{"id":4008,"date":"2026-07-13T09:38:40","date_gmt":"2026-07-13T02:38:40","guid":{"rendered":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?p=4008"},"modified":"2026-07-13T09:38:41","modified_gmt":"2026-07-13T02:38:41","slug":"13-menetapkan-dua-tangan-bagi-allah-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/13-menetapkan-dua-tangan-bagi-allah-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/","title":{"rendered":"#13 Menetapkan Dua Tangan Bagi Allah &#8211; Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA"},"content":{"rendered":"\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdalillah nahmaduhu waasta&#8217;inuhu wa nastagfiruh wa naudubillahi Min syururi anfusina Wamin sayiati a&#8217;alina May yahdihillahu Fala mudillalah wamay yudlil Fala hadiyaalah wa Ashadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan ya auhina amanahqqq wutunna illa Wa Antum muslimun ya auhqubakumzi khum Min nafs Wahidah wq minaha wuma rijah<\/li>\n\n\n\n<li>[Musik] yaahakumakumumahahuqan allahumi was Wik na Alhamdulillah maasyiral muslimin jemaah sekalian rahimakumullah Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala atas semua limpahan Taufik atas kemudahan yang diberikannya kepada kita untuk selalu menuntut ilmu agama selalu bersemangat mempelajari petunjuk yang diturunkannya kepada nabinya yang mulia Nabi Muhammad<\/li>\n\n\n\n<li>Sallallahu Alaihi Wa alaii wasallam Alhamdulillah di malam hari ini kita bersyukur kita kembali dimudahkan untuk mengadakan majelis ilmu yang mulia di Masjid Nurul Iman masjid yang Mubarak yang penuh berkah ini di dalam pembahasan lanjutan mengkaji kitab yang sangat bermanfaat kitab al-qidatul wasitiyah karya dari syekhul Islam Abu Abbas Ahmad Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala Alhamdulillah jemah sekalian rahimakumullah kita masih membahas ayat-ayat al-qur&#8217;an juga hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang<\/li>\n\n\n\n<li>menjelaskan tentang kemaha indahan kemahatinggian sifat-sifat Allah sifat-sifat kesempurnaan Allah bagaimana kita memahaminya dan menetapkannya sesuai dengan Akidah ahlusunah Wal Jamaah agar kita benar-benar bisa mengambil faedah dari pembahasan akidah pembahasan tauhid utamanya tauhid nama-nama dan sifat sifat Allah subhanahu wa taala yang ini merupakan mayoritas Kandungan isi al-qur&#8217;an sebagaimana yang pernah kita nukilkan pernyataan dari syekhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala di kitab beliau yang lain Beliau<\/li>\n\n\n\n<li>mengatakan alqur&#8217;anu fihi minikril asma wasifati aksaru mimma fihi aksaru mimma fihi Min diikril AKLI wasurbi W nikahi fil Jannah Wal ayatul mutadominatu liikril asmaai wasifati aomu qadron Min ayatil ma&#8217;ad al-qur&#8217;an di dalam ayat-ayatnya yang menyebutkan tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah lebih banyak ya lebih banyak dibandingkan ayat-ayat yang menjelaskan tentang kenikmatan di akhirat kenikmatan di surga yakni yang menjelaskan tentang makanan yang lezat minuman dan pernikahan di surga sebagaimana ayat-ayat dalam<\/li>\n\n\n\n<li>al-qur&#8217;an yang mengandung pembahasan nama-nama dan sifat-sifat Allah lebih tinggi keutamaannya lebih tinggi kedudukannya dibandingkan ayat-ayat yang menjelaskan tentang almaad hari akhir tentang hari kiamat ini sudah pernah kita Jelaskan ya sebagaimana kita ketahui bersama ketika Allah subhanahu wa taala menjelaskan tentang tingginya kenikmatan di surga Agungnya balasan kebaikan yang Allah subhanahu wa taala siapkan bagi hamba-hamba yang ber Iman di surga nanti sebagaimana ketika Allah subhanahu wa taala menjelaskan<\/li>\n\n\n\n<li>dahsyatnya azab pada hari kiamat dahsyatnya azab neraka tentu ini merupakan motivasi yang sangat besar untuk menguatkan keimanan kita menjadikan kita semangat dalam melakukan kebaikan menundukkan hawa nafsu di jalan Allah subhanahu wa taala semangat untuk bertobat ketika melakukan perbuatan dosa tapi motivasi dengan menyebutkan keadaan ya di akhirat nanti ternyata kalah dibandingkan dengan motivasi yang lebih besar dibandingkan itu semua yaitu menyebutkan tentang kemahaindahan nama-nama Allah dan kemahatinggian kemahasempurnaan<\/li>\n\n\n\n<li>sifat-sifatnya Makanya al-qur&#8217;an lebih banyak memuat penjelasan tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wa taala dibandingkan penjelasan tentang surga dan neraka atau keadaan di hari akhir nanti Oleh karena itu jemaah sekalian rahimakumullah inilah Sebabnya kenapa penjelasan yang dijelaskan yang disebutkan oleh syikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala yang dimuat dalam kitab al-aqidatul wasitiyah ini yang ini merupakan penjelasan tentang akidah ahlusunah wal jamaah yang pertama kali yang banyak<\/li>\n\n\n\n<li>beliau bahas di awal-awal adalah ayat-ayat yang menjelaskan tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wa taala untuk mengikuti metode al-qur&#8217;an yang paling banyak menjelaskan dan membahas tentang tentang masalah ini makanya jemaah sekalian rahimakumullah mengenal Allah subhanahu wa taala memahami nama-nama dan sifat-sifatnya dengan benar ini menjadi landasan keimanan kita landasan semua kebaikan-kebaikan dalam agama kita bahkan para ulama ahlusunah Wal Jamaah sewaktu menyebutkan dakwah para nabi dan para<\/li>\n\n\n\n<li>rasul alaihatu wasalam ya poros utamanya poros utamanya adalah ajakan kepada umat untuk mengenal rabbnya untuk mengenal Rabb yang menciptakan mereka untuk mengenal kepada siapa mereka