{"id":3985,"date":"2026-07-13T09:30:18","date_gmt":"2026-07-13T02:30:18","guid":{"rendered":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?p=3985"},"modified":"2026-07-13T09:30:19","modified_gmt":"2026-07-13T02:30:19","slug":"3-memahami-nama-nama-dan-sifat-sifat-allah-dalam-ayat-kursi-ustadz-abdullah-taslim-ma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/3-memahami-nama-nama-dan-sifat-sifat-allah-dalam-ayat-kursi-ustadz-abdullah-taslim-ma\/","title":{"rendered":"#3 Memahami Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah dalam Ayat Kursi &#8211; Ustadz Abdullah Taslim, MA"},"content":{"rendered":"\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh inalhamdalillah nahmaduhu illahahdiillahu Fala mudillah wudlil Fala hadalah wa asadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhu Yaum wahah<\/li>\n\n\n\n<li>uqah muhammadinahu alaihii wasam Alhamdulillah maasir ikhwah Wal akhwat fiddin rahimakumullah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala yang senantiasa melimpahkan rahmat dan kebaikannya kepada kita semua yang senantiasa menjaga kebaikan Iman kebaikan Islam kebaikan tauhid dan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam diri kita yang semoga kebaikan-kebaikan ini senantiasa Allah subhanahu wa taala tetapkan pada diri kita sampai di akhir hayat kita Alhamdulillah di siang hari ini kita bertemu kembali di dalam majelis ilmu<\/li>\n\n\n\n<li>yang mulia di Masjid Nurul Iman masjid yang Mubarak dalam rangka kembali kita mengkaji ayat-ayat al-qur&#8217;an dan hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sebaik-baik petunjuk dalam kajian kitab yang sangat bermanfaat kitab alqidatul wasitiah buah karya dari syikhul Islam Abul Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala Barakallah fikum Ikhwan akhw fidin rahimakumullah kita masih membahas pembahasan awal-awal dari kitab ini pembahasan yang beliau utamakan dan tekankan tentang masalah memahami dengan benar akidah alasma<\/li>\n\n\n\n<li>wasfat nama-nama dan sifat sifat Allah subhanahu wa taala sudah sering saya sampaikan bahwa mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wa taala ini merupakan jalur utama untuk perbaikan Iman ya karena semakin kita mengenal segi-segi kemahaahan nama nama dan sifat-sifat Allah pasti kita akan semakin kagum karena ini maha indah dan Maha Tinggi sifat-sifat Allah Maha Sempurna Maha Mulia kalau keindahan di dunia saja keindahan makhluk yang sangat kecil membuat kita bisa tertarik dan terkagum-kagum Apalagi kita mengenal<\/li>\n\n\n\n<li>Yang Maha indah ya maka inilah rahasia perbaikan iman kita dari semua Sisinya dalam semua unsur-unsur yang menopangnya Imam Ibnu qayyim rahimahullah taala berkata Man arallaha biasmaihi wfatihi ahabbahu la mahalata Barang siapa yang mengenal Allah dengan nama-nama dan sifat-sifatnya pasti dia akan mencintai Allah di tempat lain Beliau berkata akmalunasi ubudiyatan almutaabbidu lillahi bijamiil asmaai wasifaatiu alaiha Al Basyar orang yang paling sempurna penghambaan dirinya kepada Allah ibadahnya kepada Allah adalah orang yang beribadah kepada Allah<\/li>\n\n\n\n<li>dengan memahami kandungan nama-nama dan sifat-sifatnya yang bisa dijangkau dengan pengetahuan manusia jadi dengan kita belajar pemahaman yang benar tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah ini berarti kita sudah tahu jalur yang benar untuk apa membenarkan iman kita jalur yang benar untuk membenarkan keikhlasan kita membenarkan tiang-tiang utama penopang agama kita cinta takut dan berharap kepada Allah membenarkan khusyuk kita dalam salat membenarkan semangat kita menumbuhkan semangat kita untuk berlomba-lomba dalam<\/li>\n\n\n\n<li>Ibadah dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa taala saat ini kita butuh untuk bersabar memahami dengan benar ya kalau seorang sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang kita pernah ulangiberapa kali hadisnya dalam sahih Bukhari ketika karena dia mencintai surah al-ikhlas yang di situ terkandung nama-nama dan sifat-sifat Allah sampai dia mengulang-ulanginya membaca di setiap rakaat dalam salatnya sahabat ini kemudian menyebutkan alasannya liaha sifatur Rahman wa uhibbu anha karena surat ini mengandung<\/li>\n\n\n\n<li>sifat-sifat Allah dan saya suka Saya cinta membaca surat ini karena mengandung sifat-sifat Allah lantas Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam memberikan kabar gembira akbiru anallaha yuhibbuh sampaikan kepadanya Kabarkan kepadanya bahwasanya Allah subhanahu wa taala mencintainya kalau dengan sebab surat al-ikhlas saja seorang hamba bisa meraih kedudukan paling tinggi dicintai oleh Allah subhanahu wa taala maka Bagaimana kalau kita pelajari Sekian banyak ayat surat al-ikhlas nanti kita akan bahas Insyaallah ayat kursi surat-surat<\/li>\n\n\n\n<li>yang lain yang berisi nama-nama dan sifat Allah Yang ini merupakan inti kandungan mayoritas pembahasan di dalam ayat-ayat Alquran ya di sini maksudnya ikhwan akhwat fidin rahimakumullah setelah kita tahu jalur yang benar kita butuh Sabar ya kita butuh sabar mengenal Allah ini adalah puncak dari segala kebaikan di dalam Islam inilah yang akan memperbaiki ibadah kita yang menjadikan ibadah kita berkualitas karena dengan kita mengenal Allah mencintai Allah akan kita perbaiki puncak dari agama ini yaitu ikhlas Bagaimana Antum bisa ikhlas mengharapkan<\/li>\n\n\n\n<li>wajah Allah mengharapkan perjumpaan di sisi Allah kalau antum belum mencintai Allah kecintaan kepada dunia masih dominan pasti niatnya kembali kepada urusan dunia karena itu yang dominan di hati setiap manusia berbuat sesuai dengan apa yang dominan di hatinya ini kaidah umum berlaku untuk semua orang yang normal setiap manusia berbuat sesuatu motivasi utamanya adalah apa yang diinginkan di dalam hatinya Maka kalau kita belum bisa Menjadikan kecintaan terbesar di hati kita pengagungan terbesar di hati kita pemuliaan terbesar<\/li>\n\n\n\n<li>di hati kita adalah kepada Allah dengan kita mengenal nama-nama dan sifat-sifatnya kalau ini belum bisa kita wujudkan berarti kita tidak akan bisa mencapai ikhlas selama-lamanya sampai ini kita bereskan Oleh karena itu ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah kita belajar tentang iman belajar tentang akidah belajar kitab alqidatul wasiti ya ini paling tidak merupakan upaya kita untuk membenarkan pemahaman pemahaman dasar agama kita kita semua yakin Allah akan memberikan balasan sesuai dengan kesungguhan kita Nah kalau kesungguhan<\/li>\n\n\n\n<li>saja tidak ada keseriusan untuk perbaikan diri saja tidak dilakukan Bagaimana Allah akan berikan karunia kepada hamba ini sementara balasan dari Allah tergantung dari setelah taufiknya tergantung dari kesungguhan kita fkurunikurkum Ingatlah kalian kepadaku maka aku akan ingat kepadamu ya balasan dari jenis perbuatan Qul Ma yikumbi laukum Katakanlah rabku Allah subhanahu wa taala tidak akan peduli kepada kamu kalau kamu tidak meminta kepadaNya yakni sekarang kita harus Tunjukkan kita sungguh-sungguh ingin meraih kebaikan<\/li>\n\n\n\n<li>dalam agama kita kita butuh kepada agama Apalagi kita butuh kepada Allah subhanahu wa taala karena kalau kita tidak mendapatkan pertolongan dari allah kita akan binasa kalau iman