{"id":4014,"date":"2026-07-13T09:40:41","date_gmt":"2026-07-13T02:40:41","guid":{"rendered":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?p=4014"},"modified":"2026-07-13T09:40:41","modified_gmt":"2026-07-13T02:40:41","slug":"16-menetapkan-sifat-maha-mendengar-dan-maha-melihat-bagi-allah-%ef%b7%bb-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/16-menetapkan-sifat-maha-mendengar-dan-maha-melihat-bagi-allah-%ef%b7%bb-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/","title":{"rendered":"#16 Menetapkan Sifat &#8220;Maha Mendengar Dan Maha Melihat&#8221; Bagi Allah \ufdfb &#8211; Ustadz Abdullah Taslim.Lc., MA"},"content":{"rendered":"\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>innalhamdalillah inalhamdalillah nahmaduhu illah anahdihillahu Fala mudillalah W yudlil Fala hadialah wa Ashadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhu Allah muhamm alihi Wai waman tabiahum bisanin yaumiddin Amma ba&#8217;du Alhamdulillah bapak-bapak ibu-ibu ikhwan dan akhwat maasyiral muslimin rahimakumullah Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala atas semua limpahan nikmat dan karunia-nya<\/li>\n\n\n\n<li>atas semua kebaikan yang dimudahkannya bagi kita semua kita mendapatkan Taufik dari Allah subhanahu wa taala untuk dimudahkan melaksanakan salat magrib secara berjamaah kemudian setelah salat magrib kita dikumpulkan di dalam majelis ilmu yang mulia di Masjid Nurul Iman yang Mubarak yang penuh berkah ini di malam hari ini dalam lanjutan kajian membahas kitab yang sangat bermanfaat kitab al-aqidatul wasitiyah buah karya dari syikhul Islam Abul Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala Barakallah fikum kitab yang memuat<\/li>\n\n\n\n<li>tentang prinsip-prinsip dasar dalam akidah utamanya atau pembahasan di awal banyak menekankan tentang bagaimana memahami isi al-qur&#8217;an atau mayoritas isi al-qur&#8217;an yang menjelaskan tentang nama-nama Allah subhanahu wa taala yang maha indah dan sifat-sifatnya yang Maha Tinggi yang ini merupakan sebaik-baik petunjuk untuk membenarkan bahkan menyempurnakan keimanan kita tauhid kita penghambaan diri kita kepada Allah subhanahu wa taala karena hanya dengan mengenal dengan benar nama-nama Allah subhanahu wa taala yang maha indah sifat-sifatnya<\/li>\n\n\n\n<li>yang Maha Tinggi perbuatan-perbuatannya Yang Maha terpuji maka dengan itu akan menumbuhkan di hati kita kecintaan yang benar kepada Allah pengagungan ketundukan ya rasa takut dan pengharapan kepada Allah subhanahu wa taala yang ini merupakan ciri ibadah bahkan penopang utama ibadah yang sel ada di hati hamba-hamba Allah yang beriman sebagaimana yang disebutkan di dalam ayat Alquran misalnya tentang para nabi dan para rasul Allah subhanahu wa taala berfirmanubillahyairim inahananin mereka adalah orang-orang yang selalu sungguh mereka adalah<\/li>\n\n\n\n<li>orang-orang yang selalu segera berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan serta mereka selalu berdoa kepada kami berdoa kepada Allah dalam keadaan berharap dan takut dan mereka adalah orang-orang yang selalu khusyuk ketika beribadah kepada Allah jemaah sekalian rahimakumullah cinta takut dan berharap tawakal yang ini adalah asalnya amalan hati Bagaimana akan tumbuh semua ini kalau kita tidak mengenal sifat-sifat kemahaahan Allah dengan benar sifat-sifat terpuji kebaikan-kebaikan rahmat dan kasih sayangnya yang ini pasti akan<\/li>\n\n\n\n<li>menumbuhkan cinta di hati kita bagaimana akan tumbuh rasa takut kepada Allah di hati kita kalau kita tidak mengenal dengan rinci kemahabesarannya kemahaagungannya kemahakuasaannya atas segala sesuatu kemahakuatan dan kemahaperkasaannya siksanya yang sangat yang sangat pedih ya dan hal-hal lain yang menumbuhkan rasa takut di hati manusia kepada Allah subhanahu wa taala yang mana rasa takut ini saja bisa tumbuh kalau kita berhadapan dengan makhluk yang kita takutkan akan mencelakakan kita padahal makhluk kita bisa menghindar kita bisa berlari Adapun<\/li>\n\n\n\n<li>Allah subhanahu wa taala yang maha kuasa atas segala sesuatu yang sifat-sifat kesempurnaannya tidak ada yang bisa mengalahkannya dan tidak ada seorang pun yang bisa berlari darinya Bagaimana pengharapan kita akan tumbuh kepada Allah kalau kita tidak mengenal rincian dari sifat Allah alghina atau alghaniyu namanya alghaniyu Yang Maha kaya ya Yang Maha menguasai memiliki perbenendaraan langit-langit dan bumi arrazq Maha Pemberi rezeki asamad Yang Maha Sempurna sifat-sifatnya sehingga semua makhluk menghadapkan diri<\/li>\n\n\n\n<li>kepadanya dengan segala hajat dan kebutuhan mereka ini jemah sekalian rahimakumullah ini kan semua sifat-sifat yang merupakan landasan utama Iman merupakan roh nyawa dari iman yang iman tidak akan hidup tanpanya maka Bagaimana iman kita akan benar yang kemudian dengan iman yang benar tentu am Saleh kita akan diterima oleh Allah subhanahu wa taala karena iman yang rusak akan menjadikan amalamal tertolakakq habu W ak minirin Barang siapa yang mengingkari keimanan maka sungguh akan binasa amal-amal perbuatannya dan di akhirat<\/li>\n\n\n\n<li>nanti dia menjadi orang-orang yang merugi ini semuaah sekalian rahimakumullahel kepada kita tentang pentingnya kita memahami dengan benar kandungan ayat-ayat al-qur&#8217;an bahkan mayoritas isi ayat-ayat al-qur&#8217;an tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wa taala tentang perbuatan-perbuatan Allah yang Maha terpuji yang Maha Tinggi dan Maha Agung Imam Ibnu qayyim rahimahullah taala berkata Man arallaha biasmaihi wasifatihi wa af&#8217;alii ahabbahu