harus bersandar dalam segala kebutuhan ini termasuk inti utama atau poros utama dakwah para nabi dan para rasul alaihatu wasalam Imam Ibnu qayyim rahimahullah taala mengatakan sesungguhnya seruan dakwah para nabi dan para rasul berkisar pada tiga poros utama pertama alawal tfuhum birbil madai biasmaii wafatihi wa<\/li>\n\n\n\n<li>af&#8217;alii mengenalkan kepada umat tentang Rabb mereka tentang pencipta mereka tentang yang mengadakan mereka yang maha kuasa memberikan rezeki mengatur alam semesta yang maha kuasa mematikan dan menghidupkan mereka yaitu Allah subhanahu wa taala dengan memperkenalkan kepada umat ini nama-nama Allah subhanahu wa taala yang maha indah sifat-sifatnya yang Maha Tinggi dan perbuatan-perbuatannya yang maha terpuji searang Kenapa kira-kira poros dakwah yang pertama kali adalah mengenalkan tentang Allah Apa sebabnya Ya jelas karena ketika kita<\/li>\n\n\n\n<li>mengajak manusia kepada sesuatu kita harus mengajak mereka kepada hal yang paling yang bisa menjadikan hati mereka termotivasi untuk mengikuti ajakan kita sekarang apakah ada yang lebih indah dibandingkan Allah subhanahu wa taala Apakah ada yang lebih indah dibandingkan seseorang yang mengenal kesempurnaan sifat-sifat Allah kemahainahan nama-namanya yang dengan ini akan tumbuh cinta di hati manusia Apakah ada yang lebih indah dibandingkan ketika kita mengenalkan kepada hamba inilah Rabb yang maha kuasa atas segala sesuatu yang Dia Maha kaya<\/li>\n\n\n\n<li>yang di tangannyaalah segala kebaikan yang semua hajat dan kebutuhan hamba hanya dia yang maha kuasa untuk memenuhinya Jadi wajar ketika ini dijadikan sebagai poros dakwah yang pertama karena dengan ini ketika kita mengajak manusia kita mengajak mereka kepada siapa yang mereka sembah dan Kenapa mereka menyembah Allah ya mereka menyembah Allah karena memang Allah subhanahu wa taala satu-satunya yang pantas untuk disembah cuma dia yang pantas untuk kita meminta segala kebutuhan kita cuma dia Yang Maha Kuat dan maha perkasa yang<\/li>\n\n\n\n<li>bisa melindungi kita dari segala keburukan bisa mendatangkan kepada kita segala sesuatu yang mendatangkan kemaslahatan bagi bagi kita jadi dari semua pertimbangan wajar ketika ini menj jadi inti utama atau poros dakwah para nabi dan para rasul alaihiatu wasalam makanya ketika mereka mengajak umatnya kepada tauhid Allah subhanahu wa taala berfirman walaq baatna fiulli umtin rasulan anudullaha wtaniibut thut sungguh-sungguh telah kami mengutus kepada setiap umat seorang Rasul agar menyerukan kepada umatnya hendaknya<\/li>\n\n\n\n<li>kalian beribadah kepada Allah semata-mata dan jauhilah segala sesuatu yang disembah selain Allah maka seruan ini akan nyambung kepada umatnya sembahlah kalian kepada Allah semata-mata wajar karena semua sifat-sifat kesempurnaan ada pada dirinya dan dialah yang satu-satunya maha kuasa dalam semua semua hal tersebut hanya Dia Pencipta satu satu-satunya pelindung satu-satunya pemberi rezeki satu-satunya yang Maha Kuat dan maha perkasa satu-satunya yang di tangannyaalah segala perbendaraan langit langit dan bumi satu-satunya maka tidak mungkin<\/li>\n\n\n\n<li>pantas untuk disembah selain Dia Allah subhanahu wa taala dan tidak ada sekutu baginya Nah di sinilah ya kita mengetahui Kenapa penekanan tentang memahami nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wa taala begitu penting untuk kebaikan agama kita karena agama kita tidak akan menjadi indah kalau kita tidak mengenal keindahan Allah subhanahu wa taala kemahaahan nama-namanya dan kemahatinggian sifat-sifatnya sudah pernah kita Terangkan kalau penghuni surga saja yang merasakan kenikmatan surga setelah mereka bertemu dan memandang wajah Allah<\/li>\n\n\n\n<li>subhahu wa taala merekas upakan kenikmatan tersebut mereka merasakan ahaihim Azza W tidaklah mereka penghuni surga merasakan pemberian yang lebih mereka cintai lebih mereka sukai dibandingkan ketika bertemu dan memandang wajah Allah subhanahu wa taala maka tentu dalam kehidupan dunia ketika kita ingin benar-benar mengikhlaskan agama kita ketika kita ingin khusyuk dalam ibadah kita ketika kita berusaha untuk tidak terpedaya dengan perhiasan dunia yang palsu maka dengan izin Allah subhanahu wa taala Sebab utama yang akan<\/li>\n\n\n\n<li>bisa memalingkan kita dari penyimpangan-penyimpangan iman tersebut ya ketidak khusyukan ketidakikhlasan cinta dunia yang berlebihan lalai dari mengingat Allah semua keburukan-keburukan ini dengan izin Allah subhanahu wa taala akan kita diselamatkan darinya setelah kita mengenal memahami dengan benar kemahainahan nama-nama Allah dan kemahatinggian kemahasempurnaan sifat-sifatnya Syekh Abdur roazq hafidahullah taala dalam kitab fiqul asmail Husna menyebutkan kesimpulan w jumlahubudi kesimpulannya semua yang namanya ubudiah<\/li>\n\n\n\n<li>penghambaan diri semua yang namanya kebaikan-kebaikan dalam agama semua unsur-unsur yang menopang iman secara keseluruhan kembalinya adalah kepada memahami kandungan nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wa taala yang Maha Tinggi dan maha Mulia Oleh karena itu memang inilah pelajaran yang merupakan pembahasan tentang mayoritas petunjuk al-qur&#8217;an di sinilah kita belajar tentang keimanan yang sesungguhnya dan subhanallah ya jemaah sekalian rahimakumullah karena sewaktu kita mempelajari nama-nama dan sifat-sifat<\/li>\n\n\n\n<li>Allah yang kita pelajari adalah sifat-sifat kesempurnaan sifat-sifat Yang Maha terpuji yang maha Indah Maha Mulia kemudian hal-hal yang tidak pantas bagi