{"id":4002,"date":"2026-07-13T09:34:59","date_gmt":"2026-07-13T02:34:59","guid":{"rendered":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?p=4002"},"modified":"2026-07-13T09:34:59","modified_gmt":"2026-07-13T02:34:59","slug":"10-menetapkan-sifat-allah-ar-ridha-meridhoi-murka-benci-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/10-menetapkan-sifat-allah-ar-ridha-meridhoi-murka-benci-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/","title":{"rendered":"#10 Menetapkan Sifat Allah Ar Ridha (Meridhoi) Murka &amp; Benci &#8211; Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA"},"content":{"rendered":"\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>innalhamdalillah nahmaduhu wanasta&#8217;inuhu wanastaghfiruh [Musik] [Musik] Alhamdulillah<\/li>\n\n\n\n<li>jamaah Masjid Nurul Iman yang Semoga kita semua senantiasa mendapatkan Taufik kebaikan dan penjagaan dari Allah subhanahu wa ta&#8217;ala Alhamdulillah di malam hari ini kita kembali memuji Allah subhanahu wa ta&#8217;ala dan mensyukuri semua limpahan nikmat dan karunianya karena kita dimudahkan kembali untuk mengadakan majelis ilmu yang mulia di masjid yang penuh berkah ini melanjutkan kajian kita membahas kitab yang sangat bermanfaat kitab Al Aqidatul luas artinya karya dari Al Imam syaikhul Islam Abul Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullah<\/li>\n\n\n\n<li>kitab Al Aqidatul wasithiyah adalah kitab yang menjelaskan tentang prinsip-prinsip dasar aqidah utamanya pembahasan aqidah yang paling besar yang paling utama yaitu mengenal dan menetapkan sifat-sifat kesempurnaan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala memahami nama-namanya Yang Maha indah sifat-sifatnya yang Maha Tinggi dan maha mulia untuk kita menetapkannya yang dengan sebab ini kita akan mengenal sifat-sifat kesempurnaan Allah menjadikan kita akan semakin cinta kepada Allah semakin tunduk takut dan berharap kepadaNya bahkan menjadikan<\/li>\n\n\n\n<li>cinta takut dan berharap kita kepada Allah lebih daripada yang kita tujukan kepada makhluk kitab Al Aqidatul wasithiyah ini sebagaimana yang dinyatakan sendiri oleh penulis di awal atau di mukadimah kitab ini saat maka kandungan kitab ini adalah menjelaskan tentang aqidah atau keyakinan golongan yang selamat yang selalu mendapatkan pertolongan dari allah subhanahu wa ta&#8217;ala yang merekalah Ahlussunnah Wal Jamaah oleh karena itu ketika di awal-awal pembahasan kitab ini sebagaimana yang sudah sering kita Jelaskan di kajian-kajian yang lalu<\/li>\n\n\n\n<li>syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ta&#8217;ala banyak membawakan nukilan dari ayat-ayat Alquran yang menjelaskan tentang sifat-sifat kesempurnaan Allah yang wajib untuk kita menetapkan sesuai dengan apa yang Allah tetapkan bagi dirinya dan juga ditetapkan oleh rasulnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di dalam Hadits yang Shahih Imam Ahmad bin hambal rahimahullah ta&#8217;ala mengatakan tidak boleh kita mensifati Allah kecuali sesuai dengan apa yang Allah sifatkan dirinya di dalam ayat-ayat Alquran dan yang disifati oleh<\/li>\n\n\n\n<li>Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis-hadis yang shahih tidak boleh kita melampaui Alquran dan hadis inilah cara yang paling selamat metode yang benar dalam menetapkan masalah akidah dan keyakinan karena Alquran adalah sebaik-baik petunjuk sebenarnya ucapan Tidak ada yang lebih benar tidak ada yang lebih jujur dibandingkan ayat-ayat Alquran kemudian setelah itu hadits-hadit Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Allah subhanahu wa ta&#8217;ala berfirman Siapakah yang lebih benar ucapannya yang lebih benar perkataannya<\/li>\n\n\n\n<li>dibandingkan Allah subhanahu wa ta&#8217;ala dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabdabullah Shallallahu Alaihi Wasallam sesungguhnya sebenarnya ucapan adalah firman-firman Allah ayat-ayat Alquran dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk nabi kita yang mulia Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam maka dalam menetapkan aqidah kita mencukupkan diri dengan memahaminya mengambilnya dari ayat-ayat Alquran kita menetapkannya berdasarkan metode pemahaman para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah khususnya dalam hal menetapkan nama-nama<\/li>\n\n\n\n<li>dan sifat-sifat Allah karena ini bab yang paling penting di dalam agama yang kita yakin tidak mungkin Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala menjelaskan hal ini dengan penjelasan yang sulit dipahami penjelasan yang harus ditakwilkan ke sana kemari masalah akidah adalah masalah yang paling dibutuhkan oleh setiap muslim untuk memiliki keyakinan yang benar agar dia selamat ketika menghadap Allah subhanahu wa ta&#8217;ala pada hari kiamat nanti maka ketika Alquran disebut disifati sebagai tibianan penjelas bagi segala sesuatu Nurun wa<\/li>\n\n\n\n<li>kitab yang jelas memberikan penjelasan kalau ini berhubungan dengan hukum-hukum yang diterangkan di dalam Alquran apalagi yang berhubungan dengan masalah akidah dan keyakinan maka kita menetapkan sesuai dengan apa yang Allah tetapkan bagi dirinya yang juga ditetapkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadits-hadit yang shahih para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah menyebutkan ucapan mereka yang terkenal jahat maknakanlah ayat-ayat tentang sifat-sifat Allah itu sesuai