{"id":4042,"date":"2026-07-13T14:43:02","date_gmt":"2026-07-13T07:43:02","guid":{"rendered":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?p=4042"},"modified":"2026-07-13T14:43:03","modified_gmt":"2026-07-13T07:43:03","slug":"pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-2\/","title":{"rendered":"Pokok Pohon Iman (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"\ud83d\udd34[LIVE]  Pokok Pohon Iman (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/mRG3AVCSQOY?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>angan yang belakang Pak Masti Pak maju Pak silakan Pak jangan di belakang Pak takutnya ngobrol Pak Iya Pak yang di belakang antumtum anak muda jangan nyender Pak anak mudaju Tengah Pak yang 50 tahun gak apa-apa at nender a gak apa-apa Sep tig<\/li>\n\n\n\n<li>lah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu wa nastagfiruh wa naudzubillahi Min syururi anfusina Wamin sayiati a&#8217;malina mayahdihillahu Fala mudillalah wamay yudlil Fala hadiyaalah wa Asyhadu alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanuttaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa Wa Antum muslimun ah<\/li>\n\n\n\n<li>ya kitabah hudauda muhammadinallahu alaihii wasallam bidahid w Alhamdulillah ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala atas semua limpahan nikmat dan karuniaanya Alhamdulillah kita dimudahkan berbagai macam kebaikan utamanya kebaikan yang berhubungan dengan agama kita sebab-sebab untuk meningkatkan keimanan kita sebab-sebab untuk menjadikan kita Insyaallah selalu<\/li>\n\n\n\n<li>istikamah di atas agama Allah subhanahu wa taala sampai kita menghadapnya pada hari kiamat nanti Alhamdulillah termasuk nikmat besar yang Allah subhanahu wa taala mudahkan bagi kita adalah bisa mengadakan majelis ilmu di masjid yang Mubarak yang penuh berkah ini sebagaimana yang kita adakan di pagi hari ini di di dalam pembahasan atau melanjutkan kajian membahas kitab yang sangat bermanfaat kitab attaudihu Wal bayanu lajaratil Iman penjelasan tentang pohon iman karya dari asyekh alallamah almufassir ass Syekh Abdurrahman Bin<\/li>\n\n\n\n<li>Nasir assa&#8217;di rahimahullahu taala tib Barakallah fikum ikhwan akhwat fiddin rahimakumullah sebagaimana yang sudah kita ketahui pembahasan tentang iman adalah pembahasan membahas perkara yang paling penting dalam urusan agama kita dan gambaran tentang hal ini sudah kita bahas dan Kaji bahwa keimanan itu meliputi pemahaman dan Pengamalan semua syariat Islam secara keseluruhan lahir maupun batin Alhamdulillah memahami dan berusaha mengamalkannya tidaklah susah bagi orang-orang yang dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala apalagi<\/li>\n\n\n\n<li>Allah subhanahu wa taala telah menjanjikan dia akan memudahkan pemahaman agama ini bagi orang-orang yang berusaha untuk serius mempelajarinya orang-orang yang menginginkan kebaikan dan perbaikan bagi dirinya Allah subhanahu wa taala berfirmanubillahyairimdullahuikumulus Wu bikum alus Allah subhanahu wa taala menghendaki kemudahan bagimu dan dia tidak menghendaki kesulitan bagimu di ayat yang lain Allah subhanahu wa taala berfirman sungguh-sungguh telah kami mudahkan Alquran sebagai peringatan sebagai pelajaran Apakah ada orang yang mau<\/li>\n\n\n\n<li>mengambil peringatan darinya Sebagian ulama Salaf ketika menafsirkan ayat ini berkataak mempelari Alquran ini menuntut ilmu agama Sehingga Allah subhanahu wa taala pasti akan menolongnya yni jemah sekalian rahimakumullah mungkin akan ada bisikan atau godaan setan sewaktu kita belajar tentang iman kita belajar tentang Tauhid kita belajar akidah atau belajar permasalahan-permasalahan agama yang lain akanulikan susah karena kita harus memahami dan mengamalkan semua agama sementara kita banyak kekurangan banyak kelemahan sementara banyak hal-hal yang<\/li>\n\n\n\n<li>kita rasa ya dalam menunaikan perintah-perintah Allah banyak kekurangannya kadang-kadang masih melanggar larangan-larangan Allah sementara kita dituntut untuk menjalankan syariat Islam secara sempurna secara totalitas Bagaimana menghadapi bisikan-bisikan setan seperti ini maka kita jawab kita kuatkan tekad dalam diri kita pertama dengan berdoa meminta Pertolongan Allah subhanahu wa taala karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu memang manusia lemah penuh dengan kekurangan justru di sini menjadikan kita semakin semangat meminta<\/li>\n\n\n\n<li>pertolongan dan Bersandar kepada Allah ya ayuhanasu antumul fuqallahiallahuul HAM wahai sekalian manusia kalian adalah hamba-hamba Allah yang miskin butuh kepada rahmat Allah butuh kepada pertolongannya dan Allah subhanahu wa taala dialah yang Maha Ka lagi maha terian kepada Allah Apun hamba-hamba Allah yang mendapatkan kebaikan dalam agama yang mendapatkan Taufik sehingga mereka bisa mengamalkan agama dengan sempurna para nabi dan para rasul alaihiatu wasalam setelah itu para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain para imam<\/li>\n\n\n\n<li>ahlusunah wal jamaah orang-orang yang mulia seperti kita Sebelum kita mereka bisa meraih kemuliaan tersebut bisa mengamalkan kebaikan-kebaikan tersebut dari dari mana tentu tidak lain dari Taufik Allah subhanahu wa taala semua karena pertolongan dari allah subhanahu wa taala ya kita masih ingat pernyataan penghuni surga di dalam Alquran setelah masuk ke dalam surga mereka mengatakan apa Alhamdulillah hadalaji bagi Allah yang Hidayah kepada kami kepada kita untuk bisa meraih surga dan sungguh Kami