Allah kita nafikan dengan kita menetapkan kesempurnaan yang sebaliknya karena pembahasannya semua tentang Yang Maha indah yang Maha Baik Yang Maha Sempurna yang Maha Tinggi Yang Maha Mulia kira-kira faedah ter besar yang akan tumbuh di hati kita sehubungan dengan keimanan kita setelah kita mempelajari pembahasan yang agung ini adalah masalah apa ya pasti adalah<\/li>\n\n\n\n<li>semakin kuat kecintaan kita kepada Allah semakin besar pengagungan kita pemuliaan kita kepadanya semakin menjadikan lisan kita selalu berzikir memuji Allah mensucikannya dari semua sifat-sifat kekurangan ini merupakan perkara yang otoma kalau hati kita selalu dipenuhi dengan pujian dan pengagungan kepada Allah selalu merenungkan tentang kemahainahan dan kemahatinggian kemahamuliaan sifat-sifat Allah oleh otomatis lisan kita akan selalu berzikir memujinya membesarkannya mensucikannya dari sifat-sifat kekurangan dan ketika kita<\/li>\n\n\n\n<li>berzikir kepada Allah selalu lisan kita berzikir disertai dengan pengagungan di dalam hati kita sungguh demi Allah inilah zikir yang paling utama inilah zikir yang paling besar manfaatnya inilah zikir yang keutamaannya sangat besar sampai disebutkan di dalam sebuah Hadis Qudsi yang sahih Allah subhanahu wa taala berfirman Ana Ma Abdi hauakar watahat bfatahu aku akan selalu bersama hambaku ketika hambaku mengingat mengingatku yakni merenungkan kebesaran dan keagungan Allah dan lisannya kedua bibirnya bergerak untuk<\/li>\n\n\n\n<li>memujiku di sini kata para ulama kebersamaan yang Allah maksudkan di hadis qusi ini adalah kebersamaan yang khusus yang terkandung di dalamnya penjagaan Allah Taufik darinya kemudahan bagi hamba ini untuk selalu Melakukan kebaikan penjagaan dari segala keburukan dan semua makna rahmat Allah subhanahu wa taala yang khusus yang diberikan kepada hamba ini dengan sebab apa lisannya berzikir memuji Allah subhanahu wa taala disertai dengan perenungan dan pengagungan kepada Allah di dalam hatinya maka sungguh demi Allah inialah diantara buah yang<\/li>\n\n\n\n<li>terbesar yang akan kita dapatkan tiap kali kita mempelajari dan semakin mendalami makna nama-nama Allah subhanahu wa taala yang maha indah dan sifat-sifatnya yang Maha Tinggi baik barakallahu fikum jemaah sekalian rahimakumullah Sekarang kita akan lanjut membaca kembali beberapa ayat al-qur&#8217;an kelanjutan dari pembahasan yang lalu tentang ayat-ayat yang menjelaskan tentang sifat-sifat Allah yang dinukil oleh syekhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala di dalam kitab al-qidatul wasitiyah ini sekarang ayat-ayat yang menetapkan<\/li>\n\n\n\n<li>tentang sifat Allah subhanahu wa taala yaitu alyadani Allah subhanahu wa taala memiliki alyadan dua tangan yang maha mulia yang Maha Tinggi Yang Maha Sempurna ini adalah sifat Allah yang disebutkan di dalam al-qur&#8217;an di dalam hadis-hadis yang sahih dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan juga ini penetapannya itu Berdasarkan ijmak kesepakatan para ulama Salaf ya berdasarkan ijm atau kesepakatan para ulama ahlusunah Wal Jamaah kesepakatan para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain bab kita lihat dua ayat yang dibawakan di dalam<\/li>\n\n\n\n<li>pembahasan ini pertama firman Allah subhanahu wa taala di surah sad ayat ke-75 ini firman Allah Subhanahu Wa Taala kepada iblis Laknatullah Alaihi ketika iblis diperintahkan sujud kepada Nabi Adam alaihiatu wasalam karena Allah menciptakan Nabi Nabi Adam dengan keistimewaan yaitu Allah subhanahu wa taala menciptakannya dengan tangannya yang maha mulia di surat Shad ayat ayat ke-75 Allah subhanahu wa taala berfirman azubillahim minasyaitanirrajim qala ya iblisu Ma manaaka an tasjuda a tasjuda lima khalaqtu biyadai<\/li>\n\n\n\n<li>astakba am minalin Allah berfirman wahai iblis apa yang menghalangimu untuk sujud dengan makhluk yakni Nabi Adam alaihiatu wasalam untuk sujud kepada makhluk yang aku ciptakan dengan kedua tanganku ini apakah kamu menyombongkan diri atau kamu termasuk orang-orang yang merasa dirinya tinggi di sini Allah subhanahu wa taala menyebutkan penciptaan Nabi Adam dengan FirmanNya lima khalaqtu biadaiya dengan makhluk yang aku ciptakan dengan kedua tanganku ini ya kita harus ingat Allah subhanahu wa taala menjadikan penyebutan penciptaan Adam dengan kedua<\/li>\n\n\n\n<li>tangannya di ayat ini sebagai keistimewaan dan ini Allah subhanahu wa taala tidak lakukan pada semua makhlukNya makanya kata para ulama ada tiga perkara yang Allah subhanahu wa taala lakukan dengan tangannya yang maha Mulia ya menciptakan Nabi Adam dengan kedua tangannya seperti yang disebutkan di dalam beberapa ayat termasuk ayat ini Kemudian yang kedua Allah menuliskan Kitab Taurat dengan tangannya kemudian Allah subhanahu wa taala menanam tanaman di surga yang kekal abadi surga Aden itu dengan tangannya inilah sebabnya Allah<\/li>\n\n\n\n<li>subhanahu wa taala memuliakan Nabi Adam alaihiatu wasalam sehingga disebut di ayat ini dalam bentuk pujian Nah jadi di ayat ini Allah subhanahu wa taala menyebutkan bahwa dia memiliki alyadani yaitu kedua tangan tiayib kemudian di ayat berikutnya ayat yang kedua di surah al-maidah ayat ke-64 di surat almaidah ayat ke 64 Allah subhanahu wa taala berfirman waqatil yahudu yadullahi maglulatun gullat aidihim walinu Bima qu bal yadahu mabsutotani yunfi Kaifa Yasya dan orang-orang Yahudi berkata tangan<\/li>\n\n\n\n<li>Allah Terbelenggu ini tentu merupakan ucapan yang sangat buruk yang keluar dari lisan-lisan mereka dan