang nanti bisa merusak agama kita. Inna hadal ilma dinun fanduru amman takuduna dinakum. Ilmu agama ini adalah ilmu ini yang engkau pelajari menentukan kebaikan agamamu. Maka lihatlah dari siapa kamu mengambil ilmu agamamu.<br><br>[tertawa] Ya, diterangkan di sini oleh Syekh ee penulis kitab Fathul Majid, Syekh Abdurrahman Ibnu Hasan ahlus Syekh. Wabil jumlah fal bayanu la yuhmadu illa idza lam yakhruj ila haddil ishabi wal itnabi watagtiatil haqqi wa tahsinil batil. Kesimpulannya yang namanya albayan, kepandaian menjelaskan keindahan bahasa ini tidak akan dipuji kecuali kalau ya kepandaian penjelasan ini, kepandaian berkata-kata ini tidak sampai pada [berdehem] tingkatan yang berlebih-lebihan dalam menyampaikan.<br><br>Ada sebagian orang yang ketika menyampaikan sesuatu memilih bahasa-bahasa yang susah, berdalam-dalam dalam menjelaskan sesuatu. Ini kan jadinya tercela. atau sampai menutupi kebenaran dan untuk menghiasi kebatilan. Jadi hadis tadi kan bisa kita bawa kepada makna positif kalau tujuannya untuk memperindah penjelasan kita agar orang awam tertarik, agar orang mau mengikuti kebenaran.<br><br>Tapi kita selalu ingat ya, dalam menyampaikan kebenaran selalu telak ukurnya adalah dalil. Lihatlah seperti apa yang diterangkan oleh Syekh di sini. Masyaallah kitabnya dipelajari dari tahun ke tahun dan dipelajari banyak. orang-orang yang ingin mengenal tauhid. Padahal beliau, beliau bawakan langsung dalil. Penjelasan sedikit. Kadang-kadang orang karena dia punya kelebihan berkata-kata, dia lebih mengandalkan kata-kata tersebut.<br><br>Ini keliru. Tetap saja. Fainna asdaqal hadisi kitabullah wakirul hadi hadyu Muhammadin sallallahu alaihi wasallam. Sebenar-benar ucapan adalah kitabullah. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Tetap dalil itulah yang utama disampaikan Al-Qur&#8217;an hadis-hadis yang sahih.<br><br>Penjelasan itu hanya mendukung untuk menjelaskan maknanya. Seindah apapun penjelasan kita, maka pengaruh kebaikan ya yang ditimbulkan dengan selalu menyampaikan dalil dalam hal mengarahkan hati manusia kepada kebaikan jelas itu lebih besar dibandingkan ucapan manusia biasa. Ya, karena kita ingat yang namanya hidayah itu bukan hanya dipengaruhi dengan keindahan bahasa, tapi yang paling penting juga tujuan orang yang menyampaikannya, niatnya.<br><br>Maka tidak ada yang lebih baik tujuannya dibandingkan Allah Subhanahu wa taala dalam firman-firmannya, kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam sabdanya. Kemudian juga tidak ada yang lebih indah dalam bahasa yang disampaikan oleh Allah Subhanahu wa taala dalam Al-Qur&#8217;an. Kemudian dalam hadis Nabi sallallahu alaihi wa alihi wasallam tib faidza khaja ila hadal ila had fahuamum.<br><br>Maka kalau kepandaian berkata-kata sampai pada tingkatan seperti ini, maka itulah yang tercela, [berdehem] ya. [mendengus] Nah, Tib. Sampai di sini selesai dalil yang dibawakan oleh Syekh untuk menyebutkan contoh-contoh dari perbuatan sihir. Kemudian di bagian akhir ada kesimpulan akhir fihi masail. Di dalam bab ini ada beberapa masalah, ada beberapa kesimpulan atau ringkasan.<br><br>Alula yang pertama innal iyafata watqo watarata minal jibti. Sudah kita bahas tadi pembahasannya ya. meskipun juga ada kelemahan pada hadis ini. Sesungguhnya al-iyafah yakni mengusir burung tadi yang dilakukan oleh orang di zaman jahiliyah. Kemudian at-tharq menggaris di tanah tadi. Kemudian attiyarah ya menentukan nasib untung atau sial dengan benda-benda yang ada, makhluk-makhluk yang ada.<br><br>Ini termasuk aljibd, termasuk sihir, termasuk ee perbuatan setan. Ataniatu tafsirulfatiq. Penafsiran dari Aliyafah dan Tarq sudah kita bacakan tadi. Penafsiran dari rawi yang bernama Auf Ibnu Abi Jamilah rahimahullahu taala. Atalitatu yang ketiga, inna ilman nujumi nauun minas sihir, ilmu nujum, perbintangan yang tujuannya tadi untuk sihir yang diketahui oleh para dukun dan tukang sihir.<br><br>Ini termasuk sihir, termasuk perbuatan kufur ya yang tentu sangat dimurkai oleh Allah subhanahu wa taala. Arribiatu alqdu ma nafsi minzalik. Orang yang melakukan mengikat buhul kemudian menghembus padanya tentu dengan cara-cara tertentu ini juga termasuk sihir. Tadi yang kita sebutkan hadisnya juga ada kelemahan padanya. Alkamisatu yang kelima itu inan namimata minzalika.