kita tidak diluruskan bagaimana kita akan selamat ketika menghadap Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti kalau hati kita tidak dibersihkan dan Allah subhanahu wa taala dialah yang Maha Kuasa Yang Maha menguasai hati maha kuasa membolak-balikkan hati Maha mensucikan jiwa kalau Allah tidak tolong kita dalam perkara yang paling penting ini<\/li>\n\n\n\n<li>bagaimana kita akan selamat ketika menghadapnya maka paling tidak dengan kita sekarang mengkaji mengulangi bersabar mempelajari Menunjukkan kita bersungguh-sungguh untuk meraih keutamaan ini dan barang siapa yang bersungguh-sungguh dia yang akan mendapatkan petunjuk dari Allah subhanahu wa taala sesuai dengan kesungguhannya Allah subhanahu wa taala berfirmanina jahaduaahahumulana wa inallahaluhsinin di akhir surat alankabut Allah subhanahu wa taala berfirman Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan kami<\/li>\n\n\n\n<li>merekalah orang-orang yang kami berikan hidayah untuk bisa menempuh jalan-jalan kami Dan sungguh Allah subhanahu wa taala bersama orang-orang yang selalu berbuat Ihsan berbuat kebaikan tib ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah di siang hari ini kita akan melanjutkan kembali pembahasan kitab alaqidatul wasitiyah ya karya dari syekhul Islam Abu Abbas Ahmad Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala kitab yang memuat prinsip-prinsip dasar akidah ahlusunah Wal Jamaah dimulai dengan pembahasan tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wa taala Pak<\/li>\n\n\n\n<li>di pertemuan yang lalu kita telah mengkaji tentang firman Allah di surah al-ikhlas surat yang dikatakan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam innaha l&#8217;dilu tulutal Quran sebanding dengan sepertiga al-qur&#8217;an isinya murni tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah tib kemudian Sekarang kita akan bahas tentang surat atau ayatul Kursi sekhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah taala mengatakan wa wasofa bihi nafsahu fi a&#8217;domi ayatin fi kitabihi juga termasuk dalam akidah atau keyakinan ahlusunah Wal Jamaah bahkan termasuk dasar akidah yang<\/li>\n\n\n\n<li>paling kuat yang paling dalam adalah memahami sifat-sifat yang Allah sebutkan bagi dirinya di dalam ayat yang paling Agung di dalam al-qur&#8217;an yaitu ayatul Kursi ya Ayat Kursi di dalam hadis riwayat Imam muslim Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Antum tahu pernah dengar hadisnya Beliau pernah bersabda kepada sahabat yang Mul Ay bin kaab Abul Mir radhiallahu taa anhuah Apakah kamu tahu ayat yang ada padamu yang paling Agung di dalam Alquran maka sahabat yang mulia Ubay bin kaab radah anu menjawab Allahu sampai<\/li>\n\n\n\n<li>selesai dijawab Ayat Kursi maksudnya maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menepuk dada beliau dan berkata liahnikal ilmu abal Munzir semoga ilmu menjadi kesenangan bagimu wahai Abul Munzir yakni Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam membenarkan ucapannya Ayat Kursi bukanlah ayat yang paling panjang di dalam al-qur&#8217;an ayat yang paling panjang dalam al-qur&#8217;an ayat apa ayat tentang hutang I kan di surat Albaqarah Ya ainaanuum wahai orang-orang yang beriman jika kalian melakukan akad utangutang sampai waktu tertentu maka Tulislah itu yang paling<\/li>\n\n\n\n<li>panjang tapi yang paling Agung adalah ayat kursi dan ayat kursi tidak adajel tent hukum tent ada t dan neraka tidak ada tidak ada tentang ciri orang-orang yang beriman semua murni tentang Allah inilah ayat yang paling Agung di dalam al-qur&#8217;an ingat kalau surat yang paling Agung surat al-fatihah kalau ayat yang paling Agung adalah ayat kursi coba lihat sekarang dikatakan ayat paling Agung Berarti ayat-ayat al-qur&#8217;an ada perbandingan Iya kan namanya paling Agung Berarti ada yang Agungnya di bawah Iya kan sama seperti surat al-ikhlas<\/li>\n\n\n\n<li>sebanding dengan sepertiga al-qur&#8217;an Apakah semua surah dalam al-qur&#8217;an sebanding dengan sepertiga kan tidak semua berarti loh berarti firman Allah itu bertingkat-tingkat keagungannya keutamaan dan kemuliaannya jawabannya Iya buktinya hadis ini bertingkat-tingkat dari segi mana pertama kalau ditinjau dari segi yang berfirman yang mengucapkannya siapa Allah subhanahu wa taala maka ini semua sama Iya kan karena semua adalah Firman Firman Allah dan firman Allah kalamullah adalah sifat Allah ya berarti ini adalah semuanya<\/li>\n\n\n\n<li>satu Karena Allah subhanahu wa taala yang berfirman dengannya yang mengucapkannya tib berarti bertingkat-tingkatnya dari segi mana dari segi kandungan dan isinya dari segi pengaruhnya terhadap keimanan kan tidak mungkin kita akan samakan Ayat Kursi misalnya surat al-ikhlas dengan surat tabbat Yada Abi lahabi watab ini tentang Abu Lahab musuh Allah ini tentang kesempurnaan sifat-sifat Allah tidak mungkin sama tentang orang-orang munafik di surah almunafikun misalnya kan tidak mungkin sama dengan ayat-ayat yang menjelaskan<\/li>\n\n\n\n<li>tentang kesempurnaan kemaha tinggian Allah kemahabesaran Allah jadi Terkadang ada ayat al-qur&#8217;an Mungkin dia tidak begitu panjang tapi pengaruhnya terhadap hati kita demat demikian kuat contoh ayat-ayat tentang surga dan neraka tentang kematian tentang dahsyatnya keadaan pada hari kiamat apalagi tentang nama nama dan sifat-sifat Allah ini yang paling besar kedudukannya yang paling Agung dan paling kuat pengaruhnya dalam menumbuhkan kecintaan di hati kita tib Oleh karena itu berarti ayat-ayat al-qur&#8217;an sebagiannya lebih agung di<\/li>\n\n\n\n<li>dalam dari sebagian yang lain dalam segi apanya dalam segi kandungan maknanya pengaruhnya terhadap terhadap keimanan Nah di sinilah Kenapa kita membaca al-qur&#8217;an perlu merenungkan isinya supaya berpengaruh di hati kita supaya berpengaruh di hati kita ini yang jarang kita praktikkan kita berusaha membaca al-qur&#8217;an itu berhenti renungkan maknanya kalau ingin hati kita hidup iman kita tumbuh dengan siraman makna al-qur&#8217;an yang indah supaya kita benar-benar bisa mencintai Allah subh subahu wa taala Antum sekarang di dunia ini ya Antum<\/li>\n\n\n\n<li>dengarkan promosi karena kita paham kemudian orang yang menyampaikan promosi itu pandai bermain kata-kata kita langsung terpengaruh langsung suka dengan satu produk Padahal tadinya kita tidak ingin beli mungkin atau mungkin kita sudah punya tapi karena diiming-imingi tertarik memang hati manusia itu asalnya suka dengan hal-hal yang menarik Indah canggih misalnya atau sesuatu yang dianggap dia butuhkan tertarik sekarang apa yang disebutkan dalam Alquran wallahi lebih daripada apa yang dipromosikan dalam kehidupan kita<\/li>\n\n\n\n<li>al-quran ini adalah bahasa yang paling indah paling sesuai dengan hati kita firman Allah subhanahu wa taala semuanya isinya kebenaran dan penjelasannya tentang Z yang maha indah yang keindahannya saling dibutuhkan oleh hati kita untuk dikenalnya maka secara Fitrah demi Allah kalau kita sering merenungkan ayat-ayat al-qur&#8217;an apalagi ayat-ayat tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah pasti iman kita akan semakin semakin kuat buahnya akan semakin nyata terlihat dalam praktik ibadah-ibadah Kita tiib sekarang kita lihat