ini merupakan kebiasaan orang-orang Yahudi ya bersikap lancang sampai kepada Allah subhanahu wa taala apalagi kepada manusia nauzubillahalik ya mereka yang mengatakan di dalam Alqur&#8217;an juga disebutkan ucapan mereka Innallaha faqiru wahnu agniya Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala miskin dan kamilah orang-orang yang kaya alasannya apa kalau seandainya Allah itu kaya semua orang manusia akan dijadikan kaya tapi ini kenapa ada yang<\/li>\n\n\n\n<li>kaya ada yang miskin ini pemikiran bodoh dari mereka n kemudian mereka juga mengatakan ketika memahami mendengarkan Firman Allah subhahu wa taa Siapakah yang akan memberikan kepada Allah pinjaman yang baik sehingga Allah akan melipat gandakan baginya ini juga mereka jadikan dalil sebagai mengatakan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala itu fakir miskin Ya tentu saja Allah subhanahu wa taala mahatinggi dan maha suci dari ucapan buruk yang mereka katakan tersebut ini menunjukkan pemahaman mereka yang yang sangat rusak<\/li>\n\n\n\n<li>tib di surat almaidah Tadi mereka mengatakan orang-orang Yahudi berkata yadullahi maglulah tangan Allah Terbelenggu Allah berfirman gullat aidihim tangan merekalah yang akan dijadikan Terbelenggu sebagai balasan dari perbuatan mereka ya menisbatkan kepada Allah sifat yang tidak pantas baginyau ya tangan merekalah yang terbelenggu dan mereka dilaknat oleh Allah dijauhkan dari rahmat Allah dikarenakan ucapan mereka itu bahkan kedua tangan Allah selalu terbentang Dia berinfak memberikan melimpahkan rezeki kepada makhlukNya<\/li>\n\n\n\n<li>sesuai dengan kehendaknya tidak pernah berkurang perbendaraan yang ada di sisi allah subhanahu wa taala sejak dia menciptakan semua makhlukNya melimpahkan rezeki kepada mereka senantiasa tangannya terbentang kedua tangannya terbentang memberikan rezeki melimpahkan rezeki kepada makhlukNya tib jemaah sekalian rahimakumullah kita perhatikan di kedua ayat ini Allah subhanahu wa taala menyebutkan sifat alyadani bahwa dia memiliki kedua tangan ya memiliki kedua tangan yang ini diistilahkan oleh para ulama dengan asifatuzatiyatul<\/li>\n\n\n\n<li>khabariah sifat yang ada pada zat Allah yang kita tetapkan berdasarkan khabar berdasarkan ayat al-qur&#8217;an atau hadis yang sahih dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa alihi wasallam maka kita wajib menetapkannya dengan kita kembali mempraktikkan kaidah dari para ulama ahlusunah Wal Jamaah kita menetapkan sifat ini kenapa Karena Allah subhanahu wa taala menetapkan bagi dirinya di dalam banyak ayat al-quran bukan cuma dua dua ayat ini saja tabarakalladzi biyadihil mulku wahua ala kulli Sain Qadir maha suci Allah yang di tangannyaalah segala<\/li>\n\n\n\n<li>kerajaan langit-langit dan bumi dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu ya Jadi kita wajib menetapkannya karena al-qur&#8217;an menetapkannya hadis-hadis yang sahih dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam juga menetapkannya ya disebutkan di dalam beberapa hadis yang sahih Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam misalnya dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam albukhari dan Muslim Dari Abu Hurairah radhiallahu taala Anhu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabdaahutiamuk Allah subhanahu wa taala akan menggulung ini pada hari<\/li>\n\n\n\n<li>kiamat nanti Allah akan menggulung langit-langit dengan tangan kanannya dan juga akan menggulung bumi dengan tangannya yang lain kemudian juga dalam hadis riwayat Imam muslim Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda tentang dua tangan Allah waqilta yadahi yaminun dan kedua tangan Allah subhanahu wa taala adalah kanan yakni karena kedua-duanya adalah sifat yang Maha Tinggi dan maha Mulia tidak seperti yang ada pada makhluk ada tangan kanan dan tangan kiri tib jadi karena al-qur&#8217;an dan hadis-hadis yang sahih<\/li>\n\n\n\n<li>menetapkannya maka wajib kita menetapkannya bagi Allah subhanahu wa taala tadi kita katakan juga para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain para ulama Salaf sepakat dalam menetapkan sifat ini kita menetapkannya dengan kembali kita mempraktikkan kaidah yang disebutkan oleh para ulama ahlusunah Wal Jamaah ketika kita menetapkan sifat-sifat Allah kita harus menafikan empat perkara Apa itu empat perkara yang pertama bila tamsil tidak boleh kita menyerupakan sifat Allah ini dengan sifat makhluk ya kita katakan Allah memiliki<\/li>\n\n\n\n<li>dua tangan yang sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allah tidak sama dengan tangan yang ada pada makhluk ya sekarang B bukti atau Dalil yang menunjukkan pertama tadi dalil syariat ya Bahwasanya Allah subhanahu wa taala memiliki tangan yang tidak sama dengan makhluk Allah subhanahu wa taala berfirman wahuul bir Allah subhanahu wa taala tidak ada satupun yang serupa dengannya dalam semua dalam nama-namanya semua sifat-sifatnya pada zatnya tidak ada satu pun yang serupa dengan Allah dan dia maha mendengar lagi maha melihat ini<\/li>\n\n\n\n<li>secara dalil syariat kemudian dalam dalil akal pikiran akal atau kenyataan kita menetapkan satu sifat tidak mesti menyamakannya ini kita ulang berkali-kali ya kalau kita menetapkan satu sifat tidak mesti kita menyamakannya kemarin waktu kita membahas tentang penetapan sifat wajah bagi Allah Subhan wa taala karena orang-orang yang akan yang menolak sifat-sifat Allah akan beralasan kalau kita menetapkan sifat seperti ini berarti kita menyerupakan Allah dengan