dengan turunnya sesuai dengan makna yang<\/li>\n\n\n\n<li>disebutkan di dalam bahasa Arab maka dengan inilah akidah akan selamat dari penyimpangan takwil yang ini merupakan kebiasaan buruk umat-umat yang terdahulu seperti orang-orang Yahudi yuhari mereka menyelewengkan kalimat-kalimat Allah dari tempat-tempatnya kita tahu Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala menjadikan para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah para ulama Ahlul hadits sebagai sebab untuk menjaga kemurnian syariat Islam karena mereka yang akan dengan izin Allah membersihkan dari agama ini hal-hal yang menyeleweng atau menyimpang Rasulullah Shallallahu Alaihi<\/li>\n\n\n\n<li>Wasallam dalam hadis yang shahih bersabda yahmi luhadal Ilma Min kulli khalafin akan membawa ilmu agama dari setiap generasi orang-orang yang adil terpercaya di antara mereka merekalah yang akan membersihkan dari ilmu agama ini dengan pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala pertama tahrifal Kholil menyelewengkan makna dari dalil-dalil Alquran dan hadis-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dari orang-orang yang melampaui batas inti Halalmu putihlin kedustaan atau pemalsuan yang dilakukan oleh orang-orang yang ingin merusak Islam<\/li>\n\n\n\n<li>serta takwilal jahilin kontak wilan dari orang-orang yang jahil makanya ketika kita belajar agama merujuk kepada kitab-kitab mereka ini akan menjadikan keyakinan kita selamat dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala ini akan menjadikan kita mengambil agama ini apalagi dalam masalah-masalah penting masalah-masalah akidah sesuai dengan apa yang Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala turunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian yang beliau ajarkan kepada para sahabat radhiyallahu ta&#8217;ala anhum ajma&#8217;in sampai seterusnya kepada<\/li>\n\n\n\n<li>para imam ahlussunnah yang mengikuti jalan mereka dengan kebaikan oleh karena itulah kita tahu semua ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan tentang penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di akhir zaman penyelewengan-penyelewengan dalam memahami makna Alquran dan hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam hanya menyebutkan hanya satu yang selamat ya diantara golongan-golongan tersebut yang diancam dengan azab neraka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam<\/li>\n\n\n\n<li>mengatakan illa Wahidah kecuali satu maknawi yaitu mereka yang mengikuti pemahamanku hari ini dan pemahaman para sahabatku Radiallahu Ta&#8217;ala anhum ajma&#8217;in Oleh karena itu kita sudah pernah memberikan contoh-contoh pembahasan Bagaimana menetapkan sifat-sifat Allah berdasarkan ayat-ayat Alquran dan ini sangat mudah dan sesuai dengan akal sehat tidak perlu kita repot-repot menolak mentawilkan karena firman Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala adalah sejelas-jelas sebaik-baik ucapan yang paling benar dari segi penjelasan ucapan dan<\/li>\n\n\n\n<li>kandungan maknanya demikian pula hadits-hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan alhamdulillah ketika kita menetapkan apa adanya tidak akan terjerumus ke dalam perkara-perkara yang mungkin dikesankan oleh sebagian orang waktu kita membahas Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala memiliki sifat misalnya mencintai Innallaha yuhibbutawwabina wajib Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala mencintai orang-orang yang bertobat dan orang-orang yang selalu mensucikan dirinya Allah mencintai tapi kita katakan di sini sifat Allah<\/li>\n\n\n\n<li>mencintai tidak sama dengan apa yang ada pada makhluk mungkin kata sebagian orang mencintai itu menunjukkan kelemahan hati ini berlaku pada makhluk sementara sifat cinta yang ada pada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala tentu sesuai dengan kemaha tinggiannya kemaha besarannya ke maha sempurnaannya kemahagungnya karena Allah subhanahu wa ta&#8217;ala berfirman Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala tidak ada satupun yang serupa dengannya dan dia maha mendengar lagi maha melihat dan tidak ada satu makhluk pun yang serupa dengan Allah subhanahu wa ta&#8217;ala<\/li>\n\n\n\n<li>janganlah kamu membuat permisalan-pemisalan atau keserupaan-keserupaan bagi Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala jadi kita kembali kepada kaidah yang disebutkan oleh para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah ifbatun bila tampilin kita menetapkan sifat-sifat Allah tanpa menyerupakannya dengan makhluk Dan kita mensucikan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala dari semua kekurangan dan cacat tanpa menolak sifat-sifatnya makanya inilah metode yang ditempuh oleh para nabi dan para rasul para sahabat radhiyallahu ta&#8217;ala anhum ajma&#8217;in yang mengikuti jalan mereka dengan kebaikan<\/li>\n\n\n\n<li>makanya tidak pernah kita dengarkan ya riwayat dari seorang sahabat pun ketika mereka membaca ayat-ayat Alquran tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah dan kita ingat ayat-ayat seperti ini adalah mayoritas isi Alquran ya kebanyakan isi Alquran adalah tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah tidak kita dapati mereka mentakwilkannya selain dari makna zhahir yang ditunjukkan di dalam bahasa Arab ya Meskipun kita tahu Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala hakikat