makna<\/li>\n\n\n\n<li>dari ayat al-qur&#8217;an dalam surah ee dalam ayatul Kursi ya yang Allah subhanahu wa taala Sebutkan di dalam ayatul Kursi yang disebutkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sebagai ayat yang paling Agung di dalam al-qur&#8217;an yang artinya kalau kita baca dengan perenungan paling besar pahalanya pengaruhnya dalam menguatkan iman kita juga paling paling besar Allah subhanahu wa taala berfirman ya Allahu la ilahazubillahimasyaitanirrajim Allahu La ilaha illa hu hayyul Qayyum Allah tidak ada sembahan yang benar kecuali<\/li>\n\n\n\n<li>dia yang maha hidup lagi maha berdiri sendiri dan menegakkan makhlukNya Kenapa kita meyakini tidak ada sembahan tidak ada yang pantas kita ibadahi kecuali Allah subhanahu wa taala semata-mata Apa hubungannya dengan kita mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah hubungannya jelas karena tidak ada pencipta selain Allah tidak ada yang Maha Kuat dan maha perkasa kecuali Allah tidak ada yang Maha Sempurna sifat-sifatnya kecuali Allah tidak ada yang maha kaya yang ketika kita meminta kepadaNya tidak pernah kurang perbendaraannya kecuali<\/li>\n\n\n\n<li>Allah kalau kita ingin tunduk meminta kepada makhluk semua yang ada di tangan makhluk adalah milik Allah jadi semakin kita mengenal Allah pasti kita akan menjadikan Allah subhanahu wa taala sebagai sembahan tempat bersandar tempat meminta dan tempat tunduk satu-satunya tidak ada sekutu baginya la takuduhu sinatu wala naum Allah subhanahu wa taala tidak dipengaruhi dengan tidur ee dengan mengantuk dan juga tidak tidur ya karena Allah tidak butuh di sini ada kaidah nanti kita akan jelaskan setiap sifat penafian ini kaidah penting<\/li>\n\n\n\n<li>kita ingat setiap ada sifat yang tidak pantas bagi Allah dinafikan di dalam al-qur&#8217;an maka kita ambil faedah bukan hanya sekedar penafian Allah Tidak mengantuk dan tidak tidur berarti faedahnya Allah tidak mengantuk tidak tidur bukan cuma ini kita harus menetapkan sifat kesempurnaan dari kebalikannya karena Allah Maha Sempurna hidupnya karena Allah Maha Sempurna sifat Maha berdiri sendirinya sehingga dia tidak butuh tidur tidak terpengaruh dengan ngantuk kalau manusia hidupnya penuh dengan kekurangan maka dia butuh<\/li>\n\n\n\n<li>istirahat dia butuh mengumpulkan tenaga setelah bekerja jadi semua sifat Allah yang menunjukkan sifat-sifat yang dinafikan oleh Allah kita harus tetapkan ke kebalikannya yang sempurna Kenapa Karena yang namanya penafian semata-mata itu belum tentu menunjukkan kesempurnaan belum tentu menunjukkan kesempurnaan ya kalau kita mengatakan ada seorang teman saya dia tidak pernah menzalimi orang sama sekali tidak pernah menyakiti orang sama sekali ini belum tu terpuji Kenapa bisa jadi orangnya penakut jangankan menzalimi orang berhadapan<\/li>\n\n\n\n<li>saja dia enggak berani apalagi menyakiti orang Memukul orang Tetapi kalau kita mengatakan dia tidak pernah menzalimi orang ya Padahal dia itu kuat punya kekuasaan karena orangnya sangat penyayang orangnya sangat lemah lembut Nah ini baru terpuji setelah kita menetapkan kebalikannya tapi kalau penafian semata-mata belum tentu menunjukkan kesempurnaan begitu kaidahnya tib lahu Ma Fis samawati wa fil ARD hanya Miliknya lah hanya dalam kekuasaannya lah semua segala sesuatu yang ada di langit langit dan di bumi ikhwan dan akhwat fidin rahimakumullah<\/li>\n\n\n\n<li>kadang-kadang ketika kita menerjemahkan ayat Alquran atau Hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam bahasa Arab Tentu saja itu kita butuh belajar memahaminya dari ucapan para ulama agar kita tidak Terjemahkan hanya sekedar secara latle tanpa ilmu maksudnya ada faedah yang kadang-kadang jadinya luput kalau tidak kita pelajari contohnya di sini lah fwati W ARD kalau seandainya kita hanya Terjemahkan Dengan pemahaman bahasa Arab dasar kita Artikan begini milik Allah apa yang ada di it dan di bumi jelas ini<\/li>\n\n\n\n<li>juga menunjukkan keutamaan tapi di sini ada faedah Kenapa lahu milik Allah didahulukan di dalam kaidah bahasa Arab itu mendahulukan sesuatu yang harusnya di akhir itu memberikan faedah yang namanya alhasru pembatasan pengkhususan contoh seperti dalam surah Alfatihah iaka naudu kalau ahan letterlenya kita Artikan kepadamu kami menyembah Kenapa bukan menyembah kepadamu Kenapa didahulukan objeknya atau mafulnya dalam bahasa Arab Maul bihnya karena memberikan faedah pembatasan pengkhususan hanya kepadamu semata-mata kami menyembah begitu<\/li>\n\n\n\n<li>artinya ini mempengaruhi dalam arti tentu saja karena kita sebutkan sesuatu dengan pembatasan berbeda dengan kita sebutkan sesuatu tanpa pembatasan jadi seperti ini lahu milik Allah artinya hanya milik Allah Ma kalau terjemahan bahasnya apa tapi di sini Ma itu menunjukkan arti umum artinya hanya milik Allah semua yang ada di langitlangit dan di bumi jadi semua makhluk Jin dan manusia malaikat semua adalah milik Allah semua adalah hamba Allah tidak ada satu makhluk pun yang ada di langit-langit dan di bumi kecuali semua<\/li>\n\n\n\n<li>datang kepada Allah sebagai hamba semuanya adalah hamba yang tunduk dalam kekuasaan Allah kalau sudah seperti ini Kenapa kita harus takut kepada makhluk Kenapa kita menggantungkan diri kita kepada makhluk Kenapa kita Bersandar kepada makhluk ternyata semua menghadap Allah ternyata semua lemah seperti kita Kenapa kita harus Bersandar kepada yang lemah sementara ada yang Maha Kuat dan maha perkasa pemilik dan penguasa satu-satunya terhadap semua yang ada di langit-langit dan di bumi yaitu Allah subhanahu wa taala<\/li>\n\n\n\n<li>nah manzalladzi yasfau&#8217; indahu illa biidnih Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah kecuali dengan izinnya artinya tidak ada ya Ini juga penyebutan yang menunjukkan arti kekhususan dalam bahasa Arab kadang-kadang dengan bentuk kalimat seperti ini pakai kecuali ya kayak kalimat Lailahaillallah tidak ada sembahan yang benar dinafikan semua sembahan-sembahan kecuali Allah berarti hanya Allah satu-satunya ya makanya kalau kita mengatakan zaidun fil masjid Zaid di dalam masjid ini belum tentu cuma Zaid ada orang lain bisa jadi dalam masjid ya<\/li>\n\n\n\n<li>kalau kita mengatakan ahadun masjidi Zaid tidak ada seorang pun dalam masjid kecuali Zaid maka ini menunjukkan arti pengkhususan menafikan yang lain tidak ada seorang pun yang bisa memberi syafaat di sisi Allah kecuali dengan izinnya nya yalamu Ma Baina aidihim wa khalfahum Allah Maha Mengetahui apa yang ada di hadapan manusia di hadapan makhlukNya yakni di hadapan artinya mustakbal hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang bagi manusia dan apa yang telah berlalu yang ada di belakang mereka Maksudnya yang<\/li>\n\n\n\n<li>telah berlalu Allah mengetahui semua wala yuhituna bisyaaiim Min Ilmi illa bimaya sementara manusia tidak bisa meliputi sesuatu pun atau sedikit pun dari ilmu Allah kecuali sesuai dengan kehendaknya tidak ada seorang pun yang mengetahui ilmu Allah subhanahu wa taala kecuali kalau Allah kehendaki yakni Allah ajarkan para nabi dan para rasul Allah ajarkan sebagian dari perkara yang gaib Allah subhanahu wa taala ajarkan kepada kita hukum-hukum agama Ini semua karena Allah yang mengajarkannya kepada kita kursi Allah itu