tidak akan mendapatkan<\/li>\n\n\n\n<li>hidayah kalau bukan karena Hidayah dari Allah jadi rajin berdoa selalu minta kepada Allah setiap saat sungguh-sungguh Ya berdoa itu sendiri sudah merupakan ibadah wujud kesempurnaan tauhid tanpa melihat hasil apalagi kalau kita menginginkan hasil dari doa kita kalupun tidak dikabulkan saat ini maka akan menjadi kebaikan tabungan yang kita tabung untuk di akhirat nanti dan banyak manfaatnya berdoa ini merupakan sifat hamba-hamba Allah Yang saleh ya jadi berdoa minta pertolongan kepada Allah Rasulullah Sallallahu alaih<\/li>\n\n\n\n<li>wasallam bersabdaillah bersemangatlah melakukan hal yang bermanfaat bagimu dan selalu minta pertolongan kepada Allah subhanahu wa taala berikutnya Sisi yang menjadi sebab kita Yakin Allah akan mudahkan kebaikan ini bagi kita bagi orang yang bersungguh-sungguh mencarinya adalah Allah subhanahu wa taala sendiri yang menjanjikan hal ini dalam banyak dalil di anara dalil yang besar ya adalah ayat-ayat al-qur&#8217;an yang menyebutkan janji pertolongan dan dukungan dari Allah subhanahu wa taala bagi hamba-hamba yang beriman misalnya wallahu waliul<\/li>\n\n\n\n<li>mukminin Allah adalah Wali pelindung penolong bagi orang-orang yang beriman inallah Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala akan membela akan menolong orang-orang yang beriman Allah subhanahu wa taala menyebutkan almaiyah kebersamaan yang khusus bagi hamba-hamba yang melakukan kebaikan-kebaikan dan tentu kebaikan yang paling utama Allah mudahkan bagi mereka adalah kebaikan untuk menyempurnakan Iman untuk menyempurnakan tauhid dan penghambaan diri kepada Allah kepada Allah subhanahu wa taala ya Innallaha maalladinaaqau walladina<\/li>\n\n\n\n<li>Hum muhsinun Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang melakukan perbuatan baik kebersamaan yang khusus di sini mengandung makna apa ataufik Taufik dari Allah bagi mereka Atid dukungan dari Allah pertolongan darinya penjagaan kemudahan dalam Melakukan kebaikan tidak ada kebaikan yang lebih besar yang Allah subhanahu wa taala mudahkan bagi hamba-hambanya melebihi kebaikan Iman kesempurnaan tauhid kesempurnaan dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa taala Ditambah lagi<\/li>\n\n\n\n<li>dengan Allah Subhanahu wa taala memiliki nama-nama Yang Maha indah yang di antara nama-nama tersebut menunjukkan makna bahwa dia akan memudahkan bagi hamba-hambanya sebab-sebab yang menjadikan mereka cinta kepadanya Masyaallah ya ini menunjukkan karunia Allah subhanahu wa taala yang agung di antara nama Allah subhanahu wa taala yang maha Indah misalnya adalah al-wadud W dan dia Allah subhanahu wa taala maha pengampun dan alwadud maha mencintai hamba-hambanya dan mereka pun mencintainya jadi kata para ulama alwadud itu maknanya meliputi dua hal<\/li>\n\n\n\n<li>tadi Allah mencintai orang-orang yang beriman dan mereka mencintainya tercakup dua-duanya ya cintai mereka Jadi kata para ulama artinya alwadu Wal maudud Ya Allah mencintai mereka dan Allah dicintai oleh mereka begitu termasuk kandungan dari makna nama Allah subhanahu wa taala yang maha indah ini adalah Allah subhanahu wa taala memudahkan bagi hamba-hamba yang beriman sebab-sebab yang menjadikan mereka semakin cinta kepada Allah semakin selalu berharap kepadaNya semakin takut kepadanya semakin tunduk kepadanya apalagi dengan mereka selalu<\/li>\n\n\n\n<li>membaca al-qur&#8217;an dan merenungkan isinya selalu mengkaji agama Allah subhanahu wa taala jadi tidak perlu khawatir ya kita merasa susah kita selalu ingat tidak ada yang susah bagi Allah subhanahu wa taala karena dia alain Qadir Maha Kuasa atas segala sesuatu meluruskan hati kita maka dia adalahiballub yang maha membolak-balikkan hati ya dia adalah Alhadi Maha Pemberi Hidayah dia adalah alfattah Maha pembuka pintu-pintu kebaikan Masyaallah Semakin banyak kita merenungkan nama-nama Allah subhanahu wa taala yang Maha Tinggi Yang<\/li>\n\n\n\n<li>Maha indah dan sifat-sifatnya yang Maha Tinggi kita akan semakin yakin bahwa ketika kita ar kepada Allah subhanahu wa taala apalagi dalam kebaikan besar untuk meraih kesempurnaan iman semakin kita Bersandar kepada Allah subhanahu wa taala semakin Allah subhanahu wa taala mudahkan hal itu bagi kita semua ikhwan akhwat fidin rahimakumullah Apalagi ditambah dengan kita selalu Bersandar kepada berpegang teguh dengan sebaik-baik sebab untuk semua kebaikan yaitu belajar al-qur&#8217;an dan merenungkan isinya belajar hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi<\/li>\n\n\n\n<li>Wasallam dan merenungkan kandungan maknanya sebagaimana metode yang disampaikan di sini oleh penulis as Syekh Abdurrahman ass&#8217;di rahimahullah taala dalam menjelaskan dan menjabarkan makna makna keimanan Jadi intinya ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah kebaikan seperti ini adalah mudah Kenapa Allah subhanahu wa taala yang memudahkan kalau dalam urusan dunia saja kita bisa dapatkan rezeki ya kita bisa dapatkan bagian dari rezeki jangankan orang yang beriman orang kafir saja dapat Nah sekarang rezeki yang khusus makna dari rezeki yang khusus<\/li>\n\n\n\n<li>yaitu kebaikan agama kesempurnaan iman ilmu yang bermanfaat istikamah di atas agama Allah subhanahu wa taala ini makna rezeki yang khusus makna rahmat Allah yang khusus makna pemberian Allah yang khusus ini semua makna yang khusus kepada siapa Allah berikan kalau bukan kepada orang-orang yang beriman kepada orang-orang beriman mana yang Allah tujukan karunianya