la mahalata Barang siapa yang mengenal Allah dengan nama-namanya yang maha<\/li>\n\n\n\n<li>indah sifat-sifatnya yang Maha Tinggi dan perbuatan-perbuatannya yang maha terpuji maka dia pasti akan mencintai Allah subhanahu wa taala jemaah Sekalian rahimakumullah ibadah yang terasa kering ibadah yang dilakukan dengan malas-malasan kita semua tahu ini adalah ciri orang-orang munafik Semoga Allah subhanahu wa taala menjauhkan kita dari segala keburukan waidzau ilatiu quusala dan ketika mereka berdiri melaksanakan salat Mereka berdiri dengan malas-malasan ya ini salat mereka apalagi ibadah yang lain ibadah yang<\/li>\n\n\n\n<li>kering seperti ini zikir yang terasa gersang tidak Membekas Di Hati tidak menjadikan ketenangan ketika menyebut dan mengingat Allah subhanahu wa taala padahal berzikir kepada Allah itu adalah perhiasan hati sumber ketenangan hati yang paling besar ala bidzikrillahi tatmainnul Qulub ketahuhilah dengan mengingat Allah berzikir kepada Allah hati manusia akan menjadi tenang apa yang menyebabkan ibadah-ibadah yang dikerjakan oleh sebagian dari kita terasa tidak memiliki makna ya terasa tidak Membekas Itu semua tidak lain<\/li>\n\n\n\n<li>karena ibadah yang kita lakukan tidak disertai dengan amalan hati yang menjadi landasannya karena tidak tumbuh rasa cinta rasa takut pengharapan kepada Allah padahal sudah kita ketahui bersama Rasulullah Sallallahu wasallam menegaskan kebaikan amalan anggota badan sumbernya dari hati dalam hadis riwayat Imam albukhari muslim yang terkenal ala wa inna jasadi motan Shahat shahal jasadu WA fasadat fasadal jasadu ku ala wahiya alqolbu ketahuilah dalam diri manusia ada segumpal daging yang kalau segumpal daging ini<\/li>\n\n\n\n<li>baik akan baik semua anggota badannya ya Dan kalau segumpal daging ini buruk maka akan buruk semua anggota badannya ketahilah segumpal daging itu adalah hati manusia Imam Umar bin Abdul Aziz rahimahullah taala ketika melihat seseorang yang bermain-main dalam salatnya maka dia langsung menyatakan pernyataannya la khyabuuliyaat jawarihuhu seandainya hati orang ini khusyuk tunduk kepada Allah niscaya semua anggota badannya juga akan akan ikut khus jadi semua akibat dari kita kurang mendalami memahami mengenal dengan benar makna<\/li>\n\n\n\n<li>nama-nama Allah yang Maha indah sifat-sifatnya yang Maha Tinggi sekarang sebagai contoh saja salat ibadah yang paling Agung di dalam Islam ya yang kebanyakan dilakukan oleh oleh sebagian orang terasa sebagai beban Kalaupun dia kerjakan dia akan lakukan dengan cepat-cepat ingin selesai kemudian salat tidak menjadi sebab yang mengatasi kesulitan-kesulitan dalam hidupnya Padahal kita tahu Allah subhanahu wa taala berfirman wastainu BRI was Mintalah pertolongan kepada Allah subhanahu wa taala dengan sabar dan salat Kenapa salat ini tidak<\/li>\n\n\n\n<li>berfungsi bahkan sangat jauh dari petunjuk Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang sudah kita ulang berkali-kali di kajian-kajian kita yang lalu yang beliau bersabda tentang salat wuilat quratu Aini fishah dijadikan kesejukan hatiku penghibur bagi jiwaku ketika aku menunaikan salat di dalam salatku ya Bahkan Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya ketika menafsirkan salat yang khusyuk beliau membawakan hadis ini ini hadis sahih diriwayatkan dalam musnad Imam Ahmad Sunan annasai dan dinyatakan sahih oleh para ulama termasuk oleh<\/li>\n\n\n\n<li>Syekh Al Albani rahimahullahu taala ini salat yang sempurna inilah salat yang khusyuk yang orang melakukannya dengan perasaan nikmat karena hatinya terhibur dengan salatnya ketika dia menunaikan salat beban-bebannya langsung menjadi ringan karena dia menghadapkan di ya kepada Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu yang maha kuasa menyelesaikan semua masalah yang dihadapi manusia dan inilah sebabnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam amti ketika menghadapi masalah berat apa saja beliau segera menunaikan salat Kenapa Salat kita tidak seperti<\/li>\n\n\n\n<li>itu kenapa Salat kita tidak rasakan nikmat apalagi khusyuk jawabannya satu karena kita kurang mengenal Allah sehingga kita kurang mencintai Allah ya dalam kehidupan kita di dunia kita akan betah berlama-lama dekat dengan sesuatu kalau kita senang dan mencintainya ya orang yang mencintai kekasihnya dia akan betah berlama-lama dia akan senang mengingatnya senang menyebutnya apalagi mendekatkan diri kepadanya padahal kecintaan di antara manusia pastinya terbatas bagaimana lagi dengan kecintaan kepada Allah yang merupakan dambaan hati<\/li>\n\n\n\n<li>kita yang paling tinggi yang merupakan perhiasan hati kita yang paling utama Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam meminta kepada Allah perhiasan yang paling indah bagi hati dalam doa beliau di dalam hadis yang sahih di dalam hadis yang sahih Allahumma zayinna bizinatil iman ya Allah Hiasilah hati kami dengan perhiasan Iman rasa cinta kepada Allah rasa takut berharap mengagungkan memuliakan ini yang akan menjadikan ibadah kita indah ya seseorang yang mencintai Allah ketika dia dekat dengan Allah pasti gembira Karena itulah ketenangan hati<\/li>\n\n\n\n<li>itulah kesejukan hati yang paling besar seperti yang disebutkan oleh Rasulullah Sallallahu wasallam di dalam hadis yang tadi kita sebutkan juga ketika beliau bersabda kepada Bilal radhiallahu taala Anhu Ya bilalim wahai Bilal kumandangkanlah azan salat untuk kita merasakan kegembiraan dengan mengerjakannya ini juga hadis sahih dalam musnad Imam Ahmad ya bayangkan ketika mereka waktu itu sedang perjalanan