meliputi<\/li>\n\n\n\n<li>langit-langit dan bumi dan allaha ber untuk menjaga keduanya langit-langit dan bumi Ya Allah tidak merasa susah ini juga penafian Kenapa Allah tidak susah karena alquudrah kesempurnaan sifat kemahakuasaan dan kemahakuatan Allah maka tidak ada yang membikin Allah subhanahu wa taala berat atau sesuatu yang menjadikan capek atau payah sebagaimana yang berlaku pada manusia wahuiulim Dan Dia Maha Tinggi lagi lagi Maha Agung surat Albaqarah ayat 255 coba Antum perhatikan sekali lagi inilah ayat yang paling Agung di dalam<\/li>\n\n\n\n<li>al-qur&#8217;an isinya Ternyata semua tentang Allah yang Maha Agung yang sifat-sifatnya Maha Tinggi dan Maha Sempurna tib kita lihat di awal ayat ini Allah subhanahu wa taala menyebutkan namanya Yang Maha indah Allah Allahu la ilahailla hual hayyul Qayyum Allah dialah yang tidak ada sembahan yang benar kecuali dia yang maha hidup lagi maha berdiri sendiri sudah saya katakan berkali-kali kadang-kadang terjemahan itu kita sebutkan hanya segi pendekatan saja tidak bisa mewakili semua makna yang keindahan yang Maha Tinggi yang ada<\/li>\n\n\n\n<li>pada nama-nama Allah makanya Antum terbiasa kalau berdoa kepada Allah kalau ingin mengamalkan firman Allah subhanahu wa taala walillahil Asmaul Husna faduha dan Allah memiliki nama-nama Yang Maha indah maka berdoalah kepada Allah dengan nama-nama tersebut kalau ingin memanggil Allah panggil dengan nama yang disebutkan dalam bahasa Arabnya jangan pakai terjemahan karena terjemahan itu belum tentu mewakili semua kan kita Memanggil nama sementara terjemahan kan bukan nama jadi kalau kita ingin manggil Ya Hayyu ya Qayyum sebut ya Hayyu ya<\/li>\n\n\n\n<li>Qayyum jangan ya Wahai yang maha hidup Wahai yang maha berdiri sendiri ya sebenarnya dari segi makna I mendekati Maha hidup alhyu Ya betul cuman namanya terjemahan pasti tidak akan bisa mewakili semua yang dimaukan dengan nama tersebut ingat sudah kita katakan berkali-kali al asmaul husna itu artinya Maha indah ini kata-kata maha juga ini ya pendekatan juga Apa artinya Maha Indah alhusna artinya balighatun fil Husni gyataha mencapai puncak dalam kemahainahannya beda antara indah dengan mahaah sesuatu yang kita bayangkan Oh ini indah<\/li>\n\n\n\n<li>belum tentu itu pantas bagi Allah karena Allah bukan indah Allah Maha Indah mencapai puncak dalam kemahainahannya kemaha tinggiannya Makanya kalau kita ingin sebut Rabb ya panggil nama Allah arraab sebutlah Ya rabku wahai rabku wahai Rabb kami misalnya ampunilah dosa-dosaku jagalah aku peliharalah aku dalam segala kebaikan hindarkan aku dari segala keburukan sebut nama Allah RAB daripada sebut Wahai Tuhanku misalnya lebih bagus Rabb karena Tuhan terjemahan dan belum tentu terjemahan mewakili semua yang diterjemahkan begitu<\/li>\n\n\n\n<li>tiib Allah dialah tidak ada sembahan yang benar selain Dia alhyyu alqayyum alhayyu artinya Zul hayatil kamilah Yang Maha memiliki hidup yang sempurna hidupnya Allah subhanahu wa taala sempurna karena lam tusbq biadamin wa yalhaq waal zawal hidupnya Allah itu tidak didahului dengan ketidakadaan tidak berpermulaan dan tidak pernah berakhir kekal abadi selama-lamanya ya watawakal alaladzi La yamut bertawakallah kamu kepada Allah yang Maha hidup dan tidak akan mati selama-lamanya Antum tahu sifat hidup itu yang mendasari semua sifat yang<\/li>\n\n\n\n<li>lainnya contoh manusia Tentu saja Ini pendekatan makna manusia ketika hidup dan hidupnya baik hidupnya baik berarti dia sehat kondisi fisiknya Prima maka dia akan bisa bekerja secara secara maksimal Iya kan tapi coba kalau hidupnya sedang kurang sedang sakit tidak enak badan sedang capek sedang mengantuk Apakah dia bisa bekerja maksimal kan tidak bisa jadi sifat hidup ini yang merupakan dasar dari semua sifat-sifat makanya Allah subhanahu wa taala karena hidupnya maha sempurna maka semua sifat-sifatnya Maha Tinggi dan<\/li>\n\n\n\n<li>Maha Sempurna Makanya karena hidupnya Allah subhanahu wa taala dia tidak butuh tidur tidak mengantuk tidak capek W kami tidak pernah ditimpa capek karena hidupnya sempurna karena kemah kemahaperkasaannya sempurna kemahakuatannya sempurnab alhayyu alqayyum jadi di antara nama Allah adalah alhayyu alhayyu mengandung sifat karena setiap nama Allah pasti mengandung sifat sifat alhatul kamilah kehidupan yang maha sempurna tidak berpermulaan dan tidak pernah berakhir dan sifat hidupnya Allah inilah yang terkandung di dalamnya semua<\/li>\n\n\n\n<li>sifat-sifat kesempurnaan Allah lainnya ini al-hayat ya makanya sifat sifat alhayat ini diartikan sebagai disebut diistilahkan sebagai sifat zatiah sifat yang selalu ada pada zat Allah subhanahu wa taala kan sudah pernah kita sebutkan sifat-sifat Allah terbagi dua ada yang zatiah ada yang fi&#8217;liah sifat zat selalu ada pada zat Allah ada sifat perbuatan kadang-kadang Allah lakukan ketika Allah menghendaki kadang-kadang tidak ya Sesuai dengan kehendaknya seperti Allah subhanahu wa taala misalnya murka kepada orang-orang yang<\/li>\n\n\n\n<li>berbuat buruk ketika Allah kehendaki Allah lakukan ketika Allah tidak menghendaki Allah tidak lakukan Allah subhanahu wa taala turun ke langit dunia sepertiga malam yang terakhir hadis Bukhari Muslim ini sifat fi&#8217;liah ketika Allah kehendaki Allah lakukan ketika belum waktu yang Allah kehendaki maka Allah tidak lakukan TB jadi alhayyu adalah sifat zat alqayyum alqayyum itu maknanya meliputi dua qaimun binafsihi waq waukimun lihairihi Allah itu maha berdiri sendiri dan maha menegakkan makhlukNya makanya Allah tidak butuh<\/li>\n\n\n\n<li>kepada makhluk Tapi semua makhluk butuh kepadanya Karena Dia Maha berdiri sendiri ini dua nama Allah alhyu alqayyum di dalam al-quran beberapa kali digandengkan disebutkan dengan bergandengan contoh di Ayat Kursi ini kemudian di Firman Allah wajilayum Dan semua wajah tunduk pada hari kiamat kepada Allah yang Maha hidup lagi maha qayum berdiri sendiri dan menegakkan makhlukNya juga di ee di ayat kedua surat Al Imran Allahu La ilaha illa huwal hayyul Qayyum Allah subhanahu wa taala dialah tidak ada sembahan yang<\/li>\n\n\n\n<li>benar kecuali dia yang maha berdiri lagi maha ya Yang Maha hidup lagi maha berdiri sendiri dan menegakkan makhlukNya jadi alqayyum ini maknanya meliputi dua hal tadi makanya untuk menerjemahkannya ini agak susah kita memilih satu kalimat yang pas ya biasanya kalau dalam terjemahan ada yang menulis Maha berdiri sendiri ya ini satu sisi harusnya lengkapnya Maha berdiri sendiri lagi menegakkan makhlukNya sekarang contoh misalnya Antum Terjemahkan nama Allah alhakim di terjemahan disebutkan Maha bijaksana Maha bijaksana yakni ada yang<\/li>\n\n\n\n<li>mewakili ada yang tidak karena apa alhakim Itu kan meliputi hukum yang sempurna dan hikmah yang sempurna untuk kata-kata mahaijaksana belum mewakili semua kalau hukum itu ya hukum syariat termasuk hukum ketentuan takdirnya Allah dia yang maha kuasa menetapkan hukum takdir bagi semua hambanya dia juga yang maha kuasa menentukan hukum syariat kemudian hukum balasan di akhirat yang taat mendapatkan balasan kebaikan yang durhaka mendapatkan keburukan naubillahalik tersendiri lagi maknanya hikmah artinya apa menempatkan segala sesuatu tepat<\/li>\n\n\n\n<li>pada tempatnya Makanya kalau kita mengatakan