ini kalau bukan kepada orang-orang yang sungguh-sungguh meminta karunia kepadanya orang yang sungguh-sungguh mengusahakan kebaikan ini untuk dirinya yakni Yang sekarang kita<\/li>\n\n\n\n<li>butuhkan banyak berdoa banyak bersungguh-sungguh banyak merenungkan bahwa ini adalah kebutuhan kita yang paling besar maka sesuai dengan kesungguhan kita Allah subhanahu wa taala akan bukakan pintu-pintu Taufik dan kebaikan yang dengan itu Allah subhanahu wa taala mudahkan mudahkan bagi kita oleh karena itulah ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah ya kita rasakan sudah kita Ingatkan beberapa kali banyak perubahan dalam diri kita Insyaallah itu adalah tanda kebaikan semakin kita belajar agama Semakin banyak kita mengoreksi<\/li>\n\n\n\n<li>diri kita meninggalkan keburukan-keburukan ya para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain Allah berikan Kemuliaan bagi mereka karena mereka teruji dan terbukti kesungguhannya terbukti perjuangan mereka di jalan Allah subhanahu wa taala kalau Allah subhanahu wa taala maha kuasa untuk memberikan Taufik dan kemudahan bagi mereka Maka apa yang menghalangi Allah subhanahu wa taala untuk memberikan Taufik dan kemudahan bagi hamba-hamba yang datang setelah para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain kalau mereka melakukan<\/li>\n\n\n\n<li>kesungguhan dan usaha sebagaimana yang dilakukan oleh generasi yang terdahulu radiallahua anhum a Antum masih ingat Hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mungkin saya pernah sampaikan di pertemuan yang lalu ya ketika hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim ketika para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain bertanya kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tentang makna firman Allah subhanahu wa taala di surah aljumaah ya di surat aljumaah Allah subhanahu wa taala berfirman wa akharina minhum lamma<\/li>\n\n\n\n<li>yalhaqu bihim wahual Azizul Hakim dan orang-orang yang lain selain mereka yang termasuk dari mereka yang yakni beriman kepada al-quran kepada petunjuk yang dibawa oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam orang-orang yang datang setelah mereka nanti padahal belum pernah bertemu dengan mereka yakni para sahabat Radiallahu taala anhum AJM dan Allah subhanahu wa taala Maha Mulia lagi Maha Sempurna hukum dan hikmahnya itu adalah karunia yang Allah berikan kepada siapa yang di kendakinya dan Allah subhanahu wa taala Maha<\/li>\n\n\n\n<li>memiliki karunia yang agung para sahabat bertanya kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Siapa yang dimaksud dengan mereka-mereka ini mereka ikut mendapatkan karunia yang agung Padahal mereka belum pernah bertemu dengan para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ditanya beliau tidak menjawab yakni Wahyu dari Allah subhanahu wa taala belum turun sampai beberapa kali beliau ditanya tiga kali lantas Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya ketika itu hadir di antara<\/li>\n\n\n\n<li>para sahabat sahabat Salman Alfarisi radhiallahu taala Anhu Rasulullah Sallallahu wasallam sambil memegang atau menepuk sahabat yang mulia ini beliau Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Ya ketika sudah untuk ketiga kalinya ditanya beliau Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda la Iman Lu rijalunun Min beliau bersabda Sallallahu Alaihi Wasallam seandainya iman itu letaknya di bintang yang paling tinggi bintang seandainya iman itu letaknya di bintang yang paling tinggi makacayaorang Dar mereka ini ya sambil memegang Salman Alfarisi radhiallahu<\/li>\n\n\n\n<li>taala Anhu orang-orang dari mereka ini atau salah seorang dari mereka ini akan bisa meraihnya ya Seandainya iman itu letaknya di bintang yang paling tinggi bayangkan Bagaimana kita bisa meraih bintang yang setinggi itu tapi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan lanaalahu sungguh akan bisa dirai oleh seseorang atau beberapa orang dari mereka-mereka ini makanya kata para ulama ini mengisyaratkan tentang generasi yang datang setelah para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain bahkan lebih khusus lagi dia<\/li>\n\n\n\n<li>bukan orang Arab asli aajim orang-orang yang bukan tidak punya keturunan Arab ya mereka akan bisa meraih keutamaan tersebut kalau mereka benar-benar mengikuti jalan para sahabat Radiallahu taala anhum AJM makanya ini menunjukkan tentang keutamaan orang-orang yang beriman ya Meskipun dari kalangan dia bukan orang Arab artinya dia baca Alquran tidak paham artinya asalnya Iya kan Setelah itu dia belajar dia mendengarkan hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bahasa asing bahasa Arab tapi dia mau bersabar<\/li>\n\n\n\n<li>mendengarkannya Dia mau mengkaji dan mempelajarinya maka dia akan bisa meraih keutamaan yang pernah diraih oleh generasi pertama umat ini ya yaitu keimanan meskipun terletak di bintang yang sangat tinggi ini hadis sahih memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman bahwa karunia Allah subhanahu wa taala yang maha luas tidak hanya ditujukan kepada golongan orang yang tertentu tapi Allah subhanahu wa taala berikan kesempatan untuk bisa merainya bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh yang benar-benar serius ingin meminta karunia Allah<\/li>\n\n\n\n<li>subhanahu wa taala ingin memperbaiki dirinya ingin berusaha untuk meraih kebaikan-kebaikan dalam agamanya kebaikan-kebaikan dan kesempurnaan dalam dalam keimanan nah Oleh karena