sedang terik matahari di padang pasir mereka juga kekurangan air kehausan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menghibur para sahabat dengan mendirikan<\/li>\n\n\n\n<li>salat memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan azan dengan yang indah Dirikanlah salat atau kumandangkanlah azan salat untuk kita beristirahat dalam salat kita Masyaallah ini orang yang Kalau sudah seperti ini mengamalkan salat apalagi ibadah-ibadah yang lain kan kita tahu ibadah-ibadah yang lain itu mengikuti salat ya makanya salat yang pertama kali dihisab pada hari kiamat kata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis yang sahih kalau salatnya beres maka amal-amal yang yang lainnya juga akan beres Insyaallah diterima oleh Allah<\/li>\n\n\n\n<li>subhanahu wa taala jadi di sini ada satu permasalahan besar yang harus kita tumbuhkan di hati kita kaidah yang disebutkan oleh Imam Ibnu qayyim rahimahullah taala dalam kitab alfawaid tentang cinta cinta itu yang menjadikan kita merasa nikmat dengan sesuatu Beliau berkata aladzatu tabiatun Lil mahabbah kelezatan atau kenikmatan itu mengikuti rasa cinta sesuatu yang kita kerjakan tanpa ada rasa cinta pasti kita akan kerjakan asal-asalan malas-malasan bahkan terpaksa dan yang nama nya terpaksa bisa jadi nanti suatu saat akan ditinggalkan<\/li>\n\n\n\n<li>karena tidak menyenangkan tapi sesuatu yang kita kerjakan dengan cinta kita akan betah berlama-lama ya inilah Sebabnya kenapa orang-orang yang beriman itu dalam menunaikan ibadah bukan cuma semangat mereka bahkan berlomba-lomba bersegera ulaika yusariunahairati wahum Laha merekaah mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera Melakukan kebaikan dan berlomba-lomba mengerjakannya selalu kita katakan tidak mungkin Allah berfirman di dalam Alquran berlomba-lombalah Melakukan kebaikan I kan Mut untuk kebaikan seperti itu hendaknya<\/li>\n\n\n\n<li>mereka manusia berlomba-lomba mengerjakannya seandainya Islam itu ibadah yang Allah syariatkan itu ya sebagaimana yang mungkin Disangka oleh sebagian orang menyusahkan berat membuang-buang waktu tidak menyenangkan maka tidak mungkin Allah perintahkan kita untuk berlomba-lomba mengerjakannya berarti di sini ada yang sedang sakit di diri kita dan ini adalah penyakit yang paling parah yaitu Apa penyakit hati seandainya hati kita sehat dia akan mengamalkan ibadah dia akan menjalankan salat dia akan membaca al-qur&#8217;an rajin<\/li>\n\n\n\n<li>berzikir tidak perlu disuruh Bahkan dia mencarinya Bahkan dia berlomba mengerjakannya masih ingat pernyataan bin Affan radhiallahu taala Anhu laatubunaabiat Min kalamillah seandainya hati kita bersih seandainya hati kita sehat maka niscaya dia tidak akan pernah merasa bosan untuk selalu berzikir kepada Allah ya penyakit hati ini jemaah sekalian rahimakumullah kata Imam Ibnu qayyim gambarannya seperti persis seperti penyakit badan kalau orang yang sedang sakit apa ini organ tubuhnya ada yang tidak beres apa yang<\/li>\n\n\n\n<li>terjadi ditawari makan yang enak rasanya pahit perutnya rasanya mau muntah perutnya rasanya penuh padahal makanannya enak kalau seandainya dihadapkan kepada orang yang kondisinya sehat Fit dia akan menyantap makanan tersebut Nah harus nya gambaran kenikmatan ibadah melebihi dari semua itu melebihi dari apapun yang nikmat di dunia ini seandainya kita menghadapinya atau kita mengamalkannya dengan hati yang sehat dari sini kita ketahui pentingnya kita belajar akidah belajar Iman pentingnya kita selalu membaca al-qur&#8217;an merenungkan isinya karena ini<\/li>\n\n\n\n<li>obat penyakit hati dan jemaah sekalian rahimakumullah permasalahannya penyakit hati kalau tidak diobati sama dengan badan kan semakin parah semakin bertambah Bagaimana kalau kemudian nanti hati menjadi naudubillah minzalik tertutup dengan semua penyakit setelah itu Iman pun akan rusak ya Nasih hat pun tidak bermanfaat sekarang alhamdulillah kita bersyukur kita dengarkan nasihat meskipun kita banyak kekurangan kita dengarkan nasihat kita masih mau menyadari Oh Ternyata saya perlu memperbaiki diri Oh saya harus bertobat kepada Allah ini kan<\/li>\n\n\n\n<li>menunjukkan di hati kita masih ada celah kebaikan tapi coba kita lihat contoh orang yang punya penyakit hati yang kemudian tidak berusaha diperbaikinya orang-orang munafik naudubillahzalik di zaman Rasulullah sallallah Alaihi Wasallam Allah sebutkan di dalam al-qur&#8217;an di awal-awal surah Albaqarah mereka itu apa Fi qulubihim maradun fazadahumullahu marad di dalam hati mereka ada penyakit sudah jelas tanda-tanda penyakitnya ya tidak senang beribadah tidak cinta kepada Allah dan rasul-nya membaca Alquran merasa ingin cepat-cepat<\/li>\n\n\n\n<li>berhenti kalaupun baca terpaksa ini penyakit hati pasti di dalam hati mereka ada penyakit dan Allah menambah para penyakit mereka coba kita bayangkan orang-orang munafik di zaman Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam itu bertemu dengan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wasam nabi Allah yang paling mulia hamba Allah yang paling bertakwa yang paling Mulia akhlaknya yang paling lemah lembut dalam nasihatnya apalagi kurangnya Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ketika mendidik para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain<\/li>\n\n\n\n<li>mereka menjadi generasi yang paling utama Kenapa karena pendidiknya adalah nabi yang terbaik pengajar yang terbaik hati mereka terbuka Karena hati mereka bersih kebaikan-kebaikan mudah masuk Allah subhanahu wa taala berfirman dalam Alqur&#8217;an di surah Ali Imran