makhluk demi Allah ini adalah dusta dan batil karena menetapkan sifat tidak<\/li>\n\n\n\n<li>mesti kita menyerupakan kita Contohkan kemarin ya kata-kata wajah ketika kita mengatakan manusia punya wajah Apakah kita menyamakan wajah manusia dengan wajah binatang misalnya Lihatlah hakikat wajah manusia punya wajah beda dengan wajah kucing misalnya wajah kambing wajah binatang lain kuda gajah atau yang lainnya Padahal semua dinamakan wajah ya tetapi masing-masing punya kekhususan sesuai dengan keadaannya sendiri-sendiri di kalangan makhluk bisa berbeda bahkan lebih daripada itu manusia sendiri apakah wajahnya semua<\/li>\n\n\n\n<li>sama berbeda-beda Padahal semua dikatakan wajah ini untuk satu jenis makhluk bisa berbeda-beda wajahnya apalagi Allah subhanahu wa taala yang dia bukanlah makhluk dia adalah alkaliq yang sifat-sifatnya Maha Tinggi dan Maha Sempurna kita yakini sifat Allah subhanahu wa taala yaitu wajahnya kedua tangannya Maha Tinggi dan Maha Sempurna tidak sama dengan sifat makhluk yang penuh dengan kekurangan dan kelemahan jadi di sini kita menetapkan tanpa menyerupakan isbatun bila tamsil watanziihun bila tatil kita mensucikan Allah tapi tidak menolak<\/li>\n\n\n\n<li>sifat-sifatnya karena ternyata penetapan sifat tidak mesti mengandung penyerupaan karena sifat itu ditetapkan sesuai dengan dengan kepada siapa sifat itu dinisbatkan maka sifat makhluk sesuai dengan keadaan makhluk Adapun sifat-sifat Allah subhanahu wa taala Maha Tinggi dan Maha Sempurna sesuai dengan kemahatinggian dan kemahab besaran Allah subhanahu wa taala berarti bila tamsil kita menetapkan Allah memiliki kedua tangan dengan tidak menyerupakan dengan tangan yang ada pada makhluk yang kedua wala takyif tidak boleh kita membagaimanakan<\/li>\n\n\n\n<li>sifat Allah ini yakni tidak boleh kita mereka-reka dalam pikiran kita kira-kira seperti ini bentuknya kira-kira seperti ini ini tidak boleh karena ini bisa mengantarkan kepada tamsil menyerupakan Allah dengan makhluk karena para sahabat tidak pernah menanyakannya kita Yakin kaifiah sifat Allah keadaan yang sebenarnya dari sifat-sifat Allah ada tapi cuma Allah subhanahu wa taala yang mengetahuinya kita menetapkan sesuai dengan makna yang disebutkan di dalam bahasa Arab tetapi untuk mengetahui kaifiah keadaan yang<\/li>\n\n\n\n<li>sebenarnya ini bukanlah kemampuan akal pikiran kita karena Allah subhanahu wa taala tidak memberitakannya maka kita katakan yang mengetahui kaifiah sifat-sifat Allah cuma Allah subhanahu wa taala sendiri makanya sudah pernah kita bahas berkali-kali imam Malik bin Anas rahimahullah taala ketika menyebutkan tentang orang yang menanyakan tentang kaifiah sifat Allah Beliau mengatakan Al imanu bihi wajib wasalu Anhu bidah mengimani tentang sifat-sifat Allah itu wajib Tapi menanyakan tentang kaifiahnya itu adalah adalah kebidahan sesuatu yang dilarang<\/li>\n\n\n\n<li>di dalam agama tib yang ketiga apa yang kita nafikan yang ketiga wala tahrif tidak boleh kita menyelewengkannya karena akan ada orang-orang yang mengatakan Oh artinya kedua tangan di sini bukanlah tangan tapi artinya adalah kekuatan atau nikmat Subhanallah Apakah Allah subhanahu wa taala kehabisan kosakata al-qur&#8217;an kekurangan kata sehingga untuk mengungkapkan kata-kata nikmat dan kekuatan harus pakai lafaz yang lain terus bagaimana kalau dikatakan di sini baladahu bahkan kedua tangan Allah berarti dua kekuatan atau berarti nikmat Allah Hanya<\/li>\n\n\n\n<li>dua saja ini pengertian yang batil para ulama Salaf mengatakan tentang ayat-ayat yang menyebutkan sifat-sifat Allah subhanahu wa taala maknakanlah pertikanlah ayat ini Pahamilah ayat ini sesuai dengan bagaimana turunnya ayat ini yakni dipahami dalam bahasa Arab tidak boleh kita menyelewengkan maknanya kita katakan Allah subhanahu wa taala memiliki tangan yang Hakiki sebagaimana yang Allah subhanahu wa taala beritakan tib jadi itu adalah penafian yang ketiga ya menafikan wala tahrif tidak boleh menyelewengkan kandungan maknanya kita<\/li>\n\n\n\n<li>harus ingat tahrif ini juga merupakan sifat-sifat orang-orang Yahudi yang disebutkan di dalam Alquran mereka adalah orang-orang yang selalu menyelewengkan kalimat-kalimat Allah firman-firman Allah dari tempat tempatnya naubillahalik dan yang keempat wtil tidak boleh kita menolak sifat-sifat Allah wajib kita menetapkannya karena Allah menetapkan bagi dirinya demikian pula Rasulullah Sallallahu alhi wasallam menetapkan bagi Allah subhanahu wa taala dan tentu kita Yakin Allah subhanahu wa taala yang maha mengetahui tentang sifat-sifat kesempurnaan<\/li>\n\n\n\n<li>yang pantas dan sesuai dengan kebesaran dan keagungannya ya apalagi kita tahu masalah ini adalah masalah akidah agar kita mengenal Allah tidak mungkin dalam masalah-masalah seperti ini Allah subhanahu wa taala menetapkan sesuatu yang tidak pantas atau Allah subhanahu wa taala menyebutkannya dengan bahasa yang tidak jelas atau susah dipahami masalah akidah adalah masalah yang paling dibutuhkan dalam keimanan kita dalam kebaikan agama kita maka mestinya dijelaskan di dalam al-qur&#8217;an dan hadis-hadis yang sahih dari Rasulullah<\/li>\n\n\n\n<li>Sallallahu Alaihi Wasallam dengan penjelasan yang gamblang dan sangat jelas tib jadi di sini kita menetapkan berdasarkan akidah ahlusunah Wal Jamaah Allah subhanahu wa taala memiliki dua tangan yang Maha Tinggi dan maha Mulia sesuai dengan kebesaran dan keagungannya tib sekarang jemaah sekalian rahimakumullah sehubungan dengan sifat ini tadi kita sudah