<br><br>Perbuatan namimah mengadu domba termasuk hal ini ya. yakni dalam hal pengaruhnya seperti sihir. Meskipun dia tidak sampai kepada kesyirikan kalau tidak melakukan sihir seperti mendatangi dukun atau orang-orang yang tukang sihir ini, tapi dia termasuk dosa besar karena pengaruhnya dalam merusak hati manusia, membuat permusuhan di antara manusia seperti sihir.<br><br>Asadisatu inna minzalika ba&#8217;dul fasahah. Termasuk juga sihir dalam hal ini adalah sebagian dari kepandaian kefasihan dalam berbicara, kepandaian dalam memberikan penyampaian. Ya, tentu makna sihir seperti tadi yang kita sebutkan bukanlah sihir yang sampai pada tingkatan kekufuran atau kesyirikan.<br><br>Barakallahu fikum bab. Selesai pembahasan di bab ini. Mudah-mudahan kita bisa mengambil faedah dan manfaat darinya ya. Insyaallah untuk bab berikutnya tentang perdukunan. dan yang sejenis mereka akan kita bahas lagi di pertemuan selanjutnya. Barakallahu fikum. Semoga bermanfaat. Dan sebelum kita akhiri, kalau ada pertanyaan yang ingin antum sampaikan, Anda persilakan.<br><br>Iya. Waalaikumsalam. [berdehem] B berkeyakinan bahwa kita Allah dilakukan tidak tahu. Iya. Barakallahu fikum. yang namanya pengobatan yang disyariatkan dalam Islam ya itu pengobatan yang benar-benar dia merupakan sebab dan ada hubungannya dengan penyakit tersebut. Yang ini diketahui dari mana? Dengan meruju kepada ahli pengobatan.<br><br>Misalnya obat-obatan kimia dalam bidang kedokteran. atau dengan misalnya berdasarkan tajribah percobaan [berdehem] dari orang-orang yang ahli dalam hal ini bahwasanya hal tersebut memang ada kaitannya dengan penyakit ya. Contoh misalnya orang sekarang menggunakan misalnya alat-alat tertentu ya, contoh seperti tusuk jarum atau mungkin dialirkan listrik untuk mengenai urat-urat dalam tubuhnya.<br><br>Kemudian ini menjadi sebab lancar peredaran darahnya dan seterusnya. Ini kan jelas hubungannya. Tapi ada hal-hal tertentu yang sama sekali dari segi tajr atau percobaan tidak tidak wajar ya. [berdehem] Hanya dipegang sedikit kemudian orangnya sembuh. Hanya disentukan dengan benda tertentu, memakai gelang tertentu, orangnya sembuh.<br><br>Jadi kaitannya apa? Ya, kalau misalnya sesuatu yang misalnya pengobatan dari [berdehem] tabib misalnya tradisional ya dengan daunan tertentu yang ketika diteliti daunan ini mengandung hal ini yang ada hubungannya dengan penyakitnya. Ini kan memang sebab yang Allah jadikan. Karena kita tahu kata para ulama ya, yang namanya syirik kecil itu perbedaannya dengan syirik besar di antaranya adalah kalau syirik besar itu jelas.<br><br>Di situ ada menjadikan tandingan sempurna. Tandingan selain Allah secara sempurna. Adapun syirik kecil ada tandapi tidak sampai sempurna. Di antara yang dijelaskan oleh para ulama yaitu misalnya dia menjadikan sesuatu sebagai sebab padahal dia bukan sebab. Tidak ada kaitannya secara medis maupun melalui percobaan yang wajar, penilaian yang wajar.<br><br>Dia ini berhubungan dengan penyakit tersebut. Bahkan ada orang yang sekedar datang saja kemudian sembuh ya. Mungkin diberi minuman tertentu kemudian dijamin lagi kesembuhannya. Ini kan kita bisa lihat dari praktik orang tersebut apakah dia punya keahlian, apakah dia menggunakan obat yang memang obat ini secara terbukti tadi dengan secara medis atau dengan percobaan ada kaitannya dengan penyakit tersebut.<br><br>Ya, ingat kita jangan kalau tidak tahu pengobatannya ya jangan kita lakukan karena ini kita mengorbankan akidah kita, keyakinan kita. Naudubillah minzalik ya. Kita boleh melakukan pengobatan misalnya dengan rukiah. Ini kan rukiah kita minta pertolongan kepada Allah atau membaca doa-doa perlindungan di air kemudian diminumkan.<br><br>Ini kan jelas. Itu pun kan kita belum yakini kesembuhannya. Yakni pasti kesembuhannya kecuali dengan kesembuhan dan pertolongan dari Allah Subhanahu wa taala. ini boleh-boleh saja seperti ini. Maka sebenarnya kita bisa nilai dari orang yang melakukan pengobatan tersebut. Kalau orangnya tidak punya latar belakang akidah yang benar, pemahaman yang benar, ya lebih bagus jangan kita datangi pengobatan-pengobatan yang dikatakan alternatif seperti ini.