sifatnya cuma dia yang mengetahuinya tapi maknanya kita tetapkan<\/li>\n\n\n\n<li>karena Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala menurunkan Alquran dengan bahasa Arab inna anzalnahu Quran Sesungguhnya kami turunkan Alquran ini dengan bahasa Arab Agar kalian bisa memahaminya maka Alhamdulillah ya kita menetapkan sifat Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala tadi mencintai yang sesuai dengan kebesaran dan keagungannya di sini kita tidak serupakan dengan makhluk kita tidak membagaimanakannya kita tidak menolak sifat ini dan tidak perlu kita menyelewengkannya dengan makna yang lain karena maknanya jelas dan kita tahu Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala<\/li>\n\n\n\n<li>Maha Kuasa Maha berbuat apa Yang dikehendakinya karena dialah yang menyebutkan tentang dirinya Allah berbuat apa yang dikehendakinya siapa yang akan bisa mencegah Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala ketika dia menghendaki untuk mencintai hamba-hamba yang selalu bertobat dan mensucikan dirinya ini menunjukkan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah adalah aqidah yang paling selamat coba kita bayangkan orang yang berusaha untuk menolak mentawilkan ada yang menolak ada juga yang mentakwilkan sifat Allah mencintai dengan berbagai macam takwil tujuannya<\/li>\n\n\n\n<li>menolak sifat ini akibat buruknya ya kemuliaan ketika ditolak keutamaan ketika ditolak menjadikan orang yang menolaknya terhalang dari kemuliaan tersebut Bukankah ini keburukan yang sangat besar ketika Harusnya kita membaca sifat-sifat seperti ini menjadikan kita berlomba-lomba mencari sebab-sebab untuk mendapatkan kecintaan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala maka orang-orang yang menolaknya bagaimana mereka akan mendapatkan kemuliaan Ini sementara mereka sendiri tidak menetapkannya tidak mengimaninya tidak menerimanya<\/li>\n\n\n\n<li>sebagaimana yang Allah turunkan di dalam ayat-ayat Alquran naudzubillahimindzalik inilah diantara keburukan dan dampak negatif mentakwilkan sifat-sifat Allah ya kemudian kalau ayat-ayat Alquran tersebut harus dipaksakan untuk ditakwil Bukankah ini mengesankan seolah-olah Alquran itu lafadznya tidak membawa kepada petunjuk tapi membawa kepada kesesatan sehingga perlu ditakwilkan apakah mungkin Alquran disifati seperti itu padahal allah subhanahu wa ta&#8217;ala menyebutkan tentang Alquran sebagai apa hudalil Muttaqin petunjuk bagi<\/li>\n\n\n\n<li>orang-orang yang bertakwa innahasa Alquran sesungguhnya Alquran memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus petunjuk Alquran Maksudnya di sini apa Bukankah maksudnya adalah lafaz dan maknanya iya kan huruf-hurufnya kandungan maknanya arti yang terkandung di dalamnya waktu kita merenungkan waktu kita mentadaburinya bagaimana kita akan bisa mentadaburi Alquran yang lafatnya demikian Indah kandungan maknanya demikian dibutuhkan oleh hati kita kalau ternyata membutuhkan takwilan yang ke sana kemari seolah-olah<\/li>\n\n\n\n<li>mengesankan kita membaca Alquran tidak cukup mengambil petunjuk dari lafadznya dan maknanya karena kita butuh pentauwilan yang sangat jauh dari makna yang disebutkan di dalam bahasa Arab Oleh karena itu metode seperti ini adalah metode yang akan menjauhkan kita dari petunjuk Alquran yang sebenarnya menjadikan kita jauh dari petunjuk sunah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang merupakan sebaik-baik petunjuk yang Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala turunkan kepada manusia Oleh karena itu inilah keistimewaan Manhaj para ulama Salaf Salafus Shalih<\/li>\n\n\n\n<li>metode beragama para sahabat radhiyallahu ta&#8217;ala anhum ajma&#8217;in yang menjadikan kita selalu yakin bahwa sebaik-baik petunjuk sebaik-baik sebab yang menguatkan iman kita adalah dengan kita membaca Alquran merenungkan isinya memahami maknanya dengan benar tidak perlu kita mentakwilkan menyelewengkan artinya ke sana dan kemari ya apalagi Alquran keberkahannya kebaikan-kebaikannya Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala memudahkan bagi orang yang memahami isinya dengan benar Allah subhanahu wa ta&#8217;ala berfirman kita pun lihat Kitab Alquran yang kami turunkan<\/li>\n\n\n\n<li>kepadamu wahai Rasulullah penuh dengan keberkahan penuh dengan kebaikan yang berlimpah agar manusia bisa merenungkan isinya dan agar orang-orang yang berakal bisa mengambil pelajaran darinya inilah keyakinan kita terhadap Alquran Imam Ibnu qayyim rahimahullah ta&#8217;ala dalam kitab ighosahtu lafal ketika menjelaskan kandungan dan petunjuk yang berlimpah yang terdapat di dalam Alquran waktu kita membaca lafal-lafalnya dengan bacaan yang benar dengan makhraj dan tajwid yang benar memahami kandungannya Beliau mengatakan<\/li>\n\n\n\n<li>walakin nazalika mauku pun ala fahmihi wa ma&#8217;rifatul murodi minhu akan tetapi faedah dan kebaikan Alquran kita dapatkan tergantung dari bagaimana kita memahami maknanya kandungannya dengan benar dan bagaimana kita mengetahui ya isi daripada ayat-ayat Alquran tersebut makanya kita yakin petunjuk Alquran adalah petunjuk yang paling sempurna dalam lafaz dan maknanya sampai-sampai Imam pernah mengatakan malam yakullahu FII kita Billahi satlafu fihabihil Asia Ibrah barangsiapa yang tidak bisa mengambil pelajaran petunjuk dari Alquran maka tidak ada<\/li>\n\n\n\n<li>satupun yang akan bisa menjadi pelajaran bagi