itu kita lihat yaekh abdahman rahimahullah taa membahas permasalahan iman dengan langsung membawakan ayat al-qur&#8217;an hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian menjelaskan maknanya karena tidak ada yang lebih utama dan lebih mulia dalam menjelaskan iman dalam menjabarkan tentang sebab-sebab yang menguatkan iman melebihi al-quran melebihi hadis-hadis<\/li>\n\n\n\n<li>Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam jadi yakinkan hati kita jadi jadikan hati kita selalu tergantung dengan dalil ini termasuk usaha kita Apun yang kita rasakan dalam kekurangan sehubungan dengan masalah agama kita solusinya ada dalam al-qur&#8217;an perbanyak baca al-qur&#8217;an dan renungkan isinya perbanyak baca hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kalau kita inginkan kisah baca kisah-kisah para nabi dan para rasul kisah-kisah para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain jadi jangan terlalu banyak membaca kisah-kisah Manusia Biasa<\/li>\n\n\n\n<li>belum tentu itu memberikan pelajaran mereka tidak dijamin ya kadang-kadang Kita mendengarkan sebuah kisah contoh dalam kehidupan nyata kita itu digambarkan misalnya dicontohkan sebagai kisah yang menggambarkan tentang keikhlasan niat Siapa yang menjamin orang yang melakukan ini ikhlas niatnya belum tentu Iya kan Tapi kalau kisah para sahabat kisah para nabi dan para rasul sudah jelas kisah-kisah mereka adalah sebagai teladan dalam keimanan teladan dalam keikhlasan teladan dalam berjihad di jalan Allah teladan dalam menuntut ilmu<\/li>\n\n\n\n<li>dengan sungguh-sungguh dengan niat yang benar ini sudah cukup semakin kita mengikatkan diri kita dengan dalil maka semakin juga Allah subhanahu wa taala mudahkan bagi kita untuk mengambil faedah dari kebaikan-kebaikan tersebut nah bab jemaah sekalian rahimakumullah kita lanjut ya jadi yang terakhir kita bahas adalah Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis riwayat Imam muslim Iman Man Rya billahibban W islamian wab Muhammadin Shallallahu Alaihi Wasallam rasula nabiah akan merasakan manisnya Iman atau lezatnya<\/li>\n\n\n\n<li>iman orang yang Rida Kepada Allah sebagai rabnya kepada Islam sebagai agamanya dan kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sebagai nabinya ya sudah kita bahas maknanya di pertemuan yang lalu sekarang kita lanjut kata Syekh Abdurrahman assadi rahimahullahu taala aihi was warisalatihi wibu minirul imanahild abduawatahu maka<\/li>\n\n\n\n<li>Rida terhadap kenabian dan kerasulan nabi kita Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam serta selalu mengikuti ittiba mengikuti petunjuk beliau ini termasuk sebab-sebab yang termasuk seagung-agung sebab yang membuahkan iman dan menjadikan seorang hamba bisa merasakan kemanisan atau kelezatannya jadi tauhid ini adalah wujud Rida kepada Allah yang paling besar kita mengamalkan tauhid bukan sekedar melakukannya tapi kita Rida dari hati kita bahwa tidak ada yang pantas disembah dengan benar selain Allah itu kita harus yakinkan di hati kita karena<\/li>\n\n\n\n<li>tidak ada yang memiliki sifat-sifat kesempurnaan tidak ada yang menciptakan mengatur alam semesta memberikan segala kebaikan menjauhkan kita dari segala keburukan tidak ada yang kebaikan dan nikmatnya seperti Allah subhanahu wa taala sebagaimana yang selalu Allah limpahkan kepada kita maka tidak ada yang berhak untuk dipuji dengan pujian yang sesungguhnya selain Allah tidak ada yang berhak untuk dicintai pada zatnya selain Allah subhanahu wa taala tidak ada yang berhak untuk disembah diberikan padanya semua macam ibadah selain Allah<\/li>\n\n\n\n<li>subhanahu wa taala jadi inilah tauhid kita amalkan dengan keyakinan di dalam hati kita sebagaimana Rida kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam selalu mengikuti petunjuk beliau kita amalkan dengan keyakinan bahwa inilah Kebaikan tidak ada kebaikan selain mengikuti sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak ada ibadah amal kebaikan meskipun dilakukan oleh banyak orang kalau tidak ada dalilnya tidak akan membawa kepada kebaikan tidak akan menumbuhkan Iman karena Rida kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sebagai nabi<\/li>\n\n\n\n<li>sebagai Rasul inilah amalan hati termasuk amalan hati yang sangat besar yang akan menyempurnakan Iman di hati kita dan menjadikan kita merasakan manisnya Iman sebagaimana yang disebutkan di dalam di dalam hadis ini makanya pelajaran tentang ittiba menjauhi perbuatan bidah ini bukan cuma sekedar pelajaran untuk kita sekedar mengetahui atau sekedar membanta orang bukan bukan hanya itu tujuannya lebih daripada itu ini berhubungan dengan sebab termasuk sebab terbesar yang menumbuhkan Iman menyempurnakan Iman di hati kita<\/li>\n\n\n\n<li>keyakinan ini yang harus kita selalu pegang dan selalu bawa dalam kehidupan kita Q taala Allah subhanahu wa taala berfirman di surah Ali Imran ayat 164qah Ali Imran ayat 164 sungguh-sungguh Allah telah memberikan karunia yang besar kepada orang-orang yang beriman Kapan itu ketika diautus kepada mkaoras dari kalangan sendiri ini<\/li>\n\n\n\n<li>karunia terbesar bagi kaum mukminin berarti ini adalah sebab kebaikan terbesar bagi mereka kebaikan-kebaikan dalam urusan agama diutusnya Rasulullah Sallallahu alhi wasallam karunia terbesar berarti termasuk sebab terbesar yang menyempurnakan iman kita adalah mensyukuri nikmat ini dengan cara belajar sunah memahami dan mengamalkannya tiba mengikutinya dan merasa ini cukup sehingga tidak