<br><br>Apalagi di akhir zaman seperti ini keadaannya. Kita khawatir malah dan sering terjadi ana sering menghadapi orang yang ya ketika dia dulunya pernah melakukan bahkan ada yang sekedar dipijit saja tapi ada dibaca-bacakan tertentu. Setelah berapa tahun kemudian ada jinnya yang ikut nempel di tubuhnya akhirnya bereaksi setelah itu akhirnya bukan kesembuhan didapatkan.<br><br>dia sudah keluar uang juga mungkin diikuti sama jin lagi. Sehingga menjadi sebab penyakit yang kemudian ternyata muncul bertahun-tahun ternyata disebabkan karena dia pernah melakukan pemijitan yang ada baca-bacaan tertentu tadi yang menjadikan ikut kemudian jinnya ikut menempel dan mengikuti orang tersebut. Nauzubillah minzalik.<br><br>Nah, Tib ada pertanyaan di kertas di sini dari akhwat mungkin ya. Apakah kalau apa ini scrolling YouTube? Ee oh i mencari-cari berita begitu mungkin ya dengan berita tentang penguasa pemimpin yang sedang dibicarakan rakyat banyak. Karena pemimpin yang nyinyir itu termasuk dalam gibah membicarakan penguasa pemimpin di dalam grup WA. Ya, termasuk gibah.<br><br>Jelas jawabannya sederhana saja. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, &#8220;Giba itu zikruka ak bima yakroh.&#8221; Ya, kau menyebutkan tentang saudaramu dalam hal-hal yang dibencinya, yang benar-benar terjadi padanya. Kita bicarakan di belakangnya, bukan nasihati hanya membicarakan kejelekannya. Itu gibah.<br><br>Kalau tidak terjadi lebih parah lagi berarti ya menuduh dusta, memfitnahnya itu juga sama-sama dosa besarnya. Ya, makanya ini tidak ada manfaatnya yang seperti ini. Lagi pula buat apa kita membicarakan sesuatu hanya sekedar untuk ya dibicarakan yang tidak ada manfaatnya. Kalau kita nasihati kan kita dapat pahala. Mungkin juga bisa merubah keburukan orang itu yang melakukan orang tersebut.<br><br>Kemudian lebih penting lagi belum tentu yang dibicarakan itu benar. Bisa jadi ditambah-tambah siapa yang menguasai berita sekarang. Kemudian banyak lawan-lawan politik yang ingin menjatuhkan pemerintah karena ya namanya juga saingan dan seterusnya. Ini kita harus jaga amal-amal kita. Sudah kita katakan tadi masih banyak hal-hal yang bermanfaat yang belum kita baca dan belum kita dengarkan.<br><br>Kenapa disibukkan dengan hal-hal yang seperti ini? Yang paling terbaik adalah mendoakan. Sekarang bagaimanapun keadaannya ya, keadaan yang ada saat ini tidak ada cara terbaik untuk merubahnya kecuali berdoa kepada Allah. Karena Allah yang maha kuasa untuk merubah segala sesuatu. Kemudian yang paling penting tidak kalah pentingnya adalah dengan sebab kita memperbaiki diri kita tidak ikut-ikut melakukan kebaikan tersebut.<br><br>Ini yang justru diharapkan bisa merubah keadaan. Innallaha la yugiru ma biquin hatta yugyiru mafusihim. Allah tidak akan merubah keadaan satu kaum sampai mereka merubah keadaan diri mereka sendiri. Kemudian pernyataan para ulama takun alikum sebagaimana keadaanmu. Begitulah keadaan pemimpinmu. Kalau kamu memperbaikinya, melakukan yang baik-baik, Allah akan perbaiki.<br><br>Makanya jangan ikut-ikut melakukan perbuatan orang awam karena mereka tidak berilmu. Antum yang sudah kenal agama, lakukan cara yang terbaik. dapat pahala dan ini bisa merubah. Ya, sekarang contoh seperti orang-orang yang jahil yang mengatakan, &#8220;Ya, dakwah sunah itu tidak berbuat apa-apa. Hanya ngaji saja, hanya belajar saja, hanya kaji tauhid saja.<br><br>Sementara mereka yang katanya banyak melakukan hal-hal yang untuk mendatangkan kemaslahatan manusia justru merusak apa yang mereka lakukan.&#8221; Karena mereka melakukan dengan cara-cara yang menyimpang, dengan cara-cara bidah seperti perbuatan orang-orang khawarij, memberontak dan seterusnya. Justru dakwah sunah yang mereka cela ini justru ini yang menjadi sebab perbaikan.