dirinya naudzubillahimindzalik maka inilah ya keindahan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah ketika kita memahaminya sesuai dengan metode yang diterangkan oleh para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah tapi Barakallah jamaah sekalian rahimakumullah kita akan lanjutkan kembali pembahasan dari ayat-ayat Alquran yang dibawakan oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ta&#8217;ala tentang sifat-sifat Allah kali ini kita akan membahas tentang sifat Ridho Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala meridhoi<\/li>\n\n\n\n<li>adalah Firman Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala tentang para sahabat radhiyallahu anhu waroduan Allah Ridho kepada mereka dan mereka Ridho kepada Allah Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala menyebutkan sifatnya yang maha Mulia ini Maha Tinggi ini kadang-kadang berkaitan dengan amal perbuatan Terkadang juga berkaitan dengan orang yang melakukannya contoh seperti firman Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala di surat az-zumar ayat yang ke-7 dan jika kamu mensyukuri nikmat Allah maka Allah akan meridhoi syukurmu itu kepadanya sama juga dengan<\/li>\n\n\n\n<li>firman Allah di surat al-maidah ayat yang ketiga dan aku ridhoi Islam sebagai agamamu baik ini berhubungan dengan amal perbuatan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam Hadits Shahih riwayat Imam muslim juga pernah bersabda Innallaha ya roulakum falaqan Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala meridai kalian dalam tiga perbuatan dan membenci kalian dalam tiga perbuatan ini juga hadisnya Shahih adapun yang berkenaan dengan Rida yang digandengkan dengan pelaku contoh seperti ayat tadi di surat al-maidah ayat 119<\/li>\n\n\n\n<li>radhiyallahu anhu kepada mereka dan mereka Ridho kepada Allah ya kemudian firman Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala di surat al-fath yallahu Anil mukminina if you bai&#8217;una baik atau Ridwan Ya sungguh-sungguh Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala telah Ridho kepada hamba-hamba yang beriman orang-orang yang beriman ketika mereka berbaiat kepadamu wahai Rasulullah di bawah pohon tersebut yakni ayat-ayat Alquran demikian banyak menetapkan sifat ini Ridho kita semua tahu artinya adalah yakni meridhoi menerima dengan lapang Ya Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala<\/li>\n\n\n\n<li>menetapkan bagi dirinya sifat Rida dan ini termasuk sifat fi&#8217;liyah yakni Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala lakukan sesuai dengan kehendaknya dan sudah kita sebutkan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala di antara sifatnya adalah berbuat apa saja yang dikehendakinya bahkan sesuai dengan dalil akal Allah meridhoi Buktinya dia memberikan balasan pahala bagi orang-orang yang berbuat kebaikan ya memberikan balasan pahala bahkan yang berlimpah bagi orang-orang yang mengamalkan kebaikan dengan niat yang ikhlas dengan keimanan yang benar<\/li>\n\n\n\n<li>sehingga menetapkan sifat Ridho bagi Allah subhanahu wa ta&#8217;ala ini ditunjukkan di dalam ayat-ayat Alquran hadits-hadits yang shahih dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan ditujukan juga dengan dengan akal sehat ya makanya sebagaimana kaidah yang telah kita Jelaskan di pertemuan-pertemuan yang lalu Ahlussunnah Wal Jamaah menetapkan sifat Ridho bagi Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala yang tentu sifat ini seperti biasa kita tetapkan tanpa menyerupakan dengan makhluk sebagaimana kita mensucikan Allah dari sifat-sifat kekurangan tanpa menolak sifat-sifatnya<\/li>\n\n\n\n<li>maka kita menetapkan sifat Rida bagi Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala pertama ya karena Allah menetapkan dirinya di dalam ayat-ayat Alquran yang tadi kita telah baca sebagiannya juga disebutkan di dalam hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan kita menafikan 4 perkara yaitu apa yang pertama bila tampil tanpa menyerupakannya dengan sifat makhluk yang kedua karena ayat-ayat Yang tadi kita bacakan tidak ada satupun yang serupa dengan Allah subhanahu wa ta&#8217;ala dan dia maha mendengar lagi maha melihat tidak ada<\/li>\n\n\n\n<li>yang serupa pada zat Allah nama-namanya ataupun sifat-sifatnya karena makhluk sifatnya sesuai dengan kekurangannya sebagai makhluk Adapun Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala sifatnya sesuai dengan dan kemaha sempurnaannya yang kedua tidak boleh kita membagaimanakannya ini yang dikatakan oleh Imam Malik rahimahullah ta&#8217;ala tentang sifat istiwa ya Wal kaifu majhul wassual karena Allah tidak Terangkan dan para sahabat tidak menanyakannya menunjukkan bahwasanya mereka mengetahui ini cuma Allah subhanahu wa ta&#8217;ala yang mengetahuinya cukup kita menjelaskan<\/li>\n\n\n\n<li>menetapkan secara bahasa Arab dalam segi maknanya tapi hakekatnya cuma Allah subhanahu wa ta&#8217;ala yang mengetahuinya makanya kata beliau waluan dan menanyakan tentang kaifiyah atau Bagaimana sifat Allah ini perbuatan bidah yang tercela di dalam agama ya lagi pula kata para ulama sesuatu itu akan ditanyakan bagaimananya atau pantas ditanyakan bagaimananya kalau ada kemungkinan misalnya ada yang serupa dengannya sedangkan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala tidak ada makhluk pun yang serupa dengannya atau ada yang pernah melihatnya tidak