butuh kita kepada petunjuk selain petunjuk Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kita tidak membutuhkan Imam panutan selain nabi kita yang mulia Nabi<\/li>\n\n\n\n<li>Muhammad Sallallahu Alaihi Wa alihi wasallam yatlu alaihim ayatii yang Rasul ini membacakan kepada mereka orang-orang yang beriman ayat-ayat Allah mensucikan diri-diri mereka mereka Tazkiah pensucian jiwa pembersihan hati itu termasuk tugas utama ya inti dari seruan dakwah nabi kita yang mulia Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam makanya disebutkan di ayat ini dan banyak ayat-ayat Alquran yang menyebutkannya W hikmah dan mengajarkan kepada kaum mukminin al-qur&#8217;an dan hikmah yaitu sunah yang meskipun sebelum itu mereka<\/li>\n\n\n\n<li>benar-benar di dalam kesesatan yang nyata di dalam kesesatan yang nyata tib juga firman Allah subhanahu wa taala di dalam surat at-taubah ayat 128 Allah subhanahu wa taala berfirman laqakum rasulum Min anfusikum ataubah 128 sungguh-sungguh telah datang kepamu kepada kalian Wahai orang-orang yang beriman Rasul dari kalanganmu sendiri sifatnya azizun<\/li>\n\n\n\n<li>alaium Sangat memberatkan bagi beliau Sallallahu Alaihi Wasallam hal-hal yang menjadi sebab keburukan bagi umatnya nabi sallallahu alaihi Wasallam sangat menyusahkan bagi beliau kalau petunjuk Kebaikan tidak sampai kepada umatnya maka beliau semangat menyampaikannya semangat menyebarkan dakwah ini Semangat menegakkan agama Allah subhanahu wa taala Alhamdulillah dengan sebab ini agama ini sampai kepada kita ya harisun alaikum sangat bersemangat untuk mengusahakan kebaikan bagi umatnya serta memiliki sifat penyantun dan penyayang bagi orang-orang<\/li>\n\n\n\n<li>yang beriman ini rasul yang seperti ini keadaannya yang sebaik itu akhlaknya semulia itu kasih sayangnya kepada umatnya Bagaimana mungkin orang yang beriman tidak Rida kepada rasul yang seperti ini tidak mencintainya tidak menjadikannya sebagai teladan padahal dia adalah jelas sebaik-baik hamba Allah subhanahu wa taala dalam semua sifat-sifat sifat-sifat yang mulia dan akhlak yang agung kata Syekh di sini Rahimah [Tepuk tangan] taa Im maka Bagaimana mungkin seorang mukmin<\/li>\n\n\n\n<li>orang yang beriman tidak Rida dengan Rasul yang mulia ini Ya dengan seorang Rasul yang mulia ini yang memiliki sifat arrauf rahim penyantun dan penyayang bagi umatnya yang Allah subhanahu wa taala bersumpah di dalam Alqur&#8217;an bahwa bahwa Beliau memiliki akhlak atau budi pekerti yang Agung ya di dalam surat alqalam ayat yang keempat wa innaka laala khulinim dan Sesungguhnya engkau Ya Rasulullah benar-benar memiliki akhlak yang luhur Akhlak Yang Mulia wa asu maqamin Lil Abdi dan kedudukan yang paling mulia bagi seorang<\/li>\n\n\n\n<li>hamba adalah ketika dia dinisbatkan kepada penghambaan kepada Allah alubudiah ini kedudukan yang paling tinggi Allah subhanahu wa taala ketika memuji rasulullahu wasallam di beberapa ayat disebutkan beliau sebagai hamba Allah abduhu hambanya berarti dia telah menyempurnakan penghambaan diri kedudukan yang paling tinggi bagi seorang hamba ketikaisbat dia sebagai hamba Allah dinisbatkan kepada penghambaan diri kepada Allah makanya hamba itu semakin merasa butuh kepada Allah semakin tinggi kedudukannya karena dia hamba Allah yang<\/li>\n\n\n\n<li>sejati semakin rajin berdoa meminta Pertolongan Allah dia hamba Allah yang sejati semakin dia selalu bersandar bergantung dan mengakui kebutuhannya kepada Allah ketergantungan dirinya dalam segala hajat dan kebutuhannya kepada Allah semakin tinggi kedudukannya karena dia benar-benar memposisikan dirinya sebagai hamba Allah yang sejati jadi ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah merasa cukup merasa diri sudah baik menyombongkan kebaikan-kebaikan yang sudah kita lakukan ini tipu daya setan dan ini bertentangan dengan makna<\/li>\n\n\n\n<li>ubudiah ya ini sudah kita sering juga Jelaskan orang-orang yang beriman yang kuat keimanan mereka justru mereka semakin tunduk kepada Allah Semakin banyak beristigfar semakin selalu minta pertolongan kepada Allah ini gambaran tentang hamba Allah yang sejati dan inilah kedudukan yang Allah subhanahu wa taala selalu Sebutkan ada pada diri nabinya yang mulia Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam watidauhu birasulihi wa mahabbatuhu watibauhu kemudian ketika seorang hamba selalu meneladani Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mencintai beliau dan<\/li>\n\n\n\n<li>selalu mengikuti petunjuknya yang ini merupakan tanda kecintaan kepada Allah dan dengan mengikuti Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam terwujudlah kecintaan yang benar dan keimanan yang sempurna kepada Allah subhanahu wa taala yakni semua perkara ini pasti menjadikan orang yang beriman akan Rida kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sebagai nabi dan rasulnya karena tidak ada yang lebih sempurna dalam menunaikan penghambaan diri yang sejati tidak ada yang sempurna dalam teladan dan petunjuknya untuk membawa kita kepada kebaikan melebihi<\/li>\n\n\n\n<li>dari teladan dari nabi kita yang mulia Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dalam semua kebaikan-kebaikan dalam urusan agama kita qala taala makanya Allah subhanahu wa taala berfirman di ayat yang terkenal tentang mengikuti sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sebagai sebab kecintaan dari Allah subhanahu wa taala kepada kita surah Ali Imran ayat ke-31 Qul in kuntum tuhibbunallaha fattabiuni