wfa takfuruna waanttum tutlaikum ayatullahi waikum Rasul wahai para sahabat kekufuran itu kekafiran jauh dari kalian tidak mungkin kalian kufur Iman Kalian pasti kuat Kenapa karena atau dalam keadaan kalian dibacakan di hadapanmu ayat-ayat Allah dan di kalangan Kalian ada Rasulullah<\/li>\n\n\n\n<li>Sallallahu Alaihi Wasallam jadilah mereka generasi yang terbaik jadilah mereka mudah untuk mendapatkan pengajaran jadilah mereka salatnya khusyuk jadilah mereka orang yang tidak takut bersedekah mengeluarkan harta di jalan Allah jadilah mereka orang-orang yang rajin berzikir rajin membaca al-qur&#8217;an rajin salat malam salat tahajud Kenapa ibadahnya nikmat nasihat mereka jadikan sebagai sebaik-baik yang mengisi hati dan jiwa mereka semua kebaikan mendukung tapi di saat yang bersamaan di zaman itu juga ada orang-orang<\/li>\n\n\n\n<li>munafik tetap juga Mereka mendengarkan petunjuk Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bahkan ayat Alquran diturunkan mereka juga dengarkan hadir Tapi kenapa Go ini celaka orang-orang munafik ini jawabannya satu hatinya tertutup tidak bermanfaat nasihat al-quran yang demikian sempurna petunjuknya tidak bisa masuk ke hati mereka bagaimanapun hati sudah tertutup dengan penyakit tidak ada celah lagi perhatikan di dalam surat Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Allah menyebutkan tentang orang-orang munafik hati mereka yang terkunci<\/li>\n\n\n\n<li>sehingga tidak bisa mengambil manfaat dari al-qur&#8217;an Afala yatadabbarunal qurana am alalubin afaluha Apakah mereka tidak bisa merenungkan makna al-qur&#8217;an atau memang hati-hati mereka yang telah terkunci jadi jemah sekalian rahimakumullah di sini kita ketahui Kenapa para ulama mengatakan hati yang tertutup diliputi penyakit yang mungkin awalnya kecilah lama-kelamaan karena dibiarkan tidak diobati itu adalah musibah terbesar yang Allah berikan kepada manusia di dunia musibah terbesar ya Ada pernyataan dari seorang<\/li>\n\n\n\n<li>salah seorang ulama terdahulu imam Malik bin Dinar rahimahullah yang rahimahullah taala yang mengatakan mariba abdun biuquubatin A min qawatil qbi tidaklah seorang hamba ditimpakan musibah Allah timpakan musibah atau bencana di dunia ini yang lebih besar ya dibandingkan musibah yang berupa qasawatilbi hati yang tertutup hati yang diliputi dengan penyakit yang menutupinya Maka jemah sekalian rahimakumullah setelah berdoa meminta Taufik kepada Allah subhanahu wa taala karena dialah yang maha kuasa membolak-balikkan hati manusia Sebab<\/li>\n\n\n\n<li>utama untuk mengobati penyakit hati bahkan membersihkan dari dasarnya adalah dengan mengenalkan hati kita tentang keimanan utamanya tentang mengenal nama-nama Allah subhanahu wa taala yang maha indah dan sifat-sifatnya yang Maha Tinggi lagi Maha terpuji dengan sebab inilah seorang hamba akan benar-benar hatinya akan tunduk kepada Allah semakin dia mengenal Allah semakin dia takut semakin dia takwa semakin Dia cinta kepada Allah dan semakin sempurna ibadahnya Allah subhanahu wa taala berfirman innama yaksyallaha Min ibadihi<\/li>\n\n\n\n<li>Al ulama sesungguhnya hanyalah yang takut kepada Allah dengan sebenar-benar rasa takut di antara hamba-hambanya hanyalah orang-orang yang berilmu kata Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya a Al ulamaul arifuna bihi orang yang berilmu orang yang mengenal Allah orang yang mengenal makna nama-nama Allah subhanahu wa taala yang maha indah dan sifat-sifatnya yang Maha Tinggi Yang Maha maha sempurna t jemaah sekalian rahimakumullah di kelanjutan pembahasan Kitab al-qidatul wasitiyah syekhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu<\/li>\n\n\n\n<li>taala membawakan tentang yni ayat-ayat Alqur&#8217;an yang menjelaskan tentang sifat asamu Wal Bu sifat Maha Mendengar lagi maha melihat bagi Allah subhanahu wa taala ya tentu saja sifat ini sifat yang mulia bahkan nama Allah subhanahu wa taala yang maha indah juga yang ter kandung sifat ini itu banyak disebutkan di dalam al-qur&#8217;an Assami albashir yang maha mendengar lagi maha melihat laaisa kamitlihi syaaiu wahuwa samiul Bashir tidak ada satuun yang serupa dengannya tidak ada sesuatu makhluk pun yang serupa dengan Allah yang sama<\/li>\n\n\n\n<li>dengan Allah dan dia lag maha mendengar lagi maha melihat karena ayat ini jelas menunjukkan Allah subhanahu wa taala memiliki sifat-sifat tapi sifat-sifatnya Maha Sempurna Maha Tinggi dan Maha Agung sesuai dengan kemahatinggian dan maha agungannya makhluk juga memiliki sifat tapi terbatas dan penuh dengan kekurangan sesuai dengan kekurangannya sebagai makhluk tib sifat Allah ini Allah Sebutkan dua sifat Allah yang Maha Tinggi ini Allah sebutkan di beberapa ayat al-qur&#8217;an pertama firman Allah subhanahu wa taala<\/li>\n\n\n\n<li>di surat almujadilah ayat yang pertamaubillahyairjim Q allahuati tujadiluka fijiha [Musik] sungguh Allah mendengarkan ucapan seorang perempuan yang mengadukan kepadamu wahai Rasulullah wahai Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tentang perlakuan suaminya dan dia mengadu kepada Allah dan Allah subhanahu wa taala deng Arkan pembicaraan kalian berdua Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala maha mendengar lagi maha melihat yakni perempuan ini yang bernama khaulah radhiallahu taala anha datang ke rumah Rasulullah Sallallahu Alaihi<\/li>\n\n\n\n<li>Wasallam ketika itu di rumah Aisyah radhiallahu taala anha dan Aisyah ada di pojok rumah ikut mendengarkan tentu setelah perempuan ini minta izin kemudian dia mengadukan permasalahannya