<br><br>Karena perbaikan untuk umat ini adalah dengan perbaikan agama. Mengajak mereka rujuk kepada agama. Dimulai dengan perbaikan kita sendiri, keluarga kita. Kemudian Allah menjadikan itu sebab keberkahan untuk perbaikan bagi semua umat manusia. Insyaallah. Nah, barakallahu fikum. Iya, silakan apa? Oh, hipn. Iya.<br><br>masalah yang berhubungan dengan hipnotis yang saya ketahui itu ee ada bantuan jin ya. [berdehem] Cuma kita tidak tahu apakah [tertawa] nanti rinciannya seperti apa. Cuman ini termasuk hal-hal yang kita katakan tidak wajar menghilangkan kesadaran seseorang. Kemudian kalau seperti yang yang kita ketahui ya praktiknya saat ini menjadikan orang itu bisa berbicara tidak [mendengus] sadar mengakui hal-hal yang perbuatan yang pernah dilakukannya ya.<br><br>Kalau seandainya ini adalah perbuatan yang baik atau perbuatan yang benar mestinya dulu telah dicontohkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam dan para sahabat. Apalagi yang berhubungan dengan pengakuan-pengakuan terhadap kejahatan kan dibutuhkan sejak zaman dahulu. [mendengus] Al kulihal yang saya ketahui ini termasuk dalam hal yang berhubungan dengan ee bantuan jin.<br><br>Karena ini termasuk keadaan yang luar biasa yang di luar kebiasaan manusia dan juga secara hubungan dari segi yang bisa dijelaskan dengan percobaan seperti yang tadi kita jelaskan juga tidak ada kejelasan dalam masalah ini. Wallahu taala alam bisawab. Ya, itu yang saya ketahui. [berdehem] Ya, mungkin kalau ada penjelasan lain ya, saya tidak tahu lebih dari dalam masalah ini.<br><br>Mungkin ada selain dari apa yang kita saksikan apakah ada ada memang pengobatan tertentu dengan cara seperti ini ya. [berdehem] Kalau yang kita ketahui mungkin menghilangkan kesadaran kan ada pengobatan tertentu secara medis untuk misalnya dibius dan seterusnya. Adapun kalau yang seperti hipnotis seperti ini yang kita ketahui adalah seperti itu.<br><br>Barakallahu fikum. Iya. Pasien dalam bicara dunia misalnya untuk apa projek ya selama [berdehem] tidak tadi syaratnya tidak berdusta, tidak berlebih-lebihan menjelaskan suatu apa adanya ya. Ya, kayak tadi bisa menjadi tercela kalau digunakan untuk kayak orang berdagang misalnya karena dia pandai promosikan sampai berlebih-lebihan dan itu sering yang terjadi.<br><br>Eh, iya kan? Itu jadi tercela karena ada kedustaan. Tapi kalau dia jelaskan apa adanya tapi dengan bahasa yang menarik ya untuk menjelaskan rincian sesuatu misalnya boleh-boleh saja selama tidak berlebihan dan tidak terkandung kebohongan padanya. Nah, [mendengus] Tib cukup sampai di sini insyaallah kajian kita semoga bermanfaat.<br><br>Oh, silakan. Iya. Kalau jelas tidak hangus, Pak. Semua di antara para sahabat dulu ada yang berbuat syirik, kufur. Itu maksudnya orang yang mati tanpa bertobat. Maksudnya karena kalau bertobat diampuni semua dosa. Kufur atau syirik asal sungguh-sungguh tobatnya. Allah berfirman dalam Alqur&#8217;an, qul ya ibadiadzina asro ala anfusihim la taqnah rahmatillah.<br><br>Inallah jaman. Katakanlah, &#8220;Wahai hamba-hambaku yang melampai batas terhadap dirinya sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa bagi orang yang bertobat.&#8221; Ya, bahkan bukan sekedar diampuni dosanya. Perbuatan orang yang bertobat dari perbuatan syirik itu menjadikan amal-amalnya kembali kepadanya.<br><br>Ya, ini sudah pernah kita sebutkan kan ada hadis riwayat Imam Muslim, seorang sahabat yang akan masuk Islam ya. [berdehem] Kemudian dia menanyakan apakah amal-amalnya di masa jahiliah diperhitungkan setelah dia masuk Islam. Maka kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, &#8220;Aslamta ala ma aslafta minal khair.<br><br>&#8221; Kamu masuk Islam dengan diperhitungkan kebaikan-kebaikanmu yang lalu. Ini orang yang dari kafir masuk Islam. Apalagi orang yang tadinya Islam dia pernah berbuat syirik, batal amal-amalnya. Dia bertobat dengan izin Allah ya. Kalau tobatnya sungguh-sungguh tentu saja akan dikembalikan kebaikan amal-amal tersebut yang tadinya hangus dikembalikan lagi berdasarkan hadis ini menurut penjelasan sebagian dari para ulama.