ada yang bisa melihat<\/li>\n\n\n\n<li>Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala di dunia ini ya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda alam sesungguhnya masing-masing dari kalian tidak akan melihat Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala sampai dia meninggal dunia yakni di akhirat nanti termasuk perkara yang harus kita navikan ya tidak boleh membagaimanakan sifat-sifat Allah karena ini nanti bisa mengantarkan kepada tamsil menyerupakan Allah dengan makhluk yang ketiga wala wala ta&#8217;til tidak boleh kita menolak sifat-sifat Allah Allah menetapkan bagi dirinya berarti Allah maha tahu bahwa sifat-sifat ini<\/li>\n\n\n\n<li>sesuai dan pantas bagi keagungan dan kebesarannya Kenapa ada makhluk yang menolaknya kemudian dengan lancang mengatakan ini tidak pantas bagi Allah padahal allah menetapkan bagi dirinya ya Antum a&#8217;lamu amilah Apakah kamu lebih mengetahui dibandingkan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala ini tidak benar ya ketika Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala menetapkan bagi dirinya maka kita wajib menetapkannya sebagai bukti kita mengimani kebenaran Alquran Jadi tidak boleh kita menafikan atau menolaknya kemudian wala tahrif tidak boleh kita menyelewengkan maknanya<\/li>\n\n\n\n<li>ada sebagian orang yang menolak ada juga yang menetapkan tapi mentakwilkannya memalingkan maknanya dari dhohirnya tapi tanpa dalil kayak tadi seolah-olah lafadz Alquran itu tidak jelas untuk dipahami sehingga harus dipalingkan dari makna yang sebenarnya yang ditunjukkan di dalam bahasa Arab mereka mengartikan Rida itu artinya kehendak Allah untuk memberikan pahala ya Padahal kita ketahui Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala ketika mengungkapkan bahwa dia Ridho Kenapa harus dipalingkan maknanya Apakah Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;Ala<\/li>\n\n\n\n<li>menurunkan ayat-ayat ini untuk memberikan penjelasan dalam rangka menyempurnakan iman hamba-hambanya yang beriman atau Justru untuk mengkaburkan dan membingungkan jelas tidak mungkin untuk pengkaburan dan membuat bingung Alquran diturunkan sebagai petunjuk yang menjelaskan kemudian juga Apakah firman Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala disifati sebagai ucapan yang tidak jelas sehingga butuh ditakwilkan dengan kata-kata yang lain ya kata para ulama Ya kalau dalam keadaan manusia misalnya orang yang berkata sesuatu kemudian lafadznya perlu<\/li>\n\n\n\n<li>diartikan dengan kalimat lain itu ada dua kemungkinan Orangnya kurang pandai dalam berbicara kurang fasih bahasanya Iya kan orang yang kurang fasih kan dia bicaranya begini Maksudnya yang lain atau kemungkinan kedua orang yang takut kepada orang lain maka dia pakai bahasa tidak berani terang-terangan sekarang dua kemungkinan ini apakah ada pada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala Allah takut kepada siapa sehingga harus pakai bahasa-bahasa isyarat kemudian Apakah Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala firman-firmannya tidak jelas bahasanya tidak indah<\/li>\n\n\n\n<li>ya padahal allah subhanahu wa ta&#8217;ala berfirman waman ahsanu minallah hadis Siapakah yang lebih indah lebih bagus ucapannya dibandingkan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala Oleh karena itu kita wajib untuk menetapkan sifat bagi Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala sesuai dengan apa yang Allah tetapkan bagi dirinya dengan menafikan 4 perkara yang tadi kita sebutkan tentu saja menetapkan sifat ini memberikan faedah besar orang yang beriman ketika dia mengetahui Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala meridhoi sifat-sifat yang mulia kayak tadi bersyukur<\/li>\n\n\n\n<li>Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala Ridho dengan orang yang mentauhidkannya dan tidak menyekutukannya Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala tidak ridhoh kekufuran wala yardhol ibadah dan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala tidak meridai hamba-hambanya melakukan kekufuran Pasti orang yang beriman akan semangat mengejar hal-hal yang mendatangkan keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala menghindari hal-hal yang tidak diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta&#8217;ala yakni motivasi kita untuk semangat mengejar kebaikan tersebut Ya namanya orang yang benar dalam mencintai Allah pasti dia<\/li>\n\n\n\n<li>akan melakukan hal-hal yang diridhoi oleh Allah menghindarkan sebab-sebab yang tidak diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta&#8217;ala makanya kita katakan tadi ini bisa jadi termasuk dalam satu kaidah yang pernah kita nukilkan di pertemuan-pertemuan yang lalu ya jadi pernyataan ini dinukil oleh Imam Ibnu Katsir dari Sebagian ulama Salaf yang mengatakan barangsiapa yang mendustakan satu Karomah kemuliaan satu keutamaan dalam Islam maka dia tidak akan pernah mendapatkannya orang yang mengingkari sifat keridhaan Allah dikhawatirkan dia tidak akan<\/li>\n\n\n\n<li>mendapatkan ridho Allah subhanahu wa ta&#8217;ala naudzubillah Oleh karena itu ini merupakan ya satu hal yang saya katakan tadi keutamaan besar Jangan sampai kita salah dalam memahaminya kita menyimpang dari akidah Ahlussunnah Wal Jamaah dalam menetapkan sifat-sifat keutamaan dan kemuliaan seperti ini Insya Allah setelah selesai salat isya kita akan teruskan