sama orang sabar atas musibah ini ini ada hikmahnya Maksudnya apa musibah ini Allah letakkan padamu tepat ada kebaikannya dibik semua makudnya hikmah makanya terjemahan dalam bahasaonesia kang-kadang seper itu karena itu bisa kita Pang Allah mahan karena belum mewakili nama Allah subhanahu wa taala yang maha indah yang sesungguhnya begitu Tayib alhyyu alqayyum alhyu alqayyum mungkin Antum pernah mendengar Hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang menyebutkan tentang<\/li>\n\n\n\n<li>ismullahil a&#8217;dam nama Allah yang paling Agung pernah dalam hadis-hadis yang sahih Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan tentang doa ya yang dibaca oleh sebagian sahabat rasulullahu wasam bersabda laqsiq bismillahil sungguh dia telah berdoa kepada Allah dengan menyebut nama Allah yang paling Agung yang paling besar yang Jika Allah jika seorang hamba berdoa dengannya pasti Allah akan kabulkan dan jika seorang hamba meminta kepada Allah dengannya pasti Allah akan penuhi permintaannya nah sebagian di antara<\/li>\n\n\n\n<li>para ulama menyebutkan yang dimaksud dengan nama Allah yang paling Agung adalah alhyyu alqayyum ini pendapat Imam Ibnu qayyim di dalam Syarah alqidatul wasitiah Syekh Ibnu utsimin Syekh Muhammad bin shh al-utsimin rahimahullah taala juga menyebutkan pendapat ini seolah-olah dia menguatkan pendapat ini tentu ada ulama lain yang berpendapat berbeda ada yang mengatakan nama Allah yang paling Agung adalah Allah karena inilah yang disebutkan di dalam al-qur&#8217;an paling banyak nama Allah yang Allah itu paling banyak disebutkan<\/li>\n\n\n\n<li>dalam al-qur&#8217;an dibandingkan nama-nama Allah yang lain kemudian nama ini yang selalu dijadikan permulaan kalau kita menyebutkan tentang Allah maka inilah nama Allah yang paling selalu ya menjadi semacam alam atau identitas bagi Allah subhanahu wa taala ada juga yang mengatakan pendapat yang lain ya Ada juga yang mengatakan nama Allah yang paling Agung itu adalah sejumlah nama-nama yang kandungan maknanya nya luas maka Allah ya termasuk alhayyul Qayyum termasuk al-azim juga termasuk Maha Agung almajid Maha mulia dan yang lainnya<\/li>\n\n\n\n<li>termasuk Jadi bukan satu atau dua nama tertentu tapi sejumlah nama-nama Allah subhanahu wa taala yang maha indah yang kandungannya paling luas tib jadi alhyu alqayyum ya alqayyum berarti nama Allah alqayyum mengandung sifat alqayyumiyah Allah Maha berdiri sendiri dan dialah yang Maha menegakkan makhlukNya tib kemudian Allah subhanahu wa taala berfirman la takuduhu sinatu wala naum Allah subhanahu wa taala tidak dipengaruhi oleh kantuk dan juga tidak oleh tidur Allah tidak butuh Ya sudah kita bahas tadi karena sifat hidupnya Allah maha sempurna dan<\/li>\n\n\n\n<li>sifat Maha berdiri sendirinya Maha Sempurna sehingga Allah tidak butuh kepada ini Adapun manusia Karena manusia penuh kekurangan hidup mereka penuh dengan kekurangan ya mereka bisa capek sehingga butuh tidur kadang-kadang mengantuk sedangkan Allah subhanahu wa taala tidak membutuhkan hal itu di dalam hadis riwayat Imam muslim Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda Ya ya hadis ee dalam Sahih Muslim dari Abu Musa alasy&#8217;ari radhiallahu taala Anhu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Innallaha la yanamu w Yagi<\/li>\n\n\n\n<li>lahuanam Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala tidak tidur dan tidak pantas baginya untuk tidur Karena Dia Maha Sempurna hidupnya Maha Sempurna sifat qayumnya Maha berdiri sendirinya ya Oleh karena itu disebutkan dalam sebagian asar Penghuni Surga itu tidak tidur karena Allah jadikan hidup mereka sempurna di akhirat ya ini salah satu di antara hal-hal yang membedakan sifat Allah dengan sifat makhluk sekarang kalau manusia di dunia tidak bisa tidur orang ini orang sehat atau orang sakit Hah sakit tidak bisa makan sakit<\/li>\n\n\n\n<li>kan orang yang punya anak keturunan dan tidak punya keturunan di kalangan manusia sempurna mana yang punya keturunan ini dikatakan terpuji pada diri manusia kenapa sifat asal manusia adalah penuh dengan kekurangan dia butuh makan kalau tidak makan malah sakit kalau dia tidak punya anak dikatakan kurang sama juga kalau tidak tidur ini sempurna bagi manusia tapi bagi Allah subhanahu wa taala justru ini menunjukkan kekurangan kalau dia butuh makan kalau dia butuh anak Ya Allah subhanahu wa taala Karena Dia Maha Sempurna<\/li>\n\n\n\n<li>Maha berdiri sendiri Maha tidak butuh kepada makluknya Maha tunggal maha esa maka dia tidak membutuhkan semua itu dan itu adalah kesempurnaan kesempurnaan bagi Allah subhanahu wa taala oleh karena itulah Allah subhanahu wa taala ya menyebutkan tentang kemahasempurnaan dirinya karena dia tidak membutuhkan kepada hal-hal yang dibutuhkan oleh makhluk ini semua makhluk butuh kepada Allah subhanahu wa taala dan Allah subhanahu wa taala butuh kepada makhlukNya sekali lagi penafian Allah Tidak mengantuk dan tidak tidur berarti<\/li>\n\n\n\n<li>kita menetapkan sifat kesempurnaan Allah yaitu Allah sempurna hidupnya dan sempurna sifat Maha berdiri sendirinya lahu Ma Fis samawati wa fil ARD hanya miliknyaalah segala sesuatu yang ada di langit-langit dan di bumi ini menunjuk kepada kita semua kekuasaan yang ada di langit-langit dan di bumi adalah milik Allah subhanahu wa taala orang yang meyakini ayat ini saja pasti hidupnya akan tenang dia tidak pernah memikirkan masalah rezeki karena pemiliknya adalah Allah biar semua orang ingin memberikan kepada dia kalau Allah tidak menghendaki<\/li>\n\n\n\n<li>tidak akan sampai ya makanya dia selalu berusaha hanya Bersandar kepada Allah hanya meminta kepada Allah ini yang saya katakan semakin kita mengenal Allah pasti kita akan semakin hanya bersandar kepadanya kan saya sudah Terangkan berkali-kali penyandaran hati inilah yang akan inilah justru yang merupakan hakikat dari tauhid dan Syirik yang sesungguhnya inti kesyirikan adalah hati yang Bersandar kepada selain Allah Ibnu Taimiyah rahimahullah taala mengatakan in ah sesungguhnya landasan dan pondasi Syirik yang semua bangunan Syirik dibangun di<\/li>\n\n\n\n<li>atasnya adalah keterkaitan hati ketergantungan hati kepada selain Allah kalau kita semakin mengenal Allah itu maha kuasa dialah yang Maha memiliki semua yang apa yang ada di langit dan di bumi ini kita akan semakin tenang Bersandar kepada Allah ketika inilah berarti kita memurnikan tauhid kita kepadanya makanya semua bentuk ketakutan kepada selain Allah pengharapan kepada selain Allah ketundukan kepada selain Allah ini kalau sampai parah bisa terjerumus ke dalam Syirik kalau tidak sampai pada Syirik pun menunjukkan kelemahan dan kekurangan<\/li>\n\n\n\n<li>kekurangan Iman tib manadzi yasfauahu Illa biidnih Siapakah atau tidak ada seorang pun yang bisa memberi syafaat di sisi Allah kecuali dengan izinnya tidak ada seorang pun yang bisa memberikan pertolongan di sisi Allah kecuali dengan izinnya Antum tahu pembahasan masalah syafaat ini juga sudah kadang-kadang kita sebut di kajian-kajian kita yang lalu syafaat dari kata-kata asyaf artinya genap menjadikan ganjil menjadikan sesuatu yang ganjil jadi genap ya Secara Syari artinya syafaat itu adalah atawassutu Lil ghairi Fi jalbil jalbil manfaati jalbi<\/li>\n\n\n\n<li>manfaatin