kepada Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam sampai ketika mendengarkan ketika turun ayat ini di dalam hadis yang sahih yang diriwayatkan di dalam sahih Bukhari juga dalam musnad Imam Ahmad ya di dalam sahih Bukhari itu disebutkan dengan muallaq tanpa sanad tapi disebutkan bersambung di riwayat yang lain dan sahih riwayat ini Aisyah radhiallahu taala anha<\/li>\n\n\n\n<li>mengomentari ketika turun ayat ini tabarokaqat alhamdulillahadzi was inni maha suci Allah segala puji bagi Allah ya yang pendengarannya yang sempurna bisa menjangkau semua suara suara makhlukNya hamb-h nya ketika peristiwa ini perempuan yang mengadui ini ada saya ada di pojok rumah Dia berbicara kepada Rasulullah S wasam mengadukan sebagian ucapannya saya tidak dengar dengan jelas tapi Allah subhanahu wa taala di atas langit ketuj di atas arsnya mendengarkan dengan jelas dan tidak ada yang samar baginya ini menunjukkan apa Allah subhanahu wa<\/li>\n\n\n\n<li>taala pendengarannya Maha sempurn sebagaimana penglihatannya mah urna tidak ada satupun yang luput yang luput dari kesempurnaan sifat-sifatnya ayat yang kedua yang dibawakan firman Allah di surah Ali Imran ayat 181 BB Ali Imran ayat 181 Allah subhanah taala berfirman laqiahuadina qu Innallaha faqiru waahnu agniya sungguh Allah mendengarkan ucapan orang-orang Yahudi yang mengatakan Sesungguhnya Allah itu fakir miskin dan kamilah orang-orang kaya yakni mereka memang adalah orang-orang yang sangat durhaka sangat<\/li>\n\n\n\n<li>lancang bahkan kepada Allah kita tahu kenapa orang-orang Yahudi memilih hari mereka hari besar mereka hari Sabtu karena mereka menyangka dan tentu ini dusta yang sebesar-besarnya mereka menyangka Allah subhanahu wa taala itu beristirahat di hari sabtu karena capek menciptakan langit-langit dan bumi maka Allah beristirahat di hari sabtu Subhanallah mereka benar-benar Lancang dan Ya kurang ajar terhadap Allah subhanahu wa taala kalau mereka berani memperlakukan seperti ini kepada Allah apalagi kepada manusia ya semoga<\/li>\n\n\n\n<li>Allah subhanahu wa taala memberikan balasan yang setimpal atas perbuatan mereka Jadi yang jelas di sini Allah subhanahu wa taala menetapkan bahwa dia memiliki sifat assam&#8217;u Maha Mendengar ya yang meskipun di sini tentu saja mendengar di sini juga bisa mengandung makna ancaman Allah subhanahu wa taala mendengarkan orang-orang yang mengucapkan ucapan atau pernyataan yang sangat buruk seperti ini Allah subhanahu wa taala tentu maha kuasa untuk memberikan balasan atas ucapan kotor mereka tersebut naudubillah minzalik yang ketiga<\/li>\n\n\n\n<li>surat az-zuhruf ayat ke-80 Allah subhanahu wa taala berfirman am yahsabuna Anna la nasm sirahum wa naajwahum bala wausuluna ladahim yaktubun atau apakah mereka menyangka bahwa kami tidak mendengarkan pembicaraan bisik-bisik mereka atau pembicaraan rahasia mereka balak tidak demikian warusuluna para malaikat utusan Kami selalu mencatat apa yang mereka bicarakan Ya baik sudah waktu azan ya kita kumanakan azan baru kita teruskan insyaallah setelah selesai salat Isya Barakallah fikum wasalamualaikum Warahmatullahi<\/li>\n\n\n\n<li>Wabarakatuh Alhamdulillah Alhamdulillahi ala ihsanih wasyukrahu ala taufikihi wtinanih wa asadu Alla ilahaillallahu wahdahu syarikalahiman l waadu Anna muhammadan abahu Alaihi waa alihi wa ASI wa ikhw Amma Badu Alhamdulillah bapak-bapak ibu-ibu ikhwan dan akhwat jemaah sekalian rahimakumullah kita lanjutkan sedikit dari pembahasan ayat-ayat yang dibawakan oleh syikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah taala di kitab alqidatul wasitiah ini tentang penetapan sifatam Bu Maha mendengar dan maha melihat bagi Allah subhanahu wa taala<\/li>\n\n\n\n<li>yang keduanya jelas merupakan sifat kesempurnaan kemahatinggian ayat yang ketiga tadi am yahsabuna Anna la Nas azubillahiminasyaitanirrajim am yahsabuna Anna la nasmau sirahum wa najwahum bala warusuluna ladahim yaktubun atau apakah mereka menyangka kami tidak Mendengar pembicaraan rahasia maupun bisik-bisikan mereka ya tidak demikian bahkan para rasul-rasul kami mencatat apa yang mereka bicarakan tersebut yakni para malaikat alaihatu wasalam ini juga menjelaskan Allah subhanahu wa taala Maha Sempurna arannya sampai pembicaraan<\/li>\n\n\n\n<li>rahasia bahkan termasuk Najwa yakni Najwa ini kalau orang mengadakan semacam rapat rahasia begitu Allah subhanahu wa taala Maha mendengarkan ya dan Para Malaikat mencatat kemudian yang keempat firman Allah di Surah Thaha ayat ke-46 Allah berfirman kepada dua nabi yang mulia Musa dan Harun alaihiatu wasalam innani maakuma asma wa Ar innani maakum ASM wa Ar Sesungguhnya aku bersama kalian berdua ini kebersamaan yang khusus yang mengandung makna penjagaan Allah Perlindungan Allah dan Taufik darinya kepada dua nabinya<\/li>\n\n\n\n<li>yang mulia ini aku mendengar dan dan aku melihat kemudian di surah al-alaq ayat ke-12 Alam yalamallahar Tidakkah dia mengetahui Bahwasanya Allah subhanahu wa taala Maha Melihat kemudian di surat asyuara ayat 218 sampai 220 dialah Allah yang Maha melihatmu ketika kamu berdiri melaksanakan salat dan ketika kamu berbolak-balik bersama orang-orang yang sujud sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi maha mengetahui yang terakhir di surat atttaubah ayat 105 walalu fasarallahu amalakum wa rasuluhu<\/li>\n\n\n\n<li>Wal Mukminun Katakanlah beramallah kalian maka sungguh Allah subhanahu wa taala akan melihat amal perbuatan kalian sebagaimana rasulnya melihat dan juga orang-orang yang beriman melihatnya Ya ayat-ayat ini ya ada tuuh ayat yang dibawakan oleh syikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah taala untuk menetapkan sifat kesempurnaan Allah subhanahu wa taala yaitu sifat asamu Wal Bashar maha mendengar lagi maha melihat dan sebagaimana kaidah yang sudah pernah kita Jelaskan beberapa kali akidah ahlusunah Wal Jamaah dalam menetapkan sifat-sifat Allah adalah<\/li>\n\n\n\n<li>menetapkannya sesuai dengan apa yang ditetapkan di dalam ayat-ayat al-qur&#8217;an dan hadis-hadis yang sahih dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya dengan menafikan empat perkara menjauhkan empat perkara pertama apa Bila tamsil tidak boleh menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk karena sifat Allah Maha Tinggi dan Maha Sempurna Adapun sifat makhluk pasti penuh dengan kekurangan dan keterbatasan contoh makhluk tidak bisa mendengar dari yang jauh atau melihat ya makanya tidak diperbolehkan di dalam Islam itu menyeru<\/li>\n\n\n\n<li>kepada makhluk misalnya berdoa meminta kepada makhluk yang gaib yang tidak ada di hadapan kita karena makhluk tidak bisa mendengarkan ya Hanya Allah subhanahu wa taala yang maha mendengar maha melihat dan maha mengetahui segala sesuatu tidak ada yang luput darinya Jadi tidak boleh menyerupakan Allah dengan makhluk kita katakan makhluk punya pendengaran dan penglihatan tapi terbatas Adapun penglihatan dan pendengaran Allah maha mendengar lagi maha melihat adalah sempurna dan meliputi atau sampai bisa mencapai semua makhlukNya tidak ada yang<\/li>\n\n\n\n<li>luput darinya yang kedua wala takyif tidak boleh kita membagaimanakan karena ini merupakan perantara kepada sikap menyerupakan kita Yakin kaifiah atau bentuk yang sebenarnya dari sifat Allah itu ada tapi Allah yang Maha mengetahuinya Allah tidak beritakan kepada kita maka tidak perlu kita menanyakannya dan para sahabat juga tidak perlu Tidak pernah menanyakannya maka tidak perlu kita membahas atau menanyakannya yang ketiga wtil tidak boleh kita menetapkan sifat tidak boleh kita menolak menafikan sifat yang Allah tetapkan bagi<\/li>\n\n\n\n<li>dirinya Karena Allah lebih tahu sifat yang pantas bagi keagungan dan kebesarannya apalagi hanya semata-mata berdasarkan akal akal manusia tentu terbatas Allah subhanahu wa taala berfirman aanttum a&#8217;lamu amillah Apakah kalian lebih tahu dibandingkan Allah subhanahu wa taala jadi kita harus menetapkan sebagaimana yang Allah tetapkan bagi dirinya dan yang ditetapkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis yang sahih kemudian yang terakhir wa tahf tidak boleh kita menyelewengkan kandungan maknanya kita<\/li>\n\n\n\n<li>harus menetapkan sesuai dengan makna yang ditetapkan oleh para ulama ahlusunah Wal Jamaah sesuai dengan maknanya dalam bahasa Arab inilah kaidah ahlah jemah dalam menetapkan sifat-sifat kemahatinggian kemahasempurnaan dan kemaha agungan Allah subhanahu wa taala Kemudian untuk sifat asam&#8217;u Maha Mendengar Allah sendiri ya ini diterangkan oleh para ulama ada asamu yang bermakna idrakus Shut atau idrakul masmuat bisa mencapai semua suara atau mendengarkan semua suara dari makhlukNya ada juga asam&#8217;u yang bermakna alistijabah<\/li>\n\n\n\n<li>mengabulkan seperti samiallu liman hamidah Allah mendengarkan yakni mengabulkan doa orang yang memujinya kedua-duanya ini makna yang ditetapkan bagi Allah subhanahu wa taala dan kedua-duanya ini disebutkan di dalam dalil-dalil dari al-qur&#8217;an dan hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana juga pendengaran Allah subhanahu wa taala sifat Maha Mendengar Allah ya bisa mengandung penjelasan Allah meliputi semua makhlukNya mendengarkan semua suara mereka bisa juga terkandung di dalamnya makna Atid Allah membantu atau menolong menjaga<\/li>\n\n\n\n<li>hamba-hambanya contoh tadi seperti kepada Nabi Musa dan Harun alaihiatu wasalam juga bisa mengandung makna atahdid yakni ancaman Ya seperti ketika Allah subhanahu wa taala menyebutkan tadi dia mendengarkan orang-orang Yahudi yang yang menyebutkan Innallaha faakiru waahnu agniya Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala itu fakir dan kamilah orang-orang yang kaya Allah subhanahu wa taala memberikan ancaman kepada mereka dengan sifat ini Kemudian untuk sifat Maha melihatnya Allah Ya ini juga terkandung makna seperti yang diungkapkan dalam sebagian<\/li>\n\n\n\n<li>ayat-ayat al-qur&#8217;an arrukyah Allah melihat bisa mengandung makna rukyatul mubsarat melihat segala sesuatu yang ada pada makhlukNya tidak ada satupun yang luput dari Allah subhanahu wa taala dari penglihatannya yang maha sempurna kemudian juga ada yang bermakna alilmu Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang yang ada di alam semesta ini dan tidak ada satuun yang luput dari pengetahuannya tib kemudian pembahasan yang terakhir adalah faedah apa yang kita bisa dapatkan dengan mengimani sifat-sifat kesempurnaan Allah ini maha mendengar<\/li>\n\n\n\n<li>lagi maha melihat kesimpulannya memahami dengan benar dua nama dua sifat Allah subhanahu wa taala yang Maha Tinggi ini akan menumbuhkan rasa takut dan pengharapan kita kepada Allah akan menumbuhkan sifat muraqabatullah selalu merasakan pengawasan Allah dan ini termasuk tingkatan iman yang sangat tinggi kalau kita meyakini Allah selalu mendengarkan ucapan kita maka tentu kita akan selalu mengucapkan yang baik baik selalu berdoa selalu membaca al-qur&#8217;an dengan suara yang tidak terlalu dikeraskan tidak juga dipelankan<\/li>\n\n\n\n<li>kecuali kalau ada hajat kita selalu berzikir kepada Allah ya demikian pula menjadikan kita menjauhkan diri dari ucapan-ucapan yang tidak benar