jelaskan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala memiliki dua tangan yang maha mulia yang maha Indah bahkan Rasulullah sallallah Wasallam menegaskan di hadis tadi riwayat Imam muslim<\/li>\n\n\n\n<li>waakiltaadahi yaminun kedua tangan Allah subhanahu wa taala adalah kanan ya Ada sebagian hadis yang diriwayatkan dalam imam muslim menyebutkan dengan lafaz ya iaduhuimal tangan kirinya ini lafaz yang dijelaskan oleh para ulama di antaranya ada yang menjelaskan bahwa lafaz ini adalah lafaz yang tidak sahih lafaz yang nyeleneh atau syad bertentangan dengan hadis-hadis yang lebih kuat seperti hadis yang tadi kita baca riwayat Bukhari dan Muslim itu menyebutkan dengan biyadihil ukhro dengan tangannya yang lain tidak menyebutkan tentang adanya<\/li>\n\n\n\n<li>asyimal atau tangan kiri bagi Allah subhanahu wa taala tib kemudian di dalam ayat-ayat al-qur&#8217;an terkadang sifat ini disebutkan dalam bentuk Mufrad satu tangan seperti tadi firman Allah subhanahu wa taala misalnya di surah almulk ayat yang pertama tabarzi biadiil mulku wahua qir Ya Maha berkah maha suci Allah subhanahu wa taala yang di tangannya lah segala kekuasaan langit-langit dan bumi Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu ini tidak ada masal salah karena penyebutan satu ini mewakili yang lain kalau kita mengatakanah kalau kalian akan<\/li>\n\n\n\n<li>menghitung ingin menghitung nikmat disebutkan dengan satu nikmat bukan dikatakanah kalau Nam kan artinya banyak nikmat tapi di sini Maksudnya satu mewakili semua nikmat Allah ya Dan ini biasa digunakan dalam bahasa bahkan bahasa kita tib kalau kita misalnya mengatakan rumah itu memiliki pintu bukan berarti cuma satu pintunya Iya kan satu pintu ini kita sebutkan mewakili semua pintu yang ada di rumah tersebut tib tapi juga sekarang ada permasalahan di beberapa ayat al-qur&#8217;an Allah subhanahu wa taala menyebutkan Ya Allah subhanahu wa taala<\/li>\n\n\n\n<li>menyebutkan sifatnya ini dalam bentuk jamak ya dalam bentuk jamak sebagaimana misalnya yang Allah subhanahu wa taala Sebutkan di dalam surah Yasin ayat ayat ke-71 Allah subhanahu wa taala menyebutkan awalam Yar annaq lahum mimma amilat aidina Anun Apakah manusia tidak melihat bahwa kami menciptakan untuk mereka Anam binatang-binatang ternak dari apa yang dilakukan oleh tangan-tangan kami ini dalam bentuk jamak ya Insyaallah nanti kita akan Terangkan lagi setelah selesai melaksanakan salat Isya Karena sekarang sudah waktu salat isya barakallahu fikum<\/li>\n\n\n\n<li>kita cukupkan sementara Sallallahu wasallam wabarak ala Nabina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi waman tabiahum bisanin Il yaumiddin walhamdulillahiabbil alamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah Alhamdulillahi Al Ihan wasukrahu Taufik waadu Alla ilahaillallah wahdahuikahu Anna Muhammad abduhuuidahu Alaihi Wa alihi Wai wa akah sikit kita tambahkan keterangan yang berhubungan dengan penetapan sifat Allah subhanahu wa<\/li>\n\n\n\n<li>taala Bahwasanya Allah subhanahu wa taala memiliki dua tangan yang Maha Agung dan Maha Tinggi sesuai dengan kebesaran dan keagungannya bagaimana kita mengkompromikan hal itu dengan firman Allah Yang tadi kita bacakan di surat Yasin ayat ke-71zubillahasyaitanirim Awam tidaklah mereka Tidakkah Mereka melihat bahwa kami telah menciptakan untuk mereka dari hal yang dilakukan oleh tangan kami menciptakan untuk mereka binatang-binatang ternak sehingga mereka bisa memilikinya Kenapa di sini disebutkan tangan dalam bentuk ID artinya<\/li>\n\n\n\n<li>jamak ya yang kita ketahui menurut mayoritas dari para ahli bahasa Jamak itu lebih dari dua kalau dalam bahasa Arab Bagaimana cara kita mengkompromikan ini maka dijawab oleh Syekh Ibnu utsimin rahimahullah taala dalam kitab syarah alqidatul wasitiah beliau menyebutkan bahwa kalau kita mengambil pendapat dari Sebagian ulama yang menyebutkan bahwa Jamak itu ya sebagian pendapat yang mengatakan bahwa jamah itu bisa berlaku untuk dua atau lebih minimal dua meskipun ini tentu tidak sesuai dengan pendapat mayoritas ulama ahli<\/li>\n\n\n\n<li>bahasa Arab Maka kalau dengan pengertian seperti ini maka berarti tidak ada masalah ya apalagi bukti-bukti dalam syariat ada hal-hal yang membenarkan bahwa dua itu sudah bisa disebut sebagai jamak contoh seperti salat berjamaah salat berjamaah ya itu ketika disebutkan dua atau dua orang yang melakukannya sudah dikatakan sebagai salat berjamaah tib kemudian juga dalam hal yang berhubungan dengan warisan ya Jamak itu bisa minimal dua orang sudah dikatakan jamak atau lebih tentu saja nah tib itu yang pertama yang<\/li>\n\n\n\n<li>kedua ayat ini menyebutkan dengan bentuk jamak tangan alidi tapi bukan maksudnya di sini kembali kepada tangan itu sendiri ya karena misalnya ketika Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam surah arrum ayat ke-41ad telah nampak kerusakan yakni musibah bencana di daratan dan di lautan karena perbuatan yang dilakukan oleh tangan-tangan manusia Maksudnya di sini bukan tangan saja Ya Termasuk yang dilakukan oleh mata manusia pendengarannya dilakukan oleh lisannya kakinya tapi diungkapkan dengan bentuk tangan artinya diri manusia berarti di<\/li>\n\n\n\n<li>sini bukan kembali kepada makna tangan itu sendiri tib kemudian juga dengan jawaban lain yang disebutkan oleh Syekh Ibnu utsimin rahimahullah taala bahwa ketika Jamak itu digandengkan dengan damir atau kata ganti yang menunjukkan lebih dari satu itu ketika misalnya ada dua ada sesuatu yang berjumlah dua