yuhbibkumullahuagfir lakum dunubakum wallahu gururahim Katakanlah jika kalian benar-benar mencintai Allah maka Ikutilah aku Ikutilah Nabi Muhammad<\/li>\n\n\n\n<li>Sallallahu Alaihi Wasallam Ikutilah petunjuk beliau maka niscaya Allah akan mencintaimu dan akan mengampuni dosa-dosamu dan Allah subhanahu wa taala maha pengampun lagi lagi maha penyayang Nah jadi ini merupakan makna dari Hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tentang orang yang merasakan manisnya Iman kelezatan Iman Rid billahiban Man Rya Billahi rban yaitu orang yang Rida Kepada Allah sebagai rabbnya Rida kepada Islam sebagai agamanya dan Rida kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sebagai nabi<\/li>\n\n\n\n<li>dan rasulnya baik Barakallah fikum ikhwan akhwat fiddin rahimakumullah ya kita cukupkan sampai di sini Insyaallah kajian kita di kesempatan pagi hari ini semoga bermanfaat dan menjadi sebab kebaikan untuk dunia dan akhirat kita semakin menambah motivasi kita untuk mengusahakan tentang iman semakin menyempurnakan kesungguhan kita dalam mempelajari al-qur&#8217;an dan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam karena ini merupakan sebaik-baik sebesar-besar nikmat yang Allah turunkan kepada kita sebesar-besar kebaikan yang<\/li>\n\n\n\n<li>Allah subhanahu wa taala mudahkan bagi kita maka hendaknya kita ber usaha mensyukurinya apalagi ternyata kebaikan ini Allah subhanahu wa taala mudahkan bagi kita Dan inilah sebab yang akan menyempurnakan kebaikan ketenangan kedamaian dalam hidup kita jadi manfaat ini akan benar-benar kita rasakan dalam kehidupan di dunia kita apalagi nanti di akhirat kelak baik Barakallah fikum kita lanjutkan dengan bertanya jawab mungkin ada hal-hal yang Antum ingin tanyakan maka saya persilakan Barakallah Fik ahu was na muhammadhamdulillahbilamin kalau ada<\/li>\n\n\n\n<li>pertanya Sil ada yang mengatakan manhaj salaf terlalu kontekstual terhadap dalil<\/li>\n\n\n\n<li>mungkin tekstual Mungkin maksudnya al-qur&#8217;an dan Sunah itu maksud dan tanggapan Ustaz Bagaimana ya kalau orang yang mengatakan begini ya mudah-mudahan dia orang yang jahil karena itu kemungkinan yang terbaik Iya kan Kalau dia orang yang paham berbahaya bala mengingkari keutamaan Manhaj para sahabat ini bisa benar-benar penyimpangan yang sangat jauh Kalau dia orang yang jahil maka sampaikan kepadanya bahwa manhaj salaf ini adalah Manhaj yang dijalankan oleh para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain dalam mempelajari dan mengamalkan Islam Allah<\/li>\n\n\n\n<li>telah memuji di dalam banyak ayat al-qur&#8217;an radhiallahu anhum waraduan ya jadi makna dari ucapan ini apa ini yang dipuji oleh Allah ini yang diridai oleh Allah kemudian dikatakan dengan kata-kata terlalu tekstual tidak mengikuti perkembangan zaman dan seterusnya ya kemudian ternyata pemahaman seperti ini telah menjadikan hidup mereka sukses telah menjadikan hidup mereka bahagia sebaik-baik umat ini dan semua keutamaan-keutamaan yang disebutkan di dalam al-qur&#8217;an dan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam<\/li>\n\n\n\n<li>kadang-kadang sebagian orang mungkin menilai salah karena kejahilannya atau mungkin dia mendapatkan seseorang yang berbuat buruk sama dia kemudian dijadikan umum semua yang mengikuti manhaj salaf seperti ini ya ini jelas keliru maka kita katakan orang seperti ini mudah-mudahan dia orang yang jahil kalau seandainya dia mau belajar dengan benar maka inilah ya manhaj salaf inilah yang benar-benar membimbing kita kepada pemahaman agama yang benar inilah yang menjadikan kita benar-benar merasa gembira dan bahagia<\/li>\n\n\n\n<li>dengan mengamalkan agama ini karena inilah yang menjadi sebab seseorang akan bisa meraih kesempurnaan dan bisa merasakan kenikmatan dan kemanisan Iman nah baik berikutnya apa tafsir dari hadis yang mengatakan wanita dilarang melepaskan pakaiannya selain di rumah suaminya Iya hadis yang melarang tentang hamamat yakni permandian umum di zaman dahulu itu ada larangan dari ee<\/li>\n\n\n\n<li>hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam untuk wanita seorang perempuan muslimah melepas pakaiannya karena di zaman dahulu ya kita tahu tempat-tempat umum seperti ini ya kayak WC umum atau permandian umum itu tidak penjagaan terhadap aurat tidak ketat begitu apalagi kondisi di zaman dahulu tentu ya banyak hal-hal yang bisa membawa kepada hal kepada yakni misalnya ada orang yang tidak tidak beriman kepada Allah subhanahu wa taala atau imannya lemah sehingga dia melakukan hal-hal yang tentu akan menjadi sebab keburukan ya<\/li>\n\n\n\n<li>itu maksud daripada hadis-hadis tersebut ya memang sebisa mungkin bagi seorang perempuan Kalau memang dia tidak ada hajat lebih bagus ketika dia ingin misalnya butuh untuk buang hajat atau yang lainnya dia lakukan di di dalam rumahnya kita ketahui di zaman para sahabat saja di zaman Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam perempuan juga ya melakukan buang hajat di luar di luar rumah rata-rata mereka punya WS di luar rumah di tempat yang jauh dari e manusia yakni di tempat yang agak jauh dari keramaian atau dari tempattempat<\/li>\n\n\n\n<li>tinggal mereka melakukan buang hajat di situ tapi kemudian diterangkan oleh para ulama bahwa setelah itu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yakni menyuruh atau menjadikan tempat buang hajat itu dibuat di bagian dalam rumah supaya tidak menjadikan orang perlu keluar apalagi kaum perempuan begitu apalagi jika