sebagaimana ketika kita mengimani penglihatan Allah subhanahu wa taala yang maha sempurna kita akan selalu berusaha mengamalkan amal ketaatan kepada Allah baik dalam keadaan di hadapan orang lain maupun sendirian karena kita ketahui Allah subhanahu wa taala Maha Melihat perbuatan [Musik] kita ya Allah subhanahu wa taala maha melihat semuanya sehingga kita menjauhi perbuatan-perbuatan buruk agar Allah<\/li>\n\n\n\n<li>tidak melihat kita dalam keadaan kita durhaka kepadanya nya sebagaimana kita selalu berusaha melakukan perbuatan baik agar kita selalu dilihat dalam keadaan Allah subhanahu wa taala Rida kepada kita dan di sini ada nasihat dari sebagian dari para ulama ketika menasihati seorang yang melakukan perbuatan maksiat ketika dia sendirian padahal ketika sendirian pasti Allah melihatnya ulama ini menasihati orang tersebut dengan mengatakan ittaqillaha any yakuna ahwanirina Il bertakwalah kamu kepada Allah jangan kamu menjadikan Allah sebagai pihak yang<\/li>\n\n\n\n<li>paling kamu remehkan pandangannya kepadamu yakni orang yang berbuat baik ketika di hadapan manusia kemudian dia berani berbuat durhaka ketika sendirian Padahal dia tahu Allah Maha melihatnya kan seolah-olah dia lebih menghargai manusia lebih takut dengan pandangan manusia waktu dia sendiri Allah memandangnya dan maha melihatnya dia tidak merasa takut jadi seolah-olah dia menjadikan Allah subhanahu wa taala adalah yang paling diremehkan dan tidak dianggap naudubillahzalik ini sudah cukup merupakan kedurhakaan yang sangat besar<\/li>\n\n\n\n<li>dari seorang hamba kepada Allah subhanahu wa taala jadi yang jelas ini akan menumbuhkan sifat yang termasuk sifat-sifat kemuliaan dalam iman yang utama yaitu perasaan takut alkauf dan pengharapan kepada Allah subhanahu wa taala serta akan menumbuhkan sifat murqabatullah selalu merasakan pengawasan Allah subhanahu wa taala dari diri seorang hamba makanya semakin kita mendalami makna dari sifat-sifat kesempurnaan Allah seperti ini tentu akan semakin menguatkan keimanan kita semakin menambah ketakwaan kita dan menyempurnakan penghambaan diri kita<\/li>\n\n\n\n<li>kita kepada Allah subhanahu wa taala tib Barakallah fikum ya inilah penjelasan dari pembahasan kitab lanjutan pembahasan kitab alaqidatul wasitiyah karya dari syekhul Islam Ibnu taimiyyah rahimahullah taala dalam pembahasan penetapan sifat Allah subhanahu wa taala asamu Wal bashoru yang maha mendengar lagi maha melihat tentu kita Jelaskan dengan ringkas karena keterbatasan waktu barak ikum Semoga apa yang kita bahas dan kita kaji di malam hari ini bermanfaat dan menjadi sebab kebaikan untuk dunia dan akhirat kita semakin<\/li>\n\n\n\n<li>menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wa taala demikianlah kita cukupkan sampai di sini dan kita dengarkan mungkin Satu Atau Dua pertanyaan sebelum kita tutup kajian kita Sallallahu wasallam wbarak ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasohbihi ajmain walhamdulillahiabbil alamin ya Yang laki-laki bisa bertanya langsung ya kalau mau kalau ada yang ditanyakan Saya mau bertanya Allah Maha Melihat maha mendengar lagi maha melihat Ibu saya selalu berdoa dan beribadah tapi sampai meninggal Ibu saya belum<\/li>\n\n\n\n<li>merasakan keb iaan di dunia sampai om saya bilang apa ini Kasihan ya Ibu kamu belum bahagia itu terngiang-ngiang di kepala saya kenapa ya Ustaz Allah panggil Ibu saya Sebelum saya bahagiakan Bagaimana cara taubat kita diterima agar saya bisa jadi anak yang Saleh atau Salehah karenaan doa anak saleh dikabulkan untuk orang tua yang sudah meninggal Iya sekarang yang mengatakan bahwa ibu Antum yang bertanya ini atau anti yang bertanya ini tidak bahagia siapa siapa yang bisa memastikan itu kan kebahagiaan bukan diukur dengan apa yang<\/li>\n\n\n\n<li>terlihat Ya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang hidupnya paspasan beliau adalah orang yang paling paling bahagia di dalam hadis yang sahih yang diriwayatkan oleh Imam albukhari dan Muslim Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabdaisalinatil na bukanlah kekayaan itu diukur dengan banyaknya harta benda tapi kekayaan di dalam jiwa rasa cukup di dalam jiwa Rasulullah Sallahu Ali wasallam dalam Sahih Muslim juga bersabdalah asl sungguh beruntung sungguh Berbahagia orang yang masuk Islam kemudian diberikan rezeki yang<\/li>\n\n\n\n<li>cukup tidak lebih rezeki yang pas dan Allah Jadikan Dia qanaah lapang menerima pemberian yang Allah berikan untuknya Jadi kalau diukur nanti dengan pernyataan tadi Ibunya tidak bahagia karena belum memiliki ini belum bisa punya kemewahan dan seterusnya ini tidak benar ini tidak benar ya mudah-mudahan kita berdoa kepada Allah semoga Allah subhanahu wa taala menerima amal ibadah beliau dan memberikan balasan yang sempurna di sisinya sehingga dia menjadi orang-orang yang benar-benar berbahagia di sisi allah subhanahu wa taala<\/li>\n\n\n\n<li>Amin Kemudian yang kedua tadi Bagaimana cara bertobat tobat kita diterima tobat itu kan ada syarat-syaratnya tobat yang nasuh itu kita lakukan dengan ikhlas kemudian ada annadam penyesalan yang sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi dosa kita ada alazam alamil audah tekad untuk tidak mengulanginya kemudian alikla membersihkan diri termasuk menjauhi sebab-sebabnya kalau itu berupa kezaliman sama orang lain minta maaf kalau itu merupakan hak kita kembalikan hak tersebut kemudian yang terakhir tobat itu dilakukan<\/li>\n\n\n\n<li>sebelum nyawa sampai di orokan karena Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Innallaha yaakbalu