au daf&#8217;i madorratin menjadi penengah bagi orang lain untuk mengambil kemanfaatan atau menolak kemadaratan Syafaat pada hari kiamat nanti ini diyakini oleh ahlusunah Wal Jamaah ada syafaat yang diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala ya ini diyakini oleh ahlusunah Wal Jamaah karena hadis-hadis yang menyebutkan tentang masalah syafaat banyak sekali termasuk hadis-hadis yang Mutawatir ya tetapi Allah subhanahu wa taala menyebutkan syafaat ini ada syaratnya contoh ayat ini tidak ada seorang pun yang bisa memberi syafaat di sisi Allah kecuali<\/li>\n\n\n\n<li>dengan izinnya makanya orang-orang yang mendapatkan izin bisa memberi syafaat di ayat lain Allah subhanahu wa taala berfirman ya yaatuahmanu pada hari kiamat nanti tidak bermanfaat syafaat kecuali bagi orang-orang yang Allah berikan izin Dan Allah ridai ucap nya jadi syafaat harus ada izin dari Allah ada Rida dari Allah makanya para ulama menyebutkan syafaat ya pertama syaratnya harus Allah izinkan karena ada orang-orang yang tidak diizinkan maka dia tidak dapatkan syafaatum syafaatus syafiin tidak bermanfaat bagi mereka orang-orang kafir<\/li>\n\n\n\n<li>orang-orang musyrik tidak bermanfaat bagi mereka syafaat orang-orang yang akan memberi syafaat syarat yang kedua ridallah anisyafi keridaan Allah bagi orang yang akan memberi syafaat Siapa yang Allah ridai Allah izinkan para malaikat para nabi dan para rasul orang-orang yang beriman ini dalam sahih Bukhari ada hadisnya mereka ini orang-orang yang Allah ridai orang-orang yang sempurna imannya bahkan Allah mengizinkan Syafaat di antaranya kepada anak yang mati yang meninggal dunia anak seorang muslim yang meninggal<\/li>\n\n\n\n<li>dunia sebelum balik paling tidak dua orang karena para sahabat tidak menanyakan kalau satu orang Bagaimana yang mereka tanyakan cuma dua orang ya tentu kalau lebih juga bisa ini bisa memberi syafaat kepada orang tuanya Allah izinkan kalau orang tuanya memenuhi syarat mendapatkan syafaat yang ketiga tadi syaratnyaidah Rida Allah bagi orang yang akan diberikan syafaat yaitu Allah hanya Rida kepada orang-orang yang menegakkan tauhid dan selalu mengikuti sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam makanya banyak hadis-hadis<\/li>\n\n\n\n<li>syafaat digandengkan dengan tauhid dan tidak melakukan perbuatan Syirik Rasulullah sah wasallam pernah bersabda tentang syafaat dalam hadis riwayat Imam bukhi orang yang paling beruntung berbahagia mendapatkan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan kalimat Lailahaillallah ikhlas dari dalam hatinya dalam hadis lain riwayat Imam muslim rasulahu wasam bersabda at itu akan didapatkan oleh orang yang meninggal dunia dalam keadaan tidak melakukan perbuatan Syirik menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun<\/li>\n\n\n\n<li>makanya kita belajar tauhid mengikuti sunah di dunia ini banyak manfaat yang kita akan dapatkan di akhirat di antaranya adalah syafaat ya di antaranya nanti ada syafaat yang khusus bagi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian juga ada syafaat yang bersifat umum bisa dilakukan oleh para nabi yang lain para malaikat dan orang-orang yang yang beriman bahkan tadi ee bayi yang meninggal dunia sebelum anak yang meninggal dunia sebelum balig nah tib ya&#8217;lamu Ma Baina aidihim wa khalfahum Allah Maha Mengetahui apa yang<\/li>\n\n\n\n<li>ada di hadapan mereka yakni masa yang masa depan masa yang akan datang dan apa yang telah lalu yang ada di belakang mereka yang telah lalu ini menunjukkan ke empurnaan ilmu Allah subhanahu wa taala tidak ada yang luput makanya untuk kemaslahatan dan kebaikan manusia ketika Allah turunkan syariatnya ini berdasarkan ilmunya yang sempurna bahwa ini akan memperbaiki semua keadaan manusia termasuk masa-masa yang akan datang karena Allah Maha Mengetahui semuanya dan sementara manusia tidak mengetahui sedikit dari ilmu Allah<\/li>\n\n\n\n<li>kecuali apa yang Allah kehendaki apa yang Allah ajarkan kepada kita itulah yang kita ketahui Oleh karena itu tidak boleh kita menebak-nebak tentang perkara yang gaib membicarakan sesuatu yang tidak ada dalilnya karena ini berarti berkata atas nama Allah tanpa ilmu dan ini merupakan dosa yang sangat besar di dalam al-qur&#8217;an disebutkan urutannya di atas perbuatan Syirik dalam surat al&#8217; waahi Maamun yaitu berkata tentang Allah atas nama Allah dengan sesuatu yang tidak ada ilmu tentangnya kita ringkas ya wassiuswati Wal ARD kursi Allah meliputi<\/li>\n\n\n\n<li>langit-langit dan bumi Kursi ini adalah makhluk Allah dalam riwayat yang sahih atau Hasan derajatnya Ibnu Abbas radhiallahu taala anhuma mengatakan Kursi ini adalah maudul qam tempat dua adamain dua telapak kaki Allah subhanahu wa taala yang maha Mulia kalau dalam kitab albidayah Wan Nihayah kursi disebut Kal mirqati Ilal ars semacam tangga menuju arsy kursi ini adalah makhluk Allah lebih luas dari langit-langit dan bumi sementara Arsy lebih besar lebih agung dibandingkan kursi ya disebutkan di dalam hadis yang derajatnya dinyatakan<\/li>\n\n\n\n<li>Hasan oleh Syekh mbil rullahu taala perbandingan antara kursi dan dibandingkan langit-langit dan bumi langit-langit dan bumi itu seperti sebuah gelang atau cincin yang dilemparkan di sebuah padang pasir yang luas Jadi itulah kursi dibandingkan langit-langit dan bumi sedangkan perbandingan kursi dengan Arsy adalah kursi itu seperti gelang tadi yang dilemparkan di sebuah padang pasir yang luas Jadi bagaimana besarnya Arsy Agungnya Arsy dan Allah subhanahu wa taala tentu lebih besar lebih agung dibandingkan makhlukNya jadi makhluk<\/li>\n\n\n\n<li>Allah yang sebesar ini menjadikan kita meyakini Allah subhanahu wa taala pencipta makhluk ini tentu dia lebih besar dan maha besar dan Maha Tinggi wum dan Allah subhanahu wa taala tidak merasa berat tidak tidak berat dan tidak payah untuk menjaga keduanya Kenapa tadi karena Allah subhanahu wa taala kemahuasaannya sempurna kemahakuatannya sempurna ilmunya sempurna sehingga Allah subhanahu wa taala tidak berat untuk menjaga langit-langit dan bumi untuk senantiasa menegakkannya wahu aliulim dan Allah subhanahu wa taala Maha Tinggi lagi Maha<\/li>\n\n\n\n<li>Agung alaliyu dan aladimu adalah termasuk sifat-sifat Allah subhanahu wa taala termasuk nama-nama Allah subhanahu wa taala yang mengandung sifat sifat kesempurnaan tiik itu ringkasan dari kandungan ayatul Kursi Azan jam berapa oh masih oke tib kita perhatikan sekarang kesimpulan dari ayat kursi yang kita bisa ambil faedahnya pertama di ayat kursi terkandung nama-nama Allah yang Maha Indah ada berapa di situ nama ada enam pertama Allah Allah artinya Zul uluhiyah Yang Maha memiliki uluhiyah zat untuk disembah dan diibadahi<\/li>\n\n\n\n<li>semata-mata Allah yang kedua alhayyu yang maha hidup yang ketiga alqayyum yang maha berdiri sendiri dan menegakkan makhlukNya yang keempat alilah Lailahaillallah ya alilah nama Allah ya yang dekat dengan makna nama Allah begitu alilah Yang Maha disembah satu-satunya alaliyu yang Maha maha tinggi Maha Tinggi di sini meliputi dua tinggi zatnya dan tinggi sifat-sifatnya Allah subhanahu wa taala Maha tinggi di atas semua makhlukNya Arsy Allah subhanahu wa taala adalah makhluk yang paling tinggi dan paling