misalnya mungkin butuh buang hajat di malam hari yang tentu akan menjadi sebab yakni tidak amannya mereka Al jadi kita katakan di sini ini semua berhubungan dengan masalah aurat tentu saja ketika seorang perempuan misalnya Safar dengan<\/li>\n\n\n\n<li>mahramnya dengan suaminya atau dengan keluarganya dan bagaimana kalau dia butuh untuk buang hajat ketika dalam perjalanannya itu ini tetap ini boleh karena ini kebutuhan namanya sesuatu yang bersifat hajat Ya Allah subhanahu wa taala sendiri saja mengizinkan bagi perempuan keluar rumah karena hajat dalam sahih Bukhari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda inallah Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala telah mengizinkan kalian wahai perempuan untuk keluar karena adanya hajat Jadi kalau ada hal-hal yang<\/li>\n\n\n\n<li>bersifat kebutuhan seperti ini ketika dia di luar rumah maka kita katakan carilah yang paling aman yang benar-benar terpisah antara laki-laki dan perempuan dan pastikan bahwa di situ kondisinya aman yakni kondisinya benar-benar terjamin ada penjagaan ada pemisahan tidak ada peluang bagi orang yang ingin misalnya ee mengintip naudubillah minarik atau memasang kamera yang kemudian menjadikan aurat tersingkap kita pastikan hal tersebut dan tentu kita berlindung kepada Allah subhanahu wa taala dari segala keburukan Jika<\/li>\n\n\n\n<li>seorang perempuan butuh untuk misalnya melepaskan pakaiannya di luar rumah hendaknya memperhatikan hal-hal tersebut nah bagaimana dengan adanya gangguan-gangguan teman-teman yang buruk akhlaknya sedangkan kita belum belum bisa menjauhinya menjauhi keburukan termasuk teman-teman yang buruk ini tidak ada kata-kata belum bisa menjauhinya karena kaidahnya dalam Islam itu melaksanakan perintah itu yang belum bisa kita lakukan ada hal-hal yang belum bisa kita lakukan tapi kalau menjauhi larangan pasti kita bisa lakukan dalam hadis riwayat imamukhari<\/li>\n\n\n\n<li>dan Muslim Rasulullah wasam ketika menyebutkan apa yang aku larang kalian lakukan apa yang aku larang kalian melakukan maka Tinggalkanlah dan apa yang Aku perintahkan kalian untuk kalian lakukan maka lakukanlah sesuai dengan kesanggupanmu larangan tidak disebutkan sesuai dengan kesanggupan tapi kalau perintah baru ada sesuai dengan kesanggupan karena perintah kita mengerjakan sesuatu contoh kita melaksanakan salat kadang-kadang kita sakit maka tidak bisa melaksanakannya berdiri Iya kan maka kita duduk kalau tidak bisa malah tidur berbaring sambil<\/li>\n\n\n\n<li>berbaring I kan kita bisa lakukan Sai kemampuan kita kita disuruh melakukan sesuatu kadang-kadang kita tidak bisa Betul tapi kalau larangan tinggal meninggalkan Jangan lakukan yakni orang yang mengatakan tidak bisa belum bisa meninggalkan tem-an peran yang dari dia bisa meninggalkan Beru rumah dia berteman Maka jangan dia keluar rumahnya ya Misalnya teman yang buruk tersebut mengajak dia berbicara lewat ngobrol lewat WhatsApp misalnya Jangan dibalas kan ini semua orang mampu karena tidak ada yang dilakukan tinggal<\/li>\n\n\n\n<li>menjauhi beda kalau disuruh mendatangi orang mungkin disuruh mengunjungi temannya ini kadang-kadang orang tidak mampu karena belum tentu dia bisa keluar iya kan maka ini bukan merupakan alasan sebenarnya kalau dia belum bisa meninggalkan teman-teman bergaulnya yang buruk dia bisa cuma karena dia malu atau mungkin gengsi atau hal yang lainnya kita katakan hendaknya seorang hamba bertakwa kepada Allah kalau dia sudah mengetahui keburukan hal tersebut dia harus berusaha dia harus menunjukkan sikap minta pertolongan kepada Allah dan mulai<\/li>\n\n\n\n<li>menjauhi pergaulan yang buruk seperti itu supaya dia bisa mengusahakan sebab sebab perbaikan bagi dirinya nah di akhir tahun biasanya terdapat perayaan tahun baru masehi Bagaimana Islam mengajarkannya di zaman para sahabat Iya perayaan tahun baru masehi sebelumnya perayaan dari perayaan dari orang-orang yang tidak beriman kepada Allah subhanahu wa taala dan hari akhir ini semua adalah hal yang dijauh oleh orang yang beriman dan orang-orang yang ahli tauhid Allah subhanahu wa taala berfirman dalam Alquran ketika menyebutkan ciri-ciri dari ibadurahman<\/li>\n\n\n\n<li>di surat alfurqan hamba-hamba Allah yang bertakwa hamba-hamba Allah yang imannya sempurna Wina yashadur mereka adalah orang-orang yang tidak mengikuti tidak menghadiri atau menyaksikan tidak ikut meramaikan azzur azzur di sini k kang-kadang diartikan perbuatan-perbuatan buruk atau dusta tapi pengertian yang lebih kuat seperti yang disebutkan Sebagian ulama Salaf dinipil oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah azzur itu adalah aadal musyrikin perayaan-perayaan orang-orang musyrik maka di akhir tahun seperti ini banyak perayaan-perayaan seperti<\/li>\n\n\n\n<li>itu ya Ada keburukannya lebih besar dibandingkan yang lain seperti kalau misalnya mengucapkan selamat terhadap perayaan-perayaan yang tentu mengandung makna kekufuran kesyirikan ini lebih parah ya dibandingkan misalnya orang yang merayakan tahun baru ini juga keburukan tapi belum tentu terdapat di dalamnya kesyirikan alulial semua ini keburukan kita harus hindarkan ya Kita harus hindari makanya ini perlu disampaikan kepada masyarakat kita agar jangan ikut-ikut mendukungnya jangan ikut-ikut mengucapkan selamat menghadirinya karena<\/li>\n\n\n\n<li>ini termasuk hal yang sangat-sangat buruk dan bertentangan dengan konsekuensi iman yang benar nanti di akhir zaman Nabi Isa yang membunuh Dajal banyak pertanyaan