digandingkan dengan kata ganti yang menunjukkan arti seperti nahnu kami itu pantasnya yang dua itu disebutkan dalam bentuk jamak contoh seperti firman Allah subhanahu wa taala di surah at-tahrim ketika Allah subhanahu wa<\/li>\n\n\n\n<li>taala menyebutkan tentang dua istri Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu Aisah dan Ha radallahu An Allah berfirman ya jika kalian berdua bertobat kepada Allah maka Sungguh hati kalian berdua telah cenderung kepada kebaikan Di sin disbkan disbkan denganhati kalian dari dua Padahal maksudnya adalah dua orang ini karena kesesuaian secara secara bahasa seperti itu alulihal kesimpulannya di sini ayat-ayat tadi tidaklah bertentangan dengan penetapan yang tadi sudah kita sebutkan disepakati oleh para ulama Salaf bahwa Allah<\/li>\n\n\n\n<li>subhanahu wa taala memiliki dua tangan yang Hakiki sesuai dengan kebesaran dan keagungannya tidak sama dengan apa yang ada pada makhluk tib maka dengan ini kita wajib menetapkan ya sifat ini bagi Allah subhanahu wa taala adapun pentakwilan orang-orang yang mentahrif atau menyelewengkan makna ayat-ayat ini dengan mengartikan tangan itu adalah kekuatan atau tadi nikmat ini adalah pentakwilan yang batil ya karena Ini menyelisihi Zahir dari lafaz ayatayat al-qur&#8217;an tersebut dan hadis-hadis yang sahih yang tadi kita sebutkan<\/li>\n\n\n\n<li>kemudian ini jelas bertentangan dengan ijma atau kesepakatan para ulama Salaf kemudian ini juga kalau kita praktikkan nanti Makna ini dengan ayat-ayat atau hadis-hadis tadi maka akan terlihat makna yang tidak yang tidak sesuai ya Misalnya ketika disebutkana tangan Allah apa yang aku ciptakan dengan kedua tanganku berarti dengan kedua nikmatku dua kekuatanku tidak tidak akan tidak akan sesuai namam kemudian berikutnya Kalau seandainya diartikan tangan di sini dengan kekuatan maka berarti tidak ada keistimewaan penciptaan Adam seperti<\/li>\n\n\n\n<li>yang tadi kita sebutkan Allah subhanahu wa taala menyuruh iblis untuk sujud kepada Adam Karena Allah menciptakannya dengan keistimewaan dengan kedua tangannya kalau seandainya Allah menciptakannya dengan kekuatan maka iblis nanti akan beralasan Ya Allah Bedanya apa kalau begitu dia dengan saya saya juga engkau ciptakan dengan kekuatanmu padahal jelas ayat tadi maksudnya adalah menyebutkan tentang keistimewaan Nabi Adam alaihiatu wasalam makanya pengertian atau pentakwilan ini sangat jauh dari kebenaranb maka Mak inilah ya dua ayat<\/li>\n\n\n\n<li>yang dibawakan oleh syaikhul Islam Ibnu taimiyyah rahimahullah taala dalam pembahasan yang berhubungan dengan penetapan sifat dua tangan bagi Allah subhanahu wa taala tangan yang Hakiki yang sesuai dengan kebesaran dan keagungan Allah subhanahu wa taala tib Cukup sampai di sini Insyaallah kajian kita di kesempatan malam hari ini semoga kita bisa mendapatkan faedah ilmu yang semakin menambah keyakinan kita yang semakin menguatkan keimanan kita kepada Allah subhanahu wa taala serta menyempurnakan tauhid kita kepadanya utamanya yang berhubungan<\/li>\n\n\n\n<li>dengan Tauhid mengenal nama-nama Allah subhanahu wa taala yang maha indah dan sifat-sifatnya yang Maha Tinggi Barakallah fikum Sebelum kita akhiri kalau ada pertanyaan yang ingin Antum sampaikan silakan Iya barakallahu fikum Kalimat takwil pertama itu bisa mengandung arti positif bisa mengandung arti negatif makanya kita katakan takwil yang batil karena takwil itu bisa mengandung arti positif tafsir dikatakan takwil kan tafsir kan ada yang benar Iya kan Makanya kalimat takwil juga digunakan takwil secara bahasa itu dari kata kata-kata ala yaulu<\/li>\n\n\n\n<li>tempat kembalinya sesuatu sehingga tafsir pun diartikan takwil cuman ketika takwil itu ada dalilnya maka ini adalah berarti tafsir yang benar tapi kalau tanp tanpa dalil dikatakan tahrif menyelewengkan yaitu takwil yang batil tadi nah orang-orang yang menolak sifat-sifat Allah menggunakan takwil ya Ee ada yang langsung menolak secara terang-terangan contoh orang-orang jahmiah atau orang-orang muktazilah ini tentu sangat jauh dari akidah ahlusunah Wal Jamaah bahkan para ulama mengkafirkan mereka tapi ada yang menolak tidak<\/li>\n\n\n\n<li>terang-terangan ketika dia ingin menolak Ya tentu dia takut karena menolak ayat-ayat al-qur&#8217;an menolak hadis-hadis yang sahih maka dia menggunakan cara takwil tidak dengan terang-terangan tapi dia mengatakan oh ini maknanya adalah seperti ini diselewengkanlah maknanya contoh tentang sifat istiwa Kalau mungkin mereka Langsung menolaknya kita katakan Masyaallah ini banyak dalam al-quran kufur hukumnya orang yang menolak ayat-ayat ini tapi dia mengatakan saya tidak mentakwil tapi maknanya adalah bukan seperti itu tapi<\/li>\n\n\n\n<li>maknanya adalah istaula menguasai Arsy seperti yang mereka takwilkan jadi tujuannya adalah sama untuk menolak sifat Allah tersebut ya oleh karena itulah para ulama menyebutkan Ya tentu saja orang-orang yang mentakwil lebih ringan dibandingkan dengan orang yang menolak terang-terangan orang yang mentakwilkannya dia tidak menolak ya tujuannya adalah seperti yang mereka sangka itu untuk mensucikan Allah tapi metode seperti ini sangat bertentangan dengan pemahaman para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain dan ternyata pada kenyataannya menurut<\/li>\n\n\n\n<li>Manhaj yang benar menetapkan sifat-sifat Allah tidak berarti menyerupakan Allah subhanahu wa taala dengan makhluk sehingga kita tidak membutuhkan takwil yang batil seperti itu Nah Barakallah Fik silakan yang lain kalau