besar dan Allah subhanahu wa taala di<\/li>\n\n\n\n<li>atas arsynya arrahmanu Alal ars istawa Allah subhanahu wa taala yang maha pemurah istawa artinya ala wartafaa tinggi di atas arsnya al-aliyu kemudian makna yang kedua Maha Tinggi dalam sifat-sifatnya artinya sifat-sifat Allah itu semua sempurna la naqs fiha biwajhin Minal wujuh sama sekali tidak ada kekurangan padanya dari semua sudut pandang dari semua pertimbangan sama sekali tidak ada kekurangan pada sifat-sifat Allah subhanahu wa taala kemudian nama Allah yang keenam adalah aladimu Maha Agung ya aladimu artinya Maha Agung Maha maha<\/li>\n\n\n\n<li>besar Maha Mulia berarti setiap nama-nama Allah ini pasti mengandung sifat ya sifat uluhiyah sifat alhayat hidup yang sempurna alqayyumiyah kemudian sifat ilah uluhiyah juga kemudian alaliyu berarti Ulu Maha Tinggi al-adim berarti sifat azamah tib kemudian di dalam ayat kursi juga ada sifat-sifat yang Allah nafikan bagi dirinya yang istilahnya kata para ulama sifat salbiah atau sifat manfiah sifat yang Allah nafikan dari dirinya karena sifat ini menunjukkan kekurangan yaitu apa mengantuk dan tidur ya sinah itu pembukaan tidur yakni<\/li>\n\n\n\n<li>mengantuk mukadimatun naum pendahuluan dari tidur ini tidak ada pada Allah juga tidur sudah kita sebutkan penafian dua sifat yang menunjukkan kekurangan ini berarti menunjukkan kesempurnaan sifat kebalikannya yaitu Allah subhanahu wa taala hidupnya maha sempurna kemudian Maha berdiri sendirinya sempurna sehingga Allah tidak butuh yang namanya tidak dipengaruhi dengan ngantuk maupun tidur kemudian dalam ayat ini juga ada penjelasan tentang umumu mulkihi luasnya kekuasaan kepemilikan Allah subhanahu wa taala terhadap langit-langit dan bumi<\/li>\n\n\n\n<li>lahu Ma Fis samawati wa ARD miliknyaalah segala sesuatu di Allah yang Maha menguasai apa yang ada di langit-langit dan di bumi kemudian Allah subhanahu wa taala dialah satu-satunya yang Maha menguasai kerajaan langit-langit dan di bumi di sini juga ada penetapan alizin Allah mengizinkanahu kecuali dengan izin Allah berarti Allah mengizinkan ya dalam hadis yang sahih Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan lafaz Innallaha qina seperti itu ya Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala telah mengizinkan ya jadi Allah<\/li>\n\n\n\n<li>subhanahu wa taala memiliki sifat perbuatan mengizinkan sesuai dengan kehendaknya kemudian juga menunjukkan sifat kesemp ilmu Allah Allah Maha Mengetahui apa yang ada di hadapan mereka manusia yakni Apa yang akan terjadi dan apa-apa yang telah berlalu Allah Maha Mengetahui semuanya tidak ada yang luput dari Pengetahuan Allah subhanahu wa taala kemudian ini juga menunjukkan ayat ini juga menunjukkan kekurangan yang ada pada diri manusia yang dengan sebab ini kita menetapkan kesempurnaan Allah subhanahu wa taala<\/li>\n\n\n\n<li>wuh Ili ill bimya manusia tidak bisa meliputi sesuatu sedikit pun dari ilmu Allah kecuali sesuai dengan kehendaknya maka di sini juga ada penetapan sifat masiah Allah menghendaki kalau Allah menghendaki maka Allah berikan ilmu kepada manusia kalau Allah tidak menghendaki maka Allah tidak berikan masyaallahu Kana wa lam Yasya lam Yakun ya apa yang Allah kehendaki akan terjadi apa yang tidak dikehendakinya maka tidak akan terjadi nanti akan ada pembahasan di ayat-ayat berikutnya Insyaallah dalam kitab ini yang merinci tentang sifat masyiah<\/li>\n\n\n\n<li>kehendak Allah subhanahu wa taala kemudian ada penetapan makhluk Allah yang sangat besar yaitu kursi ya yaitu kursi dalam sebagian terjemahan kursi diartikan kekuasaan ini salah ya Meskipun jelas kekuasaan Allah meliputi langit-langit dan bumi tapi Kursi adalah makhluk Allah tersendiri dan kursi itu berbeda dengan Arsy berbeda dengan Arsy tib ini juga menjadikan kita menetapkan kemahabesaran dan kemaha sempurnaan keagungan Allah dan kekuasaannya Kenapa karena dia memiliki makhluk yang sangat besar dan maha kuasa<\/li>\n\n\n\n<li>untuk menjaga makhluk tersebut menunjukkan Allah subhanahu wa taala pasti lebih besar dibandingkan makhlukNya dan kekuasaannya sangat sangat Maha Tinggi dan Maha Sempurna W yauduhu hiuhuma dan Allah subhanahu wa taala tidak merasa berat susah untuk memelihara langit-langit dan bumi ini juga Tadi sudah kita sebutkan kan karena kemahakatan Allah kemaha kuasaannya sempurna ilmunya sempurna sehingga Allah subhanahu wa taala tidak merasa berat untuk menjaga langit-langit dan bumi kemudian wahu aliyul Adim ini penetapan sifat Ulu Ya Allah Maha<\/li>\n\n\n\n<li>Tinggi Maha tinggi tinggi pada zatnya karena Allah subhanahu wa taala di atas semua makhlukNya Allah subhanahu wa taala di atas langit ketujuh beristiwa di atas arsynya dalam ayat-ayat al-qur&#8217;an dan hadis-hadis yang sahih ini disebutkan dalam banyak ayat al-qur&#8217;an dan hadis-hadis yang sahih sebagaimana Allah subhanahu wa taala Maha Tinggi pada sifatnya tidak ada kekurangan sedikitp pada sifat-sifatnya tib tentang kemahatinggian Allah subhanahu wa taala pada zatnya ini adalah perkara yang disepakati oleh para sahabat Radiallahu<\/li>\n\n\n\n<li>ta tidak ada perselisihan pendapat dalam masalah ini makanya Sebagian ulama menyatakan jelas kufurnya orang yang mengingkari sifat kemahatinggian Allah subhanahu wa taala Bahwasanya Allah subhanahu wa taala dengan zatnya di atas semua makhlukNya Islam ibnuimah rahimullah taa mengatak Ma yadullu la nason walairon ala anallaha taala laaisa fauqal Arsyi waaisa fisama Kullu kalamin muttafiqun Kullu kalamihim muttafiqun ala anallaha fauq kulliai tidak ada satuun dalam firman Allah dalam ayat al-qur&#8217;an atau dalam Sabda Rasulullah<\/li>\n\n\n\n<li>Sallallahu Alaihi Wasallam atau ucapan para sahabat atau ucapan para tabiin yang mengikuti jalan mereka dengan kebaikan tidak ada satupun yang menunjukkan baik secara tegas atau secara Zahir yang menunjukkan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala tidak di atas Arsy tidak di atas langit tidak ada sama sekali yang seperti itu semua ucapan para sahabat para tabiin sebelumnya al-quran dan Sunah semua sepakat menunjukkan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala di atas semua makhlukNya maka ini bukanlah perkara yang diperselisihkan Oleh karena itu<\/li>\n\n\n\n<li>orang-orang yang menolak sifat-sifat kemahatinggian Allah dengan mengatakan Allah di mana-mana apalagi ada yang parah juga mengatakan Allah tidak di atas tidak di bawah tidak di kanan tidak di kiri tidak di dalam alam tidak di luar alam ini juga berarti menafikan keberadaan Allah sama sekali ini juga kufur kalimat-kalimat seperti ini ini adalah penyimpangan dari akidah yang sangat fatal dan ini pasti akan menjadi sebab orang-orang yang punya keyakinan seperti ini tidak akan mungkin mereka bisa mengagungkan Allah subhanahu wa<\/li>\n\n\n\n<li>taala dengan pengagungan yang sebenarnya pasti akan menjadi sebab rusaknya akidah dan keyakinan keyakinan mereka karena mengingkari sifat kemuliaan dan ketinggian Allah subhanahu wa taala nah kemudian di samping ayat-ayat al-qur&#8217;an dan kesepakatan para sahabat secara fitrah manusia ya kalau orang berdoa orang berdoa cenderung hatinya akan menghadap ke atas makanya dia mengangkat tangannya ke atas ini fitrah manusia ya setiap orang mengetahui