Kenapa Nabi Isa ya pertanyaannya Siapa nabi yang ada di waktu itu kar Nabi Isa diangkat oleh Allah subhanahu wa taala iya kan diangkat oleh Allah subhanahu wa taala sebagaimana yang Allah sebutkan di dalam alquranahuai bahkan Allah subhanahu wa taala mengangkatnya ya nabi Isa alaihiatu wasalam ini nabi yang Allah subhanahu wa taala turunkan di akhir zaman untuk<\/li>\n\n\n\n<li>membunuh Dajal termasuk nanti menghancurkan salib kemudian salat di belakang Imam Mahdi ya sebagai bukti bahw beliau turun bukan sebagai nabi lagi yang diutus dengan syariat baru sebagai bukti bahwa beliau membenarkan syariat yang dibawa oleh Nabi yang terakhir yaitu Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wa alihi wasallam maka dengan hikmah Allah subhanahu wa taala Allah menjadikan Nabi Isa yang turun nanti di akhir zaman dan ini sesuai dengan hikmah Allah subhanahu wa taala yang maha sempurna ya Jadi pertanyaan seperti ini kita katakan Ya<\/li>\n\n\n\n<li>tidak perlu ditanyakan memang yang ada ketika itu adalah nabi yang masih hidup seorang rasul yang masih hidup di akhir zaman adalah Nabi Isa alaihiatu wasalam Karena setelah wafatnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak ada Rasul lagi tapi dengan hikmahnya Allah subhanahu wa taala menjadikan Nabi ini turun di akhir zaman apalagi untuk menjelaskan tentang kebenaran Islam dan kebatilan dari agama-agama yang lain ya nanti juga orang akan bertanya kenapa diturunkan Dajal ya Kenapa dikeluarkan Dajal kenapa tidak dikeluarkan di zaman Rasulullah<\/li>\n\n\n\n<li>Sallallahu Alaihi Wasallam untuk dibunuh oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Ini semua adalah sesuatu yang Allah subhanahu wa taala telah takdirkan kita meyakini ini sesuai dengan hikmah Allah subhanahu wa taala yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna nah tib Barakallah fikum Cup sampai sini kajian kita mudah-mudahan bermanfaat dan menjadi sebab kebaikan untuk dunia dan akhirat kita mohon maaf atas segala yang salah dan kurang kita akhiri Sallallahu wasallam wabarak ala Nab Muhammad illamahaagfir wasalamualaikum<\/li>\n\n\n\n<li>warahmatullahi wabarakatuh<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4042","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rodjatv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pokok Pohon Iman (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 - Transkrip<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-\u062d\u0641\u0638\u0647-\u0627\u0644\u0644\u0647-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pokok Pohon Iman (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 - Transkrip\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-\u062d\u0641\u0638\u0647-\u0627\u0644\u0644\u0647-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Transkrip\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-13T07:43:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-13T07:43:03+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-2\/\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-2\/\",\"name\":\"Pokok Pohon Iman (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 - Transkrip\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-07-13T07:43:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-13T07:43:03+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-2\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-2\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-2\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pokok Pohon Iman (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\",\"name\":\"Transkrip\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\"],\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pokok Pohon Iman (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 - Transkrip","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-\u062d\u0641\u0638\u0647-\u0627\u0644\u0644\u0647-2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pokok Pohon Iman (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 - Transkrip","og_url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-\u062d\u0641\u0638\u0647-\u0627\u0644\u0644\u0647-2\/","og_site_name":"Transkrip","article_published_time":"2026-07-13T07:43:02+00:00","article_modified_time":"2026-07-13T07:43:03+00:00","author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-2\/","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-2\/","name":"Pokok Pohon Iman (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 - Transkrip","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website"},"datePublished":"2026-07-13T07:43:02+00:00","dateModified":"2026-07-13T07:43:03+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-2\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pokok Pohon Iman (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/","name":"Transkrip","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/ngaji.id\/tran"],"url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4042"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4042"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4042\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4043,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4042\/revisions\/4043"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4042"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4042"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4042"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}