tbatal Abdi maam yugir Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala menerima tobat seorang hamba sebelum nyawanya sampai di kerongkongannya atau tenggorokannya nah jadi itu syarat-syaratnya kita bersungguh-sungguh dan kita ulang-ulangi tobat kita kita beristigfar selalu apalagi di waktu-waktu dikabulkannya doa sepertiga malam yang terakhir dengan sebab ini Insyaallah Allah subhanahu wa taala menerima ya tbat kita kemudian juga doa-doa kita<\/li>\n\n\n\n<li>untuk orang tua kita Semoga dikabulkan oleh Allah subhanahu wa taala Nah masih ada yang lain tib kalau tidak ada pertanyaan lagi kita cukupkan sampai di sini kajian kita mohon maaf atas segala yang salah dan kurang Barakallah fikum Shallallahu wasallam wabarak ala Nab Muhammad waa alihibihi ajainalhamdulillah akah anagfir wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4014","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rodjatv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>#16 Menetapkan Sifat &quot;Maha Mendengar Dan Maha Melihat&quot; Bagi Allah \ufdfb - Ustadz Abdullah Taslim.Lc., MA - Transkrip<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/16-menetapkan-sifat-maha-mendengar-dan-maha-melihat-bagi-allah-\ufdfb-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"#16 Menetapkan Sifat &quot;Maha Mendengar Dan Maha Melihat&quot; Bagi Allah \ufdfb - Ustadz Abdullah Taslim.Lc., MA - Transkrip\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/16-menetapkan-sifat-maha-mendengar-dan-maha-melihat-bagi-allah-\ufdfb-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Transkrip\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-13T02:40:41+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/16-menetapkan-sifat-maha-mendengar-dan-maha-melihat-bagi-allah-%ef%b7%bb-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/16-menetapkan-sifat-maha-mendengar-dan-maha-melihat-bagi-allah-%ef%b7%bb-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/\",\"name\":\"#16 Menetapkan Sifat \\\"Maha Mendengar Dan Maha Melihat\\\" Bagi Allah \ufdfb - Ustadz Abdullah Taslim.Lc., MA - Transkrip\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-07-13T02:40:41+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-13T02:40:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/16-menetapkan-sifat-maha-mendengar-dan-maha-melihat-bagi-allah-%ef%b7%bb-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/16-menetapkan-sifat-maha-mendengar-dan-maha-melihat-bagi-allah-%ef%b7%bb-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/16-menetapkan-sifat-maha-mendengar-dan-maha-melihat-bagi-allah-%ef%b7%bb-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"#16 Menetapkan Sifat &#8220;Maha Mendengar Dan Maha Melihat&#8221; Bagi Allah \ufdfb &#8211; Ustadz Abdullah Taslim.Lc., MA\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\",\"name\":\"Transkrip\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\"],\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"#16 Menetapkan Sifat \"Maha Mendengar Dan Maha Melihat\" Bagi Allah \ufdfb - Ustadz Abdullah Taslim.Lc., MA - Transkrip","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/16-menetapkan-sifat-maha-mendengar-dan-maha-melihat-bagi-allah-\ufdfb-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"#16 Menetapkan Sifat \"Maha Mendengar Dan Maha Melihat\" Bagi Allah \ufdfb - Ustadz Abdullah Taslim.Lc., MA - Transkrip","og_url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/16-menetapkan-sifat-maha-mendengar-dan-maha-melihat-bagi-allah-\ufdfb-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/","og_site_name":"Transkrip","article_published_time":"2026-07-13T02:40:41+00:00","author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/16-menetapkan-sifat-maha-mendengar-dan-maha-melihat-bagi-allah-%ef%b7%bb-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/16-menetapkan-sifat-maha-mendengar-dan-maha-melihat-bagi-allah-%ef%b7%bb-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/","name":"#16 Menetapkan Sifat \"Maha Mendengar Dan Maha Melihat\" Bagi Allah \ufdfb - Ustadz Abdullah Taslim.Lc., MA - Transkrip","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website"},"datePublished":"2026-07-13T02:40:41+00:00","dateModified":"2026-07-13T02:40:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/16-menetapkan-sifat-maha-mendengar-dan-maha-melihat-bagi-allah-%ef%b7%bb-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/16-menetapkan-sifat-maha-mendengar-dan-maha-melihat-bagi-allah-%ef%b7%bb-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/16-menetapkan-sifat-maha-mendengar-dan-maha-melihat-bagi-allah-%ef%b7%bb-ustadz-abdullah-taslim-lc-ma\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"#16 Menetapkan Sifat &#8220;Maha Mendengar Dan Maha Melihat&#8221; Bagi Allah \ufdfb &#8211; Ustadz Abdullah Taslim.Lc., MA"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/","name":"Transkrip","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/ngaji.id\/tran"],"url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4014"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4014"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4014\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4015,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4014\/revisions\/4015"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4014"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4014"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4014"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}