masih ada itu di berdasarkan kata mereka sifat yang ditetapkan dalam akal padahal ini ukurannya akal siapa ya kita ketahui Allah subhanahu wa taala ada ada nama-namanya yang berjumlah 99 setiap nama saja mengandung satu sifat berarti sudah ada 99 sifat ya apalagi ada sifat-sifat Allah yang tidak<\/li>\n\n\n\n<li>diambil dari namanya yang Allah tetapkan sendiri dalam banyak ayat-ayat al-qur&#8217;an ini juga sudah menunjukkan Bahwasanya sifat-sifat Allah itu lebih dari hal tersebut bahkan Rasulullah Su wasam pernah menyebutkan dalam doa beliauahih Muslim Ya Allah aku tidak mampu membatasi pujian dan Sanjungan bagimu Engkau adalah seperti pujian dan Sanjungan yang engkau peruntukkan bagi Dirimu Berarti sifat-sifat Allah tidak terbatas sifat kesempurnaannya tidak terbatas karena Rasulullah was tidak bisa membatasinya apagi Apalagi selain<\/li>\n\n\n\n<li>beliauallallahu Alaihi was salam nah baik Barakallah fikum Kalau tidak ada pertanyaan lagi kita cukupkan sampai di sini kajian kita semoga bermanfaat untuk kebaikan dunia dan akhirat kita mohon maaf atas segala yang salah dan kurang kita akhiri Sallallahu wasallam wabarak ala Nabina Muhammad waa alihi wa ashabihi waman tabiahum Bian yaumiddin walhamdulillahiabbil alamin subhanakallahum wabihamdika asadu Alla ilahailla Anta astagfiruka waubu Ila wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4008","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rodjatv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>#13 Menetapkan Dua Tangan Bagi Allah - Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA - Transkrip<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/13-menetapkan-dua-tangan-bagi-allah-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"#13 Menetapkan Dua Tangan Bagi Allah - Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA - Transkrip\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/13-menetapkan-dua-tangan-bagi-allah-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Transkrip\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-13T02:38:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-13T02:38:41+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"24 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/13-menetapkan-dua-tangan-bagi-allah-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/13-menetapkan-dua-tangan-bagi-allah-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/\",\"name\":\"#13 Menetapkan Dua Tangan Bagi Allah - Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA - Transkrip\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-07-13T02:38:40+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-13T02:38:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/13-menetapkan-dua-tangan-bagi-allah-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/13-menetapkan-dua-tangan-bagi-allah-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/13-menetapkan-dua-tangan-bagi-allah-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"#13 Menetapkan Dua Tangan Bagi Allah &#8211; Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\",\"name\":\"Transkrip\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\"],\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"#13 Menetapkan Dua Tangan Bagi Allah - Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA - Transkrip","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/13-menetapkan-dua-tangan-bagi-allah-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"#13 Menetapkan Dua Tangan Bagi Allah - Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA - Transkrip","og_url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/13-menetapkan-dua-tangan-bagi-allah-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/","og_site_name":"Transkrip","article_published_time":"2026-07-13T02:38:40+00:00","article_modified_time":"2026-07-13T02:38:41+00:00","author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"24 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/13-menetapkan-dua-tangan-bagi-allah-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/13-menetapkan-dua-tangan-bagi-allah-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/","name":"#13 Menetapkan Dua Tangan Bagi Allah - Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA - Transkrip","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website"},"datePublished":"2026-07-13T02:38:40+00:00","dateModified":"2026-07-13T02:38:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/13-menetapkan-dua-tangan-bagi-allah-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/13-menetapkan-dua-tangan-bagi-allah-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/13-menetapkan-dua-tangan-bagi-allah-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"#13 Menetapkan Dua Tangan Bagi Allah &#8211; Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/","name":"Transkrip","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/ngaji.id\/tran"],"url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4008"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4008"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4008\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4009,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4008\/revisions\/4009"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4008"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4008"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4008"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}