lagi kajian kita karena waktu sudah tiba maka kita laksanakan salat Isya dulu Insya Allah Barakallah fiikum Shallallahu Alaihi Wasallam Alhamdulillah<\/li>\n\n\n\n<li>kita lanjutkan sedikit pembahasan yang berhubungan dengan faedah mengimani dan menetapkan sifat Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala dari meridhoi seperti yang tadi kita nukilkan pernyataan dari Sebagian ulama Salaf yang mengatakan barangsiapa yang mendustakan satu kemuliaan maka dia tidak akan mendapatkan kemuliaan tersebut yakni dikhawatirkan orang-orang yang menolak sifat Allah subhanahu wa ta&#8217;ala ini mereka terhalangi dari mendapatkan keutamaan sifat ini tentu ini keburukan yang sangat besar orang-orang yang beriman pasti berusaha<\/li>\n\n\n\n<li>berlomba-lomba mencari sebab-sebab keridhaan Allah subhanahu wa ta&#8217;ala bukankah kita mengetahui para sahabat radhiallahu ta&#8217;ala anhuma&#8217;in orang-orang yang beriman ketika mereka dipuji dengan pujian yang tinggi disebutkan di dalam Alquran radiallahuan Allah Ridho kepada mereka dan mereka Ridho kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala maka celaka naudzubillahimindzalik orang-orang yang menolak sifat-sifat yang mulia seperti ini sehingga mereka terhalangi dari mendapatkan keutamaan dan kemuliaannya kemudian jamaah sekalian rahimakumullah<\/li>\n\n\n\n<li>sehubungan dengan kedudukan yang mulia di dalam Islam yaitu ridhoh Billahi robban Kepada Allah sebagai kaitannya dengan menetapkan sifat Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala Ridho ini jelas karena Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala kita ketahui di dalam Islam Ya Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala senantiasa memperlakukan kaidah Al jazaku Min jinsil amal balasan dari jenis perbuatan orang yang berusaha mencari keridhaan Allah subhanahu wa ta&#8217;ala kemudian ketika Allah meridhoinya pasti Allah akan memudahkan sebab-sebab agar hamba ini Ridho kepada Allah<\/li>\n\n\n\n<li>yang ini kita ketahui merupakan kedudukan yang sangat mulia dalam Islam sifat yang merupakan ciri orang yang merasakan iman yang sempurna di dalam Hadits Shahih riwayat Imam muslim dari Al Abbas bin Abdil Muthalib paman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Beliau berkata Sami itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Yakult aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Iman Man rodia Billahi rabban wabil Islami Dinan wabi Muhammadin Shallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah akan merasakan lezatnya Iman Nikmatnya Iman<\/li>\n\n\n\n<li>ya ini akan merasakan nikmatnya beribadah nikmatnya menjalankan ketaatan kepada Allah orang yang ridho Kepada Allah sebagai rabbnya Rida kepada Islam sebagai agamanya dan Ridho kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai rasulnya Oleh karena itu sifat-sifat kemuliaan seperti ini pasti kalau kita menetapkannya dengan benar akan memberikan manfaat memberikan pengaruh untuk menguat dan iman kita menyempurnakan penghambaan diri kita dan ketaatan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala Ya sudah pernah kita bahas tentu<\/li>\n\n\n\n<li>saja menetapkan sifat-sifat Allah ini adalah sebab yang paling besar dalam menyempurnakan semua kebaikan-kebaikan kita dalam agama ini oleh karena itu sekali lagi kita katakan beruntunglah orang-orang yang mengenal aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala karena dengan sebab ini Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala akan memudahkan banyak kebaikan baginya Alhamdulillah inilah yang bisa kita bahas dan kita kaji di kesempatan malam hari ini dari lanjutan pembahasan kitab Al Aqidatul wasithiyah karya syaikhul<\/li>\n\n\n\n<li>Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ta&#8217;ala Semoga kita bisa mengambil faedah ilmu yang bermanfaat yang mewariskan amalan saleh dan menjadi sebaik-baik bekal yang kita akan bawa ketika menghadap Allah subhanahu wa ta&#8217;ala pada hari kiamat nanti pada Allah fikum cukup sampai disini Insya Allah semoga bermanfaat ya dan Sebelum kita akhiri kita dengarkan kalau ada pertanyaan-pertanyaan yang Antum sampaikan baik yang berhubungan dengan materi ataupun di luar materi Barakallah fikum baik ada dua pertanyaan yang sampai di<\/li>\n\n\n\n<li>sini ya silakan Pak kita Selain nama presiden<\/li>\n\n\n\n<li>bijaksana ya Barakallah fiikum pertanyaan yang sangat baik sekali ini sama dengan pertanyaan yang di kertas ini sekaligus saya jawab berarti ya Apakah takwil sama dengan tafsir jika memang sama Mengapa ada Ilmu Tafsir dan dibolehkan jadi takwil itu secara asal bahasa maknanya adalah tempat kembalinya sesuatu makanya ketika Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala memerintahkan kita untuk mengembalikan permasalahan kepada Allah dan rasulnya Allah sebutkan di akhirnya apa sikap itulah yang terbaik dan yang<\/li>\n\n\n\n<li>paling baik nanti kesudahannya itu takwil jadi tempat kembalinya sesuatu kemudian takwil itu dibagi menjadi dua ada takwil yang benar terpuji ada takwil yang tercela takwil yang benar itu maknanya adalah tafsir yaitu dia menafsirkan sesuatu dengan dalil ketika dia memalingkan lafadz dari zahirnya itu dengan dalil ya ini benar penafsiran seperti ini karena ada dalil yang menjelaskannya maka diperbolehkan adapun takwil yang tercela dia memalingkan tanpa ada dalil hanya sekedar berdasarkan