<br><br>Namakallah fik cukupkan sampai di sini mohon maaf atas segala yang salah dan kurang. was wina Muhammad waa alihibihi tabiahumin yaumiddin walhamdulillahiabbil alamin subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh<\/figcaption><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3975","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rodjatv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>FATHUL MAJID - MACAM-MACAM SIHIR | USTADZ ABDULLAH TASLIM, Lc. MA. - Transkrip<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/03\/fathul-majid-macam-macam-sihir-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"FATHUL MAJID - MACAM-MACAM SIHIR | USTADZ ABDULLAH TASLIM, Lc. MA. - Transkrip\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/03\/fathul-majid-macam-macam-sihir-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Transkrip\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-03T02:20:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-03T02:20:51+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"29 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/03\/fathul-majid-macam-macam-sihir-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/03\/fathul-majid-macam-macam-sihir-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/\",\"name\":\"FATHUL MAJID - MACAM-MACAM SIHIR | USTADZ ABDULLAH TASLIM, Lc. MA. - Transkrip\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-07-03T02:20:50+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-03T02:20:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/03\/fathul-majid-macam-macam-sihir-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/03\/fathul-majid-macam-macam-sihir-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/03\/fathul-majid-macam-macam-sihir-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"FATHUL MAJID &#8211; MACAM-MACAM SIHIR | USTADZ ABDULLAH TASLIM, Lc. MA.\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\",\"name\":\"Transkrip\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\"],\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"FATHUL MAJID - MACAM-MACAM SIHIR | USTADZ ABDULLAH TASLIM, Lc. MA. - Transkrip","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/03\/fathul-majid-macam-macam-sihir-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"FATHUL MAJID - MACAM-MACAM SIHIR | USTADZ ABDULLAH TASLIM, Lc. MA. - Transkrip","og_url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/03\/fathul-majid-macam-macam-sihir-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/","og_site_name":"Transkrip","article_published_time":"2026-07-03T02:20:50+00:00","article_modified_time":"2026-07-03T02:20:51+00:00","author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"29 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/03\/fathul-majid-macam-macam-sihir-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/03\/fathul-majid-macam-macam-sihir-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/","name":"FATHUL MAJID - MACAM-MACAM SIHIR | USTADZ ABDULLAH TASLIM, Lc. MA. - Transkrip","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website"},"datePublished":"2026-07-03T02:20:50+00:00","dateModified":"2026-07-03T02:20:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/03\/fathul-majid-macam-macam-sihir-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/03\/fathul-majid-macam-macam-sihir-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/03\/fathul-majid-macam-macam-sihir-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"FATHUL MAJID &#8211; MACAM-MACAM SIHIR | USTADZ ABDULLAH TASLIM, Lc. MA."}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/","name":"Transkrip","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/ngaji.id\/tran"],"url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3975"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3975"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3975\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3976,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3975\/revisions\/3976"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3975"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3975"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3975"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}