hal tersebut ketika orang berdoa tidak ada yang diarahkan ke bawah kalau seandainya<\/li>\n\n\n\n<li>Allah di mana-mana berarti Bisa diarahkan ke bawah bisa diarahkan ke kiri ke kanan Ini semua adalah pendapat yang sangat rusak dan batil apalagi mengandung konsekuensi yang sangat batil seperti tempat-tempat yang kotor berarti juga ada Allah tentu taallahu ammaakuluna Ulan Kabir Maha Tinggi dan maha suci Allah subhanahu wa taala dari apa yang mereka yang mereka yakini Allah Subhanahu Wa taalaah maha suci dari semua itu kemudian aladim Allah subhanahu wa taala Maha Agung ya berarti Allah subhanahu wa taala Maha Agung<\/li>\n\n\n\n<li>dalam sifat-sifatnya dan Maha Agung pada zatnya dan Maha Agung pada semua perbuatan-perbuatannya ini inilah kandungan secara ringkas yang bisa kita ambil dari memahami ayat kursi yang merupakan ayat yang paling Agung di dalam di dalam al-qur&#8217;an baik barakallahu fikum Cukup sampai di sini kajian kita Insyaallah semoga bermanfaat dan menjadi sebab kebaikan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua dan tentu saja yang paling utama menjadi sebab untuk meningkatkan keimanan kita menguatkan tauhid kita kepada Allah<\/li>\n\n\n\n<li>subhanahu wa taala Sebelum kita akhiri kalau ada pertanyaan saya persilakan dari hal-hal yang Antum perlu tanyakan yang berhubungan dengan materi ataupun di luar materi Barakallah fikum Jika kita ingin mendirikan berb shop jika ada orang yang meminta dicukur qazak Allah<\/li>\n\n\n\n<li>sesuai permintaan kita dalam doa tersebut nah Bolehkah berdoa kita lakukan ketika di waktu mustajab pada saat antara azan dan iqamah namun waktu iqamah di masjid dekat rumah sangat cepat namun kita masih terus berdoa sampai kita selesai kita panjatkan pada awal waktu iqamah sudah lewat iya kita lakukan saja tidak mengapa ya kita lakukan setelah selesai doa kita ternyata sudah terlanjur iqamah selesaikan saja doanya ya kita selesaikan doa kita karena kita telah memulainya di antara azan dan iqamah kalau azannya terlalu cepat<\/li>\n\n\n\n<li>iqamahnya terlalu cepat maka kita selesaikan doa kita sesuai dengan hajat yang ingin kita minta Dalam Doa tersebut nah Bib silakan masih ada bermanfaat dan menjadi sebab kebaikan untuk dunia dan akhirat kita mohon maaf atas segala yang salah dan kurang Shallallahu wasallam wabak Al Nabina Muhammad wa alihibihi wiahumumidinalhamdulillahibil alamin subhanakallah wabihamdika asadu Alla ilahailla Anta astagfiruka wubu wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh foreign<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3985","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rodjatv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>#3 Memahami Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah dalam Ayat Kursi - Ustadz Abdullah Taslim, MA - Transkrip<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/3-memahami-nama-nama-dan-sifat-sifat-allah-dalam-ayat-kursi-ustadz-abdullah-taslim-ma\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"#3 Memahami Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah dalam Ayat Kursi - Ustadz Abdullah Taslim, MA - Transkrip\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/3-memahami-nama-nama-dan-sifat-sifat-allah-dalam-ayat-kursi-ustadz-abdullah-taslim-ma\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Transkrip\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-13T02:30:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-13T02:30:19+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/3-memahami-nama-nama-dan-sifat-sifat-allah-dalam-ayat-kursi-ustadz-abdullah-taslim-ma\/\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/3-memahami-nama-nama-dan-sifat-sifat-allah-dalam-ayat-kursi-ustadz-abdullah-taslim-ma\/\",\"name\":\"#3 Memahami Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah dalam Ayat Kursi - Ustadz Abdullah Taslim, MA - Transkrip\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-07-13T02:30:18+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-13T02:30:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/3-memahami-nama-nama-dan-sifat-sifat-allah-dalam-ayat-kursi-ustadz-abdullah-taslim-ma\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/3-memahami-nama-nama-dan-sifat-sifat-allah-dalam-ayat-kursi-ustadz-abdullah-taslim-ma\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/3-memahami-nama-nama-dan-sifat-sifat-allah-dalam-ayat-kursi-ustadz-abdullah-taslim-ma\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"#3 Memahami Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah dalam Ayat Kursi &#8211; Ustadz Abdullah Taslim, MA\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\",\"name\":\"Transkrip\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\"],\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"#3 Memahami Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah dalam Ayat Kursi - Ustadz Abdullah Taslim, MA - Transkrip","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/3-memahami-nama-nama-dan-sifat-sifat-allah-dalam-ayat-kursi-ustadz-abdullah-taslim-ma\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"#3 Memahami Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah dalam Ayat Kursi - Ustadz Abdullah Taslim, MA - Transkrip","og_url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/3-memahami-nama-nama-dan-sifat-sifat-allah-dalam-ayat-kursi-ustadz-abdullah-taslim-ma\/","og_site_name":"Transkrip","article_published_time":"2026-07-13T02:30:18+00:00","article_modified_time":"2026-07-13T02:30:19+00:00","author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/3-memahami-nama-nama-dan-sifat-sifat-allah-dalam-ayat-kursi-ustadz-abdullah-taslim-ma\/","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/3-memahami-nama-nama-dan-sifat-sifat-allah-dalam-ayat-kursi-ustadz-abdullah-taslim-ma\/","name":"#3 Memahami Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah dalam Ayat Kursi - Ustadz Abdullah Taslim, MA - Transkrip","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website"},"datePublished":"2026-07-13T02:30:18+00:00","dateModified":"2026-07-13T02:30:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/3-memahami-nama-nama-dan-sifat-sifat-allah-dalam-ayat-kursi-ustadz-abdullah-taslim-ma\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/3-memahami-nama-nama-dan-sifat-sifat-allah-dalam-ayat-kursi-ustadz-abdullah-taslim-ma\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/3-memahami-nama-nama-dan-sifat-sifat-allah-dalam-ayat-kursi-ustadz-abdullah-taslim-ma\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"#3 Memahami Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah dalam Ayat Kursi &#8211; Ustadz Abdullah Taslim, MA"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/","name":"Transkrip","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/ngaji.id\/tran"],"url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3985"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3985"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3985\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3986,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3985\/revisions\/3986"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}