pemikiran akalnya saja ya Yang ini tentu saja kalau tidak ada<\/li>\n\n\n\n<li>dalilnya maka berarti berkata tentang agama tanpa ilmu berkata tentang Allah tanpa ilmu dan ini kita tahu celaannya besar bahkan kita sebutkan kemarin pernah kita Jelaskan di dalam surat al-a&#8217;raf Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala menyebutkan perbuatan dosa ini itu melebihi perbuatan Syirik keburukannya naudzubillahimindzalik sudah pernah kita bacakan dalilnya baik jadi yang tidak dibolehkan adalah memalingkan makna lafadz Alquran ke makna yang lain tanpa ada dalil tanpa ada dalil ini yang dikatakan dengan tarif Sebenarnya ya<\/li>\n\n\n\n<li>menyelewengkan Makna tersebut kalau pertanyaan tadi kita menganalogikan tentang Allah untuk memudahkan mendekatkan pemahaman ini boleh-boleh saja Tapi tentu dengan kaidah yang ketat ya yang kita serupakan disini hanya sekedar pendekatan makna contoh yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim sewaktu menjelaskan tentang apa rukiah melihat Allah pada hari kiamat nanti kata Rasulullah SAW sesungguhnya kalian akan melihat robmu melihat Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala sebagaimana kalian melihat<\/li>\n\n\n\n<li>bulan di malam purnama dan kalian tidak berdesak-desakan dalam melihatnya di sini yang diserupakan apa bukan menyerupakan Allah dengan bulan tetapi merupakan menyerupakan apa cara melihatnya begitu kan waktu kita melihat bulan purnama Apakah kita perlu bersalahkan Tidak semua orang ada yang bisa melihat di sini ada yang melihat di sana Iya kan di tempat sana di tempat yang ini semua bisa melihatnya maka diserupakan di sini kata para ulama Ar ru&#8217;iyah bukan almar&#8217;i Bil Mar&#8217;i tapi cara melihatnya yang diserupakan bukan<\/li>\n\n\n\n<li>yang dilihat yang disamakan bukan Allah disamakan dengan bulan tidak sama sekali tidak mungkin itu dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka di sini diperbolehkan misalnya kita mengatakan begini dalam contoh manusia ketika dikatakan dia orang yang berilmu orang yang memiliki pengetahuan Apakah ini sifat terpuji atau tercela orang yang berilmu tentunya tercela pasti terpuji kalau manusia saja dipuji ini apalagi Allah subhanahu wa ta&#8217;ala yang tentu dia memiliki ilmu yang Maha Sempurna ini yang seperti ini pendekatan<\/li>\n\n\n\n<li>seperti ini diperbolehkan cuma nanti tentu saja kalau yang berhubungan dengan nama-nama Allah subhanahu wa ta&#8217;ala dan sifat-sifatnya kita harus lebih berhati-hati kalau pendekatan makna seperti tadi boleh karena kita harus ingat nama-nama dan sifat-sifat Allah itu bukan cuma baik dan indah tapi Maha Baik Maha indah sampai kata para ulama menerjemahkannya pun dalam bahasa lain belum tentu terjemahan itu mewakili sehingga bagusnya nanti Misalnya kita menyebut nama Allah dalam doa kita itu lebih bagus kita sebut dengan bahasa<\/li>\n\n\n\n<li>Arabnya misalnya ya Rob Ya Allah ya Rahman ya Rahim jangan pakai terjemahannya Wahai Tuhanku Wahai yang maha pengasih maha penyayang meskipun secara pendekatan makna ini dekat tetapi ketika kita memanggil berarti kan kita sebut nama nama yang Allah sebutkan untuk dirinya itu maha indah terjemahannya mungkin bagus tapi belum tentu bisa mewakili kemarin yang ada pada nama Allah subhanahu wa ta&#8217;ala yang sebenarnya kita lebih bagus untuk merujuk kepada penjelasan para ulama ketika kita ingin membuat perumpamaan seperti itu sebenarnya kalau yang<\/li>\n\n\n\n<li>berhubungan dengan masalah kenapa Allah menciptakan surga dan neraka ya jawabannya sederhana saja karena manusia tidak semua taat kau ciptakan surga saja Berarti justru Ini dzolim Masa orang yang taat dan orang yang durhaka disamakan Iya kan orang yang disamakan Justru karena ada surga dan neraka berarti Allah Maha Adil orang yang taat dibalas dengan kebaikan orang yang durhaka dibalas dengan keburukan sesuai dengan perbuatannya itupun Allah masih memberikan kesempatan dia untuk bertobat makanya banyak hikmah-hikmah yang<\/li>\n\n\n\n<li>disebutkan oleh para ulama ketika menjelaskan masalah-masalah seperti ini untuk menunjukkan kesempurnaan sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala baik ada pertanyaan lagi mohon sarannya saya akhwat yang sudah dilamar oleh ikhwan yang Insyaallah agamanya sangat bagus Masya Allah ya namun tiba-tiba saya tidak siap entah apa sebabnya mohon pencerahannya Insya Allah disini banyak yang siap pertama dia mengatakan Ikhwan ini sangat bagus agamanya dari apa Apakah dia sudah dapatkan informasi yang benar-benar akurat bertanya dengan orang yang<\/li>\n\n\n\n<li>mengenalnya Ya intinya kalau dia sudah memantapkan seperti itu kan yang dianjurkan di dalam Islam kalau dalam salat istikharah kemudian Allah mudahkan sebab-sebabnya tidak ada sebab-sebab yang menjadikan dia ragu atau mundur maka harusnya dia laksanakan sesuai dengan hasil istikharahnya tersebut tetapi kalau tiba-tiba dia tidak siap harusnya ada sebabnya ya apakah ini adalah tipu daya silton menjadikan dia ragu padahal katanya Ikhwan ini Baik agamanya ya Atau mungkin ada sesuatu Insya Allah kalau dia istikharah dengan<\/li>\n\n\n\n<li>benar ya kemudian dia laksanakan sebab-sebabnya ternyata Allah mudahkan yang terbaik adalah dia berusaha melanjutkannya Kalau mungkin ada hal-hal yang ragu dia perlu tanyakan kembali mungkin informasi tentang Ikhwan tersebut ada yang data-datanya kurang akurat ya dia tanyakan kembali kepada orang-orang yang benar-benar bisa memberikan informasi yang objektif ya nah jadi sebab keraguannya ini atau tiba-tiba dia tidak siap ini Apa perlu kita ketahui Apakah hanya sekedar godaan setan atau keinginan hawa nafsu harus diperjelas dulu kalau itu sesuatu<\/li>\n\n\n\n<li>yang tidak ada dasarnya ya sebaiknya dia petis hal ini Untuk dia mantapkan dirinya karena dia Sudah istikharah sudah meminta dari Allah subhanahu wa ta&#8217;ala pilihan yang terbaik tentang urusannya tersebut nah Barakallah Kalau tidak ada pertanyaan lagi kita cukupkan sampai di sini kajian kita mudah-mudahan apa yang kita bahas bermanfaat untuk kebaikan dunia dan akhirat kita mohon maaf atas segala yang salah dan kurang kita akhiri Shallallahu Alaihi Wasallam wabaraka ala Nabina Muhammad wa ala alihi wa sahbi ajma&#8217;in<\/li>\n\n\n\n<li>walhamdulillahi rabbil alamin Subhanallah wabihamdika Ashadu alla ilaha illa Anta astagfiruka wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4002","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rodjatv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>#10 Menetapkan Sifat Allah Ar Ridha (Meridhoi) Murka &amp; Benci - Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA - Transkrip<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/10-menetapkan-sifat-allah-ar-ridha-meridhoi-murka-benci-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"#10 Menetapkan Sifat Allah Ar Ridha (Meridhoi) Murka &amp; Benci - Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA - Transkrip\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/10-menetapkan-sifat-allah-ar-ridha-meridhoi-murka-benci-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Transkrip\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-13T02:34:59+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/10-menetapkan-sifat-allah-ar-ridha-meridhoi-murka-benci-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/10-menetapkan-sifat-allah-ar-ridha-meridhoi-murka-benci-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/\",\"name\":\"#10 Menetapkan Sifat Allah Ar Ridha (Meridhoi) Murka &amp; Benci - Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA - Transkrip\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-07-13T02:34:59+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-13T02:34:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/10-menetapkan-sifat-allah-ar-ridha-meridhoi-murka-benci-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/10-menetapkan-sifat-allah-ar-ridha-meridhoi-murka-benci-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/10-menetapkan-sifat-allah-ar-ridha-meridhoi-murka-benci-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"#10 Menetapkan Sifat Allah Ar Ridha (Meridhoi) Murka &amp; Benci &#8211; Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\",\"name\":\"Transkrip\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\"],\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"#10 Menetapkan Sifat Allah Ar Ridha (Meridhoi) Murka &amp; Benci - Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA - Transkrip","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/10-menetapkan-sifat-allah-ar-ridha-meridhoi-murka-benci-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"#10 Menetapkan Sifat Allah Ar Ridha (Meridhoi) Murka &amp; Benci - Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA - Transkrip","og_url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/10-menetapkan-sifat-allah-ar-ridha-meridhoi-murka-benci-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/","og_site_name":"Transkrip","article_published_time":"2026-07-13T02:34:59+00:00","author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/10-menetapkan-sifat-allah-ar-ridha-meridhoi-murka-benci-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/10-menetapkan-sifat-allah-ar-ridha-meridhoi-murka-benci-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/","name":"#10 Menetapkan Sifat Allah Ar Ridha (Meridhoi) Murka &amp; Benci - Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA - Transkrip","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website"},"datePublished":"2026-07-13T02:34:59+00:00","dateModified":"2026-07-13T02:34:59+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/10-menetapkan-sifat-allah-ar-ridha-meridhoi-murka-benci-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/10-menetapkan-sifat-allah-ar-ridha-meridhoi-murka-benci-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/10-menetapkan-sifat-allah-ar-ridha-meridhoi-murka-benci-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"#10 Menetapkan Sifat Allah Ar Ridha (Meridhoi) Murka &amp; Benci &#8211; Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/","name":"Transkrip","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/ngaji.id\/tran"],"url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4002"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4002"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4002\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4003,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4002\/revisions\/4003"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4002"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4002"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4002"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}